P. 1
Senyawa Polar Dan Non Polar

Senyawa Polar Dan Non Polar

|Views: 173|Likes:
KIMIA
KIMIA

More info:

Published by: Indah Permatasari El-Zerra on May 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

Senyawa Polar dan Non Polar

Senyawa polar : Senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai keelektronegatifitas yang berbeda. Contoh : H2O, HCL, HF, HI dan HBr Senyawa non polar : Senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai elektronegatifitas yang sama/hampir sama. Contoh : O2, CO2,CH4 dan Cl2 Ciri-ciri senyawa polar : 1. Dapat larut dalam air dan pelarut polar lain 2. Memiliki kutub( +) dan kutub (-) , akibat tidak meratanya distribusi elektron 4. Memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki perbedaan keelektronegatifan Contoh : alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5 Ciri-ciri senyawa non polar : 1. Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain 2. Tidak memiliki kutub (+) dan kutub (-) , akibat meratanya distribusi elektron 3. Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau keelektronegatifannya sama

Contoh 2 : Dalam tiap molekul di atas. ke-2 atom yang berikatan menarik PEI sama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai harga keelektronegatifan yang sama. Polarisasi Ikatan Kovalen Suatu ikatan kovalen disebut polar. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum. senyawa polar . Akibatnya muatan dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentuk kutub. Jadi. sedikit menghantarkan listrik. Contoh 1 : Molekul HCl Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron. larut dalam pelarut non polar dan sedikit larut dalam air. kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan. sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk kutub). Bila terdapat senyawa non polar terjadi gaya tarik dipol sesaat ( gaya dispersi/ gaya london ) gaya ini terjadi akibat muatan + inti atom salah satu atom menginduksi elektron atom lain sehingga terjadilah kutub kutub yang sifatnya sesaat. tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H. Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl). Sebaliknya. H2. suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub). jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom. PCl5.Contoh : Cl2. mudah terbakar dan banyak yang berbau. pada suhu kamar berbentuk cairan atau gas. bahkan untuk senyawa biner dwiatom ( seperti O2. Contoh 3 : Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis. N2 Senyawa polar memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. akan tetapi pasangan elektron tersebar secara simetris diantara atom-atom penyusun senyawa. Sifat-sifat senyawa kovalen antara lain kebanyakan menunjukkan titik leleh rendah. perbedaan harga ini mendorong timbulnya kutub kutub listrik yang permanen ( dipol permanent ) Jadi antar molekul polar terjadi gaya tarik dipol permanent Senyawa non polar memiliki perbedaan keelektronegatifan yang kecil.H2) perbedaan keelektronegatifannya = 0. jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom.

Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. tidak melarutkan senyawa nonpolar. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat 3. maka kita dapat mengetahui kepolaran suatu senyawa dengan menguji kelarutannya dalam air. Sendok teh 3. Langkah Kerja : a) Garam dapur 1. Gelas kimia 100 ml ( 3 buah ) 2. Pengaduk kaca ( 3 buah ) a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Garam dapur Gula pasir Tablet Vitamin C Soda kue Bensin Vetsin Margarin Minyak tanah Detergen Minyak goreng Aquades E. b) Gula pasir 1. Masukkan satu sendok teh gula pasir ke dalam gelas. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. Oleh karena itu. Gelas ukur 10 ml ( 1 buah ) 4. Alat dan Bahan : 1. air akan melarutkan senyawa-senyawa yang bersifat polar. Masukkan satu sendok teh garam dapur ke dalam gelas.larut dalam pelarut polar. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. JUDUL : Membedakan Senyawa Polar dan Nonpolar C. dan sebaliknya. Seperti percoban berikut. Berdasarkan sifat pelarut air tersebut. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. sedangkan senyawa nonpolar larut dalam pelarut nonpolar. Tujuan : Mengetahui kepolaran beberapa senyawa D. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat . B. Air merupakan pelarut universal yang bersifat polar. Amati hasil reaksi.

3. . Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. Amati hasil reaksi. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar.

Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. Amati hasil reaksi. Amati hasil reaksi. Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. Masukkan 5 ml bensin ke dalam gelas. h) Minyak tanah 1. Masukkan 5 ml minyak tanah ke dalam gelas. f) Vetsin 1. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat 3. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. e) Bensin 1. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat 3. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. Amati hasil reaksi. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. Masukkan satu sendok teh soda kue ke dalam gelas. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat . aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat 3. Amati hasil reaksi. Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. d) Soda kue 1. Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. Masukkan satu sendok teh vetsin ke dalam gelas. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat 3. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat 3. Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. g) Margarin 1. Masukkan satu butir tablet VitaminC ke dalam gelas. Amati hasil reaksi. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. Masukkan satu sendok teh margarin ke dalam gelas. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2.c) Tablet Vitamin C 1.

c. Analisa : 1. Masukkan 5 ml minyak goreng ke dalam gelas. Larut tanpa pengadukan : Ya . Warna Larutan : Bening . Hal ini dikarenakan beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang berbeda dan beberapa dari unsur itu cenderung berikatan satu sama lain dan membentuk suatu senyawa baru yaitu larutan garam . Waktu dengan pengadukan : 1 menit 11 detik Perbedaan waktu pelarutan ini disebabkan karena unsur Natrium dan Klorida yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen yang cenderung membentuk suatu senyawa dapat dipengaruhi pelarutannya dengan cara diaduk. b. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. Amati hasil reaksi. Amati hasil reaksi. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. Larut dengan pengadukan : Ya Hal ini disebabkan karena unsur (Natrium) dan (klorida) tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. Amati hasil reaksi. Hal inilah yang menyebabkan waktu pelarutan dengan diaduk lebih cepat dari pada waktu pelarutan tanpa pengadukan. Jika terbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat nonpolar. e. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat 3. Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. l) Minyak goreng 1. i) Detergen 1.3. aduk secara konstan kemudian tunggu/diamkan beberapa saat 3. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar. Waktu tanpa pengadukan : 6 menit 12 detik d. Masukkan satu sendok teh detergen ke dalam gelas. Garam Dapur (NaCl) a. Masukkan 100 ml aquades ke dalam gelas 2. Apakah ada endapan atau tidak ? Jika tidak terbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar.

b. Tablet Vitamin C ( C6H8O6 ) . f. Hidrogen dan Oksigen tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa . Gula Pasir (C11H22O11) a. 2. Hal ini dikarenakan beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang berbeda dan beberapa dari unsur itu cenderung berikatan satu sama lain dan membentuk suatu senyawa yaitu larutan gula . Hidrogen dan Oksigen yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa baru . e. Hidrogen dan Oksigen yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen yang cenderung membentuk suatu senyawa dapat dipengaruhi pelarutannya dengan cara diaduk. Waktu dengan pengadukan : 1 menit 20 detik Perbedaan waktu pelarutan ini disebabkan karena unsur Karbon. c. Senyawa itu disebut dengan larutan garam yang berwarna putih bening. f. Senyawa itu disebut dengan larutan gula yang berwarna putih bening. Warna Larutan : Bening Hal ini disebabkan karena unsur Karbon. hal ini dikarenakan dalam pelarutannya tidak dibantu dengan pengadukan sehingga ada sebagian senyawa Natrium Klorida yang tertinggal di bawah ( tidak larut). (Oksigen) dan (Karbon) tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. Ada sebagian endapan yang tertinggal di bawah.Hal ini disebabkan karena unsur Natrium dan Klorida yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa baru . hal ini dikarenakan dalam pelarutannya tidak dibantu dengan pengadukan sehingga ada sebagian senyawa glukosa yang tertinggal di bawah ( tidak larut). Waktu tanpa pengadukan : 7 menit57 detik d. Ada sebagian endapan yang tertinggal di bawah. Larut dengan pengadukan : Ya Hal ini disebabkan karena unsur (Hidrogen). 3. Keterangan : Endapan di bawah (tanpa pengadukan) Ketika Natrium dan Klorida yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa . Keterangan : Endapan di bawah (tanpa pengadukan) Ketika unsur Karbon. Larut tanpa pengadukan : Ya . Hal inilah yang menyebabkan waktu pelarutan dengan diaduk lebih cepat dari pada waktu pelarutan tanpa pengadukan.

Keterangan : Endapan di bawah (tanpa pengadukan) Ketika unsur. Warna Larutan : Kuning Hal ini disebabkan karena unsur. c. Senyawa itu disebut dengan larutan vitamin C yang berwarna kuning. dan tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa . Waktu dengan pengadukan : 5 menit 1 detik Perbedaan waktu pelarutan ini disebabkan karena unsur. Waktu dengan pengadukan : 59 detik . Hal ini dikarenakan beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang berbeda dan beberapa dari unsur itu cenderung berikatan satu sama lain dan membentuk suatu senyawa yaitu larutan vitamin C . c. hal ini dikarenakan dalam pelarutannya tidak dibantu dengan pengadukan sehingga ada sebagian senyawa vitamin C yang tertinggal di bawah ( tidak larut). Larut dengan pengadukan : Ya Hal ini disebabkan karena unsur (Karbon). dan yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa baru . (Natrium) dan (Karbon) tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. Hal ini dikarenakan beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang berbeda dan beberapa dari unsur itu cenderung berikatan satu sama lain dan membentuk suatu senyawa yaitu larutan soda kue . e. Soda Kue (NaHCO3) a. 4. (Hidrogen) dan (Oksigen) tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. f. Larut tanpa pengadukan : Ya . Larut dengan pengadukan : Ya Hal ini disebabkan karena unsur (Hidrogen). b. (Oksigen). Hal inilah yang menyebabkan waktu pelarutan dengan diaduk lebih cepat dari pada waktu pelarutan tanpa pengadukan. Larut tanpa pengadukan : Ya . b. Waktu tanpa pengadukan : 8 menit19 detik d.a. Ada sebagian endapan yang tertinggal di bawah. dan yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen yang cenderung membentuk suatu senyawa dapat dipengaruhi pelarutannya dengan cara diaduk. Waktu tanpa pengadukan : 6 menit10 detik d.

Sehingga warna air tetap saja bening. Vetsin (COONaH20) a. Larut tanpa pengadukan : Ya . Hidrogen. Keterangan : Endapan di atas (tanpa/dengan pengadukan) Ketika unsur Karbon dan Hidrogen tidak tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen sehingga cenderung tidak membentuk suatu senyawa . Natrium dan Oksigen yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa baru . 6. e. Larut tanpa pengadukan : Tidak. Hal inilah yang menyebabkan waktu pelarutan dengan diaduk lebih cepat dari pada waktu pelarutan tanpa pengadukan. Adanya gelembung gas karena reaksi dari pencampuran unsur tersebut di atas menghasilkan unsur O2/Oksigen. (Karbon). Natrium dan Oksigen yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen yang cenderung membentuk suatu senyawa dapat dipengaruhi pelarutannya dengan cara diaduk. karena tidak ada larutan yang terbentuk. Warna Larutan : Putih Hal ini disebabkan karena unsur Karbon. Natrium dan Oksigen tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa . Larut dengan pengadukan : Ya Hal ini disebabkan karena unsur (Natrium). dan (Karbon) tidak tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. Hal ini menyebabkan bensin yang masa jenisnya lebih kecil dari pada air mengendap di atas air. Keterangan : Terdapat gelembung gas (dengan diaduk) Ketika unsur Karbon. b. Hidrogen.Perbedaan waktu pelarutan ini disebabkan karena unsur Karbon. Senyawa itu disebut dengan larutan soda kue yang berwarna putih. (Hidrogen) dan(Oksigen) tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. 5. c. Hidrogen. b. Warna Larutan : Bening Hal ini disebabkan karena unsur Karbon dan Hidrogen yang tidak tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung tidak membentuk suatu senyawa baru . Hal ini dikarenakan beberapa unsur itu . Itu terjadi karena beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang sama besar dan beberapa dari unsur itu cenderung tidak berikatan satu sama lain dan tidak membentuk suatu senyawa. d. f. Larut dengan pengadukan : Tidak. Bensin (C6H8) a. Hal ini disebabkan karena unsur (Hidrogen).

b. c. Larut tanpa pengadukan : Tidak. e. Waktu tanpa pengadukan : 5 menit 50 detik d.mempunyai nilai keelektronegatifan yang berbeda dan beberapa dari unsur itu cenderung berikatan satu sama lain dan membentuk suatu senyawa yaitu larutan vetsin. Warna Larutan : Bening Hal ini disebabkan karena unsur Natrium. f. hal ini dikarenakan dalam pelarutannya tidak dibantu dengan pengadukan sehingga ada sebagian senyawa vetsin yang tertinggal di bawah ( tidak larut). R= rantai alkali Hal ini disebabkan karena unsur (Karbon). Karbon. Hidrogen dan Oksigen yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa baru . Senyawa itu disebut dengan larutan vetsin yang berwarna putih bening. d. Sulfur dan Oksigen. (Oksigen) dan (Hidrogen) tidak tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. Warna Larutan : Bening Hal ini disebabkan karena unsur yang tidak tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung tidak membentuk suatu senyawa baru . 7. Larut dengan pengadukan : Tidak. Waktu dengan pengadukan : 56 detik Perbedaan waktu pelarutan ini disebabkan karena unsur Natrium. Sehingga warna air tetap saja bening. Keterangan : Endapan di bawah (tanpa pengadukan) Ketika unsur Natrium. karena tidak ada larutan yang terbentuk. Hal inilah yang menyebabkan waktu pelarutan dengan diaduk lebih cepat dari pada waktu pelarutan tanpa pengadukan. Itu terjadi karena beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang sama besar dan beberapa dari unsur itu cenderung tidak berikatan satu sama lain dan tidak membentuk suatu senyawa. Sulfur dan Oksigen yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen yang cenderung membentuk suatu senyawa dapat dipengaruhi pelarutannya dengan cara diaduk. Margarin ( CH2COOR ) a. Keterangan : Endapan di atas (tanpa/dengan pengadukan) . Ada sebagian endapan yang tertinggal di bawah. c. tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa .

Sehingga warna air tetap saja bening. Hal ini dikarenakan beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang berbeda dan beberapa dari unsur itu cenderung berikatan satu sama lain dan membentuk suatu senyawa yaitu larutan detergen . Oksigen. Hidrogen. Larut dengan pengadukan : Ya Hal ini disebabkan karena unsur (Hidrogen). Warna Larutan : Bening Hal ini disebabkan karena unsur Karbon dan Hidrogen yang tidak tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung tidak membentuk suatu senyawa baru .Ketika unsur tidak tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen sehingga cenderung tidak membentuk suatu senyawa . Larut tanpa pengadukan : Ya . Hal inilah yang menyebabkan waktu pelarutan dengan diaduk lebih cepat dari pada waktu pelarutan tanpa pengadukan. b. (Oksigen). 9. (Karbon). Hal ini menyebabkan minyak tanah yang masa jenisnya lebih kecil dari pada air mengendap di atas air. c. dan (Karbon) tidak tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. c. b. d. Waktu dengan pengadukan : 1 menit 8 detik Perbedaan waktu pelarutan ini disebabkan karena unsur Karbon. dan (Sulfur) tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. karena tidak ada larutan yang terbentuk. Itu terjadi karena beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang sama besar dan beberapa dari unsur itu cenderung tidak berikatan satu sama lain dan tidak membentuk suatu senyawa. Detergen (C6H5NaSO3) a. dan Sulfur yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen yang cenderung membentuk suatu senyawa dapat dipengaruhi pelarutannya dengan cara diaduk. Minyak Tanah (C9H16) a. . 8. Keterangan : Endapan di atas (tanpa/dengan pengadukan) Ketika unsur Karbon dan Hidrogen tidak tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen sehingga cenderung tidak membentuk suatu senyawa . Larut dengan pengadukan : Tidak. Hal ini disebabkan karena unsur (Hidrogen). Waktu tanpa pengadukan : 3 menit 2 detik d. (Natrium). Larut tanpa pengadukan : Tidak. Hal ini menyebabkan margarin yang masa jenisnya lebih kecil dari pada air mengendap di atas air. Natrium.

10. Sehingga warna air tetap saja bening. Hal ini disebabkan karena unsur (Karbon). b. Oksigen dan Sulfur tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa . Natrium. Itu terjadi karena beberapa unsur itu mempunyai nilai keelektronegatifan yang sama besar dan beberapa dari unsur itu cenderung tidak berikatan satu sama lain dan tidak membentuk suatu senyawa. Keterangan : Endapan di atas (tanpa/dengan pengadukan) Ketika unsur Karbon dan Hidrogen tidak tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen sehingga cenderung tidak membentuk suatu senyawa . Oksigen dan Sulfur yang tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung membentuk suatu senyawa baru . Warna Larutan : Putih keuh Hal ini disebabkan karena unsur Karbon. Larut dengan pengadukan : Tidak. dan (Oksigen) tidak tertarik oleh unsur (Hidrogen) dan (Oksigen) yang ada pada air. Keterangan : Terdapat gelembung gas (dengan diaduk) Ketika unsur Karbon. karena tidak ada larutan yang terbentuk. d. Hidrogen. Minyak Goreng ( C14H24 ) a. Senyawa itu disebut dengan larutan detergen yang berwarna putih keruh. c. Adanya gelembung gas karena reaksi dari pencampuran unsur tersebut di atas menghasilkan unsur O2/Oksigen. Warna Larutan : Bening Hal ini disebabkan karena unsur Karbon dan Hidrogen yang tidak tertarik oleh unsur Hidrogen dan Oksigen cenderung tidak membentuk suatu senyawa baru . f. Larut tanpa pengadukan : Tidak.e. Hal ini menyebabkan minyak goreng yang masa jenisnya lebih kecil dari pada air mengendap di atas air. . Natrium. Hidrogen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->