P. 1
Makalah Pembinaan Akseptor Kb

Makalah Pembinaan Akseptor Kb

|Views: 251|Likes:
Published by Semy Simbala
Kebidanan
Kebidanan

More info:

Published by: Semy Simbala on May 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Suratun, 2008). Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan Keluarga Berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggungjawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan YME. Dan dalam paradigma baru program ini misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Karena keluarga adalah salah satu diantara kelima matra kepentingan kependudukan yang sangat mempengaruhi perwujudan penduduk yang berkualitas.

Berdasarkan visi dan misinya program Keluarga Berencana nasional mempunyai kontribusi penting dalam upaya peningkatan kualitas penduduk. Salah satu kunci dalam rencana strategi nasional Indonesia 2010 adalah bahwa setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan.

1

Untuk mewujudkan pesan kunci tersebut keluarga berencana merupakan upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama. Untuk mengoptimalkan keluarga berencana bagi kesehatan, pelayanannya harus digabungkan dengan pelayanan kesehatan reproduksi yang telah tersedia. Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga

sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran,

pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum, 2008). Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilan tersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang kehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi (Suratun, 2008). B. Tujuan Penulisan 1. 2. 3. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian kontrasepsi. Mahasiswa mampu menjelaskan macam- macam alat- alat kontrasepsi. Mahasiswa mampu menjelaskan efek samping yang akan timbul dari penggunaan kontrasepsi.

2

4.

Mahasiswa mampu memberi penilaian dalam penanganan efek samping yang timbul pada pengguanaan kontrasepsi.

C.

Manfaat Penulisan Mahasiswa dapat lebih aktif dalam proses belajar, dengan mempelajari materi- materi yang akan dibahas dalam pembahasan penilaian efek samping yang timbul pada pengguanaan alat- alat kontrasepsi mahasiswa dapat lebih mahir dalam memberikan asuhan kepada klien.

3

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kontrasepsi Asal kata “kontra” berarti mencegah atau melawan dan

“konsepsi” yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan. Kehamilan Kontrasepsiusaha-usaha untuk mencegahterjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Efektivitas kontrasepsi adalah keunggulan carakontrasepsi tertentu dalam mencegah kehamilan dalam kenyataan penggunaan sehari-hari daya guna kontrasepsi terdiri atas daya gunateoritis atau fisiologik (theoretical effectiveness),daya guna pemakaian (use effectiveness) dan dayaguna demografik (demografic effectiveness). Akseptor Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007). Efek samping adalah perubahan fisik atau psikis yang timbul akibat dari penggunaan alat/obat kontrasepsi, tetapi tidak berpengaruh serius terhadap kesehatan klien (BKKBN, 2002). B. Pembinaan Akseptor KB Melalui Konseling Penyuluhan KB adalah kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dan masyarakat guna mewujudkan keluarga berkualitas. Tugas penyuluhan KB meliputi persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan generasi

4

diharapkan tumbuh kerjasama di antara laki-laki dan perempuan dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan berkeadilan gender karena penyuluhan KB juga perlu memperhatikan dan melibatkan para suami.muda. Melalui proses KIE dan konseling yang berkeadilan gender. sikap dan perilaku. sikap dan perilaku masyarakat. Jenis pendekatan lain yang sering digunakan dalam program KB adalah Komunikasi Inter Personal/Konseling (KIP/K). Dalam penyuluhan KB terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan agar mampu mengubah perilaku kelompok sasaran. klien merasa puas dan tidak merasa diabaikan. petugas seyogyanya peka gender dalam proses konseling. KIE yang responsif gender adalah salah satu pendekatan dalam komunikasi yang bertujuan mempercepat perubahan pengetahuan. KIP/Konseling merupakan suatu bentuk tatap muka dua arah antara klien dan petugas yang dilakukan dengan sengaja dan bertujuan membantu kliennya mengambil keputusan sesuai keinginannya secara sadar dan sukarela. 5 . Di dalam program KB dikenal istilah Komunikasi. dan mendorongnya agar secara sadar menerima program KB. Informasi dan Edukasi (KIE) yang merupakan proses penyampaian dan penerimaan pesan dalam rangka meningkatkan dan memanfaatkan pengetahuan. Untuk itu. Perlunya KIE terutama bagi perempuan disebabkan banyak dari mereka yang masih belum paham tentang hal-hal penting yang terkait dengan kesehatan mereka.

Selain pendekatan dalam komunikasi. lateks dan plastik. baru kemudian dilakukan hubungan kelamin. a. b. juga diperlukan pelayanan KB yang merupakan kegiatan pemberian fasilitas kepada keluarga dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dalam mewujudkan keluarga berkualitas. Cara Pemakaian Sarungkan pada alat kelamin laki – laki saat dalam keadaan tegang. Kondom berguna untuk mencegah pertemuan sel telur wanita dan sel mani dari laki – laki sehingga tidak terjadi kehamilan. sedangkan tugas pelayanan KB mencakup persiapan pelayanan. Kondom Kondom adalah cara KB yang disarungkan ke alat kelamin lakilaki. 7) Dapat diandalkan karena cukup efektif 6 . Keuntungan 1) Mencegah kehamilan 2) Dapat dipakai sendiri 3) Mudah didapat 4) Praktis 5) Murah 6) Memberi perlindungan terhadap penyakit – penyakit akibat hubungan seks. C. Praktek Pembinaan Akseptor KB 1. kulit. Kondom dibuat dari karet tipis. pelaksanaan pelayanan dan pengembangan model pelayanan.

d. hati – hati dan terus menerus pada setiap senggama. ringan disposable 9) Tidak mempunyai efek samping 10) Pria ikut secara aktif dalam program KB c. Kerugian 1) Ada kemungkinan bocor.8) Sederhana. Tempat memperoleh kondom 1) Apotik 2) Klinik KB 3) Puskesmas 4) BPS / RB 5) Warung – warung atau kedai tertentu e. sobek dan tumpah yang menyebabkan kondom gagal dipakai sebagai alat kontrasepsi. 3) Perlu dipakai secara konsisten. Cara pembuangan kondom yang benar 1) Jangan dibuang kedalam toilet 2) Jangan dibuang ke dalam selokan atau got/ parit 3) Jangan dilempar ke halaman 4) Dibakar bersama sampah 5) Bersihkan dulu (cuci). bungkus. ikat lalu masukkan ke tempat sampah 7 . 2) Perlu menghentikan sementara aktivitas dan spontanitas hubungan seks guna memakai kondom.

3) Siklus haid teratur. Keuntungan 1) Pil KB manjur untuk mencegah kahamilan bila dipakai sesuai petunjuk. Untuk kemasan berisi 21 pil. maka ibu bisa hamil kembali setelah pemakaian pil dihentikan.6) Ditanam 2. b. diminum setiap hari secara teratur. tablet pertama diminum pada setiap hari pertama haid. a. Kesehatan ibu perlu diperiksa terlebih dahulu. PIL KB Pil KB berisi zat yang berguna untuk mencegah lepasnya sel telur dari indung telur wanita. 8 . tidak terjadi nyeri haid. Hanya dengan meminum pil secara teratur dapat diperoleh manfaat pil KB sebagai cara mencegah kehamilan. yaitu :   Kemasan berisi 21 Pil Kemasan berisi 28 Pil Sebelum meminum pil KB. tidak boleh lupa. mulai dari tanda panah. Jika menurut hasil pemeriksaan ibu bisa memakai pil KB barulah ibu dapat mulai minum pil KB. Ada 2 macam kemasan pil. banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia). Cara pemakaian Pil KB diminum setiap hari satu tablet secara teratur. tablet pertama diminum setiap hari ke lima haid. 2) Bila ingin mempunyai anak lagi. Untuk kemasan berisi 28 pil.

3) Apabila lupa. Penting untuk diingat 1) Bila sudah hampir habis segeralah minta kepada tempat pelayanan.4) Mudah dihentikan setiap saat c. Tidak mencegah IMS. 2) Pusing 3) Nyeri payudara 4) Mual. minumlah saat itu juga 1 tablet dan malamnya minum 1 tablet lagi 9 . pil KB harus diminum setiap hari secara teratur. terutama pada 3 bulan pertama 5) Berat badan naik sedikit 6) d. HBV Tempat memperoleh Pil KB 1) Apotik 2) Klinik KB 3) Puskesmas 4) BPS / RB 5) Warung – warung atau kedai tertentu e. Kerugian 1) Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari. HIV. supaya tidak tertunda. PMS. 2) Jangan lupa.

yaitu Noretisteron enantat (NETEN) dengan nama dagang Noristrat dan Depomedroksi progesteron acetat (DMPA) dengan nama dagang Depoprovera. Keuntungan 1) Praktis kaena tidak perlu mengingat-ingat setiap hari 2) Pencegahan kehamilan jangka panjang 3) Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri 4) Klien tidak perlu menyimpan obat suntik 10 . Tekhnik penyuntikan ialah seca intramuskulus dalam. Suntikan KB Kontarasepsi suntikan di Indonesia merupakan salah satu kontrasepsi yang populer. a. pergilah ke klinik beritahukan kepada dokter atau bidan (jika sering lupa minum pil KB bisa terjadi kehamilan) 5) Apabila merasa pusing atau mual pil KB tetap diminum 6) Apabila tidak cocok memakai pil KB pergilah ke tempat pelayanan untuk minta dibantu dokter atau bidan. Kontrasepi suntikan yang digunakan adalah long-acting progestin. di daerah muskulus gluteus maksimus atau deltoideus. pil KB bisa dipakai dalam jangka waktu cukup lama 3.4) Apabila 2 hari lupa minum pil. Mungkin perlu ganti cara KB lainnya 7) Bagi aseptor yang cocok.

b. Yang dapat menggunakan kontrasepsi suntikan 1) Perempuan usia reproduksi 2) Perempuan nulipara atau yang sudah mempunyai anak 3) Perempuan yang menghendakai kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi 4) Perempuan setelah keguguran dan setelah melahirkan 5) Perempuan dengan tekanan darah kurang dari 180/ 110 mmHg 6) Perempuan yang sering lupa menggunakan pil kontrasepsi 11 . 2) Klien sangat tergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntikan) 3) 4) 5) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu Perubahan berat badan Tidak menjamin pencegahan penularan penyakit menular seksual. atau HIV/ AIDS 6) Terlambatnya pemakaian 7) 8) Sakit kepala Timbulnya jerawat kembali kesuburan setelah penghentian c. Kerugian 1) Sering ditemukan gangguan haid. HBV. perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting). seperti siklus haid sering memanjang atau memendek. atau tidak terjadi haid sama sekali. perdarahan yang banyak atau sedikit.

Yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi suntikan 1) Perempuan yang hamil atau dicurigai hamil 2) Perempuan yang mengalami perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.d. dan penderita diabetes melitus disertai komplikasinya. terutama untuk memastikan bahwa saat suntikan itu diberikan ibu sedang tidak hamil 12 . Penting untuk diingat 1) Suntikan KB diberikan saat ibu sedang haid.paru berat. penyakit paru. 3) Perempuan penderita hipertensi 4) Perempuan yang tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid atau amenorea 5) Perempuan yang menderita kanker payudara atau mempunyai riwayat kanker payudara 6) Perempuan penderita keganasan penyakit jantung. e. Tempat memperoleh pelayanan kontrasepsi suntikan 1) Klinik KB 2) Puskesmas 3) BPS/RB 4) Dokter Obsgyn 5) Rumah sakit f. penyakit hati.

2) Sebelum diberi suntikan KB. ibu tetap harus mendapat suntikan KB secara teratur 6) Terdapat kemungkinan ibu mengalami gangguan seperti nyeri pada perut . ibu dapat melakukan kegiatannya seperti biasa. IUD (Intra Uterin Device) / AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) IUD (Intra Uterin Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim. Ada beberapa macam IUD yaitu :  Bentuk seperti spiral. dan lain sebagainya. Benang ini gunanya untuk pemeriksaan(kontrol). hal ini adalah efek samping dari pemakaian suntikan KB. Pergilah ketempat pelayanan kesehatan. misalnya berkebun. IUD dibuat dari plastik khusus yang diberi benang pada ujungnya. berolahraga. 5) Jika suami pergi selama satu bulan hingga tiga bulan atau lebih. hal ini juga merupakan efeksamping pemakaian suntikan KB. yaitu vital signnya 3) Suntikan KB dapat diberikan sambil duduk atau berbaring 4) Setelah disuntik. mencuci. pergilah ke tempat pelayanan kesehatan untuk membicarakannya dengan bidan atau dokter 4. mengetik. untuk mendapatkan nasihat atau bantuan bidan atau dokter 7) Kemungkinan siklus haid ibu menjadi tidak teratur. kesehatan ibu harus diperiksa dulu. namanya lippes loop 13 .

Sesudah itu setiap bulan. Cara pemakaian IUD IUD dipasang pada rongga rahim wanita pada saat sedang haid. dilakukan sebanyak 3 kali d. namanya cooper-T Berbentuk seperti pohon kelapa atau kipas terbuka dan dililiti tembaga.  Bentuk seperti huruf T dan dililiti tembaga. namanya multi load a. Pemeriksaan IUD ulang Satu minggu sesudah pemasangan. Keuntungan 1) Praktis tidak perlu mengingat ingat 2) Ekonomis 3) Aman 4) Mudah diperiksa (dikontrol) 5) Efektif untuk proteksi jangka panjang 6) Tidak mengganggu hubungan suami istri 7) Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI 8) Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus 9) Tidak ada interaksi dengan obat-obatan 14 . c. Cara kerja IUD IUD mencegah pertemuan sel sperma dengan sel telur sehingga kehamilan tidak terjadi b. Pemasangan dilakukan oleh dokter atau bidan yang terlatih.

dan saat haid akan lebih sakit. haid lebih lama dan banyak.e. karena petugas kesehatan yang sudah terlatih yang dapat melepas AKDR 7) Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Untuk melakukannya. 2) Rasa nyeri atau mulas beberapa saat setelah pemasangan 3) Tidak mencegah IMS. perempuan harus memasukkas jarinya ke dalam vagina. dan HIV/AIDS 4) Tidak baik digunakan pada perempuan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan. karena penyakit radang panggul sering terjadi setelah Perempuan IMS memakai AKDR 5) Prosedur medis termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan AKDR. HBV. seringkali perempuan takut setelah pemasangan. bercak-bercak perdarahan (spotting). sebagian besar perempuan tidak mau melakukan hal ini f. 6) Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri. Kerugian 1) Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan). Yang dapat menggunakan IUD 1) Perempuan usia reproduksi 15 .

dan penyakit hati dan empedu g. Tempat memperoleh pelayanan IUD 1) Puskesmas 2) Klinik KB 16 . 3) Perempuan yang sedang menderita infeksi alat genital ( vaginitis.2) Perempuan nulipara atau yang sudah mempunyai anak atau yang belum mempunyai anak 3) Perempuan yang menghendakai kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi 4) Perempuan setelah keguguran dan setelah melahirkan 5) Perempuan dengan resiko rendah terkena IMS 6) Perempuan yang tidak menyukai mengingat.ingat meminum pil KB setiap hari 7) Perempuan yang gemuk maupun kurus 8) Perempuan hipertensi 9) Penderita penyakit jantung. Yang tidak diperkenankan memakai IUD 1) Perempuan yang hamil atau dicurigai hamil 2) Perempuan yang mengalami perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya. diabetes melitus. servisitis) dan perempuan dengan kanker organ genital 4) Perempuan dengan kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat mempengaruhi kavum uteri h.

Hormon ini juga dapat menipiskan selaput lendir rahim sehingga hasil pembuahan tidak dapat tertanam di dalam rahim. sehingga sel sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim. implan dipasang di bawah kulit lengan atas bagian dalam. b. implant dipakai selama lima tahun. Implant atau AKBK (alat kontrasepsi bawah kulit) Implant atau susuk KB adalah alat kontrasepsi yang terdiri dari enam kapsul kecil berisi hormon lovonorgestrel. Penting untuk diingat 1) Mengecek kesehatan umum ibu ( vital sign) sebelum pemakaian IUD 2) Pemasangan IUD dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih 5. Cara kerja kontrasepsi implant Keenam kapsul implan secara tetap melepaskan sejumlah hormon yang dapat mencegah lepasnya sel telur dari indung telur dan mengentalkan lendir pada mulut rahim. a.3) BPS/ RB 4) Dokter kandungan 5) Rumah sakit i. Keuntungan 1) Daya guna tinggi 2) Perlindungan jangka panjang (5 tahun) 3) Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan 17 .

Kerugian 1) Sering ditemukan gangguan haid. perdarahan yang banyak atau sedikit. HBV.4) Tidak memerlukan pemeriksaan dalam 5) Tidak mengganggu kegiatan senggama 6) Klien hanya perlu kembali ke pelayanan kesehatan hanya jika merasa ada keluhan 7) Dapat dicabut setiap saat saat sesuai dengan kebutuhan c. atau HIV/ AIDS d. perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting). atau tidak terjadi haid sama sekali 2) Nyeri kepala 3) Penurunan atau peningkatan berat badan 4) Nyeri payudara 5) Perasaan mual 6) Pening/ pusing kepala 7) Perubahan perasaan( mood) atau kegelisahan 8) Klien harus ke klinik pelayanan kesehatan jika menginginkan pencabutan 9) Tidak menjamin pencegahan penularan penyakit menular seksual. seperti siklus haid sering memanjang atau memendek. Yang dapat menggunakan kontrasepsi implant 1) Perempuan usia reproduksi 18 .

Tempat memperoleh pelayanan 1) Puskesmas 2) Klinik KB 19 . 3) Perempuan yang tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid atau amenorea 4) Perempuan yang menderita kanker payudara atau mempunyai riwayat kanker payudara 5) Perempuan hipertensi 6) Penderita penyakit jantung. diabetes melitus f. Yang tidak diperkenankan menggunakan kontrasepsi implant 1) Perempuan yang hamil atau dicurigai hamil 2) Perempuan yang mengalami perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.2) Perempuan nulipara atau yang sudah mempunyai anak atau yang belum mempunyai anak 3) Perempuan yang menghendakai kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi 4) Perempuan setelah keguguran dan setelah melahirkan. yang menyusui atau yang tidak menyusui 5) Perempuan yang tidak menginginkan anak lagi tapi menolak untuk sterilisasi 6) Perempuan dengan tekanan darah kurang dari 180/ 110 mmHg 7) Perempuan yang sering lupa menggunakan pil kontrasepsi e.

Ibu diperbolehkan mandi tetapi jaga supaya daerah tempat pemasangan tetap kering 4) Setelah disuntik . mengetik. dan jangan diapa-apakan. Biassanya hanya sebentar. kesehatan umum (vital sign) klien harus diperiksa terlebih dahulu 2) Sesudah pemasangan implan. Jika tidak tertahankan segera pergi ke tempat pelayanan kesehatan untuk meminta bantuan bidan atau dokter 3) Selama 3 hari sesudah pemasangan. 6) Kemungkinan siklus haid ibu menjadi tidak teratur. Yang perli diingat 1) Sebelum pemasangan implant. kemungkinan ibu mengalami rasa nyeri pada tempat pemasangan. jika bekasnya sudah kering tidak perlu dibalut lagi. Tetapi kalau bisa jangan mengangkat beban yang berat-berat dahulu untuk beberapa waktu (sekitar 1 minggu) 5) Pada hari ke lima pembalut pada bekas tempat pemasangan boleh dibuka. hal ini merupakan efeksamping pemakaian kontrasepsi implant. misalnya berkebun. tidak perlu khawatir.3) BPS/ RB 4) Dokter kandungan 5) Rumah sakit g. Lihat dan peerhatikan. mencuci. 20 . ibu dapat melakukan kegiatannya seperti biasa. berolahraga. dan lain sebagainya.

a. b. Kontrasepsi Mantap Wanita (Kontap Wanita)/MOW (Medis Operatif Wanita) / Tubektomi. pergilah ke tempat pelayanan kesehatan agar dapat ditolong oleh dokter atau bidan 8) Sesudah lima tahun. Merupakan metode pengikatan dan pemotongan saluran telur agar sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma. c. Keuntungan Menggunakan Tubektomi : 1) Permanen dan efektif. 6. Cara Kerja Tubektomi Perjalanan sel telur terhambat karena saluran sel telur tertutup. 2) Tidak mempengaruhi proses menyusui 3) Pembedahan sederhana. 5) Tidak ada efek samping jangka panjang dan tidak mengganggu hubungan seksual. Kerugian Tubektomi : 1) Ada kemungkinan mengalami resiko pembedahan. 21 . segeralah menuju tempat pelayanan kesehata karena keenam kapsul itu harus dicabut.pergilah ke tempat pelayanan kesehatan untuk membicarakannya dengan bidan atau dokter 7) Jika ada keluhan. dapat dilakukan dengan anestesi lokal 4) Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%. Jika masih menginginkan kontrasepsi implant dokter atau bidan akan menggantinya dengan yang baru.

Yang tidak diperkenankan menjalani tubektomi : 1) Hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai) 2) Menderita tekanan darh tinggi 3) Kencing manis (diabetes) 4) Penderita penyakit jantung 5) Penderita penyakit paru-paru 6) Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan (hingga harus dievaluasi) 7) Infeksi sistemik atau pelvik yang akut (hingga masalah itu disembuhkan atau dikontrol) 8) Ibu yang tidak boleh menjalani pembedahan 9) Belum memberikan persetujuan tertulis 22 .2) Rasa sakit/ketidak nyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan d. Yang dapat menjalani tubektomi : 1) Perempuan yang berusia lebih dari 26 tahun 2) Perempuan dengan paritas lebih dari 2 3) Perempuan yang yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan kehendaknya 4) Perempuan yang pada kehamilannya akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius 5) Perempuan pasca persalinan dan pasca keguguran e.

2) Puasa mulai tengah malam sebelum operasi. Bagi calon akseptor yang menderita Maag (kelaianan lambung agar makan obat maag sebelum dan sesudah puasa 3) Mandi dan membersihkan daerah kemaluan dengan sabun mandi sampai bersih. sebaiknya suami. jika ada keluhan. sehat jasmani dan rohani. pemakai harus kembali ke Rumah Sakit. Syarat : 1) Sukarela. dan lain sebagainya 5) Membawa surat persetujuan dari suami yang sudah ditandatangani atau di cap jempol 6) Menjelang operasi harus kencing terlebih dahulu 7) Datang ke rumah sakit tepat pada waktunya. Tempat mendapatkan Pelayanan kontrasepsi Tubektomi : Di rumah sakit. dan sudah punya anak cukup ( 2 anak ). 23 . 2) Mengikuti konseling (bimbingan tatap muka). dan juga daerah perut bagian bawah 4) Tidak memakai perhiasan. h.f. g. Yang perlu diingat : 1) bagi wanita usia subur berumur diatas 26 tahun . bahagia. kosmetik. cat kuku. anak terkecil harus berusia minimal 5 tahun. dengan ditemani anggota keluarga. atau sekurangkurangnya 6 jam sebelum operasi.

7. 3) Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99 %. Kontrasepsi Mantap Pria (Kontap Pria) / MOP (Medis Operatif Pria) / Vasektomi Adalah pengikatan dan pemotongan saluran benih agar sperma tidak keluar dari buah zakar. 2) Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak. 24 . 2) Tidak ada efek samping jangka panjang dan tidak mengganggu hubungan seksual. Keuntungan mengunakan vasektomi : 1) Permanen dan efektif. b. a. 4) Tindakan bedah yang aman dan sederhana 5) Tidak mengganggu hubungan seksual c. sehingga tidak dapat menyalurkan spermatozoa.3) Menanda tangani formulir persetujuan tindakan medik (informed consent). Kerugian vasektomi : 1) Harus ada pembedahan minor. Cara kerja vasektomi : Saluran benih tertutup. Cara ini dipakai untuk kontrasepsi mantap pria.

Yang harus diingat : 1) Untuk laki-laki usia subur sudah punya anak cukup ( 2 anak ) dan istri beresiko tinggi. 2) Menderita kencing manis. Yang tidak diperkenankan menggunakan vasektomi jika : 1) Peradangan kulit atau jamur di daerah kemaluan. g. ganguan pembekuan darah f. Tempat mendapatkan pelayanan vasektomi : 1) Rumah Sakit 2) Puskesmas 3) Klinik KB.d. 2) Tidur dan istirahat cukup 3) Mandi dan memebersihkan daerah sekitar kemaluan 4) Makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke klinik 5) Datang ke klinik tempat operasi dengan pengantar 6) Jangan lupa membawa surat persetujuan isteri yang ditandatangani atau cap jempol 25 . 3) Hidrokel atau varikokel yang besar 4) Hernia inguinalis 5) Anemia berat. Yang dapat menjalani vasektomi Untuk laki-laki subur sudah punya anak cukup (2 anak) dan istri beresiko tinggi e.

tetapi alasannya dalam hal ini adalah bahwa sebagian besar metode sudah sedemikian aman sehingga kejadian merugikan yang serius sangat jarang dijumpai.7) Boleh bersenggama setelah 2-3 hari setelah operasi dengan menggunakan kondom. bahagia. Mengukur dan keamanan dari berbagai metode keluarga berencana juga sulit dilakukan. 3) Menandatangani formulir persetujuan tindakan medik (operasi). sehat jasmani dan rohani. Kondom Kondom adalah salah satu kontrasepsi pria yang paling banyak digunakan untuk menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genitalia interna wanita. 1. Kondom rusak atau diperkirakan bocor (sebelum berhubungan) b. Syarat-syarat menggunakan vasektomi : 1) Sukarela. 2) Mengikuti konseling atau bimbingan tatap muka. Kemungkinan mengalami efek samping suatu metode. penggunaan kondom dilanjutkan sampai 20 kali ejakulasi atau 3 bulan setelah operasi. Efek samping atau masalah : a. Kondom bocor atau dicurigai ada curahan di vagina saat berhubungan 26 . Kejadian merugikan yang kurang serius sering kali cukup bersifat subjektif. dapat diperkecil dengan mematuhi kontraindikasi pemakaiannya. Macam – Macam Efek Samping Atau Masalah Kontrasepsi. serius atau tidak. D. h.

Perdarahan pervaginam (spotting) d. dengan 7 tablet tanpa hormon aktif c. Mual. Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron (E/P) dalam dosis yang sama. Amenorea (tidak ada perdarahan atau spotting) b. Dicurigai adanya reaksi alergi (spermisida) d. Trifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif Efek samping yang ditimbulkan kontrasepsi oral (pil) a. Penambahan berat badan 27 . dengan 7 tablet tanpa hormon aktif b.c. Jenis-jenis kontrasepsi oral (pil) : a. pusing atau muntah (Alabat reaksi anafilaktik) c. Bifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron (E/P) dengan dua dosis yang berbeda. Pil Kontrasepsi oral (pil) adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet dimana mengandung hormon esterogen dan progesterone yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Mengurangi kenikmatan hubungan seksual 2.

pusing. muntah c. Amenorea b. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) Jenis AKDR yang mengandung hormon steroid adalah prigestase yang mengandung progesteron dari murena yang mengandung levonorgestrel.3. Kram c. Perdarahan vagina yang tidak teratur dan banyak d. Perdarahan atau perdarahan bercak (spotting) 4. Macam-macam IUD yaitu Un – Medicated IUD dan Medicated IUD Efek sampingnya : a. Jenis suntikan kombinasi yaitu : a. 50 mg noretindron enantat dan 5 mg estradiol valerat yang diberikan secara IM sebulan sekali Efek sampingnya : a. 25 mg Depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan infeksi IM (ixsebula cyxlofem) b. Amenorea b. Mual. Benang hilang 28 . Kontrasepsi Suntikan Salah satu tujuan utama dari penelitian kontrasepsi adalah untuk mengembangkan suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja panjang (lama) yang tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau setiap akan bersenggama tetapi tetap reversibel.

Hematoma (subkutan) 29 . intestinal (jarang terjadi) d. Norplant atau Implant Dengan cara memasukan tabung kecil di bawah kulit di bagian tangan yang dilakukan oleh dokter anda dan hormon yang terdapat dalam tabung akan terlepas sedikit-sedikit untuk mencegah kehamilan. Efek samping dan masalah : a. Amenorea b. Berat badan naik atau turun 6. Luka pada kandung kemih. Efek samping : a. Perdarahan c. Ekspulsi d. Infeksi pada daerah insersi e. Demam pasca operasi (> 380 C) c. Infeksi luka b. Tubektomi Tubektomi adalah tindakan yang dilakukan pada kedua tuba faloppi wanita yang mengakibatkan bersangkutan tidak dapat hamil atau tidak menyebabkan kehamilan lagi. Cairan vagina/dugaan penyakit radang panggul 5.e.

7. Ada beberapa macam metode untuk menutup vas deferens. Mual. muntah. Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kesehatan klien c. Dapat mengurangi kenikmatan hubungan seksual 2. Efek samping : a. Adanya spermisida d. Penilaian Efek Samping Yang Timbul 1. Pil Penilaian efek samping yang timbul : a. Hematoma E. Kondom rusak atau bocor (sebelum berhubungan) b. pusing : Kontrasepsi pil dikembangkan dari keinginan untuk mencari suatu kontrasepsi oral dengan efek samping seminimal mungkin dengan menghilangkan estrogen dan 30 . Kondom bocor atau dicurigai ada curahan di vagina saat berhubungan c. Vasektomi Vasektomi adalah tindakan yang dilakukan pada vans deferens pada laki-laki yang mengakibatkan tidak dapat menyebabkan kehamilan. perubahan ini yang sering menjadi penyebab akseptor pil menghentikan kontrasepsinya b. Kondom Penilaian efek samping yang timbul : a. Infeksi kulit pada daerah operasi b. Amenorea : Dapat terjadi perubahan pola haid.

Mual. efek pada pola haid tergantung pada lama pemakaian. muntah. Penambahan berat badan bisa terjadi disebabkan oleh progestrin yang berlebihan sedangkan nafsu makan bertambah. berkurangnya haid sebenarnya memberikan efek yang menguntungkan yakni berkurangnya insidens anemia b. bervariasi antara kurang dari 1 kg – 5 kg dalam tahun pertama 2) Merangsang pusat pengendalian nafsu makan dihipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari pada biasanya d. Penambahan berat badan : Tidak selalu dikemukan pertambahan berat badan pada pemakaian mini pil. jika terjadi amenorea. 3. Nafsu makan bertambah dan sakit kepala DMPA merangsang pusat pengendali nafsu makan dihipotalamus. pusing/sakit kepala c. nyeri payudara. Gangguan haid : Ini yang paling sering terjadi dan yang paling mengganggu.mengurangi dosis progestinnya dan diharapkan tidak timbul keluhan-keluhan lain c. sakit kepala. dan jika terjadi peningkatan estrogen dapat menyebabkan pusing. Berat badan yang bertambah 1) Umumnya pertambahan berat badan tidak terlalu besar. yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari pada 31 . Suntikan Penilaian efek samping yang timbul : a.

akibatnya timbul perdarahan yang lebih banyak. Implant Penilaian efek samping yang timbul : Perubahan pola haid. volume darah yang hilang tetap tidak berubah. 4. Perdarahan yang hebat yang terjadi. Kram/kejang : merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan c. Dugaan : insersi IUD menyebabkan meningginya konsentrasi plasminogen aktivitaros dalam endometrium. b.biasanya. Tubektomi Penilaian efek samping yang timbul : 32 . 6. meskipun terjadi perdarahan lebih sering dari pada biasanya. AKDR Penilaian yang timbul : a. 5. Insiden sakit kepala adalah sama pada DMPA maupun NET EN. dan enzim-enzim ini menyebabkan bertambah aktivitas fibrinoli tik serta menghalangi pembekuan darah. Ekspulsi : satu hal yang penting untuk diketahui dan dilaksanakan oleh akseptor IUD yaitu memeriksa sendiri benang ekor. IUD untuk mengetahui apakah IUD masih tetap berada di dalam uterus. Umumnya perubahan-perubahan haid tersebut tidak mempunyai efek yang membahayakan dari akseptor. Rasa sakit perdarahan akan berkurang dengan semakin lamanya pemakaian IUD.

Penanganan Efek Samping Sesuai Keluhan 1. Perubahan pola haid : Pola haid abnormal setelah kontap wanita merupakan tanda/bagian dari “post tubal ligation syndrome” tetapi pola tersebut belum dapat dibuktikan. Rasa sakit / kejang perut yang tidak berlangsung lama yang mungkin disebabkan oleh iskemia avaskuler loop tuba fallopii 7. Dicurigai kondom rusak atau diperkirakan bocor (sebelum berhubungan). Granuloma sperma : Dapat terjadi pada ujung proksimal vas atau pada epidimis. Vasektomi Penilaian efek samping yang timbul : a. F. Mengurangi kenikmatan hubungan seksual. Dicurigai adanya reaksi alergi (spermisida). b. Gejalanya : benjulan kenyak. 33 . misal naik sepeda. Penanganan : Buang dan pakai kondom baru atau pakai spermisida digabung kondom b. Penanganan : Jika penurunan kepekaan tidak bisa ditolelir biarpun dengan kondom yang lebih tipis. Hematoma : Biasanya terjadi bila daerah skrutum diberi beban yang berlebihan. Penanganan : berikan kondom alami (produk hewani : lamb skin atau gut) c. nyeri. anjurkan pemakaian metode lain. duduk terlalu lama dalam kendaraan dengan jalanan yang rusak dan sebagainya b.a. Kondom a.

34 . Penanganan : Tes kehamilan atau pemeriksaan ginekologik. c. Penanganan : tidak diperlukan pengobatan apapun Penanganan : b. perhatikan diet klien bila perubahan berat badan terlalu mencolok. Pil a. Penanganan : Periksa dalam atau tes kehamilan. Amenorea. bila tidak hamil dan klien minum pil dengan benar. Mual. bila tidak hamil sarankan minum pil. muntah. 3. informasikan bahwa kenaikan/penurunan berat badan sebanyak 1 – 2 kg dapat saja terjadi. Amenorea (tidak terjadi perdarahan/spotting). pusing. tidak datang haid kemungkinan besar karena kurang adekuat efek estrogen terhadap endometrium tidak ada pengobatan khusus. bila berat badan berlebihan. Bila berat badan berlebihan hentikan suntikan dan anjurkan metode lain. Suntik a. Penanganan : Informasikan bahwa kenaikan/penurunan berat badan sebanyak 1 – 2 kg dapat saja terjadi. Meningkatkan / menurunkan berat badan. penambahan berat badan. hentikan suntikan dan anjurkan metode kontrasepsi lain.2. Perhatikan diet klien bila perubahan berat badan terlalu mencolok. b. atau sebelum tidur. sarankan minum pil saat makan malam.

atau pil kombinasi satu siklus saja. Penanganan : jika kram terjadi cukup analgesik saja. bila klien tidak hamil. Penanganan : pastikan hamil atau tidak. Kram. Jika klien hamil dan ingin meneruskan kehamilannya tanpa mencabut AKDRnya. AKDR tidak perlu dicabut. cukup konseling saja. 4. AKDR a. atau boleh diberi 1.25 mg estrogen 35 . jika klien tetap saja menganggap amenorea yang terjadi sebagai masalah maka rujuk klien. jelaskan kepadanya tentang meningkatnya resiko keguguran. Perdarahan dan tidak teratur. Perdarahan. Jika kram berat cabut AKDR kemudian diganti dengan AKDR baru atau cari metode kontrasepsi yang lain. c. bila tidak ditemukan kelainan patologik dan perdarahan masih terjadi dapat diberikan ibuprofen 3 x 800 mg untuk satu minggu. b. Penanganan : sering ditemukan terutama pada 3 – 6 bulan pertama. Catatan : jangan mencabut AKDR jika benang tidak kelihatan dan kehamilan > 13 minggu. kehamilan prematur.c. Amenorea. jika terjadi kehamilan kurang dari 13 minggu dan benang AKDR terlihat cabut AKDR. bila perdarahan banyak gizi 2 tablet pil kombinasi untuk 3 – 7 hari saja. Penanganan : Informasikan bahwa perdarahan ringan sering dijumpai tetapi hal ini bukanlah masalah serius dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. rujuk klien bila dianggap perlu. infeksi. singkirkan infeksi panggul atau kehamilan ekstopik.

bila perdarahan berlanjut sampai klien anemia cabut AKDR dan bantu klien memilih metode lain. 5. Benang hilang. Penanganannya : bila penyebab. Norplant atau Implant a. tidak memerlukan penanganan khusus 2) 3) Bila tidak menerima angkat implatn Bila terjadi kehamilan dan ingin melanjutkan kehamilan. dan berikan pengobatan yang sesuai. Bila diduga terjadi kehamilan ektopik klien dirujuk. e. Dugaan penyakit radang panggul. bila tidak hamil dan AKDR masih di tempat tidak ada tindakan yang perlu dilakukan bila tidak yakin AKDR masih berada di dalam rahim dan klien tidak hamil maka klien dirujuk untuk USG/rontgen. d. Penanganannya : apakah klien hamil.equin konyugasi selama 4 – 21 hari. 36 . kuman gonokokus dan klamidia cabut AKDR. cabut implant karena progestin tidak berbahaya bagi janin. bila tidak ditemukan pasang kembali AKDR sewaktu datang haid. Amenora Penanganan : 1) Pastikan hamil atau tidak dan bila tidak hamil. bila tidak ingin memakai AKDR lagi beri antibiotika selama 2 hari dan kemudian AKDR dicabut dan bantu klien untuk memilih metode kontrasepsi lain. penyakit radang panggul yang lain cukup diobati dan AKDR tidak perlu dicabut.

Apabila terjadi perdarahan lebih banyak dari biasa berikan 2 tablet pil kombinasi 3 – 7 hari dan dilanjutkan dengan 1 siklus pil kombinasi di lanjutkan dengan 1 siklus pil kombinasi atau dapat juga diberikan 50 mg esinilestradion atau 1. Kasi ulang diet klien apabila terjadi perubahan BB lebih dari 2 kg. air. jelaskan kepada klien akan terjadi perdarahan setelah pil kombinasi habis. Bila ada infeksi cabut seluruh kapsul yang ada dan pasang kapsul baru pada lengan yang lain. bila klien tetap saja mengeluh masalah perdarahan dan ingin melanjutkan pemakaian implant dapat diberikan pil kombinasi 1 siklus/ibu profent 3 x 800 mg selama 5 hari. Berikan antibiotik selama 7 hari implant jangan dilepas dan minta kepada klien untuk kembali setelah 7 hari apabila tidak membaik cabut implant. Bila tidak ada infeksi dan kapsul lain masih berada pada tempatnya. 37 . e. periksa apakah terdapat tanda-tanda infeksi darah inersi. pasang kapsul baru 1 buah pada tempat insersi yang berbeda. Perdarahan ringan : bila tidak ada masalah dan klien tidak hamil tidak diperlukan tindakan apapun. Ekspulsi : cabut kapsul yang ekspulsi. c. Injeksi pada daerah insersi : bila injeksi tanpa nanah bersihkan dengan sabun.b.25 mg estrogen equin konsusasi untuk 14 – 21 hari. antiseptik. Berat badan naik atau turun : informasikan kepada klien bahwa perubahan BB 1 – 2 kg adalah normal. d.

obati dengan antibiotik. biasanya akan berhenti dengan berjalannya waktu dan dapat membutuhkan drainase bila ekstensif 7. intestinal. apabila kering salep antibiotik. 38 . Infeksi luka : apabila terlihat infeksi luka.6. Tubektomi Penanganan : a. Vasektomi Penanganan : a. Apabila dengan kompres (dengan zat yang tidak merangsang. Hematoma : gunakan packs yang hangat dan lembab di tempat tersebut. bila terdapat abses lakukan drainase dan obati seperti yang terindikasi b. Injeksi sistemik : tidak ditemukan efek kontrap pria terhadap timbulnya penyakit jantung. dirujuk ke rumah sakit. lakukan reparasi primer. dan endokrin. kasinoma. paru syaraf. Luka pada kandung : mengacu ke tingkat asuhan yang tepat. Injeksi pada kulit : cukup dengan mengobati menurut prinsip pengobatan luka kulit. atau usus luka dan diketahui sewaktu operasi. d. apabila kandung kemih. apabila ditemukan pasca operasi. b. apabila terjadi infiltrat di dalam kulit skrotum vasektomi biasanya di rujuk ke rumah sakit. Demam pasca (> 380 C): obati infeksi berdasarkan apa yang ditemukan c.

Rujukan upaya kesehatan adalah suatu sistem jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas masalah yang timbul. cakupan dan efisiensi pelaksanaan pelayanan metode kontrasepsi secara terpadu. Hematoma : Biasanya terjadi bila daerah skrotum diberi beban yang berlebihan. c. G. 39 . misalnya naik sepeda. baik secara vertikal maupun horizontal kepada fasilitas pelayanan yang lebih kompeten terjangkau dan rasional. Perlu pemeriksaan penunjang diagnostik yang lebih lengkap Setelah dirawat dan diobati ternyata penderita masih memerlukan perawatan dan pengobatan ke fasilitas yang lebih mampu. Pelayanan merujuk Fasilitas pelayanan kontrasepsi dikomunitas dapat merujuk kasus ke fasilitas pelayanan yang lebih mampu setelah melakukan proses pemeriksaan penunjang diagnostik dengan hasil berikut : a.c. 1. duduk terlalu lama dalam kendaraan dengan jalan yang rusak dan sebagainya. Berdasarkan pemeriksaan penunjang diagnostik kasus tersebut tidak dapat diatasi b. Merujuk adalah meminta pertolongan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu sehingga jiwanya dapat terselamatkan dengan demikiand dapat menurunkan AKI dan AKB. Rujukan Akseptor Bermasalah Tujuan rujukan adalah meningkatkan mutu.

rasa nyeri dan merah pada daerah insersi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terjadi infildrat di dalam kulit skrotum di tempat vasektomi dikhawatirkan hal seperti ini klien harus dirujuk ke rumah sakit karena kemungkinan akan terjadi epididi mistis. Fasilitas pelayanan yang menerima rujukan a.2. orkitis atau epididimoorkitis. 40 . b. dapat mengirimkan kembali penderita ke fasilitas pelayanan yang merujuk untuk pembinaan lebih lanjut Contoh akseptor yang akan dirujuk : Klien datang untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu pasca operasi dengan keluhan adanya demam. Setelah melakukan pemeriksaan penunjang diagnostik dapat mengirimkan kembali penderita ke fasilitas pelayanan yang merujuk untuk pembinaan lebih lanjut. Setelah melakukan perawatan dan pengobatan.

4. Saat klien datang pada kunjungan ulang harus ditanyakan ada masalah dalam penggunaan kondom dan kepuasan dalam menggunakannya. 3. Gangguan Haid Perubahan Berat Badan Pusing dan Sakit Kepala Penilaian Klien atau akseptor kontrasepsi kondom ini tidak memerlukan anamnesis atau pemeriksaan khusus. Alat Kontarepsi Berupa Pil KB Efek samping yang timbul antara lain : 1. B. Macam. Alat Kontarepsi Berupa Susuk KB Alat Kontarepsi Berupa Suntikan KB (KB Suntik). tetapi diberikan penjelasan atau KIE baik lisan maupun tertulis. Saran Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. 2. Kesimpulan Asal kata “kontra” berarti mencegah atau melawan dan “konsepsi” yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan.macam kontrasepsi : 1. tentunya masih banyak kekurangan dan 41 . 3. Alat Kontarepsi Berupa Kondom Alat Kontarepsi Berupa Diagfragma.BAB III PENUTUP A. 5. 2.

karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. 42 . Semoga makalah ini berguna bagi penyusun pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya. Penyusun banyak berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.kelemahannya.

com/2010/07/normal-0-false-false-false.blogspot.html http://youngyongs.blogspot.com/2012/10/promosi-kesehatan-kb.html http://khanzima.html 43 .com/2012/04/penilaian-efek-samping-yangtimbul-pada.com/2010/03/29/pembinaan-aseptor-kb-melaluikonseling/ http://bahankuliahkesehatan.blogspot.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://fitrikhanavitamin.html http://yanicansyahoocom.com/2011/04/praktek-pembinaan-akseptorkb-melalui.wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->