KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PENELITIAN HISTORIS DAN DESKRIFTIF”. Tentunya makalah ini masih banyak kekurangannya. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan makalah, baik makalah ini maupun makalah yang akan datang. Makalah ini diharapkan dapat mempermudah dalam penelitian sebagai seorang ilmuan dan menambah pengetahuan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian historis dan diskriftif, apa tujuannya dan contohnya dalam penelitian .Semoga usaha ini dicatat sebagai amal ibadah dan bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Mei 2013

Penulis

DAFTAR ISI
1

5 B. Metode Penelitian Deskripftif……………………………………… 9 BAB III PENUTUP…………………………………………………………. Kesimpulan…………………………………………………………….KATA PENGANTAR………………………………………………………….. 13 A. Tujuan Penulisan…………………………………………………….. 13 BAB IV DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………. Metode Penelitian Historis…………………………………………. 14 2 . BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………. DAFAR ISI……………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………… A. Latar Belakang………………………………………………………. 1 2 3 3 B. 4 C. Rumusan Masalah…………………………………………………….. 4 5 A.

Menurut tujuan umumnya : Penelitian dapat meliputi penelitian eksploratif. 7. Menurut pemakaiannya : Penelitian dapat meliputi penelitian murni (dasar) dan penelitian terapan (terpakai) 4. penelitian developmental. jenis-jenis penelitian dapat digolongkan sebagai berikut : 1. 2. 8. LATAR BELAKANG MASALAH Penelitian dapat digolongkan menurut sudut pandang tertentu. rancangan penelitian dapat digolongkan sebagai berikut : 1. penelitian kancah 3. dan penelitian verifikatif 5.BAB I PENDAHULUAN A. Menurut bidangnya : Penelitian dapat meliputi misalnya penelitian pendidikan. penelitian ekonomi. Penelitian historis Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal komparatif Penelitian experimental sungguhan Penelitian experimental semu Penelitian tindaka 3 . 5. Sutrisno Hadi MA. 3. penelitian perpustakaan. penelitian hukum. penelitian pertanian. Menurut Prof. Menurut tarafnya : Penelitian dapat meliputi penelitian inferensial 6. 4. 9. penelitian agama. 2. Mendasarkan sifat-sifat masalah tersebut. Menurut tempatnya : Penelitian dapat meliputi misalnya penelitian laboratorium. Menurut pendekatannya : Penelitian dapat meliputi penelitian longitudinal dan penelitian cross sectional Di sisi lain Dirjen pendidikan Tinggi menyebutkan salah satu cara penggolongan mengenai macam rancangan penelitian berdasarkan atas sifat-sifat masalahnya. 6.

dalam sub pokok bahasan Metode Penelitian Historis dan Metode Penelitian Deskriptif.B. 2. MASALAH YANG DIBAHAS 1. S. Pd pada semester lima tahun pelajaran 2012/2013. Metode Penelitian Historis Metode Penelitian Deskriptif C. 4 . Psi. TUJUAN Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian yang diasuh oleh Ibu Nina Permata Sari. M.

yaitu 5 . Wallen. 1990 : 411 dalam Yatim Riyanto. 2005: 51 penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu. mengverifikasikan serta mensintesiskan bukti-bukti untuk mendukung bukti-bukti untuk mendukung fakta memperoleh kesimpulan yang kuat. Berdasarkan pendangan yang disampaikan oleh para ahli diatas. menjelaskan. mengvaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut. Metode Penelitian Historis Pengertian Penelitian Historis Secara umum dapat dimengerti bahwa penelitian historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. mengevaluasi. Fraenkel & Norman E. Penelitian historis bermaksud membuat rekontruksi masa latihan secara sistematis dan objektif. R. peristiwa. dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Menurut Jack. dengan cara mengumpulkan. dan tempat secara kronologis dengan tidak memandang sepotong-sepotong objek-objek yang diobservasi. Sementara menurut Donald Ary dkk (1980) dalam Yatim Riyanto (1996: 22) dalam Nurul Zuriah .BAB II PEMBAHASAN MASALAH 1. waktu. 2005: 51 juga menyatakan bahwa penelitian historis adalah untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu. Atau dapat dengan kata lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan gejala. yang dilakukan secara sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan. Penelitian ini mencoba merenkonstruksi apa yang terjadi pada masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin. dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. Penelitian historis di dalam pendidikan merupakan penelitian yang sangat penting atas dasar beberapa alasan. 1996: 22 dalam Nurul Zuriah. Dimana terdapat hubungan yang benar-benar utuh antara manusia. tetapi bukan yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan. dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian sejarah mengandung beberapa unsur pokok.

untuk melihat jika mereka dapat mengaplikasikan maslahnya pada masa sekarang. Best. Dilakukan secara interktif dengan gagasan. Tujuan Penelitian Historis Adapun yang menjadi tujuan penelitian sejarah atau historis adalah untuk memahami masa lalu. Usaha dilakukan secara sistematis dan objektif. Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecendrungan. dan mencoba memahami masa kini atas dasar persitiwa atau perkembangan di masa lampau (Jhon W. Misalnya pada awal tahun 1990. Merupakan serentetan gambaran masa lalu yang integrative anatar manusia. ruang dan waktu. peristiwa.• • • • Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu). Fraenkel dan Norman E. Sedangkan Donal Ary (1980) dalam Yatim Riyanto (1996: 23) dalam Nurul Zuriah (2005: 52) menyatakan bahwa penelitian historis untuk memperkaya pengetahuan peneliti tentang bagaiman dan mengapa suatu kejadian masa lalu dapat terjadi serta proses bagaimana masa lalu itu menjadi masa kini. pada akhirnya. diharapkan meningkatnya pemahaman tentang kejadian masa kini serta memperolehnya dasar yang lebih rasional untuk melakukan pilihan-pilihan di masa kini. 6 . Berikutnya Jack R. Membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang. 1996: 23 dalam Nurul Zuriah 2005: 52). gerakan dan intuiasi yang hidup pada zamannya (tidak dapat dilakukan secara parsial). 1977 dalam Yatim Riyanto. Wellen (1990) dalam Yatim Riyanto (1996: 23) dalam Nurul Zuriah (2005: 52) menyetakan bahwa para peneliti pendidikan sejarah melakukukan penelitian sejarah dengan tujuan untuk : • • • • Membuat orang menyadari apa yang terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari dari kegagalan dan keberhasilan masa lampau. tetapi guru laki-laki tidak. mayoritas guru-guru wanita datang dari kelas menengah ke atas. Mempelajari bagaiman sesuatu telah dilakukan pada masa lalu.

Berlainan dengan anggapan yang popular. sistematis dan tuntas. apakah data tersebut akurat dan relevan?”. dan banyak juga menggali bahan-bahan tak diterbitkan yang tak dikutip dalam bahan acuan yang standard. seringkali penelitian yang dikatakan sebagai suatu “penelitian historis” hanyalah koleksi informasi-informasi yang tak layak. biasa dilakukan dua macam kritik. 5. Kritik eksternal menanyakan “Apakah dokumen relik atau otentik”. sedang kritik internal menanyakan “Apabila data itu otentik. keberat-sebelahan. dan pentingnya sumbersumbernya. Di antara kedua sumber itu. dan keterbatasan si penulis yang mungkin melebih-lebihkan atau mengabaikan sesuatu dan memberikan informasi yang terpalsu. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat yang menganalisis keotentikan. Ciri-Ciri Penelitian Historis 1. 3. dan diberi prioritas dalam pengumpulan data. Walaupun penelitian historis mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian. yang dalam banyak hal lebih demanding daripada studi ekperimental. Kritik internal harus menguji motif. yaitu (penulis) secara langsung melakukan observasi atau penyaksian kejadian-kejadian yang dituliskan. yaitu kritik eksternal dan kritik internal.• • Memahami praktik dan politik pendidikan sekarang secara lebih lengkap. 7 . Penelitian historis bergantung kepada data yang diobservasi orang lain daripada yang diobservasi peneliti sendiri. tak readibel. Evalusi kritis inilah yang menyebabkan “peneliti historis” itu sangat tertib-ketat. Data primer diperoleh dari sumber primer. Data sekunder diperoleh dari sumber sekunder . namun cara pendekatan historis adalah lebih tuntas. Untuk menentukan bobot data. 2. “Penelitian Historis” tergantung pada dua macam data. dan berat sebelah. penelitian historis haruslah tertib-ketat. tujuan penelitian sejarah tidak ldapat dilepaskan dengan kepentingan masa kini dan masa mendatang. yaitu peneliti melaporkan hasil observasi orang lain ya ng satukali atau lebih telah lepas dari kejadian aslinya. “Penelitian historis” juga menggali informasi-informasi yang lebih tua daripada yang umum dituntut dalam penelaahan kepustakaan. mencari informasi dari sumber yang lebih luas. ketepatan. sumber primer dipandang sebagai memiliki otoritas sebagai bukti tangan pertama. yaitu data primer dan data sekunder. Dengan demikian. 4.

Beberapa sumber tersebut di antaranya adalah sebagai berikut. relief dan bendabenda peninggalan masyarakat zaman lampu. dokumen asli. Sumber-sumber primer. Sumber sekunder ini dapat berupa para ahli yang mendalami atau mengetahui peristiwa yang dibahas dan dari buku atau catatan yang berkaitan dengan peristiwa.Dari adanya sumber primer dan sekunder ini. yaitu data yang diperoleh dari cerita para pelaku perisriwa itu sendiri. Langkah-Langkah Dalam Penelitian Historis Menurut M. dan atau saksi mata yang mengalami atau mengetahui peristiwa tersebut. buku sejarah. dan review penelitian. 2005: 88. artikel dalam ensiklopedia. dan seterusnya. Sumber informasi sekunder. data tersier. sebaiknya peneliti apabila mungkin lebih memberikan bobot sumber-sumber data primer lebih dahulu. adapun kerangka penelitiannya yaitu • • • • • Pendefinisian Masalah Perumusan masalah Pengumpulan data Analisis data Kesimpulan 8 . baru kemudian data sekunder. Contoh sumber-sumber primer lainnya yang sering menjadi perhatian perhatian para peneliti di lapangan atau situs di anataranya seperti.Sumber-Sumber Data dalam Penelitian Historis Oleh karena objek penelitian sejarah adalah peristiwa atau kehidupan masyarakat pada masa lampau maka yang menjadi sumber informasi harus mempunyai karakteristik yang berbeda dengan metode penelitian lainnya. yaitu informasi yang diperoleh dari sumber lain yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan peristiwa tersebut. Subana dkk.

2. mengorganisasikan data berdasarkan kategori yang dihubungkan dengan masalah yang diteliti. 3. dan meringkas informasi yang berhubungan fakta. 4. dan pertanyaan yang penting). Dokumen Dokumen. Ini merupakan bentuk khusus dari penelitian sejarah yang disebut oral history.Secara umum sumber informasi yang relevan dalam penenlitian sejarah dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) bagian berikut ini. yaitu materi yang tertulis atau tercetak dalam bentuk buku. buku catatan. Koran. Contohnya berupa bangunan monument. jumlah. yang dapat dilakukan dengan rekaman data biografi yang lengkap dari sumber. Pernyataan Lisan Pernyataan lisan. mislanya skor tes. majalah. dan sebagainya. Rekaman yang Bersifat Numerik Rekaman yang bersifat numeric. Mengevaluasi Sumber Sejarah 9 . yaitu melakukan interview dengan orang yang merupakan saksi saat peristiwa lalu terjadi. dan sebagainya. peralatan. Dokumen merujuk pada beberapa jenis informasi yang eksis ke dalam bentuk tertulis atau cetak. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk menentukan relevansi materi utama dengan pertanyaan atau masalah yang diteliti. yaitu objek fisik atau karakteristik visual yang memberikan beberapa informasi tentang peristiwa masa lalu. Meringkas Informasi yang Diperoleh dari Sumber Historis Langkah ini merupakan proses me-review dan meringkas dari sumber informasi sejarah. pakaian dan sebagainya. Relief Relief. laporan sensus. 5. 1. yaitu rekaman yang di dalamnya terdapat bentukbentuk data numerik.

kertas. Hanya jika datanya autentik dan akuratlah sejarawan bisa memandang data tersebut sebagai bukti sejarah yang sangat berharga untuk ditelaah secara serius. Apakah fakta peninggalan ata dokumen itu merupakan yang sebenarnya. Kritik Internal Setelah dilakukan suatu dokumen diuji melalui kritik eksternal. tetapi apakah mengukapkan gambaran yang benar? Bagaiaman mengenai penulis dan penciptanya? Apakah ia jujur. dan lain-lain. serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi tertentu termasuk tentang hubungan kegiatan. adil dan benar-benar memahami faktanya. 2. Dalam mengevaluasi sumber sejarah terdapat dua kritik yaitu: 1. Metode Penelitian Deskriptif Definisi Menurut Whitney metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. dilakukan kritik eksternal. cat. pandangan serta proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. Walaupun dokumen itu asli. Sejarahwan harus benar-benar yakin bahwa datanya antentik dan kaurat. tulisan tangan. Mislanya untuk menetapkan umumr dokumen melibatkan tanda tangan. 2. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-maslah dalam masyarakat. bentuk huruf. Dalam mengevaluasi sumber sejarah yang merupakan dokumen atau informasi. bukan palsu.Dalam langkah ini peneliti sejarah harus mengadopsi sikap kritis ke arah beberapa atau seluruh sumber informasi. Kritik eksternal Hal ini berguna untuk menetapkan keaslian atau auntentisitas data. penggunaan bahasa. Berbagai tes dapat dipergunakan untuk menguji keaslian tersebut. Tujuan 10 . berikutnya dilakukan kritik internal. dan banyak lagi pertanyaan yang bisa muncul seperti diatas. sikap.

dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. mentest hipotesis. 11 .Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat pecandraan secara sistematis. walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode-metode deskriftif. Tujuan penelitian-penelitian survey : a. biasanya digunakan istilah penilaian suvei 2. membuat ramalan. Secara harafiah. Dalam arti ini penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriftif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan. Tetapi para ahli dalam bidang penelitia tidak ada kesepakatan mengenai apa sebenarnya penelelitian deskriptif itu. dalam arti luas. Survai dalam suatu daerah mengenai kebutuhan akan pendidikan keterampilan 3. penelitian deskriftif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian. atau mendapatkan makna dan implikasi. c. Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja akademik pada suatu kurun waktu tertentu 4. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung. Survei mengenai pendapat umum untuk menilai sikap para pemilih terhadap rencana perubahan tahun pelajaran 2. Sementara ahli memberikan arti penelitian derkriptif itu lebih luas dan mencakup segala macam bentuk penelitian kecuali penelitian historis dan penelitian eksperimntal. Contoh Beberapa contoh penelitian macam ini adalah: 1. Untuk membuat komparasi dan evaluasi. faktual. b. Penelitian mengenai taraf serap pelajar-pelajar SMU. Untuk mencari informasi factual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada. Ciri-ciri 1.

yang dapat dibagi atas kriteria umum dan khusus. (2) tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan. Kriteria Khusus o Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value). dan dilakukan secara cermat. Kriteria Pokok Metode Deskriptif Metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok. baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta serta study kepustakaan yang dilakukan. dan (3) tidak adanya uji hipotesis. ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas.d. Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini. Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan. Karakteristik Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik seperti yang dikemukakan Furchan (2004) bahwa (1) penelitian deskriptif cendrung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat. kriteria umum o o o Masalah yang dirumuskan harus patut. agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan dimasa depan. 12 . Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama. o o o 2. Kriteria tersebut sebagai berikut: 1. Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas. Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan. Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoritis yang digunakan jika kerangka teoritis untukitu telah dikembangkan. mengutamakan obyektivitas.

Bagi peneliti deskriftif yang 13 . Variabel dilihat sebagaimana adanya. serta berupa statistic-statistik kelompok (antara lain mean dan varians) pada data yang bukan kategorikal. tidak ada kontrol terhadap variabel. Rancangkan cara pendekatannya. Fakta-fakta dan sifat-sifat apa yang perlu diketemukan? 2. atau eksperimen diolah dengan rumus-rumus statistik yang sudah disediakan. sekalipun penelitian yang dilakukan bersifat inferensial. tabulasi silang. tentu deskripsi tersebut lebih penting lagi. Susun laporan Analisis Data Deskriptif Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variable yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis . serta berbagai bentuk grafik dan chart pada data yang bersifat kategorikal. baik secara manual maupun dengan menggunakan jasa komputer. Penyajian hasil analisis deskriptif biasanya berupa frekuensi dan persentase. Bagaimana kiranya data akan dikumpulkan? Bagaimana caranya menentukan samplenya untuk menjamin supaya sample representative bagi populasinya? Alat atau teknik observasi apa yang tersedia atau perlu dibuat? Apakah metode pengumpulan data itu perlu di try-out kan? Apakah para pengumpul data perlu dilatih terlebih dahulu? 3. Kumpulkan data 4. Apalagi dalam penelitian yang pendekatannya lebih bersifat kualitatif. karena itu. Langkah-langkah pokok 1. komparatif. dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manupulasi terhadap variabel. sajian keadaan subjek dan data penelitian secara deskriptif tetap perlu diketengahkan lebih dahulu sebelum pengujian hipotesis dilakukan.o Fakta-fakta atupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status Sifat penelitian adalah ex post facto. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian korelasional. Definisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai.

dijumlahkan atau dikelompokkan sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Dalam hal ini identitas responden juga dapat digunakan untuk menelusuri lebih jauh siapa saja yang memberikan jawaban “Ya”. peneliti tinggal menjumlahkan saja belum berarti tugasnya selesai. Apabila datanya telah terkumpul. Jika pilihan jawaban dari angket berbentuk “Ya” dan “Tidak”. Kesimpulan Secara umum dapat dimengerti bahwa penelitian historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. 14 . Data yang diperoleh dari angket atau ceklis. Data kualitatif yang berbentuk kata-kata tersebut disisihkan untuk sementara. hal-hal apa saja yang dijawab Ya dan Tidak. Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian. dan siapa pula yang memberikan jawaban Tidak. Peneliti masih perlu menjelaskan atau mengelompokkan . semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apadanya. atau bagaimana cara mengolah atau meanalisis data.menggunakan model-model analisis statistik. caranya dapat sama saja karena data yang diperoleh wujudnya juga sama. misalnya latar belakang responden. riset deskriftif yang bersifat eksploratif atau develop-mental. Yang berbeda adalah cara menginterpretasi data dan mengambil kesimpulan. Sebetulnya proses pengolahan datanya juga sederhana dan dapat dinalar secara gamblang. yaitu data kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau simbol. Apa pun jenis penelitiannya. BAB III PENUTUP A. maka lalu diklasifikasikan menjadi dua kelompok data. pada umumnya justru bingung karena kurang atau belum tahu rumus apa yang digunakan. Penelitian deskriptif (deskriptif research) ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data kuantitatif.

DAFTAR PUSTAKA 15 .

blogspot. Yogyakarta : Pustaka Belajar Suyabrata Sumardi.Saifudddin.html 16 .student.Arikunto Suharsimi.ac. Metode Penelitian. Jakarta : Rajawali Pers http://www.fkip.uns.id/2011/05/21/jenis-jenis-penelitian/ http://irwan-cahyadi. 2011. Jakarta: Rineka Cipta Azwar. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik .org http://enikekawati.com/2012/05/pengertian-dan-tujuan-penelitian. 2012.penalaran-unm. Metodologi Penelitian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful