LAMPIRAN: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 TAHUN 2013.

TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH.

URAIAN STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS PEMERINTAHAN I. Pendahuluan Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah secara normatif meliputi pengawasan administrasi umum pemerintahan dan pengawasan urusan pemerintahan. Pengawasan administrasi umum pemerintahan terdiri dari pengawasan kebijakan daerah, pengawasan kelembagaan, pengawasan pegawai daerah, pengawasan kebijakan keuangan daerah dan pengawasan barang daerah. Sedangkan pengawasan urusan pemerintahan di daerah meliputi pengawasan urusan wajib dan pengawasan urusan pilihan yang menjadi wewenang daerah serta pengawasan atas pelaksanaan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat. Sejalan dengan kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 telah menetapkan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Jabatan fungsional ini mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk membangun profesionalitas pejabat Pengawas Pemerintahan tersebut, perlu diatur standar kompetensi kerja khusus Pengawas Pemerintahan sebagai persyaratan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan di bidang pengawasan pemerintah. Standar Kompetensi ini memiliki kesetaraan dengan standar sejenis seperti yang berlaku di kalangan dunia usaha maupun standar di negara lain atau internasional. II. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Penyusunan standar kompetensi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, khususnya pada prosedur penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (SK3APDN). Untuk menentukan unit-unit kompetensi kerja Pengawas

-2-

Pemerintahan, didasarkan pada tugas-tugas yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Sedangkan pengembangan substansi masingmasing unit kompetensi mengacu pada regulasi teknis dan standar yang ada antara lain sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemer intah di Wilayah Provinsi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan Dalam Rangka Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Daerah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25Tahun 2007 tentang Pedoman Penangangan Pengaduan Masyarakat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 20. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawas Internal Pemerintah; 21. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah;

-3-

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 23. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi NomorPER/04/M.PAN/03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; 24. ISO 19011-2011 : Guidelines for Auditing Management Systems. A. Pemetaan Fungsi Kerja Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. Pemetaan fungsi kerja jabatan fungsional Pengawas Pemerintahan didasarkan pada ruang lingkup pekerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya,sebagai berikut: Fungsi Utama Pengawasan atas Pembinaan Pelaksanaaan Urusan Pemerintahan Fungsi Dasar Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis Penerapan NSPK Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah

Melaksanakan Pengawasan Administrasi Umum Melaksanakan Pengawasan Substantif Urusan Pemerintahan Melaksanakan Pengawasan atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan Pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melaksanakan Pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah

BIN.01 FPP. Berdasarkan peta fungsi kerja pada butir 1. RKPD.008.01 FPP.01 FPP.WAS.WAS.011.WAS.01 FPP.BIN.02.BIN.002.01.BIN.009.010.01 FPP.01 FPP.WAS.01. maka Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan adalah: Kode Unit FPP.01 FPP.02. Renja SKPD.004.-4- Fungsi Utama Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom daerah Fungsi Dasar Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Evaluasi Daerah Melakukan Evaluasi DOB provinsi Otonom Baru (DOB) Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Evaluasi Kecamatan Evaluasi Kecamatan dan Pemerintahan Evaluasi Pemerintahan Desa Desa Evaluasi Laporan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Akuntabilitas Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Menyiapkan Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan B. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan FPP.02. Renja SKPD.006.WAS.02.003.WAS.A di atas. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.001.01 FPP. Renstra SKPD.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Renstra SKPD. RKPD.007.01. Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan.01.02.01.01 .005.01 FPP.02.BIN.

01 FPP.022.019.00.WAS.02.01 FPP.02.WAS.029.02.02.026.02.032.00.02.01 FPP.034.025.02.WAS.027.WAS.WAS.028.WAS.WAS.02.WAS.WAS.02.WAS.021.01 FPP.02.015.02.02.-5- Kode Unit FPP.WAS.018.00.WAS.02.WAS.01 FPP.01 FPP.WAS.02.033.01 FPP.01 FPP.00.WAS. yaitu : Kode Unit FPP.01 FPP.WAS.01 FPP.01 FPP.031.WAS.00.01 FPP.017.WAS.WAS.014.013.012.WAS.029.020.031. terdapat unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemerintahan dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Umum.01 FPP.00.01 FPP.WAS.WAS.01 FPP.01 Judul Unit Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan .02.00.WAS.01 FPP.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB provinsi Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Melakukan Evaluasi kecamatan Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Dari Peta Kompetensi di atas.030.024.00.WAS.01 FPP.02.01 FPP.00.01 FPP.01 FPP.01 FPP.WAS.01 FPP.02.030.01 FPP.01 FPP.023.016.WAS.

WAS.WAS.01 FPP.02.02.WAS.01 FPP.02.01 FPP.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Sedangkan unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan untuk dapat melaksanakan penugasan yang sifatnya pengawasan teknis urusan pemerintahan di daerah.014.WAS.01 FPP. Renstra SKPD.01 FPP.02.01 FPP.01 FPP.02.00.WAS. Renja SKPD.01 FPP. Renstra SKPD.02.02.021.020.022.WAS.018.01 FPP.02.023.02.01 FPP.002.01 FPP.02. RKPD.009.WAS.01.034.01.WAS.WAS.01 FPP.02.01 FPP.01 FPP.012. RKPD.02.016.01 FPP.BIN.003.WAS.032.BIN.WAS.01 .01 FPP.00.BIN.024.01 FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/kota Melakukan Evaluasi Kecamatan FPP.WAS.01 FPP.005.WAS.019.02.008.WAS.01 FPP.02.WAS. Renja SKPD.01 FPP.WAS.BIN.02.01 FPP.02. yaitu: Kode Unit FPP.017.010.01 FPP.004.-6- Kode Unit FPP.02.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.033.001.WAS.01.BIN.WAS.02.007.00. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.WAS.01.01 FPP. dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Inti.01 FPP.011.02.013.WAS.006.01.WAS.WAS.015.

A.032. Melaksanakan pengawasan urusan wajib.WAS.00. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP.02.WAS.006. sub bidang kepemudaan dan olahraga pada bidang Kepemudaan dan olahraga e.WAS. Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan B. identifikasi dan pengawasan .WAS. Standar Kompetensi Inti Kode Unit Unit Kompetensi FPP.00.WAS.02. sub bidang pembinaan pelatihan dan produktifitas tenaga kerja.028.WAS.01 FPP. sub bidang SDM Kesehatan. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Pertama. Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan FPP. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Rincian unit kompetensi yang harus dikuasai pada masing-masing jenjang Pengawas Pemerintahan adalah sebagai berikut: 1. sub bidang perhubungan darat pada bidang perhubungan h.034.01 1.01 FPP.026.WAS.01 2.01 1.027. pembinaan dan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan pengelolaan umum pada bidang ketenagakerjaan.02. sub bidang pengelolaan umum pada bidang ketahanan pangan g.01 FPP.033. Melaksanakan Pengawasan administrasi umum aspek Kemampuan Kelembagaan FPP.WAS. sub bidang persandian pada bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum bidang Masyarakat dan desa b.WAS. obat danperbekalan serta pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan d. sub bidang Pos dan telekomunikasi pada bidang Komunikasi dan Informatika i.01 2.02. sub bidang pembinaan bidang sosial.02.029. sub bidang Kebijakan sarana dan prasarana pada bidang pendidikan c.00. Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan FPP.00.-7- Kode Unit FPP.01 4. sebagai berikut: a.WAS. Melaksanakan Ekspose Hasil Pengawasan Pemerintahan FPP.010. f.02.025.01 3.

perbenihan tanaman hiasan. pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. persampahan. air limbah. lembaga konservasi.-8- Kode Unit Unit Kompetensi penyandang masalah kesejahteraan sosial. bangunan gedung dan lingkungan pada pekerjaan umum. Sub bidang usaha industri. permukiman. penyuluhan dan pengendalian pada bidang kelautan dan perikanan b. keprintisan kejuangan dan kesetiakawanan pada bidang sosial. penguasahaan pariwisata alam pada kawasan pelestarian alam. Sub bidang kelautan. pelaksanaan program/ kegiatan bidang sosial. sebagai berikut: a. rencana pengelolaan jangka pendek cakar alam. pemasaran. lingkunga hidup. Sub bidang sumber daya air. Sub bidang tanaman pangan dan hortikultura. sumber daya manusia. sarana dan prasarana dan data industri pada . suaka margasatwa. drainase.011. industri pengelolaan hasil hutan. perlindungan usaha industri. perlindungan hutan dan penebangan/penanaman/ pemungutan hasil hutan pada bidang kehutanan d.WAS. pemanfaatan kawasan hutan pada hutan lindung. pengelolaan pemasaran. pengembangan hutan hak dan aneka usaha kehutanan. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. tamana wisata dan taman buru. penerimaan Negara bukan pajak bidang kehutanan. Sub bidang inventarisasi hutan. areal buru dan kebun. pengelolaan DAS. penganugrahan tanda kehormatan dan nilai-nilai kepahlamwanan. dan penguasaaan taman buru. FPP. taman nasional.02. pemanfaatan kawasan hutan dan jasa lingkungan pada hutan produksi. penataan batas luar areal kerja unit usaha pemanfaatan hutan produksi. pengelolaan taman hutan raya. air munum. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. j. perkebunan dan penunjang pada bidang pertanian c. pemanfaatan hasil hutan pada hutan produksi.01 3.

Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Sub Bidang sosial budaya masyarakat pada bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan d. Sub bidang perangkat daerah pada Bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum c. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) FPP. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat FPP. panas bumi dan air tawar pada bidang energi dan sumber daya mineral. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD FPP. Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa 2.01.BIN.01 4.007. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.BIN. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.-9- Kode Unit Unit Kompetensi bidang perindustran. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.02. alternatif pembiayaan sistem resi gudang.01 6. Menganalisis pengelolaan SDM FPP.010. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah FPP.BIN. Sub bidang upaya kesehatan dan kebijakan pembiayaan kesehatan .WAS.003. Sub bidang kebijakan pembiayaan dan pendidikan serta tenaga kependidikan pada bidang Pendidikan e. Renja SKPD. Renja SKPD.030.01.WAS. Sub bidang metrologi legal dan perdagangan berjangka komoditi.01 7.01 5. RKPD.BIN. Renstra SKPD. FPP. Standar Kompetensi Inti.01 1.002.02. Melaksanakan Pengawasan urusan wajib. Menganalisis teknis penerapan SPM FPP.01. Memverifikasi Program Pengawasan Pemerintahan kerja B. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Muda.004.01.01 1. A. Renstra SKPD.00.01.014.02. e. batubara. f.BIN.005.WAS. sebagai berikut: a. Sub bidang mineral.WAS. RKPD. pasar lelang pada bidang Perdagangan.001.01 3.01 2.01 4. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil b.

009.01 FPP.WAS.01 FPP.025.02.02. perikanan budidaya pada bidang Kelautan dan perikanan b.01 1. Sub bidang pembinaan ketenagakerjaan pada bidang ketenagakerjaan g.10 - FPP. Standar Kompetensi Umum Kode unit Unit kompetensi FPP. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Madya.02. Sub bidang geologi. f. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.017.00. Sub bidang kemananan pangan pada bidang ketahanan pangan h.027.WAS. Sub bidang perkotaan dan pedesaan serta jasa konstruksi pada Pekerjaan Umum 8. Sub bidang perdagangan dalam negeri bidang Perdagangan e.WAS.01 FPP.01 FPP.01 pada bidang kesehatan. 9. pengawasan.01 FPP.WAS. sarana dan prasarana dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial pada bidang Sosial k.02.028. Sub bidang peternakan dan kesehatan hewan pada bidang Pertanian c.008. Bidang Kehutanan d. Sub bidang sarana komunikasi dan diseminasi informasi pada bidang komunikasi dan informatika j.01 2.031.02. Sub bidang perkereta apian pada bidang perhubungan i. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 10. Standar Kompetensi Inti Kode unit Unit kompetensi FPP.011. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/Instansi Pemerintah 11.WAS. sebagai berikut: a.02.WAS.WAS. Menganalisis Kebijakan Keuangan Daerah FPP. Melaksanakan Pengawasan urusan pilihan.02.02. Evaluasi Pemerintahan Desa 12. Menganalisis pengelolaan Barang / Aset . A. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota 3. Sub bidang kerja sama.01 1. Sub bidang umum.WAS. Menilai PKPP B.. pendidikan dan pelatihan pada bidang energy dan sumber daya mineral. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi 13.015. ketenagakerjaan.WAS. perikanan tangkap.

e. perencanaan. pada bidang otda dan pemerintahan umum. pengendalian mutu pendidikan pada bidang Pendidikan. pembinaan dan pengawasan. standarisasi dan pengawasan industri pada bidang perindustrian . Sub bidang otonomi daerah. Pengembangan dan pendayagunaan PSKS dan pembinaan tenaga fungsional Pekerja Sosial pada bidang Sosial k. Sub bidang kebijakan dan standar. kurikulum. c.11 - Kode unit Unit kompetensi Daerah FPP.010. Melaksanakan pengawasan urusan wajib. sebagai berikut: a. Sub bidang manajemen kesehatan pada bidang Kesehatan g. Sub bidang penguatan kelembagaan pada bidang Pemberdayaan Masyarkat dan Desa d. FPP. sebagai berikut: a. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan.02. Sub bidang perhubungan laut dan udara pada bidang Perhubungan j. pemerintahan umum. pembinaan SDM.. b. Sub bidang pengawasan dan pengendalian pada bidang Kelautan dan perikanan. Bidang kesatuan bangsa dan politik luar negeri b. Sub Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam Pengelolaan SDA dan TTG pada bidang Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan.01 3. Sub bidang ketahanan pangan dalam bidang Ketahanan Pangan i. penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dan pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Bidang Ketenagakerjaan.yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan.WAS.011. Sub bidang kebijakan bidang sosial. Bidang Kehutanan c.02. Sub bidang kebijakan. kebijakan administrasi keuangan daerah. Sub bidang Bina Marga dan Penataan ruang pada bidang Pekerjaan Umum. perencanaan sosial. Sub bidang perencanaan dan program. f.WAS.01 4. yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. h.

02.019.02.WAS. 5.014.WAS.01 FPP.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja .021.12 - Kode unit FPP.01 FPP.01 FPP. Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah 7. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan Kabupaten / kota 11. Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP. Melakukan Evaluasi Pemerintahan kecamatan 16. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekon dan TP 8. Sub bidang kebijakan. Sub bidang perdagangan luar negeri.02.02. dan sikap kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan Kabupaten /Kota 13.02.02. Melakukan Evaluasi Rancangan Kebijakan Daaerah (Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah) 6.01. Renja SKPD.016.02. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan provinsi 10.WAS.020.01 FPP. Renja SKPD.013.012. keterampilan.01 FPP. DAFTAR UNIT KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PEMERINTAHAN.WAS.026.01 FPP. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan provinsi 12. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah 9.02. RKPD.001.01 FPP.WAS.WAS. Renstra SKPD.WAS. RKPD. Melakukan evaluasi DOB Kabupaten/ kota 15.024. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas C.01 FPP. perencanaan.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Kode Unit FPP. Renstra SKPD.018.02.02. Melakukan evaluasi DOB provinsi 14.02. pembinaan dan pengawasan pada bidang Transmigrasi.02.WAS.BIN.023. 1. kerja sama perdagangan internasional dan pengembangan ekspor nasional pada bidang perdagangan e. Renja SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).WAS.01 FPP.01 FPP. Renstra SKPD. RKPD.022.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.01 Unit kompetensi d.WAS.

1. hasilnya dicatat dalam KKP.3. Mengembangkan 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan Pengujian atas data ditentukan dan disepakati dengan dan informasi SKPD penanggungjawab kegiatan. 3. 1. 4.7 Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut akibat temuan. 2. Mempersiapan pelaksanaan pengawasan 1. diklarifikasi. Kemungkinan penyebab terjadinya temuan kondisi temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan SKPD penanggung jawab pekerjaan. Data dan informasi yang kurang tepat analisis.13 - 1. dan Renja tentang SPM/ NSPK SKPD. 1.1. Mengakses data 2. Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab temuan.1.2.1. 4.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis.6 Tiap-tiap kemungkinan akibat diuji dan dianalisis. Dokumen perencanaan Daerah berupa dan informasi RPJMD.1 PKPP diakses dan dipelajari. 4. RKPD.3. rencana 3. Kesesuaian antara dokumen data dan pencapaian informasi dengan kriteria pelaksanaan SPM/NSPK dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3 SPM/NSPK yang akan dianalisis diakses dan dipelajari. Renstra. diminta penjelasan dandiminta lagi tambahanya.4.4 Kriteria pencapaian SPM/NSPK dalam dokumen perencanaan kegiatan dan keuangan daerah disusun sesuai dengan SPM/ NSPK yang akan dianalisis. Tiap-tiap kemungkinan penyebab diuji pencapaian dan dinalisis. 3. 3.4. hasilnya dicatat dalam SPM/NSPK KKP.3. dll diakses dan dipelajari. rencana 4. Melakukan 3.2. . 2. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan sesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. yang akan di 2. 4. Hasil klarifikasi dengan SKPD penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan..

5. Renstra SKPD.8 Rekomendasi . Atribut kondisi. mengembangkan temuan pengawasan. mengakses data dan informasi pengawasan. menulis temuan pengawasan. 5. 4. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.1. 4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.14 - perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan. sebab akibat pengawasan pada KKP diringkas supaya mudah rencana dipahami dan dikonsultasikan dengan pencapaian pimpinan unit kerja dan dicatat dalam SPM/NSPK KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK.2. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. RKPD. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan.9 Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan SKPD penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKP. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. Renja SKPD.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. kreteria. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada. 5. Menulis temuan 5. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu.. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ruangan kerja.1. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Form Kertas Kerja Pengawasan(KKP).2.1.4. Menguji target pencapaian SPM dalam dokumen rencana. 2. RKPD. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. apakah terdapat program-program SKPD pengampu SPM. Di dalam renstra SKPD melihat kegiatan dalam masingmasing renstra SKPD pengampu SPM. e.. belanja. Renstra dan Renja SKPD. 3. KUA-PPAS dan RKA-SKPD terkait program/kegiatan dan pengintegrasian SPM.3. Pemda menyampaikan RKPD dan KUA ke DPRD untuk . Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah sebagai berikut: 3. yang terdiri dari: a. 2. 3. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. 2. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.5. ATK. Cek di dalam tabel indikasi rencana program prioritas RPJMD. Literatur terkait. apakah indikator SPM di dalam renstra SKPD sesuai tidak jumlah indikator. 2. Renja SKPD.2. RKPD (seluruh program kegiatan bagi SKPD pengampu SPM sudah terangkum dalam dokumen ini) disini mengecek apakah indikator SPM dari masing-masing SKPD pengampu SPM sudah tertampung (di chek). c. target-target masing-masing SKPD pengampu SPM apakah sudah tercantum dan sesuai dengan indikator SPM. b.15 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. target dan pagunya. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Mempelajari dokumen rencana RPJMD. Lap top. d.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Tata Cara Penyusunan. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.8.15. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.3 Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.16 - ditetapkan menjadi PPAS harus sejalan (melakukan pengecekan kesesuaian KUA PPAS dengan target-target pencapaian SPM di RKPD. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4.4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.10.1. Penjelasan Prosedur Penilaian 1.7.6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.1.9.13. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Langkah terakhir adalah memastikan target-target pencapaian SPM tercantum sebagai kegiatan dalam Program RKA-SKPD. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4. 4. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.11.2. Jo.12. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui . 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. f. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 4. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. Peraturan Menpan PER/04/M.14.

. 1. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. 5. 4. Obyektif. pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil. 3. RPJMD. Kompetensi yang dipersyaratkan Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. 5. Rensra SKPD dan Renja SKPD terhadap pengendalian kebijakan. Memahami prinsip pengendalian dan evaluasi terhadap dokumen rencana RPJPD. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan pemerintahan. Cermat/teliti.5. Berorientasi hasil. Santun. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. dan dapat dipertanggungjawabkan. 3.) dan dokumen SKPD (Renstra dan Renja) serta dokumen anggaran (KUA dan PPAS serta RKA-SKPD). Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3.1. Aspek Kritis 6. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP). Integritas. menulis temuan pengawasan. RKPD. RPJMD. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. Memahami tatacara penyusunan dokumen perencanaan pembangunan di daerah (RPJPD. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Memahami indikator kinerja target capain SPM.4.3.2. Independen. 3.6.1.2. 4.4.3. 4. 3.17 - demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan.5. lengkap dan akurat. 3.6. 4. RKPD.3. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mengakses data dan informasi pengawasan. 2. Memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan target pencapaian SPM.. 4. 6.4. 5. 5. Memahami Standar Pengawasan peme.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. mengembangkan temuan pengawasan. 5. akurat. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. 5.6. Kode Etik APIP. Kode Etik APIP.1.5. 4.

2. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 2.002. 6.4. PKPP diakses dan dipelajari. Kode Etik APIP. Mengakses Data penerapan NSPK. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 2. serta Ketua Tim tidak teliti.01. ElemenKompetensi 1.2.1.3. 6. Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 6. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan pemerintahan diakses dan ditentukan. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.BIN. 1. Kriteria Unjuk kerja 1. Dokumen NSPK yang akan diawasi diakses dan ditentukan. Data dan informasi tentang penerapan NSPK diakses dan dipelajari.5. . 1.3. Entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akandilakukan diikuti. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan APIP. 1. Data dan informasi tentang penerapan NSPKdianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasandan hasilnya dicatat di lembar KKP. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2.18 - 6.01 Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 2..

Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK.2. Menulis temuan pengawasanpenera pan NSPK.2. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3.3. 5. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Atribut kondisi. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria NSPKserta implementasinya.1. 3.2. .5. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai. 4.1.4. 4. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Kreteria keabsahan Data penerapan NSPK. serta dicatat dalam KKP. 3. 5. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep temuan pengawasan. 5. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep temuan pengawasan. Hasil analisis NSPK diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. kreteria. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. 3. 4. 5.1.. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Konsep temuan pengawasan dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan. 5. 5.19 - 3. 4. serta hasilnya dicatat dalam KKP.

. 6. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan .2.3. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.20 - 6. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Mengakses Data penerapan NSPK. 6.1. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.Unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. RKPD. Menulis temuan pengawasanpenerapan NSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP) penerapan NSPK. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Renstra SKPD. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Renja SKPD.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan diringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. NSPK adalah berbagai ketentuan berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK sebagai dasar bagi Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan urusan yang menjadi kewenangannya. Renstra SKPD dan renja SKPD. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. RKPD. penerapan NSPK. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. Menyusun Pokok6.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP.

3. c.Mempelajari Kebijakan NSPK terkait. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. NSPK masing-masing Urusan Pemerintahan yang diejahwantahkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. penghapus.Menganalisa dampak pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma. 2. diinventarisasi dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.4. 2. Ruangan kerja. a. . rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.3.Menilai apakah setiap urusan pemerintahan yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah telah sesuai dengan NSPK yang ditetapkan oleh Pemerintah.3. Lap top.2.21 - Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. b. yang terdiri dari. 3.1. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.5. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. 3.1. 2.White board/flip chart. prosedur.4. spidol. Proses penyusunan target-target penerapan NSPK diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2.. kertas. belanja.Menganalisa kesesuaian dengan NSPK terhadap penerapan urusan pemerintahan yang dituangkan ke dalam dokumen perencanaan daerah. standar. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Database Pelayanan berdasarkan NSPK. 2. 2. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). Kebijakan daerah tentang rencana penerapan NSPK yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional.

Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.1.2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.1. 4. 4. 4. 2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Menpan PER/04/M. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun.9. 4. Jo.22 - 4.6.3.. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Mengakses Data penerapan NSPK. 4. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.12. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.13.10.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai . Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Menulis temuan pengawasanNSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) penerapan NSPK. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. 4. 4.14.5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.4. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK.7. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian: 2.8.2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 2. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tata Cara Penyusunan.11. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4.

