LAMPIRAN: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 TAHUN 2013.

TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH.

URAIAN STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS PEMERINTAHAN I. Pendahuluan Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah secara normatif meliputi pengawasan administrasi umum pemerintahan dan pengawasan urusan pemerintahan. Pengawasan administrasi umum pemerintahan terdiri dari pengawasan kebijakan daerah, pengawasan kelembagaan, pengawasan pegawai daerah, pengawasan kebijakan keuangan daerah dan pengawasan barang daerah. Sedangkan pengawasan urusan pemerintahan di daerah meliputi pengawasan urusan wajib dan pengawasan urusan pilihan yang menjadi wewenang daerah serta pengawasan atas pelaksanaan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat. Sejalan dengan kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 telah menetapkan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Jabatan fungsional ini mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk membangun profesionalitas pejabat Pengawas Pemerintahan tersebut, perlu diatur standar kompetensi kerja khusus Pengawas Pemerintahan sebagai persyaratan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan di bidang pengawasan pemerintah. Standar Kompetensi ini memiliki kesetaraan dengan standar sejenis seperti yang berlaku di kalangan dunia usaha maupun standar di negara lain atau internasional. II. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Penyusunan standar kompetensi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, khususnya pada prosedur penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (SK3APDN). Untuk menentukan unit-unit kompetensi kerja Pengawas

-2-

Pemerintahan, didasarkan pada tugas-tugas yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Sedangkan pengembangan substansi masingmasing unit kompetensi mengacu pada regulasi teknis dan standar yang ada antara lain sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemer intah di Wilayah Provinsi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan Dalam Rangka Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Daerah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25Tahun 2007 tentang Pedoman Penangangan Pengaduan Masyarakat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 20. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawas Internal Pemerintah; 21. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah;

-3-

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 23. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi NomorPER/04/M.PAN/03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; 24. ISO 19011-2011 : Guidelines for Auditing Management Systems. A. Pemetaan Fungsi Kerja Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. Pemetaan fungsi kerja jabatan fungsional Pengawas Pemerintahan didasarkan pada ruang lingkup pekerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya,sebagai berikut: Fungsi Utama Pengawasan atas Pembinaan Pelaksanaaan Urusan Pemerintahan Fungsi Dasar Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis Penerapan NSPK Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah

Melaksanakan Pengawasan Administrasi Umum Melaksanakan Pengawasan Substantif Urusan Pemerintahan Melaksanakan Pengawasan atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan Pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melaksanakan Pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah

009.01 FPP.WAS.WAS.01 FPP. Renstra SKPD.01.BIN.01 FPP.01 FPP.02.WAS. Renja SKPD.A di atas.002.01 .02.BIN.WAS.006.01 FPP. Berdasarkan peta fungsi kerja pada butir 1. RKPD.01.02.02.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.005.01 FPP.WAS. RKPD.01 FPP.02. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan FPP.008.01 FPP.011.BIN. Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan.01. Renstra SKPD.-4- Fungsi Utama Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom daerah Fungsi Dasar Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Evaluasi Daerah Melakukan Evaluasi DOB provinsi Otonom Baru (DOB) Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Evaluasi Kecamatan Evaluasi Kecamatan dan Pemerintahan Evaluasi Pemerintahan Desa Desa Evaluasi Laporan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Akuntabilitas Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Menyiapkan Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan B.004.02.BIN.01 FPP.010.BIN. Renja SKPD.003.WAS. maka Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan adalah: Kode Unit FPP.01.007. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.01.001.

022.00.024.01 FPP.WAS.WAS.WAS.01 FPP.02.WAS.029.030.014.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB provinsi Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Melakukan Evaluasi kecamatan Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Dari Peta Kompetensi di atas.031.01 FPP. yaitu : Kode Unit FPP.02.020.029.02.02.032.02.WAS.00.01 FPP.016.02.01 FPP.01 FPP.01 FPP.019.027.02.012.01 Judul Unit Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan .023.WAS.01 FPP.01 FPP.01 FPP.WAS.WAS.WAS.00.01 FPP.WAS.01 FPP.033.02.018.01 FPP.034.01 FPP.031.01 FPP.WAS.01 FPP.01 FPP.02.WAS.01 FPP.02.030.01 FPP.017.WAS.WAS.015.00.013.02.WAS.028.WAS.WAS.00.WAS.WAS.WAS.02.WAS.00.00.-5- Kode Unit FPP.01 FPP. terdapat unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemerintahan dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Umum.021.026.01 FPP.WAS.WAS.WAS.01 FPP.01 FPP.00.01 FPP.02.02.02.WAS.02.00.WAS.025.02.

02.00.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/kota Melakukan Evaluasi Kecamatan FPP.017.01 FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD.01.01 FPP.-6- Kode Unit FPP.01 FPP.013.034.BIN.01 FPP.BIN.016. Renstra SKPD.02.009.020.01 FPP.WAS.01 FPP.WAS.02.02.01 FPP.02.010.021.02.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.02.WAS.WAS. Renja SKPD.WAS.01 FPP.02.01 FPP.WAS.019.02.023.003.02.WAS.WAS.01 FPP.018.01.BIN. Renja SKPD. dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Inti.WAS.02.02.001.02.WAS.WAS.012.WAS.WAS.032.01 FPP.WAS.WAS.WAS.002.008.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Sedangkan unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan untuk dapat melaksanakan penugasan yang sifatnya pengawasan teknis urusan pemerintahan di daerah.024.022.02.WAS.033. Renstra SKPD.01.007.01 FPP.01 FPP.015.01 FPP.01 FPP.01 FPP.02.02.011.02.01 FPP.01 FPP.01.01 FPP.014.01 FPP.02. RKPD.WAS.005.02.01 FPP.01 FPP.WAS.00.01 .01 FPP.01.BIN.WAS.006.BIN.00. yaitu: Kode Unit FPP.004.01 FPP.WAS.

sub bidang persandian pada bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum bidang Masyarakat dan desa b.WAS. Standar Kompetensi Inti Kode Unit Unit Kompetensi FPP.01 FPP.026. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Pertama.032.-7- Kode Unit FPP.WAS. Melaksanakan Pengawasan administrasi umum aspek Kemampuan Kelembagaan FPP.01 3. f.025.WAS. sub bidang kepemudaan dan olahraga pada bidang Kepemudaan dan olahraga e. Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan B. identifikasi dan pengawasan .00.WAS. sub bidang pengelolaan umum pada bidang ketahanan pangan g.01 1.006.WAS. obat danperbekalan serta pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan d. sub bidang pembinaan pelatihan dan produktifitas tenaga kerja. pembinaan dan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan pengelolaan umum pada bidang ketenagakerjaan.WAS.02. sub bidang Pos dan telekomunikasi pada bidang Komunikasi dan Informatika i.01 2. Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan FPP.00.WAS.033.01 1. sub bidang pembinaan bidang sosial.028.010.00.00. sub bidang perhubungan darat pada bidang perhubungan h.02.01 2.WAS. A. Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan FPP. sebagai berikut: a.01 FPP.01 4.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Rincian unit kompetensi yang harus dikuasai pada masing-masing jenjang Pengawas Pemerintahan adalah sebagai berikut: 1.029.02.02.027. Melaksanakan Ekspose Hasil Pengawasan Pemerintahan FPP. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. sub bidang SDM Kesehatan.034. sub bidang Kebijakan sarana dan prasarana pada bidang pendidikan c. Melaksanakan pengawasan urusan wajib.01 FPP.02.02.WAS. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.WAS.

taman nasional. Sub bidang tanaman pangan dan hortikultura. sumber daya manusia. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. pengelolaan DAS. penyuluhan dan pengendalian pada bidang kelautan dan perikanan b. sarana dan prasarana dan data industri pada . penerimaan Negara bukan pajak bidang kehutanan. air munum. penataan batas luar areal kerja unit usaha pemanfaatan hutan produksi. dan penguasaaan taman buru. pemanfaatan kawasan hutan dan jasa lingkungan pada hutan produksi.02. pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. sebagai berikut: a.01 3. perlindungan hutan dan penebangan/penanaman/ pemungutan hasil hutan pada bidang kehutanan d. tamana wisata dan taman buru. air limbah. lingkunga hidup. pemasaran. pemanfaatan hasil hutan pada hutan produksi. FPP. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan.-8- Kode Unit Unit Kompetensi penyandang masalah kesejahteraan sosial.011. Sub bidang sumber daya air. Sub bidang usaha industri.WAS. pengembangan hutan hak dan aneka usaha kehutanan. persampahan. permukiman. penganugrahan tanda kehormatan dan nilai-nilai kepahlamwanan. perlindungan usaha industri. Sub bidang kelautan. drainase. bangunan gedung dan lingkungan pada pekerjaan umum. industri pengelolaan hasil hutan. penguasahaan pariwisata alam pada kawasan pelestarian alam. pelaksanaan program/ kegiatan bidang sosial. perbenihan tanaman hiasan. suaka margasatwa. pengelolaan taman hutan raya. Sub bidang inventarisasi hutan. rencana pengelolaan jangka pendek cakar alam. lembaga konservasi. perkebunan dan penunjang pada bidang pertanian c. pengelolaan pemasaran. areal buru dan kebun. j. pemanfaatan kawasan hutan pada hutan lindung. keprintisan kejuangan dan kesetiakawanan pada bidang sosial.

Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) FPP.00.004.01 1. Sub bidang metrologi legal dan perdagangan berjangka komoditi.02.BIN.BIN.WAS. Menganalisis teknis penerapan SPM FPP. Sub bidang perangkat daerah pada Bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum c. sebagai berikut: a.01. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Memverifikasi Program Pengawasan Pemerintahan kerja B.030. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah FPP.02.WAS. Renstra SKPD.003. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.005.WAS. Renstra SKPD. alternatif pembiayaan sistem resi gudang. Standar Kompetensi Inti. RKPD. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil b. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Muda. Sub bidang mineral. batubara. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.BIN.01 7. pasar lelang pada bidang Perdagangan.01. panas bumi dan air tawar pada bidang energi dan sumber daya mineral.014. FPP.BIN.-9- Kode Unit Unit Kompetensi bidang perindustran. Sub bidang kebijakan pembiayaan dan pendidikan serta tenaga kependidikan pada bidang Pendidikan e. f. Melaksanakan Pengawasan urusan wajib. Sub bidang upaya kesehatan dan kebijakan pembiayaan kesehatan .01 2.01 3. Kode Unit Unit Kompetensi FPP. A.010.007. e.01 4.01 1.01.01.01 4. Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa 2.01.01 5. Sub Bidang sosial budaya masyarakat pada bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan d. Renja SKPD.01 6.02. Renja SKPD.001.BIN.WAS.002. RKPD. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD FPP. Menganalisis pengelolaan SDM FPP.

Standar Kompetensi Inti Kode unit Unit kompetensi FPP. sebagai berikut: a. ketenagakerjaan.WAS.011. Sub bidang sarana komunikasi dan diseminasi informasi pada bidang komunikasi dan informatika j.025.02.031. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi 13. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.WAS. A.015.01 1.02.02. perikanan budidaya pada bidang Kelautan dan perikanan b.01 FPP. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota 3.02. 9. Bidang Kehutanan d. pengawasan. Melaksanakan Pengawasan urusan pilihan.01 1. Sub bidang perdagangan dalam negeri bidang Perdagangan e.WAS. Sub bidang pembinaan ketenagakerjaan pada bidang ketenagakerjaan g. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/Instansi Pemerintah 11. pendidikan dan pelatihan pada bidang energy dan sumber daya mineral.WAS. Evaluasi Pemerintahan Desa 12.00. Menganalisis Kebijakan Keuangan Daerah FPP.WAS.WAS. Sub bidang geologi. Sub bidang umum.01 2. sarana dan prasarana dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial pada bidang Sosial k.01 FPP. Sub bidang perkereta apian pada bidang perhubungan i.027.02.01 pada bidang kesehatan. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Madya.009. perikanan tangkap.017.WAS.01 FPP.02. Sub bidang kerja sama.01 FPP.WAS. Standar Kompetensi Umum Kode unit Unit kompetensi FPP. Sub bidang peternakan dan kesehatan hewan pada bidang Pertanian c. Menganalisis pengelolaan Barang / Aset .02.028.WAS.01 FPP. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 10..10 - FPP. f.02.008. Sub bidang kemananan pangan pada bidang ketahanan pangan h. Sub bidang perkotaan dan pedesaan serta jasa konstruksi pada Pekerjaan Umum 8. Menilai PKPP B.

pembinaan SDM. f.yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. sebagai berikut: a.. penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dan pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Bidang Ketenagakerjaan.11 - Kode unit Unit kompetensi Daerah FPP.010. Sub bidang pengawasan dan pengendalian pada bidang Kelautan dan perikanan. h. b.WAS.011.01 4. perencanaan.01 3. pada bidang otda dan pemerintahan umum.02. Sub bidang perencanaan dan program. Sub bidang Bina Marga dan Penataan ruang pada bidang Pekerjaan Umum.WAS. kurikulum. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. Sub bidang kebijakan.02. standarisasi dan pengawasan industri pada bidang perindustrian . perencanaan sosial. pemerintahan umum. Bidang kesatuan bangsa dan politik luar negeri b. pengendalian mutu pendidikan pada bidang Pendidikan. Sub bidang otonomi daerah. FPP. Sub bidang manajemen kesehatan pada bidang Kesehatan g. Sub bidang ketahanan pangan dalam bidang Ketahanan Pangan i. Sub bidang penguatan kelembagaan pada bidang Pemberdayaan Masyarkat dan Desa d. e. Sub bidang kebijakan dan standar. yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Melaksanakan pengawasan urusan wajib. sebagai berikut: a. kebijakan administrasi keuangan daerah. Sub bidang perhubungan laut dan udara pada bidang Perhubungan j. Pengembangan dan pendayagunaan PSKS dan pembinaan tenaga fungsional Pekerja Sosial pada bidang Sosial k. c. Bidang Kehutanan c. pembinaan dan pengawasan. Sub bidang kebijakan bidang sosial. Sub Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam Pengelolaan SDA dan TTG pada bidang Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan.

024. 5.022.019.12 - Kode unit FPP.01 FPP.02.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Renja SKPD.02.WAS. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas C.01 FPP. Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.WAS.02.01 FPP.WAS.01 FPP. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah 9. Renja SKPD.01 FPP.021.01 FPP.01 FPP. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan provinsi 12. Renstra SKPD.023.01 FPP. Renja SKPD. RKPD. keterampilan. Melakukan Evaluasi Rancangan Kebijakan Daaerah (Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah) 6. Sub bidang kebijakan.018. 1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja . perencanaan.WAS.02.02. dan sikap kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP. Renstra SKPD.01 FPP.WAS.014.020. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan provinsi 10.013. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekon dan TP 8. RKPD. Renstra SKPD.WAS.WAS.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP.01.WAS.001.016.02.WAS.012. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Kode Unit FPP.02. Melakukan evaluasi DOB Kabupaten/ kota 15. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan Kabupaten / kota 11.02. kerja sama perdagangan internasional dan pengembangan ekspor nasional pada bidang perdagangan e. Melakukan Evaluasi Pemerintahan kecamatan 16.02. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan Kabupaten /Kota 13. Sub bidang perdagangan luar negeri.BIN.02. pembinaan dan pengawasan pada bidang Transmigrasi. RKPD. DAFTAR UNIT KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PEMERINTAHAN.01 Unit kompetensi d.02. Melakukan evaluasi DOB provinsi 14.02. Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah 7.WAS.026..WAS.

diminta penjelasan dandiminta lagi tambahanya. dll diakses dan dipelajari.1.3. hasilnya dicatat dalam SPM/NSPK KKP. Kesesuaian antara dokumen data dan pencapaian informasi dengan kriteria pelaksanaan SPM/NSPK dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.2.2.1. Melakukan 3. 2. Data dan informasi yang kurang tepat analisis. 3.4 Kriteria pencapaian SPM/NSPK dalam dokumen perencanaan kegiatan dan keuangan daerah disusun sesuai dengan SPM/ NSPK yang akan dianalisis. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan SKPD penanggung jawab pekerjaan.13 - 1. Kemungkinan penyebab terjadinya temuan kondisi temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis.6 Tiap-tiap kemungkinan akibat diuji dan dianalisis.4. 4. 3. rencana 3. Tiap-tiap kemungkinan penyebab diuji pencapaian dan dinalisis. diklarifikasi. Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab temuan. 1. Renstra.1. dan Renja tentang SPM/ NSPK SKPD. yang akan di 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.3. rencana 4. 4. Mengembangkan 4. 1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis.. Hasil klarifikasi dengan SKPD penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan sesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. hasilnya dicatat dalam KKP. 4.1 PKPP diakses dan dipelajari. . 4. 4.2.3 SPM/NSPK yang akan dianalisis diakses dan dipelajari. 2. 1.3. 3. RKPD. Kreteria pelaksanaan kegiatan Pengujian atas data ditentukan dan disepakati dengan dan informasi SKPD penanggungjawab kegiatan. Dokumen perencanaan Daerah berupa dan informasi RPJMD.4.7 Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut akibat temuan. Mengakses data 2. Mempersiapan pelaksanaan pengawasan 1.

8 Rekomendasi . Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.3. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. RKPD. 5. mengembangkan temuan pengawasan.14 - perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan.1. mengakses data dan informasi pengawasan.9 Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan SKPD penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKP. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menulis temuan 5. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. kreteria. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. menulis temuan pengawasan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 4.2. 5. Atribut kondisi. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu.. 4. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Renja SKPD. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Renstra SKPD. sebab akibat pengawasan pada KKP diringkas supaya mudah rencana dipahami dan dikonsultasikan dengan pencapaian pimpinan unit kerja dan dicatat dalam SPM/NSPK KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK.

Renstra dan Renja SKPD. e.2. Di dalam renstra SKPD melihat kegiatan dalam masingmasing renstra SKPD pengampu SPM. Ruangan kerja. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Mempelajari dokumen rencana RPJMD. c. d.5.. apakah terdapat program-program SKPD pengampu SPM.15 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. 2. KUA-PPAS dan RKA-SKPD terkait program/kegiatan dan pengintegrasian SPM. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 3. target dan pagunya. target-target masing-masing SKPD pengampu SPM apakah sudah tercantum dan sesuai dengan indikator SPM.1. b. RKPD (seluruh program kegiatan bagi SKPD pengampu SPM sudah terangkum dalam dokumen ini) disini mengecek apakah indikator SPM dari masing-masing SKPD pengampu SPM sudah tertampung (di chek). Pemda menyampaikan RKPD dan KUA ke DPRD untuk . Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. ATK. Menguji target pencapaian SPM dalam dokumen rencana. Literatur terkait.2. 2. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.3. Form Kertas Kerja Pengawasan(KKP). Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah sebagai berikut: 3. 3. RKPD. Renja SKPD. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun.4. yang terdiri dari: a. Lap top. Cek di dalam tabel indikasi rencana program prioritas RPJMD. belanja. 2. apakah indikator SPM di dalam renstra SKPD sesuai tidak jumlah indikator. 2. 2. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.

14. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.11. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.9. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.13.15.8. Peraturan Menpan PER/04/M. Jo. 4. 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.7. Penjelasan Prosedur Penilaian 1.10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.5.12. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Tata Cara Penyusunan.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah..4. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.1.3 Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. 4. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.16 - ditetapkan menjadi PPAS harus sejalan (melakukan pengecekan kesesuaian KUA PPAS dengan target-target pencapaian SPM di RKPD. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. f. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4. Langkah terakhir adalah memastikan target-target pencapaian SPM tercantum sebagai kegiatan dalam Program RKA-SKPD. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui . 4. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.2. 4.

Berorientasi hasil. Memahami prinsip pengendalian dan evaluasi terhadap dokumen rencana RPJPD. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Kompetensi yang dipersyaratkan Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan.6. 5. 3. 5. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. menulis temuan pengawasan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. 3.6.1. Kode Etik APIP. 5. RKPD. Kode Etik APIP. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP). melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.4. 1. lengkap dan akurat.1.4. 4.3. dan dapat dipertanggungjawabkan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. mengakses data dan informasi pengawasan.5. mengembangkan temuan pengawasan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. 5. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3. Santun.17 - demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan.6. RKPD. Memahami Standar Pengawasan peme. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. 3. 2.2.1. .2. RPJMD.5. 3. pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil. 4. Memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan target pencapaian SPM.2. 4. 6. Integritas. Obyektif. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Aspek Kritis 6. akurat. 3. 5.3. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan pemerintahan. Cermat/teliti. Rensra SKPD dan Renja SKPD terhadap pengendalian kebijakan. Memahami tatacara penyusunan dokumen perencanaan pembangunan di daerah (RPJPD. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. 4. 4.. Memahami indikator kinerja target capain SPM.2. 5.) dan dokumen SKPD (Renstra dan Renja) serta dokumen anggaran (KUA dan PPAS serta RKA-SKPD).5.4. RPJMD.1.3. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. Independen.

2. 2.5. 1.3. 1. 2.01 Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kode Etik APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. PKPP diakses dan dipelajari. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 2.4.3.18 - 6.1.. Data dan informasi tentang penerapan NSPKdianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasandan hasilnya dicatat di lembar KKP. .1. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan pemerintahan diakses dan ditentukan. 6. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 6. Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Data dan informasi tentang penerapan NSPK diakses dan dipelajari. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan APIP. serta Ketua Tim tidak teliti. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. ElemenKompetensi 1. 1. 6. Kriteria Unjuk kerja 1. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. Mengakses Data penerapan NSPK. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.002. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 2. Entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akandilakukan diikuti.2.3.BIN.01. Dokumen NSPK yang akan diawasi diakses dan ditentukan.4.

19 - 3. 4. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK.2.1.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 5. 5. 3.3. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep temuan pengawasan. 5. Konsep temuan pengawasan dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep temuan pengawasan.2. kreteria. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.1. 3. 5. serta dicatat dalam KKP. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Hasil analisis NSPK diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Menulis temuan pengawasanpenera pan NSPK.5. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria NSPKserta implementasinya. 5.. Kreteria keabsahan Data penerapan NSPK.4.3. 5. 4.2.3. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. . Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. 4. 3. Atribut kondisi.

Mengakses Data penerapan NSPK.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK.3.2. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan diringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP.. 6. Menyusun Pokok6. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD.1. Renja SKPD.20 - 6. Menulis temuan pengawasanpenerapan NSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP) penerapan NSPK. 6. RKPD.Unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan . Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Renstra SKPD. NSPK adalah berbagai ketentuan berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK sebagai dasar bagi Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan urusan yang menjadi kewenangannya. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. RKPD. Renstra SKPD dan renja SKPD. penerapan NSPK. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.

Ruangan kerja. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. 2.. 2. spidol. . Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. yang terdiri dari.4. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). 3. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya. NSPK masing-masing Urusan Pemerintahan yang diejahwantahkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses. 2.1. 3. prosedur. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.Menganalisa kesesuaian dengan NSPK terhadap penerapan urusan pemerintahan yang dituangkan ke dalam dokumen perencanaan daerah.3. Lap top. a.1.Menilai apakah setiap urusan pemerintahan yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah telah sesuai dengan NSPK yang ditetapkan oleh Pemerintah. kertas. penghapus.2.Menganalisa dampak pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma.4.2. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP.Mempelajari Kebijakan NSPK terkait. diinventarisasi dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 2. standar. c. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. 2. 3.3. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan.White board/flip chart. Database Pelayanan berdasarkan NSPK. b. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan NSPK yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. belanja. 3.21 - Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Proses penyusunan target-target penerapan NSPK diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP.5. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3.

Menulis temuan pengawasanNSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) penerapan NSPK. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.1.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Mengakses Data penerapan NSPK. 4.2.13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4.12.8. 4. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 2.10. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.4. 4.2.9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.5. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. 4. Peraturan Menpan PER/04/M.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK.11. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai . Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.7. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. 2. 4.6. Jo. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.1. Penjelasan Prosedur Penilaian: 2.3. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tata Cara Penyusunan.22 - 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.

3. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. serta Ketua Tim tidak teliti. Independen.4. . Jika sampling pengawasan tidak menggambarkan secara utuh populasi pengawasan. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan.2. Cermat/teliti. Santun Aspek Kritis 5. 4. 5.5.2. Obyektif. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan/ pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.5. 5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 5. lengkap dan akurat. Kode Etik APIP. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan.2. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan NSPK. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1.3. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 4. 4. 5. 3.1. 3.5. 5.4.3.5. Memahami IT. Memahami indikator kinerja. 5. Kode Etik APIP. Berorientasi hasil.23 - 3. 5. 5. 3.3..3.6. 5. 4. 4.4. Norma dan Etika Pengawasan. 5.4.1. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Peemriksaan P2.2. Integritas. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1. dan dapat dipertanggungjawabkan. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Memahami Standar Pengawasan APIP. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. akurat. 5. Kode Etik APIP.

01. dengan target2. Tatacara/proses penyusunan dokumen proses penyusunan perencanaan terkait dengan pencapaian dokumen SPM diakses dan dipelajari. Mengakses 2. target-target nasional ditentukan dan proses penyusunan disepakati dengan penanggungjawab dokumen kegiatan. 2.5. Target-target tahunan pencapaian SPM dan standar teknis beserta langkahlangkah kegiatan diakses dan ditentukan. Menganalisis Teknis Penerapan SPM Kode Unit FPP.2.01 Judul Unit Menganalisis teknis penerapan SPM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 3.3.BIN. Data dan Informasi yang kurang tepat sinergitasnya diklarifikasidan dipenuhi. ElemenKompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 1.2. Kesesuaian antara dokumen data dan . Kreteria keabsahan Data Pencapaian Pengujian SPM.003. Data dan informasi tentang pencapaian target nasional. 1. perencanaan dan 3. Kriteria proses penyusunan dokumen pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional ditentukan.2.. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisa teknis penerapan SPM.24 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. 2. pelaksanaan 1. 3. proses penyusunan dokumen keabsahan Data perencanaan dan sinergitasnya dengan Pencapaian SPM. SPM serta proses penyusunan dokumen perencanaan serta sinergitasnya dengan target nasional dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasansesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. 1. Pencapaian SPM .1. Data dan informasi tentang Pencapaian keabsahan Data SPM diakses dan dipelajari.4.4. Dokumen SPM yang akan diawasi diakses dan ditentukan. perencanaan dan 2. Melakukan 3. Mempersiapkan 1.1. PKPP diakses dan dipelajari. entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan unit kerja yang akandilakukan diikuti.3.

kreteria.1. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. 3. Hasilklarifikasi dengan penanggungjawabdicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Menulis temuan pengawasankeabsa han Data penerapan dan Pencapaian SPM. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional.. 6. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.4. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 5. 5. 3. serta dicatat dalam KKP. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) keabsahan Data Penerapan dan Pencapaian SPM.2. 4.3. 6.1.3.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.25 - sinergitasnya dengan targettarget nasional. 5. 4. Atribut kondisi. 6. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.2. Mengembangkan temuan pengawasan keabsahan Data Pencapaian SPM/ Penerapan NSPK . . 6.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. 4. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional.3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 5. serta hasilnya dicatat dalam KKP.2. informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3. 4.

melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan.26 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kemampuan dan potensi daerah adalah kondisi keuangan Daerah dan sumber daya yang dimiliki daerah untuk menyelenggarakan urusan wajib pemerintahan daerah dan dalam rangka pembelanjaan untuk membiayai penerapan SPM. dapat berupa masukan. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. melayani. dan mensejahterakan masyarakat. Analisis Kemampuan dan potensi daerah adalah pengolahan . RKPD. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. dan pemerintahan. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional.. Rencana Pencapaian SPM adalah target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). kesejahteraan masyarakat. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundangundangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisa teknis penerapan SPM melalui pengujian keabsahan data pencapaian SPM. Unit ini terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. Pemerintah Daerah adalah Gubernur. mengakses data dan informasi. Renstra-SKPD. Bupati atau Walikota. ekonomi. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. dan Renja-SKPD untuk digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan dasar. proses. memberdayakan. mengembangkan temuan pengawasan. kepentingan nasional. menulis temuan pengawasan. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Mempelajari Kebijakan SPM terkait.2. 2.27 - terhadap data dan informasi menyangkut kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Daerah. yang terdiri dari. Analisa apakah pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah dilakukan. 2. Lap top. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.5.. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal (sumber daya manusia).1. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3.3. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.2. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan dan pencapaian target SPM yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. Literatur terkait. Analisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. 3. 2. 2. spidol. dana. Database Pelayanan berdasarkan SPM. 3. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. SPM masing-masing Urusan Pemerintahan yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. c. b.4. 4. a. Proses penyusunan target-target penerapan dan pencapaian SPM diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 4.6.1. penghapus.3. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. 2.White board/flip chart. .2. 3. Analisa apakah batas waktu Pencapaian SPM secara Nasional dan Jangka Waktu Pencapaian SPM di Daerah telah sesuai. Ruangan kerja.1. kertas. Analisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah memadai.4.5. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). 3.

4.1. 4.8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal.3.7. 4. menulis temuan pengawasan. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.PAN/03/2008Tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). RKPD.28 - 4. 3. 2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Renja SKPD. Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah. pengembangan temuan pengawasan.4. Memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal.10.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).1. Renstra SKPD. 4. 4.13.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. akses data dan informasi pengawasan. 3. .11. Peraturan Menpan :PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan SPM. Kontek Penilaian : 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4..5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4.2. 4.12. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. Pengujian atas data dan informasi pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Memamahi tata cara petunjuk Penyusunan Dan Penetapan SPM.3. 1. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) pengawasan teknis penerapan SPM. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM. 4.9.6. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.

4.7. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. RKPD. Renstra SKPD. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Kode Unit FPP. Memahami indikator kinerja.2 Independen.5. Memahami Standar Pengawasan APIP. 5.1 Integritas. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Norma dan Etika P2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan .2. 4.004. 5. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD.1.3. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.4.2.29 - 3. Mampu menerapkan kebijakan terkait SPM dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. RKPD.5.01. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 4. 5. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Renja SKPD. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 3.4.3. 5.6.1. Memahami IT. Aspek Kritis 6. 6. 6. 5. 6.01 Judul Unit Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. 4. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.. 4.BIN. Kode Etik APIP. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 3.5 Berorientasi hasil. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.6 Santun 6.4 Cermat/teliti. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. Renja SKPD. Renstra SKPD. Mampu menyusun standar evaluasi.4.3 Obyektif. 5.

RKPD. Renstra SKPD. RKPD. 2. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Mempersiapkan pelaksanaan analisis Kriteria Unjuk kerja 1. Renstra SKPD. Hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD.1. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD. 3. 3. Renja SKPD.3.2. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai 2. RKPD. 3. Melakukan Pengujian Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan .3. entry briefing dengan pimpinan tertinggi. Renstra SKPD.5. unit kerja yang akan dilakukan diikuti.2.4. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. Renja SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD oleh Pemerintah Daerah. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 1.30 - pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. RKPD. Peraturan Daerah tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD. 1. Renja SKPD. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 3. Dokumen pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 2. Kreteria keabsahan Data pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD. 2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diakses dan dipelajari.1. 1. 1. Renja SKPD. RKPD. Renja SKPD. 3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. PKPPdiakses dan dipelajari. Renstra SKPD. Renja SKPD. RKPD.4. Renstra SKPD. RKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dianalisis dengan menggunakan teknikteknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. Renja SKPD. Renstra SKPD. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDdiakses dan ditentukan.1. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Elemen Kompetensi 1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD serta implementasinya.. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDyang akan diawasi diakses dan ditentukan.2.3.

4. . Renstra SKPD. Konsep telahaan pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 5. 4.5. Atribut kondisi.1. Renja SKPD.2. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. 5. 5. RKPD. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi. Konsep telaahan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 4. Renja SKPD.6. KUAPPAS dan RKADPA SKPD. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. Renja SKPD.1.31 - bagian dari atribut kondisi yang dianalis. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 5. Renja bersifat pilihan SKPD. kreteria.3. RKPD. 4. sebab akibat telaahan atas hasil pada KKAnalisis diringkas supaya analisis pembinaan mudah dipahami sebagai konsep pelaksanaan rekomendasi hasil analisis pembinaan urusan pelaksanaan urusan pilihan terhadap pemerintahan yang RPJMD. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif.4. Renja SKPD.2. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggung jawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis..3.7. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. 4. Renstra SKPD. dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam KKAnalisis. Renstra SKPD. RKPD. RKPD. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis. Memformulasikan 5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. 4. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. 4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. Renstra SKPD. Renstra SKPD. RKPD.

. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.32 - 5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. melalui Mempersiapkan pelaksanaan analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. RKPD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. RKPD. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan mensejahterakan masyarakat. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Renstra SKPD. Renja SKPD. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. memberdayakan. Memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melakukan PengujianData pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Renstra SKPD dan renja SKPD. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. melayani. Hasil konsultasi dengan Supervisor ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. .5. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.

belanja. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). serta hasilnya dituangkan dalam KKA.33 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. 3. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah 3. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Ruangan kerja. Menganalisa proses pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daera. Renja SKPD. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Whiteboard/flip chart. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan pilihan yang menjadi kewenangannya.Literatur terkait. 2. 2. prosedur. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 2.1. RKPD. 2. . 4.3. Renstra SKPD. 2. 3. Lap top.5. 3. sebagai bahan masukan kepada Menteri Dalam Negeri.4. 3. kertas. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD.4. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD. penghapus.2.2. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. spidol. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan.5.1. akibat dari kurangnya pembinaan Pemerintah.3. 3. standar. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.1. Menganalisa upaya pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma.

4.1 Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi persiapan pelaksanaan analisis.4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4.9.34 - 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.13. 4. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Tata Cara Penyusunan. 4.7. 2.10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.12. 4. Jo. akses data dan informasi pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan dan memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. 4..6.14. 4.8.11. Peraturan Menpan PER/04/M.PAN/03/2008tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).3. 4. 1. Pengujian data dan informasi terkait pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: .2 Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4.5. Kontek Penilaian : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.3.6.. 5. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 2. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. 6.005.1. 3. 3.4. RKPD. 4. Memahami IT. 5. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).01.5. 4. 6. 5. Berorientasi hasil.1 Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 6. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.7. Renja SKPD. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 5. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. Memahami teknik analisa. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. Renstra SKPD. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Kode Unit FPP. Independen. 5. Memahami indikator kinerja. Santun Aspek Kritis 6.2. 2.35 - 3.6.01 Judul Unit Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan .4. 4. 4. Kode Etik APIP.4. Cermat/teliti.5. Mampu menyusun standar evaluasi. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 5. 4. Integritas. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.6.BIN.3. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.3.1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 3.1.2 Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. 3. 4.2. 5.1.2. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan. 3. Obyektif.5.3 Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.

2. Kriteria Unjuk kerja 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi (tinggi/rendahnya partisipasi masyarakat dan naik atau tidaknya perekonomian masyarakat) dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam ElemenKompetensi 1.3. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. 3. Data dan informasi tentang kebijakan daerah untuk pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari.1. Kesesuaian pencapaian indikator kinerja utama pada program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. PKPPdiakses dan dipelajari. 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat. Mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat 3. Kesesuaian kebijakan daerah tentang NSPK pelaksanaan urusan pilihan.1..2. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. 3. 4. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akan dilakukan diikuti.5. Tingkat perekonomian mikro masyarakat yang melaksanakan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis.1. 3.4. Melakukan Pengujian dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada . Mempersiapkan pelaksanaan analisis 2. Data dan informasi tentang program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan pilihandianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. 2.3. 4.1. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. 3. 2. 2.36 - Deskripsi Unit pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. Kreteria keabsahan Data pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. 3.

Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. 5.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.37 - kesejahteraan masyarakat. Konsep hasil analisa dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis.6. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. 5. Konsep telaahan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan.4.7. 5.5. 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.Memformulasikan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. 5. sebab akibat pada KKAnalisis diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep rekomendasi hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. melakukan pengujian data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. KKAnalisis. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang . Atribut kondisi.3.. dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai dan hasilnya ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. 4. mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. kreteria. 4.2. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan.4.3. 4. memformulasikan temuan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. melalui : mempersiapkan pelaksanaan analisis. 4. 4.1.

. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. belanja. memberdayakan. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Renstra SKPD dan renja SKPD. RKPD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. dan mensejahterakan masyarakat. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.38 - menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD . Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. melayani. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun.

3.8.10. spidol. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah : 4. RKPD. 4. penghapus.39 - sebelum disepakati dengan DPRD. 2. 2. Whiteboard/flip chart. 4.1. Renstra SKPD.1. Ruangan kerja. Literatur terkait.3. Menganalisa tingkat partisipasi masyarakat dan dampaknya bagi perekonomian mikro masyarakat setempat dalam pelaksanaan urusan pilihan sesuai dengan potensi wiayahnya. sebagai bahan masukan kepada Kepala Daerah.3..1.3. 3. 2.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.5. 3. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2. 4. 4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Renja SKPD.9. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. 4. Lap top. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Database penerapan urusan pilihan.7. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 4. Tata Cara Penyusunan.6.6. 2. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.2.4. Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Menganalisa indikator kinerja utama pencapaian program/kegiatan terkait urusan pilihan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. 2.5.4. kertas. 3. 2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tatacara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan . 4. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan.5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

Renja SKPD. 1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja.7. Daerah. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Renstra SKPD. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 4.1.2. Memahami teknik analisa. ataupun melalui praktek/demontrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan analisis. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 2. Memahami indikator kinerja.2. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat dan Memformulasikan telaahan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakatdidemontrasikan. akses data dan informasi dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).2. 3.3. Pengujian data dan informasi terkait dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 4. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan.12. Memahami IT. 3. 2.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Kontek Penilaian : 1. Memahami prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. 3. 3. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Mampu menyusun standar evaluasi. 3. 4.13. Kode Etik APIP.. Melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. 3. RKPD. 2. 3. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah.5. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Pengetahuanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.6. Peraturan Menpan PER/04/M. 3.3.14. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 4. 4. . Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.1.4.2.11.40 - 4. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: 2.1. Jo.

Melakukan 3. 5. 4.Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.WAS.02. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi administrasi umum aspek kelembagaan. 5. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. PKPP diakses dan dipelajari.1. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi. 5. 5. Independen. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Kode Unit FPP.2. 5. 4. 6. Integritas.4. Aspek Kritis 6. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan urusan pilihan yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Cermat/teliti.5. Obyektif.4. Santun 6. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Berorientasi hasil.3. 1.006. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Kelembagaan ditentukan dan disepakati dan informasi dengan penanggungjawab kegiatan. 3. 6. 5. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 2.1.6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 6. 4. 1. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.1.2.3.6.2.41 - 4. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. .01 Judul Unit Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.5.2.7. Mampu menerapkan standar pemeriksaan.. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 2.1. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Mampu menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi.

.1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan administrasi umum aspek kelembagaan. 4. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 5. Mengembangkan 4. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. melakukan pengujian atas data . P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. 3. 6.3.1.3. serta dicatat dalam KKP. Menulis temuan 5. 6. Menyusun Pokok.6.2.3. 5.2. 4.3. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.1.42 - pengawasan aspek 3. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah kelembagaan dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. 5. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. kreteria. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasanaspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya kelembagaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Atribut kondisi. 4. Kesesuaian antara dokumen data dan kelembagaan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. aspek kelembagaan 6.

Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2. sekretariat DPRD. dinas daerah dan lembaga teknis daerah..1.5. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemrintah adalah: 3. 2. c. spidol. Struktur organisasi perangkat daerah dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari. Uraian tugas yang dibuat telah diteliti dan dianalisa apakah telah dikomunikasikan dan telah dipahami oleh para pejabat/staf. White board/flip chart. Ruangan kerja. m. kertas. 2. Fungsi organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah terbagi habis pada unit-unit kerja yang ada. tugas dan fungsi diteliti dan dianalisa apakah telah dilakukan evaluasi secara periodik dan dapatkan simpulannya. Uraian tugas yang telah dibuat diteliti dan dianalisa apakah tidak ada yang tumpang tindih baik antar unit kerja sendiri maupun antar SKPD. d. apabila ada sebutkan tugas-tugas yang tumpang tindih dan analisa dampaknya. Menguji kesesuaian penetapan perangkat daerah dengan peraturan perundang-undangan. Struktur organisasi telah mencerminkan pengendalian intern yang baik diteliti dan dianalisa. Struktur Organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan beban tugas yang ada. j. dan kelurahan. Kesesuaianorganisasi antara urusan wajib dan urusan pilihan dianalisis.43 - dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. Menguji dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja. i.4. b. Uraian tugas dan wewenang dari unit kerja/satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan diteliti dan dianalisa apakah telah dibuat. yang terdiri dari: . 2. Literatur terkait. Kesesuaian tugas dan fungsi organisasi dengan cakupan kewenangannya dianalisis. g. e.3. lembaga teknis daerah.2. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. Struktur organisasi telah menampung semua tugas dan fungsi diuji.2. kecamatan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Perangkat daerah provinsi adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. k. h. dinas daerah. Pembagian Sub Unit Kerja diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan kemampuan rentang kendali. 3. penghapus. Lap top. Wewenang yang melekat diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan tingkat kedudukan organisasi. sekretariat DPRD. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. 2. f. 3.1. l. yang terdiri dari: a. Struktur organisasi. Perangkat daerah kabupaten/kota adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah.

Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Metodologipenyusunan anjab dan ABK diteliti dan dianalisa.12. c. e. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.8. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. SOP yang sudah ditetapkan diteliti dan dianalisa apakah telah diterapkan secara memadai. d.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Alasan belum ditetapkannya SOP diidentifikasi.1. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4..44 - a. Jo. Kesesuaian penyusunan Anjab dengan best practice yang ada dibandingkan.7.9. f.10. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Kabupaten/Kota. 4. e. 4. Anjab dan ABK telah menampung semua tugas dan fungsi diuji.6. 4. Dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja diakses dan dipelajari. Hasil Anjab dan ABK telah menjadi pedoman dalam organisasi diteliti dan dipelajari. Metodologi penyusunan SOP diteliti dan dianalisa. d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. c. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. . Peraturan Menpan : PER/04/M.3.2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat. Dokumen SOP yang telah ditetapkan dipelajari dan dianalisa. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah. f.3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.11. 4. b.4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. yang terdir dari : a. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.5. Menguji Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP). b. 4. Jumlah kebutuhan dan realisasi SOP yang sudah ditetapkan diakses dan dipelajari. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 3. Perhitungan analisa beban kerja dengan best practice yang ada dibandingkan. 4. 4. Kesesuaian SOP dengan best-practice yang ada dibandingkan. 4.

4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4.4. 1. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. santun 6. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. 3. independen. memahami prinsip-prinsip organisasi perangkat daerah. 6. berorientasi hasil. .2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. memahami teknik komunikasi. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. memahami IT. 5. 2. mampu menerapkan kebijakan terkait organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan pengawasan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum penyusunan PKPP dan melaksanakan kegiatan PKPP. 3. cermat/teliti. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.1. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.6. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.2.6. 3.5. 6. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. memahami Kode etik pemeriksaan. Aspek Kritis 6.1.1. memahami teknik pemeriksaan.1.3.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.2.2. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.3. 5. 5.3. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4. 4. 3.45 - PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. mampu menerapkan standar pemeriksaan.2.. obyektif.1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. memahami standar pemeriksaan. integritas. 5. 5.3. 3. 5. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.4.

3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) 3. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 3.2. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Kepegawaian ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Mengawasi Pengelolaan SDM Kode Unit FPP. Judul Unit Mengawasi Pengelolaan SDM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4.01.2. 2. 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. 1.02. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . 3. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.1. 4.46 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 7. 3. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi pengelolaan SDM.007. Mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian .1 PKPP diakses dan dipelajari. 2.1. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.WAS.2. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan..

1. 5. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 4.3. 2. 2. Menyusun Pokok6. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah Kepegawaian dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. White board/flip chart. 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.3. san (P2 HP) aspek 6. yang terdiri dari.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Literatur terkait. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. serta dicatat dalam KKP.2. Menulis temuan 5. 6.4. 2. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian . Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).5. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Kepegawaian.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan disunting menjadi Pengawasan/Pengawa ringkas sebagai konsep P2HP. penghapus. Lap top. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan Mengawasi Pengelolaan SDM.. Ruangan kerja.2. mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian .3. 5. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian .1. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. kertas.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Kepegawaian Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. . kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan administrasi umum aspek Kepegawaian adalah: 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.2.47 - diidentifikasi dan dianalisa. Atribut kondisi. a. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . kreteria. 2.1. 3. spidol. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Menguji kebijakan Kepegawaian. 5.

Periksa apakah penerimaan Pegawai Negeri Sipil telah diumumkan secara luas kepada masyarakat melalui media massa daerah yang beroplah besar berikut formasi yang dibutuhkan. f. 4) Jadual pelaksanaan seleksi baik tertulis maupun lisan.48 - b. 3) Periksa apakah kelulusan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. a. 6) Periksa apakah terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pemerintahan daerah dalam proses seleksi. 2) Alamat dan tempat lamaran ditujukan. Periksa dasar pertimbangannya. Periksa komposisi personil panitia apakah secara fungsional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. c. Menguji mekanisme Penerimaan Pegawai Baru. 3.. Periksa apakah jumlah hasil pengadaan CPNS melebihi formasi yang tersedia. e. Periksa apakah dalam setiap pengadaan pegawai dibentuk Panitia Penyaringan/Penerimaan. b. dan Periksa jangka waktu pengumuman 15 hari sebelum tanggal penerimaan lamaran. h. dapatkan datanya dan Periksa. g. Periksa realisasi penerimaan CPNS dari tenaga honorer. i. 6) Batas Usia. Periksa apakah masih ada penerimaan tenaga kerja kontrak. Kebijakan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kepegawaian diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 5) Klasifikasi Ijazah. Periksa apakah dalam pengumuman tersebut. 4) Periksa daftar nominatif hasil test Calon Praja IPDN Tingkat Daerah dan bandingkan dengan daftar kelulusan apakah telah memenuhi persyaratan kelulusan. Apakah ada syarat-syarat lain yang ditentukan Daerah di luar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah terkait Pengadaan Pegawai Negeri Sipil jelaskan pertimbangannya. tenaga harian lepas. c.2. sebagaimana point b telah mencantumkan : 1) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar. Kebijakan daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. 2) Uji apakah proses pendaftaran calon Praja dilaksanakan secara terbuka dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan. Menguji pelaksanaan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil.3. bagaimana dasar kebijakan pengangkatannya dan darimana sumber dananya. 5) Periksa apakah terjadi kebocoran soal ujian/seleksi. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil: . Periksa apakah dalam penempatan pegawai telah sesuai dengan klasifikasi ijazah yang dimiliki. Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah: 1) Periksa apakah telah dibentuk Kepanitiaan Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah. a. 7) Waktu dan Tempat Seleksi. dan pegawai tidak tetap. d. 3) Batas waktu pengajuan lamaran.

. dan apa sebabnya. Lakukan uji petik beberapa berkas Pegawai Negeri Sipil peserta ujian dinas untuk menguji kebenaran persyaratan. 3) PNS yang diusulkan mendapatkan kenaikan pangkat pilihan.49 - 1) Latihan Pra Jabatan a) Dapatkan SK penetapan Panitia Latihan Pra Jabatan. dan apakah yang 2 (dua) tahun lebih tetap diusulkan menjadi PNS. 3. a. 3. Ketepatan waktu penetapan Kenaikan Gaji Berkala PNS. b Uji berkas usulan kenaikan pangkat pilihan apakah sudah mendapat pertimbangan dari Baperjakat.5. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah diusulkan tetapi belum diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat. (Lakukan Uji Petik).Menguji pelaksanaan Pengangkatan dalam Jabatan. apa sebabnya. apa sebabnya terjadi kelambatan dilakukan pengambilan sumpah/janji. a. b. Dapatkan dan periksa data pelaksanaan Ujian Dinas dalam rangka kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagai berikut : a. Dapatkan data dan berkas penyelesaian usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil periode 1 April dan 1 Oktober setiap tahun berjalan sebagai berikut : 1) Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat baik reguler maupun pilihan apakah ada (buku penjagaan kenaikan pangkat) tetapi belum diusulkan. 3. d. Apakah terdapat PNS yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan Kenaikan Gaji Berkala. (buku penjagaan KGB). c. Menguji pelaksanaan Pemberian Kenaikan Gaji Berkala. c Periksa apakah ada pendelegasian wewenang Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang penetapan SK kenaikan pangkat. 2) Pengujian Kesehatan Periksa CPNS yang diangkat menjadi PNS apakah telah memenuhi syarat kesehatan jasmani yang ditetapkan oleh Dokter/Tim Majelis Penguji Kesehatan yang ditunjuk pemerintah. 3.4.6. apa sebabnya. c) Periksa apakah ada CPNS yang telah mempunyai masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. 3) Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil. Menguji pelaksanaan Kenaikan Pangkat. b) Periksa apakah ada CPNS yang belum mengikuti Latihan Pra Jabatan.7. . Menguji pelaksanaan Ujian Dinas. Pemberitahuan/Edaran tentang pelaksanaan ujian dinas kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah. namun belum diikutsertakan dalam ujian dinas. b. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Panitia Penyelenggara Ujian Dinas. apa sebabnya. Pegawai Negeri Sipil golongan II/d dan III/d yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian dinas. namun belum memenuhi persyaratan (antara rekomendasi Baperjakat). Periksa apakah ada CPNS yang telah diangkat menjadi PNS belum diambil sumpah/janji. namun belum ditetapkan/ diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala.

dapatkan datanya dan Periksa. c Apakah Kepala Daerah dalam mengusulkan 3 (tiga) orang calon Sekretaris Daerah kepada Menteri Dalam Negeri adalah PNS yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku. h Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah tentang pengangkatan Staf Khusus Kepala Daerah dan penempatan PNS pada BUMD. l Periksa notulen hasil sidang Baperjakat. dan bandingkan SK Pengangkatan dalam Jabatan dengan notulen hasil sidang Baperjakat tersebut. dapatkan datanya dan Periksa. apa pertimbangannya. d Apakah Sekretaris Daerah selaku pembina Pegawai Negeri Sipil Daerah telah menyampaikan setiap jenis mutasi kepegawaian kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai pelaksanaan pengangkatan. f Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan kebijakan tertulis mengenai batas usia pensiun bagi PNS. k Periksa apakah pengangkatan PNS dalam jabatan struktural telah dilakukan melalui pertimbangan Baperjakat. p Apakah ada PNS yang telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan negeri belum ditetapkan keputusan . g Periksa apakah perpanjangan usia pensiun pejabat struktural eselon I dan II yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sudah melalui pertimbangan Baperjakat. i Periksa tunjangan jabatan terhadap PNS yang menduduki jabatan rangkap. baik sebagai penjabat kepala daerah maupun dalam jabatan fungsional.50 - a Apakah Kepala Daerah telah menetapkan analisis jabatan sebagai pertimbangan dalam menetapkan formasi jabatan. e Periksa apakah terdapat PNS yang telah memasuki usia pensiun tetapi masih dipekerjakan dan menerima gaji penuh (100 %). apa dasar pertimbangannya dan bagaimana kebijakan pemberian tunjangannya. b Apakah SK. Periksa apakah hasil analisis jabatan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. apabila tidak ada apakah pejabat struktural eselon I dan II yang sudah mencapai usia 56 tahun telah diusulkan oleh BKD kepada Kepala Daerah perpanjangan jabatannya. m Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural belum diberikan tunjangan jabatan sejak saat pelantikan. j Apakah masih terdapat pejabat yang telah diangkat dalam jabatan struktural telah 5 (lima) tahun lebih belum dialihtugaskan. apakah untuk 1 (satu) jabatan telah diusulkan 3 (tiga) orang (1 : 3).. o Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah oleh Komisi Pemilihan Umum belum mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan negeri. Periksa susunan personilnya. Pembentukan Tim Baperjakat telah diperbaharui setiap 3 (tiga) tahun. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. apa sebabnya. n Periksa apakah ada pejabat yang pangkatnya lebih rendah membawahi secara langsung Pegawai/Pejabat yang pangkatnya lebih tinggi.

q Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan dari jabatan negeri telah berusia 56 tahun atau lebih. r Periksa apakah pengangkatan pejabat struktural eselon II di lingkungan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan oleh Bupati/ Walikota belum dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur. . namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). Periksa apakah ada perpindahan PNS Pusat menjadi PNS Daerah dan sebaliknya telah memperoleh: 1) Persetujuan dari pejabat berwenang. b. Periksa apakah perpindahan PNS Pusat/Daerah menjadi PNS Depdagri telah memenuhi hasil pengamatan kompetensi yang sekurang-kurangnya bernilai baik. apa sebabnya. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). d.Menguji pelaksanaan Pemindahan Pegawai a.51 - pemberhentian dari jabatan negeri. belum diusulkan untuk pensiun. s Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai ketetapan Komisi Pemilihan Umum setelah 21 (duapuluh satu) hari tidak mengajukan untuk diperkerjakan kembali namun belum dikenakan sanksi hukuman disiplin. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota antar propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. 2) Mempunyai Surat Keterangan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan/atau sedang dalam proses peradilan. v Periksa apakah ada pejabat yang menduduki jabatan struktural yang berasal dari perguruan tinggi/tenaga dosen. Periksa apakah ada PNS propinsi dan kabupten/kota yang pindah ke departemen/lembaga pemerintah non departemen atau sebaliknya yang telah mendapatkan penetapan oleh Menteri Dalam Negeri. 3. namun belum dipekerjakan. Periksa apakah ada pejabat/pegawai yang berasal dari TNI/POLRI yang diangkat dalam jabatan struktural namun belum beralih status kepegawaiannya. f.. 3) Setiap unsur penilaian unsur prestasi kerja dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. c.8. 4) Surat Keterangan dari pejabat yang berwenang tidak sedang menjalani tugas belajar. bagaimana dasar pertimbangan pengangkatannya. u Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan struktural tetapi tidak melaksanakan tugasnya karena diperbantukan di Unit Kerja lain. t Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah setelah mengajukan untuk bekerja kembali. Periksa dapatkan datanya. e.

d) Periksa apakah dalam mempertimbangkan penjatuhan hukuman disiplin dibentuk Majelis Pertimbangan kepegawaian. h) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin yang kasusnya masih diproses oleh pihak Kepolisian/ Pengadilan/ Kejaksaan. a. Pembinaan Disiplin Pegawai 1) Hukuman Disiplin a) Dapatkan data dan periksa apakah telah dibuat pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin dari Pejabat Pembina Kepegawaian kepada pejabat lainnya. Bagaimana realisasi penyelesaiannya. f) Periksa apakah ada prosedur pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin tidak mengacu pada ketentuan terkait Disiplin PNS. i) Periksa apakah ada PNS yang selain dijatuhi hukuman disiplin juga dikenakan tuntutan ganti rugi. dan sejauhmana tindaklanjut penyelesaiannya.10. b Periksa apakah ada PNS yang telah menerima SK Pensiun tetapi masih menerima gaji secara penuh (100 %). b) Periksa apakah terhadap PNS yang melanggar ketentuan . 2) Ketaatan Terhadap Ketentuan Jam Kerja. Lampirkan foto copy SK-nya. Bagaimana penyelesaian status kepegawaiannya. apa sebabnya. diangkat dalam jabatan struktural. Mintakan fotocopy SK tersebut.52 - 3.. a Periksa apakah ada PNS yang telah memasuki batas usia pensiun tetapi belum mendapatkan SK pensiun. a) Periksa apakah kebijaksanaan Kepala Daerah tentang ketentuan jam kerja bagi PNS di lingkungan Pemerintah Daerah telah dilaksanakan dan ditaati. k) Periksa apakah terdapat PNS yang sedang menjalani hukuman disiplin. dan Pengawas Pemilihan belum mendapatkan ijin tertulis Pejabat Pembina Kepegawaian atau Atasan Langsungnya. g) Periksa apakah ada PNS yang dikenakan hukuman disiplin dan mengajukan keberatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK). j) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran hukum dan telah mendapatkan ketetapan hukum oleh penegak hukum. 3. e) Periksa apakah ada PNS yang melanggar kode etik/disiplin PNS belum dikenakan sanksi sesuai jenis pelanggarannya. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Menguji pelaksanaan Pemensiunan Pegawai. Menguji pelaksanaan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil. b) Dapatkan data dan uji apakah terdapat PNS yang menjadi anggota/pengurus Partai Politik belum diberhentikan sebagai PNS. Panitia Pemungutan Suara (PPS).9. sejauhmana kegiatan dari Majelis tersebut. namun status kepegawaiannya belum diproses sesuai ketentuan. c) Periksa apakah ada PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Periksa apakah Diklat Propinsi dalam setiap penyelenggaraan Diklat PNS telah membuat pedoman sesuai jenis Diklat yang dilaksanakan. Mintakan Salinan (foto copy) SK tersebut.11. b. c. bagaimana pengaturannya dan darimana sumberdananya. telah diberi peringatan maupun hukuman disiplin sesuai ketentuan. Periksa apa sebabnya. a) Periksa apakah telah dibentuk Tim Penilaian LP2P sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menguji pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Diklat Fungsional dan Diklat Teknis.. e. jam kerja. Menguji pelaksanaan pemberian Tanda-tanda Kehormatan. Periksa apakah pembagian gaji PNS yang telah mendapatkan ijin melakukan perkawinan lebih dari satu gajinya telah dibagi sesuai dengan kesepakatan. dalam bentuk apa. dan 30 (tigapuluh) tahun tanpa cacat belum diusulkan untuk mendapatkan Satya Lencana Karya Satya. c) Periksa apakah pegawai yang tidak (terlambat) menyampaikan LP2P telah diambil tindakan dan apa jenisnya. a Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah mengenai kesejahteraan pegawai.12. a. b Periksa apakah ada anggota keluarga yang tercantum dalam daftar gaji PNS yang sudah tidak berhak mendapat tunjangan. a. 4) Penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P). Periksa apakah ada PNS yang belum memiliki Kartu Pegawai dan apa sebabnya. 3. Periksa apakah ada PNS yang melakukan perkawinan lebih dari satu tanpa persetujuan isteri pertama dan Pimpinan Satuan Kerja. Menguji pelaksanaan Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS. (Lampirkan foto copy SK tersebut). tetapi masih tetap dibayarkan tunjangannya. Menguji pelaksanaan Pemberian Kartu Pegawai. 3) Penertiban Ijazah Palsu/Aspal. 13.15. 20 (duapuluh) tahun. Menguji pelaksanaan Kesejahteraan Pegawai. berapa yang telah menyampaikan laporan dan yang belum menyampaikan laporan. Periksa apakah ada pegawai yang telah mengabdi mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun. Periksa apakah ada PNS yang memiliki Ijazah palsu/Aspal dan bagaimana langkah-langkah penyelesaiannya.14. 3. c. Periksa apakah rencana dan Program Diklat Pegawai Negeri Sipil telah disusun setiap tahun anggaran yang meliputi Diklatpim. 3. Periksa apakah kurikulum dan metode Diklat telah mengacu pada standar kompetensi jabatan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. d. b) Periksa berapa jumlah PNS wajib LP2P.53 - 3. Periksa apakah sudah dibuat pendelegasian wewenang dari Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang pelaksanaan pemberian ijin perkawinan dan perceraian PNS. Periksa apakah setiap pelaksanaan Diklat telah dibuat laporan pelaksanaannya. Periksa apakah pimpinan satuan kerja telah melakukan identifikasi kebutuhan Diklat untuk menentukan jenis . 3. b.

apakah Gubernur mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Diklat dengan menggunakan dana pungutan/ kontribusi/swadana. telah melampirkan Surat Keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. i Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan pertama dan kedua. Periksa apakah ada rencana dan program diklat PNS yang disusun meliputi Diklatpim. g. Diklat Teknis. Periksa apabila tidak didukung dana APBD. Pendidikan Formal lainnya yang didukung dengan APBD tetapi ada dana pungutan/ kontribusi/swadana. Periksa apakah pemberian cuti diluar tanggungan negara (CLTN) kepada PNS yang bersangkutan telah mendapat persetujuan Kepala BKN. 3. e Periksa apakah PNS yang diberikan cuti besar selama 3 (tiga) bulan telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus. 4. c Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 24 (dua puluh empat) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan selama 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih tidak mengambil cuti tahunan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi adalah: 4. Diklat Fungsional. diberikan 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan. k Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan keempat dan seterusnya. diberikan cuti diluar tanggungan negara. Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. h Periksa PNS yang menderita sakit setelah 1 tahun 6 bulan dan belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk bekerja kembali sebagai PNS. b Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 18 (delapan belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan pada tahun sebelumnya tidak mengambil cuti tahunan dan diambil bersamaan pada tahun yang berjalan. 16. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang .2. f. 3. g Periksa apakah PNS yang diberikan cuti sakit lebih dari 14 hari dan untuk paling lama 1 tahun 6 bulan.54 - Diklat yang sesuai dengan kebutuhan instansinya dan mengusulkan kepada Badan Diklat Propinsi. apakah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan mendapat uang tunggu dan hak-hak kepegawaian lainnya. Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil a Periksa PNS yang telah diberikan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. j Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan yang ketiga. f Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan dalam tahun yang berjalan apakah pernah diberikan cuti besar. Diklat Kader. diberikan cuti besar untuk persalinannya.17. d Periksa PNS yang menjalani cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja ditempat yang sulit perhubungannya (transportasinya) apakah diberikan tambahan hari.1.. 4.

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. memahami IT.6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS. PP Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. 4. tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. memahami kode etik pemeriksaan.12 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.1. 3.7. data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. 4.10 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 1994.. 4.11 Keputusan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentangPengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002. 4. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999. 4. pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) aspek Kepegawaian didemonstrasikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. 4. tanggal 18 April 1994. 1. pengembangan temuan pengawasan aspek Kepegawaian. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan.4. 4.1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil.2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.3. 3.55 - Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 4. 2. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini dengan tertulis/lisan/wawancara. .9.5. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.3. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.8. memahami prinsip-prinsip manajemen PNS.2.

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. mampu menerapkan standar pemeriksaan. Mengakses data dan 2. 4. santun 6. 4. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. integritas.1 PKPP diakses dan dipelajari pelaksanaan 1. 4.2.5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis kebijakan keuangan daerah.WAS. memahami standar pemeriksaan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1.02.3. 6.1. berorientasi hasil. Aspek Kritis 6. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 5.008.2. memahami teknik pemeriksaan. 3.01 Judul Unit Melaksanakan analisis kebijakan keuangan daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 8. 5.3.56 - 3. 5. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 6. mampu menerapkan kebijakan terkait kepegawaian dalam pelaksanaan pengawasan.1. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data..4. memahami teknik komunikasi. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah . Melaksanakan Analisis Kebijakan Keuangan Daerah Kode Unit FPP.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan kebijakan unit objek yang akan diperiksa diikuti keuangan daerah 2. 4. Mempersiapkan 1. 5. diakses dan ditentukan 2. 5.2. 3.1.3. cermat/teliti.6.6. independen. 5. obyektif.2.5. Dokumen pelaksanaan kegiatan Adum informasi aspek kebijakan keuangan daerah pengawasan kebijakan sesuai ruang lingkup pengawasan keuangan daerah .4.4.

Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.3 Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah dianalisis dengan menggunakan teknikteknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait adum aspek kebijakan keuangan daerah dengan ketentuan kebijakan keuangan daerah dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.2. 1.57 - 3.. Atribut kondisi. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3. 3.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. . Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.1. serta dicatat dalam KKP 5. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Memformulasikan temuan pengawasan diklarifikasi dan dipenuhi. 5. 5.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah 4. kreteria. 5.3. 4.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 3. 4.2.

1. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya. penatausahaan. kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. dan pengawasan keuangan daerah. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan.. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan/Pengawa san (P2 HP) 6. selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah .2. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan menganalisis kebijakan keuangan daerah. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. pertanggungjawaban. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . pelaksanaan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. 6. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. dan ditetapkan dengan peraturan daerah. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam . Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. yang terdiri dari : mempersiapkan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah . menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah .58 - 6. pelaporan.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. . Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. menyimpan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. dana. PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan. menatausahakan. belanja. dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. menatausahakan.. Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.59 - melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD. membayarkan. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. menyetorkan. menyimpan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya balk yang berupa personil (sumber daya manusia). dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. barang modal termasuk peralatan dan teknologi.

SK Pengankatan BUD.2. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. Keputusan Kepala Daerah ttg Rekening Daerah dll diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.2.60 - Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. 3. 2. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan pedoman lainnya yang berlaku termasuk hasil evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD.1.2. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.1. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Menguji kesesuaian pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku: 3. b. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah. Ruangan kerja. prioritas dan plafon anggaran. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. c. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah. Perencanaan dan Penganggaran. kebijakan umum APBD. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).4.. Belanja Daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. b Periksa apakah RKA-SKPD telah disusun berdasarkan: . 2.3. Menguji kebijakan pengelolaan keuangan daerah. kertas. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya dan te. yang terdiri dari. penghapus. 2. a Periksa apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disusun berdasarkan dokumen perencanaan daerah. spidol. Pendapatan Daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. d.ah memenuhi prinsip-prinsip SPIP yang memadai serta hasilnya dituangkan dalam KKP.5.1. 2. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Lap top. a. 3. White board/flip chart. Dasar otorisasi pengelolaan Keuangan Daerah seperti SK Pembentukan TAPD. Literatur terkait.

2 Pelaksanaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah. c. a) Periksa apakah jenis pungutan pajak dan retribusi Daerah sudah sesuai dengan peraturan per-UndangUndangan yang berlaku. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut. e) Periksa prosedur dan pelaksanaan pemungutan dan penyetoran Pendapatan Asli Daerah. 3.. Periksa apakah dokumen pelaksanaan anggaran SKPD (DPA-SKPD) telah disusun secara rinci berdasarkan sasaran yang hendak dicapai. 3. indikator kinerja. standar satuan kerja. e. Periksa apakah semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalaui rekening kas umum daerah. c) Jika ada pungutan daerah yang tidak ditetapkan dengan Peraturan Daerah. d. Jika tidak sesuai mintakan penjelasan. ganti kerugian daerah dan sejenisnya yang terjadi dalam tahun berjalan dan yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya. fungsi. dan standar pelayanan minimal. b) Periksa apakah semua pungutan Daerah sudah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.2. h) Periksa apakah seluruh Peraturan Daerah tentang .2.61 - 1) Keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari kegiatan dan program termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut. Pendapatan Daerah.3. f) Periksa apakah biaya pemungutan pajak daerah sudah diatur dengan Peraturan Daerah. kegiatan. a. Periksa penerbitan SPD. d) Periksa tentang cara menetapkan perkiraan target Pendapatan Asli Daerah. program. mintakan penjelasan dan catat jenis pungutan apa saja. a. Periksa ketepatan pembebanan atas transaksi pengembalian kelebihan pajak. b. apakah telah mempertimbangkan penjadwalan pelaksanaan program dan kegiatan yang dimuat dalam DPA-SKPD dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Periksa ketepatan waktu proses dan pengesahan DPA – SKPD tersebut. analisis standar belanja. dan rencana penarikan dana serta pendapatan yang diperkirakan. 2) Capaian kinerja. Periksa apakah perubahan APBD dilakukan sesuai kriteria/persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perUndang-Undangan/ standar/pedoman yang berlaku. Pendapatan Asli Daerah 1) Pajak dan Retribusi Daerah. retribusi daerah. g) Periksa apakah besarnya (prosentase) biaya pemungutan pajak daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Periksa dan mintakan penjelasan. hitung bagian deviden yang menjadi hak daerah berdasarkan persentase kepemilikan saham. a) Sejauhmana kontribusi penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada pihak ketiga dan BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah. c) Periksa apakah pengenaan ganti kerugian daerah . Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Jika belum. b) Kapan penyetoran deviden ke Kas Daerah. apakah menguntungkan atau merugikan pemerintah daerah. bandingkan antara penyertaan modal dengan bagian laba (deviden) yang diterima. Periksa apakah prosedur dan pelaksanaan penerimaan jasa giro sudah sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. Jika belum ditetapkan. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang melakukan tindakan melanggar hukum atau kelalaian jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian daerah. i) Periksa apakah Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah setelah ditetapkan. apa saja kebijaksanaan Kepala Daerah dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada wajib pajak dan wajib bayar. 2) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. Periksa lain – lain PAD apa saja yang telah ditetapkan . hitung potensi kerugian daerah atas keterlambatan penyetoran devide ke Kas daerah. Jika sudah mintakan tanda terimanya. l) Periksa apakah Bendahara Penerima telah ditetapkan oleh Kepala Daerah pada awal tahun anggaran. 1) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara kepada bendahara. lakukan pengujian di Unit Pelaksana Pelayanan. k) Periksa dan evaluasi. 2) Jasa Giro. telah dihentikan pelaksanaannya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya Keputusan Pembatalan. 4) Tuntutan Ganti Rugi a) Apakah SK Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah..62 - Pajak dan Retribusi Daerah telah diundangkan dalam Lembaran Daerah. 3) Pendapatan Bunga Periksa kebijakan jasa giro ditetapkan oleh siapa. minta penjelasan kenapa demikian. b. j) Periksa apakah ada Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi yang dibatalkan oleh Menteri Dalam Negeri. sudah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan paling lambat 15 hari setelah ditetapkan. c) Dapatkan Laporan Hasil Rapat Umum Pemegang (RUPS) atas penyertaan modal.

a) Periksa apakah penggunaan DAU telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 3) Dana Alokasi Khusus. b) Periksa apakah terdapat pemberi hibah yang berasal dari dalam negeri. Catat juga jumlah dan untuk keperluan apa saja serta berapa dana pendamping sekurang-kurangnya 10% dari alokasi DAK dan dianggarkan dalam APBD. Periksa apakah terdapat DAK yang disalurkan ke rekening selain rekening Kas Umum Daerah. Jika ada apakah telah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah antara Pemerintah Daerah dengan pemberi Hibah. Apabila ada bantuan dari luar negeri apakah sudah melalui Pemerintah Pusat. c) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan triwulan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada Menteri Keuangan.63 - terhadap bendahara telah ditetapkan oleh BPK. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan penggunaan DAU Triwulanan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. Berapa jumlah dan untuk apa bantuan tersebut. b) Periksa apakah penggunaan DAK dilakukan sesuai dengan Petunjuk Teknis penggunaan DAK . 1) Bagi hasil pajak dan Sumber Daya Alam.. e) Apakah telah ditetapkan Peraturan Daerah tentang tata cara tuntutan ganti kerugian daerah. a) Periksa apakah propinsi yang diperiksa menerima DAK yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah menerima pendapatan hibah yang merupakan bantuan tidak mengikat. 5) Dana Darurat. Dan Periksa apakah Pemerintah Daerah telah meminjam lebih dari 60% dari Produk Domestik Bruto tahun yang . Dana Perimbangan. 4) Hibah. c. b) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menerima Penetapan batas maksimal kumulatif pinjaman pemerintah daerah. Periksa apakah alokasi penerimaan dana perimbangan bagi hasil pajak dan SDA telah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan . disalurkan dengan cara pemindah bukuan dari rekening Kas Umum Negara ke rekening Kas Umum Daerah. d) Periksa apakah pengenaan ganti kerugiaan terhadap pegawai negeri bukan bendahara telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. c) Periksa apakah hibah dari pemerintah dan hibah dari luar negeri dikelola melalui mekanisme APBN. 2) Dana Alokasi Umum. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah menerima Dana Darurat karena mengalami krisis solvabilitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menteri Teknis dan Menteri Dalam Negeri.

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. belanja bagi basil.3. b) Periksa apakah Penyertaan modal pemerintah daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 2) Pengeluaran a) Periksa apakah pembentukan dana cadangan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. bantuan sosial. d.54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. . 4.6. hibah.8 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah.64 - bersangkutan. e. 4. 4. 4. b) Periksa apakah kebijakan penganggaran Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari belanja pegawai. 4.2. subsidi. bantuan keuangan. Periksa Apakah pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah.9. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. bunga. dan belanja tidak terduga telah sesuai dengan ketentuan. Belanja Daerah 1) Belanja Langsung Periksa apakah penganggaran Belanja Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. c) Periksa apakah pemberian pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah atas persetujuan DPRD.. Peraturan Pemerintah Nomor . 4. Pembiayaan 1) Penerimaan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.4.7.1.5.10. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah. 2) Belanja Tidak Langsung a) Periksa apakah penganggaran Belanja Tidak Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. 4. c) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menetapkan Dana Cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 4.

1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah.15 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah didemosntrasikan. 4. pengembangan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. memahami sistem pengendalian intern.2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan keuangan daerah adalah menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya secara memadai..1. 3. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam pengelolaan keuangan daerah. 3. 3. 4. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. formulasi temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. 3.19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial. . memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.65 - 4. 3. 4. 4. 1.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4. 3.12. memahami prinsip-prinsip pengawasan kebijakan daerah. 4. memahami konsep.akses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah.3.18 Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.20 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Jo. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.5. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.13.2.6. 2. 4.14 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko.11.17 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. filosofi dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah.16 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. 4.

4 mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat.3 mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. 5.WAS. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. 4. 4. 5.02. cermat/teliti. Mengawasi Urusan Administrasi Umum aspek barang/asset daerah Kode Unit FPP. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. dan dapat dipertanggungjawabkan.6. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.2.7. 5.7 mampu merumuskan atribut temuan. memahami teknik komunikasi Pengawasan.. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 9.3. santun 6.009.4. 5. . 6.8 mampu menerapkan kebijakan pengelolaan keungan daerah terkait dalam melakukan pengawasan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis aspek barang/aset daerah. 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4.66 - 3.5 mampu memformulasikan temuan kebijakan keuangan darah/negara secara lengkap. 5. 3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 4. akurat. independen.1.3.2 mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.2. integritas.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.01 Judul Unit Menganalisis Aspek Barang/Aset Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Aspek Kritis 6. obyektif. 6. 4. 4. berorientasi hasil. 4.6 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.8.5.

Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah . Mengembangkan 4. 4. . Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Menulis temuan 5. kreteria.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 3. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. 2. Melakukan 3. 5. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Barang/asset daerah ditentukan dan dan informasi disepakati dengan penanggungjawab pengawasan aspek kegiatan Barang/asset 3.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya Barang/asset dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan daerah penanggungjawab kegiatan.3. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) 3. 4.3. Kesesuaian antara dokumen data dan daerah informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.2. sebab akibat pada pengawasan aspek KKP diringkas supaya mudah dipahami dan Barang/asset dikonsultasikan dengan pimpinan unit daerah kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. serta hasilnya dicatat dalam KKP.1.67 - Elemen Kompetensi 1.. Kriteria Unjuk kerja 1. serta dicatat dalam KKP 5.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.1. 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2.2.1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Atribut kondisi.

Unit kerja adalah bagian SKPD selaku kuasa pengguna barang.2. Penyimpan barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk menerima. wasan (P2 HP) 6. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Barang/asset daerah.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada aspek Barang/asset Supervisi Pengawasan untuk ditentukan daerah temuan yang menjadi P2HP 6. menyimpan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. administratif .68 - 6. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna barang. dan mengeluarkan barang. Pengurus barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk mengurus barang daerah dalam proses pemakaian yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah/unit kerja. Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang. Pembantu pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pembantu pengelola adalah pejabat yang bertanggungjawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada satuan kerja perangkat daerah. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. Barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya yang sah. Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah.1. Menyusun Pokok6. Penyaluran adalah kegiatan untuk menyalurkan/pengiriman barang milik daerah dari gudang ke unit kerja pemakai. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik. Pengadaan adalah kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa. mengembangkan temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. menulis temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Kuasa pengguna barang milik daerah adalah kepala satuan kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh pengguna untuk menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya.. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan analisis aspek barang/aset daerah. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. Pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pengelola adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan/Penga konsep P2HP.3.

Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual. Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. Penyertaan modal pemerintah daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak . atau antara Pemerintah Daerah dengan pihak lain. tanpa memperoleh penggantian. Bangun guna serah adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. Tukar menukar barang milik daerah/tukar guling adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. Penjualan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang. dipertukarkan. Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan. dengan menerima penggantian dalam bentuk barang. Bangun serah guna adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. kerjasama pemanfaatan. pinjam pakai. Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan daerah bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya. Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa. dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. antar Pemerintah Daerah. untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasiltasnya setelah berakhirnya jangka waktu.69 - dan tindakan upaya hukum. Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara Pemerintah Pusat dengan Pemda dan antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola. dihibahkan atau disertakan sebagai modal Pemerintah Daerah. Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan menerima imbalan uang tunai.. antar pemerintah daerah. kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. atau dari pemerintah daerah kepada pihak lain. sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang.

Daftar barang pengguna yang selanjutnya disingkat dengan DBP adalah daftar yang memuat data barang yang digunakan oleh masing-masing pengguna. 2. Menguji kebijakan barang/asset daerah.2. spesifikasi dan kualitas dalam 1 (satu) periode tertentu. rumah dinas. spidol. pencatatan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan. White board/flip chart. Ruangan kerja.70 - dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada Badan Usaha Milik Negara/daerah atau badan hukum lainnya.1. Standarisasi harga adalah penetapan besaran harga barang sesuai jenis. 2. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP d. perlengkapan kantor. Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah.3. a. yang terdiri dari. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Laporan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajariserta hasilnya dituangkan dalam KKP 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.. Lap top 2. Menguji Perencanaan Kebutuhan Barang/Jasa. Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). kendaraan dinas dan lain-lain barang yang memerlukan standarisasi. yaitu: a Periksa apakah perencanaan dan penentuan kebutuhan barang yang tertuang dalam RKBMD (Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah) masing-masing unit/satuan kerja telah memperhatikan : 1) Anggaran yang tersedia 2) Barang yang dibutuhkan 3) Alasan kebutuhan 4) Cara Pengadaan 5) Standarisasi dan spesifikasi barang yang dibutuhkan 6) Jumlah barang yang dibutuhkan .4. Literatur terkait 3. 2. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP b. penghapus.2. 2. dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. Daftar barang kuasa pengguna yang selanjutnya disingkat DBKP adalah daftar yang memuat data barang yang dimiliki oleh masingmasing kuasa pengguna.5.1. kertas. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP c. Standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintahan Daerah adalah pembakuan ruang kantor.

periksa jumlah dan susunan anggotanya apakah persyaratan jumlah dan susunan anggotanya telah sesuai ketentuan yang berlaku. menandatangani Kontrak. menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. atau pemenang pada Seleksi atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp10.000. PA/KPA : menetapkan Rencana Umum Pengadaan. Swakelola terdiri atas PA/KPA. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.3. 3. Pengadaan Barang/Jasa untuk Pengadaan melalui Penyedia Barang/Jasa terdiri dari PA/KPA.000. 1) Periksa apakah organisasi pengadaan telah dibentuk yaitu : a. menetapkan pemenang pada Pelelangan atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp100.. b.000. dan menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen .00 (sepuluh miliar rupiah). menetapkan Pejabat Pengadaan.000. mengumumkan secara luas Rencana Umum Pengadaan paling kurang di website K/L/D/I. mengendalikan pelaksanaan Kontrak. menetapkan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.000. menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan.71 - b Periksa apakah pengadaan barang/jasa yang telah direncanakan dalam program kerja merupakan penjabaran dari RKBMD dan RKPB (Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang). melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan. dalam hal terjadi perbedaan pendapat. Organisasi Pengadaan. seperti: a. mengawasi pelaksanaan anggaran. ULP/Pejabat pengadaan 2) Dapatkan SK-nya. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA. PPK. dan mengawasi penyimpanan dan pemeliharaan seluruh Dokumen Pengadaan Barang/Jasa. 2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS). b.000. ULP/Pejabat pengadaan dan Panitia/Pejabat Hasil Pekerjaan telah dibentuk oleh pengguna barang/jasa.00 (seratus miliar rupiah). PPK : menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi: 1) spesifikasi teknis Barang/Jasa. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa. Menguji Proses Pengadaan Barang/Jasa a. dan 3) rancangan Kontrak. menyelesaikan perselisihan antara PPK dengan ULP/ Pejabat Pengadaan. c Bandingkan kegiatan pengadaan barang/Jasa dalam DASK dengan program kerja dan RKBMD/RKPB. menetapkan PPK. PPK. 3) Periksa apakah masing-masing organisasi telah menjalankan tugasnya.

00 (lima puluh juta rupiah f.72 - pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi.000. menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk membantu pelaksanaan tugas ULP. menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian. 4) Periksa apakah ada hubungan keluarga antar anggota panitia. mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website K/L/D/I masingmasing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional.00 (seratus juta rupiah). melakukan evaluasi administrasi. c. menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk: a) Pelelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100. dalam hal diperlukan. 5)Periksa apakah ada pejabat yang merangkap sebagai panitia pengadaan dan panitia pemeriksa barang.000.000. teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk. 6)Periksa apakah ada anggota panitia pengadaan menduduki jabatan struktural yang lebih tinggi dari panitia pelaksana. dan menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa.000. 7) Periksa apakah Penyedia Barang/Jasa telah memenuhi syarat 8) Periksa tahapan pelaksanaan pengadaan. dan membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. khusus untuk ULP: menjawab sanggahan. dan/atau dan 2) perubahan jadwal kegiatan pengadaan.00 (sepuluh miliar rupiah). menetapkan Dokumen Pengadaan.00 (seratus miliar rupiah).000. apakah dilakukan . dan/atau 2) Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50. e. menetapkan tim pendukung. menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran.000.000. atau b) Seleksi atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp10.000. khusus Pejabat Pengadaan: 1) menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000. Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan: melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak.000.. PPK dapat mengusulkan kepada PA/KPA dalam 1) perubahan paket pekerjaan. ULP/Pejabat Pengadaan : menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa. d.

(3) dipindahtangankan (4) dan lain-lain 3. Pembukuan (1) Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran .inventarisasi.  Bandingkan hasil pengadaan dengan permintaan barang dari unit pemakai  Periksa Kartu Persediaan barang.  Periksa apakah penyaluran barang dari gudang dilakukan oleh Pemegang Barang atas dasar Surat Perintah Penyaluran Barang dari pejabat yang berwenang.  Lakukan stock opname barang dalam gudang dengan cara:  Periksa penyerahan/penerimaan barang dalam gudang dari bagian pengadaan.3) bandingkan dengan hasil perhitungan fisik barang. 3. pemilihan (metode pemilihan. dikeluarkan dari persediaan barang dalam gudang kedalam buku/kartu persediaan barang. b) Periksa apakah pengguna barang/kuasa pengguna barang telah menyerahkan tanah/bangunan yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan kepada Gubernur.  Periksa apakah penyerahan barang inventaris sudah memakai Berita Acara Serah Terima Barang.  Periksa apakah penunjukan Pemegang Barang telah dilengkapi dengan SK Kepala Daerah.73 - telah sesuai ketentuan. Penerimaan. (2) dimanfaatkan dalam rangka optimalisasi barang daerah. 3. mulai dari persiapan. Penggunaan..  Hasil akhir ada 2 (dua) kemungkinan yaitu :  Barang kurang/lebih  Pembukuan dan jumlah persediaan sama.4. pelaporan) a. metode penyampaian dokumen. a.6. Penyimpanan dan Penyaluran Barang. perencanaan. b. Cek apakah penggantian Pemegang Barang telah diikuti dengan Berita Acara Serah Terima.  Periksa apakah Pemegang Barang telah mencatat seluruh barang yang diterima. c) Periksa apakah sudah ada penetapan penggunaan tanah/ bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna barang tersebut yaitu antara lain : (1) untuk penyelenggaraan Tupoksi instansi lain.  Hasilnya (1. metode evaluasi.2. Penatausahaan ( pembukuan. a) Periksa apakah status penggunaan barang daerah telah ditetapkan oleh Kepala Daerah dan Periksa apakah realisasi penggunaannya sudah sesuai dengan penetapan status penggunaan yaitu untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna/kuasa pengguna barang yang bersangkutan. (Periksa pembukuan Pemegang Barang).5. jenis kontrak dan tanda bukti). 9) Prosedur Pelelangan. penyimpanan dan penyaluran.

bila tidak cocok mintakan penjelasan dari pengurus/penanggungjawab barang. B. (2) Pencatatan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Periksa apakah Pengelola Barang telah menghimpun :  Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS)  Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT)  Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) .  Buku Inventaris untuk setiap Unit Kerja apakah sudah ada dan dikerjakan secara tertib.Periksa apakah Pengguna Barang telah menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada Pengelola Barang. dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A.Periksa apakah pengelolaan inventarisasi Barang Milik Daerah telah di laksanakan dengan tertib yaitu :  Apakah Pemda telah melaksanakan sensus barang daerah setiap 5 tahun sekali dengan menyusun Buku Induk Inventaris Barang secara tertib dan berkesinambungan. E dan F.Periksa apakah Kuasa Pengguna Barang telah menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada Pengguna Barang. (5) Pengelola menyimpan seluruh dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah. D. (4) Pengguna/Kuasa Pengguna menyimpan dokumen kepemilikan barang milik daerah selain tanah dan bangunan. Inventarisasi . . C. Periksa berapa jenis jumlah dan harga barang yang belum tercatat dalam buku inventaris.  Bandingkan isi yang tercantum dalam KIB tersebut dengan kenyataan yang ada.74 - dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang.Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) sebagai bahan untuk menyusun neraca daerah c. Pelaporan . sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. . . sesuai dengan ketentuan yang berlaku. .  Buku harian barang yang mencatat penerimaan/ pengeluaran barang inventaris apakah telah dibuat dan dikerjakan secara up to date. b. (3) Pembantu pengelola melakukan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD)..Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan bangunan semesteran dan tahunan.

Periksa apakah data-data/warkah asset daerah berupa tanah sudah lengkap dan tersimpan rapi oleh Biro Perlengkapan/Biro Umum. (paling lama 5 tahun). Pemanfaatan. c) Periksa apakah pihak ketiga memenuhi kewajiban tepat waktu. a) Dapatkan data barang daerah yang telah dimanfaatkan dan Periksa bentuk pemanfaatannya yaitu : (1) Penyewaan (2) Pinjam Pakai (3) Kerjasama pemanfaatan (4) Bangun guna serah dan bangun serah guna. (5) Jangka waktu Penyewaan.. .Periksa apakah tanah Pemda seluruhnya :  telah tercatat sebagai asset daerah  telah disertifikatkan (berapa yang sudah dan berapa yang belum) . dan daftar mutasi barang sudah disusun dan disampaikan pada pejabat yang berwenang tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan. 3. . (6) Sanksi-sanksi. . b) Periksa apakah hasil penyewaan barang daerah telah disetor ke Kas Daerah. jika sudah ada cocokkan dengan keadaan barang yang senyatanya ada diruangan tersebut.Periksa apakah barang-barang inventaris hasil pengadaan. jumlah dan harga barang menurut Daftar Mutasi Barang Inventaris dan Buku Hasil Pengadaan Inventaris. . apakah sudah sesuai dengan peruntukannya.Lakukan pengecekan fisik barang inventaris di lokasi bandingkan dengan barang inventaris yang tercatat dalam Buku Inventaris Barang/kartu Inventaris Barang.Apabila ada perbedaan jenis. b) Periksa pemanfaatan barang daerah atas tanah/bangunan yang masih digunakan oleh pengguna barang dan yang telah mendapat persetujuan pengelola barang. (4) Besarnya sewa. telusuri apa penyebabnya.Periksa apakah daftar inventaris. (2) Data barang daerah yang disewakan. a) Dapatkan Surat Perjanjian sewa menyewa tersebut dan periksa apakah telah memuat : (1) Pokok-pokok penyewaan. hibah. (3) Hak dan kewajiban kedua belah pihak. d) Periksa apakah pengembalian barang Daerah dari pihak ketiga tepat waktu batas penggunaan (lihat dalam surat perjanjian) dan apakah dikenakan sanksi apabila pihak ketiga wanprestasi . . (1) Penyewaan. telah tercatat seluruhnya sebagai asset daerah.75 -  Setiap ruangan apakah sudah dibuatkan Kartu Inventaris Ruangan (KIR). Kalau tidak apa yang menjadi motivasi/pertimbangan dalam pemanfaatan barang daerah tersebut. daftar rekapitulasi. sumbangan dan lain-lain barangbarang yang diterimanya.7.

(4) Besaran kontribusi tetap dan bagi hasil keuntungan yang harus dibayar mitra kerjasama setiap tahunnya. (4) Jangka waktu peminjaman paling lama 2 tahun dapat diperpanjang. (5) Persyaratan lain yang dianggap perlu misalnya mitra kerjasama dilarang menggadaikan/mengagunkan barang daerah kepada pihak lain. (c) Apakah pembayaran kontribusi dan pembagian keuntungan hasil kerjasama telah mendapat persetujuan pengelola barang. (d) Cek biaya yang digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan kerjasama (karena tidak dapat dibebankan pada APBD). a) Dapatkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai. (2) Pinjam Pakai. (a) Periksa proses tender dan penetapan mitra kerjasama (sekurang-kurangnya 5 peserta). (b) Periksa kewajaran pembagian keuntungan hasil kerjasama yang ditetapkan dari hasil perhitungan Tim (dapatkan SK Pembentukan Timnya). periksa apakah surat perjanjian tersebut telah memenuhi syarat antara lain : (1) Pokok yang diperjanjikan. (4) Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (1) Periksa apakah Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna telah memenuhi persyaratan yaitu : (a) Pengguna barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi penyelenggaraan pemerintah daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tupoksi. (5) Pengembalian barang harus dalam keadaan baik. (2) Data-data barang yang dipinjam pakai (3) Tanggungjawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. a) Dapatkan surat perjanjian kerjasama pemanfaatan. (3) Kerjasama Pemanfaatan atas Tanah dan Bangunan. (2) Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. b) Tidak tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan tersebut. apabila penetapan mitra kerjasama dengan penunjukkan langsung atas pertimbangan apa. (2) Barang hanya boleh dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya. periksa apakah telah memuat : (1) Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian. (3) Barang yang dipinjam pakai merupakan barang yang tidak habis pakai. cek apakah telah disetor ke kas daerah. (4) Persyaratan lain yang dianggap perlu.. .76 - e) Siapa yang menetapkan tarif penyewaan untuk barang daerah. (3) Jangka waktu kerjasama (paling lama 30 tahun) dapat diperpanjang. b) Periksa apakah syarat-syarat pinjam pakai telah berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku yaitu : (1) Barang belum dimanfaatkan oleh Pemda.

pemilihan langsung. a. 2) Periksa bentuk pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi terhadap barang inventarisasi (barang bergerak dan tidak bergerak maupun terhadap barang persediaan). 3) Periksa jenis barang yang dipelihara/dirawat (gedung kantor. (d) Periksa kewajaran besaran konstruksi atas hasil perhitungan Tim yang telah dibentuk oleh pejabat yang berwenang. (4) Periksa apakah selama jangka waktu pengoperasian mitra bangun guna serah dan mitra bangun serah guna telah memenuhi kewajibannya yaitu : (a) Membayar kontribusi ke Kas Daerah (b) Tidak menjaminkan. 1) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan pelaksanaan pengamanan terhadap barang daerah. mess/asrama. (b) Obyek Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (c) Jangka waktu (d) Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian. instansi lain atau masyarakat setempat).77 - (2) Dapatkan surat perjanjian dan periksa apakah telah memuat : (a) Pihak yang terkait dalam perjanjian. 1) Periksa apakah setiap unit kerja menyampaikan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) kepada Biro Perlengkapan/Biro Umum. Pemeliharaan Barang. sarana telekomunikasi). cek penyetorannya ke kas daerah.  Panitia Peneliti Penawaran. 4) Periksa upaya hukum apa yang telah dilaksanakan Pememerintah Daerah untuk menangani barang daerah yang bermasalah tersebut. Pengamanan. perlengkapan kantor.8.. baik pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi dan tindakan hukum. (c) Memelihara obyek Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. menggadaikan. (e) Sanksi (f) Arbitrase (3) Periksa jangka waktu Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna paling lama 30 (tigapuluh) tahun sejak surat perjanjian ditandatangani. b. Pengamanan dan Pemeliharaan. 3) Periksa dan inventarisir apakah ada barang daerah khususnya barang tidak bergerak (Tanah/Bangunan) yang sedang bermasalah (sengketa dengan pihak ketiga. 3. . 4) Periksa kepastian penyediaan dana dalam DASK 5) Periksa pelaksanaan pemeliharaan :  Cara pelaksanaan (lelang. 2) Periksa apakah telah disusun Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB). pengadaan langsung dan swakelola). memindah tangankan oleh Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. kendaraan dinas. dan sampai dimana penyelesaiannya. rumah dinas.

9.. Periksa apakah hasil penilaian barang milik daerah selain tanah dan atau bangunan telah ditetapkan oleh pengelola barang. d. Penilaian a. 4) Beralih kepemilikannya 5) Persediaan barang melebihi kebutuhan 6) Nilai ekonomis lebih menguntungkan kalau dihapuskan. Periksa apakah penilaian barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka pemanfaatan atau pemindahtanganan dilakukan oleh Tim atau melibatkan penilaian independen yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan tujuan untuk mendapatkan nilai wajar. a.  Prosedur Pemeliharaan  Pengadaan dan Penyaluran BBM 3. c. Periksa apakah penghapusan barang milik daerah telah dihapus dari daftar barang milik daerah. (1) Periksa apakah ada pemindahtanganan barang daerah berupa: (a) Penjualan  . Periksa apakah seluruh barang milik daerah telah dilakukan penilaian dan dimasukkan dalam neraca daerah 3. d. b.78 - Panitia pemeriksa pekerjaan (susunan anggota dan fungsinya).11. Periksa apakah penetapan nilai barang milik daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah berpedoman pada standard akutansi pemerintahan.  Pemeliharaan kendaraan. Periksa apakah penghapusan barang daerah tersebut telah diterbitkan surat keputusan penghapusan oleh Kepala Daerah.10. terjadi pemusnahan atau karena sebab lain belum dihapuskan. Periksa apakah ada barang milik daerah yang sudah tidak berada dalam penguasaaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang karena beralih kepemilikannya. e. Periksa apakah pelaksanaan pemusnahan barang milik daerah karena tidak dapat digunakan. Periksa apakah pelaksanaan penghapusan barang milik daerah yang tidak berada dalam penguasaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang telah dilaporkan kepada pengelola barang. dimanfaatkan dan tidak dapat dipindahtangankan telah dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada pengelola barang. periksa :  Status kendaraan. Penghapusan. 3. Pemindahtanganan. f. b. c. Periksa apakah penghapusan barang daerah telah berdasarkan atas pertimbangan : 1) Rusak berat 2) Tidak dapat digunakan secara optimal 3) Telah melampaui batas waktu kegunaan/kadaluarsa.  Cara pembayaran (kelengkapan dokumen).

 Harga rumah golongan III ditetapkan sebesar 50% dari harga tafsiran dan penilaian yang dilakukan panitia.Periksa pembayaran angsuran apakah masih terdapat tunggakan.Penjualan kendaraan dinas apakah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu mengenai . .Periksa uang muka pembayaran. (a) Penjualan Rumah .  Penetapan taksiran harga tanah berpedoman kepada NJOP pada waktu penafsiran. Penjualan (1) Inventarisir penjualan barang daerah apakah penjualan barang daerah telah mempertimbangkan :  Optimalisasi barang daerah yang berlebih  Secara ekonomis lebih menguntungkan daerah (2) Periksa apakah penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang kecuali barang yang bersifat khusus atau barang lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola barang.  Apakah pemohon telah memegang surat ijin penghunian (SIP) dari Kepala Daerah dan sepengetahuan Kepala Unit/Satuan Kerja.  Status pegawai yang berhak membelinya. apakah telah dilunasi oleh semua pembeli dan cek kebenarannya.Periksa inventarisasi rumah-rumah dinas golongan III dan berapa jumlah pemohon pembelian rumah golongan III. a.  Umur kendaraan dinas.79 - (b) Tukar menukar (c) Hibah (d) Penyertaan Modal (2) Periksa apakah pemindahtanganan tanah/bangunan dan selain tanah/bangunan yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD. (b) Penjualan Kendaraan Dinas .. (3) Cek apakah hasil penjualan barang daerah telah disetor ke kas daerah.Periksa apakah penjualan rumah dinas tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah dan bagaimana sistim pembayarannya. . . . .Periksa penetapan harga jual rumah dinas golongan III apakah telah sesuai dengan :  Penafsiran harga dari nilai biaya yang digunakan untuk membangun rumah yang bersangkutan pada waktu penafsiran dikurangi penyusutan menurut umur bangun. (4) Periksa kewajaran harga penjualan barang daerah. .Periksa persyaratan pembeli rumah rumah dinas golongan III yaitu :  Status Kepegawaiannya  Masa kerja  Pernah membeli/memperoleh rumah dinas atau belum.

 Apakah ada kompensasi yang harus dilakukan pihak ketiga berupa uang. .80 - Periksa apakah Surat Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Dinas sudah dibuat sesuai ketentuan mengenai :  Penetapan Harga. .Cek apakah serah terima barang yang dilepas dan barang pengganti telah dituangkan dalam Berita Acara.  Apakah tukar menukar tanah/bangunan telah disertai pelepasan hak-nya. .  Tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.Periksa apakah Hibah tersebut telah memenuhi syarat :  Bukan barang rahasia negara/daerah  Bukan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. (e) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah.Periksa apakah tukar menukar barang daerah berupa tanah atau selain tanah yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD.  Periksa kelancaran pembayaran angsuran dan sanksi terhadap para pegawai yang menunggak (c) Tukar menukar.Sanksi  Periksa apakah hasil penjualan kendaraan dinas sudah disetor ke Kas daerah.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan daerah tidak merugikan Pemda :  Nilai ekonomis tanah/bangunan milik Pemda dan penggantinya..  Besarnya Cicilan  Cara Pembayaran . - . bangunan atau barang lainnya.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan yang dilepas maupun penggantinya tidak dalam sengketa.Periksa kewajaran harga/nilai kompensasi dan pelaksanaannya. . . tanah/bangunan dan atau pekerjaan. (d) Hibah .Periksa apakah ada penyertaan modal Pemda berupa tanah.Periksa apakah tukar menukar barang daerah telah dipertimbangkan:  Untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintahan  Untuk optimalisasi barang daerah  Tidak tersedia dalam APBD . . apa dasar pertimbangannya :  Untuk kepentingan sosial  Keagamaan  Kemanusiaan  Penyelenggaraan pemerintahan daerah .Periksa apakah ada barang daerah yang dihibahkan. Periksa dasar pertimbangannya.

Periksa apakah terdapat BM/KN berupa barang tidak bergerak yang digunakan untuk kepentingan umum yang telah diterima oleh pemerintah daerah telah dipindahtangankan diubah statusnya atau dimanfaatkan oleh instansi pemerintah atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri Keuangan.Periksa apakah pemerintah daerah yang telah menerima pengalihan BM/KN dari pemerintah pusat yang ternyata bermasalah (yang hilang. baik secara administrasi maupun fisik. .Periksa apakah setelah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Daerah tersebut telah dihapuskan dari buku induk inventaris Daerah Induk dan dicatat pada buku inventaris daerah baru. Periksa apakah dalam pelaksanaan tertib administrasi - .12.Priksa apakah proses pengalihan asset dari daerah induk keepada daerah yang baru dibentuk.81 - Periksa apakah penyertaan modal daerah telah mendapat persetujuan Gubernur dan apakah telah dituangkan dalam Peraturan Daerah. (1) Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. . Pengawasan dan Pengendalian. . 3. . Pembiayaan.Periksa apakah barang-barang yang terdaftar dalam Berita Acara Serah Terima. pemindahtanganan. . penatausahaan. tidak didukung bukti-bukti kepemilikan atau masih sengketa) telah menindaklanjuti penyelesaiannya. d) Pengalihan Asset dari Instansi Vertikal. 3.Periksa apakah proses pengalihan asset dari instansi vertikal dan asset yang pengadaannya dari APBN sudah disertai dokumen kepemilikannya. dan pengamanan Barang Milik Daerah yang berada di bawah penguasaannya. pemanfaatan. contoh kendaraan dinas. .Periksa apakah terdapat asset dari instansi vertikal Barang Milik/Kekayaan Negara (BM/KN) yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah dan apakah telah diajukan permohonannya kepada Menteri Keuangan. telah dibentuk Tim bersama yang melakukan tugas inventarisasi. .Periksa dalam penyerahan/pengalihan asset tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima dan apakah telah sesuai dengan kondisi dilapangan disertai dokumen kepemilikannya. e) Pengalihan Asset kepada Daerah Pemekaran.13.Pembinaan.. pemeliharaan. .Periksa apakah ada asset yang belum diserahkan dan bagaimana penyelesaiannya dengan daerah induk serta apakah sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri. . (2) Periksa apakah Pengguna Barang telah melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan. namun barangnya tidak diserahkan.

4.  Periksa apakah proses tuntutan ganti rugi barang Daerah sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. . 4.  Periksa apakah telah dilakukan tindakan pengamanan terhadap barang daerah tersebut.  Periksa apakah kekurangan barang tersebut sudah dilaporkan kepada Biro Keuangan selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk mendapatkan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.. Pegawai Perusahaan Daerah yang bukan Pemegang Barang melakukan perbuatan melanggar hukum atau melalaikan kewajiban/tidak melaksanakan kewajiban sesuai fungsi dan atau status jabatannya yang karena perbuatannya tersebut merugikan Daerah. melarikan diri atau dibawah pengampuan.  Periksa apakah dalam pengelolaan barang oleh Pemegang Barang terdapat kekurangan barang yang menjadi tanggungjawabnya. . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2967). Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang dengan unit kompetensi ini adalah: 4. apakah atasan langsung/ Kepala Unit Kerja telah melaporkan kepada Kepala Daerah. 2. 4.1.  Periksa apakah sudah dilakukan penelitian dan penentuan besarnya kerugian yang diderita daerah oleh Kepala Daerah.2.Tuntutan Perbendaharaan Barang. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 .  Periksa bila Pemegang Barang meninggal dunia. 4.  Periksa apakah Tuntutan Perbendaharaan Khusus ini telah di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Periksa apakah upaya damai untuk memperoleh penggantian atas semua kerugian Daerah sudah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Tuntutan GantiRugi. 1.  Periksa apakah ada Pegawai Negeri.82 - pengelolaan barang milik daerah telah disediakan anggaran yang memadai dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 3.3.  Periksa apakah atas dasar laporan tersebut Kepala Daerah (atas saran Majelis pertimbangan) telah menunjuk seorang pegawai yang ditugaskan untuk membuat perhitungan ex officio. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 59.Tuntutan Ganti Rugi Barang. 4.14.

83 - Nomor 69.17. 4. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan .14.7.13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pedoman Penilaian Barang Daerah. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah 4.5. 4. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3643).15.11. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515). Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah. 4.. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140.8. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2002 tentang Nomor Kode Lokasi dan Nomor Kode Barang Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. 10 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.1. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyerahan Barang dan Hutang Piutang pada Daerah yang Baru Dibentuk. 4. 9. mengakses data dan informasi pengawasan aspek barang/asset daerah. Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah sebagaimaan telah diubah terakhir dengan Perpres 70 Tahun 2012 4. unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.12.18. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 64. Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 58.9. 4.16. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah.10.6. Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Materiil Daerah.

4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib . 3. 4. 5. menyusun pokokpokok hasil pengawasan aspek barang/asset daerah.5.3.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.1. Aspek Kritis 6.4. 3. memahami teknik komunikasi. 2. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. cermat/teliti.. independen. 4. obyektif.5. memahami standar pemeriksaan.2. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3.2. 4.6.2. 5.WAS.2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 10. santun 6. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. mampu menerapkan kebijakan terkait barang milik daerah dalam pelaksanaan pengawasan. 5.1.010. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3.3. mengembangkan temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. 1. 6. 5. menulis temuan pengawasan aspek barang/asset daerah.84 - aspek barang/asset daerah. integritas. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib Kode Unit FPP.02. 5. memahami kode etik pemeriksaan. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. memahami teknik pemeriksaan. 3.6.2.3. 5. memahami prinsip-prinsip pengelolaan barang milik daerah. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 4. 3.1. berorientasi hasil. memahami IT.4.

Melakukan 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Kriteria Unjuk kerja 1. 2. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat wajib menggunakan teknik-teknik pengawasan.3. 3.3..2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Mengembangkan 4. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.85 - Deskripsi Unit Elemen Kompetensi 1. pemerintahan yang 4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.1. diminta penjelasan dan diminta wajib. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat wajib ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan pelaksanaan 3. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat wajib temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.4. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat wajib diakses urusan dan dipelajari pemerintahan 2. Data dan informasi yang kurang tepat yang bersifat diklarifikasi. 3. 3.1.2.3. lagi tambahanya.1.2.2. Mengakses data 2. 4.1 PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. serta dicatat dalam KKP . Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya pelaksanaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan urusan penanggungjawab kegiatan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).

6.86 - 5. 5. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. kearsipan. kreteria. kepemudaan dan olahraga. administrasi keuangan daerah. pertanahan. kepentingan nasional. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6.2. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. pemberdayaan masyarakat dan desa. Atribut kondisi. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. kepegawaian. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. kesejahteraan masyarakat. penanaman modal. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. perhubungan.3. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. statistik. komunikasi dan informatika. penataan ruang. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. 6. ketenagakerjaan. danperpustakaan. kependudukan dan catatan sipil.1. lingkungan hidup. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan(P2 HP) pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 5. Memformulasikan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 6. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. pekerjaan umum. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan . 5. koperasi dan usaha kecil dan menengah. perencanaan pembangunan.. dan persandian.3. ketahanan pangan.2. sosial. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. kesehatan. pemerintahan umum. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. perumahan.1. perangkat daerah. otonomi daerah. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. kebudayaan. Urusan wajib terdiri dari pendidikan.

7. dapat berupa masukan. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal 4. Literatur terkait urusan pilihan 3.87 - sosial. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.7. Menganalisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. akuntabilitas. Menganalisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah sesuai ketentuan.4.2.8. 2. Menganalisa apakah batas waktu Pencapaian SPM urusan wajib secara Nasional dan Jangka Waktu PencapaianSPM di Daerah telah sesuai ketentuan. 4.1. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. 2.4. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. 3. 2. 3.1.3. Menganalisa apakahpengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah sesuai ketentuan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 4. Menganalisa apakah urusan wajib yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah apakah berdasarkan kriteria eksternalitas.3.6. Menganalisa penerapan pelaksanaan SPM urusan wajib ke dalam dokumen perencanaan daerah.5. Mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan wajib. dan pemerintahan. 4. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga masyarakat secara minimal.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).5. 3. proses. Ruangan kerja. 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib adalah: 2.1. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit komptensi ini adalah: 4.2. 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar . penghapus. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM 4. 2. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. ekonomi. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah.4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.6.5. 3.2. kertas. spidol. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.. Lap top 2. White board/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah 4.

Unit ini wajib dinilai di tempat kerja.1. Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP) 4.3 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data 4.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. pengembangan temuan pengawasan. 1. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 5. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009 4. akses data dan informasi pengawasan.3. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.4.3. RKPD. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Kontek Penilaian: 1. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum P2UPD sesuai jenjang jabatannya dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. independen. 4. 5.6. Renstra SKPD.12. 3. 5.1.2. 3. memamahi SPM tiap-tiap urusan. Renja SKPD. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. 5. memahami IT. .1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.10. 3. 5.7.2.4 mampu menerapkan kebijakan terkait SPM tiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 2.5. menulis temuan pengawasan. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. Jo.2 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. cermat/teliti.6. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.88 - Pelayanan Minimal 4.5 mampu menerapkan standar pemeriksaan 5. 3.5.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan wajib.2. memahami indikator kinerja. obyektif. Kode Etik APIP..PAN/03/2008 Tentang Kode . Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. santun. berorientasi hasil.11 Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. integritas. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Pengujian atas data dan informasi pengawasan..4. 3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) serta menganalis teknis penerapan SPM. 3. 4.1 mampu menyusun standar evaluasi. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.

KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. 6. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 1.2. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Data dan informasi yang kurang tepat bersifat pilihan.1.011. 6.3. 6.3.1. Aspek Kritis 6. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Mengakses data 2. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 2.2. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1.4.2. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat pilihan menggunakan teknik-teknik pengawasan.WAS. 3. PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1.3. diklarifikasi. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat pilihan diakses urusan dan dipelajari pemerintahan yang 2. Melakukan 3. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan .01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. pelaksanaan 3.2.1. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Kode Unit FPP.02. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 11. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat pilihan ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan.89 - 6..

3. Menyusun Pokok6. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan(P2 HP) konsep P2HP pelaksanaan 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2. Memformulasikant 5.1. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.90 - penanggung jawab pekerjaan dan hasinya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5.3. . melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.3. pemerintahan yang 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.2. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.1. kreteria. Mengembangkan 4.. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. melayani. sebab akibat pada emuan KKP diringkas supaya mudah dipahami dan pengawasanpelaks dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja anaan urusan dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan pemerintahan yang tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja bersifat pilihan 5. Atribut kondisi. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi urusan Pengawasan untuk ditentukan temuan yang pemerintahan yang menjadi P2HP bersifat pilihan 6. serta dicatat dalam KKP 5. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP pelaksanaan dan diklarifikasi dengan penanggungjawab urusan kegiatan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat pilihan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 4.2. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.

memberdayakan.2. pariwisata. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. perdagangan. penghapus. Urusan pilihan meliputi urusan : kelautan dan perikanan. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Renstra SKPD dan renja SKPD. White board/flip chart.91 - 2.. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. kehutanan. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. dan mensejahterakan masyarakat. pertanian. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. belanja. RKPD. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK.1. dan ketransmigrasian. spidol. Ruangan kerja. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. . Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. energi dan sumber daya mineral. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 2. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD.3. industri. 2. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. kertas. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.

4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.5.3. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.3. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. akses data dan informasi pengawasan..1.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Menpan PER/04/M.5. 2. akuntabilitas. menganalisa apakah penerapan NSPK urusan pilihan telah sesuai ketentuan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan pelaksanaan urusan pilihan adalah: 4.11. 4. mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan pilihan. Tugas pelaksanaan pengawasan urusan pilihan adalah: 3.10. 3. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.4. menganalisa apakah urusan pilihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah telahberdasarkan kriteria eksternalitas. Kontek Penilaian: 1.1.12. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. 3.13. menganalisa apakah penyelenggaraan urusan pilihan telah sesuai dengan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.7. 4. Pengujian atas data dan informasi . Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3.2.1.8. 4.Literatur terkait. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. 4.4.4.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. Tata Cara Penyusunan. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.92 - 2. 3. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. Lap top. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.2. 4.Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. Jo.

berorientasi hasil. memamahi SPM tiap-tiap urusan. santun 6.Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3. 5. mampu menyusun standar evaluasi. independen. 4.6.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. pengembangan temuan pengawasan. 3. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. cermat/teliti..3. Aspek Kritis 6. integritas. menulis temuan pengawasan.2.4. 4.5.1.1.4. 6.3. 5. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 3.5. 6. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. memahami indikator kinerja. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4. 5.1. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 .2.3.4. memahami IT. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kode Etik APIP. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan. 3. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum sesuai jenjang jabatannya dan Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. 5.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan pilihan. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.5.93 - pengawasan. 5. 6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3.3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 5.6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 4.4. mampu menerapkan kebijakan terkait SPMtiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan. obyektif.7.2. 1.2. 4.2.1.

Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Kode Unit FPP. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.2. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara.3 Sumber daya disiapkan 1. Memformulasikan 4. 3. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.2. Hasil evaluasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi.Mempersipakan 1. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft dan Ranperkada Keputusan Mendagri. Unit ini juga berlaku untuk Tim Evaluasi Ranperda yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.WAS. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau . Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi.2.02. 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi Ranperda dan Ranperkada yang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan evaluasi Ranperda dan Ranperkada. Data dan informasi dianalisis dengan Ranperda dan menggunakan teknik-teknik evaluasi dan hasil Ranperkada analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1.1. 3.3.. Menganalisa data 2. Kesesuaian atribut rancangan perda beserta evaluasi Ranperda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Ranperkada dituangkan dalam KKP. dan informasi 2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 4.012. 3. Evaluasi Ranperda 4.2 Indikator evaluasi diakses dan ditentukan dan Ranperkada 1.94 - 12. Mengakses data dan informasi Ranperda dan Ranperkada. Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. yang selanjutnya disebut Perda.1.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah.1 Program Kerja Evaluasi Ranperda dan pelaksanaan Ranperkada diakses dan ditentukan evaluasi Ranperda 1.4 Data dan informasi ranperda diakses dan ditentukan 2.3. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada. Melakukan 3. Memformulasikan Keputusan Hasil Evaluasi.

Dan RPJMD Sesuai Spesifikasi Masing-Masing.1. Menganalisa substansi ranperda yang akan dievaluasi meliputi APBD. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman . 3. 2. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4. Sedangkan Perkada yang dilakukan evaluasi adalah rancangan peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.4. Lap top 2.3. spidol. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. pajak daerah. Pajak Daerah.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Pertanggungjawaban APBD. 4. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Ranperda dan Ranperkada. 4.2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi atas rancangan peraturan daerah provinsi dan rancangan peraturan Gubernur tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah.1. RPJMD.4.95 - Peraturan Bupati/Walikota.5.8.. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.6. penghapus. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.7. Peraturan Daerah yang dievaluasi adalah rancangan peraturan daerah provinsi tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Mengkaitkan substansi ranperda dengan ketentuan yang lebih tinggi dan kepentingan umum. Literatur terkait 3. 4. pajak daerah. 3. kertas. rencana tata ruang daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. 4. Perubahan APBD. Ruangan kerja.. Retribusi Daerah Tata Ruang Daerah. White board/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. retribusi daerah. pajak daerah.3. Menganalisa target Pencapaian tiap-tiap SPM dalam rancangan Perda.4.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintah adalah: 3. 2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Gubernur melakukan evaluasi rancangan peraturan daerah Kabupaten/Kota dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. 4.3. Evaluasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Ranperda dan Ranperkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. 2. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Provinsi.5.

akses data dan informasi Ranperda.1. 5.5. 4. 3. Aspek Kritis 6.9.4. 5. mampu mengevaluasi Ranperda dan ranperkada. integritas. mampu merancang draft hasil evaluasi.5.6. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda. 2.2.4. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.3.96 - Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.3.10 Peraturan teknis masing-masing Ranperda. Cermat/teliti.. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. memahami isi dari masing-masing substansi Ranperda dan ranperkada.6. formulasi Hasil Evaluasi didemosntrasikan. 6. 5. memahami Kode etik Pengawasan. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan evaluasi.2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. Independen.6. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Jo. mampu menerapkan NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada.2. Santun 6. memahami prinsip-prinsip evaluasi rancangan Perda.1. 3.1. 5. 4.2.1. 4. 4. 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.8.1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 5.3.2. evaluasi Perda. memahami IT. 3. memahami teknik komunikasi.7. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada (legal drafting). 3. 3. 3. memahami peraturan yang terkait substansi Perda. 1. 5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4. 3. 4. Berorientasi hasil. 3. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Ranperda.5. memahami NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada. Obyektif. menganalisa dan mengorganisasikan informasi TINGKAT 3 . 4.7.

. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. menggunakan teknik-teknik klarifikasi dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1.3 Sumber daya disiapkan 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan klarifikasi Perda dan Perkada. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara.2 Indikator klarfikasi Perda dan Perkada diakses dan Perkada dan ditentukan 1. Mempersipakan 1.97 - 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 13.02.01 Judul Unit Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Memformulasikan 4. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft Keputusan Mendagri 4. Kesesuaian atribut Perda dan Perkada beserta klarifikasiPerda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Perkada dituangkan dalam KKP. 3. Memformulasikan Keputusan Hasil Klarifikasi.1. . 3. 4. Mengakses data dan informasi Perda dan Perkada. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 3.2. Data dan informasi dianalisis dengan Perda dan Perkada.013. Hasil klarifikasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi Klarifikasi 4. Melakukan klarifikasiPerda dan Perkada. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan klarifikasiPerda dan Perkadayang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan klarifikasiPerda dan Perkada. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP.2. Unit ini juga berlaku untuk Tim KlarifikasiPerda dan Perkada yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur.1 Program Kerja klarfikasi Perda dan Perkada pelaksanaan diakses dan ditentukan klarfikasi Perda 1. Melakukan 3. dan informasi 2. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.2. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi.1.3.3.WAS. Menganalisa data 2. Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Kode Unit FPP.4 Data dan informasi Perda dan Perkada diakses dan ditentukan 2.

4.. Menyimpulkan hasil klarifikasi apakah sudah sesuai atau bertentangan dengan kepentingan umumdan/atau peraturan lebih tinggi. Peraturan – Peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4. Jo. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau Peraturan Bupati/Walikota.1.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 4.98 - Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.7.6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.6. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.5. Menganalisa landasan filosofis. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. 3. White board/flip chart. 2.1. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Perda dan Perkada. spidol. Ruangan kerja.5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan . Mengevaluasi dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait. 4.2.8. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. yuridis dan sosiologis Perda dan Ranperda. 4. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. 2. 3.3.3. 4. Literatur terkait.2. penghapus. 3. 2. Klarifikasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Perda dan Perkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.5. Menguji kesesuaian tujuan ditetapkannya Perda dan Perkada terhadap penerapannya. 2. 3.4. 3. yang selanjutnya disebut Perda.4. MenganalisaNaskah Akademissubstansi masing-masing perda dan perkada yang akan diklarifikasi. 3.7. kertas. yang selanjutnya disebut Perda. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Lap top. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Menganalisa perda dan perkada dari tinjauan kajian teoritik dan empiris. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.1. 2. 3.

memahami peraturan yang terkait substansi Perda dan Perkada. 3. 3. 6. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.3 mampu membuat rancangan hasil klarifikasi draft Perda dan Perkada. 6. Peraturan teknis masing-masing Perda dan Perkada. Aspek Kritis 6. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. memahami Kode etik. 2.4. independen. 5. 4. integritas. cermat/teliti.4 mampu membuat simpulan hasil klarifikasi.3. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. Jika teknik klarifikasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.2. santun. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan klarifikasi.3.. 1.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda dan perkada.1. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 5. 5.2. akses data dan informasi Perda dan Perkada. klarifikasi Perda dan Perkada.1.1. 4.5. memahami teknik komunikasi. 5.2 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan klarifikasi Perda dan Perkada. obyektif.99 - dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.6. 4. memahami isi dari masing-masing substansi Perda dan Perkada. memahami IT.4. 4.5 mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan klarifikasi. 3. 5.2. formulasi Hasil Klarifikasi Perda dan Perkada didemosntrasikan.2. 3. berorientasi hasil.9. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3.6. 4. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.7. memahami prinsip-prinsip klarifikasi Perda dan Perkada.

Kriteria Unjuk kerja 1. Dokumen kebijakan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. Kreteria pelaksanaan kebijakan dekonsentrasi dan tugas pembantuan ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1.014. .2. Dokumen dan informasi kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi.3. 2.2.2. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Elemen Kompetensi 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon/TP).100 - 14. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaan Dekon/TP dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.WAS. 4.02. 3.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.1..01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi Judul Unit dan Tugas Pembantuan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan FPP. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP 4. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.1. 3. serta dicatat dalam KKP. 4. Mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 2.

3. 2. HP) 6. Atribut kondisi. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. kreteria. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. Unit ini hanya berlaku bagi Pengawas Pemerintahan Madya pada Kementerian/Lembaga. Memformulasikan temuan pengawasan . atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. atau kota dan/atau desa. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. 5.1. Lap top. serta dari pemerintah kabupaten.5.2. penghapus. 2.1. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.4. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. kertas. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. 6. prosedur.6.2. Ruangan kerja. Literatur terkait. spidol. 2. mengevaluasi apakah norma.3. standar.101 - 5.1. Menyusun Pokok. mengevaluasi apakah pelaksanaan pengelolaan anggaran untuk pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dan 5. mengevaluasi apakah pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dari Pemerintah kepada gubernur dan penugasan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah dan/atau pemerintah desa didanai melalui anggaran kementerian/lembagasesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan core business Kementerian/Lembaga.2.1. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).3. 2. 5..3. White board/flip chart. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan (P2 konsep P2HP. 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. dan kriteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuansudah ditetapkan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP.

Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. transparan.2.5.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.1. 3. dan bertanggung jawab dengan mcmperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. menganalisa apakah terdapat penugasan kepada pemerintah desa untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan tertentu. Jika ada apakah telah mendapat persetujuan dari Presiden dan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri. 4. . Menteri Keuangan. serta keserasian hubungan antar susunan pemerintahan.102 - pelaksanaan penugasan dilakukan secara tertib. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4.10.3.4.6. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota..4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. menganalisa apakah pemberitahuan kepada gubernur mengenai lingkup urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan telah dilakukan paling lambat pertengahan bulan Juni untuk tahun anggaran berikutnya setelah ditetapkannya pagu sementara serta ditetapkan dalam Peraturan Menteri. 3. akuntabilitas.dan penugasan kepada Kabupaten/Kota.8. 4. 3. taat pada peraturan perundang-undangan. dan efisiensi.8 Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi.7. menganalisa apakah Urusan yang dapat dilimpahkan telah dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan kementerian/lembaga yang sudah ditetapkan dalam Renja-KL yang mengacu pada RKP.7. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. menganalisa apakah urusan yang dapat dilimpahkan telah memperhatikan kriteria eksternalitas.9. menganalisa apakah Menteri/pimpinan lembaga telah melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur. menganalisa apakah penelaahan rancangan Renja-KL telah dilakukan sesuai ketentuan. meneliti apakah prakarsa dan perumusan sebagian urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah paling lambat pertengahan bulan Maret untuk tahun anggaran berikutnya. 3. 3. 4.6. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4. dan menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional.

Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.3.5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. 2.4. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2. .11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 2. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. Jo. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. akses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.9. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko.1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota.1.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 1. 3. 4.6.2.1. 3. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan.103 - 4.7. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah.2. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.. memahami konsep. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.13 Peraturan Menpan : PER/04/M.12.2.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. 4. 3. formulasi temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. memahami fungsi. 3.3. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah. penyusunan pokokpokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP didemosntrasikan . 3.10 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4.

01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Judul Unit Dekon dan TP Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 5. obyektif.3. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.2.1. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. 4.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.3.. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuansecara lengkap.2. Mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang .7. memahami teknik komunikasi Pengawasan. 5.5. independen. Aspek Kritis 6.9.2. Kode Etik.10. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.104 - 3. berorientasi hasil. KOMPETENSI KUNCI: NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 6. 4.8. 6. 4.6. 4. 4.02. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembanutan terkait dalam melakukan pengawasan. 4. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. serta supervisor pengawasan tidak teliti. dan dapat dipertanggungjawabkan.8.015. 4. integritas. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 15. 5. akurat.3.WAS. 3.6.5. 5. mampu merumuskan atribut temuan. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon dan TP) FPP. 5.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. 5. 3. cermat/teliti. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP.1. Santun.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD.1. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. 6.

entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 3. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3. Kriteria Unjuk kerja 1.1. 3. Mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Dokumen pelaksanaan kegiatan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya . 5. dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.1. serta dicatat dalam KKP.2..1. 5. Kesesuian antara dokumen dan informasi kinerja Dekon/TP terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaanDekon/TPdibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. sebab akibat pada KKP emuan diringkassupaya mudah dipahami dan pengawasan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.2. Kreteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi Pengujian atas dan tugas pembantuan ditentukan dan data dan informasi disepakati dengan penanggungjawab kegiatan pengawasan 3.3. 2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. PKPP diakses dan dipelajari. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. 1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.3.1.2. Elemen Kompetensi 1.105 - diperlukan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Memformulasikant 5. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasankinerja dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP Dekon/TP. 4. kreteria. 2.2.3. Mengembangkan 4. Atribut kondisi. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Hasilpembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Melakukan 3.1.2. 4. 5.

dan desentralisasi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP b. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) 6. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. b. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. 6. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan pengawasan kinerja Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kinerja Dekon/TP.3. Literatur terkait 3. tugas pembantuan.Mempelajari kebijakan pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan: a. kertas.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. seperti SK KPA.Menguji kesesuaian pelaksanaan kinerja dengan standar yang ditentukan: a.2. 2.106 - diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP..4. SK PPTK. Lap top 2.2. mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. White board/flip chart. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan pensinkronisasian antara penyelenggaraan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. 2. memformulasikan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. Pelajari kebijakan operasional yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagai dasar otorisasi. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2. penghapus. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. serta dari pemerintah kabupaten.5. Ruangan kerja. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. spidol. 6.1.1. Penguji dan Penandatangan SPM dan Bendahara 3. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian pengelolaan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di . Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP.1. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). atau kota dan/atau desa. mengembangkan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. Pelajari Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP masing-masing Program yang ada pada obyek pengawasan.

j. yaitu : . d. . l. pelaksanaan. Khusus untuk P2UPD pada tingkat Kementerian. h.Kelompok Kerja Bidang Penatausahaan dan Pengendalian Pelaksanaan. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan dan perumusan kebijakan pengelolaan sistem perencanaan.Kelompok Kerja Bidang Pertanggungjawaban serta Pembinaan dan Pengawasan. pedoman. teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efesien sesuai dengan ketentuan perundag-undangan. e. penganggaran dan pelaporan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi sesuai dengan peraturan perundangundangan telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. penyusunan.Kelompok Kerja Bidang Perencanaan. antar wilayah Kabupaten/Kota. manual serta kebijakan nasional telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan bahan penyampaian kepada DPRD Provinsi atas rencana program/kegiatan dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dilimpahkan/ditugaskan kepada Gubernur telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan saran tindak lanjut kepada Gubernur dan Kementerian/Lembaga dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. dan Teliti dan pelajari apakah pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Gubernur terkait koordinasi serta pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP pada masing-masing tingkatan pemerintahan. Provinsi dan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dengan Kementerian/Lembaga yang memberikan pelimpahan dan penugasan kepada Gubernur dan penugasan kepada Bupati/Walikota/Kepala Desa dan hasilnya dituangkan dalam KKP telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. pengendalian. f.107 - c. Penganggaran dan Pelaporan.. Teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efektif. g. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan konsultasi dengan pihak terkait guna keterpaduan kebijakan serta tercapainya kesepahaman antar fungsi. . dan antar SKPD Provinsi dalam penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di daerah telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penatausahaan keuangan dan barang. Teliti dan pelajari apakah Tim Koordinasi Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan teleh dibentuk dan mejalankan tugasnya. dan perumusan kebijakan serta strategi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di wilayah provinsi berdasarkan norma. k. standar. i. dan .

108 - 4. 4. 4.7. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.2.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).12. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.5. pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.1. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. akses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 1.14. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. 4.1. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.4. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang .8. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP didemosntrasikan.3.13. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. formulasi temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. 4.9.2.o. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. 4. 4. 4..11.10. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan.1. integritas.1.1. 6.3.3.2. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 6. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data..2. obyektif.7. 6.2.1. 4. 6. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. 6. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset negara/daerah. santun. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 6. 6.10. mampu merumuskan atribut temuan.1. memahami teknik komunikasi Pengawasan.6. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan terkait dalam melakukan pengawasan.4.2. 5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.4. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.2.6. serta supervisor pengawasan tidak teliti. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. 6. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja.3.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. 4.5.5. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. 4. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. cermat/teliti. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. 3. 6.6. Aspek Kritis 6.7. independen. akurat. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. . memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah.4. 4. 5. 6.3. 5. 5.109 - 2.9. 5. 6. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. memahami fungsi.8. 2.5.8. berorientasi hasil. memahami konsep. 4. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kinerja kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. 6.

3.1.110 - 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 16. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melasanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala daerah. Kriteria Unjuk kerja 1.01 Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Dokumendan Informasi perencanaan daerah diklarifikasi dan dipenuhi.2. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.1. dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). pengelolaan sumberdaya manusia. Menyiapkan pelaksanaan pengawasan 2. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dengan kriteria pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. 3. Melakukan Pengujian data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah . TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. Dokumen perencanaan daerah berupa kebijakan daerah.WAS. Kode Etik. Hasil analisis data dan informasiperencanaan daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Data dan informasi perencanaan daerah dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. pengelolaan barang daerah diakses dan ditentukan. Kreteria pelaksanaan kegiatan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah ditentukan 3. 2. Mengakses data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah 3.016.3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2.02.2. 2.. 3.3.

- 111 -

4. Mengembangkan temuan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah

5. Memformulasikan temuanpengawasa n berakhirnya masa jabatan kepala daerah

6. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) berakhirnya masa jabatan kepala daerah

4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis, serta hasilnya dicatat dalam KKP, kemudian diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan,serta dicatat dalam KKP 5.1. Atribut kondisi, kreteria, sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep P2HP. 6.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengakses data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengembangkan temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menulis temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menyusun pokok-pokok hasil berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta walikota dan wakil walikota untuk kota. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form KertasKerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari; a. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kebijakan

- 112 -

daerah, pengelolaan sumberdaya manusia, pengelolaan barang daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. b. Kebijakan lainnya terkait pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3.2. Menganalisa Formasi Pegawai, Pengadaan Pegawai, Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai, Kenaikan Pangkat, Pengangkatan Dalam Jabatan, Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Kesejahteraan Pegawai, dan Lain-lain dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.3. Menganalisa kebijakan Pengelolaan Barang, Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan Barang, Pengadaan Barang, Inventarisasi Barang, Pemeliharaan Barang, Perubahan Status Hukum Barang, Pemanfaatan Barang, dan Pengamanan Barang dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.4. Menganalisa Kebijaksanaan Umum pengelolaan keuangan, kebijakan Pengelolaan Umum Keuangan, kebijakan Pengelolaan Pendapatan, kebijakan Pengelolaan Pengeluaran, dan kebijakan Pemegang Kas dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.5. Menganalisa pencapaian visi misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD. 3.6. Membandingkan target pencapaian yang diraih daerah dengan target nasional dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah; 4.8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala daerah; 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.11.Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan pengawasan, akses data

- 113 -

dan informasi pengawasan,pengujian data dan informasi pengawasan, pengembangan temuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah : 2.1. pengawasan kebijakan daerah; 2.2. kebijakan SDM; 2.3. kebijakan barang milik negara/daerah; 2.4. kebijakan pengelolaan keuangan. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 3.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan barang milik daerah; 3.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan Keuangan daerah; 3.5. memahami peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.6. memahami indikator kinerja; 3.7. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan 3.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami Teknik menyusun laporan; 3.10. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 4.2. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 4.3. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan Barang Milik Daerah; 4.4. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan keuangan daerah; 4.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pemeriksaan; 4.6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data; 4.7. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. Independen; 5.3. Obyektif; 5.4. Cermat/teliti; 5.5. Berorientasi hasil; 5.6. Santun. 6. Aspek Kritis 6.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan; 6.2.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan; 6.3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.

Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah Kode Unit FPP. Dokumen dan informasi yang diterima diklarifikasi dan dipenuhi..1.1. Materi pengaduan dipelajari dan dirumuskan Program Kerja 1.017. pengawasan 4.4. Dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bukti audit ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. lokasi.5. Entry brieifing dengan pimpinan unit kerja pengaduan dilakukan 3. Dokumen dan informasi pengawasan pengaduan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 17.WAS. Kreteria pelaksanaan kegiatan sesuai materi Pengujian atas pengaduan ditentukan. personil dan ruang lingkup pengawasan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Peraturan perundang-undangan yang relevan pengawasan dengan permasalahan yang diadukan ditelaahan pengaduan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Dokumen pelaksanaan kegiatansesuai ruang dan informasi lingkup pengawasan pengaduan diakses dan pengawasan ditentukan pengaduan 3. Mengakses data 3. Para pihak yang perlu diminta keterangan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah. 3.114 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Metode dan prosedur pemeriksaan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.2.02. Elemen Kriteria Unjuk kerja Kompetensi 1.2. PKPP diakses dan dipelajari pengawasan 2.1.3.1.6.3. Kesesuian antara dokumen dan informasi yang pengaduan diterima dibandingkan dan diuji dengan ketentuan yang terkait dengan materi pengaduan dengan menggunakan analisis kasus dan teknik . Waktu. dan disepakati data dan penanggungjawab yang berkaitan dengan materi informasi pengaduan. 4.2. Melakukan 4.01 Judul Unit Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat /Instansi Pemerintah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Menyusun 1. Mempersiapkan 2.

Hasil reviu pada forum ekspose ditindaklanjuti dengan penyempurnaan dan merupakan konsep LHP pasca ekspose BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Memformulasikan simpulan pengawasan. dan hasil klarifikasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari simpulan hasil pemeriksaan. kepegawaian. Konstruksi permasalahan sesuai materi pengaduan disusun dan dianalaisis berdasarkan hasil analisis dan pengujian dokumen serta keterangan yang telah diperoleh untuk menjawab apakah materi pengaduan terbukti atau tidak terbukti 6. Pihak-pihak yang terkait dengan materi pengaduan diminta keterangannya sesuai dengan standar pemeriksaan 5. penyalahgunaan wewenang. Unit kompetensi ini dapat diterapkan untuk melakukan pengawasan atas pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah yang meliputi pengawasan atas indikasi hambatan dalam pelayanan masyarakat. Konsep LHP disampaikan kepada Inspektur Jenderal melalui Inspektur Khusus untuk diekspose 7. Keabsahan dan kecukupan bukti-bukti yang telah diperoleh diidentifikasi dan hasilnya dicatat dalam KKP 6.4. Mempersiapkan pengawasan pengaduan. HAM.5.. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya dikonfirmasi kepada pimpinan unit kerja serta hasil konfirmasi/tanggapan pimpinan unit kerja dituangkan dalam KKP. dan Ekspose Hasil Pengawasan. Memformulasika n simpulan pengawasan 7.115 - 5. .2. 6.2. Hasil membandingkan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi kepada penanggungjawab yang berkaitan dengan materi pengaduan. 6.3. 5. Mengakses data dan informasi pengawasan pengaduan. Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya memimpin ekspose dan hasil pengawasan dipresentasikan 7. Ekspose Hasil Pengawasan pengawasan. pertanahan. pengawasan atas indikasi penyalahgunaan wewenang. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan.1.2. Hasil analisis sebagai bagian dari simpulan hasil pengawasan dirumuskan dan dikonsultasikan kepada supervisor atau penanggungjawab pengawasan untuk dinilai. Melakukan Permintaan Keterangan.3. Simpulan hasil pengawasan dan seluruh dokumen serta Berita acara Permintaan Keterangan dikumpulkan menjadi konsep LHP pra ekspose 7. Hasil permintaan keterangan dianalisis dan diuji dengan kondisi senyatanya serta hasilnya dituangkan dalam KKP 6.3.1.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan pengaduan yang terdiri dari: Menyusun Program Kerja Pengawasan. pengawasan atas indikasi KKN. 4. 6. Melakukan Permintaan Keterangan.

8 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.1. 4.4. 4. Ruangan kerja.1.9. 2. 4.2. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Teknis lainnya terkait materi pengaduan. 4. Aparat Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M.2.. Lap top.4. 2.7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. menguji kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan peraturan yang berlaku.1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Literatur terkait.3.3. Peraturan– peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. kertas. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kemendagri dan Pemda. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. . Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).116 - kewaspadaan nasional.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintah. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 3. 3. lingkungan hidup dan umum. kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan atau aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. 2. White board/flip chart. seperti Surat Keputusan.11. Pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa. mempelajari kebijakan yang berlaku nasional sesuai dengan materi pengaduan.6. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. 4.4.5. menyimpulkan kebenaran materi pengaduan.5. 2. 3. 4. penghapus.5. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2.10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.2. 4. Pengaduan Masyarakat adalah laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasi terjadinya penyimpangan. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. tatalaksanan/regulasi. Wakil Kepala Daerah.3. Aparat Pemerintah adalah pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri. 3. 4. spidol. mempelajari kebijakan daerah terkait materi pengaduan yang dituangkan dalam Peratuan Daerah dan/atau Peratuan Kepala Daerah. 4. mempelajari kebijakan yang menjadi dasar otorisasi. korupsi.

- 117 -

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan pengawasan dengan tujuan tertentu atas pengawasan pengaduan yang terdiri dari: penyusunan Program Kerja Pengawasan (pengawasan pengaduan; persiapan pelaksanaan pengawasan pengaduan; data dan informasi PDTT Dumas; Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan; Permintaan Keterangan; Formulasi simpulan pengawasan; dan Ekspose Hasil Pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah adalah: 2.1. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Ahli Pertama secara memadai; 2.2. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara; 2.3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah; 2.4. memahami pengawasan kepegawaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1 memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja; 3.2 memahami teknik melakukan permintaan keterangan; 3.3 memahami teknik – teknik pengawasan; 3.4 memahami konstruksi berfikir logis; 3.5 memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih; 3.6 memahami prinsip-prinsip manajemen risiko; 3.7 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya korupsi; 3.8 memahami konsep, filosofi dan proses pelayanan masyakat; 3.9 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya penyalahgunaan wewenang; 3.10 memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah; 3.11 memahami pengawasan kepegawaian; 3.12 memahami teknik komunikasi Pengawasan; 3.13 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pengawasan; 4.2. mampu melakukan permintaan keterangan 4.3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.6. mampu memformulasikan temuan secara lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan; 4.7. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data 4.8. mampu menyimpulkan hasil pengawasan 4.9. mampu menerapkan kebijakan terkait materi pengaduan dalam melakukan pengawasan 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif;

- 118 -

5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek Kritis 5.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang materi pengaduan di obyek pengawasan yang sama; 5.2. Jika konstruksi masalah yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi senyatanya; 5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD, Kode Etik, dan Pengawasan Pengaduan Masyarakat atau Instansi Pemerintah; KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2

18. Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi Kode Unit FPP.WAS.02.018.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersipakan 1.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan evaluasi Kinerja ditentukan Penyelenggaraan 1.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun Daerah sesuai dengan tingkatan pemerintahan. 2. Menetapkan IKK 2.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2.3 Input, Proses, Output dikelompokkan 2.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Mengukur kinerja 3.1. IKK pada tataran pengambil kebijakan penyelenggaraan dianalisa dan diberikan skor pemda 3.2. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.3. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor

- 119 -

3.4. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. Mengisi template evaluasi 4.1. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. 4.2. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase, ada atau tidak, tepat atau tidak, jumlah dst. 4.3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD, maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). 5.1. Hasil individual digabung 5.2. Skor dan prestasi dikonversi 5.3. Data dinormalisasi 5.4. Pemeringkatan dilakukan 5.5. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi, berprestasi tinggi, berprestasi sedang, dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota; 6.1. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. 7.2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri

5. Menentukan peringkat

6. Melakukan pengujian lapangan 7. Melaporkan hasil evalausi

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah; Menetapkan IKK; Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda; Mengisi template individu; Menentukan peringkat; Melakukan pengujian lapangan; dan Melaporkan hasil evalausi. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Kinerja PenyelengaraanPemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah:

dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). d. meliputi: a. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. efektivitas perencanaan. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah.1.2.6. d. dan Bagi Hasil. 3. dan pengawasan APBD. 2. Jumlah APBD. intensitas. l. DAK.1. 2. efektivitas. Sedang (S) = 2. pencairan dan penyerapan DAU. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. c. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Tinggi (T) = 3. kertas. dan m. b. h. c.3. 2. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. . 3. ketentraman dan ketertiban umum daerah. 3. White board/flip chart. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah.. j. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. Literatur terkait. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. Jumlah Rumah.2. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyusunan. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. pelaksanaan tata usaha. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan.5. Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations.3. 2. Jumlah Penduduk.120 - 2.4. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. e. g. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. k. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. 2. c. Ruangan kerja. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. i. pengelolaan potensi daerah. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal. Lap top. penghapus. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam format excel. b. spidol. b. pertanggung jawaban. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). f. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. Rendah (R) = 1.

pengelolaan kepegawaian daerah. penataan kelembagaan daerah. Rendah (R) = 1 .1.2.. dan pelaporan hasil evalausi.8. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. h. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. penentuan peringkat. 4.9. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.5. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 1. pengelolaan keuangan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan . Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. g.121 - d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). dan i. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.4. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. 4.2. 4. penetapan IKK. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah.1.Sebelumnya. perencanaan pembangunan daerah. pengujian lapangan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. pengisian template evaluasi. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus.4. e. Tinggi (T) = 3.7. pengelolaan barang milik daerah. Sedang (S) = 2. 4.6. 4. f. 4.

1.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. berorientasi hasil. cermat/teliti.6. instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. sosialisasi.2. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. 5. 4. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan..4. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi.1. 6. 3. 3.2. independen. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 4. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.5.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi. akurat.4.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.7. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. 5. 4. Aspek Kritis 6. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. 3. obyektif. 4. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.3.2 memahami prinsip EKPPD. 3.7 memahami teknik komunikasi.8.3.6. mampu memberikan skor pada IKK.9. 3. 3.1. 5. 5.4 memahami pengelolaan data dan informasi.122 - 2.6 memahami teknik penyusunan LPPD. integritas.2. santun. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pengawas Pemerintah yang telah mengikuti pembekalan. 5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. tingkat urusan. 5.5 memahami Kode etik. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel. 3. 4. 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi . tingkat aspek.

6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2. Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja 2.3. Hasil individual digabung 5. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi).3. berprestasi tinggi. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4.2. ada atau tidak. 5. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor 3. dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi. Skor dan prestasi dikonversi 5. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda 4. Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit FPP. Data dinormalisasi 5. 4.02.3.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2..3 Input.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun sesuai dengan tingkatan pemerintahan 2.WAS. jumlah dst.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.123 - 19.2.4. 3. dan kota. 4.2. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi. IKK pada tataran pengambil kebijakan dianalisa dan diberikan skor 3.1. Menentukan peringkat . berprestasi sedang.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2. Menetapkan IKK 1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.019.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan ditentukan 1.1. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.5.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2. tepat atau tidak.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2. kabupaten. Pemeringkatan dilakukan 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan Kabupaten/Kota.1.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Proses.4. Output dikelompokkan 2.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mengisi template evaluasi 5.

d. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Melakukan pengujian lapangan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. kertas. proses.6. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. 2. Melaporkan hasil 7. c.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara evalausi diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. Lap top 2. 2.1. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah. spidol.5. Jumlah Penduduk b. 2. dan/atau dampak. White board/flip chart.1.2. Menetapkan IKK. Menentukan peringkat. hasil. Literatur terkait 2. ketentraman dan ketertiban umum daerah. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.. 7. Jumlah APBD 3. Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam forat excel 3. keluaran. 2.3. Melakukan 6. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda. Ruangan kerja. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. manfaat.2. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap pengujian lapangan hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7.2. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah d. meliputi: a.124 - 6.1. penghapus. b. dan Melaporkan hasil evalausi. kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.4. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. Jumlah Rumah c. e. . Mengisi template individu. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).

penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. perencanaan pembangunan daerah. pencairan dan penyerapan DAU.Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kometensi ini adalah: 4. efektivitas. DAK. pengelolaan keuangan daerah.4. dan i. pengelolaan barang milik daerah. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. g. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. Rendah (R) = 1. efektivitas perencanaan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . i. k. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. 4. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. pelaksanaan tata usaha. Sedang (S) = 2. b. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal d. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Sedang (S) = 2. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). Rendah (R) = 1 . 3.1. intensitas. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus.Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. Tinggi (T) = 3. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. dan Bagi Hasil. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. c. h. dan pengawasan APBD. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. l. f. h. e. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.2. penyusunan. 3. penataan kelembagaan daerah. dan m. pengelolaan potensi daerah.. Tinggi (T) = 3.Sebelumnya. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.125 - f.3. j. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. pertanggung jawaban. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pengelolaan kepegawaian daerah. g. 4. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan.3.

penetapan IKK.5.2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.8.126 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.9.1.3. 4. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja.7.6 memahami teknik penyusunan LPPD.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi. 4. 1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4. sosialisasi. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2 memahami prinsip dasar EKPPD. 3. pengisian template evaluasi. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda.2. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pejabat FunsionalPengawas Pemerintah yang telahmengikuti pembekalan.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.8 memahami teknik komunikasi. 3. 4. 4. 4. pengujian lapangan.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.4. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat.7 memahami isi dari masing-masing substansi Perda. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.4. 4. 3. 3. 4. dan pelaporan hasil evalausi.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. 3. 3. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas . Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.4 memahami pengelolaan data dan informasi. 4.1. tingkat urusan. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. tingkat aspek. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah.5 memahami Kode etik. 4. penentuan peringkat. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.9 memahami peraturan yang terkait substansi Perda. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.5.. 2.6. 3. 3.

3. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. mampu memberikan skor pada IKK. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.WAS. independen. santun 6. dan dapat dipertanggungjawabkan. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 20. obyektif. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel. 2. pelayanan umum. 5.127 - pembantuan secara lengkap. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.7. 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan dievaluasi diikuti 2.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Aspek Kritis 5. 5. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . integritas.4. 5. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.020.6. cermat/teliti.3. dan daya saing daerah. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. 5. 4. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi.2. Elemen Kompetensi 1.2. 5. 4. akurat.6. 4.5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. dan daya saing daerah. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Kriteria Unjuk kerja 1. 5. 2.02.8. pelayanan umum.2. pelayanan umum. berorientasi hasil. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. 5.. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.1. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). diakses dan ditentukan.1 PKE diakses dan dipelajari 1.1.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.9.

- 128 -

3.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. 3.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. 3.3. Hasil analisis data dan informasi aspekkesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggungjawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. Mengembangkan 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi kemampuan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE penyelenggaraan dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit otonomi daerah Kerja. 4.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja, serta dicatat dalam KKE. 5. Memformulasikan 5.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan kemampuan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam penyelenggaraan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari otonomi daerah pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 6. Menyusun Laporan 6.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kemampuan 6.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah; mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/Tim Daerah EPPD. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan

3. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah

- 129 -

permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah.EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah, kualitas kelembagaan publik daerah, sumber daya manusia, dan teknologi, yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan umum, dan kemampuan daya saing daerah. Dalam EKPOD, IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 2.6. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah, antara lain LPPD, LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). 3.2. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a; 3.3. menginterpretasikan hasil analisis data; dan 3.4. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya, dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. 3.5. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek, fokus, dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat; (2) pelayanan umum; (3)aspek daya saing daerah. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

- 130 -

4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan evaluasi, akses data dan informasi evaluasi, pengujian data dan informasi evaluasi, pengembangantemuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 3.2. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan; 3.3. memahamai tata cara penyusunan LPPD; 3.4. memahami indikator kinerja; 3.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian; 3.6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan; 3.7. memahami Pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.8. memahami teknik komunikasi pengawasan; 3.9. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi; 4.2. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi;

mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melakukan evaluasi.2. 4. obyektif. Kode Etik APIP. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian.4.6.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi. independen. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Aspek Kritis 5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi.6. 5.3. 6.8. integritas.5.1. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. 5. berorientasi hasil.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. santun.1.021. 4.WAS.2. 5. 5.4. 4. 5. 4. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.. 5.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.3.02. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. serta Ketua Tim tidak teliti.3.131 - 4. cermat/teliti. 4. 5. 5. .5. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.7.4.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. mampu menerapkan Standar Pengawasan P2. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 21.

Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah pemerintahan kabupaten/kota. serta dicatat dalam KKE. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. diakses dan ditentukan. 2. 3.1. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 3. pelayanan umum.1. Mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 5. 3. pelayanan umum. 2. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Hasil analisis data dan informasi aspek kesejahteraan masyarakat. Dokumen dan Informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. dan daya saing daerah.2. dan daya saing daerah.2. pelayanan umum. 5.3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.1. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 4. 5. 5.1. dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3.2.132 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. Kriteria Unjuk kerja 1. 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Dokumendan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi Elemen Kompetensi 1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.. 3.2. pelayanan umum.

. Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. pelayanan umum.1. kertas. Dalam EKPOD. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. penghapus. IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2.3. 2. dan kemampuan daya saing daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/ Tim Daerah EPPD yang ditetapkan oleh Gubernur. kemampuan 6. Ruangan kerja.2. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Menyusun Laporan 6. melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. 6.1. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah. dan daya saing daerah. 2. Lap top . mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. spidol. mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat. kualitas pelayanan umum.4. kualitas kelembagaan publik daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. White board/flip chart.133 - untuk digabung menjadi konsep P2HE. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. atribut. dan teknologi. ekonomi dan pemerintahan. memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. sumber daya manusia.2.

Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.5. 3. 3.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek.9. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang .3. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.2. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. fokus. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. formulasi temuan. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. pengembangantemuan.1. dan 3. dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. 4.8.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.2.2.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Menginterpretasikan hasil analisis data. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah. Literatur terkait 2. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.4. akses data dan informasi evaluasi. antara lain LPPD. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya. 4. Konteks Penilaian : 1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4.1. 1.. (3) aspek daya saing daerah. dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat. 3. (2) pelayanan umum.5.1.6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.3.6. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a.4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. pengujian data dan informasi evaluasi. LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM).5. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.134 - 2.

1.7. memahami teknik Komunikasi pengawasan. 6. 3.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.1. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 6. memahami indikator kinerja. Aspek Kritis 6. independen.135 - 2.1. santun. 3. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. obyektif. Keterampilan yang dibutuhkanuntukmendukung unit kompetensiini : 4. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.2. 4. ika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak .5. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.2.4.8. 3.3. 3. mampu menerapkan Standar Pengawasan Pemerintahan.5.6. 5. memahami IT. berorientasi hasil. Norma dan Etika Pengawasan.1. memahamai tata cara penyusunan LPPD. 3. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. 5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. Kode Etik APIP. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.. 3.3. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi 4.4.5.9. 6. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi 4.2.3. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. 4.6. integritas. 5. cermat/teliti. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 5.6.8. 5. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi. 3. 3.4.7. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melaukan evaluasi 4.2. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi 4.

pembiayaan. Kode Etik APIP. pelaksanaan penetapan batas wilayah. pengisian personil. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru.2.4. 2.01 Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2. 2.1. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan.02. Kriteria Unjuk kerja 1. pengalihan aset dan dokumen. serta Ketua Tim tidak teliti. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). pengisian keanggotaan DPRD. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Provinsi. Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. 6. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan.3..022.1 PKE diakses dan dipelajari 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 22. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru.136 - berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 2. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 Elemen Kompetensi 1. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru . Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1.WAS. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. atribut. 4. 5. 4.137 - 3. 6. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi baru (DOB) 3. 3. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru.2. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru 5.1. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 5.3.2.1.1. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru.1. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap . Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru 6. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru..2.3. 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.2. serta dicatat dalam KKE. 5. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru.

pemberian atribut. dan perpustakaan. spidol. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari . penataan ruang. 3. energi dan sumber daya mineral. d.1. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak.138 - perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. ketahanan pangan. pengenalan permasalahan. penilaian yang sistematis. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pertanian. perdagangan dan transmigrasian. yang terdiri dari. Sedangkan. komunikasi dan informatika. kesehatan. e.melalui kegiatan analisis kritis.2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. pengisian personil.4. 2. kertas. koperasi dan usaha kecil dan menengah. perkembangan penyusunan perangkat daerah. 2. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. kehutanan. otonomi daerah. kependudukan dan catatan sipil. pemberdayaan masyarakat dan desa.Menguji data dan informasi yaitu : a. lingkungan hidup.1. perhubungan. pekerjaan umum. pembiayaan. pariwisata.2. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. pertanahan. 2. perangkat daerah. kearsipan. pengisian personil secara keseluruhan. c. dan kualitas personil atau aparatur. Lap top 2. sosial. kepegawaian dan persandian. 2. administrasi keuangan daerah. statistik. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. pemerintahan umum. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. industri. perumahan. White board/flip chart. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. pengisian keanggotaan DPRD. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). penghapus. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. Literatur terkait 3. Ruangan kerja. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE.5. perencanaan pembangunan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. kebudayaan. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . penanaman modal. b. kepemudaan dan olahraga.3. ketenagakerjaan. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil.. pengalihan aset dan dokumen. pelaksanaan penetapan batas wilayah.

3. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. i. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. pemanfaatan ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan. pemasangan pilar batas.2. . 4. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. f. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. g.7. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. terdiri dari: a. e. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. pembuatan peta batas. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. 4. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. dana perimbangan. pelacak batas.139 - pendapatan asli daerah (PAD). c. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. d. 4.4. Atribut kondisi. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen.1.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru.. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. h. 4. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. dan lain – lain yang sah. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang.6. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. b. kreteria.3.

4. Konteks Penilaian : 1.5. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.7.9.6. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru.8. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 4. 4. akurat. 3. 3. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. memahami Psikologi pengawasan. memahami Teknik Komunikasi pengawasan.2. memhami IT.10.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.1.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru.2.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. Kode Etik APIP. 4.140 - 4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. memahami indikator kinerja. 3. pengembangan temuan. formulasi temuan.3. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. 4. mampu berinteraaksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.2. memahami teknik menyusun laporan.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.3. . 4. 4.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. 4. dan dapat dipertanggungjawabkan. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).11 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. Kode Etik APIP. 4. akses data dan informasi evaluasi. 1. 4. pengujian data dan informasi evaluasi. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Jo. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 2. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah..

santun.WAS.02.3. 6. Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 6. 6. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.4. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi .2. 5.1.6. 5.3. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). 5. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Pengawas Pemerintahan. integritas. cermat/teliti. obyektif. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.5. 6. 5. Kode Etik APIP. independen.4.023. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Kabupaten/Kota. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan Ketua Tim kurang teliti. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.. berorientasi hasil. serta Ketua Tim tidak teliti.2.1.01 Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.5. Aspek Kritis 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 23.141 - 4. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru.5. 5.

2. pengisian keanggotaan DPRD. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi 1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 2. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 5. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.1.1. pengalihan aset dan dokumen. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. 4. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 3.2. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.. pengisian personil. 6. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor . 5. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 6.3. serta dicatat dalam KKE. 3.142 - 1.3. 6. 4. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi.3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.1. pembiayaan.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. 5. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 5. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 4.1.2. pelaksanaan penetapan batas wilayah.1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. 3.2.2.

Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . b.4. pengisian personil. yang terdiri dari. Ruangan kerja. perkembangan penyusunan perangkat daerah.5. Literatur terkait 3. White board/flip chart. pengisian keanggotaan DPRD. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. pengenalan permasalahan. adalah: 2. penilaian yang sistematis. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. pelaksanaan penetapan batas wilayah. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru.2. spidol. pemberian atribut. pengisian personil secara keseluruhan.. 3. 2. pembiayaan.143 - Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif.melalui kegiatan analisis kritis. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. Lap top 2. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. pengalihan aset dan dokumen. 2. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan.1. kertas. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi otonomi baru (EDOB) Kabupaten/Kota. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. dan kualitas personil atau aparatur. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil. 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. baru (DOB) Kabupaten/Kota .Menguji data dan informasi yaitu : a. atribut. penghapus. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru.2.3.1.

pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. perhubungan. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD). i. statistik. kesehatan. otonomi daerah. e. kearsipan. f. c. pembuatan peta batas. pemasangan pilar batas. kebudayaan. g. pertanahan. kepegawaian dan persandian. e. perumahan. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. penanaman modal. d. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. ketenagakerjaan.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. d. penataan ruang. terdiri dari: a. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. administrasi keuangan daerah. lingkungan hidup. sosial. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3.. kehutanan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan . kreteria. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. pemberdayaan masyarakat dan desa. h. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. pemanfaatan ruang. pemerintahan umum. b. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pekerjaan umum. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. perdagangan dan transmigrasian. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. perangkat daerah. komunikasi dan informatika. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. pelacak batas. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. koperasi dan usaha kecil dan menengah. Atribut kondisi. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. industri. energi dan sumber daya mineral. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. kepemudaan dan olahraga. dan perpustakaan. pertanian. perencanaan pembangunan. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. dana perimbangan.144 - c. dan lain – lain yang sah. kependudukan dan catatan sipil. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen.3. pariwisata. ketahanan pangan. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. Sedangkan.

Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4.7. 1. 4.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.1. pengujian data dan informasi evaluasi. Konteks Penilaian : 1.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.5.2. 4.PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.10.2. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan melakukan evaluasi daerah otonomi baru adalah: 4.3..6.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.16 Pengawasan APIP.145 - kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE.14 Peraturan Menpan : PER/04/M. formulasi temuan.9. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah .PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. pengembangan temuan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4. 2.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.13 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. akses data dan informasi evaluasi. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.

integritas.5. 6. Kode Etik APIP.3. 3. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4.9. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. Mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru.5.1. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. Kode Etik APIP. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.2. 5. serta Ketua Tim tidak teliti.5. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. santun. 5.6. 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. . akurat.3. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. 3. memahmai psikologi pengawasan. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.1. memahami tekik komunikasi pengawasan. 6. 4. 3. 3. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. cermat/teliti. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.4.146 - 3. dan Ketua Tim kurang teliti. 3. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4.2.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 6. Mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. evaluasi dokumen perencanaan. 5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.4. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 4.4.8. Aspek Kritis 6. 5. 5.1.. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.5.3. berorientasi hasil.2.7. 5. independen. Kode Etik APIP.4.3. memahami indikator kinerja.6. obyektif. 5. memhami teknik menyusun laporan. 5.1. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. memahami IT.

Dokumen dan Informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah kecamatan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.1.01 Melakukan Evaluasi kecamatan TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang Elemen Kompetensi 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 2. 3. 2. 4.2.3.2.1 PKE diakses dan dipelajari 1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 3. Dokumen terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yaitu tugas umum pemerintah. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan kecamatan ditentukan 3..02. 3.024.2. Data dan informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.147 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kecamatan. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 24. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4. dan kompetensi Camat diakses dan ditentukan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Hasil analisis data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Melakukan Evaluasi Kecamatan Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Kriteria Unjuk kerja 1.1.3. Mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.1. kewenangan yang dilimpahkan. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya .WAS. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.

Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. atribut. Evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. 5. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.3.2. Memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya .. menyelenggarakan tugas umum pemerintahan. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah kecamatan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di eilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. serta dicatat dalam KKE. pengenalan permasalahan. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor kecamatan atau Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis sebutan lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. penghapus. pemberian atribut.148 - dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. White board/flip chart. pemerintah 6.1.2. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.1. 5. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. 2. Kecamatan atau sebutan lainnya adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota.2. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan kecamatan atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah kecamatan yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. spidol. Ruangan kerja. Menyusun Laporan 6. penilaian yang sistematis. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . kertas. 5. 6. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.1.

statistik. e.1. perhubungan. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). komunikasi dan informatikan. b. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. penanaman modal. energi dan sdm. terdiri dari: a. otonomi daerah. b. perencanaan pembangunan. kepemudaan dan oleha raga. Literatur terkait 3. tata ruang.3. kependudukan dan capil. Kompetensi Camat meliputi kemampuan/pemahaman dalam merumuskan kebijakan teknis SKPD. kesehatan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. industri. pariwisata.5. Tugas Umum Perintahan yaitu pemberdayaan masyarakat. ketahanan pangan. Lap top 2. kompetensi Camat dalam mengembangkan budaya kerja. kemampuan/pemahaman dalam penyelenggaraan pelayanan umum.3. yang terdiri dari. pemberdayaan masyarakat dan desa. koordinasi penyelenggaraan kehiatan pemerintahan ditingkat kecamatan. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan peran sebagai kepala wilayah (tugas-tugas atributif). kearsipan. pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa dan/atau kelurahan.. Konsep temuan evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. lingkungan hidup.4. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan sebagian urusan kewenangan otonomi daerah yang dilimpahkan. Tugas Umum Pemerintahan. kemampuan/pemahaman selaku PPAT. budaya. dan transmigrasi. kesbangpol.. koordinasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. perumahan. pertanahan. c. Kewenangan yang limpahkan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. 2. Sedangkan urusan pilihan yaitu kelautan dan perikanan. Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. dan kemampuan/pemahaman dalam mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif. 3. 3. kemampuan/pemahaman dalam pengelolaan kepegawaian. kewenangan yang dilimpahkan. dan pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. sosial. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya.2. Atribut kondisi. c. perdagangan. koperasi dan ukm. dan perpustakaan. koordinasi penerapan dan penegakan perundangundangan. kehutanan. kemampuan /pemahaman dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. dan Kompetensi Camat diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. d. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah Kecamatan atau .149 - 2. kreteria. koordinasi pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan umum. Menguji data dan informasi yaitu : a. ketenagakerjaan. pekerjaan umum. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. pertanian. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya untuk dinilai.

o. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.3. Konteks Penilaian : 1. memahami indikator kinerja. pengembangan temuan.Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. akses data dan informasi evaluasi.7.150 - sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE.9.1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.6. 2.2.. formulasi temuan.2. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini. 4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.5. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. dengan tertulis/lisan/wawancara.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. pengujian data dan informasi evaluasi.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. . 3.4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri.10 PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.3. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 4. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. 4. 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.11.

6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kode Etik APIP. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 3.9. 6. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.5. 6. 6. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti..6. akurat.8.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan . Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. cermat/teliti.5.3. 5. 4. integritas.1. 3. 4.2.4. Kode Etik APIP.4. 5.1. 3. obyektif. 5. 5.5. Norma dan Etika Pengawasan. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).7. memahami teknik menyusun laporan. memahami IT. 3. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. berorientasi hasil. . mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.2. Aspek Kritis 6. 4.151 - 3. 3. 4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5.2. memahami tehkik komunikasi pengawasan. dan dapat dipertanggungjawabkan.6.3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4. dan Ketua Tim kurang teliti. independen. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. memahami Standar Pengawasan Pemerintantahan.4.3. dan pedoman evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. serta Ketua Tim tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5. memahami psikologi pengawasan. Kode Etik APIP. santun. 6.4.1.

152 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Data dan informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 25. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah Elemen Kompetensi 1. dan (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan ditentukan. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 2.02. pembangunan. 3. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. dan kemasyarakatan.2.1. dan (2) komptensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. 3.2. .2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 4. Kriteria Unjuk kerja 1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk evaluasi pemerintah desa. Hasil analisis data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.1. Mengakses data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Melakukan Evaluasi Pemerintah Desa Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.2. 3. Dokumen terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya yaitu (1) pelaksanaan pemerintahan.1.3.025. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan desa ditentukan 3. 2. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 4.3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah desadibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.1 PKE diakses dan dipelajari 1..01 Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.WAS.

Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan desa atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. penghapus.. penilaian yang sistematis. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 5. kertas.3. selanjutnya disebut desa. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.2. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. 5. . adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat setempat. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah desa atau sebutan lainnya. atribut. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah desa atau sebutan lainnya. Menyusun Laporan 6.1. spidol. Memformulasikan 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara KesatuanRepublik lndonesia Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. pemberian atribut.2. mengakses data dan informasi pemerintah desa lainnya. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan Evaluasi Pemerintah Desa adalah: 2. 6. serta dicatat dalam KKE. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan pemerintah desa dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam atau sebutan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari lainnya pimpinan unit kerja. 5. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor atau sebutan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya oleh Tim Evaluator .2.1. pengenalan permasalahan.153 - penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. mengembangkan hasil evaluasi desa atau sebutan lainnya. pemerintah desa 6. White board/flip chart. Desa atau yang disebut dengan nama lain. 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.1. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 2. Ruangan kerja.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3. d. 4. Kompetensi Kepala desa atau sebutan lainnya sesuai peryaratan administrasi dan khusus yang dipersyaratkan. 2.. dan fasilitasi pelayanan pendidikan. pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pembangunan. (1) pelaksanaan pemerintahan. b. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. dan (4) tertib administrasi pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE.154 - 2. d.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk dinilai. budaya dan keagamaan. dan (2) kompetensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. dan kemasyarakatan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. kesehatan masyarakat . b. dan kelembagaan sosial masyarakat. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pemerintah desa atau sebutan lainnya.4. Administrasi pemerintah desa atau sebutan lainnya meliputi administrasi pemerintahan.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). (3) kemasyarakatan meliputi pembinaan kehidupan sosial. c. (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi desa atau sebutan lainnya. 4. dengan keamanan dan ketertiban.5. 4. Pelaksanaan (1) pemerintahan meliputi kependudukan dan catatan sipil. yang terdiri dari.5. e. (2) pembangunan meliputi profil pembangunan desa atau sebutan lainnya ekonomi masyarakat. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. c. dan kemasyarakatan. Lap top 2. Menguji data dan informasi yaitu : a. .3. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan Evaluasi Pemerintah Desa: 4. Literatur terkait 3. Konsep temuan evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.1. terdiri dari: a.2. Atribut kondisi. Kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan meliputi sejauhmana penjabaran pelaksanaan ketentuan sampai kepada masyarakat desa atau sebutan lainnya. 4. kreteria. pembangunan.2. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya.4.1.

2. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.9 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah.6. memahami psikologi pengawasan. dan dapat dipertanggungjawabkan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.7.1.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. akses data dan informasi evaluasi. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.6.3. memahami teknik komunikasi pengawasan. 4.7. Konteks Penilaian : 1. 4. 4.1. akurat. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.4.8.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.8 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan.155 - 4. memahami teknik menyusun laporan. 3. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. 3. 3. 2.11 Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4..1.3. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya 4. 4. 3. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 4. 4.13 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor13 Tahun 2006 tentang Pedoman penyelenggaraan perlombaan Desa dan Kleurahan. 4. formulasi temuan. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.2. 3. memahami indikator kinerja. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. memahami Standar Pengawasan P2.14 Peraturan Menpan : PER/04/M.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 1. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.4. . Kode Etik APIP. 4.5. memahami IT. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 4. 3. pengembangan temuan. pengujian data dan informasi evaluasi.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Kode Etik APIP. 3.

Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.02. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas FPP. 6.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.026.4.6. 5. berorientasi hasil. integritas. 5. 6. 5. santun. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.2.1. 4. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 25. cermat/teliti. dan Ketua Tim kurang teliti. independen. 6. Kode Etik APIP.3. obyektif. Aspek Kritis 6. dan pedoman tentang pemerintah desa atau sebutan lainnya. 6.2. 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah desa atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas. 5. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).4.1. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.3.156 - dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. serta Ketua Tim tidak teliti.WAS.. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. 5. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit Elemen Kompetensi .

serta dicatat dalam KKE.2. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah 2. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1. 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi akuntabilitas dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 6.1. RKT. informasi laporan 3. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. Akuntabilitas 6. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kinerja instansi 4.2.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Memformulasikan 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah pemerintah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.1.1. 5.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2. Melakukan 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. 5. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Menyusun Laporan 6. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan .2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan laporan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan akuntabilitas diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Mengembangkan 4.157 - 1.2. 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 5.. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.3.1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan Pengujian data dan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. 2. 4.3. 3.

apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Ruangan kerja. penghapus. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakuakn Pengawas Pemerintahan adalah: 3. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Lap top 2. 2. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen Renstra Komponen. Menguji data dan informasi yaitu : a. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. spidol. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.3. .. b. 2. 3.4. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi Laporan akuntabilitas Instansi Pemerintah adalah: 2.1. 2. penilaian yang sistematis. pengenalan permasalahan. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Jenderal yang ditetapkan oleh Kementerian yang berwenang. dan Dokumen Penetapan Kinerja. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Jenderal. White board/flip chart. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. atribut.1. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. yang terdiri dari. Literatur terkait 3. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah.158 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.2. kertas. berbagai praktik manajemen stratejik. 2.5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis.2. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Dokumen RKT. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Jenderal yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. pemberian atribut. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah.

3. 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Tugas. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. Konteks Penilaian : 1. dan Fungsi Kementerian Negera serta susunan organisasi.159 - dan indikator kinerja utama (IKU). pengungkapan dan penyajian.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). e. 4.1.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. b. kreteria. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Atribut kondisi.7.4.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. 4. c.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja.5. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP.Menyusun hasil evaluasi LAKIP.6. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. c. e. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4.9. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. akses data dan . 4. (2) pengukuran. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian dan Lembaga Negara non Kementerian. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai.3. terdiri dari: a.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.. d. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. d.8. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. dan fungsi eselon I Kementerian Negara. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. tugas.1.

Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. Kode Etik APIP.3.1. . berorientasi hasil.3.4. 3. akurat. 3. 4. 3. Kode Etik APIP.8.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. 3.3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Memahami teknik menyusun laporan. santun.4. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi..160 - informasi evaluasi.7. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. 3.6. pengujian data dan informasi evaluasi. 5. memahami psikologi pengawasan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. 3. Aspek Kritis 6. memahami IT.2. 1.2. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 5. 6. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaaluasi (LHE). 3.2.3.2. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. cermat/teliti. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. formulasi temuan. 6. memahami tekik komunikasi pengawasan.5. integritas. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4. obyektif. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.6. 4. serta Ketua Tim tidak teliti. independen.1. 2. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. memahami indikator kinerja.5. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. pengembangan temuan. 5. 4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi LAKIP.

02. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintah Provinsi. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.2.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 6. 2. 2. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.4.WAS. dan Ketua Tim kurang teliti.. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3. Kriteria Unjuk kerja 1. TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. RKT. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.027. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.161 - 6. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan.4.1. Kode Etik APIP. 3. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 26.2.1.

Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.162 - 4.2. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Menyusun Laporan 6. penilaian yang sistematis. pemberian atribut. 5. Memformulasikan 5. 4. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.3. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. 5. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . pengenalan permasalahan. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 5. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.1. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah.. 4. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Akuntabilitas 6. atribut. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. serta dicatat dalam KKE. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.1. 6. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik.2.

Menguji data dan informasi yaitu : a. dan indikator kinerja utama (IKU). terdiri dari: a.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. Ruangan kerja. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. c. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. yang terdiri dari.1. White board/flip chart. dan Dokumen Penetapan Kinerja. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. 2. penghapus.4.1.. 4. b. e. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus.2. d.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. 2. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. Atribut kondisi. c. d. 3. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. Literatur terkait 3. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. spidol. Dokumen RKT. 2.2. RKPD.3. Renstra. 2.1. . pengungkapan dan penyajian.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.163 - Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. Lap top 2. kreteria.3. e. b. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. kertas. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.. berbagai praktik manajemen stratejik. (2) pengukuran. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. Peraturan – Peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.5. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum.

Kode Etik APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.5. 3. pengujian data dan informasi evaluasi. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. 3. memahami indikator kinerja. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.3. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami psikologi pengawasan. memahami IT.164 - 4.4.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.9. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 4.2. 4.5. 4. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3.6. 4.7.2.. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.2. 4. pengembangan temuan.6. memahami Standar Pengawasan.8. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. akses data dan informasi evaluasi. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 1.2. Konteks Penilaian : 1. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. . dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. 3.4.9. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 3. memahami teknik komunikasi pengawasan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.7.1. 2. akurat. 4. memahami teknik menyusun laporan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.3.1. formulasi temuan.3. 3. 3.8. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.

6.3. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Aspek Kritis 6. 5. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. 5.1. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.2.02. 5. obyektif. 4. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.2. serta Ketua Tim tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.WAS. 5.1. santun. 6. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. kode etik apip. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 27.4. cermat/teliti. 6.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota .3.4.165 - 4.5. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. 6.4. integritas.5. berorientasi hasil. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.028. independen. dan Ketua Tim kurang teliti. 5. 5. 6.5.. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kode Etik APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.

1 PKE diakses dan dipelajari 1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian Elemen Kompetensi 1. 5. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.2. 5.3. 5. 3. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. RKT. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah . 3. 6.3. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 4. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. serta dicatat dalam KKE. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.1.2.3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. 3.1.. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 5. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 2. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.2. Kriteria Unjuk kerja 1. Memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja pemerintahan 6.2.1.1. 6. 2. 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.166 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 4.2.

3. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. penghapus. RKPD. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut.2. Literatur terkait 3. Lap top 2. penilaian yang sistematis. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. spidol. pengenalan permasalahan. kertas. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah.1. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. 2. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. berbagai praktik manajemen stratejik.4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. 2. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.2. 2. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. 2. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. dan Dokumen Penetapan Kinerja.3.5. Ruangan kerja. Menguji data dan informasi yaitu : a. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. pemberian atribut. atribut. yang terdiri dari. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah.167 - diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.. White board/flip chart. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan adalah: 3. Renstra. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.1. Dokumen RKT. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. . Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP.

dan indikator kinerja utama (IKU). 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.7. d. pengungkapan dan penyajian. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.8.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 4. 4. b. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.168 - b. (2) pengukuran.6.2. e.. Atribut kondisi.4.9. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. d. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. c. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. 4. terdiri dari: a. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. 4. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. 4. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. 3.5. Konteks Penilaian : 1.3. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau . Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. c. Peraturan Menpan : PER/04/M.1. e.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.3. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus.. 4. kreteria. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.

5. 6. 3. 4. 6.5. 5. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. Kode Etik APIP. 1.2. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. 4.5. integritas. 4.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). 3. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. 3.3.9. akurat.4. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.2.1. dan dapat dipertanggungjawabkan.3.3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 3.2.3.1.4. 3. memahami indikator kinerja. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. 3.5. formulasi temuan. memahami teknik menyusun laporan. 5.. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.6. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah . kode etik apip. Aspek Kritis 6. 5. 2. obyektif. memahami Standar Pengawasan. 3. cermat/teliti.6.2. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. pengujian data dan informasi evaluasi. santun. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 33. pengembangan temuan. memahami IT. akses data dan informasi evaluasi. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. 4. memahami psikologi pengawasan. memahami teknik komunikasi pengawasan. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.1. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. independen.8. berorientasi hasil. mampu mengembangkan temuan secara lengkap.7.4.169 - disimulasikan. 6. 4.

2.00.Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui Objek.01 Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Kode Etik APIP.5. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses dan Tujuan dipelajari. 6.170 - berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Kriteria Unjuk kerja Elemen Kompetensi 1. 6. .3. pengawasan 1.. serta Ketua Tim tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisi yang dituangkan dalam KKP 2. manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisor yang dituangkan dalam KKP 2.WAS. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diusulkan kepada supervisi. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 3 3 3 2 3 3 2 28.1. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. Menyusun 2. Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada Pengawasan . dan Ketua Tim kurang teliti KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1.4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).029.4. Sasaran dan tujuan pengawasan dirumuskan 2.Waktu analisis Sasaran dan tujuan pengawasan dan pelaksana 2.3. Menyusun 1.1.2.4.

menyusun obyek. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. 2. dan tatacara Urusan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan.Indikator kinerja. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.4.2. LCD. 3. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektifsesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan.2. Langkah kerja pengawasan diusulkan 4. Pemerintahan 4.3. 3. 3.1.1. 2. alat bukti.Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan disusun dan diusulkan kepada supervisi.2.Waktu Pelaksanaan Pengawasan ditentukan dan diusulkan 2. 2. menyusun langkah kerja pengawasan.1.4. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 4. Pengawasan 4.2. menganalisa risiko pengawasan 3. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diidentifikasi.Ruangan kerja.Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diidentifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing. 3.White board/flip chart. 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan .6.Usulan dokumen.. menyusun obyek.171 - 2. waktu dan pelaksana pengawasan. menyusun langkah kerja pengawasan.5. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.3 Lap top. 3.1. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pertanyaan diklasifikasi. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. kertas. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.Obyek.Usulan teknik pengujian dokumen.3.4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. data dan informasi yang dibutuhkan diidentifikasi. spidol.3.2. Menyusun 3.3. penghapus. menyusun daftar pertanyaan pengawasan 4. Menyusun 4.Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari.2. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3. menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. 3. waktu dan pelaksana pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 2.5. pengawasan 3. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.

mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penyusunan sasaran dan tujuan pengawasan.7. 4.memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.13.10. 4. Permendagri Nomor 8 th 2009. 1. 3. memahami teknik penyusunan daftar pertanyaan. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi/Kab/Kota.1. 3. penyusunan daftar pertanyaan pengawasan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 3. 3. 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.5. waktu dan pelaksana pengawasan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi merencanakan PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. memahami analisa risiko pengawasan.memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. alat bukti.2.8. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. penyusunan obyek. penyusunan langkah kerja pengawasan.6. 3.8.3.4. 3.11.172 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. 4.7. memahami Standar Audit APIP. 4. Peraturan MENPAN Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).9.11. 4. 3. memahami indikator kinerja. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. memahami Kode Etik APIP. Peraturan Menpan : PER/04/M.9.10. tatacara pengawasan.2.12. memahami teknik verifikasi.1.2.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 2. 4. memahami analisa manajemen risiko. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. .1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).5. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP..4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pejabat Pengawas Pemerintah di Lingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Peraturan Menpan : PER/05/M.o. 4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah.

6. 4. dalam deskripsi unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan unit kompetensi menyusun PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. 5. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1. pengawasan 1.1.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.1. 4. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. alat bukti.2. 4. 5. santun 6.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai.6. obyektif. 6. berorientasi hasil.3.3. cermat/teliti.1.3.030. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT Mengumpulkan.WAS.5. Aspek kritis 6. . Memverfikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP.01 Judul Unit Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2.173 - 4. antara lain Jakwas dan PKPT. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan diverifikasi. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses Tujuan dan dipelajari. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 Memecahkan masalah 3 Menggunakan teknologi 2 29. Memverifikasi 1.4. 5. mampu menyusun daftar pertanyaan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.4.00.4..7. 5. 6. . mampu menerapkan teknik verifikasi dengan baik.2.5.4. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).3.Jika analisa potensi risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. integritas. mampu menstransfer indikator. mampu menganalisa potensi risiko audit. 5. 4. 5. mampu menganalisa manajemen risiko. independen. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.

Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2. kertas.1.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi.3 Lap top.4. meverfikasi obyek. Obyek. spidol. menyusun obyek. menganalisa risiko pengawasan 3.4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. 2.2. 3. data dan informasi yang dibutuhkan diverifikasi. 2.2. 2.2.5.1. 2.4. Indikator kinerja.174 - 2. menyusun daftar pertanyaan pengawasan.1. Usulan dokumen. dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diverifikasi kepada supervisi. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2.Ruangan kerja. pengawasan 3. meverfikasi sasaran dan tujuan pengawasan. waktu dan pelaksana pengawasan. alat bukti.1. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diverifikasi.3.2. 3. 3. Waktu Pelaksanaan Pengawasan diverifikasi 2. 3. 3.Waktu dan pelaksana Pengawasan . 3.3. Langkah kerja pengawasan yang diusulkan diverifikasi 4.. meverfikasi daftar pertanyaan pengawasan. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui analisis Sasaran dan tujuan pengawasan 2.6. Urusan 4. waktu dan pelaksana pengawasan. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diverifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3. menyusun langkah kerja pengawasan. 2.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. penghapus. Memverifikasi 4. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan diverifikasi.5. meverfikasi langkah kerja pengawasan.2. Memverifikasi Objek.3. Usulan teknik pengujian dokumen.2.3. Memverifikasi 3.White board/flip chart.4. LCD. 4. . 2.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah.1. 1.2. 3. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.12.3. tatacara pengawasan. 4.10.10.9.11.5. 3. 4. 4.8. 3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3.. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompeteni ini adalah: 4. alat bukti.4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. 4.4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan. 4. 4. 3. 3.1. verifkasi daftar pertanyaan pengawasan.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).175 - 4. 4.5. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan. Kabupaten/Kota. waktu dan pelaksana pengawasan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.9. . Peraturan Menpan : PER/04/M.7.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. memahami Standar Audit APIP. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan merencanakan PKPP. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Peraturan Menpan : PER/05/M.6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4.2.7. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. 3. verifkasi obyek.8. 3. memahami Kode Etik APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.2. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. memahami indikator kinerja. memahami analisa risiko pengawasan. verifkasi langkah kerja pengawasan. 2. 4. 4. memahami analisa manajemen risiko.

Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP.1. integritas.11.1. 5.2. antara lain Jakwas dan PKPT.3. obyektif.01 Judul Unit Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.6.00. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.2.2. Mampu menganalisa manajemen risiko 4..Mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. 4. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 30.3.6. 5.176 - 3.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.4.4. 6. Mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai.4.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.031. Mampu menyusun Daftar Pertanyaan 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait dan Tujuan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses pengawasan dan dipelajari. 6. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP. Menilai sasaran 1. 5. berorientasi hasil.WAS.Mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP.1. 6. cermat/teliti.1.3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.Mampu menstransfer indikator.Jika PKPP dibuat tidak diverifikasi dan dinilai secara memadai.2. alat bukti. independen. 5. memahami teknik verifikasi. 4. 5.5.5. 4. 4. santun.3. Aspek kritis 6.7. 1. 5. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan .Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada. Mampu menganalisa potensi risiko audit 4. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.

- 177 -

dianalisis 1.4. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan dinilai. 2. MenilaiObjek,Wakt 2.1. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui u dan pelaksana analisis Sasaran dan tujuan pengawasan Pengawasan . 2.2. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.3. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.4. Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan dinilai kepada supervisi. 2.5. Waktu Pelaksanaan Pengawasan dinilai 2.6. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan dinilai sesuai dengan kompetensi masing-masing. 3. Menilai langkah 3.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek kerja pengawasan pengawasan dipelajari; 3.2. Usulan dokumen, data dan informasi yang dibutuhkan dinilai; 3.3. Usulan teknik pengujian dokumen, data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan dinilai. 3.4. Langkah kerja pengawasan yang diusulkandinilai 4. Menilai Daftar 4.1. Obyek, sasaran dan langkah kerja Pengawasan Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi Urusan 4.2. Indikator kinerja, alat bukti, dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi; 4.3. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahandinilai. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan; menyusun obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; menyusun langkah kerja pengawasan; menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam menilai PKPP adalah: 2.1.Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Lap top, LCD; 2.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan; 3.2. menilai sasaran dan tujuan pengawasan; 3.3. menilai obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; 3.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.5. menganalisa risiko pengawasan; 3.6. menilai langkah kerja pengawasan; 3.7. menilai daftar pertanyaan pengawasan.

- 178 -

4. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; 4.6. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.7. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.9. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota; 4.10. Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.11. Peraturan Menpan : PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan; verifkasi obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; verifkasi langkah kerja pengawasan; verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan memverifikasi PKPP. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ; 3.2. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP; 3.3. memahami analisa manajemen risiko 3.4. memahami analisa risiko pengawasan 3.5. memahami indikator kinerja, alat bukti, tatacara pengawasan; 3.6. memahami Standar Audit APIP; 3.7. memahami Kode Etik APIP; 3.8. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan; 3.10. memahami teknik penyusunan rencana pengawasan;

- 179 -

3.11. memahami teknik verifikasi; 3.12. Memahami teknik penilaian. 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP; 4.2. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP; 4.3. mampu menstransfer indikator, alat bukti, dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP; 4.4. mampu menganalisa manajemen risiko; 4.5. mampu menganalisa potensi risiko audit; 4.6. mampu menyusun Daftar Pertanyaan; 4.7. mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai; 4.8. mampu menerapkan teknik peniliaian secara memadai. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif; 5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek kritis 6.1.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada, antara lain Jakwas dan PKPT; 6.2.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai; 6.3.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 32. Melakasanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.WAS.00.032.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti

Menulis temuan 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Kreteria pelaksanaan kegiatan ditentukan dan Pengujian atas data disepakati dengan penanggungjawab kegiatan dan informasi 3.180 - 2.1. Melakukan 3.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan pengawasan. 3. 4. Mengakses data dan informasi pengawasan . serta hasilnya dicatat dalam KKP.3.1. 3. Atribut kondisi. Pengawasan/Penga 6. Kesesuian antara dokumen data dan informasi pengawasan dengan criteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.3. 2. Data dan informasi terkait ruang lingkup pengawasan diakses dan dipelajari 2.3.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi wasan (P2 HP) Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6.2. . Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).. sebab akibat pada KKP pengawasan diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja 5. 3. serta dicatat dalam KKP. Data dan informasi yang kurang tepat diklarifikasi.3.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan Pokok Hasil disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.2.1. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. 2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 5.2.3.P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Mengembangkan 4.4. kreteria. Penjelasan Prosedur Penilaian : 2.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5. Menyusun Pokok6.

.3.2.1.181 - 2.3. 3.2. 6. 3.2. Aspek Kritis 6. 6.4.6.3.5.2. 1. Memahami standar pemeriksaan.1. 4. 5. 3. 3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. integritas. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi menyusun Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). Berorientasi hasil. 5. 4. Memahami teknik komunikasi. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.1. mengakses data dan informasi pengawasan. 5. mampu menerapkan standar Pengawasan. mampu menerapkan Kode Etik Pengawasan. 4. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.4. memahami IT. Independen. Santun. menyusun poko-pokok hasil pengawasan. 3. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. mengembangkan temuan pengawasan. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 5. Memahami Kode etik pemeriksaan. memahami prinsip-prinsip pengawasan. Cermat/teliti. 4.6. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. 1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. menulis temuan pengawasan.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka pengawasan dan untuk menggali informasi.2.4.1.1. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini. Obyektif. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . Memahami teknik pemeriksaan.5. 3. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam pelaksanaan pengawasan.

1 Konsep Hasil Pengawasan dipelajari 1. White board/flip chart. Masing-masing Pengawas Pemerintahan hasil pengawasan . Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.3 Bahan presentasi ekspose disiapkan 2. Ruangan kerja. Lap top. 3.2. 3.2.1. Mempersiapkan bahan ekspose.182 - 33. 2.01 Judul Unit Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. spidol. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).3.3. Infocus. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan untuk melaksanakan ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan.2 Permohonan ekspose beserta konsep Hasil Pengawasan yang telah tergabung disampaikan kepada pengelola ekspose 1.1.00.1.4.5. 2.4.2. Simpulan dari ekspose ditindaklanjuti oleh hasil ekspose Pengawas Pemerintahan dengan mengubah konsep Hasil Pengawasan sesuai dengan hasil ekspose 3. 2. Penyanggah memberikan tanggapan/ sanggapan/pertanyaan kepada Pengawas Pemerintahan 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose. Perubahan yang dilakukan disertai dengan matriks yang menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah perubahan disampaikan kepada supservisi untuk dinilai dan diparaf. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Memaparkan hasil pengawasan 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam melaksanakan ekspose hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: persiapan ekspose.2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 2. Hasil penilaian dari supervisor diparaf dan disampaikan kepada sekretariat tim pengawas sebagai nett temuan. Jawaban atas tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dicatat dalam lembar kerja ekspose 3. kertas.1. penghapus. Melakukan ekspose 2.WAS. 3. 2. Tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dari penyanggah dicatat oleh Pengawas Pemerintahan dalam lembar kerja ekspose dan dijawab secara singkat dan benar 2.. Menindaklanjuti 3. Mempersiapkan ekspose hasil pengawasan . memaparkan Hasil pengawasannya 2.3.033.

ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose.1. 3.3. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. integritas. Memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan. . 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan ekspose. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.5. 4. 3. Menjawab pertanyaan dari para penyanggah 3. 5.1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.2. 1. 5. Mampu menjawab pertanyaan penyanggah dengan efektif 5.7.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. obyektif. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.4. 4..2.3. Memahami teknik presentasi.12.11. Mampu berkomunikasi efektif dalam ekspose 4.2. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Kabupaten/Kota.1.6. Peraturan Menpan : PER/05/M. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 2.3. cermat/teliti. Mampu memaparkan hasil pengawasan dengan efektif 4. Memahami teknik komunikasi. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2. independen.183 - 3. Menindaklanjuti hasil ekspose 4. 4.1.3. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. 5. 4.8. 4.4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.3.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2.

KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.1. Memvalidasi Laporan Hasil Pengawasan .1. Jika terdapat kreteria yang berbeda antara Pengawas Pemerintah dengan Penyanggah ekspose. 3.3. Pengajukan permohonan pendistribusian LHP disampaikan 2.6.5. santun.2. berorientasi hasil. Setelah diteliti ulang dan diparaf. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.2. Lembar pengesahan LHP dicetak dan disampaikan kepada seluruh anggota pengawas untuk diteliti ulang dan diparaf 3.3 Kekurangan atribut temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 2.01 Judul Unit Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Aspek Kritis 6.4. Jika Pengawas Pemerintah tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil pengawasan. antara lain ringkas dan mudah dipahami 1.184 - 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan. 3.2 Kelengkapan atribut masing-masing temuan pada LHP diteliti dan dipelajari kesesuaiannya dengan standar penyusunan LHP.1.034. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 34.. Temuan yang mempunyai kesamaan materi digabung menjadi satu temuan 2.00. 6.WAS.1 Draft Laporan hasil pemeriksaan diakses dan dikompilasi 1. Laporan hasil pengawasan berupa LHP dan Nota dinas petunjuk Menteri kepada Direktur Jenderal/Kepala Daerah yang telah dikonsultasikan dicetak 3. Meneliti kelengkapan atribut 1.2. 6. LHP ditandatangani oleh Penanggungjawab Tim dan diautentifikasi. Penggabungan temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 3. Menyusun laporan Hasil Pengawasan Kode Unit FPP. 5. Menggabung temuan sejenis .

mencetak LHP. 2.2. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi in adalah : 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. penggabungan temuan sejenis dan validasi LHP.. kertas.3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. penghapus.1. 2. 4. 2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penelitian kelengkapan atribut.185 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 1.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam menyusun laporan hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: meneliti kelengkapan atribut. mengkomunikasikan penggabungan temuan kepada anggota pengawas. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 3. menggabungkan temuan sejenis. 4.9.1. 4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 3. Lap top. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. White board/flip chart. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4.11.3.3. Ruangan kerja. spidol. 4. Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.10.12.3. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.8.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. menggabungkan temuan sejenis dan memvalidasi LHP. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. .7. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.6. Peraturan Menpan : PER/05/M.1. meneliti kelengkapan atribut.2. 3.1. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M.5.2.2.

memahami IT. 4.4. 19690824 199903 1 001 .1. ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina Tk. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Jika Pengawas Pemeritnahan tidak menerapkan tata bahasa Indonesia yang benar. Jika Pengawas Pemerintah tidak meneliti dengan baik hasil pengawasan. 5.3.1.1.I (IV/b) NIP. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM. mampu menerapkan teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam penyusunan LHP. 3.5. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4. 5. independen. Aspek Kritis 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. integritas.186 - 2. memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan. Mampu menerapkan standard pengawasan ke dalam penyusunan LHP.6.3. 5. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2.2.2. 6. 3. obyektif. santun.2. 5. memahami teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. 5. berorientasi hasil. 3. cermat/teliti. 4. 6.3..1. 5. sehingga dapat multi tafsir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful