MAKALAH BIOLOGI

PEMBELAHAN SEL

Kelompok 3

1. Choirul Anwar (125090301111003) 2. Gusti Atika Urfa (125090300111030) 3. Lutfi Aditya Rahman (125090702111001) 4. M Iqbal Firdaus (125090801111003) 5. Reditha Ayu Rositadewi (125090701111004)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN FISIKA UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012 MALANG

Disamping itu. bahan jutaan sel bakteri. mitosis. pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel. duplikasi materi genetic. Meiosis adalah salah satu cara sel untuk mengalami pembelahan. yaitu pembelahan secara langsung ’amitosis’ dan pembelahan secara tidak langsung ’mitosis dan meiosis’. pembagian kromosom. paramecium. Proses pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. . S. Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Sel-sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda melakukan pembelahannya. Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan sel. yang dikenal sebagai siklus sel. didinum. ada sel-sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat. G2. sehingga hanya dalam waktu beberpa jam saja dapat dihasilkan ribuan. dan euglena. dan sitokinesis. terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. contohnya pada sel bakteri.BAB I PENDAHULUAN Pembelahan sel adalah suatu proses dimana material seluler dibagi kedalam dua sel anak. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel. Sama dengan bakteri. misalnya sel-sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau mati. Amitosis adalah pembelahan inti secara langsung diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam. Ciri pembelahan secara meiosis adalah: · Terjadi di sel kelamin · Jumlah sel anaknya 4 · Jumlah kromosen 1/2 induknya · Pembelahan terjadi 2 kali Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis. protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat. Akan tetapi sel-sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan. atau sel-sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sel-sel mengalami pembelahan melalui serangkaian proses yang terjadi berulang kali darin pertumbuhan ke pembelahan. Proses pembelahan yang demikian dinamakan amitosis. amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melibatkan kromosom. yaitu pembelahan meiosis I dan pembelahan meiosis II. dan pembelahan sitoplasma yang didahului dengan pembentukan dinding sel baru. siklus sel terdiri atas lima fase utama : G1. ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekali setelah melewati masa pertumbuhan tertentu. Ada dua macam pembelahan sel. misalkan amoeba.

Pada hewan uniseluler cara ini digunakan sebagai alat reproduksi. Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan sel. Sebagai contoh. agregat.Ada dua macam pembelahan sel. yang dikenal sebagai siklus sel. misalnya bakteri dan alga hijaubiru. Ciri-ciri sel prokariotik adalah bahan genetik (DNA) tidak terstruktur dalam bentuk nukleus. tetapi akan sering terlihat dalam tipe rantai. contohnya pada sel bakteri. Siklus sel Sel-sel mengalami pembelahan melalui serangkaian proses yang terjadi berulang kali darin pertumbuhan ke pembelahan. S. siklus sel terdiri atas lima fase utama : G1.BAB II PEMBAHASAN Pembelahan sel adalah suatu proses dimana material seluler dibagi kedalam dua sel anak. pembagian kromosom. G2. Sel mempunyai kemampuan untuk memperbanyak diri dengan melakukan pembelahan. Mikroorganisme yang prokariotik. Durasi (lamanya) masing-masing fase dari siklus ini berfariasi dari beberapa jam sampai beberapa hari. Proses pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. sel-sel somatik (tubuh) manusia mempunyai 46 kromosom. dan pembelahan sitoplasma yang didahului dengan pembentukkan dinding sel baru. bergantung dari tipe sel dan faktorfaktor luar seperti suhu dan nutrisi yang tersedia. protista. duplikasi materi genetik. dan sitokinesis. mitosis. yaitu pembelahan secara langsung ’amitosis’ dan pembelahan secara tidak langsung ’mitosis dan meiosis’. materi genetik tersebar didalam suatu badan serupa inti yang tidak dikelilingi oleh membran. Pembelahan sel pada eukariotik Pada sel-sel eukariotik. DNA ini berbentuk linea. . Pada organisme tersebut. sel-sel eukariotik mengandung berbagai macam organela dan ini juga harus dibagi sec ara merata diantara sel-sel anak. setiap sel anak harus menerima satu duplikat dan hanya satu dari setiap 46 kromosom. misalnya protozoa. Amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melibatkan kromosom. Pembelahan sel pada prokariotik Pada sel prokariotik. dan semua jamur. Sel-sel pada tubuh hewan dan tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik. Disamping itu. DNA terdapat pada nukleolit yang tidak terselubungi oleh membran. Mikroorganisme yang eukariotik. membentuk sejumlah kromosom yang jelas berbeda. masing-masing berbeda satu sama lainnya. atau kelompok sel yang jumlahnya ratusan. sedangkan pada hewan multi seluler cara ini digunakan dalam memperbanyak sel somatis untuk pertumbuhan dan pada sel gamet untuk proses pewarisan keturunan hingga akhirnya membantu membentuk individu baru. Sebuah sel eukariotik mengandung kira-kira 1000 kali lebih banyak DNA dibanding sebuah sel prokariotik. Disamping itu. yang umumnya dimulai dari satu sel tunggal. Proses pembelahan yang demikian dinamakan amitosis. hal pembagian material genetik secara persis sama adalah lebih kompleks. Setiap prokariotik merupakan sel tunggal. Secara umum sel prokariotik memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sel eukariotik. Pada sel eukariotik memiliki inti sel yang sangat kompleks dengan selubung inti yang terdiri dari dua membran. Pada saat sel-sel ini membelah. Pembelahan sel juga merupakan suatu proses dimana jaringan-jaringan yang telah rusak diganti dan diperbaiki.

Fase S. Kemudian akan terjadi sitokenesis yang diikuti dengan terbentuknya dinding sel baru hingga dua sel anakan terbentuk. Pada fase S terjadi duplikasi kromosom. Proses pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. pembagian kromosom. duplikasi materi genetic. mitosis atau meiosis. Kromosom hasil duplikasi. Pada kondisi lingkungan yang mendukung sel akan memasuki siklus sel dan menghasilkan 2 sel identik. Sel yang mempunyai kemampuan membelah adalah sel "muda" atau sel immature yang belum memiliki fungsi tertentu. Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan sel. Hal ini mendasari pembagian fase menjadi 4 fase yaitu Fase G1. Interfase adalah fase istirahat. Proses pembelahan yang demikian dinamakan amitosis. Jika kondisi lingkungan mendukung dan terdapat sinyal untuk tumbuh maka sel akan memulai proses pada suatu titik akhir G1 yang disebut titik "Start". contohnya pada sel bakteri. Fase Gi dan G2 bukan hanya sebagai ekstra waktu proses sintesis namun juga berperan sebagai ekstra waktu bagi sel untuk memonitor kondisi lingkungan internal dan eksternal sebelum masuk ke fase S dan M. Pada eukariotik (sel bernukleus). Amitosis Adalah pembelahan inti secara langsung diikuti dengan pembelahan sitoplasma. M phase (mitosis) merupakan inti dari siklus sel dan secara morfologi terjadi perubahan yang jelas teramati berupa kromosom yang tertarik ke kutub. Jika kondisi lingkungan tidak mendukung maka sel berhenti berprogress pada G1 dan bahkan memasuki kondisi resting state pada Go (G zero). awalnya akan menempel pada membrane plasma. organele dan protein interseluler dan pada fase M terjadi pemisahan kromosom dan pembelahan sel. sel ini sebenarnya sangat aktif secara biokimia walaupun terlihat tidak ada perubahan morfologi (waktu lama. dan pembelahan sitoplasma yang didahului dengan pembentukan dinding sel baru. 23 jam dalam 1 siklus 24 jam). bertahun-tahun atau sampai sel mati. Selanjutnya. 2. sitogenesis dan akhirnya sel terbagi menjadi dua (waktu cepat. Setelah melalui titik ini sel akan mulai masuk fase S ditandai dengan Replikasi DNA yang terus berlangsung bahkan walau signal pertumbuhan dan pembelahan sudah tidak ada. Mitosis . 1 jam dalam 1 siklus 24 jam). Pada dasarnya siklus sel terdapat 2 fase utama yaitu fase S (DNA sintesis) dan fase M (Mitosis). pembelahan yang demikian juga sering disebut dengan pembelahan biner (binary fision) atau pembelahan sel secara langsung. Bagan tipe pembelahan sel 1. proses perbanyakan atau sintesis bahan genetik terjadi sebelum berlangsungnya proses pembelahan sel. Go ini dapat berlangsung selama berhari-hari. amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melibatkan kromosom.Siklus sel merupakan serangkaian kejadian dengan urutan tertentu berupa duplikasi kromosom sel dan organel didalamnya yang mengarah ke pembelahan sel. Sebagian besar sel memerlukan waktu ekstra untuk proses sintesis sehingga pada siklus sel terdapat ekstra fase Gap yaitu Gap 1 antara fase M dan fase S serta Gap 2 antara fase S dan Mitosis. Fase G2 (ketiganya disebut Interfase) dan fase M (mitosis dan sitokinesis). akan terjadi pertumbuhan antara dua tempat perlekatan kromosom untuk melakukan pemisahan materi inti. Sel yang tidak lagi membelah akan keluar dari siklus dan berdeferensiasi menjadi sel yang mature dengan struktur dan fungsi tertentu.

Tahap interfase merupakan tahap persiapan yang esensial untuk pembelahan sel karena pada tahap ini kromosom direplikasi.Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Tahap Profase 1. Saat pembelahan sel. Dinding inti mulai melebur tapi belum seluruhnya 5. Secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut: Proses mitosis secara konvensional dibagi 6 fase yaitu interfase. Selama interfase. Karena sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis. metafase. Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur. tiap kromosom memiliki kopi identik yang disebut sister chromatid. misalnya pada tahap tertentu pada perkembangan embrio lalat buah. Sentriol memisah – benang-benang gelendong mulai terbentuk 4. dan telofase (awal dan akhir). Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner. yaitu kompleks DNA yang berpilin rapat yang mengandung informasi genetik vital untuk menjalankan fungsi sel secara benar. sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah. Pada organisme multisel. Profase biasanya merupakan fase terpanjang. Proses penggandaan terjadi pada pertengahan intefase. istilah "mitosis" sering digunakan untuk menyatakan "fase mitosis". Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel. membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. Selama pembelahan mitosis yang berlangsung pada sel hewan dan sel tumbuhan. Nukleus telah terbentuk dengan jelas dan dibungkus oleh selubuing nukleus. Kromosom menduplikasi è kromatid . sel somatik mengalami mitosis. Proses ini menghasilkan dua sel anak yang identik. Mitosis dan sitokenesis merupakan fasa mitosis (fase M) pada siklus sel. Tepat di luar nukleus terdapat dua sentrosom yang terbentuk sebelumnya oleh replikasi sentrosom tunggal. Karena tiap sel anakan harus identik secara genetik dengan sel awal. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan slime moulds. Kromatin menebal. yang berlekatan pada daerah kromosom yang disebut sentromer. memendek è kromosom 2. Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. yang memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Perlu diketahui bahwa banyak sel yang melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah. sel awal harus menggandakan tiap kromosom sebelum melakukan mitosis. profase. yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. di mana sel awal terbagi menjadi dua sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal. anafase. Genom terdiri dari sejumlah kromosom. Pada hewan. Setelah penggandaan. yaitu fase sebelum fase mitosis pada siklus sel. Nukleolus melebur 3. dengan mengambil waktu kurang lebih 60 % dari keseluruhan waktu yang dibutuhkan dalam mitosis. Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). kromatin tidak terlalu terkondensasi à untuk ekspresi informasi genetik. prometafase. Hasil utama dari mitosis adalah pembagian genom sel awal kepada dua sel anakan. kromatin dikemas sangat padat/kompak sehingga tampak sebagai kromosom. Sister chromatid itu sendiri tidak dianggap sebagai kromosom.

Pada tumbuhan. masin-masing paangan kromosom akan terlihat di bawah . Disamping itu. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukan dalam tahap telofase. Dalam proses ini keadaan ssperti di atas disebut sinapsis (fase zigoten). pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Dinding inti benar-benar melebur. Hasil mitosis : 1) Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing-masing diploid. Diawali dengan mulai tampaknya benang-benang kromosom tunggal yang ramping dan panjang (fase leptoten). Pada meiosis. Terdapat bidang pembelahan (ekuator) 3. 3. benang gelendong meluas 2. Dinding inti dibentuk kembali 4. selnjutnya kromosom mulai menjadi lebih padat dan memendek. Setiap homolog dari masing-masing kromosom terdiri atas dua kromatid kembar yang saling berpasangan. Benang-benang gelendong hilang Selama sitokinesis berlangsung. Dimulai dengan pemisahan kromatid pada sentromernya 2. sutau struktur protein suatu kompleks sinaptonemal melekatkan kromosom yang homolog dengan kuat bersama-sama sepanjang kromosom. Meiosis Meiosis adalah salah satu cara sel untuk mengalami pembelahan. Masing-masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel. Kromatid memisah dari bidang pembelahan kromoson 4. beserta organel-organel selnya. Bila sinaptonemal kompleks menghilang pada akhir profase. Terbentuk benang antar kromatid / benang interkromosom ( interzonal ) Tahap Anafase 1.Tahap Metafase 1. yaitu pembelahan meiosis I dan pembelahan meios Tahap Profase I Profase pada meiosis membutuhkan waktu yang lama dan lebih kompleks daripada proses profase mitosis. Kromosom yang telah sampai di kutubnya mulai memanjang kembali kromatin 2. Kromosom bergerak ke kutub yang berlawanan ( pergerakan ini dibantu oleh kontraksi benang kromosom dan dorongan benang interkromosomal ) Tahap Telofase 1. Kromatid menuju bidang pembelahan berkumpul / berderet pada bidang pembelahan 4. terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. 2) Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya. Ciri pembelahan secara meiosis adalah:  Terjadi di sel kelamin  Jumlah sel anaknya 4  Jumlah kromosen 1/2 induknya  Pembelahan terjadi 2 kali Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditenganh-tengah sel. Anak inti dibentuk kembali 3. Sentromer dari masing-masing kromatid membelah menjadi dua 3. sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktilyang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengahg sel.

Bila tidak ada hal-hal khusus. Tahap profase II Benang-benang kumparan terbentuk dan kromososm terususn dengan cepat pada keping metafase II. terjadi replikasi dari materi genetik lebih dahulu sebelum berlangsungnya meiosis kedua. Setiap kutub sekarang mempunyai satu kromosom yang haploid. Tahap metafase II Seluruh kromososm berada pada keping metafase II. Tahap telofase I dan sinokinesis Anggota dari setiap pasangan kromososm homolog terus bergerak sampai mendekati kutub dari sel. Tahap telofase II . Profase I. Membran inti dan nukleoli menghilang (fase diakinesis). benang kumparan mengarahkan gerakan kromosom ke kutubkutub. masing-masing kromososm mengarah ke kutub yang berlawanan. Khiasma tersebut mengikat pasangan-pasangan kromosom yang homolog bersama-sama sampai pada anafase I. Tahap anafase II Sentromer dari kromatid kembar akhirnya terpisah dan saudara dari setiap pasangan sekarang menjadi kromosom tersendiri bergerak ke arah kutub yang berlawanan dari sel. Dalam mitosis tampak merupakan individu pada keping metafase ketimbang sebgai pasangan. kromosom berkondensasi dan membran nukleus dan nuklei terbentuk kembali. Pada speises yang sama. kembaran kromatid tetap melekat pada sentrosomernya sebagai satu kesatuan ke arah kutub yang sama. dari kumparan atau gelendong mikrotubul akan terbentuk di antara keduanya. tetapi setiap kromosom masih memilki dua kromatid kembar. Kromosom yang homolog bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Biasanya sitokinesis (pembelahan sitoplasma) berlangsung simultan atau bersamaan dengan telofase I menghasilkan dua sel kembar. Persilangan tersebut disebut khiasma. Mikrotubul kinetokor dari satu kutub sel terkait pada satu kromosom dari tiaptiap pasangannya. hal yang sama tersebut terlihat selama mitosis. seperti yang tampak pada mitosis dengan kinetokor dari setiap pasangan kromatid. Sentrosoma bergerak menjauhi satu sma lain. Pada bermacam-macam tempat. Sementara mikrotubul dari kutub yang berlawanan terikat pada pasangan homolognya. Tahap Metafase I Kromosom-kromosom sekarang tersusun dalam keping metafase dan tetap pada pasangan homolognya. Sementara komponen-komponen lain dari sel menyiapkan diri untuk pembelahan inti. sepanjang-panjangnya kromatid dari kromosom yang homolog saling manyilang (fase diploten). Hal ini berbeda/berlawanan dengan perilaku kromosom selama mitosis. Lekukan pembelahan terbentuk pada sel hewan dan keping sel pada sel tumbuhan.mikroskop dalam bentuk tetrad. dan kromatid kembar dari setiap kromosom terpisah. Meskipun demikian. Tahap Anafase I Seperti halnya pada mitosis. Akhirnya kumparan mikrotubul menangkap kinetokor yang terbentuk pada kromosom dan kromosom mulai bergerak menuju keping metafase. suatu kelompok yang terdiri atas empat kromatid (fase pakiten). merupakan ciri khas lebih dari 90% waktu yang dibutuhkan untuk melakukan meiosis. yang dapat berlangsung sehari atau bahkan lebih lama.

Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interface. Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel-sel gamet seperti sperma dan ovum (sel telur). kemudian mengadakan cross-over kromatid. akan didapatkan empat sel kembar dengan masing-masing memilki jumlah kromosom yang haploid dari kromosom yang mengalami replikasi. Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis. Jumlah akhir kromosom pada pembelahan miosis kedua : kromosom sel anak = ½ kromosom sel induk = n = 23 tunggal. 1) 2) 3) Tujuan pembelahan sel secara tidak langsung yaitu: 1. Jumlah kromosom sel anak setengah dari jumlah kromosom sel induknya. .Nukleus terbentuk pada kedua kutub yang berlawanan. Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut : Berbeda dengan pembelahan mitosis. miosis : mengurangi kromosom (2n 46xx/xy diploid menjadi 1n 23x/y haploid). terjadi pertukaran gen interkromosom homolog. Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis II Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. pembelahan pada sentromer. mitosis : regenerasi 2. Pembelahan miosis pertama : Replikasi DNA kromosom (2n-4n). Pada sitokinesis yang sempurna. Hasil meiosis : Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 4 sel anakan yang masing-masing haploid (n). tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom. Pembelahan miosis kedua : Nonreplikasi. 2. 1. membentuk pasangan homolog. pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interfase). pemisahan membentuk kiasma. Jumlah akhir kromosom pada pembelahan miosis pertama : kromosom sel anak = kromosom sel induk = 2n = 23 ganda. selanjutnya berlangsung sitokinesis.

sedangkan pada sel epitel manusia untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau sudah tua dan lainnya. diperoleh kesimpulan bahwa sel merupakan unit kehidupan makhluk hidup. mitosis. . pada sel meristem tumbuhan berfungsi untuk pertumbuhan. Banyak sekali kegunaan reproduksi ini seperti. Setiap sel melakukan aktivitasnya masing-masing layaknya individu. Sel melakukan reproduksi layaknya makhluk hidup.BAB III KESIMPULAN Dari uraian makalah ini. Baik secara amitosis. meiosis.