6.23 - 3. 5. Obyektif. 4. Memahami indikator kinerja.3.3. 5. Mampu mempedomani Standar Audit APIP.4. 5.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. 5. 4. 3. dan dapat dipertanggungjawabkan.4.5.2. Memahami Standar Pengawasan APIP. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Independen.1. 4.3. 4.1. Jika sampling pengawasan tidak menggambarkan secara utuh populasi pengawasan.4. 5. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Kode Etik APIP. Kode Etik APIP. Integritas. 5. 4.4. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.1.5. 5. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2.3. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Peemriksaan P2. 5. akurat. Memahami IT. 5. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan/ pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. 3. persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan.1. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. 3.2. serta Ketua Tim tidak teliti.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Santun Aspek Kritis 5. . Kode Etik APIP. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan NSPK.5. Cermat/teliti. Berorientasi hasil. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. lengkap dan akurat. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Norma dan Etika Pengawasan.

2. Data dan informasi tentang pencapaian target nasional. pelaksanaan 1. perencanaan dan 2. 1.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisa teknis penerapan SPM.3. Pencapaian SPM . 1. Kriteria proses penyusunan dokumen pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional ditentukan. Data dan informasi tentang Pencapaian keabsahan Data SPM diakses dan dipelajari. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 3. entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan unit kerja yang akandilakukan diikuti. ElemenKompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.4.003. SPM serta proses penyusunan dokumen perencanaan serta sinergitasnya dengan target nasional dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasansesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP.01 Judul Unit Menganalisis teknis penerapan SPM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. perencanaan dan 3. Melakukan 3.2.24 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Data dan Informasi yang kurang tepat sinergitasnya diklarifikasidan dipenuhi. 2.1. PKPP diakses dan dipelajari. Target-target tahunan pencapaian SPM dan standar teknis beserta langkahlangkah kegiatan diakses dan ditentukan. 1. proses penyusunan dokumen keabsahan Data perencanaan dan sinergitasnya dengan Pencapaian SPM.5. 2. Kreteria keabsahan Data Pencapaian Pengujian SPM. dengan target2. Mengakses 2. Menganalisis Teknis Penerapan SPM Kode Unit FPP.3. Kesesuaian antara dokumen data dan . target-target nasional ditentukan dan proses penyusunan disepakati dengan penanggungjawab dokumen kegiatan.01.BIN..1. 3. Dokumen SPM yang akan diawasi diakses dan ditentukan. Tatacara/proses penyusunan dokumen proses penyusunan perencanaan terkait dengan pencapaian dokumen SPM diakses dan dipelajari. Mempersiapkan 1.4.

. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) keabsahan Data Penerapan dan Pencapaian SPM. 3.1. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 5. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3. serta hasilnya dicatat dalam KKP.2.4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.2. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Menulis temuan pengawasankeabsa han Data penerapan dan Pencapaian SPM. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. 6. 4.1.2.3. kreteria. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 4. 4.. serta dicatat dalam KKP. 5.1. 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.25 - sinergitasnya dengan targettarget nasional. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. Mengembangkan temuan pengawasan keabsahan Data Pencapaian SPM/ Penerapan NSPK . Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 5. Hasilklarifikasi dengan penanggungjawabdicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3. 6. 4. Atribut kondisi. 6. 5. 6.3.

mengakses data dan informasi. Analisis Kemampuan dan potensi daerah adalah pengolahan . Pemerintah Daerah adalah Gubernur.26 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. RKPD.. Unit ini terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. kepentingan nasional. Kemampuan dan potensi daerah adalah kondisi keuangan Daerah dan sumber daya yang dimiliki daerah untuk menyelenggarakan urusan wajib pemerintahan daerah dan dalam rangka pembelanjaan untuk membiayai penerapan SPM. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisa teknis penerapan SPM melalui pengujian keabsahan data pencapaian SPM. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundangundangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. kesejahteraan masyarakat. memberdayakan. menulis temuan pengawasan. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. melayani. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. dapat berupa masukan. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. proses. dan mensejahterakan masyarakat. mengembangkan temuan pengawasan. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. ekonomi. dan Renja-SKPD untuk digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan dasar. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. Renstra-SKPD. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional. dan pemerintahan. Rencana Pencapaian SPM adalah target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). menyusun pokok-pokok hasil pengawasan. Bupati atau Walikota.

4. penghapus.6. 2. 4.1..5.5. 3. 3.2.2.1. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4.2.3.1. b. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.27 - terhadap data dan informasi menyangkut kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Daerah. Lap top. 3. Proses penyusunan target-target penerapan dan pencapaian SPM diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Literatur terkait. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). c. . barang modal termasuk peralatan dan teknologi. yang terdiri dari. 2. 2.4. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan dan pencapaian target SPM yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. dana. Database Pelayanan berdasarkan SPM. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. spidol. Mempelajari Kebijakan SPM terkait. 2. 2. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. 3. a. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal (sumber daya manusia). Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Analisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. 4. SPM masing-masing Urusan Pemerintahan yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. kertas. Analisa apakah pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah dilakukan. Analisa apakah batas waktu Pencapaian SPM secara Nasional dan Jangka Waktu Pencapaian SPM di Daerah telah sesuai. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. 3. Analisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah memadai. 2.3.White board/flip chart. Ruangan kerja.

Pengujian atas data dan informasi pengawasan. 4. 4.2..7. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). menulis temuan pengawasan. akses data dan informasi pengawasan. . Renja SKPD. 3. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan SPM.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) pengawasan teknis penerapan SPM.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1.1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah.13.3. 4. pengembangan temuan pengawasan. RKPD.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. Memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. 4. Memamahi tata cara petunjuk Penyusunan Dan Penetapan SPM. Peraturan Menpan :PER/04/M.3. 2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.9. 4. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.11.4. Jo. Kontek Penilaian : 1.12. 4.6. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. 4.8. 3. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM. Renstra SKPD. 1.28 - 4.PAN/03/2008Tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).10.

4.2 Independen.1. 3. 6.2.01. RKPD. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD.5 Berorientasi hasil. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Memahami Standar Pengawasan APIP.1. Renja SKPD. Renstra SKPD. Norma dan Etika P2. Renstra SKPD. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan .6 Santun 6. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.5. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5.3.29 - 3. 4.01 Judul Unit Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD.4 Cermat/teliti. 3.BIN.6. Aspek Kritis 6. Kode Etik APIP.4.5. Memahami IT. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Kode Unit FPP. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 4. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. 6. Mampu menerapkan kebijakan terkait SPM dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Mampu menyusun standar evaluasi. 5. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 4. Memahami indikator kinerja. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 5. 5. 5.4. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.4. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.3 Obyektif.004. RKPD.3. 4.2.7. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. Renja SKPD..1 Integritas. 5. 6.Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.

3. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. 1. Renstra SKPD.3. 3. Renja SKPD. Renstra SKPD. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. RKPD. entry briefing dengan pimpinan tertinggi. RKPD. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.2.3. Renja SKPD. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 3. Renja SKPD. RKPD. Renstra SKPD.3. 1. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai 2. Renja SKPD.4. Renstra SKPD. Dokumen pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 3. Kreteria keabsahan Data pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. unit kerja yang akan dilakukan diikuti. RKPD. Elemen Kompetensi 1. Peraturan Daerah tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD. 2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dianalisis dengan menggunakan teknikteknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. Renja SKPD.5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD serta implementasinya. RKPD. Renja SKPD.2. Renstra SKPD. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 3. 2. Renja SKPD.2. 1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. PKPPdiakses dan dipelajari. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD.30 - pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. Mempersiapkan pelaksanaan analisis Kriteria Unjuk kerja 1. Renja SKPD. RKPD. 1.1. Renstra SKPD. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDyang akan diawasi diakses dan ditentukan. RKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diakses dan dipelajari. RKPD..1.4. 2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD oleh Pemerintah Daerah.1. Melakukan Pengujian Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan . KUA-PPAS dan RKADPA SKPDdiakses dan ditentukan.

Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD. 4. . sebab akibat telaahan atas hasil pada KKAnalisis diringkas supaya analisis pembinaan mudah dipahami sebagai konsep pelaksanaan rekomendasi hasil analisis pembinaan urusan pelaksanaan urusan pilihan terhadap pemerintahan yang RPJMD. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 4. 4. Renstra SKPD.3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.3. 4. Renstra SKPD. Renja SKPD.4. 4. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. 4. dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam KKAnalisis. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.31 - bagian dari atribut kondisi yang dianalis. RKPD.7. RKPD. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggung jawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Renstra SKPD. 4. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis.1. 5. 5. KUAPPAS dan RKADPA SKPD.5. 5.2. Renja SKPD. RKPD. Konsep telaahan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi.6. Memformulasikan 5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. kreteria..4. Renja SKPD. Atribut kondisi. Konsep telahaan pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. 4. 5.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. Renja bersifat pilihan SKPD.1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. Renstra SKPD. Renja SKPD. Renstra SKPD.

memberdayakan. Memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Renja SKPD. . Renstra SKPD dan renja SKPD. Melakukan PengujianData pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. RKPD. melayani. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD.32 - 5.5. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Hasil konsultasi dengan Supervisor ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan.. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Renstra SKPD. RKPD. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. melalui Mempersiapkan pelaksanaan analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. dan mensejahterakan masyarakat. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

akibat dari kurangnya pembinaan Pemerintah. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD.5. standar. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah 3. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.2.4. Ruangan kerja. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. . Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. belanja. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.2. 3. 3. 3.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan.Literatur terkait. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. 2. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. RKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. kertas. Renstra SKPD. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan pilihan yang menjadi kewenangannya. Whiteboard/flip chart. 2. Lap top. 2.3.1. 3. 3. Menganalisa proses pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daera. 4.1. Menganalisa upaya pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma. penghapus. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. 2. sebagai bahan masukan kepada Menteri Dalam Negeri. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Renja SKPD. prosedur.5. 2..33 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. spidol.Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah.4.3. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Form Kertas Kerja Analisis(KKA).

4. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: . Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Pengujian data dan informasi terkait pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 4.13. mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan dan memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.11.. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 2. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.6. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4.5.9. 4. 4. Tata Cara Penyusunan.PAN/03/2008tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Kontek Penilaian : 1.12. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.8. 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.4.2 Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.10.14.1 Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi persiapan pelaksanaan analisis. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.3. akses data dan informasi pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.34 - 4. Peraturan Menpan PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.2.7.

Mampu menyusun standar evaluasi.01 Judul Unit Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan .4. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Kode Unit FPP. 4. Memahami indikator kinerja. 6.3. 3. Renstra SKPD. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. 3. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan.1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3.2.7.3 Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 4. 5. RKPD.6. Santun Aspek Kritis 6. 6.2.2. Independen. Berorientasi hasil.3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. 3.35 - 3. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 4. 5.. 3. 5. Kode Etik APIP.005. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan.5. Cermat/teliti. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). 6. 5. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.5. 4. 2. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.1.1 Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.3. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.BIN. Memahami teknik analisa. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.5.6. 5.4. 2. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.1. 3.6. 4.2 Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar.01.2. Memahami IT. 5. 4. Obyektif.1.4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 5. Integritas. Renja SKPD.

36 - Deskripsi Unit pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 4.1. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. 3. 3.2. Data dan informasi tentang program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan pilihandianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis.3. Mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat 3. 2. Kesesuaian pencapaian indikator kinerja utama pada program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.2. Kriteria Unjuk kerja 1. Kreteria keabsahan Data pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. Kesesuaian kebijakan daerah tentang NSPK pelaksanaan urusan pilihan.4. 1. 2.5.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat. Tingkat perekonomian mikro masyarakat yang melaksanakan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. 2.. Melakukan Pengujian dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Data dan informasi tentang kebijakan daerah untuk pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. PKPPdiakses dan dipelajari. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akan dilakukan diikuti. 3.1.1. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. 3. 3. 4.3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi (tinggi/rendahnya partisipasi masyarakat dan naik atau tidaknya perekonomian masyarakat) dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam ElemenKompetensi 1. Mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada .1. Mempersiapkan pelaksanaan analisis 2.

5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan. 5.. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 4.Memformulasikan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. kreteria. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis. melakukan pengujian data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. memformulasikan temuan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis.2. KKAnalisis. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang . 4. 5. mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 4. sebab akibat pada KKAnalisis diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep rekomendasi hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. Konsep hasil analisa dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. 5.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. melalui : mempersiapkan pelaksanaan analisis. Atribut kondisi. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat.37 - kesejahteraan masyarakat.3.4. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. 5.5. 4. 4. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.4. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis.3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.1.7. Konsep telaahan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. 4. dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai dan hasilnya ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan.6.2.

Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. belanja. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. RKPD. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Renstra SKPD dan renja SKPD. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD . Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. melayani. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.. dan mensejahterakan masyarakat. memberdayakan.38 - menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 2. 4. Tata Cara Penyusunan. 3. 3.8. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. 4. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan.6.4.9.7.10. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4. Whiteboard/flip chart.5. Lap top. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2.. penghapus. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.1.2. Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. 4.4.5. Menganalisa tingkat partisipasi masyarakat dan dampaknya bagi perekonomian mikro masyarakat setempat dalam pelaksanaan urusan pilihan sesuai dengan potensi wiayahnya. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD. 2.1. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah : 4. Database penerapan urusan pilihan. Menganalisa indikator kinerja utama pencapaian program/kegiatan terkait urusan pilihan. RKPD. 4. 2. 4. spidol. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. 2.1. Renstra SKPD. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 2. Ruangan kerja. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.4.6. serta hasilnya dituangkan dalam KKA.2. 4.5. Literatur terkait. sebagai bahan masukan kepada Kepala Daerah.3. 4. kertas.39 - sebelum disepakati dengan DPRD. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.3. 3. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2. Renja SKPD. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tatacara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan .

Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.11. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan.3. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat dan Memformulasikan telaahan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakatdidemontrasikan. 4. 2. Pengujian data dan informasi terkait dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.1.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Kontek Penilaian : 1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja.40 - 4. akses data dan informasi dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Jo. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Memahami teknik analisa. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Renja SKPD. RKPD.2.1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Memahami indikator kinerja. 3. 3.1. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. Kode Etik APIP. 2. Pengetahuanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. Memahami prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat. Renstra SKPD.6.12. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.2.1. Memahami IT. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: 2. 3. 3.4. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan.. 4. Daerah. 4. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3.5. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 4. 4. 1. . 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.3. 3.2. 3.14. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).13. Peraturan Menpan PER/04/M.8. Mampu menyusun standar evaluasi. 2. 3.7. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.3. ataupun melalui praktek/demontrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan analisis.

3.WAS.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi administrasi umum aspek kelembagaan. PKPP diakses dan dipelajari.41 - 4. Mampu menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi.2.3. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 4. 2.4. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Kelembagaan ditentukan dan disepakati dan informasi dengan penanggungjawab kegiatan. Independen. Santun 6. Aspek Kritis 6.1. 5. 5. Obyektif. 5.Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Kode Unit FPP.1.3.2. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Berorientasi hasil. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. 4.7.6.1. 6. 2.5. Cermat/teliti. . 4. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5. 1.4.6. Integritas. 5. Melakukan 3.2. 5.006.2.1.02.. 6. 1. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan urusan pilihan yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.01 Judul Unit Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.5. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.1.

melakukan pengujian atas data . 6. 4. aspek kelembagaan 6. serta dicatat dalam KKP.3. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.42 - pengawasan aspek 3. kreteria..2.2. Menulis temuan 5. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. 5.1. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 3. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah kelembagaan dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasanaspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya kelembagaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan 4.1. 6. 4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan administrasi umum aspek kelembagaan.3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1.6. Atribut kondisi. 5.2. 5. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. 4. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.3. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP.3. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.2. Kesesuaian antara dokumen data dan kelembagaan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Menyusun Pokok.

. Uraian tugas yang dibuat telah diteliti dan dianalisa apakah telah dikomunikasikan dan telah dipahami oleh para pejabat/staf.2. k. Struktur organisasi perangkat daerah dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari. Uraian tugas yang telah dibuat diteliti dan dianalisa apakah tidak ada yang tumpang tindih baik antar unit kerja sendiri maupun antar SKPD. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Struktur organisasi telah menampung semua tugas dan fungsi diuji.2. Wewenang yang melekat diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan tingkat kedudukan organisasi. yang terdiri dari: a. 2. yang terdiri dari: . tugas dan fungsi diteliti dan dianalisa apakah telah dilakukan evaluasi secara periodik dan dapatkan simpulannya. Menguji kesesuaian penetapan perangkat daerah dengan peraturan perundang-undangan. dan kelurahan. Fungsi organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah terbagi habis pada unit-unit kerja yang ada.1. Lap top.3. sekretariat DPRD. Uraian tugas dan wewenang dari unit kerja/satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan diteliti dan dianalisa apakah telah dibuat. 2.4. i. 3. Kesesuaian tugas dan fungsi organisasi dengan cakupan kewenangannya dianalisis. 2. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. 3. kertas. l. penghapus. Perangkat daerah provinsi adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. Struktur organisasi. Ruangan kerja. g. d. Struktur organisasi telah mencerminkan pengendalian intern yang baik diteliti dan dianalisa. c. kecamatan. Perangkat daerah kabupaten/kota adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. Pembagian Sub Unit Kerja diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan kemampuan rentang kendali. 2. dinas daerah.1. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. dinas daerah dan lembaga teknis daerah. h. f. lembaga teknis daerah. apabila ada sebutkan tugas-tugas yang tumpang tindih dan analisa dampaknya. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemrintah adalah: 3. sekretariat DPRD. b. Kesesuaianorganisasi antara urusan wajib dan urusan pilihan dianalisis. m. 2. Literatur terkait. j. White board/flip chart. Menguji dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja.5.43 - dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. e. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). spidol. Struktur Organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan beban tugas yang ada.

Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.3. b. f.44 - a.11. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Metodologi penyusunan SOP diteliti dan dianalisa. 4. Metodologipenyusunan anjab dan ABK diteliti dan dianalisa. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Anjab dan ABK telah menampung semua tugas dan fungsi diuji. Kesesuaian penyusunan Anjab dengan best practice yang ada dibandingkan. Hasil Anjab dan ABK telah menjadi pedoman dalam organisasi diteliti dan dipelajari. Dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja diakses dan dipelajari.9. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat.2. Jumlah kebutuhan dan realisasi SOP yang sudah ditetapkan diakses dan dipelajari. e. 4.7. c.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. f. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. d.10. Perhitungan analisa beban kerja dengan best practice yang ada dibandingkan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Alasan belum ditetapkannya SOP diidentifikasi.8. Menguji Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP). 4. SOP yang sudah ditetapkan diteliti dan dianalisa apakah telah diterapkan secara memadai. Dokumen SOP yang telah ditetapkan dipelajari dan dianalisa. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.5. yang terdir dari : a. 4.4. Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. .1. 4. 4. Kesesuaian SOP dengan best-practice yang ada dibandingkan. c. b. d. 3.6. Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Kabupaten/Kota.12. 4. e. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4.

Aspek Kritis 6. 1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.5.1.45 - PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. 4.1. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. 3. memahami teknik pemeriksaan. integritas. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum penyusunan PKPP dan melaksanakan kegiatan PKPP. memahami prinsip-prinsip organisasi perangkat daerah. 5. 3. 2. 3.. santun 6. . 3.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. memahami IT.2. 4. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.3. 6. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan.3.2. memahami standar pemeriksaan.2. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.4. 4. 5. cermat/teliti.6.2. 5. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.3. mampu menerapkan kebijakan terkait organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan pengawasan. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 3.6.1.4. 6.1. memahami teknik komunikasi.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. obyektif. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.1.3. memahami Kode etik pemeriksaan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. 4. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.4.5. 5. independen. 5. berorientasi hasil. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan.

Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 3.007. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.1. 3. 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Kepegawaian ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan.2. 2.46 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Mengawasi Pengelolaan SDM Kode Unit FPP.WAS. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1.01. 3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi pengelolaan SDM. Judul Unit Mengawasi Pengelolaan SDM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian 4.2. 4.02.3.2. 1.1 PKPP diakses dan dipelajari. 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 7. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) 3.. 1. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian .

3.47 - diidentifikasi dan dianalisa. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan Mengawasi Pengelolaan SDM. yang terdiri dari. Menguji kebijakan Kepegawaian. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . 6. 5. Lap top. serta hasilnya dicatat dalam KKP.1.2. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Kepegawaian.5.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Kepegawaian Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP.2. 5.4. 6. Atribut kondisi. kreteria. 3. san (P2 HP) aspek 6. spidol. 2. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 2. Ruangan kerja. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . 4. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . penghapus. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah Kepegawaian dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. a.1. kertas.3. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian . 2. Menulis temuan 5. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.1. 5.3. . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. White board/flip chart.. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan administrasi umum aspek Kepegawaian adalah: 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.2. Literatur terkait. 2. serta dicatat dalam KKP. 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Menyusun Pokok6.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan disunting menjadi Pengawasan/Pengawa ringkas sebagai konsep P2HP.

Menguji pelaksanaan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. dan Periksa jangka waktu pengumuman 15 hari sebelum tanggal penerimaan lamaran.2. Kebijakan daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP. dapatkan datanya dan Periksa. Periksa apakah dalam pengumuman tersebut. Periksa apakah jumlah hasil pengadaan CPNS melebihi formasi yang tersedia. Periksa apakah penerimaan Pegawai Negeri Sipil telah diumumkan secara luas kepada masyarakat melalui media massa daerah yang beroplah besar berikut formasi yang dibutuhkan. 5) Periksa apakah terjadi kebocoran soal ujian/seleksi. dan pegawai tidak tetap. 6) Periksa apakah terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pemerintahan daerah dalam proses seleksi. 6) Batas Usia. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil: . 3) Periksa apakah kelulusan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. tenaga harian lepas. d. 3. Periksa apakah masih ada penerimaan tenaga kerja kontrak. a. Periksa apakah dalam penempatan pegawai telah sesuai dengan klasifikasi ijazah yang dimiliki. f. Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah: 1) Periksa apakah telah dibentuk Kepanitiaan Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah. c. Periksa dasar pertimbangannya. 2) Uji apakah proses pendaftaran calon Praja dilaksanakan secara terbuka dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan. Kebijakan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kepegawaian diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Periksa realisasi penerimaan CPNS dari tenaga honorer.. Periksa apakah dalam setiap pengadaan pegawai dibentuk Panitia Penyaringan/Penerimaan.3. g. sebagaimana point b telah mencantumkan : 1) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar. c. 4) Periksa daftar nominatif hasil test Calon Praja IPDN Tingkat Daerah dan bandingkan dengan daftar kelulusan apakah telah memenuhi persyaratan kelulusan. Menguji mekanisme Penerimaan Pegawai Baru. 2) Alamat dan tempat lamaran ditujukan. b. 3) Batas waktu pengajuan lamaran. 3.48 - b. 4) Jadual pelaksanaan seleksi baik tertulis maupun lisan. a. bagaimana dasar kebijakan pengangkatannya dan darimana sumber dananya. i. h. 7) Waktu dan Tempat Seleksi. e. Apakah ada syarat-syarat lain yang ditentukan Daerah di luar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah terkait Pengadaan Pegawai Negeri Sipil jelaskan pertimbangannya. 5) Klasifikasi Ijazah. Periksa komposisi personil panitia apakah secara fungsional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya.

namun belum ditetapkan/ diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala. a. 3. apa sebabnya. Dapatkan data dan berkas penyelesaian usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil periode 1 April dan 1 Oktober setiap tahun berjalan sebagai berikut : 1) Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat baik reguler maupun pilihan apakah ada (buku penjagaan kenaikan pangkat) tetapi belum diusulkan. c. 3. Dapatkan dan periksa data pelaksanaan Ujian Dinas dalam rangka kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagai berikut : a. b. 2) Pengujian Kesehatan Periksa CPNS yang diangkat menjadi PNS apakah telah memenuhi syarat kesehatan jasmani yang ditetapkan oleh Dokter/Tim Majelis Penguji Kesehatan yang ditunjuk pemerintah. apa sebabnya. Menguji pelaksanaan Pemberian Kenaikan Gaji Berkala. Pemberitahuan/Edaran tentang pelaksanaan ujian dinas kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah. 3.. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah diusulkan tetapi belum diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat.7. Apakah terdapat PNS yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan Kenaikan Gaji Berkala. Ketepatan waktu penetapan Kenaikan Gaji Berkala PNS. Menguji pelaksanaan Kenaikan Pangkat. Periksa apakah ada CPNS yang telah diangkat menjadi PNS belum diambil sumpah/janji.Menguji pelaksanaan Pengangkatan dalam Jabatan. Lakukan uji petik beberapa berkas Pegawai Negeri Sipil peserta ujian dinas untuk menguji kebenaran persyaratan. a. b Uji berkas usulan kenaikan pangkat pilihan apakah sudah mendapat pertimbangan dari Baperjakat. namun belum memenuhi persyaratan (antara rekomendasi Baperjakat). b. d. apa sebabnya. Pegawai Negeri Sipil golongan II/d dan III/d yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian dinas.49 - 1) Latihan Pra Jabatan a) Dapatkan SK penetapan Panitia Latihan Pra Jabatan. Menguji pelaksanaan Ujian Dinas. . 3.6. dan apa sebabnya. namun belum diikutsertakan dalam ujian dinas. c) Periksa apakah ada CPNS yang telah mempunyai masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih belum mengikuti Latihan Pra Jabatan.5. 3) PNS yang diusulkan mendapatkan kenaikan pangkat pilihan. (buku penjagaan KGB).4. (Lakukan Uji Petik). b) Periksa apakah ada CPNS yang belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. apa sebabnya terjadi kelambatan dilakukan pengambilan sumpah/janji. dan apakah yang 2 (dua) tahun lebih tetap diusulkan menjadi PNS. c Periksa apakah ada pendelegasian wewenang Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang penetapan SK kenaikan pangkat. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Panitia Penyelenggara Ujian Dinas. 3) Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil.

apa dasar pertimbangannya dan bagaimana kebijakan pemberian tunjangannya. j Apakah masih terdapat pejabat yang telah diangkat dalam jabatan struktural telah 5 (lima) tahun lebih belum dialihtugaskan. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. d Apakah Sekretaris Daerah selaku pembina Pegawai Negeri Sipil Daerah telah menyampaikan setiap jenis mutasi kepegawaian kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai pelaksanaan pengangkatan. Periksa apakah hasil analisis jabatan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. dapatkan datanya dan Periksa.50 - a Apakah Kepala Daerah telah menetapkan analisis jabatan sebagai pertimbangan dalam menetapkan formasi jabatan. Pembentukan Tim Baperjakat telah diperbaharui setiap 3 (tiga) tahun. l Periksa notulen hasil sidang Baperjakat. p Apakah ada PNS yang telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan negeri belum ditetapkan keputusan . apa sebabnya. o Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah oleh Komisi Pemilihan Umum belum mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan negeri. k Periksa apakah pengangkatan PNS dalam jabatan struktural telah dilakukan melalui pertimbangan Baperjakat. baik sebagai penjabat kepala daerah maupun dalam jabatan fungsional. h Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah tentang pengangkatan Staf Khusus Kepala Daerah dan penempatan PNS pada BUMD. n Periksa apakah ada pejabat yang pangkatnya lebih rendah membawahi secara langsung Pegawai/Pejabat yang pangkatnya lebih tinggi. apa pertimbangannya. c Apakah Kepala Daerah dalam mengusulkan 3 (tiga) orang calon Sekretaris Daerah kepada Menteri Dalam Negeri adalah PNS yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku.. m Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural belum diberikan tunjangan jabatan sejak saat pelantikan. e Periksa apakah terdapat PNS yang telah memasuki usia pensiun tetapi masih dipekerjakan dan menerima gaji penuh (100 %). dapatkan datanya dan Periksa. apabila tidak ada apakah pejabat struktural eselon I dan II yang sudah mencapai usia 56 tahun telah diusulkan oleh BKD kepada Kepala Daerah perpanjangan jabatannya. g Periksa apakah perpanjangan usia pensiun pejabat struktural eselon I dan II yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sudah melalui pertimbangan Baperjakat. f Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan kebijakan tertulis mengenai batas usia pensiun bagi PNS. apakah untuk 1 (satu) jabatan telah diusulkan 3 (tiga) orang (1 : 3). dan bandingkan SK Pengangkatan dalam Jabatan dengan notulen hasil sidang Baperjakat tersebut. i Periksa tunjangan jabatan terhadap PNS yang menduduki jabatan rangkap. b Apakah SK. Periksa susunan personilnya.

51 - pemberhentian dari jabatan negeri. d. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). belum diusulkan untuk pensiun. Periksa apakah perpindahan PNS Pusat/Daerah menjadi PNS Depdagri telah memenuhi hasil pengamatan kompetensi yang sekurang-kurangnya bernilai baik. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota antar propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. b. c. q Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan dari jabatan negeri telah berusia 56 tahun atau lebih. apa sebabnya. u Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan struktural tetapi tidak melaksanakan tugasnya karena diperbantukan di Unit Kerja lain. . namun belum dipekerjakan. 2) Mempunyai Surat Keterangan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan/atau sedang dalam proses peradilan. 3) Setiap unsur penilaian unsur prestasi kerja dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Periksa dapatkan datanya. Periksa apakah ada pejabat/pegawai yang berasal dari TNI/POLRI yang diangkat dalam jabatan struktural namun belum beralih status kepegawaiannya. v Periksa apakah ada pejabat yang menduduki jabatan struktural yang berasal dari perguruan tinggi/tenaga dosen. Periksa apakah ada perpindahan PNS Pusat menjadi PNS Daerah dan sebaliknya telah memperoleh: 1) Persetujuan dari pejabat berwenang. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN).. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. s Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai ketetapan Komisi Pemilihan Umum setelah 21 (duapuluh satu) hari tidak mengajukan untuk diperkerjakan kembali namun belum dikenakan sanksi hukuman disiplin. e. 4) Surat Keterangan dari pejabat yang berwenang tidak sedang menjalani tugas belajar. t Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah setelah mengajukan untuk bekerja kembali.Menguji pelaksanaan Pemindahan Pegawai a. bagaimana dasar pertimbangan pengangkatannya. Periksa apakah ada PNS propinsi dan kabupten/kota yang pindah ke departemen/lembaga pemerintah non departemen atau sebaliknya yang telah mendapatkan penetapan oleh Menteri Dalam Negeri. r Periksa apakah pengangkatan pejabat struktural eselon II di lingkungan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan oleh Bupati/ Walikota belum dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur. f. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN).8. 3.

h) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin yang kasusnya masih diproses oleh pihak Kepolisian/ Pengadilan/ Kejaksaan. Menguji pelaksanaan Pemensiunan Pegawai. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). d) Periksa apakah dalam mempertimbangkan penjatuhan hukuman disiplin dibentuk Majelis Pertimbangan kepegawaian. Pembinaan Disiplin Pegawai 1) Hukuman Disiplin a) Dapatkan data dan periksa apakah telah dibuat pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin dari Pejabat Pembina Kepegawaian kepada pejabat lainnya. b Periksa apakah ada PNS yang telah menerima SK Pensiun tetapi masih menerima gaji secara penuh (100 %). 2) Ketaatan Terhadap Ketentuan Jam Kerja. Lampirkan foto copy SK-nya. 3. a. Bagaimana penyelesaian status kepegawaiannya. Menguji pelaksanaan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil. namun status kepegawaiannya belum diproses sesuai ketentuan. a) Periksa apakah kebijaksanaan Kepala Daerah tentang ketentuan jam kerja bagi PNS di lingkungan Pemerintah Daerah telah dilaksanakan dan ditaati. j) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran hukum dan telah mendapatkan ketetapan hukum oleh penegak hukum. Mintakan fotocopy SK tersebut. diangkat dalam jabatan struktural.10. f) Periksa apakah ada prosedur pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin tidak mengacu pada ketentuan terkait Disiplin PNS.52 - 3.9. k) Periksa apakah terdapat PNS yang sedang menjalani hukuman disiplin. i) Periksa apakah ada PNS yang selain dijatuhi hukuman disiplin juga dikenakan tuntutan ganti rugi. Panitia Pemungutan Suara (PPS). g) Periksa apakah ada PNS yang dikenakan hukuman disiplin dan mengajukan keberatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK). sejauhmana kegiatan dari Majelis tersebut. dan sejauhmana tindaklanjut penyelesaiannya.. e) Periksa apakah ada PNS yang melanggar kode etik/disiplin PNS belum dikenakan sanksi sesuai jenis pelanggarannya. b) Periksa apakah terhadap PNS yang melanggar ketentuan . c) Periksa apakah ada PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). dan Pengawas Pemilihan belum mendapatkan ijin tertulis Pejabat Pembina Kepegawaian atau Atasan Langsungnya. Bagaimana realisasi penyelesaiannya. a Periksa apakah ada PNS yang telah memasuki batas usia pensiun tetapi belum mendapatkan SK pensiun. b) Dapatkan data dan uji apakah terdapat PNS yang menjadi anggota/pengurus Partai Politik belum diberhentikan sebagai PNS. apa sebabnya.

3) Penertiban Ijazah Palsu/Aspal.15. 13. 3. Periksa apakah pimpinan satuan kerja telah melakukan identifikasi kebutuhan Diklat untuk menentukan jenis .53 - 3.14. Mintakan Salinan (foto copy) SK tersebut.. Periksa apakah rencana dan Program Diklat Pegawai Negeri Sipil telah disusun setiap tahun anggaran yang meliputi Diklatpim. c. dalam bentuk apa. Menguji pelaksanaan Kesejahteraan Pegawai. Menguji pelaksanaan Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS. b) Periksa berapa jumlah PNS wajib LP2P.12. b Periksa apakah ada anggota keluarga yang tercantum dalam daftar gaji PNS yang sudah tidak berhak mendapat tunjangan. Periksa apa sebabnya. d. (Lampirkan foto copy SK tersebut). Periksa apakah ada pegawai yang telah mengabdi mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun. c) Periksa apakah pegawai yang tidak (terlambat) menyampaikan LP2P telah diambil tindakan dan apa jenisnya. telah diberi peringatan maupun hukuman disiplin sesuai ketentuan. 3. 3. berapa yang telah menyampaikan laporan dan yang belum menyampaikan laporan. a. e. b. Periksa apakah sudah dibuat pendelegasian wewenang dari Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang pelaksanaan pemberian ijin perkawinan dan perceraian PNS. b. 3. Menguji pelaksanaan Pemberian Kartu Pegawai. c. Periksa apakah ada PNS yang belum memiliki Kartu Pegawai dan apa sebabnya. Menguji pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan 30 (tigapuluh) tahun tanpa cacat belum diusulkan untuk mendapatkan Satya Lencana Karya Satya. Periksa apakah setiap pelaksanaan Diklat telah dibuat laporan pelaksanaannya. 4) Penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P). Diklat Fungsional dan Diklat Teknis. a) Periksa apakah telah dibentuk Tim Penilaian LP2P sesuai dengan ketentuan yang berlaku. a. Periksa apakah pembagian gaji PNS yang telah mendapatkan ijin melakukan perkawinan lebih dari satu gajinya telah dibagi sesuai dengan kesepakatan. a Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah mengenai kesejahteraan pegawai. Periksa apakah ada PNS yang melakukan perkawinan lebih dari satu tanpa persetujuan isteri pertama dan Pimpinan Satuan Kerja. Menguji pelaksanaan pemberian Tanda-tanda Kehormatan. 20 (duapuluh) tahun. jam kerja.11. bagaimana pengaturannya dan darimana sumberdananya. Periksa apakah Diklat Propinsi dalam setiap penyelenggaraan Diklat PNS telah membuat pedoman sesuai jenis Diklat yang dilaksanakan. tetapi masih tetap dibayarkan tunjangannya. Periksa apakah kurikulum dan metode Diklat telah mengacu pada standar kompetensi jabatan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Periksa apakah ada PNS yang memiliki Ijazah palsu/Aspal dan bagaimana langkah-langkah penyelesaiannya.

4. Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil a Periksa PNS yang telah diberikan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. Periksa apakah pemberian cuti diluar tanggungan negara (CLTN) kepada PNS yang bersangkutan telah mendapat persetujuan Kepala BKN. h Periksa PNS yang menderita sakit setelah 1 tahun 6 bulan dan belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk bekerja kembali sebagai PNS. g Periksa apakah PNS yang diberikan cuti sakit lebih dari 14 hari dan untuk paling lama 1 tahun 6 bulan. c Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 24 (dua puluh empat) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan selama 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih tidak mengambil cuti tahunan. 3. Periksa apakah ada rencana dan program diklat PNS yang disusun meliputi Diklatpim. Diklat Fungsional. k Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan keempat dan seterusnya. 4. d Periksa PNS yang menjalani cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja ditempat yang sulit perhubungannya (transportasinya) apakah diberikan tambahan hari. diberikan cuti besar untuk persalinannya. b Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 18 (delapan belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan pada tahun sebelumnya tidak mengambil cuti tahunan dan diambil bersamaan pada tahun yang berjalan.2. 16. Periksa apabila tidak didukung dana APBD.54 - Diklat yang sesuai dengan kebutuhan instansinya dan mengusulkan kepada Badan Diklat Propinsi. e Periksa apakah PNS yang diberikan cuti besar selama 3 (tiga) bulan telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi adalah: 4. diberikan cuti diluar tanggungan negara. Diklat Kader.17. diberikan 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan. Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. telah melampirkan Surat Keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.1. 3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang . f Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan dalam tahun yang berjalan apakah pernah diberikan cuti besar. apakah Gubernur mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Diklat dengan menggunakan dana pungutan/ kontribusi/swadana. i Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan pertama dan kedua. f.. g. Diklat Teknis. j Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan yang ketiga. Pendidikan Formal lainnya yang didukung dengan APBD tetapi ada dana pungutan/ kontribusi/swadana. apakah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan mendapat uang tunggu dan hak-hak kepegawaian lainnya.

2.2.55 - Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. memahami kode etik pemeriksaan. pengembangan temuan pengawasan aspek Kepegawaian.9.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. 4. 3. memahami IT.4.3.10 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 1994. 4. 4. 4. 4. 3. PP Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.11 Keputusan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentangPengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002.3. .6. memahami prinsip-prinsip manajemen PNS. 4. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) aspek Kepegawaian didemonstrasikan. 2. data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian.5. 4.. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. tanggal 18 April 1994.12 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS.7.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian.8. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini dengan tertulis/lisan/wawancara.

Aspek Kritis 6. 4. mampu menerapkan kebijakan terkait kepegawaian dalam pelaksanaan pengawasan.1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 4. memahami teknik pemeriksaan.4. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data..6. memahami teknik komunikasi. berorientasi hasil.5. 4. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1.008. Mempersiapkan 1.3.3.2. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 6. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.3. integritas. independen.2. obyektif. 3.1. Melaksanakan Analisis Kebijakan Keuangan Daerah Kode Unit FPP. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 8. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 5.5.02.56 - 3. 3.4. diakses dan ditentukan 2. memahami standar pemeriksaan.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis kebijakan keuangan daerah. Mengakses data dan 2.6.01 Judul Unit Melaksanakan analisis kebijakan keuangan daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. mampu menerapkan standar pemeriksaan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 6. 5.1. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. 5.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan kebijakan unit objek yang akan diperiksa diikuti keuangan daerah 2.WAS. Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah .1 PKPP diakses dan dipelajari pelaksanaan 1. 5. 4. cermat/teliti. 5.4. Dokumen pelaksanaan kegiatan Adum informasi aspek kebijakan keuangan daerah pengawasan kebijakan sesuai ruang lingkup pengawasan keuangan daerah . santun 6.

3. 4.2. 4. kreteria. 5. 3.3.3.2. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Memformulasikan temuan pengawasan diklarifikasi dan dipenuhi. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah 4.2. 5. 5. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. .57 - 3. 1.1.1. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait adum aspek kebijakan keuangan daerah dengan ketentuan kebijakan keuangan daerah dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Kreteria pelaksanaan kegiatan kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Atribut kondisi.. serta dicatat dalam KKP 5.3 Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah dianalisis dengan menggunakan teknikteknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).

Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan.2. penatausahaan. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. dan ditetapkan dengan peraturan daerah. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. pertanggungjawaban. pelaporan. dan pengawasan keuangan daerah. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah .. pelaksanaan. 6. yang terdiri dari : mempersiapkan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan menganalisis kebijakan keuangan daerah. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah . selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.58 - 6. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.1. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam . kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan/Pengawa san (P2 HP) 6. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP.

barang modal termasuk peralatan dan teknologi. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya balk yang berupa personil (sumber daya manusia). Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. membayarkan. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. menyetorkan. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. dana.. menatausahakan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD. menyimpan. belanja. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. menatausahakan. Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.59 - melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD. PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan. . menyimpan. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima.

Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). kertas. Dasar otorisasi pengelolaan Keuangan Daerah seperti SK Pembentukan TAPD. 3. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya dan te. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah. a Periksa apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disusun berdasarkan dokumen perencanaan daerah. 3.4. Ruangan kerja. Menguji kesesuaian pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku: 3.ah memenuhi prinsip-prinsip SPIP yang memadai serta hasilnya dituangkan dalam KKP.1.2.1. b. Belanja Daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. Keputusan Kepala Daerah ttg Rekening Daerah dll diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. prioritas dan plafon anggaran. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. Perencanaan dan Penganggaran.2. SK Pengankatan BUD.2. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. penghapus. spidol. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan pedoman lainnya yang berlaku termasuk hasil evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD. b Periksa apakah RKA-SKPD telah disusun berdasarkan: . Lap top. White board/flip chart. 2. Menguji kebijakan pengelolaan keuangan daerah. c.3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. 2.1. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. kebijakan umum APBD. d. a. Literatur terkait.60 - Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. Pendapatan Daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. 2.5. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 2. yang terdiri dari..

b) Periksa apakah semua pungutan Daerah sudah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.2 Pelaksanaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah. ganti kerugian daerah dan sejenisnya yang terjadi dalam tahun berjalan dan yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya. b. a. retribusi daerah. indikator kinerja. e. apakah telah mempertimbangkan penjadwalan pelaksanaan program dan kegiatan yang dimuat dalam DPA-SKPD dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Pendapatan Asli Daerah 1) Pajak dan Retribusi Daerah. Periksa apakah dokumen pelaksanaan anggaran SKPD (DPA-SKPD) telah disusun secara rinci berdasarkan sasaran yang hendak dicapai. program.61 - 1) Keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari kegiatan dan program termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut. kegiatan.. mintakan penjelasan dan catat jenis pungutan apa saja. Periksa ketepatan pembebanan atas transaksi pengembalian kelebihan pajak. dan standar pelayanan minimal. fungsi. a.2. Periksa apakah perubahan APBD dilakukan sesuai kriteria/persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perUndang-Undangan/ standar/pedoman yang berlaku. analisis standar belanja. 3. h) Periksa apakah seluruh Peraturan Daerah tentang . Periksa penerbitan SPD. Pendapatan Daerah. c. c) Jika ada pungutan daerah yang tidak ditetapkan dengan Peraturan Daerah. g) Periksa apakah besarnya (prosentase) biaya pemungutan pajak daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.3. 2) Capaian kinerja. d) Periksa tentang cara menetapkan perkiraan target Pendapatan Asli Daerah. 3. standar satuan kerja. Jika tidak sesuai mintakan penjelasan. Periksa apakah semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalaui rekening kas umum daerah. f) Periksa apakah biaya pemungutan pajak daerah sudah diatur dengan Peraturan Daerah. Periksa ketepatan waktu proses dan pengesahan DPA – SKPD tersebut. a) Periksa apakah jenis pungutan pajak dan retribusi Daerah sudah sesuai dengan peraturan per-UndangUndangan yang berlaku. dan rencana penarikan dana serta pendapatan yang diperkirakan. e) Periksa prosedur dan pelaksanaan pemungutan dan penyetoran Pendapatan Asli Daerah. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut. d.2.

hitung bagian deviden yang menjadi hak daerah berdasarkan persentase kepemilikan saham. apakah menguntungkan atau merugikan pemerintah daerah. sudah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan paling lambat 15 hari setelah ditetapkan. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara kepada bendahara.. b. a) Sejauhmana kontribusi penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada pihak ketiga dan BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah. 4) Tuntutan Ganti Rugi a) Apakah SK Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. c) Periksa apakah pengenaan ganti kerugian daerah . Jika belum. hitung potensi kerugian daerah atas keterlambatan penyetoran devide ke Kas daerah. j) Periksa apakah ada Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi yang dibatalkan oleh Menteri Dalam Negeri. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang melakukan tindakan melanggar hukum atau kelalaian jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian daerah. lakukan pengujian di Unit Pelaksana Pelayanan. 2) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. 1) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. Periksa apakah prosedur dan pelaksanaan penerimaan jasa giro sudah sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. apa saja kebijaksanaan Kepala Daerah dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada wajib pajak dan wajib bayar. i) Periksa apakah Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah setelah ditetapkan. telah dihentikan pelaksanaannya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya Keputusan Pembatalan. Periksa lain – lain PAD apa saja yang telah ditetapkan .62 - Pajak dan Retribusi Daerah telah diundangkan dalam Lembaran Daerah. Jika sudah mintakan tanda terimanya. b) Kapan penyetoran deviden ke Kas Daerah. 3) Pendapatan Bunga Periksa kebijakan jasa giro ditetapkan oleh siapa. k) Periksa dan evaluasi. minta penjelasan kenapa demikian. Jika belum ditetapkan. l) Periksa apakah Bendahara Penerima telah ditetapkan oleh Kepala Daerah pada awal tahun anggaran. bandingkan antara penyertaan modal dengan bagian laba (deviden) yang diterima. c) Dapatkan Laporan Hasil Rapat Umum Pemegang (RUPS) atas penyertaan modal. Periksa dan mintakan penjelasan. 2) Jasa Giro.

5) Dana Darurat. Periksa apakah terdapat DAK yang disalurkan ke rekening selain rekening Kas Umum Daerah. a) Periksa apakah propinsi yang diperiksa menerima DAK yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan. Catat juga jumlah dan untuk keperluan apa saja serta berapa dana pendamping sekurang-kurangnya 10% dari alokasi DAK dan dianggarkan dalam APBD. Berapa jumlah dan untuk apa bantuan tersebut. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan penggunaan DAU Triwulanan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. b) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menerima Penetapan batas maksimal kumulatif pinjaman pemerintah daerah.63 - terhadap bendahara telah ditetapkan oleh BPK. Menteri Teknis dan Menteri Dalam Negeri. c. 3) Dana Alokasi Khusus. 4) Hibah. c) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan triwulan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada Menteri Keuangan. a) Periksa apakah penggunaan DAU telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. e) Apakah telah ditetapkan Peraturan Daerah tentang tata cara tuntutan ganti kerugian daerah. d) Periksa apakah pengenaan ganti kerugiaan terhadap pegawai negeri bukan bendahara telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. c) Periksa apakah hibah dari pemerintah dan hibah dari luar negeri dikelola melalui mekanisme APBN. Jika ada apakah telah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah antara Pemerintah Daerah dengan pemberi Hibah. Apabila ada bantuan dari luar negeri apakah sudah melalui Pemerintah Pusat. 2) Dana Alokasi Umum. b) Periksa apakah penggunaan DAK dilakukan sesuai dengan Petunjuk Teknis penggunaan DAK .. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah menerima pendapatan hibah yang merupakan bantuan tidak mengikat. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah menerima Dana Darurat karena mengalami krisis solvabilitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Periksa apakah alokasi penerimaan dana perimbangan bagi hasil pajak dan SDA telah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan . Dan Periksa apakah Pemerintah Daerah telah meminjam lebih dari 60% dari Produk Domestik Bruto tahun yang . disalurkan dengan cara pemindah bukuan dari rekening Kas Umum Negara ke rekening Kas Umum Daerah. 1) Bagi hasil pajak dan Sumber Daya Alam. Dana Perimbangan. b) Periksa apakah terdapat pemberi hibah yang berasal dari dalam negeri.

5. 4. Peraturan Pemerintah Nomor .3. dan belanja tidak terduga telah sesuai dengan ketentuan. e. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pembiayaan 1) Penerimaan.64 - bersangkutan. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.9. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 4. bantuan sosial. 2) Belanja Tidak Langsung a) Periksa apakah penganggaran Belanja Tidak Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. 4.6. 4.7. bantuan keuangan. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah. . 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Belanja Daerah 1) Belanja Langsung Periksa apakah penganggaran Belanja Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. bunga. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. 4.2. subsidi.54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. b) Periksa apakah Penyertaan modal pemerintah daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah.1. d.. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. b) Periksa apakah kebijakan penganggaran Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari belanja pegawai. 2) Pengeluaran a) Periksa apakah pembentukan dana cadangan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.8 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah.10. 4. 4. c) Periksa apakah pemberian pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah atas persetujuan DPRD. hibah. Periksa Apakah pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. c) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menetapkan Dana Cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.4. 4. belanja bagi basil.

2. 4.65 - 4. 3. 3.15 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.3.13. 1.2. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.14 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. memahami sistem pengendalian intern. 4.20 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.. Jo. 3. filosofi dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. memahami prinsip-prinsip pengawasan kebijakan daerah. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam pengelolaan keuangan daerah.1. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. 3.18 Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4.6.16 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah didemosntrasikan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah.19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial. formulasi temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.17 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. 2.12.5. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 3. 4. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan keuangan daerah adalah menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya secara memadai. memahami konsep. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. pengembangan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.11. 4.1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.akses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. .

1.7. memahami teknik komunikasi Pengawasan. 4. .8. obyektif. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.01 Judul Unit Menganalisis Aspek Barang/Aset Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.WAS.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. akurat. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4.1.02. cermat/teliti.7 mampu merumuskan atribut temuan. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. 6.3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 3. 5.6 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 5. 5.66 - 3. 4. 4. 5. 4. 5. Aspek Kritis 6.5.4.2.. berorientasi hasil. santun 6.8 mampu menerapkan kebijakan pengelolaan keungan daerah terkait dalam melakukan pengawasan.5 mampu memformulasikan temuan kebijakan keuangan darah/negara secara lengkap.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.2 mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. 4. 5.6. independen. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 9. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis aspek barang/aset daerah.2. Mengawasi Urusan Administrasi Umum aspek barang/asset daerah Kode Unit FPP.3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.009. integritas. 4.3 mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.4 mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. 4.

4. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. serta dicatat dalam KKP 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Menulis temuan 5. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.1. Atribut kondisi. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. kreteria. Kriteria Unjuk kerja 1..3. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Barang/asset daerah ditentukan dan dan informasi disepakati dengan penanggungjawab pengawasan aspek kegiatan Barang/asset 3.1.2.2. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah .3. 2. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3. Mengembangkan 4. Melakukan 3. 4. 5.2.67 - Elemen Kompetensi 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Kesesuaian antara dokumen data dan daerah informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya Barang/asset dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan daerah penanggungjawab kegiatan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.1. 3. .1. sebab akibat pada pengawasan aspek KKP diringkas supaya mudah dipahami dan Barang/asset dikonsultasikan dengan pimpinan unit daerah kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.

Pembantu pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pembantu pengelola adalah pejabat yang bertanggungjawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada satuan kerja perangkat daerah. Pengadaan adalah kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa. mengembangkan temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Kuasa pengguna barang milik daerah adalah kepala satuan kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh pengguna untuk menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya. Pengurus barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk mengurus barang daerah dalam proses pemakaian yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah/unit kerja. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan/Penga konsep P2HP. Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Unit kerja adalah bagian SKPD selaku kuasa pengguna barang.68 - 6.. Penyimpan barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk menerima. menyimpan. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna barang. Menyusun Pokok6. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada aspek Barang/asset Supervisi Pengawasan untuk ditentukan daerah temuan yang menjadi P2HP 6.3. administratif . Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan analisis aspek barang/aset daerah. Barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya yang sah. menulis temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah.2. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. dan mengeluarkan barang. wasan (P2 HP) 6. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Barang/asset daerah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik. Penyaluran adalah kegiatan untuk menyalurkan/pengiriman barang milik daerah dari gudang ke unit kerja pemakai. Pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pengelola adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah.1. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

pinjam pakai. dengan menerima penggantian dalam bentuk barang. Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan menerima imbalan uang tunai. tanpa memperoleh penggantian. Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa. Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara Pemerintah Pusat dengan Pemda dan antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola. Tukar menukar barang milik daerah/tukar guling adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan daerah bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya. Bangun guna serah adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual.69 - dan tindakan upaya hukum. Bangun serah guna adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. dihibahkan atau disertakan sebagai modal Pemerintah Daerah. Penjualan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang. Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan. antar Pemerintah Daerah. Penyertaan modal pemerintah daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak . atau dari pemerintah daerah kepada pihak lain.. untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasiltasnya setelah berakhirnya jangka waktu. Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. atau antara Pemerintah Daerah dengan pihak lain. dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. dipertukarkan. antar pemerintah daerah. kerjasama pemanfaatan.

Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. penghapus. kendaraan dinas dan lain-lain barang yang memerlukan standarisasi.2. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP b. spidol. pencatatan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan. yaitu: a Periksa apakah perencanaan dan penentuan kebutuhan barang yang tertuang dalam RKBMD (Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah) masing-masing unit/satuan kerja telah memperhatikan : 1) Anggaran yang tersedia 2) Barang yang dibutuhkan 3) Alasan kebutuhan 4) Cara Pengadaan 5) Standarisasi dan spesifikasi barang yang dibutuhkan 6) Jumlah barang yang dibutuhkan . Menguji kebijakan barang/asset daerah.70 - dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada Badan Usaha Milik Negara/daerah atau badan hukum lainnya. Standarisasi harga adalah penetapan besaran harga barang sesuai jenis. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP c. Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah. 2.5.1. White board/flip chart. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2. rumah dinas. Daftar barang kuasa pengguna yang selanjutnya disingkat DBKP adalah daftar yang memuat data barang yang dimiliki oleh masingmasing kuasa pengguna. yang terdiri dari.. 2.1.4. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP d. Daftar barang pengguna yang selanjutnya disingkat dengan DBP adalah daftar yang memuat data barang yang digunakan oleh masing-masing pengguna. perlengkapan kantor. Laporan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajariserta hasilnya dituangkan dalam KKP 3. Menguji Perencanaan Kebutuhan Barang/Jasa. Literatur terkait 3. Standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintahan Daerah adalah pembakuan ruang kantor.2.3. kertas. a. Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. Lap top 2. dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ruangan kerja. spesifikasi dan kualitas dalam 1 (satu) periode tertentu. 2.

menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan. mengumumkan secara luas Rencana Umum Pengadaan paling kurang di website K/L/D/I. PPK. periksa jumlah dan susunan anggotanya apakah persyaratan jumlah dan susunan anggotanya telah sesuai ketentuan yang berlaku. dalam hal terjadi perbedaan pendapat. b. menetapkan PPK.000.3. mengawasi pelaksanaan anggaran. 3. b. menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Organisasi Pengadaan. dan mengawasi penyimpanan dan pemeliharaan seluruh Dokumen Pengadaan Barang/Jasa. menandatangani Kontrak. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.000. PPK. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa.000. dan menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen . 2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS). 1) Periksa apakah organisasi pengadaan telah dibentuk yaitu : a. menetapkan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.000.000. 3) Periksa apakah masing-masing organisasi telah menjalankan tugasnya. PPK : menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi: 1) spesifikasi teknis Barang/Jasa. dan 3) rancangan Kontrak. menyelesaikan perselisihan antara PPK dengan ULP/ Pejabat Pengadaan. menetapkan pemenang pada Pelelangan atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp100. c Bandingkan kegiatan pengadaan barang/Jasa dalam DASK dengan program kerja dan RKBMD/RKPB.00 (sepuluh miliar rupiah). mengendalikan pelaksanaan Kontrak. atau pemenang pada Seleksi atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp10.00 (seratus miliar rupiah).. ULP/Pejabat pengadaan dan Panitia/Pejabat Hasil Pekerjaan telah dibentuk oleh pengguna barang/jasa. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA. Pengadaan Barang/Jasa untuk Pengadaan melalui Penyedia Barang/Jasa terdiri dari PA/KPA. PA/KPA : menetapkan Rencana Umum Pengadaan. seperti: a. Menguji Proses Pengadaan Barang/Jasa a. melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan. ULP/Pejabat pengadaan 2) Dapatkan SK-nya.000. Swakelola terdiri atas PA/KPA. menetapkan Pejabat Pengadaan.71 - b Periksa apakah pengadaan barang/jasa yang telah direncanakan dalam program kerja merupakan penjabaran dari RKBMD dan RKPB (Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang).

dan membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. 7) Periksa apakah Penyedia Barang/Jasa telah memenuhi syarat 8) Periksa tahapan pelaksanaan pengadaan.000.00 (lima puluh juta rupiah f. apakah dilakukan . menetapkan Dokumen Pengadaan. menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran. menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk membantu pelaksanaan tugas ULP. khusus untuk ULP: menjawab sanggahan.000.000.000.. menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian. menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk: a) Pelelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.00 (sepuluh miliar rupiah).000.000. d.000. dan/atau dan 2) perubahan jadwal kegiatan pengadaan. menetapkan tim pendukung.00 (seratus juta rupiah). Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan: melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak. ULP/Pejabat Pengadaan : menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa. melakukan evaluasi administrasi. teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk.72 - pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 6)Periksa apakah ada anggota panitia pengadaan menduduki jabatan struktural yang lebih tinggi dari panitia pelaksana. 4) Periksa apakah ada hubungan keluarga antar anggota panitia.000. atau b) Seleksi atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp10. PPK dapat mengusulkan kepada PA/KPA dalam 1) perubahan paket pekerjaan. dan menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa. mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website K/L/D/I masingmasing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional. e. c.000. dan/atau 2) Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50. 5)Periksa apakah ada pejabat yang merangkap sebagai panitia pengadaan dan panitia pemeriksa barang.00 (seratus miliar rupiah). dalam hal diperlukan. menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi. khusus Pejabat Pengadaan: 1) menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000.

 Hasilnya (1. Penatausahaan ( pembukuan. b) Periksa apakah pengguna barang/kuasa pengguna barang telah menyerahkan tanah/bangunan yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan kepada Gubernur. a) Periksa apakah status penggunaan barang daerah telah ditetapkan oleh Kepala Daerah dan Periksa apakah realisasi penggunaannya sudah sesuai dengan penetapan status penggunaan yaitu untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna/kuasa pengguna barang yang bersangkutan.inventarisasi.  Periksa apakah penyaluran barang dari gudang dilakukan oleh Pemegang Barang atas dasar Surat Perintah Penyaluran Barang dari pejabat yang berwenang.6. Penggunaan. jenis kontrak dan tanda bukti).  Bandingkan hasil pengadaan dengan permintaan barang dari unit pemakai  Periksa Kartu Persediaan barang. 3.  Lakukan stock opname barang dalam gudang dengan cara:  Periksa penyerahan/penerimaan barang dalam gudang dari bagian pengadaan.  Periksa apakah penunjukan Pemegang Barang telah dilengkapi dengan SK Kepala Daerah. penyimpanan dan penyaluran. perencanaan. Pembukuan (1) Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran .4. b. (2) dimanfaatkan dalam rangka optimalisasi barang daerah. (Periksa pembukuan Pemegang Barang). pelaporan) a. Cek apakah penggantian Pemegang Barang telah diikuti dengan Berita Acara Serah Terima.3) bandingkan dengan hasil perhitungan fisik barang. c) Periksa apakah sudah ada penetapan penggunaan tanah/ bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna barang tersebut yaitu antara lain : (1) untuk penyelenggaraan Tupoksi instansi lain. (3) dipindahtangankan (4) dan lain-lain 3.  Hasil akhir ada 2 (dua) kemungkinan yaitu :  Barang kurang/lebih  Pembukuan dan jumlah persediaan sama.5.  Periksa apakah penyerahan barang inventaris sudah memakai Berita Acara Serah Terima Barang. pemilihan (metode pemilihan. 9) Prosedur Pelelangan.  Periksa apakah Pemegang Barang telah mencatat seluruh barang yang diterima.73 - telah sesuai ketentuan. metode evaluasi. metode penyampaian dokumen. a.. dikeluarkan dari persediaan barang dalam gudang kedalam buku/kartu persediaan barang. Penerimaan. mulai dari persiapan. 3. Penyimpanan dan Penyaluran Barang.2.

.Periksa apakah pengelolaan inventarisasi Barang Milik Daerah telah di laksanakan dengan tertib yaitu :  Apakah Pemda telah melaksanakan sensus barang daerah setiap 5 tahun sekali dengan menyusun Buku Induk Inventaris Barang secara tertib dan berkesinambungan. dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A. Pelaporan .  Bandingkan isi yang tercantum dalam KIB tersebut dengan kenyataan yang ada. (3) Pembantu pengelola melakukan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD). (4) Pengguna/Kuasa Pengguna menyimpan dokumen kepemilikan barang milik daerah selain tanah dan bangunan. sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Periksa apakah Pengguna Barang telah menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada Pengelola Barang. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (5) Pengelola menyimpan seluruh dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah. bila tidak cocok mintakan penjelasan dari pengurus/penanggungjawab barang.Periksa apakah Kuasa Pengguna Barang telah menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada Pengguna Barang. .74 - dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang.  Buku harian barang yang mencatat penerimaan/ pengeluaran barang inventaris apakah telah dibuat dan dikerjakan secara up to date. B. (2) Pencatatan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan bangunan semesteran dan tahunan. Inventarisasi . Periksa berapa jenis jumlah dan harga barang yang belum tercatat dalam buku inventaris. . D. ..  Buku Inventaris untuk setiap Unit Kerja apakah sudah ada dan dikerjakan secara tertib. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. E dan F.Periksa apakah Pengelola Barang telah menghimpun :  Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS)  Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT)  Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) .Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) sebagai bahan untuk menyusun neraca daerah c. C.

7. . a) Dapatkan data barang daerah yang telah dimanfaatkan dan Periksa bentuk pemanfaatannya yaitu : (1) Penyewaan (2) Pinjam Pakai (3) Kerjasama pemanfaatan (4) Bangun guna serah dan bangun serah guna.Lakukan pengecekan fisik barang inventaris di lokasi bandingkan dengan barang inventaris yang tercatat dalam Buku Inventaris Barang/kartu Inventaris Barang. .Apabila ada perbedaan jenis. . hibah.75 -  Setiap ruangan apakah sudah dibuatkan Kartu Inventaris Ruangan (KIR). jika sudah ada cocokkan dengan keadaan barang yang senyatanya ada diruangan tersebut. telah tercatat seluruhnya sebagai asset daerah. dan daftar mutasi barang sudah disusun dan disampaikan pada pejabat yang berwenang tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan. b) Periksa pemanfaatan barang daerah atas tanah/bangunan yang masih digunakan oleh pengguna barang dan yang telah mendapat persetujuan pengelola barang. Pemanfaatan. telusuri apa penyebabnya. apakah sudah sesuai dengan peruntukannya.Periksa apakah data-data/warkah asset daerah berupa tanah sudah lengkap dan tersimpan rapi oleh Biro Perlengkapan/Biro Umum.. c) Periksa apakah pihak ketiga memenuhi kewajiban tepat waktu. (5) Jangka waktu Penyewaan. (4) Besarnya sewa.Periksa apakah daftar inventaris. .Periksa apakah barang-barang inventaris hasil pengadaan. daftar rekapitulasi. Kalau tidak apa yang menjadi motivasi/pertimbangan dalam pemanfaatan barang daerah tersebut. d) Periksa apakah pengembalian barang Daerah dari pihak ketiga tepat waktu batas penggunaan (lihat dalam surat perjanjian) dan apakah dikenakan sanksi apabila pihak ketiga wanprestasi . 3. . (6) Sanksi-sanksi. (3) Hak dan kewajiban kedua belah pihak. (paling lama 5 tahun). (1) Penyewaan. (2) Data barang daerah yang disewakan.Periksa apakah tanah Pemda seluruhnya :  telah tercatat sebagai asset daerah  telah disertifikatkan (berapa yang sudah dan berapa yang belum) . jumlah dan harga barang menurut Daftar Mutasi Barang Inventaris dan Buku Hasil Pengadaan Inventaris. a) Dapatkan Surat Perjanjian sewa menyewa tersebut dan periksa apakah telah memuat : (1) Pokok-pokok penyewaan. sumbangan dan lain-lain barangbarang yang diterimanya. b) Periksa apakah hasil penyewaan barang daerah telah disetor ke Kas Daerah.

b) Periksa apakah syarat-syarat pinjam pakai telah berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku yaitu : (1) Barang belum dimanfaatkan oleh Pemda. (2) Pinjam Pakai. (a) Periksa proses tender dan penetapan mitra kerjasama (sekurang-kurangnya 5 peserta). (4) Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (1) Periksa apakah Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna telah memenuhi persyaratan yaitu : (a) Pengguna barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi penyelenggaraan pemerintah daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tupoksi.. (3) Jangka waktu kerjasama (paling lama 30 tahun) dapat diperpanjang. (5) Pengembalian barang harus dalam keadaan baik. (3) Barang yang dipinjam pakai merupakan barang yang tidak habis pakai. (c) Apakah pembayaran kontribusi dan pembagian keuntungan hasil kerjasama telah mendapat persetujuan pengelola barang. (d) Cek biaya yang digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan kerjasama (karena tidak dapat dibebankan pada APBD). (2) Data-data barang yang dipinjam pakai (3) Tanggungjawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. a) Dapatkan surat perjanjian kerjasama pemanfaatan. b) Tidak tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan tersebut.76 - e) Siapa yang menetapkan tarif penyewaan untuk barang daerah. (2) Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. (4) Jangka waktu peminjaman paling lama 2 tahun dapat diperpanjang. (5) Persyaratan lain yang dianggap perlu misalnya mitra kerjasama dilarang menggadaikan/mengagunkan barang daerah kepada pihak lain. (4) Besaran kontribusi tetap dan bagi hasil keuntungan yang harus dibayar mitra kerjasama setiap tahunnya. periksa apakah telah memuat : (1) Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian. (3) Kerjasama Pemanfaatan atas Tanah dan Bangunan. . cek apakah telah disetor ke kas daerah. apabila penetapan mitra kerjasama dengan penunjukkan langsung atas pertimbangan apa. a) Dapatkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai. (4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. (2) Barang hanya boleh dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya. (b) Periksa kewajaran pembagian keuntungan hasil kerjasama yang ditetapkan dari hasil perhitungan Tim (dapatkan SK Pembentukan Timnya). periksa apakah surat perjanjian tersebut telah memenuhi syarat antara lain : (1) Pokok yang diperjanjikan.

Pengamanan dan Pemeliharaan. pengadaan langsung dan swakelola). pemilihan langsung.. (e) Sanksi (f) Arbitrase (3) Periksa jangka waktu Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna paling lama 30 (tigapuluh) tahun sejak surat perjanjian ditandatangani. dan sampai dimana penyelesaiannya. (c) Memelihara obyek Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. Pengamanan. sarana telekomunikasi). cek penyetorannya ke kas daerah. a. b. (b) Obyek Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (c) Jangka waktu (d) Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian. 1) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan pelaksanaan pengamanan terhadap barang daerah. mess/asrama.  Panitia Peneliti Penawaran. 4) Periksa kepastian penyediaan dana dalam DASK 5) Periksa pelaksanaan pemeliharaan :  Cara pelaksanaan (lelang. Pemeliharaan Barang. 3. menggadaikan. rumah dinas. 2) Periksa apakah telah disusun Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB).8. . 3) Periksa jenis barang yang dipelihara/dirawat (gedung kantor. (d) Periksa kewajaran besaran konstruksi atas hasil perhitungan Tim yang telah dibentuk oleh pejabat yang berwenang. 2) Periksa bentuk pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi terhadap barang inventarisasi (barang bergerak dan tidak bergerak maupun terhadap barang persediaan). perlengkapan kantor.77 - (2) Dapatkan surat perjanjian dan periksa apakah telah memuat : (a) Pihak yang terkait dalam perjanjian. 4) Periksa upaya hukum apa yang telah dilaksanakan Pememerintah Daerah untuk menangani barang daerah yang bermasalah tersebut. memindah tangankan oleh Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. (4) Periksa apakah selama jangka waktu pengoperasian mitra bangun guna serah dan mitra bangun serah guna telah memenuhi kewajibannya yaitu : (a) Membayar kontribusi ke Kas Daerah (b) Tidak menjaminkan. instansi lain atau masyarakat setempat). 1) Periksa apakah setiap unit kerja menyampaikan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) kepada Biro Perlengkapan/Biro Umum. 3) Periksa dan inventarisir apakah ada barang daerah khususnya barang tidak bergerak (Tanah/Bangunan) yang sedang bermasalah (sengketa dengan pihak ketiga. baik pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi dan tindakan hukum. kendaraan dinas.

Periksa apakah penghapusan barang milik daerah telah dihapus dari daftar barang milik daerah.11.  Pemeliharaan kendaraan.. Periksa apakah penghapusan barang daerah tersebut telah diterbitkan surat keputusan penghapusan oleh Kepala Daerah. periksa :  Status kendaraan. 3. Periksa apakah penghapusan barang daerah telah berdasarkan atas pertimbangan : 1) Rusak berat 2) Tidak dapat digunakan secara optimal 3) Telah melampaui batas waktu kegunaan/kadaluarsa. Periksa apakah penetapan nilai barang milik daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah berpedoman pada standard akutansi pemerintahan. d. e. f. Periksa apakah pelaksanaan penghapusan barang milik daerah yang tidak berada dalam penguasaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang telah dilaporkan kepada pengelola barang.  Cara pembayaran (kelengkapan dokumen).  Prosedur Pemeliharaan  Pengadaan dan Penyaluran BBM 3. Periksa apakah penilaian barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka pemanfaatan atau pemindahtanganan dilakukan oleh Tim atau melibatkan penilaian independen yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan tujuan untuk mendapatkan nilai wajar. c.9. c. Periksa apakah pelaksanaan pemusnahan barang milik daerah karena tidak dapat digunakan. b. Pemindahtanganan. Penghapusan. b. (1) Periksa apakah ada pemindahtanganan barang daerah berupa: (a) Penjualan  . Penilaian a. 4) Beralih kepemilikannya 5) Persediaan barang melebihi kebutuhan 6) Nilai ekonomis lebih menguntungkan kalau dihapuskan.78 - Panitia pemeriksa pekerjaan (susunan anggota dan fungsinya). terjadi pemusnahan atau karena sebab lain belum dihapuskan.10. Periksa apakah hasil penilaian barang milik daerah selain tanah dan atau bangunan telah ditetapkan oleh pengelola barang. Periksa apakah ada barang milik daerah yang sudah tidak berada dalam penguasaaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang karena beralih kepemilikannya. a. Periksa apakah seluruh barang milik daerah telah dilakukan penilaian dan dimasukkan dalam neraca daerah 3. dimanfaatkan dan tidak dapat dipindahtangankan telah dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada pengelola barang. d.

.Periksa uang muka pembayaran.Periksa penetapan harga jual rumah dinas golongan III apakah telah sesuai dengan :  Penafsiran harga dari nilai biaya yang digunakan untuk membangun rumah yang bersangkutan pada waktu penafsiran dikurangi penyusutan menurut umur bangun. (b) Penjualan Kendaraan Dinas . a. . (a) Penjualan Rumah . .  Harga rumah golongan III ditetapkan sebesar 50% dari harga tafsiran dan penilaian yang dilakukan panitia.Penjualan kendaraan dinas apakah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu mengenai . . .  Umur kendaraan dinas.Periksa pembayaran angsuran apakah masih terdapat tunggakan.79 - (b) Tukar menukar (c) Hibah (d) Penyertaan Modal (2) Periksa apakah pemindahtanganan tanah/bangunan dan selain tanah/bangunan yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD.  Apakah pemohon telah memegang surat ijin penghunian (SIP) dari Kepala Daerah dan sepengetahuan Kepala Unit/Satuan Kerja.Periksa persyaratan pembeli rumah rumah dinas golongan III yaitu :  Status Kepegawaiannya  Masa kerja  Pernah membeli/memperoleh rumah dinas atau belum. Penjualan (1) Inventarisir penjualan barang daerah apakah penjualan barang daerah telah mempertimbangkan :  Optimalisasi barang daerah yang berlebih  Secara ekonomis lebih menguntungkan daerah (2) Periksa apakah penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang kecuali barang yang bersifat khusus atau barang lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola barang. (3) Cek apakah hasil penjualan barang daerah telah disetor ke kas daerah. (4) Periksa kewajaran harga penjualan barang daerah. apakah telah dilunasi oleh semua pembeli dan cek kebenarannya..  Penetapan taksiran harga tanah berpedoman kepada NJOP pada waktu penafsiran.  Status pegawai yang berhak membelinya.Periksa inventarisasi rumah-rumah dinas golongan III dan berapa jumlah pemohon pembelian rumah golongan III.Periksa apakah penjualan rumah dinas tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah dan bagaimana sistim pembayarannya. .

Periksa apakah Hibah tersebut telah memenuhi syarat :  Bukan barang rahasia negara/daerah  Bukan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak..80 - Periksa apakah Surat Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Dinas sudah dibuat sesuai ketentuan mengenai :  Penetapan Harga.  Apakah tukar menukar tanah/bangunan telah disertai pelepasan hak-nya.Periksa apakah ada penyertaan modal Pemda berupa tanah. .Periksa apakah tukar menukar barang daerah berupa tanah atau selain tanah yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD. - . .Periksa kewajaran harga/nilai kompensasi dan pelaksanaannya. tanah/bangunan dan atau pekerjaan. .  Apakah ada kompensasi yang harus dilakukan pihak ketiga berupa uang.  Besarnya Cicilan  Cara Pembayaran .Sanksi  Periksa apakah hasil penjualan kendaraan dinas sudah disetor ke Kas daerah.  Tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. (e) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah. . (d) Hibah . .Cek apakah serah terima barang yang dilepas dan barang pengganti telah dituangkan dalam Berita Acara. Periksa dasar pertimbangannya.  Periksa kelancaran pembayaran angsuran dan sanksi terhadap para pegawai yang menunggak (c) Tukar menukar. bangunan atau barang lainnya.Periksa apakah tukar menukar barang daerah telah dipertimbangkan:  Untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintahan  Untuk optimalisasi barang daerah  Tidak tersedia dalam APBD . apa dasar pertimbangannya :  Untuk kepentingan sosial  Keagamaan  Kemanusiaan  Penyelenggaraan pemerintahan daerah .Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan yang dilepas maupun penggantinya tidak dalam sengketa. .Periksa apakah ada barang daerah yang dihibahkan.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan daerah tidak merugikan Pemda :  Nilai ekonomis tanah/bangunan milik Pemda dan penggantinya.

baik secara administrasi maupun fisik. e) Pengalihan Asset kepada Daerah Pemekaran. Pembiayaan.Periksa apakah terdapat asset dari instansi vertikal Barang Milik/Kekayaan Negara (BM/KN) yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah dan apakah telah diajukan permohonannya kepada Menteri Keuangan.Periksa apakah pemerintah daerah yang telah menerima pengalihan BM/KN dari pemerintah pusat yang ternyata bermasalah (yang hilang. . telah dibentuk Tim bersama yang melakukan tugas inventarisasi. 3. (2) Periksa apakah Pengguna Barang telah melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan. tidak didukung bukti-bukti kepemilikan atau masih sengketa) telah menindaklanjuti penyelesaiannya. contoh kendaraan dinas.Periksa apakah terdapat BM/KN berupa barang tidak bergerak yang digunakan untuk kepentingan umum yang telah diterima oleh pemerintah daerah telah dipindahtangankan diubah statusnya atau dimanfaatkan oleh instansi pemerintah atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri Keuangan. (1) Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah.81 - Periksa apakah penyertaan modal daerah telah mendapat persetujuan Gubernur dan apakah telah dituangkan dalam Peraturan Daerah. pemeliharaan. .Periksa apakah ada asset yang belum diserahkan dan bagaimana penyelesaiannya dengan daerah induk serta apakah sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri. namun barangnya tidak diserahkan. . penatausahaan.Periksa apakah setelah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Daerah tersebut telah dihapuskan dari buku induk inventaris Daerah Induk dan dicatat pada buku inventaris daerah baru. dan pengamanan Barang Milik Daerah yang berada di bawah penguasaannya.12. . .Periksa dalam penyerahan/pengalihan asset tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima dan apakah telah sesuai dengan kondisi dilapangan disertai dokumen kepemilikannya.Pembinaan.13. . .Priksa apakah proses pengalihan asset dari daerah induk keepada daerah yang baru dibentuk. Pengawasan dan Pengendalian. Periksa apakah dalam pelaksanaan tertib administrasi - .. . pemindahtanganan. 3. . d) Pengalihan Asset dari Instansi Vertikal.Periksa apakah barang-barang yang terdaftar dalam Berita Acara Serah Terima.Periksa apakah proses pengalihan asset dari instansi vertikal dan asset yang pengadaannya dari APBN sudah disertai dokumen kepemilikannya. pemanfaatan.

2.  Periksa apakah ada Pegawai Negeri.  Periksa apakah telah dilakukan tindakan pengamanan terhadap barang daerah tersebut.  Periksa apakah kekurangan barang tersebut sudah dilaporkan kepada Biro Keuangan selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk mendapatkan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku. Tuntutan GantiRugi.Tuntutan Ganti Rugi Barang.  Periksa apakah proses tuntutan ganti rugi barang Daerah sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 . 4.  Periksa apakah atas dasar laporan tersebut Kepala Daerah (atas saran Majelis pertimbangan) telah menunjuk seorang pegawai yang ditugaskan untuk membuat perhitungan ex officio..  Periksa apakah upaya damai untuk memperoleh penggantian atas semua kerugian Daerah sudah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.  Periksa apakah dalam pengelolaan barang oleh Pemegang Barang terdapat kekurangan barang yang menjadi tanggungjawabnya.  Periksa bila Pemegang Barang meninggal dunia. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Pegawai Perusahaan Daerah yang bukan Pemegang Barang melakukan perbuatan melanggar hukum atau melalaikan kewajiban/tidak melaksanakan kewajiban sesuai fungsi dan atau status jabatannya yang karena perbuatannya tersebut merugikan Daerah. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.  Periksa apakah sudah dilakukan penelitian dan penentuan besarnya kerugian yang diderita daerah oleh Kepala Daerah. . 4.14.1. apakah atasan langsung/ Kepala Unit Kerja telah melaporkan kepada Kepala Daerah.82 - pengelolaan barang milik daerah telah disediakan anggaran yang memadai dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 3. .  Periksa apakah Tuntutan Perbendaharaan Khusus ini telah di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4.3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2967).2. 1.4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 59. melarikan diri atau dibawah pengampuan.Tuntutan Perbendaharaan Barang.

15. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyerahan Barang dan Hutang Piutang pada Daerah yang Baru Dibentuk.5. Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 58. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah.. unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578).18.83 - Nomor 69. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2002 tentang Nomor Kode Lokasi dan Nomor Kode Barang Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20. mengakses data dan informasi pengawasan aspek barang/asset daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah.14.6. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Materiil Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah 4. 4. 9.11. 4.12. 4.1. 4.7.16. 4. 4.17. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan . PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. 10 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 4.10. Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pedoman Penilaian Barang Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3643). 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.9.13. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 64. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515). 4. Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah sebagaimaan telah diubah terakhir dengan Perpres 70 Tahun 2012 4.

4. santun 6. 3. 1.2. 3. menyusun pokokpokok hasil pengawasan aspek barang/asset daerah. 5. 5. 2. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.84 - aspek barang/asset daerah. independen.2. 3. 3. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 6.4. memahami standar pemeriksaan.3.4.2. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib Kode Unit FPP. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.2. memahami IT. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 10. untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.3. 4. 4.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4.1. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. cermat/teliti. memahami teknik pemeriksaan.2. obyektif.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib . memahami teknik komunikasi.5. mengembangkan temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami prinsip-prinsip pengelolaan barang milik daerah.6. Aspek Kritis 6. 5.1.5.02.010.WAS. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya.3..1. mampu menerapkan kebijakan terkait barang milik daerah dalam pelaksanaan pengawasan.4. 5. menulis temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. memahami kode etik pemeriksaan.Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 5. berorientasi hasil.6. 3. integritas. 5.

Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat wajib ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan pelaksanaan 3. 3. lagi tambahanya.3. Mengakses data 2.2. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat wajib temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.2.1 PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1.2.1.1. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. diminta penjelasan dan diminta wajib. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat wajib menggunakan teknik-teknik pengawasan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Kriteria Unjuk kerja 1. 3.3.3. 4. serta dicatat dalam KKP . 3.4.1. Melakukan 3. Mengembangkan 4. pemerintahan yang 4. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Data dan informasi yang kurang tepat yang bersifat diklarifikasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).85 - Deskripsi Unit Elemen Kompetensi 1. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat wajib diakses urusan dan dipelajari pemerintahan 2. 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat wajib..2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya pelaksanaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan urusan penanggungjawab kegiatan.

dan persandian. ketahanan pangan. penanaman modal. 5. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. 6. administrasi keuangan daerah. sosial. otonomi daerah. Atribut kondisi. statistik. pemberdayaan masyarakat dan desa. danperpustakaan.86 - 5. kependudukan dan catatan sipil. kesejahteraan masyarakat. Urusan wajib terdiri dari pendidikan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. kearsipan. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. pekerjaan umum. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. kreteria.2. 6. kepemudaan dan olahraga. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. koperasi dan usaha kecil dan menengah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. perencanaan pembangunan. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. kepentingan nasional. penataan ruang. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan . menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. ketenagakerjaan.2. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. perhubungan. kebudayaan.3. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. kepegawaian. perangkat daerah. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. lingkungan hidup. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.1. 5. pertanahan. pemerintahan umum. perumahan. komunikasi dan informatika. Memformulasikan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 6. kesehatan.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan(P2 HP) pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 5.3.1..

8.7. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. Mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan wajib. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.1. Menganalisa apakahpengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah sesuai ketentuan. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal 4.6. Menganalisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah sesuai ketentuan. Ruangan kerja.3. Lap top 2. proses. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga masyarakat secara minimal.5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit komptensi ini adalah: 4. 3.3. Literatur terkait urusan pilihan 3. 3.2.4.2. 2.2.6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah 4. 4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib adalah: 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 4.4. spidol. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar .4. 3. 3. 4.1. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar.1. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.87 - sosial. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM 4. Menganalisa apakah batas waktu Pencapaian SPM urusan wajib secara Nasional dan Jangka Waktu PencapaianSPM di Daerah telah sesuai ketentuan. 2. dapat berupa masukan. Menganalisa penerapan pelaksanaan SPM urusan wajib ke dalam dokumen perencanaan daerah.5. Menganalisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. dan pemerintahan.7. 3. Menganalisa apakah urusan wajib yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah apakah berdasarkan kriteria eksternalitas. akuntabilitas.3. penghapus. 3. 2.. White board/flip chart. ekonomi. kertas.5.

2. Jo. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.7.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) serta menganalis teknis penerapan SPM. memahami IT.1.12.2. Renja SKPD.5 mampu menerapkan standar pemeriksaan 5. 3. memamahi SPM tiap-tiap urusan. Renstra SKPD. 5. independen. 3. 3. Pengujian atas data dan informasi pengawasan. 3.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan wajib. cermat/teliti. 5. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.10. 5.4 mampu menerapkan kebijakan terkait SPM tiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan 4. .5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami indikator kinerja.1 mampu menyusun standar evaluasi. 4.5.11 Peraturan Menpan : PER/04/M. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan.6. 4. 5. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian..3. 1. integritas.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP) 4. berorientasi hasil. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kontek Penilaian: 1.3. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum P2UPD sesuai jenjang jabatannya dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.6. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja.. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009 4. pengembangan temuan pengawasan. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan.4. menulis temuan pengawasan.4. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.1.PAN/03/2008 Tentang Kode .1.88 - Pelayanan Minimal 4. RKPD. 3. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 3. Kode Etik APIP. akses data dan informasi pengawasan. 5.2.3 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data 4.2 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. obyektif. santun. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.

89 - 6..2. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 11. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat pilihan diakses urusan dan dipelajari pemerintahan yang 2.2.WAS. Data dan informasi yang kurang tepat bersifat pilihan. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. 6. Mengakses data 2. 6. diklarifikasi.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. 3. Aspek Kritis 6.1. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat pilihan ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.1. pelaksanaan 3.02.2. 3. 2.3. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan . Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1.Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 1.3. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat pilihan menggunakan teknik-teknik pengawasan.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Kode Unit FPP. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya. PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. 6. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Melakukan 3.4.011.3.

menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Atribut kondisi.1. melayani. Menyusun Pokok6. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat pilihan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.2. kreteria. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan..1. pemerintahan yang 4.90 - penanggung jawab pekerjaan dan hasinya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP pelaksanaan dan diklarifikasi dengan penanggungjawab urusan kegiatan.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi urusan Pengawasan untuk ditentukan temuan yang pemerintahan yang menjadi P2HP bersifat pilihan 6. Memformulasikant 5. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5.2. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.3.3. 4. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. sebab akibat pada emuan KKP diringkas supaya mudah dipahami dan pengawasanpelaks dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja anaan urusan dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan pemerintahan yang tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja bersifat pilihan 5.1. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. serta dicatat dalam KKP 5. Mengembangkan 4. . Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan(P2 HP) konsep P2HP pelaksanaan 6.

Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.3. dan mensejahterakan masyarakat. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. perdagangan. RKPD. penghapus. White board/flip chart. 2. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. . Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.91 - 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. belanja. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. memberdayakan. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. dan ketransmigrasian. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Renstra SKPD dan renja SKPD. pertanian.1. spidol. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. 2. energi dan sumber daya mineral. kertas. Urusan pilihan meliputi urusan : kelautan dan perikanan. kehutanan. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.2. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. pariwisata. Ruangan kerja. industri.

4.1. 3. Tugas pelaksanaan pengawasan urusan pilihan adalah: 3.Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.12.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.10. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. Pengujian atas data dan informasi . menganalisa apakah penyelenggaraan urusan pilihan telah sesuai dengan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. menganalisa apakah penerapan NSPK urusan pilihan telah sesuai ketentuan.92 - 2. akses data dan informasi pengawasan.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.8.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. menganalisa apakah urusan pilihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah telahberdasarkan kriteria eksternalitas. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4. 4. Jo. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.6. 4. 3. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2.2. Tata Cara Penyusunan. 3. 4.11. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Lap top.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP)..7. 4. Kontek Penilaian: 1. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan pelaksanaan urusan pilihan adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.5. 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3.Literatur terkait.1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.4. mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan pilihan. Peraturan Menpan PER/04/M.13.4. 4. 4.1. 2. akuntabilitas. 4.4.

4. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.1.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan pilihan.4.93 - pengawasan. 5. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. memahami indikator kinerja. memamahi SPM tiap-tiap urusan. 2.Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. menulis temuan pengawasan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . cermat/teliti. independen.3.6.2. mampu menerapkan kebijakan terkait SPMtiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan.2. 1.1.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. mampu menyusun standar evaluasi. Aspek Kritis 6. 3. 4. 3..5.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 5. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3. 3. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.4. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 3. santun 6. memahami IT.5. Kode Etik APIP. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.1. 5. 3. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 6.2.3. 5. 5.4. 4. 3. pengembangan temuan pengawasan.2.3.3. 5. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 4. 4.7. 6.5. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum sesuai jenjang jabatannya dan Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. integritas. obyektif. 6. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan.2.6. berorientasi hasil.

sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.3. Kesesuaian atribut rancangan perda beserta evaluasi Ranperda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Ranperkada dituangkan dalam KKP.94 - 12. Mengakses data dan informasi Ranperda dan Ranperkada. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. dan informasi 2. 3.1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 3. Menganalisa data 2. yang selanjutnya disebut Perda.4 Data dan informasi ranperda diakses dan ditentukan 2. 4.2. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah.2. Unit ini juga berlaku untuk Tim Evaluasi Ranperda yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP.1. Evaluasi Ranperda 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi Ranperda dan Ranperkada yang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah. Memformulasikan 4.1.2 Indikator evaluasi diakses dan ditentukan dan Ranperkada 1. Hasil evaluasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Data dan informasi dianalisis dengan Ranperda dan menggunakan teknik-teknik evaluasi dan hasil Ranperkada analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Rancangan keputusan dituangkan dalam draft dan Ranperkada Keputusan Mendagri. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Kode Unit FPP. Melakukan 3.3 Sumber daya disiapkan 1. Memformulasikan Keputusan Hasil Evaluasi. 3.02. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau . Melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.Mempersipakan 1. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri.WAS..3.1 Program Kerja Evaluasi Ranperda dan pelaksanaan Ranperkada diakses dan ditentukan evaluasi Ranperda 1. 4.2. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.012.

4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Gubernur melakukan evaluasi rancangan peraturan daerah Kabupaten/Kota dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah.7. 4.2. penghapus. 2. Pajak Daerah. Literatur terkait 3.2. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Provinsi. Perubahan APBD.4. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. 4. Ruangan kerja.95 - Peraturan Bupati/Walikota.5. 4.1. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Ranperda dan Ranperkada. retribusi daerah. 3. Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi atas rancangan peraturan daerah provinsi dan rancangan peraturan Gubernur tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. White board/flip chart.8. 2. Dan RPJMD Sesuai Spesifikasi Masing-Masing. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4.4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 3.. 3. pajak daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman .. Pertanggungjawaban APBD.4. spidol. Sedangkan Perkada yang dilakukan evaluasi adalah rancangan peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Evaluasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Ranperda dan Ranperkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. pajak daerah.1.3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. RPJMD. 4. 2. Menganalisa target Pencapaian tiap-tiap SPM dalam rancangan Perda. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintah adalah: 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.2.3. Mengkaitkan substansi ranperda dengan ketentuan yang lebih tinggi dan kepentingan umum. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. kertas.3. Retribusi Daerah Tata Ruang Daerah. Lap top 2. pajak daerah. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).6. Menganalisa substansi ranperda yang akan dievaluasi meliputi APBD. 2. Peraturan Daerah yang dievaluasi adalah rancangan peraturan daerah provinsi tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. rencana tata ruang daerah. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Kabupaten/Kota.1.

2. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.4.7.2.2. Obyektif. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Jo. 1. 4. 3. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.2. 3.4. 2.1. integritas.5. 4.1.3. 4. Santun 6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5.1.6. Independen. 4.4. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 5.7. formulasi Hasil Evaluasi didemosntrasikan. mampu merancang draft hasil evaluasi. mampu mengevaluasi Ranperda dan ranperkada. memahami peraturan yang terkait substansi Perda.3. memahami isi dari masing-masing substansi Ranperda dan ranperkada.9. mampu menerapkan NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada.1. memahami prinsip-prinsip evaluasi rancangan Perda. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. memahami Kode etik Pengawasan. memahami NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada.96 - Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. menganalisa dan mengorganisasikan informasi TINGKAT 3 . Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan evaluasi.10 Peraturan teknis masing-masing Ranperda. 3. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. akses data dan informasi Ranperda.6. 5. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.5. Berorientasi hasil. 3. 5.1.5. memahami IT. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Cermat/teliti. 5. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada (legal drafting).6. 4. evaluasi Perda. memahami teknik komunikasi. 4.8. 5. 6. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2. 3.3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Ranperda. Aspek Kritis 6..

Melakukan 3.97 - 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 13.2. 3.1. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.01 Judul Unit Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 3. Hasil klarifikasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi Klarifikasi 4. Unit ini juga berlaku untuk Tim KlarifikasiPerda dan Perkada yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. Memformulasikan 4.2 Indikator klarfikasi Perda dan Perkada diakses dan Perkada dan ditentukan 1. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.2.013. Menganalisa data 2. Kesesuaian atribut Perda dan Perkada beserta klarifikasiPerda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Perkada dituangkan dalam KKP.3. Melakukan klarifikasiPerda dan Perkada. Mempersipakan 1.4 Data dan informasi Perda dan Perkada diakses dan ditentukan 2. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft Keputusan Mendagri 4.1.02. .1 Program Kerja klarfikasi Perda dan Perkada pelaksanaan diakses dan ditentukan klarfikasi Perda 1. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.3 Sumber daya disiapkan 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan klarifikasi Perda dan Perkada.2. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi.WAS. Memformulasikan Keputusan Hasil Klarifikasi. Data dan informasi dianalisis dengan Perda dan Perkada.1. Mengakses data dan informasi Perda dan Perkada. dan informasi 2. 4.3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan klarifikasiPerda dan Perkadayang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan klarifikasiPerda dan Perkada. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. menggunakan teknik-teknik klarifikasi dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Kode Unit FPP. 3..

5. 3.4. Jo. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. 3. Menyimpulkan hasil klarifikasi apakah sudah sesuai atau bertentangan dengan kepentingan umumdan/atau peraturan lebih tinggi. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. 4. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 2. 4.. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. MenganalisaNaskah Akademissubstansi masing-masing perda dan perkada yang akan diklarifikasi. White board/flip chart. 2. kertas. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. yang selanjutnya disebut Perda. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya.1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.8.7. 2. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah.4. Menganalisa perda dan perkada dari tinjauan kajian teoritik dan empiris. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.2. 2.1. Menganalisa landasan filosofis. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan . Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau Peraturan Bupati/Walikota. 3. Klarifikasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Perda dan Perkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. 3. 3.98 - Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Menguji kesesuaian tujuan ditetapkannya Perda dan Perkada terhadap penerapannya. Ruangan kerja.3.3. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.6. 4. Literatur terkait.2. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Perda dan Perkada.7. penghapus. yang selanjutnya disebut Perda. Peraturan – Peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. yuridis dan sosiologis Perda dan Ranperda. spidol.2.3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Lap top. 2. 3. Mengevaluasi dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.5.1.5.6. 3. 4.

3. klarifikasi Perda dan Perkada. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 5.5 mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan klarifikasi.1. memahami Kode etik. 3. formulasi Hasil Klarifikasi Perda dan Perkada didemosntrasikan.5. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda dan perkada. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.5.4 mampu membuat simpulan hasil klarifikasi. 2.9.2. memahami isi dari masing-masing substansi Perda dan Perkada. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. memahami teknik komunikasi. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. akses data dan informasi Perda dan Perkada. 3. integritas. 3.99 - dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. Aspek Kritis 6. Peraturan teknis masing-masing Perda dan Perkada. 3. Jika teknik klarifikasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5. independen. 5. 4. 4. 1.3 mampu membuat rancangan hasil klarifikasi draft Perda dan Perkada. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada.1.6.3.1.4. 6. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan klarifikasi Perda dan Perkada. memahami peraturan yang terkait substansi Perda dan Perkada. 4.2.. 3.1.2 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.7. 5. 3. 6. 5. obyektif.2. cermat/teliti.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan klarifikasi. berorientasi hasil. santun.3.2.6.4. 4. memahami IT. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . memahami prinsip-prinsip klarifikasi Perda dan Perkada.

2.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi Judul Unit dan Tugas Pembantuan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3.. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.014. Dokumen dan informasi kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaan Dekon/TP dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 3.100 - 14. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon/TP). Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).3.1.2.1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Kriteria Unjuk kerja 1. Kreteria pelaksanaan kebijakan dekonsentrasi dan tugas pembantuan ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3.2. 3. 4. Mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP 4. 4.1. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2. serta dicatat dalam KKP.WAS.3. Dokumen kebijakan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan FPP. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.02. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Elemen Kompetensi 1. 3. . 2.

2.5. atau kota dan/atau desa. Menyusun Pokok. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.2. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. dan kriteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuansudah ditetapkan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).4. prosedur.3. Unit ini hanya berlaku bagi Pengawas Pemerintahan Madya pada Kementerian/Lembaga. Atribut kondisi. 6. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. kertas.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.3.2. 5. penghapus. 2. 3. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. mengevaluasi apakah norma.3. 3. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP. spidol.2.. mengevaluasi apakah pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dari Pemerintah kepada gubernur dan penugasan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah dan/atau pemerintah desa didanai melalui anggaran kementerian/lembagasesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan core business Kementerian/Lembaga.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.6. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. mengevaluasi apakah pelaksanaan pengelolaan anggaran untuk pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dan 5.101 - 5. White board/flip chart. kreteria. Memformulasikan temuan pengawasan . standar. 2. 5. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan (P2 konsep P2HP. Lap top. HP) 6. 2. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.2.1. 3. 2. serta dari pemerintah kabupaten. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. Literatur terkait. Ruangan kerja.1.1. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.

menganalisa apakah Menteri/pimpinan lembaga telah melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur. 3.6. meneliti apakah prakarsa dan perumusan sebagian urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah paling lambat pertengahan bulan Maret untuk tahun anggaran berikutnya. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. 3. 4. Jika ada apakah telah mendapat persetujuan dari Presiden dan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.8 Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi..5. 3. 4. menganalisa apakah urusan yang dapat dilimpahkan telah memperhatikan kriteria eksternalitas. 4.dan penugasan kepada Kabupaten/Kota. 3. dan menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. menganalisa apakah penelaahan rancangan Renja-KL telah dilakukan sesuai ketentuan. akuntabilitas. menganalisa apakah terdapat penugasan kepada pemerintah desa untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan tertentu. dan bertanggung jawab dengan mcmperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.6. 3. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. 3.8.7.1. Menteri Keuangan. 4. taat pada peraturan perundang-undangan.2.4. menganalisa apakah pemberitahuan kepada gubernur mengenai lingkup urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan telah dilakukan paling lambat pertengahan bulan Juni untuk tahun anggaran berikutnya setelah ditetapkannya pagu sementara serta ditetapkan dalam Peraturan Menteri. dan efisiensi. serta keserasian hubungan antar susunan pemerintahan.3.102 - pelaksanaan penugasan dilakukan secara tertib. .9.4. transparan.5.10. menganalisa apakah Urusan yang dapat dilimpahkan telah dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan kementerian/lembaga yang sudah ditetapkan dalam Renja-KL yang mengacu pada RKP. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.7. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4.

akses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. . memahami konsep. 3. formulasi temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah. Jo.3. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. memahami fungsi.103 - 4.2. penyusunan pokokpokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP didemosntrasikan .. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan.10 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 4. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 3.2.12.3. 3.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. 1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota.6.2.4.9.5.7.1. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2.1. 4. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. 4. 3. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. 3. 2.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. 2.1. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.

mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.7. mampu merumuskan atribut temuan.. 4.3.3.104 - 3. 5. 6. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat.1. Mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 3. 4. cermat/teliti. serta supervisor pengawasan tidak teliti. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. KOMPETENSI KUNCI: NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.4. 4.8. 4. Aspek Kritis 6. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang .6. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. 5.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Judul Unit Dekon dan TP Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. berorientasi hasil.2.10. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembanutan terkait dalam melakukan pengawasan.015.02. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 15. 4.8. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon dan TP) FPP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.5. akurat. 4.1.2. 3.2. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.3.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD. 5. 5.WAS.6.1. Santun. integritas. 6. memahami teknik komunikasi Pengawasan. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 6.4. 4. 4. independen. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. 5. Kode Etik. dan dapat dipertanggungjawabkan.5. 5.9. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuansecara lengkap. obyektif.

4.2. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. 2.1.3. 5. 5. Elemen Kompetensi 1. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. sebab akibat pada KKP emuan diringkassupaya mudah dipahami dan pengawasan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Mengembangkan 4. 4. serta dicatat dalam KKP. 5. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. 2. kreteria. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Dokumen pelaksanaan kegiatan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. Kesesuian antara dokumen dan informasi kinerja Dekon/TP terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaanDekon/TPdibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. PKPP diakses dan dipelajari.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.2.2. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasankinerja dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP Dekon/TP. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Kreteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi Pengujian atas dan tugas pembantuan ditentukan dan data dan informasi disepakati dengan penanggungjawab kegiatan pengawasan 3.1. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Atribut kondisi.2.3. Memformulasikant 5.. Hasilpembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 1. dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1.2. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Melakukan 3. Kriteria Unjuk kerja 1.3.105 - diperlukan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 3.1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya . 3.

Pelajari kebijakan operasional yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagai dasar otorisasi. Penguji dan Penandatangan SPM dan Bendahara 3. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP. b. 6.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. mengembangkan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. White board/flip chart.. dan desentralisasi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP b.1. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. spidol. seperti SK KPA. penghapus. kertas.1. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Lap top 2.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. SK PPTK. atau kota dan/atau desa. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian pengelolaan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di . melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 6.1. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 2. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan pensinkronisasian antara penyelenggaraan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi.Mempelajari kebijakan pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan: a. mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.5. 2. Pelajari Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP masing-masing Program yang ada pada obyek pengawasan.3.Menguji kesesuaian pelaksanaan kinerja dengan standar yang ditentukan: a. Ruangan kerja.2.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP.106 - diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 2. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. Literatur terkait 3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan pengawasan kinerja Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kinerja Dekon/TP. tugas pembantuan. memformulasikan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. serta dari pemerintah kabupaten.4. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) 6.

penyusunan. pelaksanaan. f. yaitu : . l. Khusus untuk P2UPD pada tingkat Kementerian. pedoman. antar wilayah Kabupaten/Kota.. manual serta kebijakan nasional telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan bahan penyampaian kepada DPRD Provinsi atas rencana program/kegiatan dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dilimpahkan/ditugaskan kepada Gubernur telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan saran tindak lanjut kepada Gubernur dan Kementerian/Lembaga dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. d. dan . sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP pada masing-masing tingkatan pemerintahan. pengendalian. penganggaran dan pelaporan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi sesuai dengan peraturan perundangundangan telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. dan Teliti dan pelajari apakah pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Gubernur terkait koordinasi serta pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. .Kelompok Kerja Bidang Pertanggungjawaban serta Pembinaan dan Pengawasan. standar.107 - c. h. dan antar SKPD Provinsi dalam penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di daerah telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penatausahaan keuangan dan barang. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan dan perumusan kebijakan pengelolaan sistem perencanaan. i.Kelompok Kerja Bidang Perencanaan. k. teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efesien sesuai dengan ketentuan perundag-undangan. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan konsultasi dengan pihak terkait guna keterpaduan kebijakan serta tercapainya kesepahaman antar fungsi. Penganggaran dan Pelaporan. j. Provinsi dan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dengan Kementerian/Lembaga yang memberikan pelimpahan dan penugasan kepada Gubernur dan penugasan kepada Bupati/Walikota/Kepala Desa dan hasilnya dituangkan dalam KKP telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. dan perumusan kebijakan serta strategi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di wilayah provinsi berdasarkan norma. g. Teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efektif. Teliti dan pelajari apakah Tim Koordinasi Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan teleh dibentuk dan mejalankan tugasnya.Kelompok Kerja Bidang Penatausahaan dan Pengendalian Pelaksanaan. e. .

2. 4.14.108 - 4. 4. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang . Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.11.13. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.1. 4. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.10. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.7.8. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi.. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4. 4.4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.1. 4.3. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.12. Peraturan Menpan : PER/04/M.2. formulasi temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP didemosntrasikan. 4. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan.9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.6. 4.o. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. akses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.5.

5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.1.2.3. 5. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan terkait dalam melakukan pengawasan.2. mampu merumuskan atribut temuan. 6. 6. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. 2. 4. akurat. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.3.2.10.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.8. 6.2. 4.3. 6. memahami teknik komunikasi Pengawasan.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap.4. 4.4.8.6.3. 3. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 6. 4. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.6. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2. obyektif. 6. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. 5. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah. dan dapat dipertanggungjawabkan. 6. 6.7. serta supervisor pengawasan tidak teliti. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan. 6.. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. . memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset negara/daerah. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. independen. cermat/teliti. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. 6. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. 6.1.7. santun.5.2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kinerja kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2.109 - 2. 6. berorientasi hasil. 5. Aspek Kritis 6.6.5.1. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. 5.4. memahami konsep. integritas. memahami fungsi.9.

Data dan informasi perencanaan daerah dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.2..1.02. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. 3.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. Mengakses data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah 3. Dokumendan Informasi perencanaan daerah diklarifikasi dan dipenuhi. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 16. Kode Etik. Kriteria Unjuk kerja 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2.016. pengelolaan sumberdaya manusia. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dengan kriteria pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3. Dokumen perencanaan daerah berupa kebijakan daerah.WAS. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melasanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala daerah. Melakukan Pengujian data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah . Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. 2. Kreteria pelaksanaan kegiatan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah ditentukan 3. pengelolaan barang daerah diakses dan ditentukan.1. 3.2. Hasil analisis data dan informasiperencanaan daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Menyiapkan pelaksanaan pengawasan 2.01 Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3.110 - 6.3. dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).

- 111 -

4. Mengembangkan temuan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah

5. Memformulasikan temuanpengawasa n berakhirnya masa jabatan kepala daerah

6. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) berakhirnya masa jabatan kepala daerah

4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis, serta hasilnya dicatat dalam KKP, kemudian diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan,serta dicatat dalam KKP 5.1. Atribut kondisi, kreteria, sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep P2HP. 6.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengakses data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengembangkan temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menulis temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menyusun pokok-pokok hasil berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta walikota dan wakil walikota untuk kota. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form KertasKerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari; a. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kebijakan

- 112 -

daerah, pengelolaan sumberdaya manusia, pengelolaan barang daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. b. Kebijakan lainnya terkait pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3.2. Menganalisa Formasi Pegawai, Pengadaan Pegawai, Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai, Kenaikan Pangkat, Pengangkatan Dalam Jabatan, Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Kesejahteraan Pegawai, dan Lain-lain dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.3. Menganalisa kebijakan Pengelolaan Barang, Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan Barang, Pengadaan Barang, Inventarisasi Barang, Pemeliharaan Barang, Perubahan Status Hukum Barang, Pemanfaatan Barang, dan Pengamanan Barang dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.4. Menganalisa Kebijaksanaan Umum pengelolaan keuangan, kebijakan Pengelolaan Umum Keuangan, kebijakan Pengelolaan Pendapatan, kebijakan Pengelolaan Pengeluaran, dan kebijakan Pemegang Kas dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.5. Menganalisa pencapaian visi misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD. 3.6. Membandingkan target pencapaian yang diraih daerah dengan target nasional dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah; 4.8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala daerah; 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.11.Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan pengawasan, akses data

- 113 -

dan informasi pengawasan,pengujian data dan informasi pengawasan, pengembangan temuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah : 2.1. pengawasan kebijakan daerah; 2.2. kebijakan SDM; 2.3. kebijakan barang milik negara/daerah; 2.4. kebijakan pengelolaan keuangan. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 3.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan barang milik daerah; 3.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan Keuangan daerah; 3.5. memahami peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.6. memahami indikator kinerja; 3.7. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan 3.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami Teknik menyusun laporan; 3.10. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 4.2. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 4.3. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan Barang Milik Daerah; 4.4. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan keuangan daerah; 4.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pemeriksaan; 4.6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data; 4.7. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. Independen; 5.3. Obyektif; 5.4. Cermat/teliti; 5.5. Berorientasi hasil; 5.6. Santun. 6. Aspek Kritis 6.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan; 6.2.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan; 6.3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.

2.WAS.2.5. PKPP diakses dan dipelajari pengawasan 2. Dokumen pelaksanaan kegiatansesuai ruang dan informasi lingkup pengawasan pengaduan diakses dan pengawasan ditentukan pengaduan 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 17.2. Materi pengaduan dipelajari dan dirumuskan Program Kerja 1. Dokumen dan informasi yang diterima diklarifikasi dan dipenuhi. 4. Kesesuian antara dokumen dan informasi yang pengaduan diterima dibandingkan dan diuji dengan ketentuan yang terkait dengan materi pengaduan dengan menggunakan analisis kasus dan teknik .4.3.017. 3.. Mempersiapkan 2. pengawasan 4.02. Peraturan perundang-undangan yang relevan pengawasan dengan permasalahan yang diadukan ditelaahan pengaduan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. personil dan ruang lingkup pengawasan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Waktu. Menyusun 1.3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah. Dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bukti audit ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan sesuai materi Pengujian atas pengaduan ditentukan. Metode dan prosedur pemeriksaan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.1. dan disepakati data dan penanggungjawab yang berkaitan dengan materi informasi pengaduan. Para pihak yang perlu diminta keterangan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 2. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah Kode Unit FPP. Dokumen dan informasi pengawasan pengaduan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1. Melakukan 4.114 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Entry brieifing dengan pimpinan unit kerja pengaduan dilakukan 3.1. Mengakses data 3. Elemen Kriteria Unjuk kerja Kompetensi 1.6. lokasi.01 Judul Unit Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat /Instansi Pemerintah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2.

. Hasil membandingkan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi kepada penanggungjawab yang berkaitan dengan materi pengaduan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya dikonfirmasi kepada pimpinan unit kerja serta hasil konfirmasi/tanggapan pimpinan unit kerja dituangkan dalam KKP. Hasil analisis sebagai bagian dari simpulan hasil pengawasan dirumuskan dan dikonsultasikan kepada supervisor atau penanggungjawab pengawasan untuk dinilai.1.4.3. Unit kompetensi ini dapat diterapkan untuk melakukan pengawasan atas pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah yang meliputi pengawasan atas indikasi hambatan dalam pelayanan masyarakat. Mempersiapkan pengawasan pengaduan. Konstruksi permasalahan sesuai materi pengaduan disusun dan dianalaisis berdasarkan hasil analisis dan pengujian dokumen serta keterangan yang telah diperoleh untuk menjawab apakah materi pengaduan terbukti atau tidak terbukti 6. Hasil permintaan keterangan dianalisis dan diuji dengan kondisi senyatanya serta hasilnya dituangkan dalam KKP 6.1. Hasil reviu pada forum ekspose ditindaklanjuti dengan penyempurnaan dan merupakan konsep LHP pasca ekspose BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.5.2. 6. Melakukan Permintaan Keterangan. HAM. kepegawaian. dan hasil klarifikasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari simpulan hasil pemeriksaan. 6. Konsep LHP disampaikan kepada Inspektur Jenderal melalui Inspektur Khusus untuk diekspose 7. Keabsahan dan kecukupan bukti-bukti yang telah diperoleh diidentifikasi dan hasilnya dicatat dalam KKP 6. Simpulan hasil pengawasan dan seluruh dokumen serta Berita acara Permintaan Keterangan dikumpulkan menjadi konsep LHP pra ekspose 7.1. Memformulasika n simpulan pengawasan 7. pengawasan atas indikasi penyalahgunaan wewenang.115 - 5. 5.. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan. 6.3. pertanahan. Pihak-pihak yang terkait dengan materi pengaduan diminta keterangannya sesuai dengan standar pemeriksaan 5.2. Melakukan Permintaan Keterangan. pengawasan atas indikasi KKN. Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya memimpin ekspose dan hasil pengawasan dipresentasikan 7. Memformulasikan simpulan pengawasan. dan Ekspose Hasil Pengawasan.3. penyalahgunaan wewenang. 4. Ekspose Hasil Pengawasan pengawasan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan pengaduan yang terdiri dari: Menyusun Program Kerja Pengawasan.2. Mengakses data dan informasi pengawasan pengaduan.

lingkungan hidup dan umum. Aparat Pemerintah adalah pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.3. 2. 4.4. menyimpulkan kebenaran materi pengaduan. penghapus. Aparat Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kemendagri dan Pemda.3. tatalaksanan/regulasi.9.1. 3. 4. mempelajari kebijakan yang berlaku nasional sesuai dengan materi pengaduan.7.1. 3. Peraturan Menpan : PER/04/M. 3. Ruangan kerja. . 4.2. White board/flip chart. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. mempelajari kebijakan yang menjadi dasar otorisasi.5. 4. Pengaduan Masyarakat adalah laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasi terjadinya penyimpangan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).8 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.116 - kewaspadaan nasional. 3. 3. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 2. menguji kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan peraturan yang berlaku. 4.3. seperti Surat Keputusan.2. 2.10. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Teknis lainnya terkait materi pengaduan.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintah. kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan atau aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. korupsi. 2.5.6. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 4.5. Literatur terkait. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 2.2.11.4.4. Lap top. Wakil Kepala Daerah. mempelajari kebijakan daerah terkait materi pengaduan yang dituangkan dalam Peratuan Daerah dan/atau Peratuan Kepala Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4. Peraturan– peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.. 4. Pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa. kertas.1. spidol. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

- 117 -

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan pengawasan dengan tujuan tertentu atas pengawasan pengaduan yang terdiri dari: penyusunan Program Kerja Pengawasan (pengawasan pengaduan; persiapan pelaksanaan pengawasan pengaduan; data dan informasi PDTT Dumas; Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan; Permintaan Keterangan; Formulasi simpulan pengawasan; dan Ekspose Hasil Pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah adalah: 2.1. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Ahli Pertama secara memadai; 2.2. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara; 2.3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah; 2.4. memahami pengawasan kepegawaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1 memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja; 3.2 memahami teknik melakukan permintaan keterangan; 3.3 memahami teknik – teknik pengawasan; 3.4 memahami konstruksi berfikir logis; 3.5 memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih; 3.6 memahami prinsip-prinsip manajemen risiko; 3.7 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya korupsi; 3.8 memahami konsep, filosofi dan proses pelayanan masyakat; 3.9 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya penyalahgunaan wewenang; 3.10 memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah; 3.11 memahami pengawasan kepegawaian; 3.12 memahami teknik komunikasi Pengawasan; 3.13 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pengawasan; 4.2. mampu melakukan permintaan keterangan 4.3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.6. mampu memformulasikan temuan secara lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan; 4.7. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data 4.8. mampu menyimpulkan hasil pengawasan 4.9. mampu menerapkan kebijakan terkait materi pengaduan dalam melakukan pengawasan 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif;

- 118 -

5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek Kritis 5.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang materi pengaduan di obyek pengawasan yang sama; 5.2. Jika konstruksi masalah yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi senyatanya; 5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD, Kode Etik, dan Pengawasan Pengaduan Masyarakat atau Instansi Pemerintah; KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2

18. Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi Kode Unit FPP.WAS.02.018.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersipakan 1.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan evaluasi Kinerja ditentukan Penyelenggaraan 1.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun Daerah sesuai dengan tingkatan pemerintahan. 2. Menetapkan IKK 2.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2.3 Input, Proses, Output dikelompokkan 2.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Mengukur kinerja 3.1. IKK pada tataran pengambil kebijakan penyelenggaraan dianalisa dan diberikan skor pemda 3.2. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.3. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor

- 119 -

3.4. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. Mengisi template evaluasi 4.1. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. 4.2. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase, ada atau tidak, tepat atau tidak, jumlah dst. 4.3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD, maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). 5.1. Hasil individual digabung 5.2. Skor dan prestasi dikonversi 5.3. Data dinormalisasi 5.4. Pemeringkatan dilakukan 5.5. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi, berprestasi tinggi, berprestasi sedang, dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota; 6.1. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. 7.2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri

5. Menentukan peringkat

6. Melakukan pengujian lapangan 7. Melaporkan hasil evalausi

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah; Menetapkan IKK; Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda; Mengisi template individu; Menentukan peringkat; Melakukan pengujian lapangan; dan Melaporkan hasil evalausi. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Kinerja PenyelengaraanPemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah:

b. . 2.1. spidol. kertas.. g. DAK. 2. 3.3. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah.2. Jumlah Rumah. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. ketentraman dan ketertiban umum daerah. dan m. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. White board/flip chart. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus.120 - 2.4. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. 3. intensitas. c. 2. d. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. Tinggi (T) = 3. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan Bagi Hasil. c. c.5. f. pertanggung jawaban. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. dan pengawasan APBD. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. Jumlah APBD. k. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. e.6. j. penghapus. b. efektivitas perencanaan. i. 2. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah. Jumlah Penduduk. 2. b. Ruangan kerja. pelaksanaan tata usaha. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam format excel. Lap top. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. l. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK).3. meliputi: a. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. d. pengelolaan potensi daerah. Sedang (S) = 2. Literatur terkait. 3. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). h. efektivitas. penyusunan. pencairan dan penyerapan DAU.1. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. Rendah (R) = 1.2.

pengisian template evaluasi.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. g.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.8.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. dan i. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. perencanaan pembangunan daerah. f. pengelolaan keuangan daerah.121 - d.1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. penetapan IKK. Rendah (R) = 1 . dan pelaporan hasil evalausi. Tinggi (T) = 3. penentuan peringkat.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.5. 4.Sebelumnya.9. Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. 1. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. h. Sedang (S) = 2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3.6. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.3.1.. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. e.2. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. pengujian lapangan.2. pengelolaan barang milik daerah. pengelolaan kepegawaian daerah. 4. 4.4. penataan kelembagaan daerah. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK.7.4. 4. 4. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan . Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.

Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pengawas Pemerintah yang telah mengikuti pembekalan. santun. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. berorientasi hasil. tingkat urusan. instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. akurat. 3.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK.1. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.122 - 2. 3. cermat/teliti. 6.3.6. 3.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel.6 memahami teknik penyusunan LPPD. 4.4.1. 5. 4. 4. tingkat aspek.2.4 memahami pengelolaan data dan informasi. 5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. 3.9. 5. mampu memberikan skor pada IKK. Aspek Kritis 6. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. 3. 5..6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. obyektif. 4. 4. independen.2. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. sosialisasi. 3. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3.8.1. 5. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.5. integritas.4. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap.2. 4. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja.3.5 memahami Kode etik. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi . dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.7 memahami teknik komunikasi.5. 6.2 memahami prinsip EKPPD.7.

IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2. Skor dan prestasi dikonversi 5. tepat atau tidak.4.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan ditentukan 1.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2. Hasil individual digabung 5. Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit FPP. Menetapkan IKK 1.3 Input. 4. dan kota. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi. 5. Menentukan peringkat .WAS.1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.2. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase.019. maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda 4.123 - 19. dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi.2. Output dikelompokkan 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.4. Data dinormalisasi 5.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Proses. 4. Mengisi template evaluasi 5.1. berprestasi tinggi. Pemeringkatan dilakukan 5.. ada atau tidak.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. kabupaten. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda.3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan Kabupaten/Kota.5. berprestasi sedang. jumlah dst.02.3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD. Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja 2.3.2.1.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. IKK pada tataran pengambil kebijakan dianalisa dan diberikan skor 3. 3.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun sesuai dengan tingkatan pemerintahan 2. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor 3.

Jumlah Rumah c. 7. 2. dan Melaporkan hasil evalausi. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.2.6. Laporan Hasil Evaluasi Sementara evalausi diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. e. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda. dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. Melaporkan hasil 7. c. penghapus. Ruangan kerja. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Menetapkan IKK. Jumlah APBD 3. manfaat. Melakukan pengujian lapangan. keluaran. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap pengujian lapangan hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7. 2. ketentraman dan ketertiban umum daerah. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. kertas. 2. Lap top 2. kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.1.124 - 6. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah.1. dan/atau dampak.1.2.3. Menentukan peringkat. Mengisi template individu. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan.1. Melakukan 6. proses. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah d.. Literatur terkait 2. hasil.5. b. meliputi: a. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam forat excel 3. . Jumlah Penduduk b. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan.2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.4. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. spidol. White board/flip chart. d. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.

pengelolaan kepegawaian daerah. i. g. c. g. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. l. 4. j. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. dan pengawasan APBD. dan i. Rendah (R) = 1. pelaksanaan tata usaha. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kometensi ini adalah: 4. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. k. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. pengelolaan potensi daerah. h. penataan kelembagaan daerah. penyusunan. pertanggung jawaban. Sedang (S) = 2. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.1. dan m. h. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus.Sebelumnya. efektivitas perencanaan. efektivitas. DAK.2. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. perencanaan pembangunan daerah. Sedang (S) = 2. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. f. intensitas. 4. pengelolaan keuangan daerah. dan Bagi Hasil. b. Rendah (R) = 1 . pencairan dan penyerapan DAU. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal d. Tinggi (T) = 3.Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. pengelolaan barang milik daerah.3. 3.125 - f. Tinggi (T) = 3.3. e.. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.4. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

6. 3. 3. 4. 4.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.5 memahami Kode etik.126 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 1.7 memahami isi dari masing-masing substansi Perda. 3.1. 3.8. 4. pengisian template evaluasi.9 memahami peraturan yang terkait substansi Perda. 4.6 memahami teknik penyusunan LPPD.9. 4. 4.8 memahami teknik komunikasi.4 memahami pengelolaan data dan informasi. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. 2. dan pelaporan hasil evalausi.5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. pengujian lapangan. 4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda.4.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. 4.7. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. tingkat aspek.2. tingkat urusan. 3.2 memahami prinsip dasar EKPPD. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. sosialisasi.2. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 4. 4. penetapan IKK.3. penentuan peringkat. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas .4. 3.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.1. 4. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pejabat FunsionalPengawas Pemerintah yang telahmengikuti pembekalan. 4.

Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. 4.6. 5. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel.9. dan daya saing daerah. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. 4. pelayanan umum.020.8.5. 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. berorientasi hasil. pelayanan umum. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. diakses dan ditentukan. santun 6. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah .2. 5.3. 5. cermat/teliti. 4. Aspek Kritis 5.2. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.1 PKE diakses dan dipelajari 1. independen.7.6..2. 5.127 - pembantuan secara lengkap.02. 2. mampu memberikan skor pada IKK. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat.1.1. integritas. dan daya saing daerah. 5. 2.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. dan dapat dipertanggungjawabkan. obyektif. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.WAS. Kriteria Unjuk kerja 1. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). akurat. pelayanan umum.1. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 20.3. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan dievaluasi diikuti 2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Elemen Kompetensi 1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 4. 5.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.

- 128 -

3.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. 3.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. 3.3. Hasil analisis data dan informasi aspekkesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggungjawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. Mengembangkan 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi kemampuan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE penyelenggaraan dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit otonomi daerah Kerja. 4.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja, serta dicatat dalam KKE. 5. Memformulasikan 5.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan kemampuan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam penyelenggaraan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari otonomi daerah pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 6. Menyusun Laporan 6.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kemampuan 6.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah; mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/Tim Daerah EPPD. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan

3. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah

- 129 -

permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah.EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah, kualitas kelembagaan publik daerah, sumber daya manusia, dan teknologi, yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan umum, dan kemampuan daya saing daerah. Dalam EKPOD, IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 2.6. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah, antara lain LPPD, LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). 3.2. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a; 3.3. menginterpretasikan hasil analisis data; dan 3.4. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya, dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. 3.5. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek, fokus, dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat; (2) pelayanan umum; (3)aspek daya saing daerah. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

- 130 -

4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan evaluasi, akses data dan informasi evaluasi, pengujian data dan informasi evaluasi, pengembangantemuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 3.2. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan; 3.3. memahamai tata cara penyusunan LPPD; 3.4. memahami indikator kinerja; 3.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian; 3.6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan; 3.7. memahami Pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.8. memahami teknik komunikasi pengawasan; 3.9. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi; 4.2. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi;

2.8. . serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi. Kode Etik APIP.4. Aspek Kritis 5.7. 5. 5.02. independen. 4. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi.1. santun. mampu menerapkan Standar Pengawasan P2.4. 4. integritas.4.2.6. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian.5.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. berorientasi hasil. 5. obyektif. 5.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan.131 - 4.6.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota.1. cermat/teliti. 5. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melakukan evaluasi. 5. serta Ketua Tim tidak teliti.3. 6.5.WAS. 5. 4. 5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 21.3. 4. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi. 5.021.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.3. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel.

Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah.2. Mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 5.3. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. 4.132 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 2.. 3. 3. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 3. dan daya saing daerah. 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.2. pelayanan umum. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. serta dicatat dalam KKE. 5.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Dokumendan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. Hasil analisis data dan informasi aspek kesejahteraan masyarakat. pelayanan umum. 3. 2.2. Kriteria Unjuk kerja 1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah .1. diakses dan ditentukan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.3. 5.3. dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dan daya saing daerah. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.1.1.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi Elemen Kompetensi 1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. pelayanan umum. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah pemerintahan kabupaten/kota. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. pelayanan umum. Dokumen dan Informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 5.

Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. pelayanan umum. mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.133 - untuk digabung menjadi konsep P2HE. kualitas kelembagaan publik daerah. sumber daya manusia. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. White board/flip chart. kertas. ekonomi dan pemerintahan. Ruangan kerja. Dalam EKPOD. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/ Tim Daerah EPPD yang ditetapkan oleh Gubernur.4. dan daya saing daerah. 2.3. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat. spidol. memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Lap top . kualitas pelayanan umum.2. melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah. 6. Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. kemampuan 6. atribut. 2. 2. Menyusun Laporan 6. dan teknologi.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2.2.1. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.. dan kemampuan daya saing daerah. penghapus.

Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. Menginterpretasikan hasil analisis data. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4.1. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. dan 3.2. antara lain LPPD.1.5. 4. 4. 3.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. akses data dan informasi evaluasi.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.2. pengujian data dan informasi evaluasi.9. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang . Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya. 3. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.4. fokus. 3.3.5. formulasi temuan.3.134 - 2.4.6. (2) pelayanan umum. Konteks Penilaian : 1.. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel.5.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. (3) aspek daya saing daerah. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah.6. 1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. 3.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Literatur terkait 2.2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4.8. pengembangantemuan.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4.7.

2. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.5. memahami IT. Aspek Kritis 6. 3.6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 5.8.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Keterampilan yang dibutuhkanuntukmendukung unit kompetensiini : 4. berorientasi hasil. 3. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.9.6.3.1.7. independen. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. mampu menerapkan Standar Pengawasan Pemerintahan. 3. 3.4.3.2.4. memahamai tata cara penyusunan LPPD. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. Kode Etik APIP. 5. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi 4. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi 4. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi 4.7. 3.2. 6. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. 3. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel.1. ika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak . 5. 5.135 - 2. 4. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi 4. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melaukan evaluasi 4.5. cermat/teliti. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan. obyektif. 6. 3.1. 4.. 6. 3. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi 4. Norma dan Etika Pengawasan. santun.2.5. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5.6. memahami indikator kinerja. memahami teknik Komunikasi pengawasan.3. integritas.3. 3.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.

pelaksanaan penetapan batas wilayah. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. pengisian keanggotaan DPRD. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. pengisian personil.1 PKE diakses dan dipelajari 1.02. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 Elemen Kompetensi 1.. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. pembiayaan. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 6. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi.01 Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2. 2.136 - berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Kode Etik APIP. 2.022. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. pengalihan aset dan dokumen.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. serta Ketua Tim tidak teliti. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 22. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Provinsi. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru . 2. Kriteria Unjuk kerja 1.4.WAS.2.3. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah.

Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. 4. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. 4. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. 3.2. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru 6. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru 5.1. 6.137 - 3.3. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi baru (DOB) 3. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap .2. 6. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru 4. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja..1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 5. atribut.1.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.1. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.3. 5. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. serta dicatat dalam KKE. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. 5. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru.2.

spidol. administrasi keuangan daerah. lingkungan hidup. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif.1. pariwisata. kebudayaan. perdagangan dan transmigrasian. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pemberdayaan masyarakat dan desa. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. b. pemberian atribut. perencanaan pembangunan. e.2. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari . otonomi daerah. pengisian personil secara keseluruhan. kertas. dan kualitas personil atau aparatur. pekerjaan umum.Menguji data dan informasi yaitu : a. d. industri. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. pelaksanaan penetapan batas wilayah. White board/flip chart. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. kehutanan. kesehatan. kepemudaan dan olahraga. statistik. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. kependudukan dan catatan sipil. ketahanan pangan. penanaman modal. koperasi dan usaha kecil dan menengah.4.5. Ruangan kerja. penghapus.melalui kegiatan analisis kritis. kearsipan. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. dan perpustakaan. perhubungan. pengisian personil. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). perangkat daerah. pengenalan permasalahan. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. perumahan. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda.2. 3. ketenagakerjaan. Literatur terkait 3. 2. komunikasi dan informatika. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil.. pemerintahan umum. Sedangkan. 2. penilaian yang sistematis. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . yang terdiri dari. energi dan sumber daya mineral. c. Lap top 2.1. 2. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. 2.3. sosial. pertanian. perkembangan penyusunan perangkat daerah. pembiayaan. pengalihan aset dan dokumen.138 - perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. penataan ruang. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. pengisian keanggotaan DPRD. pertanahan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. kepegawaian dan persandian.

. 4.5. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. dana perimbangan. dan lain – lain yang sah. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. kreteria. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. i..6. 4. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.7. g. d. f.4. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB.139 - pendapatan asli daerah (PAD). jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. 4. e. 4. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. 4. c. 4.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. pemanfaatan ruang. h.2.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. pelacak batas. pemasangan pilar batas. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. terdiri dari: a. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. pembuatan peta batas. b.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Atribut kondisi.3.

Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Jo. pengembangan temuan. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.140 - 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4. akses data dan informasi evaluasi. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).11 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami Psikologi pengawasan. 4.5.7. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4. 3. 3. 3.1.1.2. Konteks Penilaian : 1. 4.1.9. 3. 4.2. 4.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Kode Etik APIP.10.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. formulasi temuan.3.6. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 4. memahami indikator kinerja. . 3. memahami Teknik Komunikasi pengawasan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 1. Kode Etik APIP. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3.3. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. memahami teknik menyusun laporan. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 4. 4.4. akurat.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru.2.8. pengujian data dan informasi evaluasi. memhami IT. 2. mampu berinteraaksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.

integritas. 5.4. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).5. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi .141 - 4. Aspek Kritis 6. 6. Kode Etik APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Kabupaten/Kota. serta Ketua Tim tidak teliti. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.023..02.6.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Pengawas Pemerintahan.2. 5.1.1.5. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. cermat/teliti. 6. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 6. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 23.2.3.WAS. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.4. 5. 6. santun. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. dan Ketua Tim kurang teliti. 6. obyektif. independen. berorientasi hasil.01 Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.

dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3.2.2.2. 3. serta dicatat dalam KKE. 6. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. 3.2. 2. 5.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi 1. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 5. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor . pengalihan aset dan dokumen. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 6.1. 5. 4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.1.3. 4. pengisian keanggotaan DPRD. 5. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. pelaksanaan penetapan batas wilayah.1. 6.142 - 1.. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. pembiayaan. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 2.2. pengisian personil. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 4. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.1.

Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Literatur terkait 3. 2. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. baru (DOB) Kabupaten/Kota . Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi otonomi baru (EDOB) Kabupaten/Kota. yang terdiri dari. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.4. 2. kertas. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. pengisian personil secara keseluruhan. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. b. penghapus. atribut. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda.5.1.melalui kegiatan analisis kritis. Lap top 2.143 - Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan..Menguji data dan informasi yaitu : a.1. Ruangan kerja. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . pengisian keanggotaan DPRD. adalah: 2. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. pelaksanaan penetapan batas wilayah. 3. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. White board/flip chart. 2. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil.2. pembiayaan. pemberian atribut. pengalihan aset dan dokumen. pengisian personil. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. perkembangan penyusunan perangkat daerah. spidol. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD.3. penilaian yang sistematis. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. dan kualitas personil atau aparatur.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. pengenalan permasalahan.

lingkungan hidup. kebudayaan. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. kepegawaian dan persandian. b. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. otonomi daerah. kesehatan. pemerintahan umum. statistik. pariwisata. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. ketahanan pangan. penataan ruang. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. industri. perdagangan dan transmigrasian. kehutanan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan . terdiri dari: a. pertanahan. h. kependudukan dan catatan sipil. pertanian. pemberdayaan masyarakat dan desa. perumahan. perhubungan. administrasi keuangan daerah. komunikasi dan informatika. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. pembuatan peta batas. pemasangan pilar batas. penanaman modal. pelacak batas. e. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. perangkat daerah. d. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. dan perpustakaan. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang.3. dan lain – lain yang sah. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. Sedangkan. dana perimbangan. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. f. kearsipan. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. sosial. g. kreteria. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. pekerjaan umum. c. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD). Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. energi dan sumber daya mineral. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. perencanaan pembangunan. ketenagakerjaan. kepemudaan dan olahraga. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. e. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. i. Atribut kondisi. pemanfaatan ruang. d. koperasi dan usaha kecil dan menengah.144 - c. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen.. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

formulasi temuan.10.PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.1.6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Konteks Penilaian : 1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 4. 2.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.. pengembangan temuan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. 4. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan melakukan evaluasi daerah otonomi baru adalah: 4.14 Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah . pengujian data dan informasi evaluasi.16 Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. akses data dan informasi evaluasi. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.7. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.2.145 - kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE.9.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4.13 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.1.5.3. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 4.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.

4. 6. 5. independen.3. dan dapat dipertanggungjawabkan. 3. 5. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap.3.1. memahmai psikologi pengawasan. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.9. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Kode Etik APIP. 5.4. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.. dan Ketua Tim kurang teliti. 3. Aspek Kritis 6.5.8. Kode Etik APIP. 4.1.7. Mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. santun. 5. 5.6.3. 4. 4. 4.4.1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. berorientasi hasil.3. obyektif. cermat/teliti. 3. memahami IT. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.2. memahami tekik komunikasi pengawasan. 6.146 - 3. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru.1. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.5. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). integritas. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. evaluasi dokumen perencanaan. Mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.6. Mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 3.4. 5.2.2. serta Ketua Tim tidak teliti.5. memhami teknik menyusun laporan. 6. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Kode Etik APIP. memahami indikator kinerja. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 3. akurat. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. .2.5. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.4.

Hasil analisis data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.1.01 Melakukan Evaluasi kecamatan TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 3. Dokumen terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yaitu tugas umum pemerintah.1 PKE diakses dan dipelajari 1.WAS. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).147 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2. 4. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 24. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan kecamatan ditentukan 3.2. Mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.3. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4.1.02..3. 2. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 2.1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang Elemen Kompetensi 1.024.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah kecamatan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Kriteria Unjuk kerja 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. kewenangan yang dilimpahkan. dan kompetensi Camat diakses dan ditentukan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kecamatan. 4. Melakukan Evaluasi Kecamatan Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Data dan informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 3. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . 3.

mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. pengenalan permasalahan. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . penghapus. 2. pemberian atribut. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah kecamatan. White board/flip chart.3. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor kecamatan atau Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis sebutan lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. 2. Ruangan kerja. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 5. menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.2. 5. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. penilaian yang sistematis. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan kecamatan atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah kecamatan yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di eilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah.. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Menyusun Laporan 6. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.1. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Kecamatan atau sebutan lainnya adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. serta dicatat dalam KKE. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . 6. kertas.148 - dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 5.1. pemerintah 6. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.2. atribut. spidol. 5.2.

dan transmigrasi. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. b. 2. Tugas Umum Perintahan yaitu pemberdayaan masyarakat.149 - 2. kemampuan /pemahaman dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. kesehatan. kompetensi Camat dalam mengembangkan budaya kerja. dan kemampuan/pemahaman dalam mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif. tata ruang. Tugas Umum Pemerintahan. lingkungan hidup. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan peran sebagai kepala wilayah (tugas-tugas atributif). sosial. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. statistik. perumahan. kependudukan dan capil. perencanaan pembangunan. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. otonomi daerah. kemampuan/pemahaman dalam penyelenggaraan pelayanan umum. Kewenangan yang limpahkan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. b. Lap top 2. pariwisata. perdagangan.4. pertanian. ketahanan pangan. ketenagakerjaan. 3.. budaya. koperasi dan ukm. koordinasi pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan umum. perhubungan. pemberdayaan masyarakat dan desa. Konsep temuan evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah Kecamatan atau . Menguji data dan informasi yaitu : a. kemampuan/pemahaman selaku PPAT.3. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya.2. kreteria. terdiri dari: a. kearsipan. kemampuan/pemahaman dalam pengelolaan kepegawaian. d. 3. Sedangkan urusan pilihan yaitu kelautan dan perikanan. pertanahan. kepemudaan dan oleha raga. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya untuk dinilai. Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. dan pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.1.5. pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa dan/atau kelurahan. koordinasi penyelenggaraan kehiatan pemerintahan ditingkat kecamatan. dan Kompetensi Camat diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. energi dan sdm. komunikasi dan informatikan. dan perpustakaan. yang terdiri dari. kehutanan. Literatur terkait 3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). koordinasi penerapan dan penegakan perundangundangan. kewenangan yang dilimpahkan. industri.. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. e. Atribut kondisi. koordinasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. kesbangpol.3. c. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan sebagian urusan kewenangan otonomi daerah yang dilimpahkan. c. penanaman modal. pekerjaan umum. Kompetensi Camat meliputi kemampuan/pemahaman dalam merumuskan kebijakan teknis SKPD.

pengujian data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4. 4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.1. 4.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.150 - sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. memahami indikator kinerja. formulasi temuan.2.6. 4.11. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.1. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. pengembangan temuan.5. 1.7. 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). dengan tertulis/lisan/wawancara. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.3.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.3. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. .13 Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. 2. Konteks Penilaian : 1. akses data dan informasi evaluasi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.2. 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri.2.9.. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini. 3.4.o. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.10 PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.

6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 4. 6. memahami psikologi pengawasan.2. integritas. dan pedoman evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 3. dan Ketua Tim kurang teliti.5. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan .3.5. 4. 4. 6.1. dan dapat dipertanggungjawabkan. 5. 3. 3. Kode Etik APIP.5. Kode Etik APIP. memahami Standar Pengawasan Pemerintantahan.7. 6. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). memahami IT. 5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.4. Aspek Kritis 6. akurat. cermat/teliti.3. obyektif. 4. berorientasi hasil.2. memahami tehkik komunikasi pengawasan. Norma dan Etika Pengawasan.2. 5.4. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. independen. . mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 5. 3. santun. memahami teknik menyusun laporan.3.4.5.4. 5. 6.1.1. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 6.8. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. serta Ketua Tim tidak teliti. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.151 - 3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4.9.6. 3. Kode Etik APIP.

3.2.025. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk evaluasi pemerintah desa.02. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 25.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 2. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan desa ditentukan 3.1. Data dan informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya. 4. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah Elemen Kompetensi 1.WAS. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Mengakses data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 4. 3. 3. dan (2) komptensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. dan (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan ditentukan. 3. Dokumen terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya yaitu (1) pelaksanaan pemerintahan. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi.1. Kriteria Unjuk kerja 1. Melakukan Evaluasi Pemerintah Desa Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.. Hasil analisis data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah desadibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.01 Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 2.152 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. pembangunan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.2. dan kemasyarakatan.2.1. 4. .

berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara KesatuanRepublik lndonesia Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Ruangan kerja. pemberian atribut. . serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya oleh Tim Evaluator . serta dicatat dalam KKE. 5. Evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis.3.2. 2. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. White board/flip chart. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan desa atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. spidol. 2. selanjutnya disebut desa. pemerintah desa 6.1. penilaian yang sistematis. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah desa atau sebutan lainnya. Menyusun Laporan 6. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. atribut. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor atau sebutan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.153 - penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan Evaluasi Pemerintah Desa adalah: 2. 5. Desa atau yang disebut dengan nama lain. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. mengakses data dan informasi pemerintah desa lainnya.2.. penghapus. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan pemerintah desa dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam atau sebutan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari lainnya pimpinan unit kerja.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat setempat. kertas. 5.2. 6.1. pengenalan permasalahan. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah desa atau sebutan lainnya. Memformulasikan 5. mengembangkan hasil evaluasi desa atau sebutan lainnya.

(2) pembangunan meliputi profil pembangunan desa atau sebutan lainnya ekonomi masyarakat. Kompetensi Kepala desa atau sebutan lainnya sesuai peryaratan administrasi dan khusus yang dipersyaratkan. 4.1. c. Literatur terkait 3. dan fasilitasi pelayanan pendidikan. d. 3. b. 4.3.2. dan kemasyarakatan. kesehatan masyarakat . e. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. Menguji data dan informasi yaitu : a. pembangunan.5. yang terdiri dari.. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. . 4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. dengan keamanan dan ketertiban. dan kelembagaan sosial masyarakat. dan kemasyarakatan.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.3. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan Evaluasi Pemerintah Desa: 4.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. budaya dan keagamaan. terdiri dari: a. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). kreteria. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pemerintah desa atau sebutan lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Pelaksanaan (1) pemerintahan meliputi kependudukan dan catatan sipil. dan (2) kompetensi Kepala Desa atau sebutan lainnya.154 - 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk dinilai. Lap top 2. 3. 4. pembangunan. dan (4) tertib administrasi pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi desa atau sebutan lainnya. (3) kemasyarakatan meliputi pembinaan kehidupan sosial.3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.5. Atribut kondisi. (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. d. Konsep temuan evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Administrasi pemerintah desa atau sebutan lainnya meliputi administrasi pemerintahan. c. (1) pelaksanaan pemerintahan.2. b.4. Kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan meliputi sejauhmana penjabaran pelaksanaan ketentuan sampai kepada masyarakat desa atau sebutan lainnya.

memahami indikator kinerja. 4. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami psikologi pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 3. memahami Standar Pengawasan P2. . 3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya 4.4. 4. Kode Etik APIP. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3. 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 4.2.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. formulasi temuan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. pengembangan temuan.7. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3.8 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan.6.11 Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 1.9 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. Konteks Penilaian : 1. memahami IT. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.14 Peraturan Menpan : PER/04/M.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 3.1. 4.6. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. memahami teknik komunikasi pengawasan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. 3. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.1.2.13 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. akses data dan informasi evaluasi.1. 4.5. pengujian data dan informasi evaluasi.4.8. 2. akurat. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor13 Tahun 2006 tentang Pedoman penyelenggaraan perlombaan Desa dan Kleurahan.7. 3.2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.3. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 4.155 - 4. Kode Etik APIP. 3. memahami teknik menyusun laporan.3. 4.

6. serta Ketua Tim tidak teliti.5.4.3.WAS.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.2.02. 4. cermat/teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Aspek Kritis 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 6. independen. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas FPP. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah desa atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.1.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. 5. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 5.1.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.5. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit Elemen Kompetensi . obyektif.026. 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 6. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. Kode Etik APIP. 5.5. dan Ketua Tim kurang teliti. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. santun. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 25. integritas. 5. dan pedoman tentang pemerintah desa atau sebutan lainnya.156 - dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. berorientasi hasil. 6.4.. 5.

Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan laporan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan akuntabilitas diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.1 PKE diakses dan dipelajari 1.157 - 1. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). serta dicatat dalam KKE. Melakukan 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah pemerintah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.2. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi akuntabilitas dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan Pengujian data dan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.1. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.2. 5. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. 5. informasi laporan 3.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 4. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. kinerja instansi 4. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1.2.2.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2.1. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah 2..2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. 3. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan .3.1. Menyusun Laporan 6. 2. Mengembangkan 4.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. RKT.1. Memformulasikan 5. 2. 6. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.3. Akuntabilitas 6. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.3.

dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut.2. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. 2. b. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi Laporan akuntabilitas Instansi Pemerintah adalah: 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. 2. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Jenderal. pemberian atribut. penghapus. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. Ruangan kerja.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. . apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis.1. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Jenderal yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. pengenalan permasalahan. White board/flip chart.3.. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri.5. yang terdiri dari. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakuakn Pengawas Pemerintahan adalah: 3. dan Dokumen Penetapan Kinerja. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Jenderal yang ditetapkan oleh Kementerian yang berwenang.2. berbagai praktik manajemen stratejik. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Lap top 2. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. 3.158 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Menguji data dan informasi yaitu : a. 2.1. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen Renstra Komponen. kertas. atribut. penilaian yang sistematis.4. spidol. Literatur terkait 3. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Dokumen RKT.

3.3.6.. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. dan fungsi eselon I Kementerian Negara. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. c. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. 4. dan Fungsi Kementerian Negera serta susunan organisasi.1. Tugas. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4.9. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. Atribut kondisi. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE.5. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. tugas. kreteria.8.1. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. 4.4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). d. Peraturan Menpan : PER/04/M. c. 4. 3. akses data dan .159 - dan indikator kinerja utama (IKU). terdiri dari: a. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. b.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. e. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian dan Lembaga Negara non Kementerian.7. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. pengungkapan dan penyajian. e. (2) pengukuran.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. Konteks Penilaian : 1. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 4. 4. d.

2. 4. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi LAKIP.5.5. memahami IT. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. Memahami teknik menyusun laporan.4. 6. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 3. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaaluasi (LHE). memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.5. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 5. 5. 3. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.3. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. cermat/teliti. 3.2.1. memahami tekik komunikasi pengawasan. 4. berorientasi hasil.2. . akurat.160 - informasi evaluasi. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. santun. pengujian data dan informasi evaluasi. memahami indikator kinerja. integritas.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.4. obyektif. 3. 5. 3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. pengembangan temuan. serta Ketua Tim tidak teliti. 1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.3. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 4. 3.8. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Aspek Kritis 6.2.2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. formulasi temuan. 4. 5.1. 3.. Kode Etik APIP.1. 6.3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. Kode Etik APIP. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.3. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 6. 3. independen. memahami psikologi pengawasan.7. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. dan dapat dipertanggungjawabkan.6.6.1.

1.02.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. RKT. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Kriteria Unjuk kerja 1. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 26. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.WAS. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan.1 PKE diakses dan dipelajari 1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. dan Ketua Tim kurang teliti. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 2. 3. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 3.3.027. 2.161 - 6.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah .1. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintah Provinsi. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi 1.2.4.4. Kode Etik APIP. 3.

Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Memformulasikan 5.1. 5. 6. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.2.1.3. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis.1. pemberian atribut.2. penilaian yang sistematis. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. pengenalan permasalahan. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. atribut. Akuntabilitas 6. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi.2. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.162 - 4. Menyusun Laporan 6. 4. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. 4. 5. serta dicatat dalam KKE..

c. (2) pengukuran.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. penghapus. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. b. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. Atribut kondisi. Dokumen RKT. pengungkapan dan penyajian. Lap top 2.4. b. 2. RKPD. d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. dan Dokumen Penetapan Kinerja.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. Peraturan – Peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. spidol.1. 3. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE.. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. Literatur terkait 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. kertas. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. kreteria. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1. d. . c. 3. Ruangan kerja.3. 2. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus.5. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. 2. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. dan indikator kinerja utama (IKU).163 - Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai..2. berbagai praktik manajemen stratejik.2.3. terdiri dari: a. e. Menguji data dan informasi yaitu : a. e. 4. Renstra. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. White board/flip chart.1. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. yang terdiri dari. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.

3.9.2. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 4. 4.7. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami Standar Pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.7. akurat.8.3.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.2. memahami indikator kinerja. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2. Kode Etik APIP.5. dan dapat dipertanggungjawabkan. Konteks Penilaian : 1. 3.2. 4.6. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. formulasi temuan.1. akses data dan informasi evaluasi. Peraturan Menpan : PER/04/M. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). .1.3. 3. pengembangan temuan. memahami IT. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. memahami teknik menyusun laporan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. memahami teknik komunikasi pengawasan. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.4.5. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.4. 1. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 2.9.1. 4.6.164 - 4. 3. pengujian data dan informasi evaluasi. 4. 4. memahami psikologi pengawasan. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.3.

dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.3.4. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 27. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.5.02. 5.1.5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.WAS. 5. independen. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. dan Ketua Tim kurang teliti. 6. 6. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.2. 5.2. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. cermat/teliti..165 - 4. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. Kode Etik APIP. 6. 5.4. berorientasi hasil. 5. santun. Aspek Kritis 6. mampu melaksanakan standar pengawasan apip.028.6.3.1. serta Ketua Tim tidak teliti. integritas. kode etik apip. obyektif.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota .5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.

2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota. Kriteria Unjuk kerja 1. 5. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 3. 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 3. serta dicatat dalam KKE.1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. RKT.3. 2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 4. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.2. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 4.1. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.2. Memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja pemerintahan 6.3. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Menyusun Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah .1. 3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.2.1. 5. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian Elemen Kompetensi 1. 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. 6.3. 6. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 5. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.2.166 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.

memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Renstra. Dokumen RKT.. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri.167 - diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan adalah: 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. Ruangan kerja. penilaian yang sistematis. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. kertas. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. 2.3. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. 2. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. RKPD. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.4. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. 3. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. White board/flip chart. . berbagai praktik manajemen stratejik. atribut. pemberian atribut. Menguji data dan informasi yaitu : a. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. dan Dokumen Penetapan Kinerja.5. Literatur terkait 3. penghapus. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. pengenalan permasalahan. yang terdiri dari.2. spidol. Lap top 2. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. 2. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut.1. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi.1. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. 2.

4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. Konteks Penilaian : 1. 4. 3. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. b. dan indikator kinerja utama (IKU). Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau .8. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4.3. terdiri dari: a.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. c.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai.7. pengungkapan dan penyajian. d. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.1. 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. (2) pengukuran. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Atribut kondisi. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum.168 - b. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.6. e. d. 4.2.4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.1. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4.. e. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja.5. kreteria. c.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri.. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.

3.2. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. obyektif. Kode Etik APIP. 3. 3.4. 4.3. memahami teknik komunikasi pengawasan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. pengembangan temuan. memahami Standar Pengawasan.169 - disimulasikan. formulasi temuan.5. 5.2.7. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. cermat/teliti. independen.4. 4. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 3. 2. dan dapat dipertanggungjawabkan.8. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami psikologi pengawasan. memahami IT.3.1. akses data dan informasi evaluasi. 5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. memahami indikator kinerja. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE).2.5.1. berorientasi hasil.9. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah . 6.1.2. 4.3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. memahami teknik menyusun laporan. pengujian data dan informasi evaluasi. 5.2. 3. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. 3.5.3. 1. 5. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.6. akurat. 5. 4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. santun. kode etik apip.. 6. Aspek Kritis 6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. integritas. 3. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.6. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 33. 6. 4.

170 - berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.1.Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisi yang dituangkan dalam KKP 2. serta Ketua Tim tidak teliti. Menyusun 2. Kriteria Unjuk kerja Elemen Kompetensi 1. dan Ketua Tim kurang teliti KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diusulkan kepada supervisi.3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui Objek.00. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 3 3 3 2 3 3 2 28. 6.4.4.01 Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.WAS. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Sasaran dan tujuan pengawasan dirumuskan 2.4. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses dan Tujuan dipelajari. Kode Etik APIP. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1.Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada Pengawasan . Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.2.029.5. 6. manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisor yang dituangkan dalam KKP 2.3.Waktu analisis Sasaran dan tujuan pengawasan dan pelaksana 2. . Menyusun 1.. pengawasan 1.1. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1.2.

Waktu Pelaksanaan Pengawasan ditentukan dan diusulkan 2. menyusun daftar pertanyaan pengawasan.6.4. Menyusun 3.3. waktu dan pelaksana pengawasan. waktu dan pelaksana pengawasan.1.171 - 2.Usulan teknik pengujian dokumen.2.3 Lap top.5.Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan disusun dan diusulkan kepada supervisi.4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3.4. Menyusun 4.. spidol. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. 2. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.3. menyusun langkah kerja pengawasan.Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diidentifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektifsesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diidentifikasi. 3. Langkah kerja pengawasan diusulkan 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan .White board/flip chart. LCD. penghapus.2. Pemerintahan 4.3. 2. 3.2. pengawasan 3.1. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. menganalisa risiko pengawasan 3. dan tatacara Urusan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi. menyusun obyek.5.Indikator kinerja. menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. 4. menyusun daftar pertanyaan pengawasan 4.1.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan.Ruangan kerja. menyusun obyek. kertas. 2. 3. 2. data dan informasi yang dibutuhkan diidentifikasi. alat bukti.1.3.Obyek. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.Usulan dokumen. 4.2. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pertanyaan diklasifikasi.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3.2. menyusun langkah kerja pengawasan.1. Pengawasan 4.

2. Peraturan MENPAN Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penyusunan sasaran dan tujuan pengawasan. Permendagri Nomor 8 th 2009. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. 4. 4. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pejabat Pengawas Pemerintah di Lingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah 4. memahami teknik verifikasi. memahami Standar Audit APIP.. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2.memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. 3. memahami Kode Etik APIP. 3.9.o.10. penyusunan langkah kerja pengawasan. 4.1.4.11.172 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami analisa risiko pengawasan. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi merencanakan PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. 3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4. 1.8.13. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.6. Peraturan Menpan : PER/04/M.7. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi/Kab/Kota. . Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah.1.9.12.1.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). alat bukti. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4.5.memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP.5. 3. 3. penyusunan daftar pertanyaan pengawasan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. memahami teknik penyusunan daftar pertanyaan. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. 4. 2.2. 3. memahami indikator kinerja. 4.4. tatacara pengawasan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. 3. 4.8. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.6.10. Peraturan Menpan : PER/05/M.11. memahami analisa manajemen risiko.3. waktu dan pelaksana pengawasan. penyusunan obyek.7.

6. Aspek kritis 6.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada.1.7. 4. obyektif. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP. Memverifikasi 1. 5.3. . 6. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. santun 6. 6. cermat/teliti.173 - 4. 5. 6. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.Jika analisa potensi risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.4. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT Mengumpulkan. 5.2. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1. pengawasan 1. mampu menganalisa potensi risiko audit.01 Judul Unit Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. independen. mampu menyusun daftar pertanyaan. . mampu menganalisa manajemen risiko. 5. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses Tujuan dan dipelajari. alat bukti.WAS. 4.5. 5.4.5.3. antara lain Jakwas dan PKPT.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.. integritas. mampu menerapkan teknik verifikasi dengan baik. berorientasi hasil.6. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan diverifikasi.3.2.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai.3. 4.4.030. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 Memecahkan masalah 3 Menggunakan teknologi 2 29. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).2. Memverfikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP.1. dalam deskripsi unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan unit kompetensi menyusun PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. 4.00.1. mampu menstransfer indikator. 5.

Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2. Langkah kerja pengawasan yang diusulkan diverifikasi 4. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diverifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing. penghapus.2.4. 3. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Memverifikasi 3.4.2. 3. 2.3. Usulan dokumen. meverfikasi daftar pertanyaan pengawasan. Memverifikasi Objek. meverfikasi langkah kerja pengawasan. 3. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. waktu dan pelaksana pengawasan. dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi. alat bukti.4. Indikator kinerja.174 - 2. data dan informasi yang dibutuhkan diverifikasi.3 Lap top. 3. kertas. 2. menyusun langkah kerja pengawasan.1.3. Memverifikasi 4.1. LCD. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi.6.2. 2.5.1. 4.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diverifikasi kepada supervisi.2. 2.1. meverfikasi sasaran dan tujuan pengawasan.3. menyusun obyek.5.3. 2.4.. 3. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. Waktu Pelaksanaan Pengawasan diverifikasi 2. waktu dan pelaksana pengawasan. pengawasan 3.4. Urusan 4. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan.White board/flip chart. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diverifikasi. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3. Usulan teknik pengujian dokumen. spidol.Ruangan kerja. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui analisis Sasaran dan tujuan pengawasan 2.Waktu dan pelaksana Pengawasan .2. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan diverifikasi.1. Obyek. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. meverfikasi obyek. 3. menganalisa risiko pengawasan 3.2. 2. .

memahami analisa manajemen risiko. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 3.1.6. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan.3. verifkasi langkah kerja pengawasan.1. memahami analisa risiko pengawasan. memahami Standar Audit APIP. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan merencanakan PKPP. 3. 4.11. memahami Kode Etik APIP.9. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 3.2.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Kabupaten/Kota. . 4.2.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).9. memahami indikator kinerja. 4.7.12. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4.1.. 3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.2. verifkasi obyek.3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.6. 3.7.10. 2. Peraturan Menpan : PER/05/M. 3. 3. 4.5. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. tatacara pengawasan. 1. 3. 4.5. waktu dan pelaksana pengawasan. 3.8. 4.4. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi.4. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. 3. Peraturan Menpan : PER/04/M.175 - 4. 4. verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompeteni ini adalah: 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).10.8. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. alat bukti. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan.

4. Mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai.3. 6. 5.Mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP.5.. santun.7.00.6. integritas.Jika PKPP dibuat tidak diverifikasi dan dinilai secara memadai. 6.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada. antara lain Jakwas dan PKPT. Aspek kritis 6. 4.Mampu menstransfer indikator.11.4. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait dan Tujuan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses pengawasan dan dipelajari.3. obyektif.2. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1.2. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 30.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6. Mampu menganalisa manajemen risiko 4.3. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.4. berorientasi hasil.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 1. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.176 - 3. 5.1. Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP.1.5.1.Mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. 5.3.031.6. independen. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan . Mampu menyusun Daftar Pertanyaan 4.2. alat bukti. 4. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 6. 4. 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). Menilai sasaran 1.WAS. Mampu menganalisa potensi risiko audit 4. memahami teknik verifikasi. cermat/teliti.2. 5.01 Judul Unit Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 5.1.

- 177 -

dianalisis 1.4. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan dinilai. 2. MenilaiObjek,Wakt 2.1. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui u dan pelaksana analisis Sasaran dan tujuan pengawasan Pengawasan . 2.2. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.3. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.4. Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan dinilai kepada supervisi. 2.5. Waktu Pelaksanaan Pengawasan dinilai 2.6. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan dinilai sesuai dengan kompetensi masing-masing. 3. Menilai langkah 3.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek kerja pengawasan pengawasan dipelajari; 3.2. Usulan dokumen, data dan informasi yang dibutuhkan dinilai; 3.3. Usulan teknik pengujian dokumen, data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan dinilai. 3.4. Langkah kerja pengawasan yang diusulkandinilai 4. Menilai Daftar 4.1. Obyek, sasaran dan langkah kerja Pengawasan Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi Urusan 4.2. Indikator kinerja, alat bukti, dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi; 4.3. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahandinilai. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan; menyusun obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; menyusun langkah kerja pengawasan; menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam menilai PKPP adalah: 2.1.Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Lap top, LCD; 2.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan; 3.2. menilai sasaran dan tujuan pengawasan; 3.3. menilai obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; 3.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.5. menganalisa risiko pengawasan; 3.6. menilai langkah kerja pengawasan; 3.7. menilai daftar pertanyaan pengawasan.

- 178 -

4. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; 4.6. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.7. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.9. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota; 4.10. Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.11. Peraturan Menpan : PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan; verifkasi obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; verifkasi langkah kerja pengawasan; verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan memverifikasi PKPP. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ; 3.2. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP; 3.3. memahami analisa manajemen risiko 3.4. memahami analisa risiko pengawasan 3.5. memahami indikator kinerja, alat bukti, tatacara pengawasan; 3.6. memahami Standar Audit APIP; 3.7. memahami Kode Etik APIP; 3.8. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan; 3.10. memahami teknik penyusunan rencana pengawasan;

- 179 -

3.11. memahami teknik verifikasi; 3.12. Memahami teknik penilaian. 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP; 4.2. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP; 4.3. mampu menstransfer indikator, alat bukti, dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP; 4.4. mampu menganalisa manajemen risiko; 4.5. mampu menganalisa potensi risiko audit; 4.6. mampu menyusun Daftar Pertanyaan; 4.7. mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai; 4.8. mampu menerapkan teknik peniliaian secara memadai. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif; 5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek kritis 6.1.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada, antara lain Jakwas dan PKPT; 6.2.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai; 6.3.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 32. Melakasanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.WAS.00.032.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti

Penjelasan Prosedur Penilaian : 2. Pengawasan/Penga 6. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. serta dicatat dalam KKP. Hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Data dan informasi terkait ruang lingkup pengawasan diakses dan dipelajari 2. Kreteria pelaksanaan kegiatan ditentukan dan Pengujian atas data disepakati dengan penanggungjawab kegiatan dan informasi 3. 3.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan Pokok Hasil disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Data dan informasi yang kurang tepat diklarifikasi.3. 3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3.180 - 2. 5.3. 4.4.3. sebab akibat pada KKP pengawasan diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja 5.2.1.1..1. kreteria. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. 2. Mengembangkan 4. Melakukan 3. Menulis temuan 5.2. 2. . 3.1. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya. 4. Mengakses data dan informasi pengawasan . Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Menyusun Pokok6.4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan pengawasan.P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.3. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Atribut kondisi.2. Kesesuian antara dokumen data dan informasi pengawasan dengan criteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi wasan (P2 HP) Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.2.

Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. mengembangkan temuan pengawasan. menulis temuan pengawasan. Memahami teknik pemeriksaan. 5..2. 6.1.1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.2. 5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka pengawasan dan untuk menggali informasi. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.2. 5. 5. Memahami standar pemeriksaan. 1. 3. 4.2. 4. Independen. 3. menyusun poko-pokok hasil pengawasan. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam pelaksanaan pengawasan. Obyektif. 6. memahami prinsip-prinsip pengawasan. 4. 3.3. 3.5. Santun. mampu menerapkan standar Pengawasan.4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 5.4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi menyusun Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). Berorientasi hasil. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Memahami teknik komunikasi. memahami IT. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 4.1. mengakses data dan informasi pengawasan.6. Memahami Kode etik pemeriksaan. 3.5. Cermat/teliti. 5. 4.3.1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.181 - 2.5. integritas.4. 1.1.6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini. Aspek Kritis 6.3. mampu menerapkan Kode Etik Pengawasan.

Mempersiapkan bahan ekspose.1.1. Memaparkan hasil pengawasan 1.3 Bahan presentasi ekspose disiapkan 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan untuk melaksanakan ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan.. Penyanggah memberikan tanggapan/ sanggapan/pertanyaan kepada Pengawas Pemerintahan 2.WAS. Melakukan ekspose 2. Perubahan yang dilakukan disertai dengan matriks yang menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah perubahan disampaikan kepada supservisi untuk dinilai dan diparaf.4. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose. memaparkan Hasil pengawasannya 2.3. Hasil penilaian dari supervisor diparaf dan disampaikan kepada sekretariat tim pengawas sebagai nett temuan.2. Mempersiapkan ekspose hasil pengawasan . Masing-masing Pengawas Pemerintahan hasil pengawasan . spidol. Jawaban atas tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dicatat dalam lembar kerja ekspose 3. Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.1 Konsep Hasil Pengawasan dipelajari 1.2. Ruangan kerja.033. 2. Simpulan dari ekspose ditindaklanjuti oleh hasil ekspose Pengawas Pemerintahan dengan mengubah konsep Hasil Pengawasan sesuai dengan hasil ekspose 3. Tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dari penyanggah dicatat oleh Pengawas Pemerintahan dalam lembar kerja ekspose dan dijawab secara singkat dan benar 2.2. 2. Menindaklanjuti 3.5.2.3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2 Permohonan ekspose beserta konsep Hasil Pengawasan yang telah tergabung disampaikan kepada pengelola ekspose 1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. White board/flip chart.182 - 33. Infocus. 3. 3. penghapus. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam melaksanakan ekspose hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: persiapan ekspose. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 2.00.01 Judul Unit Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1.3. kertas. 2. Lap top.4.1. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 3. 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.

PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. 4.6. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.. 4. Mampu berkomunikasi efektif dalam ekspose 4.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4.4. obyektif. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.2.11.8.2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan ekspose. Memahami teknik presentasi.3. Kabupaten/Kota. integritas.183 - 3. 4.10.5.1. Memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose. 4.2. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Mampu memaparkan hasil pengawasan dengan efektif 4. Menindaklanjuti hasil ekspose 4.1. .7. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. 5. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. independen.2.1. 1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. 4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. Peraturan Menpan : PER/04/M.2.9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. 4.3. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 5.3.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Memahami teknik komunikasi. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5.2.3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3.12. Mampu menjawab pertanyaan penyanggah dengan efektif 5. 3. Menjawab pertanyaan dari para penyanggah 3.3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi.4. Peraturan Menpan : PER/05/M. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. cermat/teliti.

01 Judul Unit Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 3. 6. Setelah diteliti ulang dan diparaf. Temuan yang mempunyai kesamaan materi digabung menjadi satu temuan 2. Penggabungan temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 3. 6.3 Kekurangan atribut temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 2. Menyusun laporan Hasil Pengawasan Kode Unit FPP.6.2. Jika Pengawas Pemerintah tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil pengawasan. Pengajukan permohonan pendistribusian LHP disampaikan 2.034.2. Laporan hasil pengawasan berupa LHP dan Nota dinas petunjuk Menteri kepada Direktur Jenderal/Kepala Daerah yang telah dikonsultasikan dicetak 3.184 - 5. Aspek Kritis 6. berorientasi hasil. antara lain ringkas dan mudah dipahami 1.1.1 Draft Laporan hasil pemeriksaan diakses dan dikompilasi 1. Jika terdapat kreteria yang berbeda antara Pengawas Pemerintah dengan Penyanggah ekspose. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 34. Memvalidasi Laporan Hasil Pengawasan . LHP ditandatangani oleh Penanggungjawab Tim dan diautentifikasi. santun. Menggabung temuan sejenis .WAS.. Lembar pengesahan LHP dicetak dan disampaikan kepada seluruh anggota pengawas untuk diteliti ulang dan diparaf 3. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.4.1.3. Meneliti kelengkapan atribut 1.00.2 Kelengkapan atribut masing-masing temuan pada LHP diteliti dan dipelajari kesesuaiannya dengan standar penyusunan LHP. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 5.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan.1.5.

3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. 4. 3. 4.8. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. spidol. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penelitian kelengkapan atribut. 1. mencetak LHP.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam menyusun laporan hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: meneliti kelengkapan atribut. 4. 4.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). White board/flip chart.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.3. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Menpan : PER/05/M. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.4.3. 4. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Menpan : PER/04/M.1. 3. penggabungan temuan sejenis dan validasi LHP.185 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 4. 3. 4. 4.11. 4. Lap top.4. Kabupaten/Kota. . menggabungkan temuan sejenis dan memvalidasi LHP.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Ruangan kerja. mengkomunikasikan penggabungan temuan kepada anggota pengawas.. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.10.3.2.6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. menggabungkan temuan sejenis. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.7.9. 2. kertas. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. 2. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi in adalah : 4. 4. meneliti kelengkapan atribut.1.1.1. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2.5.2.12. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. penghapus. 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.

5. Jika Pengawas Pemerintah tidak meneliti dengan baik hasil pengawasan. 5. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mampu menerapkan teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam penyusunan LHP. obyektif. Mampu menerapkan standard pengawasan ke dalam penyusunan LHP. 5.3. memahami teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.186 - 2. 5. 3. integritas. 4. memahami IT. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM. berorientasi hasil.1. 19690824 199903 1 001 . 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. 4.3. 6. independen. 5.2. 3.2. 5. Jika Pengawas Pemeritnahan tidak menerapkan tata bahasa Indonesia yang benar. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 6. memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. santun.. sehingga dapat multi tafsir. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA. Aspek Kritis 6.I (IV/b) NIP.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan.5.4.6.2.3.1. cermat/teliti.1.2. ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina Tk. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful