Hubungan Faktor Pelayanan Kesehatan Kerja dengan Tingkat Kepuasan Karyawan Berdasarkan Persepsi Karyawan

Wiwik Dian Cahyani Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pekalongan
ABSTRACT The drinking water factory in Ungaran who have the health services was preserved for employees during the work. The health services consist of the health services activity, health officer competency, equipment and health facility and health insurance. The problem of this research is about health service factors that influence to employees satisfaction. The aim of research are to know about relation between health services, health officer competency, equipment and facility, health insurance with the employees satisfaction on the company. The design of research with used cross section approach. The technique which had used on taking the sample is random sampling or random with used simple formulae to ensure proportion and degrees of accuration on the level of statistic which significance so that got sample amount 153 persons. The technique to taking data is used questionnaire and obsevation paper. The analysis data is used chi square test with looking the coefficient of contingency and the value of probility to know relation between health service and employees satisfaction level. The results of research shown that the service quality is good and 70.4% of employees satisfied. The capability of health officer is poor that 84,7% of employees are not satisfied, facility and equipment quality is good that 57,9 % satisfied and health insurance quality is good, 68% satisfied. Suggestion to improve the level of employees satisfaction to the health service in the company are the company could increase the current health service for employees more satisfied and making simple process to arrange the health insurance procedures. Keywords : health occupational and employees satisfaction level PENDAHULUAN Era desentralisasi dengan bidang ini telah mendorong berbagai program Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 tahun

1992 tentang Kesehatan, pasal 10 menyatakan bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Dan pada bagian Ke-enam tentang Kesehatan Kerja pasal 23 ayat (1) menyatakan bahwa kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal, ayat (2) menyebutkan bahwa kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja, ayat (3) bahwa setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja, serta pada pemerintah daerah untuk membangun wilayahnya menggembangkan pelayanan termasuk program kesehatan kerja terutama kesehatan. Terwujudnya keadaan sehat adalah kehendak semua pihak, tidak hanya oleh orang per orang tetapi juga keluarga, kelompok dan masyarakat . Menurut konsep BLUM (1974) untuk mewujudkan keadaan sehat tersebut banyak hal yang perlu dilakukan salah satu diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang cukup penting adalah penyelanggaraan pelayanan kesehatan (A.A.Gde Muninjaya. 1999: 14). Berdasarkan estimasi WHO 1995, pelayanan kesehatan yang memadai baru bisa diberikan pada 20 – 30% pekerja di negara maju, sedangkan untuk negara berkembang hanya 5 – 10% (Depkes RI, 2003: MD-3:3).

4. meningkatkan kesehatan badan. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Perusahaan Air MinumUngaran perlu diketahui faktor-faktor pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan tingkat kepuasan karyawan. Mengetahui pelayanan hubungan kesehatan antara dengan kegiatan tingkat Kepuasan Karyawan Berdasarkan Persepsi Karyawan Perusahaan Air Minum di kepuasan karyawan. Teknik pengambilan sampel secara random sampling atau acak. 03/Men/1982. Mengetahui kesehatan karyawan.pasal 23 ayat (4) menyatakan bahwa ketentuan mengenai kesehatan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Pada tahun 2004 terdapat karyawan yang pergi ke poliklinik sebanyak 200 karyawan. memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang menderita sakit. karyawan maka Perusahaan Air Minum Ungaran menyediakan pelayanan kesehatan. Untuk menghitung minimum besarnya sampel yang dibutuhkan bagi ketepatan (accuracy) dalam membuat perkiraan atau estimasi proporsi-proporsi. Berdasarkan data kunjungan tahun 2003 jumlah karyawan yang memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan yang ada di perusahaan sebanyak 223 karyawan dari semua bagian. pewarna dan pemanis buatan. Penentuan besar sampel penelitian ini menggunakan formula sederhana untuk mengukur proporsi dengan derajat akurasi pada tingkatan statistik yang bermakna (significance). Untuk perlindungan kesehatan METODOLOGI PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Perusahaan air minum di Ungaran baik laki-laki maupun perempuan yaitu sebanyak 254 karyawan yang semuanya pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan. 3. hubungan dengan antara tingkat jaminan kepuasan pengawet. Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi Republik Indonesia No. Pelayanan Kesehatan di Perusahaan adalah usaha yang dilaksanakan dengan tujuan memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik maupun mental. Oleh karena itu. Berdasarkan latar belakang di atas. Perusahaan Air MinumUngaran merupakan produsen minum yang memperkenalkan produk unggulnya kesehatan memberikan dan dengan tidak membahayakan 3P yaitu bagi tanpa pada konsep “Hubungan Antara Pelayanan Kesehatan Dengan Tingkat Ungaran”. kondisi mental (rohani) dan kemampuan fisik tenaga kerja. maka peneliti ingin melakukan penelitian mengenai . terutama dalam penyesuaian pekerjaan tenaga kerja. 2. melindungi tenaga kerja terhadap setiap gangguan kesehatan yang timbul dari pekerjaan atau lingkungan kerja. Mengetahui hubungan antara penyediaan peralatan dan fasilitas kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan. Mengetahui hubungan antara kompetensi petugas kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan. Hasil observasi yang dilakukan peneliti mengenai pelayanan kesehatan tersebut ternyata karyawannya mengeluhkan pelayanan kesehatan yang kurang memuaskan sehingga karyawan menjadi kurang memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.

dan jenis kelamin. kompetensi petugas kesehatan. Variabel pengganggu dalam penelitian ini adalah karakteristik responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional (belah silang) Uji dalam peneletian yang digunakan adalah chi-square dengan koefisien kontingensi.477 yang berarti ada hubungan yang cukup kuat antara kegiatan pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan. Hubungan Kegiatan Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Tabel 1 menunjukkan dari 38 orang yang menyatakan mutu kegiatan pelayanan kesehatan kurang baik yang merasa puas sebanyak 3 orang (7. Angket yang diberikan kepada karyawan. koefisien kontingensi uji chi kuadrat (chi square).05. Secara statistik terbukti dari nilai χ2hitung = 45. Berdasarkan data yang diperoleh.9%) selebihnya merasa tidak puas. pendidikan. Variabel bebas dalam penelitaian ini adalah kegiatan pelayanan kesehatan. Dan dari 115 orang yang menyatakan mutu kegiatan pelayanan kesehatan baik merasa puas sebanyak 81 orang (70. 2005: 224). HASIL PENELITIAN Pelayanan kesehatan yang ada. Lembar observasi pelayanan kesehatan 2. peralatan.000 < 0. sebagian besar karyawan menilai bahwa pelayanan yang ada baik dan karyawan sudah cukup puas dengan pelayanan yang ada. antara lain umur. Variabel terikat dalam penelitaian ini adalah Kepuasan karyawan. Hasil penelitian ini merupakan hasil kajian di lapangan menggunakan angket tentang faktor-faktor pelayanan kesehatan. pekerjaan. fasilitas serta jaminan kesehatan. Dengan koefisien kontingensi sebesar 0.4%). dimana teknik ini berkaitan erat dengan chi kuadrat (chi square) yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan taraf signifikansi 5% (Sugiyono.119 dengan probabilitas 0. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara mutu kegiatan pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan di Perusahaan Air Minum Ungaran yaitu karyawan yang merasa kurang puas dengan mutu pelayanan yang kurang baik pula. Peralatan dan fasilitas kesehatan dan Jaminan Kesehatan yang ada. kompetensi petugas kesehatan.Besar sampel dalam penelitian ini adalah 153 orang karyawan sebagai responden. Faktor-faktor yang dimaksud meliputi kegiatan pelayanan kesehatan. selanjutnya dianalisa secara descriptif untuk memberikan gambaran tentang variable-variabel yang diteliti dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunkaan sebagai berikut : 1. Hasil penelitiannya adalah . dalam penelitian ini meliputi : 1. Intrumen penelitian adalah alat untuk mengumpulkan data dari suatu penelitian. Berdasarkan berhubungan presepsi dengan karyawan tingkat kepuasan yang di Perusahaan Air Minum Ungaran. yang berarti ada hubungan yang signifikan.

477 2.000 < 0.534 yang berarti bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara kompetensi petugas kesehatan dengan tingkat kepuasan.8 Jumlah total F 6 59 94 % 7 100 100 p value 8 0.4 Jumlah total F 6 38 115 % 7 100 100 p Value 8 0. Hubungan Peralatan dan Fasilitas Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Karyawan Pengujian hipotesis yang menyatakan adanya hubungan peralatan dan fasilitas kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan dapat dilihat dari uji chi square sebagai berikut: .2%) merasa tidak puas dan 75 orang (79.534 3.7%) merasa tidak puas.8%) merasa puas.Tabel 1 Hubungan Kegiatan Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Karyawan Perusahaan Air MinumUngaran Mutu Kegiatan Pelayanan Kesehatan 1 Kurang baik Baik F 2 35 34 Tingkat Kepuasan Tidak Puas % 3 92.7%. yang berarti ada hubungan yang signifikan.000 CC 9 0.2 75 79.6 F 4 3 81 Puas % 5 7.1 29. Hubungan Kompetensi Petugas Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Karyawan Perusahaan Air MinumUngaran Mutu Kompetensi Petugas 1 Kurang baik Baik Tingkat Kepuasan Tidak Puas Puas F % F % 2 3 4 5 50 84.05.3%) yang merasa puas dan 50 orang (84.3 19 20. Hubungan Kompetensi Petugas Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Karyawan Pengujian hipotesis yang menyatakan adanya hubungan kompetensi petugas kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan dapat dilihat dari uji chi square pada tabel 2 yang menunjukkan bahwa dari 59 orang yang menyatakan mutu kompetensi petugas kesehatan kurang baik terdapat 9 orang (15. Karyawan yang tidak puas dengan mutu kompetensi petugas kesehatan yang kurang baik sebanyak 84.969 dengan probabilitas 0.9 70. χ2hitung = 60. Derajat hubungan kedua variabel tersebut diperoleh dari nilai koefisien kontingensi sebesar 0.000 CC 9 0.7 9 15. Tabel 2. Dan untuk menyatakan mutu kompetensi petugas kesehatan baik sebanyak 19 orang (20.

Hubungan Jaminan Kesehatan dengan kepuasan karyawan dapat dilihat dari uji chi square sebagai berikut. terdapat 13 orang atau 65% merasa tidak puas.055 CC 9 0.3 14 32 51 68 Jumlah total f 6 78 75 % 7 100 100 p value 8 0.Tabel 3 Hubungan Peralatan dan Fasilitas Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Karyawan PT Sinar Sosro Ungaran Mutu Peralatan dan fasilitas 1 Kurang baik Baik Tingkat Kepuasan Tidak Puas Puas f % F % 2 3 4 5 13 65 7 35 56 42.1 77 57. Secara statistik terbukti dari nilai χ2hitung = 3.153 4.9 Jumlah total f 6 20 133 % 7 100 100 p value 8 0. Dan dari 20 orang yang menyatakan bahwa mutu peralatan dan fasilitas kesehatan dalam kategori kurang baik. Tingkat Kepuasan Karyawan Pengujian hipotesis yang menyatakan adanya hubungan jaminan kesehatan dengan tingkat Tabel 4.1 77 57.153 Pada tabel 3 menunjukkan bahwa mutu peralatan dan fasilitas kesehatan baik terbukti 133 orang menyatakan peralatan dan fasilitas kesehatan baik. Hubungan Jaminan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Karyawan Perusahaan Air MinumUngaran Mutu Jaminan Kesehatan 1 Kurang baik Baik Tingkat Kepuasan Tidak Puas Puas f % F % 2 3 4 5 45 57. yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Tabel 3 Hubungan Peralatan dan Fasilitas Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Karyawan PT Sinar Sosro Unagaran Mutu Peralatan dan fasilitas 1 Kurang baik Baik Tingkat Kepuasan Tidak Puas Puas f % F % 2 3 4 5 13 65 7 35 56 42.9%) merasa puas dan 56 orang (42.055 > 0. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara mutu peralatan dan fasilitas kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan di Perusahaan Air MinumUngaran.7 33 42.250 Berdasarkan tabel 4 menunjukan dari 78 orang menyatakan mutu jaminan kesehatan kurang baik terdapat 33 oarang (42.055 CC 9 0. Dari 75 .1%) merasa tidak puas.001 CC 9 0.3%) merasa puas dan selebihnya merasa tidak puas. Dari mutu peralatan dan fasilitas kesehatan yang baik terdapat 77 orang (57.9 Jumlah total f 6 20 133 % 7 100 100 p value 8 0.05.681 dengan probabilitas 0.

