MAKALAH PEMBANGKIT LISRIK TENAGA UAP

Oleh

IRHAS MUFTI FIRDAUS YULIA REZKY SAFITRI HARDIANA MUH SYIFAI PIRMAN

321 11 030 321 11 078 321 11 046 321 11 034

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 2013
1

B.PLTU pada umumnya menggunakan bahan bakar minyak dan batubara. 2 . PLTU batubara lebih cocok dipakai pada wilayah yang memiliki kandungan batubara yang banyak seperti daerah sumatera. maka upaya lebih menggiatkan penggunaan energi alternatif non-BBM di Indonesia di sektor pembangkitan listrik tidak dapat ditawar-tawar lagi. Pengertian PLTU PLTU adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap. sehingga akan menghasilkan energi listrik. Pembangkit ini memiliki alat pembakaran yang dinamakan dengan Boiler sehingga dihasilkan uap panas kering (steam) yang akan digunakan untuk memutar sudu-sudu turbin. agar masyarakat tidak terancam ketahanan ekonomi dan keamanannya. Indonesia harus meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi primer yang cadangannya lebih besar seperti gas dan batu bara.PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) A. Latar Belakang Berdirinya PLTU Padamnya listrik di suatu daerah merupakan pertanda bahwa pasokan listrik dalam sistem interkoneksi sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan industri yang terus meningkat yang diakibatkan gangguan dan penurunan produksi listrik dari beberapa pembangkit listrik besar sepanjang 2007 sampai sekarang yang masih terkonsentrasi di wilayah Jawa-Bali yang menyerap sekitar 77% kebutuhan listrik. Seperti yang kita ketahui bahwa generator berfungsi untuk mengubah energi mekanik (poros turbin yang berputar) menjadi energi listrik yang nantinya akan disalurkan ke gardu induk melalui transformator. Pemanfaatannya bisa dimulai dari skala kecil mulai dari listrik pedesaan. khususnya di luar Jawa. Ditambah dengan harga BBM yang melonjak. Sudu-sudu turbin yang berputar akan memutar poros turbin yang terhubung langsung dengan poros generator. Hal ini dapat dilakukan oleh pihak swasta dan PLN dengan pola kemitraan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan dana. Peran minyak dunia memang akan digantikan oleh energi baru dan terbarukan sedangkan peran gas dan batu bararelatif stabil. PLTU yang menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya memiliki gas buang yang relatif bersih dibandingkan dengan PLTU yang menggunakan batubara. Pemanfaatan energi alternatif untuk pembangkit listrik layak secara teknis dan ekonomis.

Inilah mesin awal dengan kumparan yang berputar didalam medan magnet. generator 20 MW yang berputar pada 3000 rpm beroperasi. Kini rancangan semua mesin listrik adalah didasarkan pada bukti nyata tersebut. setelah sebelas tahun melakukan percobaan. tetapi ternyata bahwa semakin besar output yang diinginkan akan lebih mudah mengalirkan arus listrik pada medan magnet berputar didalam kumparan yang diam atau stator. bahwa bila kumparan atau penghantar memotong medan magnet yang berubahubah akan terinduksi suatu tegangan listrik padanya. tetapi tidak menghasilkan listrik sampai tahun 1888 ketika Nikola Tesla memperkenalkan sistem banyak fasa (poly phase) medan berputar.Sementara itu karena tuntutan permintaan kebutuhan rancangan unit pembangkit juga berkembang dan kapasitasnyapun meningkat sehingga dibentuk organisasi untuk mengoperasikan sistem transmisi interkoneksi yang disebut pusat penyaluran dan pengatur beban. Permintaan tenaga listrik tumbuh berkembang dan pembangkit kecil muncul di seluruh negeri. Michael Faraday dapat membuktikan prinsip pembangkitan listrik dengan induksi magnet. Hal ini memberikan keinginan untuk bergabung agar menjadi ekonomis. Rancangan mesin secara bertahap berkembang sehingga pada 1922. Pada tahun 1882 Sir Charles Parson mengembangkan Turbin generator AC pertama dan pada 1901 dibuat generator 3 fasa 1500 kW untuk pusat pembangkit Neptune di Tyne Inggris. Pada tahun 1878 generator pertama dibuat oleh Gramme.Kemudahan membangkitkan listrik secara induksi memunculkan perkembangan pembuatan dynamo dan pada tahun 1882 tersedia pasok listrik untuk publik di London. Sejarah PLTU Pada tahun 1831. Pasokan ini diperoleh dari generator DC yang digerakkan dengan mesin bolak balik (reciprocating) yang di catu dengan uap dari boiler pembakaran manual. Dengan peragaan dijelaskan.C. 3 .

D. Urutan sirkulasinya secara singkat adalah sebagai berikut : 1.Sekalipun siklus fluida kerjanya merupakan siklus tertutup. Prinsip Kerja PLTU PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. 4 . Untuk mengganti air yang hilang. Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler. Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan berulangulang.Putaran turbin digunakan untuk memutar generator yang dikopel langsung dengan turbin sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator. Pengurangan air ini disebabkan oleh kebocoran kebocoran baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar berubah kembali menjadi air. Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas. namun jumlah air dalam siklus akan mengalami pengurangan. Kedua. Kriteria air penambah (make up water) ini harus sama dengan air yang ada dalam siklus. uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran. 3. Ketiga. 2. generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan. Siklus tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. maka perlu adanya penambahan air kedalam siklus. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap.

Sesampainya di Ground Floor. Bisa dibayangkan Boiler ini seperti panci. tetapi panci berukuran raksasa.E. 5 . Dari dearator. sehingga air yang sudah didesalinasi tidak mengandung garam-garam. Air dari laut dipompa kemudian dialirkan melalui pipa dan masuk ke proses desalinasi. Setelah air keluar dari kondensor kemudian air dipompa menuju LP Heater. LP Heater adalah Low Pressure Heater. Daerator biasanya terletak di lantai atas PLTU. suhu air harus memenuhi suhu yang disyaratkan.fungsinya untuk memanaskan air supaya suhunya layak untuk dip roses di Daerator. Setelah dari Make Up water tank kemudian air dipompa menuju Demin Water Tank. Karena dengan meluncurnya air dari ketinggian membuat air menjadi bertekanan tinggi. air turun kembali ke Ground Floor. 2. Setelah air tidak mengandung garam maka air akan dipompa menuju tanki make up water tank.tapi bukan lantai yang paling atas. Dari demin water tank maka air akan dipompa kemudian melewati kondensor. 4. Skema Proses Kerja PLTU 1. Agar proses pelepasan ini berlangsung sempurna. Dalam proses ini air laut yang mengandung garam-garam maka akan dipisahkan garamnya.di dalam kondensor air yang berasal dari water demin tank kemudian akan bercampur dengan air yang berasal dari uap air sisa turbin. Karena itulah konstruksi PLTU membuat dearator berada di lantai atas dan BFP berada di lantai dasar. Oleh karena itulah selama perjalanan menuju Dearator. karena itu syarat agar uap yang dihasilkan juga bertekanan tinggi. air langsung dipompakan oleh Boiler Feed Pump / BFP (Pompa air pengisi) menuju Boiler atau tempat “memasak” air. 5. Air yang dipompakan ini adalah air yang bertekanan tinggi. 3. air mengalamai beberapa proses pemanasan oleh peralatan yang disebut LP (Low Pressure Heater).

gas sisa tersebut akan dibuang melalui cerobong asap. Putaran generator inilah yang akan menghasilkan perbedaan potensial listrik yang kemudian menghasilkan listrik. Dalam Super heater uap tersebut akan dihilangkan kadar airnya. Untuk membantu proses pemanasan digunakan juga FDF ( Force Draft Fan).dari sisa tersebut maka uap air akan dikondensasi oleh kondensor. Sebelumnya uap tersebut akan disimpan di dalam steam drum yang berfungsi sebagai penampungan uap air sebelum menuju super heater. Sebelum masuk boiler air mengalami beberapa proses pemanasan di HP (High Pressure) Heater. Setelah air masuk ke dalam Boiler maka air akan dipanaskan sampai terbentuk uap.Supaya uap tersebut bisa menggerakan turbin sehinngga uap akan dialirakan menuju Super Heater.sehingga uap tersebut benar-benar kering. Kemudian listrik akan ditampung dan kemudian akan disalurkan.maka uap tersebut masih berupa uap jenuh.sehigga pemanasan akan lebih optimum.karena poros-poros HP Turbin & LP Turbin terhubung ke Generator maka jika kedua turbin ikut berputar maka generator juga ikut berputar. 6 . 8.bahan bakar tersebut bisa berupa batu bara / minyak & gas. 11. Setelah itu uap dari Super heater akan mengalir menuju HP Turbin dan kemudian menggerakan turbin tersebut. Di dalam boiler juga terdapat economizer.economizer berfungsi untuk menyerap gas hasil pemanasan super heater yang akan digunakan untuk memanaskan air pengisi sebelum masuk ke main drum. Setelah itu barulah air masuk boiler untuk dilakukan pemanasan lebih lanjut. Untuk menguapkan air tersebut maka dibutuhkan Boiler.sehingga akan menjadi cair kembali dan akan digunakan kembali dan ada yang dibuang kembali ke laut. Setelah terbentuk uap.FDF akan menghisap udara luar.uap tersebut tidak akan kuat untuk menghasilkan turbin. Dari LP Turbin masih terdapat sedikit sisa uap. Setelah uap dari reheater maka uap akan menuju LP Heater dan menggeerakan turbin tersebut. 7. 9. Dari pemanasan tersebut akan terdapat sisa-sisa pembakaran yang berua gas. 10.6.udara tersebut kemudian dipanaskan dan udara tersebut akan disemprotkan di sekitar boiler.boiler tersebut untuk menghasilkan api menggunakan bahan bakar.setelah itu sisa uap akan kembali menuju reheater dalam boiler untuk kembali dipanaskan supaya uapnya kuat untuk menggerakkan LP Turbin.

Dapat dioperasikan dengan menggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat. sehingga dapat membantu mengatasi masalah kekurangan sumber energi listrik yang sedang terjadi. 7 . namun ada juga yang bersifat negatif. Kontinyuitas operasinya tinggi 5. Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasok listrik dari luar 3.F. gas). Kelemahan itu adalah : 1. Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi 3. 2. Usia pakai (life time) relatif lama Namun PLTU mempunyai beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan dalam memilih jenis pembangkit termal. Investasi awalnya mahal G. Mengurangi angka pengangguran. Dampak Pembangunan PLTU Pembangunan PLTU memiliki dampak tersendiri baik bagi lingkungan maupun bai lingkungan di lokasi PLTU tersebut dibangun. Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu 4. 2. Kelebihan dan Kekurangan PLTU Dibanding jenis pembangkit lainnya PLTU memiliki beberapa keunggulan. 4. 3. cair. Menambah sumber tenaga listrik baru. Membuka lahan pekerjaan baru bagi warga. Lokasi dibangunnya PLTU akan lebih berkembang dari sebelumnya. Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar 2. Keunggulan tersebut antara lain : 1. Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan 4. karena PLTU akan mempekerjakan warga di sekitar lokasi untuk menjadi karyawan. Dampak yang timbul akibat pembangunan PLTU ini ada yang bersifat positif. Dampak positif dari pembangunan PLTU diantaranya adalah sebagai berikut : 1.

meningkatnya angka pengangguran karena ketiadaan lahan pekerjaan. Pada umumnya mekanisme terjadi melalui oral (mulut). Biotik (B).Namun tidak hanya dampak positif yang timbul dari pembangunan PLTU. ketiga jenis lingkungan tersebut saling interaksi dan interdependensi satu dengan yang lain. Tahap pra konstruksi : pembukaan lahan. yang popular dengan daya dukung lingkungan. sehingga menurunkan daya dukung lingkungan. Dampak Terhadap Perairan : Perairan pada suatu wilayah terdiri dari materi dan energi untuk mendukung kehidupan. pernafasan atau iritasi melalui kulit. Kerugian terhadap kesehatan merupakan kerugian besar akibat kerusakan lingkungan. Adanya interaksi menyebabkan terjadinya dampak secara langsung yang dirasakan. pencemaran udara oleh semen yang digunakan untuk pembangunan bangunan PLTU. kasus penyakit pada masyarakat yang tinggi. dampak negatifnya juga timbul seiring pembangunan PLTU. Tahap konstruksi : kerusakan jalan akibat angkutan berat yang membawa alat dan bahan untuk membangun PLTU. ISPA. c. penyakit kulit. Bahan organik merupakan bahan yang dominan sebagai polutan. sedangkan terjadinya dampak secara langsung yang dirasakan. Tahap operasi : a. pencemaran akibat pembakaran lahan. sedangkan adanya interdependensi menyebabkan dampak secara tidak langsung. 3. 4. perairan yang telah tercemar. dan Cultur (C). Pasca operasi : lahan yang tidak bisa dipergunakan lagi. Kondisi tercemar terjadi bila perubahan tersebut menyebabkan badan air berubah dari peruntukannya. kecemburuan sosial antara pemilik lahan dengan masyarakat sekitar 2. Dampak Kerusakan Akibat Pencemaran Lingkungan : Dalam dampak terhadap lingkungan secara makro dapat dikelompokkan kedalam dampak terhadap lingkungan Abiotik (A). penurunan IQ akibat Pb atau logam berat lain. b. timbulnya permasalahan sosial di sekitar lokasi pembangunan PLTU. merupakan contoh penyakit yang terjadi akibat pencemaran lingkungan. 8 . Meningkatkan kasus diare. diantaranya adalah : 1. Dampak Terhadap Kesehatan :Dampak terhadap kesehatan terjadi akibat perubahan kualitas lingkungan. Polutan merupakan materi dan energi asing yang memasuki badan air.

Upaya Pengendalian Dampak Hasil kajian menyimpulkan bahwa untuk mengantisipasi dan meminimalkan potensi dampak yang diakibatkan oleh pembangunan PLTU khususnya pada aspek lingkungan dan sosial. Undang-Undang. maka semua pihak terkait perlu memperhatikan dan memahami serta mematuhi peraturan dan kebijakan terkait baik berupa Regulasi. Peraturan Pemerintah. 9 . Berdasarkan kesimpulan kajian tersebut. konstruksi. benar dan penuh tanggung jawab. serta memiliki komitmen untuk melaksanakannya dengan baik. dan pasca konstruksi b) Adanya pedoman yang bersifat aplikatif yang dapat digunakan oleh semua pihak baik intern maupun ekstern PLN yang dijadikan sebagai acuan dalam setiap rencana dan pelaksanaan pembangunan pembangkit listrik c) Memasukkan penanganan dampak lingkungan dalam kinerja baik intern PLN maupun pihak-pihak lain terkait yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam pelaksanaan proyek (kontraktor maupun konsultan terkait) d) Adanya sosialisasi secara simultan mengenai rencana pra-konstruksi. dan paska konstruksi PLTU dan potensi dampak yang dimungkinkan timbul kepada segenap stake holders dan pihak-pihak terkait baik intern maupun ekstern PLN Adanya tim dan lialison officer yang profesional guna mengkomunikasikan rencana dan pelaksanaan pembangunan PLTU serta untuk menjembatani antar pihak manakala terjadi permasalahan baik itu dikarenakan oleh kesenjangan komunikasi atau hal lain sehingga menyebabkan terjadinya konflik. maka rekomendasi yans diajukan adalah: a) Rencana pengelolaan lingkungan yang bersifat komprehensif mulai pada tahap prakonstruksi.H. Hukum. dan lain sebagainya.

DAFTAR PUTAKA http://www.com/doc/120489556/makalah-pltu 10 .scribd.