LAMPIRAN: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 TAHUN 2013.

TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH.

URAIAN STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS PEMERINTAHAN I. Pendahuluan Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah secara normatif meliputi pengawasan administrasi umum pemerintahan dan pengawasan urusan pemerintahan. Pengawasan administrasi umum pemerintahan terdiri dari pengawasan kebijakan daerah, pengawasan kelembagaan, pengawasan pegawai daerah, pengawasan kebijakan keuangan daerah dan pengawasan barang daerah. Sedangkan pengawasan urusan pemerintahan di daerah meliputi pengawasan urusan wajib dan pengawasan urusan pilihan yang menjadi wewenang daerah serta pengawasan atas pelaksanaan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat. Sejalan dengan kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 telah menetapkan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Jabatan fungsional ini mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk membangun profesionalitas pejabat Pengawas Pemerintahan tersebut, perlu diatur standar kompetensi kerja khusus Pengawas Pemerintahan sebagai persyaratan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan di bidang pengawasan pemerintah. Standar Kompetensi ini memiliki kesetaraan dengan standar sejenis seperti yang berlaku di kalangan dunia usaha maupun standar di negara lain atau internasional. II. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Penyusunan standar kompetensi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, khususnya pada prosedur penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (SK3APDN). Untuk menentukan unit-unit kompetensi kerja Pengawas

-2-

Pemerintahan, didasarkan pada tugas-tugas yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Sedangkan pengembangan substansi masingmasing unit kompetensi mengacu pada regulasi teknis dan standar yang ada antara lain sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemer intah di Wilayah Provinsi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan Dalam Rangka Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Daerah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25Tahun 2007 tentang Pedoman Penangangan Pengaduan Masyarakat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 20. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawas Internal Pemerintah; 21. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah;

-3-

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 23. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi NomorPER/04/M.PAN/03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; 24. ISO 19011-2011 : Guidelines for Auditing Management Systems. A. Pemetaan Fungsi Kerja Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. Pemetaan fungsi kerja jabatan fungsional Pengawas Pemerintahan didasarkan pada ruang lingkup pekerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya,sebagai berikut: Fungsi Utama Pengawasan atas Pembinaan Pelaksanaaan Urusan Pemerintahan Fungsi Dasar Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis Penerapan NSPK Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah

Melaksanakan Pengawasan Administrasi Umum Melaksanakan Pengawasan Substantif Urusan Pemerintahan Melaksanakan Pengawasan atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan Pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melaksanakan Pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah

WAS.BIN.011.010. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.WAS.003.WAS.01 FPP.02.006.BIN.01 FPP.01.01 .007.BIN.009.WAS.02. Renstra SKPD. RKPD.01 FPP.004.02.02.01 FPP. Renstra SKPD.WAS.WAS.01.001.02. RKPD.BIN.01 FPP.01.005.002.A di atas. Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan.-4- Fungsi Utama Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom daerah Fungsi Dasar Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Evaluasi Daerah Melakukan Evaluasi DOB provinsi Otonom Baru (DOB) Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Evaluasi Kecamatan Evaluasi Kecamatan dan Pemerintahan Evaluasi Pemerintahan Desa Desa Evaluasi Laporan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Akuntabilitas Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Menyiapkan Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan B.01.01 FPP.01 FPP. Renja SKPD.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan FPP. Berdasarkan peta fungsi kerja pada butir 1. Renja SKPD.01.008.02.BIN. maka Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan adalah: Kode Unit FPP.01 FPP.

01 FPP.WAS.02.022.WAS.028.WAS.WAS.02.029.030.01 FPP.WAS.00.01 FPP.031.WAS.020.00.01 FPP.027.00.WAS.WAS.01 FPP.015.01 FPP.00.032.02.WAS.029.00.00.02.02.033.WAS.01 FPP.WAS.01 FPP.WAS.WAS.01 FPP.01 FPP.02.034.01 FPP. yaitu : Kode Unit FPP.017.WAS.WAS.024.02.026.WAS.WAS.-5- Kode Unit FPP.01 FPP.02.02.WAS.00.01 FPP.01 FPP.01 FPP.00.02.WAS.01 FPP.01 FPP.021.02.WAS.02.01 FPP.025.WAS.01 FPP.01 Judul Unit Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan .016.WAS.01 FPP.01 FPP.02.02.02.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB provinsi Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Melakukan Evaluasi kecamatan Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Dari Peta Kompetensi di atas.031.WAS.018.01 FPP.01 FPP.WAS.023. terdapat unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemerintahan dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Umum.01 FPP.WAS.014.012.030.WAS.02.00.02.019.013.

016.013.02.01 .01 FPP.WAS.01 FPP.02.015.020.WAS.01 FPP. dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Inti.BIN.01 FPP.012.WAS.02.01 FPP.01.WAS.01 FPP.01 FPP.WAS. Renja SKPD.023.02.WAS.02.01.018.WAS. Renja SKPD. yaitu: Kode Unit FPP.034.01.010.003.01 FPP.01 FPP.011.BIN.007.01 FPP.02.024.004. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.01 FPP.02.WAS.02.WAS.01 FPP.-6- Kode Unit FPP.006.009.02. Renstra SKPD.02.01 FPP.WAS.WAS.001.032.BIN.02.WAS.WAS.019.01 FPP.02.01 FPP.00.WAS. RKPD.00.WAS.01.BIN.002.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Sedangkan unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan untuk dapat melaksanakan penugasan yang sifatnya pengawasan teknis urusan pemerintahan di daerah.02.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.WAS.01. Renstra SKPD.01 FPP.02.02.01 FPP.00.01 FPP.02.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/kota Melakukan Evaluasi Kecamatan FPP.014.WAS.WAS.01 FPP.WAS.022.01 FPP.005.008.02.WAS. RKPD.01 FPP.01 FPP.021.01 FPP.02.017.WAS.02.033.01 FPP.BIN.

Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.028. obat danperbekalan serta pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan d. Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan FPP.010.00.01 2.00.WAS.02.02.034. sebagai berikut: a.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Rincian unit kompetensi yang harus dikuasai pada masing-masing jenjang Pengawas Pemerintahan adalah sebagai berikut: 1.01 4. f. A. Melaksanakan Ekspose Hasil Pengawasan Pemerintahan FPP.WAS. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan FPP.006. sub bidang kepemudaan dan olahraga pada bidang Kepemudaan dan olahraga e.-7- Kode Unit FPP. Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan B. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Pertama.01 1.01 FPP.WAS.025.02. sub bidang pengelolaan umum pada bidang ketahanan pangan g.02.027.WAS.02.WAS.WAS. identifikasi dan pengawasan . sub bidang pembinaan pelatihan dan produktifitas tenaga kerja. sub bidang pembinaan bidang sosial.01 FPP.WAS. sub bidang perhubungan darat pada bidang perhubungan h.032. sub bidang Pos dan telekomunikasi pada bidang Komunikasi dan Informatika i.01 1. Melaksanakan pengawasan urusan wajib.WAS.WAS.00.033. sub bidang Kebijakan sarana dan prasarana pada bidang pendidikan c.00.01 2.WAS.01 FPP. sub bidang SDM Kesehatan. sub bidang persandian pada bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum bidang Masyarakat dan desa b.02.026.01 3. Melaksanakan Pengawasan administrasi umum aspek Kemampuan Kelembagaan FPP. Standar Kompetensi Inti Kode Unit Unit Kompetensi FPP. pembinaan dan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan pengelolaan umum pada bidang ketenagakerjaan.029.

pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. tamana wisata dan taman buru. perkebunan dan penunjang pada bidang pertanian c. j.02. keprintisan kejuangan dan kesetiakawanan pada bidang sosial. Sub bidang tanaman pangan dan hortikultura. penerimaan Negara bukan pajak bidang kehutanan. Sub bidang kelautan. pemanfaatan kawasan hutan dan jasa lingkungan pada hutan produksi. lembaga konservasi. perlindungan usaha industri. Sub bidang usaha industri. Sub bidang inventarisasi hutan. taman nasional. areal buru dan kebun. lingkunga hidup. persampahan. FPP.01 3. sumber daya manusia. pemasaran. industri pengelolaan hasil hutan. pengelolaan DAS. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. air munum.011. pemanfaatan kawasan hutan pada hutan lindung. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. rencana pengelolaan jangka pendek cakar alam. perbenihan tanaman hiasan. permukiman. drainase. pengembangan hutan hak dan aneka usaha kehutanan. penyuluhan dan pengendalian pada bidang kelautan dan perikanan b. penganugrahan tanda kehormatan dan nilai-nilai kepahlamwanan. dan penguasaaan taman buru. pengelolaan pemasaran. suaka margasatwa. pemanfaatan hasil hutan pada hutan produksi. air limbah.-8- Kode Unit Unit Kompetensi penyandang masalah kesejahteraan sosial. penataan batas luar areal kerja unit usaha pemanfaatan hutan produksi. perlindungan hutan dan penebangan/penanaman/ pemungutan hasil hutan pada bidang kehutanan d. penguasahaan pariwisata alam pada kawasan pelestarian alam.WAS. bangunan gedung dan lingkungan pada pekerjaan umum. sebagai berikut: a. sarana dan prasarana dan data industri pada . Sub bidang sumber daya air. pengelolaan taman hutan raya. pelaksanaan program/ kegiatan bidang sosial.

WAS.01 1.01.BIN. Sub bidang metrologi legal dan perdagangan berjangka komoditi.BIN.WAS. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat FPP.002. Kode Unit Unit Kompetensi FPP.01 5.01 2.030. e. Renja SKPD. RKPD.005. FPP. Renstra SKPD.BIN. Renstra SKPD. Sub bidang perangkat daerah pada Bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum c. Menganalisis teknis penerapan SPM FPP. sebagai berikut: a.014. f. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) FPP.01 3.02. Sub bidang upaya kesehatan dan kebijakan pembiayaan kesehatan . panas bumi dan air tawar pada bidang energi dan sumber daya mineral.00.010.003. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD FPP. A. pasar lelang pada bidang Perdagangan. alternatif pembiayaan sistem resi gudang. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP.01 6.01 4.01.01 7.02.BIN.01.-9- Kode Unit Unit Kompetensi bidang perindustran. RKPD. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah FPP. Renja SKPD.01 4.004. Melaksanakan Pengawasan urusan wajib. Sub bidang kebijakan pembiayaan dan pendidikan serta tenaga kependidikan pada bidang Pendidikan e.007. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.WAS.01. Sub bidang mineral. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Muda.WAS. Memverifikasi Program Pengawasan Pemerintahan kerja B.001.BIN. batubara. Menganalisis pengelolaan SDM FPP. Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa 2. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.01 1. Standar Kompetensi Inti.02. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Sub Bidang sosial budaya masyarakat pada bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan d. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil b.01.

ketenagakerjaan. sebagai berikut: a. Menilai PKPP B.01 FPP.028.WAS. Sub bidang sarana komunikasi dan diseminasi informasi pada bidang komunikasi dan informatika j. Sub bidang perdagangan dalam negeri bidang Perdagangan e.01 FPP. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Sub bidang geologi. perikanan budidaya pada bidang Kelautan dan perikanan b. Standar Kompetensi Umum Kode unit Unit kompetensi FPP. perikanan tangkap. Evaluasi Pemerintahan Desa 12.01 2. Menganalisis pengelolaan Barang / Aset .WAS. pengawasan.WAS.01 pada bidang kesehatan.009. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi 13. Sub bidang umum. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota 3.01 1. Melaksanakan Pengawasan urusan pilihan. f.02. Sub bidang kemananan pangan pada bidang ketahanan pangan h.008. Bidang Kehutanan d. Sub bidang kerja sama.02. Sub bidang peternakan dan kesehatan hewan pada bidang Pertanian c.01 FPP. Sub bidang perkotaan dan pedesaan serta jasa konstruksi pada Pekerjaan Umum 8.015..10 - FPP.WAS.02.00.WAS.WAS.WAS.WAS. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/Instansi Pemerintah 11.WAS. 9. Menganalisis Kebijakan Keuangan Daerah FPP.025.031.01 FPP.011. pendidikan dan pelatihan pada bidang energy dan sumber daya mineral. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Madya.017.01 1. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 10.02.02. sarana dan prasarana dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial pada bidang Sosial k. Standar Kompetensi Inti Kode unit Unit kompetensi FPP.02.027. A. Sub bidang pembinaan ketenagakerjaan pada bidang ketenagakerjaan g.01 FPP.02.02. Sub bidang perkereta apian pada bidang perhubungan i.

c.01 3. Sub bidang perencanaan dan program. standarisasi dan pengawasan industri pada bidang perindustrian . Sub bidang manajemen kesehatan pada bidang Kesehatan g. Sub Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam Pengelolaan SDA dan TTG pada bidang Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan. Sub bidang Bina Marga dan Penataan ruang pada bidang Pekerjaan Umum. kebijakan administrasi keuangan daerah.02. Bidang Kehutanan c. Sub bidang pengawasan dan pengendalian pada bidang Kelautan dan perikanan. sebagai berikut: a. Sub bidang perhubungan laut dan udara pada bidang Perhubungan j. Pengembangan dan pendayagunaan PSKS dan pembinaan tenaga fungsional Pekerja Sosial pada bidang Sosial k. h. Melaksanakan pengawasan urusan wajib.yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. kurikulum. b. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. perencanaan sosial.02. perencanaan. Sub bidang kebijakan dan standar. yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. pemerintahan umum. Sub bidang kebijakan. pembinaan dan pengawasan. f.11 - Kode unit Unit kompetensi Daerah FPP.WAS.011. sebagai berikut: a. e. Sub bidang ketahanan pangan dalam bidang Ketahanan Pangan i. Sub bidang penguatan kelembagaan pada bidang Pemberdayaan Masyarkat dan Desa d. Sub bidang otonomi daerah.010.01 4. penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dan pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Bidang Ketenagakerjaan. pada bidang otda dan pemerintahan umum.WAS. FPP. pembinaan SDM. Bidang kesatuan bangsa dan politik luar negeri b.. Sub bidang kebijakan bidang sosial. pengendalian mutu pendidikan pada bidang Pendidikan.

019.12 - Kode unit FPP.018.014. Renstra SKPD. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan provinsi 10.02. Melakukan evaluasi DOB Kabupaten/ kota 15. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Kode Unit FPP.01 FPP. Renja SKPD. Melakukan Evaluasi Pemerintahan kecamatan 16.WAS.016. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekon dan TP 8. Sub bidang perdagangan luar negeri. kerja sama perdagangan internasional dan pengembangan ekspor nasional pada bidang perdagangan e. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).WAS. Renja SKPD. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan Kabupaten / kota 11.023.01 FPP.001.013. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja . Sub bidang kebijakan.BIN.01 FPP. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan provinsi 12.01 FPP. dan sikap kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP. Renja SKPD.WAS. RKPD.02.01.02. RKPD.. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas C. keterampilan. Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah 7. Renstra SKPD.022. Melakukan Evaluasi Rancangan Kebijakan Daaerah (Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah) 6.01 FPP.WAS.026.02.01 FPP. RKPD. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan Kabupaten /Kota 13.02. 5.WAS. Renstra SKPD. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah 9.WAS. DAFTAR UNIT KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PEMERINTAHAN.02.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.02.01 FPP.02.WAS.020.012.02. Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.WAS. perencanaan.01 Unit kompetensi d.024. 1.021.01 FPP.01 FPP. Melakukan evaluasi DOB provinsi 14.02. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. pembinaan dan pengawasan pada bidang Transmigrasi.WAS.02.01 FPP.WAS.WAS.02.WAS.

dan Renja tentang SPM/ NSPK SKPD.3. Tiap-tiap kemungkinan penyebab diuji pencapaian dan dinalisis. Dokumen perencanaan Daerah berupa dan informasi RPJMD. diklarifikasi. Kreteria pelaksanaan kegiatan Pengujian atas data ditentukan dan disepakati dengan dan informasi SKPD penanggungjawab kegiatan.. diminta penjelasan dandiminta lagi tambahanya. hasilnya dicatat dalam SPM/NSPK KKP.3.2.2. Data dan informasi yang kurang tepat analisis. rencana 3.1.13 - 1. .6 Tiap-tiap kemungkinan akibat diuji dan dianalisis. Mengembangkan 4. 1. Kemungkinan penyebab terjadinya temuan kondisi temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan sesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. 4. Kesesuaian antara dokumen data dan pencapaian informasi dengan kriteria pelaksanaan SPM/NSPK dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3 SPM/NSPK yang akan dianalisis diakses dan dipelajari. 4. dll diakses dan dipelajari. rencana 4.4. RKPD. 3.2. 4. 3. Mengakses data 2. 1. 2. yang akan di 2.1 PKPP diakses dan dipelajari. Renstra. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis.1. 2. hasilnya dicatat dalam KKP.4. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan SKPD penanggung jawab pekerjaan. 3. 4. Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab temuan. Hasil klarifikasi dengan SKPD penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Melakukan 3.7 Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut akibat temuan. 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Mempersiapan pelaksanaan pengawasan 1. 1.4 Kriteria pencapaian SPM/NSPK dalam dokumen perencanaan kegiatan dan keuangan daerah disusun sesuai dengan SPM/ NSPK yang akan dianalisis.1.3.

9 Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan SKPD penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKP. Atribut kondisi. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. menulis temuan pengawasan. kreteria. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. sebab akibat pengawasan pada KKP diringkas supaya mudah rencana dipahami dan dikonsultasikan dengan pencapaian pimpinan unit kerja dan dicatat dalam SPM/NSPK KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. mengakses data dan informasi pengawasan.3. Menulis temuan 5. 5. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. 4.14 - perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan.1. Renstra SKPD. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.2. 5. 5. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. RKPD. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. mengembangkan temuan pengawasan. Renja SKPD.8 Rekomendasi .

Pemda menyampaikan RKPD dan KUA ke DPRD untuk . ATK. target-target masing-masing SKPD pengampu SPM apakah sudah tercantum dan sesuai dengan indikator SPM. apakah terdapat program-program SKPD pengampu SPM. target dan pagunya. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.1. b. Menguji target pencapaian SPM dalam dokumen rencana. Renja SKPD.4. 2. 2. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.. KUA-PPAS dan RKA-SKPD terkait program/kegiatan dan pengintegrasian SPM. RKPD (seluruh program kegiatan bagi SKPD pengampu SPM sudah terangkum dalam dokumen ini) disini mengecek apakah indikator SPM dari masing-masing SKPD pengampu SPM sudah tertampung (di chek).3. e. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.5. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD.2. Mempelajari dokumen rencana RPJMD. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah sebagai berikut: 3. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. belanja. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Cek di dalam tabel indikasi rencana program prioritas RPJMD.15 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan(KKP). Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. 3. c. 3. 2. Renstra dan Renja SKPD. 2. RKPD. Lap top. apakah indikator SPM di dalam renstra SKPD sesuai tidak jumlah indikator. Literatur terkait. d.2. Ruangan kerja. 2.1. yang terdiri dari: a. Di dalam renstra SKPD melihat kegiatan dalam masingmasing renstra SKPD pengampu SPM. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.

6. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian 1. f. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Langkah terakhir adalah memastikan target-target pencapaian SPM tercantum sebagai kegiatan dalam Program RKA-SKPD. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.10. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.2. 4.5. 4.14.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui . 4. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.1.12. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.7. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Jo. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.8. 4. 4. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 4.11. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.4.3 Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah..13. 4.16 - ditetapkan menjadi PPAS harus sejalan (melakukan pengecekan kesesuaian KUA PPAS dengan target-target pencapaian SPM di RKPD. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Menpan PER/04/M.15. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Tata Cara Penyusunan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.

Independen. 3.) dan dokumen SKPD (Renstra dan Renja) serta dokumen anggaran (KUA dan PPAS serta RKA-SKPD). Memahami tatacara penyusunan dokumen perencanaan pembangunan di daerah (RPJPD. RPJMD.6. 3. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mengakses data dan informasi pengawasan. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. Memahami prinsip pengendalian dan evaluasi terhadap dokumen rencana RPJPD. Memahami indikator kinerja target capain SPM. 3. dan dapat dipertanggungjawabkan. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan pemerintahan. RPJMD. akurat. 6.2. 5. 4.4. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Kode Etik APIP. Obyektif. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. Aspek Kritis 6.2. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP). Berorientasi hasil.4. lengkap dan akurat. Cermat/teliti.3.1. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. Integritas. Kode Etik APIP. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. 5. Rensra SKPD dan Renja SKPD terhadap pengendalian kebijakan. Memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan target pencapaian SPM.2. RKPD.6. 3.1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. 3. Santun. 2. 4. pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar.5. Memahami Standar Pengawasan peme.5.2. 5. mengembangkan temuan pengawasan.6. .3. Kompetensi yang dipersyaratkan Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. 3. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 5. 1.1.17 - demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. 5.5.3. menulis temuan pengawasan. 4. 4. 4. RKPD. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 5.4. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4.. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan.

Data dan informasi tentang penerapan NSPKdianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasandan hasilnya dicatat di lembar KKP. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.3. 1.2. 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Mengakses Data penerapan NSPK. 6. Dokumen NSPK yang akan diawasi diakses dan ditentukan.18 - 6. PKPP diakses dan dipelajari..002. Kode Etik APIP. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 2.01. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. 6.1.2.4.01 Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. ElemenKompetensi 1. Kriteria Unjuk kerja 1. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akandilakukan diikuti. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 2. 1.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.3.1. Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 2.2. Data dan informasi tentang penerapan NSPK diakses dan dipelajari. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan APIP. 2. . 6.3.5. serta Ketua Tim tidak teliti.BIN. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan pemerintahan diakses dan ditentukan.

1. Konsep temuan pengawasan dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 3. Hasil analisis NSPK diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.2. serta dicatat dalam KKP. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep temuan pengawasan.3. 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.2..19 - 3. 5. 4. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria NSPKserta implementasinya. 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Kreteria keabsahan Data penerapan NSPK. 5.3. Atribut kondisi.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.1. 4. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 5. 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep temuan pengawasan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai. 3. kreteria. 3. 5. 4.1. .2.5.4. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Menulis temuan pengawasanpenera pan NSPK.

RKPD. Mengakses Data penerapan NSPK. Renja SKPD. 6. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menulis temuan pengawasanpenerapan NSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP) penerapan NSPK. RKPD.2.3. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1..Unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Renstra SKPD dan renja SKPD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK.20 - 6.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. NSPK adalah berbagai ketentuan berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK sebagai dasar bagi Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan urusan yang menjadi kewenangannya. penerapan NSPK. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Menyusun Pokok6. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. 6. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan .Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan diringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).1. Renstra SKPD. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

4. yang terdiri dari. prosedur.3.1. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan NSPK yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun.. c. kertas. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP.3. 2. 2. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.Mempelajari Kebijakan NSPK terkait. standar.Menganalisa dampak pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. 3. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. NSPK masing-masing Urusan Pemerintahan yang diejahwantahkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses. 2. 3.Menganalisa kesesuaian dengan NSPK terhadap penerapan urusan pemerintahan yang dituangkan ke dalam dokumen perencanaan daerah. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya.2. b. 2. 3.4.2. diinventarisasi dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. spidol. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. Database Pelayanan berdasarkan NSPK. Lap top.Menilai apakah setiap urusan pemerintahan yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah telah sesuai dengan NSPK yang ditetapkan oleh Pemerintah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. .1. belanja.5.21 - Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. penghapus. Proses penyusunan target-target penerapan NSPK diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. a. 2. Form KertasKerja Pengawasan(KKP).White board/flip chart. Ruangan kerja. 3.

2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. Jo. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.14.. 4. 4. Peraturan Menpan PER/04/M.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai .1. 4.5. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4.11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.13.10. 2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.4.7. Menulis temuan pengawasanNSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) penerapan NSPK.2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Penjelasan Prosedur Penilaian: 2. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Tata Cara Penyusunan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4.8. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. 4.6. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. 4. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.9. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.2.12. 2.1. 4.22 - 4. Mengakses Data penerapan NSPK.

Memahami IT. 5.5. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Memahami Standar Pengawasan APIP.2. 5. Independen. Berorientasi hasil.6.5. Kode Etik APIP.4. lengkap dan akurat. Obyektif. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan/ pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Memahami indikator kinerja.2.. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Peemriksaan P2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.1. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. 5. Norma dan Etika Pengawasan. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.3.23 - 3. Jika sampling pengawasan tidak menggambarkan secara utuh populasi pengawasan. akurat. 5. 3. .2. 3. 3. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan NSPK. 5. Kode Etik APIP. 5. 4.1.1.4. 5. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. 4.1. 4.3. persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan.4. 4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3. 5. Kode Etik APIP.3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. Integritas. 4.5. 5.3.5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. serta Ketua Tim tidak teliti. dan dapat dipertanggungjawabkan. Mampu mempedomani Standar Audit APIP.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Cermat/teliti. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Santun Aspek Kritis 5.

Pencapaian SPM .2.1. Target-target tahunan pencapaian SPM dan standar teknis beserta langkahlangkah kegiatan diakses dan ditentukan. 2. Dokumen SPM yang akan diawasi diakses dan ditentukan. Mempersiapkan 1. Tatacara/proses penyusunan dokumen proses penyusunan perencanaan terkait dengan pencapaian dokumen SPM diakses dan dipelajari.. Kesesuaian antara dokumen data dan . proses penyusunan dokumen keabsahan Data perencanaan dan sinergitasnya dengan Pencapaian SPM. pelaksanaan 1. Data dan informasi tentang Pencapaian keabsahan Data SPM diakses dan dipelajari. 2. Mengakses 2. PKPP diakses dan dipelajari.2.3. perencanaan dan 3. 1. 3. entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan unit kerja yang akandilakukan diikuti. Menganalisis Teknis Penerapan SPM Kode Unit FPP. target-target nasional ditentukan dan proses penyusunan disepakati dengan penanggungjawab dokumen kegiatan.1.4.01. Data dan informasi tentang pencapaian target nasional. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisa teknis penerapan SPM. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 3. Kreteria keabsahan Data Pencapaian Pengujian SPM.1.5. dengan target2. perencanaan dan 2.24 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.3.01 Judul Unit Menganalisis teknis penerapan SPM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. Data dan Informasi yang kurang tepat sinergitasnya diklarifikasidan dipenuhi. 1. SPM serta proses penyusunan dokumen perencanaan serta sinergitasnya dengan target nasional dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasansesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP.003.4. Melakukan 3. ElemenKompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 1. Kriteria proses penyusunan dokumen pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional ditentukan.BIN.

1. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. 5.4. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional.3. 4.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Hasilklarifikasi dengan penanggungjawabdicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.2.3.1. Menulis temuan pengawasankeabsa han Data penerapan dan Pencapaian SPM. 3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. 6. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. 6. 5. 5.1. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) keabsahan Data Penerapan dan Pencapaian SPM.25 - sinergitasnya dengan targettarget nasional. 6. kreteria.. 4.2. 5. Atribut kondisi. serta dicatat dalam KKP. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 6. serta hasilnya dicatat dalam KKP. informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 4. Mengembangkan temuan pengawasan keabsahan Data Pencapaian SPM/ Penerapan NSPK . Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. 3. . proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional.2.3. 4.

hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Rencana Pencapaian SPM adalah target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. dan Renja-SKPD untuk digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan dasar. memberdayakan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan. Pemerintah Daerah adalah Gubernur. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. melayani. kesejahteraan masyarakat. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. RKPD. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisa teknis penerapan SPM melalui pengujian keabsahan data pencapaian SPM. dan pemerintahan. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. Renstra-SKPD. proses.26 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kemampuan dan potensi daerah adalah kondisi keuangan Daerah dan sumber daya yang dimiliki daerah untuk menyelenggarakan urusan wajib pemerintahan daerah dan dalam rangka pembelanjaan untuk membiayai penerapan SPM. ekonomi. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundangundangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. mengembangkan temuan pengawasan. mengakses data dan informasi. Unit ini terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. menulis temuan pengawasan. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Analisis Kemampuan dan potensi daerah adalah pengolahan . kepentingan nasional.. dapat berupa masukan. dan mensejahterakan masyarakat. Bupati atau Walikota.

SPM masing-masing Urusan Pemerintahan yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). 2. . 2. Proses penyusunan target-target penerapan dan pencapaian SPM diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. Analisa apakah pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah dilakukan. c.1. 2. 2. 3. 4. spidol.5. 2. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. penghapus. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Analisa apakah batas waktu Pencapaian SPM secara Nasional dan Jangka Waktu Pencapaian SPM di Daerah telah sesuai. yang terdiri dari.2. 3. Lap top. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. 4.3.6.1. 3.4. a. Analisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah memadai. dana. 2.3.. 3.27 - terhadap data dan informasi menyangkut kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Daerah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. 3. Analisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. kertas. Ruangan kerja. b.2. Literatur terkait.1.White board/flip chart.2. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan dan pencapaian target SPM yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. Mempelajari Kebijakan SPM terkait. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal (sumber daya manusia).4. Database Pelayanan berdasarkan SPM.5.

Renja SKPD. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM. Jo. Renstra SKPD. 4. Memamahi tata cara petunjuk Penyusunan Dan Penetapan SPM.8.11.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) pengawasan teknis penerapan SPM. RKPD. 4. 3. Peraturan Menpan :PER/04/M. akses data dan informasi pengawasan. 4.12. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 4.10. .4. menulis temuan pengawasan.3. 4. Kontek Penilaian : 1. 4. 4..7. pengembangan temuan pengawasan.6. Pengujian atas data dan informasi pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 3.2.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.PAN/03/2008Tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan SPM. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. 4. 2.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah.13.9.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah.1.1.28 - 4. 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan.

Norma dan Etika P2.3. Renstra SKPD.5.4. 5.5. 4. 5. 4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan . Memahami indikator kinerja.3.4. Mampu menerapkan kebijakan terkait SPM dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. 4.3 Obyektif.Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan..1.BIN.7. 6. 5.4. RKPD. 3.01 Judul Unit Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. 5. Mampu menerapkan standar pemeriksaan.01. 3.5 Berorientasi hasil. Renstra SKPD. 5.2. Kode Etik APIP.2 Independen. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 6. Memahami IT. Memahami Standar Pengawasan APIP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. RKPD.29 - 3.004. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 4.1. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.1 Integritas. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Aspek Kritis 6. 5. 3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. 6. 4. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.6 Santun 6. Renja SKPD. Renja SKPD. Mampu menyusun standar evaluasi.4 Cermat/teliti.2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Kode Unit FPP. 4.6.

Mempersiapkan pelaksanaan analisis Kriteria Unjuk kerja 1. Renstra SKPD. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 2. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 3. unit kerja yang akan dilakukan diikuti. Renja SKPD. RKPD. 3.4. Kreteria keabsahan Data pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD. Renja SKPD. Elemen Kompetensi 1. RKPD. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 3. RKPD. RKPD. PKPPdiakses dan dipelajari. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD serta implementasinya.30 - pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD.5. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDyang akan diawasi diakses dan ditentukan. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.3. Peraturan Daerah tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD oleh Pemerintah Daerah. Renja SKPD.2.2.1.1. 3. Renstra SKPD.3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diakses dan dipelajari. 1. Renja SKPD.4. RKPD. RKPD.3. Melakukan Pengujian Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan .1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDdiakses dan ditentukan. entry briefing dengan pimpinan tertinggi. 2. Renja SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dianalisis dengan menggunakan teknikteknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. Renstra SKPD. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. 3. 1. Renja SKPD. Hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Renja SKPD. 2. Renstra SKPD. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. RKPD. Dokumen pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 1. Renstra SKPD. RKPD. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai 2. 1.

4. Renstra SKPD.2. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. KUAPPAS dan RKADPA SKPD. 5.7. Renstra SKPD. sebab akibat telaahan atas hasil pada KKAnalisis diringkas supaya analisis pembinaan mudah dipahami sebagai konsep pelaksanaan rekomendasi hasil analisis pembinaan urusan pelaksanaan urusan pilihan terhadap pemerintahan yang RPJMD. 4. Konsep telahaan pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD.. 5. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis.6. 5. Konsep telaahan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 4. . RKPD.5.1. Renstra SKPD. kreteria.3. Atribut kondisi.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD. 5. 4.3. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. 4. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggung jawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis. Renstra SKPD. Renja SKPD. RKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. RKPD. 4. Renja bersifat pilihan SKPD. Renja SKPD. Memformulasikan 5. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. RKPD. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.4. Renstra SKPD.31 - bagian dari atribut kondisi yang dianalis. dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam KKAnalisis. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis.2. 4. RKPD.

5. melayani. Renstra SKPD dan renja SKPD.32 - 5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Renstra SKPD. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Melakukan PengujianData pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. RKPD. .. Hasil konsultasi dengan Supervisor ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan mensejahterakan masyarakat. Renja SKPD. Memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap. RKPD. memberdayakan. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. melalui Mempersiapkan pelaksanaan analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK.

serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah 3. kertas. 3. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. 3. 2. prosedur.2. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. 3. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 2. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan pilihan yang menjadi kewenangannya. 2. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. Whiteboard/flip chart. Lap top. 4.3. RKPD. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD.5.1. .4. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. standar.33 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Menganalisa proses pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daera. Renstra SKPD. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). penghapus. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. sebagai bahan masukan kepada Menteri Dalam Negeri. Menganalisa upaya pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma.1. 2.4.. spidol. Renja SKPD.Literatur terkait.3.2. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. akibat dari kurangnya pembinaan Pemerintah. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. 3. 2. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. 3. Ruangan kerja.1. belanja.

akses data dan informasi pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.1 Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi persiapan pelaksanaan analisis. Tata Cara Penyusunan.PAN/03/2008tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. 4. 4. Peraturan Menpan PER/04/M. 4. 4. Pengujian data dan informasi terkait pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.3. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.12. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Kontek Penilaian : 1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan dan memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2 Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.10.34 - 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.7. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: . Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.14.13. 4.5.9. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4.. Jo. 4. 2. 1. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.11. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.8. 4. 4.2.

2 Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar.35 - 3. 3.3.5. 2. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Kode Unit FPP. Cermat/teliti. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan. 3.4. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. Memahami teknik analisa.1 Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.2. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4. 5.6. 6. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.6.1.2.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5.3. Renja SKPD.2. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. Mampu menyusun standar evaluasi.BIN. 5. 4. 4.7.3 Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan.1.. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 5.005. Independen.01 Judul Unit Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan . Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 3.1. 4. 3. 6. 4. 4. 5.6. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah.3. 3. Santun Aspek Kritis 6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. 6. Memahami IT.4.5.5. Berorientasi hasil. Memahami indikator kinerja.2. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Renstra SKPD. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. 5. Obyektif. Kode Etik APIP. RKPD. Integritas.1. 5. 2. 3. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.01. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.

1. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. 3. Kesesuaian kebijakan daerah tentang NSPK pelaksanaan urusan pilihan.3.. PKPPdiakses dan dipelajari. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi (tinggi/rendahnya partisipasi masyarakat dan naik atau tidaknya perekonomian masyarakat) dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam ElemenKompetensi 1.2. 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat. Data dan informasi tentang program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan pilihandianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. Kesesuaian pencapaian indikator kinerja utama pada program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 2. 3.2. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akan dilakukan diikuti. Mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat 3. Tingkat perekonomian mikro masyarakat yang melaksanakan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. 3.1. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. Data dan informasi tentang kebijakan daerah untuk pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari.36 - Deskripsi Unit pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mempersiapkan pelaksanaan analisis 2. Melakukan Pengujian dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 1. 3.2. Mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada . 4. Kriteria Unjuk kerja 1. Kreteria keabsahan Data pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari.5. 4.1.1.3. 3. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 2.4.

4.1. 4. mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai dan hasilnya ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. melalui : mempersiapkan pelaksanaan analisis. 5.3..5. 5.7. sebab akibat pada KKAnalisis diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep rekomendasi hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan. 5. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Konsep telaahan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. 5. kreteria. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis. 5. melakukan pengujian data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.37 - kesejahteraan masyarakat. Konsep hasil analisa dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat.4. 4. 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.2. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. 4.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. KKAnalisis. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis.6.2. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang .Memformulasikan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. memformulasikan temuan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.3. Atribut kondisi.

Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. melayani. belanja. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Renstra SKPD dan renja SKPD. dan mensejahterakan masyarakat. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD . Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. memberdayakan. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.38 - menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. RKPD. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.

Whiteboard/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah.5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 2.3. Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.5.7.. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah : 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.1. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Literatur terkait. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.6. 4.5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.10. 4. Renja SKPD.4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. 2. 2. 4. 2. Lap top. 2.4. 4. 3. 4.3. RKPD. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tatacara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan . Tata Cara Penyusunan. 3.9. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD.6.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. sebagai bahan masukan kepada Kepala Daerah. 3. Menganalisa tingkat partisipasi masyarakat dan dampaknya bagi perekonomian mikro masyarakat setempat dalam pelaksanaan urusan pilihan sesuai dengan potensi wiayahnya. Database penerapan urusan pilihan.39 - sebelum disepakati dengan DPRD.3. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Renstra SKPD.1. kertas. spidol. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2. penghapus.2.4.8. 4. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. 3. Ruangan kerja. 4. 4.2. Menganalisa indikator kinerja utama pencapaian program/kegiatan terkait urusan pilihan.

5.1.. 3.11. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. 4. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 3.1.3. 2. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan.2. 3. Memahami indikator kinerja. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Renja SKPD.3. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.3.8. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat dan Memformulasikan telaahan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakatdidemontrasikan.7. Peraturan Menpan PER/04/M. 3.2. 2. . ataupun melalui praktek/demontrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan analisis. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Kontek Penilaian : 1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).4. Memahami IT. Pengujian data dan informasi terkait dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. 1. Jo. Melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Memahami prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat. Mampu menyusun standar evaluasi. Renstra SKPD.1.14.12. 3. 4. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan.2.6.1. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Kode Etik APIP. akses data dan informasi dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 3. 4.40 - 4. Memahami teknik analisa. 2. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 3. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.2. Daerah. 3. RKPD. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.13. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. Pengetahuanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: 2.

6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 6.7. Integritas.02. PKPP diakses dan dipelajari.6. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Mampu menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi.6. Melakukan 3.Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 1.1.2. Santun 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi administrasi umum aspek kelembagaan.3. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan urusan pilihan yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 5.2.3. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. Aspek Kritis 6.WAS. .5.2. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Kelembagaan ditentukan dan disepakati dan informasi dengan penanggungjawab kegiatan..01 Judul Unit Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.1. 5. 5. Independen. Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Kode Unit FPP.2. 4.5. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Mampu menerapkan standar pemeriksaan.1. 5.4. 4. 4.006. 5. 3. Obyektif.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 6. Berorientasi hasil. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 2. 1.1. 5. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.4.41 - 4. 2. Cermat/teliti.

Menyusun Pokok.1.3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasanaspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya kelembagaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. 4.3.2. Mengembangkan 4. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah kelembagaan dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.42 - pengawasan aspek 3. 3. 4. 5.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. 6.3. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. serta dicatat dalam KKP. kreteria. 5.2. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. melakukan pengujian atas data . mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 4. 5.. Kesesuaian antara dokumen data dan kelembagaan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 6. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan.1. Menulis temuan 5. Atribut kondisi. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. aspek kelembagaan 6.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan administrasi umum aspek kelembagaan. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3.6. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP.

43 - dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. Perangkat daerah provinsi adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. 2. Ruangan kerja. c. White board/flip chart. sekretariat DPRD.3. kertas. g.1. Literatur terkait. 2. Menguji kesesuaian penetapan perangkat daerah dengan peraturan perundang-undangan. sekretariat DPRD. b. yang terdiri dari: a. Fungsi organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah terbagi habis pada unit-unit kerja yang ada. e. dinas daerah dan lembaga teknis daerah. spidol. d. Struktur organisasi perangkat daerah dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemrintah adalah: 3. 3. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan.1. lembaga teknis daerah. Struktur organisasi. Lap top. dinas daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).5. penghapus. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Uraian tugas yang telah dibuat diteliti dan dianalisa apakah tidak ada yang tumpang tindih baik antar unit kerja sendiri maupun antar SKPD. tugas dan fungsi diteliti dan dianalisa apakah telah dilakukan evaluasi secara periodik dan dapatkan simpulannya.2. Menguji dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. dan kelurahan.2. m. h. j. apabila ada sebutkan tugas-tugas yang tumpang tindih dan analisa dampaknya. i. Pembagian Sub Unit Kerja diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan kemampuan rentang kendali. l. Kesesuaianorganisasi antara urusan wajib dan urusan pilihan dianalisis. Wewenang yang melekat diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan tingkat kedudukan organisasi. Kesesuaian tugas dan fungsi organisasi dengan cakupan kewenangannya dianalisis. yang terdiri dari: . 2. Struktur organisasi telah mencerminkan pengendalian intern yang baik diteliti dan dianalisa. Uraian tugas yang dibuat telah diteliti dan dianalisa apakah telah dikomunikasikan dan telah dipahami oleh para pejabat/staf. 3. kecamatan. k. Struktur organisasi telah menampung semua tugas dan fungsi diuji. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan.4. Uraian tugas dan wewenang dari unit kerja/satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan diteliti dan dianalisa apakah telah dibuat.. f. 2. Perangkat daerah kabupaten/kota adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. Struktur Organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan beban tugas yang ada.

11.10. d.2. b. Menguji Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP). b.. 4.8.4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. f.6. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Kesesuaian penyusunan Anjab dengan best practice yang ada dibandingkan. Dokumen SOP yang telah ditetapkan dipelajari dan dianalisa. Hasil Anjab dan ABK telah menjadi pedoman dalam organisasi diteliti dan dipelajari. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Kabupaten/Kota. c.7.44 - a. Metodologipenyusunan anjab dan ABK diteliti dan dianalisa.12. 4. Perhitungan analisa beban kerja dengan best practice yang ada dibandingkan.3. Peraturan Menpan : PER/04/M. yang terdir dari : a. Kesesuaian SOP dengan best-practice yang ada dibandingkan. e. . SOP yang sudah ditetapkan diteliti dan dianalisa apakah telah diterapkan secara memadai. Jo. 4. Jumlah kebutuhan dan realisasi SOP yang sudah ditetapkan diakses dan dipelajari. 4. 4. Dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja diakses dan dipelajari. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. c. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat. f. Alasan belum ditetapkannya SOP diidentifikasi. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.5.3. 3. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. e.1. Anjab dan ABK telah menampung semua tugas dan fungsi diuji. 4. 4. Metodologi penyusunan SOP diteliti dan dianalisa. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. d.

menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. 6. memahami prinsip-prinsip organisasi perangkat daerah. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.2.4.2. 6. 5.1. cermat/teliti. 5.4. 3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.6. memahami teknik komunikasi.2.45 - PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum penyusunan PKPP dan melaksanakan kegiatan PKPP.1. 4.1. memahami teknik pemeriksaan. 3. mampu menerapkan kebijakan terkait organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan pengawasan.3.3. 4. 5.1.4. .2.2. santun 6. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami IT. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. 3. independen.. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4. 5. obyektif. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5. 5. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. integritas.5. Aspek Kritis 6.1. berorientasi hasil.3. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. 2. memahami Kode etik pemeriksaan. 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 3. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. mampu menerapkan standar pemeriksaan.3. 1. 4. memahami standar pemeriksaan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.

2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi pengelolaan SDM. 3. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian 4. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) 3.1. 3.WAS. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1.2.007. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 4. 2.1 PKPP diakses dan dipelajari. 4. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. 3.. 1.1. 1.01.02.46 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . Mengawasi Pengelolaan SDM Kode Unit FPP.2. Judul Unit Mengawasi Pengelolaan SDM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 7.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Kepegawaian ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan.

Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Kepegawaian Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. kertas. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan administrasi umum aspek Kepegawaian adalah: 2. 5. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah Kepegawaian dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 2. 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan Mengawasi Pengelolaan SDM. Literatur terkait.1.3. 3. san (P2 HP) aspek 6.2. mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian .1. 2. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian . White board/flip chart. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. serta dicatat dalam KKP.2. 2. kreteria.3.5.2. 6. 6. Atribut kondisi. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Ruangan kerja.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan disunting menjadi Pengawasan/Pengawa ringkas sebagai konsep P2HP. 5.3. 5. Menulis temuan 5. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).47 - diidentifikasi dan dianalisa. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Kepegawaian.1.. a.1.4. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. yang terdiri dari. 2.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. spidol. Menyusun Pokok6. Lap top. Menguji kebijakan Kepegawaian. penghapus. . Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 4.

Periksa apakah jumlah hasil pengadaan CPNS melebihi formasi yang tersedia. d. Periksa apakah dalam penempatan pegawai telah sesuai dengan klasifikasi ijazah yang dimiliki. Periksa komposisi personil panitia apakah secara fungsional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. b. 2) Alamat dan tempat lamaran ditujukan. 2) Uji apakah proses pendaftaran calon Praja dilaksanakan secara terbuka dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan. dan pegawai tidak tetap. 7) Waktu dan Tempat Seleksi. 6) Periksa apakah terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pemerintahan daerah dalam proses seleksi. 4) Periksa daftar nominatif hasil test Calon Praja IPDN Tingkat Daerah dan bandingkan dengan daftar kelulusan apakah telah memenuhi persyaratan kelulusan. dapatkan datanya dan Periksa. Periksa apakah masih ada penerimaan tenaga kerja kontrak. Periksa apakah dalam setiap pengadaan pegawai dibentuk Panitia Penyaringan/Penerimaan. i. Periksa apakah dalam pengumuman tersebut. 3. 5) Periksa apakah terjadi kebocoran soal ujian/seleksi. Periksa apakah penerimaan Pegawai Negeri Sipil telah diumumkan secara luas kepada masyarakat melalui media massa daerah yang beroplah besar berikut formasi yang dibutuhkan. Periksa dasar pertimbangannya. Menguji mekanisme Penerimaan Pegawai Baru. 3. 6) Batas Usia.. Apakah ada syarat-syarat lain yang ditentukan Daerah di luar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah terkait Pengadaan Pegawai Negeri Sipil jelaskan pertimbangannya. bagaimana dasar kebijakan pengangkatannya dan darimana sumber dananya. Kebijakan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kepegawaian diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. a. a. dan Periksa jangka waktu pengumuman 15 hari sebelum tanggal penerimaan lamaran. e. Periksa realisasi penerimaan CPNS dari tenaga honorer.48 - b. 4) Jadual pelaksanaan seleksi baik tertulis maupun lisan. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil: . c. sebagaimana point b telah mencantumkan : 1) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar. 5) Klasifikasi Ijazah. Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah: 1) Periksa apakah telah dibentuk Kepanitiaan Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah. Menguji pelaksanaan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Kebijakan daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP. g. c.3. 3) Periksa apakah kelulusan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. h. f. tenaga harian lepas. 3) Batas waktu pengajuan lamaran.2.

49 - 1) Latihan Pra Jabatan a) Dapatkan SK penetapan Panitia Latihan Pra Jabatan. 3) Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil. a. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah diusulkan tetapi belum diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat. 3.7. Dapatkan data dan berkas penyelesaian usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil periode 1 April dan 1 Oktober setiap tahun berjalan sebagai berikut : 1) Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat baik reguler maupun pilihan apakah ada (buku penjagaan kenaikan pangkat) tetapi belum diusulkan. Ketepatan waktu penetapan Kenaikan Gaji Berkala PNS. Menguji pelaksanaan Ujian Dinas. apa sebabnya. namun belum memenuhi persyaratan (antara rekomendasi Baperjakat).. Menguji pelaksanaan Kenaikan Pangkat. a. Apakah terdapat PNS yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan Kenaikan Gaji Berkala. c) Periksa apakah ada CPNS yang telah mempunyai masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih belum mengikuti Latihan Pra Jabatan.Menguji pelaksanaan Pengangkatan dalam Jabatan. 3. Pegawai Negeri Sipil golongan II/d dan III/d yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian dinas. Menguji pelaksanaan Pemberian Kenaikan Gaji Berkala. dan apa sebabnya. apa sebabnya. c.5. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Panitia Penyelenggara Ujian Dinas. (Lakukan Uji Petik). d. namun belum diikutsertakan dalam ujian dinas. b. b. b Uji berkas usulan kenaikan pangkat pilihan apakah sudah mendapat pertimbangan dari Baperjakat. Pemberitahuan/Edaran tentang pelaksanaan ujian dinas kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah. (buku penjagaan KGB). Dapatkan dan periksa data pelaksanaan Ujian Dinas dalam rangka kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagai berikut : a. 3) PNS yang diusulkan mendapatkan kenaikan pangkat pilihan.4. 2) Pengujian Kesehatan Periksa CPNS yang diangkat menjadi PNS apakah telah memenuhi syarat kesehatan jasmani yang ditetapkan oleh Dokter/Tim Majelis Penguji Kesehatan yang ditunjuk pemerintah. Periksa apakah ada CPNS yang telah diangkat menjadi PNS belum diambil sumpah/janji. Lakukan uji petik beberapa berkas Pegawai Negeri Sipil peserta ujian dinas untuk menguji kebenaran persyaratan.6. apa sebabnya. 3. dan apakah yang 2 (dua) tahun lebih tetap diusulkan menjadi PNS. b) Periksa apakah ada CPNS yang belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. namun belum ditetapkan/ diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala. c Periksa apakah ada pendelegasian wewenang Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang penetapan SK kenaikan pangkat. . apa sebabnya terjadi kelambatan dilakukan pengambilan sumpah/janji. 3.

pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. j Apakah masih terdapat pejabat yang telah diangkat dalam jabatan struktural telah 5 (lima) tahun lebih belum dialihtugaskan. g Periksa apakah perpanjangan usia pensiun pejabat struktural eselon I dan II yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sudah melalui pertimbangan Baperjakat. Periksa susunan personilnya. k Periksa apakah pengangkatan PNS dalam jabatan struktural telah dilakukan melalui pertimbangan Baperjakat. l Periksa notulen hasil sidang Baperjakat. o Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah oleh Komisi Pemilihan Umum belum mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan negeri. b Apakah SK. apa pertimbangannya. Periksa apakah hasil analisis jabatan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. e Periksa apakah terdapat PNS yang telah memasuki usia pensiun tetapi masih dipekerjakan dan menerima gaji penuh (100 %). apakah untuk 1 (satu) jabatan telah diusulkan 3 (tiga) orang (1 : 3). dapatkan datanya dan Periksa. baik sebagai penjabat kepala daerah maupun dalam jabatan fungsional. dapatkan datanya dan Periksa. apabila tidak ada apakah pejabat struktural eselon I dan II yang sudah mencapai usia 56 tahun telah diusulkan oleh BKD kepada Kepala Daerah perpanjangan jabatannya. m Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural belum diberikan tunjangan jabatan sejak saat pelantikan. f Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan kebijakan tertulis mengenai batas usia pensiun bagi PNS. c Apakah Kepala Daerah dalam mengusulkan 3 (tiga) orang calon Sekretaris Daerah kepada Menteri Dalam Negeri adalah PNS yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku. Pembentukan Tim Baperjakat telah diperbaharui setiap 3 (tiga) tahun. n Periksa apakah ada pejabat yang pangkatnya lebih rendah membawahi secara langsung Pegawai/Pejabat yang pangkatnya lebih tinggi.. apa dasar pertimbangannya dan bagaimana kebijakan pemberian tunjangannya. p Apakah ada PNS yang telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan negeri belum ditetapkan keputusan .50 - a Apakah Kepala Daerah telah menetapkan analisis jabatan sebagai pertimbangan dalam menetapkan formasi jabatan. h Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah tentang pengangkatan Staf Khusus Kepala Daerah dan penempatan PNS pada BUMD. apa sebabnya. dan bandingkan SK Pengangkatan dalam Jabatan dengan notulen hasil sidang Baperjakat tersebut. i Periksa tunjangan jabatan terhadap PNS yang menduduki jabatan rangkap. d Apakah Sekretaris Daerah selaku pembina Pegawai Negeri Sipil Daerah telah menyampaikan setiap jenis mutasi kepegawaian kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai pelaksanaan pengangkatan.

. b. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). 2) Mempunyai Surat Keterangan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan/atau sedang dalam proses peradilan.Menguji pelaksanaan Pemindahan Pegawai a. bagaimana dasar pertimbangan pengangkatannya. d. 3. 3) Setiap unsur penilaian unsur prestasi kerja dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. namun belum dipekerjakan.51 - pemberhentian dari jabatan negeri. belum diusulkan untuk pensiun. apa sebabnya. 4) Surat Keterangan dari pejabat yang berwenang tidak sedang menjalani tugas belajar. u Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan struktural tetapi tidak melaksanakan tugasnya karena diperbantukan di Unit Kerja lain. Periksa apakah ada pejabat/pegawai yang berasal dari TNI/POLRI yang diangkat dalam jabatan struktural namun belum beralih status kepegawaiannya. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). t Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah setelah mengajukan untuk bekerja kembali. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota antar propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. Periksa dapatkan datanya. c. q Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan dari jabatan negeri telah berusia 56 tahun atau lebih. f. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). Periksa apakah ada perpindahan PNS Pusat menjadi PNS Daerah dan sebaliknya telah memperoleh: 1) Persetujuan dari pejabat berwenang. . Periksa apakah ada PNS propinsi dan kabupten/kota yang pindah ke departemen/lembaga pemerintah non departemen atau sebaliknya yang telah mendapatkan penetapan oleh Menteri Dalam Negeri. Periksa apakah perpindahan PNS Pusat/Daerah menjadi PNS Depdagri telah memenuhi hasil pengamatan kompetensi yang sekurang-kurangnya bernilai baik. r Periksa apakah pengangkatan pejabat struktural eselon II di lingkungan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan oleh Bupati/ Walikota belum dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur. e. v Periksa apakah ada pejabat yang menduduki jabatan struktural yang berasal dari perguruan tinggi/tenaga dosen. s Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai ketetapan Komisi Pemilihan Umum setelah 21 (duapuluh satu) hari tidak mengajukan untuk diperkerjakan kembali namun belum dikenakan sanksi hukuman disiplin.8.

b Periksa apakah ada PNS yang telah menerima SK Pensiun tetapi masih menerima gaji secara penuh (100 %). Menguji pelaksanaan Pemensiunan Pegawai.. a) Periksa apakah kebijaksanaan Kepala Daerah tentang ketentuan jam kerja bagi PNS di lingkungan Pemerintah Daerah telah dilaksanakan dan ditaati. Bagaimana penyelesaian status kepegawaiannya. c) Periksa apakah ada PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). sejauhmana kegiatan dari Majelis tersebut. apa sebabnya.9. Panitia Pemungutan Suara (PPS). h) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin yang kasusnya masih diproses oleh pihak Kepolisian/ Pengadilan/ Kejaksaan. b) Periksa apakah terhadap PNS yang melanggar ketentuan . a Periksa apakah ada PNS yang telah memasuki batas usia pensiun tetapi belum mendapatkan SK pensiun. b) Dapatkan data dan uji apakah terdapat PNS yang menjadi anggota/pengurus Partai Politik belum diberhentikan sebagai PNS.52 - 3. Pembinaan Disiplin Pegawai 1) Hukuman Disiplin a) Dapatkan data dan periksa apakah telah dibuat pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin dari Pejabat Pembina Kepegawaian kepada pejabat lainnya. Lampirkan foto copy SK-nya. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). k) Periksa apakah terdapat PNS yang sedang menjalani hukuman disiplin. diangkat dalam jabatan struktural. dan Pengawas Pemilihan belum mendapatkan ijin tertulis Pejabat Pembina Kepegawaian atau Atasan Langsungnya. e) Periksa apakah ada PNS yang melanggar kode etik/disiplin PNS belum dikenakan sanksi sesuai jenis pelanggarannya. namun status kepegawaiannya belum diproses sesuai ketentuan. a. Mintakan fotocopy SK tersebut.10. d) Periksa apakah dalam mempertimbangkan penjatuhan hukuman disiplin dibentuk Majelis Pertimbangan kepegawaian. i) Periksa apakah ada PNS yang selain dijatuhi hukuman disiplin juga dikenakan tuntutan ganti rugi. Bagaimana realisasi penyelesaiannya. 3. 2) Ketaatan Terhadap Ketentuan Jam Kerja. f) Periksa apakah ada prosedur pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin tidak mengacu pada ketentuan terkait Disiplin PNS. j) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran hukum dan telah mendapatkan ketetapan hukum oleh penegak hukum. Menguji pelaksanaan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil. g) Periksa apakah ada PNS yang dikenakan hukuman disiplin dan mengajukan keberatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK). dan sejauhmana tindaklanjut penyelesaiannya.

. Periksa apakah kurikulum dan metode Diklat telah mengacu pada standar kompetensi jabatan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.15. Menguji pelaksanaan pemberian Tanda-tanda Kehormatan. 3) Penertiban Ijazah Palsu/Aspal. berapa yang telah menyampaikan laporan dan yang belum menyampaikan laporan. d. 3. b) Periksa berapa jumlah PNS wajib LP2P. b Periksa apakah ada anggota keluarga yang tercantum dalam daftar gaji PNS yang sudah tidak berhak mendapat tunjangan. dalam bentuk apa. Periksa apakah Diklat Propinsi dalam setiap penyelenggaraan Diklat PNS telah membuat pedoman sesuai jenis Diklat yang dilaksanakan. Periksa apakah ada PNS yang melakukan perkawinan lebih dari satu tanpa persetujuan isteri pertama dan Pimpinan Satuan Kerja. a Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah mengenai kesejahteraan pegawai. Periksa apakah pembagian gaji PNS yang telah mendapatkan ijin melakukan perkawinan lebih dari satu gajinya telah dibagi sesuai dengan kesepakatan. c) Periksa apakah pegawai yang tidak (terlambat) menyampaikan LP2P telah diambil tindakan dan apa jenisnya. Periksa apakah ada PNS yang memiliki Ijazah palsu/Aspal dan bagaimana langkah-langkah penyelesaiannya. Periksa apakah pimpinan satuan kerja telah melakukan identifikasi kebutuhan Diklat untuk menentukan jenis . Menguji pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai.12. Mintakan Salinan (foto copy) SK tersebut.11. b. jam kerja. 3.53 - 3. Periksa apa sebabnya. 3. 3. Periksa apakah rencana dan Program Diklat Pegawai Negeri Sipil telah disusun setiap tahun anggaran yang meliputi Diklatpim.14. Menguji pelaksanaan Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS. 4) Penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P). c. dan 30 (tigapuluh) tahun tanpa cacat belum diusulkan untuk mendapatkan Satya Lencana Karya Satya. Periksa apakah sudah dibuat pendelegasian wewenang dari Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang pelaksanaan pemberian ijin perkawinan dan perceraian PNS. Periksa apakah ada PNS yang belum memiliki Kartu Pegawai dan apa sebabnya. 13. (Lampirkan foto copy SK tersebut). Menguji pelaksanaan Pemberian Kartu Pegawai. b. c. Periksa apakah setiap pelaksanaan Diklat telah dibuat laporan pelaksanaannya. a) Periksa apakah telah dibentuk Tim Penilaian LP2P sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 20 (duapuluh) tahun. tetapi masih tetap dibayarkan tunjangannya. a. e. Diklat Fungsional dan Diklat Teknis. bagaimana pengaturannya dan darimana sumberdananya. telah diberi peringatan maupun hukuman disiplin sesuai ketentuan. Periksa apakah ada pegawai yang telah mengabdi mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun. a. Menguji pelaksanaan Kesejahteraan Pegawai.

17. apakah Gubernur mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Diklat dengan menggunakan dana pungutan/ kontribusi/swadana. Diklat Teknis. b Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 18 (delapan belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan pada tahun sebelumnya tidak mengambil cuti tahunan dan diambil bersamaan pada tahun yang berjalan. apakah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan mendapat uang tunggu dan hak-hak kepegawaian lainnya. i Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan pertama dan kedua. g Periksa apakah PNS yang diberikan cuti sakit lebih dari 14 hari dan untuk paling lama 1 tahun 6 bulan. g. Periksa apakah ada rencana dan program diklat PNS yang disusun meliputi Diklatpim. Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. diberikan 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan. 4.2. e Periksa apakah PNS yang diberikan cuti besar selama 3 (tiga) bulan telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus. diberikan cuti diluar tanggungan negara. Diklat Kader. 4. j Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan yang ketiga. Diklat Fungsional. 3. f Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan dalam tahun yang berjalan apakah pernah diberikan cuti besar. h Periksa PNS yang menderita sakit setelah 1 tahun 6 bulan dan belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk bekerja kembali sebagai PNS. Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil a Periksa PNS yang telah diberikan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi adalah: 4. 3. f. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang . Periksa apakah pemberian cuti diluar tanggungan negara (CLTN) kepada PNS yang bersangkutan telah mendapat persetujuan Kepala BKN.54 - Diklat yang sesuai dengan kebutuhan instansinya dan mengusulkan kepada Badan Diklat Propinsi. telah melampirkan Surat Keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. k Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan keempat dan seterusnya. diberikan cuti besar untuk persalinannya.1.. Periksa apabila tidak didukung dana APBD. 16. Pendidikan Formal lainnya yang didukung dengan APBD tetapi ada dana pungutan/ kontribusi/swadana. c Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 24 (dua puluh empat) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan selama 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih tidak mengambil cuti tahunan. d Periksa PNS yang menjalani cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja ditempat yang sulit perhubungannya (transportasinya) apakah diberikan tambahan hari.

4. memahami IT. 2.7.2.9.55 - Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999.6. tanggal 18 April 1994.11 Keputusan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentangPengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002. 4.3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini dengan tertulis/lisan/wawancara.4.8. 4. pengembangan temuan pengawasan aspek Kepegawaian.12 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. 3. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. memahami kode etik pemeriksaan.1. tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. 4. PP Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS. 4.1. 3.2. data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. memahami prinsip-prinsip manajemen PNS.10 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 1994. 1. . 4. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) aspek Kepegawaian didemonstrasikan. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4.

1.1 PKPP diakses dan dipelajari pelaksanaan 1. 5. 4. Aspek Kritis 6.56 - 3. cermat/teliti. berorientasi hasil.2. memahami teknik komunikasi.3. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. mampu menerapkan kebijakan terkait kepegawaian dalam pelaksanaan pengawasan. obyektif. 6.3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Melaksanakan Analisis Kebijakan Keuangan Daerah Kode Unit FPP. Dokumen pelaksanaan kegiatan Adum informasi aspek kebijakan keuangan daerah pengawasan kebijakan sesuai ruang lingkup pengawasan keuangan daerah . Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis kebijakan keuangan daerah.4.01 Judul Unit Melaksanakan analisis kebijakan keuangan daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. 4. Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah . diakses dan ditentukan 2.1..5. 3. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 8. 5. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.1. 5. 6. memahami standar pemeriksaan. Mengakses data dan 2.5.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan kebijakan unit objek yang akan diperiksa diikuti keuangan daerah 2.4. santun 6. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.2. Mempersiapkan 1. 5. 5.02. integritas.6.3. memahami teknik pemeriksaan.008. 4. independen. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. mampu menerapkan standar pemeriksaan.2.WAS.4.6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4.

5. Atribut kondisi. 4. 1. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Memformulasikan temuan pengawasan diklarifikasi dan dipenuhi.. 3.2.3.57 - 3. serta hasilnya dicatat dalam KKP. . 3. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait adum aspek kebijakan keuangan daerah dengan ketentuan kebijakan keuangan daerah dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.2. serta dicatat dalam KKP 5. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. kreteria. Kreteria pelaksanaan kegiatan kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah 4. 4.3 Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah dianalisis dengan menggunakan teknikteknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.2.1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3.1.

Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. 6. dan ditetapkan dengan peraturan daerah. pelaporan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.1. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah .2. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. yang terdiri dari : mempersiapkan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. pertanggungjawaban. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan menganalisis kebijakan keuangan daerah. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya. kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. pelaksanaan. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan/Pengawa san (P2 HP) 6. dan pengawasan keuangan daerah. selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. penatausahaan.58 - 6. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam .

dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. menyimpan. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. menyimpan.59 - melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD. dana. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. membayarkan. Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD.. belanja. PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD. menatausahakan. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. menatausahakan. . Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya balk yang berupa personil (sumber daya manusia). menyetorkan.

a. Keputusan Kepala Daerah ttg Rekening Daerah dll diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. SK Pengankatan BUD. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah. 2. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Ruangan kerja. Lap top. spidol. Literatur terkait.5.2. Belanja Daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. 2. White board/flip chart. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya dan te. c. 3.4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. kebijakan umum APBD. Pendapatan Daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih.. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.3.1.60 - Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. penghapus. kertas. yang terdiri dari.1. 2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).2. Menguji kebijakan pengelolaan keuangan daerah. Perencanaan dan Penganggaran. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan pedoman lainnya yang berlaku termasuk hasil evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD. Menguji kesesuaian pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku: 3. 2.1. prioritas dan plafon anggaran. b Periksa apakah RKA-SKPD telah disusun berdasarkan: . Dasar otorisasi pengelolaan Keuangan Daerah seperti SK Pembentukan TAPD. d.2. a Periksa apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disusun berdasarkan dokumen perencanaan daerah. 2. 3. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. b. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.ah memenuhi prinsip-prinsip SPIP yang memadai serta hasilnya dituangkan dalam KKP.

a. dan standar pelayanan minimal. h) Periksa apakah seluruh Peraturan Daerah tentang . Pendapatan Daerah. e) Periksa prosedur dan pelaksanaan pemungutan dan penyetoran Pendapatan Asli Daerah. b. Periksa penerbitan SPD. b) Periksa apakah semua pungutan Daerah sudah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. f) Periksa apakah biaya pemungutan pajak daerah sudah diatur dengan Peraturan Daerah. apakah telah mempertimbangkan penjadwalan pelaksanaan program dan kegiatan yang dimuat dalam DPA-SKPD dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. dan rencana penarikan dana serta pendapatan yang diperkirakan. kegiatan. Periksa ketepatan waktu proses dan pengesahan DPA – SKPD tersebut. d. c. indikator kinerja. g) Periksa apakah besarnya (prosentase) biaya pemungutan pajak daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3.3. d) Periksa tentang cara menetapkan perkiraan target Pendapatan Asli Daerah. fungsi. analisis standar belanja. Periksa apakah perubahan APBD dilakukan sesuai kriteria/persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perUndang-Undangan/ standar/pedoman yang berlaku. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut. program. Periksa apakah dokumen pelaksanaan anggaran SKPD (DPA-SKPD) telah disusun secara rinci berdasarkan sasaran yang hendak dicapai.2 Pelaksanaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah. mintakan penjelasan dan catat jenis pungutan apa saja. retribusi daerah. 2) Capaian kinerja. Pendapatan Asli Daerah 1) Pajak dan Retribusi Daerah.61 - 1) Keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari kegiatan dan program termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut. a) Periksa apakah jenis pungutan pajak dan retribusi Daerah sudah sesuai dengan peraturan per-UndangUndangan yang berlaku. Jika tidak sesuai mintakan penjelasan.2. a.. 3. standar satuan kerja. Periksa apakah semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalaui rekening kas umum daerah. ganti kerugian daerah dan sejenisnya yang terjadi dalam tahun berjalan dan yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya.2. Periksa ketepatan pembebanan atas transaksi pengembalian kelebihan pajak. e. c) Jika ada pungutan daerah yang tidak ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

c) Dapatkan Laporan Hasil Rapat Umum Pemegang (RUPS) atas penyertaan modal. b) Kapan penyetoran deviden ke Kas Daerah. j) Periksa apakah ada Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi yang dibatalkan oleh Menteri Dalam Negeri. minta penjelasan kenapa demikian. 2) Jasa Giro. 3) Pendapatan Bunga Periksa kebijakan jasa giro ditetapkan oleh siapa. l) Periksa apakah Bendahara Penerima telah ditetapkan oleh Kepala Daerah pada awal tahun anggaran. Periksa dan mintakan penjelasan. b.. Jika belum ditetapkan. lakukan pengujian di Unit Pelaksana Pelayanan. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara kepada bendahara. bandingkan antara penyertaan modal dengan bagian laba (deviden) yang diterima. sudah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan paling lambat 15 hari setelah ditetapkan. c) Periksa apakah pengenaan ganti kerugian daerah . telah dihentikan pelaksanaannya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya Keputusan Pembatalan. 1) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. hitung potensi kerugian daerah atas keterlambatan penyetoran devide ke Kas daerah. apa saja kebijaksanaan Kepala Daerah dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada wajib pajak dan wajib bayar. hitung bagian deviden yang menjadi hak daerah berdasarkan persentase kepemilikan saham. Periksa apakah prosedur dan pelaksanaan penerimaan jasa giro sudah sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. Jika sudah mintakan tanda terimanya. apakah menguntungkan atau merugikan pemerintah daerah. i) Periksa apakah Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah setelah ditetapkan.62 - Pajak dan Retribusi Daerah telah diundangkan dalam Lembaran Daerah. 4) Tuntutan Ganti Rugi a) Apakah SK Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Periksa lain – lain PAD apa saja yang telah ditetapkan . a) Sejauhmana kontribusi penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada pihak ketiga dan BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang melakukan tindakan melanggar hukum atau kelalaian jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian daerah. 2) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. k) Periksa dan evaluasi. Jika belum.

b) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan penggunaan DAU Triwulanan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. c) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan triwulan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada Menteri Keuangan. c. a) Periksa apakah penggunaan DAU telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Catat juga jumlah dan untuk keperluan apa saja serta berapa dana pendamping sekurang-kurangnya 10% dari alokasi DAK dan dianggarkan dalam APBD. 5) Dana Darurat. Dana Perimbangan. d) Periksa apakah pengenaan ganti kerugiaan terhadap pegawai negeri bukan bendahara telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. Periksa apakah alokasi penerimaan dana perimbangan bagi hasil pajak dan SDA telah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan . 2) Dana Alokasi Umum. c) Periksa apakah hibah dari pemerintah dan hibah dari luar negeri dikelola melalui mekanisme APBN. Menteri Teknis dan Menteri Dalam Negeri. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah menerima Dana Darurat karena mengalami krisis solvabilitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berapa jumlah dan untuk apa bantuan tersebut. b) Periksa apakah penggunaan DAK dilakukan sesuai dengan Petunjuk Teknis penggunaan DAK . Periksa apakah terdapat DAK yang disalurkan ke rekening selain rekening Kas Umum Daerah. 1) Bagi hasil pajak dan Sumber Daya Alam. 4) Hibah. Apabila ada bantuan dari luar negeri apakah sudah melalui Pemerintah Pusat. Dan Periksa apakah Pemerintah Daerah telah meminjam lebih dari 60% dari Produk Domestik Bruto tahun yang . 3) Dana Alokasi Khusus. Jika ada apakah telah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah antara Pemerintah Daerah dengan pemberi Hibah. b) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menerima Penetapan batas maksimal kumulatif pinjaman pemerintah daerah.63 - terhadap bendahara telah ditetapkan oleh BPK. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah menerima pendapatan hibah yang merupakan bantuan tidak mengikat. b) Periksa apakah terdapat pemberi hibah yang berasal dari dalam negeri. disalurkan dengan cara pemindah bukuan dari rekening Kas Umum Negara ke rekening Kas Umum Daerah.. a) Periksa apakah propinsi yang diperiksa menerima DAK yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan. e) Apakah telah ditetapkan Peraturan Daerah tentang tata cara tuntutan ganti kerugian daerah.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. bantuan sosial. Pembiayaan 1) Penerimaan.5. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah.8 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah.54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. 4. . 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.2. 2) Belanja Tidak Langsung a) Periksa apakah penganggaran Belanja Tidak Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. subsidi. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.6. Periksa Apakah pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.10. 4. bunga. Belanja Daerah 1) Belanja Langsung Periksa apakah penganggaran Belanja Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. hibah. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. belanja bagi basil. 4. 4. 4.1. Peraturan Pemerintah Nomor . dan belanja tidak terduga telah sesuai dengan ketentuan. bantuan keuangan.3. 2) Pengeluaran a) Periksa apakah pembentukan dana cadangan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. e.64 - bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. d.4. 4. c) Periksa apakah pemberian pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah atas persetujuan DPRD.7. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.9. c) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menetapkan Dana Cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.. b) Periksa apakah Penyertaan modal pemerintah daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. b) Periksa apakah kebijakan penganggaran Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari belanja pegawai.

4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah. 4.19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial. 4.2.13. 1.20 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam pengelolaan keuangan daerah. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.65 - 4.6.17 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.1.4.1. 3.18 Peraturan Menpan : PER/04/M.5.14 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. . 4. 3. 4. 3. filosofi dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah.. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan keuangan daerah adalah menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya secara memadai. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.12. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. pengembangan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).11. 3. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. 3. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah didemosntrasikan. formulasi temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami prinsip-prinsip pengawasan kebijakan daerah. 4.15 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. memahami sistem pengendalian intern.akses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. memahami konsep.2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 2. Jo.16 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.3.

4.2. santun 6.. 5.4. . akurat. 4. memahami teknik komunikasi Pengawasan. 5. 4. 6.1.6. independen. berorientasi hasil.5 mampu memformulasikan temuan kebijakan keuangan darah/negara secara lengkap. Aspek Kritis 6.7. obyektif. 6. 4.009.01 Judul Unit Menganalisis Aspek Barang/Aset Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2.3 mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. 4. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. Mengawasi Urusan Administrasi Umum aspek barang/asset daerah Kode Unit FPP.6 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.3.8 mampu menerapkan kebijakan pengelolaan keungan daerah terkait dalam melakukan pengawasan. integritas. 4.8.2 mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.66 - 3.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 5. 5. dan dapat dipertanggungjawabkan. cermat/teliti.1.5. 4. 3.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.WAS. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.02. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis aspek barang/aset daerah. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 9. 5.4 mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat.7 mampu merumuskan atribut temuan.3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.

Kriteria Unjuk kerja 1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Mengembangkan 4.2.1. 5.1. Kesesuaian antara dokumen data dan daerah informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.1. 2.2.3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2.1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. serta dicatat dalam KKP 5. Melakukan 3. 3.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya Barang/asset dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan daerah penanggungjawab kegiatan. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) 3. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Barang/asset daerah ditentukan dan dan informasi disepakati dengan penanggungjawab pengawasan aspek kegiatan Barang/asset 3. . sebab akibat pada pengawasan aspek KKP diringkas supaya mudah dipahami dan Barang/asset dikonsultasikan dengan pimpinan unit daerah kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Atribut kondisi. 4. 4.67 - Elemen Kompetensi 1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.3.. Menulis temuan 5. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.2. kreteria. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah .2.

mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. menyimpan. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.1. Kuasa pengguna barang milik daerah adalah kepala satuan kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh pengguna untuk menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya. Pembantu pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pembantu pengelola adalah pejabat yang bertanggungjawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada satuan kerja perangkat daerah. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Barang/asset daerah. administratif . Unit kerja adalah bagian SKPD selaku kuasa pengguna barang. wasan (P2 HP) 6. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. mengembangkan temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna.3. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan/Penga konsep P2HP. Pengurus barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk mengurus barang daerah dalam proses pemakaian yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah/unit kerja.. Penyimpan barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk menerima. menulis temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada aspek Barang/asset Supervisi Pengawasan untuk ditentukan daerah temuan yang menjadi P2HP 6. Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang. Pengadaan adalah kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan analisis aspek barang/aset daerah. Penyaluran adalah kegiatan untuk menyalurkan/pengiriman barang milik daerah dari gudang ke unit kerja pemakai. Pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pengelola adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah. Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik.2. Barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya yang sah. dan mengeluarkan barang. Menyusun Pokok6. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna barang.68 - 6.

Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan menerima imbalan uang tunai. pinjam pakai. Penyertaan modal pemerintah daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak . bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. atau antara Pemerintah Daerah dengan pihak lain. Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual. dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. atau dari pemerintah daerah kepada pihak lain.. dengan menerima penggantian dalam bentuk barang. Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa. Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara Pemerintah Pusat dengan Pemda dan antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola. Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. dihibahkan atau disertakan sebagai modal Pemerintah Daerah. dipertukarkan. Penjualan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang. untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasiltasnya setelah berakhirnya jangka waktu. tanpa memperoleh penggantian. Bangun serah guna adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. kerjasama pemanfaatan.69 - dan tindakan upaya hukum. antar pemerintah daerah. Bangun guna serah adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. antar Pemerintah Daerah. Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan daerah bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya. Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan. kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Tukar menukar barang milik daerah/tukar guling adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat.

rumah dinas.70 - dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada Badan Usaha Milik Negara/daerah atau badan hukum lainnya. Standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintahan Daerah adalah pembakuan ruang kantor. Laporan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajariserta hasilnya dituangkan dalam KKP 3. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan. 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Menguji Perencanaan Kebutuhan Barang/Jasa. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP b. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). pencatatan.3.. Literatur terkait 3. dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. yaitu: a Periksa apakah perencanaan dan penentuan kebutuhan barang yang tertuang dalam RKBMD (Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah) masing-masing unit/satuan kerja telah memperhatikan : 1) Anggaran yang tersedia 2) Barang yang dibutuhkan 3) Alasan kebutuhan 4) Cara Pengadaan 5) Standarisasi dan spesifikasi barang yang dibutuhkan 6) Jumlah barang yang dibutuhkan . Ruangan kerja.1. 2. yang terdiri dari. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2.5. kertas. White board/flip chart. Daftar barang kuasa pengguna yang selanjutnya disingkat DBKP adalah daftar yang memuat data barang yang dimiliki oleh masingmasing kuasa pengguna. Daftar barang pengguna yang selanjutnya disingkat dengan DBP adalah daftar yang memuat data barang yang digunakan oleh masing-masing pengguna.4. Standarisasi harga adalah penetapan besaran harga barang sesuai jenis. Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. kendaraan dinas dan lain-lain barang yang memerlukan standarisasi. spesifikasi dan kualitas dalam 1 (satu) periode tertentu.2.2. a.1. perlengkapan kantor. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP c. 2. Lap top 2. penghapus. Menguji kebijakan barang/asset daerah. Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah. spidol. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP d.

Organisasi Pengadaan. melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan. ULP/Pejabat pengadaan dan Panitia/Pejabat Hasil Pekerjaan telah dibentuk oleh pengguna barang/jasa. menetapkan pemenang pada Pelelangan atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp100. 2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS). b.71 - b Periksa apakah pengadaan barang/jasa yang telah direncanakan dalam program kerja merupakan penjabaran dari RKBMD dan RKPB (Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang). dan menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen . menandatangani Kontrak. mengawasi pelaksanaan anggaran. menetapkan Pejabat Pengadaan. Menguji Proses Pengadaan Barang/Jasa a. c Bandingkan kegiatan pengadaan barang/Jasa dalam DASK dengan program kerja dan RKBMD/RKPB. menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa. menetapkan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. PPK : menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi: 1) spesifikasi teknis Barang/Jasa. PPK. dan 3) rancangan Kontrak. menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan.00 (seratus miliar rupiah). seperti: a. mengendalikan pelaksanaan Kontrak. Pengadaan Barang/Jasa untuk Pengadaan melalui Penyedia Barang/Jasa terdiri dari PA/KPA. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA. 1) Periksa apakah organisasi pengadaan telah dibentuk yaitu : a.000.000. menyelesaikan perselisihan antara PPK dengan ULP/ Pejabat Pengadaan. ULP/Pejabat pengadaan 2) Dapatkan SK-nya. 3. b. Swakelola terdiri atas PA/KPA. dalam hal terjadi perbedaan pendapat.000..000.00 (sepuluh miliar rupiah). PPK. PA/KPA : menetapkan Rencana Umum Pengadaan. 3) Periksa apakah masing-masing organisasi telah menjalankan tugasnya. menetapkan PPK. mengumumkan secara luas Rencana Umum Pengadaan paling kurang di website K/L/D/I.000.000. dan mengawasi penyimpanan dan pemeliharaan seluruh Dokumen Pengadaan Barang/Jasa.3. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa. atau pemenang pada Seleksi atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp10. periksa jumlah dan susunan anggotanya apakah persyaratan jumlah dan susunan anggotanya telah sesuai ketentuan yang berlaku.

00 (seratus miliar rupiah). khusus Pejabat Pengadaan: 1) menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100. menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran. 6)Periksa apakah ada anggota panitia pengadaan menduduki jabatan struktural yang lebih tinggi dari panitia pelaksana.000.000. menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian.72 - pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.000. 7) Periksa apakah Penyedia Barang/Jasa telah memenuhi syarat 8) Periksa tahapan pelaksanaan pengadaan.00 (lima puluh juta rupiah f.000. ULP/Pejabat Pengadaan : menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa.000. melakukan evaluasi administrasi. menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi.000. c. PPK dapat mengusulkan kepada PA/KPA dalam 1) perubahan paket pekerjaan.00 (seratus juta rupiah). e. menetapkan Dokumen Pengadaan.000. atau b) Seleksi atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp10. apakah dilakukan .00 (sepuluh miliar rupiah).000.. dalam hal diperlukan. 5)Periksa apakah ada pejabat yang merangkap sebagai panitia pengadaan dan panitia pemeriksa barang. khusus untuk ULP: menjawab sanggahan. menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk membantu pelaksanaan tugas ULP. d. dan/atau 2) Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50.000. 4) Periksa apakah ada hubungan keluarga antar anggota panitia. teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk. dan menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa. dan/atau dan 2) perubahan jadwal kegiatan pengadaan.000. menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk: a) Pelelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100. dan membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website K/L/D/I masingmasing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional. menetapkan tim pendukung. Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan: melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak.

pemilihan (metode pemilihan..5.6. (2) dimanfaatkan dalam rangka optimalisasi barang daerah. (Periksa pembukuan Pemegang Barang). jenis kontrak dan tanda bukti). a. 3. dikeluarkan dari persediaan barang dalam gudang kedalam buku/kartu persediaan barang.inventarisasi.3) bandingkan dengan hasil perhitungan fisik barang.  Bandingkan hasil pengadaan dengan permintaan barang dari unit pemakai  Periksa Kartu Persediaan barang. pelaporan) a. b. mulai dari persiapan. Penerimaan. c) Periksa apakah sudah ada penetapan penggunaan tanah/ bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna barang tersebut yaitu antara lain : (1) untuk penyelenggaraan Tupoksi instansi lain. Penyimpanan dan Penyaluran Barang. Penggunaan. metode penyampaian dokumen. b) Periksa apakah pengguna barang/kuasa pengguna barang telah menyerahkan tanah/bangunan yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan kepada Gubernur.2. (3) dipindahtangankan (4) dan lain-lain 3. a) Periksa apakah status penggunaan barang daerah telah ditetapkan oleh Kepala Daerah dan Periksa apakah realisasi penggunaannya sudah sesuai dengan penetapan status penggunaan yaitu untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna/kuasa pengguna barang yang bersangkutan.4. Pembukuan (1) Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran . 3.  Hasil akhir ada 2 (dua) kemungkinan yaitu :  Barang kurang/lebih  Pembukuan dan jumlah persediaan sama. perencanaan. metode evaluasi.  Lakukan stock opname barang dalam gudang dengan cara:  Periksa penyerahan/penerimaan barang dalam gudang dari bagian pengadaan. 9) Prosedur Pelelangan.  Periksa apakah penyerahan barang inventaris sudah memakai Berita Acara Serah Terima Barang. Cek apakah penggantian Pemegang Barang telah diikuti dengan Berita Acara Serah Terima.  Periksa apakah penunjukan Pemegang Barang telah dilengkapi dengan SK Kepala Daerah.  Periksa apakah penyaluran barang dari gudang dilakukan oleh Pemegang Barang atas dasar Surat Perintah Penyaluran Barang dari pejabat yang berwenang.  Periksa apakah Pemegang Barang telah mencatat seluruh barang yang diterima.  Hasilnya (1. penyimpanan dan penyaluran. Penatausahaan ( pembukuan.73 - telah sesuai ketentuan.

C. (4) Pengguna/Kuasa Pengguna menyimpan dokumen kepemilikan barang milik daerah selain tanah dan bangunan.Periksa apakah pengelolaan inventarisasi Barang Milik Daerah telah di laksanakan dengan tertib yaitu :  Apakah Pemda telah melaksanakan sensus barang daerah setiap 5 tahun sekali dengan menyusun Buku Induk Inventaris Barang secara tertib dan berkesinambungan. E dan F.Periksa apakah Pengguna Barang telah menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada Pengelola Barang. (5) Pengelola menyimpan seluruh dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah.  Buku harian barang yang mencatat penerimaan/ pengeluaran barang inventaris apakah telah dibuat dan dikerjakan secara up to date. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelaporan . bila tidak cocok mintakan penjelasan dari pengurus/penanggungjawab barang. b. dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A. (2) Pencatatan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). D.74 - dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang.. sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan bangunan semesteran dan tahunan.Periksa apakah Pengelola Barang telah menghimpun :  Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS)  Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT)  Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) .  Buku Inventaris untuk setiap Unit Kerja apakah sudah ada dan dikerjakan secara tertib. B.Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) sebagai bahan untuk menyusun neraca daerah c. .Periksa apakah Kuasa Pengguna Barang telah menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada Pengguna Barang. . Inventarisasi .  Bandingkan isi yang tercantum dalam KIB tersebut dengan kenyataan yang ada. Periksa berapa jenis jumlah dan harga barang yang belum tercatat dalam buku inventaris. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (3) Pembantu pengelola melakukan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD). . .

Kalau tidak apa yang menjadi motivasi/pertimbangan dalam pemanfaatan barang daerah tersebut. jika sudah ada cocokkan dengan keadaan barang yang senyatanya ada diruangan tersebut. sumbangan dan lain-lain barangbarang yang diterimanya. (5) Jangka waktu Penyewaan.Apabila ada perbedaan jenis. telusuri apa penyebabnya.Periksa apakah daftar inventaris. . . (2) Data barang daerah yang disewakan. d) Periksa apakah pengembalian barang Daerah dari pihak ketiga tepat waktu batas penggunaan (lihat dalam surat perjanjian) dan apakah dikenakan sanksi apabila pihak ketiga wanprestasi . hibah.75 -  Setiap ruangan apakah sudah dibuatkan Kartu Inventaris Ruangan (KIR). 3. (6) Sanksi-sanksi.Periksa apakah data-data/warkah asset daerah berupa tanah sudah lengkap dan tersimpan rapi oleh Biro Perlengkapan/Biro Umum.. (3) Hak dan kewajiban kedua belah pihak. a) Dapatkan Surat Perjanjian sewa menyewa tersebut dan periksa apakah telah memuat : (1) Pokok-pokok penyewaan. b) Periksa pemanfaatan barang daerah atas tanah/bangunan yang masih digunakan oleh pengguna barang dan yang telah mendapat persetujuan pengelola barang. dan daftar mutasi barang sudah disusun dan disampaikan pada pejabat yang berwenang tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan. b) Periksa apakah hasil penyewaan barang daerah telah disetor ke Kas Daerah. (paling lama 5 tahun). telah tercatat seluruhnya sebagai asset daerah. (4) Besarnya sewa.Lakukan pengecekan fisik barang inventaris di lokasi bandingkan dengan barang inventaris yang tercatat dalam Buku Inventaris Barang/kartu Inventaris Barang. daftar rekapitulasi.Periksa apakah barang-barang inventaris hasil pengadaan. .Periksa apakah tanah Pemda seluruhnya :  telah tercatat sebagai asset daerah  telah disertifikatkan (berapa yang sudah dan berapa yang belum) . apakah sudah sesuai dengan peruntukannya. jumlah dan harga barang menurut Daftar Mutasi Barang Inventaris dan Buku Hasil Pengadaan Inventaris. . c) Periksa apakah pihak ketiga memenuhi kewajiban tepat waktu. Pemanfaatan. (1) Penyewaan. . a) Dapatkan data barang daerah yang telah dimanfaatkan dan Periksa bentuk pemanfaatannya yaitu : (1) Penyewaan (2) Pinjam Pakai (3) Kerjasama pemanfaatan (4) Bangun guna serah dan bangun serah guna.7.

periksa apakah surat perjanjian tersebut telah memenuhi syarat antara lain : (1) Pokok yang diperjanjikan. (3) Kerjasama Pemanfaatan atas Tanah dan Bangunan. (2) Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. (5) Pengembalian barang harus dalam keadaan baik. (2) Data-data barang yang dipinjam pakai (3) Tanggungjawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. b) Periksa apakah syarat-syarat pinjam pakai telah berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku yaitu : (1) Barang belum dimanfaatkan oleh Pemda. (3) Barang yang dipinjam pakai merupakan barang yang tidak habis pakai. (c) Apakah pembayaran kontribusi dan pembagian keuntungan hasil kerjasama telah mendapat persetujuan pengelola barang. cek apakah telah disetor ke kas daerah. (4) Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (1) Periksa apakah Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna telah memenuhi persyaratan yaitu : (a) Pengguna barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi penyelenggaraan pemerintah daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tupoksi. (b) Periksa kewajaran pembagian keuntungan hasil kerjasama yang ditetapkan dari hasil perhitungan Tim (dapatkan SK Pembentukan Timnya).. (4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. a) Dapatkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai. (2) Barang hanya boleh dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya. b) Tidak tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan tersebut. apabila penetapan mitra kerjasama dengan penunjukkan langsung atas pertimbangan apa. (a) Periksa proses tender dan penetapan mitra kerjasama (sekurang-kurangnya 5 peserta). (d) Cek biaya yang digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan kerjasama (karena tidak dapat dibebankan pada APBD).76 - e) Siapa yang menetapkan tarif penyewaan untuk barang daerah. (4) Jangka waktu peminjaman paling lama 2 tahun dapat diperpanjang. (5) Persyaratan lain yang dianggap perlu misalnya mitra kerjasama dilarang menggadaikan/mengagunkan barang daerah kepada pihak lain. (4) Besaran kontribusi tetap dan bagi hasil keuntungan yang harus dibayar mitra kerjasama setiap tahunnya. (2) Pinjam Pakai. . periksa apakah telah memuat : (1) Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian. (3) Jangka waktu kerjasama (paling lama 30 tahun) dapat diperpanjang. a) Dapatkan surat perjanjian kerjasama pemanfaatan.

Pengamanan dan Pemeliharaan. dan sampai dimana penyelesaiannya. menggadaikan. memindah tangankan oleh Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. Pengamanan. 3) Periksa jenis barang yang dipelihara/dirawat (gedung kantor. pemilihan langsung. 2) Periksa bentuk pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi terhadap barang inventarisasi (barang bergerak dan tidak bergerak maupun terhadap barang persediaan). pengadaan langsung dan swakelola). (d) Periksa kewajaran besaran konstruksi atas hasil perhitungan Tim yang telah dibentuk oleh pejabat yang berwenang. . (c) Memelihara obyek Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. kendaraan dinas. 2) Periksa apakah telah disusun Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB). 3. (4) Periksa apakah selama jangka waktu pengoperasian mitra bangun guna serah dan mitra bangun serah guna telah memenuhi kewajibannya yaitu : (a) Membayar kontribusi ke Kas Daerah (b) Tidak menjaminkan. 4) Periksa upaya hukum apa yang telah dilaksanakan Pememerintah Daerah untuk menangani barang daerah yang bermasalah tersebut. (e) Sanksi (f) Arbitrase (3) Periksa jangka waktu Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna paling lama 30 (tigapuluh) tahun sejak surat perjanjian ditandatangani. cek penyetorannya ke kas daerah. Pemeliharaan Barang. perlengkapan kantor. 1) Periksa apakah setiap unit kerja menyampaikan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) kepada Biro Perlengkapan/Biro Umum. b. 3) Periksa dan inventarisir apakah ada barang daerah khususnya barang tidak bergerak (Tanah/Bangunan) yang sedang bermasalah (sengketa dengan pihak ketiga.  Panitia Peneliti Penawaran. baik pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi dan tindakan hukum. sarana telekomunikasi). 1) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan pelaksanaan pengamanan terhadap barang daerah. rumah dinas. a. 4) Periksa kepastian penyediaan dana dalam DASK 5) Periksa pelaksanaan pemeliharaan :  Cara pelaksanaan (lelang.8. (b) Obyek Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (c) Jangka waktu (d) Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian. instansi lain atau masyarakat setempat)..77 - (2) Dapatkan surat perjanjian dan periksa apakah telah memuat : (a) Pihak yang terkait dalam perjanjian. mess/asrama.

d. dimanfaatkan dan tidak dapat dipindahtangankan telah dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada pengelola barang. d.10.11. Periksa apakah seluruh barang milik daerah telah dilakukan penilaian dan dimasukkan dalam neraca daerah 3.9. Periksa apakah pelaksanaan penghapusan barang milik daerah yang tidak berada dalam penguasaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang telah dilaporkan kepada pengelola barang. 3. c. Periksa apakah ada barang milik daerah yang sudah tidak berada dalam penguasaaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang karena beralih kepemilikannya.  Cara pembayaran (kelengkapan dokumen). b. Periksa apakah hasil penilaian barang milik daerah selain tanah dan atau bangunan telah ditetapkan oleh pengelola barang. periksa :  Status kendaraan. Penilaian a. Periksa apakah pelaksanaan pemusnahan barang milik daerah karena tidak dapat digunakan. a. Periksa apakah penilaian barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka pemanfaatan atau pemindahtanganan dilakukan oleh Tim atau melibatkan penilaian independen yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan tujuan untuk mendapatkan nilai wajar. terjadi pemusnahan atau karena sebab lain belum dihapuskan. 4) Beralih kepemilikannya 5) Persediaan barang melebihi kebutuhan 6) Nilai ekonomis lebih menguntungkan kalau dihapuskan.  Prosedur Pemeliharaan  Pengadaan dan Penyaluran BBM 3.  Pemeliharaan kendaraan. e. Periksa apakah penghapusan barang daerah tersebut telah diterbitkan surat keputusan penghapusan oleh Kepala Daerah. Penghapusan. Periksa apakah penetapan nilai barang milik daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah berpedoman pada standard akutansi pemerintahan. f.. Periksa apakah penghapusan barang milik daerah telah dihapus dari daftar barang milik daerah.78 - Panitia pemeriksa pekerjaan (susunan anggota dan fungsinya). b. c. Pemindahtanganan. Periksa apakah penghapusan barang daerah telah berdasarkan atas pertimbangan : 1) Rusak berat 2) Tidak dapat digunakan secara optimal 3) Telah melampaui batas waktu kegunaan/kadaluarsa. (1) Periksa apakah ada pemindahtanganan barang daerah berupa: (a) Penjualan  .

.  Apakah pemohon telah memegang surat ijin penghunian (SIP) dari Kepala Daerah dan sepengetahuan Kepala Unit/Satuan Kerja.  Harga rumah golongan III ditetapkan sebesar 50% dari harga tafsiran dan penilaian yang dilakukan panitia. Penjualan (1) Inventarisir penjualan barang daerah apakah penjualan barang daerah telah mempertimbangkan :  Optimalisasi barang daerah yang berlebih  Secara ekonomis lebih menguntungkan daerah (2) Periksa apakah penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang kecuali barang yang bersifat khusus atau barang lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola barang.Periksa persyaratan pembeli rumah rumah dinas golongan III yaitu :  Status Kepegawaiannya  Masa kerja  Pernah membeli/memperoleh rumah dinas atau belum. (a) Penjualan Rumah .79 - (b) Tukar menukar (c) Hibah (d) Penyertaan Modal (2) Periksa apakah pemindahtanganan tanah/bangunan dan selain tanah/bangunan yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD. . . apakah telah dilunasi oleh semua pembeli dan cek kebenarannya. . . ..Periksa pembayaran angsuran apakah masih terdapat tunggakan. (3) Cek apakah hasil penjualan barang daerah telah disetor ke kas daerah.  Penetapan taksiran harga tanah berpedoman kepada NJOP pada waktu penafsiran.Periksa apakah penjualan rumah dinas tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah dan bagaimana sistim pembayarannya.Periksa uang muka pembayaran.  Status pegawai yang berhak membelinya.  Umur kendaraan dinas.Penjualan kendaraan dinas apakah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu mengenai .Periksa penetapan harga jual rumah dinas golongan III apakah telah sesuai dengan :  Penafsiran harga dari nilai biaya yang digunakan untuk membangun rumah yang bersangkutan pada waktu penafsiran dikurangi penyusutan menurut umur bangun. (b) Penjualan Kendaraan Dinas . (4) Periksa kewajaran harga penjualan barang daerah. a.Periksa inventarisasi rumah-rumah dinas golongan III dan berapa jumlah pemohon pembelian rumah golongan III.

 Periksa kelancaran pembayaran angsuran dan sanksi terhadap para pegawai yang menunggak (c) Tukar menukar.Periksa apakah Hibah tersebut telah memenuhi syarat :  Bukan barang rahasia negara/daerah  Bukan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. .Periksa apakah ada barang daerah yang dihibahkan. tanah/bangunan dan atau pekerjaan.80 - Periksa apakah Surat Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Dinas sudah dibuat sesuai ketentuan mengenai :  Penetapan Harga.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan daerah tidak merugikan Pemda :  Nilai ekonomis tanah/bangunan milik Pemda dan penggantinya. . (d) Hibah . . .Periksa apakah ada penyertaan modal Pemda berupa tanah.. . bangunan atau barang lainnya.Periksa apakah tukar menukar barang daerah telah dipertimbangkan:  Untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintahan  Untuk optimalisasi barang daerah  Tidak tersedia dalam APBD .Cek apakah serah terima barang yang dilepas dan barang pengganti telah dituangkan dalam Berita Acara.Periksa kewajaran harga/nilai kompensasi dan pelaksanaannya.  Tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.  Apakah tukar menukar tanah/bangunan telah disertai pelepasan hak-nya. - . Periksa dasar pertimbangannya.  Apakah ada kompensasi yang harus dilakukan pihak ketiga berupa uang.Sanksi  Periksa apakah hasil penjualan kendaraan dinas sudah disetor ke Kas daerah.Periksa apakah tukar menukar barang daerah berupa tanah atau selain tanah yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD. . (e) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan yang dilepas maupun penggantinya tidak dalam sengketa.  Besarnya Cicilan  Cara Pembayaran . apa dasar pertimbangannya :  Untuk kepentingan sosial  Keagamaan  Kemanusiaan  Penyelenggaraan pemerintahan daerah .

tidak didukung bukti-bukti kepemilikan atau masih sengketa) telah menindaklanjuti penyelesaiannya.Periksa apakah terdapat asset dari instansi vertikal Barang Milik/Kekayaan Negara (BM/KN) yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah dan apakah telah diajukan permohonannya kepada Menteri Keuangan. penatausahaan. (1) Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. contoh kendaraan dinas. pemindahtanganan. 3. dan pengamanan Barang Milik Daerah yang berada di bawah penguasaannya. . baik secara administrasi maupun fisik..Periksa dalam penyerahan/pengalihan asset tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima dan apakah telah sesuai dengan kondisi dilapangan disertai dokumen kepemilikannya. . d) Pengalihan Asset dari Instansi Vertikal. telah dibentuk Tim bersama yang melakukan tugas inventarisasi.Periksa apakah barang-barang yang terdaftar dalam Berita Acara Serah Terima.Periksa apakah pemerintah daerah yang telah menerima pengalihan BM/KN dari pemerintah pusat yang ternyata bermasalah (yang hilang.81 - Periksa apakah penyertaan modal daerah telah mendapat persetujuan Gubernur dan apakah telah dituangkan dalam Peraturan Daerah.Priksa apakah proses pengalihan asset dari daerah induk keepada daerah yang baru dibentuk. pemeliharaan.Periksa apakah ada asset yang belum diserahkan dan bagaimana penyelesaiannya dengan daerah induk serta apakah sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri. .Pembinaan. .Periksa apakah proses pengalihan asset dari instansi vertikal dan asset yang pengadaannya dari APBN sudah disertai dokumen kepemilikannya. . namun barangnya tidak diserahkan.13. . 3. (2) Periksa apakah Pengguna Barang telah melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan. .12. Pembiayaan. pemanfaatan.Periksa apakah setelah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Daerah tersebut telah dihapuskan dari buku induk inventaris Daerah Induk dan dicatat pada buku inventaris daerah baru. Pengawasan dan Pengendalian. e) Pengalihan Asset kepada Daerah Pemekaran. Periksa apakah dalam pelaksanaan tertib administrasi - . . .Periksa apakah terdapat BM/KN berupa barang tidak bergerak yang digunakan untuk kepentingan umum yang telah diterima oleh pemerintah daerah telah dipindahtangankan diubah statusnya atau dimanfaatkan oleh instansi pemerintah atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri Keuangan.

4. 4.  Periksa apakah ada Pegawai Negeri.  Periksa apakah Tuntutan Perbendaharaan Khusus ini telah di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2967).  Periksa apakah dalam pengelolaan barang oleh Pemegang Barang terdapat kekurangan barang yang menjadi tanggungjawabnya.14.  Periksa apakah atas dasar laporan tersebut Kepala Daerah (atas saran Majelis pertimbangan) telah menunjuk seorang pegawai yang ditugaskan untuk membuat perhitungan ex officio. melarikan diri atau dibawah pengampuan. 1. Pegawai Perusahaan Daerah yang bukan Pemegang Barang melakukan perbuatan melanggar hukum atau melalaikan kewajiban/tidak melaksanakan kewajiban sesuai fungsi dan atau status jabatannya yang karena perbuatannya tersebut merugikan Daerah.  Periksa apakah kekurangan barang tersebut sudah dilaporkan kepada Biro Keuangan selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk mendapatkan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku.  Periksa apakah proses tuntutan ganti rugi barang Daerah sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.3. Tuntutan GantiRugi.  Periksa apakah upaya damai untuk memperoleh penggantian atas semua kerugian Daerah sudah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. 4.  Periksa apakah sudah dilakukan penelitian dan penentuan besarnya kerugian yang diderita daerah oleh Kepala Daerah.1.Tuntutan Ganti Rugi Barang..2.4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 . apakah atasan langsung/ Kepala Unit Kerja telah melaporkan kepada Kepala Daerah. . 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang dengan unit kompetensi ini adalah: 4.  Periksa bila Pemegang Barang meninggal dunia. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.  Periksa apakah telah dilakukan tindakan pengamanan terhadap barang daerah tersebut. . Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 59. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 2.82 - pengelolaan barang milik daerah telah disediakan anggaran yang memadai dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 3.Tuntutan Perbendaharaan Barang.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515). mengakses data dan informasi pengawasan aspek barang/asset daerah. 4. 4.5. unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. 10 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3643).83 - Nomor 69. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 64. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140.15. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha.7.6. 4.16. 4. 4.18. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pedoman Penilaian Barang Daerah. Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah sebagaimaan telah diubah terakhir dengan Perpres 70 Tahun 2012 4.9.11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.12.8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah. 4.13. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Materiil Daerah. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan . Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 58. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah. 4. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2002 tentang Nomor Kode Lokasi dan Nomor Kode Barang Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyerahan Barang dan Hutang Piutang pada Daerah yang Baru Dibentuk..1. Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri.17. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578).14.10. 9.

5.1. memahami kode etik pemeriksaan.4. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 1.. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 10.2.3.6.4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. cermat/teliti. 5. 4. 5.1. santun 6. berorientasi hasil.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. independen. Aspek Kritis 6.3.5. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.2.2. memahami teknik komunikasi. memahami IT. untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. mengembangkan temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. memahami prinsip-prinsip pengelolaan barang milik daerah. 3. 5.2. 3.4.3. integritas. 3. 6. 4.6.Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 3.02.WAS. 4. memahami teknik pemeriksaan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. menyusun pokokpokok hasil pengawasan aspek barang/asset daerah. mampu menerapkan standar pemeriksaan. memahami standar pemeriksaan. 5. menulis temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. mampu menerapkan kebijakan terkait barang milik daerah dalam pelaksanaan pengawasan. 2. obyektif.5.2. 5.1. 4.010. 3. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib Kode Unit FPP.84 - aspek barang/asset daerah.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib . Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya.

Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat wajib ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan pelaksanaan 3.1.. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat wajib diakses urusan dan dipelajari pemerintahan 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. lagi tambahanya. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat wajib temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.1 PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Kriteria Unjuk kerja 1.2.1. Melakukan 3. pemerintahan yang 4.3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya pelaksanaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan urusan penanggungjawab kegiatan. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat wajib menggunakan teknik-teknik pengawasan. Mengakses data 2. 2.2.4.3. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. diminta penjelasan dan diminta wajib. 3. Data dan informasi yang kurang tepat yang bersifat diklarifikasi.2. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).3. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.85 - Deskripsi Unit Elemen Kompetensi 1. 4.1. 3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. serta dicatat dalam KKP . 3. Mengembangkan 4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.

perumahan. administrasi keuangan daerah. lingkungan hidup. pemberdayaan masyarakat dan desa. 6. kreteria. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. koperasi dan usaha kecil dan menengah. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. perangkat daerah. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. danperpustakaan. otonomi daerah. dan persandian. sosial. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. kepentingan nasional. Urusan wajib terdiri dari pendidikan.1.86 - 5. kepemudaan dan olahraga.3. ketahanan pangan.1. penataan ruang. 6. pekerjaan umum. penanaman modal. kebudayaan. kepegawaian. ketenagakerjaan. kearsipan. komunikasi dan informatika. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. kependudukan dan catatan sipil.2. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. pemerintahan umum.2. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Atribut kondisi. perhubungan. 5.. Memformulasikan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 6. perencanaan pembangunan. 5. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan(P2 HP) pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 5. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. statistik.3. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan . pertanahan. kesejahteraan masyarakat. kesehatan.

Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 4. dan pemerintahan. spidol.5. Ruangan kerja. Menganalisa apakah urusan wajib yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah apakah berdasarkan kriteria eksternalitas. kertas.4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal 4. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. 3.. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah 4. dapat berupa masukan. Lap top 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah.2. 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib adalah: 2.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 2. Mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan wajib.4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar . akuntabilitas. 2.1. 2.5. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. proses. Menganalisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah sesuai ketentuan.1. penghapus.3.7. Menganalisa apakah batas waktu Pencapaian SPM urusan wajib secara Nasional dan Jangka Waktu PencapaianSPM di Daerah telah sesuai ketentuan. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga masyarakat secara minimal.6.5.1. Menganalisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. 4.8.7. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM 4.3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit komptensi ini adalah: 4. Menganalisa penerapan pelaksanaan SPM urusan wajib ke dalam dokumen perencanaan daerah. 3. Menganalisa apakahpengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah sesuai ketentuan. White board/flip chart. 3.4.2. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu.6.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. Literatur terkait urusan pilihan 3. 2. ekonomi.87 - sosial. 3.

Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. Kontek Penilaian: 1. 4. 3.5.1 mampu menyusun standar evaluasi.1. pengembangan temuan pengawasan.. Jo.3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. berorientasi hasil.3.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.10. 3. RKPD. Renstra SKPD. 3. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. 5.PAN/03/2008 Tentang Kode .2 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan wajib.2. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.11 Peraturan Menpan : PER/04/M. memahami IT. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan.4.88 - Pelayanan Minimal 4. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. independen. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009 4. santun. cermat/teliti.6. Kode Etik APIP.1.2. 5.3 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data 4..7.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. akses data dan informasi pengawasan. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.2. 4.12. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum P2UPD sesuai jenjang jabatannya dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 5. Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP) 4.4 mampu menerapkan kebijakan terkait SPM tiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan 4. .1. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.5 mampu menerapkan standar pemeriksaan 5. Renja SKPD. 1. memamahi SPM tiap-tiap urusan.4. menulis temuan pengawasan. memahami indikator kinerja. 3. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 3. 5.5. integritas.6. 3. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) serta menganalis teknis penerapan SPM. Pengujian atas data dan informasi pengawasan. 2. obyektif.

6.3. 3.1.89 - 6. diklarifikasi.2.02. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Aspek Kritis 6.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 2.2. 3.3. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Kode Unit FPP.Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 1. Mengakses data 2. 6.1. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya.2. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).4. PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. pelaksanaan 3. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 11. Data dan informasi yang kurang tepat bersifat pilihan.WAS. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat pilihan ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1.3. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat pilihan diakses urusan dan dipelajari pemerintahan yang 2. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. 6.2. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan ..1. Melakukan 3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat pilihan menggunakan teknik-teknik pengawasan.011.

serta dicatat dalam KKP 5. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.1. kreteria. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat pilihan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. pemerintahan yang 4. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.90 - penanggung jawab pekerjaan dan hasinya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan..3. serta hasilnya dicatat dalam KKP. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Atribut kondisi.1. Mengembangkan 4.1. . Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP pelaksanaan dan diklarifikasi dengan penanggungjawab urusan kegiatan. sebab akibat pada emuan KKP diringkas supaya mudah dipahami dan pengawasanpelaks dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja anaan urusan dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan pemerintahan yang tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja bersifat pilihan 5. 4. melayani. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan(P2 HP) konsep P2HP pelaksanaan 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.3.3. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Menyusun Pokok6. Memformulasikant 5.2. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi urusan Pengawasan untuk ditentukan temuan yang pemerintahan yang menjadi P2HP bersifat pilihan 6.2.

rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. industri. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. White board/flip chart. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. pariwisata. . Ruangan kerja. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Urusan pilihan meliputi urusan : kelautan dan perikanan. 2.91 - 2. dan ketransmigrasian. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. RKPD. memberdayakan. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. pertanian. perdagangan. penghapus.3. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. spidol.. kertas. Renstra SKPD dan renja SKPD. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.1.2. energi dan sumber daya mineral. belanja. dan mensejahterakan masyarakat. 2. kehutanan. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).

4. Peraturan Menpan PER/04/M. akuntabilitas. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Lap top. Tugas pelaksanaan pengawasan urusan pilihan adalah: 3.1.4. Jo. 4.5. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Kontek Penilaian: 1.3. 4.12.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.2. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.6.1.92 - 2. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan pilihan. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.4.7.8.2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.10.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.11.Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. 4. menganalisa apakah penerapan NSPK urusan pilihan telah sesuai ketentuan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 3.13.3. Tata Cara Penyusunan. menganalisa apakah urusan pilihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah telahberdasarkan kriteria eksternalitas. 4. akses data dan informasi pengawasan. 4.5. 3. 4. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. menganalisa apakah penyelenggaraan urusan pilihan telah sesuai dengan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. 4.4.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.Literatur terkait. 4. Pengujian atas data dan informasi . Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan pelaksanaan urusan pilihan adalah: 4.

Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.2.93 - pengawasan. 5.1. 5.6. 3.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan pilihan.3. mampu menerapkan kebijakan terkait SPMtiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan. mampu menerapkan standar pemeriksaan. memahami indikator kinerja. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 6. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. cermat/teliti. 4. 4.4. 3. 3.1. 4. 2.5. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.4. 3.4. obyektif.4. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. 6. 3. 5.5. independen. 5.5. Aspek Kritis 6.Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 5. integritas.. 4.3. 1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum sesuai jenjang jabatannya dan Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.7.6. memamahi SPM tiap-tiap urusan.1. mampu menyusun standar evaluasi. berorientasi hasil. 3.3. pengembangan temuan pengawasan. 6.3.2. menulis temuan pengawasan.2.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 3. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . Kode Etik APIP.2.2. memahami IT. santun 6. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.1.

dan informasi 2.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft dan Ranperkada Keputusan Mendagri. Evaluasi Ranperda 4.1.2.3. 4. Memformulasikan Keputusan Hasil Evaluasi. Hasil evaluasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi.3. Memformulasikan 4. Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Kode Unit FPP.1. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. Mengakses data dan informasi Ranperda dan Ranperkada. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1 Program Kerja Evaluasi Ranperda dan pelaksanaan Ranperkada diakses dan ditentukan evaluasi Ranperda 1. Menganalisa data 2.2 Indikator evaluasi diakses dan ditentukan dan Ranperkada 1. Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.012. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.94 - 12. Melakukan 3.Mempersipakan 1. 4. Kesesuaian atribut rancangan perda beserta evaluasi Ranperda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Ranperkada dituangkan dalam KKP. 3.. 3. Melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau . Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri.3 Sumber daya disiapkan 1. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. Unit ini juga berlaku untuk Tim Evaluasi Ranperda yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur.02. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. yang selanjutnya disebut Perda.2.2.1. Data dan informasi dianalisis dengan Ranperda dan menggunakan teknik-teknik evaluasi dan hasil Ranperkada analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).4 Data dan informasi ranperda diakses dan ditentukan 2.WAS. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi Ranperda dan Ranperkada yang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.

95 - Peraturan Bupati/Walikota.5. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintah adalah: 3. Retribusi Daerah Tata Ruang Daerah. Mengkaitkan substansi ranperda dengan ketentuan yang lebih tinggi dan kepentingan umum. RPJMD. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Pajak Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Ranperda dan Ranperkada. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Evaluasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Ranperda dan Ranperkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. White board/flip chart. Menganalisa substansi ranperda yang akan dievaluasi meliputi APBD. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.1.4.3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. spidol. 2.6. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. Dan RPJMD Sesuai Spesifikasi Masing-Masing. 3. 4. Sedangkan Perkada yang dilakukan evaluasi adalah rancangan peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. 2.. Lap top 2. 4. pajak daerah.5. retribusi daerah. Literatur terkait 3. 4. 4.4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. kertas. Menganalisa target Pencapaian tiap-tiap SPM dalam rancangan Perda. pajak daerah.2. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Provinsi. 3. Gubernur melakukan evaluasi rancangan peraturan daerah Kabupaten/Kota dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman . penghapus. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.3.7. pajak daerah. 2. 4. Pertanggungjawaban APBD. 4.8. Peraturan Daerah yang dievaluasi adalah rancangan peraturan daerah provinsi tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Ruangan kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah..3. 2.1. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi atas rancangan peraturan daerah provinsi dan rancangan peraturan Gubernur tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. rencana tata ruang daerah.1. Perubahan APBD. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.2.4.

3. 3. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 6.5. 4. 5. 4. 5.1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1.7.5. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada (legal drafting). 4. 3.3. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi TINGKAT 3 . memahami NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada. 2. mampu merancang draft hasil evaluasi.1. Santun 6. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan evaluasi.10 Peraturan teknis masing-masing Ranperda.1.4. integritas. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.8. Jo.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4. Aspek Kritis 6.2. 1.2.4. 3. mampu mengevaluasi Ranperda dan ranperkada.6.9. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.6. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. memahami prinsip-prinsip evaluasi rancangan Perda. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.96 - Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. memahami peraturan yang terkait substansi Perda.2. Cermat/teliti. memahami teknik komunikasi. 5.2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda. 3. 4.7. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.3. memahami isi dari masing-masing substansi Ranperda dan ranperkada.4. Independen. mampu menerapkan NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada.2. memahami Kode etik Pengawasan. formulasi Hasil Evaluasi didemosntrasikan. akses data dan informasi Ranperda. 5. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3.6. evaluasi Perda.3.5.. 3. 5. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. memahami IT. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 5. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Ranperda. Berorientasi hasil. Obyektif. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 4.

WAS.3.97 - 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 13.1 Program Kerja klarfikasi Perda dan Perkada pelaksanaan diakses dan ditentukan klarfikasi Perda 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan klarifikasi Perda dan Perkada.2. 3. 3.3. Menganalisa data 2. 4. Kesesuaian atribut Perda dan Perkada beserta klarifikasiPerda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Perkada dituangkan dalam KKP. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft Keputusan Mendagri 4. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Mempersipakan 1.2. 3.01 Judul Unit Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Melakukan klarifikasiPerda dan Perkada.4 Data dan informasi Perda dan Perkada diakses dan ditentukan 2.1. Memformulasikan 4. Mengakses data dan informasi Perda dan Perkada. Unit ini juga berlaku untuk Tim KlarifikasiPerda dan Perkada yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur.1. . Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Memformulasikan Keputusan Hasil Klarifikasi. Melakukan 3.3 Sumber daya disiapkan 1.2 Indikator klarfikasi Perda dan Perkada diakses dan Perkada dan ditentukan 1. dan informasi 2.013. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan klarifikasiPerda dan Perkadayang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan klarifikasiPerda dan Perkada.02. menggunakan teknik-teknik klarifikasi dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Kode Unit FPP. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. Hasil klarifikasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi Klarifikasi 4. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Data dan informasi dianalisis dengan Perda dan Perkada..

Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.7. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya.1. 3.5. 3.1. yang selanjutnya disebut Perda.4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Perda dan Perkada.98 - Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya.1. Menganalisa perda dan perkada dari tinjauan kajian teoritik dan empiris.5.6.2. 2. Menguji kesesuaian tujuan ditetapkannya Perda dan Perkada terhadap penerapannya. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Menganalisa landasan filosofis. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan . Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. yang selanjutnya disebut Perda. 4. Jo.3. yuridis dan sosiologis Perda dan Ranperda. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.3.4. Peraturan – Peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 3. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Ruangan kerja. Lap top. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. MenganalisaNaskah Akademissubstansi masing-masing perda dan perkada yang akan diklarifikasi. White board/flip chart. penghapus. 3. 3. 4. kertas. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.2. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2. 2. 4. Menyimpulkan hasil klarifikasi apakah sudah sesuai atau bertentangan dengan kepentingan umumdan/atau peraturan lebih tinggi. Mengevaluasi dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait. 2. 3. Literatur terkait. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau Peraturan Bupati/Walikota.6. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.5. 4. 2. Klarifikasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Perda dan Perkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. 3. 2.. spidol.3.7.8.

Jika teknik klarifikasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.5. independen.1. memahami Kode etik.6. Aspek Kritis 6. obyektif.2. memahami isi dari masing-masing substansi Perda dan Perkada. 3. 3. integritas. 6.5. formulasi Hasil Klarifikasi Perda dan Perkada didemosntrasikan. 4. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 5.4.3.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda dan perkada. akses data dan informasi Perda dan Perkada. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan klarifikasi Perda dan Perkada.2. 4. 4. 4. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.2.3 mampu membuat rancangan hasil klarifikasi draft Perda dan Perkada. berorientasi hasil. 4. cermat/teliti. 5.2 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 5. santun. klarifikasi Perda dan Perkada. 3.4. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 1.6. 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 .1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan klarifikasi.99 - dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada. 3.2. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4.1. memahami teknik komunikasi.. memahami prinsip-prinsip klarifikasi Perda dan Perkada. 3.5 mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan klarifikasi. memahami IT. memahami peraturan yang terkait substansi Perda dan Perkada.4 mampu membuat simpulan hasil klarifikasi.7. 2.9.1.3. Peraturan teknis masing-masing Perda dan Perkada.

Dokumen dan informasi kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 3. 2. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.014.1. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP 4.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi Judul Unit dan Tugas Pembantuan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. 4. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan..3. Kreteria pelaksanaan kebijakan dekonsentrasi dan tugas pembantuan ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaan Dekon/TP dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.02. Dokumen kebijakan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. Kriteria Unjuk kerja 1. 3.1. Mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.2.2.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. 2.WAS. serta dicatat dalam KKP. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan FPP. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon/TP). Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. . Elemen Kompetensi 1.2.3.3. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 3.100 - 14. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.

dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. kreteria. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. Menyusun Pokok.6. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Ruangan kerja.3. kertas. prosedur.2.5.3.1. spidol. 5. standar.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. atau kota dan/atau desa.2.4. 5. penghapus. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Literatur terkait. 2.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. 3. Atribut kondisi. Memformulasikan temuan pengawasan . dan kriteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuansudah ditetapkan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga. Lap top. 6. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). mengevaluasi apakah norma. 3. HP) 6. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.101 - 5. 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. 2.. 3. mengevaluasi apakah pelaksanaan pengelolaan anggaran untuk pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dan 5. Unit ini hanya berlaku bagi Pengawas Pemerintahan Madya pada Kementerian/Lembaga. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP. 2.1.2. White board/flip chart. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan (P2 konsep P2HP.1. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. serta dari pemerintah kabupaten. mengevaluasi apakah pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dari Pemerintah kepada gubernur dan penugasan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah dan/atau pemerintah desa didanai melalui anggaran kementerian/lembagasesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan core business Kementerian/Lembaga.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4.2. menganalisa apakah pemberitahuan kepada gubernur mengenai lingkup urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan telah dilakukan paling lambat pertengahan bulan Juni untuk tahun anggaran berikutnya setelah ditetapkannya pagu sementara serta ditetapkan dalam Peraturan Menteri. 3. 4. menganalisa apakah terdapat penugasan kepada pemerintah desa untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan tertentu. 3.10. 3. meneliti apakah prakarsa dan perumusan sebagian urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah paling lambat pertengahan bulan Maret untuk tahun anggaran berikutnya.. 3.5. Menteri Keuangan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. menganalisa apakah urusan yang dapat dilimpahkan telah memperhatikan kriteria eksternalitas. dan menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional. serta keserasian hubungan antar susunan pemerintahan. menganalisa apakah Urusan yang dapat dilimpahkan telah dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan kementerian/lembaga yang sudah ditetapkan dalam Renja-KL yang mengacu pada RKP. transparan. 3.9. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 4. 4. .7. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. menganalisa apakah penelaahan rancangan Renja-KL telah dilakukan sesuai ketentuan.102 - pelaksanaan penugasan dilakukan secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan. akuntabilitas.6. menganalisa apakah Menteri/pimpinan lembaga telah melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur. Jika ada apakah telah mendapat persetujuan dari Presiden dan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri. 3. dan efisiensi.4.8 Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi.1.8.dan penugasan kepada Kabupaten/Kota.7. 4.5.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. dan bertanggung jawab dengan mcmperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.6. 3. 4. 4.3.

4.1.6. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.9. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5.1. . PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. 4. akses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3.4.2. formulasi temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2..1. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah. 3. penyusunan pokokpokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP didemosntrasikan . Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. 3. 3. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 2. 3. memahami konsep.3.2.103 - 4. Jo. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. memahami fungsi. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.3. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 1.10 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 4.2. 3.12.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 2.7. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah.

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.WAS. cermat/teliti. 4.. Mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.10. 5. 4. Aspek Kritis 6. 4.1. 4. 5. berorientasi hasil.4. 4. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon dan TP) FPP. 4.5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. KOMPETENSI KUNCI: NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.1. mampu merumuskan atribut temuan. Kode Etik.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD.4. 3. 4. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. 5.3. 5. 6. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembanutan terkait dalam melakukan pengawasan. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. 6.015. independen.6. memahami teknik komunikasi Pengawasan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat.104 - 3. Santun. 3. 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang .5. 6.6.3.2. dan dapat dipertanggungjawabkan. integritas. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 15.3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.2. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. serta supervisor pengawasan tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.8. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuansecara lengkap.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Judul Unit Dekon dan TP Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. akurat.02.2.8. 5.7. obyektif.9.

4. 3.2. Kriteria Unjuk kerja 1.3. Hasilpembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3. 1. 5. Melakukan 3.1. serta hasilnya dicatat dalam KKP. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2. Dokumen pelaksanaan kegiatan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2.3. 5.2.. kreteria.2. PKPP diakses dan dipelajari. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Memformulasikant 5. 2. 3. sebab akibat pada KKP emuan diringkassupaya mudah dipahami dan pengawasan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya . dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan 4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasankinerja dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP Dekon/TP. 4.3.2. Mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Elemen Kompetensi 1. Kreteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi Pengujian atas dan tugas pembantuan ditentukan dan data dan informasi disepakati dengan penanggungjawab kegiatan pengawasan 3.105 - diperlukan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Atribut kondisi.1.1. Kesesuian antara dokumen dan informasi kinerja Dekon/TP terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaanDekon/TPdibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. serta dicatat dalam KKP.1.

Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Lap top 2. 2.3. serta dari pemerintah kabupaten. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 2. atau kota dan/atau desa. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan pensinkronisasian antara penyelenggaraan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi. Literatur terkait 3. spidol. memformulasikan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) 6. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). b. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.5. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. seperti SK KPA. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan pengawasan kinerja Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kinerja Dekon/TP. 6. mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.1.1. SK PPTK. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian pengelolaan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di .2. penghapus. White board/flip chart. kertas.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. mengembangkan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. Pelajari Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP masing-masing Program yang ada pada obyek pengawasan. dan desentralisasi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP b.. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP. 6. tugas pembantuan.Menguji kesesuaian pelaksanaan kinerja dengan standar yang ditentukan: a. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.106 - diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Pelajari kebijakan operasional yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagai dasar otorisasi. 2. Penguji dan Penandatangan SPM dan Bendahara 3. Ruangan kerja.2. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa.4.Mempelajari kebijakan pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan: a.2. 2.

g. teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efesien sesuai dengan ketentuan perundag-undangan. pengendalian. dan perumusan kebijakan serta strategi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di wilayah provinsi berdasarkan norma. j. i. dan . penganggaran dan pelaporan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi sesuai dengan peraturan perundangundangan telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP.107 - c. dan Teliti dan pelajari apakah pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Gubernur terkait koordinasi serta pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Teliti dan pelajari apakah Tim Koordinasi Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan teleh dibentuk dan mejalankan tugasnya. sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP pada masing-masing tingkatan pemerintahan. l. penyusunan. k.. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan konsultasi dengan pihak terkait guna keterpaduan kebijakan serta tercapainya kesepahaman antar fungsi. dan antar SKPD Provinsi dalam penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di daerah telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penatausahaan keuangan dan barang. Provinsi dan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dengan Kementerian/Lembaga yang memberikan pelimpahan dan penugasan kepada Gubernur dan penugasan kepada Bupati/Walikota/Kepala Desa dan hasilnya dituangkan dalam KKP telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Penganggaran dan Pelaporan.Kelompok Kerja Bidang Pertanggungjawaban serta Pembinaan dan Pengawasan. antar wilayah Kabupaten/Kota. d. pedoman. yaitu : . . Teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efektif. e. . standar.Kelompok Kerja Bidang Penatausahaan dan Pengendalian Pelaksanaan.Kelompok Kerja Bidang Perencanaan. f. manual serta kebijakan nasional telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan bahan penyampaian kepada DPRD Provinsi atas rencana program/kegiatan dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dilimpahkan/ditugaskan kepada Gubernur telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan saran tindak lanjut kepada Gubernur dan Kementerian/Lembaga dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. h. pelaksanaan. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan dan perumusan kebijakan pengelolaan sistem perencanaan. Khusus untuk P2UPD pada tingkat Kementerian.

PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). akses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP didemosntrasikan.2. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.11. 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.8.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.o.108 - 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang .3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.13.10.7.2. formulasi temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. 4.1..4. 4. 4. 4.14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan.1.12. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 1. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4. 4. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 4. 4.

2. 3.8. 6.1. serta supervisor pengawasan tidak teliti. 5. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan.. mampu merumuskan atribut temuan. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.4. 6. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. 5. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. 5.6.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4.2. 4.8. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.3.1. 6.2. akurat. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan terkait dalam melakukan pengawasan. 6. Aspek Kritis 6. memahami fungsi. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP.5. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset negara/daerah. 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama.1. memahami konsep.3. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. 5.5. 6. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. . Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.7.6.9. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. dan dapat dipertanggungjawabkan. integritas.2. cermat/teliti.6. 4.4. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja.1. 4.3. 6. 5. memahami teknik komunikasi Pengawasan. obyektif. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kinerja kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. 5. 6.1. 6.2.10. 6.7. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.3. independen. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 6.2.109 - 2. 6. 6. santun. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. berorientasi hasil.

Data dan informasi perencanaan daerah dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.1. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. Mengakses data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah 3.110 - 6. Dokumen perencanaan daerah berupa kebijakan daerah.WAS.2. Melakukan Pengujian data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah .01 Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3. pengelolaan barang daerah diakses dan ditentukan. dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 3. Dokumendan Informasi perencanaan daerah diklarifikasi dan dipenuhi. 2.02. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dengan kriteria pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 16.. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melasanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala daerah. Kreteria pelaksanaan kegiatan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah ditentukan 3.2. pengelolaan sumberdaya manusia. Kriteria Unjuk kerja 1. Menyiapkan pelaksanaan pengawasan 2.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.016. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan.3. Kode Etik.3. Hasil analisis data dan informasiperencanaan daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.1. 2. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. 3. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.

- 111 -

4. Mengembangkan temuan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah

5. Memformulasikan temuanpengawasa n berakhirnya masa jabatan kepala daerah

6. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) berakhirnya masa jabatan kepala daerah

4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis, serta hasilnya dicatat dalam KKP, kemudian diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan,serta dicatat dalam KKP 5.1. Atribut kondisi, kreteria, sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep P2HP. 6.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengakses data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengembangkan temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menulis temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menyusun pokok-pokok hasil berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta walikota dan wakil walikota untuk kota. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form KertasKerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari; a. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kebijakan

- 112 -

daerah, pengelolaan sumberdaya manusia, pengelolaan barang daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. b. Kebijakan lainnya terkait pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3.2. Menganalisa Formasi Pegawai, Pengadaan Pegawai, Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai, Kenaikan Pangkat, Pengangkatan Dalam Jabatan, Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Kesejahteraan Pegawai, dan Lain-lain dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.3. Menganalisa kebijakan Pengelolaan Barang, Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan Barang, Pengadaan Barang, Inventarisasi Barang, Pemeliharaan Barang, Perubahan Status Hukum Barang, Pemanfaatan Barang, dan Pengamanan Barang dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.4. Menganalisa Kebijaksanaan Umum pengelolaan keuangan, kebijakan Pengelolaan Umum Keuangan, kebijakan Pengelolaan Pendapatan, kebijakan Pengelolaan Pengeluaran, dan kebijakan Pemegang Kas dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.5. Menganalisa pencapaian visi misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD. 3.6. Membandingkan target pencapaian yang diraih daerah dengan target nasional dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah; 4.8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala daerah; 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.11.Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan pengawasan, akses data

- 113 -

dan informasi pengawasan,pengujian data dan informasi pengawasan, pengembangan temuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah : 2.1. pengawasan kebijakan daerah; 2.2. kebijakan SDM; 2.3. kebijakan barang milik negara/daerah; 2.4. kebijakan pengelolaan keuangan. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 3.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan barang milik daerah; 3.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan Keuangan daerah; 3.5. memahami peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.6. memahami indikator kinerja; 3.7. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan 3.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami Teknik menyusun laporan; 3.10. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 4.2. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 4.3. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan Barang Milik Daerah; 4.4. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan keuangan daerah; 4.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pemeriksaan; 4.6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data; 4.7. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. Independen; 5.3. Obyektif; 5.4. Cermat/teliti; 5.5. Berorientasi hasil; 5.6. Santun. 6. Aspek Kritis 6.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan; 6.2.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan; 6.3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.

Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah Kode Unit FPP.4. Dokumen pelaksanaan kegiatansesuai ruang dan informasi lingkup pengawasan pengaduan diakses dan pengawasan ditentukan pengaduan 3. Dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bukti audit ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Dokumen dan informasi pengawasan pengaduan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). PKPP diakses dan dipelajari pengawasan 2. Elemen Kriteria Unjuk kerja Kompetensi 1. Metode dan prosedur pemeriksaan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.1.6.2.2. Dokumen dan informasi yang diterima diklarifikasi dan dipenuhi.01 Judul Unit Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat /Instansi Pemerintah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.114 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Materi pengaduan dipelajari dan dirumuskan Program Kerja 1.2. pengawasan 4. Para pihak yang perlu diminta keterangan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 2.3.1.2. personil dan ruang lingkup pengawasan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 17. Peraturan perundang-undangan yang relevan pengawasan dengan permasalahan yang diadukan ditelaahan pengaduan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.5. 3.WAS..1. 4. Entry brieifing dengan pimpinan unit kerja pengaduan dilakukan 3. Kesesuian antara dokumen dan informasi yang pengaduan diterima dibandingkan dan diuji dengan ketentuan yang terkait dengan materi pengaduan dengan menggunakan analisis kasus dan teknik . Kreteria pelaksanaan kegiatan sesuai materi Pengujian atas pengaduan ditentukan.3. Mengakses data 3. Menyusun 1. dan disepakati data dan penanggungjawab yang berkaitan dengan materi informasi pengaduan.017. Mempersiapkan 2.02. lokasi.1. Melakukan 4. Waktu. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah.

HAM. Hasil permintaan keterangan dianalisis dan diuji dengan kondisi senyatanya serta hasilnya dituangkan dalam KKP 6. dan hasil klarifikasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari simpulan hasil pemeriksaan. kepegawaian. 4. Pihak-pihak yang terkait dengan materi pengaduan diminta keterangannya sesuai dengan standar pemeriksaan 5. Konstruksi permasalahan sesuai materi pengaduan disusun dan dianalaisis berdasarkan hasil analisis dan pengujian dokumen serta keterangan yang telah diperoleh untuk menjawab apakah materi pengaduan terbukti atau tidak terbukti 6.1. pengawasan atas indikasi penyalahgunaan wewenang.3.2. pengawasan atas indikasi KKN. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan.2.3. Ekspose Hasil Pengawasan pengawasan. Hasil analisis sebagai bagian dari simpulan hasil pengawasan dirumuskan dan dikonsultasikan kepada supervisor atau penanggungjawab pengawasan untuk dinilai. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya dikonfirmasi kepada pimpinan unit kerja serta hasil konfirmasi/tanggapan pimpinan unit kerja dituangkan dalam KKP.5. 6. Memformulasikan simpulan pengawasan. penyalahgunaan wewenang. Mempersiapkan pengawasan pengaduan. Unit kompetensi ini dapat diterapkan untuk melakukan pengawasan atas pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah yang meliputi pengawasan atas indikasi hambatan dalam pelayanan masyarakat.2. 6.1. 5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan pengaduan yang terdiri dari: Menyusun Program Kerja Pengawasan.3.1. Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya memimpin ekspose dan hasil pengawasan dipresentasikan 7.115 - 5.4. Simpulan hasil pengawasan dan seluruh dokumen serta Berita acara Permintaan Keterangan dikumpulkan menjadi konsep LHP pra ekspose 7. pertanahan. Hasil reviu pada forum ekspose ditindaklanjuti dengan penyempurnaan dan merupakan konsep LHP pasca ekspose BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Konsep LHP disampaikan kepada Inspektur Jenderal melalui Inspektur Khusus untuk diekspose 7. Mengakses data dan informasi pengawasan pengaduan.. Hasil membandingkan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi kepada penanggungjawab yang berkaitan dengan materi pengaduan. Melakukan Permintaan Keterangan. dan Ekspose Hasil Pengawasan. Melakukan Permintaan Keterangan. Memformulasika n simpulan pengawasan 7. 6. . Keabsahan dan kecukupan bukti-bukti yang telah diperoleh diidentifikasi dan hasilnya dicatat dalam KKP 6.

3..1.6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. mempelajari kebijakan daerah terkait materi pengaduan yang dituangkan dalam Peratuan Daerah dan/atau Peratuan Kepala Daerah. mempelajari kebijakan yang berlaku nasional sesuai dengan materi pengaduan. Wakil Kepala Daerah. 3. 2.4.8 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. korupsi. Pengaduan Masyarakat adalah laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasi terjadinya penyimpangan. 3. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M.1. 4. Literatur terkait. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4.2.4. Aparat Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.11. lingkungan hidup dan umum. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. 4. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa. spidol.9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kemendagri dan Pemda. 2.10. 4. White board/flip chart. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.5.1.5. Ruangan kerja. 3.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintah. Lap top.2. tatalaksanan/regulasi. 4. seperti Surat Keputusan. 4. 2. 4. mempelajari kebijakan yang menjadi dasar otorisasi.2. menguji kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan peraturan yang berlaku.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Teknis lainnya terkait materi pengaduan.3. menyimpulkan kebenaran materi pengaduan.4. 2. kertas. penghapus. kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan atau aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan.7. 4. 4. 3.116 - kewaspadaan nasional. Peraturan– peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.3. . 2. Aparat Pemerintah adalah pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri.

- 117 -

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan pengawasan dengan tujuan tertentu atas pengawasan pengaduan yang terdiri dari: penyusunan Program Kerja Pengawasan (pengawasan pengaduan; persiapan pelaksanaan pengawasan pengaduan; data dan informasi PDTT Dumas; Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan; Permintaan Keterangan; Formulasi simpulan pengawasan; dan Ekspose Hasil Pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah adalah: 2.1. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Ahli Pertama secara memadai; 2.2. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara; 2.3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah; 2.4. memahami pengawasan kepegawaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1 memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja; 3.2 memahami teknik melakukan permintaan keterangan; 3.3 memahami teknik – teknik pengawasan; 3.4 memahami konstruksi berfikir logis; 3.5 memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih; 3.6 memahami prinsip-prinsip manajemen risiko; 3.7 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya korupsi; 3.8 memahami konsep, filosofi dan proses pelayanan masyakat; 3.9 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya penyalahgunaan wewenang; 3.10 memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah; 3.11 memahami pengawasan kepegawaian; 3.12 memahami teknik komunikasi Pengawasan; 3.13 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pengawasan; 4.2. mampu melakukan permintaan keterangan 4.3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.6. mampu memformulasikan temuan secara lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan; 4.7. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data 4.8. mampu menyimpulkan hasil pengawasan 4.9. mampu menerapkan kebijakan terkait materi pengaduan dalam melakukan pengawasan 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif;

- 118 -

5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek Kritis 5.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang materi pengaduan di obyek pengawasan yang sama; 5.2. Jika konstruksi masalah yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi senyatanya; 5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD, Kode Etik, dan Pengawasan Pengaduan Masyarakat atau Instansi Pemerintah; KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2

18. Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi Kode Unit FPP.WAS.02.018.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersipakan 1.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan evaluasi Kinerja ditentukan Penyelenggaraan 1.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun Daerah sesuai dengan tingkatan pemerintahan. 2. Menetapkan IKK 2.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2.3 Input, Proses, Output dikelompokkan 2.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Mengukur kinerja 3.1. IKK pada tataran pengambil kebijakan penyelenggaraan dianalisa dan diberikan skor pemda 3.2. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.3. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor

- 119 -

3.4. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. Mengisi template evaluasi 4.1. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. 4.2. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase, ada atau tidak, tepat atau tidak, jumlah dst. 4.3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD, maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). 5.1. Hasil individual digabung 5.2. Skor dan prestasi dikonversi 5.3. Data dinormalisasi 5.4. Pemeringkatan dilakukan 5.5. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi, berprestasi tinggi, berprestasi sedang, dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota; 6.1. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. 7.2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri

5. Menentukan peringkat

6. Melakukan pengujian lapangan 7. Melaporkan hasil evalausi

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah; Menetapkan IKK; Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda; Mengisi template individu; Menentukan peringkat; Melakukan pengujian lapangan; dan Melaporkan hasil evalausi. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Kinerja PenyelengaraanPemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah:

Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. 2. b.120 - 2. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. DAK. Sedang (S) = 2. d. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. l.3. . Jumlah Penduduk. Rendah (R) = 1. c. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. White board/flip chart. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. d. h. pelaksanaan tata usaha. k. pengelolaan potensi daerah. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. ketentraman dan ketertiban umum daerah. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. kertas. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam format excel.. efektivitas. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. 2. 3. 2. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. meliputi: a.1. b. i. penyusunan. 2.6. 3.4.1. pertanggung jawaban. 3. intensitas. e.5. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. c. Lap top. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. penghapus. f. efektivitas perencanaan. Literatur terkait. Jumlah APBD. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. dan pengawasan APBD. g. c. spidol.3. j. dan m. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah. b. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Jumlah Rumah. pencairan dan penyerapan DAU.2. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal.2. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. Tinggi (T) = 3. dan Bagi Hasil. 2. Ruangan kerja.

g. penetapan IKK. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.4. 4. 1. Tinggi (T) = 3. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. pengelolaan keuangan daerah.2.1.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. penataan kelembagaan daerah. Rendah (R) = 1 . pengelolaan barang milik daerah. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. 4. pengujian lapangan.6.8. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. 4. dan pelaporan hasil evalausi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. penentuan peringkat.5. f. 4. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4.9. pengelolaan kepegawaian daerah. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 3.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. pengisian template evaluasi.4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. e.1. Sedang (S) = 2.Sebelumnya. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan .11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat.3. 4.121 - d. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. perencanaan pembangunan daerah. h.7. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah.2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. dan i.

4.5.5 memahami Kode etik. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi . tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. 4. 5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.1.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi.6 memahami teknik penyusunan LPPD..5. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.122 - 2. dan dapat dipertanggungjawabkan.3. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. santun. 4. 5. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. tingkat urusan.4. 5. mampu memberikan skor pada IKK. 3. 5. 3.3.4 memahami pengelolaan data dan informasi. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. 4. akurat.6. 3. obyektif.2. berorientasi hasil. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 5. 3.2. 6.8. independen. 5.6. 4. 3.2 memahami prinsip EKPPD. 3. 6. instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.1.4. Aspek Kritis 6. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pengawas Pemerintah yang telah mengikuti pembekalan. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 3. integritas.1. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. tingkat aspek. cermat/teliti.7 memahami teknik komunikasi.2.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. sosialisasi.7.9. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.

kabupaten. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda 4. 5. Data dinormalisasi 5. 4. Hasil individual digabung 5.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.2. Output dikelompokkan 2. Skor dan prestasi dikonversi 5. Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit FPP.2. 4.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD.2. tepat atau tidak. 3.3 Input.1. IKK pada tataran pengambil kebijakan dianalisa dan diberikan skor 3. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.3. jumlah dst. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi. berprestasi sedang. dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi. maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). Pemeringkatan dilakukan 5.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2.. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor 3. berprestasi tinggi.WAS. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan Kabupaten/Kota. dan kota.019. Proses.02. Mengisi template evaluasi 5.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Menetapkan IKK 1.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3.123 - 19.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2. Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja 2.1.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan ditentukan 1.4.4. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase. Menentukan peringkat .5. ada atau tidak.3. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda.1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun sesuai dengan tingkatan pemerintahan 2.3.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.

hasil. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. spidol. d. Jumlah APBD 3. 2. e. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. . 2. kertas. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. meliputi: a. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah.2. Literatur terkait 2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).124 - 6. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. 7. Jumlah Rumah c. dan/atau dampak. Melaporkan hasil 7.4.1. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. Mengisi template individu.1. Jumlah Penduduk b. kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam forat excel 3. Ruangan kerja. Melakukan pengujian lapangan. 2.5. Menentukan peringkat.2. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah d. White board/flip chart. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. manfaat. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi.6. ketentraman dan ketertiban umum daerah.1. c. Menetapkan IKK. dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. Melakukan 6. Laporan Hasil Evaluasi Sementara evalausi diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah.1. dan Melaporkan hasil evalausi. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan.3.2. keluaran. 2. Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan. penghapus. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap pengujian lapangan hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7. b. Lap top 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.. proses.

i. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan.3. Sedang (S) = 2. h. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus.3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kometensi ini adalah: 4. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. pengelolaan potensi daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. intensitas. j. efektivitas perencanaan. 4. f. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. Rendah (R) = 1. perencanaan pembangunan daerah. Sedang (S) = 2. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK).1. h.125 - f. pengelolaan keuangan daerah. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan.Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. efektivitas. penyusunan. pengelolaan kepegawaian daerah. b. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. pengelolaan barang milik daerah. e. 4. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan.Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal d. l. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK).4. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. g.Sebelumnya. c. dan i. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. dan pengawasan APBD. pertanggung jawaban. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan m.. pencairan dan penyerapan DAU. penataan kelembagaan daerah. 3. g. pelaksanaan tata usaha. dan Bagi Hasil. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. 3. Tinggi (T) = 3. k. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. DAK.2. Rendah (R) = 1 . Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. Tinggi (T) = 3.

pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. 4.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. penentuan peringkat.5 memahami Kode etik. 4.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pejabat FunsionalPengawas Pemerintah yang telahmengikuti pembekalan.9 memahami peraturan yang terkait substansi Perda.7. 3.9.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. tingkat urusan.5. pengujian lapangan. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas .2. 4. tingkat aspek.6 memahami teknik penyusunan LPPD. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. sosialisasi. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. 4. 1.1. 3.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. penetapan IKK. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. dan pelaporan hasil evalausi. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.1. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. 4. 4.2 memahami prinsip dasar EKPPD. 4.8 memahami teknik komunikasi. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. 3.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.3.7 memahami isi dari masing-masing substansi Perda. 4.8. 4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 3.6. pengisian template evaluasi. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.2. 2.126 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3. 4. 3. 3.4 memahami pengelolaan data dan informasi..

4. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan dievaluasi diikuti 2. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.8.3.1. dan dapat dipertanggungjawabkan.2. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). diakses dan ditentukan. pelayanan umum. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah .6.1. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.127 - pembantuan secara lengkap. 5.9. 4.1. berorientasi hasil. independen. 5. 2.1 PKE diakses dan dipelajari 1. obyektif. 4.7.4. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. 5. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. akurat. 2.WAS. Aspek Kritis 5. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan daya saing daerah.02. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. 5. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 20. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.020.2. mampu memberikan skor pada IKK. cermat/teliti. santun 6. dan daya saing daerah. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.2. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kriteria Unjuk kerja 1.3. Elemen Kompetensi 1. 5. 5. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. integritas. 4. pelayanan umum.. pelayanan umum. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.5.6.

- 128 -

3.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. 3.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. 3.3. Hasil analisis data dan informasi aspekkesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggungjawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. Mengembangkan 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi kemampuan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE penyelenggaraan dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit otonomi daerah Kerja. 4.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja, serta dicatat dalam KKE. 5. Memformulasikan 5.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan kemampuan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam penyelenggaraan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari otonomi daerah pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 6. Menyusun Laporan 6.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kemampuan 6.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah; mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/Tim Daerah EPPD. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan

3. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah

- 129 -

permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah.EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah, kualitas kelembagaan publik daerah, sumber daya manusia, dan teknologi, yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan umum, dan kemampuan daya saing daerah. Dalam EKPOD, IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 2.6. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah, antara lain LPPD, LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). 3.2. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a; 3.3. menginterpretasikan hasil analisis data; dan 3.4. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya, dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. 3.5. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek, fokus, dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat; (2) pelayanan umum; (3)aspek daya saing daerah. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

- 130 -

4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan evaluasi, akses data dan informasi evaluasi, pengujian data dan informasi evaluasi, pengembangantemuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 3.2. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan; 3.3. memahamai tata cara penyusunan LPPD; 3.4. memahami indikator kinerja; 3.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian; 3.6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan; 3.7. memahami Pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.8. memahami teknik komunikasi pengawasan; 3.9. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi; 4.2. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi;

KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.2. 4. 5.8.5.3. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi. 4.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. 4. 4. 5. 5. . mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi.5.6.02. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi. 5.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota.3. 5.3. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 21. 5. Aspek Kritis 5.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kode Etik APIP. 5. obyektif.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. independen. 4.4. cermat/teliti. 5.2. mampu menerapkan Standar Pengawasan P2. santun. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melakukan evaluasi. integritas.7. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.4.6.021. berorientasi hasil. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.WAS. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.1. 5. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP.131 - 4.4. serta Ketua Tim tidak teliti. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 6.1..

Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 3. dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 3. 5. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. pelayanan umum. Memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah .1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 4.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Kriteria Unjuk kerja 1. dan daya saing daerah. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi Elemen Kompetensi 1.1. 3. Dokumendan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat.2. 2.132 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. 3.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 4. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 5. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.2. 4. dan daya saing daerah. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. serta dicatat dalam KKE.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.. diakses dan ditentukan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah pemerintahan kabupaten/kota. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2. 2.3. Hasil analisis data dan informasi aspek kesejahteraan masyarakat. pelayanan umum.3. 5. pelayanan umum.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. pelayanan umum. Dokumen dan Informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan.

133 - untuk digabung menjadi konsep P2HE. EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. kualitas kelembagaan publik daerah. IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2.2. mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. kemampuan 6. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Menyusun Laporan 6. 6. atribut. yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. sumber daya manusia. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 2. memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan kemampuan daya saing daerah. kertas.1. Lap top . Ruangan kerja. 2.3. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. Dalam EKPOD. spidol. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2. dan daya saing daerah.2. White board/flip chart. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.4. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/ Tim Daerah EPPD yang ditetapkan oleh Gubernur. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah. kualitas pelayanan umum. pelayanan umum.. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE.1. dan teknologi. penghapus. ekonomi dan pemerintahan.

2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang .o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.134 - 2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. formulasi temuan.5.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.6. akses data dan informasi evaluasi. (2) pelayanan umum.3.2. Konteks Penilaian : 1.4. 3. (3) aspek daya saing daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.7. dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat.1. dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota.5. 4.5. 4. 1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. pengembangantemuan. Menginterpretasikan hasil analisis data. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. 3. 4. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.8. 3.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.3. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a.2. fokus. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM).10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.1.6.. pengujian data dan informasi evaluasi. dan 3.4. 3. antara lain LPPD.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Literatur terkait 2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.

2. memahamai tata cara penyusunan LPPD. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.6.6. 4. 3.3.7.1. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melaukan evaluasi 4. 5.1. 3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi 4.2.4. integritas. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.8.7. 6.6.1.9. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 3.2. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi. 5. berorientasi hasil. obyektif.135 - 2. 6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 3. Norma dan Etika Pengawasan. 3. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. 3. 5. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi 4. 5. 5. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi 4.3.4. cermat/teliti.1. independen.4. 3. mampu menerapkan Standar Pengawasan Pemerintahan. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi 4. memahami teknik Komunikasi pengawasan..3. ika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak .8. memahami indikator kinerja. memahami IT. Kode Etik APIP. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. santun. 4.5.2.3. Aspek Kritis 6.5. 6. 3. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Keterampilan yang dibutuhkanuntukmendukung unit kompetensiini : 4.5.

TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 Elemen Kompetensi 1.022. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan.1. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). pembiayaan. 2. pengalihan aset dan dokumen.WAS. 2. pengisian keanggotaan DPRD.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru .3. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. 6. Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Provinsi. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 22..2.136 - berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru.01 Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. Kode Etik APIP. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. pengisian personil. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. serta Ketua Tim tidak teliti. pelaksanaan penetapan batas wilayah.1 PKE diakses dan dipelajari 1.4. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Kriteria Unjuk kerja 1.02.

mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru 6. serta dicatat dalam KKE. 6.3. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. 5. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. 4. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi baru (DOB) 3. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru 4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 5. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap . Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. 4.3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. 5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru.1.2.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 3. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.2.1. 6. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.1. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru 5. atribut. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru.. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.137 - 3.

penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. e.3. kepegawaian dan persandian. dan kualitas personil atau aparatur.Menguji data dan informasi yaitu : a. c.5. 2. kependudukan dan catatan sipil. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari . perangkat daerah. 2. kehutanan. Lap top 2. otonomi daerah.138 - perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk.1. pengenalan permasalahan.1. koperasi dan usaha kecil dan menengah. penataan ruang.2. industri. perhubungan. ketenagakerjaan. pengisian keanggotaan DPRD. administrasi keuangan daerah. pengalihan aset dan dokumen. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru.4. pertanahan. pelaksanaan penetapan batas wilayah. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . statistik. pemberian atribut. perencanaan pembangunan. kesehatan. kertas.2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. dan perpustakaan. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota.melalui kegiatan analisis kritis. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. sosial. pariwisata. yang terdiri dari. penilaian yang sistematis. penanaman modal. pemberdayaan masyarakat dan desa. perdagangan dan transmigrasian. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. energi dan sumber daya mineral. perumahan. Literatur terkait 3. Sedangkan. b. ketahanan pangan. pertanian. 2. pekerjaan umum. penghapus. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. pengisian personil secara keseluruhan. kebudayaan. kepemudaan dan olahraga. perkembangan penyusunan perangkat daerah. Ruangan kerja. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. kearsipan. pengisian personil. pemerintahan umum. spidol. 3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. pembiayaan. d.. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. komunikasi dan informatika. White board/flip chart. lingkungan hidup. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. d. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. Atribut kondisi.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. 4. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan. pelacak batas. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. b. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. 4.3. 4. 4.2. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. 4. pemanfaatan ruang. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. i. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang.1. e. g. h.6. pembuatan peta batas. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4.5. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. kreteria. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. terdiri dari: a.4. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. dan lain – lain yang sah. 4. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. f. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE.3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.139 - pendapatan asli daerah (PAD). Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. dana perimbangan. c.. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB.7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. pemasangan pilar batas. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. .

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Konteks Penilaian : 1. 3. 2. memahami Psikologi pengawasan.4.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.3.140 - 4.6. 1. 3. 3.2. memahami Teknik Komunikasi pengawasan. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.. 4. 4.1. 4. 3. 4. memahami teknik menyusun laporan. akurat. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap.7. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 4. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.2. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 4.10.8. 4. 3.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Jo. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 3. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.9.4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. mampu berinteraaksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.1.2. formulasi temuan. 4.3. Kode Etik APIP. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. pengembangan temuan. akses data dan informasi evaluasi. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Kode Etik APIP. 3. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. pengujian data dan informasi evaluasi.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.1.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru. .11 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. memhami IT. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. memahami indikator kinerja. 4.

santun. 5.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Pengawas Pemerintahan. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5.3. 5. 6. serta Ketua Tim tidak teliti. 5. berorientasi hasil. dan Ketua Tim kurang teliti. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). 5.2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 23. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi .4. Kode Etik APIP.141 - 4.02.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. 6. cermat/teliti.01 Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.. independen.1. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.WAS.5. 6.023. 5. Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Aspek Kritis 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.6. integritas.4.3. 6.5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Kabupaten/Kota.5. obyektif. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.

dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan.1. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.3. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 4.1. 5. 2.. 6. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru.3. 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. pengalihan aset dan dokumen.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor . Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 5.1. pelaksanaan penetapan batas wilayah. 6. 2.142 - 1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3.2.2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 4. pengisian personil. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. pengisian keanggotaan DPRD. 3. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan.2. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). pembiayaan.1. 5.3. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. serta dicatat dalam KKE.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.1. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. 4. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi 1.2. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. 5. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 3.2.

spidol. perkembangan penyusunan perangkat daerah.2. penghapus.3.5. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. 2. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan.4. pengenalan permasalahan. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. pemberian atribut.2. baru (DOB) Kabupaten/Kota . yang terdiri dari. pengisian personil.. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. kertas. pembiayaan. b. pelaksanaan penetapan batas wilayah. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. adalah: 2. penilaian yang sistematis.1. pengisian personil secara keseluruhan. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.143 - Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE.1. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil.melalui kegiatan analisis kritis. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 3. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. Literatur terkait 3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. atribut. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. pengisian keanggotaan DPRD. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. 2. Lap top 2. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. Ruangan kerja. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi otonomi baru (EDOB) Kabupaten/Kota. dan kualitas personil atau aparatur. White board/flip chart. pengalihan aset dan dokumen.Menguji data dan informasi yaitu : a. 2.

ketahanan pangan. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. perdagangan dan transmigrasian. pariwisata. dan perpustakaan. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. terdiri dari: a. e. kepemudaan dan olahraga. d. dan lain – lain yang sah. Atribut kondisi. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD). perangkat daerah. komunikasi dan informatika. penanaman modal. energi dan sumber daya mineral. perumahan.. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. d. g. kearsipan. perhubungan. pemerintahan umum. kreteria. kebudayaan. pembuatan peta batas. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. ketenagakerjaan.3. b. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas.144 - c. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Sedangkan. lingkungan hidup. e. koperasi dan usaha kecil dan menengah. dana perimbangan. kepegawaian dan persandian. perencanaan pembangunan. h. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. pertanian. f. statistik. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. kependudukan dan catatan sipil. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. pertanahan. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. pekerjaan umum. pemberdayaan masyarakat dan desa. penataan ruang. pelacak batas. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. pemasangan pilar batas. otonomi daerah. industri. kesehatan. pemanfaatan ruang. i. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. kehutanan. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. administrasi keuangan daerah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. sosial.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. c. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan . dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB.

4.1. Konteks Penilaian : 1.2.. akses data dan informasi evaluasi.7.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. pengujian data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.10. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.5. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.14 Peraturan Menpan : PER/04/M.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah . dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan.9.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).16 Pengawasan APIP. 4.1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4.2. formulasi temuan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. 2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. pengembangan temuan.13 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.145 - kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan melakukan evaluasi daerah otonomi baru adalah: 4. 4. 1.

memahami tekik komunikasi pengawasan.4. santun. 3. Mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. 3. Mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. memhami teknik menyusun laporan. evaluasi dokumen perencanaan. Kode Etik APIP. memahmai psikologi pengawasan. 5.4.6. Kode Etik APIP.4. independen.2. 3.8.146 - 3.7. Mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. memahami indikator kinerja. 5. 5. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.1. 6. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 4..1. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 6.3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. berorientasi hasil. 4.2. 3. 3.1. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.9. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. integritas. memahami IT. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. 3.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Aspek Kritis 6. dan Ketua Tim kurang teliti. 4. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.5.5.3.2. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Kode Etik APIP.2. dan dapat dipertanggungjawabkan. 3.5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.1. akurat. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). 3. serta Ketua Tim tidak teliti. 5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. obyektif. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. . 5.6. 4. 4.3. cermat/teliti. 5. 6.3.5.

Hasil analisis data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 2. 4. Dokumen terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yaitu tugas umum pemerintah. Mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang Elemen Kompetensi 1. 4.1 PKE diakses dan dipelajari 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kecamatan. 3. 2.2.01 Melakukan Evaluasi kecamatan TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Data dan informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan kecamatan ditentukan 3.147 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2.02.024. 3. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya .2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4.WAS. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 24. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. kewenangan yang dilimpahkan.3. Melakukan Evaluasi Kecamatan Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Kriteria Unjuk kerja 1. 3.. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah kecamatan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi.1.1.2.1. dan kompetensi Camat diakses dan ditentukan.

Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 5. menyelenggarakan tugas umum pemerintahan. pemberian atribut. 5. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di eilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. Menyusun Laporan 6. spidol.1. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.1. 5. 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah kecamatan. Ruangan kerja. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 5. penilaian yang sistematis. atribut.148 - dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. White board/flip chart. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. kertas.2.3. pemerintah 6.2. 6. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Kecamatan atau sebutan lainnya adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota.2. pengenalan permasalahan.1. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan kecamatan atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah kecamatan yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. serta dicatat dalam KKE. penghapus. mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor kecamatan atau Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis sebutan lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.

pemberdayaan masyarakat dan desa. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya untuk dinilai. kreteria. kemampuan/pemahaman dalam pengelolaan kepegawaian. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan sebagian urusan kewenangan otonomi daerah yang dilimpahkan. kesehatan. koordinasi pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan umum. kearsipan. dan transmigrasi. lingkungan hidup. otonomi daerah. Atribut kondisi. Tugas Umum Pemerintahan. kemampuan/pemahaman selaku PPAT. energi dan sdm. ketahanan pangan.149 - 2. terdiri dari: a. komunikasi dan informatikan. koordinasi penerapan dan penegakan perundangundangan. dan pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. e. pertanian. kewenangan yang dilimpahkan. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.2. statistik. c. Literatur terkait 3.5. Kewenangan yang limpahkan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. b. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.. kependudukan dan capil. Tugas Umum Perintahan yaitu pemberdayaan masyarakat.3. 3. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. perdagangan. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. dan perpustakaan. koordinasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. pertanahan. Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. kehutanan. Sedangkan urusan pilihan yaitu kelautan dan perikanan. 2.. budaya.4. tata ruang. kompetensi Camat dalam mengembangkan budaya kerja. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah Kecamatan atau . koperasi dan ukm. kemampuan /pemahaman dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. ketenagakerjaan. dan Kompetensi Camat diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. perencanaan pembangunan. koordinasi penyelenggaraan kehiatan pemerintahan ditingkat kecamatan. Konsep temuan evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. industri. Menguji data dan informasi yaitu : a. dan kemampuan/pemahaman dalam mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif. yang terdiri dari.1. pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa dan/atau kelurahan. b. pariwisata. penanaman modal. Kompetensi Camat meliputi kemampuan/pemahaman dalam merumuskan kebijakan teknis SKPD. perhubungan. kesbangpol. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). c. kemampuan/pemahaman dalam penyelenggaraan pelayanan umum. sosial. 3. Lap top 2. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan peran sebagai kepala wilayah (tugas-tugas atributif). pekerjaan umum. d. kepemudaan dan oleha raga.3. perumahan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3.2. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2. pengembangan temuan. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. dengan tertulis/lisan/wawancara. .11.6.3. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.1. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.2. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.3. memahami indikator kinerja.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. 3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. akses data dan informasi evaluasi.. 4.o. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Konteks Penilaian : 1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. 4.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 1. pengujian data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4.9.1.10 PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. 4.150 - sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE.5.4. formulasi temuan.Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.7.

4.2.5. 3.1. Kode Etik APIP.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan . Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan pedoman evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 5.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Norma dan Etika Pengawasan.1. 3.2.5. berorientasi hasil. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 6.4.7. obyektif.4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5. 3. cermat/teliti. dan Ketua Tim kurang teliti. 5. independen.151 - 3. integritas. Kode Etik APIP. memahami psikologi pengawasan. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami teknik menyusun laporan. memahami tehkik komunikasi pengawasan. memahami IT.3. santun. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4.2.6. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 4.. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.8. Aspek Kritis 6. 4.3.3. . mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). 5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. 4. 4.1. 6. 5. memahami Standar Pengawasan Pemerintantahan.4. serta Ketua Tim tidak teliti. dan dapat dipertanggungjawabkan. Kode Etik APIP. 5. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.9. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 6. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.6. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. akurat. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.

3.WAS.2.1. Mengakses data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. dan (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan ditentukan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 25.. 4. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah desadibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 3. 3.2. 4. dan (2) komptensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk evaluasi pemerintah desa.152 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. .02. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.1. dan kemasyarakatan. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Melakukan Evaluasi Pemerintah Desa Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Data dan informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya.1.025. 3. pembangunan.3. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 2. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. 4.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah Elemen Kompetensi 1.01 Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Hasil analisis data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Dokumen terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya yaitu (1) pelaksanaan pemerintahan. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan desa ditentukan 3. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Kriteria Unjuk kerja 1.

Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Menyusun Laporan 6. penilaian yang sistematis. Evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. pemberian atribut. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. 5. 6.2. kertas. spidol. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor atau sebutan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. serta dicatat dalam KKE. selanjutnya disebut desa. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan desa atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 2. atribut. Memformulasikan 5. mengembangkan hasil evaluasi desa atau sebutan lainnya. Ruangan kerja. pemerintah desa 6. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan pemerintah desa dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam atau sebutan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari lainnya pimpinan unit kerja. Desa atau yang disebut dengan nama lain.153 - penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.2. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah desa atau sebutan lainnya. . serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya oleh Tim Evaluator . berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara KesatuanRepublik lndonesia Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. penghapus. mengakses data dan informasi pemerintah desa lainnya. White board/flip chart..2. 2. adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat setempat. pengenalan permasalahan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan Evaluasi Pemerintah Desa adalah: 2. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah desa atau sebutan lainnya.3. 5.1. 5.1.

budaya dan keagamaan. Kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan meliputi sejauhmana penjabaran pelaksanaan ketentuan sampai kepada masyarakat desa atau sebutan lainnya. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.4. 4. pembangunan. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. kesehatan masyarakat . Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. pembangunan. (2) pembangunan meliputi profil pembangunan desa atau sebutan lainnya ekonomi masyarakat. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).5.5. 4. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pemerintah desa atau sebutan lainnya. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Menguji data dan informasi yaitu : a. b. dan (4) tertib administrasi pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. b. (3) kemasyarakatan meliputi pembinaan kehidupan sosial. yang terdiri dari. Pelaksanaan (1) pemerintahan meliputi kependudukan dan catatan sipil. (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan.3. dengan keamanan dan ketertiban.1. . 4. 2.2. d.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. c.2. Konsep temuan evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. dan kemasyarakatan. c. Atribut kondisi. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi desa atau sebutan lainnya. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan Evaluasi Pemerintah Desa: 4. Kompetensi Kepala desa atau sebutan lainnya sesuai peryaratan administrasi dan khusus yang dipersyaratkan. d.154 - 2. Administrasi pemerintah desa atau sebutan lainnya meliputi administrasi pemerintahan.. Literatur terkait 3. e. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. dan fasilitasi pelayanan pendidikan. (1) pelaksanaan pemerintahan. terdiri dari: a. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk dinilai.1. pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.4. 4. dan (2) kompetensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. dan kelembagaan sosial masyarakat. dan kemasyarakatan. Lap top 2. kreteria.

13 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Kode Etik APIP. memahami IT.14 Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.2. 4. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya 4. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3. 3.155 - 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. 4.2. 4. memahami teknik menyusun laporan.7. memahami teknik komunikasi pengawasan.4. memahami psikologi pengawasan.6. 3. . 4. 2.8. 3. 4.8 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan.1. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).1.6. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.. 4.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. formulasi temuan. 4. pengembangan temuan.11 Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. memahami Standar Pengawasan P2.3. Kode Etik APIP. pengujian data dan informasi evaluasi. Konteks Penilaian : 1. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4. 3. 4. memahami indikator kinerja. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 3.4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.3. 4.10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor13 Tahun 2006 tentang Pedoman penyelenggaraan perlombaan Desa dan Kleurahan.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 3. mampu mengembangkan temuan secara lengkap.7. dan dapat dipertanggungjawabkan. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.1.9 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 1.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. akurat.5. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 3. akses data dan informasi evaluasi.2.

santun. 6. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 6.6.156 - dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.1. 5.3. dan Ketua Tim kurang teliti. 6.026. cermat/teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. dan pedoman tentang pemerintah desa atau sebutan lainnya. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.5. serta Ketua Tim tidak teliti.1. 5. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas FPP. Kode Etik APIP. 5. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 25.4. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah desa atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. berorientasi hasil. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.5. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. integritas. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit Elemen Kompetensi . obyektif.3.5. 5.2.WAS.4. 6. 5. Aspek Kritis 6. independen.02..2.

Akuntabilitas 6. 3.3.2. 5. kinerja instansi 4. 2. Memformulasikan 5.1. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. 6.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan Pengujian data dan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi akuntabilitas dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.157 - 1. Melakukan 3. serta dicatat dalam KKE. Mengembangkan 4.1.. 5.2.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. informasi laporan 3. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE.2. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. RKT.1. 4. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.1. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan .3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan laporan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan akuntabilitas diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 3. 2.1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. Menyusun Laporan 6. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah pemerintah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 5.

spidol. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. penghapus. Ruangan kerja.3. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. pengenalan permasalahan.2. penilaian yang sistematis. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. 2. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. kertas. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi Laporan akuntabilitas Instansi Pemerintah adalah: 2. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen Renstra Komponen.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. berbagai praktik manajemen stratejik. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Jenderal. 2. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. dan Dokumen Penetapan Kinerja. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. b. . Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakuakn Pengawas Pemerintahan adalah: 3.158 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. White board/flip chart. 3.1. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Jenderal yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Dokumen RKT. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah.4.1. Lap top 2. atribut. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Jenderal yang ditetapkan oleh Kementerian yang berwenang. 2. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah..5.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. Literatur terkait 3. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. pemberian atribut. Menguji data dan informasi yaitu : a. yang terdiri dari.

Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. dan Fungsi Kementerian Negera serta susunan organisasi. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan.7. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.3. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. Atribut kondisi. c. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. tugas.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri.159 - dan indikator kinerja utama (IKU). pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. c. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. d. 4. 4. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Peraturan Menpan : PER/04/M.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.1. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.2. pengungkapan dan penyajian. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. 4.. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri.1. e. akses data dan . disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. terdiri dari: a. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian dan Lembaga Negara non Kementerian. b.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Tugas.9. kreteria. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.8. 3. e. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. d. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4.5.6. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja.4. 4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. (2) pengukuran. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. dan fungsi eselon I Kementerian Negara. 4.3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Konteks Penilaian : 1.

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.5. dan dapat dipertanggungjawabkan. 5. Memahami teknik menyusun laporan.2. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi LAKIP. 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. obyektif. Aspek Kritis 6.2. 3. 1. 3. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. independen. santun.8.6. akurat. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 4.1. 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaaluasi (LHE). memahami tekik komunikasi pengawasan. . mampu mengembangkan temuan secara lengkap.3. memahami IT.2.3. 5.2. 4. serta Ketua Tim tidak teliti.160 - informasi evaluasi..3. berorientasi hasil. 3. 2. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Kode Etik APIP. Kode Etik APIP. 3. integritas.4.5. formulasi temuan. 3. 6. pengujian data dan informasi evaluasi.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. 6. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 3. 5.6. cermat/teliti.1. memahami indikator kinerja. 3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 5. memahami psikologi pengawasan. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.7. 5.2.3. 4. pengembangan temuan. 5. 3.5.4.

Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.4. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.1.. 3. 3. 3. TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi 1.2. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kode Etik APIP.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.WAS.161 - 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintah Provinsi. Kriteria Unjuk kerja 1. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi.3. RKT. 6.3. dan Ketua Tim kurang teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.2.027. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 2.02.1. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 26.4.

apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. 6. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah .162 - 4. 5.3. 5. Menyusun Laporan 6. pengenalan permasalahan. penilaian yang sistematis. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 4. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. pemberian atribut. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. serta dicatat dalam KKE. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik.1.2. Memformulasikan 5. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. 4. Akuntabilitas 6. atribut. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.2. 5.1.

Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).163 - Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. Peraturan – Peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. c. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.3.5. berbagai praktik manajemen stratejik. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja.3. White board/flip chart. dan Dokumen Penetapan Kinerja.2. Literatur terkait 3. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. Ruangan kerja. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. b. RKPD. 2. e. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. 2. c. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah.1. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. Dokumen RKT. 4. d. terdiri dari: a. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. d.. dan indikator kinerja utama (IKU). yang terdiri dari. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD.Menyusun hasil evaluasi LAKIP.1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Lap top 2. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. pengungkapan dan penyajian. Menguji data dan informasi yaitu : a. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. b. kertas.1. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.4.. Atribut kondisi.2. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. penghapus. . disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. 3. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. 2. Renstra. spidol. 3. kreteria. e. 2. (2) pengukuran.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.7. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. pengembangan temuan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 3. 4. akses data dan informasi evaluasi.5. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.2. 1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. memahami IT. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.2. memahami indikator kinerja. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.4. memahami teknik komunikasi pengawasan. 3.3. 3. 4.3. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 4.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. akurat..10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. 4. 4. Konteks Penilaian : 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3.9. 4. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.164 - 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. dan dapat dipertanggungjawabkan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.7. 2. mampu mengembangkan temuan secara lengkap.6.1. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 4. 3.6. memahami psikologi pengawasan. formulasi temuan. Kode Etik APIP. Peraturan Menpan : PER/04/M. 3.4. pengujian data dan informasi evaluasi. .PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2. 3.1.2. memahami Standar Pengawasan.8. 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. memahami teknik menyusun laporan. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip.9. 3.5.

6.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. serta Ketua Tim tidak teliti. obyektif. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 6. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.1.5.165 - 4.4.1. 5.3.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota . 4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan Ketua Tim kurang teliti. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. integritas.4.5.. independen. Aspek Kritis 6. 5. 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 27. cermat/teliti.5.2. 5. 5.2.WAS. berorientasi hasil.3. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.6. santun. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.028. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. kode etik apip. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). 5. 6. Kode Etik APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.02. 6.

6. 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 4. RKT.2. 6. 3.2. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 5. 5. 4.. serta dicatat dalam KKE.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah . Dokumen perencanaan seperti : Renstra. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 5. 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. 3.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.3. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).1. 2. Memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja pemerintahan 6. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Kriteria Unjuk kerja 1.2.2.1.3.1. 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 4. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.166 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian Elemen Kompetensi 1.1. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.2. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3.1.

Dokumen RKT. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. yang terdiri dari.167 - diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. .4.. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. spidol. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2. dan Dokumen Penetapan Kinerja. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 3. pengenalan permasalahan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan adalah: 3. pemberian atribut. Literatur terkait 3.1. penilaian yang sistematis. White board/flip chart. Ruangan kerja. 2. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Menguji data dan informasi yaitu : a. RKPD. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. 2. 2. Lap top 2.3. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. penghapus. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. 2.1. Renstra.2. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. berbagai praktik manajemen stratejik. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. kertas.5. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. atribut. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan.

terdiri dari: a. 4.7.6. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.5.1.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. d. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. pengungkapan dan penyajian. 4.168 - b. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE.4. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. 4. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 4. kreteria.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. Konteks Penilaian : 1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai.2. dan indikator kinerja utama (IKU).8. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.3. Atribut kondisi. b. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.. 4. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. c. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau .1. (2) pengukuran. e. c. 3. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.9. e. d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.

cermat/teliti. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 4. memahami teknik menyusun laporan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami psikologi pengawasan.1. 6.3. 6.6. pengujian data dan informasi evaluasi. 5.7. 3.. pengembangan temuan. Kode Etik APIP.2. 33.9.3.5.6. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.2. 4. memahami IT.2. 5.4. independen. Aspek Kritis 6. 4. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 1.169 - disimulasikan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2. 6.8. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah . 5. santun.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. memahami indikator kinerja. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5.1. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 3.5. memahami Standar Pengawasan. 3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. dan dapat dipertanggungjawabkan.1. formulasi temuan. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. 3. 4.3. integritas.2. memahami teknik komunikasi pengawasan.4. 3. berorientasi hasil. 2. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. obyektif.4.1. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.3. 3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. kode etik apip. akses data dan informasi evaluasi. 3. 5. 5. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. akurat. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.

4.Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisi yang dituangkan dalam KKP 2.3.4. Kriteria Unjuk kerja Elemen Kompetensi 1.00. . dan Ketua Tim kurang teliti KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 3 3 3 2 3 3 2 28.01 Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 6. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses dan Tujuan dipelajari.WAS. manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisor yang dituangkan dalam KKP 2. Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.029. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1.5. Menyusun 1. 6. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diusulkan kepada supervisi. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).4. Menyusun 2. pengawasan 1.Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui Objek.Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada Pengawasan ..1. serta Ketua Tim tidak teliti. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. Sasaran dan tujuan pengawasan dirumuskan 2.1.170 - berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.Waktu analisis Sasaran dan tujuan pengawasan dan pelaksana 2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.2. Kode Etik APIP.

Usulan dokumen.1.Ruangan kerja.White board/flip chart.. 4.3.171 - 2. spidol. kertas. menyusun obyek. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan .Obyek. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diidentifikasi. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 3. waktu dan pelaksana pengawasan.2. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2.Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diidentifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing.2. data dan informasi yang dibutuhkan diidentifikasi. penghapus. 3.3.4. menyusun daftar pertanyaan pengawasan 4. Pengawasan 4. LCD.4. Langkah kerja pengawasan diusulkan 4.2.Indikator kinerja. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.1. alat bukti. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. menyusun langkah kerja pengawasan. menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. 3. 2. 3.2. 2. Menyusun 4.1. menyusun langkah kerja pengawasan. 2. 2.3 Lap top.2. Pemerintahan 4. 4.4.5.Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari.4. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pertanyaan diklasifikasi. menganalisa risiko pengawasan 3.3.Usulan teknik pengujian dokumen.6. pengawasan 3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan.Waktu Pelaksanaan Pengawasan ditentukan dan diusulkan 2. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektifsesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. 3. dan tatacara Urusan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi. menyusun obyek.1.5. Menyusun 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.3. 3. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan disusun dan diusulkan kepada supervisi. waktu dan pelaksana pengawasan.

penyusunan langkah kerja pengawasan.5. 3. 3. Peraturan MENPAN Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).8. 3.9. 4. 4. memahami analisa risiko pengawasan. 4. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 1. memahami teknik verifikasi. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. memahami teknik penyusunan daftar pertanyaan. 4.6. 3. penyusunan obyek. 4. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. Peraturan Menpan : PER/04/M. 3. Permendagri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pejabat Pengawas Pemerintah di Lingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah 4.11.8.2. memahami Standar Audit APIP. 3.2. memahami analisa manajemen risiko. 4. Permendagri Nomor 8 th 2009..12. 4.172 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4.7. alat bukti. Peraturan Menpan : PER/05/M.3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. penyusunan daftar pertanyaan pengawasan.10.13. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. . Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi/Kab/Kota.6. 3.1. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP.9.10. tatacara pengawasan. 3. 3. 4.7. waktu dan pelaksana pengawasan.4. memahami indikator kinerja. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.11. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 2.5.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penyusunan sasaran dan tujuan pengawasan.2.4.1. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi merencanakan PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami Kode Etik APIP.memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP.o.

sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). mampu menganalisa manajemen risiko.030..1. integritas. dalam deskripsi unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan unit kompetensi menyusun PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. mampu menstransfer indikator. 4. alat bukti.Jika analisa potensi risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. mampu menganalisa potensi risiko audit. .4.1. 5. 4. 6.2.5. 6.00.7. 5. cermat/teliti. 4. 5. obyektif.6.WAS.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada. Aspek kritis 6. mampu menyusun daftar pertanyaan.4. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses Tujuan dan dipelajari. antara lain Jakwas dan PKPT. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 Memecahkan masalah 3 Menggunakan teknologi 2 29. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5.3. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT Mengumpulkan. Memverifikasi 1. mampu menerapkan teknik verifikasi dengan baik. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.5.4. santun 6.3.173 - 4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. berorientasi hasil. pengawasan 1. 6. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan diverifikasi.3.6.3.1. 5.2. 5. Memverfikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP.2. independen.01 Judul Unit Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. . dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2.1.Ruangan kerja.4.3. alat bukti. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diverifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing. 4. 2. 2. Memverifikasi Objek. Waktu Pelaksanaan Pengawasan diverifikasi 2. Usulan teknik pengujian dokumen.3.3 Lap top. 3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.4. dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.5.White board/flip chart. meverfikasi langkah kerja pengawasan.Waktu dan pelaksana Pengawasan .2.2.4. Memverifikasi 3. Usulan dokumen. Indikator kinerja.5. pengawasan 3. 3.2.3. Memverifikasi 4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. penghapus.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diverifikasi kepada supervisi.6. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui analisis Sasaran dan tujuan pengawasan 2. Langkah kerja pengawasan yang diusulkan diverifikasi 4. meverfikasi daftar pertanyaan pengawasan.3. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi.2.1. 3. meverfikasi sasaran dan tujuan pengawasan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. menyusun langkah kerja pengawasan. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. menganalisa risiko pengawasan 3. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diverifikasi. spidol. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. Obyek. meverfikasi obyek. Urusan 4.2.174 - 2. . 2. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan diverifikasi. 3. 2. waktu dan pelaksana pengawasan.1.1. data dan informasi yang dibutuhkan diverifikasi. LCD. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2.2. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2.1. 3. menyusun obyek. 2. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3. waktu dan pelaksana pengawasan.. 3. kertas.4.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. . 1. waktu dan pelaksana pengawasan.7. memahami analisa risiko pengawasan. Peraturan Menpan : PER/04/M. verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. Kabupaten/Kota. Peraturan Menpan : PER/05/M. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompeteni ini adalah: 4. 4. 2. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP.6.5. 4. 3. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.6.2. 4.. verifkasi langkah kerja pengawasan. 4. 3.1.4.3.10.2. alat bukti.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. 3. 4.1. memahami indikator kinerja. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3.10. 3.9. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 4. memahami analisa manajemen risiko.1.3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan. verifkasi obyek. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.8. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.7. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.175 - 4. memahami Kode Etik APIP.9. 3.11. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.8.12. 4. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan merencanakan PKPP. 4.2.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.4. tatacara pengawasan. memahami Standar Audit APIP. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. 3. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. 3.

11.Mampu menstransfer indikator. 5. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.01 Judul Unit Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. berorientasi hasil.4. 5.176 - 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).2.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada.00.6.2.. 1.1.1. 4.2.6. 5. Mampu menganalisa potensi risiko audit 4. 4. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.3. antara lain Jakwas dan PKPT. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan . 6.WAS. Mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai. Menilai sasaran 1. independen. 6.1.5. alat bukti.3. cermat/teliti.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6. 5.3.1.2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. obyektif. 4. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait dan Tujuan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses pengawasan dan dipelajari. Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. memahami teknik verifikasi.4. Mampu menyusun Daftar Pertanyaan 4.3.031. Mampu menganalisa manajemen risiko 4.5. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 30. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. santun.Mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. Aspek kritis 6.7. 5. 6.Jika PKPP dibuat tidak diverifikasi dan dinilai secara memadai.Mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. integritas. 4. 5.4. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.

- 177 -

dianalisis 1.4. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan dinilai. 2. MenilaiObjek,Wakt 2.1. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui u dan pelaksana analisis Sasaran dan tujuan pengawasan Pengawasan . 2.2. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.3. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.4. Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan dinilai kepada supervisi. 2.5. Waktu Pelaksanaan Pengawasan dinilai 2.6. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan dinilai sesuai dengan kompetensi masing-masing. 3. Menilai langkah 3.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek kerja pengawasan pengawasan dipelajari; 3.2. Usulan dokumen, data dan informasi yang dibutuhkan dinilai; 3.3. Usulan teknik pengujian dokumen, data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan dinilai. 3.4. Langkah kerja pengawasan yang diusulkandinilai 4. Menilai Daftar 4.1. Obyek, sasaran dan langkah kerja Pengawasan Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi Urusan 4.2. Indikator kinerja, alat bukti, dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi; 4.3. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahandinilai. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan; menyusun obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; menyusun langkah kerja pengawasan; menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam menilai PKPP adalah: 2.1.Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Lap top, LCD; 2.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan; 3.2. menilai sasaran dan tujuan pengawasan; 3.3. menilai obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; 3.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.5. menganalisa risiko pengawasan; 3.6. menilai langkah kerja pengawasan; 3.7. menilai daftar pertanyaan pengawasan.

- 178 -

4. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; 4.6. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.7. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.9. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota; 4.10. Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.11. Peraturan Menpan : PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan; verifkasi obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; verifkasi langkah kerja pengawasan; verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan memverifikasi PKPP. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ; 3.2. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP; 3.3. memahami analisa manajemen risiko 3.4. memahami analisa risiko pengawasan 3.5. memahami indikator kinerja, alat bukti, tatacara pengawasan; 3.6. memahami Standar Audit APIP; 3.7. memahami Kode Etik APIP; 3.8. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan; 3.10. memahami teknik penyusunan rencana pengawasan;

- 179 -

3.11. memahami teknik verifikasi; 3.12. Memahami teknik penilaian. 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP; 4.2. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP; 4.3. mampu menstransfer indikator, alat bukti, dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP; 4.4. mampu menganalisa manajemen risiko; 4.5. mampu menganalisa potensi risiko audit; 4.6. mampu menyusun Daftar Pertanyaan; 4.7. mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai; 4.8. mampu menerapkan teknik peniliaian secara memadai. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif; 5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek kritis 6.1.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada, antara lain Jakwas dan PKPT; 6.2.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai; 6.3.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 32. Melakasanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.WAS.00.032.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti

. kreteria. Pengawasan/Penga 6. sebab akibat pada KKP pengawasan diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja 5. Kreteria pelaksanaan kegiatan ditentukan dan Pengujian atas data disepakati dengan penanggungjawab kegiatan dan informasi 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. 4. 3.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi wasan (P2 HP) Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. 5. dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.4.1.2.3. serta dicatat dalam KKP. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Atribut kondisi.1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Mengakses data dan informasi pengawasan . Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5.2.3. 4.3.2.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan pengawasan.180 - 2. Hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan Pokok Hasil disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Data dan informasi yang kurang tepat diklarifikasi. Melakukan 3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Menulis temuan 5.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Kesesuian antara dokumen data dan informasi pengawasan dengan criteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Penjelasan Prosedur Penilaian : 2. 3.1. Mengembangkan 4. 2. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.2. Menyusun Pokok6.1. Data dan informasi terkait ruang lingkup pengawasan diakses dan dipelajari 2.1. 3.P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya.3..4. 2. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.

4.2.2. Santun.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka pengawasan dan untuk menggali informasi. mampu menerapkan standar Pengawasan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.181 - 2. mampu menerapkan Kode Etik Pengawasan. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.6. Memahami teknik pemeriksaan. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.5. memahami prinsip-prinsip pengawasan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. memahami IT.2. 4.3. 1. 5.1. Memahami teknik komunikasi. menyusun poko-pokok hasil pengawasan. 1.4. mengembangkan temuan pengawasan. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam pelaksanaan pengawasan. 3. Memahami standar pemeriksaan.6. 5. 4. 5. Independen. 3. Obyektif. mengakses data dan informasi pengawasan.1. 3.1. Aspek Kritis 6. 3..4. 5.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . 4.1. 3. 3. Berorientasi hasil. 6. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi menyusun Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. menulis temuan pengawasan. Memahami Kode etik pemeriksaan.3. Cermat/teliti. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2. 6.3.2.4. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini. 4. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 5. integritas.5. 5.

1 Konsep Hasil Pengawasan dipelajari 1.1. Melakukan ekspose 2. memaparkan Hasil pengawasannya 2.3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Hasil penilaian dari supervisor diparaf dan disampaikan kepada sekretariat tim pengawas sebagai nett temuan.5. 2. 3. Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP. Perubahan yang dilakukan disertai dengan matriks yang menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah perubahan disampaikan kepada supservisi untuk dinilai dan diparaf.1.2. 2.2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 2. kertas. 3. Mempersiapkan bahan ekspose. White board/flip chart.. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan untuk melaksanakan ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.3 Bahan presentasi ekspose disiapkan 2. Infocus. penghapus. 2.2. spidol.033.182 - 33.4.1. Tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dari penyanggah dicatat oleh Pengawas Pemerintahan dalam lembar kerja ekspose dan dijawab secara singkat dan benar 2. Simpulan dari ekspose ditindaklanjuti oleh hasil ekspose Pengawas Pemerintahan dengan mengubah konsep Hasil Pengawasan sesuai dengan hasil ekspose 3. Masing-masing Pengawas Pemerintahan hasil pengawasan . Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam melaksanakan ekspose hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: persiapan ekspose. Jawaban atas tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dicatat dalam lembar kerja ekspose 3.WAS.1. Menindaklanjuti 3. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose.00.3.01 Judul Unit Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Memaparkan hasil pengawasan 1. 2.2 Permohonan ekspose beserta konsep Hasil Pengawasan yang telah tergabung disampaikan kepada pengelola ekspose 1.3. Ruangan kerja. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.4.2. Mempersiapkan ekspose hasil pengawasan . Lap top. Penyanggah memberikan tanggapan/ sanggapan/pertanyaan kepada Pengawas Pemerintahan 2.

5.2. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Memahami teknik presentasi.1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).1.2.6.2. 4.8. cermat/teliti.183 - 3.3. Peraturan Menpan : PER/04/M. 3. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Kabupaten/Kota.. obyektif.1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.11. 4.3. 4. Menindaklanjuti hasil ekspose 4. 4. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. . 5. 1. Mampu menjawab pertanyaan penyanggah dengan efektif 5. 4.12. 4. 4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. 4.10.2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.3. independen. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.1. integritas.3. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi.5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan.9. Mampu memaparkan hasil pengawasan dengan efektif 4.1. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. 4. Mampu berkomunikasi efektif dalam ekspose 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.2.2. Peraturan Menpan : PER/05/M.4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 5.4.3. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan ekspose. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.7. 2. Memahami teknik komunikasi. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Menjawab pertanyaan dari para penyanggah 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.

2 Kelengkapan atribut masing-masing temuan pada LHP diteliti dan dipelajari kesesuaiannya dengan standar penyusunan LHP. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. LHP ditandatangani oleh Penanggungjawab Tim dan diautentifikasi. berorientasi hasil. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 34. 5.2. Jika Pengawas Pemerintah tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil pengawasan. Laporan hasil pengawasan berupa LHP dan Nota dinas petunjuk Menteri kepada Direktur Jenderal/Kepala Daerah yang telah dikonsultasikan dicetak 3.1. 6.01 Judul Unit Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.6.3 Kekurangan atribut temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 2.4. Menyusun laporan Hasil Pengawasan Kode Unit FPP. Penggabungan temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 3.5. Memvalidasi Laporan Hasil Pengawasan . santun.184 - 5.2.1.00. Temuan yang mempunyai kesamaan materi digabung menjadi satu temuan 2. 3.1. Menggabung temuan sejenis . Aspek Kritis 6. Lembar pengesahan LHP dicetak dan disampaikan kepada seluruh anggota pengawas untuk diteliti ulang dan diparaf 3. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. Pengajukan permohonan pendistribusian LHP disampaikan 2. Meneliti kelengkapan atribut 1. Jika terdapat kreteria yang berbeda antara Pengawas Pemerintah dengan Penyanggah ekspose. antara lain ringkas dan mudah dipahami 1.034..WAS. 6.3.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan. 3.1 Draft Laporan hasil pemeriksaan diakses dan dikompilasi 1. Setelah diteliti ulang dan diparaf.

1. 3. .1.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penelitian kelengkapan atribut.3.1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan..12. 4. Kabupaten/Kota. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.4. 4. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).11. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.1. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.3.8.3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.10. White board/flip chart.185 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. mencetak LHP.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3. meneliti kelengkapan atribut. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. menggabungkan temuan sejenis.2. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.3.2. 4. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.9.2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. spidol. 4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. kertas. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi in adalah : 4. menggabungkan temuan sejenis dan memvalidasi LHP. Peraturan Menpan : PER/04/M. Ruangan kerja. penggabungan temuan sejenis dan validasi LHP. 4. penghapus. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam menyusun laporan hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: meneliti kelengkapan atribut.4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.7.1. 3. 4. Lap top. 2. 2. Peraturan Menpan : PER/05/M. 2. mengkomunikasikan penggabungan temuan kepada anggota pengawas. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.5. 2.

Mampu menerapkan standard pengawasan ke dalam penyusunan LHP. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. memahami IT.2. memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan. Aspek Kritis 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. cermat/teliti. 3. Jika Pengawas Pemeritnahan tidak menerapkan tata bahasa Indonesia yang benar.186 - 2.1..1. ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina Tk.2. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.6.1. integritas. 6. 5. 4.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. Jika Pengawas Pemerintah tidak meneliti dengan baik hasil pengawasan.2.2. berorientasi hasil. 5.4. 4. obyektif. 4.3.I (IV/b) NIP. santun. 19690824 199903 1 001 . memahami teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA. sehingga dapat multi tafsir. 3. independen. 6.3. 5. mampu menerapkan teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam penyusunan LHP. 5.5. 5.3.