P. 1
Analisis Swot Tanaman Kopi

Analisis Swot Tanaman Kopi

|Views: 186|Likes:
Published by Yuda Anggara
analisi karet mentah
analisi karet mentah

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Yuda Anggara on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2015

pdf

text

original

analisis swot tanaman kopi Pendahuluan

Kopi adalah spesies tanaman berbentuk pohon dan termasuk dalam famili rubiaceae. Tanaman ini tubuh tegak, bercabang dan dapat mencapai tinggi 12 M (danarti & najiyati, 1999). Di samping komoditas unggulan dan di kembangkan di jawa barat. Sudah hampir tiga abad kopi di usahaakan penanaman nya di indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di ddalam negeri dan lauar negeri (siswaputranto, 1978). Lebih dari 90% tanaman kopi di usahakan oleh rakyat. Di dunia perdagangan di kenal beberapa golongan kopi, akan tetpi yang paling sering di budidayakan adalah kopi araabika, robusta dan liberiak (danarti& najiyati, 1999 ) Penyakit tanaman menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil produksi tanaman akibat adanya patogen (agrios,1996). Fungsi patogen dapat masuk ke dalam badan tumbuhan melalui luka, lubang alami seperti stomata dan hidaatoda, dan patogen dapat langsung masuk menembus tumbuhan yang utuh, penyebab nya antara lain adalah faktor tanah, Kopi saat ini di lirik dari hasil nya, menempati peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memeiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi ekonomi di indonesia. Indonesia di berkati dengan letak geografisnya yang sangat cocok bagi tanaaman kopi. Letak indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk produksi kopi. Dalam menetapkan strategi dan kebijakan pengembangan perkopian Indonesia ke depan digunakan analisis SWOT. Identifikasi peluang dan ancaman (tantangan) yang dihadapi suatu industri serta analisis terhadap faktor-faktor kunci menjadi bahan acuan dalam menetapkan strategi dan kebijakan penanganan perkopian. Analisis SWOT yaitu analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (Strength, Weakness, Opportunities dan Threats). Analisis SWOT merupakan identifikasi yang bersifat sistematis dari faktor-faktor kekuatan dan kelemahan organisasi serta peluang dan ancaman lingkungan luar dan strategi yang menyajikan kombinasi terbaik dia antara keempatnya. Setelah diketahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, barulah perusahaan tersebut dapat menentukan strategi dengan memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untung mengambil keuntungan dari peluang-peluang yang ada, sekaligus memperkecil atau bahkan mengatasi kelemahan yang dimilinya untuk menghindari ancaman yang ada. Untuk lebih jelasnya kondisi industri perkopian Indonesia, apakah masih mempunyai peluang dalam pengembangannya atau tidak relevan lagi saat ini, hendaknya kita menganalisis

khususnya pengembangan kopi Arabika. adalah sebagai berikut : 1. Java Coffee dari dataran tinggi Ijen. 4. Terbatasnya panen kopi. 3. Bali. panen dan pasca panen yang telah dikembangkan ke masyarakat petani pekebun. adalah sebagai berikut : 1. Di Indonesia memiliki sedikitnya tujuh macam kopi spesial yang telah dikenal dunia seperti 1. Jawa Timur. Ketersedian lahan dan agroklimat yang sesuai. Pertanaman kopi Robusta mendominasi dibandingkan dengan kopi arabika. Tersedianya berbagai paket teknologi dari mulai pra panen. 4. Rendahnya Produktivitas kopi di Indonesia. Toraja/Kalosi Coffee dari dataran tinggi Tana Toraja. Irian Jaya. Kelemahan (Weaknesses) Ada pun beberapa kelemahan pada analisis ini. baik kopi Robusta maupun Arabika. Analisis SWOT Kekuatan (Strengths) Ada pun beberapa kekuatan pada analisis ini. 5. sedangkan permintaan kopi dunia hingga saat ini masih di dominasi oleh Arabika dengan pangsa pasar > 70 %. Flores Coffee dari dataran tinggi Manggarai. 3. 5. Bali Coffee dari dataran tinggi Kintamani. Masih terbukanya Peluang pengembangan Product development dalam bentuk kopi setengah jadi (roasted coffee) maupun kopi jadi (soluble dan instant coffee). Nusa Tenggara Timur. Tersedianya keragaman produk kopi baik dalam bentuk regular coffee atau specialty coffee. Sulawesi Selatan. Mandheling dan Lintong Coffee dari Sumatera Utara. Aceh Tengah. 3. 4. Belum proporsionalnya komposisi kopi Arabika dan Robusta.terlebih dahulu dengan mengunakan analisis SWOT. Biaya produksi relatif lebih rendah. . 2. 2. dan 7. 6. 2. Terbatasnya ketersediaan lahan yang memadai. Balliem Highland Coffee dari dataran tinggi Jaya Wijaya. Gayo Mountain Coffee dari dataran tinggi Takengon.

Rendahnya kualitas/mutu kopi Indonesia. 7. adanya ancaman dari minuman lain. 3. Dewasa ini kecenderungan budaya minum kopi khususnya di pasar tradisional mengalami perubahan yaitu dari “hot beverages” ke “cold beverages” yaitu peralihan minuman ke soft drink. Ditinjau dari aspek hukum belum banyak produk kopi yang tergolong dalam produk specilaty secara legal memiliki hak paten. namun lebih diakibatkan adanya kecenderungan meningkatnya produksi kopi Robusta di wilayah Asia pasifik. 10. pasca panen dan pengolahan) yang masih amat terbatas Peluang (Opportunities) Ada pun beberapa Peluang pada analisis ini. Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung industri kopi. Sedangkan kopi Arabika dirasakan beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi dan cenderung mengalami penurunan. Kurang informasi pasar dalam mengefisienkan sistem tataniaga. Terbatas atau lemahnya kelembagaan petani dalam posisi rebut pasar (bergaining position). Penerapan teknologi (agronomi. perkembangan harga rata-rata kopi Arabika selalu lebih tinggi dibandingkan harga kopi Robusta. 11. Pemilikan lahan yang rata-rata masih sempit yaitu seluas 0. Perubahan iklim yang akhir-akhir ini sulit diperkirakan akan berdampak terhadap penyimpangan tipe iklim di suatu wilayah. Menurut ICO. yang hanya terdapat pada dataran tinggi di pegunungan. 9.69 ha per KK. meskipun produksi dunia mengalami sedikit peningkatan. 2. Distribusi supply dan demand kopi dunia. adalah sebagai berikut : 1. khususnya untuk kopi Arabika yang menuntut lingkungan dengan suhu rendah. maka dapat diasumsikan bahwa pengembangan agribisnis kopi Arabika memiliki kecenderungan yang lebih prospektif dibandingkan dengan Robusta. adalah sebagai berikut : Peluang pasar kopi Indonesia khususnya dimasa mendatang masih cukup cerah. Penyimpangan Iklim. dengan beberapa indikator antara lain : 1. Ancaman (Treaths) Ada pun beberapa Ancaman pada analisis ini. Sementara tanaman kopi . Perkembangan harga kopi dunia. 2. 8. 6. Diasumsikan bahwa. Perkembangan konsumsi kopi dunia (terutama negara importir) cukup baik sehingga pasar dan permintaan baru akan terbuka.5.

Alternatif Strategi 1. Strategi W-O o Optimalisasi ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam mendukung peningkatan kualitas tanaman dan produk yang dihasilkan. o Menumbuh kembangkan fungsi kelembagaan dan kemitraan yang berazaskan kebersamaan ekonomi. 4. Kelangkaan tenaga kerja. khususnya berupaya kebijakan yang diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan. 3. Angkatan kerja di pedesaan kurang berminat bekerja di perkebunan. yang di pengaruhi oleh musim dan daerah tersebut. Perkembangan produksi yang besar di negara lain (Vietnam) sangat tinggi menyebabkan persaingan pasar sangat tinggi. Strategi S-O o Pengembangan area selain didasarkan pada kesesuaian lahan juga dengan pertimbangan memiliki daya kompetitif dan komparatif secara antar dan intra wilatah serta pertimbangan permintaan pasar/konsumen baik domestik ataupun dunia. 2. 5. hal ini dikarenakan tingkat upah yang diterima masih dirasakan relatif rendah.dalam stadia-stadia tertentu sangat rentan terhadap pengaruh kekurangan dan kelebihan air yang akan berakibat pada penurunan produksi. o pengembangan iklim usaha yang kondusif untuk investasi dibidang perkopian. . Penyakit taman khususnya tanaman kopi yng mempengaruhi kualitas dan kuantitas nya. o Mengisi dan meningkatkan peluang pasar yang tersedia baik domestik maupun internasional serta mempertahankan pasar yang telah ada melalui berbagai upaya promosi baik dalam dan luar negeri termasuik mendukung agrowisata.

. Strategi W-T o Melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam rangka legalisasi produkproduk kopi spesial (specialty dan bio coffee) untuk mendapatkan nama dagang (trade mark) atau hak paten dari produk-produk yang bersangkutan.000 m dpl. o meningkatkan jaminan keamanan berusaha terhadap segala bentuk penjarahan. yatu. Kebijakan Umum o Membangun perkebunan kopi yang berkelanjutan. Kebijakan Teknis o Kebijakan ini akan menentukan arah pengembangan kopi kedepan. 3. peremajaan dan diversifikasi pada areal yang telah ada dan diprioritaskan pada wilayah eks-proyek serta kawasan hutan dan DAS. perambahan atau aktivita serupa lainnya. Alternatif Kebijakan Berangkat dari stategi diatas. o Kelestarian dan pengembangan kopi spesial di lahan subur dengan ketinggian tempat di atas 1. rehabilitasi. HACCP) diikuti dengan perbaikan melalui penerapan “reward” dan “punishment” terhadap pembelian produk. dengan mengacu pada “market oriented”. Strategi S-T o Penajaman wilayah potensial yang berkelayakan teknis dan tanaman dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan lahan. ISO. maka kebijakan pengembangan kopi kedepan khususnya secara teknis dititikberatkan kepada.o Optomalisasi usaha tani dalam luasan skala usaha dan ekonomis baik ditingkat petani maupun usaha menengah dan besar. 2. 1. o Peningkatan dan pengembangan SDM yang tangguh dan bermutu serta IPTEK yang tepat sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. o Sosialisasi penerapan sistem manajemen mutu (SNI. 4. serta penanaman tanaman baru pada lahanlahan yang berkelayakan teknis. o Mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan melalui perwujudan usaha perkebunan kopi yang ramah lingkungan (environmental friendly coffee).000 m dpl. o peningkatan produktivitas (tanaman dan lahan) serta mutu hasil melalui upaya intensifikasi. o Pengembangan komposisi kopi Robusta ke Arabika melalui upaya konversi lahan Robusta dengan ketinggian tempat di atas 1. o mempertangguh daya saing komoditas melalui peningkatan mutu hasil dan efisiensi usaha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->