Perbedaan Bakteri Gram Positif (+) dan Gram Negatif (-) Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif

adalah pada komponen dinding selnya. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal sedangkan bakteri negatif lapisan peptidoglikogennya tipis. Sifat Komposisi dinding sel Ketahanan terhadap penisilin Penghambatan warna basa Kebutuhan nutrien Ketahanan terhadap perlakuan fisik Gram positif Kandungan lipid rendah Lebih sensitif Lebih dihambat Kompleks Lebih tahan Gram Negatif Lipid tinggi Lebih tahan Kurang dihambat Relatif sederhana Kurang tahan

Genus bakteri yang termasuk gram negatif adalah Enterobactericeae, Salmonella spp, Shigella spp, E. Coli, Yersinia enterolitica. Sedangkan bakteri gram positif adalah Staphylococci, Streptococci, Enterococci, Clostridium, Bacillus. Reagen-reagen yang digunakan dalam pengecatan gram adalah: 1. Larutan violet kristal hucker sebagai cat utama yang akan diikat oleh peptidoglikan bakteri = Gram A 2. Iodin sebagai mordan untuk mengintensifkan cat utama = Gram B 3. Ethanol 95% sebagai bahan peluntur untukk melunturkan cat utama = Gram C 4. Safranin sebagai cat penutup untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehilangan warna cat utamanya = Gram D Pada saat pemberian larutan cat kristal violet, bakteri gram positif dan negatif sama-sama berwarna ungu. Saat ditetesi iodin, pada gram positif terbentuk kompleks iodin kristal violet sehingga sel berwarna biru, demikian juga gram negatif. Namun setelah pencucian dengan etanol warna ungu yang diikat oleh bakteri gram negatif luntur, sedangkan pada bakteri gram negatif tidak. Pada gram negatif lemak terekstraksi dari dinding sel sehingga pori membesar dan kompleks violet kristal-iodin keluar sel, sedangkan pada gram posotif dinding sel dehidrasi, pori berkerut dan permeabilitas rendah sehingga kompleks violet kristal-iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasm sehingga sel tetap biru/ungu. Saat penambahan safranin, bakteri gram negatif mengikatnya sedangkan gram negatif melewatkannya.

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. ribosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan magnetosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. melekat dan konjugasi. vakuola gas.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[18] [sunting] Morfologi bakteri . Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.

dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. (bentuk koma). medium. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. yaitu:    Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. dan usia.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.[20] . jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.

yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. D-Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. tidak mempunyai flagel. [23] Oleh karena itu.[22][21] [sunting] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. B-Lofotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[24] .[22][21] Amfitrik.[22][21] Monotrik.[sunting] Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. tanah. permukaan daun. C-Amfitrik. udara. yaitu:[22][21]      Atrik.[2] Habitatnya sangat beragam. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Peritrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Lofotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. lingkungan perairan. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan atomic force microscope (AFM). terdapat pula kelompok bakteri lain.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. yaitu probiotik.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mata.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mekanisme metabolisme.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[5][25] Di samping itu. seperti mikroskop optikal. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan cahaya. dan daya tahan sel yang unik.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mulut. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). kelembapan. dan kaki manusia.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.Thermus aquatiqus.[2][33][34] Sebagai contoh. dan rendah. mikroskop elektron.[38] Secara umum. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[2] [sunting] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). terutama pada usus besar. kadar air rendah (kelompok xerofil). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] [sunting] Suhu .

[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] [sunting] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 15 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . dengan suhu optimum 50 .[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[40] Secara umum. Bakteri termofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[40] Akan tetapi.114 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. RH) yang cukup tinggi. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.65 °C Bakteri hipertermofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) [sunting] Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[39] Deinococcus radiodurans. Bakteri mesofil. kira-kira 85%. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 88 °C.

[41] Sebagai contoh pada manusia. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. Bakteri denitrifikasi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. sinar x. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. hipertensi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri nitrifikasi. terutama bakteri. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Sebagai contoh. gas amoniak.[42][43] Pada umumnya.[41] Akan tetapi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bakteri dapat mengalami kematian. katarak.[5] .[40] Teknik penggunaan sinar UV.[40][5].[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. 1 Gy = 100 rad).bagi pertumbuhan bakteri.000 Gy. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. dan bahkan kanker.[44] [sunting] Peranan [sunting] Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] [sunting] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. [42] Sebagai perbandingan.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.

akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[46] Di samping itu.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[48][2] Secara umum.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] [sunting] Bidang pangan .yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Bradyrhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.Frankia alni. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Pseudomonas aeruginosa. Photorhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. and Paracoccus denitrificans. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. seperti bakteri nitrifikasi. Mesorhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.

6.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 1. 5.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. penurunan pH. Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan racun botulinin. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan asam bongkrek. penyebab pelendiran makanan. 3. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 4. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik polymixin.[51] [sunting] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] . terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. dan pembentukkan gas. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 2.

[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] [sunting] Referensi . dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti karbohidrat.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. terutama bakteri heterotrof. protein. gas hidrogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[56] [sunting] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. seperti asam amino. Sebagai contoh. Beberapa jenis bakteri.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. salah satunya adalah bakteri. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. dan lemak.[58] Selanjutnya.[52] Pada manusia. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. gas nitrogen. Pada tahap akhir. dimulai dari jaringan-jaringan otot.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. terutama karbon dan nitrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.

present. WH Freeman. Buckow R.1128/CMR. PMID 12624192. 8.2006 . 2005. Diakses pada 22 Juni 2011. 2. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. Clin Microbiol Rev 16 (4): 673–87.and Methylonatrum kenyense gen.html. ^ Koch A (2003).fsu. 5. High-Pressure-Mediated Survival of Clostridium botulinum and Bacillus amyloliquefaciens Endospores at High Temperature. Ramaswamy M. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac Madigan MT (2009).4.edu/cells/bacteriacell. "Bacterial wall as target for attack: past. ^ Gallego V. nov.1998.0.net/index. ^ Sorokin DY. 2008. 18. "Prokaryotic motility structures".. ^ a b Carl.) 149 (Pt 2): 295–304. Demigillo RM. methylotrophic gamma proteobacteria fromhypersaline lakes.1128/AEM. Microorganisms and Earth Systems. nov. 12. Lee AC. 2005. Kelly DP.2003. Antibiograms of pink pigmented facultative methylotrophic bacterial isolates fromvarious sources.html [diakses pada 21 Juni 2011]. 2007. Fritz D. Methylohalomonas lacus gen. Friedlander A.us/lcsyellowpages/tickit/carl/bacteria.. Trotsenko YA. The Bacteria Cell. Appl Environ Microbiol 72(5):3476-81.html. sp. ^ a b Margosch D. Taxonomy Browser. Jarrell KF (February 2003). Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. Little S. Vogel RF. ISBN 0-7167-4955-6. nov.3476-3481. Microbiology (Reading. Diakses pada 22 Juni 2011. Int J Syst Evol Microbiol 57: 2762–69. Fellows P. http://www. 15.magnet. Online Textbook of Bacteriology. Deciphering the biology of Mycobacterium tuberculosis from the complete genome sequence.673-687.Methylobacteriumvariabile sp. WH Freeman. http://micro. doi:10. doi:10.25948-0.in. Heinz V. doi:10. nov. ^ Anesti V. ^ Cole ST. Ventosa A. Ng SY. Ganzle MG..k12.72. 6. Diakses pada 10 September 2008. Int J Syst Evol Microbiol 55:1429-33. Molecular Cell Biology (edisi ke-5th). 7. Muyzer G. 10. nov. Wade WG. ^ Gray ND dan Head IM (2005). ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z Madigan MT (2009). ISBN 0-7167-4955-6.lanesville. ^ Berg JM. 4. ^ a b c d e f g h Davidson MW. The role of antibodies to Bacillus anthracis and anthrax toxin components in inhibiting the early stages of infection by anthrax spores. Doronina NV. a methylotrophic bacterium isolated froman aquatic environment. ^ "Bacteria (eubacteria)". Ehrmann MA. Engl. et al. http://www. 2006. McDonald IR. Philipp Scient 44:4756.1099/mic. Molecular Cell Biology (edisi ke-5th). Tymoczko JL Stryer L (2002). Tourova TP. PMID 14557293. 13. 2005. ^ Pasamba EM. 11.textbookofbacteriology.5. Advances in Geomicrobiology. and future research". ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Todar K.1038/31159 16. 14. ISBN 0-521-86222-1. Environ Microbiol 7(8):1227-38.16. ^ a b Welkos S. Isolation and molecular detection of methylotrophic bacteria occurring in the human mouth.1. Tymoczko JL Stryer L (2002). Microbiol 147(6):1677-85. Garcia MT. Bacteria Cell Structure. doi:10. NCBI. Galinski EA. 2009. 2001. Kolganova TV. sp. ^ Bardy SL. 17. 9. Nat 393:537-544.. Wood AP. ^ Berg JM. 3.

21. Extremophiles. 1996. http://faculty. Scandinavian Journal of Gastroenterology 30(6):497-502. Kahler M. 2007. ^ a b c d e Kaiser GE. 1985. Stuttgart: Blackwell Science.edu/courses/bio141/lecguide/unit1/shape/shape. ^ Rafter JJ. Humans Have Ten Times More Bacteria Than Human Cells: How Do Microbial Communities Affect Human Health?.sciencedaily. Metabolism of non-motile obligately methylotrophic bacteria. Marteau P. 25. Humans Carry More Bacterial Cells than Human Ones.1128/AEM. 30. The role of lactic acid bacteria in colon cancer prevention. Wood AP. . 1999. Diakses pada 22 Juni 2011.1016/S0958-1669(02)00317-8. http://www.19. ^ a b Science Daily. ^ Lengeler JW.1007/s002530051456 35. Zoetendal EG. Lopez NI. Vaughan EE.lonestar. Medical Microbiology . Current Opinion Biotechnol 13(3)253-261. Diakses pada 22 Juni 2011. Diakses pada 22 Juni 2011. 31. Bertoldo. Extremophiles. Wade WG. Sowers K. 2004. 33. 27. Biology of the Prokaryotes. Diakses pada 22 Juni 2011. Appl Environ Microbiol 68(1):114-123. Andrews D. ^ Hanson RS.org/cms/Evolution/extremophiles.com/releases/2008/06/080603085914.1. 29. Faehnle CR.com/article. Environ Microbiol 7(8):1227-38.html. Extremophiles as a source of novel enzymes for industrial application. Arrangement of Bacterial Flagella. ^ Cavicchioli R. 2011. 1995. Appl Microbiol Biotechnol 51(6)711-729.bacteriamuseum. 2001. 2005. 2006. A rapid method for the purification of methanol dehydrogenase from Methylobacterium extorquens. Kirchhoff JR.114-123. Govorukhina NI. FEMS Microbiol Letters 33:293-297. 2008. Siddiqui KS. http://www. 22. 28.cfm?id=strange-but-true-humans-carry-morebacterial-cells-than-human-ones. Methanotrophic bacteria.68. DOI: 10.1007/s00792-011-0384-1. 20. Diakses pada 22 Juni 2011. http://nhscience. DOI: 10.A Brief Introduction. Viola RE. 24. ^ Liu Q. 2006. ^ NIehaus F.htm.htm. Bacterial Morphology. Ramaswamy M. Antranikian G.edu/biol/wellmeyer/bacteria/bacmorph. Isolation and molecular detection of methylotrophic bacteria occurring in the human mouth. ^ a b Tribelli PM. ^ Trotsenko YA. Molecular Diversity of Lactobacillus spp. Diakses pada 22 Juni 2011. http://www. ^ a b c Wellmeyer B. 2002. 1999. McDonald IR. Akkermans ADL. doi:10. DOI: 10. Hanson TE.html. ^ Wassenaar TM. DrewsGerhart. ^ a b c d e f Rollins DM. Diakses pada 22 Juni 2011. Joseph SW. 2009. 34. ^ Wenner M.scientificamerican. 2005. Hudson RA. Microbiol Rev 60:439-471. 32. Doronina NV. Poly(3-hydroxybutyrate) influences biofilm formation and motility in the novel Antarctic species Pseudomonas extremaustralis under cold conditions.ccbcmd. ^ a b c d e f g h i Heritage J. Prot Exp Pur 46:316-320. ^ Heilig HGHJ. 23. Kelly DP. and Other Lactic Acid Bacteria in the Human Intestine as Determined by Specific Amplification of 16S Ribosomal DNA. Schlegel HG. Low-temperature extremophiles and their applications. 2009. The Prokaryotic Cell: Bacteria. de Vos WM. ^ Anesti V.2002 26.

Berraquero FR. doi:10. ^ a b c d Nikiyan H. ^ Valera FR. Froger A. Microbiol 146(12):3251-3257. Nat Rev Microbiol 3:882-892. Biochem Pharmacol 3(2):122135. Battista JR. Typhoid fever. 48. Cox MM. ^ Rodriguez MC. 2011. Clostridium Botulinum (Botulism).html. Thomas D.ehow. ^ a b Mattimore V. 37. ^ a b c Marler B. Comparison of denitrification by Pseudomonas stutzeri. ^ a b Shrieve DC. doi:10. 52. Gerba CP (2009). Loeffler JS. Henrissat B. Dougan G. Berends W. Halaman 105. . 50. Pseudomonas aeruginosa. ^ Nitrogen Fixing Bacteria. 54. Disturbance of oxidative phosphorylation by an antibioticum produced by pseudomonas cocovenenans.037812-0. Farrar JJ. Int J Microbiol. 2002. hlm. Deryabin D. ISBN 978-0-12-370519-8. 1960. 53. 38. 2010. 1983. Humidity-Dependent Bacterial Cells Functional Morphometry Investigations Using Atomic Force Microscope.1016/0006-2952(60)90028-9. Paradoxical conservation of a set of three cellulose-targeting genes in Mycobacterium tuberculosis complex organisms. J Bacteriol 178(3): 633-637. ^ Carlson CA. 2002. Radioresistance of Deinococcus radiodurans: Functions Necessary To Survive Ionizing Radiation Are Also Necessary To Survive Prolonged Desiccation. 43. Farrar JJ.com/facts_5871403_effects-ultraviolet-light-bacterial-growth. Environmental Microbiology. ^ a b c d Caldwell A. Deinococcus radiodurans — the consummate survivor. 39. 480-481. Diakses pada 24 Juni 2011. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. 2005. ^ Maier RM. Hien TT. 49. Diakses pada 24 Juni 2011. N Engl J Med 347:1770–1782. ^ Bacterial Fermentation. White NJ. hlm. 2011. Dougan G. Aguerol J. ISBN 978-1-60547-011-5 42.1155/2010/704170. Human Radiation Injury. Microbiol 156:1468-1475. doi: 3251-3257.1038/nrmicro1264 45. ^ a b c d e Madigan MT (2009). Vasilchencko A. 2010. Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. Cormenzana AR. 47. The Structure of the Archeabacterial Flagellar Filament of the Extreme Halophile Halobacterium salinarum R1M1 and Its Relation to Eubacterial Flagellar Filaments and Type IV Pili.foodborneillness. 41. The Microbial World: The Nitrogen cycle and Nitrogen fixation Diakases pada 26 Juli 2011.1099/mic. J Mol Biol 321(3):383-395. 403-404. ^ a b Deacon J.com/botulism_food_poisoning/. ^ a b c Battista JR. ^ Parry CM. 2010. http://www. 40. and Paracoccus denitrificans. N Engl J Med 347:1770–1782. Diakses pada 26 Juli 2011. Rolland JP. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. ^ Welling W. 55. Salahi IB. Diakses pada 24 Juni 2011. ^ Parry CM. GarciaLobo JM.0. Pepper IL. The Effects of Ultraviolet Light on Bacterial Growth. Cohen JA. ^ a b Cohen Krausz S. ^ Medie FM. Drancourt M. Isolation of Extreme Halophiles from Seawater. Delamarche C. ^ Madigan MT (2009). A functional water channel protein in the pathogenic bacterium Brucella abortus. 2002. Appl Environ Microbiol 38(1):164-165. White NJ. Vol 2010. 1995. 51. 44. 2nd Edition. 2010. Typhoid fever. Trachtenberg S. 1979. doi: 10. http://www. doi:10. 46. Ingraham JL. Appl Environ Microbiol 45(4):1247–1253. Hien TT.36.

Dow JM. regulates virulence in rice. ^ Feng JX. Escherichia coli Bakteri Escherichia coli. . Song ZZ. [sunting] Pranala luar  Alcamo IE (2001). 4.56. The xrvA gene of Xanthomonas oryzae pv. encoding an H-NS-like protein. Rhizobium / Rhizopus Bakteri ini berperan dalam mengikat nitrogen pada akar tanaman polong-polongan. Tang JL. ISBN 07637-1067-9. Diakses pada 24 Juni 2011. ^ a b c d e Decomposition of Organic Matter. Bakteri ini berperan dalam proses pembusukkan sisa makanan dan membentuk vitamin K dan vitamin B12 yang berada dalam usus besar. ^ a b Decomposition by bacteria. Candida krussei Bakteri Candida krussei berperan dalam pembuatan cokelat. Boston: Jones and Bartlett. 2009. oryzae. Fundamentals of microbiology. Microbiol 155(9):3033-44. Diakses pada 24 Juni 2011. Pseudomonas sp Bakteri Pseudomonas sp berperan dalam pembuatan vitamin B. Zhao S. Acetobacter xylinum Bakteri Acetobacter xylinum berperan dalam pembuatan "Nata de' coco". Duan CJ. 57. Wu YQ. 58. Wang C. 5. Fermentasi pada pembuatan tempe 2. 3. 1.

Bakteri ini mampu membentuk antibiotik streptomisin. 10. Streptococcus sp. 7. Xantomonas. Streptomyces griceus Bakteri Streptomyces griceus. Flavobacterium dan Streptomyces berperan dalam pembusukan sampah organik. Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus Bakteri Streptococcus termophylus dan Lactobacillus bulgaricus berperan dalam pembuatan yoghurt. .6. 8. 9. Dan Propionibacterium skermanisi Bakteri Streptococcus sp. Streptococcus termophylus Bakteri Streptococcus termophylus berperan dalam pembuatan mentega. Pseudomonas. Xantomonas Bakteri Pseudomonas. Dan Propionibacterium skermanisi berperan dalam pembuatan keju.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful