KEBUTUHAN SOSIAL PSIKOLOGI REMAJA I.

Pendahuluan Setiap manusia memiliki kebutuhan (fisiologis, psikologis dan sosiologis) yang memerlukan pemenuhan. Semua orang berusaha dengan berbagai sikap dan tingkah laku untuk memenuhi kebutuhannya itu. Demikian pula remaja memiliki tingkah laku untuk memenuhi kebutuhannya itu. Menurut Abraham Maslow, suatu kebutuhan dinamakan “dasar” jika memenuhi lima syarat berikut ini : 1. Apabila hal yang dibutuhkan itu tidak ada/tidak terpenuhi, maka menimbulkan penyakit atau gangguan. 2. Apabila yang dibutuhkan itu ada/terpenuhi, maka dapat mencegah terjadinya penyakit. 3. Apabila seseorang mampu mengendalikan terpenuhinya kebutuhan tersebut, maka akan dapat menyembuhkan penyakit atau menghilangkan timbulnya gangguan pada dirinya. 4. Dalam beberapa situasi tertentu yang kompleks, kebutuhan ini lebih dipilih atau lebih penting oleh orang yang berada dalam keadaan kekurangan dibandingkan dengan kebutuhan yang lain. 5. Kebutuhan ini tidak begitu aktif atau menonjol secara fungsional pada kondisi normal atau sehat. Dikatakan sehat adalah orang yang prioritas kebutuhannya sudah berada pada pengembangan potensi atau aktualisasi diri. II. Latar Belakang II.1 Jenis-jenis kebutuhan manusia Maslow merumuskan kebutuhan manusia terdiri dari 2 jenis yang berjenjang, dinamakan “Hirarki Kebutuhan” dan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Kebutuhan Fisiologi Merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan kebutuhan fisik dan merupakan kebutuhan yang berada pada level paling utama untuk kelangsungan hidup manusia. Contohnya kebutuhan untuk makan, minum, pakaian, seks dan sejenisnya. 2. Kebutuhan Psikologis a. Kebutuhan rasa aman Disebut juga dengan “safety needs”. Rasa aman dalam bentuk lingkungan psikologis yaitu terbebas dari gangguan dan ancaman serta permasalahan yang dapat mengganggu ketenangan hidup seseorang. b. Kebutuhan akan Rasa Cinta dan memiliki atau kebutuhan social Disebut juga dengan “love and belongingnext needs”. Pemenuhan kebutuhan ini cenderung pada terciptanya hubungan social yang harmonis dan kepemilikan. c. Kebutuhan Harga diri Disebut juga dengan “self esteem needs”. Setiap manusia membutuhakan pengakuan secara layak atas keberadaannya bagi orang lain. Hak dan martabatnya sebagai manusia tidak dilecehkan oleh orang lain, bilamana terjadi pelecehan harga diri maka setiap orang akan marah atau tersinggung. d. Kebutuhan Aktualisasi Diri Disebut juga “self actualization needs”. Setiap orang memiliki potensi dan itu perlu pengembangan dan pengaktualisasian. Orang akan menjadi puas dan bahagia bilamana dapat mewujudkan peran dan tanggungjawab dengan baik.

Jika kebutuhan fisik remaja tidak terpenuhi. Penilaian hasil belajar lebih ditekankan kepada usaha siswa. c) Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan berprestasi erat kaitannya dengan kedua kebutuhan yang telah dikemukakan diatas. Kebutuhan Fisik Remaja memiliki kebutuhan fisik yang relatif sama dengan orang lain yang bukan remaja. 2. kemandirian. Kebutuhan Psikologis Kebutuhan psikologis yang paling menonjol pada periode remaja adalah kebutuhan mendapatkan status. penting. d) Kebutuhan Diakrabi . dibutuhkan orang lain atau memiliki kebanggaan terhadap dirinya sendiri. Perkembangan social remaja lebih mengarah kepada kesenangan berinteraksi dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang tua karena memperoleh status dalam kelompok teman sebaya jauh lebih penting daripada mendapatkan status dari orang tua. keakraban dan memperoleh filsafat hidup yang memuaskan untuk mengembangkan kodrat kemanusiaannya. Kebutuhan untuk memperoleh harga diri 3.2 Jenis-jenis Kebutuhan Sosial Psikologi pada Masa Remaja Kebutuhan remaja dapat dibedakan atas dua jenis yaitu : 1. Perbedaan kebutuhan seorang remaja dengan orang lain terletak pada jumlah atau porsinya. Kebutuhan untuk memperoleh kasih sayang 2. Kebutuhan-kebutuhan fisik harus terpenuhi karena remaja berada dalam pertumbuhan yang sangat pesat seperti pertumbuhan tulang. Oleh karena itu guru perlu menciptakan proses belajar yang menimbulkan perasaan puas dalam diri siswa. Kebutuhan untuk memperoleh kemerdekaan diri 6. Kebutuhan untuk memperoleh penghargaan yang sama dengan orang lain 5. Kebutuhan untuk memperoleh prestasi dan posisi 4. keluarga. Artinya kalau kebutuhan berprestasi dapat dipenuhi maka kebutuhan mendapatkan status dan mandiri juga terpenuhi. Surya (1975) ada Sembilan jenis kebutuhan manusia. Oleh karena itu orang tua dan guru harus mengerti keadaan remaja dan berusaha membantu remaja memperoleh prestasi yang tinggi. Kebutuhan untuk dikenal orang lain 8. Kebutuhan untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri 7. Kebutuhan untuk merasa dibutuhkan oleh orang lain 9. (Tim Pembina mata kuliah PPD. bukan semata-mata menilai hasil ujian atau ulangan tanpa memperhatikan prosesyang dilakukan siswa. Hal ini akan membangkitkan motivasi belajar. b) Kebutuhan kemandirian Remaja ingin lepas dari pembatasan atau aturan orang tua dan mencoba mengarahkan atau mendisiplinkan diri sendiri. maka bukan saja pertumbuhannya tidak maksimal tetapijuga kesehatan fisik dan mentalnya dapat terganggu. UNP. otot dan berbagai organ tubuh lainnya.Menurut Jumbur dan Moh. Kebutuhan untuk menjadi bagian dari kelompoknya. a) Kebutuhan untuk mendapatkan status Remaja membutuhkan perasaan bahwa dirinya berguna. 2007) II. maupun masyarakat. Remaja harus diperlakukan sebagai individu yang dewasa agar mereka bertingkah laku yang lebih dewasa karena hal tersebut akan memenuhi kebutuhan mereka untuk mandiri. yaitu : 1. memiliki kebanggaan diri dan merasa diri berguna dalam kelompok.

net) III. Kebutuhan untuk memperoleh kasih sayang 2. tetapi tingkat intensitasnya sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarga masing-masing. e) Kebutuhan untuk memiliki filsafat hidup Remaja mulai mempunyai keinginan untuk mengenal apa tujuan hidup dan bagaimana kebahagiaan diperoleh. Kebutuhan untuk memperoleh pengakuan dari orang lain 6. 2006) Disamping rumusan tersebut ada tujuh jenis kebutuhan khas remaja yang dikemukakan oleh Garrison (dalam Andi Mappiare: 1982) yaitu : 1. ( Elida Prayitno. Pembahasan III. (Whandi. Apabila kebutuhan-kebutuhan diatas dirasakan remaja tidak terpenuhi maka akan terjadi perasaan tidak aman. Suatu filsafat hidup yang memuaskan adalah yang bernilai kemanusiaan. pemuka masyarakat. Jika keakraban atau penuh perhatian telah diberikan pada remaja maka mereka akan merasa tersokong. (Elida Prayitno.1 Pengaruh Kebutuhan Yang tidak terpenuhi terhadap tingkah laku remaja Apabila kebutuhan remaja tidak terpenuhi akan timbul perasaan kecewa atau frustasi perasaan konflik dan kecewa dapat dipastikan terjadi pada siswa remaja yang berupaya untuk mencapai dua tujuan yang bertentangan. kompleks dan bervariasi sebagai contoh kebutuhan remaja yang sering kurang memperoleh kebutuhan adalah kebutuhan akan kasih sayang dari orang tua maupun orang dewasa lainnya. dan menarik diri. Misalnya remaja yang berprilaku preman dengan tujuan ditakuti kelompoknya dan sekaligus bersikap terpelajar dengan tujuan dihormati akan menemui kesulitan dalam hidupnya.. (Muri Yusuf. lebih betah berkumpul dengan teman sebayanya.Kebutuhan untuk diakrabi bagi remaja dimaksudkan agar orang lain memahami ideide. suka mencari perhatian orang lain. mencari orang lain sebagai pengganti orang tuanya. . Sebaliknya jika remaja tidak mendapat kesempatan untuk mengkomonikasikan ide. Kebutuhan untuk mampu berprestasai 5. marah. tidak nyaman atau terancam. yang dapat memenuhi kebutuhannya itu seperti gurunya. kebutuhan dan permasalahannya. tertekan dan tidak puas karena tidak terjadi keserasian didalam dirinya. ditolak atau dimusuhi maka iaakan sangat kecewa. individual. Kebutuhan untuk mampu mandiri 4. Kebutuhan untuk dihargai 7. 2006) Usaha memenuhi kebutuhan bagi remaja tidaklah mudah. melainkan sangat rumit. egosentris. maka perasaan manusiawi tumbuh subur dalam diri remaja sehingga segenap aktivitasnya diliputi perasaan aman dan damai. factorsocial. dihargai dan bahagia. Hal ini akan mengakibatkan remaja cenderung mencari penyelesaiannya sendiri dengan cara membanci orang tua. Jika filsafat hidup telah dimiliki. apalagi dilecehkan. Kebutuhan untuk diikutsertkan dan diterima oleh kelompoknya 3. kebutuhan-kebutuhan dan permasalahan yang dihadapinya. mencintai orang yang lebih dewasa dsb. Siswa remaja yang kebutuhan-kebutuhannya tidak terpenuhi dapat melakukan tingkah laku mempertahankan diri seperti tingkah laku agresif. Oleh karena itu mereka mencari pemuasan dengan cara apa saja termasuk dengan cara-carayang negative atau tidak wajar. Kebutuhan untuk mendapatkan falsafah hidup Adanya tujuh macam kebutuhan khas remaja ini secara umum memang ada pada kebanyakan anak muda. cultural dan religius.

serta masyarakat sangat diharapkan. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Agar remaja dapat terhindar dari berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua pihak. baik internal maupun eksternal. agar tidak menimbulkan kesulitan atau permasalahan bagi remaja. sekolah. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor. kepuasan dirinya. b. d. Dalam hal ini. Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity).2 Usaha-usaha yang Dapat Dilakukan Orang Tua dan Guru untuk Memenuhi Kebutuhan Remaja Lingkungan keluarga didukung pihak sekolah perlu melakukan berbagai usaha membantu memenuhi kebutuhan remaja. ingin meniru. banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba. Usaha pencarian identitas pun. ingin diperhatikan.Perlu mengetahui pengalaman mereka di masa lalu (seperti perkembangannya.Bersikap jujur dan terbuka kepada mereka dan jangan pura-pura. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga dan memiliki kehormatan dalam dirinya. dan lainlain). ingin disayangi dan lain-lain). penerimaan dirinya.1999) Apabila kebutuhan social-psikologis tidak terpenuhi maka akan mengakibatkan timbulnya rasa tidak puas. (Diterbitkan 31 Januari 2008 psikologi pendidikan) III. Upaya untuk memfasilitasi perkembangan remaja menjadi amat penting. menjadi frustasi dan terhambatnya pertumbuhan serta perkembangan sikap positif terhadap lingkungan dan dirinya. khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang ambivalen. perlakuan masa kecil yang dia alami. c. Saran yang perlu dilakukan adalah : a. namun di sisi lain dia masih membutuhkan orang tua. tentunya masih banyak problema keremajaan lainnya. perilaku imitasi atau identifikasi.Hidup bersama mereka dan bukan hidup untuk mereka. Sebagai contoh masa remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial). Problema perilaku sosial remaja tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya. namun juga dapat terjadi dengan orang tua dan dewasa lainnya. jika tidak terbimbing. Selain yang telah dipaparkan di atas.Memberi kesempatan terhadap mereka untuk mengemukakan pendapat secara . Hal ini disebabkan pada masa remaja. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya. termasuk dengan guru di sekolah. Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada. yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan kelompok sebayanya (peer group). mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam dirinya maupun dengan lingkungannya. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya. sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. peranan orang tua. di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan dan dapat menentukan pilihannya sendiri. Penolakan dari peer group dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan merasa rendah diri. e. terutama secara ekonomis.Perlu mengetahui dorongan-dorongan (motives) yang menyebabkan mereka berbuat sesuatu (misalnya kebutuhan untuk disayangi. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion.

sehingga prestasi bakat khusus mereka dapat dibanggakan dalam kelompok. jika seorang remaja itu menunjukkan penurunan prestasi.bebas. kesabaran dan konsisten dengan komitmen semata-mata demi kesuksesan dan kebahagiaan anak masa remaja. seni dan ilmu sosial. sehingga dapat membantu mencari jalan keluar dari kesulitan yang dialami anak remaja. c) Memberi penghargaan atau penguatan kepada kelompok remaja yang kreatif dalam belajar misalnya menemukan sendiri bahan belajar yang relevan dari berbagai sumber yang tidak semata-mata kepada materi yang diajarkan guru. b) Memotivasi dengan cara membandingkan prestasi sebelumnya dengan prestasi yang sekarang. misalnya 1. dengan cara membantu mereka mengatasi kesulitan dalam belajar maupun kesulitan permasalahan pribadinya. (buletinlitbang@dephan. 5. Dengan demikian siswa bersangkutan dapat memahami atau berkeyakinan diri yang kuat bahwa ia saat sekarang juga harus berprestasi sebagaimana yang pernah dicapai atau diraihnya pada masa lampau c) Membantu siswa mengembangkan bakat-bakat khusus secara serius. Usaha untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan status a) Mengembangkan bakat khusus remaja dengan berbagai rangsangan dan menghargai prestasi mereka dalam bakat khusus tersebut. b) Menjadikan guru dan teman mereka sebagai model karena telah menerapkan nilai . b) Selalu bekerjasama dalam berbagai kesempatan. g. walaupun waktu. b) Menghindari pemberian motivasi dengan membandingkan remaja secara individu baik dalam prestasi akademis maupun bakat khusus. b) Memberi kesempatam remaja untuk mengemukakan ide-ide mengambil keputusan. c) Tidak menuntut remaja berprestasi sama. Memenuhi Kebutuhan filsafat hidup a) Memberikan informasi tentang nilai kebenaran dalam kehidupan melalui berbagai materi pelajaran yang terkait seperti agama.id) Guru atau orang dewasa lainnya perlu melakukan berbagai usaha atau tindakan untuk memenuhi kebutuhan remaja. 2. melaksanakan kondisi yang ketat dan tegas namun bukan tidak percaya atau mengekang anggota keluarga. Berperan sebagai kawan dan bersahabat. Mencurahkan kasih sayang namun tidak memanjakan. Guru harus membina kedekatan fisiologis dengan siswanya. Memenuhi Kebutuhan untuk Diakrabi a).go. 4. membentuk kelompok dan program pengembangan bakat. Semua itu dilaksanakan dengan ketulusan.Memotivasi anak dan mendorong untuk meraih prestasi yang setinggi tingginya. h. Memenuhi kebutuhan untuk mandiri a) Memotivasi remaja membuat rencana atau program untuk pemgembangan bakat atau potensi mereka. penuh pengertian. 3. guru dan metode belajar yang sama. dan perhatian dalam suatu komunikasi dialogis f. Memberikan penghargaan kepada remaja disesuaikan dengan kecepatan dan prestasi mereka masing-masing. Memenuhi kebutuhan Berprestasi a) Memberikan penilaian kalau siswa telah menguasai bahan yang dipelajarinya sehingga semua siswa mendapat nilai baik. penuh pengertian dan penerimaan. menyusun program kebersihan kelas dan pengembangan bakat.

1985. Elida.com http/ www. Perkembangan Peserta Didik. 1999. Moh.psikologi pendidikan. Yusuf. Bandung. Psikologi Perkembangan Remaja. Perkembangan Peserta Didik. Tim Pembina Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. Kesehatan Mental.net Prayitno. c) Melakukan bimbingan dan konseling kelompok atau individual untuk membentuk keyakinan dan keterampilan memecahkan masalah kehidupan dengan cara-cara bernilai moral dan kebenaran. Muri.go.whandi.kebenaran. Padang . Surya.buletinlitbang@dephan. agama dan ilmu pengetahuan dalam kehidupannya. 2006. UNP.id http/ www. Padang. DAFTAR PUSTAKA http/ www. Dirjen Pendidikan Tinggi. Universitas Negeri Padang. 2007. DIP. Angkasa Raya. Unit Percetakan IKIP Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful