TALI TEMALI

Macam Tali Temali dan Kegunaannya

Dalam tehnik kepanduan, pada ketrampilan tali temali, kita sering mencampur adukkan pengertian antara tali, simpul dan ikatan. Padahal ketiga unsur itu sama sekali berbeda.

Tali adalah bendanya Simpul adalah pertemuan tali dengan tali Ikatan adalah pertemuan tali dengan benda lain (seperti kayu, batu dan lainlain).

Uraian : a. Simpul-Simpul 1. Simpul Turki Kegunaan : Sebagai cincin kacu (hasduk/setangan leher). Sebagai penghias sapu. 2. Simpul Militer Kegunaan : Sebagai pengait peluit (penyimpan peluit). 3. Simpul Mati

Kegunaan : Untuk menyambung 2 buah tali yang sama besar. 4. Simpul Hidup Kegunaan : Untuk mengikat tiang dan mudah dibuka lagi. 5. Simpul Jangkar Kegunaan : Untuk membuat dlagbar, menalikan pada pasak, menarik balok, dan lain-lain. 6. Simpul Pangkal Kegunaan : Untuk mengikatkan tali pada tiang 7. Simpul Tiang Kegunaan : Untuk mengikat leher binatang supaya tidak terjerat. 8. Simpul Anyam Kegunaan : Untuk menyambung 2 buah tali yang tidak sama besar. 9. Simpul Anyam Berganda Kegunaan : Untuk menyambung 2 buah tali yang sama besar dalam keadaan basah atau licin. 10. Simpul Kembar/Inggris Kegunaan : Untuk menyambung 2 buah tali yang sama besar dalam keadaan basah. 11. Simpul Tiang Berganda Kegunaan : Untuk mengangkat orang dari bawah ke atas atau sebaliknya. 12. Simpul Erat Kegunaan : Untuk memendekkan tali. 13. Simpul Kursi Kegunaan : Untuk mengangkat orang dari bawah ke atas atau sebaliknya. 14. Simpul Laso

Kegunaan : Untuk menjerat binatang buas. 15. Simpul Tarik Kegunaan : a. Untuk mengikatkan tali pengikat binatang pada tiang dan mudah dilepaskan lagi. b. Untuk turun ke jurang atau dari atas pohon. 16. Simpul Tambat Kegunaan : Untuk menarik benda (misal : balok kayu, dll). 17. Simpul Prusik Kegunaan : Untuk panjat tebing. 18. Simpul Delapan Kegunaan : Untuk membuat penitian tali /tali untuk merayap.

b. Ikatan-Ikatan 1. Ikatan Penegang Kegunaan : Untuk menegangkan kembali tali pengekang yang kendur. 2. Ikatan Palang Kegunaan : Untuk mengikat 2 buah ujung-ujung tiang. 3. Ikatan Silang Kegunaan : Untuk mengikat 2 buah tiang yang bersilang. 4. katan Canggah Kegunaan : Untuk menyambung 2 buah tiang (membuat canggah). 5. Ikatan Kaki Tiga

Kegunaan : Untuk menyambung tongkat (biasanya untuk variasi tiang bendera).

c. Anyaman-Anyaman 1. Anyaman Rantai Kegunaan : untuk menghias tongkat, untuk memendekkan tali, dan lainlain. 2. Anyaman Pendek Kegunaan : Untuk menyambung dua utas tali yang sama besarnya. 3. Anyaman Ujung Kegunaan : Supaya pacung-pacung tali tidak terlepas sementara belum ada tali rami untuk menutup ujung tali itu. 4. Anyaman Mata Kegunaan : Supaya pacung-pacung tali tidak terlepas sementara belum ada tali rami untuk menutup ujung tali itu. 5. Mengkebat Tali Kegunaan : Supaya pacung-pacung tali tidak terlepas sementara belum ada tali rami untuk menutup ujung tali itu.

d. Penggunaan Tali Temali 1. Cara Mengangkat Tiang 2. Cara Memindahkan Balok 3. Membuat Tali Pikulan 4. Membuat Tangga 5. Mencabut Tonggak 6. Sepeda Usungan

NAVIGASI DARAT (NAD)
PENDAHULUAN Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan secara tepat, atau navigasi adalah navigasi adalah suatu kegiatan mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat hingga sampai ke tujuan. Dalam arti yang lebih sempit, navigasi telah dikenal oleh bangsa-bangsa Aztec, Babylonia dan Bangsa Eskimo tua sejak 4500 tahun yang lalu. Pada awalnya, istilah navigasi dipakai dalam pelayaran maupun penerbangan, namun dewasa ini telah umum dipakai dalam pengembaraan di gunung, rimba, sungai dan sebagainya. Orang yang bertanggung jawab dalam hal navigasi biasa disebut navigator. Untuk dapat melakukan perjalanan di alam bebas kita hanya dibantu oleh peta, kompas dan kemampuan berorientasi yaitu usaha memperkirakan / menentukan tempat kedudukan setepat mungkin dengan cara mengamati, mempelajari, mengenali keadaan sekitar selama perjalanan dilakukan. Menyadari betapa pentingnya ketiga hal diatas, maka timbul pepatah : “peta dan kompas serta kemampuan untuk menggunakannya merupakan tiket ke tempat manapun di alam bebas”. PETA Peta adalah gambaran sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang datar dengan metode dan perbandingan tertentu. Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1 : 50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna. Peta berdasarkan isinya dibagi menjadi : 1. Peta Umum; yaitu peta yang memuat kenampakan-kenampakan umum, baik kenampakan fisis maupun kenampakan sosial ekonomi. Peta jenis ini meliputi : a. Peta Topografi; yaitu peta yang berskala besar dan memuat keterangan yang umum. b. Peta Chorografi; yaitu peta yang berskala sedang yang menggambarkan daerah yang luas, negara atau benua.

yaitu perbandingan jarak antara dua titik tertentu pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. menyatakan badan/lembaga yang menerbitkan/mengeluarkan peta. peta yang digambarkan dengan skala kecil dan meliputi seluruh dunia. Peta berskala besar 1 : 5. Peta berdasarkan skalanya digolongkan menjadi : a. semakin baru tahun pembuatannya. Judul. Peta berskala sedang 1 : 250. 3. Peta Dunia. juga berguna sebagai petunjuk bila kita memerlukan peta daerah lain di sekitar daerah yang terpetakan.000. sebagai nomor registrasi dari badan pembuat peta. peta triangulasi.000 e. peta bintang. peta pariwisata.000 ke atas Bagian-bagian Peta : 1. Penerbit. maka data yang disajikan akan semakin akurat. Peta Kadaster 1 : 100 sampai 1 : 5. 2. Skala/Kedar.000 sampai 1 : 250. Untuk menyatakan skala peta ada 3 cara yaitu : . yaitu peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan yang khusus. Peta Geografi 1 : 1.000 sampai 1 : 1. Legenda. 5. Peta berskala kecil 1 : 500. biasanya terdapat diatas. dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta. Peta ini meliputi antara lain : peta militer. 2. 4. Peta Khusus / Thematik.000 d.000 sampai 1 : 500. yaitu keterangan singkat mengenai simbol/tanda yang tercantum dalam sebuah peta. 6.000 c. menyatakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta yang bersangkutan.000. Nomor.c.000 b. menyatakan waktu pembuatan peta. Tahun. dll.

98° BT). Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat. yaitu kedudukan suatu titik di peta. Koordinat Geografis (Geographycal Coordinate) Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa. 6 angka dan 8 angka. dan pada peta skala 1 : 50. satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3. Secara teori. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu. Sistem koordinat grid mengenal penomoran 4 angka. Kontur. satu karvak sama dengan 30 detik (30”).000 b. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) Dalam koordinat grid. Pada peta Bakosurtanal. Pada peta AMS. Koordinat . dapat langsung ditentukan. biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. 7. Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi 10 bagian (per 1 mm). satu karvak sama dengan 1 menit (60”).7 cm. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu : a. yaitu garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang berketinggian sama dari permukaan laut atau garis bayangan/imajinasi dari rangkaian titik-titik di lapangan . dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Pada peta ini. kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. menit dan detik. sedangkan horizontal dari barat ke timur.000. satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). biasanya menggunakan koordinat grid. koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat.000. Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara.a. titik acuan berada disebelah barat Jakarta (06° LU. Pada peta skala 1 : 25. skala angka/fraksi 1 : 50. skala verbal/perkataan “satu sentimeter dibanding lima puluh ribu sentimeter” c. Penentuan koordinat grid 6 angka. Karena itu untuk penentuan koordinat grid 4 angka. 8. Contoh : 114°34’10” BT atau 05°15’17” LS b.Untuk wilayah Indonesia.

di jazirah Boothia sekitar 1400 mil atau sekitar 2250 km. Garis kontur ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi. Garis kontur ketinggian antara digambarkan dengan garis terputus-putus. Rumus ini tidak berlaku apabila peta tersebut telah di fotocopy perbesar atau perkecil. utara sebenarnya dan utara kompas/magnetis dianggap sama. . kira-kira disebelah utara Kanada. 6. Garis kontur ketinggian merupakan kurva tertutup sehingga tidak akan ada yang terputus.yang mempunyai nilai ketinggian/elevasi yang sama. Garis kontur ketinggian untuk daerah yang cekung digambarkan garis berbulu. 9. Interval kontur sama dengan skala peta dibagi 2000. Tapi unyuk keperluan praktis. Perbedaan ketinggian antara dua garis kontur yang berurutan (interval kontur) merupakan bilangan tetap. Garis kontur ketinggian pada daerah landai/datar akan tergambar renggang/berjauhan sebaliknya garis kontur di daerah curam/terjal akan tergambar rapat. Garis kontur ketinggian tidak akan saling berpotongan dan tidak bercabang. Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung kedalam mendekati puncak berbentuk “∩” menggambarkan lembah. KOMPAS Kompas adalah alat penunjuk arah. 2. Arah yang ditunjuk oleh jarum kompas adalah kutub utara magnetis bumi yang letaknya tidak bertepatan dengan kutub utara bumi. 7. 3. Karakteristik Garis Kontur Ketinggian : 1. 10. Karena sifat kemagnetannya maka jarum kompas selalu menunjukkan arah utara dan selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). Jadi cara yang paling mudah mencari interval kontur adalah selisih antara dua indeks kontur yang berdekatan dibagi spasinya adalah harga interval kontur. 5. Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung keluar menjauhi puncak berbentuk “U” menggambarkan punggungan. utara peta. 8. Kompas sendiri sudah dikenal sejak 900 tahun yang lalu terbukti dengan diketemukannya kompas kuno yang dipakai pejuang China sekitar tahun 1100 M. 4.

Jauhkanlah dari benda-benda yang mengandung unsur logam seperti golo/parang. -Cairan yang terdapat dalam tabung kompas membeku (pengaruh waktau atau cuaca). -Garis penunjuk arah bacaan tidak segaris lurus dengan pisir/garis rambut pembidik objek.) 3. menunjukkan pembagian derajat sistem mata angin. 2. .Kompas Geologi. sehingga jarum atau piringan kompas tidak bergerak bebas. . Faktor kesalahan pada sudut bacaan kompas Penyebab dari kesalahan ini antara lain : .Kompas Orientasi. Bagian –bagian kompas antara lain : 1. Jarum Kompas Selalu menunjuk arah utara-selatan pada posisi bagaimanapun (dengan syarat tidak dipengaruhi oleh medan magnet lain dan jarum tidak terhambat perputarannya.Karena benturan dengan benda keras. sedangkan pada kompas orienteering (misal kompas silva) yang paling penting diperhatikan adalah Utara Kompas harus sejajar dengan Utara peta. -Ada kesalahan indeks yaitu penunjuk indeks skala bacaan kompas tidak segaris lurus dengan garis penunjuk arah bacaan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian kompas yaitu : . Badan/Body kompas yaitu tempat melekatnya komponen-komponen kompas. yaitu kompas yang digunakan untuk membidik objek serta arah yang akan kita lalui. maka pembacaan skala peta melalui garis fisir.Kompas Geologi. Contoh .Kompas Bidik. . Cara Penggunaan kompas : Penggunaan kompas pada prinsipnya yang paling penting diperhatikan adalah kompas harus horozontal. yaitu kompas yang digunakan untuk menentukan arah serta kemiringan dalam pekerjaan geologi. Contohnya kompas silva.Menurut kegunaan dan fungsinya kompas dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu : . Skala kompas. Contohnya Kompas Prisma. yaitu jenis kompas yang digunakan untuk orientasi dalam suatu perjalanan (orientering). pisau.

Cara praktisnya sebagai berikut : Jika Azimuth < 180° maka Back Azimuthnya = Azimuth + 180° Jika Azimuth >180° maka Back Azimuthnya = Azimuth – 180° Orientasi Peta Orientasi Peta yaitu menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (menyamakan utara peta dengan utara kompas). Lakukan untuk beberapa tanda medan. Azimuth adalah sudut antara sasaran terhadap kutub magnetik bumi (sudut kompas) sedangkan Back Azimuth adalh kebalikan dari Azimuth. bentuknya tempatnya di medan sebenarnya maupun di peta.Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling dan temukan tanda-tanda tersebut dalam peta. dll . dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang akan dihadapi. victorinoks. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda di peta adalah benar.Sesama kompas dilarang saling berdekatan !!!! TEKNIK PETA KOMPAS Sebelum masuk pada teknik peta kompas yang perlu duketahui adalah Azimuth dan Back azimuth.Letakkan peta pada medan datar. walkman. . . usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta.gunting.Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok. sungai desa. Resection Resection adalah menetukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda . dll. Sebelum anda mulai orientasi peta. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. jam tangan. Cara-cara orientasi peta antara lain : .Samakan utara peta dan utara kompas (peta yang diputar).Ingat tanda-tanda medan itu. Ingat hal-hal yang khas dari setiap benda medan (sifat-sifat garis kontur).Jauhkan dari benda-benda elektronik seperti : TV. dll. . . . Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncak.

Langkah-langkah melakukan resection : 1. Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Intersection Intersection adalah menentukan posisi suatu titik pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan tanpa harus ke tempat tersebut. minimal 2 buah. Bidik obyek yang kita amati 4. atau sepanjang punggungan. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi yang dimaksud.Kuburan Islam Menghadap Utara . Bila kita berada di tepi sungai. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta 5. 6. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan. 2. 6.medan yang dikenali. Lakukan orientasi peta. Dengan Tanda-Tanda Alam . Lakukan orientasi peta. untuk Indonesia menghadap ke barat laut . 5. 2. 4. buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut. 3. Dengan busur dan penggaris. Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta. maka hanya perlu mencari satu tanda medan yang lainnya yang dibidik.Mesjid menghadap kiblat. Lakukan langkah 1 – 3. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. 3. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta. sepanjang jalan. Langkah-langkah melakukan Intersection adalah : 1. Menentukan Arah Tanpa Kompas 1. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta.

Misal meter atau kilometer. Dapat mengetahui titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu. Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block. penggaris dan penghapus b. Buatlah sumbu x. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan 2. Siapkan peta yang sudah diplot. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa. dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. agak sulit bagi kita untuk membayangkannya bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya. Dengan Jarum Jam Arloji Jika berada di daerah sebelah utara Khatulistiwa. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada. Dengan Perbintangan Perhatikan rasi bintang Crux (Bintang Salib atau Gubuk Penceng). dan y.. 3. Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan. dengan satuan mdpl. Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan . 3. terutama menyangkut ketinggian. Jika berada di daerah sebelah selatan khatulistiwa. pensil mekanik/pensil biasa yang diruncing . sumbu x mewakili jarak. Sumbu y mewakili ketinggian. Langkah-langkah membuat penampang lintasan : a. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi. kertas milimeter blok. dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. caranya sama. garis pembagi sudut antara jarum kecil tersebut dengan angka 12 menunjukkan arah utara.Bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur. 2. jarum jam diarahkan ke matahari. guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang. dan sudut pandangnya dari atas. hanya yang didapat adalah arah selatan. bagaimana kira-kira bentuk medan sebenarnya. maka dibuatlah penampang lintasan Berapa manfaat penampang lintasan : 1. karena sinar matahari yang belum terik pada pagi hari. Penampang Lintasan Penampang lintasan adalah penggambaran secara proposional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping. Perpanjangan garis diagonal yang memotong horizon dari tempat kita adalah Selatan.

Tempatkan titik awal di sumbu x = 0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Hitung selisih ketinggian antara kedua titik tersebut. peta keluaran Direktorat Geologi Bandung tidak seragam ketentuan ketebalan garis konturnya. atau setiap selang 10 kontur. Cari 2 titik berdekatan yang harganya tercantum 2. Dengan demikian tidak ada ketentuan khusus dan seragam untuk penentuan garis kontur tebal. maka kita harus menghitung ketinggian suatu tempat dengan cara : 1. interval kontur peta tersebut harus tetap ditulis. e. d.000) membuat kontur tebal untuk setiap kelipatan 250 meter.diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.000 dengan interval kontur tetap 25 meter. Demikian seterusnya hingga titik terakhir. lalu hitung ketinggian tempat yang ingin kita ketahui. Lalu beda perubahan kontur berikutnya. dan titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak/camp dan titik istirahat). beberapa peta topografi keluaran Direktorat Geologi Bandung aslinya berskala 1:50. tetapim rumus ini tidak selalu benar. Bila ketinggian kontur tidak dicantumkan. Untuk itu. turun dan mendatar. Hitung berapa kontur yang . Catatan : informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan. Seri peta keluaran AMS (skala 1:50. Diposkan oleh MATERI di 17:16 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Cara Mengetahui Ketinggian Suatu Tempat Kadangkala kita dihadapkan pada kondisi dimana kita harus dapat menentukan ketinggian suatu tempat. ataupun tanda medan lainnya. memang ada rumusan umum interval kontur= 1/2000 skala peta. tetapi kemudian diperbesar menjadi berskala 1:25. Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu. Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Pada suatu kondisi tertentu yang mendesak.000 (interval kontur 25 m). misalnya SAR gunung hutan. puncak.akan tetapi kita tidak mempunyai alat untuk menentukan ketinggian(altimeter).000) membuat garis kontur tebal untuk setiap kelipatan 100 meter. hal itu dapat diatasi dengan cara : -Lihat terlebih dahulu interval peta. sering kali peta diperbanyak dengan cara di foto kopi. c. Titik tersebut dihubungkan satu sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak. Peta keluaran Bakosurtanal (1:50. dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat. misalkan nama-nama sungai. buatlah satu titik lagi. dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang akan anda buat.

belokan jalan.14/3120 Kuarter : Q. begitu juga tanjung yang menjorok ke laut.20/1350 . yaitu suatu titikatau benda berupa pilar/tonggak yang menyatakn tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut. Lihat kontur terdekat dengan salah satu titik ketinggian (bila kontur terdekat itu berada diatas titik. simpang jalan. 3. Kita dapat dapat mengetahui tinggi suatu tempat dengan bantuan titk ketinggian. yang kita sebut tanda medan. dan bentukbentuk tonjolan lain yang menyolok. kelokan sungai. lakukan perhitungan diatas beberapa kali sampai yakin harga yang didapat untuk setiap kontur benar. tanda-tanda medan itu antara lain : . ujung desa. . maka harga kontur itu lebih besar dari titik ketinggian. pulau-pulau kecil. Titik triangulasi digunakan oleh jawatan-jawatan topografi untuk menentukan suatu ketinggian tempat dalam pengukuran ilmu pasti pada waktu pembuatan peta.75/1750 Tersier : T. Titik Triangulasi Selain dari garis kontur.puncak gunung atau bukit.lembah yang curam. dapat dihitung berapa interval konturnya (harus merupakan bilangan bulat). punggungan gunung. pertemuan anak sungai. sungai.Primer : P. . harganya lebih kecil). jembatan (perpotongan sungai dengan jalan).bila berada di pantai. delta dan sebagainya . 4. lembah antara dua puncak. teluk-teluk yang menyolok.16/975 Mengenal Tanda Medan Di samping tanda medan yang terdapat pada legenda. Beberapa tanda medan dapat anda “baca” dari peta sebelum anda berangkat ke lokasi. tebing-tebing di tepi sungai.terdapat antara keduanya (jangan menghitung kontur yang sama harganya bila kedua titik terpisah oleh lembah). bila kontur terletak dibagian bawah. muara sungai akan menjadi tanda medan yang sangat jelas . Macam titik triangulasi : . . Peta topografi biasa menggunakan bentuk-bentuk atau bentang alam yang menyolok dilapangan dan mudah dikenali di peta.Sekunder : S. Dengan mengetahui selisih ketinggian kedua titik tersebut dan mengetahui juga jumlah kontur yang didapat. Hitung harga kontuir terdekat itu yang harus merupakan kelipatan dari harga interval kontur yang telah diketahui dari no 3. tetapi kemudian harus ada cari dilokasi. Cantumkan harga beberapa kontur pada peta anda agar mudah mengingatnya. Titik ketinggian ini biasanya titik Triangulasi.

Jenis-Jenis Kompas. Karena sifat kemagnetannya. Altimeter altimeter merupakan alat pengukur ketinggian yang bisa membantu dalam menentukan posisi. Pemakaian Kompas.dalam penyusuran di sungai. delta dan sebagainya dapat dijadikan sebagai tanda medan. 2. jadi bukan arah utara sebenarnya. selalu mengarah ke utara-selatan bagaimanapun posisinya.kompas dipakai dengan posisi horizontal sesuai dengan arah garis medan magnet bumi. Pada medan yang bergunung tinggi. Secara fisik. seperti pisau. yang harus diperhatikan dalam pemakaian altimeter : . yaitu tempat komponen-komponen kompas lainnya berada. yaitu kompas bidik (misalnya kompas prisma) dan kompas orienteering (misalnya kompas silva). tetapi dalam pembacaan di peta perlu dilengkapi dengan busur derajat dan penggaris. Dengan menyusuri punggungan-punggungan yang mudah dikenali di peta. Pengertian tanda medan ini mutlak untuk dikuasai. menunjukkan derajat sistem mata angin. tebing-tebing. cabang-cabang sungai. pada umumnya dipakai dua jenis kompas. kompas terdiri atas : a) Badan. Akan selalu digunakan pada uraian selanjutnya tentang teknik peta kompas.di daerah daratan atau rawa-rawa biasanya sukar mendapatkan tonjolan permukaan bumi atau bukit-bukit yang dapat dipakai sebagai tanda medan. Tetapi perlu diingat bahwa arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tersebut adalah arah utara magnet bumi. cabang sungai.. altimeter akan lebih berperan dalam perjalanan. disini altimeter lebih bermanfaat. Kompas silva kurang akurat jika dipakai untuk membidik. perlu dijauhkan dari pengaruh bendabenda yang mengandung logam. Kehadiran benda-benda tersebut akan mempengaruhi jarum kompas sehingga ketepatannya akan berkurang. jam tangan dan lainnya. resection dengan menggunakan kompas sering tidak banyak membantu. jarum kompas akan menunjuk arah utara-selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). c) Skala penunjuk. Dalam memakai kompas. dalam suatu perjalanan banyak macam kompas yang dapat dipakai. muara sungai kecil. golok. . karabiner. tetapi banyak membantu dalam pembacaan dan perhitungan di peta. 3. Kompas 1. Permukaan kelokankelokan sungai. Guna Kompas Kompas adalah alat penunjuk arah yang digunakan untuk mengetahui arah utara magnetis. kelokan tajam. b) Jarum. Kompas yang baik pada ujungnya dilapisi fosfor agar dapat terlihat dalam keadaan gelap. Kompas bidik mudah untuk membidik.

slaman. slumun. Diposkan oleh MATERI di 17:15 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz survival Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. fisik.Altimeter sangat peka terhadap guncangan. dan kesehatan) Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. Definisi Survival Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi. dan kesehatan). Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan). fisik. dan perubahan temperatur. agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. perubahan cuaca..setiap altimeter yang dipakai harus dikalibrasi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : • Keadaan alam (cuaca dan medan) • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan) • Keadaan diri sendiri (mental. antara lain : mental . Keadaan diri sendiri (mental. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan). berlatih dan tahu caranya L : Lancar. slamet Jika anda tersesat atau mengalami musibah.kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya : S : Stop & seating / berhenti dan duduklah T : Thingking / berpikirlah . Periksa ketelitian altimeter di titik-titik ketinggian yang pasti. ingat-ingatlah arti survival tsb. Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. . yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam S : Sadar dalam keadaan gawat darurat U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah R : Rasa takut dan putus asa hilangkan V : Vitalitas tingkatkan I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya V : Variasi alam bisa dimanfaatkan A : Asal mengerti.. Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak.

Sikap mental .Cara memperoleh air .Kotak survival . Pengetahuan . Kemauan belajar Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat : • Mengkoordinasi anggota • Melakukan pertolongan pertama • Melihat kemampuan anggota • Mengadakan orientasi medan • Mengadakan penjatahan makanan • Membuat rencana dan pembagian tugas • Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar • Membuat jejak dan perhatian • Mendapatkan pertolongan Bahaya-bahaya dalam survival Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi.Akal sehat .Cara mendapatkan makanan .Disiplin dan rencana matang .Cara mengatasi gangguan binatang .Pengetahuan orientasi medan . dll 5.Cara mencari pertolongan 3.Sering berlatih . antara lain : 1.Cara membuat bivak . dll 4.Latihan mengidentifikasikan tanaman .Cara membuat api .O : Observe / amati keadaan sekitar P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan Kebutuhan survival Yang harus dipunyai oleh seorang survivor 1.Pisau jungle .Kemampuan belajar dari pengalaman 2.Kepercayaan diri . Peralatan .Semangat untuk tetap hidup .Latihan membuat trap. Pengalaman dan latihan . Ketegangan dan panik Pencegahan : .

Demam .Penyakit kulit yang merata . Serangan penyakit .Kelelahan .Celana pendek . Bahaya binatang beracun dan berbisa .Minum alkohol .Pernah mengalami sengatan udara panas .Baru sembuh dari penyakit .Persedian air .Longgar .Typus .Kurang tidur .Mengurangi aktivitas .Disentri .Malaria 4.Persiapan fisik dan mental 2.Berpikir positif dan optimis . histeris Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah Keadaan lingkungan mencekam Pencegahan : Usahakan tenang Banyak berlatih 5. Matahari / panas .Pakaian : .Kelelahan panas . Kemerosotan mental Gejala : Lemah.Aklimitasi .Dehidrasi Pencegahan keadaan panas : .Lengan panjang .Demam .Penyakit akut/kronis .Kaos oblong 3.. lesu.Kejang panas . kurang dapat berpikir dengan baik.Terlalu gemuk .Baru memperoleh vaksinasi .Sengatan panas Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas : .Garam dapur .

Keletihan amat sangat Pencegahan : Makan makanan berkalori Membatasi kegiatan 7. autan. Shelter buatan dari alam c. Shelter buatan Syarat bivak : Hindari daerah aliran air Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh Bukan sarang nyamuk/serangga Bahan kuat Jangan terlalu merusak alam sekitar Terlindung langsung dari angin Mengatasi Gangguan Binatang a. Lecet 9. kadang-kadang mencret. nyeri dan kejang perut. Penyebab : Makanan dan minuman beracun Pencegahan : Air garam di minum Minum air sabun mandi panas Minum teh pekat Di tohok anak tekaknya 6. panas. dingin Macam : a. Laron • Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan c. kejang-kejang seluruh badan. hujan.Keracunan Gejala : Pusing dan muntah. Kedinginan Untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian Membuat Bivak (Shelter) Tujuan : untuk melindungi dari angin. Shelter asli alam Gua : Bukan tempat persembunyian binatang Tidak ada gas beracun Tidak mudah longsor b. bisa pingsan. Lebah . Kelaparan 8. Nyamuk • Obat nyamuk. dll • Bunga kluwih dibakar • Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk • Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk b.

Kalajengking dan lipan • Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar • Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit • Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka • Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka • Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan g. Ular Pembahasan lebih lanjut dalam materi EMC Membuat Perangkap (Trap) Macam-macam trap : • Perangkap model menggantung • Perangkap tali sederhana • Perangkap lubang jerat • Perangkap menimpa • Apace foot share Bahan : • tali/kawat • Umpan • Batang kayu • Cabang pohon Membaca Jejak Jenis : • Jejak buatan : dibuat oleh manusia • Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan Jejak alami biasanya menyatakan tentang : • Jenis binatang yang lewat • Arah gerak binatang • Besar kecilnya binatang • Cepat lambatnya gerak binatang Membaca jejak alami dapat diketahui dari : • Kotoran yang tersisa .Apabila disengat lebah : • Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali • Tempelkan tanah basah/liat di atas luka • Jangan dipijit-pijit • Tempelkan pecahan genting panas di atas luka d. Semut • Gosokkan obat gosok pada luka gigitan • Letakkan cabe merah pada jalan semut • Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut f. Lintah Apabila digigit lintah : • Teteskan air tembakau pada lintahnya • Taburkan garam di atas lintahnya • Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya • Taburkan abu rokok di atas lintahnya e.

seperti sabun kecuali sawo • Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah. Air di daerah sungai yang kering. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut) 4. Dari tanaman Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu : 1. Apabila aman bisa dimakan • Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan • Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit • Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan • Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak Tumbuhan yang dapat dimakan Dari batangnya : • Batang pohon pisang (putihnya) • Bambu yang masih muda (rebung) • Pakis dalamnya berwarna putih • Sagu dalamnya berwarna putih • Tebu Dari daunnya : • Selada air • Rasamala (yang masih muda) . tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air. Hujan Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan 2. Dari tanaman rambat/rotan Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah. Air dari batang pisang. Air sungai besar 2.• Pohon atau ranting yang patah • Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput Air Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan. sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar. tunggu sesaat. caranya tebang batang pohon pisang. biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan Makanan Patokan memilih makanan : • Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia • Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok • Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih. Air sungai tergenang 3. air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut 3. caranya dengan menggali lubang di bawah batuan 5. Air yang tidak perlu dimurnikan : 1.

Cara ini adalah cara yang paling susah. gurdikan kayu .• Daun mlinjo • Singkong Akar dan umbinya : • Ubi jalar. asam jawa. jamur kayu Ciri-ciri jamur beracun : • Mempunyai warna mencolok • Baunya tidak sedap • Bila dimasukkan ke dalam nasi. juwet Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya : • Jamur merang. Dengan lensa / Kaca pembesar Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar. 1. 2. Gesekan kayu dengan kayu. Busur dan gurdi Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut. talas. nasinya menjadi kuning • Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan • Bila diraba mudah hancur • Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya • Tumbuh dari kotoran hewan • Mengeluarkan getah putih Binatang yang bisa dimakan • Belalang • Jangkrik • Tempayak putih (gendon) • Cacing • Jenis burung • Laron • Lebah . yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah. hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata. caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala. sehingga terbakar 3. madu • Siput • Kadal : bagian belakang dan ekor • Katak hijau • Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya • Binatang besar lainnya Binatang yang tidak bisa dimakan • Mengandung bisa : lipan dan kalajengking • Mengandung racun : penyu laut • Mengandung bau yang khas : sigung Api Bila mempunyai bahan untuk membuat api. larva. singkong Buahnya : • Arbei.

atau daun aren Survival kit Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan : • Perlengkapan memancing • Pisau • Tali kecil • Senter • Cermin suryakanta. Simpul ini kuat dan sangat tidak mudah terlepas. dan umumnya dibuat pada bagian ekor tali/tambang. Klik pada rantai tulisan bergaris bawah untuk keterangan dan gambar lebih jelas tentang beragam simpul dan cara membuatnya. Simpul Pengunci/ Kancing (Stopper Knots): simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut. Carilah nasehat profesional langsung dari para ahli karena kesalahan dalam pembuatan dan penggunaan bisa berakibat FATAL. terbagi kedalam empat macam. Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa. Dengan adanya simpul pengunci ini ujung tali akan terjerat/ terkunci sekiranya ekor tali tersebut akan terlepas/ keluar dari satu lubang tertentu.keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Ikatan itu sendiri. . Simpul ini bisa digunakan juga pada dua tali yang ukuran diameternya berbeda. biasa juga disebut mata. Simpul Penyambung (Bends):simpul yang digunakan untuk menyambung dua tali/ tambang untuk menghasilkan tali gabungan yang lebih panjang. PERINGATAN! Semua tutorial pembuatan simpul dan mekanisme teknis panjat memanjat tidak bisa dipelajari dari sekedar membaca website. khususnya yang digunakan pada saat Panjat Tebing. Simpul Melingkar (Loops):seperti yang disebutkan oleh namanya. cermin kecil • Peluit • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air • Tablet garam. norit • Obat-obatan pribadi • Jarum + benang + peniti • dll Diposkan oleh MATERI di 17:14 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Jenis-jenis simpul tali Simpul adalah ikatan pada tali atau tambang yang dibuat dengan sengaja untuk keperluan tertentu. simpul yang satu ini membentuk satu lingkaran atau lebih.

Ingat! Setiap kali mengikat simpul sisihkan tali ekor yang cukup panjang dan ikatlah . Sering2 di cek terutama bagi mereka yang baru belajar mengikat simpul ini. Ini bisa menjadi satu kelebihan kalo kamu memang masih terus memanjat dan ingin tetap terikat kuat dengan talinya. setelah pemanjatan selesai maka simpul ini akan sangat erat dan susah dilepas.Simpul ini memiliki kekuatan 75-80 %.Simpul Pengikat (Hitches):simpul yang diikat pada benda atau objek lain. Satu cara melepas ikatan ini yaitu dengan memegang dua sisi angka delapan-nya masing2 dengan tangan kanan dan kiri kemudian goyang2kan kedua tangan tsb keatas dan kebawah berulang2 seperti saat kita mau mematahkan/membengkokkan sebatang tongkat. contohnya karabiner atau alat proteksi tradisional. Benda/ objek lain ini bisa juga tali/ tambang lain yang bukan digunakan untuk mengikat sim Ada 2 simpul yang paling populer untuk mengikat tali ke harness: 1. Kalo kamu manjat dengan pemanjat yang enggak tau simpul ini. perlu dipertanyakan kamampuan pemanjat tsb (jangan manjat ama dia!).Simpul ini mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dicek . Kelemahan: Belajar mengikat simpul ini enggak semudah mengikat simpul Figure Eight. Tidak sekuat simpul Angka Delapan Kekuatan 70-75%. Simpul Figure Eight (Bentuk Angka Delapan) Semua pemanjat tebing harus tau simpul ini dan barangkali hampir 90% pemanjat tebing didunia menggunakan simpul ini pada saat mereka memanjat. Penggunaan simpul Bowline untuk mengikat harness sudah tidak dianjurkan meskipun simpul ini aman dan masih sering digunakan untuk pembuatan jangkar pengaman/ anchor. Usahakan selalu mengikat kedua simpul ini langsung ke lubang ikatan harness dan jangan menyambung simpul ditambang tsb ke harness menggunakan karabiner. Kelemahan: Kalo kamu sering jatuh dan menggantung pada simpul ini. apakah karena rusak atau kita lupa menguncinya. Simpul Double Bowline Kelebihan: – Lebih mudah untuk dilepas/ diurai meskipun pemanjat jatuh berkali2 dan mempererat simpul tsb. Jadi simpul Figure Eight ini lebih kuat dibandingkan simpul Bowline. Kelebihan: . Agak sulit untuk mengecek benar tidaknya ikatan pada simpul ini. Bagaimanapun juga karabiner bisa gagal dan tidak berfungsi. Dengan cara ini biasanya simpul figure eight akan menjadi lentur dan lebih mudah dilepas. 2.

perlengkapan tidur (bersih. anti selip) dan kaos kaki (cukup tebal. hal tersebut akan berpengaruh terhadap engselengsel tulang punggung kita.perlengkapan mandi (handuk. tahan lama. sedangkan perlengkapan yang terlalu sedikit tidak bisa memenuhi kebutuhan selama kegiatan. Perlengkapan yang dibutuhkan dalam kegiatan di alam bebas terdiri dari perlengkapan pribadi.nyaman dan terbuat dari wol atau sintetis) . Diposkan oleh MATERI di 17:14 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Perlengkapan dan Pengepakan (Packing) Harga mati hukumnya Packing atau mengepak barang bagi kalian yang suka mendaki gunung. sikat gigi dan shampo) . melindungi tubuh dari berbagai kondisi lingkungan dan terbuat dari polyster atau polypropilena atau memenuhi 3 W yaitu wicking.ponco/rain coat . Perlengkapan pribadi Perlengkapan pribadi adalah barang-barang perlengkapan untuk memenuhi semua kebutuhan pribadi tanpa mengandalkan orang lain. karena pada saat melakukan perjalanan yang panjang akan memakan waktu berjam-jam pula. jenis. kuat.sepatu (harus kuat. Perlengkapan yang terlalu banyak akan membuat tidak efektif dan efisien. kantong tidur/sleeping bag dan jaket/sweater) . karena jika kita salah memposisikan barang yang kita masukan. water/wind proofing) . Perlengkapan yang harus dipersiapkan tergantung kepada kebutuhan. aman/safety.pakaian lapangan (nyaman. dan hal ini pun tidak bisa dilakukan sembarangan. nyaman. tahan air. matras. dan lamanya kegiatan.simpul pengunci seperti simpul nelayan (fisherman’s knot) atau paling tidak overhand knot. perlengkapan kelompok dan perlengkapan teknis. yaitu: . dan mempunyai sabuk pinggang untuk mengurangi goyangan ransel) . sabun mandi.. pasta gigi. lentur. berat berkilo-kilo yang kita bawa pun hanya bertumpu pada punggung kita saja. 1. bahannya kuat. kering. Nah berikut adalah trik dan tips bagi kalian yang baru mulai menyelami kegiatan alam bebas agar tidak salah dalam praktek di lapangannya nanti.air minum dan makanan (harus cukup kualitas dan kuantitasnya) . Kita bahas sekarang. cepat kering. tujuan.tas/ransel (kokoh. (simpul nelayan lebih disukai karena lebih kuat dan tidak mudah lepas). hangat dan nyaman terdiri dari pakaian tidur. warmth.

obat-obatan. tali jerat. menempatkan barang yang penting dan sering digunakan pada tempat yang mudah dijangkau serta mengelompokkan barang-barang dan melindungi dengan membungkusnya dalam plastik (trash bag). jarum jahit.alat tulis (ballpoint. lup. Packing Packing adalah pengepakan barang-barang yang sudah terdata dan pasti akan dimasukkan ke dalam ransel.perlengkapan penunjang (menunjang kegiatan yang dilakukan. HP (hand phone). korek api dalam kemasan kedap air.. tergantung jenis dan tujuan kegiatan. peta. alat pancing. Buatlah daftar barang (checklist) dan periksa kembali pada saat barang dimasukkan ke ransel. peralatan masak dan makan. 3. Diposkan oleh MATERI di 17:12 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Kode Etik Pecinta Alam Se-Indonesia . Perlengkapan Teknis Perlengkapan teknis adalah perlengkapan yang digunakan untuk beraktivitas di alam bebas. obat-obatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Prinsip packing adalah memanfaatkan ruang yang ada di dalam ransel seefisien mungkin. buku dan pensil) . kompas. yaitu tenda. peniti. benang. Prinsip packing adalah barang yang berat diletakkan dibagian atas ransel dan sedekat mungkin ke bagian tubuh. Checklist merupakan petunjuk yang dapat membantu suatu prosedur yang teratur dan membangkitakan kepercayaan diri. begitu juga dengan kegiatan yang lainnya. seperti HT (handy talkie). cermin. radio komunikasi dan balon 2. 4. makanan berkalori tinggi. Packing akan memudahkan pengambilan barang saat diperlukan. pelindung pacet/gaithers. altimeter dan GPS=Global Positioning System) .survival kit yang terdiri dari pisau serbaguna. karet. kelambu dan lainnya) . senter. Perlengkapan kelompok Perlengkapan kelompok adalah barang-barang perlengkapan yang dibawa untuk memenuhi kebutuhan semua anggota kelompok. untuk menghindari adanya barang yang tertinggal. gunting. ketapel. peluit. golok serta tali. Perlengkapan kegiatan hiking berbeda dengan kegitan caving. membagi titik berat pada ransel dan menjaga keseimbangan ransel sehingga tidak terlalu berat jika dibawa.alat navigasi (kompas.

3. Memelihara alam beserta isinya serta mempergunakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhan. 6. Di sahkan bersama dalam Gladien IV di ujung pandang Tahun 1974 Diposkan oleh MATERI di 17:11 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz PENELUSURAN GUA (CAVING) PENDAHULUAN Gua adalah bentuk alam yang tidak berdiri sendiri. 4. aliran lava yang membeku. Speleologi diambil dari kata yunani . namun baru pertengahan abad ke-19 dijadikan obyek yang serius yang lebih di kenal dengan nama speleologi. ilmu yang mempelajari hal tersebut adalah Speleologi. Menghormati tata tertib /kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dengan kerabatnya. Berusaha mempererat tali persaudaraan antar pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam. 2. yakni. Pecinta alam indonesia bagian dari masyarakat indonesia sadar akan tanggung jawab kami terhadap Tuhan .1. Pecinta alam indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagai mahluk yang mencintai alam sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian kepada tuhan . batu gips. Mengabdi kepada tuhan yang maha esa. SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA Manusia mulai menelusuri gua sejak 200 tahun yang lalu. Selesai. batu garam. 7. Bangsa dan Tanah Air. dan LOGOS yang berarti ilmu. Jadi Speleologi adalah ilmu yang mempelajari gua dan lingkungan.es. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air. 5. SPELION yang berarti gua. batu pasir. Eksplorasi pertama yang tercatat dalam sejarah oleh Louis Marsalliers dengan meneruni gua vertical Fairies di . tetapi terdapat struktur alam yang melingkupinya. Pecinta alam indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sejak beberapa ratus tahun yang lalu gua telah di selidiki. bangsa dan tanah air. Lingkungan tersebut dapat berupa batu gamping. dsb. gletser. Sesuai dengan kesadaran dan hakekat di atas kami menyatakan: 1. 3. terutama di Jerman dan Prancis. 2.

gema suara dan jatuhnya batu-batuan. publikasi. dll. Dan juga merupakan kegiatan alam yang masih baru. didukung dengan gemerciknya air. Klub yang didirikan Norman Edwin berkiblat ke Petualngan. semua ini akan menimbulkan pengaruh emosional yang kuat bagi penjelajah gua yang awam. olah raga. seram dan asing.Klimatologi .R. di zaman modern sekalipun. Bahkan telepon digunakanya dalam tanah. Ko Ketua HIKESPI sekarang. SEJARAH PERKEMBANGAN SPELEOLOGI DI INDONESIA Di Indonesia speleologi relative sangat mudah dibandingkan dengan science yang lain. dengan berdirinya sebuah klub dengan nama “ SPECAVINA “ yang didirikan oleh NORMAN EDWIN (alm) dan Dr. R. Ko pada tahun 1984 mendirikan dengan sifat yang berbeda. Dr. Dalam perkembanganya Ilmu Speleologi memiliki hubungan yang erat dengan ilmu-ilmu yang lain diantaranya : .Antropolgi .Geologi .T. Namun kali ini direncanakan lebih matang dengan menggunakan peralatan yang lebih lengkap.Biologi .Hidrologi . Itulah kepuasaan yang tidak terjawab bila lampu yang di bawanya menyoroti teka-teki alam gelap yang menakjubkan. gemuruhnya air terjun yang tidak terlihat. konservasi. katrol. Tapi mengapa penelusuran gua yang mereka masuki tidak ada ujungnya ? Mengharap belokan yang mereka masuki belum pernah di lihat orang sebelumnya. jika di bandingkan dengan kegiatan petualangan yang lain. tangga gantung. Usaha ini dianggap revolusi di dalam bidang penelusuran gua. penelitian. Dapat dimengerti bahwa dunia gelap abadi yang penuh bahaya.K.T. diantaranya perahu kanvas. Kemudian pada tanggal 27 juli 1888 Eduard Alfred martel.K. Speleologi baru berkembang sejak tahun 1980-an. menyempitnya lorong secara mendadak.Geomorfologi . menganganya lantai yang menjadi jurang yang tidak terukur dalamnya. Himpunan ini bertujuan : ilmiah. ahli hukum dari Paris mengikuti jejak Marselliers.Languedoc. Garba Bumi berpusat di Jakarta. Namun karena ada perbedaan prinsip dari keduanya maka terpecah menjadi himpunsan yang berbeda aliran : Norman Edwin mendirikan klub yang di beri nama “ GARBA BUMI “. yang merupakan satu Himpunan yang bernama “ Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (HIKESPI) “. HIKESPI berpusat di Cisarua Bogor. sehingga ia di sebut Bapak Speleologi modern. Prancis pada tanggal 15 juli 1780.

dinding.Organisme avia fauna : Paling leluasa berpindah tempat .Gelap . Mintakat gelap abadi. yang tergolong : . terutama bila gua tersebut di jumpai adanya aliran air. Lingkungan inipun bagi organisme gua masih di stratifikasikn secara vertical menjadi : . morfologi gua.Cahaya remang .Organisme aqua fauna : Masih dapat berpindah tempat secara leluasa.Atap gua.Organisme Terestrial fauna : Paling terikat habitatnya karena dibatasi oleh lantai.Lantai gua .. atap gua juga genangan air. mulai dari lorong kering yang sangat mudah ditelusuri. 2. Mintakat/ zone senja (twiligt zone). TEKNIK DALAM PENELUSURAN GUA 1. . Gua Horisontal Medan pada gua horizontal sangat bervariasi. dengan ciri-cirinya : . sampai dengan lorong yang sangat membutuhkan teknik yang khusus . Mintakat peralihan.Palentologi.Gelap total . yaitu : 1.Dinding gua . dan kedalamannya. . Jenis organisme di kategorikan bersifat sesuai media hidupnya. dengan ciri-cirinya : .Suhu constant. Pembagian ini sangat penting bagi para peminat biospeologi karena artinya mengungkapkan tabir system ekologi yang berlaku bagi organisme itu. atau saat dilanda banjir. terdapat di mulut gua.Suhu berfluktuasi 3.Suhu berfluktuasi 4.Kelembaban constant. ciri-cirinya : . PERMINTAKAT GUA Berdasrakan intensitas cahaya. Mintakat/zona terang.Arkheologi . gua di bagi menjadi 4 mintakan /zona/daerah.

Kadang kita harus berenang di dalam gua. selain untuk menghemat tenga juga memudahkan dalam bergerak. apabila badan kita tidak dapat masuk seluruhnya. bor tebing untuk pemasangan lintasan. SRT (Single Rope ecnique) yaitu teknik untuk melintasi lintasan vertical yang berupa satu lintasan tali. hanya sedikit ruangan yang tersisa. kita harus dapat bergerak seperti berenang. 2. Dalam kondisi ini pemakaian pelampung sangat berguna. karena saat meniti tali digerakan . Teknik ini mengutamakan keselamatan dan kenyamanan saat melintasi tali. Climbing Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai air terjun ataupun lorong lain yang terletak di atas. tetapi dalam ketinggian Lumpur sampai di lutut atau bahkan sampai setinggi perut kita tidak dapat dengan mudah melaluinya. Frog Rig System Sistem ini sering di sebut dengan sit and stand system. Yang harus diingat berenang di dalam gua sangat berbeda dengan berenang di kolam renang. sedangkan yang lain dilewatkan ke dalam penyambung chest harness dan dipegang tangan. melewatinya dapat di gunakan perahu karet. Kadang–kadang kita melakukan ducking ini sambil jongkok bahkan dengan berbaring. Ada lagi lorong yang hampir di penuhi dengan air. Gua Vertikal BiasTanya untuk penelusuran gua vertical digunakan system SRT. Satu-satunya cara untuk melewati Sump adalah dengan melakukan diving (selam). Dengan posisi ini kita akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga.untuk dapat melewatinya. Air. Lumpur Lorong yang berlumpur dapat dilewati dengan mudah kalau Lumpur tersebut tidak terlalu tebal. 2. Texas system Menggunakan 2 hand Ascender yang dihubungkan dengan Cowstail yang ujung pendek di posisi bawah di tambah foot loop. Karena di dalam gua kita menggunakan pakaian lengkap dengan sepatu lapangan bahkan kadang kala kita harus membawa perlengkapan seberat 10 kg. dengan set diving atau free diving. Gua Tertutup Air. Untuk gua yang airnya sangat panjang. Untuk lorong yang berair kita harus mengetahui seberapa dalam airnya. seperti menggunakan pengaman sisip. Untuk melewati lorong seperti ini kita harus melakukan DUCKING yaitu kepala mengadap ke atas (tengadah keatap). Untuk dapat melanjutkan penelusuran kita harus memanjat. Ada beberapa macam system SRT yang biasa digunakan orang : 1.

Karena kita tidak mungkin melakukan ascending. 5. Buka cowstail pendek. 3. Adapun teknik descending adalah sebagai berikut : .Pasang Cowstail pada runner. . Pasang Cowstail pendek pada anchor.Jummar system Lintasan Vertikal Ada beberapa macam variasi lintasan yang dapat kita temui : 1. 2.Michele System . Intermediate Lintasan ini bertujuan untuk menghindari friksi pada dinding gua dengan membuat anchor pada titik gesekan. buka ascender yang sudah bebas beban. 3. Berarti disini kita akan pindah lintasan ke tali utama yang kedua. Deviasi Lintasan ini juga untuk menghindari friksi tali dengan dinding gua dengan menarik tali ke arah luar dari titik gesekannya. karena hanya berfungsi sebagai pengaman tali agar tidak friksi dengan dinding gua. seperti : . . sampai saat ini cara ini paling banyak digunakan karena kenyamanan. Turunkan lagi sampai beban badan ada pada cowstail pendek. jangan lupa membuat posisi terkunci pada descender. Caranya seperti berikut. 1. yang dikawatirkan tali utama akan mengalami friksi yang sangat. 4. 2. Pasang cowstail pada hanging belay. caranya dengan berdiri pada foot loop. Dengan kata lain intermediate adalah stasiun tali utama yang kedua. Pasang tali bawah pada descender. dengan dinding gua.Kunci descender pada saat descender menekan runner. Lintasan Sambungan Tali .Buka runner dan pasang di atas descendeer dan lanjutkan dengan ascending. pada saat posisi descender sejajar dengan anchor. Selain system tersebut masih ada lagi system yang lain. keamanan dan kecepatan.System Rope Walker . 6. Buka kunci dan lanjutkan Ascending.Floting cam Sistem .seperti orang berdiri lalu duduk. hanya dalam deviasi tidak bisa di kenakan beban tubuh kita. Deviasi berfungsi hampir sama dengan intermediate.

Cara ascending melalui sambungan tali adalah sebagai berikut : 1. lilin. Sarung Tangan . Alat Penerangan . Buka croll dengan bantuan foot loop. Buka descender dan pasang tali bawah ke descender dan buat poisi mengunci. 3. Terbuat dari parasut yang tidak terlalu tebal dengan bagian yang sering mendapatkan gesekan di buat dengan bahan yang lebih tebal. Pada bagian depan terdapat tambahan peralatan yang berfungsi sebagai alat penerangan. saluran gas dan tempat pengisian air. bagian atas berlengan panjang.Rintangan ini berupa simpul yang menyambung 2 buah tali pada satu lintasan vertical. 2. Boom (Generator Karbit/Lampu Karbit) Alat yang berupa tabung yang dihubungkan ke helm. 2. Adalah sebuah pakaina khusus untuk penelusuran gua. 3. tabung atas berguna untuk menampung air. Hal ini sering kali kita jumpai pada saat melakukan penelusuran gua bila tali utama tidak cukup sampai ke dasar. Pasang Cowstail pada safety loop figure of eight knot.Elektrik : senter. yang dilengkapi dengan regulator. 5. kita harus menyambung tali. 5. 4. Terdiri dari 2 bagian.Non Elektrik : karbit. Tabung bawah di gunakan untuk mengisi karbit. Lanjutkan dengan descending setelah melepas Cowstail dan foot Loop jummar PERALATAN PENELUSURAN GUA Peralatan Pribadi (Personal Equipment) Adapun yang termasuk peralatan pribadi adalah : 1. Pindahkan foot loop Jummar ke tali atas sambungan. Sepatu Sepatu yang biasa digunakan adalah sepatu karet dan sepatu yang biasa digunakan oleh militer. Helm Speleo Helm ini dirancang mampu menahan jatuhan dari berbagai sisi tertentu dan ketinggian tertentu. 4. Cover All (Baju Lapangan). Pakaian ini pada bagian atas dan bawah tersambung. 6. head lamp .

. Pelampung Digunakan pada penelusuran gua-gua berair.Foot Loop. Digunakan untuk mengikatkan seat harness dengan dada. dipegang tangan dan chest ascender diikatkan di dada. ada 3 macam. Descender Digunakan untuk menuruni lintasan tali. 9. Dibuat dengan tali dinamik yang disimpul dengan salah satu ujung tali lebih pendek. . . yaitu . yaitu : .Chest Harnest.Berfungsi untuk melindungi tangan dari panas karena gesekan tali.Delta MR.Hand jummar . . 7.Capstand. Macamnya : . Digunakan sebagai pijakan kaki dan dihubungkan dengan ascender. sedangkan yang panjang dihubungkan dengan Hand Ascender dengan tubuh. . maupun dari gesekan dinding gua yang tajam dan kasar.Jumar 12. digunakan untuk menyambung 2 seat harness. Dibedakan menjadi hand ascender.Racks. digunakan untuk menyambung chest ascender dengan delta MR atau semi circular MR. terdiri dari dua jenis. Peralatan SRT Peralatan ini menjadi peralatan pribadi untuk efisiensi tenaga dan efektifitas penelusuran. Peralatan Team (Team Equipment) Adapun yang termasuk peralatan team adalah sebagai berikut : . Ascender Digunakan untuk naik atau memanjat lintasan tali. . Masker Digunakan untuk menghindari/mengurangi terhirupnya gas-gas dan bahan-bahan beracun yang kita temui di dalam gua.Millon Rapid (MR). Dalam satu set SRT terdiri dari : 10. digunakan untuk menyambung seat harness. Tali yang pendek digunakan sebagai pengaman/tambatan pengaman. simple stop (bobbin/non auto stop) dan auto stop. .Croll . 8. yaitu open dan close racks.Semi Circular MR. Seat Harness Digunakan untuk mengikat tubuh yang dipasang pada pinggang dan paha anda 11. Macamnya : .Figure Of Eight.Basic jummar . ada dua model.Cowstail.Oval MR. Karena beberapa peralatan harus disesuiakan dengan ukuran tubuh kita. .

Digunakan sebagai alas tali untuk menghindari gesekan. Ladders Atau sering di sebut tangga tali.Hammer .Delta Carabiner 3. 6.Tacket Bag . 4. Carabiner mempunyai beberapa macam bentuk sesuai dengan kegunaan dan fungsinya.Paku Piton . Digunakan untuk melindungi tali dari gesekan.Cok ston .Hanger 8. Digunakan pada pitch pendek dengan bentuk lintasan over hang. Webbing Digunakan untuk pemasangan tambatan.Hammer .Friend .Jummer Knot . biasanya terbuat dari kawat baja atau dari tali dengan diameter tertentu. 2. 7. Digunakan sebagai alat pengait. Biasanya diguakan dari bahan terpal yang kuat menerima gesekan.Carabiner Non Screw Gate .Spit . Pengaman Sisip Pengaman yang digunakan untuk membuat tambatan. Macam-macam Carabiner : . . namun yang paling baik adalah tali static. 5.1. Peralatan Lainnya.Pulley .Carabinner Screw Gate . Rope Protector.Driver .Bolts . Macamnya sebagai berikut : .Carabinner Oval . Carabiner.Bombement Deviatur .Chock Stopper .Hexentrik . Padding. Carmantel Rope Tali yang digunakan hampir sama dengan yang digunakan dalam panjat tebing.

2. Klasifikasi derajat kesulitan gua : 1.. 3. Bahaya. Sulit. Lorong-lorong vertical lebih dari 20 m. dan jeram 5 m tinggiya. Pohon-pohon sekitar mulut gua 3. Tambatan tali utama harus di beck up. air tenang dan agak sedikit berenang. Adanya lorong-lorong penuh racun. 5. bercabang pada bagian sempit. Lorong vertical dan horizontal tidak lebih dari 20 m. Tali utama harus diberi ganjalan agar tida friksi dengan dinding gua. Point yang bisa digunakan untuk penambatan tali : 1. Sangat Sulit. 6. 4. palfon rendah. lorong tunggal. Lorong horizontal. Harus melalui jeram dan arus deras lebih dari 5 m tingginya. bercabang dan ada bagian lorong yang sempit.Roll Medule TEKNIK-TEKNIK PENAMBATAN TALI Sering kita kesulitan menentukan daerah dan menentukan point untuk penambatan tali. Sedang. karena kita dapat melihat kemampuan yang kita miliki. PENCEGAHAN KECELAKAAN . 4. Cek dulu point yang akan dijadikan tambatan. harus berenang dengan arus agak berat. sifon-sifon yang harus dilalui dengan teknik selam gua (cave dinving). Batu-batuan sekitar mulut gua. Apa saja yang kita anggap kuat untuk tambatan. plafon agak rendah dan dialiri air yang dapat diarungi tanpa berenang. Lorong horizontal. Cari daerah yang mudah untuk start untuk turun. 3. DERAJAT KESULITAN GUA Hal ini penting sekali. Luar Biasa. Mudah. 2. Hal-hal yang perlu di perhatikan untuk penambatan tali : 1. plafon tinggi. 2. apabila kita tidak mampu hendaknya tidak memaksakan diri.

(take nothing but picture) . para penelusur harus bertindak sewajaranya. akan mendatangkan kerugian yang tidak dapat di tebus. memaksakan dirinya melakukan tindakan-tindakan di luar kemampuan fisik dan tekniknya. Setiap penelusur gua menyadari bahwa kegiatan SPELELOLOGI. setiap bentukan alam di dalam gua di bentuk dalam kurun waktu RIBUAN TAHUN. beri tahu kepada orang dekat anda. A = Akal sehat dan ketrampilan serta persiapan yang matang menjadi pegangan. kecuali meninggalkan jejak.Tidak membunuh sesuatu. Penelusur gua tidak memandang rendah ketrampilan dan kesanggupan sesama penelusur. Tindakan prefentif. Setiap usaha merusak gua.Tidak meninggalkan sesuatu. ketramplan dan kesehatan fisik merupakan syarat mutlak.Pada dasarnya keselamatan penelusuran gua tergantung pada dirinya sendiri. MEMUTUSKAN/MENYURUH memutus tali yang sedang digunakan rombongan lain. seperti melempar ke dalam gua. . mengambil/memindahkan sesuatu di dalam gua tanpa TUJUAN JELAS dan ILMIAH SELEKTIF.Tidak mengambil sesuatu kecuali potret. ETIKA DALAM PENELUSURAN GUA Setiap penelusur gua menyadari bahwa gua merupakan lingkunagn yang sangat sensitive dan mudah tercemar. serta kesiapan mentalnya. ditunjukan setiap penelusur gua dengan cara : . Untuk lebih mudah diingat di buatkan ringkasan sebagai berikut : K = Kemana anda memasuki gua.Tidak menggunakan bahan/peralatan. dan segera tinggalkan. bila ada orang di dalam gua. kemana dan kapan pulang.( Leave nothing but footprint) . tanpa ijin mereka. E = Empat orang adalah jumlah minimal dalam penelusuran gua A = Alat yang dibawah harus memadai dan menguasai penggunaannya. N = Naluri yang ada di kembangkan. kecuali waktu. bukan adu nasib dan nekat. tanpa menggangu dan mengusir biota di dalam gua. yang ditinggalkan rombongan lain. Karenanya penelusur gua harus : . N = Nafas sesak dan tersengang itu tandanya banyak gas CO2. Sebaliknya seorang penelusur gua akan dianggap melanggar etika. Setiap penelusur gua dan menelitinya. Respek terhadap sesama penelusur gua. kapan pergi. karena itu factor pengalaman yang paling ampuh. dilakukan oleh penelusur gua dengan penuh RESPEK. M = Membawa 3 sumber cahaya lengkap dengan cadangannya. baik dari segi olah raga.(Kill Nothing but Time) Setiap penelusur gua sadar. segi ILMIAH BUKAN MERUPAKAN USAHA YANG PERLU DIPERTONTONKAN DAN TIDAK BUTUH PENONTON. A = Ajak selalu orang yang berpengalaman dan mengerti lingkungan dan berwibawa. Dalam hal penelusuran gua.Tidak membahayakan penelusur lainnya. .

. Jagalah kebersihan lingkungan dan ruangan di sakit dengan tidak mengabaikan kebersihan diri sendiri. selalu senyum. yang telah menemukan pula sebelumnya. Jika perlu untuk merujuk si sakit ke puskesmas atau rumah sakit. KARENA HAL INI BERARTI membohongi diri sendiri dan DUNIA ILMU SPELEOLOGI. Mempunyai sifat ramah. Jangan bertindak menyimpang dari peraturan dan perintah dokter/ petugas kesehatan. bersedia untuk mendengarkan keluhan dan mampu menenangkan si sakit. kecuali gua tersebut di beli yang bersangkutan. 11. 4. Usahakan agar tidak menambah penderitaan si sakit 9. . apabila ada rombogna lain yang diketahui sedang melakukan penelitian yang sama dan MEMPUBLIKASIKAN NYA MEDIA MASSA/MEDIA ILMIAH. . 3. 7.Tidak menghasut masyarakat di sekitar gua untuk menghalangi/melarang rombongan lain memasuki gua. jangan menjelek-jelekan sesama penelusur. Pengamatan serta informasi yang berwenang sangat bermanfaat dan membantu dalam menjalankan tugas perawatan 6. Walaupun si penelusur itu mungkin berbuat hal-hal yang negative. Catatlah selalu hasil pengamatan dan perawatan secara singkat jelas 8. Bukan usaha yang dicapai sendiri. . Menunjukan kemanuan kerja dengan tenang.Dalam suatu publikasi. baik keperluan orang sakit juga transportasi. . Sikap yang baik seorang Pelaku PK penting untuk memberi kesan baik tentang kepribadiannnya: Berperikemanusiaan♣ Bertanggungjawab♣ Selalu mengutamakan kepentingan si sakit♣ Selalu bersikap terbuka♣ 2. .Setiap usaha penelusuran gua merupakan usaha BERSAMA. Berfikirlah sebelum bertindak atau bekerja 5. dan jangan melaporkan hal-hal yang tidak benar demi SENSASI dan AMBISI PRIBADI. kritik sesama penelusur Diposkan oleh MATERI di 17:09 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz PERAWATAN KELUARGA (PK) Prinsip Kerja Seorang Pelaku PK : 1.Jangan melakukan peneletian yang sama. tidak boleh dengan cara MENONJOLKAN PRESTASI PRIBADI. 10. cepat dan tanpa ragu-ragu. persiapkan dengan baik.Jangan gegabah mengangap anda penemu sesuatu. Karenanya. kalau anda belum yakin tidak ada orang lain. Selalu menjaga kerahasiaan medis pasien. karena tidak satupun gua di Indonesia milik perorangan. setiap usaha mempublikasikan suatu hasil penelusuran gua.

dll)♣ Handuk♣ Sisir♣ ◙ Peralatan memelihara mulut Sikat gigi♣ Pasta gigi♣ Bengkokan / kaleng / wadah penampungan buangan. ceret. 2. sarung bantal.b) 2 ember♣ 1 gayung♣ Baskom♣ 2 washlap♣ 2 handuk♣ Pasu najis♣ Labu kemih♣ Tissue♣ Air mengalir (di botol.♣ Bagi orang sakit ◙ Peralatan tempat tidur Tempat tidur dan bantal♣ Seprei.a. buang air besar (b. Peralatan yang digunakan dapat menggunakan peralatan yang ada atau improvisasi. kipas.♣ . Peralatan yang diperlukan untuk PK tidak perlu sama dengan yang ada di rumah sakit. botol. kain perlak dan alas perlak (sedikitnya 2 set). wadah lainnya)♣ Sisir♣ & alat make up untuk wanita Air hangat dalam wadah♣ ◙ Peralatan mencuci rambut Talang plastik♣ Shampo♣ Alat pengering rambut (hair dryer. selimut.♣ Alat penopang kaki (improvisasi)♣ ◙ Peralatan mandi.k). Perlengkapan PK sederhana : Bagi Pelaku PK ◙ Celemek ◙ Peralatan mencuci tangan Air mengalir (kran. buang air kecil (b. improvisasi lain)♣ Baskom (wadah menampung air)♣ Sabun dalam tempatnya (kalau perlu sikat tangan)♣ Handuk tangan/serbet. dengan peralatan sederhana kita dapat menolong orang sakit.a.Peralatan Perawatan Keluarga : 1.

minyak pelumas♣ & cream pelembab kulit. Tensi meter. Meringankan rasa sakit 4. gelas dengan tatakan dan tutupnya (dapat diberi sedotan). Keadaan lemah setelah menderita sakit d. perawatan. air hangat atau air dingin♣ Kantong es/kompres dingin. Berada dalam ruangan penuh tanpa udara yang segar c.♣ Meja kecil.♣ ◙ Peralatan medis Termometer. Mecegah bahya cacat 3. gangguan dalam peredaran darah. keringat dan letih terutama bila perut kosong Gejala yang ditimbulkan pada penderita Misalnya : a. Gejala Subjektif gejala yang hanya dirasakan oleh penderita saja antara lain : a) Pusing . garpu. mencegah bahaya infeksi GANGGUAN UMUM Gangguan umum terjadi apabila terjadi ada gangguan pernafasan . Lena ( Syncope / Collaps ) Lena disebabkan karena pendarahan ke otak berkurang Misalnya karena : Emosi yang hebat a. Macam – macam gangguan umum yang dapat membawa bahaya maut adalah : 1. adanya kesadaran yang menurun. Terlalu banyak mengeluakan tenaga. ◙ Desinfectant / cairan pensucihama & antiseptict.♣ ◙ Bahan lain yang diperlukan : Talk. sendok. Rasa nyeri yang hebat b. Perban♣ & Plester ◙ Peralatan Kompres Washlap.◙ Peralatan makan Baki berisi : piring. bel (khusus untuk pasien yang dapat makan sendiri. kantong air panas/ kompres panas. Diposkan oleh MATERI di 17:07 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) P3K adalah pemberian pertolongan. atau pengobatan sementara dengan tujuan sebagi berikut : 1. Mencegah bahaya maut 2. serbet.

Terjadi pendarahan keluar atau kedalam b. Korban yang ditemukan dalam keadaan Shock yang berat sebaiknya segera dievakuasi kerumah sakit terdekat. misalnya : a.b) Mual c) Mata berkunang – kunang d) Telinga berdenging e) Merasa lemas b. Biasanya syok terjadi pada trauma yang berat dengan pendarahan atau kehilangan cairan yang banyak. Shock ( gugat ) Shock adalah suatu keadaan karena kolepsnya sistem peredaran darah. Penanganan selanjutnya yang harus dilakukan ialah memindahkan korban dengan gerakan yang minimal untuk memperlancar peredaran darah. Korban Shock dengan penurunan kesadaran atau penurunan ambang rasa nyeri atau rasa raba harus diteliti akan kemungkinan mempunyai trauma atau cedera yang lainnya. Gejalanya sebenarnya kelanjutan dari lena Misalnya : a. lemas . atau gelisah karena suplai oksigen ke otak berkurang. 2. Apabila korban yang Shock berat tidak cepat ditangani akan menyebabkan kematian. Penanganan Shock harus dilakukan segera mungkin sebelum kita menentukan trauma yang lain. jantung beserta kapilernya. cemas. Merasa mual. Luka baker yang cukup luas Korban biasanya terlihat lemah. Trauma yang biasa menyebabkan Shock misalnya cedera pada tulang belakang atau reaksi alergi yang hebat. Penanganan Shock sendiri sebenarnya untuk mencegah kondisi yang lebih buruk pada diri korban. Pada keadaan Shock terjadi insufisiesi atau ketidakseimbangan suplai darah sehingga oksigen dan nutrisi ke jaringan terhambat atau berkurang. Baringkan korban dengan tungkai ditempatkan lebih tinggi dari kepala. Denyut nadi meningkat karenakerja jantung meningkat. jaga suhu tubuh korban dengan cara menyelimuti korban dan menghindarkan korban dengan alas yang dingin. Pada daerah yang temperatur yang tinggi korban harus dilindungi dari sengatan panas/matahari. Gejala Objektif gejala yang dapat dilihat dari orang lain antara lain : a) Keluar keringat dingin b) Pucat c) Denyut nadi lemah Pertolongannya : Tidurkan terlentang dengan kepala agak direndahkan Longgarkan pakaian Beri selimut biar badan hangat kembali Usahan penderita mendapatkan udara segar Apabila sudah mendingan atau lebih sadar dapat diberi minuman hangat.

Nadi cepat ( lebih besar dari 100 per menit ) e. Pertolongannya : Bebaskan jalan nafas dan pertahankan keadaannya tentukan pendarahan bila ada. Terlalu kepanasan atau kedinginan e. dan jaga korban bila muntah evakuasi korban ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. berikan penambahan cairan dengan memberikan minum (jangan sampai tersedak). gegar otak. Penderita tidak manyut bila dipanggil/ ditanyatidak mengadakan reaksi terhadap rangsangan b. Pertolongannya : Baringkan penderita ketempay yang teduh dan udara yang segar Apabila mukanya merah Kepalanya ditinggikan. Bila dibaring penderita tidak bergerak c. Kencing manis Gejalanya : a. Pernafasan ada dan denyut nadi dapat diraba. Terkena aliran listrik g. Pingsan Pingsan adalah kelajutan dari Shock apabila tidak terjadi pertolongan atau penanganan Pingsan disebabkan oleh : a. segera atasi untuk mencegah memberatnya syok jaga suhu tubuh letakkan korban dalam posisi tungkai berada lebih tinggi dari kepala untuk membantu sirkulasi darah hindarkan gerakan yang berlebihan terhadap korban cek cacat secara rutin tanda vital korban (tekanan darah. Kerusakan dalam otak Misalnya . pernafasan. Bila keadaan bertambah lanjut. Punya penyakit : Ginjal. Ayan. Kehilangan banyak darah f. perdarahan otak c. apabila mukanya pucat biarkan ia berbaring tanpa bantal Pakaiannya agak dilonggarkan Penderita disadarkan terlebih dahulu Penderita diselimuti agar tidak kedinginan . maka penderita akan pingsan. Pernafasam cepat dan dangkal f. Keringat dingin tampak pada kening d. nadi. 3. Kena pukulan pada kepala. Keracunan d. Kekurangan zat asam dalam darah misalnya karena tenggelam atau kelelap dalam air b. Pucat dan dingin c. suhu jika peralatan memungkinkan)  bila korban dalam keadaan sadar.b.

Mengisap gas / udara beracun Pertolongannya : Setelah dibaringkan terlentang. Kalau nafas tidak lancar mulai melakukan pernafasan buatan 3. biji mata melebar dan tidak menyempit dengan penyinaran. yaitu : 1. dengan tindakan P3K. yaitu . GANGGUAN KHUSUS Gangguan khusus disebabkan atau terjadi karena kecelakaan. Macam – macam ganguan khusus adalah : A. yaitu 1. dengan tindakan P3K. penolong berdiri diatas bahan yang kering bukan logam . Pernafasan tidak nampak denyut nadi tidak teraba. tercekik. tangan penolong diberi lapisan kertas yang tebal atau sarung tangan. misalnya kayu. karet 3. Jadi keadaan gawat antara pingsan atau mati. Kecelakaan listrik atau tersambar petir Cara pertolongannya. Bebaskan jalan pernafasan yang tertekan dengan memotong tali penjerat leher 2. Longgarkan segala pakaian yang dapat menghambat jalan pernafasan.Jangan diberi makanan atau minuman terlebih dahulu Dampingi panderita agar lebih tenang Bawa ke dokter atau rumah sakit 4. Lakukan tindakan PATUT. Tenggelam Cara pertolongannya. Berikan pernafasan buatan 4. Mati Suri Mati suri adalah suatu keadaan pingsan dimana pernafasan dan peredaran darah sudah menjadi tidak mencukupi lagi. mukanya pucat agak kebiru biruan. dengan tindakan P3K. jalan pernafasan tersumabt b. Hilangkan barang yang sekiranya dapat menyumbat jalan pernafasan Mulai segera memberi pernafasan buatan Mintakan seseorang untuk menghubungi dokter terdekat. Rawat luka baker C. selimut. Putuskan aliran listrik 2. Terjerat Cara pertolongannya. Biasanya disebabkan oleh : a. Cek peredaran darah B. Karena tidak dapat bernafas misalnya : tenggelam.

Tenga awam 2. artinya tidak mengahrap imbalan 3. agar kita dapat merencanakan pertolongan yang akan diberikan dengan baik : 1. b. Merencanakan dalam hati cara – cara pertolongan berdasarkan pokok: Pelaku P3K adalah : 1. dokter. Memperhatikan keadaaan penderita 4. Besikap tenang 2. b. Lakukan pernafasan buatan 4. . Penggolongan Mereka yang terdekat pada suatu kecelakaan dapat digolongkan dalam : a. PMR yang terlatih dan memiliki diplomat P3K yang masih berlaku. Motifasi Hendaknya tiap memberikan pertolongan didorong oleh keinginan yang luhur . Perawat. Tenaga semi profesional seperti KSR. Sikap dan perilaku a. Perhatikan tempat sekitar terjadinya kecelakaan. Tenaga profesional seperti . Lakukan pijat jantung samapi jantung berdenyut sendiri 5. Kumpulkan keterangan yang perlu dengan cepat dan jelas serta lengkap. Terkilir D. Tetap tenang dengan memperhatikan suasana. antara lain : 3. Luka B. Harus bertindak cepat ( menolong pasien yang tenggelam diharuskan orang berbakat dalam renang ) 2.1. Lakukan tindakan PATUT 3. Hangatkan korban GANGGUAN LOKAL Macam – macam gangguan local adalah : A. Keracunan Pedoman Penolong: Pada waktu terjadi kecelakaan. Patah tulang C. c.

atau petugas keamanan setempat ) T = Tindakan pertolongan P3K terhadap korban dalam urutan yang paling tepat. Setelah selesai posisi semuanya kembali dalam posisi istirahat ditempat. Siap membawa / mengirim korban sesuai tempat pertolongan selanjutnya. U = Usahan segera menghubungi Ambulance. Menghadap dewan juri ( lari – lari kecil yang dilakukan sebelum memasuki Pos) 2. Ambil Peralatan ( Ketua memberia komando” kecuali pemegang bendera ambil peralatan untuk diperiksa semua peralatan laksanakan. setelah itu mengucapkan doa selesai “ ) 11. Pimpin dan rencanakan penanganan sederhana tetapi tepat guna. Rumah sakit atau yang berwajib ( misalkan Polisi. e.c. Dan ketua memberi aba –aba “ siap gerak ) 6. setelah juri melakukan hormat dan selesai hormat maka. setelah juri melakukan hormat dan selesai hormat maka. dengan menghadap dewan juri. kemudian semua anggota bilang siap laksanakan”. Periksa kerapian ( sebelum melakukan periksa kerapian semua anggota bersikap istirahat ditempat. Penghormatan ( Ketua memberi komado penghormatan “ pada dewan juri / pembina hormat gerak. dikembangkan akronim PATUT yang sekaligus sikap dan tindakan yang patut dikerjakan pada setiap kecelakaan. kemudian semua anggota bilang siap laksanakan”. T = Tandai tempat kejadian sehingga orang lain tahu bahwa ditempat itu ada kecelakaan . d. sehingga bebas dari bahaya. Doa ( ketua memberi aba-aba kepada semua anggota” berdoa mulai.Anggota mengambil peralatan yang ada didepan barisan kemudian balik kanan dan kembali kebarisannya seperti semula. Ambil peralatan untuk diperiksa ( Ketua memberia komando” kecuali pemegang bendera ambil peralatan untuk diperiksa semua peralatan laksanakan. ) 8. ketua menberi aba – aba tegak gerak ) 7. Siap melakukan tindakan sesuai prioritas dan jenis cidera.Peralatan diletakkan dibelakang barisan 3 langkah belakang) 3. kemudian semua anggota bilang siap laksanakan”. Penghormatan ( Ketua memberi komado penghormatan “ pada dewan juri / pembina hormat gerak. Meletakan peralatan ( Ketua memberia komando” kecuali pemegang bendera letakan semua peralatan laksanakan. Berhitung ( ketua memberi komando “ berhitung mulai””) 5.Anggota mengambil peralatan yang ada dibelakang barisan dan memindahkannya kedepan barisan 3 langkah depan barisan ) 9.) 12. Laporan ( Laporan inidilakukan ketua. Komado ini dilakukan oleh ketua. Meninggalkan tempat / Pos Teknik Melewati halang rintang PP . Sbb : P = Penolongan mengamankan diringnya sendiri terlebih dahulu sebelum bertindak A = Amankan korban dari tempat kejadian. Untuk memudahkan menolong. dokter. Luruskan barisan ( ketua memberi komando “ luruskan barisan” ) 4. ketua menberi aba – aba tegak gerak ) 10. KESLAP ( Kesiapan Lapangan ) 1. setelah itu memberi aba –aba “ periksa kerapian laksanakan.

e.setelah itu diikuti penolong yang membawa penderita. Setelah menjajaki dan mencoba nya sendiri. Pagar tembok a. kedilakukan gerakan menarik dari depan dan mendorong dari belakang sampai ujung tandu paling belakang ± 2 jengkal dari ujung pegangan diletakkan pada tembok g. Gorong – gorong / Urung urung 1. sejenak memeriksa keadaan penderita tandu diangkat dengan tertib dan meneruskan perjalanan B. Tandu diturunkan dulu dan diletakan ± 2M dari pagar tembok b. Tandu diturunkan dulu dan diletakan ± 2M dari Ambang lorong sempit b. pemberi bendera memberitahukan tentang hasil penjajakannya kepada ketua d. dan lain –lain g. menutup dan membuka kaki harus bersamaan f. Pembawa bendera memeriksa keadaan dan mengadakan penjajakan dahulu dan meletakkan benderanya setelah melewatinya c. Pembawa bendera memeriksa keadaan dan mengadakan penjajakan dahulu dan meletakkan benderanya setelah melewatinya c. Setelah melewatinya. Penderita segera dibaringkan atau ditelungkupkan ( tergantung Pada keadaan lukanya ) .A. Pelaksaan pertama tandu diangkat tingggi oleh 4 orang penolong dengan posisi mendatar. Pada waktu berjalan dilorong sempit harus dengan gerakan menyamping dan langkah para penolong harus teratur. Pembawa bendera memeriksa keadaan dan mengadakan penjajakan dahulu dan meletakkan benderanya setelah melewatinya 3. Tandu diturunkan dulu dan diletakan ± 2M dari gorong – gorong 2. Sejenak melakukan pemeriksaan. Setelah melewati lorong sempit penderita dipindahkan kembali ke tandu. pemberi bendera memberitahukan tentang hasil penjajakannya kepada ketua 4. Pelaksanaan pertama penderita diangkat dari atas tandu oleh 3 orang penolong 5. Penderita dirapatkan dalam keadaan miring. Lorong sempit a. Kemudian diikuti anggota lainnya yang membawa peralatan TasP3K. kemudian melajuti perjalanan C. Setelah menjajaki dan mencoba nya sendiri. Pembawa bendera meloncati tembok disusul dengan 2 penolong lainnya bagian depan pengangkat tandu f. pemberi bendera memberitahukan tentang hasil penjajakannya kepada ketua d. Pelaksanaan pertama penderita diangkat dari atas tandu oleh 3 orang penolong setelah itu penolong dalam keadaan berdiri. Kemudian 2 penolong yang mengankat tandu bagian belakang segera meloncati pagar tembok h. Pembawa bendera mulai memasuki lorong empit dengan membawa tandu. 2 penolong tersebut memegang kembali ujung tandu yang diletakkan pada tembok. Setelah selesai kembali mengatur posisi seperti semula dalam pengangkatan tandu i. Setelah menjajaki dan mencoba nya sendiri. pegangan tandu depan diletakan pada pagar tembok ± 2 jengkal dari ujung pegangan e.

Cara menurunkan penderita dari ambulance a) Pembawa bendera turun terlebih dahulu. Pembawa bendera terlebih dahulu dengan memasuki gorong – gorong dengan membawa tandu melewati gorong. 2 Orang penolong mengeluarkan tandu khusus dari ambulance. Bahaya Udara 1. Badan penderita disatukan dan diikat kebadab penolong 6. Rumah sakit a.dan mencari tempat yang dianggap aman 3. Tandu penderita segera diletakkan dan para penolong segara tiarap. Pembawa bendera menbuka pintu belakang Ambulance 2. Pintu Ambulance ditutup dengan rapat F. membuka pintu belakang ambulan b) 2 orang lainya turun dari ambulan memegangi tandu dan mebuka kunci roda tandu c) Satu orang mengeluarkan tandu kosongdan disiapkan disamping kanan/ kiri ambulance d) Tandu khusus penderita ditarik keluardisambut oleh 2 orang penolong. Ambulance 1. Setelah melewati semuanya. Waktu mendengar tanda bahaya. D. Cara memindahkan penderita ketempat tidur a) Swaktu penderita diangkat masuk ruangan rumah sakit . 4. Sejenak melakukan pemeriksaan. penderita segera diangkat kembali dan diletakkan ketandu 8. kemudian kembali lagi dengan Posisi merayap . pembawa bendera melapor . segera mencari temapat yang sekiranya dianggap aman 2. Kemudian tandu khusus tersebut diangkat oleh 4 penolong untuk dimasukkan kedalam ambulance 6. serta disusul oleh Anggota lannya yang membawa tas P3K dan lain – lainnya. kemudian diangkat sama-sama oleh 4 penolongkemduian diletakkan sejajra dengan tandu kosong e) Penderita diangkat oleg 3 penolong ketandu kosong f) Dengan 4 orang pebolong tandu penderita dibawa masuk ruangan ruma sakit b. Tandu penderita diturunkan dan diletakkan ± 2M agak menyamping sebelah kiri atau kanan dari pintu ambulance 3. 7. bendera di letakkan / ditutupi pada penderita. Setelah tanda bahaya usai. dan 3 orang penolong tersebut benrtindak untuk sebagai penjaga penderita 7. 2 orang lain dapat duduk didepan sebelah pengemudi 8. kemudian melajuti perjalanan. Penderita diangkat oleg 3 orang penolong dan dipindahkan ke tandu khusus ambulance 5. Selanjutnya tandu bawaan kosong dibawa dimasukkan kedalam ambulance bersama dengan 3 orang penolong lainnya.diatas punggung salah satu penolong yang sudah dalam posisi tiarap dan siap memasuki gorong – gorong. Penolong yang membawa penderita memegang pambawa bendera kemudian dibantu dengan anggota lainya dibelakang. Bagi pembawa bendera. persisi didepan ambulance 4. kembali keposisi semula dan tandu penderita diusung kembali dan melanjuti perjalanan E.

tujuannya untuk menanamkan rasa ikhlas dalam memberi pertolongan dan tidak mempunyai hasrat untuk mendapatkan keuntungan. 7. 3. suku. KENETRALAN ( NEUTRALITY ) Ialah Memberikan pertolongan pada orang yang tak berdaya. KEMADIRIAN ( INDEPENDENCE ) Ialah bersifat merdeka. tidak berarti memihak. tujuannya untuk mempertahankan otonominya agar setiap waktu dapat mempertahankan atau bertindak sesuai dengan prinsip – prinsp kepalang merahan 5. kecelakaan. yang tujuannya meringankan penderitaan manusia tanpa perbedaan. 2. 4. KESATUAN ( UNITY ) Ialah bersifat terbuka bagi seluruh rakyatnya dan harus melaksanakan tugas kemanusian diseluruh wilayah negaranya. KESEMESTAAN ( UNIVERSALITY ) Palang Merah adalah suatu badan yang tersebar di seluruh dunia dimana perhimpunan itu mempunyai tanggung jawab dan kewajiban yang sama dengan kegiatan pertolongan . KEMANUSIAAN ( HUMANITY ) Ialah Memberikan pertolongan pada korban perang. 6. Suatu perhimpunan nasional yang membantu pemerintah untuk tugas kemanusiaan dan tunduk pada hukum negaranya masing – masing. agama. KESUKARELAAN ( VOLUNTARY SERVICE ) Ialah Bersifat suka rela. ataupun bencana alam. kemudian segera mengatur dan membereskan tempat tempat tidur b) Setelah memasuki ruangan penderita diangkat oleh 3 penolong meletakkan ketempat tidur dengan rapi dan tertib 7 PRINSIP PALANG MERAH INDONESIA 8 1.kepetugas poliklinik. walaupun yang ditolong itu adalah musuh. kedudukan. KESAMAAN ( IMPARTIALITY ) Ialah Tidak membedakan kebangsaan. yang tujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan dan menjamin penghormatan pada manusia. tujuan tidak memihak dari blok manapun dalam melakukan pertolongan.

