RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

RPT0

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume I : Umum Bagian – 6 : Pekerjaan Pemancangan

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. RUANG LINGKUP .................................................................................................. 2. ACUAN NORMATIF ............................................................................................... 3. ISTILAH DAN DEFINISI ......................................................................................... 4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN...................................................................... 4.1. Toleransi ........................................................................................................ 4.2. Persyaratan Bahan ........................................................................................ 4.3. Persyaratan Kerja .......................................................................................... 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................... 5.1. Pekerjaan Turap ............................................................................................ 5.2. Pekerjaan Pondasi Tiang............................................................................... 6. PENGENDALIAN MUTU ........................................................................................ 6.1. Jaminan Mutu ................................................................................................ 6.2. Penerimaan Bahan ....................................................................................... 6.3. Penyimpanan dan Perlindungan Bahan ........................................................ 6.4. Tiang Uji (Test Pile) Pondasi Tiang ............................................................... 6.5. Pengujian Turap ............................................................................................ 6.6. Pengujian Pembebanan (Loading Test) ........................................................ 6.7. Mutu Pekerjaan dan Perbaikan Atas Pekerjaan yang Tidak Memenuhi Ketentuan....................................................................................................... 7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN .................................................................... 7.1. Pengukuran.................................................................................................... 7.2. Dasar Pembayaran ........................................................................................ BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... i ii iii 1 1 1 2 2 3 4 5 5 7 16 16 16 16 16 17 17 18 18 18 20 23

i

Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia. ii . Rapat Gugus Kerja. pakar. Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Departemen Pekerjaan Umum. konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah. konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil. nara sumber.KATA PENGANTAR Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian.

standar. 7 tahun 2004. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasaran sumber daya air harus berdasarkan norma. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. iii . pedoman dan manual (NSPM) tercantum pada Acuan Normatif. pedoman dan manual (NSPM). Sehubungan dengan hal tersebut. standar. Pedoman ini mencakup tiang pancang yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan Spesifikasi ini. dan turap beton pracetak. dan sedapat mungkin mendekati Gambar menurut penetrasi atau ke dalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Pedoman ini mencakup turap yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan spesifikasi ini. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari pemilhan bahan.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. Pekerjaan ini mencakup turap kayu. turap baja. pengujian dan pelaksanaan konstruksi dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. dan sedapat mungkin mendekati gambar menurut penetrasi atau kedalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

metode kerja pelaksanaan. Aksi adalah penyebab terjadinya tegangan atau deformasi pada struktur. 3. 35x35.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume I : Umum Bagian – 6 : Pekerjaan Pemancangan 1. dan turap beton pracetak. Standar Nasional Indonesia (SNI) : ASTM dan AASHTO : ASTM A252 AASHTO M183-90 AASHTO M168-96 (1999) AASHTO M202M-02 AASHTO M133-04 3. Driving Cap adalah topi pemancang yang dipasang pada tiang pancang. sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya. ACUAN NORMATIF SNI 07-0722-1989 SNI 03-3448-1994 SNI 03-4434-1997 : Baja Canai Panas untuk Konstruksi Umum : Tata cara penyambungan tiang pancang beton pracetak penampang persegi dengan sistem monolit bahan epoxy : Spesifikasi tiang pancang beton prategang untuk pondasi jembatan ukuran (30x30. 3.3. Beban adalah suatu gaya yang bekerja dari luar. 40x40) cm2.1. untuk mempertahankan sumbu tiang pancang agar segaris dengan sumbu palu. Pekerjaan ini mencakup turap kayu.1. dan sedapat mungkin mendekati gambar menurut penetrasi atau kedalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. ISTILAH DAN DEFINISI 3. Preservatives and Pressure Treatment Process for Timber. Cast in place adalah suatu cara dimana tiang dicetak menurut lubang pada tanah yang berbentuk seperti tiang. 2. kemudian ke dalam lubang ini dituangkan adukan beton 3. Pedoman ini mencakup tiang pancang yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan Spesifikasi ini. 3. 3.2. dan sedapat mungkin mendekati Gambar menurut penetrasi atau ke dalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.2. 3. Gaya tarik tiang yang dijinkan adalah suatu harga yang diperoleh dengan membagi gaya tarik maksimum sebuah tiang dengan faktor keamanan 1 dari 23 .4. panjang 1020 meter dengan baja tulangan BJ 24 dan BJ 40 : : : : : Steel Pipe Structural Steel Wood Products Steel Sheet Piling. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk pekerjaan pemancangan. Pedoman ini mencakup turap yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan spesifikasi ini. Daktilitas adalah kemampuan struktur/komponennya untuk melakukan deformasi inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama.5. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. turap baja. Faktor reduksi adalah suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal untuk mendapatkan kuat rencana.

.6. 4. 2 dari 23 . 3. Toleransi 1) Pekerjaan Turap a) Lokasi Kepala Turap . Rasio kelangsingan geometri adalah rasio kelangsingan geometri (Lk/r). 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx 3. mencegah terjadinya kelongsoran.3.9. 3.Penggeseran lateral kepala turap dari posisi yang ditentukan tidak boleh melampaui 75 mm dalam segala arah. meliputi seluruh ketebalan sambungan las. b) Turap Beton Pracetak Toleransi harus sesuai dengan toleransi beton prategang.6. dan biasanya terdiri dari dinding turap dan penyangganya.8. Komponen struktur tak bergoyang adalah komponen struktur. Sambungan tipe geser adalah sambungan yang didapat dengan menggunakan baut mutu tinggi yang dikencangkan menurut batas tarik minimum tertentu sehingga hasil aksi jepitan menyalurkan gaya geser rencana pada keadaan batas layan yang bekerja pada bidang kontak bersama akibat gesekan yang terjadi antara bidang-bidang kontak.10. sehingga gaya-gaya rencana dipindahkan dengan tumpuan dan gesekan pada baut dan elemen-elemen sambungan pada keadaan kekuatan batas. yang dihitung untuk penampang kotor terhadap sumbu yang relevan. 3. 3.1. KETENTUAN DAN PERSYARATAN Ketentuan dan persyaratan umum yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan pemancangan harus memuat : 4.8. 3. sehingga efek aksi rencana yang bekerja pada komponen sambungan hanya berbentuk gaya geser saja. Pondasi tiang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan 3. yang perpindahan transversal satu ujung terhadap ujung lainnya pada komponen struktur vertikal dikekang secara efektif. Pembebanan gaya sebidang adalah pembebanan yang gaya-gaya rencana dan momen lenturnya bekerja pada bidang sambungan.5. 3. diambil sebagai panjang efektif (Lk) dibagi jari-jari girasi (r). Pengaruh beban adalah gaya-dalam / momen lentur akibat aksi atau beban-beban yang bekerja. Sambungan tipe tumpu adalah sambungan yang terjadi dengan menggunakan baut/baut mutu tinggi yang dikencangkan menurut batas tarik baut minimum tertentu. 3. Pengencangan penuh adalah suatu metode memasang dan menarik suatu baut. Keadaan batas adalah setiap kondisi batas. Las tumpul penetrasi sebagian adalah suatu las tumpul yang kedalaman penetrasinya kurang dari seluruh ketebalan sambungan.Turap harus ditempatkan sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar.4. Turap adalah konstruksi yang dapat menahan tekanan tanah di sekelilingnya. yang di luar batas ini struktur tidak akan dapat lagi memenuhi fungsi yang direncanakan. Las tumpul penetrasi penuh adalah suatu las tumpul yang fungsinya terjadinya di antara material las dan metal induk. 3.11. 3.7.7.

d) Tiang Bor Beton Cor Langsung Di Tempat Garis tengah lubang bor tanpa selubung (casing) harus +0 sampai + 5% dari diameter nominal pada setiap posisi.01 dari panjang suatu tiang pancang dalam segala arah.RPT0-Pd T-xx-xxxx 2) Pekerjaan Pondasi Tiang a) Lokasi Kepala Tiang Pancang Tiang pancang harus ditempatkan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. 2) Pekerjaan Pondasi Tiang a) Kayu Kayu untuk tiang pancang penahan beban (bukan cerucuk) dapat diawetkan atau tidak diawetkan. dan dapat dipangkas sampai membentuk penampang 3 dari 23 . Turap Baja harus memenuhi ketentuan baja struktur.2.0007 dari panjang total tiang pancang. Turap kayu harus seluruhnya keras dan bebas dari kerusakan. mata kayu. kecuali ditunjukkan lain dalam gambar. dengan sudut-sudut persegi. b) Kemiringan Tiang Pancang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan yang disyaratkan tidak boleh lebih melampaui 20 mm per meter (yaitu 1 dalam 50). Penggeseran lateral kepala tiang pancang dari posisi yang ditentukan tidak boleh melampaui 75 mm dalam segala arah. bagian yang tidak keras atau akibat serangan serangga. . Kayu untuk turap. d) Sepatu dan Sambungan Turap Sepatu dan sambungan tiang pancang harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. e) Tiang Pancang Beton Pracetak Toleransi harus sesuai dengan toleransi dari Bagian Beton Prategang dari Spesifikasi ini 4. Tiang tiang pancang harus terbuat dari kayu yang digergaji atau ditebang. Agregat halus harus memenuhi ketentuan dalam AASHTO M45-04. harus diberi bahan pengawet. Pengawetan harus sesuai dengan AASHTO M133-04.Kelengkungan tiang pancang beton cor langsung di tempat harus tidak boleh melampaui 0. SNI 07-0722-1989 dan AASHTO M202-02. c) Kelengkungan (bow) . Persyaratan Bahan 1) Pekerjaan Turap a) Kayu. Semen harus memenuhi ketentuan dalam SNI 15-2049-1994 b) Beton pracetak Turap beton pracetak harus memenuhi ketentuan beton prategang c) Baja Baja yang digunakan mempunyai minimal kekuatan tarik 415 MPa dan titik lelehnya 250 MPa.Kelengkungan lateral tiang pancang baja tidak boleh melampaui 0.

Pengawetan harus sesuai dengan AASHTO M133 . bagian yang tidak keras atau akibat serangan serangga. diameter dan mutu yang ditunjukkan dalam Gambar. Pipa baja termasuk penutup ujung. tebal dinding tidak boleh kurang dari 4. Tiang pancang kayu harus seluruhnya keras dan bebas dari kerusakan. b) Beton Jika beton akan dicor di dalam air. mata kayu. c) Perhitungan rancangan. termasuk rumus penumbukan. Pelat penutup untuk menutup ujung tiang pancang harus memenuhi ketentuan dari AASHTO M183-90 (ASTM A36).04. f) Pipa Baja Pipa baja yang akan diisi dengan beton harus memenuhi ketentuan dari ASTM A252 Grade 2.3. seperti halnya dengan tiang beton cor langsung di tempat. 4 dari 23 . Selanjutnya semua kulit kayu harus dibuang. Cerucuk kayu harus terbuat dari jenis. Persyaratan Kerja 1) Pengajuan Kesiapan Kerja Pekerjaan Pemancangan Sebelum memulai suatu pekerjaan pemancangan. harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk dipancang dengan metode yang ditentukan tanpa distorsi. Kecuali ditunjukkan lain dalam Gambar.8 mm. 4. Pelat penutup dan las penyambung tidak boleh menonjol ke luar dari keliling ujung tiang pancang. g) Sepatu dan Sambungan Tiang Pancang Sepatu dan sambungan tiang pancang harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx yang tegak lurus terhadap panjangnya atau berupa batang pohon lurus sesuai bentuk aslinya. maka beton harus dicor dengan cara tremi dan harus mempunyai slump yang tidak kurang dari 15 cm serta kadar semen minimum 400 kg per meter kubik beton. Penyedia Jasa harus mengajukan kepada Direksi Pekerjaan hal-hal sebagai berikut : a) Program yang terinci untuk pekerjaan pemancangan. c) Baja Tulangan Baja tulangan harus memenuhi ketentuan dari Bagian Baja Tulangan d) Tiang Pancang Beton Prategang Pracetak Tiang pancang beton prategang pracetak harus memenuhi ketentuan dari Bagian Beton Prategang e) Tiang Pancang Baja Struktur Baja harus memenuhi ketentuan dari Bagian Baja Struktur dan AASHTO M18390. Pipa baja harus mempunyai garis tengah sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. yang menunjukkan kapasitas tiang pancang bilamana penumbukan menggunakan peralatan yang diusulkan oleh Penyedia Jasa. b) Rincian metode yang diusulkan untuk pemancangan bersama dengan peralatan yang akan digunakan.

Pencegahan ini dapat dilakukan dengan pemangkasan kepala turap sampai penampang melintang menjadi bulat dan tegak lurus terhadap panjangnya dan memasang cincin baja atau besi yang kuat atau dengan metode lainnya yang lebih efektif. Usulan ini mencakup metode pemberian beban. kecuali bilamana seluruh pemancangan dilakukan pada tanah yang lunak. e) Persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan untuk pengajuan tersebut di atas harus diperoleh terlebih dahulu sebelum memulai setiap pekerjaan pemancangan. tindakan pencegahan kerusakan pada kepala turap harus diambil.1. Selimut beton tidak boleh 5 dari 23 . d) Penyambungan Bilamana diperlukan untuk menggunakan turap yang terdiri dari dua batang atau lebih. Sambungan di dekat titik-titik yang mempunyai lendutan maksimum harus dihindarkan. 5. c) Sepatu Turap Turap harus dilengkapi dengan sepatu yang sesuai untuk melindungi ujungnya selama pemancangan. permukaan ujungnya harus dipotong sampai tegak lurus terhadap panjangnya untuk menjamin bidang kontak seluas seluruh penampang tiang pancang. turap harus diperkuat dengan baja penyambung. Setelah pemancangan. sambungannya harus diperkuat dengan kayu atau pelat penyambung baja. 2) Turap beton pracetak a) Umum Turap harus dirancang. Pada turap yang digergaji. Pekerjaan Turap 1) Turap kayu a) Umum Setiap turap kayu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipancang untuk memastikan bahwa turap kayu tersebut memenuhi ketentuan dari bahan dan toleransi yang diijinkan. Baja tulangan harus disediakan untuk menahan tegangan yang terjadi akibat pengangkatan. pengukuran beban dan penurunan serta penyajian data yang diusulkan. penanganan. Bidang kontak antara sepatu dan kayu harus cukup untuk menghindari tekanan yang berlebihan selama pemancangan. PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan pemancangan harus memuat : 5.RPT0-Pd T-xx-xxxx d) Usulan untuk pengujian pembebanan tiang pancang. kepala turap harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya sampai bagian kayu yang keras. dan tekanan akibat pemancangan tanpa kerusakan. dicor dan dirawat untuk memperoleh kekuatan yang diperlukan sehingga tahan terhadap pengangkutan. b) Kepala Turap Sebelum pemancangan. atau profil baja seperti profil kanal atau profil siku yang dilas menjadi satu membentuk kotak yang dirancang untuk memberikan kekuatan yang diperlukan. Posisi sepatu harus benar-benar sentris (pusat sepatu sama dengan pusat turap) dan dipasang dengan kuat pada ujungnya. Penyusunan dan pengangkutan tiang pancang maupun tegangan yang terjadi akibat pemancangan dan beban-beban yang didukung.

semuanya harus berdasarkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Waktu yang diijinkan untuk memindahkan turap harus ditentukan dengan menguji empat buah benda uji yang telah dibuat dari campuran yang sama dan dirawat dengan cara yang sama seperti tiang pancang tersebut. Semen yang demikian tidak boleh digunakan sebelum disetujui oleh Direksi Pekerjaan. maka panjang atau ruas-ruasnya yang mungkin terkena korosi harus dilindungi dengan galvanis sesuai AASHTO M111-04 atau dengan pengecatan menggunakan lapisan pelindung yang telah disetujui dan/atau digunakan logam yang lebih tebal bilamana daya korosi dapat diperkirakan dengan akurat dan beralasan. Penyedia Jasa dapat menggunakan semen yang cepat mengeras untuk membuat turap. Penyedia Jasa harus menyerahkan metode penyambungan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Turap tersebut dapat dipindahkan bilamana pengujian kuat tekan pada keempat benda uji menunjukkan kekuatan yang lebih besar dari tegangan yang terjadi pada tiang pancang yang dipindahkan. 3) Turap baja a) Umum Pada umumnya. dan tanah jenis lainnya yang mungkin dapat merusak ujung tiang pancang beton. Bilamana perpanjangan tiang pancang tidak dapat dihindarkan. ditambah dampak dinamis yang diperkirakan dan dikalikan dengan faktor keamanan. Umumnya seluruh panjang tiang baja yang terekspos. tanah liat dengan berangkal. Tidak ada turap yang akan dipancang sebelum berumur paling sedikit 28 hari atau telah mencapai kekuatan minimum yang disyaratkan. kerikil kasar. Luas ujung sepatu harus sedemikian rupa sehingga tegangan dalam beton pada bagian tiang pancang ini masih dalam batas yang aman seperti yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan d) Pembuatan dan perawatan Tiang pancang dibuat dan dirawat sesuai dengan ketentuan beton dan baja tulangan dari spesifikasi ini. sepatu tersebut dapat ditiadakan. harus dilindungi dari korosi. turap baja struktur harus berupa profil baja yang harus sesuai dengan AASHTO M202-02. ditulis dengan jelas dekat dekat kepala tiang pancang. c) Sepatu tiang pancang Tiang pancang harus dilengkapi dengan sepatu yang datar atau mempunyai sumbu yang sama (co-axial). Penyedia Jasa harus memberitahu secara tertulis kepada Direksi Pekerjaan atas penggunaan jenis dan pabrik pembuat semen yang diusulkan. dan setiap panjang yang terpasang dalam tanah yang terganggu di atas muka air terendah. Tidak ada penyambungan tiang pancang sampai metode penyambungan disetujui secara tertulis dari Direksi Pekerjaan. Setiap turap harus ditandai dengan tanggal pengecoran dan panjangnya. jika dipancang masuk ke dalam atau menembus jenis tanah seperti batu. 6 dari 23 .RPT0-Pd T-xx-xxxx kurang dari 40 mm dan bilamana tiang pancang terekspos terhadap air laut atau pengaruh korosi lainnya. b) Perlindungan Terhadap Korosi Bilamana korosi pada turap baja mungkin dapat terjadi. Periode dan ketentuan perlindungan sebelum pemancangan harus sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. selimut beton tidak boleh kurang dari 50 mm b) Penyambungan Penyambungan tiang pancang harus dihindarkan bilamana memungkinkan. Sepatu tersebut dapat terbuat dari baja atau besi tuang. Untuk tanah liat atau pasir yang seragam.

yang harus dilaksanakan sesuai dengan AASHTO M133-04 dengan menggunakan instalasi peresapan bertekanan.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Kepala Tiang pancang Sebelum pemancangan. tindakan pencegahan kerusakan pada kepala tiang pancang harus diambil. 4) Pemancangan Pelaksanaan pemancangan turap harus sesuai dengan pekerjaan pondasi tiang. 7 dari 23 . Setelah pemancangan. Bilamana tiang pancang kayu lunak membentuk pondasi struktur permanen dan akan dipotong sampai di bawah permukaan tanah. pelat topi. tetapi bilamana sepatu tiang diperlukan. Persetujuan dari Direksi Pekerjaan secara tertulis harus diperoleh sebelum pemancangan tiang pancang yang tidak diawetkan. kepala tiang pancang harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya sampai bagian kayu yang keras dan diberi bahan pengawet sebelum pur (pile cap) dipasang. kebutuhan untuk mengawetkan kayu keras tergantung pada jenis kayu dan beratnya kondisi pelayanan. Beberapa kayu keras dapat digunakan tanpa pengawetan. c) Kepala Tiang Pancang Sebelum pemancangan. atau tiang pancang dengan panjang yang cukup harus ditanamkan ke dalam pur (pile cap). d) Sepatu Turap Pada pemancangan di tanah keras. harus digunakan. kepala tiang pancang harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya dan topi pemancang (driving cap) harus dipasang untuk mempertahankan sumbu tiang pancang segaris dengan sumbu palu.2. maka perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan bahwa tiang pancang tersebut telah dipotong pada atau di bawah permukaan air tanah yang terendah yang diperkirakan. Pekerjaan Pondasi Tiang 1) Tiang Pancang Kayu a) Umum Semula tiang pancang kayu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipancang untuk memastikan bahwa tiang pancang kayu tersebut memenuhi ketentuan dari bahan dan toleransi yang diijinkan. Tiang pancang pipa atau kotak dapat juga dipancang tanpa sepatu. Bilamana instalasi semacam ini tidak tersedia. b) Pengawetan (Tiang Pancang Kayu) Semua kayu lunak yang digunakan untuk tiang pancang memerlukan pengawetan. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan pemangkasan kepala tiang pancang sampai penampang melintang menjadi bulat dan tegak lurus terhadap panjangnya dan memasang cincin baja atau besi yang kuat atau dengan metode lainnya yang lebih efektif. tetapi pada umumnya. maka ujungnya dapat diperkuat dengan menggunakan pelat baja tuang atau dengan mengelaskan pelat atau siku baja untuk menambah ketebalan baja. Setelah pemancangan. 5. batang baja atau pantek harus ditambatkan pada pur. pengawetan dengan tangki terbuka secara panas dan dingin. maka sepatu tiang ini dapat dikerjakan dengan cara mengelaskan pelat datar atau yang dibentuk sedemikian rupa dari pelat baja dengan mutu yang sama atau baja fabrikasi.

kepala tiang pancang harus tertanam dalam pur dengan kedalaman yang cukup sehingga dapat memindahkan gaya. penyusunan dan pengangkutan tiang pancang maupun tegangan yang terjadi akibat pemancangan dan beban-beban yang didukung. Tiang pancang bulat harus diperkuat dengan pipa penyambung. Selimut beton tidak boleh kurang dari 40 mm dan bilamana tiang pancang terekspos terhadap air laut atau pengaruh korosi lainnya. penanganan. Penyedia Jasa harus menyerahkan metode penyambungan kepada Direksi Pekerjaan untuk 8 dari 23 . b) Penyambungan Penyambungan tiang pancang harus dihindarkan bilamana memungkinkan. dicor dan dirawat untuk memperoleh kekuatan yang diperlukan sehingga tahan terhadap pengangkutan. Pada tiang pancang yang digergaji. selimut beton tidak boleh kurang dari 50 mm. sambungannya harus diperkuat dengan kayu atau pelat penyambung baja. memecah ujung dan menyebabkan retak tiang pancang harus dihindari dengan membatasi tinggi jatuh palu dan jumlah penumbukan pada tiang pancang. permukaan ujung tiang pancang harus dipotong sampai tegak lurus terhadap panjangnya untuk menjamin bidang kontak seluas seluruh penampang tiang pancang. Perhatian khusus harus diberikan selama pemancangan untuk memastikan bahwa kepala tiang pancang harus selalu berada sesumbu dengan palu dan tegak lurus terhadap panjang tiang pancang dan bahwa tiang pancang dalam posisi yang relatif pada tempatnya. d) Sepatu Tiang Pancang Tiang pancang harus dilengkapi dengan sepatu yang cocok untuk melindungi ujung tiang selama pemancangan. Tiang pancang segi empat harus mempunyai sudut-sudut yang ditumpulkan. 2) Tiang Pancang Beton Pracetak a) Umum Tiang pancang harus dirancang. Bidang kontak antara sepatu dan kayu harus cukup untuk menghindari tekanan yang berlebihan selama pemancangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bilamana digunakan pur (pile cap) dari beton. Baja tulangan harus disediakan untuk menahan tegangan yang terjadi akibat pengangkatan. Bilamana perpanjangan tiang pancang tidak dapat dihindarkan. f) Penyambungan Bilamana diperlukan untuk menggunakan tiang pancang yang terdiri dari dua batang atau lebih. Tebal beton di sekeliling tiang pancang paling sedikit 15 cm dan harus diberi baja tulangan untuk mencegah terjadinya keretakan. dan tekanan akibat pemancangan tanpa kerusakan. atau profil baja seperti profil kanal atau profil siku yang dilas menjadi satu membentuk kotak yang dirancang untuk memberikan kekuatan yang diperlukan. berat palu harus sama dengan beratnya tiang untuk memudahkan pemancangan. Pipa pancang berongga (hollow piles) harus digunakan bilamana panjang tiang pancang yang luar biasa diperlukan. Sambungan di dekat titik-titik yang mempunyai lendutan maksimum harus dihindarkan. kecuali bilamana seluruh pemancangan dilakukan pada tanah yang lunak. Umumnya. Posisi sepatu harus benar-benar sentris (pusat sepatu sama dengan pusat tiang pancang) dan dipasang dengan kuat pada ujung tiang. e) Pemancangan Pemancangan berat yang mungkin merusak kepala tiang pancang.

