SPERMATOGENESIS Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Spermatogenesis terjadi di tubulus seminiferus.

Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang bertujuan untuk membentuk sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma. Pada tubulus seminiferus terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel Sertoli, dan sel Leydig. Sel Sertoli berfungsi memberi makan spermatozoa sedangkan sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus berfungsi menghasilkan testosteron. Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis yaitu:

LH (Luteinizing Hormone) merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.

FSH (Folicle Stimulating Hormone) merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut

spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari. Proses Spermatogenesis :

3. Tahapan Spermiogenesis Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi. berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. yaitu spermatosit sekunder. spermatosit II memiliki inti yang gelap. sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. fase akrosom dan fase pematangan. Spermatogonia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Dibandingkan dengan spermatosit I. Hasil akhir berupa empat spermatozoa (sperma) masak. 2. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak. Spermatocytogenesis Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer. setelah beberapa kali membelah. sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I menghasilkan spermatosit sekunder yang n kromosom (haploid). Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer. Tahapan Meiois Spermatosit primer menjauh dari lamina basalis. . fase tutup. Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah. tapi masih berhubungan lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Ketika spermatid dibentuk pertama kali. spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis II membentuk empat buah spermatid yang haploid juga.Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu : 1. Spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan). Kemudian.

setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma.Namun. akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor. Gambar 1. Spermatogenesis .

5 sampai 6 ml. terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. kelenjar prostat dan kelenjar cowper. dan sebagian besar pria mempunyai sperma dewasa sampai usia tua. dan rata-rata jumlah sperma yang diejakulasikan adalah 40-100 juta per ml. Spermatozoa masak terdiri dari : 1. Pria mulai memproduksi sperma saat pubertas (kurang lebih usia 15 tahun). Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. sel Sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH. Leher (cervix). maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum. Badan (corpus). Pada waktu ejakulasi. ANIMASI SPERMATOGENESIS SPERMATOGENESIS Struktur Sperma Sperma diproduksi di testis. 2. Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis. menghubungkan kepala dengan badan. banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma. mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya. Rata-rata volume air mani untuk setiap ejakulasi adalah 2. Sperma diproduksi sebanyak 300 juta per hari. dan mampu bertahan hidup selama 48 jam setelah ditempatkan di dalam vagina sang wanita. Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani.Bila spermatogenesis sudah selesai. organ reproduksi pria. . 3. seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 – 400 juta sel spermatozoa. Kepala (caput).

berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas deferen dan ductus ejakulotoris. Gambar 2. Struktur sperma . Ekor (cauda).4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful