4.2.

4 Solidifikasi Solidifikasi atau Pembekuan logammerupakan suatu proses pengecoran yang mana logam dicairkan, dimasukkan dalam cetakan dan dikeluarkan. Kemudian dibiarkan membeku menjadi produk akhir atau semi akhir. Tahap pembekuan logam yaitu pada umumnya pembekuan logam dapat dibagi menjadi beberapa tahap seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.24 Proses Solidifikasi Sumber : Solidification dan Crystalline Imperfections Keterangan gambar : a) Pembekuan inti stabil b) Pertumbuhan inti menjadi butir c) Pembentukan struktur sebuah butir 1. Pembentukan Inti Stabil dalam Logam Cair Terdapat dua mekanisme pengintian dari partikel padat dalam logam cair a) Pengintian Homogen Pengintian terjadi ketika atom-atom mulai mengatas dan mengikuti suatu pola geometris. Kemudian setelah itu terbentuk inti yang stabil dalam logam yang mulai membeku. Berikut adalah table nilai dari suhu pembekuan/suhu cair, panas fusi,energi permukaan dan undercooling maksimum untuk beberapa logam terpilih.

Table 4.1 Nilai dari suhu pembekuan/suhu cair, panas fusi, energi permukaan dan undercooling maksimum untuk beberapa logam terpilih.

Sumber : B. Chalmers, “Solidification of Metals,” Wiley, 1964 b) Pengintian Heterogen Proses pengintian yang sama dengan proses pengintian homogen. Hanya saja pengintian terjadi dalam logam cair yang berada pada

seperti dalam gambar dibawah ini.permukaan cetakan atau logam cair yang tidak murni seperti logam paduan.ac. Gambar 4.25 Pengintian Heterogen Sumber : Solidification dan Crystalline Imperfections 2.1 hingga 10°C terhadap titik cair. a) Setelah inti yang stabil terbentuk pada logam yang sedang memadat b) Inti tumbuh menjadi kristal c) Pada setiap kristal atom berjajar beraturan sedangkan arah barisan berbeda antara satu kristal dengan yang lainnya.macam solidifikasi antara lain : 1. Pengintian heterogen ini banyak terjadi pada proses pengecoran industri yang mana tidak ada undercooling yang besar dan biasanya berkisar antara 0. Pertumbuhan Kristal dalam Logam Cair dan Pembentukan Struktur Butir. d) Saat pembekuan total terjadi . Solidifikasi logam murni Logam murni membeku pada temperatur konstan yaitu sama dengan temperatur pembekuannya/temperatur leburnya. antar kristal saling bertemu membentuk batas butir (grain boundaries) dan butiran (grains) Macam. Gambar 2.id Urutan prosesnya yaitu : .26 Solidifikasi logam murni Sumber : http://frepository.binus. Berikut adalah urutan proses pertumbuhan Kristal dalam logam cair dan pembentukan struktur butir.

Seiring penuangan cairan logam paduan. cairan tersebut sudah mengalami penurunan temperature. 3. Cairan logam paduan mengalami pengerasan struktur.ac. b) Waktu solidifikasi total adalah waktu antara penuangan sampai proses pembekuan berakhir. dimana suhu pendinginan awal dan suhu pendinginan selesai sama atau disebut “local solidification time”. Solidifikasi logam paduan (alloy) Logam paduan umumnya membeku pada daerah temperatur tertentu. maka pendinginan awal sampai pendinginan selesai mempunyai temperature yang berbeda 4. Pendinginan awal dimulai. 2. Karena cairan logam paduan mempunyai material logam yang berbedabeda. Seiring penuangan logam cair ke cetakan. Setelah pembekuan berakhir temperatur turun hingga temperatur kamar. 4. Temperature logam cair murni pada titik leburnya 2. maka pembekuan akan mulai terjadi pada saat temperatur mencapai garis liquidus. Setelah pendinginan selesai. Logam paduan dicairkan sampai temperatur lebur.binus.1. dan pembekuan berakhir bila . Beberapa istilah waktu dalam proses solidifikasi logam murni : a) Waktu solidifikasi lokal adalah waktu pembekuan sebenarnya. Temperature terus menurun sampai terjadi pendinginan awal cairan logam paduan. kemudian proses solidifikasi mendekati suhu kamar. Garis awal terjadinya pembekuan disebut garis liquidus.27 Solidifikasi logam paduan Sumber : http://frepository. seperti seperti dalam gambar berikut : Gambar 2.id Urutan prosesnya yaitu : 1. Dimana temperature terus menurun samapai mendekati temperature kamar. 2. contoh paduan Al-Mg. dan garis akhir pembekuan disebut garis solidus. mulailah cairan logam mengalami pengerasan struktur. cairan logam sudah mengalami penurunan suhu 3. Suatu paduan dengan komposisi tertentu bila didinginkan dalam waktu yang sangat lambat.

seluruh logam. gradien temperatur pada dinding cetakan menurun dan kristal pada daerah chill tumbuh memanjang berlawanan arah dengan arah perpindahan panas/panas bergerak dari cairan logam ke arah dinding cetakan yang bertemperatur lebih rendah . Gambar 2.telah mencapai garis solidus.blogspot.seluruh logam cair akan membeku dibawah temperatur penuangannya tinggi. Setiap kristal dendrit banyak mengandung lengan-lengan dendrit (primary dendrit). Cairan logam yang berada ditengah-tengah ingot akan tetap berada diatas temperatur liquiditas untuk jangka waktu lama.com b) Columnar Zone Sesaat setelah penuangan. maka lengan-lengan dendrit sekunder dan tersier.blogspot. Setelah itu pendinginan akan berjalan terus hingga mencapai temperatur kamar. Yang disebut dengan dendrit. Bila temperatur penuangannya rendah. Daerah yang terbentuk antara dendrit dan titik dimana sisa ciran terakhir akan membeku disebut sebagai mushyzone atau pasty zone. Gambar 2.logam cair yang berkontak langsung dengan dinding cetakan akan mengalami pendinginan yang cepat dibawah temperatur liquiditas-nya. Bila temperatur penuangannya rendah.29 Columnar Zone Sumber : http://www.com c) Equiaxed Zone . Akibat pada dinding cetakan tersebut timbul banyak inti padat dan selanjutnya tumbuh ke arah cairan logam. Jika fraksi volume padatan (dendrit) meningkat panjang dendrit dan struktur yang berbentuk dasa tunggal.dasar-dasar pengecoran.28 Chill Zone Sumber : http://www.dasar-dasar pengecoran. Macam-macam daerah pembekuan yaitu : a) Chill Zone Selama proses penuangan logam cair ke dalam cetakan.

30 Equiaxed Zone Sumber : http://www. Pada daerah ini perbedaan temperatur yang ada menyebabkan terjadinya pertumbuhan butir memanjang Gambar 2.dasar-dasar pengecoran.Daerah ini terdiri dari butir-butir equiaxial yang secara acak ditengah tengah ingot.com .blogspot.