P. 1
belajar matematika

belajar matematika

|Views: 120|Likes:
Published by akfaditadikaparira

More info:

Published by: akfaditadikaparira on May 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

Sections

  • EDITED BY HERUMAWAN
  • Cara Mengajar Operasi PENAMBAHAN
  • 1. Tahap Pengenalan Penambahan
  • 2. Tahap Penambahan Tradisional
  • 3. Tahap Penambahan Mental
  • A. Visualisasi Langsung (Direct Visualization)
  • B. Visualisasi Objek (Visualization with Object)
  • Cara Mengajar Operasi PENGURANGAN
  • 1. Tahap Pengenalan Pengurangan
  • 3. Tahap Pengurangan Mental
  • B.. Visualisasi Objek (Visualization with Object)
  • Cara Mengajar Operasi PERKALIAN
  • 1. Tahap Pengenalan Perkalian
  • 2. Tahap Perkalian Tradisional
  • Tabel Perkalian
  • 3. Tahap Perkalian Mental
  • Cara Mengajar Operasi PEMBAGIAN
  • 1. Tahap Pengenalan Pembagian
  • 2. Tahap Pembagian Tradisional
  • Bagaimana Melakukan Visualisasi yang Benar?
  • A. Meditasi Konsentrasi
  • B. Visualisasi
  • Bagaimana caranya melatih ingatan tentang perhitungan dasar?
  • RINGKASAN DISKUSI DI MILIS 1
  • Latar belakang metode horisontal
  • CONTOH I
  • CONTOH II
  • CONTOH III
  • CONTOH IV
  • CONTOH V
  • CONTOH VI
  • FILOSOFI PENDIDIKAN METODE HORISONTAL
  • 1. Pendidikan yang Kongkrit – Tahap Mengenal
  • 2. Pendidikan dengan Penyelidikan – Tahap Memahami
  • 3. Pendidikan Transformatif – Tahap Menguasai
  • Aljabar
  • Asal Mula Aljabar
  • Klasifikasi dari Aljabar
  • Aljabar Elementer
  • Tahap Kreatifitas: bermain-main dengan Aljabar

BELAJAR MATEMATIKA

METODE SIGMETRIS

EDITED BY HERUMAWAN herupkp@yahoo.com

1

Cara Mengajar Operasi PENAMBAHAN

Penambahan adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak. Para orang tua mungkin ingin memahami bagaimana caranya mengajarkan ketrampilan penambahan ini secara benar kepada anak-anak mereka. Ada beberapa tahap untuk mengajarkan anak-anak mengenai konsep penambahan ini. Tahap-tahap ini bergantung pada kemampuan (bukan pada umur) anak tersebut secara unik sehingga tidak dapat dipaksakan dalam proses pengajarannya. Dalam artikel ini diasumsikan bahwa anak telah melewati Masa Pengenalan Angka yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. Pengenalan konsep perbandingan (lebih banyak, sama dengan, lebih sedikit), dan bagaimana membilang benda satu per satu. 2. Penulisan Angka Arab dan konsep urutan bilangan (ke satu, ke dua dst). Setelah melalui tahap pengenalan ini diharapkan telah tumbuh perasaan mengenai proses kuantitatif dalam diri seorang anak. Untuk memudahkan, cara pengajaran operasi penambahan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pengenalan penambahan, tahap penambahan tradisional, tahap penambahan mental. Yang nantinya akan dibahas secara terinci satu demi satu. 1. Tahap Pengenalan Penambahan Dalam tahap ini, diperkenalkan konsep Jumlah dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan menjumlahkan suatu kumpulan benda dengan kumpulan benda yang lain. Misalnya selama membeli barang di supermarket seorang anak diajarkan menghitung jumlah barang yang telah diambil atau juga jumlah uang yang harus dibayarkan. Seorang anak juga dapat diajarkan konsep ini ketika mereka bertemu dengan teman-temannya, mereka diminta menghitung jumlah teman bermainnya atau jumlah mainan temannya dibandingkan dengan yang ia punyai. Selanjutnya kita mulai mengunakan benda-benda yang lebih abstrak seperti kelereng, kancing dan dadu untuk mengenalkan konsep jumlah ini. Cara paling efektif untuk mengenalkan Angka Desimal adalah dengan menggunakan ilustrasi jari tangan kita. Sebenarnya itulah alasan sederhana mengapa kita menggunakan bilangan basis sepuluh, karena jumlah jari tangan kita adalah sepuluh buah. Sehingga akan mudah mengajarkan konsep Desimal bila kita kembali menggunakan pendekatan ini kepada anak-anak. Pendekatan ini diiringi dengan penggunaan KATA-KATA untuk menjelaskan konsep penambahan tersebut. 2. Tahap Penambahan Tradisional Tahap ini tentunya dimulai dengan penulisan Angka dan Simbol operator penambahan (+). Pada tahap ini, anak-anak sudah harus dapat mengabstraksi konsep bilangan ke dalam sebuah Notasi desimal tertulis. Urutan pengajarannya, berdasarkan tingkat kesulitan yang harus dikerjakan oleh anak yaitu berdasarkan jumlah digit bilangan yang terlibat, misalnya satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya. Pada setiap digit bilangan ini dilakukan latihan yang berulang-ulang agar siswa dapat menguasai dengan mahir. Baru kemudian berpindah ke digit bilangan yang lebih banyak.

2

a. Cara Mengajarkan Penambahan Satuan (sebagai contoh 2 + 4) Pada level ini merupakan masa transisi, dari bentuk pengajaran verbal pada tahap pengenalan ke bentuk pengajaran tertulis. Jadi pada waktu membantu mengajarkannya tetap perlu diilustrasikan prosesnya dengan menggunakan jari tangan kita. Prosesnya sebagai berikut: 2 (‘DUA’ dengan dua jari tangan diacungkan) + (‘ditambah’) 6 (‘ENAM’ dengan menambahkan satu persatu jari dari satu s.d enam) = (‘sama dengan’) (delapan jari tangan diacungkan) yang kemudian dituliskan sebagai 8 (‘DELAPAN’) Cara ini diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada b. Cara Mengajarkan Penambahan Belasan ( sebagai contoh 6 + 7) Pada tahap ini sudah muncul konsep abstrak tentang asosiasi posisi ‘puluhan’, ilustrasinya dapat dengan menuliskan Angka 1 (satu) pada kertas setelah kesepuluh jari kita teracung. Prosesnya sebagai berikut: 6 (‘ENAM’ dengan enam jari tangan diacungkan) + (‘ditambah’) 7 (‘TUJUH’ dengan satu persatu jari dari satu s.d tujuh ditambahkan. Pada penambahan ke tiga kesepuluh jari telah teracung maka kita menuliskan Angka 1 ‘SATU’ pada kertas, dan kemudian melanjutkan membilang lagi sampai selesai) = (‘sama dengan’) (tiga jari tangan diacungkan dan Angka 1 ‘SATU’ pada kertas) yang kemudian dituliskan sebagai 13 (‘TIGABELAS’) Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada c. Cara Mengajarkan Penambahan Puluhan ( sebagai contoh 40 + 50) Di sini kita mulai menggunakan cara penulisan Angka-angka bersusun dan mulai meninggalkan ilustrasi dengan jari tangan kita. Untuk mengajarkannya dimulai dengan angka puluhan murni. Letakkan satu bilangan (40) di atas bilangan yang lainnya (50) sedemikian sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis lurus. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua. 40 50 Tambahkan kedua digit satuannya. (0 + 0 = 0). Letakkan hasilnya (0) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. 40 50 0

3

Tambahkan kedua digit puluhannya (4 + 5 = 9) Letakkan hasilnya (9) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. 40 50 90 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada c. Cara Mengajarkan Penambahan Puluhan ( sebagai contoh 45 + 53) Letakkan satu bilangan (45) di atas bilangan yang lainnya (53) sedemikian sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis lurus. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua. 45 53 Tambahkan kedua digit satuannya. (5 + 3 = 8). Letakkan hasilnya (0) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. 45 53 8 Tambahkan kedua digit puluhannya (4 + 5 = 9) Letakkan hasilnya (9) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai 45 53 98 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada d. Cara Mengajarkan Penambahan Puluhan ( sebagai contoh 45 + 67) dengan ‘carry digit’ Letakkan satu bilangan (45) di atas bilangan yang lainnya (67) sedemikian sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis lurus. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua. 45 67

4

Tambahkan kedua digit satuannya. (5 + 7 = 12). Jumlah ini adalah dua digit bilangan maka letakkan Angka 1 (‘SATU’) diatas kolom puluhan dan letakkan Angka 2 (‘DUA’) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. 1 45 67 2 Tambahkan bilangan pada digit puluhannya (1 + 4 + 6 = 11) Letakkan hasilnya (11) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai 1 45 67 112 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya ratusan, ribuan dan seterusnya. 3. Tahap Penambahan Mental Perhitungan Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak manusia, tanpa dengan bantuan peralatan yang lain. Dalam penelitian didapatkan kesimpulan bahwa perhitungan mental ini dapat meningkatkan kepercayaan diri, kecepatan merespon, ingatan dan daya konsentrasi pada para praktisinya. Kunci utama dalam Penambahan secara mental adalah Ingatan (memori) dalam menjumlahkan dari 0 (nol) s.d 9 (sembilan) yang sudah diluar kepala. Serta Visualisasi (visualization) dari proses manipulasi operasi penambahan. Berdasarkan cara memvisualisasinya, Penambahan Mental dapat dibagi dalam dua kategori: A. Visualisasi Langsung (Direct Visualization) Di sini konsep Metode Horisontal mulai berperan secara dominan. Pengenalan Konsep Asosiasi Posisi dengan menggunakan Notasi Pagar adalah esensial untuk menggunakan visualisasi secara langsung ini. Kata ‘langsung’ di sini artinya adalah kita langsung bermain dengan konsep abstrak dari Angka tanpa menggunakan peralatan bantuan. Mula-mula siswa diajarkan menghitung pertambahan dengan metode horisontal dengan Notasi Pagarnya secara tertulis, selanjutnya mereka dilatih untuk membayangkan (memvisualisasi) proses manipulasi yang telah dilakukannya.

5

Di sini Ingatan harus bertindak dengan menghitung setiap kolom dalam pagar sebagai berikut : (8 +3) | (4+5) = 11 | 9 sehingga didapatkan hasil 119 Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: Pertama menambahkan digit satuan (4 + 5 = 9). Selanjutnya menambahkan digit puluhan (9 + 6 = 15). Selanjutnya didapat (9 | 4) + (6 | 7) = (9 +6) | (4+7). sehingga: 15 | 11 = 15+1 | 1 = 16 | 1 sehingga didapatkan hasil 161 Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: Pertama menambahkan digit satuan (4 + 7 = 11). 6 . Di sini Ingatan harus bertindak dengan menghitung setiap kolom dalam pagar sebagai berikut : (9 +6) | (4+7) = 15 | 11 Karena Kolom disebelah KANAN Notasi Pagar harus berisi SATU digit bilangan maka sisa digit yaitu Angka 1 harus digeser ke kiri. Selanjutnya menambahkan digit puluhan (8 + 3 = 11). Cara mengajarkan Penambahan Mental Puluhan (sebagai contoh 84+35) Mula-mula diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada setiap bilangan yang terlibat sehingga didapat 84 = 8 | 4 dan 35 = 3 | 5. Sehingga jawabannya adalah 119 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu jumlahkan semua digit yang sesuai mulai dari Kanan ke Kiri b.Contoh: a. Cara mengajarkan Penambahan Mental Puluhan (sebagai contoh 94+67) dengan ‘carry digit’ Mula-mula diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada setiap bilangan yang terlibat sehingga didapat 94 = 9 | 4 dan 67 = 6 | 7. Selanjutnya didapat (8 | 4) + (3 | 5) = (8 +3) | (4+5).

Caranya dengan menggunakan bilangan komplementer 3 = 10-7.yahoo. B.Menggeser Angka Puluhan yaitu 1 dari Digit satuan (11 .pdf ) Contoh: a. Dalam kenyataannya cara Visualisasi dengan menggunakan objek sempoa ini hanya sesuai untuk diajarkan pada anak-anak saja. terutama digunakan bagi mereka yang belum mengetahui konsep Asosiasi Posisi dan bagi mereka yang kesulitan untuk memvisualisasikan sesuatu yang abstrak seperti Angka Desimal.com/group/metode_horisontal/files/takashikojima1. Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada sampai dapat menghitung tanpa harus mencorat-coret pada kertas. Tambahkan 5 pada batang satuan H. Hasilnya 4+5 = 9 4. Tambahkan 3 pada batang puluhan G. ribuan dan seterusnya. misalkan batang H. Tentukan batang satuan pada sempoa. Kemudian tentukan bilangan 84 pada batang GH 2. Disini sempoa digunakan untuk membantu proses visualisasinya. Dan kurang sesuai untuk diajarkan pada remaja atau orang dewasa karena umumnya remaja dan orang dewasa sudah mempunyai konsep bilangan dan operasinya yang mapan dalam benaknya sehingga merasa kesulitan/bosan harus belajar lagi menghitung bilangan dari awal dengan menggunakan sempoa. Sehingga didapat jawaban 119 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu jumlahkan semua digit yang sesuai mulai dari Kiri ke Kanan b. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya ratusan. (Untuk mempelajari secara lengkap Metode Sempoa dapat http://groups. Visualisasi Objek (Visualization with Object) Biasanya objek yang digunakan disini adalah sempoa (abacus). jadi tambahkan 1 pada batang ratusan F dan kurangkan 7 pada batang puluhan G hasilnya 8-7 = 1 3.10 = 1) dan ditambahkan ke Digit Puluhan 15 + 1 = 16) Sehingga jawabannya adalah 161 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu jumlahkan semua digit yang sesuai mulai dari Kanan ke Kiri dengan memperhatikan Jumlah Digit di sebelah KANAN Notasi Pagar. Cara mengajarkan Penambahan Mental Puluhan dengan Sempoa (sebagai contoh 84+35) Disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1. Cara mengajarkan Penambahan Mental Puluhan dengan Sempoa (sebagai contoh 94+67) dengan ‘carry digit’ Disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: dilihat pada 7 .

Tentukan batang satuan pada sempoa. Caranya dengan menggunakan bilangan komplementer 7 = 10-3.1. jadi tambahkan 1 pada batang ratusan F dan kurangkan 4 pada batang puluhan G hasilnya 9-4 = 5 3. misalkan batang H. Sehingga didapat jawaban 161 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu jumlahkan semua digit yang sesuai mulai dari Kiri ke Kanan. Tambahkan 6 pada batang puluhan G. Kemudian tentukan bilangan 94 pada batang GH 2. jadi tambahkan 1 pada batang puluhan G menjadi 5+1=6 dan kurangkan 3 pada batang satuan H hasilnya 4-3 = 1 4. Metode sempoa menggunakan konsep bilangan komplementer jika terjadi penambahan yang hasilnya lebih dari 9 (sembilan). Caranya dengan menggunakan bilangan komplementer 6 = 10-4. Tambahkan 7 pada batang satuan H. 8 .

9 . Untuk memudahkan. Yang nantinya akan dibahas secara terinci satu demi satu. Pendekatan ini harus diiringi dengan penggunaan KATAKATA untuk menjelaskan konsep Pengurangan tersebut misalnya ‘sepuluh dikurangi satu sama dengan sembilan”. Di sini objek kelereng tentu saja dapat diganti dengan objek-objek yang lain. misalnya teman bermain mereka. Agar perpindahan dari konsep Penambahan ke Pengurangan berjalan dengan mulus. Dengan pendekatan ini konsep Pengurangan dipandang oleh si anak sebagai perkembangan wajar dari konsep Penambahan yang telah dimengerti olehnya. kemudian ditanyakan hasilnya kepada si anak (contoh 10 – 1 = ?). bukan dengan pendekatan menghitung ke bawah / counting down (contoh 8 . ada beberapa tahap untuk mengajarkan anak-anak mengenai konsep pengurangan ini. Pendekatan ini dapat diajarkan dengan cara mengambil satu kelereng dari sepuluh kelereng. berarti mereka telah siap untuk mengenalkan pendekatan menghitung ke bawah (counting down) yang bersifat lebih langsung ke persoalannya. Misalnya selama bermain dengan kelereng. cara pengajaran operasi pengurangan dibagi menjadi tiga tahap. Dalam artikel ini diasumsikan bahwa anak telah melewati MASA Pengenalan Penambahan terlebih dahulu. Di sini. yaitu dengan pendekatan menghitung ke atas / counting up (contoh 3 + ? = 8). tepatnya adalah Penambahan diajarkan terlebih dahulu baru kemudian Pengurangan kemudian keduanya akan diajarkan secara pararel. yaitu tahap pengenalan pengurangan. tahap pengurangan tradisional. si anak dapat ditanyakan berapa kelereng yang harus ditambahkan agar jumlahnya menjadi sepuluh kelereng (contoh 3 + ? = 10). Biasanya Pengurangan diajarkan hampir bersamaan dengan pengajaran Penambahan. si anak dapat menggunakan pemahaman yang telah didapat selama mempelajari operasi Penambahan untuk selanjutnya digunakan mempelajari Pengurangan. barang belanjaan dan sebagainya. Tahap Pengenalan Pengurangan Dalam tahap ini. diperkenalkan konsep Selisih dalam kehidupan sehari-hari. Tahap-tahap ini bergantung pada kemampuan (bukan pada umur) anak tersebut secara unik sehingga tidak dapat dipaksakan dalam proses pengajarannya. jika ada tiga kelereng di lantai. mereka akan dapat menarik kesimpulan tentang operasi matematika (dalam hal ini tentang Pengurangan) dengan tepat walaupun hal ini belum disampaikan dalam bentuk Angka tertulis. yaitu dengan dengan mencari berapa kumpulan benda yang dibutuhkan agar jumlahnya sama dengan kumpulan benda lain yang lebih banyak. Setelah anak telah memahami Pengurangan dengan pendekatan menghitung ke atas (counting up). digunakan pendekatan menghitung ke atas (counting up). Dengan mengajarkan fakta-fakta ini terus menerus kepada anakanak. 1.Cara Mengajar Operasi PENGURANGAN Pengurangan adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak setelah Penambahan. Karena dengan pendekatan menghitung ke atas. tahap pengurangan mental. Para orang tua mungkin ingin memahami bagaimana caranya mengajarkan ketrampilan menghitung Pengurangan ini secara benar kepada anak-anak mereka.3 = ?). Metode untuk mengajarkan Pengurangan pada tahap awal yang paling sesuai adalah dengan menghubungkan ke konsep Penambahan.

dan kemudian melanjutkan mengacungkan ke sepuluh jari kita lagi.2) Pada level ini merupakan masa transisi. ratusan dan seterusnya.30) Di sini kita mulai menggunakan cara penulisan Angka-angka bersusun dan mulai meninggalkan ilustrasi dengan jari tangan kita. Cara Mengajarkan Pengurangan Belasan ( sebagai contoh 12 . Pada setiap digit bilangan ini dilakukan latihan yang berulang-ulang agar siswa dapat menguasai dengan mahir. Pada tahap ini.d tujuh dikurangkan. dari bentuk pengajaran verbal pada tahap pengenalan ke bentuk pengajaran tertulis. 10 . Baru kemudian berpindah ke digit bilangan yang lebih banyak. Cara Mengajarkan Pengurangan Satuan (sebagai contoh 4 .d dua) = (‘sama dengan’) (dua jari tangan diacungkan) yang kemudian dituliskan sebagai 2 (‘DUA’) Cara ini diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada. ilustrasinya dapat dengan menuliskan Angka 1 (satu) pada kertas untuk menggambarkan kesepuluh jari kita yang teracung. Urutan pengajarannya. Prosesnya sebagai berikut: 12 (‘DUA BELAS’ dengan membilang sepuluh jari pertama sampai diacungkan semua.7) Pada tahap ini sudah muncul konsep abstrak tentang asosiasi posisi ‘puluhan’. Cara Mengajarkan Pengurangan Puluhan ( sebagai contoh 50 . Fokuskan pengulangannya untuk bilangan 10. anak-anak sudah harus dapat mengabstraksi konsep bilangan ke dalam sebuah Notasi desimal tertulis. kemudian kita tuliskan angka 1 (satu) di kertas dan setelah itu proses membilang dilanjutkan sampai dua jari tangan diacungkan) + (‘dikurangi’) 7 (‘TUJUH’ dengan satu persatu jari dari satu s. Untuk mengajarkannya dimulai dengan angka puluhan murni. puluhan. Jadi pada waktu membantu mengajarkannya tetap perlu diilustrasikan prosesnya dengan menggunakan jari tangan kita. Selanjutnya dilanjutkan pengurangannya sampai dengan tujuh) = (‘sama dengan’) (lima jari tangan diacungkan) yang kemudian dituliskan hasilnya sebagai 5 (‘LIMA’) Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada c. berdasarkan tingkat kesulitan yang harus dikerjakan oleh anak yaitu berdasarkan banyaknya digit bilangan yang terlibat. misalnya 10-1=9. kesepuluh jari telah turun maka kita mencoret Angka 1 ‘SATU’ pada kertas. Pada pengurangan ke dua. 10-2=8 dan seterusnya (dalam metode sempoa ini disebut bilangan saling komplementer). Prosesnya sebagai berikut: 4 (‘EMPAT’ dengan empat jari tangan diacungkan) + (‘dikurangi’) 2 (‘DUA’ dengan mengurangkan satu persatu jari dari satu s. b. a. Tahap Pengurangan Tradisional Tahap ini tentunya dimulai dengan penulisan Angka dan Simbol operator pengurangan (-).2. misalnya satuan.

Letakkan hasilnya (0) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua. 50 30 _ Kurangkan kedua digit satuannya. 50 30 0 Kurangkan kedua digit puluhannya (5 . Cara Mengajarkan Pengurangan Puluhan ( sebagai contoh 53 . 50 30 20 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada c.Letakkan satu bilangan (50) di atas bilangan yang lainnya (30) sedemikian sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis lurus. (0 .3 = 2) Letakkan hasilnya (2) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai.0 = 0). Letakkan hasilnya (2) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. (3 – 1 =2).21) Letakkan satu bilangan (53) di atas bilangan yang lainnya (21) sedemikian sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis lurus. 53 21 _ Kurangkan kedua digit satuannya. 53 21 _ 2 11 . Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua.

ribuan dan seterusnya. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya ratusan.2 -1 = 2) Letakkan hasilnya (2) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai -1 53 26 _ 27 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada. maka kurangi Satu dari digit puluhan dan tambahkan Sepuluh pada digit satuan sebelum melakukan operasi pengurangan sehingga (13– 6 = 7). Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua. -1 53 26 _ 7 Kurangkan kedua digit puluhannya beserta pengurangan Angka Satu sebelumnya (5 .26) dengan ‘carry digit’ Letakkan satu bilangan (53) di atas bilangan yang lainnya (26) sedemikian sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis lurus. (3 .2 = 3).6). 12 . Letakkan hasilnya (7) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. Di sini bilangan pengurang (6) lebih besar dari bilangan yang dikurangi (3). 53 26 _ Kurangkan kedua digit satuannya. Letakkan hasilnya (3) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai 53 21 _ 32 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada d.Kurangkan kedua digit puluhannya (5 . Cara Mengajarkan Pengurangan Puluhan ( sebagai contoh 53 .

(2 | 1) = (5 .21) Mula-mula diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada setiap bilangan yang terlibat sehingga didapat 53 = 5 | 3 dan 21 = 2 | 1.d 9 (sembilan) yang sudah diluar kepala. Pengurangan Mental dapat dibagi dalam dua kategori: A. Selanjutnya mengurangkan digit puluhan (5 .2) | (3 . selanjutnya mereka dilatih untuk membayangkan (memvisualisasi) proses manipulasi yang telah dilakukannya. Pengenalan Konsep Asosiasi Posisi dengan menggunakan Notasi Pagar adalah esensial untuk menggunakan visualisasi secara langsung ini. Serta Visualisasi (visualization) dari proses manipulasi operasi Pengurangan. Di sini Ingatan harus bertindak dengan menghitung setiap kolom dalam pagar sebagai berikut : (5 . ingatan dan daya konsentrasi pada para praktisinya. Visualisasi Langsung (Direct Visualization) Di sini konsep Metode Horisontal mulai berperan secara dominan. Selanjutnya didapat (5 | 3) .1). Cara mengajarkan Pengurangan Mental Puluhan (sebagai contoh 53 . Selanjutnya didapat 13 .3. tanpa dengan bantuan peralatan yang lain.2) | (3 . Kunci utama dalam Pengurangan secara mental adalah Ingatan (memori) dalam mengurangkan dari 0 (nol) s. Kata ‘langsung’ di sini artinya adalah kita langsung bermain dengan konsep abstrak dari Angka tanpa menggunakan peralatan bantuan. Dalam penelitian didapatkan kesimpulan bahwa perhitungan mental ini dapat meningkatkan kepercayaan diri. Berdasarkan cara memvisualisasinya.1 = 2).1) = 3 | 2 sehingga didapatkan hasil 32 Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: Pertama mengurangkan digit satuan (3 .26) dengan ‘carry digit’ Mula-mula diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada setiap bilangan yang terlibat sehingga didapat 53 = 5 | 3 dan 26 = 2 | 6.2 = 3). Cara mengajarkan Pengurangan Mental Puluhan ( sebagai contoh 53 . Mula-mula siswa diajarkan menghitung pengurangan dengan metode horisontal dengan Notasi Pagarnya secara tertulis. Contoh: a. kecepatan merespon. Tahap Pengurangan Mental Perhitungan Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak manusia. Sehingga jawabannya adalah 32 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu kurangkan semua digit yang sesuai mulai dari Kanan ke Kiri b.

Dan kurang sesuai untuk diajarkan pada remaja atau orang dewasa karena umumnya remaja dan orang dewasa sudah mempunyai konsep bilangan dan operasinya yang mapan dalam benaknya sehingga merasa kesulitan/bosan harus belajar lagi menghitung bilangan dari awal dengan menggunakan sempoa. B. ribuan dan seterusnya..6).6). Dalam kenyataannya cara Visualisasi dengan menggunakan objek sempoa ini hanya sesuai untuk diajarkan pada anak-anak saja. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya ratusan.(2 | 6) = (5 . Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada sampai dapat menghitung tanpa harus mencorat-coret pada kertas. Di sini Ingatan harus bertindak dengan menghitung setiap kolom dalam pagar sebagai berikut : (5 ..1 = 2 kemudian Kolom yang mempunyai nilai negatif tersebut ditambah dengan 10 (Sepuluh) sehingga 10 – 3 = 7. sehingga: 3 | -3 = 2 | 10 .2) | (3 .yahoo. Disini sempoa digunakan untuk membantu proses visualisasinya. Sehingga jawabannya adalah 27 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu kurangkan semua digit yang sesuai mulai dari Kanan ke Kiri. Visualisasi Objek (Visualization with Object) Biasanya objek yang digunakan disini adalah sempoa (abacus). terutama digunakan bagi mereka yang belum mengetahui konsep Asosiasi Posisi dan bagi mereka yang kesulitan untuk memvisualisasikan sesuatu yang abstrak seperti Angka Desimal.3 = 2 | 7 sehingga didapatkan hasil 27 Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: Pertama mengurangkan digit satuan (3 – 6 = -3). = 3 | -3 Karena Kolom terakhir bernilai NEGATIF maka Kolom disebelah kirinya dikurangi 1 (Satu) kemudian Kolom yang mempunyai nilai negatif tersebut ditambah dengan 10 (Sepuluh). Kemudian ubah kolom yang mempunyai nilai negatif menjadi positif dengan mengurangi 1 (satu) kolom di sebelah kirinya dan menambah 10 (sepuluh) di kolom tersebut.com/group/metode_horisontal/files/takashikojima1. (Untuk mempelajari secara lengkap Metode Sempoa dapat http://groups.(5 | 3) .2) | (3 . Selanjutnya mengurangkan digit puluhan (5 – 2 = 3) Membuat Kolom yang bernilai NEGATIF menjadi bernilai positif dengan cara Kolom disebelah kirinya dikurangi 1 (Satu) sehingga menjadi 3 .pdf ) dilihat pada 14 .

26) dengan ‘carry digit’ Disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1.Contoh: a. Cara mengajarkan Pengurangan Mental Puluhan dengan Sempoa (sebagai contoh 53 . kemudian kurangkan 10 (Sepuluh) dengan angka 6 tersebut. Kurangkan 2 pada batang puluhan G. Cara mengajarkan Pengurangan Mental Puluhan dengan Sempoa (sebagai contoh 53 . Sehingga didapat jawaban akhir 27 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu kurangkan semua digit yang sesuai mulai dari Kiri ke Kanan. Tentukan batang satuan pada sempoa. misalkan batang H. Kurangkan 2 pada batang puluhan G. hasilnya 10 – 6 = 4. sehingga hasilnya 5 . Karena 6 lebih besar dari 3 maka Caran menghitungnya adalah dengan meminjam 1 (satu) dari batang puluhan G sehingga didapat 3 1 = 2.21) Disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1. Sehingga didapat jawaban 32 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu kurangkan semua digit yang sesuai mulai dari Kiri ke Kanan b. Metode sempoa menggunakan peminjaman (borrowing) angka 1 (satu) pada batang disebelahnya yang mempunyai orde yang lebih besar jika terjadi pengurangan yang hasilnya negatif. Kemudian tentukan bilangan 53 pada batang GH 2.1 = 2 4. Kurangkan 6 pada batang satuan H. Akhirnya Tambahkan 4 (empat) ini dengan 3 pada batang satuan H. Kemudian tentukan bilangan 53 pada batang GH 2.2 = 3 3. Tentukan batang satuan pada sempoa.2 = 3 3. Hasilnya 3 . dan didapat 4 +3=7 4. sehingga hasilnya 5 . misalkan batang H. Kurangkan 1 pada batang satuan H. 15 .

tahap perkalian mental. gambar kedua dapat diputar 90 derajat sehingga akan sama persis dengan gambar pertama. dan dengan menggunakan kelereng untuk mengajarkan operasi perkalian. Ada beberapa tahap untuk mengajarkan anak-anak mengenai konsep perkalian ini. Sehingga siswa akan mewarnai 3 baris dengan 4 (empat) kotak pada masingmasing baris (4 + 4 + 4). siswa dapat mewarnai 4 baris dengan 3 (tiga) kotak pada masing-masing baris (3 + 3 + 3 + 3).d 12 (duabelas). Tahaptahap ini bergantung pada kemampuan (bukan pada umur) anak tersebut secara unik sehingga tidak dapat dipaksakan dalam proses pengajarannya. belum ada notasi angka tertulis dalam tahap ini. si anak dapat menggunakan pemahaman yang telah didapat selama mempelajari operasi Penambahan untuk selanjutnya digunakan mempelajari Perkalian. tahap perkalian tradisional. Kemudian diilustrasikan dengan mengisi tiga ruang dalam wadah telor tersebut masing-masing dengan 4 (empat) kelereng. Untuk memudahkan. maka biasanya operasi perkalian mulai diperkenalkan pada kelas tiga di sekolah dasar. Karena dengan pendekatan penambahan beruntun ini. Lakukan permainan ini berulang-ulang dengan kasus-kasus perkalian dasar yang lain. Dengan pendekatan ini konsep Perkalian dipandang oleh si anak sebagai perkembangan wajar dari konsep Penambahan yang telah dimengerti olehnya. dengan mengambil kembali keduabelas kelereng tadi. cara pengajaran operasi perkalian dibagi menjadi tiga tahap. Untuk membandingkan kedua gambar tersebut. Langkah pertama adalah menjelaskan bahwa Operasi Perkalian 3*4 mempunyai arti tiga kelompok dari 4 (empat) kelereng. Kemudian mengajarkan bahwa 3*4 = 4*3. Selanjutnya kita mengenalkan Sifat Komutatif dari Perkalian. misalnya 3*4. Bila operasi pertambahan dan pengurangan ini sudah diperkenalkan pada kelas satu di sekolah dasar. diperkenalkan konsep Perkalian sebagai Penambahan Beruntun dalam kehidupan sehari-hari. yang disini mempunyai arti empat kelompok dari 3 (tiga) kotak. yaitu tahap pengenalan perkalian. Yang nantinya akan dibahas secara terinci satu demi satu. dengan menjelaskan 4*3 mempunyai arti empat kelompok dari 3 (tiga) kelereng sembari meletakkan keduabelas kelereng tersebut ke dalam empat ruang dalam wadah telor tersebut masing-masing dengan 3 (tiga) kelereng. Misalkan untuk mengajarkan 3*4. yaitu dengan memandang perkalian sebagai penambahan beruntun (3*4 = 3+3+3+3 = 12). Cara alternatif yang lain untuk mengajarkan menggunakan kertas berpetak dan pensil berwarna. Tahap Pengenalan Perkalian Dalam tahap ini. Kunci pada tahap pengenalan perkalian ini adalah seluruh pengajarannya menggunakan Contoh Nyata dan Kata-kata. 16 . yang di sini mempunyai arti tiga kelompok dari 4 (empat) kotak. 1. Para orang tua mungkin ingin memahami bagaimana caranya mengajarkan ketrampilan perkalian ini secara benar kepada anak-anak mereka. misalnya dengan menggunakan wadah telur (atau wadah lain yang dalamnya bersekat-sekat). Selanjutnya untuk mengajarkan 4*3. Metode untuk mengajarkan Perkalian pada tahap awal yang paling sesuai adalah dengan menghubungkan ke konsep Penambahan. Selanjutnya siswa diminta untuk membilang semua kelereng yang ada dalam wadah telor tersebut dari 1 (satu) s.Cara Mengajar Operasi PERKALIAN Perkalian adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak setelah mereka mempelajari operasi penambahan dan pengurangan.

Pada setiap digit bilangan ini dilakukan latihan yang berulang-ulang agar siswa dapat menguasai dengan mahir. sehingga 4*1 = 1*4 = 4. Berdasarkan pemahaman bahwa perkalian merupakan pertambahan berulang maka dapat dijelaskan bahwa 1*4 = 1+1+1+1 = 4. Cara Mengajarkan Perkalian dengan bilangan 0 (nol) dan 1 (satu) [ Bagian berstabilo hijau dalam tabel perkalian] Pada level ini diperkenalkan sifat yang mendasar dari operasi perkalian terhadap bilangan 0 (nol) dan 1 (satu). Yang menjadi masalah paling pokok dalam mengajarkan operasi perkalian adalah mengajarkan Tabel Perkalian dari 1 (satu) s.d 9 (sembilan) dengan bertahap sampai siswa dapat menghafal di luar kepala tabel perkalian ini. Cara ini diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada b. 5 (lima) dan 9 (sembilan) mempunyai pola yang mudah untuk dipahami. Sedangkan untuk perkalian 4*1dapat dijelaskan mengunakan Konsep komutatif yang telah dipahami siswa dalam tahap sebelumnya. misalnya 0*3. Mula-mula perkalian dengan bilangan 0 (nol). Baru kemudian berpindah ke digit bilangan yang lebih banyak. 17 . Demikian pula untuk perkalian bilangan-bilangan lain dengan bilangan 1 (satu). Selanjutnya setelah tabel perkalian ini dikuasai. misalnya satuan. 5 (lima) dan 9 (sembilan). Cara Mengajarkan Perkalian dengan bilangan 2 (dua). Selanjutnya untuk perkalian dengan bilangan 1(satu). Tahap Perkalian Tradisional Pada tahap ini tentunya dimulai dengan penulisan operator perkalian ( * ). Sedangkan untuk perkalian 3*0 dapat dijelaskan mengunakan Konsep komutatif yang telah dipahami siswa dalam tahap sebelumnya. sehingga 3*0 = 0*3 = 0.2. Berdasarkan pemahaman bahwa perkalian merupakan pertambahan berulang maka dapat dijelaskan bahwa 0*3 = 0 + 0 + 0 = 0. Tabel Perkalian 0 0x0 1x0 2x0 3x0 4x0 5x0 6x0 7x0 8x0 9x0 1 0x1 1x1 2x1 3x1 4x1 5x1 6x1 7x1 8x1 9x1 2 0x2 1x2 2x2 3x2 4x2 5x2 6x2 7x2 8x2 9x2 3 0x3 1x3 2x3 3x3 4x3 5x3 6x3 7x3 8x3 9x3 4 0x4 1x4 2x4 3x4 4x4 5x4 6x4 7x4 8x4 9x4 5 0x5 1x5 2x5 3x5 4x5 5x5 6x5 7x5 8x5 9x5 6 0x6 1x6 2x6 3x6 4x6 5x6 6x6 7x6 8x6 9x6 7 0x7 1x7 2x7 3x7 4x7 5x7 6x7 7x7 8x7 9x7 8 0x8 1x8 2x8 3x8 4x8 5x8 6x8 7x8 8x8 9x8 9 0x9 1x9 2x9 3x9 4x9 5x9 6x9 7x9 8x9 9x9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 a. Demikian pula untuk perkalian bilangan-bilangan lain dengan bilangan 0 (nol). misalnya 1*4. urutan pengajarannya adalah berdasarkan jumlah digit bilangan yang terlibat. Mengapa bilangan ini didahulukan dalam pengajarannya dibandingkan dengan bilangan yang lain? Hal ini karena bilangan 2 (dua). ratusan dan seterusnya. puluhan. 5 (lima) dan 9 (sembilan) [ Bagian berstabilo kuning dalam tabel perkalian] Di sini akan dipelajari cara mengajarkan perkalian dengan bilangan 2 (dua).

Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada KETERANGAN : Bagian Tabel Perkalian dengan stabilo berwarna biru dapat dipelajari dengan mudah dengan menggunakan Sifat komutatif dari Perkalian. Berdasarkan pemahaman bahwa perkalian merupakan pertambahan berulang maka dapat dijelaskan bahwa 5*3 = 5+5+5 = 15. 3*4. 6 (enam). Sedangkan untuk perkalian 3*5 dapat dijelaskan mengunakan Konsep komutatif yang telah dipahami siswa dalam tahap sebelumnya. Contohnya untuk kasus perkalian 3*7 dapat disederhanakan menjadi 3* (4+3) = 3*4 + 3*3 = 12 +9 = 21. dan 81 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada c. 36. Sedangkan untuk perkalian dengan bilangan 6. Cara Mengajarkan Perkalian Puluhan dan Satuan ( sebagai contoh 43 * 5) 18 . Demikian pula untuk perkalian bilangan-bilangan lain dengan bilangan 5 (lima) yang selalu menghasilkan bilangan dengan DIGIT terakhir 5 (lima) atau 0 (nol). Contohnya 3*4 = 3+3+3+3 = 12. Sedangkan untuk perkalian 3*2 dapat dijelaskan mengunakan Konsep komutatif yang telah dipahami siswa dalam tahap sebelumnya. dan 4*4 masih mudah diajarkan. 54. sehingga 3*5 = 5*3 = 15. misalnya 5*3. yaitu dari 2 (dua) s. Dengan menguasai perkalian di atas maka dapat diajarkan 6. Misalnya 6*7 = 6* (3+4) = 6*3 + 6*4 = 18 + 24 = 42. Berdasarkan pemahaman bahwa perkalian merupakan pertambahan berulang maka dapat dijelaskan bahwa 2*3 = 2+2+2 = 6. Untuk perkalian dengan bilangan 5 (lima). Cara Mengajarkan Perkalian dengan bilangan 3 (tiga).. Pertama Sifat Distribusi ini diterapkan untuk perkalian 6. 27. sampai dengan 45. sehingga 3*2 = 2*3 = 6. 7 dan 8 dengan bilangan yang besar. 7 (tujuh) dan 8 (delapan) [ Bagian berstabilo merah muda dalam tabel perkalian] Untuk Perkalian 3*3.Mula-mula perkalian dengan bilangan 2 (dua). Selanjutnya untuk perkalian dengan bilangan 9 (sembilan). 4 (empat). sehingga 3*9 = 9*3 = 27. 10. 7 dan 8 dengan bilangan yang kecil (3 dan 4) terlebih dahulu. 72. misalnya 2*3.d 18 (delapanbelas). Caranya dapat dengan menggunakan pemahaman pertambahan berulang. Berdasarkan pemahaman bahwa perkalian merupakan pertambahan berulang maka dapat dijelaskan bahwa 9*3 = 9+9+9 = 27. Demikian pula untuk perkalian bilangan-bilangan lain dengan bilangan 9 (sembilan) yang selalu menghasilkan bilangan dengan JUMLAH digitnya selalu 9 (sembilan) contohnya 27 [2+7=9]. d. 45. Perhatikan pula hasilkali yang lain dengan bilangan 9. yaitu dari 5. Sedangkan untuk perkalian 3*9 dapat dijelaskan mengunakan Konsep komutatif yang telah dipahami siswa dalam tahap sebelumnya. 7 dan 8 dapat menggunakan Sifat Distributif dari perkalian untuk mempermudah penjelasannya. Atau contoh lain 7*8 = 7* (4+4) = 7*4 + 7*4 = 28 + 28 = 56. Atau contoh lain 4*8 = 4* (4+4) = 4*4 +4*4 = 16 + 16 = 32. misalnya 9*3. Demikian pula untuk perkalian bilangan-bilangan lain dengan bilangan 2 (dua) yang selalu menghasilkan bilangan GENAP. yaitu 18. 63.

12 43 Kalikan bilangan pertama dengan digit satuan dari bilangan ke dua. letakkan Angka 1 (‘SATU’) diatas kolom puluhan dan letakkan Angka 5 (‘LIMA’) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. (12*3 = 36). Tambahkan hasilnya dengan Angka 1 (‘SATU’) diatas kolom puluhan. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua. Letakkan hasilnya (36) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai. Letakkan hasilnya (21) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai 1 43 5 215 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada e. (4*5 = 20). 1 43 5 5 Kalikan digit puluhan dari bilangan pertana dengan bilangan ke dua. 43 5 Kalikan kedua digit satuan dari dua bilangan tersebut (3*5 = 15). 12 43 36 19 . Cara Mengajarkan Perkalian Puluhan ( sebagai contoh 12 * 43) Letakkan satu bilangan (12) di atas bilangan yang lainnya (43) sedemikian sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis lurus. sehingga didapat 20+1 = 21.Letakkan satu bilangan (43) di atas bilangan yang lainnya (5) sedemikian sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis lurus. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua.

Mula-mula siswa diajarkan menghitung perkalian dengan metode horisontal dengan Notasi Pagarnya secara tertulis. Perkalian Mental dapat dibagi dalam dua kategori: A. ribuan dan seterusnya. Letakkan hasilnya (48) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai 12 43 36 48_ Kemudian jumlahkan hasil yang telah didapat dari dua perkalian sebelumnya : 12 43 36 48_ 516 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada. tanpa dengan bantuan peralatan yang lain.Kalikan bilangan pertama dengan digit puluhan dari bilangan ke dua. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya ratusan. ingatan dan daya konsentrasi pada para praktisinya. Pengenalan Konsep Asosiasi Posisi dengan menggunakan Notasi Pagar adalah esensial untuk menggunakan visualisasi secara langsung ini. (12*4 = 48). Tahap Perkalian Mental Perhitungan Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak manusia. Serta Visualisasi (visualization) dari proses manipulasi operasi perkalian. kecepatan merespon.d 9 (sembilan) yang sudah diluar kepala. 3. Kata ‘langsung’ di sini artinya adalah kita langsung bermain dengan konsep abstrak dari Angka tanpa menggunakan peralatan bantuan. Dalam penelitian didapatkan kesimpulan bahwa perhitungan mental ini dapat meningkatkan kepercayaan diri. Kunci utama dalam Perkalian secara mental adalah Ingatan (memori) dalam menjumlahkan dari 0 (nol) s. selanjutnya mereka dilatih untuk membayangkan (memvisualisasi) proses manipulasi yang telah dilakukannya. Berdasarkan cara memvisualisasinya. 20 . Visualisasi Langsung (Direct Visualization) Di sini konsep Metode Horisontal mulai berperan secara dominan.

Cara mengajarkan Perkalian Mental Puluhan (sebagai contoh 84*35) Mula-mula diajarkan pola horisontal dari operasi perkalian ab*cd = a*c | a*d + b*c | b*d. sebagai berikut: 21 . selanjutnya diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada setiap bilangan yang terlibat sehingga didapat 84 = 8 | 4 dan 35 = 3 | 5. Mengalikan Bilangan sesuai Pola Horisontal untuk Perkalian a*b | a*c = 48 | 24 2. Menggeser agar jumlah digit pada kolom sesuai dengan jumlah Notasi Pagarnya 48 | 24 = 50 | 4 3. Selanjutnya didapat (8 | 4) * (3 | 5) = (8*3) | (8*5 + 4*3) | (4*5) Di sini Ingatan harus bertindak dengan menghitung setiap kolom dalam pagar sebagai berikut : (8*3) | (8*5 + 4*3) | (4*5) = 24 | 40+12 | 20 = 24 | 52 | 20 Selanjutnya dilakukan perggeseran agar jumlah digit pada kolom sesuai dengan jumlah Notasi Pagarnya.Contoh: a. Sehingga jawabannya adalah 504 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kanan ke Kiri b. Cara mengajarkan Perkalian Mental Puluhan dengan Satuan (sebagai contoh 84*6) Mula-mula diajarkan pola horisontal dari operasi perkalian ab*c = a*c | b*c. Selanjutnya didapat: (8 | 4) * (6) = (8*6) | (4*6) Di sini Ingatan harus bertindak dengan menghitung setiap kolom dalam pagar sebagai berikut : (8*6) | (4*6) = 48 | 24 Selanjutnya dilakukan perggeseran agar jumlah digit pada kolom sesuai dengan jumlah Notasi Pagarnya. sebagai berikut: 48 | 24 = 48+2 | 4 = 50 | 4 Sehingga hasilnya adalah 504 Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1.

Tentukan batang untuk bilangan pertama dan kedua pada sempoa. Kemudian tentukan bilangan 84 pada batang AB dan 6 pada batang E. Dalam kenyataannya cara Visualisasi dengan menggunakan objek sempoa ini hanya sesuai untuk diajarkan pada anak-anak saja.pdf ) Contoh: a.yahoo. Kalikan 8 dari 84 dengan 6 dan tentukan hasilnya 48 pada batang FG. Cara mengajarkan Perkalian Mental Puluhan dengan Sempoa (sebagai contoh 6 * 84) Disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1. Visualisasi Objek (Visualization with Object) Biasanya objek yang digunakan disini adalah sempoa (abacus). Menggeser agar jumlah digit pada kolom sesuai dengan jumlah Notasi Pagarnya (24 | 52 | 20) = (24 | 54 | 0 ) = (29 | 4 | 0) 3.. Disini sempoa digunakan untuk membantu proses visualisasinya.com/group/metode_horisontal/files/takashikojima1. Sehingga jawabannya adalah 2940 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kanan ke Kiri Cara ini kemudian di ulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada sampai dapat menghitung tanpa harus mencorat-coret pada kertas. 24 | 54 | 0 = 24+5 | 4 | 0 = 29 | 4 | 0 Sehingga hasilnya adalah 2940 Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1. 2. (Untuk mempelajari secara lengkap Metode Sempoa dapat http://groups.24 | 52 | 20 = 24 | 52+2 | 0 = 24 | 54 | 0 Kemudian. B. terutama digunakan bagi mereka yang belum mengetahui konsep Asosiasi Posisi dan bagi mereka yang kesulitan untuk memvisualisasikan sesuatu yang abstrak seperti Angka Desimal. Mengalikan Bilangan sesuai Pola Horisontal untuk Perkalian a*c | a*d + b*c | b*d = (24 | 52 | 20) 2. Dan kurang sesuai untuk diajarkan pada remaja atau orang dewasa karena umumnya remaja dan orang dewasa sudah mempunyai konsep bilangan dan operasinya yang mapan dalam benaknya sehingga merasa kesulitan/bosan harus belajar lagi menghitung bilangan dari awal dengan menggunakan sempoa. ribuan dan seterusnya. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya ratusan. dilihat pada 22 .

Selanjutnya 3 dari 35 dengan 4 dari 84 dan tambahkan hasilnya 12 pada batang GH. 2. Maka akan didapat totalnya 2940 pada batang FGHI. KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kiri ke Kanan. 23 . 3.3. Kemudian Kalikan 4 dari 84 dengan 6 dan tentukan hasilnya 24 dan tambahkan pada batang GH 4. Sehingga hasilnya adalah 2820. Sehingga didapat hasil akhir 2940. Kalikan 3 dari 35 dengan 8 dari 84 dan tambahkan hasilnya 24 pada batang FG. hanya arah menghitungnya yang berbeda. Cara mengajarkan Perkalian Mental Puluhan dengan Sempoa (sebagai contoh 35 * 84) Disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1. 4. Kemudian tentukan bilangan 84 pada batang AB dan 35 pada batang EF. Metode Sempoa untuk perkalian sebenarnya mempunyai langkah mirip dengan perhitungan perkalian secara tradisional. Tentukan batang untuk bilangan pertama dan kedua pada sempoa. Maka akan didapat totalnya 420 pada batang GHI. Sehingga didapat jawaban 504 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kiri ke Kanan b. Kalikan 5 dari 35 dengan 8 dari 84 dan tentukan hasilnya 40 pada batang GH dan 5 dari 35 dengan 4 dari 84 dan tambahkan hasilnya 20 pada batang HI.

yang sama dengan 3 (tiga). Ada beberapa tahap untuk mengajarkan anak-anak mengenai konsep pembagian ini. Karena dengan pendekatan pengurangan beruntun ini. Langkah pertama adalah ambil duabelas kelereng. ulangi terus hal ini dan letakkan dalam ruangan yang berbeda sampai keduabelas kelereng tersebut habis (12 – 4 – 4 – 4 = 0). Misalkan untuk mengajarkan 12/4. Hasil potongannya kemudian dihitung jumlahnya. Cara pengajaran Pembagian sebagai Invers Perkalian dilakukan setelah siswa telah memahami operasi perkalian dengan cukup baik. di sini siswa diminta untuk mewarnai 12 (duabelas) kotak. pengurangan dan perkalian. yaitu sebanyak 3 (tiga) ruangan. 1. Selanjutnya untuk mengenalkan konsep Pembagian sebagai Invers Perkalian. Kemudian siswa diminta memotong empat kotak-empat kotak sampai 12 (duabelas) kotak tadi habis. tepatnya adalah Perkalian diajarkan terlebih dahulu baru kemudian Pembagian dan kemudian keduanya akan diajarkan secara paralel. 24 . maka hitunglah jumlah ruangan dari wadah telur yang terisi 4 (empat) kelereng tersebut. Tahap Pengenalan Pembagian Dalam tahap ini. Kemudian ambil 4 (empat) kelereng dan di masukkan ke dalam ruangan dalam wadah telur tersebut. Untuk memudahkan. yang sama dengan 3. Akhirnya siswa dijelaskan bahwa jumlah ruangan yang terisi kelereng tersebut adalah jawaban dari soal pembagian 12/4. Para orang tua mungkin ingin memahami bagaimana caranya mengajarkan ketrampilan pembagian ini secara benar kepada anak-anak mereka. tahap pembagian mental. Dengan kedua cara di atas diharapkan siswa mampu melihat hubungan yang erat antara pembagian dengan ke tiga operasi dasar aritmatika yang lain. Cara selanjutnya untuk mengajarkan operasi Pembagian adalah dengan memandang Pembagian sebagai Invers Perkalian (20/5 = ? ó 5 * ? = 20). Yang nantinya akan dibahas secara terinci satu demi satu. susun ulang lagi tiga bagian dari empat kotak . diperkenalkan terlebih dahulu konsep Pembagian sebagai Pengurangan Beruntun dalam kehidupan sehari-hari. Proses pengajaran ini terus dibolak-balik sampai siswa mengerti makna dari konsep Invers. Jika hal ini telah selesai. Metode untuk mengajarkan Pembagian pada tahap awal yang paling sesuai adalah dengan menghubungkan ke konsep Pengurangan. si anak dapat menggunakan pemahaman yang telah didapat selama mempelajari operasi pengurangan untuk selanjutnya digunakan mempelajari Pembagian. tahap pembagian tradisional. Biasanya operasi pembagian mulai diperkenalkan pada kelas tiga di sekolah dasar hampir bersamaan dengan pengajaran Perkalian.Cara Mengajar Operasi PEMBAGIAN Pembagian adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak setelah mereka mempelajari operasi penambahan. Tahaptahap ini bergantung pada kemampuan (bukan pada umur) anak tersebut secara unik sehingga tidak dapat dipaksakan dalam proses pengajarannya. misalnya dengan menggunakan wadah telur (atau wadah lain yang dalamnya bersekat-sekat). misalnya 12/4. yaitu tahap pengenalan pembagian. yang merupakan solusi dari masalah pembagian 12/4 tersebut. dan meminta siswa untuk membilangnya.empat kotak tersebut sampai membentuk 12 (duabelas) kotak semula [3*4 = 12]. Cara alternatif yang lain untuk mengajarkan operasi pembagian dengan menggunakan kertas berpetak dan pensil berwarna. yaitu dengan memandang pembagian sebagai pengurangan beruntun (24/4 = 6 artinya adalah 24 –4 –4 –4 –4 – 4 –4 = 0). cara pengajaran operasi pembagian dibagi menjadi tiga tahap. dan dengan menggunakan kelereng untuk mengajarkan operasi pembagian.

1 (satu). dan 6 (enam) Contoh dari pembagian dengan Pembilang 4 (empat). Cara Mengajarkan Pembagian dengan pembagi 0 (nol).d 9 (sembilan) dengan RESIDU. 5 (lima). Dibagi dengan bilangan 0 (nol) Bilangan pembilang tidak akan dapat dibagi dengan bilangan 0 (nol) karena tidak mungkin untuk membuat 0 kelompok dari sebuah bilangan. Tahap Pembagian Tradisional Pada tahap ini tentunya dimulai dengan penulisan operator pembagian ( ÷ ). Selanjutnya sebagai keterangan notasi pembagi yang sering digunakan adalah a/b atau a ÷ b . Baru kemudian Pembagian Dasar dengan penyebut (denominator) 1 (satu) s. a. 2. Cara Mengajarkan Pembagian dengan pembagi 4 (empat).dimana a disebut Pembilang / Yang Dibagi dan b adalah Penyebut / Pembagi. 2 (dua) dan 3 (tiga) 1.d 9 (sembilan) TANPA RESIDU terlebih dahulu. hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Dibagi dengan bilangan 2 (dua) dan 3 (tiga) Contoh dari pembagian dengan Pembilang 2 (dua) dan 3 (tiga) sebagai berikut: 2 (Dua) 4÷2=2 14 ÷ 2 = 7 3 (Tiga) 6÷3=2 21 ÷ 3 = 7 0÷2=0 10 ÷ 2 = 5 0÷3=0 15 ÷ 3 = 5 2÷2=1 12 ÷ 2 = 6 3÷3=1 18 ÷ 3 = 6 6÷2=3 16 ÷ 2 = 8 9÷3=3 24 ÷ 3 = 8 8÷2=4 18 ÷ 2 = 9 12 ÷ 3 = 4 27 ÷ 3 = 9 Cara ini diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada b. Jika kita membagi dengan bilangan 1 (satu) berarti akan mempunyai satu kelompok benda saja maka semua benda akan termuat dalam satu kelompok tersebut 3. cara mengajarkan fakta-fakta pembagian dapat menggunakan gambar-gambar benda nyata dalam bentuk soal secara berulang-ulang. 5 (lima). Dibagi dengan bilangan 1 (satu) Sembarang bilangan dibagi dengan bilangan 1 (satu). dan 6 (enam) sebagai berikut: 25 . Yang menjadi masalah paling pokok dalam mengajarkan operasi pembagian adalah mengajarkan Pembagian Dasar dengan penyebut (denominator) 1 (satu) s.Sebagai Keterangan tambahan. 2.

yang lebih kecil dari 7 maka tidak bias dibagi dengan bilangan 7 untuk mendapatkan hasil baginya.(Cara Umum) Untuk mengajarkan Pembagian dengan Residu (atau Pembagian secara Umum) cara yang paling efektif adalah dengan notasi Kurung Bagi (Division Bracket). Cara Mengajarkan Pembagian dengan pembagi 7 (tujuh). ___ 7 ) 43 . 8 (delapan). 8 (delapan). dan 9 (sembilan) sebagai berikut: 7 (tujuh) 14 ÷ 7 = 2 49 ÷ 7 = 7 8 (delapan) 16 ÷ 8 = 2 56 ÷ 8 = 7 9 (sembilan) 18 ÷ 9 = 2 63 ÷ 9 = 7 0÷7=0 35 ÷ 7 = 5 0÷8=0 40 ÷ 8 = 5 0÷9=0 45 ÷ 9 = 5 7÷7=1 42 ÷ 7 = 6 8÷8=1 48 ÷ 8 = 6 9÷9=1 54 ÷ 9 = 6 21 ÷ 7 = 3 56 ÷ 7 = 8 24 ÷ 8 = 3 64 ÷ 8 = 8 27 ÷ 9 = 3 72 ÷ 9 = 8 28 ÷ 7 = 4 63 ÷ 7 = 9 32 ÷ 8 = 4 72 ÷ 8 = 9 36 ÷ 9 = 4 81 ÷ 9 = 9 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada d. Dalam hal ini 42 memenuhi syarat tersebut (6*7 = 42). sebagai berikut: . Cara Mengajarkan Pembagian Puluhan dengan Residu. dan 9 (sembilan) Contoh dari pembagian dengan Pembilang 7 (tujuh). Kemudian pandang dua digit pertama dari yang Dibagi (43) dan tentukan berapa banyak 7 dapat membaginya. Misalnya untuk soal 43 ÷ 7.0÷4=0 20 ÷ 4 = 5 0÷5=0 25 ÷ 5 = 5 0÷6=0 30 ÷ 6 = 5 4÷4=1 24 ÷ 4 = 6 5÷5=1 30 ÷ 5 = 6 6÷6=1 36 ÷ 6 = 6 4 (empat) 8÷4=2 28 ÷ 4 = 7 5 (lima) 10 ÷ 5 = 2 35 ÷ 5 = 7 6 (enam) 12 ÷ 6 = 2 42 ÷ 6 = 7 12 ÷ 4 = 3 32 ÷ 4 = 8 15 ÷ 5 = 3 40 ÷ 5 = 8 18 ÷ 6 = 3 48 ÷ 6 = 8 16 ÷ 4 = 4 36 ÷ 4 = 9 20 ÷ 5 = 4 45 ÷ 5 = 9 24 ÷ 6 = 4 54 ÷ 6 = 9 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada c..Uji digit pertama dari yang Dibagi (4). Selanjutnya letakkan 6 di atas Notasi Kurung Bagi.Letakkan Pembagi/ Penyebut (7) sebelum notasi Kurung Bagi dan letakkan bagian yang Dibagi/ Pembilang dibawah notasi Kurung Bagi tersebut. __6_ 7 ) 43 26 .

Tuliskan hasilnya (43-42 = 1) dibawah garis bawah tersebut. Untuk mencari berapa banyak kelipatan 14 yang paling mendekati 74 terkadang harus melakukan beberapa langkah pendugaan. 2 × 14 = 28 4 × 14 = 56 5 × 14 = 70 6 × 14 = 84 27 . Cek sampai mendapatkan kelipatan 14 maksimum yang masih lebih kecil dari 74. dengan langkah-langkah sbb: . solusi pembagian tersebut ditulis sebagai 6 1/7 atau dapat ditulis juga sbb: __6 R 1_ 7 ) 43 42 1 Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada. __6_ 7 ) 43 42 1 Karena hasil selisihnya (1) lebih kecil daripada Pembagi (7) maka selesailah proses pembagiannya. dan kurangkan 42 ini dengan yang dibagi (43). e. prosedur pembagian tradisional adalah sama dengan sebelumnya tetapi mungkin kita membutuhkan lebih banyak corat-coret untuk melakukan operasi perkalian dalam langkah pendugaan (guessing) pada proses pembagian tersebut ______ Sebagai contoh akan dihitung 14 ) 7434 . Cara Mengajarkan Pembagian secara Umum Secara umum ketika Pembagi mempunyai digit lebih dari satu.Karena bilangan 7 dalam 7434 lebih kecil dari pada 14.Kalikan 6 dengan 7 dan letakkan hasilnya (42) dibawah yang dibagi (43). maka dilihat bilangan 74. Dan bilangan 1 (satu) ini adalah Residu dari pembagian di atas. __6_ 7 ) 43 42 Selanjutnya tarik garis bawah 42.

Ulangi langkah diatas. sekarang pandang angka 14. . dapat dilihat kelipatan 14 yang sesuai untuk mendekati 74 adalah 5. Dan lakukan perkalian untuk menduga kelipatan dari 14 yang sesuai. dapat dilihat kelipatan 14 yang sesuai untuk mendekati 43 adalah 3.Ulangi langkah diatas. sehingga: _53___ 14 ) 7434 70__ 434 42_ 14 . sbb: 2 × 14 = 28 3 × 14 = 42 4 × 14 = 56 Dari tabel perhitungan. sehingga: _531__ 14 ) 7434 70__ 434 42_ 14 14 0 28 .Dari tabel perhitungan. sehingga: _5____ 14 ) 7434 70__ 434 . sekarang pandang angka 43 dari 434. dapat dilihat kelipatan 14 yang sesuai adalah 1.

Tahap Pembagian Mental Perhitungan Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak manusia. Pengenalan Konsep Asosiasi Posisi dengan menggunakan Notasi Pagar adalah esensial untuk menggunakan visualisasi secara langsung ini. Kunci utama dalam Pembagian secara mental adalah Ingatan (memori) dalam melakukan Perkalian Mental yang sudah diluar kepala. kecepatan merespon. Serta Visualisasi (visualization) dari proses manipulasi operasi pembagian Berdasarkan cara memvisualisasinya. ribuan dan seterusnya. Hal ini dikarenakan dalam proses pembagian terdapat langkah Pendugaan (guessing). jadi jika perhitungan mental telah dikuasai akan cepat dikerjakan] 29 . selanjutnya mereka dilatih untuk membayangkan (memvisualisasi) proses manipulasi yang telah dilakukannya. ingatan dan daya konsentrasi pada para praktisinya. 3. Kata ‘langsung’ di sini artinya adalah kita langsung bermain dengan konsep abstrak dari Angka tanpa menggunakan peralatan bantuan. Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada. Cara mengajarkan Pembagian Mental yang Umum (sebagai contoh 837 ÷ 3) Untuk melakukan proses pembagian secara efektif dibutuhkan kemampuan untuk menghitung perkalian dengan cepat. Pembagian Mental dapat dibagi dalam dua kategori: A. pengurangan dan perkalian). Dalam penelitian didapatkan kesimpulan bahwa perhitungan mental ini dapat meningkatkan kepercayaan diri.Karena sisa pembagian telah mencapai 0 (nol). Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya ratusan. Perlu diperhatikan bahwa Operasi Pembagian merupakan operasi yang paling sukar dibandingkan ketiga operasi dasar aritmatika yang lain (pertambahan.d 9. sehingga untuk melakukan proses pembagian yang efektif tidak hanya sekedar menguasai prosedur pembagian saja tetapi siswa harus dapat melihat POLA yang dapat memudahkan proses pembagian tersebut. Visualisasi Langsung (Direct Visualization) Di sini konsep Metode Horisontal mulai berperan secara dominan. yaitu mengalikan Pembagi (3) dengan bilangan dari 1 s. Mula-mula siswa diajarkan menghitung pembagian dengan metode horisontal dengan Notasi Pagarnya secara tertulis. Contoh: a. Hal ini dapat diajarkan melalui pelatihan yang intens dan berulang-ulang. maka proses pembagian telah selesai tanpa Residu. [Perhatikan ini hanya merupakan penambahan yang berurutan. tanpa dengan bantuan peralatan yang lain.

b. Selanjutnya melakukan Pagarsehingga didapat: operasi pembagian di dalam Notasi (8/3 | 3/3 | 7/3) = 212 + 201/3 3. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi. dan terakhir 7 dapat didekati dengan 6 (3*2) sehingga notasi pagarnya dapat ditulis sbb: (8 | 3 | 7) ÷ 3 = (8/3 | 3/3 | 7/3) = (2 | 1 | 2) + 201 / 3 = 212 + 201/3 Selanjutnya perhatikan bilangan residunya (201). Digit bilangan paling kiri yi 8 dapat didekati dengan 6 (3*2). Menyisipkan Notasi Pagar ke dalam Bilangan yang Dibagi (837) seoptimal mungkin (837) = (8 | 3 | 7) 2. dimana bilangan 20 dapat didekati dengan 18 (3*6) dan bilangan 1 tidak bias didekati lagi karena lebih kecil dibandingkan bilangan pembagi. sehingga didapat: 212 + 201/3 = 212 + (20/3 | 1/3) = 212 + (6 | 0) + 21 / 3 = 272 + 21/3 Yang dapat langsung diselesaikan menjadi 272 + 21/3 = 272 +7 = 279 Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1. Ulangi prosedur 1 dan 2 untuk bilangan residu yang dihasilkan sampai menghasilkan residu yang kurang dari bilangan Pembagi Sehingga didapat jawabannya adalah 279 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kiri ke Kanan Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada sampai dapat menghitung tanpa harus mencorat-coret pada kertas. selanjutnya bilangan 3 dapat dibagi 3 (3*1). mulai dari bilangan paling kiri yaitu 8 sampai dengan bilangan paling kanan yaitu 7.Selanjutnya diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada bilangan yang Dibagi (837). selanjutnya bilangan 17 dapat pula dibagi 17. Cara mengajarkan Pembagian Mental yang Berpola (sebagai contoh 34170 ÷ 17) Perhatikanlah bilangan yang Dibagi (34170). Dua digit bilangan paling kiri yi 34 dapat dibagi 17. sehingga notasi pagarnya dapat ditulis sbb: 30 . perhatikanlah bilangan tersebut. mulai dari bilangan paling kiri yaitu 3 sampai dengan bilangan paling kanan yaitu 0.

simpan kelipatannya (2) pada batang D.yahoo. Dan kurang sesuai untuk diajarkan pada remaja atau orang dewasa karena umumnya remaja dan orang dewasa sudah mempunyai konsep bilangan dan operasinya yang mapan dalam benaknya sehingga merasa kesulitan/bosan harus belajar lagi menghitung bilangan dari awal dengan menggunakan sempoa. Visualisasi Objek (Visualization with Object) Biasanya objek yang digunakan disini adalah sempoa (abacus). 2.p df ) Contoh: a. Dalam kenyataannya cara Visualisasi dengan menggunakan objek sempoa ini hanya sesuai untuk diajarkan pada anak-anak saja. dekati bilangan 23 31 . B. Dekati bilangan 8 dari 837 dengan 6 (3*2).(34 ||| 170) ÷ 17 = (34/17 ||| 170/17) = (2 ||| 10) Sehingga hasilnya adalah (2 ||| 10) = 2010 Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1. Kemudian kurangi 8 dengan 6 (8-6=2) pada batang F. terutama digunakan bagi mereka yang belum mengetahui konsep Asosiasi Posisi dan bagi mereka yang kesulitan untuk memvisualisasikan sesuatu yang abstrak seperti Angka Desimal.com/group/metode_horisontal/files/takashikojima1. Tentukan batang bilangan 837 pada batang FGH dan 3 pada batang A. (Untuk mempelajari secara lengkap Metode Sempoa dapat dilihat pada http://groups. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi. Selanjutnya pandang residu pada batang FG (23). Cara mengajarkan Pembagian Mental yang Umum (sebagai contoh 837 ÷ 3) Disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut: 1. Menyisipkan Notasi Pagar ke dalam Bilangan yang Dibagi (34170) seoptimal mungkin 2. Selanjutnya melakukan operasi pembagian di dalam Notasi Pagar (34/17 ||| 170/17) Sehingga didapat jawabannya adalah 2010 KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kiri ke Kanan Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada sampai dapat menghitung tanpa harus mencorat-coret pada kertas. Disini sempoa digunakan untuk membantu proses visualisasinya.

Kurangkan 27 dengan 27 (27-27=0). Simpan kelipatannya (9) pada batang F. simpan kelipatannya (7) pada batang E. Cara mengajarkan Pembagian Mental yang Berpola (sebagai contoh 34170 ÷ 17) Untuk kasus seperti ini Metode Sempoa tidak efisien karena harus melakukan langkah-langkah perhitungan yang panjang. 4. 32 . KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kiri ke Kanan b. Dan Kurangkan 23 dengan 21 (23-21 = 2) 3. Karena residu sudah sama dengan nol maka proses pembagian selesai. Selanjutnya pandang residu pada batang GH sekarang yang memuat bilangan 27. Padahal jika dikenali polanya. Hasilnya adalah pada batang DEF yaitu 279. dapat dilakukan operasi pembagian yang singkat dengan Metode Horisontal.dengan 21 (3*7). bilangan ini akan habis dibagi dengan 3 (3*9 = 27).

Pada dasarnya. Ini hampir sama dengan 'kontemplasi' yang didefinisikan secara persis sama. Pilihlah lingkungan agar dapat duduk yang nyaman dan tenang. tanpa dengan bantuan peralatan yang lain. Perhitungan dilakukan sampai diperoleh hasil yang benar. pemeditasi memusatkan batinnya pada suatu hal. terutama untuk alasan keagamaan atau untuk membuat batin tenang. suatu nyala lilin. Meditasi Konsentrasi Kata 'meditasi' [meditation] didefinisikan sebagai "praktek berpikir secara mendalam dalam keheningan. dengan tujuan (spiritual) untuk memperoleh ketenangan di dalam tingkat-tingkat kesadaran yang lebih tinggi [altered states of consciousness]." (Oxford Advanced Learner's Dictionary). perhatian pemeditasi dipusatkan pada satu obyek meditasi. B. Banyak lembaga mental aritmatika tidak mengajarkan hal ini secara benar kepada siswanya. Dalam Meditasi Konsentrasi ini. Di sini. Cara ini banyak digunakan dalam Budhisme Tibet. Untuk melakukan proses Visualisasi secara benar untuk menguasai perhitungan mental. Salah satu bentuk dari meditasi yang umum adalah Meditasi Konsentrasi. ikutilah enam langkah berikut : 1. sehingga terjadi tumpang tindih dan tidak dapat dibedakan secara tegas antara 'meditasi' dan 'kontemplasi'. atau untuk merencanakan sesuatu hal secara menyeluruh. Dalam kamus yang bersifat umum ini. maka siswa telah siap melakukan proses visualisasi. Dalam artikel ini. dan menyingkirkan semua pikiran dan persepsi yang lain dari kesadarannya. 'meditasi' dianggap sebagai proses 'berpikir'. suatu kotak. maka meditasi konsentrasi ini disebut sebagai proses visualisasi. 'meditasi' adalah "pemusatan perhatian pada suatu obyek batin secara terus-menerus. A. suatu mantra. visualisasi ini dapat digunakan untuk memotivasi diri sendiri. seperti doa. suatu gambar religius atau apa pun. Kunci utama dalam pehitungan mental ini adalah Visualisasi (visualization) dari proses manipulasi operasi perhitungan. Untuk menjelaskan hal ini secara lengkap akan dimulai dengan uraian latar belakang dari visualisasi ini sebagai suatu bentuk meditasi konsentrasi. kemudian soal-soal yang diberikan harus diingat-ingat oleh siswa. Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana cara melakukan visualisasi ini secara benar. untuk membantu menguasai suatu skill tertentu. sehingga apa yang dicapai hanya bersandarkan pada tingkat ketekunan siswanya sendiri. Kemudian duduklah dengan santai tetapi di sini perlu ditekankan disini bahwa sebaiknya posisi punggung kita sebaiknya tetap tegak. proses visualisasi digunakan agar kita dapat menguasai perhitungan mental dengan cepat dan benar. 33 . sehingga hasil yang diinginkan dapat tercapai?. Dalam penerapannya untuk hal-hal praktis. Bila perhitungan secara tertulis ini telah dilakukan dengan sempurna. Visualisasi Proses Visualisasi untuk perhitungan mental ini dimulai dengan siswa mengerjakan perhitungan soal tertentu secara tertulis dengan menggunakan Metode Horisontal. Apabila yang dipakai sebagai objek konsentrasi tersebut adalah suatu gambaran visual." Memang ada obyek-obyek meditasi tertentu yang berupa pikiran atau ide/konsep.Bagaimana Melakukan Visualisasi yang Benar? Perhitungan Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak manusia.

siswa yang akan melakukan proses visualisasi harus sudah mampu mengerjakan soal-soal dengan metode horintal secara SEMPURNA secara tertulis terlebih dahulu. disini dibutuhkan imajinasi untuk ‘mewarnai’ proses perhitungan mental yang kita lakukan. melakukan visualisasi selama sepuluh menit setiap hari 34 . Bila dilakukan secara serampangan. Visualisasi paling efektif jika dilakukan pada waktu yang terdistribusi secara merata. 3. 2+3 =5. Kebenaran. kuncinya adalah kuasai dulu setiap level baru berpindah ke dalam level untuk menghitung digit bilangan yang lebih banyak Terakhir adalah tentukanlah waktu dan tempat yang tetap untuk melakukan hal ini setiap hari kurang lebih selama lima menit. jangan langsung menjawab berdasarkan perkiraan semata. Lakukan afirmasi setiap anda melakukan proses perhitungan secara benar dengan cara berkata pada diri anda sendiri bahwa anda seorang yang ahli menhitung. 4. Proses visualisasi ini yang kita lakukan ini harus dikerjakan secara benar agar menghasilkan sesuatu secara efektif. Katakan kepada diri anda sendiri. secara mental anda memvisualisasi proses perhitungan mental yang sebelumnya telah dikerjakan secara tertulis. Keakuratan. 6. seharusnya batin kita telah menjadi hening dan tenang. gunakan mata kita untuk melihat bilangan-bilangan yang dihitung beserta Notasi Pagar yang membatasinya. “ Saya ahli menghitung” secara berulang-ulang.2. ada tiga kunci untuk melakukan visualisasi secara efektif. Misalnya 1+2 = 3. Terdistribusi. Baru setelah anda sudah menguasai perhitungan mental secara mekanis. 5+12 = 17 dan seterusnya. Gunakan semua indera kita untuk ‘mewarnai’ semua proses visualisasi kita. Di sini berlaku prinsip. Selain itu gunakan semua indera yang ada untuk memperkuat hasil visualisasinya. Gunakan indera sentuhan untuk merasakan bagaimana kita mengerjakan perhitungan dengan pensil. gunakan pendengaran kita bagaimana bunyi denting pensil setiap kita melakukan perhitungan dan seterusnya. Untuk itu pertama kali proses Visualisasi harus dilakukan secara bertahap dan perlahan-lahan. Usahakan untuk melakukan proses perhitungan secara perlahan-lahan dan secara mendetail dengan cara memvisualisasi proses perhitungan Metode Horisantal tersebut. Oleh karena itu. Visualisasi hanya akan meningkatkan kemampuan perhitungan anda apabila anda telah dapat menghitung dengan proses yang BENAR. 4+8 = 12. lakukan semua proses perhitungan secara spesifik. Untuk ini memang dibutuhkan seorang pembimbing agar proses Visualisasi ini tidak dilakukan secara serampangan sehingga malah membuat siswa melakukan kesalahan perhitungan secara berulang-ulang 2. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. 5. maka proses perhitungan dapat dipotong sesuai dengan kemampuan anda. 3+5 = 8. Hal ini sangat penting dalam visualisasi untuk mendapatkan hasil yang positif. Lemaskan semua otot-otot kita. tidak boleh terburu-buru dalam melakukan hal ini. Tutup mata anda sejenak. Sekarang. yaitu: 1. Pada mulanya. kemudian bernafaslah perlahan-lahan dan secara mendalam untuk mecapai keadaan batin yang tenang. Perhitungan secara berurutan ini tentunya dilakukan sesuai dengan banyaknya digit bilangan yang telah anda kuasai. usahakan agar diri kita dalam kondisi santai sepenuhnya. 3. visualisasi ini dapat menjadi suatu proses yang hanya menghabiskan waktu atau malah dapat membuat anda melakukan sesuatu perhitungan mental secara salah. Lakukan hal ini setiap hari. Semua ini digunakan untuk memperkuat gambaran mental yang kita buat mengenai proses perhitungan metode horisontal. Lakukan perhitungan mental untuk proses perhitungan yang berurutan setiap kita mempunyai waktu luang. Visualisasi yang dilakukan harus akurat dan mendetail untuk menjadi efektif. Setelah melakukan hal ini.

Selanjutnya adalah dilakukan latihan rutin secara mandiri dengan pola latihan yang sama dengan menetapkan target akhir.d 9 (sembilan) secara acak dalam jumlah yang sangat banyak. Kemudian koreksi hasil akhirnya. Setelah mereka menyelesaikan tahap awal di atas. Jadi dalam tahap ini dilakukan proses perhitungan – jeda – proses perhitungan – jeda dan seterusnya. yang sering disebut proses mekanisasi. Bila belum dapat mereka harus mengulangi tahap ini sampai berhasil. maka proses mekanisasi ini dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Bila belum dapat mereka harus mengulangi tahap ini sampai berhasil. Perintahkan siswa melakukan operasi penjumlahan sebanyak-banyaknya dalam waktu pengerjaan tersebut. maka dapat dilanjutkan dengan mengulang proses persis seperti tahap pertama secara berulang dengan jeda waktu sekitar setengah menit. dan untuk lulus maka siswa harus dapat melakukan perhitungan kurang lebih 100 perhitungan setiap 3 menit dengan tingkat keakuratan lebih dari 97 %. siswa diminta untuk mengoreksi hasil dari perhitungan mereka sendiri dan menghitung berapa perhitungan yang berhasil ia kerjakan. maka landasan dari proses mekanisasi telah terbentuk. Kunci utama dalam perhitungan mental selain dari proses visualisasi adalah INGATAN akan fakta perhitungan dasar yaitu penambahan / pengurangan dari 0 (nol) s. Lakukan hal ini sampai 4 (empat) kali perulangan proses perhitungan. tentukan waktu pengerjaannya. Bila hal ini telah dapat dilakukan dengan baik.Lembar perhitungan ini berisi angka-angka dari 0 (nol) s. Bila mereka telah mampu menghitung kurang lebih 100 perhitungan dengan tingkat keakuratan hasil perhitungan lebih dari 97%.Dalam menugaskan siswa misalnya untuk menghitung operasi penambahan.-.selama seminggu dianggap lebih efektif daripada melakukan proses visualisasi selama satu jam nonstop. tanpa dengan bantuan peralatan yang lain. Langkah pertama dalam melakukan proses mekanisasi ini adalah meminta agar siswa menghitung dalam lembar perhitungan dasar. yaitu dapat melakukan 1 (satu) perhitungan dasar setiap satu detik sehingga dalam 3 menit dapat menghitung 180 buah perhitungan.d 9 (sembilan). Di tahap ini dilatih daya tahan (endurance) siswa dalam menghitung dalam jumlah yang banyak. dilatih keakuratan dan kecepatan dalam menghitung.-. hal ini akan membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Lakukanlah proses mekanisasi ini bersamaan dengan proses visualisasi secara rutin agar dapat menguasai penghitungan mental dengan cepat 35 . dengan daya tahan untuk menghitung selama setengah jam. Pada tahap awal ini. Setelah dilakukan latihan awal ini. Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana melatih ingatan akan fakta perhitungan dasar tersebut. tetapkanlah selama 3 menit. Inti dari proses mekanisasi ini adalah latihan yang berulang-ulang sehingga fakta tentang perhitungan dasar dapat diingat diluar kepala dengan kecepatan optimal dalam mengambil memori dari dalam otak kita. Bagaimana caranya melatih ingatan tentang perhitungan dasar? Perhitungan Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak manusia.

pengurangan. Perhatikan: 4 | 20 | 25 = 4 | 20+2 | 5 = 4 | 22 | 5 Selanjutnya proses diulangi lagi sbb: 4+2 | 2 | 5 = 6 | 2 | 5 36 . Selanjutnya notasi posisi ini dapat diperlakukan seperti operator. Tahap Perhitungan mental artinya anak akan dapat menghitung tanpa menggunakan alat bantu apapun kecuali pikirannya sendiri. pembagian. Secara umum konsep yang mendasari baik Metode Horisontal dan Metode Sempoa adalah sama yaitu konsep asosiasi posisi. bila lebih dari satu harus digeser ke kolom sebelah kirinya (Kita selalu bekerja dalam arah kanan ke kiri). dapat dengan berbagai media permainan untuk anak-anak yang masih kecil atau langsung menggunakan konsep matematika untuk mereka yang sudah cukup dewasa. Metode penyampaian Notasi Pagar ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan anaknya.RINGKASAN DISKUSI DI MILIS 1 Latar belakang metode horisontal Metode Horisontal merupakan bentuk deduktif dari Metode sempoa. ia bukan sekedar rumus atau formula untuk mempercepat perhitungan tetapi merupakan cara berpikir (the way of thinking). Cara menggesernya dengan cara menambahkan bilangan 'yang berlebihan' ke kolom sebelah kirinya. Dalam Metode Horisontal. bidang Aritmatika akan dapat digali lebih dalam lagi sehingga masuk pada Tahap Perhitungan Mental dan selanjutnya Tahap Kreatifitas. Misalkan soal 25^2 dalam metode horisontal dituliskan sebagai (2|5)^2 dengan "|" adalah notasi pagar yang menunjukkan asosiasi posisi dari bilangan tersebut. Di dalam metode Sempoa. anak dapat diajarkan untuk membuktikan suatu formula aritmatika dan juga membuat formula yang lebih cepat bagi diri mereka sendiri CONTOH I Sebagai motivasi untuk diskusi kita. Sedangkan dalam tahap kreatifitas. konsep asosiasi posisi ini dipelajari secara langsung dengan mengenalkan konsep asosiasi posisi dengan Notasi Pagar kepada para siswanya. konsep asosiasi posisi ini dipelajari secara tidak langsung dengan menggunakan media sempoa (abacus) secara berulang-ulang sehingga dapat disebut logika induktif. Oleh karena itu jelas bahwa seperti halnya Metode Sempoa. Terlebih lagi dengan menggunakan Notasi Pagar. kami memberikan contoh sederhana mengenai kasus perhitungan kuadrat: 1. perkalian. metode Horisontal dapat digunakan untuk menghitung penjumlahan. Sehingga dapat dihitung sebagai berikut : 2^2 | 2*2*5 | 5^2 = 4 | 20 | 25 Oleh karena notasi pagar mengindikasikan posisi dari bilangan maka dalam setiap pagar dalam kasus di atas harus terdapat hanya satu digit bilangan. seperti halnya operator tambah "+" dsb.

Setelah dalam notasi pagar hanya terdapat satu digit bilangan maka perhitungan selesai. 89^2 =8^2 | 2*8*9 | 9^2 =64 | 144 | 81 =64 | 144+8 | 1 =64 | 152 | 1 =64+15 | 2 | 1 =79| 2 | 1 = 7921 ¨¤ tadinya saya menghitung angka 7 ditambahkan lagi dgn angka 9 jadi: 7+9 | 2 | 1 = 16| 2 | 1= 1+6 | 2 | 1= 721. Pertanyaan saya. 809^2 = (8||9)^2 = 8^2|| 2*8*9 || 9^2 = 64 || 144 || 81 = 64+1 || 44 || 81=65 || 44 || 81=654481 ¨¤ yang no 2 ini saya betul. notasi pagar berbobot dua sehingga harus ada 2 digit bilangan di dalam notasi pagar tersebut. 37 . Sehingga didapat : (2 || 5)^2 = 2^2 || 2*2*5 || 5^2 = 4 || 20 || 25 Di sini setiap bilangan dalam notasi pagar sudah memenuhi syarat sehingga hasilnya adalah: 4 || 20 || 25 = 42025 CONTOH II 1. Sehingga : 6 | 2 | 5 = 625 Jika anda memperhatikan pola perhitungan kuadrat maka secara umum dapat dirumuskan sebagai: (ab)^2 = a^2 | 2*a*b | b^2 2. Contoh selanjutnya 205^2 Di tuliskan sebagai (2 | 0 | 5)^2 = (2 ||5)^2 Disini. kenapa angka 79 tidak dijumlahkan lagi? 2.

Di sini simbol ¦ adalah posisi satuan dan -| adalah posisi persepuluhan. Untuk mudahnya saya menggunakan simbol "|" seperti dalam contoh-contoh yang lalu. Disini simbol menunjukkan posisi bilangan disebelah kanannya.. Perhatikan dalam metode horisontal kita bisa menuliskan 89. Tanda "|" untuk satu posisi bilangan di sebelah kanannya. Jika "||" berarti untuk dua posisi bilangan di sebelah kanannya. seharusnya 64144081 tapi saya tidak mengerti. Simbol "|" berarti posisi dari bilangan disebelah kanan simbol tersebut. angka 0 itu dari mana? JAWABAN: Ingat kembali arti dari notasi pagar "|" sebagai representasi dari konsep asosiasi tempat. karena word prosesor milis tidak support kasusnya memang disederhanakan). dengan cara menambahkannya. Perhatikan 289^2 = (2||89)^2 = 2^2 || 2*2*89 || 89^2 =4 || 356 || 7921 =4 || 356+79 || 21 = 4 || 435 || 21 =4+4 || 35 ||21 =8 || 35 || 21 = 83521 Untuk persoalan 8.21 38 .. Jika "kuota"nya berlebihan harus di geser ke kiri. kalau kekurangan "kuota" nya harus disubtitusi dengan angka nol CONTOH III Untuk menyederhanakan pertanyaan anda.8 = 8*10^1+9*10^0+8*10^(-1) = 8 | 9 -|8 -|. Sehingga dengan notasi seperti di atas persoalan kita dapat di tulis sebagai 8. saya sedikit merubah pertanyaannya menjadi 289^2 karena disini kita bi memanfaatkan perhitungan 89^2 sebelumnya. Dst.3. (Memang lengkapnya simbol tersebut ada bilangan subscript.9^2 memang lebih rumit karena disini kita harus benar-benar memahami konsep asosiasi posisi. 8009^2 = 8 ||| 9^2 = 8^2 ||| 2*8*9 ||| 9^2 = 64 ||| 144 ||| 81 = 6414481 ¨¤ jawaban saya salah.9^2 = (8 ¦ 9 -|)^2 = 8^2 ¦ 2*8*9 -| 9^2 -| = 64 ¦ 144 -| 81 -| = 46 ¦ 144+8 -| 1 -| = 16 ¦ 152 -| 1 -| = 64+15 ¦ 2 -| 1 -| = 79 ¦ 2 -| 1 -| = 79.

seperti halnya operator tambah "+" dsb. diambil kasus pangkat tiga misalnya 79^3 1. Jika anda memperhatikan pola perhitungan kuadrat maka secara umum dapat dirumuskan sebagai: (ab)^2 = a^2 | 2*a*b | b^2 MAKA untuk pola perhitungan pangkat tiga: (ab)^3 = (a|b) * (a|b)^2 bila diuraikan maka didapat : = a^3 | 3*a^2*b | 3*a*b^2 | b^3 39 . Misalkan soal 79^3 dalam metode horisontal dituliskan sebagai (7|9)^3 dengan "|" adalah notasi pagar yang menunjukkan asosiasi posisi dari bilangan tersebut.21 CONTOH IV untuk soal yg 8090^2 yg dulu. Selanjutnya notasi posisi ini dapat diperlakukan seperti operator.9^2 = (89*10^-1) ^2 = 89^2 * 10^(-2) = 8^2 | 2*8*9 | 9^2 *10^(-2) = 64 | 144 | 81 *10^(-2) = 7921 *10^(-2) = 79.atau 8. saya akan coba jawab berdasarkan kira-kira : 8090^2 = 8||9||^2 = 8^2 || 2*8*9 || 9^2 || = 64 || 144 |||| 81 = 64+1 || 44 |||| 81 = 65 || 44 |||| 81 = 65440081 JAWABAN: Ada kesalahan sedikit 8090^2 = 64|| 44 || 81 || (Notasi Pagar tetap) Notasi Pagarnya tidak menjadi seperti anda 64|| 44 |||| 81 (artinya akan berbeda) Sehingga hasilnya adalah 64|| 44 || 81 || = 64448100 (Pagar terakhir direpresentasikan dengan angka 00) CONTOH V Sebagai contoh.

Perhatikan: 343 | 1323 | 1701 | 729 = 343 | 1323 | 1701+72 | 9 = 343 | 1323 | 1773 | 9 Selanjutnya proses diulangi lagi sbb: 343 | 1323 | 1773 | 9 = 343 | 1323+177 | 1773 | 9 = 343 | 1500 | 3 | 9 Selanjutnya proses diulangi lagi sbb: 343 | 1500 | 3 | 9 = 343+150 | 0 | 3 | 9 = 493 | 0 | 3 | 9 Setelah dalam notasi pagar hanya terdapat satu digit bilangan maka perhitungan selesai. adakah cara lain yg lebih mudah ? Metris: Bagus sekali pertanyaan anda. Memang ada cara lain yang lebih mudah tetapi cara ini melibatkan penurunan formula. karena itu harap dicorat-coret kembali): 40 . utk mencari 12^2 dan 34^2 harus pake metode horisontal juga kan? belum lagi perkalian 2ab. bila lebih dari satu harus digeser ke kolom sebelah kirinya (Kita selalu bekerja dalam arah kanan ke kiri). Untuk perhitungan kuadrat digit lebih dari 2. Sehingga dapat dihitung sebagai berikut : (79)^3 = (7|9)^3 = (7^3 | 3*7^2*9 | 3*7*9^2 | 9^3) = 343 | 1323 | 1701 | 729 Oleh karena notasi pagar mengindikasikan posisi dari bilangan maka dalam setiap pagar dalam kasus di atas harus terdapat hanya satu digit bilangan. lebih baik anda dapat menurunkan formula tersebut. contohnya (1234)^2 = (12|34)^2 kalo tidak salah :) berarti jika memakai rumus abc (pelajaran smp)=a^2+2ab+b^2. sehingga sekarang anda dapat mengembangkan formula sendiri untuk pangkat yang lebih tinggi. Cara menggesernya dengan cara menambahkan bilangan 'yang berlebihan' ke kolom sebelah kirinya. Perhatikan (word processor disini terdapat keterbatasan Notasi. Dalam hal ini menghafal formula bukan cara yang efektif.Perhatikan ini mirip dengan perhitungan polinom (Binomial Newton). yang dalam metris disebut OPERASI GABUNGAN. sepertinya harus digunakan rumus dari metode horisontal 2 kali. berarti 2*12*34 yang jika kita cari hasilnya juga cukup memakan waktu. Sehingga : 493 | 0 | 3 | 9 = 493039 2.

. Sehingga : 1 | 7 | 4 | 2 |4 = 17424 CONTOH VI coba menghitung 1110^3 : 1110^3 = (11|10)^3 = 1331 | 3630 | 3300 | 1000 = 1331 | 3630 | 3300+10 | 00 = 1331 | 3630 | 3310 | 00 = 1331 | 3630+33 | 10 | 00 = 1331 | 3663 |10 | 00 = 1331+36 | 63 | 10 | 00 = 1367631000 benar begitu ?. bila lebih dari satu harus digeser ke kolom sebelah kirinya (Kita selalu bekerja dalam arah kanan ke kiri).Misalnya 132^2. Perhatikan: 1 | 6 | 13 | 12 |4 = 1 | 6 | 13+1 | 2 |4 = 1 | 6 | 14 | 2 |4 Selanjutnya proses diulangi lagi sbb: 1 | 6 | 14 | 2 |4 = 1 | 6+1 | 4 | 2 |4 = 1 | 7 | 4 | 2 |4 Setelah dalam notasi pagar hanya terdapat satu digit bilangan maka perhitungan selesai.. Cara menggesernya dengan cara menambahkan bilangan 'yang berlebihan' ke kolom sebelah kirinya. cara untuk menurunkan formula dalam kasus tiga digit seperti ini sbb: (abc)^2 = (a | bc)^2 = a^2 | 2 * a *(bc) | (bc)^2 = a^2 | 2*a*b | 2*a*c + b^2 |2*b*c | c^2 Sekarang dapat dihitung secara langsung: 132^2 = 1^2 | 2*1*3 | 2*1*2 + 3^2 | 2*3*2 | 2^2 = 1 | 6 | 4+9 | 12 | 4 = 1 | 6 | 13 | 12 |4 Oleh karena notasi pagar mengindikasikan posisi dari bilangan maka dalam setiap pagar dalam kasus di atas harus terdapat hanya satu digit bilangan. Metris : 41 .

42 .Disini ada kesalahan notasi 1110^3 = (11 || 10 )^3 = 1331 || 3630 || 3300 || 1000 Notasi || berarti harus ada 2 digit dalam Notasi pagar tersebut.

Penyelidikan dan Transformatif. Jadi sebelum menginjak pada proses Penyelidikan (tahap Pemahaman). sebagai berikut: 1. Selain itu Metode Horisontal perlu membangun sebuah filosofi pendidikannya sendiri yang menjadi landasan bagi Cara Pengajarannya. Jadi jelas bahwa Metode Horisontal bekerja mulai pada bidang paling fundamental dari Matematika yaitu Aritmatika Dasar. siswa perlu diperkenalkan dengan ilmu pengetahuan yang 43 . Di sini mereka akan benar-benar diajarkan bagaimana BERPIKIR LOGIS dan KONSISTEN secara mandiri. yang biasa disebut Modern Mathematics. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada: www. terutama dalam bidang Matematika. tentunya Metode Horisontal akan mengikuti standar kurikulum yang sudah ditetapkan pemerintah. Karena itu sesuai dengan tahap-tahap ini. yang akhirnya malah cenderung hanya memberikan formula jalan pintas agar siswa KELIHATAN menguasai matematika seperti yang terjadi di negara ini dan akhirnya membuat siswa muak dengan Matematika karena mereka sebenarnya tidak mengerti apa yang sedang mereka kerjakan. Ketika seorang siswa sudah mempunyai kepercayaan diri pada kemampuan numerik & logika dan mempunyai daya kreatifitas untuk memecahkan masalah. Sebagai Cara Menghitung yang baru. Dan yang menjadi masalah terbesar dalam pendidikan Matematika adalah membangkitkan rasa percaya diri siswa terhadap kemampuan numerik & logika dan daya kreatifitas siswa dalam memecahkan soal. Dengan pemikiran seperti ini. mereka telah siap menerima pendidikan Matematika yang bersifat deduktif. Di sini metode Horisontal bukan sekedar rumus atau formula untuk mempercepat perhitungan tetapi merupakan cara berpikir (the way of thinking). secara umum konsep yang mendasari baik Metode Horisontal dan Metode Sempoa adalah sama yaitu konsep Asosiasi Posisi. yang secara garis besar adalah tahap Mengenal (know). dan tahap Menguasai (mastering) suatu materi pelajaran tertentu.com Kemudian sebagai Cara Pengajaran yang baru.sigmetris. Pastilah di sini harus ada guru yang memperkenalkan topik tersebut dan memotivasi siswa agak tertarik dengan bidang tersebut. maka jalan untuk mempelajari jenis Matematika apapun akan terbuka lebar. Bila mereka mampu memahami hal yang tersulit dalam matematika yaitu untuk berpikir secara logis dan konsisten ini. dan tentunya pengajaran siswa diawali dari Tahap Pengenalan Bilangan sampai dengan Tahap Kreatifitas. Dalam artikel ini.FILOSOFI PENDIDIKAN METODE HORISONTAL oleh Alexander Agung Metode Horisontal lahir dengan keinginan untuk memecahkan permasalahan yang paling mendasar dari pendidikan matematika di negara ini. bukan sekedar mengajari bejibum topik matematika. yang mempunyai beberapa kata-kata kunci yaitu Kongkrit. Pendidikan yang Kongkrit – Tahap Mengenal Dalam tahap pengenalan suatu ilmu pengetahuan pastilah akan timbul pertanyaan: Bagaimana siswa bisa bertanya dan tertarik mengenai suatu topik jika mereka belum tahu bidang tersebut sama sekali?. Metode Horisontal membuat sebuah CARA BERHITUNG yang BARU beserta CARA PENGAJARAN yang BARU pula. dibangun tiga dasar filosofi pendidikan yang mendasari proses pendidikan di dalam tahap-tahap tersebut. akan diuraikan mengenai Filosofi Pendidikan dari Metode Horisontal. tahap Memahami (understand). Metode Horisontal merupakan bentuk deduktif dari Metode Sempoa. Filosofi Pendidikan ini dibangun berdasarkan tahap-tahap yang harus dilalui seorang siswa dalam mempelajari sebuah materi pelajaran. Jadi kalau seorang siswa yang rajin sebenarnya tidak perlu kursus apapun juga asalkan dia sudah bisa BERPIKIR LOGIS dan KONSISTEN karena topik2 matematika yang harus diajarkan dalam kurikulum kita sebenarnya sudah ada di dalam bukubuku teks yang beredar.

Melalui materi yang bersifat kongnrit seperti ini. Tidak menolak untuk membahas suatu subjek secara lintas ilmu bila hal ini memang dapat membuat materi yang diajarkan semakin Kongkrit dalam sudut pandang siswa. hal ini akan membuat mereka merasa nyaman dan tentunya mereka juga otomatis akan merasa tertarik dengan bidang tertarik karena merasa mudah memahaminya. Pendidikan seperti ini dinamakan sebagai Pendidikan yang Kongkrit. maka siswa akan mencerap suatu bidang bukan sebagai hal yang abstrak tetapi sebagai hal yang nyata dan berguna bagi dirinya. guru juga berperan sebagai motivator. diagram dan gambar yang mudah ditangkap atau yang sudah biasa digunakan oleh siswa Menggunakan proses pengajaran yang interaktif sehingga siswa dapat merasakan benar-benar bahwa konteks yang dibahas relevan dalam kehidupannya sehari-hari. gambar atau penjelasan yang dibutuhkan untuk memecahkan tantangan yang diberikan. Kemudian dalam interaksinya dengan siswa. Dan tentunya karena ditekankan pula penggunaan istilah. Selanjutnya dalam Pendidikan yang Kongkrit ini. Pendidikan yang Kongkrit adalah jenis pendidikan yang menekankan segala materi yang diajarkan ke siswa sebaiknya terhubung dengan realitas kehidupan sehari-hari dan menggunakan konteks nyata sebagai sumber inspirasi untuk memperkenalkan siswa pada suatu pengetahuan tertentu. simbol. yaitu ia harus memperkenalkan suatu topik di depan kelas dengan mulai pada hal-hal yang kongkrit di sekitar kehidupan siswanya. guru harus memberikan sebuah tantangan (challenge) dan sekaligus bantuan (clue) yang dibutuhkan siswa untuk memahami topik yang diajarkan. Bila karakteristik ini dipenuhi dalam suatu proses pengajaran. Bila hal ini telah terjadi maka Pendidikan dengan cara Penyelidikan telah siap untuk dilakukan oleh siswa. Model yang dibangun tersebut harus dipahami benar oleh siswa sehingga harus menggunakan istilah. bukan sesuatu yang terlepas dari kehidupannya sehari-hari. Perlu pula ditekankan dalam pendidikan yang kongkrit ini. Bantuan tersebut dapat berupa sebuah diagram. Hal ini tentunya tidak perlu berupa materi yang berbentuk benda nyata. karena prasyaratnya dari sebuah proses penyelidikan adalah antusiasme dan rasa ingin tahu. peran seorang guru adalah sebagai berikut: Sebagai seorang pengajar. hal ini dapat dengan bermacam- 44 . Singkatnya di sini siswa akan dapat mencerap bahwa materi yang diajarkan adalah hal yang nyata bagi dirinya. diagram dan gambar yang mudah dipahami siswa.bersifat kongkrit (nyata) bagi mereka. simbol. Pendidikan yang Kongkrit mempunyai beberapa karakteristik dasar. yaitu: Menggunakan konteks kehidupan nyata sebagai awal proses pembelajaran Menggunakan model sebagai jembatan antara dunia nyata dan ilmu pengetahuan. bisa saja topik tersebut berwujud suatu soal cerita atau sebuah puzzle. kemudian mulai dibangun materi-materi yang bersifat lebih abstrak sebagai sebuah kontinuitas yang wajar darinya. Di sini model berperan untuk menyederhanakan dunia nyata sehingga bisa dilihat karakteristik-karakteristik yang penting sehingga dapat dipahami prinsip dasar ilmunya.

Merasa nyaman dalam Ketidaktahuan. bukan hanya tertarik pada hasil akhir pengetahuan saja. yaitu bersama-sama dengan guru dan juga teman-teman sebayanya. Pendidikan dengan cara menyelidiki dimotivasi oleh fakta bahwa seorang Pembelajar yang baik ternyata mempunyai perhatian terhadap aktifitas bertanya dan menyelesaikan pertanyaan itu sendiri. Pendidikan dengan Penyelidikan – Tahap Memahami Dalam model Pendidikan yang menekankan proses Penyelidikan. dan guru tidak bertugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa. siswa didorong untuk bertanya tentang suatu topik tertentu yang menarik bagi dirinya. Ada beberapa hal yang harus dipahami seorang guru dalam metode pengajaran ini: 45 . Terakhir guru perlu terus-menerus memantau keaktifan siswanya di dalam kelas ketika berusaha memahami topik yang diajarkan dengan mengamati caranya bertanya atau menjawab tantangan (challenge) yang diberikan. Di sini terdapat daftar dari seorang Pembelajar yang baik. Di sini. guru lebih berperan sebagai fasilitator dan penuntun dibandingkan sebagai seorang pengajar yang memberikan kuliah saja. Selain itu mereka harus selalu memandang secara positif setiap Keberhasilan dari setiap siswa yang diajarnya dalam memecahkan soal dan berusaha membantu siswanya dalam mengkonstruksi konsep diri yang positif. Tidak takut untuk salah Tidak terburu-buru untuk menjawab Mempunyai sudut pandang yang fleksibel Menghargai Fakta diatas sebuah Opini dan dapat membedakan dengan jelas antara sebuah Fakta dan Opini. Pertanyaanpertanyaan siswa ini tidak perlu merupakan hal yang masuk akal atau mudah dijawab.macam cara misalnya dengan menceritakan tokoh yang berperan dalam bidang tersebut. 2. tetapi bertugas untuk memfokuskan pertanyaan-pertanyaan ini sehingga siswa dapat memberikan alternatif jawabannya sendiri. Aktifitas penyelidikan ini sebaiknya dilakukan secara sosial. Untuk melakukan model pendidikan dengan cara Penyelidikan ini diperlukan peran baru bagi seorang guru yang berbeda dari model pendidikan tradisional. yaitu: Percaya diri terhadap kemampuan belajar mereka Kesenangan dalam memecahkan suatu masalah Tajam dalam melihat hubungan-hubungan yang relevan Bersandar pada pendapatnya sendiri bukan pada pendapat orang banyak. Dan tidak puas dengan suatu jawaban yang sangat disederhanakan. dengan mendemonstrasikan kegunaan ilmu tersebut di depan kelas dan sebagainya. sehingga tidak merasa perlu untuk menjawab semua pertanyaan yang muncul secepat mungkin. Tentunya topik ini harus diperkenalkan oleh seorang guru yang berperan sebagai fasilitator di sini.

Jika hal-hal di atas telah dialami oleh seorang siswa. Tetapi selain tahap pemikiran ini. Jadi proses transformatif diawali dengan Kegagalan siswa untuk memahami suatu bidang ilmu pengetahuan yang bersifat individual. Apanya yang berubah? Tentu yang berubah adalah sudut pandangnya dalam memandang hal-hal yang telah diketahuinya tersebut. Pendidikan Transformatif – Tahap Menguasai Setelah kita membahas tentang Pendidikan dengan cara Penyelidikan. yang ditetapkan sebagai tujuan Pembelajaran ini. yaitu – proses memantau perkembangan dan hasil dari dari Berpikir tingkat Pertama. Pada suatu tahap tertentu. Mereka tidak dapat menerima jawaban siswa yang disederhanakan saja Mereka harus mendorong siswa untuk bertukar pikiran dengan siswa-siswa yang lain dan mendidik siswa untuk tidak menghakimi apa yang telah dikatakan temannya.Mereka harus menghindari siswa bahwa mereka harus tahu sesuatu hal agar siswa merasa nyaman jika mempunyai pertanyaan yang belum bisa terjawab olehnya. mengingat. Ia harus mulai lagi memeriksa informasi2 yang telah mereka dapat satu persatu. Dilain pihak seorang siswa pastilah sampai suatu saat akan terbentur dengan suatu pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan segala informasi yang telah dipunyai. Mereka mengukur keberhasilan siswa berdasarkan sifat-sifat seorang Pembelajar yang baik. maka proses kognitif manusia secara sederhana dibagi menjadi dua macam: Berpikir tingkat Pertama meliputi . Dengan menerapkan cara Penyelidikan dalam kehidupannya sehari-hari. seorang siswa pastilah akan menggali banyak informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber. selanjutnya akan dibahas mengenai Pendidikan Transformatif sebagai akibat wajarnya. yaitu Perubahan. berpikir-tahap-pertama digunakan secara intensif untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam diri seorang siswa. Ada satu kata kunci yang perlu dipahami dalam Pendidikan transformatif pada tahap ini. dan mulailah ia mempertanyakan Landasan sudut 46 .menghitung. yang berakibat pada kebingungan terhadap konsistensi pemikirannya atau ketidakmampuannya dalam memesahkan suatu masalah tertentu. Dalam Pendidikan dengan cara penyelidikan. Bila hal ini telah terjadi. pastilah ia akan mempertanyakan kembali informasi-informasi yang didapat karena biasanya informasi2 tersebut tidaklah selaras satu dengan yang lainnya atau mungkin pula karena ia tidak dapat menjawab suatu masalah dengan informasi yang telah dimilikinya. 3. Meta-kognisi. Setelah proses menyaring tersebut maka akan didapatkan semua hal-hal yang relevan. dan memisahkan mana yang sekedar opini dan mana yang benar-benar berupa fakta. Mereka harus memperkenalkan suatu masalah tertentu agar menarik minat siswanya. maka sangatlah dibutuhkan apa yang dinamakan Pendidikan Transformatif. Mereka berbicara dengan siswa dengan cara bertanya kembali yang berfungsi untuk memfokuskan setiap pertanyaan siswa. perlu juga disadari bahwa siswa terus memantau setiap informasi2 baru yang mereka dapat dan berusaha membandingkan dengan informasi2 yang telah didapat sebelumnya. Untuk memudahkan pembahasan. membaca dan memahami. maka disini saatnya siswa tersebut harus berubah. proses ini dinamakan dengan meta-kognisi.

Proses transformatif ini bisa diajarkan dalam bidang akademis dan di sini tugas seorang guru adalah sebagai berikut: Memberikan suatu masalah atau menunjukkan suatu kejadian tertentu yang dapat menyadarkan siswa akan Keterbatasan pengetahuan dan pendekatan mereka. Tentunya tidak dengan memaksakan kerangka berpikir mereka sendiri kepada siswa tersebut. seorang siswa akan memandang segala sesuatu secara berbeda.agar dapat mengakomodasi kerangka berpikir yang lain tersebut (yang dianggap relevan tentunya) Dan akibatnya akan Mentranformasi segala kebiasaan berpikirnya Untuk melakukan hal ini seorang siswa perlu dibantu oleh guru (atau orang tuanya) yaitu dalam melalui proses transformatif yang sangat kritis ini. Bila kita mendaftar apa sebenarnya yang terjadi pada seorang siswa dalam proses transformatif ini terutama dalam bidang Akademik.pandangnya terhadap informasi yang relevan tersebut. karena mau tidak mau hampir semua sudut pandang dan tingkah lakunya bermuara pada makna kehidupan tersebut. Asumsi dasar ini adalah berupa suatu Makna Kehidupan dan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia. dengan menyesuaikan makna kehidupan terhadap informasi2 yang relevan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari. 47 . Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan Asumsi-asumsi dasar yang mendasari pengetahuan dan pendekatan yang mereka gunakan. terutama dikaitkan dengan Asumsi dasar yang telah dipegang mereka. Memberikan kesempatan kepada mereka untuk menguji perspektif mereka yang telah diperbaharui. maka kemungkinan besar mereka juga akan dapat menerapkan hal ini dalam kehidupan sehariharinya terutama dalam melalui perubahan-perubahan dalam tahap kehidupannya dengan sukses. tetapi membiarkan siswa membangun kerangka berpikirnya sendiri. maka didapat sebagai berikut: Memahami kerangka berpikir yang telah digunakan selama ini Mempelajari kerangka berpikir alternatif yang lain Mentranformasi sudut pandang yang digunakan. Bila siswa telah biasa dengan proses Transformatif dalam bidang akademisnya. Mendorong siswa untuk menelaah dari mana Asumsi-asumsi ini berasal dan bagaimana asumsi tersebut membatasi pemahaman mereka Mendiskusikan apa yang telah mereka telaah kepada guru dan siswa yang lain. Sehingga dalam kehidupan nyata.

Seperti dijelaskan di atas dalam aljabar. konsep variabel. Omar Khayyam menerjemahkan hasil karya AlKhwarizmi ke bahasa Eropa. Dengan menggunakan sistem ini. Untuk mempelajari hal-hal ini dalam aljabar digunakan simbol (biasanya berupa huruf) untuk merepresentasikan bilangan secara umum sebagai sarana penyederhanaan dan alat bantu memecahkan masalah. buku Budi dapat ditulis sebagai y = x + 3. Sebaliknya.Aljabar Aljabar (Algebra) adalah cabang matematika yang mempelajari struktur. ilmuwan dan matematikawan Inggris. menyediakan kerangka berpikir untuk menggeneralisasi formula matematika di luar solusi khusus dari suatu permasalahan tertentu ke dalam sistem yang lebih umum untuk menyatakan dan memecahkan persamaan. dan ‘The Nine Chapters on the Mathematical Art’. dan kebanyakan bangsa India. kelakuan sesuatu di alam dapat dijelaskan dengan aturan atau rumus matematika yang melibatkan aljabar. Asal Mula Aljabar Asal mula Aljabar dapat ditelusuri berasal dari bangsa Babilonia Kuno yang mengembangkan sistem aritmatika yang cukup rumit. Persamaan Kuadrat dan Persamaan Linier tak tentu. Anda dapat menyelidiki pola aturan aturan bilangan umumnya. yang dikenal sebagai Rumus Gravitasi Newton. definisi polinom. sehingga kita dapat menemukan pola umumnya. Analisis dan Teori Bilangan adalah cabang-cabang utama dalam Matematika. serta Cina dalam milenium pertama sebelum masehi. dengan hal ini mereka mampu menghitung dalam cara yang mirip dengan aljabar sekarang ini. misalnya seperti yang disebutkan dalam ‘the Rhind Mathematical Papyrus’.500 tahun yang lalu. Dengan menggunakan aljabar. Beberapa abad yang lalu. Sekarang ini istilah Aljabar mempunyai makna lebih luas daripada sekedar Aljabar Elementer. x mewakili bilangan yang diketahui dan y bilangan yang ingin diketahui. mereka mampu mengaplikasikan rumus dan menghitung solusi untuk nilai yang tak diketahui untuk kelas masalah yang biasanya dipecahkan dengan menggunakan persamaan Linier. Isaac Newton (1642-17 27) menunjukkan. ‘Euclid's Elements’. Sejarah mencatat penggunaan aljabar telah dilakukan bangsa Mesopotamia pada 3. yang tertulis dalam kitab Elemen. ‘Sulba Sutras’. Aljabar dapat diasumsikan dengan cara memandang benda dari atas. Aljabar Elementer merupakan bagian dari kurikulun dalam sekolah menengah dan menyediakan landasan bagi ide-ide dasar untuk Ajabar secara keseluruhan. maka dalam aljabar. yaitu kerangka berpikir logika Deduksi. Aljabar telah digunakan matematikawan sejak beberapa ribu tahun yang lalu. Ring. bangsa Mesir. yaitu meliputi Ajabar Abstrak. faktorisasi dan menentukan akar pangkat. Aljabar bersama-sama dengan Geometri. Sebagai contoh Penambahan dan Perkalian dipandang sebagai operasi secara umum dan definisi ini menuju pada struktur bilangan seperti Grup. variabel dan elemen-elemen himpunan. Contohnya. Salah satu muridnya. kita tidak bekerja secara langsung dengan bilangan melainkan bekerja dengan menggunakan simbol. meliputi sifat-sifat penambahan dan perkalian bilangan. Aljabar Linier dan sebagainya. 48 . Hasil karya bangsa Yunani dalam Geometri. Sehingga bila Andi mempunyai x buku dan kemudian Budi mempunyai 3 buku lebih banyak daripada Andi. hubungan dan kuantitas. biasanya masih menggunakan metode geometri untuk memecahkan persamaan seperti ini. Nama Aljabar berasal dari kitab yang ditulis pada tahun 830 oleh Matematikawan Persia Muhammad ibn Musa al-Kwarizmi dengan judul ‘Al-Kitab al-Jabr wa-l-Muqabala’ (yang berarti "The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing"). dan Medan (fields). yang menerapkan operasi simbolik untuk mencari solusi secara sistematik terhadap persamaan linier dan kuadratik. Yunani.

yang mempelajari Struktur Aljabar semacam Grup.Aljabar Retorik (Rhetorical algebra). Aljabar Abstrak dikembangkan pada abad ke-19. Aljabar Elementer.(bidang ini juga mencakup materi yang biasanya diajarkan di sekolah menengah yaitu ‘Intermediate Algebra’ dan ‘college algebra’). Omar Khayyam. diikuti oleh Gottfried Leibniz sepuluh tahun kemudian. walaupun sampai sekarang masih diperdebatkan siapa sebenarnya yang berhak atas sebutan tersebut Al-Khwarizmi atau Diophantus?. yang ditulis oleh Matematikawan Persia Muhammad ibn Musa al-Kwarizmi. yang dikembangkan oleh Matematikawan Vedic India dan Yunani Kuno. Peristiwa lain yang penting adalah perkembangan lebih lanjut dari aljabar. yang mempelajari sifat-sifat operasi pada bilangan riil direkam dalam simbol sebagai konstanta dan variabel.Aljabar yang dikontruksi secara Geometri. terjadi pada pertengahan abad ke-16. serta Matematikawan Cina.Aljabar simbolik (Symbolic algebra). kuartik. karya Diophantus.Syncopated algebra. dan . Ring dan Medan (fields) yang didefinisikan dan diajarkan secara aksiomatis. Diophantus. . membangun Aljabar Geometri dan menemukan bentuk umum geometri dari persamaan kubik. Kata ‘Al-Jabr’ sendiri sebenarnya berarti penggabungan (reunion). Gabriel Cramer juga menyumbangkan hasil karyanya tentang Matriks dan Determinan di abad ke-18. Matematikawan Persia yang lain. Matematikawan Yunani di jaman Hellenisme. kadang-kadang disebut Aljabar Modern. Aljabar Abstrak. dan Aturan yang membangun ekspresi dan persamaan Matematika yang melibatkan simbol-simbol. Klasifikasi dari Aljabar Aljabar secara garis besar dapat dibagi dalam kategori berikut ini: 1. . yang dikembangkan oleh Diophantus dan dalam ‘the Bakhshali Manuscript’. Mereka yang mendukung Al-Khwarizmi menunjukkan fakta bahwa hasil karyanya pada prinsip reduksi masih digunakan sampai sekarang ini dan ia juga memberikan penjelasan yang rinci mengenai pemecahan persamaan kuadratik. secara tradisional dikenal sebagai ‘Bapak Aljabar’.Seperti telah disinggung di atas istilah ‘Aljabar’ berasal dari kata arab "al-jabr" yang berasal dari kitab ‘Al-Kitab al-Jabr wa-l-Muqabala’ (yang berarti "The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing"). mula-mula berfokus pada teori Galois dan pada masalah keterkonstruksian (constructibility) Tahap-tahap perkembangan Aljabar simbolik secara garis besar adalah sebagai berikut: . Ide tentang determinan yang dikembangkan oleh Matematikawan Jepang Kowa Seki di abad 17. dengan tujuan untuk memecahkan Sistem Persamaan Linier secara simultan dengan menggunakan Matriks. kuintik dan polinom tingkat tinggi lainnya. berhasil memecahkan berbagai macam persamaan kubik. yang titik puncaknya adalah pada karya Leibniz. 49 . Matematikawan India Mahavira dan Bhaskara. 2. Sedangkan mereka yang mendukung Diophantus menunjukkan Aljabar ditemukan dalam Al-Jabr adalah masih sangat elementer dibandingkan Aljabar yang ditemukan dalam ‘Arithmetica’. Zhu Shijie. yang dikembangkan oleh bangsa Babilonia dan masih mendominasi sampai dengan abad ke-16.

50 . Meskipun seperti dalam Aritmatika. −. Ring. yang mempelajari sifat-sifat bersama dari semua Struktur aljabar. mengijinkan kita untuk membangun persamaan matematika yang mengandung variabel yang tidak diketahui (sebagai contoh “Carilah bilangan x yang memenuhi persamaan 3x + 1 = 10"). Hal ini juga mengijinkan kita untuk membuat relasi fungsional dari rumus-rumus matematika tersebut (sebagai contoh "Jika anda menjual x tiket. yang diajarkan pada siswa yang belum mempunyai pengetahuan Matematika apapun selain daripada Aritmatika Dasar. dan x adalah bilangan dimana fungsi f bekerja. dimana f adalah fungsi. Dengan menggunakan simbol. ×.10. alih-alih menggunakan bilangan secara langsung. ÷) muncul juga dalam Aljabar. Hal ini sangat penting sebab: Hal ini mengijinkan kita menurunkan rumus umum dari aturan Aritmatika (seperti a + b = b + a untuk semua a dan b).3. di mana bilangan dan operasi Aritmatika (seperti +. x. Dalam studi Aljabar lanjut. Aljabar Universal. y). dan kemudian anda mendapat untung 3x 10 rupiah. yang mempelajari sifat-sifat khusus dari Ruang Vektor (termasuk Matriks). dan selanjutnya merupakan langkah pertama untuk penelusuran yang sistematik terhadap sifatsifat sistem bilangan riil. Medan dan Aljabar di atas sebuah Medan (algebras over a field) dipelajari bersama dengan telaah Struktur Geometri Natural yang kompatibel dengan Struktur Aljabar tersebut dalam bidang Topologi. Aljabar Linier."). sistem aljabar aksiomatis semacam Grup. dapat dituliskan sebagai f(x) = 3x . 4. Aljabar Elementer Aljabar Elementer adalah bentuk paling dasar dari Aljabar. tetapi disini bilangan seringkali hanya dinotasikan dengan simbol (seperti a.

semakin baik potensi kreatifitas yang dimiliki. Secara singkat. Robert Epstein.sebelumnya. Dan kemudian diajarkan bagaimana untuk memodifikasi formula-formula tersebut untuk mempercepat dan mempermudah perhitungan.Tahap Kreatifitas: bermain-main dengan Aljabar "Being creative is seeing the same things as everybody else but thinking of something different" Kreatifitas didefinisikan sebagai proses mental yang melibatkan penciptaan suatu konsep dan ide-ide yang baru. Jadi kreatifitas dapat muncul karena kita terbiasa untuk berkreasi. seorang psikolog mengatakan bahwa sebetulnya setiap manusia memiliki kemampuan kreatifitas. maupun untuk melihat hubungan dengan pemecahanpemecahan yang telah ada. Selanjutnya mereka diperkenalkan dengan teka-teki (puzzle) matematika yang umumnya berupa soal-soal cerita untuk mengasah kreatifitas mereka dalam memecahkan permasalahan. Dari sengaja kita mampu untuk mengerjakannya dan akhirnya terbiasa. Anda dapat menyelidiki pola aturan aturan bilangan umumnya. Merencanakan alternatif-alternatif penyelesaiannya. 51 . Secara umum langkah untuk memecahkan masalah adalah Memahami masalah yang dihadapi secara jelas. Dalam tahap kreatifitas ini. Menganalisa penyebab dari masalah tersebut. Dapat mengembangkan potensi kita diluar batasan inteligensi 2. kita dapat menyebutkan keuntungan yang diperoleh Menjadi Orang yang Kreatif . Ph.. Semakin sering kita mengikuti pelatihan yang mengasah kreatifitas. yang dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Dalam aljabar digunakan simbol (biasanya berupa huruf) untuk merepresentasikan bilangan secara umum sebagai sarana penyederhanaan dan alat bantu memecahkan masalah. mula-mula anak diajarkan untuk menurunkan setiap formula yang telah mereka pakai dalam tahap sebelumnya. yaitu dalam kemampuan memecahkan masalah-masalah matematika. Selanjutnya anak dapat melangkah ke tahap berikutnya yaitu tahap kreatifitas. Untuk memecahkan masalah matematika terdapat banyak cara. menggali setiap alternatif yang ada dan terakhir adalah Mengevaluasi apakah masalah telah terpecahkan atau belum. biasanya akan difokuskan pada Aritmatika Dasar sampai anak menguasai perhitungan mental dengan baik sehingga telah tumbuh kepercayaan diri akan kemampuan menghitungnya. yaitu: 1. atau melihat hubungan yang baru antara berbagai konsep dan ide-ide yang telah ada.D. yang ada hanyalah belum mengasah potensi kreatifitas yang dimilikinya. Dalam tahap awal pengajaran Matematika. yang terutama adalah mengajarkan Aljabar Elementer. Kreatifitas bisa terjadi karena kita mencoba sesuatu dengan sengaja. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas disini baik untuk membuat pemecahan yang baru. Menemukan cara yang baru dan lebih baik untuk memecahkan masalah 3. Dengan menggunakan aljabar. pengertian kreatifitas difokuskan pada bidang Matematika. hasil dari pikiran yang kreatif dapat diukur dari Keasliannya (originality) dan Kelayakannya (appropriateness). Dapat meningkatkan pengetahuan dan Meningkatkan proses belajar Dalam artikel ini. Dengan demikian tidak ada alasan kita mengatakan "Saya bukan orang yang kreatif".

ada beberapa pendekatan yang telah diidentifikasikan. misalnya Analogi. Variasi Masalah. pendekatan-pendekatan ini dapat diperkenalkan sejak awal untuk membantu mereka memecahkan soal-soal matematika yang dihadapi agar selanjutnya mereka dapat memecahkan masalah tersebut secara mandiri Sebagai contoh sederhana. polanya hampir sama saja. Membuat Gambar. sbb: 1 11 121 1331 14641 52 . Setelah anak terbiasa dengan menghitung pangkat dua atau pangkat tiga. dan Menambahkan Elemen Bantuan.Untuk membangun kreatifitas pada seorang anak. dan secara umum membentuk semacam Binomial Newton. Mereka secara spontan akan bertanya mengenai formula-formula yang lebih tinggi. Melihat Masalah yang Berkaitan. Perhatikan pola-pola berikut ini: ab^2 = a^2 | 2*a*b | b^2 ab^3 = a^3 | 3*a^2*b | 3*a*b^2 | b^3 sehingga bisa memperkirakan pola untuk pangkat empat sbb: ab^4 = a^4 | 4*a^3*b | 6*a^2*b^2 | 4*a*b^3 | b^4 Jika diperhatikan pola untuk Konstantanya akan membentuk Pola Segitiga Pascal. Dekomposisi Masalah. Penurunan pola-pola horisontal inilah yang dapat diajarkan untuk melatih kreatifitas anak. Menggunakan Langkah Terbalik. Padahal untuk pangkat yang tinggi. adalah mencari pola dari bilangan pangkat. Spesialisasi.Dalam memecahkan masalah matematika ini. Induksi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->