P. 1
63918011 Proposal Ptk Penjas

63918011 Proposal Ptk Penjas

|Views: 53|Likes:
Published by Dahlia Tambajong

More info:

Published by: Dahlia Tambajong on May 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran pendidikan jasmani di SMP menuntut guru untuk kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan dalam menyampaikan materi, untuk itu perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi dalam pembelajaran, karena sesuai dengan karakteristik usia mereka yang cenderung masih suka bermain. Disamping guru harus memahami dan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa, pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan anak baik itu kognitif, psikomotorik dan afektif mengalami perubahan. Dari perubahan-perubahan tersebut, perubahan yang paling menonjol adalah pada pertumbuhan dan perkembangan fisik serta psikologis. Pembelajaran pendidikan jasmani di SMP saat ini menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, dengan alokasi 2 jam tatap muka @ 40 menit. Waktu 2 X 40 menit pada kenyataan di lapangan tidaklah sesuai dengan yang direncanakan (80 menit), mengingat persiapan anak di awal pertemuan 5 – 10 menit dan pada akhir pertemuan 10 menit untuk persiapan pelajaran pada jam berikutnya, praktis waktu efektif yang terpakai 60 – 65 menit, maka dengan waktu yang sedikit itu perlu perencanaan pembelajaran yang benar-benar baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu kompetensi dasar pembelajaran pendidikan jasmani kelas 9 1

dan bersedia berbagi tempat dan peralatan. Karena diantara anak kelas 9A ada yang bisa melakukan teknik tersebut. ini terbukti dari hasil observasi yang dilakukan pada kelas 9A SMP Negeri 1 Bengkulu Melihat permasalahan yang ada. menghargai lawan . Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk menentukan langkah selanjutnya dalam mengoptimalkan metode pembelajaran yang ada agar tujuan yang telah direncanakan dari pembelajaran ini dapat tercapai dengan hasil yang maksimal. Dalam permainan Bola Basket lanjutan yang di ajarkan dikelas 9 diantaranya terdapat teknik memasukkan bola dengan berlari yang dikenal dengan istilah “Lay Up Shoot” yang sebagian besar anak meskipun tidak semuanya. Sepak Takraw. hal ini mungkin dapat berhasil dan waktu yang digunakan lebih efektif. Berdasarkan uraian di atas maka dipandang perlu untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan mengambil judul “Penggunaan Metode Tutorial Teman Sebaya untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas 9A dalam Melakukan Gerakan Lay Up Shoot pada Permainan Bola Basket di SMP Negeri Bengkulu 1” 2 . maka perlu dicoba untuk memanfaatkan siswa tersebut dengan menggunakan Metode Tutorial Teman Sebaya. toleransi. percaya diri. merasa kesulitan dalam melakukan gerakan teknik tersebut.di SMP adalah mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan konsisten serta nilai kerjasama. Bola Voli. maka perlu segera dicarikan solusinya. Futsal dll. keberanian. Permainan bola besar meliputi Bola Basket. Sepak Bola.

Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak yaitu : 1. Praktikan/peneliti 3 .B. Apakah penggunaan metode tutorial teman sebaya dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas 9A dalam melakukan gerakan Lay Up Shoot pada permainan Bola Basket di SMP Negeri 1 Bengkulu” C. Tujuan Penlitian Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah : 1. 4. Untuk meningkatan kemampuan gerakan Lay Up Shoot pada permainan Bola Basket melalui penggunaan metode tutorial teman sebaya pada siswa kelas 9A SMP Negeri 1 Bengkulu D. Guru Untuk meningkatkan kualitas mengajar dan mencoba menerapkan model pembelajaran sebagai inovasi baru dalam proses pembelajaran 2. Selain itu siswa dapat belajar sambil bermain 3. Siswa Dengan banyaknya Metode pembelajaran mereka mendapatkan banyak variasi dalam pembelajaran. Rumusan Masalah 1. Sekolah Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi sekolah untuk mengembangkan metode pembelajaran.

Namun usaha itu belum menunjukan hasil yang optimal. maka kemampuan Lay Up Shoot siswa kelas 9 A di SMP Negeri 1 Bengkulu Meningkat”. dari beberapa pendapat ahli “metode belajar yang baik adalah dengan mengajarkan kepada orang lain”. Untuk itu perlu diupayakan pula agar rentang nilai antar siswa tersebut tidak terlalu jauh yaitu dengan memanfaatkan siswa yang pandai untuk menularkan kemampuannya pada siswa lain yang kemampuannya lebih rendah. Tentu saja guru yang menjadi perancang model pembelajaran harus mengubah bentuk pembelajaran yang lain. F. Hipotesis Tindakan Dalam melakukan Lay Up Shoot pada pembelajaran bola basket di kelas 9A masih belum diperoleh hasil yang maksimal. Dari beberapa metode pembelajaran yang mungkin tepat yaitu menggunakan metode tutorial teman sebaya.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan penelitian-penelitian yang sejenis. E. Ruang Lingkup Ruang lingkup dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah : 4 . Rentang nilai siswa yang bisa dengan siswa yang tidak bisa terlalu mencolok. Maka dapatlah ditarik satu Hipotesa : “Jika pembelajaran dilakukan dengan menerapkan metode tutorial teman sebaya. sebenarnya telah banyak upaya yang dilakukan oleh guru penjaskes untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

1. Kemampuan adalah kecakapan atau potensi menguasai suatu keahlian yang merupakan bawaan sejak lahir atau merupakan hasil latihan atau praktek dan digunakan tindakannya. menghargai lawan . untuk mengerjakan sesuatu yang diwujudkan melalui 5 . Definisi Operasional Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. 3. Penelitian ini dikenakan pada siswa kelas 9A Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negari 1 Bengkulu kecamatan Bengkulu kabupaten Bojonegoro. Metode tutorial teman sebaya adalah adalah suatu cara mengajar dimana seorang siswa pandai membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama 2. Permasalahan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah kemampuan gerakan Lay Up Shoot siswa kelas 9A 2. toleransi. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut : 1. Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2011/2012 Penelitian ini di batasi pada kompetensi dasar Mempraktikkan Variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan konsisten serta nilai kerjasama. 5. keberanian. dan bersedia berbagi tempat dan peralatan G. 4. percaya diri.

Maka sangat penting bagi guru untuk memanfaatkan siswa yang sudah bisa guna menularkan kepada temannya. maka untuk meningkatkan prestasi siswa perlu adanya variasi yang mungkin tidak bersumber dari guru. Itulah sebabnya pembelajaran tutorila sebaya diterapkan dalam proses pembelajaran Penjaskes.38) menuliskan bahwa “pengertian tutor sebaya adalah seorang siswa pandai yang membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama” Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan meniru gerakan dan memahami bahasa teman sebayanya daripada gerakan dan bahasa yang digunakan guru. Hisyam Zaini dalam Amin Suyitno (2004:24) menyatakan bahwa 6 .BAB II KAJIAN PUSTAKA A. akan tetapi usaha tersebut masih belum mencapai hasil yang maksimal. hal ini disebabkan karena anak merasa lebih merasa akrab dan tidak canggung atau rileks. Kuswaya Wihardit dalam Aria Djalil (1997:3. Dalam kegiatan proses belajar mengajar adakalanya anak cenderung lebih dapat meniru atau mengikuti petunjuk temannya dari pada dari gurunya. Metode Tutorial Teman Sebaya Seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran sebenarnya telah menggunakan metode pembelajaran yang beragam guna meningkatkan prestasi belajar siswanya. Pembelajaran yang terjadi seperti diatas adalah pembelajaran dengan metode tutor teman sebaya.

Setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuai 7 . Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya 3. 4. pemilihan model pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi pembelajaran akan sangat membantu siswa di dalam mengajarkan materi kepada teman-temannya. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari materi. Setiap kelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor teman sebaya. Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi). 2.” Menurut Hisyam Zaini (2001:1) (dalam Amin Suyitno. Oleh karena itu. Bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen.“Metode belajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan kepada orang lain.” Menurut Miller (1989) dalam Aria Djalil ( 1997:3. 2004:34) maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.34) juga berpendapat bahwa “Anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan karena dia bergaul dengan teman lainnya.” Jan Collingwood (1991:19) dalam Aria Djalil (1997:3. Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan 5.34) berpendapat bahwa “Setiap saat murid memerlukan bantuan dari murid lainnya. Pilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri. dan murid dapat belajar dari murid lainnya. 1. 6. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.

dengan materi. beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang perlu diluruskan.46 – 48 ) menyatakan bahwa kemampuan terdiri dari dua faktor. atau merupakan hasil latihan atau praktek. Lebih lanjut Robbins (2001. ketangkasan. Dari pengertian tersebut diatas. Dari uraian tersebut di atas selanjutnya dapat dikembangkan dalam bentuk kegiatan yang lain untuk dijadikan bahan pembelajaran dalam kelompok kelompok kecil. atau potensi menguasai suatu keahlian untuk melakukan suatu perbuatan. maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan (ability) adalah kesanggupan bawaan sejak lahir atau hasil latihan atau praktek dan digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang diwujudkan melalui tindakan. Dengan demikian oleh model pembelajaran ini dalam diri siswa akan tertanam kebiasaan saling membantu antar teman sebaya. kecakapan. p. Pengertian Kemampuan Menurut Robbins (2000. bakat. Kemampuan intelektual (intelektual ability) Merupakan kemampuan melakukan aktivitas secara mental 2. kecakapan. yaitu : 1.34) “ability (kemampuan.46) “Kemampuan bisa merupakan kesanggupan bawaan sejak lahir. kesanggupan) merupakan tenaga (daya kekuatan) untuk melakukan suatu perbuatan”. Sedangkan menurut pendapat Chaplin (1997. p. Kemampuan fisik (physical ability) 8 . p. B.

Gerakan Lay Up Shoot Dalam permainan bola basket pada tehnik dasar lanjutan dikenal istilah Lay Up Shoot yaitu suatu jenis gerakan shooting atau memasukkan bola ke Ring basket dari jarak dekat.Merupakan kemamuan melakukan aktivitas berdasarkan stamina kekuatan dan karakteristik fisik. dan juga bisa di lakukan dari depan. Jika lay-up dilakukan dari kiri. Angkat bola ke arah ring basket 6. Pantulkan bola dengan lembut di papan 11. Pegang bola dengan kedua tangan 3. C. Adapun urutan gerakannya sebagai berikut : 1.) 9 . Lompat setinggi mungkin 9. Saat berjarak 2 langkah dari ring basket. menggunakan ritme hitungan satu-dua. Ambil langkah panjang dengan kaki kiri. lakukan langkah-langkah di atas tetapi menggunakan kaki yang berlawanan (Dari Permainan Sampai Pertandingan : Gerhard Stocker dk. Pandangan mata tertuju pada sasaran (kotak kecil di atas ring basket) 4. Lakukan shoot saat berada di puncak lompatan 10. taruh berat badan pada kaki kanan 5. awali dari sisi kanan lapangan 2. Lay Up Shoot ini dapat di lakukan dari samping kanan basket atau dari samping kiri. dengan cara berlari menggunakan 2 langkah lebar. Angkat bola ke atas kepala untuk melakukan shoot 8. Angkat lutut kanan 7. Ketika lay-up dengan tangan kanan.

Penelitian ini direncanakan 2 siklus sudah berhasil. Maka perlu dibuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar. Untuk menyempurnakan rencana pembelajaran yang lebih baik daripada pra siklus. bertujuan untuk memecahkan masalahmasalah melalui penerapan langsung di kelas atau tempat kerja. Prosedur pelaksanaan tindakan & pengamatan 1. ini dibuktikan dari hasil nilai yang didapat masih jauh dari apa yang diharapkan. B. Perencanaan Metode penelitian yang digunakan menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).BAB III METODE PENELITIAN A. hal ini di karenakan metode yang digunakan sebelumnya kurang tepat. Siklus I. Perlu perubahan metode yang lebih tepat sehingga dicapai hasil yang maksimal. maka pada penelitian ini menggunakan Metode tutorial teman sebaya. Penelitian ini juga di bantu oleh 2 orang observer yang bertugas sebagai pengamat pembelajaran. meliputi : 10 . Penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena proses pembelajaran Lay Up Shoot pada siswa kelas 9A belum dicapai hasil yang optimal. persiapan sarana dan prasarana penelitian serta menentukan indikator kinerja.

Setelah pemanasan selesai kemudian siswa di bariskan dan dibuat kelompokkelompok kecil yaitu 5 – 6 anak tiap kelompok.Pendahuluan. Kegiatan ini dilakukan selama 10 menit dan dilanjutkan kembali 25 menit yang kedua untuk mengulang materi dengan melaksanakan perbaikan-perbaikan yang telah disampaikan dengan dibantu tutor teman sebaya. Selanjutnya pada masing-masing kelompok diberikan waktu selama 25 menit untuk mempraktikkan materi yang telah disampaikan. Pada 25 menit pertama selesai selanjutnya diadakan evaluasi dari masing-masing kelompok untuk melihat kemajuan dari tugas yang telah diberikan. misalkan lari bersambung dengan cara memegang bahu temannya. kegiatan pokok dan penutup. 11 . Pada kesempatan ini guru memberikan motivasi dan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan. Pendahuluan : Dalam pendahuluan ini dilakukan pemanasan selama 10 menit dalam bentuk permainan-permainan yang mengacu pada kerjasama. Kegiatan pokok : Pada kegiatan pokok guru menjelaskan materi Lay Up Shoot yang akan dipraktikkan pada masing-masing kelompok kecil dan memberi tugas dengan dibantu siswa yang pandai bertugas untuk menjadi tutor teman sebaya. pada tiap kelompok ada 1 anak yang sudah bisa atau pandai melakukan gerakan Lay Up Shoot yang bertugas sebagai Tutor Teman Sebaya.

berkonsentrasi. Kegiatan penutup ini dilakukan selama 10 menit. peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan. dan memahami apa yang dipelajari dengan cara yang bermakna. Ketika mereka belajar dengan “Tutor Sebaya”. Yaitu membahas antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. 12 . Siklus II Siklus II sama dengan siklus I hanya pada siklus II lebih ditekankan pada fungsi sebenarnya.Penutup : Setelah 25 menit kedua selesai anak-anak diistahatkan. Refleksi Perlu adanya pembahasan melalui diskusi teman sejawat dan masukan dari para ahli dibidang penelitian. 2. siswa yang menjadi tutor teman sebaya diberi materi tersendiri yaitu dengan memberikan pemantapan materi dan arahan-arahan bagaimana cara atau tehnik penyampaian materi pada temannya dan diberikan tanggung jawab penuh selama kegiatan pokok berlangsung. Dengan ini Tutor Sebaya akan merasa bangga atas perannya dan juga belajar dari pengalamannya. Hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dan diperolehnya atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Sambil rmelakukan penenangan guru melakukan evaluasi sekaligus memberi motivasi pada anak yang belum bisa melakukan gerakan Lay Up Shoot. C.

Lama Tindakan Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Oktober. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Agustus s. jumlah siswa 32 anak. dilanjutkan dengan Siklus II. mulai dari siklus I. Tempat Penelitian Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SMP Negeri 1 Bengkulu kecamatan Bengkulu. 13 . Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester I 4.d Oktober. Latar dan Subjek Penelitian 1. penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut. peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis. Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitian tersebut dimana siswa kelas 9A SMP Negeri 1 Bengkulu masih belum optimal dalam melakukan gerakan Lay Up Shoot. 2. 3. Subjek penelitian Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas 9A SMP Negeri 1 Bengkulu kecamatan Bengkulu.D. sehingga memudahkan dalam mencari data.

tetapi tetap pada topik yang telah ditentukan sebelumya. yaitu wawancara yang dilaksanakan secara bebas. Observasi pada penelitian ini dilaksanakan pada bulan september s/d oktober. catatan observasi siswa. Wawancara Peneliti menggunakan metode wawancara karena peniliti ingin menggali lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa kelas 9A melakukan gerakan Lay Up Shoot dengan menggunakan metode tutorial teman sebaya. Adapun untuk mengontrol validitas dan reliabilitas dari wawancara ini. dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas 9A melakukan gerakan Lay Up Shoot dengan menggunakan metode tutorial teman sebaya. daftar nilai praktik melakukan gerakan Lay Up Shoot.136-154). 2.E. peneliti menggunakan lebih dari satu 14 . Observasi Peneliti menggunakan metode observasi sistematik yaitu observasi yang mempunyai kerangka dimana kerangka tersebut berisi aspek-aspek dari perilaku yang hendak di ukur. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data : catatan observasi guru.h. Adapun kontrol validitas dan reliabilitas dari observasi sistmatik adalah penggunaan observer lebih dari satu orang (Hadi 2001. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. daftar pertanyaan untuk interview. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas terpimpin.

15 . Adapun data-data yang digunakan penulis adalah nilai praktik melakukan gerakan Lay Up Shoot pada siswa kelas 9 siswa SMP N Bengkulu tahun 2009-2010. apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. Wawancara pada penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2011 terhadap 32 siswa kelas 9A.pewawancara. (Hadi 2001. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi. menggunakan dasar dari aspek-aspek minat belajar yaitu kesenangan. Teknik analisis data Tehnik analisa data dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. dan perhatian. Pertanyaan-pertanyaan yang dipakai dalam wawancara ini. Dalam analisa data masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian di bahas dengan observer yang membantu pelaksanaan penelitian. h. F. mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut. apa yang kemudian terjadi. 3.205-206). kesadaran. kemauan. Metode wawancara ini menggunakan guide interviu yaitu pertanyaanpertanyaan dengan tujuan menggali informasi tentang latar belakang tinggi atau rendahnya kemampuan siswa dalam menggunakan metode tutorial teman sebaya. Dokumentasi Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi diperlukan sebagai sumber data otentik.

00 : Rp 10.000. adapun biaya tersebut kurang lebihnya sampai dengan selesainya pembuatan laporan adalah : 1..G. Penyiapan partisipan Agar dalam pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian dapat berjalan dengan baik maka perlu adanya penyiapan partisipan.000.00 : Rp 30. dan 2 orang guru untuk melakukan interview yaitu bertugas mewawancarai siswa. Jadwal Penelitian No KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 I. Fotocopy proposal dan laporan 2.000.000. lain – lain JUMLAH : Rp 20. jilid proposal dan laporan 4.00 : Rp 80. H.00 : Rp 20. yaitu : di tunjuk 2 orang guru sebagai observer yaitu bertugas sebagai pengamat pada jalannya proses pembelajaran. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 DAFTAR PUSTAKA 16 .000.00 MINGGU KE……. Perencanaan Proses pembelajaran Evaluasi Pengumpulan Data Analisis Data Penyusunan Hasil Pelaporan Hasil Rancangan Anggaran Biaya dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti. Kertas HVS A4 80 grm 1 rim 3.

Gramedia Jakarta. Bahan Ajar S1 Program Studi Pendidikan Matematika. buku 2 Jakarta. Edisi Bahasa Indonesia. 17 . Kamus Lengkap Psikologi. 2011. 1997 metode penelitian. buku 2 Jakarta. Aplikasi. Stephen P. Robbins.Chaplin. 1997 metode penelitian. buku 2 Jakarta. Kuswaya Wihardit dalam Aria Djalil dkk. 1997 metode penelitian. Sutrisno 2001 Metodologi Research Jilid 2. Miller (1989) dalam Aria Djalil dkk. (1997). Perilaku Organisasi: Kontroversi. Jan Collingwood dalam Aria Djalil dkk. Bola Basket : Dari Permainan Sampai Pertandingan. Penerbit ANDI Hisyam Zaini dalam Suyitno Amin. Semarang : UNNES. (2001). Yogyakarta. PT Hadi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada Gerhard Stocker dk. 2004. Jakarta: Prenhallindo. Jilid I. Dasar-Dasar Proses Pembelajaran Matematika. JP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->