P. 1
Resume Strategi Pembelajaran

Resume Strategi Pembelajaran

|Views: 396|Likes:
Published by Ridho Dwi Sahputra

More info:

Published by: Ridho Dwi Sahputra on May 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2015

pdf

text

original

BAB I URGENSI, HAKEKAT DAN FUNGSI PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A. Urgensi Perencanaan Pembelajaran  Perencanaan merupakan suatu upaya menentukan tujuan apa yang akan di capa, bagaimana cara mencapai dan sumberdaya apa yang bisa dimanfaatkan dalam mewujudkan tujuan yang dikehendaki. Bagi seorang guru perencanaan pengajaran merupakan salah satu tugas pokok sehari-hari dan tidak dikatakan prfesional jika tidak mampu. 1. Pembelajaran Sebagai Suatu Sistem Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari unsur-unsur sebagai sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur dalam mencapai tujuan. Istilah sistem menggambarkan sebuah spektrum konsep yang luas, didalamnya menyangkut unsur-unsur konpleks terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait. Unsur-unsur pembelajaran dalam kurikulum KTSP yang terdiri dari : a. Tujuan Pembelajaran b. Materi Pembelajaran c. Metode Pembelajaran d. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran e. Media Pemelajarann f. Sumber Belajaran g. Sumber belajar

2. Tugas Pokok Guru ( Kompetensi Pedagogik ) Kemampuan mengajar merupakan pra syaratan penting dalam menentukan mutu pendidikan nasional, secara menimal kemampuan yang diperlukan oleh seorang pendidikan sebagaimana dikemukakan ada empat kemampuan mengajar pendidikan yangka.

3. Epetivitas, Efesiensi dan Kualitas Salah satu faktor yang mempengaruigur dalam upaya meningkatkan kemampuan mengajar adalah rancangan pembelajaran dan peningkatankualitas pembelajaran dapat ditempat dengan meningkatkan pengetahuan tentang merancang metode pembelajaran yang efektif, efesien dan memiliki daya tarik. Karena itu tanpa
1

dukungan pengetahuan yang memedai tentang perencanaan pembelajaran, guru akan mengalami kesulitan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, efesien dan berkualitas.

B. Hakekat Perencanaan Pembelajaran Una Hamza mengartikan Perencanaan yakni suatu card yang memungkinkan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisifatit guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Perencanan merupakan suatu proyeksi atau rencana kerja yang didalamnya mengandung unsur apa yang akan dicapai, bagaimana cara mencapainya dan dengan apa sumber daya apa nantinya bekerja. Menurut Darwin Syah adalah suatu proses yang sistematis di lakukan oleh guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk mengalami pengalaman belajar serta mencapai tujuan pembelajaran

C. Fungsi Pelaksanaan Pembelajaran Manfaat perencanaan pembelajaran bukan hanya bagi siswa saja tetapi juga bagi guru itu sendiri, manfaat itu anatara lain : a. Member deskripsi atau gambaran mengenai tujuan yang harus dicapai dan sejauh mana bobot/kualitas tujuan tersebut dalam setiap kali pembelajaran b. Sebagai pola dasar dalam mengatur tugasdan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. c. Sebagai alat prediksi mengenai aspek-aspek yang akan muncul dalam kegiatan pembelajaran d. Sabagai alat ukur (evaluasi) efektif tidaknya suatu pekerjaan.

2

BAB ll VARIABEL DAN MODEL- MODEL DESAIN PEMBELAJARAN A. Variabel pembelajaran Istilah pembelajaran berarti unsur-unsur dalam pembelajaran. B. Model-model Desain Pembelajaran Istilah model menurut Leva dan Masch (1975:3) Model merupakan penverdehanaan dari sistem nyata berfungsi membantu memahami objek yang sebenarnya,sedangkan istilah pembelajaran menurut Dmyati dan Muudiono (1999:297) diartikan sebagai suatu kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional,untuk membuat siswa belajar secara aktif,yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Model-model desain pembelajaran yang berkembang selama ini antara lain: - Model Prosedur Pengembangan Sistem Intruksional (PPSI) Tahap 1. Merumuskan tujuan intruksional khusus (TIU dan TIK) Tahap 2. Mengembangkan alat evaluasi Tahap 3. Menet Tahap apakan kegiatan dan materi pelajaran Tahap 4. Merencanakan program kegiatan Tahap 5. Melaksanakan program pelajaran - Model J.E. Kemp Tahap 1. Menentukan tujuan intruksional umu Tahap 2. Menganalisis karakteristik peserta didik Tahap 3. Menentukan tujuan intruksional khusus Tahap 4. Menentukan materi pelajaran Tahap 5. Menetapkan penjajagan awal Tahap 6. Menentukan strategi belajar mengajar - Model Briggs tahap 1. Identifkasi kebutuhan/penentuan tujuan Tahap 2. Penyusunan rincian tujuan atau kebutuhan intruksional Tahap 3. Rumusan tujuan Tahap 4. Analisis tugas/tujuan Tahap 5. Penyiapan evaluasi hasil belajar Tahap 6. Menentukan jenjang belajar Tahap 7. Menentukan kegiatan belajar

-

Model Gerlacah dan Elyi Tahap 1. Merumuskan tujuan intruksional Tahap 2. Menentukan isi materi pelajaran
3

Tahap 3. Menentukan kemampuan awal siswa didik Tahap 4. Menentukan teknik strategi Tahap 5. Pengelompokan belajar Tahap 6. Menentukan pembagian waktu Tahap 7. Menentukan ruang Tahap 8. Menetukan media intruksional Tahap 9. Mengevaluasi belajar Tahap 10. Menganalisis umpan balik Model bela H.Benaty Tahap 1. Merumuskan tujuan Tahap 2. Mengembangkan test Tahap 3. Menganalisis kegiatan belajar Tahap 4. Mendesain sistem intruksional Tahap 5. Melaksanakan dan mengetes hasil

Penjelasan komponen RPP model KTSP: Rencana pembelajaran merupakan suatu sistem yang saling terkait, setiap komponen merupakan bagian tak terpisahkan dari komponen lain nya. Rencana pembelajaran mecakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pebelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. 1. Standar kompetensi mata pelajaran Standar kompetensi mata pelajaran Adalah batas dan arah kemampuan yang dimiliki dan dapat dilakukan oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran suatu mata pembelajaran tertentu, kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan siswa suatu mata pelajaran. 2. Kopetensi dasar Kopetensi dasar adalah kemampuan minimal pada tap matapelajaran yang harus dicapai siswa.kompetensi dasar berfungsi untuk menggerahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran. 3. Tujuan belajar Tujuan belajar adalah kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapainan pengalaman belajar dalam suatu kompetensi belajar.

4. indikator hasil belajar Indikator hasil belajar adalah sirih penanda ketercapain kompetensi dasar. Indikator dalam silabus berfungsi sebagai tanda-tanda yang menunjukan perubahan prilaku pada diri siswa 5. materi pokok
4

Materi pokok adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdsar indikator pencapaian belajar.sarana umum matri pokok dapat diklasifikasi menjadi empat jenis : a. Materri jenis fakta yaitu materi yang berupa nama-nama objek, tempat, orang, lambang, peristiwa sejarah, bagian atau komponen atau suatu benda, dan sebagainya. b. Materi konsep berupa pengertian, defenisi, dan hakekat. c. Materi jenis perinsip berupa dalil, rumus, dan paradigma. d. Materi jenis prosedur berupa langkah-langkah mengajarkan secara urut. 6. Kagiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran adalah bentuk atau pola umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Strategi pembelajaran meliputi kegiatan tatap muka dan non tatap muka (pengalaman belajar). Pengalaman belajar adalah kegiatan fisik atau pun mental yang dilakukan siswa dalam berintreaksi dengan materi ajar, baik dilakukan didalam maupun diluar kelas untuk menguasai kompetensi dasar yang telah ditentukan. 7. Alokasi waktu Alokasi waktu adalah lama/tidak nya alokasi waktu bisa berubah tergantung pada tingkat kesulitan/keluasan dari materi/tujuan pembelajaran. Kompetensi yang memiliki tingkat kesulitan tinggi maka akan memerlukan alokasi yang lebih lama. 8. Adanya penilaian Penilaian adalah mencakup unsur jenis,bentuk,dan instrukmen yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur keberhasilan belajar. 9. sarana dan sumber belajar Sarana dan sumber belajar adalah sarana dan sumber belajar yang di gunakan dalam proses belajar mengajar.

BAB lll TELAAH KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) A. Pendidikan Berbasis Kompetensi Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kompetensi yang sering di sebut dengan standar kompetansi adalah kemampuan yang secara umum harus di kuasai lulusan. Kompetensi lulusan merupakan modal utama untuk bersaingdi tingkat global, karena persaingan yang terjadi adalah pada kemampuan sumber daya manusia.
5

Standar kompetensi peserta didik di kembangkan oleh para pakar bidang studi, pakar pendidikan bidang studi, serta pakar psikologi perkembangan , dengan mengacu pada prinsip-prinsip. 1. Peningkatan keimanan budipekerti luhur, dan penghayatan bidang-bidang budaya keimanan , budi pekerti luhur, dan penghayatan nilai-nilai budaya. Keimanan, budi pekerti, dan nilai-nilai budaya perlu digali, dipahami, dan di amalkan untuk mewujudkan karakter dan martabat bangsa. 2. Keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestika, pengalaman belajar di rancang dengan memperhatikan keseimbangan etika, etika , logika, kinestika. 3. Penguatan integritas nasional dicapai melalui pendidikan yang menumbuh kembangkan dalam peserta didik sebagai bangsa indonesia melalui pemahaman dan penghargaan terhadap perkembangan budaya peradaban bangsa indonesia yang mampu memberikan sumbangan terhdapan peradaban dunia. 4. Perkembangan pengetahuan dan teknologi infirmasi kemampuan berfikir dan belajar dengan cara mengakses, memilih, dan menilai pengetahuan untuk mengatasi situasi yang ceoat berubah dan tidak kepastian serta menbghadapi perkenmbangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. 5. Pengembangn kecakapan hidup melalui budaya membaca,menulis dan kecakapan hitung:keterrampilan, sikap, dan prilaku adapti, kreatif kooperatif, dan kompetetif dan kemampuan bertahan hidup. 6. Pilar pendidikan kurikulum mengoganisasikan fondasi belajar kedlam empat pilar, yaitu: (i) belajar untuk memahami, (ii) belajar untuk kretif, (iii) belajr untuk hidup dalam kebersamaan, dan (iv) belajar untuk membangun dan mengekspesikan jati diri yang di landasi ketiga pilar sebelunya. 7. Menyeluruh dan berkeseimbangan kopetensi mencakup keseluruhan dimensi kemampuan yaitu pengetahuan, ketrampilan, nilai, dan sikap, pola pikir dan prilaku yang disajikan secara berkesinambungan mulai dari usia taman kanak-kanak sampai dengan pendidikan menengah. 8. Belajar sepanjang hayat pendidikan yang di arahkan pada proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berkelanjut sepanjang hayat. 9. Kopetensi dasar adalah bagian dari standar kom-petensi. Jadi standar kopetensi terdiri atas jumlah kopetensi dasar. Kopetensi dasar adalah kemampuan minimum dalam mata pelajaran/bidang studi yang harus dikuasai peserta didik. B. Kurikulum Berbasis kompetensi Kajian kurikulum berbasis kopetensi hendaknya dikembangkan berdasarkan prinsip, model, isu penting dalam pengembangan kurikulum.Adapun prinsip model serta isu dalam pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut. 1. Dokumen kurikulumsebaikny mampu beradaptasi derngan perubahan dan oleh karnanya ditulis bukan dalam bentuk seperti resep. Maksudny, kurikulum hendakny berisikan prinsip-prinsip pokok, besifat fleksibel, sehingga mudah disesuaikan dengan perkembangn jaman. 2. Pengembangnan kurikulum sesuai dengan proses akredetasi yang memungkinkan mata pelajaran dimodifikasi. Maksudnya, pengembangan atau perubahan kurikulum
6

hendaknya didasarkan atas hasil akreditasi. Hasil akreditasi yang positif dipertahankan, sedangkan hasil akreditasi yang negatif diperbaiki. C. Pembelajaran berbasis kompetensi Pembelajaran berbasis kopetensi adalah program pembelajaran dimana hasil belajar atau kompetensi yang diharapkan dicapai oleh siswa, sistem penyampaian, dan dalam pembelajaran berbasis kompetensi perlu ditentukan standar minimumkompetensi yang harus dikuasai siswa, sesuai pendapat tersebut, komponen materi pokok pmbela-jaran berbasis kompetensi meliputi: (1) kompetensi yang akan dicapai; (2) strategi penyampaian untuk mencapai kompetensi; (3) sistem evaluasi atau penilaian yang digunakan untuk menentukan keberhasilan siswa dalam mencapsi kompetensi. Penerapan konsep dan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi diharapkan bermanfaat untuk: a. Menghindari duplikasi dalam pemberin materi pelajaran. b. Mengupayakan konsitensi kopetensi yang di capai dalam mengajarkan suatu mata pelajaran. c. Meningkatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan,kecepatan, dan kesempatan siswa. d. Membantu mempermudah pelaksaan akredetasi. e. Memperbaharui sistem evaluasi dan pelaporan hasil belajar siswa. f. Memperjelas komunikasi dengan siswa tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman yang harus dilakukan dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan belajarnya. g. Meningkatkan akuntabilitas publik.

BAB lV PROSEDUR PENYUSUNAN DESAIN Jadi RPP yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentangan kegiatan pembelajaran merupakan penjabaran kerangka inti dari kurikulum yaitu: 1. Kopetensi apa yang akan ditanam kan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran. 2. Kegiatan apakah yang harus dilakukan untuk mengetahui untuk menanamkan kompetensi tersebut. 3. Upaya apakah yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik. B. Prosedur penyusunan RPP Prosedur atau langkah-langkah dalam penyusunan RPP sebagaimana digariskan dalam kurikulum nasional terdiri dari: 1. Identifikasi RPP
7

Identifikasi RPP meliputi: a. Unit sekolah b. Nama mata pelajaran c. Kelas dan semester d. Alokasi waktu 2. Perumusan standar kompetensi A. Urutan berdasarkan hiearki konsep disiplin ilmu dan atau tingkat kesulitan materi B. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran C. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasr antara mata pelajaran 3. Kompetensi dasar Kompetensi dasar merupakan perincian atau pejabaran lebih lanjut dari kompetensi lanjut dari standar kompetensi. Kompetensi dasar adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mini-mal harus dikuasai siswa untuk menunjukan bahwa siswa telah menguasai standar kopetensi yang ditetapkan. 4. Penntuan indikator Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasr secara spesifik yang dapat di jadikan ukuran untuk mengetahui hasil pembelajaran. Pada KTSP indikator dikembangkan oleh guru. Indikator merupakan penanda pencapaian kmopetensi dasar yang di tandai oleh perubahan prilaku yang dapat di ukur yang mencakup pengetahuan,sikap,dan keterampilan. 5. Penentuan materi pokok Materi pokok/pembelajaran adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa.

A. Standar deklaratif a) Pengetahuan dekleratif bersifat hieararkis. Pengetahuan deklaratif yang paling dasar adalah pembendaharaan kata, dan yang paling umum konsep. b) Fakta: menyampaikan informasi tentang orang,tempat,suatu kejadian atau peristiwa yang spesifik. c) Urutan waktu: urutan terjadinya peristiwa. d) Urutan sebab akibat: peristiwa yang memberikan hasil. e) Episode: pristiwa spesifik yang mempunyai setting, pelaku, waktu, urutan kejadian dan sebab akibat khusus. f) Generalisasi: pemberlakuan secara umum dari hal-hal yang bersifat khusus. g) Prinsip: jenis generalisasi yang bersifat khusus yang menggambarkan hubungan antara beberapa konsep. h) Konsep: cara berfikir yag paling umum tentang pengetahuan. B. Standar prosedural
8

a) Algoritma: tipe paling khusus dari pengetahuan prosedural. Contoh: langhkahlangkah penambahan dan pengurangan. b) Strategi: merupakan aplikasi dari hukum dasar. Misalnya menganalisis kesalahan pengukuran. c) Makroprosesor: merupakan tipe paling umum dari pengetahuan prosedural. Contoh: rosesor tugas umum, penyaringan informasi, prosesor jaringan ide, prosesor kata, pembangkit struktur makro, dn lain sebagainy. Klasifikasi kedua, jenis materi pembelajaran dibedakan menjadi 4 yaitu: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Materi jenis fakta adalah materi berupa nama-nama objek, nama tempat, nama orang, lambang, pristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda, dan lain sedalil, rumus, dan sebagainya. Materi konsep berupa pengertian, defenisi, hakikat, inti isi. Materi prinsip berupa potulat, adagium, paradigma. Materi jenis prosedur berupah langkahlangkah mengerjakan suatu secara urut, misalnya langkah-langkah menelepon, cara-cara pembuatan telur asin, cara-cara pembuatan kabel listrik, dsb. C. Berbagai sumber dapat kita gunakan untuk mendapatkan materi pembelajaran dari setiap kemampuan dasar,seperti; a) Buku teks dan buku bacaan/referensi b) Laporan hasil penelitian c) Jurnal (penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah). d) Majalah ilmiah e) Pakar bidang studi f) Peofesional g) Buku kurikulum, dan lain-lain D. Penentuan uraian materi pembelajaran a) Langkah penentuan uraian materi pembelajaran Dalam menentukan uraian materi pembelajaran harus diperhatikan apakah materinya berupa fakta, konsep, perinsip, ataukah prosedur,sebabseperti telah di uraikan di muka, dalam kegiatan pembelajaran masing-masing jenis uraian materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. b) Langkah-langkah mengurutkan materi Urutan penyajian materi pembelajaran berguna untuk menentukan urutan mempelajari atau mengajarkanya. E. Penentuan alokasi waktu Alokasi waktu adalah perkiraan berapa lama siswa mempelajari suatu pelajaran materi. F. Sumber belajar Istilah sumber yang digunakan disini berarti buku-buku rujukan, referensi atau literatur, baik untuk menyusun silabus maupun mengajar. G. Penentuan jenis penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.
9

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penelitianadalah sebagai berikut: I. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi II. Penilaian menggunakan acuan krieteria, yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dan bukan untuk menentukan posisi terhadap kelompoknya. III. Sistem yang doirencanakan adalah sistem yang berkelanjutan. IV. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. V. Sistem penilaian harus di sesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.

BAB V PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN A. Langkah-langkah penyusunan silabus dan sistem penilaian. langkah-langkah dalam penyusuaian sistem penelaian meliputi tahap-tahap contoh instrumen; perkiraan waktu yang di butuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat. Untuk lebih jelasnya dapat di baca atau di uraian sebagai berikut: 1. Identifikasi. Pada setiap silabus perlu identifikasi yang meliputi identitas sekolah, identitas, mata pelajaran, kelas/program,dan sekitarnya 2. Pengurutan standar kompetensi dan kompetensi dasar. 3. Penentuan materi pokok dan uraian materi pokok. 4. Pemilihan pengalaman belajar. Proses pencapaian kompetensidasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. 5. Penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator, Indikator merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui ketercapaian hasil pembelajaran. Penjabaran indikator kedalam instrumen penilaian. Indikator dijabarkan lebih lanjut kedalam instrumen penilaian yang meliputijenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen. Jenis kegiatan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut:
10

a. Kuis.bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal prinsip. b. Pertanyakan lisan. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep, prinsip, atauu teorema. c. Ulangan harian. Ulangan harian dilakukan secara periodik diakhir pembelajaran satu kompetensi dasar. d. Ulangan blok. Ulangan blok adalah ujian yang dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa kompetensi dasr dalam satu waktu. e. Tugas individu. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping, makalah, dan yang sejenis ny. f. Responsi atau ujian praktik. Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya g. Laporan kerja praktikumnya. Bentuk ini dipakai untuk mata pelajran yang ada kegiatan praktikumnya. Beberapa bentuk instrumen tes yang dapat digunakan antara lain: a. Pilihan ganda. Bentuk ini bisa mencakup banyak materi pelajaran, penskorannya objektif, dan bisa dikoreksi dengan mudah. b. Uraian objek. Jawaban uraian objek sudah pasti. c. Uraian non-objektif/uraian bebas. Uraian bebas dicirikan dengan adanya jawaban yang bebas. 7 Menentukan alokasi waktu. Alokasi waktu adalah perkiraan berapa lama siswa mempelajari suatu materi pelajaran. 8 Sumber/bahan/alat. Istilah sumber yang digunakkan disini berarti bukubuku rujukan, refernsi, literatur, baik ntuk menyusun selabus maupun mengejar. B. Penyusunan dan analisis instrumen Tujuan penlaian adalah untuk mengetahui apakah siswa telah atau belum menguasai suatu kompetensi tertentu. 1. Langkah penyusunan instrumen Langkah awal dalam mengembangkan instrumen adalah.menetepkan spesifikasi, yaitu berisi uraian yang menunjukan keseluruhan karakteristik yang harus dimiliki suatu instrumen. 2. Bentuk instrumen dan penskorannya. 3. Uraian objektif, pertanyaan yang bisa digunakan adalah simpulkan dan tafsirkan. 4. Uraian bebas. Bentuk instrumen ini dadapa dipakai mengukur kompetensi siswa dalam semua tingkat ranah kognitif. 5. Jawaban singkat atau isian singkat. Tes bentuk jawaban/isisan singkat dibuat dengan menyediakan tempat kosong yang disediakan bagi siswa untuk menulis jawaban. 6. Menjodohkan. Bentuk ini cocok untuk mengetahui fakta dan konsep. 7. Portofolio. Portofolio merupakan kumpulan hasil karya atau pekerjaan siswa yang disusun berdasarkan urutan kategori kegiatan. 8. Performans (unjuk kerja). Performans (unjuk kerja) digunakan untuk kompetensi yang berhubungkan dengan praktik.
11

C. Pelaporan hasil penilaian dan pemanfaatan Penlain pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui perkembangan hasil belajar siswa dan hasil mengajar guru.sedangkan informasi rana efektif diperoleh melalui wawancara, kuesioner, inventori, dan pengamatan sistematik.

BAB VI CONTOH-CONTOH RPP DAN LAMPIRAN-LAMPIRAN A. Contoh Rencana Pelaksanaan pembelajaraan (RRP) SMA. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : pendidikan Agama Islam Kelas/Semester : X/Semester 1 Waktu : 2 jam pelajaraan (1x pertemuan) Standar kompetensi Memahami keteladanan rasulullah dalam membina umat periode mekah. Kompetensi dasar Menceritakan sejarah dakwah rosulullah SAW periode mekah. Mendeskeripsikan substansi dan strategi dakwah rasulullah SAW periode mekah. Indikator pencapaian hasil belajar  Mampu menjelaskan sejarah dakwah rasulullah SAW periode mekah  Mampu menjelaskan substansi dakwah rasulullah SAW.  Mampu menjelaskan strategi dakwah rasulullah SAW terhadap umat.  Mampu menjelaskan pengaruh dakwah rasulullah SAW periode mekah. A. Tujuan Pembelajaran  Mampu menjelaskan sejarah dakwah rasullullah SAW pariode mekah  Mampu menjelaskan substansi dakwah rasulullah SAW.  Mampu menjelaskan strategi dakwah rasulullah SAW terhadap umat.
12

 Mampu menjelaskan pengaruh dakwah rasulullah SAW pariode mekah. B. Uraian Materi Pembelajaran Mareri pokok: Sejarah Dakwah rasulullah SAW pariode mekah Uraian materi pokok: a. Sejarah dakwah rasulullah SAW pariodeh mekah  Masyarakat arab jahilliyah pariode mekah  Pengangkatan nabi muhammad SAW sebagai rasul.  Ajaran islam pariode mekah: o Keesaan Allh SWT o Hari Kiamat sebagai hari pembalasaan o Kesuciaan jiwa o Persaudaraan dan persatuaan

b. Srategi Dakwah Rasulullah SAW Pariode mekah  Dakwah secarah sembunyi-sembunyi selama 3-4 tahun  Dakwah secara terang-terangan  Reaksi kaum Quraisy terhadap dakwah rasulullah SAW. C. Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas. D. Langkah-Langkah kegiatan a. Pendahuluan 1. Berdoa 2. Apersepsi 3. Imformasi tentang indikator percapaian hasil belajar b. Kegiatan Inti 1. Membaca, diskusi tanya jawab tentang materi pembelajaran bab 6 dalam buku pendidikan Agama islam SMA kelas X,Penerbit Erlangga. 2. Menjelaskan, tanya jawab, dan diskusi tentang sejarah dakwah Rasulullang SAW periode mekah. 3. Menjelaskan, tanya jawab, dan diskusi tentang substansi dan strategi dakwa- dakwah Rasulullah SAW pariode mekah. 4. Mendiskusikan contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan hukum taklifi dan hukum wad’i serta mempraktekkan dan menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari. c. Penutup 1. Menyimpulkan materi pembelajar 2. Postes 3. Pemberian tugas individu yaitu mengerjakan soal-soal latihan bab 6 dalam buku pendidikan Agama Islam SMA Kelas X, Penerbit Erlangga.

13

4. Pemberian tugas agar para siswa/siswwi mengerjakan soal-soal latihan ulangan akhir semester 1 yang terdapat dalam buku pendidikan Agama Islam SMA Kelas X, Penerbit Erlangga. E. Media Pembelajaran Alat: - AL-Qur’an terjemahnya Dan lingkungan sekitarnya.

F. Sumber bahan: Buku Pendidikan Agama Islam SMA Kelas X Bab 6, Penerbit Erlangga. G. Penilaian a. Prosedur 1. Penilaian proses belajar melalui pengamatan, observasi, tanya jawab dan tugas. 2. Penilaian hasil belajar melalui tugas individu untuk mengerjakan soal-soal latihan Bab 6 dan ulangan harian materi Bab 6. b. Alat penilaian: Lembar pengamatan dan soal-soal pilihan ganda.

14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->