P. 1
Makalah X Ray

Makalah X Ray

|Views: 62|Likes:
Published by bahris
definisi dan prinsip kerja mesin x ray
definisi dan prinsip kerja mesin x ray

More info:

Published by: bahris on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dewasa ini teknologi pencitraan medis telah mengalami perkembangan yang pesat, terutama dengan dukungan kemajuan dalam bidang ilmu bahan, elektronika dan komputasi, sehingga dimungkinkan untuk menganalisis bagianbagian terkecil dalam jaringan tubuh manusia. Teknologi pencitraan telah digunakan di berbagai aspek kehidupan manusia, seperti pada bidang pertahanan militer dan angkasa luar serta radiografi, namun seiring berjalannya waktu teknik pencitraan ini mulai merambah bidang kedokteran. Pencitraan sederhana pertama yang ditemukan adalah teknologi X-Ray yang hanya memancarkan sinar X. Sinar X merupakan salah satu jenis gelombang elektromagnetik yang pada level energi tertentu mampu menimbulkan terjadinya ionisasi dan eksitasi dari elektron-elektron dalam atom bahan materi biologis yang dilewati. Sinar – X dengan energi yang lebih tinggi memiliki daya tembus yang semakin besar pula. Karena kemampuannya untuk menembus bahan, maka sinarX dapat digunakan dalam bidang kesehatan untuk membuat citra dari kerangka dan organ tubuh manusia untuk keperluan diagnosis kelainan atau penyakit yang diderita. Selain itu, teknologi X-Ray adalah tulang punggung pencitraan medis yang masih terus bertahan karena biayanya yang relatif lebih murah dalam hal akuisisi data dan prosedur diagnostik serta kecepatan memperoleh hasil. Aplikasi di bidang kedokteran yang sering dilakukan adalah pemeriksaan payudara ( mamografi ), pemeriksaan gigi dan pemeriksaan tulang. Melihat keunggulan pencitraan dengan X-Ray tersebut, penulis

berkeinginan untuk memperdalam pengetahuan mengenai pencitraan ini dengan menyusun makalah yang berjudul “ Aplikasi Pesawat Sinar-X Untuk Pemeriksaan dan Pembuatan Diagnosis dalam Bidang Kesehatan “

2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil akhir citra radiografi.3. Untuk mengetahui sejarah penggunaan Sinar-X. . 2.2 Tujuan Umum : 1. 1. 3.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah penulis paparkan. Untuk memenuhi tugas perkuliahan Instrumentasi Medik. 3.1 Tujuan Khusus: 1. Mengetahui Aplikasi penggunaan Sinar-X dalam bidang kesehatan. Untuk menambah pengetahuan penulis mengenai penggunaan pencitraan Sinar-X. 1.1.4 Manfaat 1.3 Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut . terdapat beberapa permasalahan antara lain: 1. Mengetahui sejarah penggunaan Sinar-X. 2.3. Apa saja aplikasi penggunaan Sinar-X dalam bidang kesehatan? 3. 1. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi hasil akhir citra radiografi? 1. Untuk mengetahui aplikasi penggunaan Sinar-X dalam bidang kesehatan. Bagaimana sejarah penggunaan Sinar-X? 2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil akhir citra radiografi.

106 Volt.beliau mendapatkan bahwa ada sejenis cahaya berpendar pada layar yang terbuat dari barium platino cyanida yang kebetulan berada di dekatnya. maka sinar ini diberi nama sinar-X. sinar-X dibangkitkan dengan jalan menembaki target logam dengan elektron cepat dalam suatu tabung vakum sinar katoda. Penggunaan sinar-X dalam bidang kedokteran pertama kali dikenal dengan nama Roentgentherapy. sesuai dengan nama penemunya Wilhelm Conrad Roentgen. Roentgen pada tanggal 8 November 1895. Saat itu Roentgen bekerja menggunakan tabung Crookes dilaboratoriumnya di Universitas Wurzburg. Elektron yang bergerak sangat cepat itu akhirnya ditumbukkan ke target logam bernomor atom tinggi dan suhu lelehnya juga tinggi. . Jika sumber listrik dipadamkan. maka sinar-X akan terpancar dari permukaan logam tersebut.Pada saat Roentgen menyalakan sumber listrik tabung untuk penelitian sinar katoda. Sinar-X ditemukan pertama kali oleh fisikawan berkebangsaan Jerman Wilhelm C.1 Sejarah Penggunaan Sinar-X Sinar-X ditemukan pertama kali oleh fisikawan berkebangsaan Jerman Wilhelm C.BAB II ISI 2. seorang fisikawan Jerman. Roentgen segera menyadari bahwa sejenis sinar yang tidak terlihat telah muncul dari dalam tabung sinar katoda. Roentgen menyimpulkan bahwa ada sinar-sinar tidak tampak yang mampu menerobos kertas hitam tersebut. Dia mengamati nyala hijau pada tabung yangsebelumnya menarik perhatian Crookes. Karena sebelumnya tidak pernah dikenal. Dalam perkembangan berikutnya. Namun setelah ditutup ternyata masih ada sesuatu yang dapat lewat. Elektron sebagai proyektil dihasilkan dari pemanasan filamen yang juga berfungsi sebagai katoda. Sinar-X tersebut pertama kali digunakan sebagai tehnik pengobatan terhadap kanker payudara yang dilakukan beberapa bulan setelah ditemukan. Roentgen pada tanggal 8 November 1895. Target logam ini sekaligus juga berfungsi sebagai anoda. Roentgen selanjutnya mencoba menutup tabung itu dengan kertas hitam dengan harapan agar tidak ada cahaya tampak yang dapat lewat. Ketika elektron berenergi tinggi itu menabrak target logam. maka cahaya pendar pun hilang. Elektron dari filamen dipercepat gerakannya menggunakan tegangan listrik berorde 102 .

2. sehingga kesehatan pasien dapat dijamin lebih baik.1 Pemindaian Tulang dengan sinar-X 2. Penghitungan kerapatan tulang berdasarkan pada banyaknya radiasi yang diserap oleh tulang setelah disinari sinar gamma. Mamografi menggunakan kadar sinar-X yang rendah sehingga dianggap tidak mempengaruhi kesehatan orang yang diperiksa. pemeriksaan tengkorak.1 Penentuan Kerapatan Tulang Sinar-X dapat digunakan untuk pengukuran kerapatan tulang (bone densitometry) dengan tehnik photon absorptiometry seperti dual photon x-ray absorptiometry (DXA) yang umum digunakan.2 Pemeriksaan Payudara ( Mamografi ) Mamografi adalah tindakan memeriksa payudara dengan bantuan sinar-X. dan Gambar 2. pemeriksaan usus dua belas jari. suatu penyakit yang menyebabkan tulang menjadi keropos sehingga mudah patah. pemeriksaan jantung. pemeriksaan kandung empedu.2. Tujuannya adalah untuk mengetahui ada tidaknya proses keganasan di payudara atau menemukan ada tidaknya proses lain selain keganasan sebelum timbulnya gejala. kanker ganas sedini mungkin dapat segera diatasi.2. pemeriksaan sinus. Penyakit tulang yang serius ini ditunjukkan dengan rendahnya massa tulang dan terjadinya deteriorasi pada jaringan tulang yang mengakibatkan tulang menjadi rentan dan sangat rapuh sehingga menjadi mudah patah.2. pemeriksaan rongga mata. pemeriksaan ginjal ureter kandung kemih. antara lain penentuan kerapatan tulang. pemeriksaan saluran pencernaan bawah. Pemeriksaan ini berguna untuk mendiagnosis penyakit osteoporosis.2 Aplikasi Penggunaan Sinar-X dalam Bidang Kesehatan Pencitraan menggunakan Sinar-X telah dilakukan untuk memindai berbagai organ dan jaringan tubuh manusia. Ini berlaku bagi wanita yang . pemeriksaan payudara ( mamografi ). pemeriksaan tulang belakang. Dengan demikian.

dan melihat letak dan besarnya tumor ganas. Namun. Dan check up ini hanya digunakan sekali dalam 2-4 tahun.normal (baca: tidak sakit) dan tidak memiliki keluhan apapun soal payudaranya.2. karena mereka ini memiliki kecenderungan untuk timbulnya kanker payudara.2 Pemeriksaan Payudara ( Mamografi ) 2. . bagi wanita yang sebelumnya pernah terkena kanker payudara atau yang mempunyai benjolan pada payudaranya atau bisa juga yang memiliki radang menahun di payudaranya harus memperhatikan mamografi ini. Gambar 2. yang merupakan rongga yang berisi udara dan dilapisi dengan membrane mucus. Pesawat sinar-X mamografi dapat dibedakan menjadi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi trauma atau penyakit pada area sinus. ada di dalam tulang rahang atas. sphenoid dan tulang frontal pada wajah. ethmoid.3 Pemeriksaan Sinus Sinus. mengkonfirmasi adanya kanker atau peradangan pada sinus. Pesawat Sinar-X Mamografi Film Screen dan Pesawat Sinar-X Xeromamografi. sinar-X dilewatkan melalui sinus dan memberi reaksi pada kertas film khusus. Pada pemeriksaan ini. sehingga membentuk gambaran yang dapat memungkinkan dokter mempelajari keadaan sinus.

jantung dan paru.3 Pemeriksaan Sinus 2.Gambar 2. diambil dua gambaran yang berbeda. Pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu mendeteksi penyakit jantung dan abnormalitas yang membuat besar serta bentuk jantung berubah atau penampakan jantung dan paru berubah dan untuk memeriksa koreksi letak arteri pulmonum dan kateter jantung serta kawat pacu jantung.2. Pada pemeriksaan rutin. Tes Sinar-X pada jantung akan menunjukkan gambaran thoraks.4 Pemeriksaan Jantung .4 Pemeriksaan Jantung Sinar-X pada jantung adalah tes yang paling sering digunkan untuk mengevaluasi penyakit jantung dan efeknya pada pembuluh darah di paru. mediastinuum. Gambar 2.

5 Pemeriksaan Tengkorak 2.5 Pemeriksaan Tengkorak sinar-X pada tengkorak sangat berharga untuk pemeriksaan kelainan pada dasar tengkorak dan cungkup tulang cranial. Sinar-X pada tengkorak mengevaluasi tiga kelompok tulang yang menutup kepala: calvaria (disebut cungkup tengkorak). Ini juga memungkinkan dokter mempelajari problem-problem tulang tengkorak yang disebabkan oleh penyakitpenyakit lain. dan tulang-tulang wajah.2. yaitu organ kecil berbentuk oval yang melekat pada otak. Pemeriksaan ini berguna untuk membantu mendeteksi patah tulang setelah trauma kepala. mandibula (dikenal sebagai tulang rahang). Gambar 2. Secara keseluruhan tulang-tulang pada tengkorak merupakan struktur yang kompleks sehingga memerlukan pemeriksaan yang lengkap memerlukan beberapa kali penyinaran sinar-X pada setiap area. membantu diagnosa tumor pada kelenjar hipofise. dan untuk mendeteksi problem-problem tulang tengkorak yang timbul sejak lahir atau karena penyebab penyakit lain. Cungkup dan tulang-tulang wajah dihubungkan oleh sendi-sendi yang tidak dapat bergerak dan mempunyai tepi bergerigi yang disebut sutura.6 Pemeriksaan Tulang Belakang Tes ini memungkinkan pemeriksaan terhadap seluruh rangkaian tulang belakang atau sebagian.2.2. Pada umumnya tes ini digunakan untuk mengevaluasi .

ureter dan kandung kemih. adalah pemeriksaan dengan sinar-X pada ginjal. mendeteksi kelainan degeneratif. Gambar 2. ureter dan kandung kemih mempunyai keterbatasan dan karenanya harus selalu disertai dengan tes-tes yang lebih teliti seperti scanning tomografi terkomputerisasi (CAT scan). menentukan efek arthritis dan kondisi-kondisi lain pada tulang belakang. dan perubahan pada struktur sendi.6 Pemeriksaan Tulang Belakang 2. Ureter dan Kandung Kemih Untuk singkatnya disebut KUB (Kidney. dislokasi. erosi dan perubahan yang terjadi pada sambungan tulang. SinarX pada sendi dapat menampakkan adanya cairan pembentukan taji. ureter dan kandung kemih serta untuk membantu mendeteksi adanya kelainan. serta untuk skrining kelainan pada daerah ginjal. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi patah tulang. ureter dan kandung kemih. Tes KUB untuk mengetahui posisi ginjal. Ureter dan Bladder). dan deformitas.deformitas. mendeteksi kelainan pada ruas intravertebra. subluksasi. struktur dan posisi ginjal. Biasanya merupakan langkah pemeriksaan pertama pada system saluran kemih. Tes sinar-X pada ginjal. tekstur. infeksi dan kengenital.2. Pemeriksaan ini berguna untuk mengevaluasi ukuran. dislokasi dan kelainan lain pada tulang belakang.7 Pemeriksaan Pada Ginjal. patah tulang. SinarX pada tulang menggambarkan densitas. .

Pada beberapa kasus. sinar-X digunakan bersama scanning tomografi terkomputerisasi (CAT scan) dan pemeriksaan ultrasonografi untuk menggambarkan keabnormalan lebih baik.8 Pemeriksaan Pada Rongga Mata Rongga mata adalah rongga yang merupakan rumah dari mata dan kelenjar air mata beserta pembuluh darah. maka pada umumnya setelah terjadi trauma muka dilakukan penyinaran sinar-X pada daerah tersebut. membantu melihat letak benda asing pada mata.7 Pemeriksaan Ginjal 2.8 Pemeriksaan Rongga Mata . Ini juga berguna untuk mendiagnosa adana penyakit pada mata dan rongga mata. Gambar 2. Karena bagian rongga mata yang berupa tulang yang tipis mudah patah. Teknik sinar-X khusus dapat menampakan adanya benda asing pada rongga mata atau mata yang tidak dapat dilihat.2.Gambar 2. Pemeriksaan ini berguna untuk membantu mendeteksi patah tulang dan penyakit pada rongga mata. saraf. otot dan lemak.

membantu mendiagnosa penyakit keradangan dan tumor pada kandung empedu. nyeri pada perut bawah. intoleransi lemak. lendir atau nanah pada feses.9 Pemeriksaan Pada Usus Dua Belas Jari (Duodenografi Hipotonik) Pemeriksaan sinar-X pada usus dua belas jari. Pemeriksaan sinar-X pada usus dua belas jari dilakukan setelah barium sulfat dan udara dimasukkan dalam usus melalui kateter.10 Pemeriksaan Pada Kandung Empedu (Cholecystography Oral) Tes yang oleh dokter disebut cholecystography oral ini merupakan tes dengan sinar-X untuk memeriksa kandung empedu setelah minum pil yang mengandung cairan kontras khusus. Teknik yang terakhir merupakan teknik yang terbaik untuk mendeteksi . Teknik kontras tunggal menampakkan gambaran usus besar dari samping. 2. 2. seperti nyeri perut atas persisten. dinamakan duodenografi hipotonik. yaitu bagian dari usus halus. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi lesi duodenal yang kecil dan kanker pancreas.2. membantu mendiagnosa pankreatitis kronik. Pada teknik kontras tunggal. barium sulfat dan udara dimasukkan dalam rectum.2.2. Tes Barium enema dilakukan pada penderita yang mempunyai riwayat adanya perubahan kebiasaan buang air besar. Pada teknik kontras ganda. Akan tetapi Pemeriksaan sinar-X pada usus dua belas jari memerlukan tes-tes penunjang lain untuk konfirmasi.2. Sedangkan teknik kontras ganda menampakkan usus besar dari depan dan samping. Pemeriksaan sinar-X pada usus dua belas jari dilakukan untuk penderita yang mempunyai gejala-gejala duodenal atau penyakit pankeas. atau adanya darah. dan penyakit kuning. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi batu empedu. barium sulfat dimasukkan pada rectum.11 Pemeriksaan Pada Saluran Pencernaan Bawah Tes Barium enema juga disebut pemeriksaan saluran pencernaan bawah ini merupakan pemeriksaan dengan sinar-X pada usus besar. Sinar-X pada kandung empedu (cholecystography oral) dilakukan pada penderita yang mempunyai gejala-gejala penyakit kandung empedu seperti nyeri pada perut kanan atas.

Ketebalan atau Densitas Jaringan Jaringan yang semakin tebal mengurangi kuantitas sianr-X semakin banyak. 2. Tulang memiliki densitas lebih besar dari jaringan lunak dan lebih besar dari lemak untuk ukuran yang sama. jaringan lunak berbeda harga Z-nya. Energi Sinar-X atau kVp . Gambar 2. Penambahan tebal 4 cm mengurangi radiasi sinar-X menjadi setengahnya. sehingga citra tulang terlihat putih (lebih tipis) pada film. 3. Pemeriksaan ini berguna untuk membantu mendiagnosa kanker usus besar. Tulang memiliki Z lebih besar. penyakit keradangan dini. lemak. Nomor Atom Jaringan (Z) Jaringan dengan nilai Z lebih besar akan memiliki derajat atenuasi lebih besar.tumor yang kecil (khususnya polip). Tulang. Dua organ yang berbeda ketebalannya menghasilkan dua densitas yang berbeda pada film. kanker rectum dan perubahan struktur pada usus besar. dan pendarahan kecil yang disebabkan oleh tukak. 4. Densitas atau Kerapatan Jaringan Menentukan berapa banyak sinar-x yang mampu diperlambat dan berapa yang bisa diteruskan.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Akhir Citra Radiografi Tingkat kontras dipengaruhi oleh 6 faktor : 1. sehingga sinar-X yang diteruskan hanya sedikit.11 Pemeriksaan Saluran Pencernaan Bawah 2.

sehingga hasil foto sinar-X hitam. Nilai kVp yang semakin rendah menghasilkan kontras lebih baik daripada kVp yang tinggi. Hal ini dapat dijelaskan dengan step perubahan warna. karena memiliki kemampuan penetrasi lebih besar. Kontras juga akan berkurang bila melewati jaringan yang semakin tebal. Kedua hal tersebut mengakibatkan turunnya kontras. Radiasi Hamburan Hamburan terjadi oleh radiasi sinar-X dengan energi lebih tinggi. Penambahan bahan pengontras ke dalam jaringan menyebabkan penambahan diferential absorption sehingga struktur lebih nampak. dan dapat mengurangi kontras. Dalam radiografi jumlah densitas atau step perubahan densitas dari hitam ke putih mengindikasikan range dari skala kontras.Semakin tinggi energi sinar-X akan mengalami diferential absorbtion semakin kecil. Bahan Penambah Kontras Bahan pengontras memiliki harga Z lebih besar atau lebih kecil. lebih . Udara juga bisa untuk bahan pengontras (yang bisa dimasuki udara). 5. 6. Sinar-X dengan energi semakin tinggi menghasilkan hamburan Compton lebih banyak.

bahan penambah kontras. pemeriksaan payudara ( mamografi ). sinus. ginjal uterus kandung kemih. Penggunaan sinar-X dalam bidang kedokteran pertama kali dikenal dengan nama Roentgentherapy. Beberapa aplikasi pencitraan sinar-x dalam bidang kesehatan antara lain. dan radiasi hamburan. Penggunaan pesawat sinar-X harus sesuai dengan prosedur yang ditetapkan agar keselamatan pasien dan operator tetap terjamin. jantung.2 Saran 1.BAB III PENUTUP 3. seorang fisikawan Jerman. Sinar-X ditemukan pertama kali oleh fisikawan berkebangsaan Jerman Wilhelm C. 3. Roentgen pada tanggal 8 November 1895. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil akhir citra radiografi adalah. energi sinar x atau kVp. nomor atom jaringan. rongga mata. tengkorak. Kualitas teknologi pesawat sinar-X harus semakin ditingkatkan agar pencitraan yang dihasilkan oleh sinar-X semakin jelas ketika mendiagnosa suatu penyakit. 2. dan saluran pencernaan bawah. Sinar-X tersebut pertama kali digunakan sebagai tehnik pengobatan terhadap kanker payudara yang dilakukan beberapa bulan setelah ditemukan. 3. pemeriksaan kerapatan tulang. kandung empedu.1 Simpulan 1. densitas atau kerapatan jaringan. usus dua belas jari. . sesuai dengan nama penemunya Wilhelm Conrad Roentgen. Ketebalan atau densitas jaringan. 2. tulang belakang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->