acuan harus dibuat sedemikian hingga tinggi jatuh pengecoran beton tak melebihi 1. Jika tidak disebutkan dalam Gambar. Baja spiral harus dibuat dengan tumpang tindih sepanjang 2 kali lingkaran penuh dan baja tulangan memanjang harus mempunyai tumpang tindih minimum 40 kali diameter. Perpanjangan tiang pancang akan dirawat dan dilindungi dengan cara yang sama seperti tiang pancang yang akan disambung. dibasahi sampai merata dan diberi adukan semen yang tipis. ditambah dampak dinamis yang diperkirakan dan dikalikan dengan faktor keamanan. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan. Luas ujung sepatu harus sedemikian rupa sehingga tegangan dalam beton pada bagian tiang pancang ini masih dalam batas yang aman seperti yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Sepatu tersebut dapat terbuat dari baja atau besi tuang.50 m. e) Pembuatan dan Perawatan Tiang pancang dibuat dan dirawat sesuai dengan ketentuan dari Bagian Beton dan Bagian Baja dari Spesifikasi ini. kepala tiang pancang harus dibersihkan dari semua bahan lepas atau pecahan. 9 dari 23 . Acuan tidak boleh dibuka sekurang-kurangnya 7 hari setelah pengecoran. d) Sepatu tiang Pancang Tiang pancang harus dilengkapi dengan sepatu yang datar atau mempunyai sumbu yang sama (co-axial).50 m. Semen yang digunakan harus dari mutu yang sama dengan yang dipakai pada tiang panjang yang akan disambung. Untuk tanah liat atau pasir yang seragam. Waktu yang diijinkan untuk memindahkan tiang pancang harus ditentukan dengan menguji empat buah benda uji yang telah dibuat dari campuran yang sama dan dirawat dengan cara yang sama seperti tiang pancang tersebut. tanah liat dengan berangkal. Tidak ada penyambungan tiang pancang sampai metode penyambungan disetujui secara tertulis dari Direksi Pekerjaan. semuanya harus berdasarkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Bilamana tiang pancang akan diperpanjang setelah operasi pemancangan sedang berjalan. kepala tiang pancang direncanakan tertanam dalam pur (pile cap). sepatu tersebut dapat ditiadakan. Beton pada kepala tiang pancang akan dipotong hingga baja tulangan yang tertinggal mempunyai panjang paling sedikit 40 kali diameter tulangan. dan tanah jenis lainnya yang mungkin dapat merusak ujung tiang pancang beton. Jika perpanjangan melebihi 1. kerikil kasar. maka panjang tumpang tindih baja tulangan harus 40 kali diameter untuk tulangan memanjang. Mutu beton yang digunakan sekurang-kurangnya harus beton dengan fc’ = 35 Mpa atau K-400. jika dipancang masuk ke dalam atau menembus jenis tanah seperti batu. Tiang pancang tersebut dapat dipindahkan bilamana pengujian kuat tekan pada keempat benda uji menunjukkan kekuatan yang lebih besar dari tegangan yang terjadi pada tiang pancang yang dipindahkan.RPT0-Pd T-xx-xxxx mendapat persetujuan. maka perpanjangan baja tulangan yang diperlukan harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan. c) Perpanjangan Tiang Pancang Perpanjangan tiang pancang beton pracetak dilaksanakan dengan penyambungan tumpang tindih (overlap) baja tulangan. Sebelum pengecoran beton. Perpanjangan tiang pancang beton harus dilaksanakan dengan menggunakan baja tulangan yang sama (mutu dan diameternya) seperti pada tiang pancang yang akan diperpanjang.

f) Pengupasan Kepala Tiang Pancang Beton harus dikupas sampai pada elevasi yang sedemikian sehingga beton yang tertinggal akan masuk ke dalam pur (pile cap) sedalam 50 mm sampai 75 mm atau sebagaimana ditunjukkan di dalam Gambar. Bilamana tiang pancang pipa atau kotak digunakan.RPT0-Pd T-xx-xxxx Ruas tiang pancang yang akan terekspos untuk pemandangan yaitu tiang-tiang rangka pendukung. harus dibuang sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan. yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan. baja tulangan yang tertinggal setelah pengupasan harus cukup panjang sehingga dapat diikat ke dalam pile cap dengan baik seperti yang ditunjukkan dalam Gambar. tiang pancang harus didukung pada titik seperempat panjangnya atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. tetapi tiang pancang pipa dan kotak dapat digunakan. harus diselesaikan sesuai dengan Toleransi Kedudukan pada Bagian Beton. Sisa bahan potongan tiang pancang. dengan baja tulangan yang di cor ke dalam bagian atas tiang pancang. ditulis dengan jelas dekat dekat kepala tiang pancang. Periode dan ketentuan perlindungan sebelum pemancangan harus sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. tidak perlu diamankan. Untuk tiang pancang beton bertulang. Penyedia Jasa dapat menggunakan semen yang cepat mengeras untuk membuat tiang pencang. Sebagai alternatif. Bilamana tiang pancang tersebut akan dibuat 1. Untuk tiang pancang beton prategang. pengikatan dapat dihasilkan dengan baja tulangan lunak yang di cor ke dalam bagian atas dari tiang pancang pada saat pembuatan. Perawatan harus dilaksanakan selama 7 hari setelah dicor dengan mempertahankan tiang pancang dalam kondisi basah selama jangka waktu tersebut. Setiap tiang harus ditandai dengan tanggal pengecoran dan panjangnya. tetapi seluruh tiang pancang tidak boleh digeser dalam waktu 7 hari setelah pengecoran beton. Penyedia Jasa harus memberitahu secara tertulis kepada Direksi Pekerjaan atas penggunaan jenis dan pabrik pembuat semen yang diusulkan. 3) Tiang Pancang Baja a) Umum Pada umumnya. Selama operasi pengangkatan. Tidak ada tiang pancang yang akan dipancang sebelum berumur paling sedikit 28 hari atau telah mencapai kekuatan minimum yang disyaratkan. atau lebih lama sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Acuan samping dapat dibuka 24 jam setelah pengecoran beton. Direksi Pekerjaan akan memerintahkan menggunakan baja tulangan dengan diameter yang lebih besar dan/atau memakai tiang pancang dengan ukuran yang lebih besar dari yang ditunjukkan dalam Gambar. Pengupasan tiang pancang beton harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah pecahnya atau kerusakan lainnya pada sisa tiang pancang. Semen yang demikian tidak boleh digunakan sebelum disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Penjangkaran ini harus dilengkapi. kawat prategang yang tertinggal setelah pengupasan harus dimasukkan ke dalam pile cap paling sedikit 600 mm. jika perlu. mutu beton 10 dari 23 .5 m lebih panjang dari pada panjang yang disebutkan dalam Gambar. dan akan diisi dengan beton. tiang pancang baja struktur harus berupa profil baja gilas biasa. Setiap beton yang retak atau cacat harus dipotong dan diperbaiki dengan beton baru yang direkatkan sebagaimana mestinya dengan beton yang lama.

Umumnya seluruh panjang tiang baja yang terekspos. sambungan yang dilas harus kedap air. katrol dan tiang pancang harus mempunyai sumbu yang sama dan harus terletak dengan tepat satu di atas lainnya. maka galian harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum pemancangan. Perhatian khusus harus diberikan agar dasar pondasi tidak terganggu oleh penggalian diluar batas-batas yang ditunjukkan dalam Gambar. tanpa kerusakan. d) Perpanjangan Tiang Pancang Perpanjangan tiang pancang baja harus dilakukan dengan pengelasan. kepala tiang pancang harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya dan topi pemancang (driving cap) harus dipasang untuk mempertahankan sumbu tiang pancang segaris dengan sumbu palu. e) Sepatu Tiang Pancang Pada umumnya sepatu tiang pancang tidak diperlukan pada profil H atau profil baja gilas lainnya. Kepala tiang pancang baja harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel dan kepala tiang kayu harus dilindungi dengan cincin besi tempa atau besi nonmagnetik sebagaimana yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini. maka sepatu tiang ini dapat dikerjakan dengan cara mengelaskan pelat datar atau yang dibentuk sedemikian rupa dari pelat baja dengan mutu yang sama atau baja fabrikasi. dan setiap panjang yang terpasang dalam tanah yang terganggu di atas muka air terendah. Setelah pemancangan. asalkan tiang pancang tersebut dapat menembus masuk pada ke dalaman yang telah ditentukan atau mencapai daya dukung yang telah ditentukan. batang baja atau pantek harus ditambatkan pada pur. atau tiang pancang dengan panjang yang cukup harus ditanamkan ke dalam pur (pile cap). topi baja.RPT0-Pd T-xx-xxxx tersebut minimum harus fc’ = 20 MPa atau K-250 dengan kadar semen seperti yang diuraikan dalam Persyaratan Bahan Semen dalam Bagian Beton b) Perlindungan Terhadap Korosi Bilamana korosi pada tiang pancang baja mungkin dapat terjadi. Bilamana tiang pancang pipa atau kotak akan diisi dengan beton setelah pemancangan. Sambungan harus dirancang dan dilaksanakan dengan cara sedemikian hingga dapat menjaga alinyemen dan posisi yang benar pada ruas-ruas tiang pancang. maka ujungnya dapat diperkuat dengan menggunakan pelat baja tuang atau dengan mengelaskan pelat atau siku baja untuk menambah ketebalan baja. 4) Pemancangan a) Umum Tiang pancang dapat dipancang dengan setiap jenis palu. Palu. Tiang pancang termasuk tiang pancang miring harus dipancang secara sentris dan diarahkan dan dijaga 11 dari 23 . Namun bilamana tiang pancang akan dipancang di tanah keras. Tiang pancang pipa atau kotak dapat juga dipancang tanpa sepatu. harus dilindungi dari korosi. tetapi bilamana sepatu tiang diperlukan. bantalan topi. Pengelasan harus dikerjakan sedemikian rupa hingga kekuatan penampang baja semula dapat ditingkatkan. Jika elevasi akhir kepala tiang pancang berada di bawah permukaan tanah asli. c) Kepala Tiang Pancang Sebelum pemancangan. pelat topi. maka panjang atau ruasruasnya yang mungkin terkena korosi harus dilindungi dengan pengecatan menggunakan lapisan pelindung yang telah disetujui dan/atau digunakan logam yang lebih tebal bilamana daya korosi dapat diperkirakan dengan akurat dan beralasan.

Berat palu pada jenis gravitasi sebaiknya tidak kurang dari jumlah berat tiang beserta topi pancangnya.2 meter dan lebih baik 1 meter. (b) Jika terdapat lapisan tanah lunak yang dalam sedemikian hingga penetrasi yang dalam terjadi pada setiap penumbukan. berat palu harus dua kali berat tiang total beserta topi pancangnya. sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Energi total alat pancang tidak boleh kurang dari 970 kgm per pukulan. atau ditentukan dengan pengujian pembebanan sampai mencapai ke dalaman penetrasi akibat beban pengujian tidak kurang dari dua kali beban yang dirancang. Posisi tersebut dapat lebih tinggi jika disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Jika ketentuan rancangan tidak dapat dipenuhi. yang diberikan menerus untuk sekurang-kurangnya 60 mm.RPT0-Pd T-xx-xxxx dalam posisi yang tepat. Tiang pancang harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau penetrasi tertentu. Tinggi jatuh palu tidak boleh melampaui 2. uap atau diesel yang disetujui. yang digunakan oleh Penyedia Jasa. (c) Jika tiang pancang diperkirakan sekonyong-konyongnya akan mendapat penolakan akibat batu atau tanah yang benar-benar tak dapat ditembus lainnya. angin atau diesel yang dipakai memancang tiang pancang beton harus mempunyai energi per pukulan. kecuali untuk tiang pancang beton sebagaimana disyaratkan di bawah ini. tetapi sama sekali tidak boleh kurang dari setengah jumlah berat tiang total beserta topi pancangnya ditambah 500 kg dan minimum 2.5 meter atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. umumnya digunakan jenis uap atau diesel. Penumbukan dengan tinggi jatuh yang lebih kecil harus digunakan bilamana terdapat kerusakan pada tiang pancang. Untuk tiang pancang beton. Alat pancang dengan jenis gravitasi. Penumbukan dengan gerakan tunggal (single acting) atau palu yang dijatuhkan harus dibatasi sampai 1. untuk setiap gerakan penuh dari pistonnya tidak kurang dari 635 kgm untuk setiap meter kubik beton tiang pancang tersebut. posisi akhir kepala tiang pancang tidak boleh lebih tinggi dari yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan setelah pemancangan tiang pancang uji. harus mampu memasukkan tiang pancang tidak kurang dari 3 mm untuk setiap pukulan pada 15 cm dari akhir pemancangan dengan daya dukung yang diinginkan sebagaimana yang ditentukan dari rumus pemancangan yang disetujui. Alat pancang yang digunakan dapat dari jenis gravitasi. penumbukan ulangan harus 12 dari 23 . atau Direksi Pekerjaan dapat mengubah rancangan bangunan bawah jembatan bilamana dianggap perlu.2 ton untuk tiang pancang beton. dan palu pancang tidak boleh diganti dan dipindahkan dari kepala tiang pancang tanpa persetujuan dari Direksi Pekerjaan atau wakilnya. Alat pancang uap. Jika serangkaian penumbukan tiang pancang untuk 10 kali pukulan terakhir telah mencapai hasil yang memenuhi ketentuan. Semua pekerjaan pemancangan harus dihadiri oleh Direksi Pekerjaan atau wakilnya. uap atau diesel. Dalam hal tersebut. Untuk tiang pancang baja. maka Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk menambah jumlah tiang pancang dalam kelompok tersebut sehingga beban yang dapat didukung setiap tiang pancang tidak melampaui kapasitas daya dukung yang aman. Contoh-contoh berikut ini adalah kondisi yang dimaksud : (a) Jika terdapat lapisan tanah keras dekat permukaan tanah yang harus ditembus pada saat awal pemancangan untuk tiang pancang yang panjang.

Banyaknya pancaran. penghantar tiang pancang. untuk mengalirkan air yang tergenang pada permukaan tanah. c) Bantalan Topi Tiang Pancang Panjang (Followers) Pemancangan tiang pancang dengan bantalan topi tiang pancang panjang sedapat mungkin harus dihindari. Penghantar tiang pancang miring sebaiknya digunakan untuk pemancangan tiang pancang miring. maka Penyedia Jasa harus menyediakan palu yang lebih besar dan/atau menggunakan water jet atas biaya sendiri. tidak dapat memenuhi Spesifikasi. Setiap perubahan yang mendadak dari kecepatan penetrasi yang tidak dapat dianggap sebagai perubahan biasa dari sifat alamiah tanah harus dicatat dan penyebabnya harus dapat diketahui. terutama jika digunakan palu berukuran sedang. Kecuali jika tiang pancang dipancang dalam air. dan pemancangan yang terus menerus setelah tiang pancang hampir berhenti penetrasi harus dicegah. e) Pemancangan dengan Pancar Air (Water Jet) Pemancangan dengan pancar air dilaksanakan hanya seijin Direksi Pekerjaan dan dengan cara yang sedemikian rupa hingga tidak mengurangi kapasitas daya dukung tiang pancang yang telah selesai dikerjakan. Tidak diperkenankan memancang tiang pancang dalam jarak 6 m dari beton yang berumur kurang dari 7 hari. sebaiknya mempunyai panjang yang cukup sehingga penggunaan bantalan topi tiang pancang panjang tidak diperlukan. Bilamana pemancangan dengan menggunakan palu yang memenuhi ketentuan minimum. jika diperlukan. 13 dari 23 . Sebelum penetrasi yang diperlukan tercapai. maka elevasi kepala tiang pancang harus diukur dalam interval waktu dimana tiang pancang yang berdekatan sedang dipancang. Perlengkapan harus dibuat. b) Penghantar Tiang Pancang (Leads) Penghantar tiang pancang harus dibuat sedemikian hingga dapat memberikan kebebasan bergerak untuk palu dan penghantar ini harus diperkaku dengan tali atau palang yang kaku agar dapat memegang tiang pancang selama pemancangan. dan hanya akan dilakukan dengan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. bukan untuk membongkar bahan tersebut. Tekanan air harus 5 kg/cm2 sampai 10 kg/cm2 tergantung pada kepadatan tanah. kecuali jika pengujian pemancangan kembali pada tiang pancang yang berdekatan menunjukkan bahwa pemancangan ulang ini tidak diperlukan. sebelum pemancangan dilanjutkan. stabilitas tanah atau keamanan setiap struktur yang berdekatan. maka pancaran harus dihentikan dan tiang pancang dipancang dengan palu sampai penetrasi akhir. volume dan tekanan air pada nosel semprot harus sekedar cukup untuk melonggarkan bahan yang berdekatan dengan tiang pancang. d) Tiang Pancang yang Naik Jika tiang pancang mungkin naik akibat naiknya dasar tanah. harus dipancang kembali sampai ke dalaman atau ketahanan semula. bila memungkinkan. Tiang pancang yang naik sebagai akibat pemancangan tiang pancang yang berdekatan.RPT0-Pd T-xx-xxxx dilaksanakan dengan hati-hati. Lubang-lubang bekas pancaran di samping tiang pancang harus diisi dengan adukan semen setelah pemancangan selesai.

menurut pendapat Direksi Pekerjaan. jenis. panjang pemotongan dan panjang akhir yang dapat dibayar. h) Rumus Dinamis untuk Perkiraan Kapasitas Tiang Pancang Kapasitas daya dukung tiang pancang harus diperkirakan dengan menggunakan rumus dinamis (Hiley). penetrasi pada saat penumbukan terakhir. panjang perpanjangan. Tiang pancang yang cacat harus diperbaiki atas biaya Penyedia Jasa sebagaimana disyaratkan dan sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. dan tak akan diijinkan. pecahnya dan kerusakan kayu. Manipulasi tiang pancang dengan memaksa tiang pancang kembali ke posisi yang sebagaimana mestinya. energi pukulan palu. Jika pemancangan ulang untuk mengembalikan ke posisi semula tidak memungkinkan. atau deformasi baja. adalah keterlaluan. g) Catatan Pemancangan/Kalendering Sebuah catatan yang detail dan akurat tentang pemancangan harus disimpan oleh Direksi Pekerjaan dan Penyedia Jasa harus membantu Direksi Pekerjaan dalam menyimpan catatan ini yang meliputi berikut ini : jumlah tiang pancang. tanggal pemancangan. panjang dalam pondasi telapak. Pengujian penetrometer untuk bahan di lapangan harus dilakukan selama penggalian dan 14 dari 23 . 5) Tiang Bor Beton a) Umum Contoh bahan yang digali harus disimpan untuk semua tiang bor. posisi. Penyedia Jasa dapat mengajukan rumus lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan Pu = Pa = W + n 2 Wp e f WH x S + (C1 + C 2 + C 3 )/2 W + Wp Pu N dimana : Pu = kapasitas daya dukung batas (ton) Pa = kapasitas daya dukung yang diijinkan (ton) ef = Effisiensi palu W = berat palu atau ram (ton) n = koefisien restitusi H = tinggi jatuh palu (m) H = 2H’ untuk palu diesel (H’ = tinggi jatuh ram) S = Penetrasi tiang pancang pada saat penumbukan terakhir. atau tiang pancang tambahan harus dipancang sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. tiang pancang harus dipancang sedekat mungkin dengan posisi semula. panjang aktual. ukuran.RPT0-Pd T-xx-xxxx f) Tiang Pancang Yang Cacat Prosedur pemancangan tidak mengijinkan tiang pancang mengalami tegangan yang berlebihan sehingga dapat mengakibatkan pengelupasan dan pecahnya beton. pembelahan. atau “set” (m) C1 : Tekanan sementara yang diijinkan untuk kepala tiang dan poer (m) C2 : Tekanan sementara yang diijinkan untuk deformasi elastis dari batang tiang pancang (m) C3 : Tekanan sementara yang diijinkan untuk gempa pada lapangan (m) N : Faktor Keamanan Nilai C1 + C2 + C3 harus diukur selama pemancangan.

Pengambilan contoh bahan ini harus selalu dilakukan pada tiang bor pertama dari tiap kelompok. kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan. Air bekas pengeboran tidak diperbolehkan masuk ke dalam lubang. Beton harus di cor melalui sebuah corong dengan panjang pipa. tekanan harus dipertahankan pada beton yang belum mengeras. semua bahan lunak dan bahan lepas pada dasar lubang harus dihilangkan dan cara tremi yang telah disetujui harus digunakan. Pipa tremi harus kedap air. Sampai ke dalaman 3 m dari permukaan beton yang dicor harus digetarkan dengan alat penggetar. Pengecoran beton dan pemasangan baja tulangan tidak diijinkan sebelum mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. pekerjaan tersebut akan ditolak. sampai beton tersebut selesai mengeras. sama dengan atau lebih besar dari tekanan air tanah. Cara tremi harus mencakup sebuah pipa yang diisi dari sebuah corong di atasnya. Sebelum pengecoran. Sebuah sumbat harus ditempatkan di depan beton yang dimasukkan pertama kali dalam pipa untuk mencegah pencampuran beton dan air. Sebelum pengecoran beton. Semua beton yang lepas. semua lubang tersebut harus ditutup sedemikian rupa hingga keutuhan lubang dapat terjamin. e) Penanganan Kepala Tiang Bor Beton Tiang bor umumnya harus dicor sampai kira-kira satu meter di atas elevasi yang akan dipotong. semua bahan lepas yang terdapat di dalam lubang bor harus dibersihkan. Sebelum pengecoran. kelebihan dan lemah harus dikupas dari bagian puncak tiang bor dan baja tulangan yang tertinggal harus 15 dari 23 . maka corong harus diisi lagi dengan beton sehingga pipa selalu penuh dengan beton baru. b) Pengeboran Tiang Bor Beton Lubang-lubang harus di bor sampai ke dalaman seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau ditentukan berdasarkan pengujian hasil pengeboran. semua air yang terdapat dalam lubang bor harus dipompa keluar. Pipa harus diperpanjang sedikit di bawah permukaan beton baru dalam tiang bor sampai di atas elevasi air/lumpur. dan harus berdiameter paling sedikit 15 cm. d) Pengecoran Beton di Bawah Air Jika pengecoran beton di dalam air atau lumpur pengeboran. Jika beton mengalir keluar dari dasar pipa. Dasar selubung (casing) harus dipertahankan tidak lebih dari 150 cm dan tidak kurang dari 30 cm di bawah permukaan beton selama penarikan dan operasi penempatan. c) Pengecoran Beton Pengecoran beton harus dilaksanakan sesuai dengan Bagian Beton dimanapun beton digunakan harus di cor ke dalam suatu lubang yang kering dan bersih. Bilamana elevasi akhir pemotongan berada di bawah elevasi muka air tanah. Beton harus di cor secepat mungkin setelah pengeboran dimana kondisi tanah kemungkinan besar akan memburuk akibat terekspos. bilamana diameter dasar lubang kurang dari setengah diameter yang ditentukan. Selubung (casing) harus digetarkan pada saat pencabutan untuk menghindari menempelnya beton pada dinding casing. Pengaliran harus diarahkan sedemikian rupa hingga beton tidak menimpa baja tulangan atau sisi-sisi lubang. Semua lubang harus diperiksa.RPT0-Pd T-xx-xxxx pada dasar tiang bor sesuai dengan yang diminta oleh Direksi Pekerjaan.

Bilamana unit-unit tersebut disusun dalam lapisan-lapisan. Setelah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. kecakapan kerja dan hasil penyelesaian harus dipantau dan dikendalikan seperti yang ditetapkan dalam Standar Rujukan. Penyedia Jasa akan melengkapi dan melaksanakan tiang uji pada lokasi yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Dalam menentukan panjang tiang pancang. Semua pengujian tiang uji harus dilaksanakan dengan pengawasan Direksi Pekerjaan. akibat beban dari unit-unit tersebut. dan Penyedia Jasa melengkapi sisa tiang pancang dalam struktur yang belum diselesaikan. Jaminan Mutu Mutu bahan yang dipasok. 6. Tiang bor yang cacat dan di luar toleransi harus diperbaiki atas biaya Penyedia Jasa. PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan pemancangan harus memuat : 6.3. agregat dan baja tulangan harus disimpan sebagaimana yang disyaratkan dalam Bagian Beton dan Bagian Baja Tulangan dari Spesifikasi ini. Jika diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Penyangga untuk setiap lapisan harus dipasang di atas lapisan yang terdahulu.1. Penerimaan Bahan Bahan yang diterima harus diperiksa oleh pengawas penerimaan bahan dengan mengecek/memeriksa bukti tertulis yang menunjukkan bahwa bahan-bahan yang telah diterima harus sesuai dengan ketentuan Persyaratan Bahan Pada Pekerjaan Pemancangan. Tiang Uji (Test Pile) Pondasi Tiang Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk melaksanakan tiang uji. yang diukur dari setiap ujung.RPT0-Pd T-xx-xxxx mempunyai panjang yang cukup sehingga memungkinkan pengikatan yang sempurna ke dalam pur atau struktur di atasnya. maka tidak melebihi dari 3 lapisan dengan penyangga kayu dipasang di antara tiap lapisan. 6. f) Tiang Bor Beton Yang Cacat Tiang bor harus dibentuk dengan cara dan urutan sedemikian rupa hingga dapat dipastikan bahwa tidak terdapat kerusakan yang terjadi pada tiang bor yang dibentuk sebelumnya. tiang uji harus diuji dengan pengujian pembebanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2. 6. Penyedia Jasa harus mengikuti daftar panjang tiang pancang yang diperkirakan untuk sisa panjang yang harus diselesaikan dalam struktur. Apabila pemancangan tiang uji telah melampaui kedalaman yang ditentukan atau diperlukan serta menunjukkan bahwa daya dukung tiang pancang masih terus meningkat. Untuk gelagar dan tiang pancang. penyangga harus dipasang pada jarak tidak lebih dari 20 % dari ukuran panjang unit. bilamana dianggap perlu untuk mengetahui dengan pasti kedalaman dan daya dukung dari pondasi tiang pancang pada jembatan. 6. pemancangan tiang uji harus dilanjutkan sampai diperintahkan untuk dihentikan. Unit-unit beton bertulang atau prategang dan unit-unit baja harus ditempatkan bebas dari kontak langsung dengan permukaan tanah dan ditempatkan pada penyangga kayu di atas tanah keras yang tidak akan turun baik musin hujan maupun kemarau. 16 dari 23 . Penyimpanan dan Perlindungan Bahan Semen. maka Penyedia Jasa selanjutnya harus meneruskan pemancangan tiang uji tersebut sampai di dapat daya dukung tiang yang sesuai dengan rencana.4.

Bilamana Penyedia Jasa menghendaki lain. sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan agar kurva keruntuhan yang halus dapat digambar. Kemudian beban ditiadakan dan penurunan permanen dibaca. Beban pengujian penuh harus dipertahankan pada tiang uji dalam waktu tidak kurang dari 48 jam. tiang tarik semacam ini harus dari jenis dan diameter yang sama dengan pipa yang permanen dan harus dilaksanakan di lokasi pipa permanen tersebut. jenis III atau IIIA untuk beton dalam tiang pengujian pembebanan dan untuk tiang tarik. Semua penurunan tiang pancang yang dibebani harus diukur dengan peralatan yang memadai. Jika kekuatan tiang uji untuk mendukung beban pengujian diragukan. Jika cara yang disetujui ini membutuhkan tiang (jangkar) tarik. Peningkatan lendutan akan dibaca segera setelah setiap penambahan beban diberikan dan setiap interval 15 menit setelah penambahan beban tersebut. Peralatan yang disetujui dan cocok untuk mengukur beban tiang dan penurunan tiang pancang dengan akurat dalam setiap peningkatan beban harus disediakan oleh Kontraktor Peralatan tersebut harus mempunyai kapasitas kerja tiga kali beban rancangan untuk tiang yang akan diuji yang ditunjukkan dalam Gambar. harus diberi penulangan yang diperlukan dan beton yang dicor sebelum dilakukan pembebanan. Setiap penambahan beban harus dalam interval waktu minimum 2 jam. dan harus diperiksa dengan alat pengukur elevasi. Tiang dan selongsong pipa yang dinding-dindingnya tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan beban percobaan bila dalam keadaan kosong. penambahan beban harus dikurangi sampai 50 % masingmasing beban pengujian.RPT0-Pd T-xx-xxxx Jumlah tiang pancang yang diuji akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. kecuali jika tidak terdapat penambahan penurunan kurang dari 0. Tiang 17 dari 23 .5 mm yang diukur pada puncak tiang. Beban pada tiang pancang dinaikkan sampai mencapai dua kali beban rancangan dengan interval tiga kali penambahan beban yang sama. dan dapat menjadi bagian dari pekerjaan yang permanen. pembebanan diteruskan melebihi 2 kali beban rancangan dengan penambahan beban setiap kali 10 ton sampai tiang runtuh atau kapasitas peralatan pembebanan ini dilampaui. Titik referensi untuk mengukur penurunan (settlement) tiang pancang harus dipindahkan dari tiang uji untuk menghindari semua kemungkinan gangguan yang akan terjadi. Pengujian Pembebanan (Loading Test) Percobaan pembebanan harus dilakukan dengan cara yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Pengujian Turap Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk melaksanakan pengujian sebagaimana yang disyaratkan dalam pengendalian mutu Pekerjaan Pondasi Tiang.5. Beban pertama yang harus diberikan pada tiang percobaan adalah beban rancangan tiang pancang.6. 6. Beban pengujian harus dua kali beban rancangan yang ditunjukkan dalam Gambar. Beban-beban untuk pengujian pembebanan tidak boleh diberikan sampai beton mencapai kuat tekan minimum 95 % dari kuat tekan beton berumur 28 hari.12 mm dalam interval waktu 15 menit akibat penambahan beban sebelumnya. 6. Peralatan tersebut harus dibuat sedemikian hingga memungkinkan penambahan beban tanpa menyebabkan getaran terhadap tiang uji. tetapi jumlah ini minimal satu dan tidak lebih dari empat untuk setiap jembatan. Beban yang aman dan diijinkan adalah 50 % beban yang telah diberikan selama 48 jam secara terus menerus menyebabkan penurunan tetap (permanent settlement) tidak lebih dari 6. Penyedia Jasa dapat menggunakan semen dengan kekuatan awal yang tinggi (highearly-strength-cement). seperti alat pengukur (gauges) tekanan. Penyedia Jasa harus menyerahkan detail gambar peralatan pembebanan yang akan digunakannya kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Bilamana diminta oleh Direksi Pekerjaan. Tiang uji dapat dilaksanakan di dalam atau di luar keliling pondasi.

harus diperbaiki atas biaya Penyedia Jasa. penurunan dan penurunan rata-rata dimana semua itu merupakan fungsi dari waktu (tanggal dan jam).5 mm. 6.7. seperti yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan dan dikerjakan atas biaya Penyedia Jasa.RPT0-Pd T-xx-xxxx pancang dapat dianggap runtuh bila penurunan total akibat beban melebihi 2. Tabel yang menunjukkan pembacaan alat pengukur tekanan dalam atmosfir. Jika setiap tiang pancang setelah digunakan sebagai tiang uji atau tiang tarik dianggap tidak memenuhi ketentuan untuk digunakan dalam struktur. Jika kapasitas daya dukung yang aman dari setiap tiang pancang.Pemancangan tiang pancang kedua sepanjang sisi tiang pancang yang cacat atau pendek. Mutu Pekerjaan dan Perbaikan Atas Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan 1) Jika toleransi yang diberikan telah dilampaui.5 cm atau penurunan permanen melebihi 6. untuk memungkinkan penempatan kepala tiang pancang yang sebagaimana mestinya dalam pur (pile cap). harus segera disingkirkan jika diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. diketahui kurang dari beban rancangan. atau harus dipotong sampai di bawah permukaan tanah atau dasar pondasi telapak. Laporan ini harus meliputi dokumen-dokumen berikut ini : a) b) c) d) e) f) Denah pondasi Lapisan (stratifikasi) tanah Kurva kalibrasi alat pengukur tekanan Gambar diameter piston dongkrak Grafik pengujian dengan absis untuk beban dalam ton dan ordinat untuk penurunan (settlement) dalam desimal mm. Perpanjangan tiang pancang dengan cara penyambungan. Jumlah dan lokasi tiang uji untuk pengujian pembebanan akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. sesuai dengan yang diperlukan.Penarikan kembali tiang pancang yang rusak dan penggantian dengan tiang pancang baru atau lebih panjang. 3) Pekerjaan perbaikan. 7. dipancang keluar dari lokasi yang semestinya atau dipancang di bawah elevasi yang ditunjukkan dalam Gambar atau ditetapkan oleh Direksi Pekerjaan. seperti yang telah disyaratkan di bagian lain dari Bagian ini. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN 1) Pekerjaan Turap a) Turap 7. . beban dalam ton. beban-beban yang digunakan harus disingkirkan. Tiang uji yang tidak dibebani harus digunakan seperti di atas. Pengukuran 18 dari 23 . Penyedia Jasa harus membuat laporan untuk setiap pengujian pembebanan. maka tiang pancang harus diperpanjang atau diperbanyak sesuai dengan yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. dan tiang pancang. Setelah pengujian pembebanan selesai dilaksanakan.1. tetapi tidak perlu dibatasi berikut ini : . termasuk tiang tarik dapat digunakan untuk struktur bilamana oleh Direksi Pekerjaan dianggap masih memenuhi ketentuan untuk digunakan. mana yang dapat dilaksanakan. maka Penyedia Jasa harus menyelesaikan setiap langkah perbaikan yang dianggap perlu oleh Direksi Pekerjaan dengan biaya sendiri. 2) Setiap tiang pancang yang rusak akibat cacat dalam (internal) atau pemancangan tidak sebagaimana mestinya. akan mencakup.

Tiang pancang baja diukur dalam kilogram dari tiang pancang yang disediakan dalam berbagai panjang dari setiap ukuran dan jenisnya. harus diukur sebagai jumlah dalam meter persegi yang dipasang memenuhi garis dan elevasi yang ditunjukkan pada Gambar atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. b) Penyediaan Tiang Pancang Satuan pengukuran untuk pembayaran tiang pancang kayu dan beton pracetak (bertulang atau prategang) harus diukur dalam meter kubik dari tiang pancang yang disediakan dalam berbagai panjang dari setiap ukuran dan jenisnya. drainase. termasuk panjang tiang uji dan tiang tarik yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. pengendalian drainase. c) Tiang Uji Tiang uji akan diukur dengan cara yang sama. Tiang pancang yang disediakan oleh Penyedia Jasa. Kuantitas dalam meter kubik atau kilogram yang akan dibayar. yang ternyata kemudian hilang atau rusak sebelum penyelesaian Kontrak selama penumpukan atau penanganan atau pemancangan. disediakan sesuai dengan ketentuan bahan dari Spesifikasi ini dan disusun dalam kondisi baik di lapangan dan diterima oleh Direksi Pekerjaan. termasuk tiang uji tidak diijinkan untuk menggantikan tiang pancang yang telah diterima sebelumnya oleh Direksi Pekerjaan. atau dari ujung tiang pancang sampai permukaan tanah untuk tiang pancang yang hanya sebagian panjangnya masuk ke dalam tanah. baja atau beton yang permanen. tetapi harus dianggap telah dicakup dalam berbagai mata pembayaran untuk galian. 2) Pekerjaan Pondasi Tiang a) Cerucuk Cerucuk harus diukur untuk pembayaran dalam jumlah meter panjang untuk penyediaan dan pemancangan cerucuk memenuhi garis dan elevasi yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Batang tarik. Dalam segala hal.RPT0-Pd T-xx-xxxx Turap kayu. Panjang dari masing-masing tiang pancang harus diukur dari ujung tiang pancang sampai sisi bawah pile cap untuk tiang pancang yang seluruh panjangnya masuk ke dalam tanah. balok ganjal dasar dan sebagainya yang ditunjukkan dalam Gambar tidak akan diukur untuk pembayaran. Jika perpanjangan tiang pancang diperlukan. Luas turap merupakan panjang tiang pancang yang diukur dari ujungnya sampai elevasi bagian pucak yang dipotong. 19 dari 23 . b) Pemancangan Turap Tiang pancang kayu. dikalikan dengan panjang struktur yang diukur pada elevasi bagian puncak turap yang dipotong. jenis dan panjang yang diukur adalah sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. untuk penyediaan dan pemancangan seperti yang diuraikan dalam cara pengukuran pondasi tiang. Turap sementara. dan akan diukur untuk pembayaran. dalam bahan apapun untuk cofferdam. struktur dan lain-lain. baja dan beton akan diukur untuk pemancangan sebagai jumlah meter panjang dari tiang pancang yang diterima dan tertinggal dalam struktur yang telah selesai. dan akan yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan untuk disingkirkan dari tempat pekerjaan atau dibuang dengan cara lain. tetapi tidak termasuk panjang yang disediakan menurut pendapat Penyedia Jasa. penahan lereng galian atau penggunaan tidak permanen lainnya tidak akan diukur untuk pembayaran. tiang jangkar atau balok. panjang perpanjangan akan dihitung dalam meter kubik atau kilogram.

g) Pengujian Pembebanan Tiang Pengujian tiang (loading test) akan diukur berdasarkan jenis dan hasil akhir pelaksanaan pekerjaan yang telah ditentukan.sungai. baja dan beton akan diukur untuk pemancangan sebagai jumlah meter panjang dari tiang pancang yang diterima dan tertinggal dalam struktur yang telah selesai. f) Tiang Uji Tiang uji akan diukur dengan cara yang sama. pengeboran atau peralatan lainnya yang diperlukan untuk penetrasi ke dalam lapisan keras. dari ujung tiang bor yang dirancang atau disetujui sampai elevasi bagian atas tiang bor yang akan dipotong bilamana kepala tiang bor berada di bawah permukaan air normal. selat) sampai ke permukaan air normal rata-rata. pengujian. untuk penyediaan dan pemancangan seperti yang diuraikan di atas. akan dibayar dengan Harga Kontrak per satuan pengukuran. baja tulangan atau baja prategang dalam beton. dimana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan. sepatu dan penyambungan bilamana diperlukan. semua tenaga 20 dari 23 . 7. panjang yang dihitung harus dari ujung tiang bor yang dirancang atau disetujui sampai elevasi permukaan air normal. pemancangan. penyambungan. acuan tidak akan diukur untuk pembayaran. dan juga termasuk hilangnya selubung (casing). e) Pelaksanaan Tiang Bor Beton Cor Langsung di Tempat Yang Berair Pengukuran untuk biaya tambahan terhadap tiang bor beton cor langsung di tempat yang dilaksanakan di bawah air harus dihitung dalam meter panjang. Panjang untuk pembayaran harus diukur dari ujung tiang bor sebagaimana yang dibuat atau disetujui lain oleh Direksi Pekerjaan. Pengukuran untuk tambahan biaya pemancangan yang dikerjakan di dalam air diukur dari muka tanah dasar air (danau. d) Tiang Bor Beton Cor Langsung di Tempat Pengukuran tiang bor beton cor langsung di tempat harus merupakan jumlah aktual dalam meter panjang tiang bor yang telah selesai dibuat dan diterima sebagai suatu struktur. Dasar Pembayaran Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas.2. penanganan. sampai elevasi bagian atas tiang bor yang akan dipotong seperti ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang dirancang oleh Direksi Pekerjaan. perawatan. Jika Penyedia Jasa mengecor tiang pancang beton pracetak lebih panjang dari yang diperlukan. Jka elevasi bagian atas tiang bor yang akan dipotong di atas permukaan air normal. untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Panjang dari masing-masing tiang pancang harus diukur dari ujung tiang pancang sampai sisi bawah pile cap untuk tiang pancang yang seluruh panjangnya masuk ke dalam tanah. c) Pemancangan Tiang Pancang Tiang pancang kayu. penyetelan. penggunaan peledakan. atau dari ujung tiang pancang sampai permukaan tanah untuk tiang pancang yang hanya sebagian panjangnya masuk ke dalam tanah. perpanjangan. sebagaimana seluruh panjang baja tulangan untuk memudahkan pemancangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx Baja tulangan dalam beton. pemotongan kepala tura. pengecatan. maka tidak ada pengukuran untuk bagian beton yang harus dibongkar agar supaya batang baja tulangan itu dapat dimasukkan ke dalam struktur yang mengikatnya.

Nomor Pembayaran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Uraian Turap Kayu Tanpa Pengawetan Turap Kayu Dengan Pengawetan Turap Baja Turap Beton Pracetak Penyediaan Turap Kayu Tanpa Pengawetan Pengadaan Turap Kayu Dengan Pengawetan Pengadaan Turap Baja Pengadaan Turap Beton Pracetak Pengadaan Turap Beton Pracetak Pemancangan Turap Kayu Pemancangan Turap Beton Pracetak Pemancangan Turap Baja Tiang Bor Beton Tambahan Biaya Untuk Pembayaran Pemancangan Turap Beton Pracetak dan Tiang Bor Beton Bila Tiang Pancang Dikerjakan Di Air Tambahan Biaya Untuk Pembayaran Tiang Bor Beton Bila Tiang Pancang Dikerjakan Di Air Tiang Uji jenis Pengujian Pembebanan Statis pada Tiang dengan Diameter s/d 600 mm Pengujian Pembebanan Statis pada Tiang dengan Diameter > 600 mm Pengujian Pembebanan Dinamis pada Tiang dengan Diameter s/d 600 mm Pengujian Pembebanan Dinamis pada Tiang dengan Diameter > 600 mm Satuan Pengukuran Meter Persegi Meter Persegi Meter Persegi Meter Persegi Meter Kubik Meter Panjang Kilogram Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang 15 16 17 18 19 20 Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang 21 dari 23 .RPT0-Pd T-xx-xxxx kerja dan setiap peralatan yang diperlukan dan semua biaya lain yang perlu dan biasa untuk penyelesaian yang sebagaimana mestinya dari pekerjaan yang diuraikan dalam Bagian ini.

22 dari 23 ..... Pemancangan Tiang Pancang Beton ukuran ... bila tiang bor dikerjakan di air Tiang Uji ukuran . Pengujian Pembebanan Dinamis pada Tiang ukuran / diameter .... Pengadaan dan Pemancangan Penyediaan Tiang Pancang Kayu Tanpa Pengawetan ukuran .......... Pengadaan Tiang Pancang Beton Bertulang Pracetak ukuran / diameter . Pengadaan Tiang Pancang Kayu Dengan Pengawetan ukuran .. Tiang Pancang Pipa Baja Satuan Pengukuran Meter Panjang Meter Kubik Meter Panjang Kilogram Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Tiang Bor Beton ukuran . Pengadaan Tiang Pancang Beton Prategang Pracetak ukuran / diameter .RPT0-Pd T-xx-xxxx Nomor Pembayaran 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Uraian Pondasi Cerucuk.. Pemancangan ukuran .. bila tiang pancang dikerjakan di air Tambahan Biaya untuk no.. Mata Pembayaran 8.... Tambahan Biaya untuk no.......... Pengadaan Tiang Pancang Baja ukuran . ukuran . dan 9.. jenis Pengujian Pembebanan Statis pada Tiang ukuran/ diameter .. Pemancangan Tiang Pancang Kayu.. Mata Pembayaran 10....

23 dari 23 . Sub Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cipunegara. Bandung. Direktorat Jenderal Pengairan. 1995. Spesifikasi Umum dan Spesifikasi Teknik. Spesifikasi Umum dan Spesifikasi Teknik. Sumatera Utara.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bibliografi Departemen Pekerjaan Umum. 2003. Direktorat Jenderal Pengairan. Departemen Pekerjaan Umum. North Sumatra Irrigation Project.