LAMPIRAN: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 TAHUN 2013.

TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH.

URAIAN STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS PEMERINTAHAN I. Pendahuluan Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah secara normatif meliputi pengawasan administrasi umum pemerintahan dan pengawasan urusan pemerintahan. Pengawasan administrasi umum pemerintahan terdiri dari pengawasan kebijakan daerah, pengawasan kelembagaan, pengawasan pegawai daerah, pengawasan kebijakan keuangan daerah dan pengawasan barang daerah. Sedangkan pengawasan urusan pemerintahan di daerah meliputi pengawasan urusan wajib dan pengawasan urusan pilihan yang menjadi wewenang daerah serta pengawasan atas pelaksanaan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat. Sejalan dengan kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 telah menetapkan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Jabatan fungsional ini mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk membangun profesionalitas pejabat Pengawas Pemerintahan tersebut, perlu diatur standar kompetensi kerja khusus Pengawas Pemerintahan sebagai persyaratan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan di bidang pengawasan pemerintah. Standar Kompetensi ini memiliki kesetaraan dengan standar sejenis seperti yang berlaku di kalangan dunia usaha maupun standar di negara lain atau internasional. II. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Penyusunan standar kompetensi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, khususnya pada prosedur penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (SK3APDN). Untuk menentukan unit-unit kompetensi kerja Pengawas

-2-

Pemerintahan, didasarkan pada tugas-tugas yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Sedangkan pengembangan substansi masingmasing unit kompetensi mengacu pada regulasi teknis dan standar yang ada antara lain sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemer intah di Wilayah Provinsi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan Dalam Rangka Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Daerah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25Tahun 2007 tentang Pedoman Penangangan Pengaduan Masyarakat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 20. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawas Internal Pemerintah; 21. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah;

-3-

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 23. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi NomorPER/04/M.PAN/03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; 24. ISO 19011-2011 : Guidelines for Auditing Management Systems. A. Pemetaan Fungsi Kerja Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. Pemetaan fungsi kerja jabatan fungsional Pengawas Pemerintahan didasarkan pada ruang lingkup pekerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya,sebagai berikut: Fungsi Utama Pengawasan atas Pembinaan Pelaksanaaan Urusan Pemerintahan Fungsi Dasar Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis Penerapan NSPK Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah

Melaksanakan Pengawasan Administrasi Umum Melaksanakan Pengawasan Substantif Urusan Pemerintahan Melaksanakan Pengawasan atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan Pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melaksanakan Pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah

Renstra SKPD.BIN. RKPD.WAS.005. Renja SKPD.02.01 FPP.01 FPP.02.02.01 FPP.004.01.WAS. Renstra SKPD.01 FPP. Renja SKPD.01 FPP. Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.01 FPP.WAS.001.01.01. RKPD.BIN. maka Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan adalah: Kode Unit FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan FPP.WAS.002.01 FPP.02.006.008.02.02.007.BIN.01 FPP.01 .010.A di atas.009.01.003.BIN.BIN.WAS.011. Berdasarkan peta fungsi kerja pada butir 1.01 FPP.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01.-4- Fungsi Utama Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom daerah Fungsi Dasar Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Evaluasi Daerah Melakukan Evaluasi DOB provinsi Otonom Baru (DOB) Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Evaluasi Kecamatan Evaluasi Kecamatan dan Pemerintahan Evaluasi Pemerintahan Desa Desa Evaluasi Laporan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Akuntabilitas Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Menyiapkan Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan B.WAS.

033.WAS.02.01 FPP.01 FPP.WAS.024.02.WAS.01 FPP.02.012.00.01 FPP.WAS.031. terdapat unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemerintahan dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Umum.02.WAS. yaitu : Kode Unit FPP.02.01 FPP.WAS.02.025.01 FPP.00.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB provinsi Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Melakukan Evaluasi kecamatan Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Dari Peta Kompetensi di atas.00.00.01 FPP.023.00.02.01 FPP.WAS.01 Judul Unit Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan .028.01 FPP.029.WAS.01 FPP.WAS.034.030.00.WAS.015.01 FPP.00.WAS.030.WAS.WAS.01 FPP.031.WAS.02.01 FPP.WAS.013.019.02.026.-5- Kode Unit FPP.02.018.014.WAS.02.01 FPP.02.01 FPP.WAS.WAS.01 FPP.021.WAS.02.WAS.029.027.WAS.WAS.01 FPP.022.02.01 FPP.01 FPP.020.00.016.017.WAS.01 FPP.01 FPP.02.WAS.WAS.01 FPP.00.02.01 FPP.032.01 FPP.WAS.02.

WAS.02.033.019.01 FPP.023.01 FPP.WAS.007.01 FPP. dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Inti.BIN.01 FPP.032.WAS. RKPD.BIN.WAS.013.010.012.018.00.01 FPP.020. Renja SKPD.BIN.003.01.02.02.01.02.WAS.01 FPP.01 FPP.02.WAS.02.WAS.002.BIN.01 FPP.01 FPP.01 FPP.01 FPP.01 FPP.01 FPP.WAS.02.01 FPP. Renstra SKPD.014.01 FPP.WAS.02.009.00.01.WAS.022.WAS.008.01 FPP. Renstra SKPD.02.WAS.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP.01 FPP.WAS.01 FPP.01.WAS.01 FPP. Renja SKPD.WAS.034.01.WAS.02.01 .01 FPP.BIN.016.02.02.WAS.-6- Kode Unit FPP.011. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/kota Melakukan Evaluasi Kecamatan FPP.02.021.017.01 FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.02.WAS.024.004.006. RKPD.00.005.02.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Sedangkan unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan untuk dapat melaksanakan penugasan yang sifatnya pengawasan teknis urusan pemerintahan di daerah.01 FPP.001.02.015.WAS.WAS.02.WAS.02.02.01 FPP. yaitu: Kode Unit FPP.WAS.

02. identifikasi dan pengawasan . Melaksanakan Ekspose Hasil Pengawasan Pemerintahan FPP.026.033. sub bidang perhubungan darat pada bidang perhubungan h. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. sub bidang SDM Kesehatan. sub bidang pembinaan pelatihan dan produktifitas tenaga kerja. Melaksanakan Pengawasan administrasi umum aspek Kemampuan Kelembagaan FPP.02. f.028. sub bidang Kebijakan sarana dan prasarana pada bidang pendidikan c.027. sebagai berikut: a.WAS.02.WAS. sub bidang persandian pada bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum bidang Masyarakat dan desa b.WAS.025. A.WAS.032.WAS.02. sub bidang Pos dan telekomunikasi pada bidang Komunikasi dan Informatika i.01 1.WAS.02. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Pertama.WAS.01 FPP.WAS.WAS. pembinaan dan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan pengelolaan umum pada bidang ketenagakerjaan. obat danperbekalan serta pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan d. Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan B.00.01 FPP.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Rincian unit kompetensi yang harus dikuasai pada masing-masing jenjang Pengawas Pemerintahan adalah sebagai berikut: 1.01 2.00. sub bidang pembinaan bidang sosial.01 2.034. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.02. Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan FPP.01 1. Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan FPP.01 FPP.00.006.00. Melaksanakan pengawasan urusan wajib. Standar Kompetensi Inti Kode Unit Unit Kompetensi FPP.01 3.WAS.029. sub bidang kepemudaan dan olahraga pada bidang Kepemudaan dan olahraga e.01 4. sub bidang pengelolaan umum pada bidang ketahanan pangan g.-7- Kode Unit FPP.010.

Sub bidang kelautan. pemanfaatan hasil hutan pada hutan produksi. pemanfaatan kawasan hutan pada hutan lindung. penerimaan Negara bukan pajak bidang kehutanan. pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. taman nasional. lingkunga hidup. rencana pengelolaan jangka pendek cakar alam. sarana dan prasarana dan data industri pada .01 3. pelaksanaan program/ kegiatan bidang sosial. sumber daya manusia. perlindungan hutan dan penebangan/penanaman/ pemungutan hasil hutan pada bidang kehutanan d. persampahan. sebagai berikut: a. pengelolaan taman hutan raya. pengelolaan DAS. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. Sub bidang inventarisasi hutan. penyuluhan dan pengendalian pada bidang kelautan dan perikanan b. pemanfaatan kawasan hutan dan jasa lingkungan pada hutan produksi. suaka margasatwa.-8- Kode Unit Unit Kompetensi penyandang masalah kesejahteraan sosial. permukiman. air limbah. Sub bidang sumber daya air.011. Sub bidang tanaman pangan dan hortikultura. Sub bidang usaha industri. perlindungan usaha industri. pemasaran. penguasahaan pariwisata alam pada kawasan pelestarian alam. FPP. perbenihan tanaman hiasan. lembaga konservasi. tamana wisata dan taman buru.02. penataan batas luar areal kerja unit usaha pemanfaatan hutan produksi. industri pengelolaan hasil hutan. keprintisan kejuangan dan kesetiakawanan pada bidang sosial. areal buru dan kebun. pengembangan hutan hak dan aneka usaha kehutanan. pengelolaan pemasaran. bangunan gedung dan lingkungan pada pekerjaan umum. j.WAS. drainase. dan penguasaaan taman buru. air munum. penganugrahan tanda kehormatan dan nilai-nilai kepahlamwanan. perkebunan dan penunjang pada bidang pertanian c. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.

01 4. Sub bidang upaya kesehatan dan kebijakan pembiayaan kesehatan . Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat FPP.01 1.005. e. FPP. Renja SKPD. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah FPP.02.004.01 1.01 3.00.030. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil b. Sub bidang perangkat daerah pada Bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum c.BIN. pasar lelang pada bidang Perdagangan. Sub Bidang sosial budaya masyarakat pada bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan d.02. A.BIN. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. batubara.01 7.WAS. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Renstra SKPD. Renja SKPD.001.01 2. Menganalisis teknis penerapan SPM FPP. Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa 2. Menganalisis pengelolaan SDM FPP.WAS.014. RKPD.003.WAS.01.01 6.007. panas bumi dan air tawar pada bidang energi dan sumber daya mineral. Renstra SKPD. RKPD.01.002.01 5. f. alternatif pembiayaan sistem resi gudang.WAS.BIN.02.BIN. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 4. Memverifikasi Program Pengawasan Pemerintahan kerja B.01. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD FPP. Standar Kompetensi Inti.010.-9- Kode Unit Unit Kompetensi bidang perindustran. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Muda.01. Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Sub bidang metrologi legal dan perdagangan berjangka komoditi. Sub bidang mineral.BIN.01. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) FPP. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Melaksanakan Pengawasan urusan wajib. sebagai berikut: a. Sub bidang kebijakan pembiayaan dan pendidikan serta tenaga kependidikan pada bidang Pendidikan e.

008. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/Instansi Pemerintah 11. sarana dan prasarana dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial pada bidang Sosial k. Sub bidang peternakan dan kesehatan hewan pada bidang Pertanian c.025. Bidang Kehutanan d.027.02. perikanan budidaya pada bidang Kelautan dan perikanan b. sebagai berikut: a.009.WAS. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Madya.02. ketenagakerjaan. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.02.WAS. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 10.01 FPP.10 - FPP. Standar Kompetensi Inti Kode unit Unit kompetensi FPP. Sub bidang geologi.02. pengawasan.WAS.01 FPP.01 pada bidang kesehatan. 9. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi 13.WAS.01 1.017.01 2.01 FPP.02.WAS. Sub bidang pembinaan ketenagakerjaan pada bidang ketenagakerjaan g. Sub bidang perkereta apian pada bidang perhubungan i.011.. Menganalisis pengelolaan Barang / Aset .02.031. Evaluasi Pemerintahan Desa 12.02. Sub bidang umum. pendidikan dan pelatihan pada bidang energy dan sumber daya mineral. perikanan tangkap.02. A.01 FPP.WAS. Sub bidang kerja sama. Sub bidang perdagangan dalam negeri bidang Perdagangan e. Melaksanakan Pengawasan urusan pilihan. Sub bidang kemananan pangan pada bidang ketahanan pangan h.015.00. Menilai PKPP B. Sub bidang sarana komunikasi dan diseminasi informasi pada bidang komunikasi dan informatika j.01 1.028.WAS.WAS. Standar Kompetensi Umum Kode unit Unit kompetensi FPP. f. Menganalisis Kebijakan Keuangan Daerah FPP.01 FPP. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota 3. Sub bidang perkotaan dan pedesaan serta jasa konstruksi pada Pekerjaan Umum 8.WAS.

. Sub bidang pengawasan dan pengendalian pada bidang Kelautan dan perikanan. Sub bidang perhubungan laut dan udara pada bidang Perhubungan j. Sub bidang kebijakan. h. pembinaan dan pengawasan.yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Bidang Kehutanan c. pembinaan SDM. perencanaan sosial.01 3. Sub bidang Bina Marga dan Penataan ruang pada bidang Pekerjaan Umum. Sub Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam Pengelolaan SDA dan TTG pada bidang Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan. sebagai berikut: a. Sub bidang kebijakan bidang sosial. Sub bidang otonomi daerah.011. Sub bidang penguatan kelembagaan pada bidang Pemberdayaan Masyarkat dan Desa d.WAS.02. c. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. pengendalian mutu pendidikan pada bidang Pendidikan. Pengembangan dan pendayagunaan PSKS dan pembinaan tenaga fungsional Pekerja Sosial pada bidang Sosial k. kurikulum.11 - Kode unit Unit kompetensi Daerah FPP.02.WAS.010.01 4. b. Sub bidang perencanaan dan program. e. kebijakan administrasi keuangan daerah. Sub bidang manajemen kesehatan pada bidang Kesehatan g. perencanaan. Melaksanakan pengawasan urusan wajib. Sub bidang kebijakan dan standar. Sub bidang ketahanan pangan dalam bidang Ketahanan Pangan i. Bidang kesatuan bangsa dan politik luar negeri b. f. pada bidang otda dan pemerintahan umum. sebagai berikut: a. pemerintahan umum. FPP. standarisasi dan pengawasan industri pada bidang perindustrian . penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dan pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Bidang Ketenagakerjaan. yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan.

01 FPP.01. Renja SKPD. Renstra SKPD. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan provinsi 10. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan Kabupaten /Kota 13.02.01 FPP.WAS.01 FPP. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas C.BIN.WAS. kerja sama perdagangan internasional dan pengembangan ekspor nasional pada bidang perdagangan e. keterampilan.02. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah 9.026.01 FPP.WAS. Renstra SKPD.02. Melakukan evaluasi DOB provinsi 14.. Melakukan Evaluasi Rancangan Kebijakan Daaerah (Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah) 6. RKPD.WAS.WAS.WAS.01 FPP.021.020.WAS. 1.014. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.WAS.WAS.02.01 FPP. Sub bidang perdagangan luar negeri. RKPD.019.022.018.02. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan Kabupaten / kota 11.01 FPP. RKPD.012. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekon dan TP 8.02. DAFTAR UNIT KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PEMERINTAHAN.024. perencanaan.01 FPP. Sub bidang kebijakan.12 - Kode unit FPP.02.02. Melakukan evaluasi DOB Kabupaten/ kota 15.023.02.001. Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah 7.WAS.013. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Kode Unit FPP.01 Unit kompetensi d.WAS.02.01 FPP. Renstra SKPD.01 FPP. Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Renja SKPD. Renja SKPD. 5.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. pembinaan dan pengawasan pada bidang Transmigrasi. Melakukan Evaluasi Pemerintahan kecamatan 16. dan sikap kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.02. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan provinsi 12.02. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).01 FPP.016. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja .WAS.

Data dan informasi yang kurang tepat analisis. Kesesuaian antara dokumen data dan pencapaian informasi dengan kriteria pelaksanaan SPM/NSPK dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. rencana 3. 2.13 - 1. 4. Hasil klarifikasi dengan SKPD penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.4 Kriteria pencapaian SPM/NSPK dalam dokumen perencanaan kegiatan dan keuangan daerah disusun sesuai dengan SPM/ NSPK yang akan dianalisis. 3. rencana 4.6 Tiap-tiap kemungkinan akibat diuji dan dianalisis. Kreteria pelaksanaan kegiatan Pengujian atas data ditentukan dan disepakati dengan dan informasi SKPD penanggungjawab kegiatan.3. Mengakses data 2. 1.1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis.3 SPM/NSPK yang akan dianalisis diakses dan dipelajari. Dokumen perencanaan Daerah berupa dan informasi RPJMD. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan SKPD penanggung jawab pekerjaan.7 Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut akibat temuan.3.2. 4. .4. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan sesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP.1. Mempersiapan pelaksanaan pengawasan 1.2. Kemungkinan penyebab terjadinya temuan kondisi temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis. 1.3. hasilnya dicatat dalam SPM/NSPK KKP. RKPD.1. dan Renja tentang SPM/ NSPK SKPD. yang akan di 2. 4.4. 1.. 4. Renstra. 2. hasilnya dicatat dalam KKP.1 PKPP diakses dan dipelajari. 3. 4. Mengembangkan 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. diklarifikasi. Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab temuan. dll diakses dan dipelajari. Melakukan 3. 3. diminta penjelasan dandiminta lagi tambahanya.2. Tiap-tiap kemungkinan penyebab diuji pencapaian dan dinalisis.

mengembangkan temuan pengawasan.1. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Renja SKPD. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu. 4.3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. sebab akibat pengawasan pada KKP diringkas supaya mudah rencana dipahami dan dikonsultasikan dengan pencapaian pimpinan unit kerja dan dicatat dalam SPM/NSPK KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan.14 - perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Atribut kondisi. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. 5.9 Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan SKPD penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKP. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. kreteria. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada.2. menulis temuan pengawasan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 5. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. 5. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Menulis temuan 5. mengakses data dan informasi pengawasan.. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. 4.8 Rekomendasi . Renstra SKPD. RKPD.

2.4. 3. target dan pagunya. 2. 3. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Ruangan kerja. c. KUA-PPAS dan RKA-SKPD terkait program/kegiatan dan pengintegrasian SPM. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah sebagai berikut: 3. b. target-target masing-masing SKPD pengampu SPM apakah sudah tercantum dan sesuai dengan indikator SPM. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. apakah terdapat program-program SKPD pengampu SPM. belanja. Pemda menyampaikan RKPD dan KUA ke DPRD untuk .. Renstra dan Renja SKPD. RKPD (seluruh program kegiatan bagi SKPD pengampu SPM sudah terangkum dalam dokumen ini) disini mengecek apakah indikator SPM dari masing-masing SKPD pengampu SPM sudah tertampung (di chek). d. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 2. Mempelajari dokumen rencana RPJMD. yang terdiri dari: a. apakah indikator SPM di dalam renstra SKPD sesuai tidak jumlah indikator.1. Lap top. RKPD. Cek di dalam tabel indikasi rencana program prioritas RPJMD.3. 2. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. 2.2. Form Kertas Kerja Pengawasan(KKP). Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Renja SKPD. Menguji target pencapaian SPM dalam dokumen rencana.1.2. ATK.15 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun.5. Di dalam renstra SKPD melihat kegiatan dalam masingmasing renstra SKPD pengampu SPM. Literatur terkait. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. e.

4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. f.2. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4.14. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui . Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4.8. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.15.4. Peraturan Menpan PER/04/M.7. Penjelasan Prosedur Penilaian 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tata Cara Penyusunan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4.1.6.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).3 Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.13. Langkah terakhir adalah memastikan target-target pencapaian SPM tercantum sebagai kegiatan dalam Program RKA-SKPD. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 4.16 - ditetapkan menjadi PPAS harus sejalan (melakukan pengecekan kesesuaian KUA PPAS dengan target-target pencapaian SPM di RKPD. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. 4.11.1.. 4.10. 4. 4. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

5. 1. Cermat/teliti. 3. 3. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP). 5.5.1. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. mengakses data dan informasi pengawasan. dan dapat dipertanggungjawabkan. 3.2.) dan dokumen SKPD (Renstra dan Renja) serta dokumen anggaran (KUA dan PPAS serta RKA-SKPD). Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2.6. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap.2. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Memahami prinsip pengendalian dan evaluasi terhadap dokumen rencana RPJPD. 4.6. 3. RPJMD. Rensra SKPD dan Renja SKPD terhadap pengendalian kebijakan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. Integritas.4. Memahami Standar Pengawasan peme. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. 4. 4. 5.3.5. Kompetensi yang dipersyaratkan Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan.3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil. Memahami indikator kinerja target capain SPM. akurat. 5. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan pemerintahan.4. lengkap dan akurat. Kode Etik APIP.4. 4. RKPD. 4. RPJMD. 3. 5. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan.2. Obyektif. menulis temuan pengawasan.17 - demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.. Aspek Kritis 6. Santun. Berorientasi hasil.1.2. mengembangkan temuan pengawasan. 3. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. . 6.6.5.1. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan target pencapaian SPM. 4. Memahami tatacara penyusunan dokumen perencanaan pembangunan di daerah (RPJPD. Kode Etik APIP. RKPD.3.1. Independen.

Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan pemerintahan diakses dan ditentukan. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Kode Etik APIP. 2.01 Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.01.1. . PKPP diakses dan dipelajari. Data dan informasi tentang penerapan NSPKdianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasandan hasilnya dicatat di lembar KKP.2.3. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan APIP. Data dan informasi tentang penerapan NSPK diakses dan dipelajari. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. ElemenKompetensi 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.5. serta Ketua Tim tidak teliti.18 - 6. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 2. 6.BIN. 1. Entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akandilakukan diikuti.2. Dokumen NSPK yang akan diawasi diakses dan ditentukan. 6.002. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2.3. 1.3. 1.4. 2. Kriteria Unjuk kerja 1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.4. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.1.2. Mengakses Data penerapan NSPK.

Konsep temuan pengawasan dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep temuan pengawasan. 5. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. kreteria.3. 3. Hasil analisis NSPK diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Kreteria keabsahan Data penerapan NSPK. 4. 5.4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai. serta hasilnya dicatat dalam KKP.2. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Menulis temuan pengawasanpenera pan NSPK. 4.2. 4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Atribut kondisi.3. . Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria NSPKserta implementasinya. 5.1.19 - 3. 3. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.2. serta dicatat dalam KKP.1. 5.1. 5. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep temuan pengawasan. 3. 5.5.

Menulis temuan pengawasanpenerapan NSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP) penerapan NSPK.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan diringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.. NSPK adalah berbagai ketentuan berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK sebagai dasar bagi Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan urusan yang menjadi kewenangannya.2. Renstra SKPD. 6. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. 6. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan . Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun.1. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Mengakses Data penerapan NSPK. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. RKPD. Renja SKPD. RKPD. Menyusun Pokok6.20 - 6. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. penerapan NSPK. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Renstra SKPD dan renja SKPD.Unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.3.

3. 2. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD.1. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Proses penyusunan target-target penerapan NSPK diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. belanja. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP.Mempelajari Kebijakan NSPK terkait.Menganalisa kesesuaian dengan NSPK terhadap penerapan urusan pemerintahan yang dituangkan ke dalam dokumen perencanaan daerah.21 - Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 2. 3.3. 3. 2. 2.1. Ruangan kerja. diinventarisasi dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.5. spidol.2. yang terdiri dari. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya. kertas.4. b. . Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. Form KertasKerja Pengawasan(KKP).Menganalisa dampak pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma.4. Lap top. c. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan NSPK yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional.. 3. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. standar.Menilai apakah setiap urusan pemerintahan yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah telah sesuai dengan NSPK yang ditetapkan oleh Pemerintah. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. NSPK masing-masing Urusan Pemerintahan yang diejahwantahkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses. penghapus. Database Pelayanan berdasarkan NSPK. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun.2. prosedur.White board/flip chart. a.3.

9. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai .14. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. 4. 4.2. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.1. 4.1. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. 4. 4.4.5. 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.22 - 4.7.13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. 4.8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Tata Cara Penyusunan.11.12. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Jo. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Peraturan Menpan PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4.10.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4.3. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Penjelasan Prosedur Penilaian: 2. Menulis temuan pengawasanNSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) penerapan NSPK. Mengakses Data penerapan NSPK. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.. 4. 4. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.

1.1.1. Memahami Standar Pengawasan APIP. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan NSPK.6.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Peemriksaan P2. lengkap dan akurat. 4.3. 4.4.4. Integritas. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.5. 3. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan/ pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. Memahami IT. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. Kode Etik APIP. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar.2. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 4. Cermat/teliti. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.23 - 3. Independen. 5.4. 5. 4. 5. Obyektif.1. .3. 3.2. 3. 3.2. Norma dan Etika Pengawasan. Memahami indikator kinerja. Jika sampling pengawasan tidak menggambarkan secara utuh populasi pengawasan.4. 5. Berorientasi hasil. dan dapat dipertanggungjawabkan. 5. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 5.3. Kode Etik APIP. persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan.. 5. serta Ketua Tim tidak teliti. 5. 5.3.5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Kode Etik APIP. akurat. Santun Aspek Kritis 5. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan.5. 4.

Data dan informasi tentang Pencapaian keabsahan Data SPM diakses dan dipelajari. pelaksanaan 1.003. Data dan Informasi yang kurang tepat sinergitasnya diklarifikasidan dipenuhi. Dokumen SPM yang akan diawasi diakses dan ditentukan. Mempersiapkan 1. 3. perencanaan dan 2.2. Pencapaian SPM .01. perencanaan dan 3. Mengakses 2. target-target nasional ditentukan dan proses penyusunan disepakati dengan penanggungjawab dokumen kegiatan. PKPP diakses dan dipelajari.3.4.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisa teknis penerapan SPM. Data dan informasi tentang pencapaian target nasional. 2. Target-target tahunan pencapaian SPM dan standar teknis beserta langkahlangkah kegiatan diakses dan ditentukan.01 Judul Unit Menganalisis teknis penerapan SPM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.4. proses penyusunan dokumen keabsahan Data perencanaan dan sinergitasnya dengan Pencapaian SPM.1. entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan unit kerja yang akandilakukan diikuti. dengan target2.2. 1.1.BIN. Kriteria proses penyusunan dokumen pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional ditentukan.5.2. Melakukan 3. 1. Kreteria keabsahan Data Pencapaian Pengujian SPM. Kesesuaian antara dokumen data dan . ElemenKompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. SPM serta proses penyusunan dokumen perencanaan serta sinergitasnya dengan target nasional dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasansesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. 2. Tatacara/proses penyusunan dokumen proses penyusunan perencanaan terkait dengan pencapaian dokumen SPM diakses dan dipelajari. 1. Menganalisis Teknis Penerapan SPM Kode Unit FPP.24 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 3.3.

6. Atribut kondisi.2. 5. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. 4. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 4.3.3.25 - sinergitasnya dengan targettarget nasional. kreteria.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. 5. 4.2.3.. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Mengembangkan temuan pengawasan keabsahan Data Pencapaian SPM/ Penerapan NSPK .4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 3. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Menulis temuan pengawasankeabsa han Data penerapan dan Pencapaian SPM.1. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) keabsahan Data Penerapan dan Pencapaian SPM. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Hasilklarifikasi dengan penanggungjawabdicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 5.1. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. 6. . 6. 3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. 5.3. serta dicatat dalam KKP.2.1. informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.

Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisa teknis penerapan SPM melalui pengujian keabsahan data pencapaian SPM. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundangundangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. Rencana Pencapaian SPM adalah target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). dan Renja-SKPD untuk digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan dasar. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. RKPD. mengakses data dan informasi. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. memberdayakan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Renstra-SKPD. kepentingan nasional. proses. Unit ini terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. dan mensejahterakan masyarakat. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. ekonomi. dan pemerintahan. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Bupati atau Walikota. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Kemampuan dan potensi daerah adalah kondisi keuangan Daerah dan sumber daya yang dimiliki daerah untuk menyelenggarakan urusan wajib pemerintahan daerah dan dalam rangka pembelanjaan untuk membiayai penerapan SPM. Pemerintah Daerah adalah Gubernur. kesejahteraan masyarakat. mengembangkan temuan pengawasan. menulis temuan pengawasan. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional. dapat berupa masukan. Analisis Kemampuan dan potensi daerah adalah pengolahan . melayani..26 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.

1. Mempelajari Kebijakan SPM terkait.6. Proses penyusunan target-target penerapan dan pencapaian SPM diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. c. 3.2. 3. 2. Lap top. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). Analisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah memadai. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. 2. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal (sumber daya manusia). penghapus.2.3. dana. 2. Ruangan kerja. Analisa apakah pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah dilakukan. Database Pelayanan berdasarkan SPM.5.4.1. 2. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. 3.27 - terhadap data dan informasi menyangkut kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Daerah.White board/flip chart.. b. 2. SPM masing-masing Urusan Pemerintahan yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 2. Analisa apakah batas waktu Pencapaian SPM secara Nasional dan Jangka Waktu Pencapaian SPM di Daerah telah sesuai. . kertas. yang terdiri dari. 3. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan dan pencapaian target SPM yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional.5. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. Literatur terkait. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. 4. Analisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. 3. spidol.2.3. 4.4.1. a.

Kontek Penilaian : 1.11.4. 4. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Jo.3. 1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. 3. menulis temuan pengawasan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah. 4.6.5.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) pengawasan teknis penerapan SPM. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.12. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.2. 4. 4. 3. Pengujian atas data dan informasi pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah.PAN/03/2008Tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).10. Memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. 4. Memamahi tata cara petunjuk Penyusunan Dan Penetapan SPM. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.2. 4. Renstra SKPD. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan SPM. pengembangan temuan pengawasan.7. Renja SKPD. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.13. Peraturan Menpan :PER/04/M. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.28 - 4.3.9. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. .1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 4..1.8. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. RKPD. akses data dan informasi pengawasan.

Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.4. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 5. Aspek Kritis 6. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.5. Memahami IT. RKPD. Memahami indikator kinerja. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Kode Unit FPP.6 Santun 6.004. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. 3.6. 6.3 Obyektif. 5. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5.01.1.2 Independen.5 Berorientasi hasil.Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Mampu menyusun standar evaluasi.3.1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 5.29 - 3.7. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 4. Renstra SKPD. 5. 3. Renstra SKPD. Memahami Standar Pengawasan APIP. Mampu menerapkan kebijakan terkait SPM dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi.01 Judul Unit Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD. 4. Norma dan Etika P2.BIN. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.4 Cermat/teliti. 6. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.1 Integritas. 6.4.5. 4. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. 4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan .. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Kode Etik APIP.2. 4. 4.3. RKPD. 5.2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 3. Renja SKPD.4.

RKPD.5. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDdiakses dan ditentukan. 1. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 1.30 - pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. RKPD.1. 2. Renja SKPD. Renja SKPD. 2. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDyang akan diawasi diakses dan ditentukan. RKPD. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD oleh Pemerintah Daerah. RKPD. Dokumen pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.4. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diakses dan dipelajari. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Renja SKPD. RKPD.2. 2. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 3.. Renstra SKPD. Kreteria keabsahan Data pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 3. entry briefing dengan pimpinan tertinggi. RKPD.1. Melakukan Pengujian Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan . unit kerja yang akan dilakukan diikuti. PKPPdiakses dan dipelajari. Renstra SKPD.3. 1. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Peraturan Daerah tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD. Renstra SKPD.4. 3.3. Renja SKPD. Hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dianalisis dengan menggunakan teknikteknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis.2. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai 2. Mempersiapkan pelaksanaan analisis Kriteria Unjuk kerja 1. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD serta implementasinya.3. Renja SKPD. Renja SKPD. Elemen Kompetensi 1. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 1.1. 3. Renja SKPD. RKPD. Renja SKPD. Renstra SKPD. RKPD.

Konsep telahaan pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggung jawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis. Memformulasikan 5.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 4.4.3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. 5. RKPD. Renja SKPD. 5. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. RKPD. sebab akibat telaahan atas hasil pada KKAnalisis diringkas supaya analisis pembinaan mudah dipahami sebagai konsep pelaksanaan rekomendasi hasil analisis pembinaan urusan pelaksanaan urusan pilihan terhadap pemerintahan yang RPJMD. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam KKAnalisis. kreteria. 5. 4. Renja SKPD. 4.6. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis. Renstra SKPD.3. Renja SKPD.2. Renstra SKPD. 4. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. RKPD. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif.5. Renja SKPD. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.2. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. RKPD. 4. 4.. . Konsep telaahan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD. Atribut kondisi.31 - bagian dari atribut kondisi yang dianalis. 5. KUAPPAS dan RKADPA SKPD. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi.1.4.1. Renja bersifat pilihan SKPD.7. Renstra SKPD. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. 4.

5. Renstra SKPD.32 - 5. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. RKPD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Renstra SKPD dan renja SKPD.. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Melakukan PengujianData pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. melalui Mempersiapkan pelaksanaan analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. dan mensejahterakan masyarakat. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. . Hasil konsultasi dengan Supervisor ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. melayani. memberdayakan. Renja SKPD. RKPD. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.

3.1. 2. 2. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. kertas. serta hasilnya dituangkan dalam KKA.2. 3. akibat dari kurangnya pembinaan Pemerintah. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Whiteboard/flip chart. Menganalisa proses pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daera. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. 3. prosedur. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. serta hasilnya dituangkan dalam KKA.3. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan pilihan yang menjadi kewenangannya. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. 2. 3. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. 2. Menganalisa upaya pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma.4. belanja.. 4.2.Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. Ruangan kerja. standar. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan.1. Renstra SKPD.33 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. penghapus. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. spidol.4.3. RKPD.1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. 2. sebagai bahan masukan kepada Menteri Dalam Negeri.Literatur terkait. . Lap top.5. Renja SKPD. 3.5. Form Kertas Kerja Analisis(KKA).

Kontek Penilaian : 1.PAN/03/2008tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. akses data dan informasi pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.14.1 Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi persiapan pelaksanaan analisis. 1.7. 4.13. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4. 4. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.6. 4. Peraturan Menpan PER/04/M.9. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.34 - 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.5. Jo. mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan dan memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. 4.10. Pengujian data dan informasi terkait pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Tata Cara Penyusunan.. 2. 4.3.8.2 Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.12. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: .11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

3. 5.3. 4. 5. Memahami IT. 5. 4. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.6. Mampu menyusun standar evaluasi.01. 5.5.7. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 2. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 5. 5.BIN. Santun Aspek Kritis 6.3. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. Berorientasi hasil. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.3. 2. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. 6. Renja SKPD.4. RKPD.2.5. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.2. Kode Etik APIP. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4.1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. Cermat/teliti. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.4.. 3. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Kode Unit FPP.4. Memahami teknik analisa. 5. Memahami indikator kinerja. Integritas.005. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).6. Independen.3 Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 4. 6. 6.1 Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.5. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. 4.2.1. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2 Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar.01 Judul Unit Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan . Renstra SKPD. 3.6. Obyektif. 3. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan.1. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.1. 3. 4.35 - 3.2.

1. Kesesuaian kebijakan daerah tentang NSPK pelaksanaan urusan pilihan. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.1.3. Melakukan Pengujian dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 3. Kriteria Unjuk kerja 1. Kreteria keabsahan Data pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. PKPPdiakses dan dipelajari. 2. 2. Mempersiapkan pelaksanaan analisis 2.1.36 - Deskripsi Unit pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. Data dan informasi tentang kebijakan daerah untuk pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi (tinggi/rendahnya partisipasi masyarakat dan naik atau tidaknya perekonomian masyarakat) dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam ElemenKompetensi 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat. 3.2. Mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada . Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. Kesesuaian pencapaian indikator kinerja utama pada program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 3. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akan dilakukan diikuti. 3. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. 4. 4.5. 3. 2.2.1.4. Data dan informasi tentang program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan pilihandianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis.3.. Mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat 3.2. Tingkat perekonomian mikro masyarakat yang melaksanakan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.Memformulasikan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Konsep telaahan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. 4. sebab akibat pada KKAnalisis diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep rekomendasi hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. kreteria.37 - kesejahteraan masyarakat. KKAnalisis. 4. 4. Konsep hasil analisa dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. 5. 5.2.2.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis. 4. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis. memformulasikan temuan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. melalui : mempersiapkan pelaksanaan analisis. melakukan pengujian data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan.3. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang .1. Atribut kondisi. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 4.6. dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai dan hasilnya ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan.4. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji.. 5. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif.7. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 5. 5.4. 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis.5.3.

dan mensejahterakan masyarakat. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD.. melayani. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Renstra SKPD dan renja SKPD. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. RKPD. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. memberdayakan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.38 - menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. belanja. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD . Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK.

2. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.2.2.5. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.1.8. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah : 4. 2.9.6. Literatur terkait. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Renstra SKPD. 2. 4. penghapus.6. sebagai bahan masukan kepada Kepala Daerah. 3.1. 3. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Menganalisa tingkat partisipasi masyarakat dan dampaknya bagi perekonomian mikro masyarakat setempat dalam pelaksanaan urusan pilihan sesuai dengan potensi wiayahnya. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tatacara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan . Lap top. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. spidol. 4. Tata Cara Penyusunan. 4. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. Whiteboard/flip chart. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Ruangan kerja.10. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.2. 3. kertas. RKPD. Menganalisa indikator kinerja utama pencapaian program/kegiatan terkait urusan pilihan.7. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4.1.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.4.. 2. 4.39 - sebelum disepakati dengan DPRD. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.4. 2. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. Renja SKPD. 3.4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. 4. Database penerapan urusan pilihan. Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah.3.5. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.3. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD.5. 3.

2. 4. 3.2.14. 4. 3. RKPD. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: 2. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.1. 3. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.13. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4.40 - 4.1.1. akses data dan informasi dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.2. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. Renja SKPD. Daerah. Memahami IT. 2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. 4. Kontek Penilaian : 1. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 3. Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Memahami prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat.4. 1. Pengetahuanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. Memahami teknik analisa. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat dan Memformulasikan telaahan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakatdidemontrasikan.2. 4.12. 3. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. ataupun melalui praktek/demontrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan analisis. Renstra SKPD. 4. Pengujian data dan informasi terkait dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.1.3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan.. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 2. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 3.8.11. Memahami indikator kinerja.7.3. 2. 3. Mampu menyusun standar evaluasi.3.5. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.6. . Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menpan PER/04/M. Kode Etik APIP.

3.5. 3. 5. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan urusan pilihan yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 5.1.2. PKPP diakses dan dipelajari. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Kelembagaan ditentukan dan disepakati dan informasi dengan penanggungjawab kegiatan.Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 6.2. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). .1. 2.4.1.6. 5. Mampu menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.. Obyektif. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi administrasi umum aspek kelembagaan. 1.006. Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Kode Unit FPP. Aspek Kritis 6.02.5. Integritas.41 - 4.2. 5. Berorientasi hasil. 5. 6.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Melakukan 3.01 Judul Unit Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. Cermat/teliti.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 2.2.3.4. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 4.6.WAS. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. 6. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi. Santun 6. 5. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.1. Independen.7. 4. 1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.

. 6. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan administrasi umum aspek kelembagaan. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.42 - pengawasan aspek 3.1.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.2. Menyusun Pokok.6. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasanaspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya kelembagaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.3. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. Mengembangkan 4.3. Atribut kondisi. aspek kelembagaan 6. 5. 4. 6. 4. Menulis temuan 5. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah kelembagaan dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. Kesesuaian antara dokumen data dan kelembagaan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. serta dicatat dalam KKP. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.3. 5.2.1. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. 3.2. melakukan pengujian atas data . Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. kreteria. 4. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.

yang terdiri dari: a. 2. Fungsi organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah terbagi habis pada unit-unit kerja yang ada. tugas dan fungsi diteliti dan dianalisa apakah telah dilakukan evaluasi secara periodik dan dapatkan simpulannya.. Literatur terkait. sekretariat DPRD. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemrintah adalah: 3. d. Struktur organisasi telah menampung semua tugas dan fungsi diuji. Struktur organisasi. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Kesesuaianorganisasi antara urusan wajib dan urusan pilihan dianalisis. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2. yang terdiri dari: . Ruangan kerja. b.2. kecamatan. 2.4. k. Uraian tugas yang telah dibuat diteliti dan dianalisa apakah tidak ada yang tumpang tindih baik antar unit kerja sendiri maupun antar SKPD.43 - dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. dinas daerah. 2. g. lembaga teknis daerah. Struktur organisasi telah mencerminkan pengendalian intern yang baik diteliti dan dianalisa. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. Struktur Organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan beban tugas yang ada. apabila ada sebutkan tugas-tugas yang tumpang tindih dan analisa dampaknya. dan kelurahan. sekretariat DPRD. Lap top. Uraian tugas dan wewenang dari unit kerja/satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan diteliti dan dianalisa apakah telah dibuat. m. 3. 3. 2. l.3. Perangkat daerah kabupaten/kota adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. Wewenang yang melekat diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan tingkat kedudukan organisasi. f.1. i. Struktur organisasi perangkat daerah dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari. Perangkat daerah provinsi adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah.1. kertas. Menguji dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja. White board/flip chart. h.2. c. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. Menguji kesesuaian penetapan perangkat daerah dengan peraturan perundang-undangan. spidol. Pembagian Sub Unit Kerja diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan kemampuan rentang kendali. penghapus. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. e. j. Kesesuaian tugas dan fungsi organisasi dengan cakupan kewenangannya dianalisis. dinas daerah dan lembaga teknis daerah.5. Uraian tugas yang dibuat telah diteliti dan dianalisa apakah telah dikomunikasikan dan telah dipahami oleh para pejabat/staf.

Dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja diakses dan dipelajari. 4.10.. f. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.9. e. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. 4. Metodologipenyusunan anjab dan ABK diteliti dan dianalisa.7. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. d. 3. Jo. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.8.5. Peraturan Menpan : PER/04/M.4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah. 4. . f.2. c. Perhitungan analisa beban kerja dengan best practice yang ada dibandingkan. b. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. SOP yang sudah ditetapkan diteliti dan dianalisa apakah telah diterapkan secara memadai. 4. Dokumen SOP yang telah ditetapkan dipelajari dan dianalisa.1. 4.6. Hasil Anjab dan ABK telah menjadi pedoman dalam organisasi diteliti dan dipelajari. 4. Jumlah kebutuhan dan realisasi SOP yang sudah ditetapkan diakses dan dipelajari. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. Menguji Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP). Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Kabupaten/Kota.3. Kesesuaian SOP dengan best-practice yang ada dibandingkan. Kesesuaian penyusunan Anjab dengan best practice yang ada dibandingkan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat. Alasan belum ditetapkannya SOP diidentifikasi. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. d. Metodologi penyusunan SOP diteliti dan dianalisa. Anjab dan ABK telah menampung semua tugas dan fungsi diuji.12. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. c. e.44 - a. b. yang terdir dari : a.

independen.2. integritas. 4. memahami IT. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.45 - PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3.1.5.3.5. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami teknik pemeriksaan. 3.6. memahami teknik komunikasi.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 4. 6. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Aspek Kritis 6.4. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. 1. 5.3. memahami prinsip-prinsip organisasi perangkat daerah.3. 2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. santun 6. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.2. mampu menerapkan standar pemeriksaan. cermat/teliti. 3. 6. berorientasi hasil. 3.4. mampu menerapkan kebijakan terkait organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan pengawasan. 4. obyektif.2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.3. .4.1.6. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan.1. 5. 5.. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. 3. 5. 5.1. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum penyusunan PKPP dan melaksanakan kegiatan PKPP. memahami standar pemeriksaan. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. memahami Kode etik pemeriksaan.2. 5.1.

WAS. 2. 3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 3.2. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.1. 2.46 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian 4..1.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi pengelolaan SDM. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) 3.007. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Kepegawaian ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Judul Unit Mengawasi Pengelolaan SDM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.3. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . 1. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1 PKPP diakses dan dipelajari.02.2. 4.01.2. Mengawasi Pengelolaan SDM Kode Unit FPP. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 7. 1. 3.

serta hasilnya dicatat dalam KKP. 2. Literatur terkait. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . 6. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian . sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah Kepegawaian dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.1. 5.1. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Menulis temuan 5. penghapus. 3. kreteria. 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Lap top. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan Mengawasi Pengelolaan SDM. spidol. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. White board/flip chart. Ruangan kerja.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan disunting menjadi Pengawasan/Pengawa ringkas sebagai konsep P2HP. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . Menyusun Pokok6. Atribut kondisi. mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . .2. yang terdiri dari.3.1. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.3. a..2. 2. kertas. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. 4.47 - diidentifikasi dan dianalisa. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan.2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 5.1.5.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Kepegawaian Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. san (P2 HP) aspek 6. serta dicatat dalam KKP.3. 2. Menguji kebijakan Kepegawaian. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.3.4. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan administrasi umum aspek Kepegawaian adalah: 2. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Kepegawaian. 5. 2.

Menguji mekanisme Penerimaan Pegawai Baru. 3.2. 5) Periksa apakah terjadi kebocoran soal ujian/seleksi. Periksa apakah jumlah hasil pengadaan CPNS melebihi formasi yang tersedia. d. f. tenaga harian lepas. c. 4) Jadual pelaksanaan seleksi baik tertulis maupun lisan. 3) Batas waktu pengajuan lamaran. 3. 3) Periksa apakah kelulusan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 2) Uji apakah proses pendaftaran calon Praja dilaksanakan secara terbuka dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan. Periksa komposisi personil panitia apakah secara fungsional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. Periksa realisasi penerimaan CPNS dari tenaga honorer. c.48 - b. Periksa dasar pertimbangannya. g. e. dan Periksa jangka waktu pengumuman 15 hari sebelum tanggal penerimaan lamaran.. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil: . Periksa apakah dalam pengumuman tersebut. 6) Periksa apakah terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pemerintahan daerah dalam proses seleksi.3. Kebijakan daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Periksa apakah dalam setiap pengadaan pegawai dibentuk Panitia Penyaringan/Penerimaan. sebagaimana point b telah mencantumkan : 1) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar. dapatkan datanya dan Periksa. h. Periksa apakah masih ada penerimaan tenaga kerja kontrak. Periksa apakah penerimaan Pegawai Negeri Sipil telah diumumkan secara luas kepada masyarakat melalui media massa daerah yang beroplah besar berikut formasi yang dibutuhkan. a. 7) Waktu dan Tempat Seleksi. 4) Periksa daftar nominatif hasil test Calon Praja IPDN Tingkat Daerah dan bandingkan dengan daftar kelulusan apakah telah memenuhi persyaratan kelulusan. Menguji pelaksanaan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. 6) Batas Usia. dan pegawai tidak tetap. b. Kebijakan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kepegawaian diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. i. Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah: 1) Periksa apakah telah dibentuk Kepanitiaan Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah. 2) Alamat dan tempat lamaran ditujukan. 5) Klasifikasi Ijazah. Periksa apakah dalam penempatan pegawai telah sesuai dengan klasifikasi ijazah yang dimiliki. Apakah ada syarat-syarat lain yang ditentukan Daerah di luar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah terkait Pengadaan Pegawai Negeri Sipil jelaskan pertimbangannya. bagaimana dasar kebijakan pengangkatannya dan darimana sumber dananya. a.

.6. namun belum memenuhi persyaratan (antara rekomendasi Baperjakat). Lakukan uji petik beberapa berkas Pegawai Negeri Sipil peserta ujian dinas untuk menguji kebenaran persyaratan. (buku penjagaan KGB). 3) PNS yang diusulkan mendapatkan kenaikan pangkat pilihan. b. Pegawai Negeri Sipil golongan II/d dan III/d yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian dinas. 2) Pengujian Kesehatan Periksa CPNS yang diangkat menjadi PNS apakah telah memenuhi syarat kesehatan jasmani yang ditetapkan oleh Dokter/Tim Majelis Penguji Kesehatan yang ditunjuk pemerintah. c Periksa apakah ada pendelegasian wewenang Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang penetapan SK kenaikan pangkat. apa sebabnya. apa sebabnya terjadi kelambatan dilakukan pengambilan sumpah/janji. c. (Lakukan Uji Petik). apa sebabnya. a. b) Periksa apakah ada CPNS yang belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. Dapatkan data dan berkas penyelesaian usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil periode 1 April dan 1 Oktober setiap tahun berjalan sebagai berikut : 1) Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat baik reguler maupun pilihan apakah ada (buku penjagaan kenaikan pangkat) tetapi belum diusulkan.Menguji pelaksanaan Pengangkatan dalam Jabatan. Pemberitahuan/Edaran tentang pelaksanaan ujian dinas kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah. d.5. Periksa apakah ada CPNS yang telah diangkat menjadi PNS belum diambil sumpah/janji.49 - 1) Latihan Pra Jabatan a) Dapatkan SK penetapan Panitia Latihan Pra Jabatan. b. Ketepatan waktu penetapan Kenaikan Gaji Berkala PNS. Menguji pelaksanaan Ujian Dinas.7. Apakah terdapat PNS yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan Kenaikan Gaji Berkala. 3. dan apakah yang 2 (dua) tahun lebih tetap diusulkan menjadi PNS. c) Periksa apakah ada CPNS yang telah mempunyai masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. Dapatkan dan periksa data pelaksanaan Ujian Dinas dalam rangka kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagai berikut : a. namun belum ditetapkan/ diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala. Menguji pelaksanaan Kenaikan Pangkat. 3. b Uji berkas usulan kenaikan pangkat pilihan apakah sudah mendapat pertimbangan dari Baperjakat. a. 3..4. dan apa sebabnya. 3) Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil. Menguji pelaksanaan Pemberian Kenaikan Gaji Berkala. namun belum diikutsertakan dalam ujian dinas. apa sebabnya. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah diusulkan tetapi belum diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat. 3. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Panitia Penyelenggara Ujian Dinas.

baik sebagai penjabat kepala daerah maupun dalam jabatan fungsional. Periksa apakah hasil analisis jabatan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. j Apakah masih terdapat pejabat yang telah diangkat dalam jabatan struktural telah 5 (lima) tahun lebih belum dialihtugaskan.50 - a Apakah Kepala Daerah telah menetapkan analisis jabatan sebagai pertimbangan dalam menetapkan formasi jabatan. f Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan kebijakan tertulis mengenai batas usia pensiun bagi PNS. o Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah oleh Komisi Pemilihan Umum belum mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan negeri. Periksa susunan personilnya. i Periksa tunjangan jabatan terhadap PNS yang menduduki jabatan rangkap. apakah untuk 1 (satu) jabatan telah diusulkan 3 (tiga) orang (1 : 3). apa sebabnya. k Periksa apakah pengangkatan PNS dalam jabatan struktural telah dilakukan melalui pertimbangan Baperjakat. Pembentukan Tim Baperjakat telah diperbaharui setiap 3 (tiga) tahun. e Periksa apakah terdapat PNS yang telah memasuki usia pensiun tetapi masih dipekerjakan dan menerima gaji penuh (100 %). c Apakah Kepala Daerah dalam mengusulkan 3 (tiga) orang calon Sekretaris Daerah kepada Menteri Dalam Negeri adalah PNS yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku. n Periksa apakah ada pejabat yang pangkatnya lebih rendah membawahi secara langsung Pegawai/Pejabat yang pangkatnya lebih tinggi. apa dasar pertimbangannya dan bagaimana kebijakan pemberian tunjangannya. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. m Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural belum diberikan tunjangan jabatan sejak saat pelantikan. apa pertimbangannya. apabila tidak ada apakah pejabat struktural eselon I dan II yang sudah mencapai usia 56 tahun telah diusulkan oleh BKD kepada Kepala Daerah perpanjangan jabatannya. dapatkan datanya dan Periksa. g Periksa apakah perpanjangan usia pensiun pejabat struktural eselon I dan II yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sudah melalui pertimbangan Baperjakat. dapatkan datanya dan Periksa. b Apakah SK. p Apakah ada PNS yang telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan negeri belum ditetapkan keputusan . l Periksa notulen hasil sidang Baperjakat. h Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah tentang pengangkatan Staf Khusus Kepala Daerah dan penempatan PNS pada BUMD.. dan bandingkan SK Pengangkatan dalam Jabatan dengan notulen hasil sidang Baperjakat tersebut. d Apakah Sekretaris Daerah selaku pembina Pegawai Negeri Sipil Daerah telah menyampaikan setiap jenis mutasi kepegawaian kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai pelaksanaan pengangkatan.

Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. f. Periksa apakah ada perpindahan PNS Pusat menjadi PNS Daerah dan sebaliknya telah memperoleh: 1) Persetujuan dari pejabat berwenang. s Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai ketetapan Komisi Pemilihan Umum setelah 21 (duapuluh satu) hari tidak mengajukan untuk diperkerjakan kembali namun belum dikenakan sanksi hukuman disiplin. u Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan struktural tetapi tidak melaksanakan tugasnya karena diperbantukan di Unit Kerja lain. bagaimana dasar pertimbangan pengangkatannya. e. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). apa sebabnya. r Periksa apakah pengangkatan pejabat struktural eselon II di lingkungan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan oleh Bupati/ Walikota belum dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur. Periksa dapatkan datanya. Periksa apakah ada pejabat/pegawai yang berasal dari TNI/POLRI yang diangkat dalam jabatan struktural namun belum beralih status kepegawaiannya. 4) Surat Keterangan dari pejabat yang berwenang tidak sedang menjalani tugas belajar. 3) Setiap unsur penilaian unsur prestasi kerja dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. belum diusulkan untuk pensiun.8.Menguji pelaksanaan Pemindahan Pegawai a. b. 3. namun belum dipekerjakan. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota antar propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. d. c. 2) Mempunyai Surat Keterangan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan/atau sedang dalam proses peradilan. q Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan dari jabatan negeri telah berusia 56 tahun atau lebih. Periksa apakah perpindahan PNS Pusat/Daerah menjadi PNS Depdagri telah memenuhi hasil pengamatan kompetensi yang sekurang-kurangnya bernilai baik. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). t Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah setelah mengajukan untuk bekerja kembali. . namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). Periksa apakah ada PNS propinsi dan kabupten/kota yang pindah ke departemen/lembaga pemerintah non departemen atau sebaliknya yang telah mendapatkan penetapan oleh Menteri Dalam Negeri.. v Periksa apakah ada pejabat yang menduduki jabatan struktural yang berasal dari perguruan tinggi/tenaga dosen.51 - pemberhentian dari jabatan negeri.

Bagaimana realisasi penyelesaiannya. a. g) Periksa apakah ada PNS yang dikenakan hukuman disiplin dan mengajukan keberatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK). dan sejauhmana tindaklanjut penyelesaiannya. a) Periksa apakah kebijaksanaan Kepala Daerah tentang ketentuan jam kerja bagi PNS di lingkungan Pemerintah Daerah telah dilaksanakan dan ditaati. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). diangkat dalam jabatan struktural. k) Periksa apakah terdapat PNS yang sedang menjalani hukuman disiplin. sejauhmana kegiatan dari Majelis tersebut. e) Periksa apakah ada PNS yang melanggar kode etik/disiplin PNS belum dikenakan sanksi sesuai jenis pelanggarannya. a Periksa apakah ada PNS yang telah memasuki batas usia pensiun tetapi belum mendapatkan SK pensiun. i) Periksa apakah ada PNS yang selain dijatuhi hukuman disiplin juga dikenakan tuntutan ganti rugi. Menguji pelaksanaan Pemensiunan Pegawai. d) Periksa apakah dalam mempertimbangkan penjatuhan hukuman disiplin dibentuk Majelis Pertimbangan kepegawaian.. f) Periksa apakah ada prosedur pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin tidak mengacu pada ketentuan terkait Disiplin PNS.10. j) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran hukum dan telah mendapatkan ketetapan hukum oleh penegak hukum. c) Periksa apakah ada PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Bagaimana penyelesaian status kepegawaiannya. b) Dapatkan data dan uji apakah terdapat PNS yang menjadi anggota/pengurus Partai Politik belum diberhentikan sebagai PNS. Mintakan fotocopy SK tersebut. b Periksa apakah ada PNS yang telah menerima SK Pensiun tetapi masih menerima gaji secara penuh (100 %).9. Lampirkan foto copy SK-nya. dan Pengawas Pemilihan belum mendapatkan ijin tertulis Pejabat Pembina Kepegawaian atau Atasan Langsungnya. Pembinaan Disiplin Pegawai 1) Hukuman Disiplin a) Dapatkan data dan periksa apakah telah dibuat pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin dari Pejabat Pembina Kepegawaian kepada pejabat lainnya. b) Periksa apakah terhadap PNS yang melanggar ketentuan . h) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin yang kasusnya masih diproses oleh pihak Kepolisian/ Pengadilan/ Kejaksaan. Panitia Pemungutan Suara (PPS). 2) Ketaatan Terhadap Ketentuan Jam Kerja. namun status kepegawaiannya belum diproses sesuai ketentuan.52 - 3. apa sebabnya. 3. Menguji pelaksanaan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil.

Periksa apakah pembagian gaji PNS yang telah mendapatkan ijin melakukan perkawinan lebih dari satu gajinya telah dibagi sesuai dengan kesepakatan. Diklat Fungsional dan Diklat Teknis. Periksa apakah sudah dibuat pendelegasian wewenang dari Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang pelaksanaan pemberian ijin perkawinan dan perceraian PNS. bagaimana pengaturannya dan darimana sumberdananya. Mintakan Salinan (foto copy) SK tersebut. 20 (duapuluh) tahun. d. 3. (Lampirkan foto copy SK tersebut). 13. Periksa apakah Diklat Propinsi dalam setiap penyelenggaraan Diklat PNS telah membuat pedoman sesuai jenis Diklat yang dilaksanakan. Periksa apakah setiap pelaksanaan Diklat telah dibuat laporan pelaksanaannya. Menguji pelaksanaan pemberian Tanda-tanda Kehormatan. Periksa apakah kurikulum dan metode Diklat telah mengacu pada standar kompetensi jabatan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. berapa yang telah menyampaikan laporan dan yang belum menyampaikan laporan. Menguji pelaksanaan Pemberian Kartu Pegawai. 3. b.53 - 3. a) Periksa apakah telah dibentuk Tim Penilaian LP2P sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Periksa apakah ada PNS yang belum memiliki Kartu Pegawai dan apa sebabnya. a. c. Periksa apakah ada pegawai yang telah mengabdi mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun. dalam bentuk apa.15.12. a Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah mengenai kesejahteraan pegawai. Menguji pelaksanaan Kesejahteraan Pegawai. b Periksa apakah ada anggota keluarga yang tercantum dalam daftar gaji PNS yang sudah tidak berhak mendapat tunjangan. c. Periksa apa sebabnya. c) Periksa apakah pegawai yang tidak (terlambat) menyampaikan LP2P telah diambil tindakan dan apa jenisnya. Periksa apakah pimpinan satuan kerja telah melakukan identifikasi kebutuhan Diklat untuk menentukan jenis . 3) Penertiban Ijazah Palsu/Aspal. dan 30 (tigapuluh) tahun tanpa cacat belum diusulkan untuk mendapatkan Satya Lencana Karya Satya. Menguji pelaksanaan Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS. 3. 4) Penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P). b.11. Menguji pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Periksa apakah rencana dan Program Diklat Pegawai Negeri Sipil telah disusun setiap tahun anggaran yang meliputi Diklatpim. Periksa apakah ada PNS yang melakukan perkawinan lebih dari satu tanpa persetujuan isteri pertama dan Pimpinan Satuan Kerja. tetapi masih tetap dibayarkan tunjangannya..14. b) Periksa berapa jumlah PNS wajib LP2P. Periksa apakah ada PNS yang memiliki Ijazah palsu/Aspal dan bagaimana langkah-langkah penyelesaiannya. e. 3. jam kerja. telah diberi peringatan maupun hukuman disiplin sesuai ketentuan. a.

1. Pendidikan Formal lainnya yang didukung dengan APBD tetapi ada dana pungutan/ kontribusi/swadana. 3. f Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan dalam tahun yang berjalan apakah pernah diberikan cuti besar. k Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan keempat dan seterusnya. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang . Periksa apakah ada rencana dan program diklat PNS yang disusun meliputi Diklatpim. f. 3.54 - Diklat yang sesuai dengan kebutuhan instansinya dan mengusulkan kepada Badan Diklat Propinsi. Periksa apakah pemberian cuti diluar tanggungan negara (CLTN) kepada PNS yang bersangkutan telah mendapat persetujuan Kepala BKN. telah melampirkan Surat Keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. apakah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan mendapat uang tunggu dan hak-hak kepegawaian lainnya. i Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan pertama dan kedua. Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. e Periksa apakah PNS yang diberikan cuti besar selama 3 (tiga) bulan telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus. diberikan 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan. Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil a Periksa PNS yang telah diberikan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. apakah Gubernur mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Diklat dengan menggunakan dana pungutan/ kontribusi/swadana. diberikan cuti diluar tanggungan negara. g. 4.. c Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 24 (dua puluh empat) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan selama 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih tidak mengambil cuti tahunan. Diklat Fungsional. g Periksa apakah PNS yang diberikan cuti sakit lebih dari 14 hari dan untuk paling lama 1 tahun 6 bulan. Periksa apabila tidak didukung dana APBD. Diklat Kader. diberikan cuti besar untuk persalinannya. b Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 18 (delapan belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan pada tahun sebelumnya tidak mengambil cuti tahunan dan diambil bersamaan pada tahun yang berjalan. 16. h Periksa PNS yang menderita sakit setelah 1 tahun 6 bulan dan belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk bekerja kembali sebagai PNS. Diklat Teknis. d Periksa PNS yang menjalani cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja ditempat yang sulit perhubungannya (transportasinya) apakah diberikan tambahan hari. j Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan yang ketiga.2. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi adalah: 4. 4.17.

pengembangan temuan pengawasan aspek Kepegawaian.10 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 1994.9. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.1. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS.1.2. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. . Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999.55 - Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 1. 3. memahami kode etik pemeriksaan. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini dengan tertulis/lisan/wawancara. 4.3. 4. 4.3.7. 4.6. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.8. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. 4. 4. 3. data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian.5.. memahami IT. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) aspek Kepegawaian didemonstrasikan. tanggal 18 April 1994.12 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.4. pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian.11 Keputusan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentangPengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002. PP Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural.2. 4. memahami prinsip-prinsip manajemen PNS. 2. 4. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS.

Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 8.5.3. integritas.1 PKPP diakses dan dipelajari pelaksanaan 1.2. 5. Melaksanakan Analisis Kebijakan Keuangan Daerah Kode Unit FPP. 5. 4. 4. memahami teknik komunikasi. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Mengakses data dan 2.3. 5.2. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.02. santun 6.2.WAS.01 Judul Unit Melaksanakan analisis kebijakan keuangan daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.6. independen.4.3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis kebijakan keuangan daerah. 4.2. 5. Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah .4.4.008. diakses dan ditentukan 2. mampu menerapkan standar pemeriksaan. obyektif. mampu menerapkan kebijakan terkait kepegawaian dalam pelaksanaan pengawasan. memahami teknik pemeriksaan. 5.6.1. 4. 5. 3. Mempersiapkan 1. 3.. 6.56 - 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan kebijakan unit objek yang akan diperiksa diikuti keuangan daerah 2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 6. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.5. berorientasi hasil. cermat/teliti.1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Dokumen pelaksanaan kegiatan Adum informasi aspek kebijakan keuangan daerah pengawasan kebijakan sesuai ruang lingkup pengawasan keuangan daerah . memahami standar pemeriksaan. Aspek Kritis 6.

5. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait adum aspek kebijakan keuangan daerah dengan ketentuan kebijakan keuangan daerah dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 1.1. 3.3 Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah dianalisis dengan menggunakan teknikteknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.3. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. serta dicatat dalam KKP 5.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. 5. 4. kreteria.2. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.. Kreteria pelaksanaan kegiatan kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. 3.1. Atribut kondisi. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.2. Memformulasikan temuan pengawasan diklarifikasi dan dipenuhi.3.57 - 3.2. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. . 5. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah 4. 4.1.

Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. penatausahaan. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD. dan pengawasan keuangan daerah. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam .1. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah . memformulasikan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP.2.. pelaporan. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . dan ditetapkan dengan peraturan daerah. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan/Pengawa san (P2 HP) 6. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah .58 - 6. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. pertanggungjawaban. 6. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. yang terdiri dari : mempersiapkan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan menganalisis kebijakan keuangan daerah. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. pelaksanaan. selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD. kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.

Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. menatausahakan. dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. menyimpan. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. dana. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya balk yang berupa personil (sumber daya manusia). Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya. menatausahakan. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. belanja. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan.59 - melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. membayarkan. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. .. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD. PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. menyimpan. menyetorkan. Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima.

c.3.ah memenuhi prinsip-prinsip SPIP yang memadai serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 2. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.2. prioritas dan plafon anggaran. Pendapatan Daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Belanja Daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. 3. b. kebijakan umum APBD. White board/flip chart. Perencanaan dan Penganggaran.4. d.1. Ruangan kerja. 2. 2. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah.5. a. spidol. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. penghapus. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan pedoman lainnya yang berlaku termasuk hasil evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD.60 - Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. kertas. SK Pengankatan BUD.1.2. Menguji kebijakan pengelolaan keuangan daerah. yang terdiri dari. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Keputusan Kepala Daerah ttg Rekening Daerah dll diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Lap top.. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).1. a Periksa apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disusun berdasarkan dokumen perencanaan daerah. Literatur terkait. 2. 3. 2. b Periksa apakah RKA-SKPD telah disusun berdasarkan: . Dasar otorisasi pengelolaan Keuangan Daerah seperti SK Pembentukan TAPD. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.2. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya dan te. Menguji kesesuaian pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku: 3.

a) Periksa apakah jenis pungutan pajak dan retribusi Daerah sudah sesuai dengan peraturan per-UndangUndangan yang berlaku. Pendapatan Daerah. analisis standar belanja. f) Periksa apakah biaya pemungutan pajak daerah sudah diatur dengan Peraturan Daerah. b) Periksa apakah semua pungutan Daerah sudah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Periksa penerbitan SPD. e.2. h) Periksa apakah seluruh Peraturan Daerah tentang . d) Periksa tentang cara menetapkan perkiraan target Pendapatan Asli Daerah. e) Periksa prosedur dan pelaksanaan pemungutan dan penyetoran Pendapatan Asli Daerah. Periksa ketepatan pembebanan atas transaksi pengembalian kelebihan pajak. standar satuan kerja. g) Periksa apakah besarnya (prosentase) biaya pemungutan pajak daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. a. mintakan penjelasan dan catat jenis pungutan apa saja. Jika tidak sesuai mintakan penjelasan. fungsi. b.2 Pelaksanaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah. a. Periksa apakah semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalaui rekening kas umum daerah. c) Jika ada pungutan daerah yang tidak ditetapkan dengan Peraturan Daerah. c. dan rencana penarikan dana serta pendapatan yang diperkirakan.. indikator kinerja. Pendapatan Asli Daerah 1) Pajak dan Retribusi Daerah. apakah telah mempertimbangkan penjadwalan pelaksanaan program dan kegiatan yang dimuat dalam DPA-SKPD dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 3. 3.2. ganti kerugian daerah dan sejenisnya yang terjadi dalam tahun berjalan dan yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya. program. dan standar pelayanan minimal. kegiatan.61 - 1) Keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari kegiatan dan program termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut. 2) Capaian kinerja. Periksa ketepatan waktu proses dan pengesahan DPA – SKPD tersebut. retribusi daerah.3. Periksa apakah dokumen pelaksanaan anggaran SKPD (DPA-SKPD) telah disusun secara rinci berdasarkan sasaran yang hendak dicapai. Periksa apakah perubahan APBD dilakukan sesuai kriteria/persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perUndang-Undangan/ standar/pedoman yang berlaku. d. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut.

l) Periksa apakah Bendahara Penerima telah ditetapkan oleh Kepala Daerah pada awal tahun anggaran. lakukan pengujian di Unit Pelaksana Pelayanan. 2) Jasa Giro.62 - Pajak dan Retribusi Daerah telah diundangkan dalam Lembaran Daerah. c) Dapatkan Laporan Hasil Rapat Umum Pemegang (RUPS) atas penyertaan modal. Jika belum ditetapkan. Jika belum.. Periksa apakah prosedur dan pelaksanaan penerimaan jasa giro sudah sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. minta penjelasan kenapa demikian. 3) Pendapatan Bunga Periksa kebijakan jasa giro ditetapkan oleh siapa. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. j) Periksa apakah ada Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi yang dibatalkan oleh Menteri Dalam Negeri. Jika sudah mintakan tanda terimanya. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang melakukan tindakan melanggar hukum atau kelalaian jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian daerah. Periksa dan mintakan penjelasan. b. 2) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. apakah menguntungkan atau merugikan pemerintah daerah. apa saja kebijaksanaan Kepala Daerah dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada wajib pajak dan wajib bayar. sudah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan paling lambat 15 hari setelah ditetapkan. i) Periksa apakah Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah setelah ditetapkan. 4) Tuntutan Ganti Rugi a) Apakah SK Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. a) Sejauhmana kontribusi penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada pihak ketiga dan BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah. Periksa lain – lain PAD apa saja yang telah ditetapkan . k) Periksa dan evaluasi. 1) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. c) Periksa apakah pengenaan ganti kerugian daerah . bandingkan antara penyertaan modal dengan bagian laba (deviden) yang diterima. hitung bagian deviden yang menjadi hak daerah berdasarkan persentase kepemilikan saham. telah dihentikan pelaksanaannya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya Keputusan Pembatalan. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara kepada bendahara. b) Kapan penyetoran deviden ke Kas Daerah. hitung potensi kerugian daerah atas keterlambatan penyetoran devide ke Kas daerah.

63 - terhadap bendahara telah ditetapkan oleh BPK. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah menerima pendapatan hibah yang merupakan bantuan tidak mengikat. e) Apakah telah ditetapkan Peraturan Daerah tentang tata cara tuntutan ganti kerugian daerah. Catat juga jumlah dan untuk keperluan apa saja serta berapa dana pendamping sekurang-kurangnya 10% dari alokasi DAK dan dianggarkan dalam APBD. 4) Hibah. Periksa apakah alokasi penerimaan dana perimbangan bagi hasil pajak dan SDA telah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan . 3) Dana Alokasi Khusus. Periksa apakah terdapat DAK yang disalurkan ke rekening selain rekening Kas Umum Daerah. a) Periksa apakah penggunaan DAU telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.. d) Periksa apakah pengenaan ganti kerugiaan terhadap pegawai negeri bukan bendahara telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. Berapa jumlah dan untuk apa bantuan tersebut. c. b) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menerima Penetapan batas maksimal kumulatif pinjaman pemerintah daerah. disalurkan dengan cara pemindah bukuan dari rekening Kas Umum Negara ke rekening Kas Umum Daerah. Jika ada apakah telah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah antara Pemerintah Daerah dengan pemberi Hibah. 2) Dana Alokasi Umum. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan penggunaan DAU Triwulanan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. c) Periksa apakah hibah dari pemerintah dan hibah dari luar negeri dikelola melalui mekanisme APBN. Dan Periksa apakah Pemerintah Daerah telah meminjam lebih dari 60% dari Produk Domestik Bruto tahun yang . b) Periksa apakah terdapat pemberi hibah yang berasal dari dalam negeri. Menteri Teknis dan Menteri Dalam Negeri. 1) Bagi hasil pajak dan Sumber Daya Alam. 5) Dana Darurat. Dana Perimbangan. c) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan triwulan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada Menteri Keuangan. b) Periksa apakah penggunaan DAK dilakukan sesuai dengan Petunjuk Teknis penggunaan DAK . a) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah menerima Dana Darurat karena mengalami krisis solvabilitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila ada bantuan dari luar negeri apakah sudah melalui Pemerintah Pusat. a) Periksa apakah propinsi yang diperiksa menerima DAK yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan.

Pembiayaan 1) Penerimaan. Peraturan Pemerintah Nomor . Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. . 4. 4. dan belanja tidak terduga telah sesuai dengan ketentuan.3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. 4.7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.. 2) Pengeluaran a) Periksa apakah pembentukan dana cadangan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. hibah. bunga. 4.10. 4. subsidi.5.54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. d.6. Periksa Apakah pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. bantuan keuangan. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. c) Periksa apakah pemberian pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah atas persetujuan DPRD. c) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menetapkan Dana Cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah. 4. belanja bagi basil. e. 4.64 - bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. 4. 4.4. Belanja Daerah 1) Belanja Langsung Periksa apakah penganggaran Belanja Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri.1.9.8 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. b) Periksa apakah Penyertaan modal pemerintah daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. b) Periksa apakah kebijakan penganggaran Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari belanja pegawai. bantuan sosial. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 2) Belanja Tidak Langsung a) Periksa apakah penganggaran Belanja Tidak Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri.

1. 4. 4. 4.1. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah didemosntrasikan. .18 Peraturan Menpan : PER/04/M.5. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. 3.16 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3. 4.14 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.2.. 3. memahami konsep. pengembangan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.4. 2. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.akses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah.12. 3. memahami sistem pengendalian intern. 3. 4.17 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial.20 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4.13.2. 1. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko.15 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).65 - 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 4. 3. 4.3. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan keuangan daerah adalah menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya secara memadai. memahami prinsip-prinsip pengawasan kebijakan daerah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. formulasi temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah.6.11. filosofi dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. Jo. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam pengelolaan keuangan daerah.

6. 5.009. cermat/teliti. 4. santun 6. 6. 4. .3 mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.1.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.WAS. akurat. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. berorientasi hasil. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 4.1.8. 4. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.3. Mengawasi Urusan Administrasi Umum aspek barang/asset daerah Kode Unit FPP. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.4.66 - 3. dan dapat dipertanggungjawabkan.2 mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. memahami teknik komunikasi Pengawasan. 4. integritas. 4.7. 3.5. 5.2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 9..8 mampu menerapkan kebijakan pengelolaan keungan daerah terkait dalam melakukan pengawasan. 5.6 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 6. 5.02.4 mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis aspek barang/aset daerah. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. obyektif.5 mampu memformulasikan temuan kebijakan keuangan darah/negara secara lengkap. Aspek Kritis 6. 5.01 Judul Unit Menganalisis Aspek Barang/Aset Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. independen. 5.3. 4.7 mampu merumuskan atribut temuan.

Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. Menulis temuan 5. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah . serta hasilnya dicatat dalam KKP.2. 3. Kriteria Unjuk kerja 1.1. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Kesesuaian antara dokumen data dan daerah informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. sebab akibat pada pengawasan aspek KKP diringkas supaya mudah dipahami dan Barang/asset dikonsultasikan dengan pimpinan unit daerah kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. 5. Mengembangkan 4. 5. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya Barang/asset dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan daerah penanggungjawab kegiatan. kreteria. 4. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) 3.. serta dicatat dalam KKP 5.1. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Atribut kondisi. Melakukan 3.3.1.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Barang/asset daerah ditentukan dan dan informasi disepakati dengan penanggungjawab pengawasan aspek kegiatan Barang/asset 3. .67 - Elemen Kompetensi 1.2.2.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2.

yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. mengembangkan temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya yang sah.2. Pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pengelola adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah. Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang.68 - 6. Pengurus barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk mengurus barang daerah dalam proses pemakaian yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah/unit kerja. Kuasa pengguna barang milik daerah adalah kepala satuan kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh pengguna untuk menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya. Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan/Penga konsep P2HP. menyimpan. Penyimpan barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk menerima. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna barang.. Pembantu pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pembantu pengelola adalah pejabat yang bertanggungjawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada satuan kerja perangkat daerah. dan mengeluarkan barang.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada aspek Barang/asset Supervisi Pengawasan untuk ditentukan daerah temuan yang menjadi P2HP 6. Pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Penyaluran adalah kegiatan untuk menyalurkan/pengiriman barang milik daerah dari gudang ke unit kerja pemakai. administratif . menulis temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Pengadaan adalah kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa. Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan analisis aspek barang/aset daerah. Menyusun Pokok6.3. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. wasan (P2 HP) 6.1. Unit kerja adalah bagian SKPD selaku kuasa pengguna barang. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Barang/asset daerah.

Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual. Penyertaan modal pemerintah daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak . dengan menerima penggantian dalam bentuk barang.69 - dan tindakan upaya hukum. dihibahkan atau disertakan sebagai modal Pemerintah Daerah. sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. dipertukarkan. Tukar menukar barang milik daerah/tukar guling adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara Pemerintah Pusat dengan Pemda dan antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola. pinjam pakai. antar Pemerintah Daerah. Penjualan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang. Bangun guna serah adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan daerah bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya. kerjasama pemanfaatan. Bangun serah guna adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. tanpa memperoleh penggantian. untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasiltasnya setelah berakhirnya jangka waktu. dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan.. atau dari pemerintah daerah kepada pihak lain. bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa. kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan menerima imbalan uang tunai. antar pemerintah daerah. atau antara Pemerintah Daerah dengan pihak lain. Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya.

yang terdiri dari. spesifikasi dan kualitas dalam 1 (satu) periode tertentu. spidol. penghapus. Menguji Perencanaan Kebutuhan Barang/Jasa. Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah.1. 2. Ruangan kerja. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan. rumah dinas.2. Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. Daftar barang kuasa pengguna yang selanjutnya disingkat DBKP adalah daftar yang memuat data barang yang dimiliki oleh masingmasing kuasa pengguna. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP d.4. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP b.5. Standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintahan Daerah adalah pembakuan ruang kantor. yaitu: a Periksa apakah perencanaan dan penentuan kebutuhan barang yang tertuang dalam RKBMD (Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah) masing-masing unit/satuan kerja telah memperhatikan : 1) Anggaran yang tersedia 2) Barang yang dibutuhkan 3) Alasan kebutuhan 4) Cara Pengadaan 5) Standarisasi dan spesifikasi barang yang dibutuhkan 6) Jumlah barang yang dibutuhkan . Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Lap top 2. kertas. Laporan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajariserta hasilnya dituangkan dalam KKP 3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2. a. kendaraan dinas dan lain-lain barang yang memerlukan standarisasi. perlengkapan kantor. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Daftar barang pengguna yang selanjutnya disingkat dengan DBP adalah daftar yang memuat data barang yang digunakan oleh masing-masing pengguna.3. pencatatan. Literatur terkait 3. 2. dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. 2.70 - dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada Badan Usaha Milik Negara/daerah atau badan hukum lainnya.. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP c. Standarisasi harga adalah penetapan besaran harga barang sesuai jenis. White board/flip chart. Menguji kebijakan barang/asset daerah.1.

ULP/Pejabat pengadaan 2) Dapatkan SK-nya. 3. atau pemenang pada Seleksi atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp10.3.00 (sepuluh miliar rupiah). 2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS). menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan. PPK. mengawasi pelaksanaan anggaran.000. Pengadaan Barang/Jasa untuk Pengadaan melalui Penyedia Barang/Jasa terdiri dari PA/KPA. 1) Periksa apakah organisasi pengadaan telah dibentuk yaitu : a. Swakelola terdiri atas PA/KPA.000.00 (seratus miliar rupiah). dalam hal terjadi perbedaan pendapat. menetapkan Pejabat Pengadaan. PPK. menetapkan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan..000. 3) Periksa apakah masing-masing organisasi telah menjalankan tugasnya. dan menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen .000. c Bandingkan kegiatan pengadaan barang/Jasa dalam DASK dengan program kerja dan RKBMD/RKPB. ULP/Pejabat pengadaan dan Panitia/Pejabat Hasil Pekerjaan telah dibentuk oleh pengguna barang/jasa.000. menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. menandatangani Kontrak. dan 3) rancangan Kontrak. PPK : menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi: 1) spesifikasi teknis Barang/Jasa. Organisasi Pengadaan. mengumumkan secara luas Rencana Umum Pengadaan paling kurang di website K/L/D/I.000. b. melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa. mengendalikan pelaksanaan Kontrak. dan mengawasi penyimpanan dan pemeliharaan seluruh Dokumen Pengadaan Barang/Jasa. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA. Menguji Proses Pengadaan Barang/Jasa a. periksa jumlah dan susunan anggotanya apakah persyaratan jumlah dan susunan anggotanya telah sesuai ketentuan yang berlaku. menetapkan PPK. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa. PA/KPA : menetapkan Rencana Umum Pengadaan. b. menetapkan pemenang pada Pelelangan atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp100. seperti: a.71 - b Periksa apakah pengadaan barang/jasa yang telah direncanakan dalam program kerja merupakan penjabaran dari RKBMD dan RKPB (Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang). menyelesaikan perselisihan antara PPK dengan ULP/ Pejabat Pengadaan.

apakah dilakukan . 7) Periksa apakah Penyedia Barang/Jasa telah memenuhi syarat 8) Periksa tahapan pelaksanaan pengadaan. khusus untuk ULP: menjawab sanggahan.000. dan menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa. menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran. dan membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan.00 (seratus miliar rupiah).000. menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi.000. menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian.000. 6)Periksa apakah ada anggota panitia pengadaan menduduki jabatan struktural yang lebih tinggi dari panitia pelaksana. 4) Periksa apakah ada hubungan keluarga antar anggota panitia. e. khusus Pejabat Pengadaan: 1) menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100. d.000. dalam hal diperlukan.72 - pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website K/L/D/I masingmasing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional. PPK dapat mengusulkan kepada PA/KPA dalam 1) perubahan paket pekerjaan.00 (lima puluh juta rupiah f. atau b) Seleksi atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp10. menetapkan Dokumen Pengadaan. menetapkan tim pendukung.00 (seratus juta rupiah).000.000. 5)Periksa apakah ada pejabat yang merangkap sebagai panitia pengadaan dan panitia pemeriksa barang. Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan: melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak.000. dan/atau 2) Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50. melakukan evaluasi administrasi. menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk: a) Pelelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100. teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk. menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk membantu pelaksanaan tugas ULP. c. dan/atau dan 2) perubahan jadwal kegiatan pengadaan.000.00 (sepuluh miliar rupiah). ULP/Pejabat Pengadaan : menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa..000.

 Periksa apakah penyerahan barang inventaris sudah memakai Berita Acara Serah Terima Barang. 9) Prosedur Pelelangan. 3. c) Periksa apakah sudah ada penetapan penggunaan tanah/ bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna barang tersebut yaitu antara lain : (1) untuk penyelenggaraan Tupoksi instansi lain. metode penyampaian dokumen. pelaporan) a.  Bandingkan hasil pengadaan dengan permintaan barang dari unit pemakai  Periksa Kartu Persediaan barang.  Lakukan stock opname barang dalam gudang dengan cara:  Periksa penyerahan/penerimaan barang dalam gudang dari bagian pengadaan. (3) dipindahtangankan (4) dan lain-lain 3. metode evaluasi.  Periksa apakah penyaluran barang dari gudang dilakukan oleh Pemegang Barang atas dasar Surat Perintah Penyaluran Barang dari pejabat yang berwenang. dikeluarkan dari persediaan barang dalam gudang kedalam buku/kartu persediaan barang.  Hasilnya (1. b) Periksa apakah pengguna barang/kuasa pengguna barang telah menyerahkan tanah/bangunan yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan kepada Gubernur.4. perencanaan. Penggunaan. Cek apakah penggantian Pemegang Barang telah diikuti dengan Berita Acara Serah Terima. a) Periksa apakah status penggunaan barang daerah telah ditetapkan oleh Kepala Daerah dan Periksa apakah realisasi penggunaannya sudah sesuai dengan penetapan status penggunaan yaitu untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna/kuasa pengguna barang yang bersangkutan.  Hasil akhir ada 2 (dua) kemungkinan yaitu :  Barang kurang/lebih  Pembukuan dan jumlah persediaan sama. b.  Periksa apakah penunjukan Pemegang Barang telah dilengkapi dengan SK Kepala Daerah. Penerimaan. (Periksa pembukuan Pemegang Barang).2. pemilihan (metode pemilihan. Pembukuan (1) Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran .  Periksa apakah Pemegang Barang telah mencatat seluruh barang yang diterima.5. a. penyimpanan dan penyaluran. Penatausahaan ( pembukuan. jenis kontrak dan tanda bukti).inventarisasi. mulai dari persiapan. 3.6.3) bandingkan dengan hasil perhitungan fisik barang.. Penyimpanan dan Penyaluran Barang.73 - telah sesuai ketentuan. (2) dimanfaatkan dalam rangka optimalisasi barang daerah.

Pelaporan . (4) Pengguna/Kuasa Pengguna menyimpan dokumen kepemilikan barang milik daerah selain tanah dan bangunan. dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A. Periksa berapa jenis jumlah dan harga barang yang belum tercatat dalam buku inventaris.. (2) Pencatatan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Periksa apakah Pengelola Barang telah menghimpun :  Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS)  Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT)  Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) . sesuai dengan ketentuan yang berlaku. . sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Bandingkan isi yang tercantum dalam KIB tersebut dengan kenyataan yang ada. b. (3) Pembantu pengelola melakukan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD).Periksa apakah Pengguna Barang telah menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada Pengelola Barang.Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan bangunan semesteran dan tahunan. .Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) sebagai bahan untuk menyusun neraca daerah c. D.Periksa apakah pengelolaan inventarisasi Barang Milik Daerah telah di laksanakan dengan tertib yaitu :  Apakah Pemda telah melaksanakan sensus barang daerah setiap 5 tahun sekali dengan menyusun Buku Induk Inventaris Barang secara tertib dan berkesinambungan.74 - dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang.  Buku Inventaris untuk setiap Unit Kerja apakah sudah ada dan dikerjakan secara tertib. Inventarisasi .Periksa apakah Kuasa Pengguna Barang telah menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada Pengguna Barang. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. B. E dan F. . (5) Pengelola menyimpan seluruh dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah. C.  Buku harian barang yang mencatat penerimaan/ pengeluaran barang inventaris apakah telah dibuat dan dikerjakan secara up to date. bila tidak cocok mintakan penjelasan dari pengurus/penanggungjawab barang. .

. sumbangan dan lain-lain barangbarang yang diterimanya.Periksa apakah data-data/warkah asset daerah berupa tanah sudah lengkap dan tersimpan rapi oleh Biro Perlengkapan/Biro Umum. jika sudah ada cocokkan dengan keadaan barang yang senyatanya ada diruangan tersebut. a) Dapatkan Surat Perjanjian sewa menyewa tersebut dan periksa apakah telah memuat : (1) Pokok-pokok penyewaan. jumlah dan harga barang menurut Daftar Mutasi Barang Inventaris dan Buku Hasil Pengadaan Inventaris. (paling lama 5 tahun). (3) Hak dan kewajiban kedua belah pihak. . .Periksa apakah daftar inventaris. c) Periksa apakah pihak ketiga memenuhi kewajiban tepat waktu. . Pemanfaatan. b) Periksa pemanfaatan barang daerah atas tanah/bangunan yang masih digunakan oleh pengguna barang dan yang telah mendapat persetujuan pengelola barang. 3. telah tercatat seluruhnya sebagai asset daerah.. Kalau tidak apa yang menjadi motivasi/pertimbangan dalam pemanfaatan barang daerah tersebut.75 -  Setiap ruangan apakah sudah dibuatkan Kartu Inventaris Ruangan (KIR). (5) Jangka waktu Penyewaan.Lakukan pengecekan fisik barang inventaris di lokasi bandingkan dengan barang inventaris yang tercatat dalam Buku Inventaris Barang/kartu Inventaris Barang.Periksa apakah barang-barang inventaris hasil pengadaan. telusuri apa penyebabnya. b) Periksa apakah hasil penyewaan barang daerah telah disetor ke Kas Daerah. dan daftar mutasi barang sudah disusun dan disampaikan pada pejabat yang berwenang tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan.Apabila ada perbedaan jenis. d) Periksa apakah pengembalian barang Daerah dari pihak ketiga tepat waktu batas penggunaan (lihat dalam surat perjanjian) dan apakah dikenakan sanksi apabila pihak ketiga wanprestasi . a) Dapatkan data barang daerah yang telah dimanfaatkan dan Periksa bentuk pemanfaatannya yaitu : (1) Penyewaan (2) Pinjam Pakai (3) Kerjasama pemanfaatan (4) Bangun guna serah dan bangun serah guna. (4) Besarnya sewa. . (6) Sanksi-sanksi. (2) Data barang daerah yang disewakan. hibah. apakah sudah sesuai dengan peruntukannya.Periksa apakah tanah Pemda seluruhnya :  telah tercatat sebagai asset daerah  telah disertifikatkan (berapa yang sudah dan berapa yang belum) . daftar rekapitulasi. (1) Penyewaan.7.

b) Tidak tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan tersebut.. b) Periksa apakah syarat-syarat pinjam pakai telah berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku yaitu : (1) Barang belum dimanfaatkan oleh Pemda. (b) Periksa kewajaran pembagian keuntungan hasil kerjasama yang ditetapkan dari hasil perhitungan Tim (dapatkan SK Pembentukan Timnya). a) Dapatkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai. (2) Barang hanya boleh dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya. (d) Cek biaya yang digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan kerjasama (karena tidak dapat dibebankan pada APBD). (2) Pinjam Pakai. cek apakah telah disetor ke kas daerah. (3) Barang yang dipinjam pakai merupakan barang yang tidak habis pakai. (4) Besaran kontribusi tetap dan bagi hasil keuntungan yang harus dibayar mitra kerjasama setiap tahunnya. (4) Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (1) Periksa apakah Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna telah memenuhi persyaratan yaitu : (a) Pengguna barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi penyelenggaraan pemerintah daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tupoksi. (2) Data-data barang yang dipinjam pakai (3) Tanggungjawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. (4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. apabila penetapan mitra kerjasama dengan penunjukkan langsung atas pertimbangan apa. (3) Jangka waktu kerjasama (paling lama 30 tahun) dapat diperpanjang. (a) Periksa proses tender dan penetapan mitra kerjasama (sekurang-kurangnya 5 peserta). . (5) Persyaratan lain yang dianggap perlu misalnya mitra kerjasama dilarang menggadaikan/mengagunkan barang daerah kepada pihak lain. (2) Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. (3) Kerjasama Pemanfaatan atas Tanah dan Bangunan. periksa apakah telah memuat : (1) Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian. a) Dapatkan surat perjanjian kerjasama pemanfaatan. (c) Apakah pembayaran kontribusi dan pembagian keuntungan hasil kerjasama telah mendapat persetujuan pengelola barang. (5) Pengembalian barang harus dalam keadaan baik. (4) Jangka waktu peminjaman paling lama 2 tahun dapat diperpanjang.76 - e) Siapa yang menetapkan tarif penyewaan untuk barang daerah. periksa apakah surat perjanjian tersebut telah memenuhi syarat antara lain : (1) Pokok yang diperjanjikan.

(d) Periksa kewajaran besaran konstruksi atas hasil perhitungan Tim yang telah dibentuk oleh pejabat yang berwenang. 4) Periksa upaya hukum apa yang telah dilaksanakan Pememerintah Daerah untuk menangani barang daerah yang bermasalah tersebut. 3) Periksa jenis barang yang dipelihara/dirawat (gedung kantor. sarana telekomunikasi). 1) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan pelaksanaan pengamanan terhadap barang daerah. mess/asrama. menggadaikan. 2) Periksa apakah telah disusun Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB). (b) Obyek Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (c) Jangka waktu (d) Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian. 2) Periksa bentuk pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi terhadap barang inventarisasi (barang bergerak dan tidak bergerak maupun terhadap barang persediaan). rumah dinas. 1) Periksa apakah setiap unit kerja menyampaikan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) kepada Biro Perlengkapan/Biro Umum. 3. b. cek penyetorannya ke kas daerah. memindah tangankan oleh Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. perlengkapan kantor. instansi lain atau masyarakat setempat). pemilihan langsung.8. pengadaan langsung dan swakelola). (c) Memelihara obyek Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. (e) Sanksi (f) Arbitrase (3) Periksa jangka waktu Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna paling lama 30 (tigapuluh) tahun sejak surat perjanjian ditandatangani. Pengamanan dan Pemeliharaan. dan sampai dimana penyelesaiannya. Pemeliharaan Barang. (4) Periksa apakah selama jangka waktu pengoperasian mitra bangun guna serah dan mitra bangun serah guna telah memenuhi kewajibannya yaitu : (a) Membayar kontribusi ke Kas Daerah (b) Tidak menjaminkan. kendaraan dinas..  Panitia Peneliti Penawaran. a.77 - (2) Dapatkan surat perjanjian dan periksa apakah telah memuat : (a) Pihak yang terkait dalam perjanjian. 4) Periksa kepastian penyediaan dana dalam DASK 5) Periksa pelaksanaan pemeliharaan :  Cara pelaksanaan (lelang. Pengamanan. baik pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi dan tindakan hukum. . 3) Periksa dan inventarisir apakah ada barang daerah khususnya barang tidak bergerak (Tanah/Bangunan) yang sedang bermasalah (sengketa dengan pihak ketiga.

d. Periksa apakah seluruh barang milik daerah telah dilakukan penilaian dan dimasukkan dalam neraca daerah 3. c.  Pemeliharaan kendaraan. b. dimanfaatkan dan tidak dapat dipindahtangankan telah dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada pengelola barang. Periksa apakah penilaian barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka pemanfaatan atau pemindahtanganan dilakukan oleh Tim atau melibatkan penilaian independen yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan tujuan untuk mendapatkan nilai wajar. 4) Beralih kepemilikannya 5) Persediaan barang melebihi kebutuhan 6) Nilai ekonomis lebih menguntungkan kalau dihapuskan.9. Periksa apakah penetapan nilai barang milik daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah berpedoman pada standard akutansi pemerintahan.11. Periksa apakah pelaksanaan pemusnahan barang milik daerah karena tidak dapat digunakan. Periksa apakah ada barang milik daerah yang sudah tidak berada dalam penguasaaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang karena beralih kepemilikannya. Periksa apakah penghapusan barang daerah tersebut telah diterbitkan surat keputusan penghapusan oleh Kepala Daerah. e. b. terjadi pemusnahan atau karena sebab lain belum dihapuskan. c. a. (1) Periksa apakah ada pemindahtanganan barang daerah berupa: (a) Penjualan  .78 - Panitia pemeriksa pekerjaan (susunan anggota dan fungsinya). Penghapusan. f.  Cara pembayaran (kelengkapan dokumen). periksa :  Status kendaraan. Periksa apakah penghapusan barang milik daerah telah dihapus dari daftar barang milik daerah. d. Periksa apakah pelaksanaan penghapusan barang milik daerah yang tidak berada dalam penguasaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang telah dilaporkan kepada pengelola barang.. Penilaian a.  Prosedur Pemeliharaan  Pengadaan dan Penyaluran BBM 3. Periksa apakah hasil penilaian barang milik daerah selain tanah dan atau bangunan telah ditetapkan oleh pengelola barang.10. Periksa apakah penghapusan barang daerah telah berdasarkan atas pertimbangan : 1) Rusak berat 2) Tidak dapat digunakan secara optimal 3) Telah melampaui batas waktu kegunaan/kadaluarsa. 3. Pemindahtanganan.

Periksa pembayaran angsuran apakah masih terdapat tunggakan.Periksa persyaratan pembeli rumah rumah dinas golongan III yaitu :  Status Kepegawaiannya  Masa kerja  Pernah membeli/memperoleh rumah dinas atau belum. . a.79 - (b) Tukar menukar (c) Hibah (d) Penyertaan Modal (2) Periksa apakah pemindahtanganan tanah/bangunan dan selain tanah/bangunan yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD.  Status pegawai yang berhak membelinya. .  Penetapan taksiran harga tanah berpedoman kepada NJOP pada waktu penafsiran. Penjualan (1) Inventarisir penjualan barang daerah apakah penjualan barang daerah telah mempertimbangkan :  Optimalisasi barang daerah yang berlebih  Secara ekonomis lebih menguntungkan daerah (2) Periksa apakah penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang kecuali barang yang bersifat khusus atau barang lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola barang.  Umur kendaraan dinas.  Harga rumah golongan III ditetapkan sebesar 50% dari harga tafsiran dan penilaian yang dilakukan panitia. . (4) Periksa kewajaran harga penjualan barang daerah. (b) Penjualan Kendaraan Dinas . .Periksa penetapan harga jual rumah dinas golongan III apakah telah sesuai dengan :  Penafsiran harga dari nilai biaya yang digunakan untuk membangun rumah yang bersangkutan pada waktu penafsiran dikurangi penyusutan menurut umur bangun.  Apakah pemohon telah memegang surat ijin penghunian (SIP) dari Kepala Daerah dan sepengetahuan Kepala Unit/Satuan Kerja. apakah telah dilunasi oleh semua pembeli dan cek kebenarannya. (3) Cek apakah hasil penjualan barang daerah telah disetor ke kas daerah.Penjualan kendaraan dinas apakah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu mengenai . (a) Penjualan Rumah ..Periksa inventarisasi rumah-rumah dinas golongan III dan berapa jumlah pemohon pembelian rumah golongan III. . .Periksa uang muka pembayaran.Periksa apakah penjualan rumah dinas tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah dan bagaimana sistim pembayarannya.

 Apakah ada kompensasi yang harus dilakukan pihak ketiga berupa uang. .  Periksa kelancaran pembayaran angsuran dan sanksi terhadap para pegawai yang menunggak (c) Tukar menukar. Periksa dasar pertimbangannya.80 - Periksa apakah Surat Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Dinas sudah dibuat sesuai ketentuan mengenai :  Penetapan Harga. (d) Hibah ..  Besarnya Cicilan  Cara Pembayaran . (e) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah. tanah/bangunan dan atau pekerjaan.Periksa apakah tukar menukar barang daerah telah dipertimbangkan:  Untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintahan  Untuk optimalisasi barang daerah  Tidak tersedia dalam APBD . .Periksa apakah ada penyertaan modal Pemda berupa tanah. .Sanksi  Periksa apakah hasil penjualan kendaraan dinas sudah disetor ke Kas daerah.Periksa apakah Hibah tersebut telah memenuhi syarat :  Bukan barang rahasia negara/daerah  Bukan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. .  Apakah tukar menukar tanah/bangunan telah disertai pelepasan hak-nya.Cek apakah serah terima barang yang dilepas dan barang pengganti telah dituangkan dalam Berita Acara.  Tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. .Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan yang dilepas maupun penggantinya tidak dalam sengketa.Periksa apakah tukar menukar barang daerah berupa tanah atau selain tanah yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD.Periksa apakah ada barang daerah yang dihibahkan. bangunan atau barang lainnya. apa dasar pertimbangannya :  Untuk kepentingan sosial  Keagamaan  Kemanusiaan  Penyelenggaraan pemerintahan daerah .Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan daerah tidak merugikan Pemda :  Nilai ekonomis tanah/bangunan milik Pemda dan penggantinya. - .Periksa kewajaran harga/nilai kompensasi dan pelaksanaannya. .

. . penatausahaan.13. .Periksa apakah terdapat asset dari instansi vertikal Barang Milik/Kekayaan Negara (BM/KN) yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah dan apakah telah diajukan permohonannya kepada Menteri Keuangan. .Priksa apakah proses pengalihan asset dari daerah induk keepada daerah yang baru dibentuk. d) Pengalihan Asset dari Instansi Vertikal. .Periksa apakah barang-barang yang terdaftar dalam Berita Acara Serah Terima. telah dibentuk Tim bersama yang melakukan tugas inventarisasi. tidak didukung bukti-bukti kepemilikan atau masih sengketa) telah menindaklanjuti penyelesaiannya.Periksa apakah pemerintah daerah yang telah menerima pengalihan BM/KN dari pemerintah pusat yang ternyata bermasalah (yang hilang. pemeliharaan. namun barangnya tidak diserahkan. . baik secara administrasi maupun fisik. ..Periksa apakah setelah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Daerah tersebut telah dihapuskan dari buku induk inventaris Daerah Induk dan dicatat pada buku inventaris daerah baru. Periksa apakah dalam pelaksanaan tertib administrasi - . (2) Periksa apakah Pengguna Barang telah melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan.Periksa apakah terdapat BM/KN berupa barang tidak bergerak yang digunakan untuk kepentingan umum yang telah diterima oleh pemerintah daerah telah dipindahtangankan diubah statusnya atau dimanfaatkan oleh instansi pemerintah atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri Keuangan. dan pengamanan Barang Milik Daerah yang berada di bawah penguasaannya. pemindahtanganan.81 - Periksa apakah penyertaan modal daerah telah mendapat persetujuan Gubernur dan apakah telah dituangkan dalam Peraturan Daerah.Pembinaan. 3. .Periksa dalam penyerahan/pengalihan asset tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima dan apakah telah sesuai dengan kondisi dilapangan disertai dokumen kepemilikannya. 3. contoh kendaraan dinas. pemanfaatan. e) Pengalihan Asset kepada Daerah Pemekaran.Periksa apakah ada asset yang belum diserahkan dan bagaimana penyelesaiannya dengan daerah induk serta apakah sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri. . Pembiayaan. Pengawasan dan Pengendalian.12. (1) Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah.Periksa apakah proses pengalihan asset dari instansi vertikal dan asset yang pengadaannya dari APBN sudah disertai dokumen kepemilikannya.

2. apakah atasan langsung/ Kepala Unit Kerja telah melaporkan kepada Kepala Daerah. 1.  Periksa apakah ada Pegawai Negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 . 4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.Tuntutan Perbendaharaan Barang. Pegawai Perusahaan Daerah yang bukan Pemegang Barang melakukan perbuatan melanggar hukum atau melalaikan kewajiban/tidak melaksanakan kewajiban sesuai fungsi dan atau status jabatannya yang karena perbuatannya tersebut merugikan Daerah.2.  Periksa bila Pemegang Barang meninggal dunia. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang dengan unit kompetensi ini adalah: 4.82 - pengelolaan barang milik daerah telah disediakan anggaran yang memadai dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 3.4.Tuntutan Ganti Rugi Barang.  Periksa apakah atas dasar laporan tersebut Kepala Daerah (atas saran Majelis pertimbangan) telah menunjuk seorang pegawai yang ditugaskan untuk membuat perhitungan ex officio. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2967). 4.  Periksa apakah dalam pengelolaan barang oleh Pemegang Barang terdapat kekurangan barang yang menjadi tanggungjawabnya.1.  Periksa apakah proses tuntutan ganti rugi barang Daerah sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. .3. Tuntutan GantiRugi. .  Periksa apakah kekurangan barang tersebut sudah dilaporkan kepada Biro Keuangan selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk mendapatkan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku.  Periksa apakah telah dilakukan tindakan pengamanan terhadap barang daerah tersebut. 4.. melarikan diri atau dibawah pengampuan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 59.  Periksa apakah Tuntutan Perbendaharaan Khusus ini telah di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Periksa apakah upaya damai untuk memperoleh penggantian atas semua kerugian Daerah sudah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.14.  Periksa apakah sudah dilakukan penelitian dan penentuan besarnya kerugian yang diderita daerah oleh Kepala Daerah.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Materiil Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3643). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 64. Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah sebagaimaan telah diubah terakhir dengan Perpres 70 Tahun 2012 4. 10 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 4. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609.18.10.. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan .1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515). 4. 4. Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri.7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha.15. unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.16. 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah. 4. 4.13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578). Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 58. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pedoman Penilaian Barang Daerah. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.9. 4. 4.5. mengakses data dan informasi pengawasan aspek barang/asset daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyerahan Barang dan Hutang Piutang pada Daerah yang Baru Dibentuk.8. 4.6. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.83 - Nomor 69. 4.14.17.12.11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah 4. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2002 tentang Nomor Kode Lokasi dan Nomor Kode Barang Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.

3. 1.1. Aspek Kritis 6.2. 4.. 3. santun 6.3. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 10. 3.1. 3.2. 5. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib Kode Unit FPP. mengembangkan temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. berorientasi hasil. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. mampu menerapkan kebijakan terkait barang milik daerah dalam pelaksanaan pengawasan. 4. independen. 5. 5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 5.2. menulis temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. 5.1.02. cermat/teliti. obyektif. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.4.2.1. mampu menerapkan standar pemeriksaan.6.Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.4. memahami teknik komunikasi. integritas. 3.6. memahami prinsip-prinsip pengelolaan barang milik daerah. memahami standar pemeriksaan.2. memahami kode etik pemeriksaan. memahami teknik pemeriksaan.5. 5. 6.WAS.3.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib .4. memahami IT. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. menyusun pokokpokok hasil pengawasan aspek barang/asset daerah.84 - aspek barang/asset daerah. untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.010.3.5. 2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4.

Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat wajib menggunakan teknik-teknik pengawasan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan 4.3. serta dicatat dalam KKP . kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. 4. diminta penjelasan dan diminta wajib. 3. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2.3. 3. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat wajib ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan pelaksanaan 3.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya pelaksanaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan urusan penanggungjawab kegiatan.1. Kriteria Unjuk kerja 1.2. serta hasilnya dicatat dalam KKP.1. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.1 PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1.85 - Deskripsi Unit Elemen Kompetensi 1. Melakukan 3. lagi tambahanya. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat wajib temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. pemerintahan yang 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2.2. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mengakses data 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. 3.4. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat wajib diakses urusan dan dipelajari pemerintahan 2. Data dan informasi yang kurang tepat yang bersifat diklarifikasi.3.1..

Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 5. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.3. 6. pertanahan. kreteria. danperpustakaan. kependudukan dan catatan sipil. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. koperasi dan usaha kecil dan menengah. kepegawaian. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Memformulasikan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 6. lingkungan hidup. ketahanan pangan. kearsipan. perumahan.2.86 - 5. statistik. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. kepemudaan dan olahraga. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan(P2 HP) pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 5. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. kesejahteraan masyarakat. kepentingan nasional. kesehatan. pemberdayaan masyarakat dan desa. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.3. penataan ruang. perhubungan. pemerintahan umum. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.2. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. dan persandian. penanaman modal. ketenagakerjaan. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. perencanaan pembangunan. 5.1. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Urusan wajib terdiri dari pendidikan. sosial. 6.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6.1.. otonomi daerah. kebudayaan. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan . perangkat daerah. komunikasi dan informatika. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. pekerjaan umum. Atribut kondisi. administrasi keuangan daerah. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM 4. 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib adalah: 2. Ruangan kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah 4.1. 3. Literatur terkait urusan pilihan 3.4. penghapus.7. Menganalisa apakahpengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah sesuai ketentuan. 3. Menganalisa apakah batas waktu Pencapaian SPM urusan wajib secara Nasional dan Jangka Waktu PencapaianSPM di Daerah telah sesuai ketentuan.. Lap top 2. dapat berupa masukan.1.2.2. Menganalisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah sesuai ketentuan. White board/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah.4.3. proses.3. spidol. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit komptensi ini adalah: 4. 2.8. akuntabilitas. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan wajib.3. Menganalisa penerapan pelaksanaan SPM urusan wajib ke dalam dokumen perencanaan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga masyarakat secara minimal. 3.6. 2. 3.5. 3.7. Menganalisa apakah urusan wajib yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah apakah berdasarkan kriteria eksternalitas. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu.87 - sosial.6. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.5. Menganalisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan.4. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar.5. 4. dan pemerintahan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar . Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal 4. kertas. 4. 4. ekonomi. 2.2.

serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan wajib.2 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.4. Kontek Penilaian: 1. berorientasi hasil.12. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. 4.1 mampu menyusun standar evaluasi.4 mampu menerapkan kebijakan terkait SPM tiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan 4. . memamahi SPM tiap-tiap urusan.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009 4. 3. pengembangan temuan pengawasan.1. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. 3. 3.3.6.1. cermat/teliti. santun.5.5. 5.2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. akses data dan informasi pengawasan. 5. 1.6. 4. RKPD. obyektif.3.88 - Pelayanan Minimal 4.3 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data 4.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. 2. independen. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.2. 3. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) serta menganalis teknis penerapan SPM. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3.10. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. 3.4..9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 5. 3. Jo. memahami indikator kinerja. menulis temuan pengawasan. 5. integritas. Renja SKPD..11 Peraturan Menpan : PER/04/M. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum P2UPD sesuai jenjang jabatannya dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.2. memahami IT. Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP) 4. Pengujian atas data dan informasi pengawasan. 5. Kode Etik APIP. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.5 mampu menerapkan standar pemeriksaan 5.PAN/03/2008 Tentang Kode . memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.7. Renstra SKPD. 4.

Data dan informasi yang kurang tepat bersifat pilihan. 3.3. Melakukan 3.1. 6. 6.WAS. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya.3.1. diklarifikasi.3. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat pilihan ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.02. 6. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.2.011.2. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat pilihan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 3. PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan . sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Aspek Kritis 6. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 1. 2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Mengakses data 2. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2.1. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Kode Unit FPP. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat pilihan diakses urusan dan dipelajari pemerintahan yang 2.1. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.4..2. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 11.89 - 6.2. pelaksanaan 3.

Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan(P2 HP) konsep P2HP pelaksanaan 6.3.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP pelaksanaan dan diklarifikasi dengan penanggungjawab urusan kegiatan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. pemerintahan yang 4.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi urusan Pengawasan untuk ditentukan temuan yang pemerintahan yang menjadi P2HP bersifat pilihan 6. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. kreteria. 4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat pilihan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. . melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. melayani. Mengembangkan 4.1.3. sebab akibat pada emuan KKP diringkas supaya mudah dipahami dan pengawasanpelaks dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja anaan urusan dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan pemerintahan yang tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja bersifat pilihan 5. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.3.1. Memformulasikant 5. Atribut kondisi. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.90 - penanggung jawab pekerjaan dan hasinya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.2. serta dicatat dalam KKP 5. Menyusun Pokok6.1.2.

Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). energi dan sumber daya mineral. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. pertanian. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Urusan pilihan meliputi urusan : kelautan dan perikanan. pariwisata. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. RKPD. belanja. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.2. dan ketransmigrasian. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. memberdayakan. Ruangan kerja. perdagangan..91 - 2. 2. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. . Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. industri. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Renstra SKPD dan renja SKPD.1. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.3. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. penghapus. kertas. 2. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. White board/flip chart. kehutanan. spidol. dan mensejahterakan masyarakat.

2.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Tata Cara Penyusunan.3. Peraturan Menpan PER/04/M.4. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. akses data dan informasi pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 3.5. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.2. akuntabilitas. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. 3.5.92 - 2.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).11.7. 2. 4.13.1.4. menganalisa apakah urusan pilihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah telahberdasarkan kriteria eksternalitas. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. 4.6. Lap top.. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan.8.1. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.4. Jo.3.Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. menganalisa apakah penerapan NSPK urusan pilihan telah sesuai ketentuan. Pengujian atas data dan informasi . Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4.1. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. 4. 4. menganalisa apakah penyelenggaraan urusan pilihan telah sesuai dengan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. 4.12. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan pelaksanaan urusan pilihan adalah: 4. 3. 4. 4. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan pilihan. Tugas pelaksanaan pengawasan urusan pilihan adalah: 3.Literatur terkait. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.10. Kontek Penilaian: 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.

93 - pengawasan. 3. 5. memahami IT. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Kode Etik APIP.7. integritas.3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.5.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 3. 2. 5.2.. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . mampu menerapkan standar pemeriksaan.1. independen. 4. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. menulis temuan pengawasan. 4.2. mampu menerapkan kebijakan terkait SPMtiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan. obyektif.6. 3. 3.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum sesuai jenjang jabatannya dan Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Aspek Kritis 6. pengembangan temuan pengawasan. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 5.3. 3.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5. memahami indikator kinerja. memamahi SPM tiap-tiap urusan. 6. cermat/teliti. santun 6. berorientasi hasil.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan pilihan. 4. 3.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.4.Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.6.3. 6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.4. 5.2. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan.4. 4. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 5.3.5. 1.4. 6. 3.5. mampu menyusun standar evaluasi. 4. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.1.2.2.

Memformulasikan 4. Hasil evaluasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara.2 Indikator evaluasi diakses dan ditentukan dan Ranperkada 1. 3.2.3. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. 4. yang selanjutnya disebut Perda. 4. Melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.4 Data dan informasi ranperda diakses dan ditentukan 2.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah.3 Sumber daya disiapkan 1.1. Mengakses data dan informasi Ranperda dan Ranperkada.Mempersipakan 1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1. Menganalisa data 2. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Memformulasikan Keputusan Hasil Evaluasi.1.02. Unit ini juga berlaku untuk Tim Evaluasi Ranperda yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Kode Unit FPP.3.2.1 Program Kerja Evaluasi Ranperda dan pelaksanaan Ranperkada diakses dan ditentukan evaluasi Ranperda 1. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Melakukan 3. 3. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft dan Ranperkada Keputusan Mendagri.2. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. Kesesuaian atribut rancangan perda beserta evaluasi Ranperda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Ranperkada dituangkan dalam KKP. Evaluasi Ranperda 4. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau . Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.94 - 12. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 3.012.. dan informasi 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.WAS. Data dan informasi dianalisis dengan Ranperda dan menggunakan teknik-teknik evaluasi dan hasil Ranperkada analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi Ranperda dan Ranperkada yang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.

Peraturan Daerah yang dievaluasi adalah rancangan peraturan daerah provinsi tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). rencana tata ruang daerah. Lap top 2.7. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Perubahan APBD. 2.3.95 - Peraturan Bupati/Walikota. Pajak Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 2. kertas. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman .. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. White board/flip chart.1.6. pajak daerah. pajak daerah. Menganalisa substansi ranperda yang akan dievaluasi meliputi APBD. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Dan RPJMD Sesuai Spesifikasi Masing-Masing. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Ranperda dan Ranperkada. penghapus. 4. 4.2. 4. 3.. 4.2. Sedangkan Perkada yang dilakukan evaluasi adalah rancangan peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 2.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi atas rancangan peraturan daerah provinsi dan rancangan peraturan Gubernur tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintah adalah: 3. 4. retribusi daerah. Pertanggungjawaban APBD. spidol. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.5.4. RPJMD. Gubernur melakukan evaluasi rancangan peraturan daerah Kabupaten/Kota dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah.1.1.5. Retribusi Daerah Tata Ruang Daerah.3.2. 4.4. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Provinsi. Evaluasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Ranperda dan Ranperkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Ruangan kerja. pajak daerah.8. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Menganalisa target Pencapaian tiap-tiap SPM dalam rancangan Perda. 4. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.3. 2. Literatur terkait 3. 3. Mengkaitkan substansi ranperda dengan ketentuan yang lebih tinggi dan kepentingan umum.

1. formulasi Hasil Evaluasi didemosntrasikan. Obyektif. Independen. 3. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi TINGKAT 3 . 3. memahami prinsip-prinsip evaluasi rancangan Perda. 5. 2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.9.3.7.96 - Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4.. akses data dan informasi Ranperda. 3. Cermat/teliti. memahami Kode etik Pengawasan. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.5. memahami isi dari masing-masing substansi Ranperda dan ranperkada. Jo.1.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.1. mampu mengevaluasi Ranperda dan ranperkada.4. 5. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.2. memahami teknik komunikasi.6. evaluasi Perda. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan evaluasi. 5. 3.6. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2.4. 4. 4.3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Ranperda. 3.2. memahami IT. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 5. memahami NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada. 3. 3. 4. Aspek Kritis 6.2. 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Berorientasi hasil. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.7.6. mampu merancang draft hasil evaluasi. mampu menerapkan NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada (legal drafting).3.1. 6.1. 5. 5.10 Peraturan teknis masing-masing Ranperda.8. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda. 4. 4. integritas.2. Santun 6. 4. memahami peraturan yang terkait substansi Perda. 4.

Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. menggunakan teknik-teknik klarifikasi dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Kesesuaian atribut Perda dan Perkada beserta klarifikasiPerda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Perkada dituangkan dalam KKP.WAS. Mengakses data dan informasi Perda dan Perkada.. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.97 - 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 13.3.2. . Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan klarifikasi Perda dan Perkada.2. Melakukan klarifikasiPerda dan Perkada. Menganalisa data 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan klarifikasiPerda dan Perkadayang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan klarifikasiPerda dan Perkada. dan informasi 2.013. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersipakan 1.1 Program Kerja klarfikasi Perda dan Perkada pelaksanaan diakses dan ditentukan klarfikasi Perda 1.2.02. 3. Memformulasikan 4. Hasil klarifikasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi Klarifikasi 4.3. 4. Memformulasikan Keputusan Hasil Klarifikasi. 3.2 Indikator klarfikasi Perda dan Perkada diakses dan Perkada dan ditentukan 1. Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Kode Unit FPP.01 Judul Unit Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1.1.4 Data dan informasi Perda dan Perkada diakses dan ditentukan 2.1.3 Sumber daya disiapkan 1. Unit ini juga berlaku untuk Tim KlarifikasiPerda dan Perkada yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft Keputusan Mendagri 4. Data dan informasi dianalisis dengan Perda dan Perkada. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Melakukan 3. 3.

4. Klarifikasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Perda dan Perkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 3. 2. kertas.98 - Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 3. Menyimpulkan hasil klarifikasi apakah sudah sesuai atau bertentangan dengan kepentingan umumdan/atau peraturan lebih tinggi. Literatur terkait. 3. penghapus. 4.4.2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. spidol.3. Mengevaluasi dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Perda dan Perkada. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Menguji kesesuaian tujuan ditetapkannya Perda dan Perkada terhadap penerapannya. Menganalisa perda dan perkada dari tinjauan kajian teoritik dan empiris.2. 4. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah.1. Menganalisa landasan filosofis. yang selanjutnya disebut Perda.7. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.5. Ruangan kerja. 2. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan . yuridis dan sosiologis Perda dan Ranperda. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Lap top. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. 2.1. 2. Peraturan – Peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 2. 3. MenganalisaNaskah Akademissubstansi masing-masing perda dan perkada yang akan diklarifikasi.1.8.4. White board/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4.2. Jo. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.3. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau Peraturan Bupati/Walikota.5.3. 4. 3. 3. 3. yang selanjutnya disebut Perda. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.6. 4.5.7.6. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.

99 - dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 5.2.9. integritas. cermat/teliti. 2.5. 6. 4. obyektif. memahami IT. 3. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada. akses data dan informasi Perda dan Perkada.5. 3. 4. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.5 mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan klarifikasi. 4. 5.1.3.2 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4. Peraturan teknis masing-masing Perda dan Perkada.7. 3.1. 3. 6.3 mampu membuat rancangan hasil klarifikasi draft Perda dan Perkada.6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . 5.4 mampu membuat simpulan hasil klarifikasi. 3. memahami peraturan yang terkait substansi Perda dan Perkada.4. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.2. 4. memahami prinsip-prinsip klarifikasi Perda dan Perkada. memahami teknik komunikasi. memahami Kode etik.2. 4. berorientasi hasil.1. Jika teknik klarifikasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. santun. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan klarifikasi Perda dan Perkada. formulasi Hasil Klarifikasi Perda dan Perkada didemosntrasikan.6.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan klarifikasi.4. 3. 5. klarifikasi Perda dan Perkada.. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 1.2. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 3. Aspek Kritis 6. independen. 5.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda dan perkada. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami isi dari masing-masing substansi Perda dan Perkada.

Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.1. 3. 2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. 4. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2. Dokumen kebijakan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2.3.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi Judul Unit dan Tugas Pembantuan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP 4. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. 3.2. serta dicatat dalam KKP. .2. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon/TP).WAS.1. Kriteria Unjuk kerja 1. Elemen Kompetensi 1.02.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Kreteria pelaksanaan kebijakan dekonsentrasi dan tugas pembantuan ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3.3.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.100 - 14.1. 2.014. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan FPP. Dokumen dan informasi kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 4..3. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaan Dekon/TP dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 3. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.3. penghapus. Unit ini hanya berlaku bagi Pengawas Pemerintahan Madya pada Kementerian/Lembaga. 2.1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. kertas. Ruangan kerja. mengevaluasi apakah norma. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). HP) 6. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.2. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. 2. Memformulasikan temuan pengawasan .1. 2. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. Literatur terkait. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.. Menyusun Pokok.3. spidol. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. dan kriteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuansudah ditetapkan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga. serta dari pemerintah kabupaten. standar. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan (P2 konsep P2HP. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP. kreteria.4.5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP.6. Atribut kondisi. prosedur.2. Lap top.1. 5. 2. White board/flip chart. atau kota dan/atau desa.3. mengevaluasi apakah pelaksanaan pengelolaan anggaran untuk pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dan 5.101 - 5. 6. 3. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. mengevaluasi apakah pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dari Pemerintah kepada gubernur dan penugasan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah dan/atau pemerintah desa didanai melalui anggaran kementerian/lembagasesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan core business Kementerian/Lembaga. 5. 3. 3. 2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. menganalisa apakah Menteri/pimpinan lembaga telah melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur. 3. menganalisa apakah urusan yang dapat dilimpahkan telah memperhatikan kriteria eksternalitas. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4. 3.5. 4. 3. menganalisa apakah Urusan yang dapat dilimpahkan telah dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan kementerian/lembaga yang sudah ditetapkan dalam Renja-KL yang mengacu pada RKP. 3.1.6. akuntabilitas.6.102 - pelaksanaan penugasan dilakukan secara tertib. menganalisa apakah terdapat penugasan kepada pemerintah desa untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan tertentu. transparan. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.7. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.9. 4. dan efisiensi. 4. dan bertanggung jawab dengan mcmperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.3.4. dan menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Menteri Keuangan.4.dan penugasan kepada Kabupaten/Kota.8. 3. 4. 3.5. 4. menganalisa apakah penelaahan rancangan Renja-KL telah dilakukan sesuai ketentuan. Jika ada apakah telah mendapat persetujuan dari Presiden dan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri. menganalisa apakah pemberitahuan kepada gubernur mengenai lingkup urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan telah dilakukan paling lambat pertengahan bulan Juni untuk tahun anggaran berikutnya setelah ditetapkannya pagu sementara serta ditetapkan dalam Peraturan Menteri. .8 Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi.10. taat pada peraturan perundang-undangan.7. serta keserasian hubungan antar susunan pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. meneliti apakah prakarsa dan perumusan sebagian urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah paling lambat pertengahan bulan Maret untuk tahun anggaran berikutnya.2.. 3.

1.10 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 4. akses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.7. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2.3. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah.4. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja.103 - 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Jo. 3.12. memahami konsep. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah. . memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.2.1.2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.5. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. penyusunan pokokpokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP didemosntrasikan .1.2.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.13 Peraturan Menpan : PER/04/M.1. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. 3. 3. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP.6. 3. 2.. formulasi temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3. 3. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.9.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3. 2.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. 4. 4. 4. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.3. memahami fungsi.

1. 4. KOMPETENSI KUNCI: NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.9.5..2. Santun.2.104 - 3.1.1.6.7.8. 4.4. 5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. berorientasi hasil. Kode Etik. 4. 5. 6. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. cermat/teliti. 5. 4.10. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. Aspek Kritis 6.4.2. 4. obyektif.3. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon dan TP) FPP. 5. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembanutan terkait dalam melakukan pengawasan. 5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD. 4. dan dapat dipertanggungjawabkan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3. Mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.8. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 15. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuansecara lengkap.WAS. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.6. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. mampu merumuskan atribut temuan. serta supervisor pengawasan tidak teliti. independen. 4.3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang . memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.02. memahami teknik komunikasi Pengawasan.3. 6. akurat.5. 6. 5.015.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Judul Unit Dekon dan TP Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. integritas. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.

2.1. 3. Kriteria Unjuk kerja 1. serta dicatat dalam KKP. Atribut kondisi. 1. Mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 5.2. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasankinerja dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP Dekon/TP. dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. PKPP diakses dan dipelajari.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi Pengujian atas dan tugas pembantuan ditentukan dan data dan informasi disepakati dengan penanggungjawab kegiatan pengawasan 3. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Memformulasikant 5.1.2. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Kesesuian antara dokumen dan informasi kinerja Dekon/TP terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaanDekon/TPdibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Elemen Kompetensi 1.105 - diperlukan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. kreteria. 5.3. 2.1. Mengembangkan 4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Melakukan 3. 4.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.3.2. 3. Dokumen pelaksanaan kegiatan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2.2. Hasilpembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 5.. sebab akibat pada KKP emuan diringkassupaya mudah dipahami dan pengawasan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 4.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.3.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya . Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi.

dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. seperti SK KPA. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan pensinkronisasian antara penyelenggaraan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi. Pelajari kebijakan operasional yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagai dasar otorisasi. kertas. SK PPTK. penghapus. 2. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) 6. White board/flip chart.106 - diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. memformulasikan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.1. 6. tugas pembantuan. serta dari pemerintah kabupaten. atau kota dan/atau desa.3.Menguji kesesuaian pelaksanaan kinerja dengan standar yang ditentukan: a.5.1. 2..4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Literatur terkait 3. b. Lap top 2. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. mengembangkan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. 2.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Ruangan kerja. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu.2. 2. spidol. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).1. dan desentralisasi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP b. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan pengawasan kinerja Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kinerja Dekon/TP. Penguji dan Penandatangan SPM dan Bendahara 3. 6.2. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian pengelolaan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di . Pelajari Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP masing-masing Program yang ada pada obyek pengawasan.Mempelajari kebijakan pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan: a.

antar wilayah Kabupaten/Kota. penganggaran dan pelaporan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi sesuai dengan peraturan perundangundangan telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. k.Kelompok Kerja Bidang Penatausahaan dan Pengendalian Pelaksanaan. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan konsultasi dengan pihak terkait guna keterpaduan kebijakan serta tercapainya kesepahaman antar fungsi. pedoman. pelaksanaan. l. i. pengendalian. . dan perumusan kebijakan serta strategi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di wilayah provinsi berdasarkan norma. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan dan perumusan kebijakan pengelolaan sistem perencanaan. dan Teliti dan pelajari apakah pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Gubernur terkait koordinasi serta pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP.107 - c. dan antar SKPD Provinsi dalam penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di daerah telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penatausahaan keuangan dan barang. Provinsi dan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dengan Kementerian/Lembaga yang memberikan pelimpahan dan penugasan kepada Gubernur dan penugasan kepada Bupati/Walikota/Kepala Desa dan hasilnya dituangkan dalam KKP telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. yaitu : . penyusunan.. manual serta kebijakan nasional telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan bahan penyampaian kepada DPRD Provinsi atas rencana program/kegiatan dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dilimpahkan/ditugaskan kepada Gubernur telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan saran tindak lanjut kepada Gubernur dan Kementerian/Lembaga dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. standar. dan . d. Teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efektif. Penganggaran dan Pelaporan. .Kelompok Kerja Bidang Pertanggungjawaban serta Pembinaan dan Pengawasan. sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP pada masing-masing tingkatan pemerintahan. teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efesien sesuai dengan ketentuan perundag-undangan.Kelompok Kerja Bidang Perencanaan. Khusus untuk P2UPD pada tingkat Kementerian. e. Teliti dan pelajari apakah Tim Koordinasi Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan teleh dibentuk dan mejalankan tugasnya. h. j. f. g.

12. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4.2.8. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang . 4. pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.1. 4.7. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.108 - 4. 4.13. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4.o. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.14. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.10..3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.4. 1. 4. akses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 4. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.1.11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.6. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.5. 4. 4. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.2. Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP didemosntrasikan. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. formulasi temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.

4. 6. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.109 - 2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.8.6.4. 5. memahami konsep. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset negara/daerah. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kinerja kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. 4.1. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. santun. Aspek Kritis 6.4. 4. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.3. berorientasi hasil. 6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 6. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. cermat/teliti. 6. 4. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan.2. obyektif. 5.2. akurat.10.2. 6. 6.6. 6.2. 4.3. 5. mampu merumuskan atribut temuan. 6.3. 6.1. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 3. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. 6.9. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. .5.. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. integritas. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. 5.3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.7. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan terkait dalam melakukan pengawasan. 6. memahami teknik komunikasi Pengawasan. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan. serta supervisor pengawasan tidak teliti.8.1. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. independen. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2.6.7. memahami fungsi. 6.1. 4.2.1.5.5. 2. 5.

pengelolaan barang daerah diakses dan ditentukan..110 - 6.1. Hasil analisis data dan informasiperencanaan daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.016.3. pengelolaan sumberdaya manusia. dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melasanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala daerah. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 16. Melakukan Pengujian data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah . KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.02.3. 3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dengan kriteria pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.2. Kode Etik. 3. Dokumen perencanaan daerah berupa kebijakan daerah.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah ditentukan 3. Kriteria Unjuk kerja 1.WAS. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Dokumendan Informasi perencanaan daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Menyiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Data dan informasi perencanaan daerah dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. 2.2. 2.01 Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.3. Mengakses data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah 3.

- 111 -

4. Mengembangkan temuan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah

5. Memformulasikan temuanpengawasa n berakhirnya masa jabatan kepala daerah

6. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) berakhirnya masa jabatan kepala daerah

4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis, serta hasilnya dicatat dalam KKP, kemudian diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan,serta dicatat dalam KKP 5.1. Atribut kondisi, kreteria, sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep P2HP. 6.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengakses data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengembangkan temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menulis temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menyusun pokok-pokok hasil berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta walikota dan wakil walikota untuk kota. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form KertasKerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari; a. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kebijakan

- 112 -

daerah, pengelolaan sumberdaya manusia, pengelolaan barang daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. b. Kebijakan lainnya terkait pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3.2. Menganalisa Formasi Pegawai, Pengadaan Pegawai, Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai, Kenaikan Pangkat, Pengangkatan Dalam Jabatan, Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Kesejahteraan Pegawai, dan Lain-lain dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.3. Menganalisa kebijakan Pengelolaan Barang, Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan Barang, Pengadaan Barang, Inventarisasi Barang, Pemeliharaan Barang, Perubahan Status Hukum Barang, Pemanfaatan Barang, dan Pengamanan Barang dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.4. Menganalisa Kebijaksanaan Umum pengelolaan keuangan, kebijakan Pengelolaan Umum Keuangan, kebijakan Pengelolaan Pendapatan, kebijakan Pengelolaan Pengeluaran, dan kebijakan Pemegang Kas dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.5. Menganalisa pencapaian visi misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD. 3.6. Membandingkan target pencapaian yang diraih daerah dengan target nasional dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah; 4.8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala daerah; 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.11.Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan pengawasan, akses data

- 113 -

dan informasi pengawasan,pengujian data dan informasi pengawasan, pengembangan temuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah : 2.1. pengawasan kebijakan daerah; 2.2. kebijakan SDM; 2.3. kebijakan barang milik negara/daerah; 2.4. kebijakan pengelolaan keuangan. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 3.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan barang milik daerah; 3.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan Keuangan daerah; 3.5. memahami peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.6. memahami indikator kinerja; 3.7. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan 3.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami Teknik menyusun laporan; 3.10. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 4.2. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 4.3. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan Barang Milik Daerah; 4.4. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan keuangan daerah; 4.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pemeriksaan; 4.6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data; 4.7. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. Independen; 5.3. Obyektif; 5.4. Cermat/teliti; 5.5. Berorientasi hasil; 5.6. Santun. 6. Aspek Kritis 6.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan; 6.2.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan; 6.3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.

Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah Kode Unit FPP.6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah.1. Dokumen dan informasi pengawasan pengaduan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).5. Materi pengaduan dipelajari dan dirumuskan Program Kerja 1. Elemen Kriteria Unjuk kerja Kompetensi 1. lokasi. Dokumen dan informasi yang diterima diklarifikasi dan dipenuhi. PKPP diakses dan dipelajari pengawasan 2..1.1.2.3. Dokumen pelaksanaan kegiatansesuai ruang dan informasi lingkup pengawasan pengaduan diakses dan pengawasan ditentukan pengaduan 3. Metode dan prosedur pemeriksaan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. dan disepakati data dan penanggungjawab yang berkaitan dengan materi informasi pengaduan. Mengakses data 3.1. Melakukan 4.114 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Kesesuian antara dokumen dan informasi yang pengaduan diterima dibandingkan dan diuji dengan ketentuan yang terkait dengan materi pengaduan dengan menggunakan analisis kasus dan teknik . Peraturan perundang-undangan yang relevan pengawasan dengan permasalahan yang diadukan ditelaahan pengaduan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. 3. Menyusun 1. 4.017. Waktu. Para pihak yang perlu diminta keterangan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 2. Kreteria pelaksanaan kegiatan sesuai materi Pengujian atas pengaduan ditentukan.2.WAS.01 Judul Unit Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat /Instansi Pemerintah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. Dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bukti audit ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Entry brieifing dengan pimpinan unit kerja pengaduan dilakukan 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 17. personil dan ruang lingkup pengawasan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.02.3. pengawasan 4.2.4. Mempersiapkan 2.

Hasil membandingkan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi kepada penanggungjawab yang berkaitan dengan materi pengaduan. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan. Memformulasika n simpulan pengawasan 7. kepegawaian. Melakukan Permintaan Keterangan. Memformulasikan simpulan pengawasan. Unit kompetensi ini dapat diterapkan untuk melakukan pengawasan atas pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah yang meliputi pengawasan atas indikasi hambatan dalam pelayanan masyarakat. penyalahgunaan wewenang. Pihak-pihak yang terkait dengan materi pengaduan diminta keterangannya sesuai dengan standar pemeriksaan 5. dan Ekspose Hasil Pengawasan.1. Konstruksi permasalahan sesuai materi pengaduan disusun dan dianalaisis berdasarkan hasil analisis dan pengujian dokumen serta keterangan yang telah diperoleh untuk menjawab apakah materi pengaduan terbukti atau tidak terbukti 6. Melakukan Permintaan Keterangan.115 - 5.4. 5.2.3. 4.5. 6. Hasil analisis sebagai bagian dari simpulan hasil pengawasan dirumuskan dan dikonsultasikan kepada supervisor atau penanggungjawab pengawasan untuk dinilai.3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan pengaduan yang terdiri dari: Menyusun Program Kerja Pengawasan.3. 6. pengawasan atas indikasi penyalahgunaan wewenang.1.2.2.1. 6. dan hasil klarifikasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari simpulan hasil pemeriksaan.. Mengakses data dan informasi pengawasan pengaduan. . Keabsahan dan kecukupan bukti-bukti yang telah diperoleh diidentifikasi dan hasilnya dicatat dalam KKP 6. Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya memimpin ekspose dan hasil pengawasan dipresentasikan 7. pengawasan atas indikasi KKN. pertanahan. HAM. Simpulan hasil pengawasan dan seluruh dokumen serta Berita acara Permintaan Keterangan dikumpulkan menjadi konsep LHP pra ekspose 7. Konsep LHP disampaikan kepada Inspektur Jenderal melalui Inspektur Khusus untuk diekspose 7. Hasil reviu pada forum ekspose ditindaklanjuti dengan penyempurnaan dan merupakan konsep LHP pasca ekspose BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya dikonfirmasi kepada pimpinan unit kerja serta hasil konfirmasi/tanggapan pimpinan unit kerja dituangkan dalam KKP. Mempersiapkan pengawasan pengaduan. Hasil permintaan keterangan dianalisis dan diuji dengan kondisi senyatanya serta hasilnya dituangkan dalam KKP 6. Ekspose Hasil Pengawasan pengawasan.

4.7.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). mempelajari kebijakan yang menjadi dasar otorisasi. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Pengaduan Masyarakat adalah laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasi terjadinya penyimpangan.116 - kewaspadaan nasional. 4.5. 4. 4. 4. 2. 3. kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan atau aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan.3.2.2.3. 3.4.5. . 2. 4.1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa. Aparat Pemerintah adalah pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri.10. mempelajari kebijakan daerah terkait materi pengaduan yang dituangkan dalam Peratuan Daerah dan/atau Peratuan Kepala Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kemendagri dan Pemda. menyimpulkan kebenaran materi pengaduan. mempelajari kebijakan yang berlaku nasional sesuai dengan materi pengaduan. Peraturan Menpan : PER/04/M. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). White board/flip chart. korupsi. kertas. penghapus. Wakil Kepala Daerah. 4. menguji kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan peraturan yang berlaku. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. Literatur terkait.. 4. 3. seperti Surat Keputusan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3.9.1. 4.5.3.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. tatalaksanan/regulasi. 2.6. Aparat Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah. Ruangan kerja. 2. Lap top. lingkungan hidup dan umum. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Peraturan– peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 2.11. Peraturan Teknis lainnya terkait materi pengaduan. 4.1. spidol.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintah.8 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.4.

- 117 -

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan pengawasan dengan tujuan tertentu atas pengawasan pengaduan yang terdiri dari: penyusunan Program Kerja Pengawasan (pengawasan pengaduan; persiapan pelaksanaan pengawasan pengaduan; data dan informasi PDTT Dumas; Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan; Permintaan Keterangan; Formulasi simpulan pengawasan; dan Ekspose Hasil Pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah adalah: 2.1. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Ahli Pertama secara memadai; 2.2. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara; 2.3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah; 2.4. memahami pengawasan kepegawaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1 memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja; 3.2 memahami teknik melakukan permintaan keterangan; 3.3 memahami teknik – teknik pengawasan; 3.4 memahami konstruksi berfikir logis; 3.5 memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih; 3.6 memahami prinsip-prinsip manajemen risiko; 3.7 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya korupsi; 3.8 memahami konsep, filosofi dan proses pelayanan masyakat; 3.9 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya penyalahgunaan wewenang; 3.10 memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah; 3.11 memahami pengawasan kepegawaian; 3.12 memahami teknik komunikasi Pengawasan; 3.13 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pengawasan; 4.2. mampu melakukan permintaan keterangan 4.3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.6. mampu memformulasikan temuan secara lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan; 4.7. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data 4.8. mampu menyimpulkan hasil pengawasan 4.9. mampu menerapkan kebijakan terkait materi pengaduan dalam melakukan pengawasan 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif;

- 118 -

5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek Kritis 5.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang materi pengaduan di obyek pengawasan yang sama; 5.2. Jika konstruksi masalah yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi senyatanya; 5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD, Kode Etik, dan Pengawasan Pengaduan Masyarakat atau Instansi Pemerintah; KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2

18. Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi Kode Unit FPP.WAS.02.018.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersipakan 1.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan evaluasi Kinerja ditentukan Penyelenggaraan 1.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun Daerah sesuai dengan tingkatan pemerintahan. 2. Menetapkan IKK 2.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2.3 Input, Proses, Output dikelompokkan 2.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Mengukur kinerja 3.1. IKK pada tataran pengambil kebijakan penyelenggaraan dianalisa dan diberikan skor pemda 3.2. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.3. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor

- 119 -

3.4. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. Mengisi template evaluasi 4.1. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. 4.2. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase, ada atau tidak, tepat atau tidak, jumlah dst. 4.3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD, maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). 5.1. Hasil individual digabung 5.2. Skor dan prestasi dikonversi 5.3. Data dinormalisasi 5.4. Pemeringkatan dilakukan 5.5. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi, berprestasi tinggi, berprestasi sedang, dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota; 6.1. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. 7.2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri

5. Menentukan peringkat

6. Melakukan pengujian lapangan 7. Melaporkan hasil evalausi

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah; Menetapkan IKK; Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda; Mengisi template individu; Menentukan peringkat; Melakukan pengujian lapangan; dan Melaporkan hasil evalausi. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Kinerja PenyelengaraanPemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah:

k.4. pertanggung jawaban. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. Jumlah APBD. 2. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah.1.. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. g. Literatur terkait. b. c. pengelolaan potensi daerah. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam format excel. c. 3.120 - 2.3. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. White board/flip chart. c. 2. Jumlah Penduduk. 2. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). ketentraman dan ketertiban umum daerah. b.2. Tinggi (T) = 3. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. Rendah (R) = 1. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. Lap top. Sedang (S) = 2. 2. intensitas. pencairan dan penyerapan DAU. 3. d. dan pengawasan APBD. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. . d. meliputi: a. dan Bagi Hasil. kertas. DAK.2. i. e. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. f. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).3. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah.6. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. penyusunan. pelaksanaan tata usaha. l. Jumlah Rumah. b.1. 2. Ruangan kerja. penghapus.5. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. dan m. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. j. h. efektivitas perencanaan. efektivitas. 3. spidol. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.

o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4.9. 1. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). h. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. 4.121 - d.Sebelumnya. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. dan pelaporan hasil evalausi. e. 4. 3.1. f. 4. 4. pengelolaan barang milik daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4.1. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus.8.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. penentuan peringkat. g.4. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. penataan kelembagaan daerah. Tinggi (T) = 3. pengisian template evaluasi. dan i. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.7.2.2. pengujian lapangan.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 4.6. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan . penetapan IKK. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Sedang (S) = 2. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. pengelolaan kepegawaian daerah. pengelolaan keuangan daerah.5. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat.. 4. perencanaan pembangunan daerah. 4. Rendah (R) = 1 . Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.

mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap.. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.3. instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4. sosialisasi. obyektif.6 memahami teknik penyusunan LPPD.9.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi. 4. 5. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. 5. 6. 5. 4. 3. tingkat aspek. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. Aspek Kritis 6.122 - 2. 4. mampu memberikan skor pada IKK. independen.4. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 5.2.5 memahami Kode etik. 3. 3.5.7. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. 4.2. cermat/teliti. 5.6. 3.3. 3. tingkat urusan. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.4 memahami pengelolaan data dan informasi.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3.2.1.7 memahami teknik komunikasi. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi .2 memahami prinsip EKPPD. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel. 5. akurat. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.6. berorientasi hasil. integritas.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja.1. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.8. 4. santun. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pengawas Pemerintah yang telah mengikuti pembekalan. 6.

berprestasi tinggi. Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit FPP.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi. berprestasi sedang.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2. 5.3.3. Hasil individual digabung 5.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4.2.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2. Output dikelompokkan 2.02.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.WAS.5. jumlah dst. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD.123 - 19.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1.1.2. Mengisi template evaluasi 5.3 Input. dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi. kabupaten. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor 3.4. Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja 2. Skor dan prestasi dikonversi 5.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2. 4. Menetapkan IKK 1. Pemeringkatan dilakukan 5. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase.019. Data dinormalisasi 5.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan ditentukan 1.. 4. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3. 3. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda 4.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun sesuai dengan tingkatan pemerintahan 2. tepat atau tidak. IKK pada tataran pengambil kebijakan dianalisa dan diberikan skor 3. Proses.3.1. ada atau tidak. maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. dan kota. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan Kabupaten/Kota. Menentukan peringkat .4.2.

Menetapkan IKK. penghapus. 2.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara evalausi diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. Jumlah Penduduk b. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap pengujian lapangan hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7. Lap top 2. spidol.2. dan/atau dampak. Menentukan peringkat. ketentraman dan ketertiban umum daerah. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. . meliputi: a. dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. 7. Melaporkan hasil 7. keluaran.6. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam forat excel 3. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.124 - 6.4.3. Ruangan kerja. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melakukan pengujian lapangan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah. Mengisi template individu. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. hasil. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. 2.1. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. proses. Melakukan 6. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. c.2. e. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah d.. Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. kertas. kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Literatur terkait 2. dan Melaporkan hasil evalausi. manfaat. 2.5.2. b. d. White board/flip chart.1.1. Jumlah APBD 3. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda. Jumlah Rumah c. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).

transparansi dalam pemanfaatan alokasi. efektivitas perencanaan. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. perencanaan pembangunan daerah. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK.. pertanggung jawaban. 3.2.125 - f. dan Bagi Hasil. h. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. f. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Rendah (R) = 1. Tinggi (T) = 3.3. c. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat.4. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. dan i. Sedang (S) = 2. Sedang (S) = 2. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). 3. e.Sebelumnya. b. l. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. k. Tinggi (T) = 3. h. pencairan dan penyerapan DAU. DAK. j. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. pengelolaan kepegawaian daerah. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. penyusunan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kometensi ini adalah: 4. dan m.3. pengelolaan keuangan daerah. pengelolaan potensi daerah. intensitas. efektivitas. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. g.Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. penataan kelembagaan daerah. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. dan pengawasan APBD. pelaksanaan tata usaha. 4. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. g.1. pengelolaan barang milik daerah. Rendah (R) = 1 . 4. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal d. i.

pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. sosialisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.5 memahami Kode etik. 2. 4. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi.3. 3. tingkat urusan. 4. dan pelaporan hasil evalausi. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3. penentuan peringkat.8.1. 4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.126 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3. 4.1. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja.8 memahami teknik komunikasi. 4. penetapan IKK.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK.4. 4. 3.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.. 4.9 memahami peraturan yang terkait substansi Perda. 3. tingkat aspek.5.9.5.2 memahami prinsip dasar EKPPD.7. 1.2. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK.4. pengujian lapangan. pengisian template evaluasi. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.6 memahami teknik penyusunan LPPD.7 memahami isi dari masing-masing substansi Perda. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. 4.6. 3.2. 3. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pejabat FunsionalPengawas Pemerintah yang telahmengikuti pembekalan. 3. 3. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas .4 memahami pengelolaan data dan informasi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan dievaluasi diikuti 2.1. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 4.5.3. 5. 4. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. pelayanan umum.02. Aspek Kritis 5.127 - pembantuan secara lengkap. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel.8. 5. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. independen.2. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.4.WAS. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Kriteria Unjuk kerja 1.. 2. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. berorientasi hasil. santun 6. dan daya saing daerah. dan dapat dipertanggungjawabkan. mampu memberikan skor pada IKK.2. 4.1. obyektif. dan daya saing daerah. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . cermat/teliti.020.7. 4. 5. 5. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. diakses dan ditentukan. pelayanan umum. 5. pelayanan umum. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 20. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 2.6. integritas.9. Elemen Kompetensi 1. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat.3.1. akurat. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi.2.

- 128 -

3.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. 3.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. 3.3. Hasil analisis data dan informasi aspekkesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggungjawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. Mengembangkan 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi kemampuan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE penyelenggaraan dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit otonomi daerah Kerja. 4.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja, serta dicatat dalam KKE. 5. Memformulasikan 5.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan kemampuan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam penyelenggaraan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari otonomi daerah pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 6. Menyusun Laporan 6.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kemampuan 6.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah; mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/Tim Daerah EPPD. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan

3. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah

- 129 -

permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah.EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah, kualitas kelembagaan publik daerah, sumber daya manusia, dan teknologi, yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan umum, dan kemampuan daya saing daerah. Dalam EKPOD, IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 2.6. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah, antara lain LPPD, LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). 3.2. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a; 3.3. menginterpretasikan hasil analisis data; dan 3.4. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya, dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. 3.5. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek, fokus, dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat; (2) pelayanan umum; (3)aspek daya saing daerah. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

- 130 -

4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan evaluasi, akses data dan informasi evaluasi, pengujian data dan informasi evaluasi, pengembangantemuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 3.2. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan; 3.3. memahamai tata cara penyusunan LPPD; 3.4. memahami indikator kinerja; 3.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian; 3.6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan; 3.7. memahami Pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.8. memahami teknik komunikasi pengawasan; 3.9. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi; 4.2. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi;

Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian.4.02.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. independen. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi.7.8.4.3.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 5.4. 5. serta Ketua Tim tidak teliti. 5.1. 5. 4.5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. cermat/teliti. 4.6. 5. 4.021. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. integritas. 4.. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi. 5. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melakukan evaluasi. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP.131 - 4. santun.3. 5. Kode Etik APIP. 5.5.WAS. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi. 4.6. .3. berorientasi hasil. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 5. obyektif. mampu menerapkan Standar Pengawasan P2. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.2.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota.1.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. 6.2. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 21. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Aspek Kritis 5.

pelayanan umum. 3. Kriteria Unjuk kerja 1. 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi Elemen Kompetensi 1. 5. 2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5.3. 4. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.2.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. Dokumendan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 5..1 PKE diakses dan dipelajari 1.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah pemerintahan kabupaten/kota. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.2. dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. pelayanan umum. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Hasil analisis data dan informasi aspek kesejahteraan masyarakat. 3. serta dicatat dalam KKE. 5.2. dan daya saing daerah. Dokumen dan Informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 4. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah.1. 4. Memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.132 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. dan daya saing daerah. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. pelayanan umum. 3.1. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 3. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. pelayanan umum. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.3. diakses dan ditentukan.2.

kualitas kelembagaan publik daerah. Menyusun Laporan 6.2. kertas. atribut. mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.1. yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. dan daya saing daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Dalam EKPOD. dan kemampuan daya saing daerah. 2. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/ Tim Daerah EPPD yang ditetapkan oleh Gubernur. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. spidol. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat. dan teknologi.3. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah. ekonomi dan pemerintahan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. kemampuan 6.2. IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. kualitas pelayanan umum. 6. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. 2. penghapus.. pelayanan umum. EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Ruangan kerja.133 - untuk digabung menjadi konsep P2HE. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial.4. mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. sumber daya manusia. memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. White board/flip chart. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. 2. Lap top .

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang .5.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. pengembangantemuan. 3.4. Literatur terkait 2. 4.1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.3. akses data dan informasi evaluasi. dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat. 4. 4. 3.3.9.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.7. antara lain LPPD. dan 3. Konteks Penilaian : 1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. pengujian data dan informasi evaluasi.5..5.6. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. 4. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.4. formulasi temuan. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan.6. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. (3) aspek daya saing daerah.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Menginterpretasikan hasil analisis data.2. 1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.134 - 2.1. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. 3.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. fokus.2.2. (2) pelayanan umum.

4. ika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak .7. 6. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 3.6.9. 3..2. berorientasi hasil. 6.3. independen. memahami indikator kinerja. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2.7.3.1.4. 3.6. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi 4. cermat/teliti.1. 6. 3. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi 4. 5. 3.135 - 2.3. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. memahami teknik Komunikasi pengawasan. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi. integritas. 5.8. memahamai tata cara penyusunan LPPD. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.1. 3.8. Norma dan Etika Pengawasan.1. Keterampilan yang dibutuhkanuntukmendukung unit kompetensiini : 4. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi 4. santun. 4. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 5. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi 4. 4.2.6. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. obyektif. 5.5. 5. Kode Etik APIP.3. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melaukan evaluasi 4. Aspek Kritis 6. memahami IT. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. mampu menerapkan Standar Pengawasan Pemerintahan.4.5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan.5. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 3. 3. 3.

dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.022.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru . serta Ketua Tim tidak teliti. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. pengisian personil. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 22.01 Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. pembiayaan. 2.3. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Provinsi.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2.4.136 - berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 6. pengisian keanggotaan DPRD. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah.2. 2. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru.02.WAS. Kriteria Unjuk kerja 1. pengalihan aset dan dokumen.1 PKE diakses dan dipelajari 1.1. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 Elemen Kompetensi 1. 2. Kode Etik APIP. pelaksanaan penetapan batas wilayah. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru.

mengakses data dan informasi daerah otonomi baru.2.1. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap . Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.137 - 3. serta dicatat dalam KKE.3.2. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. 6.. 4. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru 4. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. 3. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru 6.3. 6. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. atribut. 5. 4.1. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru.1. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru 5.2. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi baru (DOB) 3. 5. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.1. 5. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.

pembiayaan.1. 3. pengisian personil. kepegawaian dan persandian. perdagangan dan transmigrasian. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. pengenalan permasalahan. kependudukan dan catatan sipil. pemerintahan umum. d. penataan ruang. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. pelaksanaan penetapan batas wilayah. kehutanan. White board/flip chart.4. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pariwisata.3. otonomi daerah. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. Ruangan kerja. perencanaan pembangunan. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. dan perpustakaan.5. 2. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil. pertanian. yang terdiri dari. e. penanaman modal. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari . Literatur terkait 3. pertanahan. 2. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. spidol. ketahanan pangan. komunikasi dan informatika. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. pekerjaan umum. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. pengalihan aset dan dokumen. energi dan sumber daya mineral. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . perangkat daerah. penilaian yang sistematis. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak.Menguji data dan informasi yaitu : a. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. industri. kearsipan. c.. perhubungan. perkembangan penyusunan perangkat daerah. koperasi dan usaha kecil dan menengah. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan.138 - perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk.2. b. pengisian personil secara keseluruhan. perumahan. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. administrasi keuangan daerah. lingkungan hidup. pengisian keanggotaan DPRD. penghapus. kepemudaan dan olahraga.melalui kegiatan analisis kritis. statistik. Sedangkan. pemberian atribut. ketenagakerjaan. sosial.1. kebudayaan. 2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. pemberdayaan masyarakat dan desa. kesehatan. kertas. dan kualitas personil atau aparatur. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.2. Lap top 2. 2.

dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. i. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. .5. dana perimbangan. pelacak batas. 4. pemasangan pilar batas.6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.3.4.1. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. dan lain – lain yang sah. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. pembuatan peta batas. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. d. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan. h. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. 4.7. 4. f.3. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. 4. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. 4. b. g. pemanfaatan ruang. kreteria. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE. 4. c. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. terdiri dari: a. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. e. 4.2. Atribut kondisi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.139 - pendapatan asli daerah (PAD). dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan..

3. 4.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.10.2.2.1. 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 3. 4.3. 3. mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. 4. 4. mampu berinteraaksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).6. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami Psikologi pengawasan. pengembangan temuan. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 3. .8.2. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. formulasi temuan. memahami teknik menyusun laporan.7.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.3.140 - 4. 3. 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami Teknik Komunikasi pengawasan.. Konteks Penilaian : 1.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. akurat. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 2.9. 3. akses data dan informasi evaluasi. 4.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Jo.4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 3. 1. 4. memahami indikator kinerja.5. memhami IT. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.4. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.1. dan dapat dipertanggungjawabkan. Kode Etik APIP.11 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Kode Etik APIP. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru. pengujian data dan informasi evaluasi. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.1.

dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Aspek Kritis 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 23.1. 6. 5.141 - 4. dan Ketua Tim kurang teliti. 6. santun. 6. 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. cermat/teliti. 5. independen.3. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Pengawas Pemerintahan. berorientasi hasil.WAS.. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi . Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.5. integritas. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Kabupaten/Kota.02.5. 5.5. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).023.6. obyektif. Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.1. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru.01 Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.4. 5.3. serta Ketua Tim tidak teliti. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.4. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Kode Etik APIP.2.2.

Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.3. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor . Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 5. 2. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 4. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 6.3. 5. pengisian personil. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.2.2. 5.1. 3.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. pengisian keanggotaan DPRD. 2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 5. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi 1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. pelaksanaan penetapan batas wilayah. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.142 - 1. 6.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.3. 4. serta dicatat dalam KKE. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 3.1. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 6.1. pengalihan aset dan dokumen.1. 3.2.. 4. pembiayaan. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan.

White board/flip chart. 2. pengisian personil secara keseluruhan. kertas. 2. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan.Menguji data dan informasi yaitu : a. pemberian atribut. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. pengisian personil. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. dan kualitas personil atau aparatur. pengisian keanggotaan DPRD. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. pengenalan permasalahan. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru.4. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru.143 - Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. adalah: 2.1.2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . Literatur terkait 3. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda.melalui kegiatan analisis kritis. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. penilaian yang sistematis. pelaksanaan penetapan batas wilayah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Lap top 2.2. atribut. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan.3. spidol. pembiayaan. 2. baru (DOB) Kabupaten/Kota . yang terdiri dari. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD.1. perkembangan penyusunan perangkat daerah. penghapus. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi otonomi baru (EDOB) Kabupaten/Kota. pengalihan aset dan dokumen.5. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2. b. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. 3. Ruangan kerja. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil..

jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. perencanaan pembangunan. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. Sedangkan. f. ketenagakerjaan. administrasi keuangan daerah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. dan lain – lain yang sah. terdiri dari: a. pertanian. e. perangkat daerah. pelacak batas. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. d. lingkungan hidup. i. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB.144 - c. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. pemerintahan umum. perdagangan dan transmigrasian. e. energi dan sumber daya mineral. otonomi daerah. pertanahan. kehutanan. perumahan. kepegawaian dan persandian. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan . dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. h.3.. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. b. sosial. pemanfaatan ruang. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. dana perimbangan. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD). Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. d. kesehatan. c. penataan ruang. statistik. pemasangan pilar batas. penanaman modal. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. pembuatan peta batas. komunikasi dan informatika. kearsipan. koperasi dan usaha kecil dan menengah. dan perpustakaan. kebudayaan. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. ketahanan pangan. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pemberdayaan masyarakat dan desa. pekerjaan umum.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. g. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. kependudukan dan catatan sipil. kreteria. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. Atribut kondisi. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. kepemudaan dan olahraga. perhubungan. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. industri. pariwisata.

14 Peraturan Menpan : PER/04/M.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah .13 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru 4. pengembangan temuan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 4.10.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.4.7.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. 4. Konteks Penilaian : 1. 4.5. 4. 1. 2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.9.PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.6. formulasi temuan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4. 4.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil 4..1. Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. pengujian data dan informasi evaluasi.2. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan melakukan evaluasi daerah otonomi baru adalah: 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.145 - kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE. akses data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.2.16 Pengawasan APIP.

4.4. evaluasi dokumen perencanaan. Kode Etik APIP. 3. dan Ketua Tim kurang teliti. dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.8. 5. 4.2. 3. serta Ketua Tim tidak teliti. 4. . Mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. memahmai psikologi pengawasan. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. cermat/teliti. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 6. obyektif. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 3.1.2. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi..1.3. 6. Kode Etik APIP.1.2. 5. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4. Mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. memahami IT. 6. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5.6. 5. 3. berorientasi hasil.4. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.7.3. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.9.6.5.1. 4.3.5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Aspek Kritis 6. integritas. santun.4. memahami indikator kinerja. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.5. memhami teknik menyusun laporan. Kode Etik APIP. memahami tekik komunikasi pengawasan. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5.146 - 3. akurat.3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 3. 5.2. 3. 3.4.5. independen.

2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.1.2. dan kompetensi Camat diakses dan ditentukan.147 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kecamatan.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 3. kewenangan yang dilimpahkan. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . Dokumen terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yaitu tugas umum pemerintah. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.01 Melakukan Evaluasi kecamatan TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Melakukan Evaluasi Kecamatan Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan kecamatan ditentukan 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 24. Mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.2.02. 4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.1. Data dan informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.024. 3.3. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Kriteria Unjuk kerja 1.. 2.2. 2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang Elemen Kompetensi 1. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah kecamatan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 4. 3. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.WAS.1. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4. Hasil analisis data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.

5.2. 5. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. kertas. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah kecamatan. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 6.3.2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. White board/flip chart. pengenalan permasalahan. spidol. 2. Memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.. Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di eilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. penghapus. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.1. penilaian yang sistematis. 2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor kecamatan atau Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis sebutan lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan kecamatan atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah kecamatan yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan.2.148 - dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 5. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Menyusun Laporan 6. menyelenggarakan tugas umum pemerintahan. serta dicatat dalam KKE. atribut. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . Kecamatan atau sebutan lainnya adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. 5. mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Ruangan kerja. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. pemberian atribut. pemerintah 6.

perdagangan. pertanian. ketahanan pangan. kreteria. ketenagakerjaan. koordinasi pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan umum. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. Konsep temuan evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya untuk dinilai. koordinasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. Tugas Umum Perintahan yaitu pemberdayaan masyarakat. dan perpustakaan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah Kecamatan atau .1. dan pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. dan kemampuan/pemahaman dalam mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. pemberdayaan masyarakat dan desa.3. dan transmigrasi. otonomi daerah. Kompetensi Camat meliputi kemampuan/pemahaman dalam merumuskan kebijakan teknis SKPD. kewenangan yang dilimpahkan. Atribut kondisi. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Menguji data dan informasi yaitu : a. pekerjaan umum.4. d. e. kompetensi Camat dalam mengembangkan budaya kerja. kehutanan. kesehatan. kemampuan/pemahaman dalam pengelolaan kepegawaian. koordinasi penerapan dan penegakan perundangundangan. terdiri dari: a. perencanaan pembangunan. kearsipan. statistik. sosial. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan sebagian urusan kewenangan otonomi daerah yang dilimpahkan. kesbangpol. Kewenangan yang limpahkan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. penanaman modal. Lap top 2. Sedangkan urusan pilihan yaitu kelautan dan perikanan. pertanahan. kepemudaan dan oleha raga.2. yang terdiri dari. 3. lingkungan hidup. koordinasi penyelenggaraan kehiatan pemerintahan ditingkat kecamatan. pariwisata. b. tata ruang. energi dan sdm. perumahan. c. industri. dan Kompetensi Camat diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. kemampuan/pemahaman dalam penyelenggaraan pelayanan umum.5. Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. kemampuan/pemahaman selaku PPAT. Literatur terkait 3. koperasi dan ukm. kependudukan dan capil. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan peran sebagai kepala wilayah (tugas-tugas atributif). perhubungan. komunikasi dan informatikan. 3. pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa dan/atau kelurahan. Tugas Umum Pemerintahan. c. budaya. 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).149 - 2... b. kemampuan /pemahaman dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.3.

pengembangan temuan.150 - sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. 4.10 PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2.1.4.13 Peraturan Menpan : PER/04/M.1.o. 4.2.5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. .2.3. 4. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. akses data dan informasi evaluasi. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.. Konteks Penilaian : 1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 2. 3. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini.11. 3. memahami indikator kinerja. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).6.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. pengujian data dan informasi evaluasi.7.9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.3. dengan tertulis/lisan/wawancara. formulasi temuan.

Aspek Kritis 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 6. santun. 3.1. 5. berorientasi hasil. 3. memahami IT.1. 3. dan Ketua Tim kurang teliti. cermat/teliti. 5.9. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. dan dapat dipertanggungjawabkan. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. Kode Etik APIP. 5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 4.. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan . 4.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. memahami teknik menyusun laporan.5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. akurat.4. 6. 4. dan pedoman evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).5. memahami tehkik komunikasi pengawasan.3. independen. obyektif. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. serta Ketua Tim tidak teliti. 6. 3.5. Norma dan Etika Pengawasan.8. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 5. Kode Etik APIP. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4.4.6.2.7.4. Kode Etik APIP. 4. .151 - 3.2.1.5. memahami Standar Pengawasan Pemerintantahan. 3.6.4. 5.3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. memahami psikologi pengawasan. integritas.3.

025. Dokumen terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya yaitu (1) pelaksanaan pemerintahan. 3. Kriteria Unjuk kerja 1. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. dan (2) komptensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. 3.1. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Melakukan Evaluasi Pemerintah Desa Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk evaluasi pemerintah desa. Mengakses data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. 2. 4. dan (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan ditentukan. 4. 4.3..1 PKE diakses dan dipelajari 1. pembangunan.1.02. 2. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. .WAS.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Data dan informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya.3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah desadibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 25.2.152 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.01 Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan desa ditentukan 3. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. dan kemasyarakatan. 3.1.2.2. Hasil analisis data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah Elemen Kompetensi 1.

memformulasikan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. pemberian atribut. White board/flip chart.2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan pemerintah desa dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam atau sebutan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari lainnya pimpinan unit kerja.3. selanjutnya disebut desa. adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat setempat. Ruangan kerja. penilaian yang sistematis.153 - penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. mengembangkan hasil evaluasi desa atau sebutan lainnya. berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara KesatuanRepublik lndonesia Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. pemerintah desa 6. 6. 5. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan Evaluasi Pemerintah Desa adalah: 2.2. mengakses data dan informasi pemerintah desa lainnya. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan desa atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah desa atau sebutan lainnya. kertas. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya oleh Tim Evaluator .1. Evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. . spidol. Memformulasikan 5. 5. penghapus. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. pengenalan permasalahan.. Desa atau yang disebut dengan nama lain.2. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah desa atau sebutan lainnya. 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor atau sebutan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. 2. serta dicatat dalam KKE. atribut. Menyusun Laporan 6.1. 5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE.

Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk dinilai. c. Literatur terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.3. dan kemasyarakatan. .1. 4.1. (1) pelaksanaan pemerintahan. kesehatan masyarakat . Mempelajari Kebijakan terkait dengan pemerintah desa atau sebutan lainnya. pembangunan.2. dengan keamanan dan ketertiban. 3. 4. e. dan kelembagaan sosial masyarakat. Administrasi pemerintah desa atau sebutan lainnya meliputi administrasi pemerintahan.4. 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. terdiri dari: a. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi desa atau sebutan lainnya.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. d. c. kreteria. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE.5. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan Evaluasi Pemerintah Desa: 4. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. Kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan meliputi sejauhmana penjabaran pelaksanaan ketentuan sampai kepada masyarakat desa atau sebutan lainnya. 4. (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. 2. b. Lap top 2.4. dan (2) kompetensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Kompetensi Kepala desa atau sebutan lainnya sesuai peryaratan administrasi dan khusus yang dipersyaratkan.. dan (4) tertib administrasi pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. dan fasilitasi pelayanan pendidikan.2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Pelaksanaan (1) pemerintahan meliputi kependudukan dan catatan sipil. yang terdiri dari. Menguji data dan informasi yaitu : a. Atribut kondisi. b. pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. (2) pembangunan meliputi profil pembangunan desa atau sebutan lainnya ekonomi masyarakat. d.154 - 2. budaya dan keagamaan. dan kemasyarakatan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. pembangunan. Konsep temuan evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. (3) kemasyarakatan meliputi pembinaan kehidupan sosial.

5.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.. memahami IT. pengembangan temuan.2. 3. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4.3. 4. 3.3. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.7. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya 4.7. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. . mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. akses data dan informasi evaluasi. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.8.2. 3. memahami indikator kinerja.1.1.1.9 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. akurat.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 3. memahami teknik komunikasi pengawasan. 4.11 Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. memahami psikologi pengawasan.8 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. Kode Etik APIP. 1. 4. 4. 4. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 4.155 - 4. 4. 4. memahami teknik menyusun laporan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.6. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor13 Tahun 2006 tentang Pedoman penyelenggaraan perlombaan Desa dan Kleurahan.6.13 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.4.2. 3.4. 3. memahami Standar Pengawasan P2. pengujian data dan informasi evaluasi. 3. formulasi temuan. 2. 4.14 Peraturan Menpan : PER/04/M. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kode Etik APIP. dan dapat dipertanggungjawabkan. Konteks Penilaian : 1. mampu mengembangkan temuan secara lengkap.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).

01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 6. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.1. 5.4. cermat/teliti. Kode Etik APIP. 5. 6. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 25. integritas.6. Aspek Kritis 6. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).02. 5. 5.5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas. 5.5. serta Ketua Tim tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.2.3. 5.1.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.156 - dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 6.WAS. dan pedoman tentang pemerintah desa atau sebutan lainnya. berorientasi hasil. independen. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas FPP.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit Elemen Kompetensi . obyektif. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah desa atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.026.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.2. 6. 6. dan Ketua Tim kurang teliti.. santun.

1. 5. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan . Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.1. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah 2. 2.3.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan Pengujian data dan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. RKT.1. 2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi akuntabilitas dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Memformulasikan 5. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. serta dicatat dalam KKE. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. 6. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE.1. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1.1 PKE diakses dan dipelajari 1.2. informasi laporan 3. Mengembangkan 4. Akuntabilitas 6.3.2. 5.. 4. 3.2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 5.2. Melakukan 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. Menyusun Laporan 6.1. 3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan laporan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan akuntabilitas diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah pemerintah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2. kinerja instansi 4. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.2.157 - 1. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.

Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. Ruangan kerja. Lap top 2. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Jenderal. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. 2.4. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Jenderal yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. pengenalan permasalahan. atribut. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi Laporan akuntabilitas Instansi Pemerintah adalah: 2.. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. 2. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen Renstra Komponen.1. penghapus. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. 2. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. berbagai praktik manajemen stratejik.1.5. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.2.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.158 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 3. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. penilaian yang sistematis. Dokumen RKT. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakuakn Pengawas Pemerintahan adalah: 3. White board/flip chart. 2.3. spidol. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. pemberian atribut. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Jenderal yang ditetapkan oleh Kementerian yang berwenang. kertas. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. . Literatur terkait 3. Menguji data dan informasi yaitu : a. b. yang terdiri dari. dan Dokumen Penetapan Kinerja.2.

Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. c. kreteria. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. dan Fungsi Kementerian Negera serta susunan organisasi. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). b. 4. akses data dan .10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. (2) pengukuran. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. terdiri dari: a. Atribut kondisi. 4.2. 4. e. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. d. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. c.3.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.6. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. e.9. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.159 - dan indikator kinerja utama (IKU).8. 4. dan fungsi eselon I Kementerian Negara. pengungkapan dan penyajian. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.3. d. Peraturan Menpan : PER/04/M. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.1. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan.4. Tugas. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. tugas.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 4. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian dan Lembaga Negara non Kementerian. 3. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP.7. Konteks Penilaian : 1.1.. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.

3. . 3. dan dapat dipertanggungjawabkan. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 5.1.3. independen. memahami tekik komunikasi pengawasan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 6. integritas.6. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4.2. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 4.1. 5. 2.4. memahami IT. 3. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaaluasi (LHE). Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.3.2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.2. 5. Kode Etik APIP.4. memahami psikologi pengawasan.1. 4.1. 3. 3. 5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.2. 4. memahami indikator kinerja.7. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. pengujian data dan informasi evaluasi. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. santun. berorientasi hasil. 6. 5.3. akurat. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.3. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 3. obyektif. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. pengembangan temuan.6. Kode Etik APIP. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Memahami teknik menyusun laporan. cermat/teliti.8. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 1. 3.. Aspek Kritis 6.160 - informasi evaluasi. mampu mengembangkan temuan secara lengkap.5. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi LAKIP. 6.4.5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.2. serta Ketua Tim tidak teliti. formulasi temuan.

027.1. 3. 3.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 2. dan Ketua Tim kurang teliti. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.WAS. 2. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah .3. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.161 - 6. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.1..4. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.2. TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. 6.3. RKT. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Kode Etik APIP. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.1 PKE diakses dan dipelajari 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintah Provinsi. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3.4.2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 26. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. Kriteria Unjuk kerja 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.02.

6. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.2. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Menyusun Laporan 6. 4.1. atribut. pemberian atribut. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE.. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. penilaian yang sistematis. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Memformulasikan 5. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 4. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik.2.162 - 4. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. 5. Akuntabilitas 6. pengenalan permasalahan. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 5.1. 5.2. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. serta dicatat dalam KKE.3.

Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.3. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah.2. 2. 4. White board/flip chart. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. dan Dokumen Penetapan Kinerja. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.2. pengungkapan dan penyajian. d. kreteria.4. 3. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. c. 2.5. dan indikator kinerja utama (IKU). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. b. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. d. 2. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE.1. e. 3. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. RKPD. terdiri dari: a. Renstra. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. penghapus. (2) pengukuran.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri.1.1. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. c. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Peraturan – Peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4... Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. yang terdiri dari. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. e. Dokumen RKT. kertas. b. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2.163 - Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. Menguji data dan informasi yaitu : a.3. Atribut kondisi. Ruangan kerja. . Lap top 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Literatur terkait 3. berbagai praktik manajemen stratejik. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. spidol. 2.

.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.8. Kode Etik APIP. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. akurat. 4. akses data dan informasi evaluasi. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. 3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.7. 1.2.164 - 4. 4. Konteks Penilaian : 1.3.2. 3.2.4.1. dan dapat dipertanggungjawabkan. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. memahami indikator kinerja. memahami IT. 4.8.1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip.9. 3.1. memahami psikologi pengawasan. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.9. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). memahami teknik menyusun laporan. 4. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. formulasi temuan. 2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.5. pengujian data dan informasi evaluasi. 3.3.4. memahami teknik komunikasi pengawasan.7.5. memahami Standar Pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. pengembangan temuan. 4. 4.6. 4. 3. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peraturan Menpan : PER/04/M.. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.

Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. 5. 6.028. 6.165 - 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan Ketua Tim kurang teliti..4. 5. independen. obyektif. cermat/teliti.6. 5.3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 27.1. berorientasi hasil. serta Ketua Tim tidak teliti.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota .5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. santun. 4. 6. 6.2. 5. Aspek Kritis 6. kode etik apip. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP.2. Kode Etik APIP. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.3. integritas. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.02.4. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 5.5. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.WAS.5. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). 5.4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.1. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.

1. serta dicatat dalam KKE. 3. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.2.1. Kriteria Unjuk kerja 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 5. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 4. 5. 6. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4.2.1. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 3.2.1 PKE diakses dan dipelajari 1.3. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian Elemen Kompetensi 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota.1. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 2. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. Memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja pemerintahan 6.. 3. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.166 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah . 5. 4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.3. 6.3.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. RKT. 2.1. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 5.

dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. 2.167 - diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. 2. Ruangan kerja. 2. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. pemberian atribut. 3. Literatur terkait 3.1. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).. dan Dokumen Penetapan Kinerja. berbagai praktik manajemen stratejik. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. kertas.5. RKPD. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik.3. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Lap top 2. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. spidol. Dokumen RKT. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan adalah: 3. 2. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. pengenalan permasalahan. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah.1.2. penghapus.4. atribut. Renstra.2. Menguji data dan informasi yaitu : a. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. White board/flip chart. penilaian yang sistematis. yang terdiri dari.

ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau . 4. e. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan.6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. 4. 4. d. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.5. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.168 - b. kreteria. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. c.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).1.2. pengungkapan dan penyajian. Atribut kondisi.7. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. 4. 4. b.8. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. terdiri dari: a. dan indikator kinerja utama (IKU). Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Konteks Penilaian : 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.4. e. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah..9. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. (2) pengukuran.. 3.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. 4.1.3. d. c. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.

akurat. 3. 5.169 - disimulasikan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.4. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami teknik komunikasi pengawasan. 5. obyektif. 5.5.5.2. memahami psikologi pengawasan. cermat/teliti. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2. pengujian data dan informasi evaluasi. berorientasi hasil. memahami IT. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami teknik menyusun laporan. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.6.3.7. 1. memahami Standar Pengawasan.8.2. 5.6. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. akses data dan informasi evaluasi. independen.3. pengembangan temuan.1. 4. 5. 4.1. 6.2. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Kode Etik APIP. 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 6.1. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah . mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip.5. 3. 33. 3.3.1.3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. formulasi temuan. 5. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 6. integritas. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. kode etik apip.2. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. 3.4.. 2. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). 3. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3. 3. Aspek Kritis 6. 4. memahami indikator kinerja. santun.9. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.

sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisi yang dituangkan dalam KKP 2.1.WAS. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses dan Tujuan dipelajari. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. pengawasan 1.3. Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Menyusun 2.Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui Objek. manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisor yang dituangkan dalam KKP 2. Kriteria Unjuk kerja Elemen Kompetensi 1.00.4. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1.01 Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 6. Kode Etik APIP. Menyusun 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 3 3 3 2 3 3 2 28.170 - berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Sasaran dan tujuan pengawasan dirumuskan 2. serta Ketua Tim tidak teliti..5.Waktu analisis Sasaran dan tujuan pengawasan dan pelaksana 2.Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada Pengawasan .2. 6. .2. dan Ketua Tim kurang teliti KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diusulkan kepada supervisi.029.4.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.1. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1.

Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. Menyusun 3.171 - 2.Indikator kinerja. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3.2. spidol.Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. 4. kertas.3. pengawasan 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Pengawasan 4.White board/flip chart. 3. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . Menyusun 4.2.. 3.3.2. menyusun daftar pertanyaan pengawasan 4. menyusun langkah kerja pengawasan.1.4.4. menyusun langkah kerja pengawasan. alat bukti. waktu dan pelaksana pengawasan.Obyek. LCD.5. menyusun obyek.2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. menganalisa risiko pengawasan 3. menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. 2.Usulan dokumen.2.2.Usulan teknik pengujian dokumen. Pemerintahan 4. 3. Langkah kerja pengawasan diusulkan 4.3.1. 3. 4. 2.1.Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diidentifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing.1. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diidentifikasi.5. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.1. dan tatacara Urusan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi.4. 3. waktu dan pelaksana pengawasan.Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan disusun dan diusulkan kepada supervisi.6. menyusun obyek. 2. 2. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektifsesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. penghapus.3. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pertanyaan diklasifikasi.Waktu Pelaksanaan Pengawasan ditentukan dan diusulkan 2.3 Lap top.Ruangan kerja.4. data dan informasi yang dibutuhkan diidentifikasi.

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.9. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi/Kab/Kota.1.4. 3.o. 3.11. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 3.172 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pejabat Pengawas Pemerintah di Lingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah 4. penyusunan obyek. Permendagri Nomor 8 th 2009. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. alat bukti.1. 4.10.4.5.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. 4.memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.8. Peraturan Menpan : PER/05/M. 4.memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. penyusunan daftar pertanyaan pengawasan. 4.1. waktu dan pelaksana pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.13. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4. memahami teknik verifikasi. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi merencanakan PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. 4.11. memahami analisa manajemen risiko.12. 4. memahami Kode Etik APIP. 3. 3. 3.10.6. tatacara pengawasan. 4. penyusunan langkah kerja pengawasan.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. Peraturan MENPAN Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.3.5. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penyusunan sasaran dan tujuan pengawasan.. 4.7. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. 3. 1. 3. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.9. .6.2.8. 3.2.7. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. memahami Standar Audit APIP. 2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3.2. memahami teknik penyusunan daftar pertanyaan. 4. memahami analisa risiko pengawasan. memahami indikator kinerja. Peraturan Menpan : PER/04/M.

. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 Memecahkan masalah 3 Menggunakan teknologi 2 29.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. antara lain Jakwas dan PKPT. dalam deskripsi unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan unit kompetensi menyusun PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan.3. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan diverifikasi. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). 5. 5. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. obyektif. independen.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.4.3.1.. santun 6. 4. 5.1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. mampu menyusun daftar pertanyaan. mampu menerapkan teknik verifikasi dengan baik.6. Aspek kritis 6. mampu menganalisa potensi risiko audit.5. 5.4.2. cermat/teliti. 4. 6. 4. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.Jika analisa potensi risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.7. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses Tujuan dan dipelajari. 6. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1.030. Memverifikasi 1. mampu menganalisa manajemen risiko. integritas. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. mampu menstransfer indikator.00. 6. berorientasi hasil.3. 4.173 - 4.2. pengawasan 1.01 Judul Unit Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Memverfikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP.5.2.6.3. .WAS. alat bukti.4. 5.1.4. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT Mengumpulkan.

1. Memverifikasi 3.1. 2. spidol.White board/flip chart. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diverifikasi. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari.5. dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi. meverfikasi langkah kerja pengawasan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. waktu dan pelaksana pengawasan.3 Lap top. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. penghapus.Waktu dan pelaksana Pengawasan . Langkah kerja pengawasan yang diusulkan diverifikasi 4.4. 3.2. 2. 3. 3. Usulan dokumen. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. 4. Memverifikasi 4. data dan informasi yang dibutuhkan diverifikasi.2.1. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3.2. menyusun langkah kerja pengawasan.2. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan diverifikasi. Waktu Pelaksanaan Pengawasan diverifikasi 2.4. 3. .2. LCD.3.3.4. 2. Indikator kinerja..4. kertas.3. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2.6. Memverifikasi Objek. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. menganalisa risiko pengawasan 3.2.1. Usulan teknik pengujian dokumen. pengawasan 3. 3. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui analisis Sasaran dan tujuan pengawasan 2. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diverifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. waktu dan pelaksana pengawasan. meverfikasi obyek. 3.Ruangan kerja. 2. Obyek. Urusan 4. 2.5.4. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi. 2.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diverifikasi kepada supervisi. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. alat bukti. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2. menyusun obyek.3. meverfikasi sasaran dan tujuan pengawasan. meverfikasi daftar pertanyaan pengawasan.174 - 2.1.

9.12. memahami analisa manajemen risiko. Peraturan Menpan : PER/05/M. verifkasi langkah kerja pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. waktu dan pelaksana pengawasan. 4.2.2.8.11.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 3. 3. 3. memahami Kode Etik APIP.10.1. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan. 4.3.5. verifkasi obyek. 4.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 4..10. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompeteni ini adalah: 4.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah.1.3. memahami indikator kinerja. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Kabupaten/Kota. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Menpan : PER/04/M.7. 2. memahami analisa risiko pengawasan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2. 3. 3. . Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. verifkasi daftar pertanyaan pengawasan.7.6. 3. 3. 4. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan.6. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4.9. memahami Standar Audit APIP. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan merencanakan PKPP. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 1. alat bukti. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi.1. 4.175 - 4. 3.4. tatacara pengawasan.

Menilai sasaran 1.4. 6. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. santun. 5.4.5. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. alat bukti.Jika PKPP dibuat tidak diverifikasi dan dinilai secara memadai. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.00. Aspek kritis 6. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4.01 Judul Unit Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6. integritas. antara lain Jakwas dan PKPT.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada. berorientasi hasil.3.2. Mampu menganalisa manajemen risiko 4.WAS. independen.7. 5. obyektif. Mampu menyusun Daftar Pertanyaan 4.3.Mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. 4. Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP. 4. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan .176 - 3.1.Mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP.1.2. Mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai. 5. 5. 5. 6. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 30. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). Mampu menganalisa potensi risiko audit 4. cermat/teliti..1. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait dan Tujuan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses pengawasan dan dipelajari. 5.1.6. 1. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. 6. memahami teknik verifikasi.11.2.031.4.2.Mampu menstransfer indikator.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.3.5. 4.6.3.

- 177 -

dianalisis 1.4. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan dinilai. 2. MenilaiObjek,Wakt 2.1. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui u dan pelaksana analisis Sasaran dan tujuan pengawasan Pengawasan . 2.2. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.3. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.4. Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan dinilai kepada supervisi. 2.5. Waktu Pelaksanaan Pengawasan dinilai 2.6. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan dinilai sesuai dengan kompetensi masing-masing. 3. Menilai langkah 3.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek kerja pengawasan pengawasan dipelajari; 3.2. Usulan dokumen, data dan informasi yang dibutuhkan dinilai; 3.3. Usulan teknik pengujian dokumen, data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan dinilai. 3.4. Langkah kerja pengawasan yang diusulkandinilai 4. Menilai Daftar 4.1. Obyek, sasaran dan langkah kerja Pengawasan Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi Urusan 4.2. Indikator kinerja, alat bukti, dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi; 4.3. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahandinilai. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan; menyusun obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; menyusun langkah kerja pengawasan; menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam menilai PKPP adalah: 2.1.Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Lap top, LCD; 2.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan; 3.2. menilai sasaran dan tujuan pengawasan; 3.3. menilai obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; 3.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.5. menganalisa risiko pengawasan; 3.6. menilai langkah kerja pengawasan; 3.7. menilai daftar pertanyaan pengawasan.

- 178 -

4. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; 4.6. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.7. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.9. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota; 4.10. Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.11. Peraturan Menpan : PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan; verifkasi obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; verifkasi langkah kerja pengawasan; verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan memverifikasi PKPP. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ; 3.2. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP; 3.3. memahami analisa manajemen risiko 3.4. memahami analisa risiko pengawasan 3.5. memahami indikator kinerja, alat bukti, tatacara pengawasan; 3.6. memahami Standar Audit APIP; 3.7. memahami Kode Etik APIP; 3.8. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan; 3.10. memahami teknik penyusunan rencana pengawasan;

- 179 -

3.11. memahami teknik verifikasi; 3.12. Memahami teknik penilaian. 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP; 4.2. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP; 4.3. mampu menstransfer indikator, alat bukti, dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP; 4.4. mampu menganalisa manajemen risiko; 4.5. mampu menganalisa potensi risiko audit; 4.6. mampu menyusun Daftar Pertanyaan; 4.7. mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai; 4.8. mampu menerapkan teknik peniliaian secara memadai. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif; 5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek kritis 6.1.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada, antara lain Jakwas dan PKPT; 6.2.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai; 6.3.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 32. Melakasanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.WAS.00.032.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti

180 - 2. Atribut kondisi.3. 4.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan pengawasan. serta dicatat dalam KKP.1. Hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Pengawasan/Penga 6. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Data dan informasi yang kurang tepat diklarifikasi.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi wasan (P2 HP) Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Kesesuian antara dokumen data dan informasi pengawasan dengan criteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3. .3. Mengembangkan 4. Melakukan 3. Menyusun Pokok6.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan ditentukan dan Pengujian atas data disepakati dengan penanggungjawab kegiatan dan informasi 3.1.4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5.. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. kreteria. 2.4. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.3.1. Menulis temuan 5. Data dan informasi terkait ruang lingkup pengawasan diakses dan dipelajari 2. 5.1. 2.P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2.3. 3. 3.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan Pokok Hasil disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP.2. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya. 3. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. sebab akibat pada KKP pengawasan diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja 5. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Mengakses data dan informasi pengawasan . Penjelasan Prosedur Penilaian : 2.

1. 4. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.5. menyusun poko-pokok hasil pengawasan.5. Memahami teknik komunikasi.3. memahami prinsip-prinsip pengawasan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. integritas. mengakses data dan informasi pengawasan. Independen.6. 5. 4. 6. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. 3. Cermat/teliti. 5.2.. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka pengawasan dan untuk menggali informasi. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.5. 4.4. 5.1.2. 1.2. 4. Berorientasi hasil. Memahami standar pemeriksaan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi menyusun Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). 3.4. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . 3. 3. memahami IT. Obyektif.1. Santun. 5.2. 1. 4.4.3. Memahami Kode etik pemeriksaan.181 - 2. 3. mampu menerapkan standar Pengawasan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3.6. 6.1. Aspek Kritis 6.3. 5. mampu menerapkan Kode Etik Pengawasan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2. 3.1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam pelaksanaan pengawasan. menulis temuan pengawasan. Memahami teknik pemeriksaan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mengembangkan temuan pengawasan.

00. 3.1 Konsep Hasil Pengawasan dipelajari 1. Mempersiapkan bahan ekspose. memaparkan Hasil pengawasannya 2.. 2.3. Jawaban atas tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dicatat dalam lembar kerja ekspose 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. Mempersiapkan ekspose hasil pengawasan . 2.5. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose.4.3.01 Judul Unit Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.4.3.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam melaksanakan ekspose hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: persiapan ekspose. Ruangan kerja. Hasil penilaian dari supervisor diparaf dan disampaikan kepada sekretariat tim pengawas sebagai nett temuan.1. Penyanggah memberikan tanggapan/ sanggapan/pertanyaan kepada Pengawas Pemerintahan 2. Lap top. 2. Tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dari penyanggah dicatat oleh Pengawas Pemerintahan dalam lembar kerja ekspose dan dijawab secara singkat dan benar 2. 3.182 - 33.2.WAS.1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP. penghapus. 2.2. Simpulan dari ekspose ditindaklanjuti oleh hasil ekspose Pengawas Pemerintahan dengan mengubah konsep Hasil Pengawasan sesuai dengan hasil ekspose 3. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Melakukan ekspose 2.2 Permohonan ekspose beserta konsep Hasil Pengawasan yang telah tergabung disampaikan kepada pengelola ekspose 1.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan untuk melaksanakan ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan.1.3 Bahan presentasi ekspose disiapkan 2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Masing-masing Pengawas Pemerintahan hasil pengawasan . White board/flip chart. Menindaklanjuti 3. 3. Memaparkan hasil pengawasan 1. spidol. kertas. Perubahan yang dilakukan disertai dengan matriks yang menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah perubahan disampaikan kepada supservisi untuk dinilai dan diparaf.2.033. Infocus.

obyektif. 5. 4.2. 4. integritas.3. Memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan. 4.. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Kabupaten/Kota.12. 4.183 - 3. Mampu berkomunikasi efektif dalam ekspose 4. 1.2.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. 4. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.9. 4.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan ekspose. . Menindaklanjuti hasil ekspose 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).3. independen. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Menpan : PER/04/M. Memahami teknik presentasi. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan.5. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4.1. cermat/teliti.11.2.3. 5.3. 3. Mampu menjawab pertanyaan penyanggah dengan efektif 5. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.2.3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Menjawab pertanyaan dari para penyanggah 3. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose. 5. Memahami teknik komunikasi.4.1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4.1.2.8.10. Mampu memaparkan hasil pengawasan dengan efektif 4.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 2. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.4. Peraturan Menpan : PER/05/M.2.

KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.1. antara lain ringkas dan mudah dipahami 1. Menggabung temuan sejenis . sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan. Memvalidasi Laporan Hasil Pengawasan .2 Kelengkapan atribut masing-masing temuan pada LHP diteliti dan dipelajari kesesuaiannya dengan standar penyusunan LHP.2.1 Draft Laporan hasil pemeriksaan diakses dan dikompilasi 1. Jika Pengawas Pemerintah tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil pengawasan.6.00. Aspek Kritis 6.3 Kekurangan atribut temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 2. Jika terdapat kreteria yang berbeda antara Pengawas Pemerintah dengan Penyanggah ekspose.034.5. Pengajukan permohonan pendistribusian LHP disampaikan 2. LHP ditandatangani oleh Penanggungjawab Tim dan diautentifikasi. Penggabungan temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 3.2.1. Temuan yang mempunyai kesamaan materi digabung menjadi satu temuan 2.01 Judul Unit Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 34.1. Meneliti kelengkapan atribut 1.2. 3.4.. 5. Menyusun laporan Hasil Pengawasan Kode Unit FPP. Lembar pengesahan LHP dicetak dan disampaikan kepada seluruh anggota pengawas untuk diteliti ulang dan diparaf 3.184 - 5. 6. Setelah diteliti ulang dan diparaf.3. 3. 6. santun. Laporan hasil pengawasan berupa LHP dan Nota dinas petunjuk Menteri kepada Direktur Jenderal/Kepala Daerah yang telah dikonsultasikan dicetak 3.WAS. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. berorientasi hasil.

4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. Ruangan kerja. 4.5. 4.10. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penelitian kelengkapan atribut. 2. meneliti kelengkapan atribut. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. . 4.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.12.4. Lap top.2. 4. 4. 3.3.. 4.3.2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam menyusun laporan hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: meneliti kelengkapan atribut.1.2. mencetak LHP. menggabungkan temuan sejenis dan memvalidasi LHP.11. 3.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. spidol. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.6. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi in adalah : 4. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 3. Peraturan Menpan : PER/05/M. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. Kabupaten/Kota.3. menggabungkan temuan sejenis.1. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. White board/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 1.2. 2. penghapus. mengkomunikasikan penggabungan temuan kepada anggota pengawas.3. penggabungan temuan sejenis dan validasi LHP.1. 4. kertas.1.185 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.8. 2.7.9. 2. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.

Mampu menerapkan standard pengawasan ke dalam penyusunan LHP. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. santun.3. ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina Tk.6.2. Aspek Kritis 6. 3. integritas.2. 5. memahami IT. sehingga dapat multi tafsir. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 3. memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan.. berorientasi hasil. 5. 6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5.186 - 2.3. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. Jika Pengawas Pemerintah tidak meneliti dengan baik hasil pengawasan.3. 5. obyektif. 5.I (IV/b) NIP.1. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. 3.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA. 6. 4. cermat/teliti.5.2. Jika Pengawas Pemeritnahan tidak menerapkan tata bahasa Indonesia yang benar. memahami teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. mampu menerapkan teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam penyusunan LHP.1. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1.4.2. 19690824 199903 1 001 . independen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful