NAMA NIM

:HAPPY CYNTHIA K. :142100212 BAB 5

PENDEKATAN REGULATORIS UNTUK PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI  HAKIKAT STANDAR AKUNTANSI Standar memberikan aturan-aturan praktis dan bermanfaat bagi pekerjaan seorang akuntan. Standar secara umum dapat diterima sebagai akuntan baku, yang didukung oleh sanksi-sanksi untuk setiap ketidakpatuhan. Standar akuntansi biasanya terdiri dari tiga bagian: 1. Deskripsi masalah yang harus dipecahkan 2. Diskusi dengan pertimbangan yang sehat atau cara-cara untuk menyelesaikan
masalah

3. Selanjutnya sejalan dengan keputusan atau teori yang ada, solusi yang disarankan Edey membagi persyaratan standar menjadi empat tipe utama: o Tipe 1 menyatakan bahwa para akuntan harus memberitahukan kepada masyarakat apa yang mereka lakukan dengan mengungkapkan berbagai metode dan asumsi (kebijakan akuntansi) yang mereka gunakan. o Tipe 2 ditujukan pada tercapainya suatu keseragaman dalam penyajian laporan-laporan akuntansi. o Tipe 3 meminta adanya pengungkapan atas masalah-masalah spesifik dimana pengguna mungkin diminta untuk menerapkan pertimbangannya sendiri. o Tipe 4 mensyaratkan dibuatnya keputusan implisit atau eksplisit mengenai valuasi (penilaian) aktiva dan penetuan laba yang telah disetujui. Alasan mengapa standar akuntansi itu dibuat adalah: 1. Standar memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan penyelenggaraan sebuah perusahaan kepada para pengguna informasi akuntansi.

3. 2. American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) American Institute Of Certified Public Accountants (AICPA) adalah organisasi pengoordinir profesional bagi para praktisi Certified Public Accountants di Amerika Serikat. Hal ini timbul dari adanya kesadaran bahwa dalam kebijakan akuntansi pada dasarnya adalah suatu hal politik dilihat ahwa mereka beroperasi untuk kebaikan dari beberapa kelompok dalam masyarakat dan memberikan kerugian bagi kelompok yang lainnya.  TUJUAN PENETAPAN STANDAR Terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan. Pendekatan konsekuensi ekonomi Mendukung pengadopsian standar yang akan memberikan konsekuensi ekonomi yang baik daripada konsekuensi ekonomi yang buruk. Standar memberikan database kepada pemerintah mengenai berbagai variabel yang diangap sangat penting dalam pelaksanaan perpajakan. 3. 2. 4. Pendekatan ketepatan penyajian Mendukung pelaporan secara netral dan pencarian ketepatan penyajian melalui proses penetapan standar. Standar menumbuhkan minat dalam prinsip-prinsip dan teori-teori bagi mereka yang memiliki perhatian dalam disiplin ilmu akuntansi. perbedaannya terletak pada sasaran pelaporan keuangan: 1. Dua . Pendekatan kritikal interpretatif Bahwa pelaporan keuangan hendaknya digunakan sebagai suatu instrumen perubahan sosial. Standar memberikan pedoman dan aturan tindakan bagi para akuntan publik yang memungkinkan mereka untuk menerapkan kehati-hatian dan kebebasan dalam menjual keahlian dan integritas mereka dalam mengaudit laporanlaporan perusahaan dan membuktikan validitas dari laporan-laporan tersebut. regulasi perusahaan. perencanaan dan regulasi ekonomi serta peningkatan efisiensi ekonomi dan sasaran-sasaran sosial lainnya.  ENTITAS-ENTITAS YANG BERKEPENTINGAN DENGAN STANDAR AKUNTANSI 1.2. Individual dan kantor akuntan publik Individual dan kantor akuntan publik bertanggung jawab melalui auditor-auditor mereka untuk secara independen mensertifikasi laporan keuangan perusahaan telah menyajikan hasilhasil dari aktivitas bisnis dengan wajar dan akurat.

APB menerbitkan opini-opini yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai pedoman bagi praktikpraktik akuntansi kecuali yang telah diatur sebelumnya pernyataan – FASB Statement. Antara tahun 1959 dan 1973. Securities and Exchange Commission (SEC) Dibentuk oleh UU Kongres pada tahun 1934. Financial Accounting Standards Boards (FASB) Financial Accounting Standards Board – FASB (Badan Standar Akuntansi Keuangan) menggantikan APB di tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi. 3. 5. Committee on Accounting Procedures . Badan Pengawas Pasar Modal AS (SEC) terutama bertanggungjawab untuk menyelenggarakan administrasi berbagai hukum yang . Lebih dari dua puluh tahun.AAA juga bertindak sebagai forum di mana para akademisi mengekspresikan pandangan-pandangan mereka akan berbagai topik dan permasalahan akuntansi.diberi wewenang untuk berbicara atas nama AICPA. masing-masing dibidang keuangan dan akuntansi biaya dan audit. Accounting Accounting Association (AAA) American Accounting Association (AAA) adalah Orginasasi para akademis akuntansi dan setiap individu yang tertarik dalam peningkatan praktik dan teori akuntansi.CPA (komite prosedur akuntansi) dari AICPA telah bekerja keras untuk mempersempit perbedaan-perbedaan yang telah terjadi dalam pelaporan perusahaan dengan menghapuskan praktik -prakti yang tidak diinginkan. Accounting Principles Board (APB) (Badan Prinsip Akuntansi) yang bertujuan “untuk memajukan penyajian tertulis dari hal hal yang membentuk prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Accounting Review dipergunakan sebagai media untuk saling bertukar pikiran dan hasil-hasil para periset di bidang akuntansi. CPA mengadopsi suatu pendekatan Ad hoc dan pragmatis bagi masalah-masalah yang controversial. Pada tahun 1937. baik secara individu ataupun melalui komite yang ditunjuk khusus oleh organisasi. Sejak tahun 1958 CPA telah menerbitkan 51 Accounting Research Bulletin (ARB) yang menyarankan perlakuan-perlakuan akuntansi untuk berbagai persoalan dan transaksi. Jurnal kuartalannya. FASB adalah Badan independen yang berwenang dan ditugaskan untuk menetapkan dan meningkatkan standar pelaporan dan akuntansi keuangan yaitu standar-standar yang berhubungan dengan pencatatan informasi yang bermakna mengenai peristiwa-peristiwa dan transaksi-transaksi ekonomi dalam cara yang berguna dalam laporan keuangan. AICPA membentuk satu badan baru.komite teknis seniornya yang penting – Accounting Standards Executive Committee (AcSEC) dan Auditing Standards Executive Committee (AudSEC) . Pada tahun 1959. 4.

Pengguna langsung meliputi: i. ii. iii. v. Para Pengguna Laporan Keuangan a. Pengguna tidak langsung meliputi: i. Contohnya IAI di Indonesia. Aktif vs pasif c. Pemilik perusahaan dan para pemegang sahamnya Kreditur dan pemasok Manajemen perusahaan Otoritas perpajakan Pekerja dalam suatu organisasi Para pelanggan b. ii. viii. x. Terdiversifikasi vs tidak terdiversifikasi b. vi. vii. ix. iii.dimasksudkan untuk mengatur sekuritas dan untuk memastikan ketepatan dari pelaporan keuangan dan pengungkapan perusahaan-perusahaan Amerika. Analis dan penasihat keuangan Bursa saham Pengacara Pihak-pihak yang berwenang dalam pengaturan atau pendaftaran Pers keuangan dan agen-agen pelaporan Asosiasi perdagangan Serikat pekerja Pesaing Masyarakat umum Departemen pemerintah lainnya Konstituen dari lingkungan pelaporan keuangan terdiri atas: 1. 6. Profesional vs Non profesional 2. iv. Organisasi Profesional Lainnya Organisasi ini secara aktif terlibat dalam pembuatatan standar akuntansi di negaranya masing-masing. 7. v. Para investor a. vi. Perantara Informasi . iv.

Terutama dibuat untuk memberikan perlindungan dan kebaikan bagi masyarakat umum.a. Terdapat dua kategori utama dalam regulasi suatu industri tertentu: 1. 2. Agen Pemeringkat Obligasi c. Teori-teori kepentingan publik. Manajemen a. berpendapat bahwa regulasi diberikan sebagai suatu jawaban atas permintaan publik akan perbaikan dari harga-harga pasar yang tidak efisien dan tidak adil. Agen Pemeringkat Saham d. Perusahaan besar vs perusahaan kecil b. Kelompok yang berkepentingan atau teori-teori tangkapan. Perusahaan publik vs Perusahaan pribadi 5. Para Regulator a. Teori-teori Regulasi Regulasi pada umumnya diasumsikan harus diperoleh oleh suatu industri tertentu dan dirancang serta dioperasikan terutama untuk kepentingannya sendiri. Analis Keuangan b. Auditor a. berpendapat bahwa regulasi diberikan sebagai jawaban atas permintaan dari kelompok dengan . FASB b. Perusahaan Pialang 3. Nasional vs Lokal b. Layan Penasihat Investasi e. Praktik SEC vs Praktik non SEC  SIAPA YANG BERWENANG MENETAPKAN STANDAR? A. SEC c. Kongres 4.

dengan maksud untuk memaksimalkan laba dari para anggotanya. C.kepentingan khusus. Pendekatan pasar bebas Pendekatan pasar bebas dalam menghasilkan standar akuntansi dimulai dari asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan sebuah produk yang bersifat ekonomis.Kegagalan pasar sebagai isu alokasi yang belum optimal dapat disebabkan oleh:    Keengganan perusahaan mengungkapkan informasi. Pada dasarnya kegagalan pasar maupun kebutuhan untuk mencapai tujuan sosial memaksa adanya regulasi akuntansi. Versi utama dari teori ini adalah: i. Opini pasar yang tidak diregulasi Pihak yang tidak menginginkan regulasi menggunakan teori agensi untuk mempertanyakan mengapa harus ada insentif untuk pembuatan laporan yang handal dan sukarela bagi pemilik. Perusahaan dituntut untuk menyajikan laporan secara sukarela dan pengguna informasi dapat memaksa pihak-pihak terkait untuk menyajikan informasi tersebut. Haruskah Kita Mengatur Akuntansi? Terjadi perdebatan mengenai apakah akuntansi sebaiknya diatur atau tidak 1). Atas dasar tersebut informasi akuntansi merupakan subjek kekuatan permintaan dari para pengguna dan disediakan oleh para penyaji. 2). . Tujuan ini mencakup kewajaran laporan. pasar akan menyediakan informasi asalkan harga yang ditawarkan melebihi biaya informasi tersebut. Hasilnya adalah sejumlah pengungkapan informasi yang optimal pada tingkat harga yang optimal pula. sama seperti barang atau jasa lainnya. Kapan suatu informasi diperlukan dan sejumlah harga tertentu ditawarkan untuk itu. Opini pasar yang diregulasi Pihak yang menginginkan regulasi menggunakan argumentasi kepentingan umum. Teori regulasi kaum elit yang menguasai politik ii. untuk menilai dan menentukan kompensasi manajer. Kebutuhan untuk mencapai tujuan sosial yang memuaskan juga mendukung perlunya regulasi akuntansi. Teori regulasi ekonomi: kekuatan ekonomi B. Adanya penyelewengan. Penyajian informasi akuntansi secara tidak semestinya. informasi yang disajikan secara seimbang (information symmetry) dan perlindungan investor. laporan keuangan digunakan untuk memonitor hubungan kerja. Untuk menyelesaikan konflik antara pemilik dan manajemen.

FASB terlihat sukses dalam memperoleh tanggapan dari berbagai konstituensinya dan dalam menanggapi sejumlah masukan. FASB tampak mampu menarik. mengimplementasikan  sistem pengukuran dan pengungkapan alternatif.  Tindakan yang berhubungan dengan regulasi seharusnya tidak digunakan untuk memperbaiki pelanggaran hukum. kantor akuntan publik dan korporasi.D. atau memerangi perilaku anti sosial.   FASB sering dituduh tidak independen dari dari konstituennya yang besar. Accounting Priciples Board (1959-1973) dan Financial Accounting Standar Board (1973-sekarang). Regulasi harus dirancang untuk mencegah kemungkinan atau realitas perubahan sosial. orang-orang yang memiliki pengetahuan teknis yang diperlukan untuk mengembangkan. Argumen yang digunakan penentangnya antara lain.  FASB tidak memiliki statutori dan kekuatan untuk memaksakan aturan yang dibuatnya. serta menghadapi penolakan oleh Kongres maupun oleh lembaga pemerintah lainnya. Argumen yang digunakan pendukungnya antara lain. E. daripada para pendukung regulasi harus membuktikan bahwa regulasi tersebut memang terjamin. Kegagalan regulasi menurut Buckey dan O’Sullivan:  Fenomena biaya-nol . Regulasi Standar Akuntansi Sektor Publik Prinsip umum regulasi menurut Elliot dan Schuetze:      Regulasi tidak boleh melanggar hak asasi manusia dan undang-undang dasar. Regulasi Standar Akuntansi oleh Sektor Swasta Penyusunan standar secara swasta di Amerika Serikat meliputi Committee on Accounting Procedures (1939-1959). sebagai anggota atau staf. FASB sering dituduh lamban dalam menanggapi isu-isu utama yang krusial bagi sejumlah konstituennya. Regulasi yang potensial seharusnya tidak menanggung beban bahwa regulasi tersebut telah terjamin kekuatannya. Regulasi harus mencerminkan kepentingan publik. Regulasi seharusnya tidak digunakan sektor swasta bila tujuannya dapat dicapai oleh institusi sektor swasta.   FASB terlihat lebih responsif terhadap berbagai konstituen.

Kemampuannya untuk memaksakan batasan yang memadai dalam proses pemilihan untuk menjamin hasil yang dapat diterima.Bromwich menawarkan prognosis optimistik tentang kemungkinan standar-standar akuntansi yang bersifat parsial. 3).    Lag regulatoris atau nonketidakpatuhan Perangkap regulatoris Efek boneka aspal (tar-baby)  LEGITIMASI PROSES PENETAPAN STANDAR Prognosis pesimistis Legitimasi penyusunan standar kadang dihubungkan dengan kemampuannya untuk menghasilkan sistem akuntansi optimal yaitu sistem dimana keuntungan yang diharapkan oleh pemakai strategi keputusan optimal. membuat pemilihan suatu aplikasi menjadi sulit. Standar yang terlalu detail. Keseimbangan pengendalian antara prosedural dan hasil yang ditetapkan oleh proses penyusunan standar FASB  STANDAR AKUNTANSI YANG BERLEBIHAN Situasi yang diidentifikasi sebagai standar akuntansi yang berlebihan : 1). . 2. Kemampuannya dalam menyajikan jaminan prosedur yang memadai.Proses penyusunan dengan dasar constitutional calculus menetapkan legitimasi FASB berdasarkan: 1.  Bahwa pemilihan alternatif laporan kuangan pada akhirnya memerlukan pertukaran antara keuntungan seseorang di satu sisi dengan yang lainnya.  Prognosis optimistik Cushing memberikan prognosis optimistik tentang tanggung jawab prinsip akuntansi optimal dengan catatan bahwa asumsi heterogenitas pengguna ditinggalkan. 2). Tidak ada standar yang tegas. 3. Prognosis pesimistik ini diperluas untuk menunjukkan. dapat lebih besar atau paling tidak sama dengan keuntungan yang diperoleh dari sistem lain. yaitu standar-standar untuk satu atau lebih masalah-masalah akuntansi yang menjadikannya terisolasi dari standar atau masalah akuntansi lainnya.  Bahwa resolusi alternatif laporan keuangan akan mensyaratkan kebijakan nilai atau etika yang akan dipertukarkan dengan kesejahteraan seseorang dan dalam dimensi apa terhadap kesejahteraan siapa. Standar yang terlalu banyak. Implikasinya tidak ada alternatif penyajian laporan keuangan yang didasarkan pada aturan akuntansi lain yang dapat menyajikan manfaat yang lebih baik.

Solusi bagi Masalah Standar Akuntansi yang Berlebihan Kemungkinan kemungkinan yang diusulkan oleh Special Committee on Accounting Standard dari AICPA: 1.  PILIHAN DALAM AKUNTANSI Di dalam situasi pasar yang tidak sempurna dan tidak lengkap. Satu alternatif dari GAAP sebagai dasar pilihan dalam menyajikan laporan keuangan Dari semua pendekatan diatas. Perubahan dalam standar CPA untuk pelaporan laporan keuangan. 3.4). Standar untuk tujuan umum tidak mampu mengatasi perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam kebutuhan dari para pembuat. Salah satu jalan untuk mengimplementasikan pendekatan ini adalah mengecualikan mereka dari persyaratanpersyaratan mendetail dari tiap standar. 5). 2. Dampak dari Standar Akuntansi yang Berlebihan Jumlah yang besar. 6). pengguna. 6. Tidak ada perubahan. Satu kumpulan GAAP yang terpisah bagi entitas-entitas tertentu. Standar untuk tujuan umum tidak mampu mengatasi perbedaan-perbedaan. biaya pemenuhan standar yang lebih besar daripada manfaatnya untuk perusahaan kecil. Dasar ini dapat berupa publik vs non publik. pengguna mengalami kebingungan karena jumlah dan kompleksitas yang diminta oleh standar yang ada. tetap status quo. pengukuran yang rumit atau kedua-duanya. Membuat pengungkapan yang berbeda dan alternatif-alternatif pengukuran. dan CPA. 4. Pengungkapan yang berlebihan. seperti perusahaan-perusahaan non publik kecil. 5. kesempitan dan kekakuan dari standar akuntansi dapat memberikan dampak yang serius bagi pekerjaan yang dilakukan oleh para akuntan. permintaan akan akuntansi dan regulasi akuntansi memberikan usulan bahwa pengungkapan akuntansi dan . atau pengujian ukuran berdasarkan atas nilai aktiva. Perubahan dalam GAAP untuk menyederhanakan aplikasinya terhadap seluruh perusahaan bisnis. Contohnya .kegagalan audit karena akuntan kehilangan fokus dalam audit dan lupa untuk melakukan prosedur-prosedur audit mendasar. nilai dari informasi keuangan bagi pengguna dan keputusan bisnis yang dibuat oleh manajemen. yang direkomendasikan adalah pengungkapan yang berbeda dan pengukuran alternatif untuk perusahaan-perusahaan non publik kecil.

Pembuatan kontrak 2.  STRATEGI PENETAPAN STANDAR BAGI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG Karakteristik negara berkembang umumnya adalah memiliki sistem akuntansi yang secara relatif kurang memadai dan kurang dapat diandalkan serta institusi-institusi yang umumnya baru dan belum teruji.kontrak-kontrak yang berdasarkan atas akuntansi adalah merupakan cara yang efektif dalam mengatasi ketidaksempurnaan pasar. para pesaing. Strategi Situasional Strategi situasional atau dikenal sebagai ”pengembangan standar akuntansi dengan didasarkan atas analisis dari prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi di negara. dan negosiator serikat buruh. sebuah pilihan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi output dari sistem akuntansi dengan cara tertentu. pemasok.negara maju terhadap latar belakang lingkungan yang mendasarinya”. seperti Internal Revenue Service. Pendekatan Transfer Teknologi Pengembangan melalui transfer teknologi berasal dari operasi dan aktivitas kantor akuntan internasional. pemerintahan. Pengungkapan akuntansi dan kontrak berdasarkan akuntansi adalah hasil dari suatu pilihan dalam akuntansi.Motivasi (kategori sasaran) dilakukannya pilihan dalam akuntansi: 1. Pemberian harga atas aktiva.Strategi ini meminta dilakukannya Accounting Standards Committee (IASC) atau badan standar internasional . regulator 4.Ada empat jenis strategi: Pendekatan Evolusioner Diasumsikan para mitra asing akan menyesuaikan aturan-aturannya sendiri dan mereka ingin tetap terus membina perdagangan dengan negara tersebut dan/atau mempertahankan operasinya. Mempengaruhi pihak-pihak eksternal. atau berbagai perjanjian internasional dan kesepakatan kerja sama yang meminta dilakukannya pertukaran informasi dan teknologi. 3. perusahan multinasional dan para akademisi yang berpraktik di negara berkembang. Penggunaan Standar Akuntansi Internasional Strategi yang juga tersedia bagi neragara-negara berkembang adalah bergabung dengan Internasional lainnya.

Solusi apa yang anda berikan dalam mengatasi kegagalan regulasi menurut Buckey danO’Sullivan yang salah satunya adalah fenomena biaya nol! . politik dan hak-hak sipil. ekonomi dan karakteristik demografis. PERTANYAAN : 1. Berikan contoh dari penerapan teori pendekatan kritikal-interpretatif! 2.Faktor-faktor tersebut adalah linguistik kultural.pertimbangan pada faktor-faktor diagnostik yang menentukan pengembangan akuntansi di negara-negara berkembang. serta lingkungan hukum dan perpajakan negara yang bersangkutan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful