PATOLOGI KLINIK

“Cairan Pleural”
(Efusi Pleura)

Disusun oleh:
Ricky Kartika C.N.L Arif Rahmatullah Rizki Annur R. Mugi Paramita K. Syarofina Reny Purnama H. Rahmatul Laili P. Ivan Risna Y. Fransiska P. Anggy Muhammad Wildan Nurfahmi I. 105130100111001 105130100111002 105130100111003 105130100111004 105130100111005 105130100111006 105130100111007 105130100111008 105130100111009 105130100111010 105130100111011

Penyakit ini bukan merupakan suatu disease entity tetapi merupakan suatu gejala penyakit yang serius yang dapat mengancam jiwa penderita (WHO). Kedua spesies tersebut memungkinkan untuk mengalami berbagai jenis dari efusi pleura dengan beraneka ragam jenis penyakit yang mungkin mendasarinya.pyothorax. sirosis hepatis. efusi pleura paling sering disebabkan karena tuberkulosis. serabut saraf dan pembuluh limfe (Halim. Namun. pneumonia. dan vena bronkialis. 2007).PENDIDIKAN DOKTER HEWAN PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013 BAB I TINJAUAN PUSTAKA Pleura merupakan membran tipis yang terdiri dari 2 lapisan yaitu pleura visceralis dan plera parietalis. gagal jantung kongestif. Bila proses radang terjadi karena bakteri piogenik akan terbentuk nanah. atau dapat berupa darah atau pus (Baughman C Diane. proses penyakit primer jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Bila proses ini mengenai pembuluh darah sekitar pleura dapat menyebabkan hemothoraks (Halim. dan lain-lain. Efusi pleura adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural. Efusi pleura merupakan penyebab yang paling sering dari kesulitan bernafas yang dialami oleh anjing dan kucing. Feline Infectious Peritonitis . 2000). Efusi dapat berupa cairan jernih. penyakit lain yang mungkin mendasari terjadinya efusi pleura antara lain chylothorax. Proses penumpukan cairan bisa terjadi karena radang. Pada anjing dan kucing. 2 . Patofisiologi terjadinya efusi pleura tergantung pada keseimbangan antara cairan dan protein dalam rongga pleura. Normalnya cairan pleura dibentuk secara lambat sebagai filtrasi melalui pembuluh darah kapiler. Kedua lapisan bersatu di hilus arteri dan mengadakan penetrasi dengan cabang utama bronkus. eksudat. sehingga terjadi emfisema/piothoraks. empiema toraks. 2007). yang mungkin merupakan transudat. arteri. Efusi pleura merupakan penyakit saluran pernapasan.

3 .

batuk. Pada parameter klinik seperti temperature rectal. diperoleh hasil: 7. 4 . Namun. 12 g/dL hemoglobin.2. sehingga perlu dilakukan pemeriksaan radiografi. dan monocytes(3%) serta eosinophils(5%) pada tingkat yang normal.1. Lymphopenia(10%). penurunan berat badan. terlihat moderate dyspnoea dan moist rale.BAB II ILUSTRASI KASUS 2. Selain itu. Setelah 2 hari terapi gejala mulai berkurang. muffled heart sounds. datang dengan sejarah keluhan sulit bernafas. susah bernafas. serta low-pitched dull sounds saat dilakukan perkusi.4 x 10 3 leucocytes/mL dengan neutrophilia(82%). tidak adanya suara paru-paru pada cranio ventral thorax setelah diauskultasi. Diagnosa Berdasarkan gejala dan pemriksaan berupa Parameter kliniknya yang sedikit lebih tinggi dan dari pemeriksaan fisik diketahui adanya subcutaneous emphysema pada rongga thorax. Parameter kliniknya sedikit lebih tinggi dan dari pemeriksaan fisik diketahui adanya subcutaneous emphysema pada rongga thorax. Namun setelah 60 hari. 42% packed cell volume. denyut nadi. serta low-pitched dull sounds saat dilakukan perkusi. dan in-somnolence. Pada pemeriksaan complete blood picture (CBP). autopsy dilakukan segera untuk mencari tahu penyebab kematiannya. pada anjing tersebut terdapat keluhan tachypnoea berat. diduga anjing tersebut mengalami efusi pleural. usia 10 tahun. dan angka respirasi. muffled heart sounds.6×106 erythrocytes/mL. 2. Setelah diauskultasi pada paruparu. gelisah. 7. dan setelah 5 hari anjing mulai sehat dengan nafsu makan dan respirasi yang normal. anjing tersebut juga mengalami muntahmuntah yang sering. diperoleh hasil lebih tinggi dari normal. dan kurang tidur pada beberapa hari terahir. anjing tiba-tiba meninggal saat akan dipersiapkan untuk pemeriksaan radiografi. batuk. Anjing tersebut sebelumnya telah diberi treatment dengan parental amoxicillin dan cloxacillin selama 5 hari dan dexamethasone serta chlorpheneramine untuk 3 hari pertama. muntah dan tidak nafsu makan. Sehingga. Kasus Seekor anjing. tidak adanya suara paru-paru pada cranio ventral thorax setelah diauskultasi. anorexia.

Dietary management juga dapat dilakukan dengan member makanan rendah lemak untuk mengurangi jumlah lipid yang diserap melalui intestine lymphatic. 5 . yang pertama kali adalah mencari tahu penyebab dasar dari timbulnya efusi pleura tersebut.Pada analisis biokimia dengan diperoleh hasil: mild hypoglycemia(49 g/dL). Tidak ada abnormalitas pada jantung. didapati sampel larut dalam ether. serta chylothorax yang disertai lung lobe torsion.6 x 106 erythrocytes/mL. tergantung dari penyebab efusi. Terapi medis yang dilakukan dapat berupa thoracocentesis yang bertujuan untuk membuang akumulasi cairan dan mengurangi gangguan klinis dari susah bernafas.2 mEq/L). keruh. 2. tetapi pada pemeriksaan lebih dalam di paru-paru didapati adanya torsio pada left cranial lobe. Penanganan pada efusi pleura berbeda-beda tergantung jenis penyakit yang mendasarinya. Dalam kasus chylothorax. Penanganan dengan operasi biasanya dilakukan ketika terapi medis yang dilakukan tidak berhasil. dan mg/dL). trakea. yang berwarna merah muda-keputihan. treatment yang dilakukan dapat berupa penanganan secara medis ataupun operasi. Analisis dari cairan pleura menunjukkan adanya leukocytes(3000/mL) dengan predominan dari neutrophils(57%) dan lymphocytes(36%). hypoalbuminemia(1. didiagnosa anjing tersebut mengalami efusi pleura dengan chyle. pada sampel muncul lapisan tipis berwarna merah pada sedimen dengan akumulasi cairan sangat keruh. dan 1.8 Pada pemeriksaan autopsy ditemukan akumulasi cairan dalam jumlah yang besar pada rongga thorax. Berdasarkan dari seluruh pemeriksaan dan analisis yang dilakukan. Setelah disentrifugasi. moderate hypoprotenemia(3. Pada pemeriksaan ether clearance test.3 Treatment Treatment yang dilakukan dalam kasus efusi pleura.8g/dL) hyperkalemia(6. dan tidak berbau. baik secara laboratorium maupun pada pemeriksaan autopsy. Lobe yang terkena menjadi atrophi dan cyanotic. dan bronchi.

diafragama. Terdapat faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kontak antarmembran maupun yang mendukung pemisahan antarmembran. Ditinjau dari permukaan yang bersinggungan dengannya. yang terisi oleh sedikit cairan yakni cairan pleura. Gambar 1 – Anatomi Pleura Pada Paru Normal (Kanan) dan Paru yang Kolaps (Kiri) Antara kedua lapis membran serosa pleura terdapat rongga potensial. yakni pleura visceral yang melapisi paru serta pleura parietal yang melapisi dinding toraks bagian dalam. interkostalis) serta nyeri alih daerah bahu (melalui n. Sementara itu faktor yang mendukung terjadi pemisahan antarmembran adalah: (1) elastisitas dinding toraks serta (2) elastisitas paru. yang secara anatomis disebut sebagai refleksi pleura. yakni bagian kostal. Pleura parietal memiliki persarafan. Pleura visceral dan parietal saling bersinggungan setiap kali manuver pernapasan dilakukan. Pada hakikatnya kedua lapis membran ini saling bersambungan di dekat hilus. Faktor yang mendukung kontak antarmembran adalah: (1) tekanan atmosfer di luar dinding dada dan (2) tekanan atmosfer di dalam alveolus (yang terhubung dengan dunia luar melalui saluran napas). sehingga iritasi terhadap membran ini dapat mengakibatkan rasa alih yang timbul di regio dinding torako-abdominal (melalui n. sehingga dibutuhkan suatu kemampuan yang dinamis dari rongga pleura untuk saling bergeser secara halus dan lancar. Rongga pleura mengandung cairan kira-kira sebanyak 0. pleura visceral terbagi menjadi empat bagian.BAB III PEMBAHASAN 3.3 6 . frenikus).1 Anatomi dan Fisiologi Pleura Pleura terbentuk dari dua membran serosa. mediastinal. dan servikal.

Selain daripada mekanisme yang telah dijelaskan di atas. Terkumpulnya cairan di rongga pleura disebut efusi pleura. pleura parietal. Pendekatan diagnostik pada efusi pleura melibatkan pengukuran parameter cairan pleura serta keadaan sistemik. dan sirosis hepatic karena tekanan osmotic koloid yang menurun. ini terjadi bila keseimbangan antara produksi dan absorbsi terganggu misalnya pada hyperemia akibat inflamasi. Dengan demikian efusi dapat terjadi apabila terjadi kelebihan produksi (berasal dari interstisial paru atau pleura visceral. peningkatan tekanan vena (gagal jantung). tekanan koloid dan daya tarik elastis. sebagian kecil lainnya (1020%) mengalir kedalam pembuluh limfe sehingga pasase cairan disini mencapai 1 liter seharinya. Sebaliknya transudat kadar proteinnya rendah sekali 7 . Cairan ini dihasilkan oleh kapiler pleura parietalis karena adanya tekanan hodrostatik.20 ml kg-1 jam-1. Transudat misalnya terjadi pada gagal jantung karena bendungan vena disertai peningkatan tekanan hidrostatik. Cairan ini juga mengandung banyak sel darah putih.01 ml kg -1 jam-1. Cairan pleura terakumulasi jika pembentukan cairan pleura melampaui absoprsi (drainase) yang mampu dilakukan oleh limfatik. Eksudat dapat disebabkan antara lain oleh keganasan dan infeksi. Efusi perlu dibedakan antara hemorrhagic. Sebagian cairan ini diserap kembali oleh kapiler paru dan pleura viseralis. dan rongga peritoneal) serta kegagalan absoprsi (akibat obstruksi limfatik). Drainase cairan pleura juga ke arah pleura parietal melalui saluran limfatik yang mampu mendrainase cairan sebanyak 0. Cairan keluar langsung dari kapiler sehingga kaya akan protein dan berat jenisnya tinggi. cairan pleura dapat pula dibentuk dari pleura visceral atau rongga peritoneum (melalui lubang kecil di diafragma).ml kg-1 dengan kandungan protein yang juga rendah (sekitar 1 g dl-1). 3. yang artinya peningkatan produksi cairan hingga 20 kali baru akan menyebabkan kegagalan aliran balik yang menimbulkan penimbunan cairan pleura di rongga pleura sehingga muncul efusi pleura. Hemorrhagic pada rongga pleural seringkali disebabkan karena adanya trauma atau karena gangguan secondary hemostasis. transudat (yang umumnya terjadi akibat faktor sistemik) dan eksudat (akibat faktor lokal). Dengan demikian rongga pleura memiliki faktor keamanan 20.2 Efusi Pleura Didalam rongga pleura terdapat + 5ml cairan yang cukup untuk membasahi seluruh permukaan pleura parietalis dan pleura viseralis. perubahan tekanan osmotic (hipoalbuminemia). Secara umum. kapiler di pleura parietal menghasilkan cairan ke dalam rongga pleura sebanyak 0.

Efusi pleura dalam jumlah yang sedikit mungkin tidak akan terlihat pada pemeriksaan fisik. dan kadang pneumothoraks. Transudat dan eksudat dapat dibedakan dengan mengukur LDH dan protein. penurunan suara bronchovesicular paru pada dependant portion dari thorax atau peningkatan suara bronchovesicular pada remainder dari thorax. Agen yang secara kimiawi mengiritasi. sehingga dapat disimpulkan bahwa eksudat dicirikan dengan: 1. 3. pneumonia. sulit bernafas. hitung jenis.5 Rasio LDH cairan pleura/serum >0. efusi dapat terjadi kembali dalam beberapa hari atau minggu. Batuk-batuk jarang sekali menyertai pleural disease tetapi dapat ditemukan pada gangguan yang berasal dari paru-paru atau saluran pernafasan. Thoracocentesis dilakukan untuk membuang cairan yang terkumpul pada rongga thorax. Tujuan pengobatan dari efusi pleura adalah untuk menemukan penyebab dasar. untuk mencegah penumpukan kembali cairan. respirasi yang dangkal. Bila penyebab dasar malignansi. Pengobatan spesifik ditujukan pada penyebab dasar (contoh: gagal jantung kongestif. Temuan karakteristik eksudat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. studi mikrobiologis. Rasio protein cairan pleura/serum > 0. seperti kadar glukos. seperti tetrasiklin dimasukkan kedalam ruang pleura untuk mengobliterasi ruang pleural dan mencegah akumulasi cairan lebih lanjut. dan sitologi. Gejala klinis yang menyertai efusi pleura dapat berupa tachypnea. dan lebih dari 30 ml/kg efusi untuk memperlihatkan hasil pada pemeriksaan fisik. Kesulitan bernafas mungkin tidak terjadi hingga akumulasi efusi melebihi 50-60 ml/kg.6 LDH cairan pleura lebih dari 2/3 batas atas LDH serum Perlu pula dilakukan pengukuran gradien protein antara serum dengan pleura. Efusi pleura bisa diketahui secara tiba-tiba atau dapat juga terlebih dahulu menyebabkan gangguan pernafasan. penipisan protein dan elektrolit. yang mana gradien yang lebih dari 3. untuk mendapatkan specimen guna keperluan analisis dan untuk menghilangkan dispnoe. 2. Pengobatan 8 . serta adanya hyporesonance sounds saat dilakukan perkusi pada dasar thorax.atau nihil sehingga berat jenisnya rendah. sirosis). torasentesis berulang mengakibatkan nyeri.1 g/dL menggambarkan jenis transudat. Dalam keadaan ini kadang diatasi dengan pemasangan selang dada dengan drainase yang dihubungkan ke system drainase waterseal atau pengisapan untuk mengevaluasi ruang pleura dan pengembangan paru. Pada kebanyakan kasus diperlukan 10 ml/kg efusi untuk menampakkan hasil pada pemeriksaan radiografi dari cairan pleural. dan untuk menghilangkan ketidaknyamanan serta dispneu.

Chylothorax terjadi ketika chyle.3 Chylothorax Dalam kasus diatas. Ductus thoracic merupakan bagian depan dari cisterna chyle yang membawa chyle ke rongga thorax yang kemudian cairan tersebut akan dikosongkan dari rongga thorax menuju ke vena cava cranial yang dekat dengan jantung. efusi pleura terjadi akibat adanya chylothorax. Chyle itu sendiri dapat mengiritasi dan menyebabkan fibrotic pleuritis pada anjing dan kucing. keluar dari system thoracic duct-cistem chili. Hewan ini mengalami kesulitan bernapas akibat chyle yang menumpuk di rongga thorax yang mencegah pertukaran udara pada paruparu. Pada hewan yang terkena chylothorax. 3. bedah plerektomi. cairan yang mengandung chylomicrons dan lymph dalam jumlah yang tinggi. dan masuk kedalam rongga pleura dan menyebabkan efusi pleura. atau thoracic granuloma tetapi kondisi tersebut seringkali idiopathic. terjadi abnormalitas pada ductus thoracic yang menimbulkan kebocoran chyle ke rongga thorax. Molekul yang lebih kecil tersebut akan diserap oleh usus dan menuju system limfatik kemudian didistribusikan ke cisterna chyle yang terletak di cranial-dorsal abdomen. Setelah makan. Penumpukan cairan chyle pada rongga thorax juga akan melemahkan system imun hewan penderita dan bisa menimbulkan metabolic disorder. yang mengandung sedikit molekul lemak. infeksi cacing jantung. juga berfungsi menerima cairan limfa dari rongga abdomen dan pelvic limb. trauma. dan terapi diuretic. pakan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan terbagi menjadi molekul yang lebih kecil yang mengandung chylomicrons. Pada umumnya cairan chylothorax berwarna putih susu atau milky appearance. yang menimbulkan peradangan 9 . Chyle juga merupakan iritan dan menimbulkan paparan infeksi pada pleura dan pericardium. Chylothorax pada anjing atau kucing dapat terjadi karena gagal jantung.lainnya untuk efusi pleura malignan termasuk radiasi dinding dada. Cisterna chyle adalah lymphatic reservoir yang berfungsi untuk menerima chyle dari intestinal.

yakni auskultasi pada daerah rongga thorax. Thoracocentesis dilakukan dalam keadaan teranestasi. apakah ada cairan di daerah tersebut. dari arah caudal rongga thorax. Kemudian dapat dilakukan pemberian pakan low-fat untuk mengurangi chyle pada cairan rongga thorax. Tujuannya adalah untuk membuat saluran limfatik baru menuju vena di daerah abdomen sehingga chyle yang ada tidak lagi terakumulasi di rongga thorax. maka juga dilakukan pemeriksaan pendukung yaitu tes darah. rutin. Efek samping yang terjadi kemungkinan besar adanya kebocoran udara dalam paru-paru atau pneumothorax. Ligase dilakukan pada titik yang paling dekat dengan diafragma. yaitu sebagai pengambilan specimen cairan di rongga thorax serta untuk mengurangi akumulasi cairan. dan bahkan octreotide sudah dilakukan namun tidak disertai dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. yaitu dengan mengevakuasi seluruh cairan pada rongga thorax. Apabila kasus yang terjadi adalah chylothorax maka kadungan trigliserida pada cairan rongga thorax lebih tinggi daripada kandungan trigliserida pada darah. untuk memastikan diagnose adanya efusi pleura. Dapat diberikan nutriceutical. Tujuannya untuk mempermudah pernapasan dan mengurangi akumulasi cairan. Untuk memastikan apakah cairan yang ada adalah chyle atau bukan. maka dilakukan pemeriksaan radiografi. yaitu benzopyrone serta suplemen untuk stimulasi pembongkaran protein dan mengurangi bahkan menghilangkan protein dari pembuluh limfatik. Pembedahan yang dilakukan adalah Thoracic Duct Ligation. 10 . lebih tepatnya uji kandungan trigliserida. hingga kegagalan fungsi organ.permukaan selaput pembungkus dengan konsekuensi adanya peradangan lebih lanjut. Pembedahan yang dilakukan untuk kasus ini. Prosedur pemeriksaan yang dilakukan pertama kali adalah pemeriksaan fisik. dengan melakukan sayatan diantara rusuk. jarang yang berhasil. Treatment yang diberikan dalam efusi pleura terutama karena chylothorax. Penggunaan thoracocentesis merupakan prosedur setelah dilakukan pemeriksaan radiografi. Penanganan secara medical atau operasi tidak selalu berhasil. Setelah itu. atau bahkan ada infeksi. Medical treatment dengan suplemen makanan rendah lemak dengan MCT oil.

sehingga tubuh akan membuat jalur alternative lymphatic fluid agar masuk mengikuti aliran darah. Yaitu prinsipnya adalah menghancurkan cisterna chyle yang merupakan reservoir chyle. jadi akan mengurangi tekanan pada thorax. 11 .Teknik pembedahan lainnya adalah Cisterna Chyle Ablation.

Namun. Cairan pleura terakumulasi jika pembentukan cairan pleura melampaui absoprsi (drainase) yang mampu dilakukan oleh limfatik. sulit bernafas. penyakit lain yang mungkin mendasari terjadinya efusi pleura antara lain chylothorax. Feline Infectious Peritonitis . Pengobatan spesifik ditujukan pada penyebab dasar (contoh: gagal jantung kongestif. cairan pleura dapat pula dibentuk dari pleura visceral atau rongga peritoneum (melalui lubang kecil di diafragma). pneumonia. Kedua spesies tersebut memungkinkan untuk mengalami berbagai jenis dari efusi pleura dengan beraneka ragam jenis penyakit yang mungkin mendasarinya. dan lain-lain. ini terjadi bila keseimbangan antara produksi dan absorbsi terganggu misalnya pada hyperemia akibat inflamasi. sirosis). Tujuan pengobatan dari efusi pleura adalah untuk menemukan penyebab dasar. dan masuk kedalam rongga pleura dan menyebabkan efusi pleura. Terkumpulnya cairan di rongga pleura disebut efusi pleura. penurunan suara bronchovesicular paru pada dependant portion dari thorax atau peningkatan suara bronchovesicular pada remainder dari thorax. sirosis hepatis. Chylothorax terjadi ketika chyle. serta adanya hyporesonance sounds saat dilakukan perkusi pada dasar thorax. untuk mendapatkan specimen guna keperluan analisis dan untuk menghilangkan disneu. perubahan tekanan osmotic (hipoalbuminemia). dan rongga peritoneal) serta kegagalan absoprsi (akibat obstruksi limfatik). Dengan demikian efusi dapat terjadi apabila terjadi kelebihan produksi (berasal dari interstisial paru atau pleura visceral.BAB IV KESIMPULAN Efusi pleura merupakan penyebab yang paling sering dari kesulitan bernafas yang dialami oleh anjing dan kucing. peningkatan tekanan vena (gagal jantung). Terkadang diatasi dengan pemasangan selang dada dengan drainase yang dihubungkan ke 12 . untuk mencegah penumpukan kembali cairan. pneumonia. keluar dari system thoracic duct-cistem chili. respirasi yang dangkal. Torasentesis dilakukan untuk membuang cairan. Batuk-batuk jarang sekali menyertai pleural disease tetapi dapat ditemukan pada gangguan yang berasal dari paru-paru atau saluran pernafasan. Selain daripada mekanisme yang telah dijelaskan di atas.pyothorax. empiema toraks. Pada anjing dan kucing. pleura parietal. Gejala klinis yang menyertai efusi pleura dapat berupa tachypnea. cairan yang mengandung chylomicrons dan lymph dalam jumlah yang tinggi. efusi pleura paling sering disebabkan karena tuberkulosis. gagal jantung kongestif. dan untuk menghilangkan ketidaknyamanan serta dispneu.

system drainase water-seal atau pengisapan untuk mengevaluasiruang pleura dan pengembangan paru. bedah plerektomi. Pengobatan lainnya untuk efusi pleura malignan termasuk radiasi dinding dada. dan terapi diuretic. 13 .

Sabev. Elsevier Inc. A Case of Hydrothorax In A Dog-Clinical. 2008. Rusenov. Sri Venkateswara Veterinary University.G. (formerly A. and Palaniswamy Ramesh. • S. International Congress of the Italian Association of Companion Animal Veterinarians. Uzunova. Rusenova. University of Missouri. pp 61-65. A. 2006. K. Trakia Journal of Sciences. Rajendranagar. Copyright © 2007. Feldman. Faculty of Veterinary Medicine. 2007. Chylothorax associated with lunglobe torsion in a dog . Karlapudi Satish Kumar. 2005.a case report. No. Trakia University. Department of Veterinary Clinical Medicine. Stara Zagora.R. Blood Laboratory and Electrocardiographic Changes. Andhra Pradesh. Bulgaria 14 . Columbia. 2007.N. Agricultural University). Trakia University. ISSN 1312-1723. pp. 2008. Vol. College of Veterinary Science. Pleural Effusion In The Dog and Cat.Textbook of Veterinary Internal Medicine. 561-566. India • Leah Cohn. Veterinarski Arhiv 77 (6). 2. Hyderabad.DAFTAR PUSTAKA • • Ettinger. N. Diseases of the dog and cat. 6th ed.204-207. College of Veterinary Medicine. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful