P. 1
Efusi Pleural

Efusi Pleural

|Views: 182|Likes:
Published by AlphienTrissya
makalah patologi klinik
makalah patologi klinik

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: AlphienTrissya on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2016

pdf

text

original

PATOLOGI KLINIK

“Cairan Pleural”
(Efusi Pleura)

Disusun oleh:
Ricky Kartika C.N.L Arif Rahmatullah Rizki Annur R. Mugi Paramita K. Syarofina Reny Purnama H. Rahmatul Laili P. Ivan Risna Y. Fransiska P. Anggy Muhammad Wildan Nurfahmi I. 105130100111001 105130100111002 105130100111003 105130100111004 105130100111005 105130100111006 105130100111007 105130100111008 105130100111009 105130100111010 105130100111011

Bila proses radang terjadi karena bakteri piogenik akan terbentuk nanah. arteri. Patofisiologi terjadinya efusi pleura tergantung pada keseimbangan antara cairan dan protein dalam rongga pleura. Proses penumpukan cairan bisa terjadi karena radang. 2 . Kedua spesies tersebut memungkinkan untuk mengalami berbagai jenis dari efusi pleura dengan beraneka ragam jenis penyakit yang mungkin mendasarinya. 2007). 2007). Efusi dapat berupa cairan jernih. Bila proses ini mengenai pembuluh darah sekitar pleura dapat menyebabkan hemothoraks (Halim. eksudat.pyothorax. Namun. dan lain-lain. Efusi pleura merupakan penyakit saluran pernapasan. Penyakit ini bukan merupakan suatu disease entity tetapi merupakan suatu gejala penyakit yang serius yang dapat mengancam jiwa penderita (WHO). Normalnya cairan pleura dibentuk secara lambat sebagai filtrasi melalui pembuluh darah kapiler. sirosis hepatis. pneumonia. Efusi pleura merupakan penyebab yang paling sering dari kesulitan bernafas yang dialami oleh anjing dan kucing. atau dapat berupa darah atau pus (Baughman C Diane. Kedua lapisan bersatu di hilus arteri dan mengadakan penetrasi dengan cabang utama bronkus. 2000). Pada anjing dan kucing. yang mungkin merupakan transudat.PENDIDIKAN DOKTER HEWAN PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013 BAB I TINJAUAN PUSTAKA Pleura merupakan membran tipis yang terdiri dari 2 lapisan yaitu pleura visceralis dan plera parietalis. Feline Infectious Peritonitis . gagal jantung kongestif. dan vena bronkialis. sehingga terjadi emfisema/piothoraks. serabut saraf dan pembuluh limfe (Halim. Efusi pleura adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural. efusi pleura paling sering disebabkan karena tuberkulosis. proses penyakit primer jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. empiema toraks. penyakit lain yang mungkin mendasari terjadinya efusi pleura antara lain chylothorax.

3 .

batuk. Setelah 2 hari terapi gejala mulai berkurang. diperoleh hasil lebih tinggi dari normal. muntah dan tidak nafsu makan.2. Sehingga. anjing tersebut juga mengalami muntahmuntah yang sering. autopsy dilakukan segera untuk mencari tahu penyebab kematiannya. Namun setelah 60 hari. penurunan berat badan. muffled heart sounds. dan setelah 5 hari anjing mulai sehat dengan nafsu makan dan respirasi yang normal. muffled heart sounds. susah bernafas. Anjing tersebut sebelumnya telah diberi treatment dengan parental amoxicillin dan cloxacillin selama 5 hari dan dexamethasone serta chlorpheneramine untuk 3 hari pertama. 2. datang dengan sejarah keluhan sulit bernafas. diduga anjing tersebut mengalami efusi pleural.1. 12 g/dL hemoglobin. anjing tiba-tiba meninggal saat akan dipersiapkan untuk pemeriksaan radiografi.4 x 10 3 leucocytes/mL dengan neutrophilia(82%). usia 10 tahun. serta low-pitched dull sounds saat dilakukan perkusi. terlihat moderate dyspnoea dan moist rale. dan in-somnolence. Setelah diauskultasi pada paruparu. dan kurang tidur pada beberapa hari terahir. gelisah. 42% packed cell volume. tidak adanya suara paru-paru pada cranio ventral thorax setelah diauskultasi. 4 . tidak adanya suara paru-paru pada cranio ventral thorax setelah diauskultasi.6×106 erythrocytes/mL.BAB II ILUSTRASI KASUS 2. dan monocytes(3%) serta eosinophils(5%) pada tingkat yang normal. 7. Namun. batuk. sehingga perlu dilakukan pemeriksaan radiografi. denyut nadi. Selain itu. Diagnosa Berdasarkan gejala dan pemriksaan berupa Parameter kliniknya yang sedikit lebih tinggi dan dari pemeriksaan fisik diketahui adanya subcutaneous emphysema pada rongga thorax. Pada parameter klinik seperti temperature rectal. Kasus Seekor anjing. pada anjing tersebut terdapat keluhan tachypnoea berat. Parameter kliniknya sedikit lebih tinggi dan dari pemeriksaan fisik diketahui adanya subcutaneous emphysema pada rongga thorax. Lymphopenia(10%). Pada pemeriksaan complete blood picture (CBP). anorexia. serta low-pitched dull sounds saat dilakukan perkusi. dan angka respirasi. diperoleh hasil: 7.

dan bronchi. dan tidak berbau. yang pertama kali adalah mencari tahu penyebab dasar dari timbulnya efusi pleura tersebut. Tidak ada abnormalitas pada jantung. hypoalbuminemia(1. Terapi medis yang dilakukan dapat berupa thoracocentesis yang bertujuan untuk membuang akumulasi cairan dan mengurangi gangguan klinis dari susah bernafas. moderate hypoprotenemia(3. Setelah disentrifugasi.3 Treatment Treatment yang dilakukan dalam kasus efusi pleura. didapati sampel larut dalam ether. Penanganan pada efusi pleura berbeda-beda tergantung jenis penyakit yang mendasarinya. Dietary management juga dapat dilakukan dengan member makanan rendah lemak untuk mengurangi jumlah lipid yang diserap melalui intestine lymphatic. tetapi pada pemeriksaan lebih dalam di paru-paru didapati adanya torsio pada left cranial lobe. trakea. Analisis dari cairan pleura menunjukkan adanya leukocytes(3000/mL) dengan predominan dari neutrophils(57%) dan lymphocytes(36%). treatment yang dilakukan dapat berupa penanganan secara medis ataupun operasi. Lobe yang terkena menjadi atrophi dan cyanotic. serta chylothorax yang disertai lung lobe torsion. yang berwarna merah muda-keputihan.8g/dL) hyperkalemia(6. keruh. pada sampel muncul lapisan tipis berwarna merah pada sedimen dengan akumulasi cairan sangat keruh. Berdasarkan dari seluruh pemeriksaan dan analisis yang dilakukan.Pada analisis biokimia dengan diperoleh hasil: mild hypoglycemia(49 g/dL). Pada pemeriksaan ether clearance test. didiagnosa anjing tersebut mengalami efusi pleura dengan chyle. 2. Dalam kasus chylothorax. dan mg/dL).8 Pada pemeriksaan autopsy ditemukan akumulasi cairan dalam jumlah yang besar pada rongga thorax. 5 . Penanganan dengan operasi biasanya dilakukan ketika terapi medis yang dilakukan tidak berhasil. dan 1. tergantung dari penyebab efusi.2 mEq/L).6 x 106 erythrocytes/mL. baik secara laboratorium maupun pada pemeriksaan autopsy.

yang secara anatomis disebut sebagai refleksi pleura. Terdapat faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kontak antarmembran maupun yang mendukung pemisahan antarmembran. frenikus). diafragama. mediastinal.1 Anatomi dan Fisiologi Pleura Pleura terbentuk dari dua membran serosa. yakni pleura visceral yang melapisi paru serta pleura parietal yang melapisi dinding toraks bagian dalam. yakni bagian kostal. pleura visceral terbagi menjadi empat bagian. Pleura visceral dan parietal saling bersinggungan setiap kali manuver pernapasan dilakukan. Rongga pleura mengandung cairan kira-kira sebanyak 0. Pada hakikatnya kedua lapis membran ini saling bersambungan di dekat hilus. Ditinjau dari permukaan yang bersinggungan dengannya.3 6 . Pleura parietal memiliki persarafan. sehingga dibutuhkan suatu kemampuan yang dinamis dari rongga pleura untuk saling bergeser secara halus dan lancar. interkostalis) serta nyeri alih daerah bahu (melalui n.BAB III PEMBAHASAN 3. sehingga iritasi terhadap membran ini dapat mengakibatkan rasa alih yang timbul di regio dinding torako-abdominal (melalui n. Faktor yang mendukung kontak antarmembran adalah: (1) tekanan atmosfer di luar dinding dada dan (2) tekanan atmosfer di dalam alveolus (yang terhubung dengan dunia luar melalui saluran napas). Gambar 1 – Anatomi Pleura Pada Paru Normal (Kanan) dan Paru yang Kolaps (Kiri) Antara kedua lapis membran serosa pleura terdapat rongga potensial. yang terisi oleh sedikit cairan yakni cairan pleura. Sementara itu faktor yang mendukung terjadi pemisahan antarmembran adalah: (1) elastisitas dinding toraks serta (2) elastisitas paru. dan servikal.

dan rongga peritoneal) serta kegagalan absoprsi (akibat obstruksi limfatik).01 ml kg -1 jam-1. dan sirosis hepatic karena tekanan osmotic koloid yang menurun. ini terjadi bila keseimbangan antara produksi dan absorbsi terganggu misalnya pada hyperemia akibat inflamasi. Efusi perlu dibedakan antara hemorrhagic. Hemorrhagic pada rongga pleural seringkali disebabkan karena adanya trauma atau karena gangguan secondary hemostasis. Transudat misalnya terjadi pada gagal jantung karena bendungan vena disertai peningkatan tekanan hidrostatik.ml kg-1 dengan kandungan protein yang juga rendah (sekitar 1 g dl-1). tekanan koloid dan daya tarik elastis. yang artinya peningkatan produksi cairan hingga 20 kali baru akan menyebabkan kegagalan aliran balik yang menimbulkan penimbunan cairan pleura di rongga pleura sehingga muncul efusi pleura. Dengan demikian efusi dapat terjadi apabila terjadi kelebihan produksi (berasal dari interstisial paru atau pleura visceral. Dengan demikian rongga pleura memiliki faktor keamanan 20. kapiler di pleura parietal menghasilkan cairan ke dalam rongga pleura sebanyak 0. Sebaliknya transudat kadar proteinnya rendah sekali 7 . Cairan ini juga mengandung banyak sel darah putih. pleura parietal.2 Efusi Pleura Didalam rongga pleura terdapat + 5ml cairan yang cukup untuk membasahi seluruh permukaan pleura parietalis dan pleura viseralis. cairan pleura dapat pula dibentuk dari pleura visceral atau rongga peritoneum (melalui lubang kecil di diafragma). Cairan pleura terakumulasi jika pembentukan cairan pleura melampaui absoprsi (drainase) yang mampu dilakukan oleh limfatik.20 ml kg-1 jam-1. Sebagian cairan ini diserap kembali oleh kapiler paru dan pleura viseralis. perubahan tekanan osmotic (hipoalbuminemia). Eksudat dapat disebabkan antara lain oleh keganasan dan infeksi. sebagian kecil lainnya (1020%) mengalir kedalam pembuluh limfe sehingga pasase cairan disini mencapai 1 liter seharinya. Selain daripada mekanisme yang telah dijelaskan di atas. transudat (yang umumnya terjadi akibat faktor sistemik) dan eksudat (akibat faktor lokal). Cairan ini dihasilkan oleh kapiler pleura parietalis karena adanya tekanan hodrostatik. Pendekatan diagnostik pada efusi pleura melibatkan pengukuran parameter cairan pleura serta keadaan sistemik. Cairan keluar langsung dari kapiler sehingga kaya akan protein dan berat jenisnya tinggi. Drainase cairan pleura juga ke arah pleura parietal melalui saluran limfatik yang mampu mendrainase cairan sebanyak 0. 3. Terkumpulnya cairan di rongga pleura disebut efusi pleura. Secara umum. peningkatan tekanan vena (gagal jantung).

efusi dapat terjadi kembali dalam beberapa hari atau minggu. seperti kadar glukos. Rasio protein cairan pleura/serum > 0. Dalam keadaan ini kadang diatasi dengan pemasangan selang dada dengan drainase yang dihubungkan ke system drainase waterseal atau pengisapan untuk mengevaluasi ruang pleura dan pengembangan paru. pneumonia. Thoracocentesis dilakukan untuk membuang cairan yang terkumpul pada rongga thorax. serta adanya hyporesonance sounds saat dilakukan perkusi pada dasar thorax. untuk mencegah penumpukan kembali cairan. dan untuk menghilangkan ketidaknyamanan serta dispneu. Gejala klinis yang menyertai efusi pleura dapat berupa tachypnea. dan kadang pneumothoraks.atau nihil sehingga berat jenisnya rendah. dan sitologi. yang mana gradien yang lebih dari 3. Agen yang secara kimiawi mengiritasi. Bila penyebab dasar malignansi. Pengobatan 8 .1 g/dL menggambarkan jenis transudat.5 Rasio LDH cairan pleura/serum >0. studi mikrobiologis. penurunan suara bronchovesicular paru pada dependant portion dari thorax atau peningkatan suara bronchovesicular pada remainder dari thorax. untuk mendapatkan specimen guna keperluan analisis dan untuk menghilangkan dispnoe. sehingga dapat disimpulkan bahwa eksudat dicirikan dengan: 1. Pengobatan spesifik ditujukan pada penyebab dasar (contoh: gagal jantung kongestif. Kesulitan bernafas mungkin tidak terjadi hingga akumulasi efusi melebihi 50-60 ml/kg. sulit bernafas. hitung jenis. torasentesis berulang mengakibatkan nyeri. Efusi pleura bisa diketahui secara tiba-tiba atau dapat juga terlebih dahulu menyebabkan gangguan pernafasan. Temuan karakteristik eksudat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Transudat dan eksudat dapat dibedakan dengan mengukur LDH dan protein. Tujuan pengobatan dari efusi pleura adalah untuk menemukan penyebab dasar. seperti tetrasiklin dimasukkan kedalam ruang pleura untuk mengobliterasi ruang pleural dan mencegah akumulasi cairan lebih lanjut. 3.6 LDH cairan pleura lebih dari 2/3 batas atas LDH serum Perlu pula dilakukan pengukuran gradien protein antara serum dengan pleura. dan lebih dari 30 ml/kg efusi untuk memperlihatkan hasil pada pemeriksaan fisik. sirosis). Batuk-batuk jarang sekali menyertai pleural disease tetapi dapat ditemukan pada gangguan yang berasal dari paru-paru atau saluran pernafasan. 2. Pada kebanyakan kasus diperlukan 10 ml/kg efusi untuk menampakkan hasil pada pemeriksaan radiografi dari cairan pleural. Efusi pleura dalam jumlah yang sedikit mungkin tidak akan terlihat pada pemeriksaan fisik. penipisan protein dan elektrolit. respirasi yang dangkal.

bedah plerektomi. pakan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan terbagi menjadi molekul yang lebih kecil yang mengandung chylomicrons. Penumpukan cairan chyle pada rongga thorax juga akan melemahkan system imun hewan penderita dan bisa menimbulkan metabolic disorder. Chylothorax terjadi ketika chyle. Chylothorax pada anjing atau kucing dapat terjadi karena gagal jantung. atau thoracic granuloma tetapi kondisi tersebut seringkali idiopathic. Pada umumnya cairan chylothorax berwarna putih susu atau milky appearance. yang menimbulkan peradangan 9 . Pada hewan yang terkena chylothorax. Ductus thoracic merupakan bagian depan dari cisterna chyle yang membawa chyle ke rongga thorax yang kemudian cairan tersebut akan dikosongkan dari rongga thorax menuju ke vena cava cranial yang dekat dengan jantung. Molekul yang lebih kecil tersebut akan diserap oleh usus dan menuju system limfatik kemudian didistribusikan ke cisterna chyle yang terletak di cranial-dorsal abdomen. Hewan ini mengalami kesulitan bernapas akibat chyle yang menumpuk di rongga thorax yang mencegah pertukaran udara pada paruparu. dan terapi diuretic. trauma. terjadi abnormalitas pada ductus thoracic yang menimbulkan kebocoran chyle ke rongga thorax. keluar dari system thoracic duct-cistem chili. juga berfungsi menerima cairan limfa dari rongga abdomen dan pelvic limb. cairan yang mengandung chylomicrons dan lymph dalam jumlah yang tinggi.lainnya untuk efusi pleura malignan termasuk radiasi dinding dada. Setelah makan. efusi pleura terjadi akibat adanya chylothorax. dan masuk kedalam rongga pleura dan menyebabkan efusi pleura. infeksi cacing jantung. yang mengandung sedikit molekul lemak.3 Chylothorax Dalam kasus diatas. 3. Chyle juga merupakan iritan dan menimbulkan paparan infeksi pada pleura dan pericardium. Cisterna chyle adalah lymphatic reservoir yang berfungsi untuk menerima chyle dari intestinal. Chyle itu sendiri dapat mengiritasi dan menyebabkan fibrotic pleuritis pada anjing dan kucing.

10 . Treatment yang diberikan dalam efusi pleura terutama karena chylothorax. maka dilakukan pemeriksaan radiografi. Dapat diberikan nutriceutical. Efek samping yang terjadi kemungkinan besar adanya kebocoran udara dalam paru-paru atau pneumothorax. jarang yang berhasil.permukaan selaput pembungkus dengan konsekuensi adanya peradangan lebih lanjut. Pembedahan yang dilakukan adalah Thoracic Duct Ligation. apakah ada cairan di daerah tersebut. Penanganan secara medical atau operasi tidak selalu berhasil. Ligase dilakukan pada titik yang paling dekat dengan diafragma. Tujuannya adalah untuk membuat saluran limfatik baru menuju vena di daerah abdomen sehingga chyle yang ada tidak lagi terakumulasi di rongga thorax. dan bahkan octreotide sudah dilakukan namun tidak disertai dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Thoracocentesis dilakukan dalam keadaan teranestasi. dengan melakukan sayatan diantara rusuk. yaitu dengan mengevakuasi seluruh cairan pada rongga thorax. yakni auskultasi pada daerah rongga thorax. Setelah itu. rutin. untuk memastikan diagnose adanya efusi pleura. maka juga dilakukan pemeriksaan pendukung yaitu tes darah. Untuk memastikan apakah cairan yang ada adalah chyle atau bukan. atau bahkan ada infeksi. lebih tepatnya uji kandungan trigliserida. Penggunaan thoracocentesis merupakan prosedur setelah dilakukan pemeriksaan radiografi. Kemudian dapat dilakukan pemberian pakan low-fat untuk mengurangi chyle pada cairan rongga thorax. Pembedahan yang dilakukan untuk kasus ini. dari arah caudal rongga thorax. Tujuannya untuk mempermudah pernapasan dan mengurangi akumulasi cairan. Medical treatment dengan suplemen makanan rendah lemak dengan MCT oil. Prosedur pemeriksaan yang dilakukan pertama kali adalah pemeriksaan fisik. Apabila kasus yang terjadi adalah chylothorax maka kadungan trigliserida pada cairan rongga thorax lebih tinggi daripada kandungan trigliserida pada darah. yaitu sebagai pengambilan specimen cairan di rongga thorax serta untuk mengurangi akumulasi cairan. yaitu benzopyrone serta suplemen untuk stimulasi pembongkaran protein dan mengurangi bahkan menghilangkan protein dari pembuluh limfatik. hingga kegagalan fungsi organ.

11 . jadi akan mengurangi tekanan pada thorax. sehingga tubuh akan membuat jalur alternative lymphatic fluid agar masuk mengikuti aliran darah. Yaitu prinsipnya adalah menghancurkan cisterna chyle yang merupakan reservoir chyle.Teknik pembedahan lainnya adalah Cisterna Chyle Ablation.

pneumonia. dan lain-lain. Pengobatan spesifik ditujukan pada penyebab dasar (contoh: gagal jantung kongestif. penurunan suara bronchovesicular paru pada dependant portion dari thorax atau peningkatan suara bronchovesicular pada remainder dari thorax. keluar dari system thoracic duct-cistem chili.pyothorax. Terkadang diatasi dengan pemasangan selang dada dengan drainase yang dihubungkan ke 12 . cairan pleura dapat pula dibentuk dari pleura visceral atau rongga peritoneum (melalui lubang kecil di diafragma). dan untuk menghilangkan ketidaknyamanan serta dispneu. Torasentesis dilakukan untuk membuang cairan.BAB IV KESIMPULAN Efusi pleura merupakan penyebab yang paling sering dari kesulitan bernafas yang dialami oleh anjing dan kucing. penyakit lain yang mungkin mendasari terjadinya efusi pleura antara lain chylothorax. Feline Infectious Peritonitis . Kedua spesies tersebut memungkinkan untuk mengalami berbagai jenis dari efusi pleura dengan beraneka ragam jenis penyakit yang mungkin mendasarinya. perubahan tekanan osmotic (hipoalbuminemia). dan masuk kedalam rongga pleura dan menyebabkan efusi pleura. sirosis). respirasi yang dangkal. Chylothorax terjadi ketika chyle. ini terjadi bila keseimbangan antara produksi dan absorbsi terganggu misalnya pada hyperemia akibat inflamasi. untuk mendapatkan specimen guna keperluan analisis dan untuk menghilangkan disneu. untuk mencegah penumpukan kembali cairan. efusi pleura paling sering disebabkan karena tuberkulosis. Pada anjing dan kucing. sulit bernafas. cairan yang mengandung chylomicrons dan lymph dalam jumlah yang tinggi. peningkatan tekanan vena (gagal jantung). pleura parietal. Gejala klinis yang menyertai efusi pleura dapat berupa tachypnea. Namun. empiema toraks. Dengan demikian efusi dapat terjadi apabila terjadi kelebihan produksi (berasal dari interstisial paru atau pleura visceral. gagal jantung kongestif. pneumonia. dan rongga peritoneal) serta kegagalan absoprsi (akibat obstruksi limfatik). sirosis hepatis. Cairan pleura terakumulasi jika pembentukan cairan pleura melampaui absoprsi (drainase) yang mampu dilakukan oleh limfatik. Terkumpulnya cairan di rongga pleura disebut efusi pleura. Selain daripada mekanisme yang telah dijelaskan di atas. Batuk-batuk jarang sekali menyertai pleural disease tetapi dapat ditemukan pada gangguan yang berasal dari paru-paru atau saluran pernafasan. Tujuan pengobatan dari efusi pleura adalah untuk menemukan penyebab dasar. serta adanya hyporesonance sounds saat dilakukan perkusi pada dasar thorax.

dan terapi diuretic.system drainase water-seal atau pengisapan untuk mengevaluasiruang pleura dan pengembangan paru. Pengobatan lainnya untuk efusi pleura malignan termasuk radiasi dinding dada. 13 . bedah plerektomi.

a case report. 6. Uzunova. Bulgaria 14 . • S. N. Vol. Agricultural University). Trakia Journal of Sciences. Blood Laboratory and Electrocardiographic Changes. Sri Venkateswara Veterinary University. No. Rajendranagar. A Case of Hydrothorax In A Dog-Clinical. University of Missouri. College of Veterinary Medicine. Feldman.G.DAFTAR PUSTAKA • • Ettinger. Rusenov. Karlapudi Satish Kumar.204-207. and Palaniswamy Ramesh. 6th ed. pp 61-65. A. K.Textbook of Veterinary Internal Medicine. International Congress of the Italian Association of Companion Animal Veterinarians. Hyderabad. 2007. Trakia University. Copyright © 2007. Chylothorax associated with lunglobe torsion in a dog . 2007. Trakia University. 2008. Diseases of the dog and cat. Pleural Effusion In The Dog and Cat. Elsevier Inc.R. India • Leah Cohn. (formerly A. ISSN 1312-1723. Sabev.N. Rusenova. College of Veterinary Science. 2. Faculty of Veterinary Medicine. pp. 2006. 2005. 2008. 561-566. Columbia. Stara Zagora. Department of Veterinary Clinical Medicine. Veterinarski Arhiv 77 (6). Andhra Pradesh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->