Persepsi 88. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah outcome terapi atau perawatan yang diterima.05. pengobatan kecelakaan kerja.2% responden yang mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan adalah segala kegiatan yang secara langsung atau tidak langsung berupaya masyarakat untuk untuk menghasilkan mengatasi pelayanan masalah kesehatan yang dibutuhkan atau dituntut oleh kesehatannya (Budioro B. Kegiatan Pelayanan Kesehatan Institusi pelayanan kesehatan kerja di Perusahaan Air Minum Ungaran adalah jenis pelayanan kesehatan kerja dasar yang berbentuk poliklinik. Pelayanan kesehatan kerja yang bertujuan meningkatkan status kesehatan pekerja/karyawan dan optimalisasi produktivitas kerja melalui peningkatan .9 Pelayanan Kesehatan 1 Kurang baik Jumlah total f 6 76 % 7 100 p Value 8 0. 2002: 117).001 < 0. dan pemulihan kesehatan kerja.4 F 4 21 Puas % 5 27.orang yang menyatakan bahwa jaminan kesehatan dalam kategori baik.2% responden yang mendapat pelayanan dengan baik. Pelayanan yang diberikan poliklinik Perusahaan Air Minum Ungaran antara lain pelayanan umum. terdapat 14 orang atau 32% merasa puas. yang berarti ada hubungan yang signifikan dan dengan koefisien kontingensi 0.2% responden menyatakan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan dalam kategori baik serta 88.7% pernah .194 dengan probabilitas 0. Dari pernyataan pelayanan kesehatan baik terdapat 69.9% orang merasa puas dengan membandingkan penampilan atau outcome produk yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang.250 yang berarti bahwa hubungan antara jaminan kesehatan dengan tingkat kepuasan rendah atau lemah. Pelayanan kesehatan di perusahaan dapat di lihat pada tabel 5 berikut : Tabel 5 Hubungan Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Karyawan Perusahaan Air MinumUngaran Tingkat Kepuasan Tidak Puas f 2 55 % 3 72. pencegahan. Untuk penyakit akibat kerja selama ini belum pernah ditemukan. penyembuhan. pengobatan penyakit akibat kerja. Hasil penelitian tentang persepsi karyawan terhadap kegiatan pelayanan yang diberikan dan 98.000 CC 9 0. pelayanan pengobatan.477 PEMBAHASAN 1. 5. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara mutu jaminan kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan di Perusahaan Air MinumUngaran. Menurut Philip Kotler dalam bukunya Marketing management. kepuasan pelanggan adalah seseorang tingkat keadaan yang dirasakan yang merupakan hasil dari pelayanan kesehatan yang diberikan PT Sinar Sosro Ungaran kepada karyawan bahwa 75. Secara statistik terbukti dari nilai χ2hitung = 10.

Dari 94 orang yang menyatakan kompetensi petugas kesehatan dalam kategori baik. Faktor yang mempengaruhi kepuasan menurut Philip Kotler adalah pendekatan dan perilaku petugas.8% menyatakan baik.4% petugas handal dalam pengobatan.4% dan 38. 83.memanfaatkan pelayanan kesehatan. transparan dan mau berdiskusi. Namun dari distribusi frekuensi pada variabel kompetensi petugas kesehatan terdapat 46 orang merasa tidak puas dengan pelayanan petugas dan sebanyak 32 orang menyatakan dengan sabar. terdapat 84 orang . Dari 59 orang tersebut 50 orang atau 84. 82.1% petugas melayani dengan sabar. ketepatan pengobatan serta kehandalan petugas dalam memeriksa. Dalam pengujian hipotesis yang menyatakan adanya hubungan pelayanan kesehatan dengan kepuasan karyawan dengan menggunakan uji chi square tersebut terbukti adanya hubungan yang signifikan antara mutu kegiatan pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan di Perusahaan Air Minum Ungaran. Dalam penelitian Hadi Wahyono (1998) di Rumah sakit Bethesda menyebutkan bahwa dalan hubungan interpersonal antara dokter dan pasien sebanyakbanyaknya responden menyatakan kurang puas. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan bahwa pemeriksaan secara berkala selama 2 tahun ini tidak dilakukan pemeriksaan. Hasil penyebaran angket menyatakan bahwa kompetensi petugas kesehatan memberikan pelayanan baik sebanyak 61.2% menyatakan mutu petugas baik. Gambaran kompetensi petugas diketahui bahwa responden yang menyatakan tidak baik karena petugas tidak memeriksa secara teliti dan tidak mendetail bahkan tidak dperiksa. Petugas kesehatn disini memberikan pengaruh paling besar dalam menentukan kualitas dari pelayanan yang diberikan kepada pasien. pelayanan yang ramah sebagai wujud pendekatan dan perilaku petugas. 2.6% menyatakan kurang baik. pelayanan yang sabar. paham memberikan pelayanan yang baik kepada pekerja/karyawan. meskipun frekuensi pelaksanaan pemeriksanaan secara berkala masih jarang dilakukan. Kompetensi Petugas Kesehatan Diharapkan petugas kesehatan mempunyai persyaratan terhadap antara masalah lain yang mampu ada dan mau memimpin. obat yang diberikan selalu sama. bahwa petugas tidak melayani Ley konsultasi (1982) dokter dalam dan Krowinski pemeriksaan (1996) dokter menyatakan bahwa kepuasan pasien terhadap dipengaruhi oleh apa yang ada pada ingatan pasien dan pengetahuannya. perasaan pasien terutama saat pertama kali datang berkunjung. 121 orang atau 79. Responden yang menyatakan tentang pelayanan petugas kepada karyawan. Hasil pengujian tersebut terdapat 59 orang menyatakan kompetensi petugas kurang baik. Komunikasi yang baik antara dokter dan pasien akan membawa pengaruh pada kepuasan pasien.7% petugas melayani dengan cepat. Baik dan kurang baiknya kompetensi dapat dilihat dari hasil jawaban responden tentang kompetensi petugas kesehatan antara lain responden yang menyatakan bahwa petugas melayani dengan baik sebanyak 135 orang atau 88. terbukti 75.7% tidak puas. Dalam pengujian hipotesis bahwa ada hubungan kompetensi kepuasan karyawan petugas kesehatan dengan dengan menggunakan uji chi kuadrat.2% menyatakan bahwa pemeriksanaan secara rutin dilaksanakan 1 kali dalam setahun. Keramahan petugas dalam melayani terdapat 142 orang atau 92.

Menurut Prof. responden yang benar-benar Berdasarkan memanfaatkan hasil pengisian angket diperoleh data bahwa jaminan dengan baik sebanyak 139 atau 90. prosedur penggantian biaya sangat rumit dan proses penggunan jaminan kesehatan sulit. terbukti dari 86.Donabedian menyatakan perusahaan kepada karyawan termasuk dalam terbukti menyatakan kurang baik. KEPUASAN KARYAWAN Kepuasan adalah keadaan yang dirasakan seseorang ynag merupakan penampilan hasil atau dari membandingkan outcome bahwa sarana fisik dan peralatan merupakan komponen struktur. Kepuasan karyawan terhadap peralatan dan fasilitas kesehatan baik dan merasa puas ini terbukti dari 133 responden yang manyatakan baik terdapat 77 responden atau 57. besar kemungkinan mutu pelayanan akan baik pula.9% responden menyatakan baik. 2003:MI-I:10). peralatan bedah minor. Persepsi responden ditinjau dari peralatan dan fasilitas kesehatan yang ada menyatakan bahwa peralatan dan fasilitas kategori baik. abat-obat standar puskesmas. Dari 20 responden tersebut terdapat 13 responden atau 65% merasa tidak puas. Baik tidaknya struktur sebagai masukan dapat diukur dari jumlah dan besarnya masukkan.1% menyatakan kurang baik. diberikan dengan cara yang ramah pada waktu mereka berkunjung 3.9% merasa puas.atau 54.A. Berdasarklan hasil penelitian responden yang menyatakan puas . peralatan satandar puskesmas dan lain sebagainya (Depkes RI. yang penunjang terlaksananya pelayanan kesehatan tersebut. Untuk pelayanan kesehatan (poliklinik) jenis perlatannya antara lain pertolongan pertama pada kecelakaan. Mutu pelayanan kesehatan berarti suatu empati respek dan tanggap akan kebutuhannnya. Peralatan Dan Fasilitas Kesehatan Peralatan dan fasilitas adalah faktor Sedangkan responden yang menyatakan bahwa peralatan dan fasilitas kesehatan kurang baik sebanyak 20 responden. stetoskop dan pertolongan pertama pada kecelakaan.8%. selebihnya 49% dalam kategori baik. Responden yang merasa kesulitan dalam prosedur pemanfaatan jaminan kesehatan serta penggantian biaya pengobatan dan penggantian obat diluar jaminan. Asumsi jika struktur baik. (produk) yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang. pelayanan harus sesuai dengan kebutuhan pasien atau karyawan. selebihnya 13. 4. Secara teoritis peralatan dan fasilitas ada hubungan dengan tingkat kepuasan namun berdasarkan uji statistik menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara peralatan dan fasilitas kesehatan dengan kepuasan karyawan di Perusahaan Air MinumUngaran. Responden menyatakan merasa puas dengan jaminan kesehatan yang ada walaupunada beberapa keluhan mengenai jaminan kesehatan antra lain dokter hanya pada jam praktek saja. Jaminan Kesehatan Hasil bahwa kategori persepsi responden menunjukkan diberikan dari 51% jaminan kurang kesehatan baik. obat-obatan serta menyediakan alat pelindung diri. Hasil observasi mengenai peralatan dan fasilitas yang tersedia di poliklinik antara lain Tensimeter. obat yang diluar daftar jaminan tidak mendapat ganti. Dari hasil analisis chi square menunjukan adanya hubungan antara kualitas kompetensi petugas kesehatan dengan kepuasan karyawan PT Sinar Sosro Ungaran.9% merasa puas. media penyuluhan. contoh alat pelindung diri (APD).

KETERBATASAN PENELITIAN Keterbatasan dalam penelitian ini antara lain keterbatasan waktu dalam penelitian di Perusahaan Air Minum Ungaran dan keterbatasan anggaran dalam penelitian. 2004. Waktu buka poliklinik yang seharusnya dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah setiap hari dan dilayani dokter praktek 2 hari sekali maka Perusahaan Air Minum Ungaran diharapkan untuk menentukan waktu buka poliklinik sesuai dengan peraturan yang ada. 2002. Bandung: Penerbit PT. Deddy Mulyana. -----------------------. Azrul Azwar. ketepatan pengobatan.1997.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ada hubungan antara kegiatan pelayanan kesehatan. Memperbaiki prosedur penggunanan jaminan kesehatan agar karyawan mudah penggunaannya. peningkatan derajat kesehatan. 2.Gde Muninjaya. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa hasil hipotesis dalam penelitian ini antara lain: 1. Kebijakan Teknis Program Kesehatan Kerja. perhatian dokter kepada karyawan sampai dengan sembuh. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jacobalis menyatakan bahwa rasa puas seorang pasien adalah tidak terlepas dari mutu pelayanan yang diterimanya. kecepatan pelayanan dan penanganan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1996. kelengkapan alat-alat penunjang dan obat-obatan. Manajemen Kesehatan Edisi 2 . Jakarta: Binarupa Aksara.A. SARAN Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas antara lain: 1. 2003. Semarang: FKM UNDIP. 3. 1999. A.Jakarta: Depker RI Pusat Kesehatan Kerja. 2001. Psikologi Sosial untuk Perawat. Tingkat kepuasan ini dilihat dari kecepatan pelayanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. dimana mutu yang baik dikaitkan dengan kesembuhan penyakit. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini menyebutkan bahwa responden merasa puas dengan pelayanan pendaftaran yang mudah namun responden merasa kurang mendapat perhatian dokter.dengan pelayanan kesehatan yang diberikan sebanyak 54. Pengantar Administrasi Kesehatan Edisi Ketiga. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. tanggapan dokter terhadap keluhan karyawan dan proses pendaftaran. Manajemen Kesehatan Edisi 1. Jakarata: Depkes RI. Modul Pelatihan Bagi Fasilitator Kesehatan Kerja. Tidak ada hubungan antara peralatan dan fasilitas kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan di Perusahaan Air MinumUngaran. Ketelitian agar petugas kesehatan dapat dalam lebih memeriksa pasien untuk lebih diperhatikan pelayanan kesehatan meningkat lagi.1% merasa tidak puas. kompetensi petugas kesehatan dan jaminan kesehatan dengan tingkat kepuasan karyawan Perusahaan Air Minum Ungaran. Budioro B. DAFTAR PUSTAKA Abraham Charles dan Eamon Shanley.9% responden dan 45. 2003. Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat. Remaja rosdakarya Bandung. . 2.

Djoko. Toba Sosro Kencono. Pelayanan Kesehatan Kerja di Perusahaan. Hadi Wahyono. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Siswanto Sastrohadiwiryo. Semarang: PT. Imbalo S Pohan. Jakarta: PT Prenhalindo. Gramedia Pustaka Utama. Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa Program Strata 1. 1999. 1998.Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Darmanto Djojodibroto. Jakarta : Lembaga Penerbit FEUI. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Menaikan Pangsa Pasar.1999. 2000. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK UNNES. Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Rawat Jalan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Manajemen Pemasaran. 1997. Upaya Kesehatan Sektor Informal.Jakarta: Kesaint Blanc. 2002. Gunarsa. 1990. 1998. Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Hepi Joko Wijono. Jakarta: Gunung Mulia. Philip Kotler. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prisip-prinsip Dasar. (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Mas. 1998. Pedoman Pengendalian Higienis Karyawan PT. Kesehatan Kerja di Perusahaan. Soekidjo Notoatmodjo. Semarang: FKM UNDIP. Semarang: PT. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional. Departemen Personalia dan Umum PT Toba Sosro Kencono. 2003. Jakarta: PT. Surabaya: Airlangga University Press. 2003. Psikologi Keperawatan Cetakan ke-2. Wijono. Johanes Supranto. 1996. Jakarta: Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat Depkes RI. Dasar-dasar Demografi. Jakarta: Bumi Aksara. R. 1995. Toba Sosro Kencono. 2004. Semarang: IKM-FIK Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful