P. 1
Proposal Penelitian

Proposal Penelitian

|Views: 26|Likes:
Published by Roy Frandelson
Mata Kuliah Metode Penelitian
Mata Kuliah Metode Penelitian

More info:

Published by: Roy Frandelson on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

PROPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS( PTK ) Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar MENGGAMBAR TEKNIK dengan Metode Pembelajaran Discovery

Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam Tahun Pelajaran 2007/2008 A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahanperubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Sejalan dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Pembangunan dibidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun. Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan
Proposal hal 1

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. berkepribadian. mandiri. Depdikbud (1999). tangguh. Untuk itu. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode Proposal hal 2 . Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusiamanusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.00. bekerja keras. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK.bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. karena guru secara langsung dapat mempengaruhi. berbudi pekerti luhur. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK yang diharapkan oleh guru adalah 90. bertanggung jawab. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.00. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK sangat rendah yaitu mencapai 50. Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan. berdisiplin.

dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar MENGGAMBAR TEKNIK. misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la. Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur. tanpa menggunakan alat peraga. 2001 : 3). Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.ceramah.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep MENGGAMBAR TEKNIK. 2001: 4).an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan. Penulis memilih metode pembelaja. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Proposal hal 3 . Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar MENGGAMBAR TEKNIK dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam Tahun Pelajaran 2007/2008 ". Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. mencari. (Siadari.

B. D. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut. 2. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi MENGGAMBAR TEKNIK. Rumusan Masalah Berdasarkan latar helakang di atas. E. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam Tahun pelajaran 2007/2008? 2. penelitian ini bertujuan untuk: 1. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas. Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam Tahun pelajaran 2007/2008. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam Tahun pelajaran 2007/2008? C. HipotesisTindakan hal 4 Proposal . Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam Tahun pelajaran 2007/2008. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK 3. 2.

Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. seminar. a. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa.Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. setelah siswa mengikuti pelajaran. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam Tahun pelajaran 2007/2008. Kajian Pustaka Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Proposal hal 5 . baik sementara maupun tetap. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. 2. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas X 3. Agar anak dapat belaiar sendiri 2. 3. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. dengan diskusi. H. 5. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. G. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. 2. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran MENGGAMBAR TEKNIK dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam Tahun pelajaran 2007/2008 F. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan Pada Siswa Kelas X SMK NEGERI 1 Lubuk Pakam 4.

Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:  Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. dengan diskusi. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. mengerti. Guru hanya sebagai teman belajar saja. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Dr. Dengan menggunakan discovery learning. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belajar sendiri. menggolong-golongkan. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. seminar. membantu bila diperlukan.  Mampu mengarahkan cara siswa belajar. manbuat dugaan. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. memperbanyak kesiapan. menjelaskan. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. mencerna. pans. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.  Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. Suatu konsep misalnya: segi tiga. ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.  Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah: Proposal hal 6 . demokrasi dan sebagainya.Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery.  Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. J.

motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. :Dalam proses belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. yaitu: 1. 2000: 28). Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.  Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. b Motivasi Belajar Pengertian MotivasiMotivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.  Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkankesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman.Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. apakah karena adanya  Proposal hal 7 . Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.  Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil.  Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan.

Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115). atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. 4. Proposal hal 8 . atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. apakah karena adanya ajakan. Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. 2. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: 1. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins. suruhan.k. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Menurut Winata (dalam Erriniati. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. 2000: 29). suruhan.ajakan. 5. 2. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. 3. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. 2000: 29).

Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. misalnya adanya persaingan. bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. Jadi. Dengan demikian. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri.2. 3. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Prestasi Belajar MENGGAMBAR TEKNIK Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. 4. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan Proposal hal 9 . angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. c. untuk mencapai nilai yang tinggi. Akan tetapi. tentu saja dengan bimbingan guru. Mengadakan penilaian atau tes. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. 6. Makin jelas tujuan. hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. dekerjakan). barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. 5. makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. dan lain sebagainya.

Makin tepat motivasi yang diberikan. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. akan makin berhasil pula pelajaran itu. 2001: 3). Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan Proposal hal 10 . 2002: 19).kegiatan belajar. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar MENGGAMBAR TEKNIK adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). Selain itu. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. d. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar MENGGAMBAR TEKNIK. 2001: 7). Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. Sejalan dengan prestasi belajar. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal.

bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim. Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat 4. I. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. dan spiral.tinggi pula. Metode Penelitian Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif. 2001) b. proses. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa Proposal hal 11 . a. 2. Data dan sumber 1. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. cara kerja. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto. Lokasi PenelitianPenelitian dilaksanakan di……. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. Melaporkan hasil penelitian c. dan kompetensi atau situasi pembelajaran. Sebagai obyek penelitian e. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 3. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. partisipatif. kolaboratif. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. isi. Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran 2. d.

Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa 2. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Analisis data 1. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung.Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II. 4. Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Skor riil X 4 Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran ) : Skor 2. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir. Proposal hal 12 .

siswa hal 13 Proposal . siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %.Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar.  Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis. Tahap-tahap penelitian Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus .  Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai  Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran.  Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.maupun etnis. Secam Aswirara individu. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. observasi. jenis kelamin. Kegiatan pada tahap ini adalah :  Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK.Siklus I 1. tindakan. Setiap siklus tediri dari perencanaan. refleksi.  Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. penerapan tindakan. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g.

Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi. Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Siklus II. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.dibimbing untuk belajar MENGGAMBAR TEKNIK secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran)  Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus. apa yang dihasilkan. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II.kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. 4. Proposal hal 14 . Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai. Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya. 3.Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Proposal hal 15 . 1990. Jakarta: Balai Pustaka Dimyati dan Mujiono. Belajar dan Pembelajaran.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 2002.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->