TUGAS INDIVIDU KAPITA SELEKTA INFRASTRUKTUR PENGOLAHAN AIR LIMBAH

OLEH : ANGGA REKSA D12110267

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian. Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak

golongan pengoksidasi. 2. Hasil dari uji koefisien fenol menunjukan bahwa disinfektan turunan aldehid dan halogen lebih efektif membunuh bakteri Staphylococcus aureus dengan nilai koefisien fenol 3. yaitu proses pembebasan kuman.71 . sedang desinfeksi digunakan pada benda mati.57 . aquadest sebagai kontrol negatif dan larutan aldehid dan halogen dalam pengenceran 1 : 100 sampai 1 : 500 dicampur dengan suspensi bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi resisten ampisilin yang telah diinokulum. 2. glutaraldehid. iodium dan hipoklorit.27 berturut-turut untuk formalin. Sebelum dilakukan desinfeksi.81 . disinfektan aldehid dan halogen masih lebih efektif dengan nilai koefisien fenol 1. 2. yaitu senyawa kimia golongan halogen atau yang mengandung gugus -X. dan golongan biguanida.27 dan 2. begitu juga dengan bakteri Salmonella typhi. Disinfektan yang tidak berbahaya bagi permukaan tubuh dapat digunakan dan bahan ini dinamakan antiseptik. Dalam proses desinfeksi sebenarnya dikenal dua cara. golongan fenol dan fenol terhalogenasi. iodium dan hipoklorit.14 . hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam membunuh mikroorganisme patogen. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi. Dalam tulisan ini hanya difokuskan kepada cara kimia. yaitu senyawa kimia yang mengandung gugus -OH. Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi. penting untuk membersihkan alat-alat tersebut dari debris . Banyak bahan kimia yang dapat berfungsi sebagai desinfektan. tetapi umumnya dikelompokkan ke dalam golongan aldehid atau golongan pereduksi. khususnya jenis-jenis bahan kimia yang digunakan serta aplikasinya. Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup. golongan garam amonium kuarterner. glutaraldehid. Telah dilakukan perbandingan koefisien fenol turunan aldehid (formalin dan glutaraldehid) dan halogen (iodium dan hipoklorit) terhadap mikroorganisme Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi yang resisten terhadap ampisilin dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan dari disinfektan turunan aldehid dan halogen yang dibandingkan dengan fenol dengan metode uji koefisien fenol . cara fisik (pemanasan) dan cara kimia (penambahan bahan kimia). 5.14 berturut-turut untuk formalin. Bahan kimia tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfeksi dan sangat menentukan efektivitas dan fungsi serta target mikroorganime yang akan dimatikan.merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya. Disinfeksi dan Antiseptic Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik. yaitu bahan kimia yang mengandung gugus -COH. golongan alkohol. keburaman pada tabung pengenceran menandakan bakteri masih dapat tumbuh. 2.72 . golongan halogen atau senyawa terhalogenasi. Fenol digunakan sebagai kontrol positif. Nilai koefisien fenol dihitung dengan cara membandingkan aktivitas suatu larutan fenol dengan pengenceran tertentu yang sedang diuji.

Efektivitasnya pada rongga mulut terutama disebabkan oleh absorpsinya pada hidroksiapatit dan salivary mucus. baik tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. fungi. karena glutaraldehid yang tersisa pada instrumen dapat mengiritasi kulit/mukosa. Domestos. banyak digunakan di rumah sakit dan laboratorium. Namun karena sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh zat ini. aktifitasnya rendah terhadap banyak bakteri dan penggunaannya terbatas sebagai desinfektan (misalnya Dettol). Klorsilenol Klorsilenol merupakan larutan yang tidak mengiritasi dan banyak digunakan sebagai antiseptik.4% larutan pada detergen digunakan pada surgical scrub (Hibiscrub). 3. 4. Zat ini bersifat virusidal dan sporosidal yang lemah.2% klorheksidin glukonat pada larutan air digunakan sebagai bahan antiplak (Corsodyl) dan pada konsentrasi lebih tinggi 2% digunakan sebagai desinfeksi geligi tiruan. Alkohol yang dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang kedokteran gigi unguk mendesinfeksi permukaan. namun ADA tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa. Macam-macam desinfektan yang digunakan: 1. Fenol Larutan jernih. diulas dengan kasa steril kemudian diulas kembali dengan kasa steril yang dibasahi dengan akuades. 5. Zat ini sangat aktif terhadap bakteri Gram(+) maupun Gram(-). tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak oleh zat organik. 6. sedang spora baru alan mati setelah 10 jam. Aldehid Glutaraldehid merupakan salah satu desinfektan yang populer pada kedokteran gigi. misalnya 0. Biguanid Klorheksidin merupakan contoh dari biguanid yang digunakan secara luas dalam bidang kedokteran gigi sebagai antiseptik dan kontrok plak. Alkohol Etil alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. operator harus memakai masker.organik dan bahan-bahan berminyak karena dapat menghambat proses disinfeksi. dan virus akan mati dalam waktu 10-20 menit. . Walaupun murah dan efektif. 2. Glutaraldehid 2% dapat dipakai untuk mendesinfeksi alat-alat yang tidak dapat disterilkan. dan Betadine). zat ini dapat menyebabkan karat pada logam dan cepat diinaktifkan oleh bahan organik (misalnya Chloros. 0. Senyawa halogen Hipoklorit dan povidon-iodin adalah zat oksidasi dan melepaskan ion halide. tuberculosis. Larutan glutaraldehid 2% efektif terhadap bakteri vegetatif seperti M. kacamata pelindung dan sarung tangan heavy duty. Aldehid merupakan desinfektan yang kuat.

ataupun sumber yang lain mungkin akan terlihat bening. derivate fenol atau sodium hipokrit : • Iodophor dilarutkan menurut petunjuk pabrik. Hal tersebut akan mematikan sebagian besar patogen yang ada dalam air. hepatitis B atau M.sebab kita hampir tidak mungkin setiap saat dapat memantau air yang kita panaskan apa sudah berada dalam temperatur pasteurisasi tersebut atau belum. Memanaskan atau memasak air Pasteurisasi pada air yang akan dikonsumsi dapat dilakukan dengan jalan memanaskan air pada temperatur 55ºC – 60ºC selama sepuluh menit. Tiap desinfektan tersebut memiliki efektifitas “tingkat menengah” bila permukaan tersebut dibiarkan basah untuk waktu 10 menit. Walaupun demikian cara ini tidak efektif. Keuntungannya adalah “efek tinggal” dan kurang menyebabkan perubahan warna pada instrumen atau permukaan keras. Air yang kita peroleh dari sumur. disinfektan “tingkat tinggi” dapat membunuh virus seperti virus influenza dan herpes. Ada berbagai cara untuk melakukan disinfeksi atau menghilangkan kuman penyakit dari air yang akan kita konsumsi. terutama untuk aluminium. Zat ini harus dilarutkan baru setiap hari dengan akuades. • • Disinfeksi: Cara Sederhana Menghilangkan Kuman dari Air Minum Disinfeksi atau menghilangkan kuman dari air minum sangat penting dilakukan sebelum air tersebut diminum atau dikonsumsi oleh kita. umumnya dapat dipakai satu dari tiga desinfektan diatas. Untuk mendesinfeksi permukaan. tidak berasa dan tidak berbau. Cara lain yang lebih efektif dan telah sering kita lakukan adalah memasak atau merebus . Untuk mendesinfeksi permukaan dapat dipakai salah satu dari tiga desinfektan seperti iodophor. desinfektan ini tetap efektif namun kurang efektif bagi kain atau bahan plastik. tetapi hal itu tidak menandakan bahwa air tersebut bersih dari kuman penyakit. harganya murah dan sangat efektif. Dalam bentuk larutan. Sodium hipoklorit (bahan pemutih pakaian) yang dilarutkan dengan perbandingan 1 : 10 hingga 1 : 100. Selengkapnya sebagai berikut : 1. Harus hati-hati untuk beberapa jenis logam karena bersifat korosif. tetapi tidak dapat membunuh virus polio. Derivat fenol (O-fenil fenol 9% dan O-bensil-P klorofenol 1%) dilarutkan dengan perbandingan 1 : 32 dan larutan tersebut tetap stabil untuk waktu 60 hari. hasil penyaringan sederhana. Disinfektan dibedakan menurut kemampuannya membunuh beberapa kelompok mikroorganisme. tuberculosis. Kekurangannya yaitu menyebabkan pemutihan pada pakaian dan menyebabkan baru ruangan seperti kolam renang.Desinfeksi Permukaan Disinfektan dapat membunuh mikroorganisme patogen pada benda mati.

Botol kaca dapat digunakan tetapi memiliki kelemahan mudah pecah. Pada kondisi demikian. gas elpiji ataupun bahan bakar lainnya. Untuk hasil yang lebih baik lagi. minyak tanah. Cara ini sangat efektif untuk mematikan semua patogen yang ada dalam air seperti virus. bakteri. Untuk mempercepat proses radiasi dan pemanasan botol transparan tersebut dicat hitam pada salah satu sisinya (50% dari permukaan botol) atau diletakkan pada permukaan media yang berwarna gelap yang dapat mengumpulkan dan menimbulkan radiasi panas. fungi dan protozoa. Untuk mengantisipasi bahaya dari pemakaian plastik. . Lama waktu air mendidih yang dibutuhkan adalah berkisar 5 menit. atau lebih baik lagi bila anda memiliki botol bernomor 5 atau PP (polypropylene). briket batubara. Oleh karena itu gunakanllah botol kaca yang dapat ditembus oleh sinar ultra violet. Botol transparan yang digunakan umumnya adalah botol plastik. Walaupun mudah dan sering kita gunakan. Radiasi dan Pemanasan Dengan Menggunakan Sinar Matahari Proses radiasi ultra violetdan pemanasan air dengan menggunakan sinar matahari ini dapat dilakukan dengan bantuan wadah logam ataupun botol transparan. sebelum dijemur lakukan proses aerasi dengan mengocok botol terlebih dahulu setelah itu botol diletakkan pada permukaan metal seperti atap seng. baik itu kayu bakar. spora.air yang akan kita konsumsi hingga mendidih. lebih berat dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemanasan. sebaiknya gunakan botol plastik dengan nomor logo daur ulang 1 atau PETE/PET (polyethylene terephthalate). kendala utama dalam memasak air hingga mendidih ini adalah bahan bakar. setelah diletakkan selama beberapa jam (5-6 jam untuk keadaan cerah) air di dalam botol tersebut akan dapat mencapai 55ºC (mencapai suhu pasteurisasi) sehingga patogen yang ada dalam air dapat dieliminir. namun lebih lama lagi waktunya akan lebih baik. direkomendasikan selama 20 menit. Keterangan lebih lanjut mengenai jenis plastik tersebut dapat anda lihat padanomor jenis plastik daur ulang. 2.

yang mana proses desinfeksi adalah suatu proses atau usaha agar kuman patogen yang ada didalam air punah atau hilang Bahan desinfeksi yang dipakai tidak boleh membahayakan.3.5. Jenis Jenis mikroorganisme mempunyai kepekaan tertentu terhadap disinfektan. Desinfeksi dengan pemanasan/perebusan 2. dapat diterima masyarakat pemakai. Dengan menambahkan air jeruk nipis hingga mencapai 1-5% dari air yang hendak dikonsumsi dapat menurunkan pH air di bawah 4. Desinfeksi dengan ozonisasi ASPEK-ASPEK DESINFEKSI Kecepatan dan keampuhan disinfektan tergantung dari beberapa faktor. Pada tahap ini virus kolera dapat dikurangi hingga hampir 100%. Desinfeksi dengan klorinasi 3. Kelemahan dari cara ini adalah bila campuran air perasan jeruk nipis terlalu banyak akan dapat merubah rasa air. (Surbakti. serta mempunyai efek desinfeksi untuk waktu yang cukup lama. pertumbuhan virus kolera pada nasi dapat ditahan dengan menggunakan air jeruk nipis pada saat dimasak. Desinfeksi dengan radiasi sinar ultra violet dan panas matahari 4. 2.. Jumlah . yaitu 1. 1987) Desinfeksi merupakan salah satu proses dari pengolahan air. Beberapa cara desinfeksi yang dapat dilakukan yaitu dengan: 1. Zat-zat yang dipergunakan untuk usaha desinfeksi ini dinamakan desinfektan. Yang dimaksud dengan desinfeksi adalah pembunuhan terhadap semua mikroba yang membahayakan. Air Perasan Jeruk Nipis Cara ini efektif untuk mengatasi virus kolera. Selain itu dari hasil penelitian.

Jumlah mikroorganisme yang besar terutama yang pathogen akan memerlukan dosis disinfektan yang besar pula. juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Padahal bahan kimia tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfeksi dan sangat menentukan efektivitas dan fungsi serta target mikroorganime yang akan dimatikan. waktu kontak . sebagian besar konsumen tentunya belum mengenal jenis bahan kimia apa yang ada dalam produk tersebut. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri. Waktu kontak Untuk dapat bergfungsi dengan optimal. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan. Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. yaitu proses pembebasan kuman. peralatan dan pakaian. 4. lantai. disinfektan harus mempunyai yang cukup dengan air yang diproses. Penyebaran Mikroorganisme yang menyebar akan mudah ditembus oleh disinfektan 5. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Tapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Umur Umur mikroorganisme akan berpengaruh pula terhadap efektifitas disinfektan. pengertian dan jenis desinfeksi Pengertian Desinfeksi Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus. Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi. 3. Walaupun kita sering menggunakan produk desinfektan. ruangan.

yaitu bahan kimia yang mengandung gugus -COH.Formaldehid pada konsentrasi di bawah 1.5% . golongan fenol dan fenol terhalogenasi. dan cocok dengan beberapa material peralatan. Sedangkan beberapa kerugiannya antara lain dapat mengakibatkan resistensi dari mikroorganisme. tetapi umumnya dikelompokkan ke dalam golongan aldehid atau golongan pereduksi. Golongan aldehid ini bekerja dengan cara denaturasi dan umum digunakan dalam campuran air dengan konsentrasi 0. berbahaya bagi kesehatan. golongan halogen atau senyawa terhalogenasi. mengakibatkan iritasi pada . dan memiliki ambang batas konsentrasi kerja pada 0. persisten.5 mL/m3 atau 0. golongan pengoksidasi. untuk formaldehid diduga berpotensi bersifat karsinogen.1 mg/L. dapat dibiodegradasi.5% tidak dapat membunuh ragi dan jamur. Keunggulan golongan aldehid adalah sifatnya yang stabil. sehingga lebih banyak dipilih dalam bidang virologi dan tidak berpotensi karsinogenik. Beberapa jenis bahan yang berfungsi sebagai desinfektan dijelaskan di bawah ini : 1) Golongan “aldehid” Bahan kimia golongan aldehid yang umum digunakan antara lain formaldehid. Larutan formaldehid dengan konsentrasi 37% umum disebut formalin dan biasa digunakan utuk pengawetan mayat. cara fisik (pemanasan) dan cara kimia (penambahan bahan kimia). Banyak bahan kimia yang dapat berfungsi sebagai desinfektan. tetapi untuk kasus formaldehid daya aksi akan semakin jelas dan kuat bila pelarut air diganti dengan alkohol. yaitu senyawa kimia yang mengandung gugus -OH.1 mL/m3 atau 0.Dalam proses desinfeksi sebenarnya dikenal dua cara. glutaraldehid danglioksal. khususnya jenis-jenis bahan kimia yang digunakan serta aplikasinya. golongan garam amonium kuarterner. Pada prinsipnya golongan aldehid ini dapat digunakan dengan spektrum aplikasi yang luas. dan golongan biguanida. golongan alkohol. Glutaraldehid memiliki daya aksi yang lebih efektif dibanding formaldehid. Daya aksi berada dalam kisaran jam. Ambang batas konsentrasi kerjaglutaraldehid adalah 0. peralatan dan lantai. Dalam tulisan ini hanya difokuskan kepada cara kimia.5 mg/L serta bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). misalkan formaldehid untuk membunuh mikroorganisme dalam ruangan. yaitu senyawa kimia golongan halogen atau yang mengandung gugus -X. sedangkan glutaraldehid untuk membunuh virus.

korosif. Golongan alkohol bekerja dengan mekanisme denaturasi serta berdaya aksi dalam rentang detik hingga menit dan untuk virus diperlukan waktu di atas 30 menit. Sedangkan beberapa kerugiannya adalah berisiko tinggi terhadap api/ledakan dan sangat cepat menguap. Golongan ini membunuh mikroorganisme dengan cara mengoksidasi dan umum dibuat dalam larutan air berkonsentrasi 0. tetapi perlu 0. 4) Golongan “halogen” . natrium perborat. serta perlu penanganan khusus dalam hal pengemasan dan sistem distribusi/transpor. kadang cocok untuk kulit dan hanya sedikit menurun aktivasinya bila berinteraksi dengan protein .sistem mukosa.02 %. misalkan untuk proses desinfeksi permukaan dan sebagai sediaan cair. Adapun keunggulan golongan alkohol ini adalah sifatnya yangn stabil. Penggunaan pada proses desinfeksi adalah untuk permukaan yang kecil. 3) Golongan pengoksidasi Bahan kimia yang termasuk golongan pengoksidasi kuat dibagi ke dalam dua golongan yakniperoksida dan peroksigen di antaranya adalah hidrogen peroksida. Pada prinsipnya golongan pengoksidasi dapat digunakan pada spektrum yang luas. Umum dibuat dalam campuran air pada konsentrasi 70-90 %.5 – 2 jam untuk membunuh virus. asam perasetik. Golongan alkohol ini tidak efektif untuk bakteri berspora serta kurang efektif bagi virus non-lipoid. Daya aksi berada dalam rentang detik hingga menit. kalium permanganat . kalium peroksomono sulfat. aktivitas menurun dengan adanya protein serta berisiko menimbulkan api dan ledakan. 2) Golongan alkohol Golongan alkohol merupakan bahan yang banyak digunakan selain golongan aldehid. benzoil peroksida. berisiko tinggi menimbulkan ledakan pada konsentrasi di atas 15 %. dapat dibiodegradasi. tangan dan kulit. Beberapa bahan di antaranya adalah etanol. tidak merusak material. Kekurangan golongan ini terutama oleh sifatnya yang tidak stabil. propanol dan isopropanol.

povidon iodium. Golongan ini berdaya aksi dengan cara aktif-permukaan dalam rentang waktu sekira 10-30 menit dan umum digunakan dalam larutan air dengan konsentrasi 0. terutama untuk desinfeksi peralatannya. tidak merusak kulit. dan mengiritasi mukosa. kolam renang. natrium klorit dan kloramin. dan ramah terhadap beberapa jenis material. tidak berbau dan bersifat sebagai pengemulsi. 6) Golongan garam / amonium kuarterner Beberapa bahan kimia yang terkenal dari golongan ini antara lain benzalkonium klorida. Keunggulan dari golongan garam amonium kuarterner adalah ramah terhadap material. dan setilpiridinium klorida. Adapun keunggulang dari golongan golongan fenol dan fenol terhalogenasi adalah sifatnya yang stabil. Adapun kekurangan dari golongan halogen dan senyawa terhalogenasi adalah sifatnya yang tidak stabil. kresol. misalnya natrium hipoklorit. klor dioksida. Aplikasi proses desinfeksi dilakukan untuk virus. sedangkan kerugiannya antara lain susah terbiodegradasi. iodofor. Aplikasi untuk proses desinfeksi hanya untuk bakteri vegetatif. Umum digunakan sebagai desinfektan pada pakaian. dan korosif.1%-5%. sulit terbiodegradasi. tetapi ada kekurangannya yakni hanya dapat terbiodegradasi sebagian. permukaan dan lantai. persisten. tidak beracun. Golongan ini berdaya aksi dengan cara denaturasi dalam rentang waktu sekira 10-30 menit dan umum digunakan dalam larutan air dengan konsentrasi 0. Kekurangan yang lain . Umum digunakan sebagai dalam proses desinfeksi di bak mandi. danlipovirus. spora tetapi tidak baik digunakan untuk membunuh beberapa jenis bakteri gram positif dan ragi.1-5%. bensatonium klorida.Golongan halogen yang umum digunakan adalah berbasis iodium seperti larutan iodium. lumpur air selokan. Aplikasi proses desinfeksi dilakukan untuk mereduksi virus. para kloro kresol dan para kloro xylenol. 5) Golongan “fenol” Senyawa golongan fenol dan fenol terhalogenasi yang telah banyak dipakai antara lain fenol(asam karbolik). bersifat racun. Golongan ini berdaya aksi dengan cara oksidasi dalam rentang waktu sekira 10-30 menit dan umum digunakan dalam larutan air dengan konsentrasi 1-5%. serta dinding atau peralatan yang terbuat dari papan/kayu. tetapi tidak efektif untuk membunuh beberapa jenis bakteri gram positif dan ragi. sedangkan senyawa terhalogenasi adalah senyawa anorganik dan organik yang mengandung gugus halogen terutama gugus klor.

dan Pseudomonas aeruginosa. 7) Golongan “biguanida” Bahan kimia yang sudah digunakan dari golongan ini antara lain klorheksidin. Faktor yang harus diperhatikan : Dari semua bahan desinfektan tersebut di atas tidak semua dapat efektif dalam semua kondisi dan aplikasi. Selain itu. dapat bekerja pada rentang pH dan suhu yang luas. waktu paparan/kerja yang cukup singkat. Klorheksidin sangat efektif dalam proses desinfeksi Staphylococcus aureaus. Supaya fungsi desinfektan menjadi efektif. di mana virus ini merupakan jenis virus hidrofilik yang sangat susah untuk dimatikan dibandingkan virus lipofilik. asam lemak dan senyawa fosfat. dapat bekerja dengan adanya senyawa organik. Perbedaan jenis mikroorganisme serta kondisi lingkungan akan menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam sensitivitas atau resistensinya. daya aksi yang cepat serta murah. dan kain pel karena akan terabsorpsi bahan tersebut serta menjadi tidak aktif bila bercampur dengan sabun. tetapi bahan ini mempunyai efek merusak/korosif pada kulit dan peralatan. Salah satu produk yang sudah dipasarkan dari golongan ini diklaim efektif untuk membunuhparvovirus. yakni harus dapat digunakan dalam spektrum dan aktivitas penggunaan yang luas. tetapi kurang baik untuk membunuh beberapa organisme gram negatif. . Klorheksidin terkenal karena sangat ampuh untuk antimikroba terutama jenis bakteri gram positif dan beberapa jenis bakteri gram negatif. Bahan tersebut bekerja dengan baik untuk membunuh bakteri. dan stabilitas senyawa. spon. spora. untuk aplikasi di lapangan terdapat kecenderungan konsumen untuk memilih desinfektan yang aman bagi lingkungan. Escherichia coli. Sebagai contoh banyak konsumen menggunakan desinfektan gas klor (klorin) untuk proses desinfeksi air. Tetapi faktor harga terkadang menjadi batasan tersendiri. protein. fungi dan virus. Selain itu gas klorin juga berpotensi merusak sistem pernapasan bagi manusia dan binatang. jamur terlebih virus serta sama sekali tidak bisa membunuh Mycoplasma pulmonis.yang menonjol adalah menjadi kurang efektif bila digunakan pada pakaian. menunjukkan daya reduksi/bunuh terhadap mikroorganisme hidup pada saat berkontak. batas konsentrasi yang kecil. mudah untuk digunakan. maka ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan produk desinfektan.

yaitu : 1) Bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar 2) Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik. polusi terhadap lingkungan. c) SuhuPeningkatan suhu mempercepat laju reaksi kimia.blogspot. pH. risiko terhadap kesehatan serta efek karsinogen. http://chemistry35. b) WaktuWaktu yang diperlukan mungkin dipengaruhi oleh banyak variable. berhasil guna dan berdaya guna.html A. temperatur dan kelembaban 3) Tidak toksik pada hewan dan manusia 4) Tidak bersifat korosif 5) Tidak berwarna dan meninggalkan noda 6) Tidak berbau/ baunya disenangi 7) Bersifat biodegradable/ mudah diurai 8) Larutan stabil.Dengan mengetahui dan mengenal jenis bahan kimia yang digunakan dalam produk desinfektan diharapkan konsumen dapat memilih produk yang tepat sasaran. 9) Mudah digunakan dan ekonomis 10) Aktivitas berspektrum luas B.com/2012/01/mengenal-desinfektan-dan-jenisnya. Manfaat lain adalah dengan mengetahui risiko dan efek negatif yang mungkin ditimbulkan oleh bahan kimia dalam desinfektan. seperti risiko keracunan pada anak. yakni kesesuaian antara bahan kimia yang dikandungnya dengan jenis dan target mikroorganismenya. Variabel dalam desinfektan a) Konsentrasi (Kadar)Konsentrasi yang digunakan akan bergantung kepada bahan yang akandidesinfeksi dan pada organisme yang akan dihancurkan. maka diharapkan konsumen lebih berhati-hati dalam penggunaan dan penanganan produk-produk tersebut. d) Keadaan Medium Sekeliling p H m e d i u m d a n a d a n y a b e n d a a s i n g m u n g k i n s a n g a t m e m p e n g a r u h i proses disinfeksi . Hal ini dimaksudkan agar penggunaan menjadi tepat sasaran. 10 kriteria suatu desinfektan dikatakan ideal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful