ANALISIS SITUS PEMERINTAH DAERAH KAITANNYA DENGAN PELAYANAN PUBLIK

Victor Satria Winahyu, ST Program Magister Sistem Informasi, Universitas Gunadarma victorcholic@yahoo.com

ABSTRAK Pelayanan publik adalah kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara. Tesis ini menjelaskan Analisis Situs Pemerintah Daerah yang mempunyai fasilitas pelayanan publik dengan komponen standar pelayanan yaitu dasar hukum, persyaratan, prosedur, biaya, dan waktu. Metode yang digunakan adalah webqual dengan menggunakan dimensi kegunaan, informasi, dan interaksi. Untuk mengetahui tingkat kualitas situs terhadap masing - masing dimensi. Hasil dari analisis ini adalah diketahui jumlah Pemerintah Daerah yang mempunyai situs dan mempunyai fasilitas pelayanan publik, tingkat kepuasan masyarakat dari dimensi kegunaan, informasi, dan interaksi terhadap masing-masing situs Pemerintah Daerah dan diketahui pula adanya pengaruh hubungan antara dimensi kegunaan, informasi, dan interaksi secara bersama-sama. Sedangkan secara parsial dimensi interaksi tidak berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan masyarakat adalah informasi.

Kata Kunci : Kegunaan, Infomasi, Interaksi, Kepuasan Masyarakat, Webqual

PENDAHULUAN Berbagai tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik pada sektor pelayanan publik merupakan suatu gejala yang tidak dapat dihindari. Pelayanan sebenarnya tidak hanya melekat pada citra personil pelayanan saja, tetapi juga citra organisasi penyelenggara pelayanan sebagai konsekuensi keterkaitan dengan semua stakeholdernya.
1

Oleh karena itu pelayanan publik harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel oleh setiap unit pelayanan instansi pemerintah karena kualitas kinerja birokrasi pelayanan publik memiliki implikasi yang luas dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Kepuasan masyarakat merupakan salah satu faktor atau ukuran keberhasilan bagi setiap pengembangan dan implementasi sistem informasi pada suatu pemerintahan. serta disajikan secara manual ataupun elektronik. Metode ini merupakan pengembangan dari Servqual yang disusun oleh Parasuraman. Ukuran kepuasan yang disebut Indeks Kepuasan Masyarakat inilah nantinya harus terus menerus dipantau sehingga dapat diperoleh informasi sebagai bahan acuan perbaikan ke depan. Upaya menggali aspirasi dari masyarakat sebagai langkah awal dari peningkatan pelayanan publik yang telah berjalan perlu dilakukan. Webqual sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1998 dan telah mengalami beberapa iterasi dalam penyusunan dimensi dan butir-butir 2 . Persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan merupakan penilaian menyeluruh atas keunggulan suatu layanan. Webqual merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas situs berdasarkan persepsi pengguna akhir. tulisan Latin. tulisan dalam huruf Braile. melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi masyarakat. Masyarakat yang menikmati layanan adalah masyarakat yang dapat menentukan kualitas layanan. Citra kualitas layanan yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang atau persepsi pihak penyedia layanan. Indeks Kepuasan Masyarakat dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat.Buruknya kinerja pelayanan publik ini antara lain dikarenakan belum dilaksanakannya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik. yang banyak digunakan sebelumnya pada pengukuran kualitas jasa. gambar. TINJAUAN PUSTAKA Sistem informasi pelayanan publik yang selanjutnya disebut Sistem Informasi adalah rangkaian kegiatan yang meliputi penyimpanan dan pengelolaan informasi serta mekanisme penyampaian informasi dari penyelenggara kepada masyarakat dan sebaliknya dalam bentuk lisan. dan/atau bahasa lokal.

Webqual dapat digunakan untuk menganalisis kualitas beberapa situs. Model kualitas situs atau webqual tersebut pertama kali digunakan pada portal sekolah bisnis berdasarkan faktor-faktor kemudahan penggunaan. kemudahan penggunaan. Barnes dan Vidgen (2003) melakukan penelitian dengan menggunakan Webqual untuk mengukur kualitas situs yang dikelola oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development).pertanyaannya. serta integrasi (Barnes dan Vidgen.0 tersebut disusun berdasarkan penelitian pada tiga area yaitu : 1.0. navigasi dan gambaran yang disampaikan kepada pengguna. Versi terakhir dari WebQual adalah WebQual 4. METODE PENELITIAN Terdapat beberapa langkah untuk melaksanakan pengukuran kualitas layanan sistem informasi dengan menggunakan metode webqual yaitu : 3 . 2. baik situs internal perusahaan maupun situs eksternal. informasi dan komunikasi. Webqual 4. Situs yang bermutu dari perspektif pengguna dapat dilihat dari tingkat persepsi layanan aktual yang tinggi. 2000). personalisasi dan komunikasi dengan pemilik situs. Persepsi pengguna tersebut yaitu persepsi tentang mutu layanan yang dirasakan (aktual). Webqual telah mengalami banyak perbaikan. format dan keterkaitannya. Interaction Quality adalah mutu dari interaksi pelayanan yang dialami oleh pengguna ketika mereka mengunjungi situs dengan kepercayaan dan empati. Information Quality adalah mutu dari isi yang terdapat pada situs. sebagai contoh tampilan. 3. Tingkat pengukurannya banyak menggunakan seven-likert scale. pantas tidaknya informasi untuk tujuan pengguna seperti akurasi. Usability adalah mutu yang berhubungan dengan rancangan situs. sebagai contoh isu dari keamanan transaksi dan informasi. pengalaman.

Langkah 2 : Membuat dan menyebar kuesioner Pembuatan kuesioner dilakukan dengan mengacu kepada variabel-variabel yang sudah ditentukan. analisis determinasi ( R2 ).Langkah 1 : Menentukan variabel dan dimensi yang akan diukur Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi dalam nilai. uji koefisien regresi secara bersama – sama ( uji F ) dan uji koefisien regresi secara parsial ( uji t ). analisis regresi linier berganda. 4 . Langkah 4 : Menganalisis data hasil pengolahan kuesioner Hasil analisis dari pengolahan kuesioner merupakan target yang akan dijadikan tujuan pencapaian tingkat kualitas sistem informasi yang ada. c) Dimensi interaksi. analisis korelasi ganda ( R ). Hasil akhir dapat dinyatakan dalam nilai numerik yang menunjukkan hubungan pengaruh antara variabel kegunaan. Langkah 3 : Mengolah data kuesioner Data hasil penyebaran kuesioner ditampilkan dalam bentuk tabulasi. dan interaksi. Selanjutnya hasil pengolahan tersebut dapat diolah dengan menggunakan model statistika dengan analisis deskriptif. b) Dimensi informasi. Selanjutnya kuesioner tersebut disebar secara langsung kepada responden. Adapun variabel yang akan di ukur untuk mengetahui kualitas layanan sistem informasi dengan menggunakan metode webqual adalah : a) Dimensi kegunaan. informasi.

76.68 3.60 situs membaca halaman Kecepatan Kemudahan Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa tampilan situs yang paling bagus adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.48 Mean 3.92.50 3.76 3.72 3.70 3.70 3. Kediri Kab.78 3. Bandung Kab.68 3.50 3. 5 .76.72 3. Banyumas Kab.68 3.78 3.62 3.62 3.72 3. Untuk kemudahan dalam membaca halaman situs adalah Kabupaten Langkat sebesar 3.56 3.66 3.74 3.82 3.92 3. Samosir Kab.80 3.60 3.82 3. Sumenep Kab. Untuk kecepatan situs adalah Kabupaten Sijunjung sebesar 3. Semarang Kota Surabaya Kota Magelang Kota Semarang 3.72 4.HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Analisi Dimensi Kegunaan Tabel 1. Sijunjung Kab.90 3.66 3.62 Mean 3.56 3. Analisis Deskriptif Dimensi kegunaan tiap Kabupaten / Kota Tampilan Kabupaten / situs Kota Mean Kab.80 3.74 3.24 1.76 1. Kebumen Kab.66 3. Langkat Kab.80 3.

Banyumas Kab.80 3.64 Mean 1. Kebumen Kab.28 1.66 4.50 Mean 2.70 3.74.98 3.38 3.72 3.64 3. Untuk kejelasan informasi yang di berikan adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.74 3.86 3. Sumenep Kab. Langkat Kab.66 3.74 3.76 3.66 3.60 3.62 1.86 3. Analisis Deskriptif Dimensi Informasi tiap Kabupaten / Kota Kemudahan Kejelasan memahami Kab / Kota informasi Mean Kab.62 3.70 3.80 3.80 3.64 3.72 3.76.90 3.90 3.94 1.68 3.52 3.82 3.86.48.20 1.58 3.60 3.64 3.70 3.60 informasi informasi informasi informasi Keakuratan Relevan Memperbaharui Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa kemudahan memahami informasi yang paling bagus adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.52 3. Bandung Kab. Untuk tingkat relevan informasi adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.62 3.64 3.68 3.Analisis Dimensi Informasi Tabel 2.48 3.76 4. Untuk dalam memperbaharui informasi adalah Kabupaten Sijunjung sebesar 3.78 4.66 3. Untuk keakuratan informasi adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.58 1.64 3.58 3. 6 .70 4.66 3.90 3. Samosir Kab.06 3.38.62 1.54 Mean 1.62 3.76 3. Kediri Kab. Sijunjung Kab.42 Mean 1. Semarang Kota Surabaya Kota Magelang Kota Semarang 1.58 3.60 3.76 3.

54 Kemudahan pengaduan Mean 1.68 3.62 3.Analisis Dimensi Interaksi Tabel 3.66 3.68 3. Samosir Kab.52 3.60 Kecepatan menjawab masalah Mean 1.68 3.84.66 3.12 3.56 4.86 3.78 3.60 3.64 3.68 3.60 3.34 3.70 4.46 1.82 3. Bandung Kab. Analisis Deskriptif Dimensi Interaksi tiap Kabupaten / Kota Pengoperasian Kabupaten / Kota Mean Kab.64 3.54 3. Semarang Kota Surabaya Kota Magelang Kota Semarang 3. Langkat Kab.76 3.86 3.64 3.92 1.64 3.56 3.64 3.76 3.64 Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa pengoperasian dalam sistem paling bagus adalah Kabupaten Langkat sebesar 3.66 3.98 3.58 Kemudahan pelayanan Mean 1.12 3.68 3. Kediri Kab.78 3. Banyumas Kab.38 2. Sijunjung Kab.56. Untuk kemudahan dalam hal pengaduan adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.68 3.76 4.78 3. Kebumen Kab.96 3. Sumenep Kab.12.84 3. Untuk kecepatan umpan balik dalam menjawab keluhan adalah Kabupaten Sijunjung sebesar 4.54 3. Untuk kemudahan pelayanan yang diberikan dalam sistem adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.64 3.64. 7 .04 2.80 3.

697 .102 Sig. Error 107.166 9.701 9. Koefisien regresi variabel informasi ( X2 ) sebesar 58.417 artinya jika X2 mengalami kenaikan 1 maka variabel Y’ juga mengalami kenaikan sebesar 58.222 Coefficients Beta t 1.714 artinya jika kegunaan ( X1 ). Koefisien regresi variabel kegunaan ( X1 ) sebesar 47.417 dengan asumsi nilai variabel independen yang lain tetap.069 a.417 ) X2 + ( 30.987 ) X1 + ( 58. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kegunaan dengan kepuasan masyarakat.018 Std. Jika nilai kegunaan naik maka nilai kepuasan masyarakat juga naik dan sebaliknya. 3.Tabel 4.001 . Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara informasi dengan kepuasan masyarakat.947 6.714 + ( 47. Jika nilai informasi naik maka nilai kepuasan masyarakat juga naik dan sebaliknya.000 .417 30.987 58.370 2. Konstanta sebesar 163. Dependent Variabel: kepuasan masyarakat Dari hasil tabel coeffients diperoleh persamaan regresinya sebagai berikut: Y’ = 163.283 .129 .714 2. maka nilai variabel kepuasan masyarakat adalah sebesar 163. informasi ( X2 ) dan interaksi ( X3 ) nilainya adalah 0.528 4.987 dengan asumsi nilai variabel independen yang lain tetap.018 ) X3 Persamaan regresi di atas dapat di jelaskan sebagai berikut : 1.987 artinya jika X1 mengalami kenaikan 1 maka Y’ mengalami kenaikan sebesar 47. .165 . Koefisien Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) usability information interaction B 163. 8 .714 47.171 14.

Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara interaksi dengan kepuasan masyarakat. interaction. Error of the Estimate R Square . Hal ini di karenakan informasi sangat dibutuhkan dan membantu bagi masyarakat yang tidak tahu tentang pelayanan terutama biaya menjadi tahu besarnya biaya yang harus dikeluarkan.996 21.998 a Std. Dari tabel koefisien dapat diketahui variabel yang paling berpengaruh terhadap variabel kepuasan masyarakat adalah informasi sebesar 58. Model Summary Model Summary Adjusted R Model 1 R . Disebabkan beberapa hal seperti pengaduan melalui email tidak dibalas / dibalas dengan waktu yang sangat lama atau admin yang harus menjawab pengaduan / keluhan dari masyarakat sering off line.4.997 Square .018 dengan asumsi nilai variabel independen yang lain tetap.018 artinya jika X3 mengalami kenaikan 1 maka variabel Y’ juga mengalami kenaikan sebesar 30. Jika nilai interaksi naik maka nilai kepuasan masyarakat juga naik dan sebaliknya.639 a. Predictors: (Constant). Koefisien regresi variabel interaksi ( X3 ) sebesar 30.417 lalu diikuti variabel kegunaan sebesar 47.987 dan variabel interaksi sebesar 30. information 9 .018. Untuk variabel interaksi mempunyai pengaruh yang sangat kecil di bandingkan variabel informasi dan variabel interaksi. Analisis Korelasi Ganda Tabel 5. usability. Untuk variabel kegunaan seperti tampilan situs tidak terlalu di utamakan bagi masyarakat.

Uji Koefisien Regresi Secara Bersama. H1 : Ada pengaruh antara kegunaan. Menurut Santoso ( 2001 ) bahwa untuk regresi dengan lebih dari dua variabel independen digunakan Adjusted R square sebagai koefisien determinasi. Anova ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 1145945. dan interaksi terhadap kepuasan masyarakat. dan interaksi terhadap kepuasan masyarakat.998.Sama ( Uji F ) Tabel 6. informasi. maka dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antara variabel kegunaan.763 Sig. Analisis Determinasi Berdasarkan hasil tabel diatas diperoleh angka R2 sebesar 0. usability. Hal ini berarti banyaknya kesalahan dalam memprediksikan variabel interaksi sebesar 21. information b.251 F 815.656 3746.80 – 1.000 a a.010 1149691. dan 10 .639.7%). .Berdasarkan hasil tersebut diperoleh angka R sebesar 0.3 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Adjusted R square adalah nilai R square yang telah disesuaikan. Dari hasil regresi di peroleh nilai 21.997 atau (99. Dependent Variabel: kepuasan masyarakat Hipotesis H0 : Tidak ada pengaruh antara kegunaan.7 %. Karena nilai korelasi ganda berada diantara 0.885 468. Hal ini menunjukkan bahwa persentase pengaruh variabel dependen sebesar 99. informasi. Sedangkan Standard error of the estimate adalah suatu ukuran banyaknya kesalahan model regresi dalam memprediksikan nilai Y.667 Df 3 8 11 b Mean Square 381981. informasi.000. Predictors: (Constant). interaction. Sedangkan sisanya 0.639.

697 .102 < 2.069 a. dan interaksi berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat.370 2. Error 107.370 > 2.306 ) maka H0 ditolak artinya secara parsial ada pengaruh variabel kegunaan dengan variabel kepuasan masyarakat. Dependent Variabel: kepuasan masyarakat Hipotesis H0 = Secara parsial tidak ada pengaruh dengan variabel kepuasan masyarakat. .306 ) maka H0 ditolak artinya secara parsial ada pengaruh variabel informasi dengan variabel kepuasan masyarakat. nilai t hitung > t tabel ( 6.165 . 11 . Uji Koefisien Regresi Secara Parsial ( Uji t ) Tabel 7.066 ) maka H0 ditolak artinya kegunaan.000 .166 9.417 30.528 4. informasi.171 14.947 > 2.018 Std.701 9.714 47. Nilai F hitung > F tabel ( 815.129 .222 Coefficients Beta t 1. nilai t hitung < t tabel ( 2.763 > 4.001 . Uji Koefisien Regresi Secara Parsial ( Uji t ) Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Usability information Interaction B 163.947 6.306 ) maka H0 diterima artinya secara parsial tidak ada pengaruh variabel interaksi dengan variabel kepuasan masyarakat.102 Sig.283 . Untuk variabel kegunaan ( usability ) nilai t hitung > t tabel ( 4.987 58. Untuk variabel interaksi. H1= Secara parsial ada pengaruh dengan variabel kepuasan masyarakat.interaksi terhadap kepuasan masyarakat. Untuk variabel informasi.

76 .76. Untuk keakuratan informasi adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.64.84. Dari jumlah Kabupaten / Kota yang mempunyai situs hanya 92 yang mempunyai fasilitas pelayanan publik.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dari tujuan penelitian.76. kemudahan memahami informasi yang paling bagus adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4. biaya. Untuk kecepatan situs adalah Kabupaten Sijunjung sebesar 3.74.56. Untuk kecepatan umpan balik dalam menjawab keluhan adalah Kabupaten Sijunjung sebesar 4. Dari jumlah Kabupaten / Kota yang mempunyai fasilitas pelayanan publik hanya 12 Kabupaten / Kota yang mempunyai komponen standar pelayanan. 12 . prosedur. Untuk kemudahan dalam hal pengaduan adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4.12.92. Untuk dimensi informasi.48. Sedangkan sisanya sebanyak 80 tidak mempunyai komponen standar pelayanan yaitu dasar hukum.38. dan waktu pelayanan.86. Untuk kejelasan informasi yang di berikan adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4. persyaratan. Secara keseluruhan Kabupaten / Kota di seluruh Provinsi di Indonesia yang berjumlah 497 hanya 327 yang mempunyai situs. Untuk kemudahan pelayanan yang diberikan dalam sistem adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4. Sedangkan sisanya sebanyak 170 tidak mempunyai situs. pengoperasian dalam sistem paling bagus adalah Kabupaten Langkat sebesar 3. hasil pembahasan dan analisis yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Untuk memperbaharui informasi adalah Kabupaten Sijunjung sebesar 3. Sedangkan sisanya sebanyak 235 tidak mempunyai fasilitas pelayanan publik. Untuk tampilan situs yang paling bagus adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4. Untuk tingkat relevan informasi adalah Kabupaten Banyumas sebesar 4. Untuk kemudahan dalam membaca halaman situs adalah Kabupaten Langkat sebesar 3. 2. Untuk dimensi interaksi. Dari analisis deskriptif yaitu pada dimensi kegunaan dapat diketahui tingkat kualitas situs dari penilaian masyarakat.

informasi dan interaksi mengalami peningkatan maka kepuasan masyarakat akan meningkat / naik dan jika tingkat kegunaan. Pemerintah lebih berupaya dalam mensosialisasikan penggunaan Sistem Informasi kepada Pemerintah Daerah yang belum mempunyai situs. Untuk yang mempunyai komponen standar pelayanan belum lengkap diharapkan untuk segera melengkapinya. Saran Sebagai tindak lanjut dari kesimpulan yang diperoleh. 13 . Jika perlu Pemerintah memberikan sanksi kepada Pemerintah Daerah yang tidak mengikuti peraturan tersebut. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan masyarakat adalah variabel informasi. Untuk hasi uji t dapat diketahui bahwa dimensi kegunaan dan informasi secara parsial mempunyai pengaruh terhadap kepuasan masyarakat.3. Dari hasil analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji F juga dapat diketahui bahwa antara masing – masing dimensi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan masyarakat. diharapkan Pemerintah Daerah tersebut untuk membuat fasilitas pelayanan publik. Sedangkan untuk dimensi interaksi. Artinya adalah jika tingkat kegunaan. dapat diketahui pengaruh hubungan masing – masing dimensi yaitu kegunaan. informasi dan interaksi terhadap kepuasan masyarakat adalah positif / berbanding lurus. Sedangkan untuk Pemerintah Daerah yang sudah mempunyai situs tetapi belum mempunyai fasilitas pelayanan publik. maka untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat khususnya melalui situs. informasi dan interaksi mengalami penurunan maka kepuasan masyarakat akan menurun. secara parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap kepuasan masyarakat. 4.

June 27-29. 14 . Gunadarma. Priyatno. Jakarta. Yogyakarta. 2003. Mediakom. Bambang and Rudy Badrudin. Universitas Persada Indonesia. 1994. Mary. “Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS”. Marianna and Christou. Slovenia. Evangelos. No.DAFTAR PUSTAKA Anonim. “Evaluating Wap News Sites: The Webqual Approach”. Kuncoro. Kenny Liu and Richard T. Raymond and George Schell. 2009. Awwad. Markus Helfert1 and Malcolm Brady. 1994. Duwi. Kustituanto. “Statistika”. Jakarta. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik”. Mohammad. “Investigating The Impact Of E-Customer Relationship Management On Hotel’s Website Service Quality” Subiyakto. Gunadarma. Sigala. Levis. “Website Quality Factors from Jordanian Universities Students’ Viewpoint”. “Sistem Informasi Manajemen” . 2008. Jakarta. Vidgen. 2001. Volume 2. Indeks. Jakarta. “Statistika 2”.Leod. Jakarta. Haryono. Jordan Journal of Business Administration. & Management. The 9th European Conference on Information Systems Bled. Stuart J. “ Website Design Quality and Form Input Validation: An Empirical Study on Irish Corporate Websites” Journal Service Scence. 2004. “Analisa Butir”. 2006 Barnes. 2010.1. 1: 91-100 Mc.

47 Zviran. Mei 2008 : 34. Elsevier.Vol. Josua. 1.Tarigan. Moshe. 15 . 2005. “ User Satisfaction Using Webqual Instrument : A Research on Stock Exchange of Thaland ( SET )”. “ User Satisfaction from commercial web sites : The effect of design and use”. 10 No. Glezer Chanan and Itay Avni. Information and Management. Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful