Ayat: "Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah Tuhan, Allahmu

, untuk dilakukan di negeri ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu." Perintah yang sering kali diberikan kepada umat Allah dalam PL ialah untuk "takut akan Allah" atau "takut akan Tuhan." Pentinglah untuk memahami apa yang dimaksudkan perintah ini bagi kita selaku orang percaya. Hanya waktu kita sungguh-sungguh takut akan Tuhan, kita akan dibebaskan dari perbudakan kepada semua bentuk ketakutan yang tidak wajar dan keji. PENGERTIAN TAKUT AKAN TUHAN. Perintah luas untuk "takut akan Tuhan" meliputi berbagai aspek berbeda dari hubungan seorang percaya dengan Allah. 1) Yang perlu untuk takut akan Allah adalah kesadaran akan kekudusan, keadilan, dan kebenaran-Nya sebagai pasangan terhadap kasih dan pengampunan-Nya, yaitu: mengenal Dia dan memahami sepenuhnya siapakah Dia (bd. Ams 2:5). Takut semacam itu berlandaskan pengakuan bahwa Allah adalah Allah yang kudus, yang tabiat-Nya itu membuat Dia menghukum dosa. 1. 2) Takut akan Tuhan berarti memandang Dia dengan kekaguman dan penghormatan kudus serta menghormati-Nya sebagai Allah karena kemuliaan, kekudusan, keagungan, dan kuasa-Nya yang besar (lihat cat. --> Fili 2:12). [atau --> Fili 2:12] Misalnya, ketika bangsa Israel di Gunung Sinai melihat Allah menyatakan diri melalui "guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras" maka "gemetarlah" mereka dalam ketakutan (Kel 19:16) sehingga memohon kepada Musa untuk berbicara kepada mereka dan bukan Allah sendiri (Kel 20:18-19; Ul 5:2227). Demikian juga halnya pemazmur, ketika merenungkan Allah sebagai Pencipta, menyatakan dengan tegas, "Biarlah segenap bumi takut kepada Tuhan, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada" (Mazm 33:8-9). 2. 3) Takut yang sejati akan Tuhan menyebabkan orang percaya menaruh iman dan kepercayaan untuk beroleh selamat hanya kepada-Nya. Misalnya, setelah bangsa Israel menyeberang Laut Merah atas tanah kering dan menyaksikan pembinasaan besar yang diderita bala tentara Mesir, maka "takutlah bangsa itu kepada Tuhan dan mereka percaya kepada Tuhan" (lihat cat. --> Kel 14:31).

Mazm 34:10. Pengkh 3:14. 4) Akhirnya. lih. dan bahwa kita akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan itu. "Ngeri benar. Yer 5:24. (1) Kita harus takut akan Tuhan karena kuasa-Nya yang besar selaku Pencipta segala sesuatu dan semua bangsa (Mazm 33:6-9. Mal 3:5. (5) Berkat-berkat yang terus-menerus kita terima dari Dia. Yun 1:9). 6. (6) Tidak dapat disangkal lagi. "Sebab aku gentar karena murka dan kepanasan amarah yang ditimpakan Tuhan kepadamu.Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka" (Mazm 115:11). 130:4). Dengan kata lain. bd. ALASAN-ALASAN UNTUK TAKUT AKAN TUHAN. 5. IMPLIKASI-IMPLIKASI PRIBADI TENTANG TAKUT AKAN TUHAN. maka tanggapan normal seorang manusia ialah takut kepada-Nya (Wahy 15:4).10). kuasa mengagumkan yang terus dijalankan-Nya atas unsur-unsur ciptaan dan atas kita juga merupakan alasan untuk takut akan Allah (Kel 20:18-20. Oleh karena itu. art. pemazmur meminta orang yang takut akan Tuhan untuk "percaya kepada Tuhan -. khususnya pengampunan dosa (Mazm 130:4). 