P. 1
Jtptiain Gdl Veraanggra 6052 1 Skripsi p

Jtptiain Gdl Veraanggra 6052 1 Skripsi p

|Views: 29|Likes:
Published by Yoan Adetya

More info:

Published by: Yoan Adetya on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2014

pdf

text

original

IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESISWAAN

DI MA MIFTAHUL HUDA KABUPATEN GROBOGAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Kependidikan Islam (S.Pd.I)
Dalam Ilmu Kependidikan Islam
Oleh :
VERA ANGGRAINI
Nim : 063311034
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010
KEMENTERIAN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
FAKULTAS TARBIYAH
Alamat: Prof. Dr. Hamka Kampus II Telp. 7601295 Fak. 7615387 Semarang
Fahrurrozi,M.Ag Semarang, 3 Desember,2010
Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Semarang
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Lamp. : 4 (empat) eks.
Hal : Naskah Skripsi
a.n Sdri. Vera Angraini
Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah saya meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya bersama ini saya
kirim naskah Skripsi saudari:
Nama : Vera Anggraini
NIM : 063311034
Judul : Implementasi Manajemen Kesiswaan di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan
Dengan ini saya mohon kiranya skripsi saudari tersebut dapat segera
dimunaqasyahkan.
Demikian harap menjadi maklum.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Pembimbing I Pembimbing II
Fahrurrozi,M.Ag Drs.H.Jasuri,M.SI
NIP.197708162005011003 NIP.196710141994031005
KEMENTERIAN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERIWALISONGO
FAKULTAS TARBIYAH SEMARANG
PENGESAHAN
Skripsi Saudari : Vera Anggraini
NIM : 063311034
Judul : Implementasi Manajemen Kesisiwaan Di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan
Telah dimunaqasyahkan oleh Dewan Penguji Fakultas Tarbiyah Institut
Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, dan dinyatakan lulus dengan predikat
cumlaude / baik / cukup, pada tanggal: 20 Desember 2010
Dan dapat diterima sebagai syarat guna memperoleh gelar Sarjana Strata 1
tahun akademik 2010-2011
Semarang, 27Desember 2010
Ketua Sidang/ Dekan Sekretaris Sidang
Fahrurrozi,M.Ag Nadhifah, S.Th.I
NIP.19770816 200501 1003 NIP. 19750827 200312 2003
Penguji I Penguji II
Drs. Mahfud Junaidi, M.Ag. Drs. Ahmad Sudja’i, M.Ag.
NIP. 19690320 199803 1004 NIP. 19511005 197612 1001
Pembimbing I Pembimbing II
Fahrurrozi,M.Ag. Drs. H. Jasuri, M.SI.
NIP.19770816 200501 1003 NIP.19671014 199403 1005
Alamat: Jl. Raya Ngaliyan Telp. (024) 7601295 Semarang 50185
MOTTO
¸· _ ·,,,· _._ = ·· ¸· : ¸· ¸,_ = _. = ·,· ¸· ,, _ : ·¸
· ·` ,= · ·` · ,`,· _ ¸ ` ,`· . ` `, . ) ¸_- ·,_ (
·
Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang tidak ahlinya,
maka tunggulah saat kehancurannya” (HR. Bukhori).
1
Imam Bukhori, Shohih Bukhori, Juz I, (Berut: Daar Al Kutub, 1992), hlm.26.
PERSEMBAHAN
Skripsi yang sederhana ini kupersembahkan untuk:
1. Kedua orang tuaku Bapak Suntoyo dan Ibunda Siti Chariroh tercinta
untuk seluruh pengorbanan buat penulis, yang telah mendidik, memberi
semangat, do'a, kasih sayang dan cinta yang begitu tulus.
2. Kedua adikku Andrian syah Malik dan Faisal Akbar senyum, canda,
tawa, keceriaan dan keluguan kalian, selalu membuatku bahagia dan
memberi semangat baru.
3. Mas Tohir Wijaya terima kasih atas bantuannya dalam menyelesaikan
skripsi ini
4. Kakakku sayang yang jauh disana terimakasih atas penantiannya.
5. Semua pihak yang telah membantuku dalam penulisan skripsi ini
DEKLARASI
Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis menyatakan bahwa skripsi
ini tidak berisi materi yang telah pernah ditulis oleh orang lain atau diterbitkan.
Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali
informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan.
Semarang, 3 Desember 2010
Penulis,
Vera Anggraini
NIM. 063311034
ABSTRAK
Vera Anggraini (Nim : 063311034). Implementasi Manajemen Kesiswaan Di MA
Miftahulm Huda Kabupaten Grobogan. Skripsi. Semarang: Fakultas Tarbiyah
IAIN Walisongo 2010.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Bagaimana proses
pelaksanaan penerimaan siswa baru Di Ma Miftahulm Huda Grobogan (2)
Bagaimana pelaksanaan pendataan kemajuan belajar Di Ma Miftahul Huda
Kabupaten Grobogan (3) Bagaimana pengelolaan bimbingan dan pembinaan
disiplin siswa Di Ma Miftahul Huda Grobogan (4) Bagaimana pelaksanaan
monitoring Di Ma Miftahul Huda Grobogan
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang
berupa kata-kata dan gambar-gambar dengan rumusan masalah : Bagaimana
proses pelaksanaan penerimaan siswa baru, Bagaimana pelaksanaan pendataan
kemajuan belajar Di, Bagaimana pengelolaan bimbingan dan pembinaan disiplin
siswa, Bagaimana pelaksanaan monitoring. Penelitian ini menggunakan metode
observasi yaitu pengambilan data dengan pengamatan langsung kepada
obyek penelitian, wawancara yaitu berkomunikasi secara langsung kepada
narasumber. Dokumentasi yaitu mengumpulkan data dengan sumber tertulis atau
dokumen. Dalam analisis data peneliti menggunakan Teknik analisis data yang
digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari sumber-sumber pustaka
tentang permasalahan di atas, data display untuk myajikan data brupa uaraian
singkat. Conclusion, drawing/verification yaitu penarikan kesimpulan.
Pelaksanaan manajemen kesiswaan di Di Ma Miftahulm Huda sudah
mengikuti konsep-konsep manajemen kesiswaan hal ini bisa dilihat langsung
dalam pelaksanaan dari penerimaan siswa baru, pendataan kemajuan siswa,
bimbingan dan pembinaan disiplin siswa serta monitoring sudah diterapkan oleh
komponen madrasah. Terdapat faktor penghambat pelaksanaan Manajemen
Kesiswaan antara lain : (a) Pengelolaan kesiswaan kurang maksimal, Sumber
daya manusia khususnya Tenaga administrasi pelaksana manajemen kesiswaan, ,
Tidak ada komando yang jelas dari kepala madrasah. (e) Kurang menyerap dan
mendengarkan laporan masyarakat, Monitoring hanya dilakukan oleh kepala
sekolah dibantu Wakil kepala dan guru BP sedang masyarakat tidak dilibatkan.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan
pemikiran, informasi dan masukan bagi penyelenggara dan pembina kesiswaan,
pengurus, kepala madrasah, guru-guru dan staf-staf yang lain di MA Miftahulm
Huda, para pengguna jasa pendidikan (masyarakat, wali murid, siswa) dan para
pemerhati pendidikan dalam mengelola siswa lebih baik agar menghasilkan
sumber daya dan generasi yang berkualitas, bisa melahirkan lulusan (output) yang
kuat dan siap menghadapi tantangan zaman yang akan datang.
KATA PENGANTAR
-' =' ;~- ;-=,-' Q-= ,
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq
dan hidayah-Nya, sehingga pada kesempatan ini penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang berjudul “Implementasi
Manajemen Kesisiwaan Di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan”.
Ini disusun guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana
Strata 1 (satu) pada IAIN Walisongo Semarang
Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan
bimbingan dan saran-saran dari berbagai pihak sehingga penyusunan skripsi
ini dapat terealisasikan. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih
kepada :
a. Bapak Suja’i M,Ag, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah yang telah
merestui pembahasan skripsi ini.
b. Bapak Ismail, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Tarbiyah IAIN Walisongo
Semarang yang telah memberikan arahan tentang penulisan skripsi ini.
c. Bapak Fahrurrozi,M.Ag, dan Drs. H. Jazuri. M.SI selaku Dosen
Pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan fikiran
untuk memberikan bimbingan, pengarahan dalam penyusunan skripsi
ini.
d. Para dosen dan staf pengajar di lingkungan IAIN Walisongo yang
membekali berbagai ilmu pengetahuan, sehingga penulis mampu
menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
e. Kepala Madrasah Bapak Masturi beserta guru, karyawan serta keluarga
besar MA Miftahul Huda Ngeluk Penawangan Kabupaten Grobogan
yang telah memberikan izin dan layanan data yang diperlukan dalam
penyusunan skripsi ini hingga terselesainya sekripsi ini
f. Saudara-Saudara ku semua dan seluruh temen-temanku seperjuangan
KI 06
g. Sahabatq sasa yang selalu memberikan semangat dan yang selalu
.menemani dalam suka dan duka, thanks for all.
h. Teman-teman kost asifa kalian adalah kenangan terindah
i. Almamater IAIN Walisongo Semarang
Semoga segala amal baik beliau tersebut di atas dan juga semua
pihak yang tidak dapat penulis sebutkan, mendapatkan barokah dan
balasan pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT. Amien.
Akhirnya penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih
jauh mencapai kesempurnaan dalam arti sebenarnya, namun penulis
berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan para
pembaca pada umumnya.
Semarang, 3 Desember 2010
Penulis,
Vera Anggraini
NIM : 063311034
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... iii
HALAMAN ABSTRAK............................................................................... iv
DEKLARASI ............................................................................................... v
HALAMAN MOTTO .................................................................................. vi
HALAMAN PERSEMBAHAN.................................................................... vii
KATA PENGANTAR .................................................................................. viii
DAFTAR ISI ................................................................................................ x
DAFTAR TABEL ........................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................. xiii
BAB I : PENDAHULUAN..................................................................... 1
a. Latar Belakang Masalah......................................................... 1
b. Penegasan Istilah ................................................................... 5
c. Rumusan Masalah.................................................................. 6
d. Tujuan dan Manfaat Penelitian............................................... 6
e. Kajian Pustaka....................................................................... 7
f. Metode Penelitian.................................................................. 8
BAB II : KONSEP MANAJEMEN KESISWAAN.................................... 13
A. Konsep Manajemen............................................................... 13
B. Manajemen Kesiswaan .......................................................... 19
BAB III : IMPLEMENTASI MANAJEMENN KESISWAAN................... 38
A. Kondisi Umum MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan ..... 38
1. Sejarah Berdirinya MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan .......................................................................... 38
2. Letek Geografis ................................................................. 38
3. Sarana dan Prasarana ......................................................... 39
4. Struktur Organisasi ........................................................... 39
5. Keadaan Guru, Siswa dan Karyawan ................................ 39
6. Visi,Misi dan tujuan MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan .......................................................................... 40
B. Implementasi Manajemen Kesiswaan .................................... 41
1. Penerimaan Siswa Baru.................................................. 41
2. Pendataan Kemajuan Belajar Siswa................................ 45
3. Bimbingan dan Pembinaan disiplin Siswa ...................... 51
4. Monitoring..................................................................... 55
BAB IV : ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESISWAAN.. 56
A. Penerimaan Siswa Baru ....................................................... 56
B. Pendataan Kemajuan Belajar Siswa ..................................... 57
C. Bimbingan dan Pembinaan disiplin Siswa............................ 60
D. Monitoring........................................................................... 61
BAB V : PENUTUP................................................................................ 62
A. Kesimpulan.......................................................................... 62
B. Saran ................................................................................... 64
C. Penutup................................................................................ 65
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN HIDUP
LAMPIRAN-LAMPIARA
DAFTAR TABEL
Tabel 1 : Daftar Guru , Karyawan dan Siswa MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan
Tabel 2: Daftar Struktur Organisasi MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan
Tabel 4 : Daftar Struktur Organisasi Osis MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan
Tabel 5 :Daftar Struktur Komiite Madrasah Aliyah Miftahul huda Kabupaten
Grobogan
Tabel 6 : Daftar Denah MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan
DAFTAR LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1: Pedoman Wawancara
Lampiran 2 : Pedoman Observasi
Lampiran 3: Pedoman Dokumentasi
Lampiran 4: Hasil wawancara
Lampiran 5: Foto Penelitian
Lampiran 6: Piagam KKN
Lampiran 7: Piagam Passka
Lampiran 8 : Surat Keterangan Ko Kurikuler
Lampiran 9: Transkip Kokurikuler
Lampiran 10: Surat Penunjukkan Pembimbing
Lampiran 11: Surat Izin Riset
Lampiran 12: Surat Keterangan Penelitian
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam
menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses
belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan
sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai
atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.
Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan,
maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang
terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri
anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain
adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan sebagainya.
Faktor yang terdapat dalam diri siswa (Faktor intern) yaitu:
kecerdasan/intelegensi, bakat, minat, dan motivasi. Sedangkangkan factor yang
berasal dari luar siswa adalah (faktor ekstern) yaitu keadaan keluarga, keadaan
sekolah dan lingkungan masyarakat.
2
Pada tahun 2010 tingkat ketidak lulusan UN 4 % dari tahun lalu. Angka
kelulusan yang semula 93,74 % kini menjadi 89,88 %. Berdasarkan data Badan
Standar Nasional Pendidikan, terdapat 154.079 siswa yang mengulang ujian pada
Mei dari total peserta 1.522.162 siswa. Dibandingkan dengan tahun ajaran
2008/2009, ada penurunan untuk pelajar SMA/MA yang tidak lulus, karena tahun
ajaran 2008/2009 tercatat 206.160 pelajar SMA/MA yang mengikuti UN dengan
9.223 orang (4,47 %). Di Surabaya tingkat ketidak lulusan UN mencapai
Sebanyak 16.337 pelajar. Secara persentase, pelajar SMA/MA yang tidak lulus
mencapai 3,17 persen, sedangkan pelajar SMK yang tidak lulus mencapai 7,072
2
Ikip Semarang Press, Bimbimgan Konseling Sekolah, (Semarang: Tim Pengembangan MKDK
Ikip Semarang,1993 ), hlm. 37-38
persen, sehingga pelajar SMA/MA/SMK yang tidak lulus UN 2010 mencapai 5,12
persen.
3
Meskipun demikian, grafik kelulusan dinilai lebih baik dibanding tahun
lalu. Jika tahun lalu tingkat ketidaklulusan mencapai 4,47 persen, tahun ini siswa
yang dinyatakan tidak lulus menjadi sedikit lebih baik yaitu hanya 3,17 persen
dari total 344.908 peserta UN dari SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Tahun lalu, jumlah peserta yang mengikuti UN secara keseluruhan sejumlah
206.160 peserta.
Dari hasil pelaksanaan ujian nasional untuk SMA dan SMK, di ketahui
hanya ada satu sekolah di kota magelang Jawa Tengah yaitu SMK kesdam, yang
mencapai tingkat kelulusan 100% . Sebanyak 34 sekolah lainnya gagal mencapai
prestasi yang sama sehinnga masih harus menyertakan sebagian siswanya untuk
mengikuti ujian ulangan, 10-14 Mei mendatang
4
. Penurunan yang cukup tajam
dari prosentase kelulusan pelajar juga terjadi di tingkat SMK dengan angka
sebesar 78,40 persen yang jauh lebih rendah jika dibandingkan prosentase
kelulusan tahun lalu sebesar 93,6 persen.
Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak
dapat di pisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Alasannya tanpa
manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat di wujudkan secaara optimal,
efektif dan efisien dalam rangka inilah tumbuh kesadaran akan pentingnya
manajemen berbasis sekolaah (MBS)
5
Manajemen kesiswaan adalah penetaan dan pengaturan terhadap kegiatan
yang berkaitan dengan peserta didik mulai masuk sampai dengan keluarnya
peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bukan hanya
berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas
yang secara oprasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik melalu proses pendidikan di sekolah.
6
3
Angraheni Prajayanti, http://banjarmasinpost.co.id/read/artikel/42716/16337-pelajar-smasmk-
di-jatim-tidak-lulus
4
Ibid....
5
E.Mulyasa, Manajemen berbasis kompetensi dan Aplikasinya, (Bandung: Rosdakarya,
2003),hlm.20.
6
E.Mulyasa,Manajaemen berbasis sekolah konsep strategi, dan Implementasinya, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2007),hlm.21.
Jenis-jenis kegiatan administrasi siswa dapat didaftar melalui gambaran
bahwa lembaga pendidikan diumpamakan sebuah transformasi, yang
mengenal masukan (input). Pengelolaan didalam tranformasi (proses) dan
keluaran (output). Dengan demikian penyajian penjelasaan administrasi
siswa dapat diurutkan menurut aspek-aspek tersebut. Dengan melihat pada
proses memasuki sekolah sampai murid meninggalkannya, terdapat 4
(empat) kelompok pengadministrasian yaitu: (1) penerimaan murid, (2)
ketata usahaan murid, (3) pencatatan bimbingan dan penyuluhan serta (4)
pencatatan prestasi belajar.
7
Dengan demikian untuk mencapai suatu keberhasilan dalam proses
pendidikan maka perlu adanya manajemen kesiswaan, karena manajemen
memiliki arti yang sangat penting untuk mencapai suatu tujuan pendidikan Islam
yang bertujuan untuk melahirkan manusia muslim yang shalih sekaligus sebagai
kader pembangunan yang ta’at dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta memiliki
kepribadian yang luhur berakhlaqul karimah dan bertanggung jawab maka, untuk
mencapai tujuan itu diperlukan sistem manajemen atau pengelolaan lembaga
pendidikan yang baik.
Kemudian disini penulis akan memaparkan permasalahan permasalahan
yang ada di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan yaitu dengan adanya
keterbatasan ruang kelas yang ada dan jumlah siswa melebihi kapasitas, kurang
maksimal dalam pendataan siswa serta pengawasan terhadap kegiatan siswa
kurang bisa dilakukan dengan kontinyu dan ketidak siapan dari pengelola
kesiswaan di madrasah dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas sehingga
diperlukan tindakan dari pengelola kesiswaan guna pembenahan-pembenahan
yang sangat berarti dan perbaikan pada lembaga pendidikan yang bersangkutan,
pada dasarnya pengelolaan kesiswaan ialah keseluruhan proses penyelenggaraan
usaha kerjasama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan
pendidikan di Madrasah, sedangkan tujuan pengelolaan kesiswaan agar proses
belajar mengajar di sekolah bisa berjalan lancar, tertib, teratur, tercapai apa yang
menjadi tujuan-tujuan pendidikan di madrasah.
Berdasarkan latar belakang di atas, menjadi daya tarik tersendiri bagi
penulis untuk mengkaji “Implementasi Menajemen Kesiswaan di MA
7
Suharsimi Arikunto, Manajemen Pendidikan, (Yogyakarta: aditya Media, 2008), hlm. 118-119.
Miftahul Huda Kabupataen Grobogan”. Semoga nantinya dapat
mempersembahkan karya terbaik. Penelitian ini di lakukan atas dasar alas an yaitu
MA Miftahul huda Grobogan merupakan lembaga yang berdiri pada tahun 1997
ini memiliki kualitas mutu peserta didik yang baik, ini terbukti dengan banyaknya
prestasi akademik dan non akademik, yaitu: prestasi hasil belajar siswa dalam
ujian nasional, prestasi yang diraih dalm perlombaan bidang studi keagamaan,
ekstrakurikuler dengan sangat memuaskan, sehingga mampu bersaing dengan
lembaga pendidikan lainnya dan tujuan lembaga pendidikan dapat tercapai, di
samping itu dalam melanjutkan sekolah lanjutan siswa sudah ada persiapan untuk
bersaing dengan lembaga lain karena sudah di bekali dengan kualitas pendidikan
yang baik.
A. Penegasan Istilah
Untuk memudahkan pemahaman dan menghindari kesalah pahaman,
maka penulis akan memberikan penegasan beberapa istilah yang berkaitan dengan
skripsi yang berjudul: “Implementasi Manajemen Kesiswaan di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan.”
1. Implemetasi
Impementasi berasal dari bahasa Inggris implementation yang berarti
pelaksanaan
8
sedangkan pelaksanaan yang penulis maksudkan adalah
pelaksanaan Manajemen kesiswaan di MA Miftahul Huda Kabupataen
Grobogan
2. Manajemen
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia manajemen adalah proses
penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan
siswa adalah murid, pelajar,
9
atau dapat diartikan siapa saja yang terdaftar
sebagai obyek didik di suatu lembaga pendidikan.
10
Jadi, manajemen
kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan
8
Hasan Shadily dan M.Echols Jhon , Kamus Inggris Indonesia, Gramedia, (Jakarta, 1976),
hlm.313.
9
Tri Rama, Kamus Lengkap bahasa Indonesia, (Surabaya: Karya Agung ), hlm. 323-325
10
Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif, (Jakarta: CV.
Rajawali, 1990), hlm. 11.
dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik
tersebut dari suatu sekolah.
11
Demikian juga MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan. sebagai lembaga
pendidikan Islam yang bertujuan mencetak kader-kader bangsa dan agama yang
lurus aqidahnya, mulia akhlaqnya, optimal kapasitas intelektualnya, cekatan cara
kerjanya serta tinggi kepedulian sosialnya, untuk tujuan dan maksud tersebut
diperlukan manajemen atau pengelolaan kesiswaan demi tercapainya tujuan
pendidikan.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang penulis kemukakan, maka ada rumusan
masalah penelitiannya adalah "Bagaimana pelaksanaan manajemen kesiswaan di
MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan”agar lebih kongrit jelas maka penulis
akan membahas permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana pelaksanaan penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda
Kabupaten Grobogan.?
2. Bagaimana pelaksanaan pendataan kemajuan belajar siswa di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan.?
3. Bagaimana Pengelolaan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa di MA
Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.?
4. Bagaimana pelaksanaan monitoring di MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan.?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dengan adanya berbagai permasalahan di atas, maka tujuan yang ingin
dicapai penulis adalah:
Untuk Mendiskripsikan dan menganalisa pelaksanaan penerimaan siswa baru di
MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.
Untuk Mendiskripsikan dan menganalisa pelaksanaan pendataan kemajuan
belajar siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.
11
E. Mulyasa, op.cit, hlm 45-46
Untuk Mendiskripsikan dan menganalisa Pengelolaan bimbingan dan pembinaan
disiplin siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.
Untuk Mendiskripsikan dan menganalisa pelaksanaan monitoring di MA
Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.
Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah:
A. Teoritis
Sebagai bahan pemikiran dan wacana bagi instansi-instansi terkait seperti
Deparmen Agama dan Lembaga pendidkan untuk melaksananakan dan
mengembangkan pelaksanaan manajemen kesiswaan.
B. Praktis
Sebagai bahan masukan yang penting bagi pengembangan dalam pengelolaan
manajemen kesiswaan, baik yang ada di negri maupun swasta.
C. Sebagai bahan informasi bagi siapa saja yang berminat dalam pendidikan,
baik yang menyangkut praktis maupun akademis terutama yang berkaitan
dengan implementasi manajemen kesiswaan.
D. Kajian Pustaka
Telaah pustaka yang digunakan dengan tema “Manajemen Kesiswaan
yang ada di Madrasah Aliah Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.” bukanlah
telaah yang mengada-ada, karena terbukti dari berbagai penelitian bahwa suatu
sekolah yang mampu mengelola siswanya secara fungsional, maka secara periodik
maupun secara insidental sekolah tersebut mampu meraih kemajuan yang
signifikan.
Penelitian yang terkait dengan masalah ini antara lain:
1. Nur Azizah (3104345) Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang Thun
2009, berjudul Peran Manajemen Kesiswann Untuk Meningkatkan Mutu MTS
N Model Brebes. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan
bagi peningkatan mutu sangat penting karena manajemen kesiswaan adalah
salah satu bagian dari komponen madrasah yang di keloladan di atur oleh
kepala madrasah untuk menghasilkan mutu yang berorientasi pada Input,
Proses, dan Output.
12
2. Uma Farida (3105124) Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun
2009 dengan sekripsinya Optimalisasi Manajemen Kesiswaan Dalam
Meningkatkan Potensi Berorganisasi Siswa di MA Darul Amanah sukorejo
Kendal. memaparkan tentang bagaimana Manajemen Kesiswaan dan fungsi
nya.
13
Berdasarkan pemikiran tersebut, peneliti tedorong untuk mengadaakan
kajian secara mendalam mengenai manajemen kesiswaan dalam bentuk skripsi
yang berjudul “ Implementasi Manajemen Kesiswaan di MA Miftahul Huda
Kabupaten Grobogan..
E. Metode Penelitian
Penelitian merupakan kegiatan ilmiyah dalam rangka Pemecahan masalah
penrlitian. Dalam kajian ini adalah termasuk penelitian lapangan, agar penelitian
ini berjalan baik sesuai dengan harapan, maka metode yang di gunakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut
1. Fokus Penelitian
Dalam hal ini penelitian di fokuskan pada Bagaimana pelaksanaan
penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.,
Bagaimana pelaksanaan pendataan kemajuan belajar siswa di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan., Bagaimana Pelaksanaan bimbingan dan
pembinaan disiplin siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan. dan
Bagaimana pelaksanaan monitoring di MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan
B. Sumber Data
12
Nur Azizah, Peran Manajemen Kesiswann Untuk Meningkatkan Mutu MTS N Model
Brebes.Skripsi Sarjana Pendidikan Islam, (Semarang: IAIN Walisongo, 2006)
13
Uma Farida, sekripsinya Optimalisasi Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Potensi
Berorganisasi Siswa di MA Darul Amanah sukorejo Kendal Skripsi Sarjana Pendidikan Islam,
(Semarang: IAIN Walisongo, 2006)
Sumber data dalam penelitian merupakan subyek dari mana data
dapat diperoleh
14
. Adapun dalam penelitian ini , penulis mengelompokkan
penentuan sumber data menjadi dua buah data yaitu:
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperolah dari kepala sekolah, waka
kesiswaan, Pembina osis dan pengurus osis yaitu mengenai Manajemen
Kesiswaan MA Miftahul Huda Penawangan Grobogan.
b. Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang di peroleh dari waka BK, Pembina
OSIS, karyawan/bagian TU diantaranra sejarah, dan perkembangannya,
visi dan misi MA Miftahul Huda penawangan Grobogan, letak geografis,
struktur serta keaadaaan guru dan siswa.
. 3. Pendekatan Penelitian
Penelitian yang penulis lakukan ini menggunakan pendekatan
kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang
dapat diamati dan diarahkan pada latar ilmiah dan individu tersebut secara
holistic (utuh).
15
Penuliss menggunakan pendekatan kualitatif karena
permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini tidak berkenaan dengan
angka-angka, tetapi mendeskripsikan, menguraikan dan menggambarkan
tentang bagaimana pelaksanaan penerimaan siswa baru di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan., Bagaimana pelaksanaan pendataan kemajuan
belajar siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan., Bagaimana
Pengelolaan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan. dan Bagaimana pelaksanaan monitoring di
MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.
4. Metode Pengumpulan Data
a. Metode Interview / Wawancara
14
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2006), hlm.129
15
Ibid, hlm.4
Metode interview atau (wawancara) adalah “metode pengumpulan data
dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan
berdasarkan tujuan penyelidikan”.
16
Metode ini peneliti gunakan untuk
menghimpun data mengenai gambaran umum, struktur, kondisi dan
sosiologis geografis dan berkenaan dengan penelitian ini dengan responden
kepala sekolah, guru maupun karyawan.
. b. Metode Observasi
Metode Observasi adalah metode pengumpulan data dimana peneiti
atau kolaboratornya mencatat informasi sebagai mana yang mereka saksikan
selama penelitian
17
Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang
keadaan Ma Yapim kabupaten Grobogan. Yaitu mengenai kegiatan yang
dilakukan siswa melalui OSIS, Pramuka dan kegiatan kokurikuler serta
semua kegiatan yang berhubungan dengan kesiswaan.
c. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui
peninggalan tertulis, terutama berupa arsip-arsip / buku-buku, surat kabar,
majalah, legger, Agenda, dan sebagainya.
18
Metode ini digunakan untuk
mendapatkan data tentang kesiswaan yang meliputi data penerimaan siswa
baru, kegiatan kemajuan belajar siswa, data bimbingan penyuluhan dan
pembinaan disiplin siswa.
5. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyususn secara sistematis
data yang di peroleh dari hasil wawancara, catatatan lapangan dan
dokumetasi, dengan cara mengorganisasikan data le dalam kategori,
menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola,
memilih mana yang penting dan yang akan di pelajari, dan membuat
kesismpulan sehingga mudah di gahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
19
16
W.Gulo, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Graasindo, 2002), hlm.116
17
Ibid, hal. 116.
18
Suharsimi Arikunto,Ibid. 231
19
Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung :CV.Alfabeta,2008),hlm.89.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas dalam menganalisis hasil
temuan ini menggunaakan tiga macam analisis yaitu Data Reduction
(Reduksi data), Data Display (Penyajian data), dan Conclusion
Drawing/Verifications. fokus analisa data ini pada ruang lingkup, Bagaimana
Proses pelaksanaan penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan, Bagaimana pelaksanaan pendataan kemajuan belajar siswa di MA
Miftahul Huda, Kabupaten Grobogan Bagaimana Pengelolaan bimbingan dan
pembinaan disiplin siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan, dan
Bagaimana pelaksanaan monitoring di MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan.
1. Data Reduction (Reduksi data)
Mereduksi data berati merangkum, memilih hal-hal yang pokok,
memfokuskan pada hal-hal yang penting, di cari tema dan dan polanya.
Dengan demiikian data yang telah di reduksi akan memberikan
gambaran yang lebih jelas, dan mencarinya bila di perlukan.
20
Pada
permasalahan penelitian yang dreduksi dalam penelitian ini adalah
bagaimana pelaksanaan penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda
Kabupaten Grobogan, Bagaimana pelaksanaan pendataan kemajuan
belajar siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan, Bagaimana
Pengelolaan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan, dan Bagaimana pelaksanaan monitoring di
MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.
2. Data Display (Penyajian data)
Setelah data di reduksi, maka langkah selanjutnya adalah
mendisplaikan data. Dalam penelitian kualitatif penyajian data ini dapat
di lakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan,, hubungan antar kategori,
flowchart dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data
terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan sehingga akan semakin
20
Sugiono, Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta,2008),
hlm.247.
mudah di fahami
21
. Seuai dengan aspek-aspek masalah penelittian ini
maka susunan penyajian datanya di mulai dari ruang linkup Bagaimana
Proses pelaksanaan penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda
Kabupaten Grobogan, Bagaimana pelaksanaan pendataan kemajuan
belajar siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan, Bagaimana
Pengelolaan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa di MA MA
Miftahul Huda Kabupaten Grobogan, daan Bagaimana pelaksanaan
monitoring di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.
3. Conclusion Drawing/Verifications
Langkah keatiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan
kesimpulan dan verifikasi. Penarikan ini dilakukan berdasarkan
pemahaman terhadap data yang telah di kumpulkan, sesuai dengan
hakikat penelitian kualitatif.
22
penarikan kesimpulan ini di lakukan secara
bertahap, pertama menarik kesimpulan sementara, namun seiring dengan
bertambahnya data maka haru di lakukan verifikasi data dengan cara
mempelajari kembali data yang telah ada. Berdasarkan vearifikasi data
ini selanjutnya peneliti dapat menarik kesimpulan akhir temuan ini.
21
Ibid, hlm 95
22
Ibid, hlm 99
BAB II
KONSEP MANAJEMEN KESISWAAN
A. MANAJEMEN
1. Pengertian
Manajemen secara etimologi berasal dari Bahasa Inggris yaitu dari kata
kerja to manage yang artinya mengurus, mengatur, menggerakkan dan
mengelola.
23
Dengan demikian manajemen secara bahasa adalah pengurusan,
pengaturan, penggerakan dan pengelolaan.
Secara terminology manajemen sering disandingkan denganm
administrasi, sehingga muncul 3 pandangan yang berbeda : 1) memandang
administrasi lebih luas dari pada manajemen; 2) mengartikan manajemen lebih
luas dari pada administrasi; 3) menganggap manajemen sama dengan
administrasi.
24
Dalam penulisan selanjutnya istilah manajemen sama dengan
administrasi, karena keduanya mempunyai fungsi yang sama.
Menurut Terry (1974: 4) sebagaimana dikutip Ngalim Purwanto
management is a district proses consisting of planning, organizing, actuating
and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the
use of human being and other resources.
25
Manajemen adalah proses tertentu
yang terdiri dari perencanaan, perorganisasian, pergerakan dan pengawasan yang
dilakukan untuk menentukandan mencapai tujuan yang ditetapkan dengan
menggunakan sumber daya personal maupun material.manusia maupun benda
dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.
Diantara pengertian manajemen secara terminology adalah seperti
yang dikemukakan oleh Henri L Sisk dalam buku Principles of management
bahwa management as a process calling for the performance of specific
23
John M. Echol dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta : PT Gramedia, 1996),
cet. XXIII, hlm. 372
24
E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2003), cet.III
dan IV, hlm. 19
25
Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosda
Karya, 1995), cet. VII, hlml. 7
function, and there are those who view management as a profession, a science,
or an art.
26
(manajemen sebagai sebuah proses permintaan fungsi khusus dari suatu
pelaksanaan, dan disana ada yang memandang manajemen sebagai sebuah
pekerjaan, sebuah ilmu atau sebuah seni).
Istilah manajemen memiliki banyak arti, tergantung orang yang
mengartikannya. Seperti definisi manajemen berikut:
`' ¸' - ª'-'·'' ,,-'' _·-, ª-'·¸'', ª,=,-'' _'= ¸'=, ,-'' _`=-`' ¸» -¸'
-'---'' _· .-·'' ¸''
27
Yang dimaksud dengan manajemen adalah suatu aktivitas yang
melibatkan proses pengarahan, pengawasan dan pengerahan segenap
kemampuan untuk melakukan suatu aktifitas tertentu.
Sehingga manajemen dapat diartikan suatu proses yang direncanakan
untuk menjamin kerja sama, partisipasi dan keterlibatan sejumlah orang dalam
mencapai sasaran dan tujuan tertentu yang ditetapkan secara efektif. Manajemen
mengandung unsur bimbingan, pengarahan, dan pengarahan sekelompok orang
terhadap pencapaian sasaran umum. Sebagai proses sosial, manajemen
meletakkan fungsinya pada interaksi orang-orang, baik yang berada di bawah
maupun berada di atas posisi operasional seseorang dalam suatu organisasi.
28
.
Sebagaimana halnya sabda nabi saw:
¸= _-' -¸,¸» _-¸ -' ª-= .'· : .'· .,-¸ -' _'- -' ª,'= »'-, :
- -´, '- ' ª ='´ -'' ¸= --' · ª '» ' ¸, = _ '' ´¸- `' . ) ,¸'=-'' -',¸ (
29
Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Apabila
suatu urusan diserahkan pada seseorang yang bukan ahlinya, maka
tunggulah saat kehancuran.” (H.R. Bukhori)
Hal ini menunjukkan bahwa salah satu fungsi manajemen adalah
menempatkan orang pada posisinya yang tepat. Rasulullah saw memberi contoh
dalam hal ini sebagaimana menempatkan orang di tempatnya. Hal ini misalnya
26
Henry L Sisk, Principles of Management, (Philippine: By South-Westren Publikashing
Company, 1969), hlm.3
27
Ibrahim Ihsmat Mutthowi, Al-Ushul Al-Idariyah Li Al-Tarbiyah, (Riad: Dar Al-Syuruq, 1996),
hlm.13.
28
Soebagio Admodiwirio, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: PT Arda Dizya Jaya,
2000), hlm.5.
29
Imam Bukhori, Shohih Bukhori, Juz I, (Berut: Daar Al Kutub, 1992), hlm.26.
dapat dilihat bagaimana Abu Hurairah ditempatkan oleh Rasulullah saw sebagai
penulis hadits atau dapat dilihat bagaimana Rasulullah menempatkan orang-
orang yang kuat setiap pekerjaan dan tugas sehingga posisinya benar-benar
sesuai dengan keahliannya.
Dari pemikiran-pemikiran diatas dapat dipahami unsur-unsur yang
terkandung dalam manajemen, adalah:
a. Bahwa manajemen diperlukan untuk mencapai tujuan dan
pelaksanaan.
b. Manajemen merupakan sistem kerja sama yang kooperatif dan
rational.
c. Manajemen menekankan perlunya prinsip-prinsip effeciency.
d. Manajemen tidak dapat terlepas dari kepemimpinan atau
pembimbing
2. Prinsip Manajemen
Pentingnya prinsip-prinsip dasar dalam praktik manajemen antara lain
menentukan metode kerja, pemilihan pekerjaan dan pengembangan keahlian,
pemilihan prosedur kerja, menentukan batas-batas tugas, mempersiapkan dan
membuat spesifikasi tugas, melakukan pendidikan dan latihan, melakukan
sistem dan besarnya imbalan itu dimaksudkan untuk meningkat efektivitas,
efisiensi, dan produktivitas kerja.
Dalam kaitannya dengan prinsip dasar manajemen, Fayol
mengemukakan sejumlah prinsip manajemen, yaitu : Pembagian kerja, Otoritas,
Disiplin, Kesatuan perintih, Kesatuan arah, Pengutamaan kepentingan
umum/organisasi dari pada kepentingan pribadi, Pemberiankontra prestasi,
Sentralisasi/pemusatan, Hierarki, Teratur, Keadilan, Kestabilan staf, Inisiatif,
Semangat kelompok .
30
3. Fungsi-Fungsi Manajemen
Para ahli mempunyai pendapat yang beraneka ragam tentang fungsi-
fungsi manajemen. Menurut Henry Fayol planning, organizing, commanding,
coordinating, dan controlling.
Luther Gulich membagi fungsi manajemen menjadi 7 yang dikenal
dengan POSDCORB (Planning, organizing, staffing, directing, controlling,
30
Nanang Fattah, Landasan manajemen Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004),
hlm. 12.
reporting dan budgeting), sedangkan George R. Terry mengatakan 4 fungsi
manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling).
31
Pendapat di atas merupakan sebagian dari sekian banyak pendapat
yang dikemukakan oleh para ahli. Para ahli tersebut memberikan pendapat yang
beragam, namun pada intinya mempunyai kesamaan. Kesamaan tersebut pada
umumnya digunakan pada lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia yaitu
Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi manajemen meliputi:
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.
a. Perencanaan (Planning)
perencanaan meliput kegiatan menetapkan apa yang ingin di capai,
bagaimana mencapai, berapa lama, berapa orang yang di perlukan dan
berapa banyak biayanya. Perencanaan ini di buat sebelum suatu tindakan di
laksanakan. Perencanaan itu dapat diartikan sebagai proses penyususnan
berbagai keputusan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan
yang ditentukan.
32
Perencanaan bisa diumpamakan jembatan penghubung
antara keadaan sekarang dengan keadaan yang diharapkan terjadi pada masa
yang akan datang. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi
setiap kegiatan manajemen,
33
tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu
kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai
tujuan yang diinginkan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Organizing adalah pengelompokan kegiatan yang di perlukan yakni
penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap yunit
yang ada dalam organisasi, serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan
antara masing-masing unit tersebut.
Pengorganisasian dapat pula di rumuskan sebagai keseluruhan
aktifitas manajemen dalam mengelompokkan orang-orang serta penetapan
tugas, fungsi, wewenang serta tanggungjawab masing-masing dengan tujuan
31
M. Manullang, Dasar-dasar manajemen, (Yogyakarta: Gadjah Mada Univrsity Press, 2008),
hlm hlm 7-8.
32
Syaiful Sagala, Administrasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm 46-47
33
Ngalim Purwanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Mutiara, 1984), hlm. 25
tercapainya aktifitas-aktifitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam
mencapai tujuan yang telah di tentukan terlebih dahulu.
34
Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisaisan antara lain bahwa
pembagian tugas wewenang dan tanggungjawab hendaknya di sesuaikan
dengan pengalaman, bakat minat, pengetahuan da kepribadian masing-
masing orang yang di perlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.
35
c. Penggerakan (Actuating)
Menggerakkan (Actuating) menurut terry (1977) berarti merangsang
anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan
kemauan dengan baik, sedangkan menurut keith davis adalah kemempuan
pemimpin membujuk orang-orang mencapai tujuan yang telah di tetapkan
dengan penuh semangat.
36
Penggrakan di lakukan oleh pemimpin yaitu orang yang mempunyai
kemampuan untuk mempengaruhi prilaku orang lain dengan menggunakan
kekuasaaan. Kekuasaan merupakan kemampuan untuk mengarahkan dan
mengatur bawahan terkait dengan tugas yang harus dilaksanakan.
d. Kontrol/Evaluasi (Controlling)
Pengawasan dapat diartikan sebagai proses yang di lakukan untuk
kegiatan untuk mengikuti realisasi prilaku personel dalam organisasi dan
apakah tingkat pencapaian tujuan organisiswa dengan yang di kehendaki.
37
Pengawasan sering di sebut penindakan adalah salah satu fungsi
manajemen yang berupa mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan
bawahan dapat diarahkan kejahatan yang benar dengan maksud tercapai
tujuan yang sudah di gariskan semula.
38
Menurut nanang fatah pengawasan dilakukan melalui 3 tahap yaitu (a)
menetapkan standar pelaksanaan, (b) pengukuran pelaksanaan di
bandingkan dengan standard an, (c) menetukan kesenjangan antara
pelaksanaan dengan standar an rencana. Di dalamnya belum terdapat
34
Manullang, op.cit, hlm. 10-11
35
M. Ngalim Purwanto, op.cit., hlm 27
36
Syaiful Sagala, op.cit., hlm 52-53
37
Ibid., hlm.59
38
Manullang, op cit., hlm 12
tahapan terakhir pengawasan yaitu upaya perbaikan, dengan demikian dapat
di simpulkan bahwa pengawasan di laksanakan melaui empat tahap yaitu:
F. Menetapkan standar pelaksanaan pekerjaan sebagai dasar melakukan
control .
G. Mengukur pelaksanaan pekerjaan dengan standar
H. Menentukan kesenjangan (deviasi) bila trerjadi antara pelaksanaan
dengan pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana.
I. Melakukan tindakan-tindakan perbaikan jika terdapat kesenjangan
(devisa) agar pelaksanaan dan tujuan sesuai rencana.
B. Manajemen Kesiswaan
1. Pengertian Manajemen Kesswaan
Manajemen Kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal
yang berkaitan dengan siswa, pembinaan sekolah mulai dari penerimaaan
siswa, pembinaan siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa
menamatkan pendidikannya mulai penciptaan suasana yang kondusif
terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.
39
Mulyono mengemukakan bahwa manajemen kesiswaan adalah
seluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan di usahakan secara sengaja
serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh siswa (dalam lembaga
pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses PBM secara
efektif dan efisien.
40
Manajemen kesiswaan juga berarti seluruh proses kegiatan yang
direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara
kontinyu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang
bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif
dan efisien mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta
didik dari suatu sekolah.
41
39
W.Manja, Profesionalisme Tenaga Kependidikan, (Malang: Elang Mas, 2007),hlm.35
40
Mulyono, Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan, (Jogjakarta: AR-Ruzz Media
Groups, 2008), hlm.hlm78
41
Ary Gunawan, Administrasi Sekolah; Administrasi Pendidikan Mikro, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 1996), Cet.I., hlm. 9.
Dari beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa
manajemen kesiswaan merupakan proses pengursan segala hal yang
berkaitan dengan siswa mulai dari penerimaan peserta didik hingga
keluarnya peserta didik dari suatu sekolah.
2. Tujuan Manajemen Kesswaan
Secara umum tujuan manajemen kesiswaan adalah untuk
mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan
pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, teratur serta dapat
mencapai tujuan pendidikan sekolah.
42
Selain itu manajemen kesisswaan di sekolah secara baik dan
berdaya guna akan membantu seluruh staf maupun masyarakat untuk
memahami kemajuan sekolah. Mutu dan derajat sekolah tergambar dalam
system sekolahnya.
43
Jadi tujuan manajemen kesiswaan adalah mengatur berbagi
kegiatan dalam bidang kesiswaan serta serta sebagai wahana bagi siswa
untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin.
3. Ruang Lingkup Manajemen Kesswaan
kegiatan administrasi siswa dapat didaftar melalui gambaran bahwa
lembaga pendidikan diumpamakan sebuah transformasi, yang mengenal
masukan (input). Pengelolaan didalam tranformasi (proses) dan keluaran
(output). Dengan demikian penyajian penjelasaan administrasi siswa dapat
diurutkan menurut aspek-aspek tersebut. Dengan melihat pada proses
memasuki sekolah sampai murid meninggalkannya, terdapat 4 (empat)
kelompok pengadministrasian yaitu: (1) penerimaan murid, (2), pencatatan
prestasi belajar (3) pencatatan bimbingan dan penyuluhan serta
(3).Monitoring
44
42
Mulyasa, Lokcit., hlm. 46.
43
Piet Sahertian, Dimensi-Dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah, (Surabaya: Usaha
Nasional,1994), hlm.103.
44
Suharsimi Arikunto, Manajemen Pendidikan, (Yogyakarta: aditya Media, 2008), hlm. 118-119
Oleh karna itu manajemen kesiswaan akan membahas penerimaan
siswa baru, pencatatan prestasi siswa, pencatatan bimbingan dan
penyuluhan.
a. Penerimaan Siswa Baru
1) Petatapan persyartan siswa yang akan diterima
Setiap sekolah berbeda dalam menetapkan persyaratan calaon
siswa baru yang akan di terima. Pada umumnya persyaratan itu
menyangkut: aspek waktu, persyaratan dan proses penerimaan siswa
baru.
Penerimaan siswa baru harus di lakukan sedemikian rupa,
sehingga kegiatan mengajar-belajar sudah dapat di mulai pada hari
pertama setiap tahun ajaran baru.
45
Setiap sekolah berbeda dalam menetapkan persyaratan calaon
siswa baru yang akan di terima. Pada umumnya persyaratan itu
menyangkut: aspek: umur, kesehatan, kemampuan hasil belajar dan
persyartan administrasi lainnya.
Persyaratan untuk masuk SMA adalah sebagai berikut
a) Besarnya uang pendaftaran
b) Berapa rata-rata nilai raport yang bisa diterima sebagai
pendaftar
c) STTB/ijazah dan foto copy ijazah terakhir yang sudah di
sahkan oleh yang berwenang
d) Pas foto (selain jumlah ditentukan juga ukurannya)
46
Cara Penerimaan siswa baru yaitu : Pertama, berdasrkan hasil
Tes masuk yaitu siapa yang diterima dari calon peserta didikyang
mendaftar, ditentukan berdasarkan hasil tes yang diadakan. Sekolah
menentukan nilai batas lulus, calon yang memperoleh nilai tes masuk
sama atau lebih tinggi dari nilai batas lulus dinyatakan diterima.
Kedua Berdasarkan Hasil UAN (Ujian Akhir Nasional). Dengan cara
ini filter atau penyaring diterimanya calon peserta didik yang
45
Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004),hlm.74
46
Hendrat Soetopo dan Wasty Sumanto, Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan,
(Surabaya: Usaha Nasional, 1982), hlm. 119-120
mendaftar didasarkan pada posisi jumlah NEM yang dimiliki
dikaitkan dengan posisi jumlah NEM dari semua pendaftar.Semua
calon di rangking menurut jumlah NEM .Penentuan siapa yang
diterima hingga NEM tertentu, sampai jumlah peserta didik yang
diperlukan sekolah terpenuhi.
47
2). Pembentukan Panitia penerimaan siswa baru
panitia penerimaan siswa baru di lakukan sekali setahun. Oleh
karena itu dibentuk khusus untuk itu dan dibubarkan setelah kegiatan
selesai.
Penitia penerimaan siswa baru terdiri dari kepala sekolah dan
beberapa guru yang ditunjuk untuk mempersiapkan segala sesuatu
yang di perlukan yakni:
a) Syarat-syarat pendaftaran murid bari
b) Formulir Pendaftaran
c) Pengumuman
d) buku pendaftaran
e) waktu pendaftaran
f) jumlah calon yan diterima.
48
3) Masa Orientasi Siswa Baru
Orientasi siswa baru adalah kegiatan penerimaan siswa
baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan
sekolah. Tujuan orientasi siswa baru yaitu agar peserta didik dapat
mengerti dan mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah,
Agar peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan
yang di selenggarakan sekolah, dan agar peserta didik siap
menghadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik, mental dan
emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses
47
Herbangan Siagian Administarsi Pendidikan Suatu Pendekatan Sistemik, (Semarang: PT
Satya Wacana, 1989), Cet.I, hlm101-102
48
Suryosubroto, op.cit.,hlm.74-75.
pembelajaran di sekolah serta dapat menyesuaikan dengan
kehidupan sekolah.
49
Sebelum siswa baru menerima pelajaran biasa di kelas-
kelas,ada sejumlah kegiatan yang harus diikuti oleh mereka selama
OSPEK. Kegiatan-kegiatan itu di antara lain adalah :
a) Perkenalan dengan para guru dan staf sekolaha
b) Perkenalan dengan siswa lama dan pengurus OSIS
c) Penjelasan tentang program sekolah
d) Penjelasan tentang tata tertib sekolah
e) Mengenal fasilitasm pendidikan yang dimiliki sekolah
f) Penjelasan tentang struktur organisasi sekolah.
50
Waktu MOS juga untuk penelusuran bakat-bakat khusus
dan siswa baru, misalnya penelusuran bakat-bakat olah raga, bakat-
bakat seni, bakat-bakat menulis (mengarang). Oleh karena itu selama
MOS banyak diisi kegiatan-kegiatan pertandirigan olah raga, lomba
menyanyi, pidato, dan sebagainya.
Setelah proses penerimaan siswa baru, maka kegiatan
kesiswaan selanjutnya yang perlu dilaksanakan adalah
pengelompokan siswa. Pengelompokan siswa diadakan dengan
maksud agar pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar berjalan
lancar, tertib sehingga dapat tercapal tujuan-tujuan pendidikan yang
telah diprogramkan.
Ada dua jenis pengelompokan siswa yang dilaksanakan di,
diantaranya yaitu pengelompokan menurut kelas dan
pengelompokan berdasarkan rangking. Hal ini dengan tujuan untuk
meinilahkan mana siswa yang kemampuannya lebih dan kurang.
dikarenakan adanya penguatan dalam pengajaran atau dalam arti lain
siswa dalam memahaini pelajaran dapat secara merata atau
seimbang.
49
Tim Dosen Administrasi Pendidikan dan Universitas Pendidikan Indonesia, Manajemen
Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm.210
50
Tim Dosen Administrasi Pendidikan, Pengelolaan Pendidikan, (Universitas Pendidikan
Indonesia, 2003), hlm.79
b. Pendataan Kemajuan Belajar Siswa
Keberhasilan kemajuan da prestasi belajar para siswa
memerlukan data yang otentik, dapat dipercaya dan memiliki keabsahan.
Data ini diperlukan untuk mengetahui dan mengontrol keberhasilan atau
prestasi oleh kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di sekolah.
Kemajuan belajar siswa secara periodik harus dilaporkan kepada orang
tua sebagai masukan untuk berprestasi dalam proses pendidikan dan
membimbing anaknya dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah.
51
Dalam pendataan kemajuan belajar siswa untuk kemajuan dan
keberhasilan kegiatan belajar mengajar secara maksimal diperlukan buku
catatan prestasi belajar murid, yang meliputi buku daftar nilai, buku
legger dan raport.
1. Buku Daftar Nilai
Buku ini merupakan buku pertama yang digunakan untuk
menestan nilai hasil belajar yang di peroleh langsung dari kertas
pekerjaan ulangan atau dari hasil ujian lisan.
2. Buku Legger
Yaitu buku kumpulan nilai yang memuat semua nilai untuk
semua bidang studi yang diikuti oleh siswa di dalam periode tertentu.
Buku legger ini diisi oleh wali kelas yang menampung nilai-nilai
dari guru-guru yang memegang pelajaran di kelas tersebut. Sekolah
juga memiliki buku legger yang merupakan kumpulan nilai dari
legger-legger kelas.
3. Buku Raport
Sebuah buku yang memuat hasil belajar siswa selama siswa
tersebut mengikuti pelajan di suatu sekolah
52
. Oleh karena itu
paling sedikit banyaknya lembaran raport sama dengan banyaknya
tingkatan di suatu sekolah
Tujuan atau Fungsi Penilaian dari beberapa buku penting di atas,
antara lain:
51
E.Mulyasa Lok.cit, ,hlm. 47.
52
Suharsimi Arikunto, Manajemen Pendidikan, 118-119
a. Penilaian Berfungsi Selektif
Dengan cara mengadakan Penilaian, guru mempunyai cara
untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya.
Penilaian itu sendiri mempunyai berbagai tujuan antara lain :
1) Untuk memilih atau menentukan siswa yang dapat naik kelas
atau tingkat berikutnya.
2) Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
3) Untuk memilih siswa yang berhak meninggalkan sekolah dan
lain sebagainya.
b. Penilaian Bersifat Diagnosis
Apabila alat yang di gunakan untuk melakukan penilaian cukup
memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya guru akan
mengetahui kelemahan siswa. Disamping itu diketahui pula
sebabsebab kelemahan itu. Jadi dengan mengadakan penilaian
sebenamya guru mengadakan diagnosa kepada siswa tentang
kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahui sebab-sebab
kelemahannya akan lebih mudah dicari cara mengatasinya.
c. Penilaian Berfungsi Sebagai Pengukur Keberhasilan
Fungsi dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui
sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan
program ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu sistem
administrasi.
53
Untuk mempermudah jalannya peninjauan gerak langkah maju
mundurnya proses belajar mengajar pada suatu lembaga pendidikan
maka, perlu adanya evaluasi hasil belajar yang dibukukan melalui
buku nilai, buku legger dan raport. siswa. Karena buku tersebut
sangat diperlukan untuk melengkapi proses adiriinisntasi sekolah
dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, tujuan dari beberapa
buku penting tersebut antara lain:
Untuk mengetahui derajat penguasaan materi
Untuk dapat menentukan tindakan perbaikan yang akan diambil
53
Ibid., hlm. 5.
Untuk menentukan penempatan siswa dalam pengelompokan mata
pelajaran
Untuk menentukan prestasi siswa.
54
Untuk memacu prestasi siswa, maka kepada tiap-tiap guru
diharuskan segera memeriksa, menilai dan mengembalikan tugas-
tugas yang dibebankan kepada siswanya.
D. Bimbingan dan Pembinaan Disiplin Siswa
1. Bimbingan
Guidance as the proces of assiting individuals in making life
adjustment, it is needed in the home, school, community and in the
other all phases, of the individuals environment”.
55
(Bimbingan adalah proses untuk membantu individu di dalam
membuat keputusan hidup yang positif, hal ini diperlukan di rumah,
sekolah, dan di lingkungan sosial serta di setiap individu berada).
Secara khusus layanan bimbingan bertujuan untuk membantu
siswa agar dapat tercapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi
aspek pribadi, sosial, belajar dan karir bimbingan pribadi; sosial
dalam mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri dan bertanggung
jawab.
Personel pelaksana pelayanan bimbingan adalah segenap unsur
yang terakait di dalam program pelayanan bimbingan dengan
koordiriator dari guru pembimbing konselor sebagai pelaksana.
Secara umum, bimbingan yang diberikan pihak sekolah terhadap
siswa berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:
1) Pilihan bidang studi
2) Penyesuaian kepada situasi sekolah.
3) Kesukaran belajar
4) Kesukaran yang bertalian dengan keluarga dan lingkungan
5) Gagal dalam bidang studi tertentu
6) Kebutuhan dan kesempatan rekreasi
7) Kurang minat terhadap bidang studi tertentu
54
Herabangan Siagian,op.cit., hlm.105
55
Robert L. Gibson / Marianne H. Mitchell, Introduction to Guidance, (New York : MaxMillian
Publishing, Co.Inc., t.th), hlm. 14
8) Kurang harga diri
9) Hambatan-hambatan fisik, mental, emosi dan penyesuaian
murid
10) Pilihan pekerjaan penyesuaian waktu senggang
11) Pertentangan antara ambisi dan kesanggupan siswa.
56
1) Prinsip-Prinsip Bimbingan
Dalam pelayanan bimbingan terhadap siswa, prinsip-
prinsip yang digunakan menurut Van Hoose (1969) adalah
sebagai berikut :
1. Bimbingan di dasarkan pada keyakinan bahwa dalam diri
tiap anak terkandung kebaikan-kebaikan, setiap pribadi
mempunyai potensi dan pendidikan hendaklah mampu
membantu anak memanfaatkan potensinya itu.
2. Bimbingan merupakan bantuan kepada anak dan pemuda
dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka menjadi
pribadi-pribadi yang sehat.
3. Bimbingan dalam prinsipnya harus menyeluruh ke semua
murid karena semua orang tentu mempunyai rnasalah yang
butuh pertolongan.
57
2) Tujuan Bimbingan di Sekolah
Menurut Djumhur dalam bukunya Bimbingan dan
Penyuluhan di Sekolah ada tujuan dan layanan bimbingan di
sekolah yang diselenggarakan bagi peserta didik, yaitu :
a) Membantu peserta didik untuk mengembangkan
pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat pribadi,
hasil belajar serta kesempatan yang ada.
b) Membantu peserta didik untuk mengembangkan motif-
motif intrinsik dalam belajar, sehingga tercapai kemajuan
pengajaran yang berarti dan bertujuan.
c) Memberikan dorongan dalam pengarahan diri, pemecahan
masalah, pengambilan keputusan dan keterlibatan diri
dalam proses pendidikan.
56
Harbangan Siagin, op.cit., hlm. 114-115.
57
Priyatno dan Ermanamti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: PT Rineka Cipta,
2004), Cet. II, hlm. 218.
d) Mengembangakan nilai dan sikap secara menyeluruh serta
perasaan sesuai pencernaan diri.
e) Membantu peserta didik untuk memperoleh penyesuaian
diri dalam beradaptasi secara maksimal terhadap
masyarakat.
f) Membantu peserta didik untuk hidup seimbang dalam
berbagai aspek fisik, mental dan sosial.
58
Dengan demikian maka tujuan bimbingan dan penyuluhan
di sekolah ialah membantu tercapainya tujuan pendidikan dan
pengajaran serta membantu individu (siswa) untuk mencapai
kesejahteraan.
3) Fungsi-Fungsi Bimbingan
Fungsi bimbingan dan penyuluhan dalam proses pendidikan dan
pengajaran ialah membantu tercapainya tujuan pendidikan dan
pengajaran. Karena itu segala langkah dan bimbingan dan
penyuluhan harus sejalan dengan langkah-langkah yang diambil
dari segi pendidikan. Sehingga suatu hal wajar dengan adanya
bimbingan dan penyuluhan itu diharapkan pendidikan akan
berlangsung lebih lancer dan mengefektifkan program sekolah.
59
Fungsi bimbingan ditinjau dari kegunaan atau manfaat
ataupun keuntungan-keuntungan apa yang diperoleh melalui
pelayanan tersebut. Fungsi-fungsi itu banyak namun dapat
dikelompokkan menjadi empat fungsi pokok, yaitu:
a) Fungsi Pemahaman
Fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu
sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik.
b) Fungsi Pencegahan
Fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
tercegahnya atau atau terhindarnya peserta didik dari
berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang akan
dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan
58
Djumhur dan Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV. Ilmu, 1989),
hlm. 30.
59
Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Yogyakarta: Andi Offset, 1986), hlm.
25.
kesulitan dan kerugian-kerugian tetentu dalam proses
perkembangannya.
c) Fungsi Pengentasan
Fungsi bimbingan dan konselingyang akan menghasilkan
terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang
dialami oleh peserta didik.
d) Fungsi Pemeliharaan dan pengembangan
Fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan
kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan
dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
60
4) Kegiatan-Kegiatan Bimbingan
Ada beberapa kegiatan dalam bimbingan di sekolah, di
antaranya adalah:
a) Bimbingan pendidikan adalah bertujuan untuk membantu
seseorang dalam memilih program yang tepat.
b) Bimbingan belajar ialah memberikan bantuan kepada
individu dalam memecahkan kesulitan yang berhubungan
dengan masalah belajar.
c) Bantuan dalam kesulitan belajar maksudnya agar siswa
dapat memeroleh sukses dalam belajar secara optimal sesuai
dengan potensi yang dimilikinya.
d) Bantuan dan mekanisme bimbingan dalam pelaksanaannya
dapat berjalan secara teratur dan mencapai tujuan
diperlukan adanya administrasi yang baik serta
perlengkapannya.
e) Fasilitas dan anggaran marupakan penunjang bagi
terlaksananya program bimbingan di sekolah, seperti
ruangan yang memberikan kesan yang nyaman,
menyenangkan untuk pelaksanaan bimbingan.
61
2. Pembinaan Disiplin Siswa
Konsep disiplin berkaitan dengan tata tertib, aturan, atau
norma dalam kehidupan bersama yang melibatkan orang banyak.
disiplin merupakan kepatuhan kepada peraturan tata tertib, aturan,
atau norma, dan lain sebagainya
Menurut asal-usul kata disiplin berasal dari kata
“discipline yakni seorang yang bbelajar dari satu secara suka
60
Dewa Ketut Sukardi, dan Desak P.E Nila Kusmawati Proses Bimbingan dan Konseling di
Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm.7-8
61
Hendrat Soetopo dan Wasty Sumanto, Op.cit., hlm. 134.
rela mengikuti seorang pemimpin. Orang tua dan guru merupakan
pimpinan dan anak mrupakan murid yang belajar dari mereka
cara hidup yang menuju ke hudup yang berguna dan bahagia.
62
Disiplin sekolah ialah usaha sekolah untuk memelihara
perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong
siswa untuk dapat berprilaku sesuai dengan norma, peraturan, dan
tata tertib yang berlaku di sekolah.
63
Disiplin siswa dimaksudkan
untuk mengarahkan siswa agar tumbuh dan berkembang sesuai
kapasitas dan kemapuan bakat dan minat serta menjadi pribadi
yang utuh sebagai makhluk individu dan sosial, cerdas, terampil
dan bermoral.
Jadi kedisplinan siswa adalah sikap seorang murid yang
patuh atau tunduk terhadap peraturan yang ada di lingkungan
(sekolah). Jadi kedisplinan siswa adalah kepatuhan dan ketaatan
terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah.
1) Tujuan Disiplin
Dalam dunia pendidikan, sangat diperlukan adanya
disiplin sebagai alat yang mengikat dalam dunia pendidikan,
dengan kedisiplinan anak dapat diarahkan, dibimbing dan
dididik, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara
optimal. Kebutuhan akan kedisiplinan sangat diperlukan dalam
dunia pendidikan, berikut ini terdapat beberapa tujuan dari
kedisiplinan.
a) Membentuk prilaku sedemikian rupa hingga ia akan sesuai
dengan peran-peran yang di tetapkan kelompok budaya,
tempat individu itu diidentifikasikan.
64
b) untuk mendorong dukungan bagi terciptanya perilaku
yang tidak menyimpang, mendorong siswa melakukan
yang baik dan benar, membantu siswa memahami dan
62
Elizabeth B.Hurlock, Perkembangan anak,(Jakarta: Erlangga, 1989), Cat.II hlm.82
63
Anisyapradani,”MAnajemen Peserta Didik, http://anisyapradani.blogspot.com/
2010/01/pertemuan-10-pembinaan-disiplin-siswa.
64
Ibid, hlm. 82.
menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan
menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah,
siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik
dan bermanfaat baik serta lingkungannya.
65
Kegiatan pembinaan disiplin siswa dapat dilaksanakan melalui
kegiatan organisasi kesiswaan (OSIS), kegiatan kurikuler dan ekstra
kurikuler.
a) Kegiatan Organisasi Siswa (OSIS)
OSIS merupakan organisasi murid yang resmi diakui dan
diselenggarakan di sekolah dengan tujuan melatih
kepemimpinan murid serta memberi wahana bagi murid untuk
melakukan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler yang sesuai; oleh
karena itu supaya pembinaan administrasinya terutama
menyangkut pembinaan pengelolaan organisasi dan
kegiatannya, apapunn kegiatannya yang dikembangkan
hendaknya selalu dalam rangkaian dan tujuannya, yaitu
pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran,
pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap, selaras
dengan tujuan sekolah yang tertuang dalam kurikulum.
66
OSIS merupakan wadah untuk menampung dan
menyalurkan serta mengembangkan kreatifitas peserta didik,
baik melalui kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler dalam
rangka menungjang keberhasilan kurikuler.
67
Adapun fungsi OSIS ialah pembinaan siswa. Tujuannya
agar siswa nantinya bisa menjadi warga negara yang baik dan
berguna, yaitu sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas dan terampil,
berbudi pekerti luhur, berkepribadian dan bersemangat
kebangsaan, menjadi manusia-manusiapembangunan,
65
Ibid.
66
M. Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: PT Asdi Maha Satya, 2001), hlm. 62.
67
Tim Dosen Administrasi Pendidikan, Pengelolaan Pendidikan, op.cit., hlm.210
yang mampu membangun dirinya sendiri dan bersama-sama
bertanggungjawab atas pembangunan bangsa.
68
Nilai-nilai dari OSIS adalah nilai berorganisasi.
Pengalaman-pengalaman berorganisasi ini di antaranya adalah:
Pengalaman memimpin, pegalaman bekerjasama, hidup
demokratis, berjiwa ttoleransi, dan pengalaman mengendalikan
organisasi.
69
1) Pengalaman memimpin
Khususnya ini bagi anggota pengurus, yang duduk sebagai
ketua organisasi maupun ketua-ketua seksi.
2) Pengalaman bekerja sama
Seluruh pengurus, dan juga anggota, untuk melaksanakan
program-program harus bekerjasama. Perlunya Bekerjasama
seperti yang ada dalam AL-Qur’an surat 9 : 71
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian
yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf,
mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan
zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu
akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.
3) Hidup demokratis
Dalam organisasi tidak bisa seseorang memaksakan
kehendaknya begitu saja kepada orang lain anggota organisasi
tersebut. Semua anggota mempunyai hak dan kedudukan yang
sama.
4) Berjiwa toleransi
Anggota dari suatu organisasi bisa mempunyai pendapat dan
pandangan yang berbeda-beda. Setiap anggota harus rela
menerima keberadaan itu, dan berusaha memadukannya
menjadi suatu yang berguna.
5) Pengalaman mengendalikan diri
Pengalaman ini meliputi pengalaman bagaimana
merencanakan program-program kegiatan, bagaimana
mengorganisasi kegiatan kegiatan, bagaimana menggerakkan
dan mengarahkan orang-orang, menilai dan mengukur
keberhasilan dari suatu kegiatan.
70
68
Mulyono, Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan, (Jogjakarta: AR-Ruzz Media
Groups, 2008), hlm.192
69
.Ibid, hlm.192
70
Soekarto Hendra Fachrudin, dan Hendyat Soetopo, op.cit., hlm. 127.
Dalam gerak langkahnya OSIS mendapat pembinaan dan
bimbingan dari Majlis Pembimbing OSIS (MBO). Majlis
Pembimbing OSIS terdiri atas guru-guru pembina dan diketahui
langsung oleh kepala sekolah. Dengan demikian segala kegiatan
OSIS tetap dalam pembinaan, pengawasan dan tanggung jawab
kepala sekolah. Bidang-bidang kegiatan OSIS bisa bermacam-
macam. Diantaranya ialah:
(1) Kegiatan bidang ilmiah, seperti ceramah-ceramah, diskusi.
(2) Kegiatan bidang olah raga, seperti senam, permainan, bela
diri.
(3) Kegiatan bidang kesenian, seperti tari, drama, seni suara, seni
rupa dan sebagainya.
(4) Kegiatan bidang pecinta alam, seperti mendaki gunung,
tamasya, kemah.
(5) Kegiatan bidang keagamaan, seperti pengumpulan zakat fitrah,
santunan anak yatim.
(6) Kegiatan bidang koperasi sekolah, seperti usaha melengkapi
kebutuhan siswa, melengkapi perpustakaan sekolah.
71
b) Kegiatan ko-Kurikuler dan ekstrakurikuler
Ko-Kegiatan kurikuler adalah Kegiatan di luar jam pelajaran
biasanya bertujuan agar siswa lebih memperdalam dan lebih
menghayati apa yang di pelajari dalam kegiatan intrakurikuler .
Kegiatan ko-kurikuler di laksanakan dalam berbagai bentuk
seperti mempelajari buku-buku tertentu, melakukan penelitian,
membuat karangan, dan kegiatan-kegiatan yang sejenis dengan tujuan
untuk lebih menghayati/memperdalam apa yang telah di pelajari.
Hasil kegiatan ini ikut menentukan dalam pemberian nilai bagi para
siswa.
72
Sedangkan yang di maksud ekstra kurikuler adalah kegiatan
yang diselenggarakan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada
waktu libur) yang di lakukan di sekolah atau di luar sekolah dengan
tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan
71
Ibid, hlm.148.
72
Piet A. Sahertian, Op.cit., hlm.132.
antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat serta
melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya .
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di
luar kelas dan di luar jam pelajaran (kurikulum) untuk menumbuh
kembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki
peserta didik (siswa) baik berkaitan dengan aplikasi ilmu pengetahuan
yang didapatkannya maupun dalam pengertian khusus untuk
membimbing siswa dalam mengembangkan potensi dan bakat yang
ada dalam dirinya melalui kegiatan-kegiatan yang wajib maupun
pilihan.
73
E. Monitoring
Monitoring adalah suatu proses pemantauan untuk
mendapatkan informasi tentang pelaksanaan suatu kegiatan yakni
manajemen kesiswaan. Kegiatan monitoring adalah suatu kegiatan
memonitor atau mengawasi seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seluruh
warga sekolah; dalam hal ini difokuskan pada aktivitas-aktivitas yang
dilakukan oleh siswa.
74
. Kegiatan monitoring ini dapat dilakukan secara
langsung pada kegiatan yang di lakukan oleh siswa dan kegiatan
monitoring secara tidak langsung dengan mendengarkan laporan dari
orang yang terlibat dalam kegiatan.
1. Prinsip-Prinsip Manajemen Kesiswaan
Berkenaan dengan manajemen kesiswaan ada beberapa prinsip
dasar yang harus mendapat perhatian berikut ini, yaitu:
1. Siswa harus diperlukan sebagai subyek dan bukan obyek
2. Kaeadaan dan kondisi siswa sangat beragam, ditinjau dari kondisi
fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan sebagainya.
3. pada dasrnya siswa hanya akan termotifasi belajar, jika mereka
menyenangi apa yang diajarkan.
73
Mulyono, op.cit., hlm. 191.
74
Ara Hidayat, Imam Machali, Pengelolaan Pendidikan, (Bandung: Permata Biru, 2010), hlm.27.
4. Pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah
kognitif, tetapi juga afektif dan pisikomotorik.
75
Adapun kewajiban siswa adalah:
1. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan
2. Mematuhi ketentuan peraturan yang berlaku.
3. menghormati tenaga kependidikan
4. Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan dan ketertiban
serta keamanan sekolah yang bersangkutan.
76
Jadi dalam manajemen kesiswaan perlu memperhatikan prinsip-prinsip yang
ada agar siswa melaksanakan kewajibannya dan mendapatkannya.
75
Hasbullah, Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya terhadap
Penyelenggaraan pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2006),hlm.121-122
76
Mulyono,Op.cit.,hlm.179.
BAB III
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESISWAAN
DI MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL HUDA
KABUPATEN GROBOGAN
A. Kondisi Umum MA Miftahul Huda Grobogan
1. Sejarah berdiri dan perkembangan MA Miftahul Huda Grobogan
MA Miftahul Huda berdiri pada tahun 1992. Lembaga ini didirikan oleh
pengurus yayasan. Adapun lokasi yang di pergunakan adalah tanah wakaf.
Sedang pembangunan dari para pengurus yayasan. Setelah gedung ini berdiri
maka sekolah ini di beri nama MA Yapim yang kemudian berubah menjadi MA
Miftahul huda.
Dengan berdirinya MA Miftahul Huda para siswa lulusan dari
MTS/SMP di harapkan dapat langsung ke sekolah ini. Hal ini merupakan upaya
para pendiri yayasan untuk menampung para siswa lulusan dari MTS/SMP.
Karena siswa maupun siswi yang masuk dalam pendidikan sekolah, maka
mereka akan menjadi manusia yang berbudi luhur, berakhlaq mulia, cakap dan
cerdas, percaya pada diri sendiri dan berguna bagi nusa dan bangsa sebagaimana
yang tercantum dalam maksud dan tujuan pendidikan nasional.
77
2. Letak Geografis
MA Miftahul Huda berlokasi di desa Ngeluk Penawangan Grobogan
dengan jarak ± 7 km dari pusat kota dan 50 meter dari jalan raya kota Purwodadi
kabupaten Grobogan serta lokasinya berada di lingkungan masyarakat. MA
Miftahul Huda menempati tanah seluas 805 m2 dengan tata letak sebagai
berikut:
Sebelah Selatan : Pemukiman sawah
Sebelah Utara : MTs Yapim
Sebelah Barat : MTs N jatilor
Sebelah Timur : SMP N 1 Penewangan
78
77
Yayasan MA YAPIM Ngeluk Penawangan Grobogan, Awal berdirinya, (Penawangan,
1997)
78
Hasil Observasi pad tanggal 30 agustus 2010
3. Sarana dan Prasarana
Untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran, maka dik perlukan
sarana dan prasarana yang mendukung. Adapun sarana dan prasarana yang ada
di MA Miftahul Huda adalah:
4. Ruang kepala sekolah
5. Ruang guru
6. Ruang BP/BK
7. Ruang kelas (6) local
8. Ruang TU
9. Ruang Perpustakaan
10. Ruang Laboratorium komputer
79
4. Struktur Organisasi
Sebagai pendidikan format, sudah tentu MA Miftahul Huda mempunyai
struktur organisasi yang cukup baik, sehingga dengan struktur organisasi
tersebut meliputi beberapa unsur yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala
sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan, waka humas, waka sarpras dan Bp,
Pembina pramuka, wali kelas, guru, tenaga administrasi dan siswa
80
.
5. Keadaan guru karyawan dan siswa
4. Keadaan guru dan Karyawan
Jumlah tenaga pengajar di MA Miftahul Huda Grobogan semuanya
berjumlah 16 orang, yang terdiri dari 13 guru tetap, Mereka merupakan guru-
guru profesional dalam bidangnya, ditambah 2 karyawan tata usaha, 1
Penjaga yang meliputi pesuruh. Semua pegawai PNS didalamnya
didapatkan dari Depdiknas, hanya satu yang didapat dari Depag
(Departemen Agama).
Dari sekian guru dan karyawan yang terdapat pada MA Miftahul
Huda Grobogan masing-masing mempunyai latar belakang pendidikan yang
79
Wawancara dengan waka sarana dan prasarana bapak Mohadi pada hari Sabtu 28
agustus 2010
80
Profil Ma Miftahul Huda tahun 2010/2011
berbeda-beda, demikian pula mata pelajaran yang diampunya atau tugas
yang di emban.
Pada umumnya guru dan karyawan MA Miftahul Huda Grobogan
memiliki kemampuan mengajar dengan baik dan memiliki rasa tanggung
jawab atau loyalitas terhadap almamater dan pimpinan dengan baik, karena
antara atasan dengan guru dan karyawan terjalin hubungan yang sangat
harmonis. Hal ini dapat berjalan karena satu sama lain mempunyai sifat
tenggang rasa yang sangat tinggi dan saling menyadari
81
5. Keadaan Siswa
MA Miftahul Huda Grobogan mempunyai siswa sebanyak 145siswa
terdiri dari 71 siswa putra dan 74 siswa putri. Dalam proses belajar mengajar
terbagi menjadi 6 kelas, kelas X 2 kelas, kelas XI 2 kelas, dan Kelas XII 2
kelas. Masing-masing kelas terdiri dari 21 dan 28 siswa.
82
6. Visi, Misi dan Tujuan MA Miftahul Huda Grobogan
a. Visi Madrasah
Terbentuknya generasi yang handal religius berakhlakul karimah
yang strategis dan dinamis.
b. Misi madrasah
B. Terwujudnya generasi yang unggul dalam bidang Ilmu Pengetahuan
dan teknologi (IPTEK)
C. Menguasai disiplin ilmu Agama dan Moralitas yang Islami (IMTAQ)
D. Menumbuhkan/ Membangkitkan generasi yang berkualitas.
E. Mempersiapkan generasi yang kreatif, Inovatif, dan Produktif.
c. Tujuan
Tujuan umum MA Miftahul Huda adalah mengacu kepada tujuan
pendidikan nasional sebagai mana tertuang dalam UU Nomor 2 Tahun 1989
tentang Sistem pendidikan nasional, yaitu membentuk manusia yang beriman
dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berkepribadian /
81
Laporan Bulanan MA Miftahul Huda bulan 6 juli 2010
82
Buku data Keadaan MA Miftahul Huda bulan Agustus 2010
berakhlakul karimah, mandiri, cerdas, disiplin, kreatif, trampil, beretos kerja,
professional, bertanggungjawab, dan memiliki rasa kesetiakawanan yang
tinggi.
83
C. Implementasi manajemen Kesiswaan di Madrasah Aliyah Miftahul Huda
Grobogan.
2. Penerimaan Siswa Baru.
1. Petatapan persyartan siswa yang akan diterima
1. Masalah Waktu
Penerimaan siswa baru merupakan peristiwa penting bagi suatu
sekolah dan sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi MA Miftahul Huda
.Untuk menerima siswa baru untuk dididik dan diajarkan berbagai
macam pengetahuan dan diberikan bimbingan serta pembinaan untuk
mengembangkan kepribadian mereka hingga menjadi insan yang berilmu
dan bertakwa.
Pendaftaran dan penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda di
mulai jam 08.00-12.00 WIB tiap hari kerja, kecuali hari minggu tutup.
Dengan mengikuti segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh madrasah
dan Departemen Agama dan Kantor Dinas Pendidikan Nasional. Mengenai
waktu ujian tes seleksi dilaksanakan seminggu setelah pendaftaran diakhiri.
Kemudian tes tiap-tiap pendaftar diumumkan lewat pengumuman yang telah
dicantumkan dipapan informasi dengan nilai hasil tes yang telah diperoleh
calon siswa baru tersebut.
2. Masalah Persyartan
Dalam penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda menentukan
persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap calon siswa baru,
untuk bisa diterima sebagai siswa baru di madrasah, persyaratan itu antara
lain:
2. Menyerahkan Foto Copy Ijazah/STTB/ STL/ STK SMP/MT yang
telah dilegalisir kepala sekolah sebanyak 2 lembar.
3. Menyerahkan pas photo ukuran 3x4 sebanyak 4 lembar
83
Profil MA Miftahul Huda, Visi, Misi dan Tujuan, pada tahun 2005
4. Membayar uang pendaftaran 15.000.
5. Semua persyaratan di masukkan dalam stop map yang di sediakan
sekolah (Warna biru untuk putri dan Warna kuning untuk Putra).
84
Adapun tabel PSB adalah sebagai berikut:
DATA PENERIMAAN SISWA BARU
MA MIFTAHUL HUDA
TAHUN 2010/2011
85
No Tahun Pendaftar Yang diterima Ket
J. 2006/2007 67 67
K. 2007/2008 72 72
L. 2008/2009 58 57
M. 2009/2010 48 47
N. 2010/2011 48 46
GRAFIK PENERIMAAN SISWA BARU
MA MIFTAHUL HUDA TAHUN TAHUN 2010/2011
86
Dari grafik diatas di jelaskan bahwa penerimaan siswa baru di MA
Miftahul Huda pada tahun 2005 bagus mencapai 48%, pada tahun 2006
mengalami peningkatan sebanyak 20 %, pada tahun 2007 mengalami
peningkatan lagi mencapai 70% akan tetapi pada tahun 2008 mengalami
penurunan menjadi 55% kemudian pada tahun 2009 mengalami penurunan
lagi mencapai 48% dan di tahun 2010 tidak mengalami penurunan atau
kenaikan
84
Brosur Penerimaan Siswa Baru dan wawancara dengan Pembina Kesiswaan selasa 31
agustus 2010
85
Data Penerimaan Siswa Baru MA Miftahul Huda
86
Ibid..
0
1
0
2
0
3
0
4
0
5
0
6
0
7
0
8
0
2006/200
7
2007/200
8
2008/200
9
2009/201
0
2010/201
1
Yang
diterima
Pendaft
ar
Cara Penerimaan siswa baru MA Miftahul Huda dengan
menggunakan test. Waktu pelaksanaan Tes seleksi PSB di laksanakan satu
minggu setelah waktu pendaftaran berakhir. Pengumuman hasil tes
dilakukan tiga hari setelah tes dilaksanakan Untuk Calon siswa baru.
Adapun materi yang diujikan dalam tes adalah tes Pengetahuan
agama. Untuk mereka yang berasal dari sekolah lain tetapi ingin
meneruskan sekolahnya di MA Miftahul Huda juga dilakukan tes. ini
dilakukan agar tidak ada rasa iri diantara siswa yang lain
b. Pembentukan Panittia
Pembentukan panitia siswan baru di MA Miftahul Huda dilakukan
satu kali dalam satu tahun. Sehingga sehingga setiap selesai kegiatan
penerimaan siswa baru, susunan panitia tersebut di bubarkan.Yang
menentukan siapa saja yang akan menjadi panitia penerimaan siswa baru
adalah kepala MAMiftahul Huda.Dan yang menjadi Panitia penerimaan
siswa baru adalah para guru dan waka kesiswaan. Mangapa demikian?
Yaitu Supaya koordinasi sesame panitia maupun dengan Kepala MA
Miftahul Huda lebih mudah. Selain itu juga karena Pendaftaran calon siswa
baru waktunya sampai jam 17.00.
Susunan kepanitiaan penerimaan siswa baru adalah
a. Ketua
b. SEkretaris
c. Bendahara
d. Pendaftar
e. Bendahara
f. Pendaftar Ulanfg
g. Penitipan ulang
f. Koperasi
c. Masa Orientasi Siswa Baru
Masa orientasi siswa baru ini dilaksanakan setelah adanya pengumuman
kelulusan tes seleksi pada pendaftar calon siswa, biasanya MOS ini dihandle
oleh OSIS bekerja sama dengan Wakamad Kesiswaan. Tujuan diadakannya
MOS hádala pengenalan bagi siswa baru mengenai kondisi madrasah baik yang
meliputi tata tertib, kondisi siswa serta pengenalan pelajaran yang akan
dihadapi, hal ini dimaksudkan agar siswa nantinya tidak akan mengalami
kejanggalan dalam menempuh studinya.
Adapun kegiatan-kegiatan yang harus diikuti siswa baru selama MOS
antara lain:
a. Mengenal semua guru-guru dan staf-staf yang ada dilingkungan madrasah
b. Mengenal siswa lama dan pengurus OSIS agar terjalin keakraban diantara
siswa
c. Penjelasan tentang program pendidikan dan tata tertib siswa
d. Himbauan tentang pelaksanaan program kebersihan,
Setelah proses penerimaan siswa baru, maka kegiatan kesiswaan selanjutnya
yang perlu dilaksanakan hádala pengelompokan siswa. Pengelompokan siswa
diadakan dengan maksud agar pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar
berjalan lancar, tertib sehingga dapat tercapai tujuan-tujuan pendidikan yang telah
diprogramkan.3
Ada dua jenis pengelompokan siswa yang dilaksanakan di MA Miftahul
Huda, diantaranya yaitu pengelompokan dalam kelas-kelas dan pengelompokan
berdasarkan kemampuan. Hal ini dengan tujuan untuk memilahkan mana siswa
yang kemampuannya lebih dan kurang. dikarenakan adanya penguatan dalam
pengajaran atau dalam arti lain siswa dalam memahami pelajaran dapat secara
merata atau seimbang.
87
2. Pendataan Kemajuan Belajar Siswa
Kemajuan prestasi belajar para siswa di madrasah, kepada sekolah
sebagai manajer pendidikan tiap satu semester mengadakan kontrol dan evaluasi
dengan guru dan wali murid sebagai laporan dan masukan prestasi anaknya
dalam proses pendidikan dan bimbingan dalam belajar baik di sekolah maupun
di rumah, ini dilakukan lewat pertemuan dan rapat dari semua orang tua murid
yang telah terprogram oleh madrasah. Kerjasama antara kedua belah pihak yaitu
madrasah dan wali murid untuk mengadakan respon dan evaluasi.
87
Wawancara dengan Pembina kesiswaan Bp. Budi pada tanggal 31 Agustus 2010
Dalam Pendataan kemajuan belajar siswa di MA Miftahul Huda terdapat
buku catatan prestasi belajar murid, yaitu meliputi buku daftar nilai, buku legger
dan raport. Dapat dijabarkan sebagai berikut:
88
a. Buku Daftar Nilai
Buku ini merupakan buku yang harus dipunyai oleh tiap-tiap guru yang
mengajar di madrasah untuk mencatat nilai mentah yang diperoleh langsung
dari ulangan harian atau ulangan umum serta nilai- nilai lain seperti nilai
tugas dan aktifitas-aktifitas siswa selama kegiatan belajar mengajar di
madrasah. Adapun Tabel daftar nilai adalah:
TABEL I
CONTOH DAFTAR BUKU NILAI
TAHUN 2010/2011
89
Nilai Akhir
No Nama
UTS UAS TUGAS NA
1 Adhe Arifin 65 80 65 70
2 Azhari 70 70 80 73.3
3 Anik Rahmawati 80 80 75 78.3
4 Catur Adi Nugraha 80 75 75 76.6
5 Catur Haryanto 75 75 80 76.6
6 Dewi rahmawati 75 75 75 75
7 Dewi Susanti 75 70 60 68.3
8 Endah Putri Utami 70 70 80 73.3
9 Indah Minarti 70 75 75 73.3
10 Laila Nihayah 85 80 60 75
11 Leli Inayah 70 80 70 73.3
12 Miftahul Jannah 75 80 70 75
13 Muhammad Nurdin 80 65 70 71.6
14 Nenrng Styaningsih 85 70 60 71.6
15 Nur Afifah 75 78 70 74.3
16 Pika Umaningsih 65 70 80 71.6
17 Rina Yulianti 72 75 80 75.6
18 Rini Ratnasari 65 80 75 73.3
19 Endah Putri Utami 70 70 80 73.3
20 Sekar wulan 75 80 85 80
21 Siti Aripah 60 80 85 75
22
Tomi Agus
Prasetyo 60 80 85 75
b. Buku Legger
88
Wawancara dengan Ibu siti rohmah pada hari 2 september 2010
89
Buku daftar nilai MA Miftahul Huda tahun 2010/2011
Buku ini terdiri dari kumpulan nilai pokok (asli) yang memuat semua
nilai untuk bidang studi dalam setiap periode untuk tiap-tiap wali kelas
mempunyai buku legger di kelasnya masing-masing, disamping itu dari
pihak madrasah juga terdapat kumpulan legger- legger dari kumpulan tiap-
tiap kelas. Adapun Tabel Buku Legger adalah:
TABEL 2
CONTOH DAFTAR BUKU LEGGER
TAHUN 2010/2011
90
2010/2011 2010/2011 2010/2011
Kelas X Kelas XI Kelas XII
Semester Semester Semester
NO MATA PELAJARAN
I II I II I II
1 Pendidikan Agama
a. Al-Qur'an Hadist 79 70 78 76 88 77
b. Fikih 82 74 78 77 85 80
c. Akidah akhlak 82 78 78 80 80 79
2 Pendidikan 82 75 78 88 90 92
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 75 82 90 85 86 78
4 Bahasa Arab 77 75 75 71 72 70
5 Bahasa Inggris 78 75 87 70 84 72
6 Matematika 71 81 75 79 73 72
7 Fisika 85 76 - - - -
8 Biologi 75 81 - - - -
9 Fisika 80 74 - - -
10 Sejarah 78 86 80 82 82 76
11 Geografi 90 85 86 86 82 82
12 Ekonomi 72 85 82 82 82 93
13 Sosiologi 85 80 78 78 94 82
14 Seni Budaya 87 90 82 82 82
15 pendidikan Jasmani, 69 75 70 70 91 80
olahraga,dan kesehatan
16
Teknologi Informasi
dan 65 75 83 83 85 78
Komunikasi
17 Ketrampilan/ 80 70 82 82 70 78
Bahasa Asing**)
c. Buku Raport
Buku raport sudah pasti tiap-tiap siswa mempunyai semua, sebagai
laporan hasil belajar untuk mengetahui prestasinya selama tes semester
yang diselenggarakan oleh madrasah.
91
Adapun Tabel Buku Raport adalah :
90
Buku Nilai pokok asli MA Miftahul Huda tahun 2010/2011
TABEL 3
CONTOH DAFAR BUKU RAPORT
TAHUN 2010/2011
92
Nama Peserta Didik : Lusi Handayani Kelas/Semester :X/1
Nomor Induk : 1104 Tahun pelajaran :2010/2011
Nama Madrasah : MA Miftahul Huda
Nilai Hasil Belajar
Pengetahuan Praktik Predikat
No Komponen
Kriteria
Ketunta
san
Minimal
(KKM)
An
gka
huruf
Ang
ka
Huruf
An
gka
Huruf
A Mata pelajaran
1 Pendidikan Agama
a. Al-Qur'an Hadist 70 80 Delapan nol 80 Delapan nol
b. Fikih 72 82 Delapan dua 83 Delapan tiga
c. Akidah akhlak 70 85 Delapan lima 85 Delapan lima
2
Pendidikan
kewarganegaraan 70 76 Tujuh enam - -
3 Bahasa Indonesia 73 82 Delapan dua 80 Delapan nol
4 Bahasa Arab 65 85 Delapan lima 75 Tujuh Lima
5 Bahasa Inggris 65 75 Tujuh Lima 70 Tujuh nol
6 Matematika 67 76 Tujuh enam - -
7 Fisika - - -
8 Biologi - - -
9 fisika - - -
10 Sejarah 70 92 Sembilan dua - -
11 Geografi 68 79 Tujuh sembilan - -
12 Ekonomi 67 88 Delapan delapan - -
13 Sosiologi 68 87 Delapan tujuh - -
14 Seni Budaya 66 76 Tujuh enam 69 -
15
pendidikan Jasmani,
olahraga dan
Kesehatan, 70 72 Tujuh dua 78 Tujuh delapan
16
Teknologi Informasi
danKomunikasi 70 78 Tujuh delapan 80 Delapan nol
17
Ketrampilan/ Bahasa
Asing**) -
B Muatan Lokal**) -
1. Bahasa Jawa 70 70 Tujuh nol 80 Delapan nol
2. ...................
3. ...................
91
.wawancara dengan Kepala TU Ibu Susilowati pada tanggal 31 Agustus 2010
92
Buku Laporan hasil belajar peserta didik madrasah aliyah Miftahul Huda tahun 2010/2011
Dari pendataan kemajuan belajar diatas siswa siswa di MA tiap
tahunnya mengalami kemajuan yang sangat memuaskan karena siswanya tidak
terlalu banyak maka sangatlah mudah bagi guru untuk memberikan bimbingan
kepada siswa-siswi nya agar prestasi siswa tidak menurun. Berikut adalah data
Prestasi Siswa MA Miftahul Huda Tahun Pelajaran 2010 - 2011.
TABEL 1
93
DATA PRESTASI SISWA
TAHUN2010-2011
Kelas Nama Jml.Nilai Rata-Rata Ranking
X.A Lusi H. 993 76 1
Idawati 975 75 2
Deni nurdiana 965 74 3
X.B Ranggi Eka 1.008 77.53 1
Lispi Nurapiani 960 73.84 2
Deni Awaludin 938 72.15 3
XI.A Ranggi Eka 1.008 77.53 1
Lispi Nurapiani 960 73.84 2
Deni Awaludin 938 72.15 3
XI..B Yosi Gandhi 1.025 73.84 1
Rika Apriani 988 76 2
Risatul Hasanah 982 75.54 3
XII.A Jajah Nuarjijah 1.04 80 1
Wiwit Nadia S. 1.027 79 2
Iyas Faisal 1.005 77.32 3
XII.B Tedi Suprianto 1.03 79.23 1
Siti Hajar 1.017 78.23 2
Lilis Cahyati 986 75.84 3
Di bawah adalah nilai rata-rata ujian akhir Nasional di MA Miftahul
huda t a h u n 20 0 5 - 20 1 0 . Dan Alhamdulilah dari tahun 2005-2010
nilai rata-rata yang di peroleh pada ujian akhir nasional di MA Miftahul huda
tiap tahunnya mengalami kenaikan dan dapat menjangkau standar yang di
tentukan Berikut adalah tabel nilai rata-rata ujian akhir ma miftahul huda
grobogan
93
.Arsip tentang prestasi siswa tahun. 2010-2011dan wawancara dengan guru da pada hari kamis
2september 2010
NILAI RATA-RATA UJIAN AKHIR
MA MIFTAHUL HUDA GROBOGAN
TAHUN2010-2011
94
No
2006/
2007
2007/
2008
2008/
2009
2009/
2010
2010/
2011
1 Bahasa Indonesia 7.20 6.20 7.00 7.00 7.08
2 Bahasa Inggris 6.60 6.20 6.80 6.60 6.51
3 Matematika 6,77 7.00 7.75 8.00 7.04
4 Ekonomi 6.75 7.75 6.50 6.50 7.16
5 Sosiologi' 6,46 7.40 6.40 6.20 7.05
6 Geografii 7.60 7.20 7.40 7.40 7.08
Jumlah 41.44 41.75 41.85 41.70 41.92
GRAFIK NILAI RATA-RATA UJIAN AKHIR
MA MIFTAHUL HUDA TAHUN2010-2011
95
0
1
2
3
4
5
6
7
8
2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 2010/2011
Bahasa Indo
Bahasa Inggri s
Matematika
Ekonomi
Sosiol ogi
Geografi
Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) di MA Miftahul huda pada
tahun 2010 meningkat dibanding tahun 2006 hingga tahun 2009 hal ini
dipengaruhi karena banyak faktor. Angka kelulusan di MA Miftahul Hudan
yang semula 89,88 persen kini menjadi 93,74 persen.Secara persentase, siswa
yng bersekolah di MA Miftahul huda lulus mencapai 100%. sehingga guru dan
karyawan MA Miftahul huda telah berhasil membimbing siswa dengan baik. .
94
Laporan Hasil Sekolah Ujian Nasional SMA/MA Tahun 2006-2010
95
Data hasil olahan sendiri pada hari minggu tanggal 24 oktober 2010
Kita dapat melihat data dan grafi ik kelulusan siswa-siswi MA Miftahul huda
di bawah ini.
DATA KEBERHASILAN/ KELULUSAN SISWA
MA MIFTAHUL HUDA TAHUN2010-2011
96
No Tahun
Jumlah
Peserta
Ujian
Lulus Prosentase Keterangan
1 2006/2007 35 29 80% 6 Siswa tidak lulus
2 2007/2008 44 44 100%
3 2008/2009 42 42 100%
4 2009/2010 57 56 99% 1 Siswa tidak lulus
5 2010/2011 64 64 100%
GRAFIK KEBERHASILAN /KELULUSAN SISWA
MA MIFTAHUL HUDA TAHUN2010-2011
97
3. Bimbingan dan Pembinaan Disiplin Siswa
1. Bimbingan
Berdasarkan hasil penelitian tentang pelaksanaan Bimbingan dan
Pembinaan Disiplin Siswa di MA Miftahul Huda yang peneliti peroleh
96
Dokumentasi MA Miftahul Huda tahun 2009/2010
97
Ibid
0
10
20
30
40
50
60
70
2006/20072007/20082008/20092009/20102010/2011
Peserta ujian
lulus
dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi
yang peneliti peroleh dari sumber yang dapat dipercaya.
Layanan bimbingan di MA Miftahul Huda meliputi aspek
bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir. Personel pelaksanaannya
adalah segenap unsur yang terkait di dalam program pelayanan bimbingan
dengan koordinator dan guru pembimbing sebagai pelaksana dalam aspek
pribadi sebagai pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan
wawasan dalam beriman, bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Kenakalan yang biasa di lakukan oleh siswa MA Miftahul Huda
biasanya merokok, membolos dan berkelahi. Menurut pantauan dari pihak
madrasah kasus perkelahian hanya terjadi beberapa kali saja, perkelahian
antar siswa sendiri maupun antar siswa dengan warga sekitar.
Menjaga agar siswa menjadi lebih disiplin biasanya siswa yang
melanggar peraturan ini diberi sanksi. Sanksi yang diberikan ini bermacam-
macam, ada yang sifatnya memberikan motivasi, sampai pada hukuman
yang bersifat fisik seperti membersihkan lingkungan madrasah, berdiri di
depan kelas, di jewer dan membuat pernyataan.
Adapun kegiatan layanan bimbingan dan konseling di MA
MiftahulHuda
1. Bimbingan Pribadi
Bimbingan pribadi merupakan pelayanan bimbingan dalam rangka
membantu peserta didik dalam menemukan dan mengembangkan pribadi
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bimbingan
ini di lakukan kepada siswa yang suka merokok dan membolos serta
meninggalkan jam pelajaran sebelum istirahat.
2. Bimbingan Sosial
bimbingan sosial adalah bimbingan yang bertujuan membantu
peserta didik memahami diri dalam kaitannya dengan lingkungan dan
etika pergaulan sosial yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung
jawab sosial. Bimbingan ini di lakukan kepada siswa yang berkelahi
dengan temannya sendiri / bikin onar ketika di kelas.
3. Bimbingan Belajar
Bidang bimbingan belajar di lakukan agar prestasi siswa-siswi di
MA Miftahul Huda menaingkat dan membimbing siswa yang IQ nya
kurang agar tidak ketinggalan dengan teman yang lain Bimbingan ini di
laksanakan oleh guru pembimbing materinya berisi tentang; cara belajar
yang efektif, cara membagi waktu, cara mudah menghafal dan lain
sebagainya.
4. Bidang bimbingan karir
Pelayanan bidang bimbingan karir di sekolah di tujukan untuk
mengenal potensi diri sebagai prasarat mempersiapkan masa depan karir
masing-masing. Materi dalam bimbingan karir berupa pemilihan jurusan,
pemilihan jenis perguruan tinggi dan karir yang sesuai dengan minat
dan bakat peserta didik. Pelaksanaan bimbingan karir ini di lakukan oleh
guru pembimbing. Dalam pelaksanaan ke-empat bidang bimbingan
tersebut tentang waktu dan obyek sasarannya di MA Miftahul Huda
secara spesifik tidak terjadwal dengan jelas dikarenakan materi-materi
tersebut di sampaikan secara insidental kepada siapa saja yang
membutuhkan terhadap materi-materi tersebut.
98
Berikut adalah jumlah
data bimbingan siswa yang mendapat bimbingan dari guru BK.
TABEL
99
JUMLAH SISWA DAN BIDANG BIMBINGAN TAHUN 2010/2011DI MA
MIFTAHUL HUDA TAHUN2010-2011
Bidang Bimbingan
Kelas
Pribadi Sosial Belajar. Karir
XI 10 15 20 10
XII 8 9 15 9
XII 8 7 18 10
Jumlah 26 31 53 29
GRAFIK JUMLAH SISWA DAN BIDANG
98
Wawancara dengan Bp Mohadi (BP kelas 1-3) pada hari kamis 2oktober 2010
99
Buku catatan bimbingan dan konseling di MA Miftahul huda.
BIMBINGAN DI MA MIFTAHUL HUDA
100
0
5
10
15
20
25
XI XII XII
Pribadi
Sosial
Belajar.
Karir
2. Pembinaan Disiplin Siswa
Berdasarkan pembahasan permasalahan di atas bahwa tingkat
kedisiplinan dari setiap siswa ternyata berbeda-beda, perlu usaha yang
lebih serius dari pihak sekolah dalam upaya meningkatkan kesadaran
siswa terhadap kedisiplinan. Bukan hanya dengan peraturan yang
terkesan mengikat siswa, kedisiplinan bisa tumbuh bila siswa sering
diberikan penyuluhan dan pengarahan + pengarahan oleh berbagai pihak
terutama lingkungan sekolah.
101
Dalam konteks kedisiplinan belajar siswa adalah ketaatan dan
kepatuhan siswa terhadap tata tertib belajar dan tata tertib sekolah. Dalam
hal ini kedisiplinan tersebut dicirikan antara lain dengan :
1. Senantiasa hadir di kelas sebelum jam pelajaran dimulai
2. Memiliki rencana belajar yang teratur
3. Mengikuti pelajaran tanpa bolos
4. Berpakaian seragam sesuai dengan ketentuan sekolah
5. Melaksanakan tugas yang diberikan guru.
102
Kedisiplinan siswa dalam memanfaatkan waktu untuk belajar di
MA Miftahul Huda kabupaten Grobogan termasuk dalam kategori baik. Hal
ini terlihat dengan banyaknya siswa-siswi yang menaati peraturan di
sekolah, dan adanya kemajuan prestasi yang jauh lebih baik di banding
100
Data hasil olahan sendiri pada hari minggu tanggal 24 oktober 2010
101
Ibid.....
102
Op.cit
tahun sebelumya. Kemajuan belajar siswa di MA tiap tahunnya mengalami
peningkatan yang sangat memuaskan . alhamdulillah sampai sekarang
peningkatan yang di peroleh oleh para siswa-siswi meningkat lebih baik..
Beberapa siswa terbukti mempunyai tingkat kedisiplinan yang baik,
itu berarti faktor utama dalam pelaksanaan disiplin adalah adanya
kesadaran, bukan hanya sebuah aturan. Tinggal bagaimana pihak sekolah
selaku pembimbing dan pelaksana pendidikan di sekolah, menyiasati
permasalahan ini.
103
4. Monitoring
Dalam melakukan pengawasan dan Evaluasi hasil belajar siswa di MA
Miftahul Huda cukup bagus. Cara yang di lakukan oleh kepala sekolah dalam
melakukan evaluasi di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Adalah sebagai berikut:
1. Monitoring dan evaluasi di laksanakan secara keseluruhan meliputi yayasan
dan segenap civitas madrasah.
2. Monitoring atau pengendalian ini di lakukan dengan menggunakan laporan
tertulis atau menggunakan rapat. Dalam rapat kepala sekolah melakukan
evaluasi
3. Monitoring dilakukan dengan memantau secara langsung kegiatan yang ada
di sekolah kemudian menanyakan kepada waka kesiswaan dan melihat
catatan- catatan yang ada di sekolahnya serta bertanya kepada OSIS.
Monitoring yang dilakukan terhadap siswa baru yaitu dengan melihat
catatan-catatan yang di buat oleh waka kesiswaan juga menanyakan
langsung kepada panitia PSB dan melihat langsung kegiatan yang ada di
lapangan.
Kemudian kepala sekolah dalam melakukan pengawasan di sekolah di
lakukan seminggu sekali dengan cara memantau Supervisi dalam KBM di
kelas. Dalam mengawasi PSB di lakukan seminggu tiga kali karena kepala
sekolah mempunyai tugas mengajar di sekolah lain maka dari itu kepala
sekolah bekerjasama dengan para guru dak karyawan.
104
103
Buku catatan disiplin siswa MA Miftahul Huda
104
Wawancara dengan Kepala sekolah pada hari Rabu 1 Oktober 2010
BAB IV
ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN
KESISWAAN
Setelah data-data mengenai pelaksanaan manajemen kesiswaan di MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan terkumpul, maka langkah selanjutya adalah melakukan
penganalisaan terhadap data-data tersebut. Mengingat bahwa data-data yang terkumpul
bersifat fenomenologis kependidikan yang sulit diangkakan dan bersifat kualitatif,
maka dalam menganalisa data digunakan data deskriptif yang dideskripsikan dan
dikomparasikan dengan konsep manajemen kesiswaan yang ditemukan dalam studi
kepustakaan.
Dalam bab ini penulis akan menganalisis hasil penelitian, sehingga dapat di
peroleh informai berdasarkan realita di lapangan. Penelitian ini harus dapat
mendiskripsikan apa adanya darin obyek yang telah di teliti. Tujuan yang ingin di capai
pada penelitian ini adalah agar para pembaca seelah menelaah dapat di ambil hipotesisi
atas Implementasi Manajemen kesisiwaan yang ada di MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan.
1. Penerimaan Siswa Baru
Siswa adalah siapa saja yang terdaftar sebagai objek dan subjek didik di
suatu lembaga pendidikan. Pengelolaan dan pengembangan kesiswaan perlu lebih
diintensifkan melalui jalinan kerja sama antara sekolah dan masyarakat.
Setiap madrasah pada umumnya, dan MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan khususnya berkeinginan untuk merekrut siswa baru sebanyak-banyaknya,
akan tetapi dalam prakteknya menemui beberapa keterbatasan. Adapun keterbatasan
yang dimiliki yaitu:
a. Jumlah ruang belajar yang kosong yang bisa dipakai terbatas
b. Jumlah tenaga guru
c. Waktu belajar di MA Miftahul Huda hanya pagi hari
Pada perekrutan siswa baru di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan
cukup sederhana karena tidak dipublikasikan secara berlebihan, pihak madrasah
menilai bahwa MA Miftahul Huda sudah cukup dikenal dan telah mempunyai nama
di lingkungan sekitar.
Dalam Bab II di jelaskan bahwa penerimaan siswa baru harus
mempertimbangkan data-data yang di peroleh dari sensus sekolah, ukuran sekolah,
dan kelas, kebijakan berkenaan dengan peserta didik, sistem penerimaan siswa baru,
organisasi-organisasi yang boleh diikuti dan didirikan oleh siswa.
105
Penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan seperti
yang di terangkan dalam bab III masih menggunakan sistem tes pengetahuan agama
sehingga semua siswa baru yang mendaftar di terima semua. Padahal penerimaan
siswa baru tidak hanya menggunakan sistem tes. Lembaga pendidikan madrasah MA
Miftahul Huda Kabupaten Grobogan bisa menggunakan sistem bakat dan minat dan
berdasarkan nilai evaluasi belajar tahap akhir.
Menurut Hendyat Soetopo dalam kelompokan siswa ada 5 macam. Di MA
Miftahul Huda pengelompokan siswanya belum seperti yang di ungkapkan oleh
Henyat Soetpo adapun pengelompokan siswa tersebut adalah:
b. Friendship Grouping
Pengelompokan siswa didasarkan pada kesukaan di dalam memilih
teman antar siswa itu sendiri. Jadi dalam hal ini siswa mempunyai kebebasan di
dalam memilih teman untuk di jadikan sebagai anggota kelompoknya.
c. Achievent Grouping
Pengelompokan siswa didasarkan pada prestasi yang di capai oleh
siswa. Dalam pengelompokan ini biasanya diadakan percampuran antara siswa
yang berprestasi tinggi dan rendah.
d. Aptitude Grouping
Pengelompokan siswa didasarkan pada kemampuan dan bakat yang
sesuai dengan apa yang dimiliki siswa itu sendiri.
e. Attention or Interest Groupinglligence
Pengelompokan siswa didasarkan pada perhatian atau minat yang
didasari kesenangan siswa itu sendiri. Pengelompokan ini didasari pada adanya
siswa yang mempunyai bakat dalam bidang tertentu namun siswa tersebut tidak
senang dengan bakat yang dimilikinya.
105
Hendyat Soetopo, Administrasi Pendidikan, (Malang: IKIP Malang, 2989), cet II, hlm.90-91
f. Intelligence Grouping adalah Pengelompokan siswa didasarkan pada hasil tes .
106
Pada tahun 2010/2011 MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan akan
melakukan perbaikan terhadap kegiatan pengelompokan siswa hal ini
dimaksudkan agar siswa nantinya tidak akan mengalami kejanggalan dalam
menempuh studinya.
2. Pendataan Kemajuan Belajar Siswa
Keberhasilan, kemajuan, dan prestasi belajar para siswa memerlukan data
yang otentik, dapat dipercaya dan memiliki keabsahan. Data ini diperlukan untuk
mengetahui dan mengontrol keberhasilan atau prestasi siswa di sekolah.
Pemenuhan data dari siswa yang mudah di akses dan difhami merupakan
hal yang sangat diinginkan oleh semua orang. Baik dari guru atau murid dan juga
orang tua siswa. Kemajuan belajar siswa wajib dilaporkan secara periodik kepada
orang tua siswa sebagai masukan dalam proses pendidikan dan membimbing
anaknya dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah.
107
Hal ini dapat
digunakan sebagai masukan bagi orang tua untuk berpartisipasi dalam proses
pendidikan dan membimbing anaknya ketika belajar baik di sekolah maupun
dirumah
Pendataan kemajuan belajar siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan tidak ada masalah yang berarti, mulai dari buku induk siswa, absensi,
buku raport juga buku legger semua ada, bahkan papan informasi besar yang
digunakan untuk memberikan informasi.
Seperti yang di jelaskan dalam bab II bahwa dalam Pendataan kemajuan
belajar siswa memiliki Tujuan atau Fungsi penilaian adalah sebagai berikut :
a. Penilaian Berfungsi Selektif
Tiap-tiap guru menggunakan cara menyeleksi atau menilai anak
didiknya dengan tujuan:
1) Memilih atau menentukan siswa yang naik kelas dan mendapatkan peringkat
rangking di kelasnya
2) Memilih atau menentukan siswa yang berhak mendapat beasiswa
106
Mulyono, Ibid, hlm.210-211.
107
E.Mulyasa Lok.cit, ,hlm. 47
3) Menentukan siswa yang berhak meninggalkan madrasah ataupun pindah
sekolah lain.
b. Penilaian Bersifat Diagnosis
Penilaian diagnosis ini dilakukan oleh guru yang mengajar untuk
mengetahui kemajuan dan kelemahan dalam proses belajar mengajar. Sehingga
dari pihak guru pun akan lebih mudah mengetahui sebab-sebab kelemahannya
dan mencari cara mengatasinya.
c. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan.
Penilaian ini untuk mengetahui berhasil dan tidaknya belajar para siswa
di madrasah. Kepala sekolah mengadakan peninjauan terhadap maju mundurnya
proses belajar mengajar dengan jalan mengevaluasi hasil belajar yang telah di
bukukan melalui buku nilai, Buku legger dan raport siswa dalam setiap periode
tertentu, apakah prestasi siswanya mengalami kemajuan atau kemunduran
dalam proses belajar mengajar di madrasah
108
Di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan dari pihak guru dalam
memberi tugas-tugas dan penilaian yang diberikan kepada siswanya selalu
memeriksa dan mengembalikan agar siswa mengetahui dimana letak kesalahannya
dan bisa belajar dari kesalahan itu untukperbaikan selanjutnya Yang lebih baik.
3. Bimbingan dan Pembinaan Disiplin Siswa
Pelaksanaan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa di MA Miftahul
Huda Grobogan terlaksana dengan mengandalkan sejumlah kegiatan bimbingan dan
konseling. Seluruh kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka melaksanakan suatu
program bimbingan dan konseling, yaitu suatu rangkaian kegiatan bimbingan dan
konseling yang terencana, terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu
tertentu, misalnya satu tahun ajaran. Suatu program bimbingan dan konseling dapat
disusun dengan berdasarkan pada suatu kerangka berpikir tertentu, yang dapat
mempengaruhi pola dasar yang dipegang dalam mengatur seluruh kegiatan
bimbingan yang diadakan oleh MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan.
Sebagaimana yang diungkapkan Herbangan Siagin bimbingan harus di
berikan oleh pihak sekolah terhadap siswa adalah sebagai berikut:
108
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan,Ibid.hlm.5
12) Pilihan bidang studi
13) Penyesuaian kepada situasi sekolah.
14) Kesukaran belajar
15) Kesukaran yang bertalian dengan keluarga dan lingkungan
16) Gagal dalam bidang studi tertentu
17) Kebutuhan dan kesempatan rekreasi
18) Kurang minat terhadap bidang studi tertentu
19) Kurang harga diri
20) Hambatan-hambatan fisik, mental, emosi dan penyesuaian murid
21) Pilihan pekerjaan penyesuaian waktu senggang
22) Pertentangan antara ambisi dan kesanggupan siswa.
109
Pelayanan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa di MA Miftahul Huda
Kabupaten Grobogan di laksanakan secara terprogram, teratur dan berkelanjutan.
Pelaksanaan program-program itulah menjadi wujud nyata dari diselenggarakannya
kegiatan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa di MA Miftahul Huda Kabupaten
Grobogan.
Dalam pelaksanaan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa MA Miftahul
Huda Kabupaten Grobogan pembimbing bekerjasama dengan berbagai pihak selain
dengan kolega-kolega di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan itu sendiri yaitu
dengan wali peserta didik dan instansi lain dalam rangka peningkatan mutu dan
menyiapkan output yang siap bersaing dalam dunia pelajar maupun masyarakat.
Program-program bimbinga dan pembinaan disiplin siswa adalah program-
program yang dirancang khusus untuk membentuk peserta didik yang mampu
bersaing dalam kehidupan mendatang, yang merupakan usaha untuk mencetak
peserta didik yang berjiwa IPTEK dan IMTAQ serta membentuk MA Miftahul
Huda yang bermutu dalam pendidikan seiring dengan tuntutan zaman tanpa
melupakan jati diri sebagai MA Miftahul Huda yaitu insan yang berwawasan
Islami, berperilaku Islami, bertata hidup zamani dengan cirri Islami, terampil,
berkemampuan teknologi berbasis ilmu pengetahuan akademik setara dengan
lulusan SMU.
109
Harbangan Siagin, op.cit., hlm. 114-115.
Untuk itu pelaksanaan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa di MA
Miftahul Huda Kabupaten Grobogan mewujudkan pengembangan peningkatan mutu
MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan untuk menghadapi dan menyongsong
masa depan yang kompetitif menuju Madrasah Aliyah yang berdaya guna dan
berhasil.
4. Monitoring
Pelaksanaan semua kegiatan kesiswaan perlu adanya monitoring yang
bersifta terus menerus dan berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan adanya
persoalan yang sama bisa berulang pada periode berikutnya, dan perlunya
monitoring inilah menjadikan kegiatan kesiswaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Sebagaimana yang di ungkapkan dalam bab II bahwa evaluasi ini
merupakan kegiatan untuk melalui dan memberikan skor pada kegiatan tertentu
sehingga dapat diketahui berhasil atau tidaknya kegiatan tersebut.
Pengawasan kegiatan manajemen kesiswaan di MA Miftahul Huda
Kabupaten Grobogan dilakukan oleh kepala madrasah, secara operasionalnya di
lapangan berupa pengawasan langsung terhadap kompoenen-komponen manajemen
kesiswaan, dimulai dari tenaga TU dan hasil kerja yang dilakuakn berupa
pengadministrasian kegiatan siswa. Pengawasan tersebut dilakukan dalam kurun
waktu mingguan, bulanan dan akhir tahun.
Monitoring yang dilakukan di MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan
akan efektif jika terjalin koordinasi antar warga sekolah yaitu Kepala Madrasah,
Guru, orang tua murid/wali murid dan masyarakat. Sehingga dengan kerjasama
tersebut diharapkan tujuan manajemen kesiswaan tidak hanya tanggung jawab
sekolah tapi juga tanggung jawab semua pihak tersebut di atas.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengawasan tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Pengevaluasian pelaksanaan kegiatan manajemen kesiswaan, disesuaikan
dengan rencana yang telah ditetapkan.
b. 2) Menentukan penyimpangan yang terjadi (bila ada) dan merumuskan tindakan
sebagai koreksi.
c. Melakukan tindakan koreksi atau perbaikan, tapi upaya perbaikan tersebut
disesuaikan dengan keadaan sumber daya yang ada, baik secara personal
maupun material.
Pada tahun ajaran 2010/2011 MA Miftahul Huda Kabupaten Grobogan
akan berkoordinasi dengan yayasan dan masyarakat untuk mengefektifkan
penanganan manajemen kesiswaan khususnya monitoring kegiatan-kegiatan yang
berhubungan dengan ke-BP-an dan kegiatan-kegiatan lain yang diprogramkan untuk
kegiatan kesiswaan.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari apa yang telah diuraikan pada bab-bab terdahulu, maka dapat peneliti
simpulkan sebagai berikut:
1. Proses pelaksanaan penerimaan siswa baru di MA Miftahul cukup baik dan
bagus. PSB di MA Miftahul di kelola oleh panitia penerimaan siswa bari (PSB)
atau panitia penerimaan murid baru (PMB). Dalam kegiatan ini kepala sekolah
membentuk panitia atau menunjuk beberapa orang guru untuk bertanggung
jawab dalam tugas tersebut, Dalam penerimaan siswa baru di MA Miftahul
Huda panitia melakukan cara atau seleksi sebagai berikut: Ujian/Tes.
2. Pelaksanaan pendataan Kesiswaan di MA Miftahul Huda secara khusus belum
maksimal, contoh kecil dalam pengelolaan siswa adalah pendataan absensi siswa
sehari- hari. hal tersebut sering diabaikan oleh guru; mereka kurang menyadari
bahwa absensi mempunyai peran yang sangat penting antara lain dalam
menentukan prestasi siswa di kelas serta dalam menentukan bantuan bimbingan
belajar dan lain sebagainya.
3. Pengelolaan bimbingan dan pembinaan dalam kegiatan siswa baik intra maupun
ekstra, antara lain OSIS, pramuka dan beberapa ekstra dalam bidang olah raga.
Unit kegiatan ini merupakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat
non akademik; namun realitas yang ada pengawasan terhadap kegiatan siswa
kurang bisa dilakukan dengan kontinyu baik dalam pengontrolan maupun
pengarahan
4. Kegiatan monitoring adalah kegiatan memonitor atau mengawasi seluruh
aktivitas yang dilakukan oleh warga sekolah, sedang evaluasi adalah kegiatan
menilai kemajuan dan suatu aktivitas atau kegiatan membandingkan antara hasil
yang dicapai dengan perencanaan sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya dari pengelola dan penyelenggara pendidikan di
madrasah dalam manajemen Kesiswaan kurang adanya kesiapan untuk bekerja
lebih giat dalam mempersiapkan sumberdaya (SDM) yang handal menghadapi
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang serba modern.
B. Saran
Setelah melakukan pengamatan di lapangan penulis perlu memberikan
masukan (saran) kepada seluruh komponen madrasah yang bertanggung jawab
dalam penyelenggaraan pendidikan, kepala madrasah, pembinaan Kesiswaan dan
masyarakat, antara lain :
Etos kerja tenaga administrasi / TU administrasi kurang, sehingga menghambat
kinerja madrasah.
Yayasan, Kepala Madrasah, Guru dan tenaga TU harus saling bekerja sama
sehingga kelambatan manajemen data Kesiswaan bisa dihilangkan.
Madrasah perlu melakukan evaluasi pada semua komponen khususnya tenaga
administrasi agar meningkatkan disiplin dan etos kerja agar bisa tercapai
tujuan manajemen Kesiswaan.
Madrasah perlu mengirim tenaga TU atau guru untuk mengikuti pelatihan dan
penataran manajemen Kesiswaan agar ada wawasan baru demi kemajuan
madrasah.
Kontrol dan peran serta masyarakat harus diperhatikan dan dijadikan bahan evaluasi
pelaksanaan manajemen Kesiswaan sehingga setiap program yang diambil akan
menjadi efektif dan didukung oleh masyarakat.
C. Penutup
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat
karunia dan hidayahnya yang telah dilimpahkan kepada penulis selama menjalankan
kehidupan ini, hanya dengan pertolongan, dan ridho Allah SWT akhirnya penulisan
skripsi sederhana ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tentunya masih jauh dari
kesempurnaan. Sebab, tiada gading yang tak retak dan tiada manusia yang tak
pernah berbuat salah dan dosa. Oleh karenanya saran, kritik dan masukan yang
bersifat konstruktif dari pembaca sangat saya harapkan demi tercapainya
kesempurnaan skripsi ini di masa mendatang.
Akhirnya tak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu penulis sehingga penulisan skripsi dapat terselesaikan. Hanya
kepada Allah penulis berdoa semoga semua pihak tanpa disebut namanya,
mendapatkan balasan yang baik dan setimpal. Semoga karya ini bermanfaat bagi
kita semua dan tentunya selalu mendapat Hidayah dan Maghfirah dari Allah Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi,Dasar-dasar Evaluasi pendidikan, (Yogyakarta: Bumi Aksara,
1995
Arikunto Suharsimi, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: aditya Media, 2008
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2006
Arikunto Suharsimi, Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif,
Jakarta: CV. Rajawali, 1990
Depak RI, AlQuran dan Terjemahannya, (Jakarta, 1971) hlm. 40
Djumhur dan Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Bandung: CV.
Ilmu,1989
Ermawanti Priyatno, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT Rineka
Cipta, 1999 Cet. I,
E.Mulyasa, Manajemen berbasis kompetensi dan Aplikasinya, Bandung:
Rosdakarya, 2003
E.Mulyasa, Manajaemen berbasis sekolah konsep strategi, dan Implementasinya,
Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007
Fattah Nanang, Landasan manajemen Pendidikan, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2004
Gibson L. Robert / Marianne H. Mitchell, Introduction to Guidance, (New York :
MaxMillian Publishing
Gunawan Ary, Administrasi Sekolah; Administrasi Pendidikan Mikro, (Jakarta: PT
Rineka Cipta, 1996), Cet.I.,
Hasbullah, Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya
terhadap Penyelenggaraan pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada,2006
Hurlock Elizabeth B., Perkembangan anak, Jakarta: Erlangga, 1989
Ikip Semarang Press, Bimbimgan Konseling Sekolah, Semarang: Tim
Pengembangan MKDK Ikip Semarang,1993.
Imam Bukhori, Shohih Bukhori, Juz I, Berut: Daar Al Kutub, 1992
Imam Machali , Ara Hidayat, , Pengelolaan pendidikan, Bandung: Permata Biru,,
2010
Ketut Sukardi Dewa, dan Desak P.E Nila Kusmawati Proses Bimbingan dan
Konseling di Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 2008
L Sisk Henry, Principles of Management, Philippine: By South-Westren
Publikashing Company, 1969
Manja.W, Profesionalisme Tenaga Kependidikan, Malang: Elang Mas, 2007
Mutthowi Ibrahim Ihsmat, Al-Ushul Al-Idariyah Li Al-Tarbiyah, Riad: Dar Al-
Syuruq, 1996
Siagian Harbangan, Administarsi Pendidikan suatu Pendekatan Sistemik,
Semarang: PT Satya Wacana, 1989, Cet.I
M.Echols Jhon dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, Gramedia, Jakarta,
1976
Wasty Sumanto dan Hendiyat Soetopo, Pengantar Operasional Administrasi
Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1982
Fattah Nanang, Landasan manajemen Pendidikan, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2004
Purwanto Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: PT. Remaja
Rosda Karya, 1995, cet. VII.
Purwanto Ngalim,Administrasi pendidikan, Jakarta: Mutiara,1984
Moleong Lexy J., Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Pustaka Setia,2001
M. Manullang, Dasar-dasar manajemen, Yogyakarta: Gadjah Mada Univrsity
Press,2008
Mulyono, Manajemen Administrasi dan organisasi pendidikan, (Jogjakarta: AR-
Ruzz Media Groups, 2008),
M. Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: PT Asdi Maha Satya, 2001
Nur Azizah, Peran Manajemen Kesiswann Untuk Meningkatkan Mutu MTS N
Model Brebes.Skripsi Sarjana Pendidikan Islam, Semarang: IAIN
Walisongo, 2006
Purwanto Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja
Rosda Karya, 1995), cet. VII.
Sagala, Syaiful, Administrasi pendidikan,, Bandung:Alfabeta,2008
Sahertian Piet A., Dimensi-Dimensi Administrasi Pendidikan Di Sekolah,
Surabaya: Usaha Nasional, 1994.
Soebagio Admodiwirio, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: PT Arda Dizya
Jaya, 2000.
Siagin Harbangan, Administarsi Pendidikan suatu Pendekatan Sistemik, Semarang:
PT Satya Wacana, 1989, Cet.I
Sugiono, Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D, Bandung:
Alfabeta,2008
Sugionon, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung :CV.Alfabeta,2008
Suryosubroto, Dimensi-Dimensi Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2004
Undang-undang RI. No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional dan
Penjelasannya, Bandung: Citra Umbara, 2003
Tim Dosen Administrasi Pendidikan, Pengelolaan Pendidikan, (Universitas
Pendidikan Indonesia), 2003
Tim Dosen Administrasi Pendidikan dan Universitas Pendidikan Indonesia,
Manajemen Pendidikan, BAndung, Alfabeta, 2009
TriRama K,, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Karya Agung
Uma Farida, sekripsinya Optimalisasi Manajemen Kesiswaan Dalam
Meningkatkan Potensi Berorganisasi Siswa di MA Darul Amanah sukorejo
Kendal Skripsi Sarjana Pendidikan Islam, Semarang: IAIN Walisongo,
2006
Undang-undang RI. No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional dan
Penjelasannya, Bandung: Citra Umbara, 2003
Walgito Bimo, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Yogyakarta: Andi Offset,
1986
Wasty Sumanto dan Hendiyat Soetopo, Pengantar Operasional Administrasi
Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1982
W.Gulo, Metodologi Penelitian, Jakarta: Graasindo, 2002
Anisyapradani,”MAnajemenPesertaDidik,http://anisyapradani.blogspot.com/2010/0
1/pertemuan-10pembinaan-disiplin-siswa.
AngraheniPrajayanti,http://banjarmasinpost.co.id/read/artikel/42716/16337-pelajar-
smasmk-di-jatim-tidak-lulus
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Vera Anggraini
Tempat/ Tgl Lahir : Penawangan,23 April 1988
Alamat : Desa Ngeluk Rt. 10 Rw. I Kec. Penawangan Kab.
Grobogan Jawa Tengah kode pos 58161
Riwayat pendidikan
SD Negeri Geluk II Lulus Tahun 2000
MTS Ngeluk Lulus Tahun 2003
MAN 1 Purwodadi Lulus TAhun 2006
Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang Lulus Tahun 2011
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya
Semarang, November2010
Yang bersangkutan
Vera Anggraini
Nim: 063311034
HASIL WAWANCARA DENGAN KEPALA SEKOLAH
Hari : Sabtu
Tanggal : 28 Agustus 2010
Tempat : Kantor Kepala Sekolah
Waktu : 7.30-09.00
1. Pernahkah pihak sekolah mengingatkan tentang pentingnya pelaksanaan
disiplin.
Bp Kepala sekolah menjawab pernah. Berarti pihak sekolah selalu mengingatkan
siswa tentang pentingnya kedisiplinan.
2. Apakah dalam mengawasi KBM di lakukan setiap hari
Kami melakukan pengawasan KBM seminggu sekali dengan cara memantau
Supervisi dalam KBM di kelas.
3. Apa kepala sekolah mengawasi kegiatan penerimaan siswa baru dari awal
sampai akhir
Dalam mengawasi PSB di lakukan seminggu tiga kali yaitu senin, rabu, dan sabtu
karena kepal sekolah mempunyai tugas mengajar di sekolah lain maka dari itu
kepala sekolah bekerjsama dengan para guru dak karyawan
4. Bagaimana evaluasi atau hasil belajar siswa di Ma Miftahul Huda
Evaluasi atau hasil belajar siswa di MA Miftahul Huda cupuk bagus. Cara yang di
lakukan oleh kepala sekolah dalam mlekukan evaluasi adalah: Dengan melihat RPP
yang sudah ada, Dengan hasil nilai semesteran siswa-siswi di MA Miftahul
Hudadan Hasil Prestasi siswa selama satu tahun.
HASILWAWANCARA DENGAN WK.KESISWAAN Bp Budi
Hari : Selasa
Tanggal : 31Agustus 2010
Tempat : Kantor guru
Waktu : 09.00-10.00
Setiap bulan apa lembaga yang bapak pimpin menerima siswa baru
Pendaftaran dan penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda di mulai tiap
bulan Juni-juli jam 08.00-12.00 WIB tiap hari kerja,kecuali hari minggu tutup.
Kegiatan tersebut di laksanakan dengan mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan
PSB.
Apa Syarat-syarat nya siswa baru masuk di lembaga ini
Syarat-syarat untuk diterima sebagai calon baru MA Miftahul Huda adalah
sebagai berikut:
v Mengisi Formulir Pendaftaran.
v MenyerahkanFotoCopyIjazah/STTB/STL/STKSMP/MTS yang telah
diligalisir kepala sekolah sebanyak 2 lembar.
v Menyerahkan pas photo ukuran 3x4 sebanyak 4 lembar
v Membayar uang pendaftaran 15.000.
v Semua persyartan di masukkan dalam stop map yang di sediakan sekolah
(Warna biru untuk putrid dan Warna kuning untuk Putra).
Bagaimana seleksi siswa baru yang dilaksanakan di lembaga ini
Dalam penerimaan siswa baru di MA Miftahul Huda panitia melakukan cara
atau seleksi Tes Pengetahuan agama.
Berapa biaya awal masuk sekolah di lembaga ini
Biaya awal masuk penerimaan siswa baru 15. 000 untuk biaya pendaftaran,
kemudian setelah siswa di nyatakan di terima siswa membayar semua biaya yang
telah di sepakati yaitu : 200500. termasuk uang Jariyah.
Apakah lembaga yang bapak bina memberikan batasan jumlah
Di lembaga MA Miftahul huda tidak membatasi siswa yang ingin .
bersekolah di sini. Karena di sekolah ini masih kekurangan siswa. Dan bagi mereka
yang ingn bersekolah masuklah di MA Miftahul huda.
Apakah dalam pelaksanaan di mos bapak bekerja sama dengan pihak luar
Ya kami bekerja sama dengan pihak luar dari koramil, pihak koramil akan
mengisi kegiatan mos setalah adanya kesepakatan dari pihak sekolah dan koramil.
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah pengenalan bagi siswa baru mengenai
kedispiplinan, tanggungjawab, baik yang meliputi tata tertib, PBB, hal ini
dimaksudkan agar siswa nantinya tidak akan mengalami kejanggalan dalam
menempuh studinya.
Apa kegiatan tersebut berjalan lancar
Ya, kegiatan tersebut berjalan lancar dan sesuai yang telah di rencanakan
dan dari siswa yang telah di mendapat peajaran dari l pihak koramil meraka sangat
senang dan mendapat pengalaman baru yang belum pernah mereka dapat selama
bersekolah di sekolah asal.
Apa da Alternatif lain selain kegiatan tersebut
Ada, yaitu mereka melakukan kegiatan kerja bakti bersama dan baksos di
lingkungan sekitar MA Miftahul Huda. Kegiatan ini sudah berjalan dari tahun-tahun
sebelumnya hingga sekarang.
Bagaimana Bapak mempersiapkan kegiatan dalam menyambut siswa baru
Untuk mempersiapkan Kegiatan dalam menyambut siswa baru kami telah
membentuk panitia yang di lansung di handle oleh waka kesiswaan dan di Bantu
oleh OSIS.
Apa setiap siswa yang mendaftar di lembaga bapak di terima semua
Kami menerima semua siswa yang mendaftar di sekolah MA Yapim ini
karena kami masih kekurangan siswa. Jadi tidak ada siswa yang tidak di terima.
Apakah di lembaga yang bapak pimpin semua guru harus memiliki gelar SI dan
S2
Guru di MA Mifthul Huda Ngeluk Penawangan Grobogan dengan berijazah
SI da S2 yang berpengalaman di bidang masing-masing mata pelajaran.
Kapan lembaga bapak mengumumkan hasil penerimaan siswa baru
Pengumuman hasil penerimaan siswa baru di umumkan seminnggu setelah
tes di laksanakan atau menunngu informasi lebih lanjut di papan pengumuman
kampus MA MIFTAHUL HUDA
Bagaimana bagi calon siswa baru yang belum menerina SSKHUN apa dapat
mendaftar dengan menggunakan raport kelas 1-3
Bagi siswa yang belum menerima SKHUN tetap bias mendaftar dengan
Syarat membawa surat pengantar dari sekolah asal dan tidak menggunakan raport
kelas 1-3.
Apa saja materi yang di ujikan bagi siswa baru
Materi yang di ujikan di lembaga MA Miftahul Huda yaitu materi
pegetahuan agama
Bagaimana dengan rincian biaya pendaftaran siswa baru
1. Daftar Ulang : RP. 30.000
2. SPP Bulan Juli : Rp. 50.000
3. Tabungan Ujian bulan Julli : Rp. 7.500
4. OSIS 1 tahun : Rp. 20.000
5. Pramuka 1 tahun : Rp. 20.000
6. Komputer bulan Juli : Rp. 7.500
7. Begde dan Buku SPP : Rp. 12.000
8. Perawatan sarana pendidikan 1 tahun : Rp. 17.000
9. Jariyah 2010/2011 : Rp. 25.000
10. Iuran KKM 1 tahun : Rp. 1.500
11. Sarana Olahraga : Rp. 10.000 +
Jumlah Rp.200.500
Apa di Lembaga MA Miftahul Huda Menyediakan buku pendaftaran bagi calon
siswa baru
Lembaga Ma Miftahul Huda menyedikakan buku pendaftaran untuk calon
siswa baru.
Bagaimana proses pelaksanaan PSB, waktu, sistem seleksi penerimaan, serta hal
apa saja yang dilakukan untuk mensukseskan kegiatan PSB sebelum dan pada
saat PSB.
Proses pelaksanaan penerimaan siswa baru di MA Miftahul di kelola oleh
panitia penerimaan siswa bari (PSB) atau panitia penerimaan murid baru (PMB).
Dalam kegiatan ini kepala sekolah membentuk panitia atau menunjuk beberapa
orang guru untuk bertanggung jawab dalam tugas tersebut, Waktu pelaksanaannya
adalah pada bulan juni sampia juli. Dalam penerimaan siswa baru di MA Miftahul
Huda panitia melakukan cara atau seleksi sebagai berikut: Ujian/Tes, Penelusuran
Bakat kemampuan, dan Berdasarkan Hasil EBTA .
Apa di Ma Miftahul Huda juga membuka pendaftaran melalui internet
Kami tidak membuka pendaftaran melaui internet. Bagi siswa yang mau
mendaftara bias datang langsung ke kampus MA Miftahul Huda.
Apa saja yang dilakukan panitia Penerimaan Siswa Baru untuk menjaring siswa
berprestasi, teknik seleksi penerimaan, kegiatan setelah PSB dan MOS.
Panitia PSB dan pihak pihak madrasah memberikan keringanan pada calon
siswa baru yang mencapai nilai tertinggi tersebut untuk bebas dari uang SPP
selama satu semester. Setelah proses penerimaan siswa baru dan MOS maka
kegiatan kesiswaan selanjutnya yang perlu dilaksanakan adalah pengelompokan
siswa. Pengelompokan siswa diadakan dengan maksud agar pelaksanaan kegiatan
proses belajar mengajar berjalan lancar, tertib sehingga dapat tercapai tujuan-tujuan
pendidikan yang telah diprogramkanS
Bagaimana persiapan MOS Ma Miftahul Huda meliputi teknis, waktu dan apa
saja kegiatan selama MOS serta siapa saja tutornya.
Masa orientasi siswa baru ini dilaksanakan setelah adanya pengumuman
kelulusan tes seleksi pada pendaftar calon siswa, biasanya MOS ini dihandle oleh
OSIS bekerjasama dengan Waka Kesiswaan. Tujuan diadakannya MOS adalah
pengenalan bagi siswa baru mengenai kondisi madrasah baik yang meliputi tata
tertib, kondisi siswa serta pengenalan pelajaran yang akan dihadapi, hal ini
dimaksudkan agar siswa nantinya tidak akan mengalami kejanggalan dalam
menempuh studinya.
Kegiatan-kegiatan yang harus diikuti siswa baru selama MOS adalah
Mengenal semua guru-guru dan staf-staf yang ada dilingkungan madrasah,
Mengenal siswa lama dan pengurus OSIS agar terjalin keakraban diantara siswa ,
Penjelasan tentang program pendidikan dan tata tertib siswam dan Himbauan
tentang pelaksanaan program kebersihan, keindahan dan pengenalan lingkungan
madrasah dengan meninjau fasilitas-fasiltas madrasah, seperti
laboratorium,perpustakaan dan tempat-tempat penting yang lain.
HASIL WAWANCARA DENGAN IBU SITI ROHMAH
Hari : Kamis
Tanggal : 2 September 2010
Tempat : Ruanh TU
Waktu : 09.00-10.00
1. Bagaimana dengan kedisiplinan di Ma Miftahul Huda
Kedisiplinan di MA Miftahul huda sangant baik meski masih kurang di banding
sekolah lain namun tidak kalah dengan baik madrasah-madrasah lain.
2. Bagaimana sikap guru menghadapi siswa yang bermasalah
Kami dalam menghadapi siswa yang bermasalah di tangani dengan memberi
peringatan namun jika peringatan itu di hiraukan akan di beri sangsi jika masih
tidak menghiraukan maka di keluarkan dari ruangan atau tidak boleh mengikuti jam
pelajaran sampai pergantian jam selanjutnya tiba.
3. Bagaiman proses penanganan buku induk, buku klepper, dan buku raport.
Proses penanganan buku induk, buku klepper, dan buku raport di MA Miftahul
huda sangat di kelola dengan baik. Pengelolaannya di handle langsung oleh bagian
TU / Administrasi oleh ibu Siti Rohmah dan Ibu susilowati.
4. Bagaimana cara guru memberikan peneilaian terhadap siswa
Guru memberikan penilaian dengan melihat prestasi anak di kelas. Tidak hanya di
kelas saja namun jiga di luar kelas tapi juga bagaimana prilaku siswa terhadap guru
termasuk etika, sopansantun dll.
5. Bagaimana langkah guru dalam menghadapi siswa yang IQ nya kurang.
Langkah guru dalam menghadapi siswa yang IQ nya rendah yaitu dengan cara
memberi bimbingan pada siswa tersebut secara terus menuerus. Bimbingna di
berikan keatika di kelas apbila di berikan di kantor siswa gak mau karena malu di
lihat oleh para guru yang lain.
6. Bagaimana kemajuan belajar siswa dari tahun ke tahun di Ma Miftahul Huda
Kemajuan belajar siswa di MA tiap tahunnya mengalami kemajuan yang sangat
memuaskan karena siswanya tidak terlalu banyak maka sangatlah mudah bagi guru
untuk memberikan bimbingan kepada siswa-siswi nya agar berprestasi sesuia yang
di inginkan siswa dan sekolah.
7. Bagaimana prestasi siswa-siswi di Ma M Miftahul Huda
Prestasi siswa-siswa di sekolah kami sangatlah baik dan memuskan meskipun
demikian kami pihak sekolah senang dengan prestasi yang di raih oleh siswa-siswi
kami.
8. Apakah prestasi yang pernah di raih oleh sekolah
Sekolah kami pernag meraih prestasi lomba olahraga antar sekolah sekecamatan
dan kabupaten serta sejawa tengah. Kami mendapat juara satu putra dan juara dua
putri.
9. Apakah prestasi belajar siswa di sekolah ini tiap tahunnya meningkat.
Prestasi di sekolah kami tiap tahunnya meningkat, alhamdullilah sampai sekarang
sekolah kami semakin tinggi peningkatan yang di peroleh oleh para siswa-siswi
kami juga memuaskan.
10. Bagaimana dengan siswa yang berprestasi tinggi.
Untuk siswa yang berprestasi tinggi di sekolah kami dari pihak yayasan ataupun
sekolah memberikan keringanan kepada siswa tersebut bebas SPP selama satu
semester jika semester berikutnya sampai selesai masih berprestasi tinngi maka
bebas SPP selama sekolah di Lebaga kami atau selama 3 tahun.
HASILWAWANCARA DENGAN WAKA BIMBINGAN Bp MOHADI
Hari : Kamis
Tanggal : 2 September 2010
Tempat : Ruanh TU
Waktu : 08.00-09.00
1. Bagaimana dengan siswa yang IQ nya kurang setelah mendapat bimbingan.
Siswa yang IQ nya kurang setelah mendapat bimbingan dari Bina bimbingan
penyuluhan siswa atau BK mereka mengalami perubahan yaitu adanya kemajuan
prestasi yang jauh lebih baik di banding sebelum mendapatkan bimbimgan atau
binaan.
2. Bagaimana dengan siswa yang mengalami masalah baik permasalahan
pribadi, belajar maupun di luar sekolah.
Bagi siswa yang mengalami masalah jika siswa tersebut bercerita atau curhat kami
akan membantu dan memvberi solusi apabila siswa tidak bercrita dari kami
membiarkan saja.
3. Bagaimana siswa yang suka bolos setelah mendapat bimbingan
Siswa seteelah mendapat bimbingan atau pringatan dari guru BP/BK mereka sadar
membolos mergikan mereka dan tidak mendapat apa-apa dan pada akhirnya mereka
menjadi rajin dan tidak membolos lagi.
4. Bagaimana siswa yang sering tidak masuk atau meninggalkan jam belajar
ketika proses belajar mengajar berlangsung.
Kami memberi peringatan pertama yaitu dengan lisan apabila tidak ada perubahan
kami memanggil orang tuanya untuk di peringatkan jika tindakan ini di abaikan
maka kami melakukan langkah terakhir yaitu dengan cara mengeluarkan siswa
tersebut dari sekolah.
5. Bagaimana cara sekolah mengingatkan siswa pada kedisiplinan
Sekolah mengingatkan siswa dengan pemberian amanat Pembina upacara pada saat
upacara dan pelaksanaan/ penyuluhan langsung, serta penerapan peraturan yang
langsung ditindak lanjutioleh kesiswaan.
6. Bagaimana sikap guru dalam menghadapi siswa-siswa yang bikin kacau di
dalam kelas.
Kami menghadapi siswa yang bikin kacau atau gaduh di kelas di beri peringatan
kedua sangsi dan ketga di beri tugas tersendiri agar sadar bahwa menghargai guru
sangatlah penting karena guru adalah pahlawanku.
7. Bagaimana guru menghadapi siswa yang kurang berminat dalam belajar.
Bagi siswa yang kurang semangat dari kami mengaajak bicara dari hati ke hati agar
siswa tersebut mau terbuka kepada kami kemudian kami memberikan soslusi dari
masalah yang di hadapi dan memberi dukungan agar semangat belajar.
8. Bagaimana bimbingan yang di lakukan oleh guru terhadap siswa yang
berprestasi atau tidak.
Para guru memberikan perlakuan yang sama terhadap siswa yang berprestasi atau
tidak. kami tidak pilih kasih atau memberikan perhatian lebih. Bagi kami semua
sama tidak ada yang di beda-bedakan itu kami lakukan agar tidak ada rasa cemburu
antara siswa satu dengan yang lain.
9. Bagaimana kepala sekolah melakukan pengawasan terrhadap kegiatan
penerimaan siswa baru di Ma Miftahul Huda.
Kami Melakukan pengawasan terhadapa siswa baru dengan melihat catatan-catatan
yang di buat oleh waka kesiswaan juga menayakan lanngsung kepada panitia PSB
dan melihat lansung kegiatan yang ada di lapangan.
10. Bagaimana kedisiplinan siswa-siswi serta guru di sekolah
Kedisiplinan siwa dan guru berjalan sesuai ketetapan yang ada dan juga berjalan
baik dan lancar.
11. Bagaimanan Pemahaman siswa tentang disiplin
Dari penelitian 80 % Bp Mohadi Menjelaskan bahwa siswa memahami arti dari
disiplin sememtara sisanya kurang memahaminya.
12. Sudahkah siswa menerapkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari
Sudah menerapkannya 60 %
Sedikit /kadang-kadag 30%
Belum 10%
13. Pernahkah siswa terlambat masuk ke sekolah
Sebagian besar siswa (70%) pernah terlambat datang ke sekolah.
14. Pernahkah siswa bolos sekolah
20% dari responden menjawab ya, 30 % menjawab karena iseng, 20 %
menghindari salah satu mata pelajaran.
15. Pernahkah siswa ditegur langsung oleh guru saat melakukan
tindakanyangdinilaikurang disiplin.
30% menjawab sering, 50% menjawab pernah, sisanya belum pernah.
16. Peringatan yang diberikan guru terhadap siswa yang dinilai kurang disiplin
30% menjawab sering,
50% menjawab pernah,
sisanya belum pernah.
DAFTAR JUMLAH SISWA MA MIFTAHUL HUDA
TAHUN PELAJARAN 20102011
Jumlah Siswa
Kelas Jumlah Kelas
Laki Perempuan
Jumlah
X 2 21 26 47
XI 2 22 22 44
XII 2 28 26 54
Jumlah 6 71 74 145
DATA GURU DAN KARYAWAN
MA MIFTAHUL HUDA TAHUN 20102011
No Kode Jabatan Pendidikan
1 Drs. Masturi Kepala Madrasah IAIN S.I
2 Hari Wijayanto,S.Pd Waka kurikulum UNS S.I
3 Budi Subyoto, S.Pd
Budi sunyoto,S.pd
UMS S.I
4 H.S. Sudarna,S.Pd.I,M.Ag Perpustakaan IAIN S.I
5 Mohadi Mohadi PGA
6 Ali Murtadho, S.Pd.I,M.Ag Wali Kelas XIIx UMS S.I
7 Susiliwati, S.Pd.I keuangan SETIAWS S.I
8 Kundori, S.Pd Wali Kelas Xa UMS S.I
9 Ali Mustofa, S.Pd.I Wali KelasXIa IKP S.I
10 Khaidar Heru, S.Pd Wali Kelas XIIa IKIP S.I
11 Ngatmin,S.Pd Guru IKIP S.I
12 Siti RoHmah, SE Kepala Tata usahas STAIN S.I
13 Muqorrobin, S.Pd.I Wali Kelas XIb SETIAWS S.I
14 Fairoh, SE Wali Kelas Xb UMS S.I
15 Rubadi Penjaga SMP
RUANG GURU
R. TAMU
KAMAD
R
U
A
N
G

T
U
X
I
B
X
I
I
S
1
X
I
I
S
2
RUANG OSIS
RUANG BP
G
U
D
A
N
G
R
u
a
n
g
L
a
b
o
r
a
t
o
r
i
u
m
K
E
L
A
S

X
I

A
K
E
L
A
S

X

B
K
E
L
A
S

X

A
TOILET
P
A
R
K
I
R

S
E
P
E
D
A

/

M
O
T
O
R
RUANG
PRAMUKA
RUANG UKS
STRUKTUR ORGANISASI
MA MIFTAHUL HUDA TAHUN 20102011
Keterangan :
Garis Konstruksi
Garis Koordin
Kepala Madrasah
H. Ahmad Aspari, Bc.Hk.
Waka. Humas
H.S Sudarna,S.pd.I,M.ag
Kepala Tata usaha
Siti Rohmah, SE
Tu Komputer
Budi Sunyoto,S.pd
keuangan
Susilowati
Waka kurikulum
Heri wijayanto,S.pd
Waka Saana dan prasarana
Mohadi
Waka kesiswaan
Budi sunyoto,S.pd
Perpustakaan
H.S Sudarna,S.pd.I,M.ag
Wali Kelas BP/Bk
Mohadi
Guru bidang Study
SISWA
STRUKTUR ORGANISASI OSIS
PELINDUNG
Pembina OSIS
Budi Sunyoto,S.pd
Kepala Sekolah
Drs. Masturi
Ketua Osis
Sahal Maksum
Bendahara
Julia Ratih P
Sekretaris
Ria Fitri asih
Sie. Agama
A.Amien Ch
Nurul
Qomariah
Intani Nur J
Sie. PMR
Joko Susanto
Nur Afah
Ana Chaerini
Sie. Olah Raga
Alsyh Mahmud S
Sri Maryatun
Wijiyanti
Sie. Mading
Afifatun Nisak
Lailiana N
Dwi Tanjung S
Sie. Hunas
Eka Riskitiawan
Sumarti
Khairul Umam
Sie. Keamanan/
Kedisiplinan
Seaiful Anwar
Ari Rochayati
Ali Ansori
Sie. Kebersihan
Abu khoir
Nur Rohgmah
Izmi Nur
Wachidah
STRUKTUR KOMIITE MADRASAH ALIYAH
MIFTAHUL HUDA
YAPIM
Ketua I
A.Syafi’I M.pd
Bendahara I
Mujahid
Bendahara II
Siti Rohmah
Drs.Masturi
Siti Rohmah Zainal Abidin
Ketua Osis
Sodikin S,pd
Ketua II
Mohadi
Sekretaris
Moh Arwani
Anggota
Moh Arwani Supar, A.Md
DATA HASIL DOKUMENTASI
PADA TANGGAL 5 SEPTEMBER 2010
Gedung MA MIftahu Huda penawangan Grobogan
Siswa melaksanakan upacara pembukaan
MOS (masa orientasi siswa baru)
Panitia memberikan pengarahan kepada peserta MOS
mengenai betapa pentingnya MOS
DATA HASIL DOKUMENTASI
PADA TANGGAL 10 SEPTEMBER 2010
Siwa Melakukan kerja bakti di lingkungan sekitar
MA Miftahul Huda
Siswa melakukan PBB bersama pak TNI
Siswa Memasang tenda untuk persami (perkemahan sabtu minggu)
DATA HASIL DOKUMENTASI
PADA TANGGAL 10 SEPTEMBER 2010
Siswa berlatih paskibra bersama TNI untuk
menyambut hari ulang tahun RI
Siwa melaksankan upacara HUT RI
di lapangan SD Ngeluk 1
Siswa melakukan kegiatan pramuka

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->