P. 1
Kpts 15-Lampiran V

Kpts 15-Lampiran V

|Views: 25|Likes:
Published by اكبر علي
h
h

More info:

Published by: اكبر علي on May 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

LAMPIRAN V KEPUTUSAN DIREKSI PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk.

NOMOR : 15/KPTS/2009 TANGGAL : 20 JANUARI 2009

METODE EVALUASI PENAWARAN
Hal-hal yang diatur dalam Metode Evaluasi Penawaran ini adalah hal-hal yang bersifat umum. Dalam kegiatan Pengadaan Barang/Jasa, maka Metode Evaluasi Penawaran yang akan digunakan disusun oleh Panitia Pengadaan dan disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa dengan ketentuan bahwa Metode Evaluasi Penawaran tersebut tidak bertentangan dengan sebagaimana yang dimaksud dalam Metode Evaluasi Penawaran ini.

1. KETENTUAN UMUM 1. Evaluasi Penawaran yang dilakukan meliputi Evaluasi Administrasi, Evaluasi Teknis, dan Evaluasi Harga sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan; 2. Koreksi Aritmatik Koreksi aritmatik dilakukan terhadap Penawaran yang memenuhi syarat. Koreksi Aritmatik dilakukan sebagai berikut : a. Kuantitas pekerjaan disesuaikan dengan Daftar Kuantitas dan Harga yang terdapat dalam Dokumen pengadaan; b. Kesalahan hasil perkalian kuantitas pekerjaan dengan harga satuan dibetulkan, tetapi harga satuan dimaksud tidak boleh dirubah; c. Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan/harga satuan kosong dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan lain, dan harga satuan kosong dimaksud tetap dibiarkan kosong; d. Hasil Koreksi Aritmatik dapat merubah nilai dan atau urutan Penawaran. 3. Harga Penawaran setelah Koreksi Aritmatik yang nilainya lebih tinggi dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dinyatakan GUGUR; 4. Penilaian Kewajaran Harga a. Jika harga satuan > 110% dari harga satuan dalam Harga Perkiraan Sendiri, maka dilakukan klarifikasi. Bila setelah dilakukan klarifikasi ternyata harga satuan dimaksud dinyatakan sebagai harga satuan timpang, maka harga satuan timpang tersebut hanya berlaku untuk kuantitas awal; b. Jika Harga Penawaran < 80% dari Harga Perkiraan Sendiri, maka dianggap Harga Penawaran tersebut terlalu rendah dan dilakukan klarifikasi apakah Peserta tetap mampu melaksanakan pekerjaan tersebut seandainya menjadi Pemenang (dinyatakan dalam Berita Acara yang ditandatangani Panitia Pengadaan dan Peserta). Jika setelah dilakukan klarifikasi dan ternyata Peserta tetap menyatakan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut seandainya menjadi Pemenang (dinyatakan dalam Surat Pernyataan dengan meterai secukupnya dari Peserta), maka :

22/12/2008

LAMPIRAN V : 1 / 11

HSN/IWD

Peserta yang bersangkutan harus bersedia memberikan Jaminan Pelaksanaan sebesar sekurang-kurangnya sama dengan 5% (lima perseratus) dari Harga Perkiraan Sendiri; atau ii. Jika Peserta yang bersangkutan tidak bersedia memberikan Jaminan Pelaksanaan dimaksud butir (i) di atas, maka : 1) Penawaran dinyatakan GUGUR; dan 2) Jaminan Penawaran disita dan menjadi hak Pengguna Barang/Jasa; dan 3) Peserta dimasukan dalam Daftar Hitam selama 2 (dua) tahun dan tidak boleh mengikuti pengadaan barang/jasa di lingkungan Perusahaan untuk 2 (dua) tahun berikutnya. c. Pada mata pembayaran yang tidak diberi harga satuan/harga satuan kosong dilakukan klarifikasi bahwa pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan dengan dianggap harga satuannya sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan lain. 5. Penawaran memenuhi syarat bila sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. Penyimpangan yang bersifat penting/ pokok atau penawaran bersyarat adalah : a. Jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja pekerjaan; dan atau b. Substansi kegiatan tidak konsisten dengan Dokumen Pengadaan; dan atau c. Adanya persyaratan tambahan di luar ketentuan yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat/tidak adil dengan Peserta yang memenuhi syarat. 6. Penawaran Terendah yang memenuhi syarat adalah Penawaran yang setelah dilakukan Evaluasi Penawaran dinyatakan memenuhi syarat Evaluasi Administrasi, Evaluasi Teknis, dan Evaluasi Harga sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.

i.

2. PENGADAAN BARANG/JASA PEMBORONGAN/JASA LAIN 2.1. Sistem Evaluasi Penawaran

2.1.1. Sistem Evaluasi Biaya Terendah Sistem Evaluasi Biaya Terendah dapat digunakan pada Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lain untuk pekerjaan yang tidak kompleks. Tahap 1. Evaluasi Administrasi 1. Evaluasi Administrasi dilakukan terhadap kelengkapan syarat administrasi; 2. Unsur yang dievaluasi berdasarkan pada ketentuan yang telah ditetapkan;
22/12/2008

LAMPIRAN V : 2 / 11

HSN/IWD

3. Evaluasi Administrasi menghasilkan kesimpulan :  LULUS (memenuhi syarat); atau  GUGUR (tidak memenuhi syarat). Bagi Peserta yang GUGUR tidak dilakukan tahap Evaluasi Penawaran selanjutnya. Tahap 2. Evaluasi Teknis 1. Evaluasi Teknis dilakukan terhadap Penawaran yang LULUS Evaluasi Administrasi; 2. Unsur yang dievaluasi ditentukan sesuai keperluan dan diberi nilai tertentu sesuai dengan kebutuhannya. Jika diperlukan dapat dilakukan presentasi oleh Peserta Penawaran yang dievaluasi; 3. Ambang batas nilai minimal untuk Evaluasi Teknis adalah 60, atau dapat lebih dari 60 sesuai dengan kebutuhannya; 4. Hasil dari Evaluasi Teknis adalah :  LULUS jika nilai Evaluasi Teknis lebih dari atau sama dengan ambang batas nilai yang telah ditetapkan; atau  GUGUR jika nilai Evaluasi Teknis kurang dari ambang batas nilai yang telah ditetapkan. Bagi Peserta yang GUGUR tidak dilakukan tahap Evaluasi Penawaran selanjutnya Tahap 3. Evaluasi Harga 1. Evaluasi Harga dilakukan terhadap Penawaran yang LULUS Evaluasi Administrasi dan Evaluasi Teknis; 2. Evaluasi Harga dilakukan secara Koreksi Aritmatik dan Penilaian Kewajaran Harga; 3. Selanjutnya disusun Daftar Urutan Penawaran dimulai dari Harga Penawaran yang terendah. Peserta dengan Harga Penawaran terendah adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat I dan seterusnya. Jika terdapat terdapat Harga Penawaran yang sama, maka Peserta dengan nilai yang lebih tinggi dalam Evaluasi Teknis adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat lebih tinggi. Contoh : Daftar Urutan Penawaran (format dan isi tidak mengikat, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
No 1 2 3 Peserta Penawaran Peserta A Peserta B Peserta C Evaluasi Administrasi LULUS LULUS LULUS Evaluasi Harga Penawaran Teknis (Setelah Koreksi Aritmatik) Nilai Keterangan Rp. 70 LULUS 16.000.000.000 65 LULUS 16.000.000.000 70 LULUS 20.000.000.000 Peringkat I II III

2.1.2. Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya dapat digunakan pada Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lain yang memperhitungkan keunggulan teknis sepadan dengan harganya.
22/12/2008

LAMPIRAN V : 3 / 11

HSN/IWD

Tahap 1. Evaluasi Administrasi 1. Evaluasi Administrasi dilakukan terhadap kelengkapan syarat administrasi; 2. Unsur yang dievaluasi berdasarkan pada ketentuan yang telah ditetapkan; 3. Evaluasi Administrasi menghasilkan kesimpulan :  LULUS (memenuhi syarat); atau  GUGUR (tidak memenuhi syarat). Bagi Peserta yang GUGUR tidak dilakukan tahap Evaluasi Penawaran selanjutnya. Tahap 2. Evaluasi Teknis dan Evaluasi Harga 1. Evaluasi Teknis dan Evaluasi Harga dilakukan terhadap Penawaran yang LULUS Evaluasi Administrasi; 2. Dalam Evaluasi Teknis, unsur yang dievaluasi ditentukan sesuai keperluan dan diberi nilai tertentu sesuai dengan kebutuhannya. Jika diperlukan dapat dilakukan presentasi oleh Peserta Penawaran yang dievaluasi; 3. Evaluasi Harga dilakukan secara Koreksi Aritmatik dan Penilaian Kewajaran Harga. Harga Penawaran setelah Koreksi Aritmatik tersebut selanjutnya diberi nilai tertentu sesuai dengan kebutuhannya; 4. Bobot penilaian untuk Evaluasi Teknis dan Evaluasi Harga adalah sebagai berikut :  Evaluasi Teknis : 40%-60%  Harga Penawaran : 40%-60%  Total Bobot Penilaian : 100% 5. Ambang batas nilai minimal untuk Evaluasi Teknis adalah 60, atau dapat lebih dari 60 sesuai dengan kebutuhannya. Peserta dinyatakan LULUS Evaluasi Teknis jika nilai Evaluasi Teknis lebih dari atau sama dengan ambang batas nilai yang telah ditetapkan, dan dinyatakan GUGUR jika nilai Evaluasi Teknis kurang dari ambang batas nilai yang telah ditetapkan; 6. Pada Harga Penawaran tidak diperlukan ambang batas nilai minimal; 7. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi tersebut disusun Daftar Urutan Penawaran dimulai dari total nilai yang tertinggi berdasarkan hasil penjumlahan nilai Evaluasi Teknis dan Harga Penawaran. Peserta dengan total nilai tertinggi adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat I dan seterusnya. Jika terdapat total nilai tertinggi yang sama, maka Peserta dengan nilai yang lebih tinggi dalam Harga Penawaran adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat lebih tinggi. Contoh : Daftar Urutan Penawaran (format dan isi tidak mengikat, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
No 1 2 3 Peserta Penawaran Peserta A Peserta B Peserta C Evaluasi Administrasi LULUS LULUS LULUS Nilai Evaluasi Teknis Dan Evaluasi Harga Evaluasi Harga Penawaran Total Nilai Teknis (Setelah Koreksi Aritmatik) Bobot % Bobot % Bobot 100% 70 90 80 80 85 82,5 65 100 82,5 Peringkat III II I

22/12/2008

LAMPIRAN V : 4 / 11

HSN/IWD

2.1.3. Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis dapat digunakan pada Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lain yang dalam jangka waktu operasi tertentu memperhitungkan faktor Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis antara lain : 1. Harga Penawaran 2. Teknis 3. Umur Ekonomis 4. Biaya Operasi 5. Biaya Pemeliharaan 6. Faktor-faktor lainnya yang ditentukan sendiri sesuai jenis pekerjaannya Tahap 1. Evaluasi Administrasi 1. Evaluasi Administrasi dilakukan terhadap kelengkapan; 2. Unsur yang dievaluasi harus berdasarkan pada ketentuan dalam Dokumen Pengadaan 3. Evaluasi Administrasi menghasilkan kesimpulan :  LULUS (memenuhi syarat); atau  GUGUR (tidak memenuhi syarat). Bagi Peserta yang GUGUR tidak dilakukan tahap Evaluasi Penawaran selanjutnya. Tahap 2. Evaluasi terhadap Faktor Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis 1. Evaluasi dilakukan terhadap Penawaran yang LULUS Evaluasi Administrasi; 2. Unsur yang dievaluasi ditentukan sesuai keperluan dan diberi nilai tertentu sesuai dengan kebutuhannya. Jika diperlukan dapat dilakukan presentasi oleh Peserta Penawaran yang dievaluasi; 3. Evaluasi Harga dilakukan secara Koreksi Aritmatik dan Penilaian Kewajaran Harga. Harga Penawaran setelah Koreksi Aritmatik tersebut selanjutnya diberi nilai tertentu sesuai dengan kebutuhannya; 4. Bobot Penilaian untuk masing-masing Faktor Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis antara 15%-30% dengan total Bobot Penilaian 100%; 5. Ambang batas nilai minimal untuk Faktor Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis adalah 60, atau dapat lebih dari 60 sesuai dengan kebutuhannya. Pada faktor Harga Penawaran tidak diperlukan ambang batas nilai minimal. Peserta dinyatakan LULUS evaluasi jika nilai evaluasi lebih dari atau sama dengan ambang batas nilai yang telah ditetapkan, dan dinyatakan GUGUR jika nilai evaluasi kurang dari ambang batas nilai yang telah ditetapkan; 6. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi disusun Daftar Urutan Penawaran dimulai dari total nilai yang tertinggi berdasarkan hasil penjumlahan masingmasing nilai Faktor Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis. Peserta dengan total nilai tertinggi adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat I dan seterusnya, a. Jika terdapat total nilai tertinggi yang sama, maka Peserta dengan nilai yang lebih tinggi dalam faktor Harga Penawaran adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat lebih tinggi;
22/12/2008

LAMPIRAN V : 5 / 11

HSN/IWD

b. Selanjutnya jika masih saja terdapat nilai yang sama, maka dilihat nilai tertinggi dari faktor lain yang ditentukan sesuai kebutuhan untuk menentukan Peringkat yang lebih tinggi. Contoh : Daftar Urutan Penawaran (format dan isi tidak mengikat, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
Peserta Evaluasi Penawaran Administrasi Peserta A Peserta B Peserta C LULUS LULUS LULUS Nilai Faktor Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis Harga Penawaran Umur Biaya Biaya Total Teknis Ekonomis Operasi Pemeliharaan (Setelah Koreksi Nilai Peringkat Aritmatik) Bobot % 1 2 3 100 85 90 Bobot % 70 80 65 Bobot % 85 90 90 Bobot % 90 80 100 Bobot % 80 100 90 Bobot 100% 85 87 87 III II I

No

2.2.

Klarifikasi dan Negosiasi

Klarifikasi dan Negosiasi dilakukan untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lain dengan metode Pemilihan Langsung dan Penunjukan Langsung 1. Klarifikasi dan Negosiasi dilakukan dari segi Teknis dan Harga untuk mendapatkan barang/jasa yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan; 2. Pada metode Pemilihan Langsung, maka Klarifikasi dan Negosiasi hanya dilakukan terhadap Peserta urutan Peringkat I sampai terjadi kesepakatan. Jika ternyata tidak terjadi kesepakatan dengan Peserta urutan Peringkat I, maka selanjutnya Klarifikasi dan Negosiasi sampai terjadi kesepakatan dapat dilakukan terhadap Peserta urutan Peringkat II. Jika ternyata tidak terjadi kesepakatan juga dengan Peserta urutan Peringkat II, maka dilakukan Klarifikasi dan Negosiasi yang terakhir sampai terjadi kesepakatan terhadap Peserta urutan Peringkat III; 3. Dalam Klarifikasi dan Negosiasi tidak boleh dihadiri oleh Peserta lain; 4. Untuk Kontrak Harga Satuan, Klarifikasi dan Negosiasi dilakukan terhadap harga satuan item-item pekerjaan yang lebih tinggi dari Harga Perkiraan Sendiri; 5. Untuk Kontrak Lumpsum, klarifikasi dan Negosiasi hanya dilakukan terhadap Harga Penawaran total;

3. PENGADAAN JASA KONSULTANSI Evaluasi Penawaran dilakukan terlebih dahulu terhadap Evaluasi Administrasi dan Evaluasi Teknis, setelah itu selanjutnya dilakukan Evaluasi Harga. 1. Evaluasi Administrasi 1. Evaluasi Administrasi dilakukan terhadap kelengkapan syarat administrasi; 2. Unsur yang dievaluasi berdasarkan pada ketentuan yang telah ditetapkan;
22/12/2008

LAMPIRAN V : 6 / 11

HSN/IWD

3. Evaluasi Administrasi menghasilkan kesimpulan :  LULUS (memenuhi syarat); atau  GUGUR (tidak memenuhi syarat). Bagi Peserta yang GUGUR tidak dilakukan tahap Evaluasi Penawaran selanjutnya 2. Evaluasi Teknis 1. Unsur Evaluasi Teknis yang dinilai adalah Pendekatan dan Metodologi, dan Tenaga Ahli dengan kriteria penilaian yang ditentukan sesuai keperluan dan diberi nilai tertentu sesuai dengan kebutuhannya. Jika diperlukan dapat dilakukan presentasi oleh Peserta Penawaran yang dievaluasi; 2. Rentang pembobotan masing-masing unsur Evaluasi Teknis adalah sebagai berikut :  Pendekatan dan Metodologi : 30%-50%  Tenaga Ahli : 50%-70%  Total Bobot Penilaian : 100% 3. Ambang batas nilai minimal untuk Evaluasi Teknis adalah 60, atau dapat lebih dari 60 sesuai dengan kebutuhannya. Peserta dinyatakan LULUS Evaluasi Teknis jika nilai Evaluasi Teknis lebih dari atau sama dengan ambang batas nilai yang telah ditetapkan, dan dinyatakan GUGUR jika nilai Evaluasi Teknis kurang dari ambang batas nilai yang telah ditetapkan. Bagi Peserta yang GUGUR tidak dilakukan tahap Evaluasi Penawaran selanjutnya; 4. Selanjutnya berdasarkan hasil Evaluasi Teknis kemudian disusun Daftar Urutan Peringkat Teknis dan diumumkan kepada Peserta. Peserta dengan total nilai tertinggi adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat Teknis I dan seterusnya. Jika terdapat total nilai tertinggi yang sama, maka Peserta dengan nilai yang lebih tinggi dalam Tenaga Ahli adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat Teknis lebih tinggi. Contoh : Daftar Urutan Peringkat Teknis (format dan isi tidak mengikat, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
No 1 2 3 4 Peserta Penawaran Peserta A Peserta B Peserta C Dan seterusnya terhadap Peserta yang LULUS Evaluasi Teknis Evaluasi Administrasi LULUS LULUS LULUS LULUS EvaluasiTeknis Pendekatan Peringkat dan Tenaga Ahli Total Nilai Teknis Metodologi Bobot % Bobot % Bobot 100% 70 90 80 III 80 85 82,5 I 85 80 82,5 II Urutan Nilai Nilai Total Nilai Peringkat

3. Evaluasi Harga Evaluasi harga dilakukan secara Koreksi Aritmatik dan Penilaian Kewajaran Harga

22/12/2008

LAMPIRAN V : 7 / 11

HSN/IWD

3.1.

Sistem Evaluasi Penawaran

3.1.1. Sistem Evaluasi Biaya Terendah Sistem Evaluasi Biaya Terendah dapat digunakan pada Pengadaan Jasa Konsultansi untuk pekerjaan yang tidak kompleks. Tahapan Evaluasi : 1. Evaluasi Administrasi; 2. Evaluasi Teknis terhadap Peserta yang LULUS Evaluasi Administrasi; 3. Penyusunan Daftar Urutan Peringkat Teknis dan kemudian diumumkan kepada Peserta; 4. Evaluasi Harga dilakukan secara Koreksi Aritmatik dan Penilaian Kewajaran Harga; 5. Penyusunan Daftar Urutan Penawar dimulai dari Harga Penawaran yang terendah. Peserta dengan Harga Penawaran terendah adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat I dan seterusnya. Jika terdapat terdapat Harga Penawaran yang sama, maka Peserta dengan nilai yang lebih tinggi dalam Evaluasi Teknis adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat lebih tinggi; Contoh : Daftar Urutan Penawaran (format dan isi tidak mengikat, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
No 1 2 3 Peserta Penawaran Peserta A Peserta B Peserta C Evaluasi Administrasi LULUS LULUS LULUS Nilai Harga Penawaran Evaluasi Teknis (Setelah Koreksi Aritmatik) Nilai Keterangan Rp. 70 LULUS 16.000.000.000 65 LULUS 16.000.000.000 70 LULUS 20.000.000.000 Peringkat I II III

3.1.2. Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya Sistem Evaluasi Kualitas Teknis dan Biaya dapat digunakan pada Pengadaan Jasa Konsultansi yang memperhitungkan keunggulan teknis sepadan dengan harganya. Tahapan Evaluasi : 1. Evaluasi Administrasi; 2. Evaluasi Teknis terhadap Peserta yang LULUS Evaluasi Administrasi; 3. Penyusunan Daftar Urutan Peringkat Teknis dan kemudian diumumkan kepada Peserta; 4. Evaluasi Harga secara Koreksi Aritmatik dan Penilaian Kewajaran Harga dilakukan terhadap Peserta yang LULUS Evaluasi Teknis. Harga Penawaran setelah Koreksi Aritmatik tersebut selanjutnya diberi nilai tertentu sesuai dengan kebutuhannya; 5. Bobot penilaian untuk Evaluasi Teknis dan Harga adalah sebagai berikut : - Evaluasi Teknis : 50%-70% - Harga Penawaran : 30%-50% - Total Bobot Penilaian : 100%
22/12/2008

LAMPIRAN V : 8 / 11

HSN/IWD

6. Penyusunan Daftar Urutan Penawaran dimulai dari total nilai yang tertinggi berdasarkan hasil penjumlahan nilai Evaluasi Teknis dan Harga Penawaran. Peserta dengan total nilai tertinggi adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat I dan seterusnya. Jika terdapat total nilai tertinggi yang sama, maka Peserta dengan nilai yang lebih tinggi dalam Harga Penawaran adalah Peserta yang mempunyai urutan Peringkat lebih tinggi. Contoh : Daftar Urutan Penawaran (format dan isi tidak mengikat, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
No 1 2 3 Peserta Penawaran Peserta A Peserta B Peserta C Evaluasi Administrasi LULUS LULUS LULUS Nilai Evaluasi Teknis Dan Evaluasi Harga Evaluasi Evaluasi Harga Total Nilai Peringkat Teknis (Setelah Koreksi Aritmatik) Bobot % Bobot % Bobot 100% 70 90 80 III 65 100 82,5 I 80 85 82,5 II

3.2.

Klarifikasi Dan Negosiasi

Klarifikasi dan Negosiasi dilakukan untuk Pengadaan Jasa Konsultansi dengan metode Seleksi Langsung dan Penunjukan Langsung 1. Klarifikasi dan Negosiasi dilakukan dari segi Teknis dan Harga untuk mendapatkan barang/jasa yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan; 2. Pada metode Seleksi Langsung, maka Klarifikasi dan Negosiasi hanya dilakukan terhadap Peserta urutan Peringkat I sampai terjadi kesepakatan. Jika ternyata tidak terjadi kesepakatan dengan Peserta urutan Peringkat I, maka selanjutnya Klarifikasi dan Negosiasi sampai terjadi kesepakatan dapat dilakukan terhadap Peserta urutan Peringkat II. Jika ternyata tidak terjadi kesepakatan juga dengan Peserta urutan Peringkat II, maka dilakukan Klarifikasi dan Negosiasi yang terakhir sampai terjadi kesepakatan terhadap Peserta urutan Peringkat III; 3. Dalam Klarifikasi dan Negosiasi tidak boleh dihadiri oleh Peserta lain; 4. Untuk kontrak Harga Satuan, Klarifikasi dan Negosiasi dilakukan terhadap Harga Satuan item-item pekerjaan yang lebih tinggi dari Harga Perkiraan Sendiri; 5. Untuk kontrak Lumpsum, klarifikasi dan negosiasi hanya dilakukan terhadap Harga Penawaran total; 6. Setelah terjadi kesepakatan Klarifikasi dan Negosiasi, maka Peserta yang bersangkutan diusulkan untuk menjadi Calon Pemenang.

22/12/2008

LAMPIRAN V : 9 / 11

HSN/IWD

4. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN Metode Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perorangan adalah sama dengan Metode Evaluasi Penawaran Jasa konsultansi, kecuali : 1. Evaluasi Teknis Rentang pembobotan masing-masing unsur adalah sebagai berikut :  Pendekatan dan Metodologi : 20%  Tenaga Ahli/Tenaga Inti : 80%  Total Bobot Penilaian : 100% Dalam Evaluasi Teknis, wajib dilakukan presentasi oleh Peserta Penawaran yang dievaluasi 2. Sistem Evaluasi Penawaran hanya dapat menggunakan Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya.

22/12/2008

LAMPIRAN V : 10 / 11

HSN/IWD

Lampiran V dalam keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Tanggal

: Jakarta :

DIREKSI PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk.

Ir. FRANS S. SUNITO Direktur Utama

22/12/2008

LAMPIRAN V : 11 / 11

TIA/HSN/THN/IWD

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->