96:4-5. Suatu kebenaran yang kudus dan khidmat ialah bahwa Allah senantiasa mengawasi dan menilai semua perbuatan kita. 67:7. . yaitu pemisahan dari dan perlawanan-Nya yang tanpa berkeputusan terhadap dosa. takut akan Tuhan menghasilkan di dalam umat Allah pengharapan dan kepercayaan yang kokoh kepada-Nya. Mr 4:39-41).[atau --> Kel 14:31] Demikian pula. PEMELIHARAAN ALLAH). baik sekarang maupun nanti pada hari penghakiman pribadi kita. Demikian pula dalam PB. yang baik dan yang buruk. 4. jangan heran bahwa umat semacam itu selamat (Mazm 85:10) dan menerima kasih dan kemurahan-Nya yang mengampuni (Luk 1:50. (3) Bila kita menyadari kekudusan Allah. sampai Ia mau memunahkan kamu" (Ul 9:19). kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup" (Ibr 10:31). baik dengan segera maupun dalam kekekalan (bd. Mazm 103:11. kenyataan bahwa Allah adalah Allah yang adil yang akan menghukum seluruh umat manusia mendatangkan takut akan Dia (Ul 17:12-13. Mazm 76:8-9). Alasan-alasan untuk takut akan Tuhan bersumber pada pengertian dari takut akan Tuhan. (2) Lagi pula. seharusnya membuat kita takut dan mengasihi Dia (1Sam 12:24. Yes 59:18-19. (4) Setiap orang yang menyaksikan kecemerlangan kemuliaan Allah mau tidak mau akan menjadi takut (Mat 17:1-8). 3. segera setelah mengakui pembalasan dan hukuman Allah yang akan datang. penulis surat Ibrani menulis. Musa mengalami aspek takut akan Allah ini ketika menghabiskan empat puluh hari dan malam berdoa bagi bangsa Israel yang berdosa. mereka menjadi takut dan berusaha untuk bersembunyi dari hadapan Allah (Kej 3:8. takut akan Allah meliputi kesadaran bahwa Dialah Allah yang marah terhadap dosa dan berkuasa untuk menghukum mereka yang melanggar hukum-hukumNya yang adil. Ibr 10:26-31). Yun 1:11-16. Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa di Taman Eden. 1. 3. 2.

Sebagaimana terdapat efek yang menyucikan di dalam kebenaran Firman Allah (Yoh 17:17). Takut akan Allah membuat kita membenci dosa dan menjauhkan diri dari kejahatan (Ams 3:7. Alkitab sering menyatakan bahwa "permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan" (Mazm 111:10. Jikalau kita sungguh-sungguh takut akan Allah. Ayub 28:28. 1) Pertama. sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air" (Wahy 14:6-7). Ul 13:4. 10:12. Salah satu alasan Allah membangkitkan rasa gentar di dalam diri orang Israel di Gunung Sinai ialah agar mereka bisa belajar berbalik dari dosa dan menaati hukum-Nya (Ul 20:20). Ams 9:10. seluruh kewajiban umat manusia dirangkum dalam dua perintah ringkas.6-9).ORANG-TUA DAN ANAK-ANAK). 2) Suatu akibat wajar yang penting dari implikasi di atas ialah bahwa orang percaya harus mengajar kepada anak-anaknya untuk takut akan Tuhan dengan membina mereka untuk membenci dosa dan taat kepada perintah-perintah Allah yang kudus (Ul 4:10. art. 16:6). 4) Takut yang kudus akan Tuhan mendorong umat Allah untuk menyembah Dia dengan segenap dirinya. 8:6.. pada akhir sejarah ketika malaikat sorgawi yang memberitakan Injil abadi memanggil semua orang di bumi untuk takut akan Allah. jikalau kita sungguh-sungguh takut akan Tuhan. "Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah. Takut akan Allah menyebabkan kita berhati-hati dan menahan diri dalam pembicaraan (Ams 10:19.6-7). Musa mengaitkan takut akan Tuhan dengan melayani dan menaati Dia (mis. mengajar mereka untuk takut kepada Tuhan merupakan langkah pertama yang penting sekali (lih. kita akan menyembah dan memuliakan Dia sebagai Tuhan atas segala sesuatu (Mazm 22:24). 6:2. Sebaliknya. Ul 5:29. 8:13. Ams 8:13). juga melindungi kita dari keruntuhan hati nurani dan daya tahan moral kita. 6:1-2. Menurut para pemazmur. Ams 1:7). takut akan Tuhan itu sama dengan sangat suka kepada segala perintah. kudus. "dan muliakanlah Dia. dalam banyak hal takut akan Tuhan mengena langsung pada kehidupan sehari-hari kita. Demikian pula. Daud menyamakan jemaat yang menyembah dengan "mereka yang takut" akan Dia (Mazm 22:26). orang yang merasa puas hidup secara fasik. Dalam Pengkhotbah. . melakukannya karena "rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu" (Mazm 36:2-5). Berkali-kali di dalam wejangannya yang terakhir kepada bangsa Israel.Takut akan Tuhan bukan sekadar sebuah doktrin alkitabiah. bd.24. 17:19. kita akan hidup taat kepada perintah-perintah-Nya dan dengan tegas menampik dosa. Karena sasaran dasar dari pendidikan anak-anak kita ialah agar mereka hidup sesuai dengan prinsip-prinsip hikmat Allah (Ams 1:1-6). Salomo mengajarkan bahwa "karena takut akan Tuhan. orang menjauhi kejahatan" (Ams 16:6. dan mempunyai pengaruh yang menyelamatkan. 3) Takut akan Tuhan mempunyai efek yang menyucikan pada umat Allah. demikian pula ada efek yang menyucikan di dalam takut akan Allah. Pengkh 5:2. 31:12).Nya (Mazm 112:1) dan mengikuti ketetapan-ketetapan-Nya (Mazm 119:63). Takut akan Tuhan itu murni dan menyucikan (Mazm 19:10). .. dia langsung menambahkan.perintah-Nya" (Pengkh 12:13). bd.

 Aspek Moral Dewasa secara moral berarti sudah memiliki pedoman mengenai apa yang benar dan baik untuk dilakukan. 6) Akhirnya.5) Allah sudah berjanji untuk memberikan pahala kepada semua orang yang takut akan Dia. BERTUMBUH MENJADI DEWASA Bertumbuh menjadi dewasa dapat dilihat melalui enam aspek perkembangan yang ada pada manusia. dan kehidupan" (Ams 22:4). dan perlindungan-Nya 1. kehormatan. dan hidup yang panjang (Ams 10:27). tetapi juga memiliki hikmat.  Aspek Sosial Dewasa secara sosial berarti mampu menempatkan dirinya sedemikian rupa sehingga berhasil menjalin komunikasi dua arah dengan orang lain. mereka yang hidup tanpa takut akan Tuhan tidak menyadari kehadiran.  Aspek Intelektual atau Berpikir Dewasa secara intelektual atau berpikir berarti menggunakan akal budi untuk melakukan penilaian tentag benar tidaknya sesuatu sehingga terjadi pertimbangan yang matang dalam menghadapi masalah atau mengambil keputusan. "Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan. 111:5). Pahala lain yang dijanjikan ialah perlindungan dari kematian (Ams 14:26-27). PB secara langsung mengaitkan takut akan Tuhan dengan dorongan Roh Kudus (Kis 9:31). kasih karunia.  Aspek Spiritual . serta sudah mengalami masa pubertas.  Aspek Emosi Dewasa secara emosi berarti mampu mengendalikan perasaan dengan cara yang tepat dan ditujukan pada orang yang tepat. yaitu:  Aspek Fisik dan Jasmani Dewasa secara fisik dan jasmani berarti sudah mengalami pertumbuhan tinggi dan berat badan secara maksimal dengan gizi yang memadai. persediaan kebutuhan sehari-hari (Mazm 34:10. Mereka yang takut akan Tuhan tahu bahwa orang yang takut akan Allah "akan beroleh kebahagiaan" apa pun yang terjadi di sekitar mereka (Pengkh 8:1213). takut akan Tuhan disertai dengan keyakinan dan kenyamanan rohani yang tidak terkatakan bagi umat Allah. Pada satu pihak.

 Allah Layak Mendapat Hormat Takut akan Tuhan berarti memandang Dia dengan penuh kagum. serta mengagungkan-Nya sebagai Allah yang memiliki kemuliaan dan kuasa di atas segala –galanya. TAKUT AKAN TUHAN Takut akan Tuhan meliputi berbagai aspek.Dewasa secara spiritual berarti memiliki hubungan yang terjalin dengan Allah yang Mahakuasa. dan kebenaran-Nya sebagai pasangan terhadap kasih dan pengampunan-Nya.  Allah Adalah Awal dari Segala Pengetahuan Amsal 1 : 7 mengaitkan pengetahuan dengan sikap takut akan Allah. Pemahaman itu hanya mungkin terjadi apabila manusia mau menundukkan diri di hadapan Allah yang Maha Mengetahui.  Allah Memiliki Kuasa Takut akan Tuhan menjadikan orang percaya menaruh iman dan kepercayaannya untuk beroleh selamat hanya dari Dia. Dapat dikatakan bahwa alasan – alasan untuk takut pada Tuhan bersumber pada pengertian di atas yang dapat disingkatkan sebagai berikut : . keadilan. Pengetahuan disini adalah pemahaman manusia dalam menyikapi hidupnya di tengah – tengah dunia ini. Takut akan Tuhan adalah sikap mau tunduk pada ketetapan dan kehendak Allah. Untuk itu kita dituntut untuk mengenali Dia dan memahami siapa Dia. menghormati kekudusan-Nya. Hal ini juga meliputi kesadaran bahwa Dialah Allah yang tidak berkenan atas segala jenis perbuatan dosadan karena itu Ia berkuasa untuk menghukum siapapun yang melanggar hokum Allah. atau bagaimana penghayatan seseorang terhadap apa yang terbaik bagi Tuhan dan apa yang dikehendaki-Nya. yaitu:  Allah Itu Kudus Takut akan Tuhan adalah kesadaran akan kekudusan.

“Mereka yang hidup dalam daging. hubungannya dengan orang lain. Karakter Setiap Orang Berbeda Tiap – tiap orang memiliki karakter yang tampak jelas dari pola piker yang terlihat melalui pengambilan keputusan dan penyelesaiaan masalah. Kuasa-Nya yang dahsyat itu terus menopang unsure –unsur ciptaan. Kesadaran akan kemuliaan-Nya ( Matius 17 : 1-8 ) PELAJARAN 3 KARAKTER REMAJA KRISTEN Masa remaja adalah masa pembentukan identiras. dan perencanaan hidupnya untuk masa depan. khususnya pengampunan dosa ( Mazmur 130 : 4 ) d.a. Markus 4 : 39-41 ) c. perubahan tetap diperlukan karena kuatnya peranan hal – hal yang justru membuat karakter menjadi tidak baik dan jauh dari perkenan Allah. sifat serta kebiasaannya. termasuk kita ( Keluaran 20 : 18-20. pada masa inilah terjadi proses pencarian dan pemantapan sifat serta kebiasaan yang akan menjadi ciri khas seseorang dan dipertahankan sampai sisa hidupnya. tidak mungkin berkenan kepada Allah” Faktor – faktor yang Berperan dalam Pembentukan Karakter Pola asuh orangtua Pengalaman masa lalu Norma masyarakat . Kita harus takut akan Tuhan karena kuasa-Nya yang besar selaku Pencipta segala sesuatu dan segala bangsa ( Mazmur 33 : 6-9 ) b. e. Kita menyadari kekudusan-Nya ( Wahyu 15 : 4 ) Berkat – berkat yang terus kita terima dari Dia. Seperti dicatat di Roma 8 : 8 . walaupun mungkin hanya sedikit. Tidak ada orang yang sudah memiliki karakter yang baik sejak lahir.

perbuatan. dan sikap kita yang merugikan diri sendiri dan orang lain. dan sikap kita yang dapat membangun dan mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.Kesimpulannya :      Tiap manusia memiliki karakter yang baik dan buruk Karakter yang baik adalah pikiran.  Indikator manusia bertumbuh sebagai pribadi dewasa adalah manusia yang mengalami proses pertumbuhan secara bertahap. dikenal apa yang disebut dengan „Jendela Johari‟ yang terdiri dari empat buah jendela. tergantung kepada diri kita. kita perlu mengenali siapa kita. menerima koreksi positif dari orang lain dan terbuka untuk membarui dirinya dalam rangka membangun kehidupan pribadi dan sosial yang positif dan konstruktif. Kita tidak bisa mengubah diri kita menjadi sesuatukalau kita belum mengenal keberadaan diri kita saat ini. Dalam psikologi komunikasi. Karakter yang buruk adalah pikiran. apakah mau berubah atau tidak. perkataan. Remaja Kristen dapat dikenal melalui karakter yang mencerminkan dirinya sebagai anak Tuhan pada satu sisi mampu menghargai diri sendiri dan dengan demikian orang lain pun menghargai dirinya. perkataan. Karakter yang buruk dapat dikurangiatau bahkan dihilangkan. perbuatan. PELAJARAN 4 MEMBANGUN JATI DIRI Seperti yang kita bahas di Bab I. Pengenalan ini berguna untuk membuat perencanaan menjadi manusiayang makin menyerupai Kristus dan memiliki nilai – nilai kristiani. Pada sisi lain. yang mampu menilai diri sendiri. yaitu :  Daerah Terbuka . mampu menghargai orang lain dalam kekurangan dan kelebihannya.

mereka dengan bebas mengungkapkan. kapan kita meninggal. yaitu motivasi. Ini juga merupakan hal yang kita simpan rapat – rapat agar tidak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini kita bersikap sesuai dengan pikiran dan pandangan serta pengalaman kita.  Daerah Rahasia Rahasia dalam diri kita yang mengandung banyak hal yang disimpan ataupun dirahasiakan untuk diri kita sendiri. Umumnya berisi impian. masa depan kita. kemampuan yang diasah sehingga menjadi berkat bagi orang lain. sikap dan sifat kita yang terbuka bagi orang lain sehingga orang lain dapat melihat dengan jelas.Untuk ruang terbuka. sifat yang diubah menjadi lebih baik. tindakan salah. dan sebagainya. Kita tidak harus menjadi sama dengan orang lain supaya menyenangkan atau disenangi orang lain karena itu merupakan bentuk penyangkalan terhadap diri sendiri. hanya Tuhan yang tahu. kapan kita mendapat jodoh. Daerah ini juga menjadi tempat bagi bahan gosip orang lan terhadap kita. dan hal – hal yang kita serahkan kepada Tuhan karena memang ada dalam kewenangan-Nya.  Daerah Tidak Dikenal Daerah ini tidak diketahui karena baik kita maupun orang lain tidak tahu bagaimana sesungguhnya kita. sehingga kejelekan kita semakin parah.. Maka kita hendaknya meminta masukan dari orang lain tentang penilaian mereka terhadap kita. keinginan. tetapi kita sendiri tidak menyadarinya. dan sebagainya. bahkan menambah – nambahkan.  Daerah Buta Orang lain dapat membaca sikap dan sifat kita. Hal ini mencakup. 25. dorongan. hal – hal negatif yang tidak kita sadari berubah karena kita mau meminta masukan dari orang lain tentang hal ini. sifat buruk. pengalaman masa lalu yang menyakitkan. . Keempat daerah ini sungguh membantu kita dalam pengenalan diri kita. Tempat ini juga yang membuat orang penasaran. Selalu ada hal – hal yang bisa kita kembangkan.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.