PEMBAHASAN A.

Pengertian

Merupakan tindakan untuk merawat luka dan melakukan pembalut dengan tujuan mencegah infeksi silang ( masuk melalui luka ) dan mempercepat prose penyembuhan luka. 1. Tahap respon inflantasi akut terhadap cedera. Tahap ini dimulai saat terjadinya luka 2. Tahap destruktif, pada tahap ini terjadi pemberian jaringan yang mati oleh leukosit polimer fenuklear dan makrofag 3. Tahap poliferatif, pada tahap ini pembuluh darah baru diperkuat oleh jaringa ikat dan mengifultasi luka 4. Tahap maturasi, pada tahap ini terjadi reepitalisasi, kontraksi luka dan organisasi jaringan ikat

B. Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor : 1. Vaskularisasi, mempengaruhi luka karena luka membutuhkan keadaan peredaran darah yang baik untuk pertumbuhan perbaikan sel

Perawatan Luka

Page 1

merokok penyembuhan luka. Untuk memberikan kenyamanan dan kebebasan bergerak bagi penderita. Usia . dan stress. Perawatan Luka Insisi Luka insisi dibersihkan dengan alcohol dan larutan suci hama(larutan betadine dan sebagainya).obat-obatan.kematangan usia seseorang. 3. Kemungkinan. 2.2. Perawatan Luka Page 2 .dicabut dan dilonggarkan.mempengaruhi proses C. Nutrisi.merupakan unsur utama dalam membantu perbaikan sel terutama karena kandungan zat gizi yang terdapat didalamnya. Penatalaksanan luka dengan eksudat : 1. Luka dengan eksudat sedang di tutup dengan tegal filmated swabs atau dengan pembalut luka lainnya. 5. 3.lalu ditutup dengan kain penutup luka. sebaiknya di pakai gurita.memperlambat proses penyembuhan luka mengingat perbaikan sel membutuhkan kadar protein yang cukup. Anemia . 4. kecepatan perbaikan sel berlangsung sejalan dengan pertumbuhan.Dibuat pula catatan kapan benang/orave. 1.secara penodik pembalut luka diganti dan luka dibersihkan. Luka dengan sedikit eksudat di tutup dengan band and operative dressing.Diperhatikan pula apakah luka sembuh perprinum atau dibawah luka terdapat eksudat. Luka dengan eksudat banyak ditutup dengan surgipad atau di kompres dengan cairan suci hama lainnya.

untuk mengurangi rasa nyeri di berikan obat-obatan anti septic dan penenang seperti suntikan intramuskuler pthidin dosis 100-150 mg atau morfin sebanyak 10-15 mg atau secara perinfus atau obat lainnya. Luka terbuka sebagian bernanah dan berinfeksi c. sebagian lagi dengan eksudat sebagian lagi dalam sejumlah sedang atau banyak akan keluar melalui lubang-lubang(fisdel) b. maka pemberian cairan perinfus harus cukup banyak perban mengandung elektrolit yang diperlukan. setelah tindakan di kamar operasi . dalam 24jam pertama. dehidrasi. Nyeri Sejak penderita sadar. Rasa nyeri masih dirasakan di daerah operasi.2. Luka terbuka seluruhnya dan usus kelihatan Tempat perawatan pasca operasi atau bedah . dan komplikasi pada organ-organ tubuh lainnya. Bila keadaan penderita gawat. penderita dipindahkan dalam kamar rawat (recovery room) yang di lengkapi dengan alat pendingin kamar udara setelah beberapa hari. Mobilisasi Mobilisasi segera tahap demi tahap sangat berguna untuk membantu jalan-jalannya penyembuhan penderita. Secara psikologis hal ini memberikan pula kepercayaan pada si sakit bahwa ia mulai sembuh. agar jangan terjadi hipertemia. Perubahan gerakan dan posisi yang harus di terangkan kepada Perawatan Luka Page 3 . segera pindahkan ke unit kamar darurat(intensive care unit) Pemberian cairan 24 jam pertama penderita Puasa Pasca Operasi (PPO). Sebagai luka sembuh dan tertutup baik. Komplikasi luka insisi : a. kemajian mobilisasi bergantung pula pada jenis-jenis operasi yang di lakukan oleh komlikasi yang mungkin di jumpai.

jadi mobilisasi secara teratur dan bertahap serta di ikuti dengan istirahat adalah yang paling di anjurkan. Sebagai pedoman umum kira-kira sebagai berikut :  Sebelum melakukan uji biakan (culture test) dan uji kepekaan (sensitive test). Pemberian obat-obatan : Antibiotik.penderita atau keluarga yang menunggunya. Apabila terjadi distansi abdomen. prostigmin. Untuk mencegah perut kembung dan untuk memperlancar kerja saluran pencernaan dapat diberikan obat-obatan secara subkutan dan peroral. yang ditandai dengan adanya perut kembung dan meteorimus.  Setelah hasil uji-makan dan uji kepekaan di terima. bahkan dalam satu institutepun masing-masing dokter mempunyai cara dan pemilihan yang berlainan. diantaranya : plasil.  Obat-obat pencegah perut kembung. Mobilisasi berguna untuk mencegah terjadinya trombisis dam emboli sebaiknya. berikan obat dengan berpedoman dengan misi uji laboratorium tersebut dengan cara seperti diatas  Posisi obat harus tepat dan akurat serta bersifat spektrum luas (Groad – Spektrum). 36 jam pasca bedah.kemoterapi dan antiflamasi Cara pemilihan dan pemberian anti biotika sangat berbeda-beda disetiap institut. Pilihan antibiotika. perim peran. dilakukan dekompresi dengan pemasangan pita rektal dan pita hasal. Perawatan Luka Page 4 . dan sebagainya. pilihan antibiotika. Boleh juga diberikan supporitoria bisa codyl. bila terlalau dini melakukan mobilisasi dapat mempengaruhi penyembuhan operasi. Pembunuh kuman gram negative sebagai obat peroral atau sebaliknya.

Bengkok 6. Bak instrument dan handscoon 5. Prosedur Kerja 1. Buka plester dan kasa dengan menggunakan pinset. 7. 8. Peralatan dan Perlengkapan 1. Olesi plester dengan kapas alcohol. Pasang sampiran 4. buang dalam bengkok 10. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. agar mudah dan tidak sakit saat plester dibuka. Larutan Nacl 0.D. Pinset anatomi 2. Beritahu pasien tindakan yang akan dilakukan 2. Atur posisi pasien senyaman mungkin. Troli 9. 3. Perlak 11. 9.9 % 12. Kapas alcohol 14. Peralatan cuci tangan E. 5. Pakai sarung tangan (handscoon). Kaji luka (tekan daerah sekitar luka. Kapas sublimar 4. Perawatan Luka Page 5 . Gunting dan plester 3. Tempat tidur 10. 6. Betadin 13. Siapkan bahan dan alat secara ergonomis. lihat sudah kering atau basah. Pasang perlak dan pengalasnya dibawah daerah yang akan dilakukan perawatan. Waskom berisi larutan klorin 7. Kassa steril 8.

16. keringkan dengan handuk. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan. 12. Bereskan alat. 19. 17. Buang kasa yang telah digunakan kedalam bengkok. 14. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Perawatan Luka Page 6 . Berikan salep antiseptic.11. 13.5% selama 10 menit ). Lepas sarung tangan (masukkan kedalam Waskom berisi larutan klorin 0. Keringkan luka dengan menggunakan kassa yang baru. Tutup luka dengan kassa dan memasang plester. 20. 18. Bersihkan luka dengan larutan antiseptic atau larutan gram faal. 15. Rapikan pasien.

2008. S. Musrifasul Uliyah. KDPK Kebidanan . Rustam Mochtari ECG.SIT. PT. 2006 .Aiz Alimun Hidayat . Fitramanya. Yuni _ Kusumawati. 1998 Jakarta Perawatan Luka Page 7 .DAFTAR PUSTAKA KDPK. A. Salemba Medika Jakarta Sinopsis Obstetri Edisi 2. YOGYAKARTA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful