P. 1
GLIKOLISIS

GLIKOLISIS

|Views: 107|Likes:
Published by Marisa Idolamu
glikolisis
glikolisis

More info:

Published by: Marisa Idolamu on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2013

pdf

text

original

TUGAS KEDOKTERAN PENCEGAHAN

METABOLISME KARBOHIDRAT

Disusun oleh: Marisa H2A008030

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2009

glukokinase yang aktivitasnya dapat diinduksi dan dipengaruhi oleh perubahan-perubahan keadaan gizi. Reaksi diikuti oleh kehilangan sejumlah energi bebas sebagai panas dan oleh karena itu harus dianggap sebagai jenis reaksi yang tidak berada dalam keseimbangan. b. Ini dibantu oleh enzim heksokinase dan enzim tambahan dalam hati. ATP diperlukan sebagai donor fosfat. Enzim-enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi yang menyangkut glikolisis glukosa menjadi laktat. Sifat-sifat glikolisis adalah : a.GLIKOLISIS Glikolisis adalah rangkaian reaksi pegubahan molekul glukosa menjadi asam piruvat dengan menghasilkan NADH dan ATP. yaitu sitosol. Proses glikolisis : Semua enzim jalan Embden Meyerhof ditemukan dalam bagian sel yang berbentuk cair di luar mitokondria. Glukosa masuk dalam jalur glikolisis melalui fosforilasi menjadi glukosa-6-fosfat. bila oksigen dibiarkan masuk suasana aerob pulih kembali dan glikogen mulai terlihat sementara piruvatdan laktat hilang akan tetapi bila kontraksi terjadi dalam keadaan aerob laktat tidak tertimbun dan piruvat dioksidasi lebih lanjut menjadi CO2 dan air. . yaitu secara fisiologis irreversibel. Glikolisis berlangsung di dalam protoplasma. Reaksi ini juga lebih dikenal dengan jalan Embden Meyerof . dan seperti pada banyak reaksi yang menyangkut fosforilasi ia beraksi sebagi komplek Mg-ATP. glikogen menghilang dan timbul piruvat dan laktat sebagai hasil akhir yang utama. ADP dan ATP berperan dalam pemindahan fosfat dari molekul satu ke molekul lainnya. Dalam glikolisis terdapat kehiatan enzimatis dan ATP (Adenosin Trifosfsat) serta ADP (Adenosin Difosfat) c. Dipakai satu ikatan fosfat energi tinggi ATP dan dihasilkan ADP. Dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob Bila dalam suasana anaerob yaitu tanpa oksigen.

a-D-glukosa-6-fosfat a-D-fruktosa-6-fosfat Reaksi ini diikuti oleh fosforilasi lain dengan ATP yang dikatalis oleh enzim fosfofruktokinase. glukoneogenesis.menghasilkan fruktosa 1. Glukosa-6-fosfat adalah senyawa yang penting yang merupakan pertemuan beberapa jalan metabolisme (glikolisis. semuanya mengandung 4 subunit.dipecahkan oleh aldolase menjadi dua triosta fosfat.6 biosfat. Fungsi glukokinase adalah menyingkirkan glukosa dari darah setelah makan.Aktifitas heksokinase terdapat dalam hati dalam 3 protein enzim yang berbeda (isozim). glikogenesis dan glikogenolisis) pada glikolisis is diubah menjadi fruktosa-6-fosfat oleh fosfoheksosa isomerase. D-fruktosa-6-fosfat + ATP D-fruktosa 1. Ia dihambat secara Allosterik oleh hasilnya. glukosa-6-fosfat. glukosa.Reaksi fosfofruktokinasis adalah reaksi lain yang dapat dianggap irreversibel dalam sel. Aldolase A terdapat dalam sebagian besar jaringan dan aldolase B terdapat dalam hati dan . Mg a-D-Glukosa + ATP a-D-Glukosa-6-fosfat + ADP Berbeda dengan glukokinase.6 biosfat D-gliseraldehida 3-fosfat + dihidroksi –asetonfosfat Beberapa adolase yang tidak sama telah ditemukan. heksosa monofosfat shunt. yaitu giseraldehida 3-fosfat dan dihidroksi-aseton-fosfat ` D fruksota 1.6-difosfat. Fosfofruktokinase adalah enzim yang dapat diinduksi dan aktivitasnya mempunyai peranan yang penting dalam pengaturan kecepatan glikolisis. Heksokinase juga mengkatalisis fosforilasi heksosa lainnya tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dari glukosa. Fungsinya adalah untuk menjamin suplai glukosa untuk jaringan-jaringan walaupun konsentrasi glukosa darah rendah. heksosinase memiliki afinitas yang tinggi untuk substratnya.6-bifosfat Heksosa fofat yaitu fruktosa 1.

3-bifosfogliserat dan karena aktifitas fosfotriosa isomerase. fosfat atau anorganik (Pi) ditambahkan membentuk 1. 1. mudah diganti oleh molekul NAD. Strukturnya terdiri atas 4 polipeptida yang sama (monomer) yang membentuk teramer. Enzim dehidrogenase dapat ditakaktifkan oleh racun SH. Akhirnya. Substrat yang mula-mula bergabung dengan bagian sisteinil yang terdapat dalam dehidrogenase membentuk tiohemiasetal dan diubah menjadi ester tiol oleh oksidasi.ginjal. Gliseraldehid-3-fosfat dapat diubah menjadi dihidroksi-aseton-fosfat dan sebaliknya dihidroksi-aseton-fosfat menjadi gliseraldehida-3-fosfat oleh enzim fosfotriosa isomerase. NADH yang dihasilkan pada enzim tidak terikat secara kuat dengan enzim seperti NAD. Energi yang dilepaskan selama oksidasi disimpan dengan membentuk ikatan sulfur berenergi tinggi yang menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi pada posisi 1 dari 1. dihidroksi–aseton-fosfat juga dioksidasi menjadi 1. yang mungkin berasal dari residu sistein dalam rantai polipeptida.3 bifosfogliserat. hidrogen yang diambil pada oksidasi ini dipindahkan ke NAD yang berkaitan dengan enzim.3 bifosfogliserat + NADH + H+ Enzim yang bertanggung jawab untuk oksidasi gliseraldehida 3-fosfat dehidrogenase adalah NAD-dependent (=tergantung pada NAD). yodoasetat yang dapat menghambat glikolisis pada tempat ini. Akibatnya NADH. oleh fosforolisis . D-gliseraldehida 3-fosfat dihidroksiaseton fosfat Glikolisis berlangsung oleh oksidasi gliseraldehida 3-fosfat menjadi 1. Dianggap bahwa gugus SH berperan dalam reaksi oksidasi gliser aldehida 3-fosfat.3 difosfogliserat melalui gliseraldehida 3-fosfat. Satu gugus SH terdapat pada sisi “active site” enzim. dan enzim bebas dengan gugus SH yang trbentuk kembali dilepaskan.3-bifosfogliserat + ADP 3-fosfogliserat +ATP . D-gliseraldehida 3-fosfat +NAD+ + Pi 1. Terdapat 4 gugus SH pada tiap-tiap polipeptida .3 bifosfogliserat setelah fosforolisis. Fosfat bernergi tinggi ini ditangkap sebagai ATP pada reaksi selanjutnya dengan ADP yang dikatalisis oleh fosfogliserat kinase. menghasilkan 3-fosfogliserat.

2 molekul ATP dihasilkan pada tingkat ini permolekul glukosa. Mungkin bahwa 2. Ini adalah contoh penting dari kemampuan arsenat untuk menyelesaikan “uncoupling” oksidasi dan fosforilasi. Bila terdapat arsenat. dalam keadaan anerob direduksi oleh NADH menjadi laktat. Enolpiruvat yang dibentuk pada reaksi ini diubah secara spontan ke bentuk ketopiruvat. 3-fosfogliserat yang timbul pada reaksi di atas diubah menjadi 2-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat mutase. ia akan bersaing dengan fosfat anorganik dalam reaksi diatas untuk membentuk 1-arseno-3-fosfogliserat yang dengan hidrolisis menghasilkan 3-fosfogliserat tanpa melepaskan ATP. suatu contoh fosforilasi “pada tingkat substrat”. oksidasi kembali NADH oleh pemindahan hidrida melalui rantai pernapasan ke oksigen dihambat piruvat yang dalam keadaan normal merupakan hasil akhir glikolisis dalam keadaan aerob. Bila terdapat dalam keadaan aerob. 2-fosfogliserat fosfoenolpirufat + H2O Fosfat berenergi tinggi dari fosfoenol piruvat dipindahkan ke ADP oleh enzm piruvat kinase untuk melepaskan.Karena dua molekul triosafosfat dibentuk dari satu molekul glukosa yang mengalami glikolisis. pada tingkat ini 2 molekul ATP per molekul glukosa yang dioksidasi. reaksi dikatalisis oleh laktat dehidrogenase. Oksidasi kembali NADH melalui pembentukan laktat memungkinkan glikolisis berlangsung dalam keadaan tidak ada oksigen dengan . 3-fosfogliserat 2-fosfogliserat Langkah selanjutnya dikatalisis oleh enolase dan menyangkut dehidrasi dan redistribusi energi di dalam molekul. Fosfoenolpiruvat + ADP piruvat + ATP Tingkat redoks dari jaringan sekarang menentukan dua jalan yang akan ditempuh. Enolase dihambat oleh florida dan tergantung pada adanya Mg 2+ dan Mn2+. menghasilkan fosfat berenergi tinggi pada posisi 2 sehingga membentuk fosfoenolpiruvat.3 – bifosfogliserat merupakan zat antara dalam reaksi ini. Secara fisiologis ini merupakan suatu tingkat irreversibel pada glikolisis.

bifosfogliserat mutase.3 bifosfogliserat. Reaksi-reaksi ini dikatalisis oleh heksokinase (dan glukokinase). Sel-sel yang mampu mempengaruhi pergerakan metabolit ke arah sintesis jalan glikolisis melakukan ini karena adanya sistem enzim lain yang mengkatalisis reaksi-reaksi lain di samping reaksi ireversibel yang dikatalisis oleh enzim tersebut di atas. Glikolisis dalam eritrosit walaupun dalam keadaan aerob selalu berakhir dengan laktat sebab tidak terdapat mitokondria yang mengandung alat enzimatik untuk mengoksidasi piruvat secara aerob. mengkatalisis perubahan 1. Jumlah laktat tambahan yang dapat ditemukan dalam jaringan dan darah serta urin. Piruvat + NADH + H+ L (+)-laktat + NAD+ Dalam ertrosit banyak spesies mamalia terdapat bypass dari tingkat yang dikatalisis oleh fosfogliserat kinase. Eritrosit mamalia dalah istimewa karena kira kira 90% dari energi total yang diperlukannya disediakan oleh glikolisis.membentuk kembali cukup banyak NAD+ untuk reaksi yang dikatalisis oleh gliseraldehida 3fosfat dehidrogenase. Yang terakhir diubah menjadi 3-fosfogliserat oleh 2. suatu aktivitas yang juga bertalian dengan fosfogliserat mutase. Enzim lain.3 bifosfogliserat bergabung dengan hemoglobin menyebabkan penurunan afinitas untuk oksigen dan mengiggeser kurva disosiasi oksihemoglobin ke kanan. Jadi jaringan yang dapat berfungsi dalam keadaan hipoksia cenderung membentuk laktat. 2.3 bifosfogliserat fosfatase. dimana kecepatan organ melakukan kerja tidak dibatasi oleh kapasitas oksigenasinya.3 bifosfogliserat menjadi 2. Jadi kehadirannya dalam sel darah membantu oksihemoglobin melepaskan oksigen. Walaupun sebagian besar reaksi-reaksi glikolisis reversibel. fosfofruktokinase dan piruvat kinase. Ini terutama benar untuk otot rangka. . tiga diantaranya jelas eksergonik dan oleh karena itu secara fisiologis harus dianggap ireversibel.

.

fosforilase a secara fisiologis adalah bentuk aktif dari enzim.pengaktivan kembali memerlukan refosforilasi dengan ATP dan enzim spesifik fosforilase b kinase atau defosfofosforilase kinase. Bila secara hidrolisis ia diubah menjadi bentuk dimer oleh fosforilase fosfatase. Glukosa adalah hasil utama glikogenolisis dalam hati dan piruvat dan laktat adalah hasil utama dalam otot. yang membuang fosfat dari residu fosfoserin. Fosforilase otot secara imunologis berbeda dengan fosforilase hati. yang mefosforilasi kembali residu serin atas pengaruh ATP.4.GLIKOGENOLISIS Glikogenolisis adalah reaksi pemecahan glikogen. Dalam hati. Ia terdapat dalam 2 bentuk fosforilase a yang aktif bila tidak ada 5’-AMP dan fosforilase b yang hanya aktif bila ada 5’ -AMP . Salah satu gugus hidroksil serin dari fosforilase aktif (fosforilase a atau fosfofosforilase) mengalami fosforilasi dalam ikatan ester. Ia merupakan tetramer yang mengandung 4 mol piridoksal fosfat. terbentuk fosforilase b. Oleh karena fosfatase spesifik (fosforilase fosfatase).dari glikogen dan menghasilkan glukosa 1-fosfat. enzim dapat takdiaktifkan menjadi didefosfofosforilase dalam suatu reaksi yang memerlukan pembuangan fosfat secara hidrolisis dari residu serin. dengan adanya enzim spesifik fosforilase b kinase. enzim terdapat dalam bentuk aktif dan tidak aktif. Fosforilase b ini mengandung 2 mol piridoksal fosfat Fosforilase fosfotase Fosforilase (aktif) α + 4H2O 2 fosforilase (tak aktif) b + 4Pi Perubahan fosforilase b menjadi fosforilase a dianggap merupakan mekanisme untuk meningkatkan glikogenolisis. Fosforilase b kinase 2fosforilase b + 4 ATP Mg2 ++ fosforilase a +4 ADP . Pemecahan glikogen diawali oleh kerja enzim fosforilase yang khusus untuk pemecahan fosforil pada ikatan -1. Dua dimer fosforilase b dapat berkondensasi menjadi satu tetramer fosforilase a yang aktif.

sehingga memungkinkan glukosa bebas berdifusi dari sel ke dalam ruangan ekstrasel termasuk darah. Ini adalah langkah terakhir dari glikogenolisis dalam hati yang dicerminkan oleh kenaikan glukosa dalam darah. Keduayang dianggap sama seperti cAMP dependent protein kinase yang yang bertanggung jawab untuk penginaktifkan glikogen sintetase I.4-glukosil dari rantai paling luar molekul glikogen sampai kira-kira 4 residu glukosa tertinggal pada setiap sisi dari cabang -1. Pengaktifan fosforilase b kinase juga disebabkan oleh kontraksi otot. Yang membatasi kecepatan glikogenolisis adalah langkah yang dikatalisis oleh fosforilase.selanjutnya. yaitu suatu efek yang tampaknya diakibatkan oleh Ca2+ dan tidak oleh cAMP. Enzim ini mengkatalisis pembungan residu 1. Reaksi untuk inaktivasi fosforilase otot dalam beberapa hal sama dengan reaksi inaktivasi enzim dalam hati kecuali bahwa pada fosforilase hati tidak terdapat pemecahan struktur protein. fosforilase otot rangka tidak dipengaruhi oleh glukagon walaupun fosforilase otot jantung dipengaruhi. tetapi melalui kerja epinefrin pada adenilat siklase untuk membentuk cAMP. terdapat suatu enzim spesifik glukosa 6-fosfatase yang membuang fosfat dari glukosa 6-fosfat.6.Fosforilase dalam otot diaktifkan oleh epinefrin. Akan tetapi ini mungkin terjadi tidak secara langsung . Kerja fosfoglukomutase adalah reversibel . Pada hati dan ginjal tapi tidak pada otot . Perbedaan lain yang penting adalah bahwa sintesa fosforilase hati dihambat oleh bentuk aktif fosforilase.terbuka untuk katalisis pemisahan ikatan -1.6-glukosidase). Kerja sama fosforilase dan enzim-enzim lainnya ini merubah glikogen menjadi glukosa 1-fosfat.6.6-. Enzim lain memindahkan unit trisakarida dari satu sisi ke sisi lainnya dengan demikian titik cabang -1. yang kemudian berperan mengaktifkan fosforilase b kinase yang kemudian diaktifkan oleh sistem protein kinase. sehingga glukosa 6-fosfat dapat dibentuk dari glukosa 1-fosfat. .secara hidrolisis memerlukan “debranching enzim” spesifik (amilo -1.

xilulosa5-fosfat. ribulosa 5-fosfat diubah kembali menjadi glukosa 6-fosfat serangkaian reaksi yang terutama memerlukan 2 enzim transketolase dan transadolase. suatu ketopentosa lain. Jalan ini melakukan proses multisiklik dimana 3 molekul glukosa 6-fosfat menghasilkan 3 molekul CO2 dan 3 residu 5-karbon. Pada fasa kedua. tetapi pada jalan shunt ini yang dipakai sebagai akseptor hidrogen adalah NADP dan bukan NAD. Yang pertama glukosa 6fosfat mengalami dehidrogenasi dan dekarboksilasi menghasilkan pentosa. kelenjar susu periode laktasi dan jaringan lemak. Hidrolisis 6-fosfoglukonolakton dilaksanakan oleh enzim glukonolakton dehidrogenase yang juga memerlukan NADP+ sebagai akseptor hidrogen. Ribulosa 5-fosfat sekarang bertindak sebagai substrat untuk 2 enzim yang berbeda. Karena 2 molekul gliseraldehida 3-fosfat dapat membentuk 2 molekul glukosa 6-fosfat dengan reaksi yang pada hakekatnya adalah kebalikan dari reaksi glikolisis. Reaksi mungkin berlangsung dalam 2 tahap melalui zat antara 3 keto-6-fosfoglukonat. Enzim-enzim jalan shunt terdapat pada bagian cairan sel di luar mitokondria. yaitu ribolusa 5fosfat. Dehidrogenasi glukosa 6-fosfat menjadi 6-fosfoglukonat terjadi melalui pembentukan 6-fosfoglukonolakton yang dikatalisis oleh glukosa 6-fosfat dehidrogenase yaitu suatu enzim yang memerlukan NADP.JALAN PENTOSA FOSFAT (HEKSOSA MONOFOSFAT SHUNT) Jalan ini dipakai untuk oksidasi glukosa yang terdapat pada jaringan tertentu. Ribosa 5-fosfat ketoisomerase mengubah ribulosa 5oleh . yang penting adalah hati. Seperti pada glikolisis jalan Embden Meyerhoff oksidasi dicapai dengan dehidrogenasi. Ringkasan reaksi heksosa monofosfat shunt diperlihatkan di bawah ini : 3 glukosa-6-fosfat + 6 NADP+ 3CO2 +2 glukosa 6-P + gliseraldehida 3-P +6 NADHP + 6 H+ Rangkaian reaksi jalan shunt dapat dibagi menjadi dua fasa. jalan ini dapat mempertanggungjawabkan oksidasi lengkap glukosa. ribulosa 5-fosfat. di samping glikolisis jalan Embden Meyerhof. Dekarboksilasi menyusul dengan pembentukan ketopentosa. Ribulosa 5-fosfat epimerase mengubah konfigurasi sekitar karbon 3 membentuk epimer. Yang terakhir disusun kembali untuk membentuk 2 molekul glukosa 6-fosfat dibalik dengan reaksi yang molekul glukosa 6-fosfat dan 1 molekul gliseraldehida 3-fosfat.

Dalam rangka mengoksidasi glukosa lengkap menjadi CO2 melalui jalan shunt perlu adanya enzim-enzim dalam jaringan untuk mengubah gliseraldehida 3-fosfat menjadi glukosa 6fosfat. tetapi jalan keseluruhan adalah mungkin irreversibel pada langkah glukonolakton hidrolase. Reaksi ini sama dengan interkonversi fruktosa 6-fosfat dan glukosa 6-fosfat pada jalan Embden Meyerhof. 2 hasil ini kemudian masuk ke reaksi lain yang dikenal sebagai transaldolasi. eritrosa 4-fosfat. dimana xillulosa 5-fosfat berperan sebagai donor glikolaldehida aktif. Ini memerlukan enzim-enzim jalan Embden Meyerhof yang bekerja dalam arah berlawanan dan selain itu memerlukan enzim fruktosa 1. Reaksi selanjutnya berlangsung sekali lagi memerlukan transketolase. Sebagian reaksi adalah reversibel. Dalam hal ini eritrosa 4-fosfat yang dibentuk di atas bertndak sebagai akseptor dan hasil dari reaksi ini adalah fruktosa 6fosfat dan gliseraldehida 3-fosfat. Selain enzim transketolase .6-difosfatase. Transaldolase memungkinkan pemindahan suatu gugus 3-karbon yaitu dihidroksiaseton aktif dari ketosa sedoheptulosa 7-fosfat ke aldosa gliseraldehida 3-fosfat untuk membentuk kettosa fruktosa 6-fosfat dan aldosa 4 karbon. transketolase mengkatalisis pemindahan unit 2 karbon dari dari xilulosa 5fosfat ke ribosa 5-fosfat . ribosa 5-fosfat.oleh karena itu ini mempengaruhi perubahan gula ketosa menjadi aldosa dengan 2 atom karbon lebih sedikit dan serentak merubah gula aldosa menjadi ketosa dengan 2 karbon lebih banyak. Gugus 2 karbon yang dipindahkan mungkin adalah glikolaldehida yang beikatan dengan tiamin difosfat yaitu glikoaldehida aktif . Transketolase memindahakan unit 2 karbon yang terdiri atas karbon 1 dan 2 dari ketosa ke karbon aldehida gula aldosa. menghasilkan ketosa dengan 7 karbon.fosfat menjadi aldopentosa yang sesuai . . yaitu sedoheptulosa 7-fosfat dan aldosa gliseraldehida 3-fosfat. reaksi ini memerlukan tiamin difosfat sebagai ko enzim dan ion Mg2+. pada heksosa monofosfat shunt .

5. Oksidasi kedua Α-ketoglutarat didekarboksilasi oleh kompleks multienzim yang mirip dengan piruvat dehidrogenase . Reaksi ini tidak dapat balik (ireversibel) . menghasilkan molekul berkarbon lima yaitu α-ketoglutarat. Fosforilasi Ikatan antara gugus berkarbon 4 suksinil dan KoA adalah ikatan berenergi tinggi. Mealui reaksi yang mirip denagn yang terjadi pada glikolisis. 3. Mula-mula isositrrat dioksidasi menghasilkan sepasang elektron dan mengubah NAD + menjadi NADH. Siklus krebs terdiri dari rangkaian reaksi sebagi berikut 1. Oksidasi pertama Isositrat mengalami reaksi dekarboksilasi oksidatif. membentuk molekul berkarbon 6 yaitu sitrat. ikatan ini memisah. Fragmen berkarbon dua asetil koA memasuki siklus dan dau molekul CO2 serta 8 elektron dilepaskan dalam siklus tersebut. Kondensasi Gugus berkarbon 2 asetil KoA bergabung dengan molekul berkarbon 4 oksaloasetat. Kemudian terjadi dekarboksilasi. memasukkan asetil berkarkarbon 2 ke dalam siklus krebs. atom karbon membelah membnetuk CO2. Ini terjadi melalui 2 tahap. Hasilnay gugus –H dan –OH bertukar posisi. 2. Energi yang dilepaskan memicu fosforilasi guanosin difosfat (GDP) menjadi guanosin trifosfat . Produknya dalah isomer sitrat yang disebut isositrat.SIKLUS KREBS Siklus krebs berlangsung di matriks mitokondria. setelah CO2 terbuang yang tersisa adalah gugus suksinil yang bergabung dengan koenzim A membentuk suksinil KoA. kemudain air ditambahkan ke karbon yang berbeda. Dalam proses tersebut terjadi reduksi NAD+ menjadi NADH dan dihasilkan dua elektron. Isomerasi Supaya reaksi oksidasi dapat berlangsung. Pertama molekul air dibuang dari satu karbon . 4. gugus hidroksil pada sitrat harus diatur kembai.

(GTP). Malat kemudian teroksidasi menghasilkan oksaloasetat berkarbon 4 dan dua elektron sehingga NAD+ berubah menjadi NADH. 6. GTp siap diubah menjadi ATP dan fragmen berkarbon 4 yang terbentuk disebut suksinat. Siklus kreb sjug amenghasikan banyak elektron yang dapat diberikan ke rantaii transpor elektron untuk mensintesis lebih banyak ATP. Produk siklus krebs : Siklus krebs menghasilkan 2 molekul ATP per molekul glukosa. molekul air ditambahkan lagi dalam fumarat untuk membentuk malat. sama dengan yang dihasilkan dalam glikolisis. FAD merupakan bagian dari membran dalam mitokondria. 7. Oksidasi ketiga Suksinat dioksidasi menjadi fumarat yang berperan sebagai penerima elektron adalah flavin adenin dinukleotida (FAD). Pembentukan kembali oksaloasetat Pada dua reaksi terakhir. . Oksaloasetat dapat brgabung denagn gugus asetil berkarbon 2 aseti koA dan siklus kembali berulang. FAD melepaskan elektron menjadi FADH2.

Gambar SIKLUS KREBS .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->