P. 1
eritrosit

eritrosit

|Views: 9|Likes:
Published by Ryan Kharisma Loja
sel darah merah...
sel darah merah...

More info:

Published by: Ryan Kharisma Loja on May 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

Berdasarkan jumlah sel dan kadar hemoglobin yang merupakan bagian penting dari sel erytrosit,kelainan sel

darah merah (erytrosit) dibedakan menjadi anemia bila jumlah atau kadarnya rendah dan polycythemia bila jumlahnya meningkat. WHO menetapkan kriteria diagnosis anemia bila kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dl, kadar hemoglobin ini biasanya sebanding dengan jumlah erytrosit dan hematokrit. Sebaliknya, disebut polycythemia bila kadar hemoglobin lebih dari 18,0 g/dl dan jumlah erytrosit lebih dari 5,5 juta/uL disertai dengan peningkatan sel leukosit dan platelet. Dibanding polycythemia, penyakit anemia mempunyai prevalensi yang lebih tinggi terutama pada wanita. Pasien anemia tampak pucat, lesuh, lemah dan pusing karena reaksi tubuh yang kekurangan oksigen. Dampak dari penyakit anemia adalah menurunnya kualitas hidup, kinerja rendah, IQ rendah, sampai dengan kematian penderitanya. Pada ibu hamil, anemia bisa berakibat serius pada janin berupa keguguran atau cacat bawaan. Anemia terjadi karena menurunnya kadar hemoglobin yang terikat pada sel erytrosit atau jumlah erytrosit yang mengikat hemoglobin kurang. Penyebabnya dapat oleh karena kegagalan proses synthesis atau kualitas hemoglobin dan erytrosit yang dihasilkan tidak sempurna, pemecahan erytrosit abnormal, kehilangan darah masif, intake nutrient kurang atau merupakan penyakit sekunder akibat penyakit lain. Berdasarkan morfologi dan ukuran sel erythrosit, anemia diklasifikasikan menjadi: Anemia mikrositik, anemia normositik dan anemia makrositik.

Klasifikasi yang lain, membagi anemia berdasarkan penyebabnya : * Iron deficiency anemia * Hemoglobinopathies - Sickle-cell disease - Thalassemia - Methemoglobinemia * Megaloblastic Anemia - Vit. B12 deficiency anemia - Folat deficiency anemia - Pernicious anemia

Genetic disorders of RBC membrane .Hereditary elliptocytosis .Dyrect physical damage to RBCs mis microangiopathic * Aplastic Anemia . dan ini merupakan bentuk kompensasi sel agar dapat lebih mudah kontak dengan oksigen dengan kadar hemoglobin terbatas . Anemia mikrositik paling sering disebabkan karena defesiensi zat besi (anemia defisiensi besi).Alloimmune hemolytic anemia -Drug Induced .Acquired pure red cell aplasia . Besi .Autoimmune hemolytic anemia . Karena kadar hemoglobin rendah menyebabkan ukuran eritrosit lebih kecil (MCV kurang dari < 80 fl).Genetic disorders of RBC metabolism .G6PD deficiency .Pyruvate kinase deficiency .Hereditary spherocytosis .Immune mediated hemolytic anemia .Paroxymal nocturnal hemoglobinuria (PNH) .Diamond-Blackfan anemia Mikrositik anemia – Anemia mikrositik terjadi karena karena gangguan sinthesis atau defect hemoglobin sehingga menyebabkan kadar hemoglobin yang terikat pada eritrosit menjadi rendah.* Hemolytic Anemia .Fanconi anemia .

Penyebabnya bisa pada proses pembuatan sel eritrosit (erythropoisis) terganggu. dimana heme merupakan bagian dari hemoglobin. akan didapatkan peningkatan sel reticulocyte. maka pada normositik anemia. Dalam penderita AIHA tubuh membentuk antibody abnormal yang bisa berikatan dengan sel eritrosit. akibat dari ikatan ini sel eritrosit akan mudah lisis. kelainan disebabkan karena sel eritrosit yang merupakan “kendaraan” hemoglobin. dan dipastikan dengan menurunnya kadar serum iron (Fe). Infectius mononucleosis. Hal ini terjadi karena kegagalan pengikatan besi pada molekul hemoglobin (myelodysplastic syndrome) sehingga terjadi penumpukan besi pada daerah sekitar inti dan mitokondria. Sideroblas adalah erythroblast dengan granula besi di sekitar inti yang terlihat pada pengecatan besi. Struktur abnormal hemoglobin ini menyebabkan eritrosit lebih mudah beraglutinasi dan mengalami pemecahan sebelum waktunya. pendarahan kronis. Diagnosa banding mikrositik anemia selain anemia defesiensi besi adalah anemia sideroblastik. . Tetapi pada anemia sideroblastik justru kadar serum iron meningkat. Normositik Anemia – Bila pada anemia mikrositik terjadi kelainan pada pembentukan hemoglobin. dimana pada keduanya didapatkan gambaran morfologi sel eritrosit yang sama yakni hipokrom mikrositik. Peningkatan reticulosite ini mencerminkan adanya peningkatan aktifitas erythroid hematopoietic pada sumsum tulang untuk mengkompensasi kehilangan sel darah merah pada proses hemolitik maupun kehilangan sel akibat pendarahan. Penyebab anemia mikrositik yang lain adalah Hemoglobinopathies. unsaturated iron binding capacity (UIBC) meningkat dan kadar simpanan besi (feritin) menurun.merupakan unsur esensial molekul heme. paroxysmal nocturnal hemoglobinuria. kehilangan sel darah merah dalam jumlah besar atau pemecahan sel yang tinggi. kurang atau tidak cukup jumlahnya. keganasan yang menyebabkan pendarahan kronis atau infeksi cacing. Anemia defisiensi besi bisa disebabkan karena intake zat besi kurang atau mal-absorbsi. Ini untuk membedakan penyebab dari kegagalan sinthesis. Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktifitas “pabrik” pembuatan sel eritrosit masih berfungsi. Idiopathic. Thalassemia dan sickle cell anemia adalah kelainan konginetal pada synthesis protein globin yang merupakan bagian dari molekul hemoglobin. dimana hemoglobin terbentuk dengan kualitas tidak sempurna. yakni sel eritrosit muda yang masih mengandung sisa-sisa ribosome. UIBC menurun dan feritin meningkat. Termasuk dalam AIHA adalah anemia yang disebabkan karena SLE. Pada anemia hemolitik atau pada anemia yang disebabkan karena pendarahan akut. Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan hapusan darah tepi. misalnya pada autoimune hemolytic anemia (AIHA) atau pada hereditary spherocytosis atau ovalocytosis . Karena kadar hemoglobin pada dasarnya cukup untuk setiap sel eritrosit maka volumenya masih normal (MCV 80 – 100 fl) Pemecahan sel eritrosit yang tinggi terjadi pada anemia hemolitik.

Noriyuki Tatsumi (April 2002). General Hematology. Termasuk dalam kategori makrositik anemia adalah anemia pernisiosa. menurunnya jumlah eritrosit tidak disertai peningkatan sel reticulocyte. apabila gangguan terjadi pada proses erythropoeisis. Referensi : 1.Sebaliknya. Anemia ini disebabkan karena proses pematangan inti sel erythroblast yang terganggu akibat kekurangan vitamin B12 dan folat yang merupakan zat yang dibutuhkan pada synthesis DNA. yang merupakan akibat dari penyakit yang lain misalnya anemia karena penyakit menahun. http://en. Anemia normositik dalam kenyataannya lebih sering merupakan secondary anemia. keganasan tanpa pendarahan kronis dan gagal ginjal kronis. yang disebabkan karena mal absorbsi vitamin B-12. Kasus ini dijumpai pada anemia aplastik dimana terjadi aplasia pada sel-sel erythropoeisis pada sumsum tulang atau pada gagal ginjal kronis dimana terjadi gangguan pada produksi hormone erythropoeisis. Graduate school of Medicine. Sideroblastic Anemia – Wikipedia.org/wiki/Hematologie_disease 3.wikipedia. http://en. Produk yang dihasilkan akibat gangguan ini berupa eritrosit makrositik (MCV > 100fl) yang mudah pecah. rheumatoid arthritis. Makrositik Anemia – Termasuk dalam type makrositik anemia adalah anemia megaloblastik. Osaka City University.wikipedia. nephritis. Hematology Disease:Myeloid – Wikipedia.org/wiki/Sideroblastic_anemia . Japan 2. Erythrocyte Disorders (Chapter 2): 20 – 38.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->