P. 1
Maklah Metode Penelitian Historis Dan Deskriptif

Maklah Metode Penelitian Historis Dan Deskriptif

|Views: 587|Likes:
Published by Jusan Setyawan

More info:

Published by: Jusan Setyawan on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PENELITIAN HISTORIS DAN DESKRIFTIF”. Tentunya makalah ini masih banyak kekurangannya. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan makalah, baik makalah ini maupun makalah yang akan datang. Makalah ini diharapkan dapat mempermudah dalam penelitian sebagai seorang ilmuan dan menambah pengetahuan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian historis dan diskriftif, apa tujuannya dan contohnya dalam penelitian .Semoga usaha ini dicatat sebagai amal ibadah dan bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Mei 2013

Penulis

DAFTAR ISI
1

Kesimpulan……………………………………………………………. Tujuan Penulisan……………………………………………………. 4 C.. DAFAR ISI……………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………… A.. 4 5 A.KATA PENGANTAR…………………………………………………………. 1 2 3 3 B. 14 2 .. Metode Penelitian Deskripftif……………………………………… 9 BAB III PENUTUP…………………………………………………………. 13 A. 5 B. 13 BAB IV DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………. Metode Penelitian Historis…………………………………………. Latar Belakang………………………………………………………. BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………. Rumusan Masalah…………………………………………………….

penelitian developmental. penelitian ekonomi. Mendasarkan sifat-sifat masalah tersebut. Menurut pemakaiannya : Penelitian dapat meliputi penelitian murni (dasar) dan penelitian terapan (terpakai) 4. 5. 6. penelitian pertanian. dan penelitian verifikatif 5. 7. penelitian hukum. penelitian agama. rancangan penelitian dapat digolongkan sebagai berikut : 1. 2. 3. Menurut pendekatannya : Penelitian dapat meliputi penelitian longitudinal dan penelitian cross sectional Di sisi lain Dirjen pendidikan Tinggi menyebutkan salah satu cara penggolongan mengenai macam rancangan penelitian berdasarkan atas sifat-sifat masalahnya. Menurut bidangnya : Penelitian dapat meliputi misalnya penelitian pendidikan. Sutrisno Hadi MA. penelitian kancah 3. 4. LATAR BELAKANG MASALAH Penelitian dapat digolongkan menurut sudut pandang tertentu.BAB I PENDAHULUAN A. penelitian perpustakaan. Penelitian historis Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal komparatif Penelitian experimental sungguhan Penelitian experimental semu Penelitian tindaka 3 . 2. Menurut tempatnya : Penelitian dapat meliputi misalnya penelitian laboratorium. Menurut Prof. Menurut tarafnya : Penelitian dapat meliputi penelitian inferensial 6. 8. Menurut tujuan umumnya : Penelitian dapat meliputi penelitian eksploratif. jenis-jenis penelitian dapat digolongkan sebagai berikut : 1. 9.

MASALAH YANG DIBAHAS 1. M. Metode Penelitian Historis Metode Penelitian Deskriptif C. Psi. Pd pada semester lima tahun pelajaran 2012/2013. dalam sub pokok bahasan Metode Penelitian Historis dan Metode Penelitian Deskriptif. 4 . S. TUJUAN Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian yang diasuh oleh Ibu Nina Permata Sari. 2.B.

dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian sejarah mengandung beberapa unsur pokok. Penelitian ini mencoba merenkonstruksi apa yang terjadi pada masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin. dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. R. Penelitian historis di dalam pendidikan merupakan penelitian yang sangat penting atas dasar beberapa alasan. Berdasarkan pendangan yang disampaikan oleh para ahli diatas. Dimana terdapat hubungan yang benar-benar utuh antara manusia. Sementara menurut Donald Ary dkk (1980) dalam Yatim Riyanto (1996: 22) dalam Nurul Zuriah . dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. menjelaskan. peristiwa. mengverifikasikan serta mensintesiskan bukti-bukti untuk mendukung bukti-bukti untuk mendukung fakta memperoleh kesimpulan yang kuat. Wallen. yang dilakukan secara sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari. 2005: 51 juga menyatakan bahwa penelitian historis adalah untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu. yaitu 5 . Menurut Jack. 1996: 22 dalam Nurul Zuriah. dan tempat secara kronologis dengan tidak memandang sepotong-sepotong objek-objek yang diobservasi. mengevaluasi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan. waktu. Fraenkel & Norman E.BAB II PEMBAHASAN MASALAH 1. 2005: 51 penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu. 1990 : 411 dalam Yatim Riyanto. Atau dapat dengan kata lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan gejala. dengan cara mengumpulkan. Metode Penelitian Historis Pengertian Penelitian Historis Secara umum dapat dimengerti bahwa penelitian historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. tetapi bukan yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan. mengvaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut. Penelitian historis bermaksud membuat rekontruksi masa latihan secara sistematis dan objektif.

• • • • Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu). 1977 dalam Yatim Riyanto. 6 . Mempelajari bagaiman sesuatu telah dilakukan pada masa lalu. Best. tetapi guru laki-laki tidak. peristiwa. Membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang. Dilakukan secara interktif dengan gagasan. 1996: 23 dalam Nurul Zuriah 2005: 52). Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecendrungan. Wellen (1990) dalam Yatim Riyanto (1996: 23) dalam Nurul Zuriah (2005: 52) menyetakan bahwa para peneliti pendidikan sejarah melakukukan penelitian sejarah dengan tujuan untuk : • • • • Membuat orang menyadari apa yang terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari dari kegagalan dan keberhasilan masa lampau. Sedangkan Donal Ary (1980) dalam Yatim Riyanto (1996: 23) dalam Nurul Zuriah (2005: 52) menyatakan bahwa penelitian historis untuk memperkaya pengetahuan peneliti tentang bagaiman dan mengapa suatu kejadian masa lalu dapat terjadi serta proses bagaimana masa lalu itu menjadi masa kini. untuk melihat jika mereka dapat mengaplikasikan maslahnya pada masa sekarang. Merupakan serentetan gambaran masa lalu yang integrative anatar manusia. dan mencoba memahami masa kini atas dasar persitiwa atau perkembangan di masa lampau (Jhon W. diharapkan meningkatnya pemahaman tentang kejadian masa kini serta memperolehnya dasar yang lebih rasional untuk melakukan pilihan-pilihan di masa kini. Tujuan Penelitian Historis Adapun yang menjadi tujuan penelitian sejarah atau historis adalah untuk memahami masa lalu. pada akhirnya. Fraenkel dan Norman E. gerakan dan intuiasi yang hidup pada zamannya (tidak dapat dilakukan secara parsial). Usaha dilakukan secara sistematis dan objektif. mayoritas guru-guru wanita datang dari kelas menengah ke atas. Misalnya pada awal tahun 1990. ruang dan waktu. Berikutnya Jack R.

Walaupun penelitian historis mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian. seringkali penelitian yang dikatakan sebagai suatu “penelitian historis” hanyalah koleksi informasi-informasi yang tak layak. yaitu (penulis) secara langsung melakukan observasi atau penyaksian kejadian-kejadian yang dituliskan. yaitu peneliti melaporkan hasil observasi orang lain ya ng satukali atau lebih telah lepas dari kejadian aslinya. dan diberi prioritas dalam pengumpulan data. Penelitian historis bergantung kepada data yang diobservasi orang lain daripada yang diobservasi peneliti sendiri. Kritik eksternal menanyakan “Apakah dokumen relik atau otentik”. “Penelitian historis” juga menggali informasi-informasi yang lebih tua daripada yang umum dituntut dalam penelaahan kepustakaan. ketepatan. sedang kritik internal menanyakan “Apabila data itu otentik. Ciri-Ciri Penelitian Historis 1. sistematis dan tuntas. biasa dilakukan dua macam kritik. 3. yaitu data primer dan data sekunder. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat yang menganalisis keotentikan. keberat-sebelahan. Data primer diperoleh dari sumber primer. tujuan penelitian sejarah tidak ldapat dilepaskan dengan kepentingan masa kini dan masa mendatang. dan banyak juga menggali bahan-bahan tak diterbitkan yang tak dikutip dalam bahan acuan yang standard. 2. mencari informasi dari sumber yang lebih luas. 5. penelitian historis haruslah tertib-ketat. tak readibel. yaitu kritik eksternal dan kritik internal. “Penelitian Historis” tergantung pada dua macam data. yang dalam banyak hal lebih demanding daripada studi ekperimental. Evalusi kritis inilah yang menyebabkan “peneliti historis” itu sangat tertib-ketat. Data sekunder diperoleh dari sumber sekunder . Untuk menentukan bobot data. dan keterbatasan si penulis yang mungkin melebih-lebihkan atau mengabaikan sesuatu dan memberikan informasi yang terpalsu. 7 . apakah data tersebut akurat dan relevan?”. Kritik internal harus menguji motif. dan berat sebelah. Di antara kedua sumber itu. sumber primer dipandang sebagai memiliki otoritas sebagai bukti tangan pertama. dan pentingnya sumbersumbernya.• • Memahami praktik dan politik pendidikan sekarang secara lebih lengkap. namun cara pendekatan historis adalah lebih tuntas. Dengan demikian. Berlainan dengan anggapan yang popular. 4.

baru kemudian data sekunder. yaitu informasi yang diperoleh dari sumber lain yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan peristiwa tersebut. Beberapa sumber tersebut di antaranya adalah sebagai berikut. dan atau saksi mata yang mengalami atau mengetahui peristiwa tersebut. sebaiknya peneliti apabila mungkin lebih memberikan bobot sumber-sumber data primer lebih dahulu. Sumber-sumber primer.Dari adanya sumber primer dan sekunder ini. relief dan bendabenda peninggalan masyarakat zaman lampu. dokumen asli. yaitu data yang diperoleh dari cerita para pelaku perisriwa itu sendiri. buku sejarah. artikel dalam ensiklopedia. Subana dkk. adapun kerangka penelitiannya yaitu • • • • • Pendefinisian Masalah Perumusan masalah Pengumpulan data Analisis data Kesimpulan 8 . 2005: 88. Sumber sekunder ini dapat berupa para ahli yang mendalami atau mengetahui peristiwa yang dibahas dan dari buku atau catatan yang berkaitan dengan peristiwa. data tersier. Sumber informasi sekunder. dan review penelitian. Contoh sumber-sumber primer lainnya yang sering menjadi perhatian perhatian para peneliti di lapangan atau situs di anataranya seperti. dan seterusnya.Sumber-Sumber Data dalam Penelitian Historis Oleh karena objek penelitian sejarah adalah peristiwa atau kehidupan masyarakat pada masa lampau maka yang menjadi sumber informasi harus mempunyai karakteristik yang berbeda dengan metode penelitian lainnya. Langkah-Langkah Dalam Penelitian Historis Menurut M.

Dokumen Dokumen. peralatan. mengorganisasikan data berdasarkan kategori yang dihubungkan dengan masalah yang diteliti. yang dapat dilakukan dengan rekaman data biografi yang lengkap dari sumber.Secara umum sumber informasi yang relevan dalam penenlitian sejarah dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) bagian berikut ini. dan pertanyaan yang penting). Contohnya berupa bangunan monument. Pernyataan Lisan Pernyataan lisan. Koran. laporan sensus. 1. 3. Relief Relief. yaitu materi yang tertulis atau tercetak dalam bentuk buku. pakaian dan sebagainya. dan sebagainya. Ini merupakan bentuk khusus dari penelitian sejarah yang disebut oral history. 5. 4. Dokumen merujuk pada beberapa jenis informasi yang eksis ke dalam bentuk tertulis atau cetak. Meringkas Informasi yang Diperoleh dari Sumber Historis Langkah ini merupakan proses me-review dan meringkas dari sumber informasi sejarah. jumlah. yaitu melakukan interview dengan orang yang merupakan saksi saat peristiwa lalu terjadi. yaitu rekaman yang di dalamnya terdapat bentukbentuk data numerik. Mengevaluasi Sumber Sejarah 9 . majalah. dan meringkas informasi yang berhubungan fakta. mislanya skor tes. Rekaman yang Bersifat Numerik Rekaman yang bersifat numeric. buku catatan. dan sebagainya. yaitu objek fisik atau karakteristik visual yang memberikan beberapa informasi tentang peristiwa masa lalu. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk menentukan relevansi materi utama dengan pertanyaan atau masalah yang diteliti. 2.

dan banyak lagi pertanyaan yang bisa muncul seperti diatas. Apakah fakta peninggalan ata dokumen itu merupakan yang sebenarnya. berikutnya dilakukan kritik internal. Berbagai tes dapat dipergunakan untuk menguji keaslian tersebut. adil dan benar-benar memahami faktanya. penggunaan bahasa. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-maslah dalam masyarakat. cat. kertas. bentuk huruf. serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi tertentu termasuk tentang hubungan kegiatan. sikap. dilakukan kritik eksternal. pandangan serta proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. Mislanya untuk menetapkan umumr dokumen melibatkan tanda tangan. Kritik eksternal Hal ini berguna untuk menetapkan keaslian atau auntentisitas data. Dalam mengevaluasi sumber sejarah terdapat dua kritik yaitu: 1.Dalam langkah ini peneliti sejarah harus mengadopsi sikap kritis ke arah beberapa atau seluruh sumber informasi. tetapi apakah mengukapkan gambaran yang benar? Bagaiaman mengenai penulis dan penciptanya? Apakah ia jujur. Tujuan 10 . tulisan tangan. bukan palsu. Walaupun dokumen itu asli. 2. 2. Kritik Internal Setelah dilakukan suatu dokumen diuji melalui kritik eksternal. Sejarahwan harus benar-benar yakin bahwa datanya antentik dan kaurat. Hanya jika datanya autentik dan akuratlah sejarawan bisa memandang data tersebut sebagai bukti sejarah yang sangat berharga untuk ditelaah secara serius. dan lain-lain. Dalam mengevaluasi sumber sejarah yang merupakan dokumen atau informasi. Metode Penelitian Deskriptif Definisi Menurut Whitney metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.

Secara harafiah. membuat ramalan. atau mendapatkan makna dan implikasi. dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Contoh Beberapa contoh penelitian macam ini adalah: 1. walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode-metode deskriftif. Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja akademik pada suatu kurun waktu tertentu 4. Survei mengenai pendapat umum untuk menilai sikap para pemilih terhadap rencana perubahan tahun pelajaran 2. Tujuan penelitian-penelitian survey : a. penelitian deskriftif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian. Dalam arti ini penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriftif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan. c. Ciri-ciri 1. biasanya digunakan istilah penilaian suvei 2. Untuk membuat komparasi dan evaluasi. dalam arti luas. Tetapi para ahli dalam bidang penelitia tidak ada kesepakatan mengenai apa sebenarnya penelelitian deskriptif itu. faktual. Penelitian mengenai taraf serap pelajar-pelajar SMU. Untuk mencari informasi factual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada. 11 . Survai dalam suatu daerah mengenai kebutuhan akan pendidikan keterampilan 3. mentest hipotesis. Sementara ahli memberikan arti penelitian derkriptif itu lebih luas dan mencakup segala macam bentuk penelitian kecuali penelitian historis dan penelitian eksperimntal. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung. b.Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat pecandraan secara sistematis.

Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoritis yang digunakan jika kerangka teoritis untukitu telah dikembangkan.d. mengutamakan obyektivitas. dan (3) tidak adanya uji hipotesis. Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini. Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas. baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta serta study kepustakaan yang dilakukan. Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan. Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama. kriteria umum o o o Masalah yang dirumuskan harus patut. Kriteria Pokok Metode Deskriptif Metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok. agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan dimasa depan. dan dilakukan secara cermat. ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas. Karakteristik Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik seperti yang dikemukakan Furchan (2004) bahwa (1) penelitian deskriptif cendrung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat. Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan. o o o 2. Kriteria Khusus o Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value). 12 . (2) tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan. Kriteria tersebut sebagai berikut: 1. yang dapat dibagi atas kriteria umum dan khusus.

Bagi peneliti deskriftif yang 13 . baik secara manual maupun dengan menggunakan jasa komputer. karena itu. sekalipun penelitian yang dilakukan bersifat inferensial. Definisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai. Bagaimana kiranya data akan dikumpulkan? Bagaimana caranya menentukan samplenya untuk menjamin supaya sample representative bagi populasinya? Alat atau teknik observasi apa yang tersedia atau perlu dibuat? Apakah metode pengumpulan data itu perlu di try-out kan? Apakah para pengumpul data perlu dilatih terlebih dahulu? 3. dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manupulasi terhadap variabel. tabulasi silang. Susun laporan Analisis Data Deskriptif Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variable yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis . Apalagi dalam penelitian yang pendekatannya lebih bersifat kualitatif. tentu deskripsi tersebut lebih penting lagi. serta berupa statistic-statistik kelompok (antara lain mean dan varians) pada data yang bukan kategorikal. serta berbagai bentuk grafik dan chart pada data yang bersifat kategorikal. Variabel dilihat sebagaimana adanya. Rancangkan cara pendekatannya. Penyajian hasil analisis deskriptif biasanya berupa frekuensi dan persentase. Langkah-langkah pokok 1. komparatif.o Fakta-fakta atupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status Sifat penelitian adalah ex post facto. Kumpulkan data 4. sajian keadaan subjek dan data penelitian secara deskriptif tetap perlu diketengahkan lebih dahulu sebelum pengujian hipotesis dilakukan. Fakta-fakta dan sifat-sifat apa yang perlu diketemukan? 2. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian korelasional. tidak ada kontrol terhadap variabel. atau eksperimen diolah dengan rumus-rumus statistik yang sudah disediakan.

riset deskriftif yang bersifat eksploratif atau develop-mental. Apabila datanya telah terkumpul.menggunakan model-model analisis statistik. Dalam hal ini identitas responden juga dapat digunakan untuk menelusuri lebih jauh siapa saja yang memberikan jawaban “Ya”. Apa pun jenis penelitiannya. semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apadanya. pada umumnya justru bingung karena kurang atau belum tahu rumus apa yang digunakan. atau bagaimana cara mengolah atau meanalisis data. hal-hal apa saja yang dijawab Ya dan Tidak. misalnya latar belakang responden. peneliti tinggal menjumlahkan saja belum berarti tugasnya selesai. Penelitian deskriptif (deskriptif research) ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. 14 . Sebetulnya proses pengolahan datanya juga sederhana dan dapat dinalar secara gamblang. yaitu data kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau simbol. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Secara umum dapat dimengerti bahwa penelitian historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Peneliti masih perlu menjelaskan atau mengelompokkan . dijumlahkan atau dikelompokkan sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian. caranya dapat sama saja karena data yang diperoleh wujudnya juga sama. Data yang diperoleh dari angket atau ceklis. maka lalu diklasifikasikan menjadi dua kelompok data. dan siapa pula yang memberikan jawaban Tidak. Yang berbeda adalah cara menginterpretasi data dan mengambil kesimpulan. Data kualitatif yang berbentuk kata-kata tersebut disisihkan untuk sementara. Jika pilihan jawaban dari angket berbentuk “Ya” dan “Tidak”. karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data kuantitatif.

DAFTAR PUSTAKA 15 .

Jakarta: Rineka Cipta Azwar.blogspot. 2012.uns. Metode Penelitian. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik .id/2011/05/21/jenis-jenis-penelitian/ http://irwan-cahyadi. 2011.html 16 . Yogyakarta : Pustaka Belajar Suyabrata Sumardi.Saifudddin.org http://enikekawati.fkip. Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali Pers http://www.ac.com/2012/05/pengertian-dan-tujuan-penelitian.Arikunto Suharsimi.student.penalaran-unm.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->