C. Tujuan PMI…. Donor Sukarela adalah orang yang memberikan darah. plasma atau komponen darah lainnya atas kerelaan mereka sendiri dan tidak menerima uang atau bentuk pembayaran lainnya. B.5 g/dl atau lebih 4. Golongan darah A 2. Australia.sesamanya. Donor keluarga atau Donor Pengganti adalah darah yang dibutuhkan pasien dicukupi oleh donor dari keluarga atau kerabat pasien. Loustiner menemukan 4 macam golongan darah : 1. Berat badan 50 kg atau lebih 3. Amerika. Nadi 50-100/menit teratur . Syarat . Tekanan darah 120/140/80 . Pada tahun 1900 Dr. Golongan darah O Selain itu tahun 1940 ditemukan golongan darah baru yaitu Rhesus Faktor positif dan rhesus faktor negatif pada sel darah merah (erythrocyt).Syarat Calon Donor Darah : 1. Umur 17 . 2. Jenis Donor Darah Ada dua macam donor darah yaitu : 1.100 mmHg 5. Golongan darah AB 4. Untuk umat manusia siseluruh dunia PMI menghantarkan jasa Diposkan oleh MATERI di 17:05 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Donor Darah A. Kadar Hemogblin 12. Motivasi utama mereka adalah membantu penerima darah yang tidak mereka kenal dan tidak untuk menerima sesuatu keuntungan..60 tahun 2. Golongan darah B 3. Mars PMI Palang Merah Indonesia Sumber kasih Umat manusia Warisan luhur nusa dan bangsa Wujud nyata Pengayom Pancasila Gerak juangnya keseluruh nusa Mendarmakan bakti bagi Ampera Tunaikan tugas Suci…. Pengertian Transfusi Darah Transfusi Darah adalah proses pemindahan darah dari donor yang sehat kepada penderita. Rhesus Faktor positif banyak terdapat pada orang Asia dan Negatif Pada orang Eropah.

Tidak menderita penyakit infeksi . menstruasi (bagi wanita) 8. Nadi. Pengisian Formulir Donor Darah. malaria. 4. Bukan pencandu alkohol/narkoba 13. Tidak menerima transfusi darah/komponen darah 6 bulan terakhir. Tidak berpenyakit jantung. hati. Penyakit Kelamin (VDRL) Waktu yang di butuhkan pemeriksaan darah selama 1-2 jam 5. 7. Penyakit HIV/AIDS c. dan Suhu Tinggi Badan. 10. penyakit kulit kronis. Anda secara teratur memeriksakan kesehatan (tiap kali menjadi Donor/tiap 3 bulan sekali ) yang meliputi : Tekanan Darah. kejang.6. 11. Penyakit Hepatitis B b. Penyakit Dalam Penyakit Hipatitis B dan Hipatitis C Penyakit HIV/AIDS 3. 4. Dapat mengetahui Golongan Darah Tanpa di Pungut Biaya. Pemeriksaan Darah Pemeriksaan golongan. 9. Tidak mendapat imunisasi dalam 2/4 bulan terakhir. 14. Beritahu Petugas bila makan aspirin dalam 3 hari terakhir. Darah ini dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen seperti : PRC Thrombocyt Plasma Cryo precipitat E. menyusui. HIV/AIDS. hepatitis. penyumbangan 5 (lima) kali setahun. Proses Transfusi Darah 1. 3. penyakit perdarahan. kanker. Sekali menjadi Donor dapat menolong/menyelamatkan 3 orang pasien yang berbeda. 2. Pengambilan Darah Apabila persyaratan pengambilan darah telah dipenuhi barulah dilakukan pengambilan darah. tekanan darah dan hemoglobin darah. Manfaat Donor Darah 1. Penyimpanan Darah Darah disimpan dalam Blood Bank pada suhu 26 derajat celcius. . 2. ginjal. Bagi donor tetap. Pengelolahan Darah Beberapa usaha pencegahan yang di kerjakan oleh PMI sebelum darah diberikan kepada penderita adalah penyaringan terhadap penyakit di antaranya : a. Darah anda dapat menyelamatkan jiwa orang lain secara langsung. paru-paru. Tidak hamil. Berat Badan (Body Mass Index) Haemoglobine. D. Penyakit Hipatitis C d. Pendonor yang secara teratur Mendonorkan Darah (setiap 3 Bulan) akan menurunkan Resiko Terkena penyakit Jantung sebesar 30 % (British Journal Heart) seperti serangan jantung Koroner dan Stroke. 12. Kulit lengan donor sehat. kencing manis. 5.

du Pont de Memors and Co. 250-350 ml.F. Sayangnya. Tali ini pertama kali diperkenalkan oleh W. seorang ahli kimia dan di produksi oleh E. 4.H. 2. Informed Consent : Darah diperiksa terhadap IMLTD (Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) . Pengambilan Darah 1. Ada ungkapan yang sering kita dengar dari penggiat Rock Climbing & penelusuran gua adalah “ Tali Adalah Hidupmu “. HIV. menarik. Secara etimologi. menambat. wol. tali-temali dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan fungsi dan kegunaan tali. yang memiliki daya tahan yang lebih lama dan lebih kuat dari tali yang terbuat dari serat alam. Serat alam yang digunakan kebanyakan dari ijuk atau rambut dan serat alam lainnya seperti kapas. BAHAN TALI . 5. Diposkan oleh MATERI di 17:05 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz TALI PENDAHULUAN Salah satu peralatan vital yang digunakan dalam kegiatan Manjat Tebing dan penelusuran gua adalah Tali. Keyakinan kita tentunya didasari karena pengetahuan yang kita miliki tentang tali yang didesain khusus untuk kegiatan kita. menjerat. khususnya dalam hal bahan dan konstruksinya. Carothers. 3. yakni serat alam mudah mengalami pembusukan dan penyusutan sehingga tidak bertahan lama. Hepatitis C.I. pada tahun 1938. tali juga mengalami perkembangan. tetapi pasti lahir dari pendalaman atau penghayatan yang dalam terhadap bagaimana tali menjadi sesuatu yang sangat penting. maka terciptalah tali yang terbuat dari bahan sintetis. serta-serat tumbuhan yang lain. dimana kita menggantungkan nyawa yang kita miliki dengan penuh keyakinan pada seutas tali. tali yang terbuat dari serat alam tersebut masih memiliki keterbatasan. Tali pada mulanya berasal dari akar-akar pohon. sutera. Mengikuti Prosedur Kerja Standar. Sifilis). Hepatitis B. menggantung dsb. tergantung berat badan. maka selanjutnya manusia menciptakan tali dari anyaman serat alam dengan menggunakan peralatan tenun yang masih sederhana. Oleh petugas yang berwenang. Menggunakan peralatan sekali pakai. Jika tali pada mulanya hanya berupa akar-akar pohon. Tali adalah untaian serat panjang yang terbuat dari berbagai bahan yang berfungsi untuk mengikat. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan manusia. Hal ini tentunya memaksa manusia untuk mencari alternatif tali yang bagus. Ini bukan hanya sekedar ungkapan. dan karena tuntutan kebutuhan akan tali yang semakin meningkat.

yaitu Nilon 6 dan Nylon 6. Oleh karena itu kedua jenis bahan ini cocok untuk kegiatan yang banyak berhubungan dengan air. yakni Type 707 digunakan pada Bluewater II dan Type Super 707 digunakan pada Bluewater III. Polypropylene memiliki titik lebur yang tinggi (1650C) dibanding Polyethylene (1100C – 1200C).6 terdiri atas dua jenis. Namun demikian tali dari bahan ini tidak cocok untuk kegiatan Rappling dan Prusiking. yaitu tali yang terbuat dari serat alam dan tali yang terbuat dari serat sintetis. Serat Campuran (Copolymer) Mengingat serat-serat sintetis yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan. Serat Kwalitas Tinggi (High Performance Fibers) Kevlarϖ Serat Kevlar merupakan bahan tali yang memiliki daya tahan pada suhu yang tinggi (8000F atau 4270C) dan memiliki kekuatan tuju kali kekuatan baja. C. seperti perlon di Perancis. Namundemikian. maka dengan cara mencampurkan kedua bahan yang berbeda akan menghasilkan jenis tali yang berkualitas sesuai dengan yang diinginkan. Nylon 6 memiliki sejumlah nama sesuai dengan tempat pembuatannya. namun Terylene memiliki daya tahan sentakan yang lebih rendah dibanding Nylon. dsb. enkalor di Jepang. serta daya tahan matahari yang lebih bagus dibanding Nylon 6. Sedangkan tali jenis serat sintetis adalah sbb: A. Nylon t 6.6. Terylene memiliki daya tahan terhadap asam dan alkalis serta memiliki daya tahan abrasi yang bagus.6 ini memiliki titik lebur 2600C. Kevlar mudah putus jika dibengkokkan. Kedua bahan ini sebenarnya hampir sama dengan Nylon. Polyester Tali dari bahan ini biasanya terbuat dari Dacron dan Terylene. E. Disamping itu tahan terhadap zatzat asam. Nylon 6 ini memiliki titik lebur 2150C – 2200C.0 B. Nylon 6. sisal. Campuran yang sering dilakukan adalah kombinasi antara Polyester dengan Polyprophylene. seperti dibuat simpul karena kurang mampu menyerap tekanan . Tali yang terbuat dari serat alam seperti rami (hemp). dan grilon di Swiss.6. Daya Tahan Abrasi (Abbration Ressistance). Polyolefin Polypropylene dan Polyethylene adalah dua jenis Polyyolefin yang memiliki sifat yang dapat mengapung dan tidak menyerap air. Nylon Nylon adalah nama sebuah zat kimia dari gugusan polyamida. Nylon 6 memiliki Daya Renggang (Stretch Ressistance). Terdiri atas dua jenis. manila.Tali menurut bahannya terdiri atas dua jenis. Keduanya memiliki sifat yang hampir sama. D. serat ini tidak than terhadap UV dan beberapa bahan kimia.

Liquid Crystal Polymers (LCPs)ϖ Serat ini merupakan serat yang sangat kuat terbuat dari Polymer Kristal cair. PERSYARATAN TALI Memilih tali yang baik digunakan dalam penelusuran Gua Vertical. 8 mm sangat baik digunakan untuk gua yang dalam karena ringan yang tentunya memudahkan dalam packing dan membawanya. jenis tali ini mempunyai Elongasi yang kecil dan digunakan untuk kegiatan penelusuran gua. serta tahan terhadap UV dan bahan kimia. minimal 1500 kg C. Foot Loop. Satuannya bisa . memiliki daya tahan abrasi yang bagus. Keuntungan dari serat ini adalah tidak mudah meyerap air (mudah terapung). harus memenuhi standar minimal dibawah ini : A. Biasanya tertulis Breaking Strength (Kekuatan Putus). Spectraϖ Bahan spectra memiliki kekuatan sampai sepuluh kali kekuatan baja. Bahan ini memiliki daya tahan terhadap suhu dan bahan kimia yang sangat tinggi. Tali atau webbing yang terbuat dari bahan ini disebut SPECTRA. Konstruksinya adalah Kernmantle B. dan memiliki titik lebur yang rendah (1500F atau 660C). Titik Leburnya mencapai 200° C DIAMETER TALI Tali yang sering digunakan berdiameter 3 – 13 mm. D. B. Namun. Low-Stretch Kernmantle. 9 -10 mm adalah ukuran tali yang standar untuk Caving dan tali 11 mm sangat baik untuk Rescue. Cowstail dan dijadikan Sling untuk pemasangan Anchor. KEKUATAN TALI Untuk mengetahui kekuatan tali kita dapat melihatnya pada Catalog atau Manual Book dari tali tersebut. High-Stretch Kernmantle. Webbing. Diameter tali 8 – 11mm E. Breaking Strength.longitudinal. bahan spectra tidak lentur. tidka kuat jika disimpul. Harus mampu menahan beban sentak minimal dua kali FF1 dengan beban 80 kg. KONSTRUKSI TALI A. C. tali yang mempunyai elongasi yang tinggi. Untuk kegiatan Penelusuran Gua vertical tali yang digunakan berdiameter 8 – 11mm. tali ini adalah jenis tali pipih digunakan sebagai bahan Harness. Tali ini biasanya digunakan untuk Pemanjatan Tebing.

Pengurangan ini tidak permanen. Umumnya menggunakan rumus Breaking Strength / 5.ketika dibuat simpul pada tali. Djambatan 7 Cara Membuat dan Memperbaiki Jaring. 1 KN kalau dikilogramkan sebanyak 100 Kg. kalau penggunaan untuk manusia BS / 10 dan untuk Rescue BS / 15. Ada juga yang namanya Numbers of Falls.Tali dalam keadaan basah. Tarsito 5 Basic Safety Training (BST). Diameter Elongasi 80 Kg ( % ) Kekuatan ( Kg ) Jumlah Jatuh FF1 80 Kg Jarak 1m 11 1. Hidros TNI AL 10 Daftar Ilmu Pelayaran 1984 Djadajat 11 Daftar Pasang Surut Kepulauan Indonesia. Hidros TNI AL 2 Almanak Nautika. berikut ini table tentang Perbandingan kekuatan tali dengan berbagai ukuran diameter. 1986 Djadajat 3 Bahan dan Alat Tangkap. SMKN 1 Mundu 6 Biologi Laut.5 tahun Basah 4 1 Alamanak Nautika. (Standarnya menggunakan FF1 dengan beban 80 Kg). Hanya pada saat ada simpul tersebut. yaitu berapa kali beban dijatuhkan hingga tali tersebut terputus.25 3000 10+ 10 2 2500 8 – 20+ 9 3 1800 3 – 10+ 8 4 1500 2 – 3 7 4 1000 0 – 2 Webbing solid 25 mm 1500 – 2400 Webbing tubular 25 mm 1800 .dalam KN (Kilonewton) atau KG (Kilogram). Usia Kering / Basah Jumlah Jatuh FF1 beban 80 kg Jarak 1 m Baru Kering 41 Baru Basah 25 4. Setelah mengetahui breaking stengthnya yang penting juga harus diketahui adalah SWL (Safe Working Load) atau beban kerja yang aman.2250 Table Perbandingan Kekuatan Tali Hal yang harus diperhatikan adalah pengurangan kekuatan tali.5 tahun Kering 4 4. . Tali yang basah bisa berkurang kekuatnnya sampai 35%. Angkasa 8 Daftar Arus Pasang Surut Kepulauan Indonesia. yaitu disebabkan oleh tegangan dan tekanan yang terjadi pada tali akibat simpul yang dibuat. Hidros TNI AL . maka pada saat itu pula terjadi pengurangan kekuatan. Hidros TNI AL 9 Daftar Ilmu Pelayaran. Ada berapa hal yang bisa mengurangi kekuatan tali yaitu : . Supardi Ardidja 4 Bangunan Kapal.

H.Drs.R Soebekti 25 Hukum Maritim. H.M.Djambatan 41 Mempelajari Bintang .Inggris .Capt. Handayawati 50 Pedoman Gyro. Pelayaran Tarsito 38 Kitab UU Hukum Dagang. H.R Soebekti 28 Ilmu Pelayaran Astronomi . Anonim 21 Fishing Boat Of The World 2 .5.Capt. Baruna 52 Pengantar Oceanografi.4 . (New Edition) Pustaka Beta 36 Katalog Peta . H.Thamrin . Usman 24 Hitung Pelayaran. Sarana Cipta Ilmu 45 Menjangka Peta . Anonim 23 Hitung Pelayaran . Sarana Cipta Ilmu 42 Memuat. Dr.Bintang. BARIND 56 Perlengkapan Kapal .ML. Palumian 33 Kamus Bhs. Capt. Indonesia . Inggris . Pradnya Pramirtha 55 Peraturan Perundang . Capt. FAO 19 Fish Catching Methode Of The World Fishing News Book Ltd 20 Fishing Boat Of The World 1. H. Tarsito 16 Dinas Jaga.Hidros TNI AL 37 Keahlian Pelaut dan Ilmu.H. Baruna 17 English For Nautical & Technical.R Soebekti 26 Hukum Laut Indonesia.R Soebekti 49 P3K / Pelayanan Medis. H. Djadajat 18 FAO Catalogue Of Fishing Gear.CV. 1993 BA 32 Intisari Alat . Jhon M.R Soebekti 51 Penanganan Hasil Tangkap. Echol 35 Kamus Istilah Pelayaran dan Perkapalan.undangan NPL .alat Navigasi .Jhon M. Djambatan 54 Pengolahan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Scr Terpadu. Hidros TNI AL 13 Daftar Suar Indonesia. Capt.Indonesia. H.Hidros TNI AL 31 Internasional Code Of Signal Rev. Pradnya Pramitha 39 Komunikasi . Capt.ML. Rineka Cipta 27 Ilmu Cuaca .Capt.12 Daftar Ranjau Perairan Indonesia. Hidros TNI AL 14 Data Cuaca Perairan Indonesia. Djadajat 43 Mengenal Mercusuar . UII Press 53 Pengertian Hukum Dagang Indonesia .Sarana Cipta Ilmu 44 Menggalakan Perikanan Laut.Anonim 22 Fishing Boat Of The World 3. H. Palumian 46 Metode Penangkapan Ikan 1 dan 2.R Soebekti 30 Informasi Pelabuhan Indonesia .Djadajat 40 Laut Nusantara Cet .Capt.Capt. Echol 34 Kamus Bhs. Hidros TNI AL 15 Deck Seaman Ship.1972.R Soebekti 29 Ilmu Pelayaran Datar . Supardi Ardidja 47 Olah Gerak Kapal Capt.R Soebekti 48 P2TL .

Tarsito 9 Ikhtisar Praktis Teknik Mesin Jilid I. Tarsito 27 Teknik Pemeliharaan Mesin Dan Keselamatan Kerja Bengkel.Dirjen HubLa 62 Prosedur Ekspor Peranan Armada Laut.prinsip Pengantar Turbin Uap dan Mesin Uap .Pradnya 16 Motor Diesel . Tarsito 21 Rangkuman Bahasan Ketel Uap. Hidros TNI AL 60 Petunjuk Peta Laut Kepulauan Indonesia Bag.Gambar ). Tarsito 10 Ikhtisar Praktis Teknik Mesin Jilid II .prinsip Pompa Dan Pesawat Angkat. Tarsito 25 Teknik Listrik Perkapalan . YP Djadajat 19 Prinsip . Palumian 68 Stabilitas dan Bangunan Kapal. Tarsito 22 Servomekanik dan Instrumentasi.Tarsito 8 Ikhtisar Praktis Servo Mekanik. Barat. 1 . Timur . H.Tarsito 20 Prinsip . Angkasa 70 Tata Niaga Hasil Perikanan . Tarsito 7 Ikhtisar Praktis bagian . ML.soal Ujian Negara Berikut Penyelesaiannya U/ AMK "B" PB. Tarsito 23 Soal2 Ujian Negara Dan Penyelesaiannya Turbin Uap AMK "B" . Tarsito 3 Bahasan Praktis Mesin Diesel Untuk Alat Berat. Hidros TNI AL 67 Stabilitas.57 Peta Cuaca Indonesia Hidros.Bagian Mesin . Tarsito 6 Contoh Perhitungan Turbin Uap.UII Press 71 Teknik Penangkapan Ikan.YP Djadajat 26 Teknik Mengelas Dan Kerja Pelat. Tarsito 14 Keselamatan Kerja. Tarsito 5 Contoh Perhitungan Motor Diesel 4 Langkah. Capt. DKP 66 Sistem Pelampung " A ". Tarsito 28 Teori Da Penyelesaian Ujian Negara AMK " B " Ketel Uap. YP Djadajat 15 Menggambar Mesin .Hidros TNI AL 59 Petunjuk Peta Laut Kepulauan Indonesia Bag. Tarsito 63 Rencana Lintasan. Tarsito . Pustaka Beta 69 Tali Temali dan Splices.R Soebekti 64 SCTW '95 dan Amandemen 1 65 SCTW F '95. A.Tarsito 11 Ikhtisar Praktis Teknik Pendingin ( Mesin Pendingin ).Pradnya 17 Pengetahuan Metalurgy ( Ilmu Bahan Logam ) . Tarsito 4 Bangunan Kapal ( Buku Pegangan Nama dan Gambar . Hodson Teknika Kapal Perikanan Laut 1 " MOTOR BAKAR " Soal Ujian Negara Dan Penyelesaian U/ AMK "A" PB. Tarsito 12 Ilmu Bahan Teknik . Tarsito 30 Turbin Uap Dan Mesin Uap ( Teori soal2 Ujian Negara AMK "A" PB ).Tarsito 24 Tanya Jawab Teknik Pendingin.Hidros TNI AL 61 Polusi Laut . Tarsito 2 "MOTOR" Soal . Tarsito 29 Teori Turbin Uap ( U/ Ahli Mesin Kapal 'C" PB ). TNI AL 58 Peta No.STP 13 Keahlian Pelaut Dan Ilmu Pelayaran.Tarsito 18 Pesawat Bantu. Rineka Cipta 72 The Fishing Cadet's Handbook .

PENEBAR 47 Teknik Pengolahan Ikan Cucut. KANISIUS 21 Membuat Aneka Olahan Ikan .KPD 29 Membuat Roti Ikan. AGROMEDIA 3 Aneka Olahan Udang . KPD 40 Pengawetan dan Pengolahan Ikan . KPD 15 Kerupuk Udang Sidoarjo. PENEBAR 5 Bandeng Asap. KPD 37 Pempek. KANISIUS 11 Ikan Peda. KANISIUS 12 Industri Pemindangan Ikan.PENEBAR 14 Kerupuk Ikan. PENEBAR 33 Pembuatan Bakso Ikan dan Daging. KANISIUS 35 Pembuatan Fish Finger. KPD 49 Transportasi Hidup. KPD 18 Membuat Aneka Abon . KPD 27 Membuat Kaki Naga. KANISIUS 44 Sosis Ikan.KPD 26 Membuat Ikan Kayu. KPD 25 Membuat Fillet Ikan . F.KPD 43 Sale Ikan Lele. KPD 36 Pemindangan.PENEBAR 19 Membuat Aneka Abon . KPD 46 Teknik Penanganan Ikan . AGROMEDIA 2 Aneka Masakan dari Lele.G WINARNO Budidaya Perikanan 1 Agar Ikan Hias Cemerlang.KPD 42 Pengolahan Bandeng Presto . PENEBAR 13 Industri Pengasapan Ikan . KPD 45 Steak Tuna. KANISIUS 6 Beberapa Metode Pengolahan Tepung Ikan . KPD 31 Membuat Terasi. KPD 30 Membuat Tepung Ikan. KANISIUS 48 Terasi. KPD 17 Membuat Abon Ikan. KPD 39 Pengasaman Ikan.KANISIUS 20 Membuat Aneka Dendeng. PENEBAR 23 Membuat Bakso Ikan & Daging . KANISIUS 32 Olahan Ikan Segar.KANISIUS 41 Pengeringan Ikan . KPD 38 Pengalengan Ikan.macam Bakso Ikan.KANISIUS 4 Aneka Produk Olahan Limbah Ikan dan Udang. KPD 9 Ikan Asin . KPD 28 Membuat Otak . KANISIUS 8 Daging dan Sirip Ikan Hiu.KANISIUS 7 Cara Praktis Pembuatan Pempek.KANISIUS 24 Membuat Burger Ikan.otak . Penebar swadaya . PENEBAR 34 Pembuatan Dodol Rumput Laut. KANISIUS 16 Macam .Teknologi Hasil Pengolahan Perikanan 1 Aneka Masakan dari Gurami.KANISIUS 10 Ikan Duri Lunak.PENEBAR 22 Membuat Aneka Olahan Rumput Laut.

Penebar swadaya 47 Lobster Air Tawar Komoditas Perikanan Prospektif . Penebar swadaya 9 Biologi Dasar.Penebar swadaya 57 Mencegah & Menagggulangi Penyakit Ikan Hias. Penebar swadaya 20 Budidaya Ikan Mas Scr Intensif. Penebar swadaya .Penebar swadaya 51 Membuat Akuarium. Penebar swadaya 3 Agribisnis Perikanan.Penebar swadaya 25 Budidaya Lele Dumbo Scr Intensif Revisis . Penebar swadaya 16 Budidaya Ikan Di Jaring Terapung .Agromedia 36 Cermat dan Tepat Memasarkan Gurami . Penebar swadaya 23 Budidaya Lele.Penebar swadaya 17 Budidaya Ikan di Pekarangan.labi Komoditas Perikanan Multimanfaat . Agromedia 21 Budidaya Ikan Nila Scr Intensif. Penebar swadaya 31 Budidaya Udang Galah GiMarco. Penebar swadaya 14 Budidaya Gurami. Penebar swadaya 44 Labi .Penebar swadaya 56 Memproduksi Benih Tiram Mutiara .Penebar swadaya 43 Koi.Agromedia 33 Budidaya Udang Organik Secara Pertikuler. Penebar swadaya 54 Memelihara Ikan di Kolam Tadah Hujan.Agromedia 45 Lele Ikan Berkumis Paling Populer.2 Agar Ikan Sehat.Jenis Identifikasi genera. Agromedia 29 Budidaya Patin Super. Penebar swadaya 6 Belut Budidaya dan Permasalahan. Penebar swadaya 34 Budidaya Udang Windu. u/ Konsumsi dan Hias.swadaya 28 Budidaya Patin Scr Intensif. Agromedia 19 Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer. Agromedia 7 Beternak Lele Dumbo. Penebar swadaya 18 Budidaya Ikan Di Sawah.. Penebar swadaya 49 Manajemen Agribisnis Perikanan.Agromedia 11 Budidaya Belut dan Sidat ( Revisi ). Penebar swadaya 4 Avertebrata Air I. Penebar swadaya 12 Budidaya Bandeng Scr Intensif. Agromedia 22 Budidaya Ikan Patin. Penebar swadaya 50 Memacu Pertumbuhan Gurami . Agromedia 46 Lobster Air Tawar. Agromedia 30 Budidaya Teripang. Penebar swadaya 32 Budidaya Udang Galah Scr Intensif . Penebar swadaya 41 Kiat Budidaya Ikan Mas di Lahan Kritis.Agromedia 48 Makanan Ikan. Penebar swadaya 24 Budidaya Lele di Kolam Karpet . Penebar swadaya 55 Memelihara Lele Dumbo di Kolam Taman . Penebar swadaya 13 Budidaya Bawal Air Tawar. Penebar swadaya 38 Ikan Hias Laut Indonesia . Agromedia 15 Budidaya Gurami ( Revisi ).Penebar swadaya 39 Ikan Mas Kolam Air Deras . Penebar swadaya 35 Budidaya Udang Windu Scr Intensif .Penebar swadaya 40 Kakap Merah : Jenis. Penebar swadaya 10 Budiaya Lele Lokal Scr Intensif Revisi .Penebar swadaya 5 Avertebrata Air II. Penebar swadaya 52 Membuat Pakan Ikan Konsumsi. Agromedia 8 Betutu. Agromedia 27 Budidaya Pakan Ikan Alami U/ Ikan Penebar .Agromedia 26 Budidaya Lobster Air Tawar. Agromedia 53 Memelihara Ikan Bersama Ayam.Agromedia 37 Gurame Soang. Penebar swadaya 42 Kiat Memasarkan Ikan Hias .

Sawah dan Longyam. Ikan Air Tawar Di bbg.com/2009/02/pustaka-smk-pelayaran-dan-perkapalan. Penebar swadaya 61 Nila. Penebar swadaya 81 Teknik Kawin Suntik Ikan Ekonomis. Macan. Penebar swadaya 85 Usaha Pembenihan Ikan Hias Air Tawar. Nabati u/ Penyakit Ikan. Lingk. Penebar swadaya 59 Meramu Pakan Ikan Kerapu Bebek.html . Kerapu. Penebar swadaya 69 Pembenihan Kerapu Skala Rumah Tangga.Penebar swadaya 84 Usaha Pembenihan Gurami. Penebar swadaya 65 Pembenihan & Pembesaran Gurami Scr Intensif .Penebar swadaya 83 Usaha Pembenihan & Pembesaran Tawes . Pemeliharaan. Penebar swadaya http://yirfan.Agromedia 66 Pembenihan & Pembesaran Kerapu Bebek. Benih Ikan Jantan atau Betina. Penebar swadaya 80 Sex Reversal : Memprod. Penebar swadaya 67 Pembenihan Gurami di dalam akuarium. Penebar swadaya 62 Pakan Ikan & Udang Formulasi Pembuatan . Penebar swadaya 72 Pembesaran Ikan Mas Di Kolam Air Deras . Malabar.Agromedia 75 Pembesaran Nila Merah Bangkok Penebar swadaya 76 Pengantar Akuakultur Penebar swadaya 77 Pengelolaan Usaha Pembenihan Ikan Mas.Penebar swadaya 63 Panduan Menghitung Biaya Usaha Lele Dumbo.58 Mengatasi Permasalahan Budidaya Lele Dumbo. Agromedia 68 Pembenihan Ikan Laut Ekonomis.Agromedia 74 Pembesaran Lele Dumbo Di Pekarangan . Penebar swadaya 78 Permasalahan Gurami dan Solusinya. Agromedia 70 Pembenihan Patin. Kakap. Lumpur.blogspot. Penebar swadaya 60 Merawat Lobster Hias Di Akuarium. Penebar swadaya 64 Pembenih & Pembesaran Lele di Pekarangan. Penebar swadaya 82 Udang Vannamei .Agromedia 73 Pembesaran Ikan Mas di Kolam Pekarangan . Penebar swadaya 71 Pembes. Penebar swadaya 79 Ram.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful