Kembung (BLOAT) Pada Ternak Sapi

A. ETIOLOGI Penyakit kembung (Timpani) merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang ternak ruminansia terutama sapi dan domba. Meskipun terlihat sepele, sebaiknya kita selalu waspada, karena pada kasus yang berat dapat berakibat fatal dan kematian pada ternak. Timpani pada ternak dapat diakibatkan oleh banyak faktor. Namun secara garis besar, timbulnya kembung disebabkan oleh akumulasi gas yang berlebihan di dalam rumen hewan ruminansia. Seperti kita ketahui, pencernaan bahan makanan di dalam perut hewan ruminansia dilakukan oleh mikroorganisme di dalam perut ternak. Mikroorganisme yang secara alamiah ada di dalam perut yang bertugas melakukan pencernaan awal terhadap bahan makanan dan terutama protein. Proses pencernaan protein oleh mikroorganisme ini akan menghasilkan berbagai enzim dan asam amino yang dapat diserap oleh dinding usus ternak. Tanpa adanya mikroorganisme ini dapat dipastikan proses pencernaan makanan di dalam perut ternak tidak akan dapat terjadi. Namun di sisi lain, proses pencernaan bahan makanan oleh mikroba juga mengeluarkan eksreksi lain berupa gas yang sebagian besar adalah karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Gas-gas inilah yang apabila tidak sempat dikeluarkan melalui anus dengan cara berkentut atau dengan bersendawa akan terakumulasi didalam rumen. Seringkali kembung ringan seperti ini dapat sembuh

Oleh karena itu. Sedangkan penyebab sekunder berupa gangguan yang bersifat fisikal yang terjadi pada daerah esophagus yang disebabkan oleh benda asing.dengan sendirinya. stenosis atau tekanan dari perluasan jalan keluar esophagus. sehingga gelembung-gelembung gas akan terakumulasi yang merupakan penyebab kembung. Hijuan leguminosa mudah berfermentasi dan mengeluarkan gas. Pemberiaan makanan konsentrat yang terlalu banyak pula dapat menyebabkan timpani. pemberian hijauan leguminosa segar yang berlebihan dapat menyebabkan timpani. Perut kembung atau timpani adalah suatu keadaan mengembangnya rumen akibat terisi oleh gas yang berlebihan. terutama konsentrat yang mulai busuk. Produksi gas yang cepat (CO2 dan CH4) sebagai hasil akhir fermentasi akan memicu terjadinya kembung. Kondisi ini dikaitkan dengan tingginya konsentrasi protein terlarut yang terdapatdi dalam rumen. Penyebab primer adalah akibat dari fermentasi makanan yang berlebihan kemudian hewan tidak mampu mengeluarkan gas. Gas yang terbentuk akan menetap di rumen dalam bentuk gelembung-gelembung kecil yang tidak merangsang terjadinya reflek bersendawa sehingga rumen mengembung. Rumput basah atau berembun dapat juga menjadi penyebab perut kembung. B. Timpani biasanya terjadi pada sapi. apabila kejadian berlanjut dan tidak ditangani maka akumulasi gas terjebak ini akan membentuk buih/busa (froathy bloat) yang akan semakin sulit bagi ternak untuk mengeluarkannya. Timpani merupakan indigesti akut yang disertai dengan penimbunan gas di dalam rumen dan retikulum ruminansia yang penuh berisi gas (CO2 dan CH4) sebagai hasil akhir fermentasi yang berlebihan yang berasal dari proses pencernaan di dalam lambung. Makanan yang difermentasi misalnya hijuan segar yang banyak mengandung air dan berprotein tinggi. Timpani disebabkan oleh penyebab primer dan penyebab sekunder. Hal ini terjadi ketika esophagus mengalami sumbatan sehingga menghambat pengeluaran gas. Hal ini terjadi ketika esophagus mengalami sumbatan sehinfga menghambat pengeluaran gas. kerbau dan kambing. PATOGENESIS . Namun.

aliran dan susunan air liur dan aktivitas mikroba. Kekuatan kontraksi rumen juga akan menurun dan mungkin hilang tonusnya. GEJALA KLINIS 1. Air liur mengandung protein mucin yang mencegah terjadinya timbulnya busa pada air liur. 4. Karena kecepatan pembentukan gas melebihi kemampuan rumen untuk mengeluarkan ditambah dengan gangguan eruktasi menyebabkan penumpukan gas yang banyak. sehingga terjadi timpani. Rumen akan mendesak ke arah rongga dada dan menimbulkan gangguan pernafasan. sehingga menjadi gelembung yang memenuhi rumen. rumen bereaksi dengan kontraksi yang lebih sering dan lebih kuat dari keadaan normal. Volume rumen akan terus membesar karena gas yang terbentuk semakin banyak. kelebihan gas pada rumen akan dikeluarkan melalui mekanisme eruktasi. Faktor yang mendorong terjadinya timpani antara lain viskositas dan tegangan permukaan cairan rumen. Dari titik tersebut kematian bisa terjadi jika tidak ditangani. Dalam kondisi normal.Pada ruminansia (sapi) timpani biasa disebabkan karena konsumsi leguminosa yang banyak atau gangguan dalam esophagus dan alat tubuh lain. Gangguan reflek eruktasi berkaitan dengan gangguan pada esophagus dan alat tubuh lain. Ada rasa sakit 3. Banyaknya air liur juga berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya timpani. Ternak nampak resah 2. Sapi dengan air liur yang sedikit lebih beresiko. Penguraian protein tersebut yang mungkin terjadi karena aktivitas bakteri menimbulkan terbentuknya busa dalam rumen. Bila perut ditepuk-tepuk mirip suara drum . Gangguan pada reflek eruktasi menyebabkan tidak bisa keluarnya gas dari rumen. Metabolisme sukrosa oleh bakteri menghasilkan gas yang akan terperangkap dalam biofilm yang terbentuk oleh bakteri tersebut. Saat terjadi penumpukan gas. C. Aktivitas mikroba akibat peningkatan jumlah sukrosa dalam rumen juga memiliki pengaruh dalam pembentukan gas. Sisi perut sebelah kiri nampak menonjol (membesar) disbanding normalnya.

Asam-asam ini akan segera menurunkan pH rumen dalam waktu 30-60 menit pasca pemberian daun legum. Pemberian rumput terlalu muda secara berlebihan atau karena tidak dilayukan. Sebaliknya. C. Apabila kondisi ini berlanjut maka akan terjadi gangguan peredaran darah dan kematian dalam beberapa menit. Adanya sumbatan pada kerongkongan. 2. PENYEBAB Penyebab perut kembung antara lain: 1. membesarnya rumen akan meningkatkan tekanan di dalam rongga perut dan rongga dada sehingga menyebabkan kesulitan bernafas yang ditandai dengan pernafasan dada yang cepat dan dangkal. Tekanan intra rumen mengakibatkan : Pembesaran abdomen atau rumen. Angka kematian dapat mencapai 90% jika tidak tertolong 11. 6. memakan racun dan ubi atau tanaman sejenis yang dapat menahan keluarnya gas dari perut. 10. 3.5. Berbaring pada posisi bagian kanan bawah. terdengar eruktasi 9. Pulsus nadi meningkat. PEMERIKSAAN PATOLOGI ANATOMI . 4. Merumput pada lahan yang baru dipupuk. Ternak cenderung menendang dengan kaki belakang. Hewan tampak gelisah 7. 8. selain itu bloat dapat juga terjadi pada ternak yang pergerakannya terbatas. Mata merah. namun segera berubah menjadi kebiruan yang menandakan adanya kekurangan oksigen dan mendekati kematian. Pemberian leguminosa (kacang-kacangan) secara berlebihan. paru-paru dan sistem peredaran darah jantung tidak bekerja. makan buah terlalu banyak. Daun legum yang mengandung kadar air dan protein yang tinggi menghasilkan asam-asam yang tidak mudah menguap seperti sitrat. malat dan suksinat. E.

Dimana pada sapi. F. Perkusi)  Pada pemeriksaan abdomen yang pertama dilakukan adalah Inspeksi dengan mengamati perubahan-perubahan pada bagian abdomennya. Auskultasi. terutama adanya pembesaran lambung di daerah fossa paralumbalis. namun pada penderita timpani abdomen sebelah kirinya akan lebih besar dari normal dan terasa keras. Hal tersebut akhirnya menyebabkan jantung sapi terhimpit oleh angin dan asam lambung saat menderita kembung. Dalam seksi ditemukan kolon dan sekum yang mengalami distensi dengan dindingnya yang berwarna pucat kebiruan. Hal yang mudah dikenali adalah adanya pembesaran abdomen sebelah kiri. mendesak dan mengakibatkan perut sapi membesar ke samping. Meski sesuai susunan anatominya abdomen sebelah kiri memang lebih besar daripada abdomen sebelah kanan. dengan cara menekankan stetoskop pada bagian fossa paralumbalis. Apabila penimbunan gas disebabkan oleh obstruksi. dan berbunyi seperti tong kosong. Palpasi. Secara umum apabila di bedah akan terjadipembesaran pada perut bagian kiri atas dan cukup keras. bila ditepuk akan terasaada udara dibaliknya. Karena kembung yang terjadi. dapat menyebabkan kematian karena struktur organ sapi yang unik. penyebab obstruksi akan ditemukan. Pemeriksaan abdomen (Inspeksi. jantungnya terletak disebelah kanan perut. 2. Pada ruminansia penderita Timpani saat dilakukan auskultasi tidak terdengar adanya kontraksi dari rumen ataupun suara .  Selanjutnya dilakukan auskultasi. bukan dibagian dada seperti halnya manusia.Penyakit kembung perut yang diderita sapi. Berdasarkan gejala klinis Pada dasarnya tidak sulit untuk melakukan diagnosa timpani karena pada penderita timpani gejala yang tampak sangat jelas dan mudah dikenali. DIAGNOSA Untuk mendiagnosa Timpani bisa dilakukan beberapa cara : 1.

Vagal indigestion g.Water belly atau pecahnya kandung kemih c. Catatan pemberian pakan dan penggembalaan. Palpasi dilakukan dengan cara menekankan kepalan tangan ke daerah fossa paralumbalis.Bunting tua d. G. hitung frekuensi pergerakan/motilitas rumen dan tonus rumen.Intestinal volvulus (twisted intestines) h. 4. Saat ditekan inilah akan terasa bahwa abdomen penderita timpani terasa sangat keras dan tegang yang disebabkan penimbunan gas pada bagian rumennya sehingga menekan rongga abdomen untuk lebih membesar. PROGNOSA . DIAGNOSA BANDING a.Ascites (akumulasi cairan di dalam rongga peritoneal) atau pneumoperitoneum (akumulasi udara di dalam rongga peritoneal).Displacement abomasum kiri atau kanan f. Memasukkan Stomach Tube ke dalam rumen. H.gemericik (gurgling) seperti halnya pada ruminansia normal. Kemudian masih dengan cara yang sama yakni dengan menekankan kepalan tangan ke fossa paralumbalis.Akumulasi cairan abnormal dalam uterus selama kebuntingan e. 3. Pada ruminansia yang menderita timpani motilitas rumen dan tonus rumennya akanmengalami penurunan. Cara yang terakhir ini berfungsi untuk membedakan apakah hewan menderita bloat atau timpani.Peritonitis atau infeksi pada rongga abdominal b. Jika saat Stomach Tube sudah dimasukkan ke dalam rumen dan yang keluar adalah isi rumen dengan konsistensi berbusa maka bisa dipastikan bahwa hewan tersebut menderita Timpani.

TERAPI A. pemeriksaan rectal selanjutnya dapat membantu menentukan ada tidaknya obstruksi. Gas dikeluarkan dengan cara menusukkan cannula pada perut ternak bagian sebelah kiri langsung pada rumen. Kadang pembebasan gas dengan trokar mengundang resiko terjadinya peritonitis.Ramalan kelanjutan penyakit biasanya tidak menguntungkan penderita atau dapat mengaibatkan kematian jika lambat dilakukan pertolongan ataupun bersifat fausta-infausta. I. minyak terpentin 15-30 ml. Supaya tepat. titik rusuk akhir dan titik transverssus processus. Untuk itu terlebih dahulu perlu dilakukan desinfeksi secukupnya. Setelah gas dapat dibebaskan segera dimasukkan obat. Pengeluaran gas dilakukan sedikit demi sedikit dengan cara menarik trocar perlahan-lahan agar isi rumen tidak tersedot keluar dan menyumbat pipa trocar. Apabila gas telah di bebaskan.Trokarisasi Pertolongan untuk mengurangi distensi perlu segera diberikan. tandai perut sapi dengan menggunakan gambar segitiga yang menghubungkan titik tulang pinggul.sediaan yodium atau obat merah secukupnya. 10. Untuk mengurangi rasa sakit pemberian aspirin atau dipyrone (Novin) 50%. tusukan cannula tepat dititik tengah segitiga ke dalam rumen melewati peritoneum. Obat- . Trokarisasi dengan trokar dilakukan pada bagian perut yang mengalami tingkat destensi paling besar sebelah kanan atau kiri. sehingga jumlah gas (frothy bloat) secara berangsur-angsur turun. Obat-obat Antyzomotic ini yang akan menurunkan proses fermentasi mikroba. Pemberian laksansia rigan misalnya minyak mineral 2-4 L dapat menimbulkan peristaltic lagi serta melicinkan jalanya pengeluaran tinja.20 mldapat dipertimbangkan.obat antizymotik antara lain formalin atau chloroform sebanyak 30 ml.

kemudian diminumkan. Stomach Tube Stomach tube merupakan metode yang banyak digunakan untuk mengeluarkan gas dan tekanan dari rumen karena lebih aman dan trauma yang ditinggalkan pada hewan relatif kecil. Dimethicone bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan. Stomach Tube (ukuran standart = diameter dalam 1. Wonder Athympanicum   Dosis: sapi/ kerbau: 20 – 50 gram.   Dosis sapi/ kerbau: 100 ml obat diencerkan dengan 500 ml air. 3. B. Kambing/ domba: 5 – 20 gram. 4.5-2. dicampur air secukupnya. misalnya penguat jantung dancairan elektrolit dapat diberikan bila dipandang perlu. sehingga gelembung-gelembung gas dalam rumen terurai menjadi gelembung-gelembung kecil kemudian bergabung sehingga dapat dikeluarkan dari saluran pencernaan. kemudian diminumkan. Kerja dari Stomach Tube ini relatif cepat yaitu sekitar 1 menit.obat suportif lain.Secara Medis 1. BAKAZHA OIL Dosis Untuk Sapi : 150 ml – 300 ml . C.0 cm) dimasukkan melalui mulut dengan bantuan spekulum logam untuk mencegah hewan mengunyah tubenya.Anti Bloat (bahan aktif: Dimethicone). Kambing/ domba: 25 ml obat diencerkan dengan 250 ml air. 2.

State Avenue: Blackwell Publishing Company Artikel asli Bumi Peternakan Wahyu Utama http://peternakanwahyuutama. lebih baik memberikan sedikit demi sedikit tetapi sering kali. PENCEGAHAN 1. Andrews AH.com drh. Digestive Disorders of Calves. Editor: Bovine Medicine Diseases and Husbandry of Cattle Second edition.Ternak jangan digembalakan terlalu pagi ketika rumput masih basah dan hindari memberi ternak dengan rumput atau daun-daun muda dan tanaman leguminosa (kacang-kacangan) 8.blogspot. upayakan untuk tetap berdiri atau bergerak 4.Dosis Untuk Kambing : 15 ml -30ml D. Mengunyah supaya air liur keluar. Hijauan yang akan diberikan hendaknya dilayukan terlebih dahulu 3. Selama musim hujan sebaiknya ternak diberi pakan kasar sebelum dilepas di padang penggembalaan yang basah 7. Hindari pemberian rumput/ hijauan yang terlalu banyak. Jangan memberikan makanan yang sudah rusak/busuk/berjamur 10. misalnya dengan ikatkan tali atau kayu dalam mulut supaya ternak mengunyahnyadan air liur keluar 6. Ike Yuniarni dan Sugeng Berenergy S. misalnya komposisi rumput danleguminosa yang benar 2. Pemberian pakan sesuai aturan. Jika mungkin mulut tetap terbuka atau tetap usahakan 5. Jangan membiarkan ternak terlalu lapar 9.Farm Apt . 2004. Jika ada ternak yang kembung. Sumber: Blowey RW.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful