Bentuk Jantung tergantung pada beberapa hal : 1.

Usia Pada bayi umumnya jantung berbentuk agak bulat dan bila dibandingkan dengan rongga toraks, ukuran jantung nampak relatif lebih besar. Hepar dan limpa yang masih besar, menyebabkan diafragma letaknya agak tinggi; dengan demikian jantung tampak terdorong ke atas. Bentuk bulat ini berangsur-angsur hilang menjadi bentuk langsing, bila dinding toraks berkembang cukup baik. Aorta yang pada mulanya tidak nampak, dengan bertambahnya umur akan nampak menonjol, terutama bagian arkus aorta. Demikian pula pinggang jantung akan mulai tampak, bila anak mulai besar. 2. Respirasi (pernafasan) Gerakan diafragma waktu bernafas juga mempengaruhi bentuk dari jantung. Pada inspirasi yang dalam, diafragma bergerak jauh ke bawah dan dalam keadaan ini jantung berbentuk lebih panjang pada arah vertikal. Bagian bawah jantung yang biasanya tertutup oleh kubah diafragma, pada inspirasi yang dalam akan tampak lebih jelas. Pada ekspirasi yang cukup kuat, diafragma bergerak ke atas dan menekan jantung ke atas sehingga dalam keadaan ini jantung tampaknya lebih lebar dan mendatar. 3. Posisi Pasien pada saat Eksposi

Bentuk Tubuh Pada orang yang kurus dan jangkung (astenikus) jantung berbentuk panjang ke bawah. Diafragma letaknya mendatar sehingga jantung seolah-olah tergantung (cor pendulum). Bayangan jantung yang tampak pada radiografi dengan proyeksi PA ini mengalami pembesaran kira-kira 5% dari keadaan sebenarnya.Pada radiografi toraks dengan posisi berdiri. maka jantung letaknya akan menjadi lebih jauh dari film. maka letak jantung dekat sekali dengan film. Pada umumnya FFD untuk Radiografi Jantung: 1. Dan bila FFD cukup jauh. 4. Hal yang sama akan terjadi pada radiografi yang dibuat dengan pasien dalam posisi terlentang (Supine) dengan arah sinar berjalan dari depan ke belakang (proyeksi AP). di mana arah sinar berjalan dari belakang ke depan (proyeksi PA).80 – 2. Lain halnya bila radiografi dibuat pada arah dari depan ke belakang (proyeksi AP). letak jantung . Ukuran vertikal jauh lebih besar dari ukuran melintang. Sebaliknya pada orang yang gemuk dan pendek (piknicus). maka bayangan jantung yang terjadi pada film tidak banyak mengalami pembesaran. Di sini banyangan jantung juga akan nampak lebih besar dibandingkan dengan proyeksi PA dan dalam posisi berdiri.00 cm. Bayangan jantung yang terjadi pada proyeksi tersebut akan banyak mengalami pembesaran bila dibandingkan dengan proyeksi PA.

sekarang karena tekanan dari kifosis letaknya condong ke belakang. 5. Skoliosis torakalis ke kiri misalnya. Dari arah PA jantung tampak melebar dan pendek. Keadaan kolumna vertebralis torakalis juga mempengaruhi bentuk dan letak dari jantung. hanya letaknya condong ke belakang. Pergeseran jantung ke kanan karena skoliosis ini biasanya ringan. sedangkan dari arah lateral jantung besarnya normal. Kelainan pada Paru Kelainan pada paru yang luas akan mempengaruhi letak dan bentuk jantung. . akan menarik mediastinum dan jantung ke kiri. sehingga bayangan jantung seolah-olah membesar ke kiri. menyebabkan letak jantung untuk sebagian akan berpindah ke kiri. Jantung yang pada keadaan normal letaknya agak tegak dalam rongga toraks. Skoliosis torakalis ke kanan akan menggeser jantung ke medial. Apeks jantung akan tampak jauh ke kiri. Selain itu skoliosis yang cukup berat akan menyebabkan jantung mengalami rotasi (putaran) ke kiri. Kifosis torakalis.lebih mendatar dengan ukuran melintang yang lebih besar disertai diafragma yang letaknya lebih tinggi. akan menyebabkan jantung tertekan ke bawah. misalnya karena kerusakan korpus torakalis 6-7-8. Fibrosis yang luas pada paru kiri atas misalnya. sedangkan batas jantung sisi kanan biasanya tidak jelas karena berhimpit dengan kolumna vertebralis.

Kelainan paru di daerah parakardial menyebabkan batas jantung kadangkadang sukar ditetapkan. Orang dengan bentuk dada yang pipih sering menunjukkan gejala ini.Penarikan jantung ini kadang-kadang diikuti juga dengan perputaran jantung. 6. Pada proyeksi PA jantung akan tampak melebar sedangkan pada proyeksi lateral jantung tampak pipih karena tertekan (Straight Back Syndroma). . Kelainan pada Sternum Sternum yang melengkung ke dalam mempersempit ruang untuk jantung sehingga jantung terjepit antara sternum dan kolumna torakalis. Keadaan ini menyebabkan kesulitan untuk menetapkan apakah jantung tersebut terdorong atau juga membesar. Kelainan yang bersifat padat pada paru akan menyebabkan pendorongan jantung ke sisi yang sehat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful