P. 1
Permen No.22 Th 2013 Lampiran 1

Permen No.22 Th 2013 Lampiran 1

|Views: 555|Likes:
Published by Sigit Kurniawan

More info:

Published by: Sigit Kurniawan on May 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2014

pdf

text

original

LAMPIRAN: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 TAHUN 2013.

TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH.

URAIAN STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS PEMERINTAHAN I. Pendahuluan Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah secara normatif meliputi pengawasan administrasi umum pemerintahan dan pengawasan urusan pemerintahan. Pengawasan administrasi umum pemerintahan terdiri dari pengawasan kebijakan daerah, pengawasan kelembagaan, pengawasan pegawai daerah, pengawasan kebijakan keuangan daerah dan pengawasan barang daerah. Sedangkan pengawasan urusan pemerintahan di daerah meliputi pengawasan urusan wajib dan pengawasan urusan pilihan yang menjadi wewenang daerah serta pengawasan atas pelaksanaan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat. Sejalan dengan kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 telah menetapkan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Jabatan fungsional ini mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk membangun profesionalitas pejabat Pengawas Pemerintahan tersebut, perlu diatur standar kompetensi kerja khusus Pengawas Pemerintahan sebagai persyaratan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan di bidang pengawasan pemerintah. Standar Kompetensi ini memiliki kesetaraan dengan standar sejenis seperti yang berlaku di kalangan dunia usaha maupun standar di negara lain atau internasional. II. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Penyusunan standar kompetensi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, khususnya pada prosedur penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (SK3APDN). Untuk menentukan unit-unit kompetensi kerja Pengawas

-2-

Pemerintahan, didasarkan pada tugas-tugas yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Sedangkan pengembangan substansi masingmasing unit kompetensi mengacu pada regulasi teknis dan standar yang ada antara lain sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemer intah di Wilayah Provinsi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan Dalam Rangka Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Daerah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25Tahun 2007 tentang Pedoman Penangangan Pengaduan Masyarakat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 20. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawas Internal Pemerintah; 21. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah;

-3-

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 23. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi NomorPER/04/M.PAN/03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; 24. ISO 19011-2011 : Guidelines for Auditing Management Systems. A. Pemetaan Fungsi Kerja Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. Pemetaan fungsi kerja jabatan fungsional Pengawas Pemerintahan didasarkan pada ruang lingkup pekerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya,sebagai berikut: Fungsi Utama Pengawasan atas Pembinaan Pelaksanaaan Urusan Pemerintahan Fungsi Dasar Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis Penerapan NSPK Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah

Melaksanakan Pengawasan Administrasi Umum Melaksanakan Pengawasan Substantif Urusan Pemerintahan Melaksanakan Pengawasan atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan Pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melaksanakan Pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah

01 FPP. Renja SKPD.01.01.WAS.01 FPP.01 FPP. Berdasarkan peta fungsi kerja pada butir 1.02.02. Renstra SKPD.BIN.011.-4- Fungsi Utama Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom daerah Fungsi Dasar Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Evaluasi Daerah Melakukan Evaluasi DOB provinsi Otonom Baru (DOB) Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Evaluasi Kecamatan Evaluasi Kecamatan dan Pemerintahan Evaluasi Pemerintahan Desa Desa Evaluasi Laporan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Akuntabilitas Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Menyiapkan Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan B.WAS.01 FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.WAS.01.01 FPP. Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan.006.02.010. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan FPP.01 FPP.BIN.01.003.BIN. RKPD.WAS.007.02.002.005.01 FPP. maka Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan adalah: Kode Unit FPP.WAS.BIN.02.01 FPP.009. Renstra SKPD.008.BIN.01 FPP.01 .A di atas.01.004.001. RKPD.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.02. Renja SKPD.WAS.

02.WAS.019.WAS.00. terdapat unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemerintahan dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Umum.WAS.014.02.033.01 FPP.02.02.026.01 FPP.029.01 FPP.WAS.01 FPP.01 FPP.WAS.017.WAS.WAS.02.02.WAS.00.01 FPP.WAS.01 FPP.WAS.034.00.020.WAS.021.02.01 FPP.WAS.01 Judul Unit Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan .027.WAS.WAS.031.029.WAS.WAS.00.01 FPP.WAS.02.022.01 FPP.016.01 FPP.012.WAS.01 FPP.WAS.00.WAS.02.01 FPP.01 FPP.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB provinsi Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Melakukan Evaluasi kecamatan Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Dari Peta Kompetensi di atas.01 FPP.031.030.WAS.01 FPP.WAS. yaitu : Kode Unit FPP.WAS.00.01 FPP.030.02.-5- Kode Unit FPP.01 FPP.018.02.025.02.WAS.013.02.015.00.00.01 FPP.02.01 FPP.032.023.02.01 FPP.028.024.00.02.01 FPP.WAS.01 FPP.WAS.02.01 FPP.

02.02.WAS.018.01 FPP.BIN.00.01 FPP.005.02.WAS.01 FPP.022.01 FPP.01 FPP.00. Renja SKPD.WAS.02.WAS.02.WAS.01 FPP.015.02.006.BIN.01 FPP. Renja SKPD.02.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Sedangkan unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan untuk dapat melaksanakan penugasan yang sifatnya pengawasan teknis urusan pemerintahan di daerah.01 FPP.WAS.016.014.034.BIN.00.02.019.WAS.01.02.024.033.01 FPP.WAS.01 FPP.01. dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Inti.WAS.021.01 FPP.01 FPP.02.01.02.004.001.01 FPP.010.02.002.01 FPP.012.WAS.01.02.017.01 FPP.WAS.01 FPP.WAS.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP.WAS.011.01 FPP.WAS.WAS.02.020.01 .007.01 FPP.WAS.WAS. Renstra SKPD. yaitu: Kode Unit FPP.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD.BIN.WAS.02.01 FPP.01 FPP. RKPD.013.01 FPP.008.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/kota Melakukan Evaluasi Kecamatan FPP.02.01.-6- Kode Unit FPP.003.02.009.02.02. Renstra SKPD.01 FPP.BIN.01 FPP.023.WAS.032.WAS.

00.01 2.026.029. sub bidang Kebijakan sarana dan prasarana pada bidang pendidikan c.01 1.025.02.WAS. identifikasi dan pengawasan .-7- Kode Unit FPP.027.01 FPP.02.033. sebagai berikut: a. Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan FPP. Standar Kompetensi Inti Kode Unit Unit Kompetensi FPP.WAS.WAS.01 FPP. A.034. sub bidang SDM Kesehatan. obat danperbekalan serta pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan d.01 FPP.WAS.WAS.02.WAS. sub bidang kepemudaan dan olahraga pada bidang Kepemudaan dan olahraga e. f.028.00.010. Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan B.WAS. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. pembinaan dan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan pengelolaan umum pada bidang ketenagakerjaan.01 4. sub bidang pengelolaan umum pada bidang ketahanan pangan g.01 1.01 2. sub bidang pembinaan bidang sosial. Melaksanakan Ekspose Hasil Pengawasan Pemerintahan FPP. sub bidang pembinaan pelatihan dan produktifitas tenaga kerja. Melaksanakan pengawasan urusan wajib. sub bidang Pos dan telekomunikasi pada bidang Komunikasi dan Informatika i.032.00. Melaksanakan Pengawasan administrasi umum aspek Kemampuan Kelembagaan FPP.01 3.WAS. Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan FPP.02. sub bidang perhubungan darat pada bidang perhubungan h.02. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Pertama.WAS.02.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Rincian unit kompetensi yang harus dikuasai pada masing-masing jenjang Pengawas Pemerintahan adalah sebagai berikut: 1.00. sub bidang persandian pada bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum bidang Masyarakat dan desa b.006.WAS.

pemanfaatan kawasan hutan dan jasa lingkungan pada hutan produksi. penerimaan Negara bukan pajak bidang kehutanan. Sub bidang tanaman pangan dan hortikultura. suaka margasatwa. perlindungan usaha industri. Sub bidang kelautan. areal buru dan kebun. pemanfaatan kawasan hutan pada hutan lindung. pengelolaan DAS. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. sarana dan prasarana dan data industri pada . bangunan gedung dan lingkungan pada pekerjaan umum.01 3. sebagai berikut: a. pemanfaatan hasil hutan pada hutan produksi. keprintisan kejuangan dan kesetiakawanan pada bidang sosial. drainase. lembaga konservasi. lingkunga hidup. FPP. pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. perbenihan tanaman hiasan. penganugrahan tanda kehormatan dan nilai-nilai kepahlamwanan. pengembangan hutan hak dan aneka usaha kehutanan. Sub bidang inventarisasi hutan. Sub bidang sumber daya air. j. persampahan. air munum. taman nasional. perkebunan dan penunjang pada bidang pertanian c.02.WAS. pengelolaan pemasaran. pemasaran. pelaksanaan program/ kegiatan bidang sosial. permukiman. penyuluhan dan pengendalian pada bidang kelautan dan perikanan b. tamana wisata dan taman buru. perlindungan hutan dan penebangan/penanaman/ pemungutan hasil hutan pada bidang kehutanan d. air limbah. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. dan penguasaaan taman buru. sumber daya manusia. penguasahaan pariwisata alam pada kawasan pelestarian alam. rencana pengelolaan jangka pendek cakar alam.-8- Kode Unit Unit Kompetensi penyandang masalah kesejahteraan sosial. pengelolaan taman hutan raya. industri pengelolaan hasil hutan. Sub bidang usaha industri.011. penataan batas luar areal kerja unit usaha pemanfaatan hutan produksi.

01 3.BIN.01.BIN. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) FPP. Melaksanakan Pengawasan urusan wajib.01 1.WAS. e. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Muda.00.BIN. FPP. pasar lelang pada bidang Perdagangan.01.01 5.02. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah FPP.01 4.001.-9- Kode Unit Unit Kompetensi bidang perindustran. Renstra SKPD. Menganalisis pengelolaan SDM FPP.01. sebagai berikut: a.BIN. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP.02. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat FPP. alternatif pembiayaan sistem resi gudang.01 1. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil b.01. Sub bidang perangkat daerah pada Bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum c.01.010.007. Renja SKPD. Kode Unit Unit Kompetensi FPP.02. panas bumi dan air tawar pada bidang energi dan sumber daya mineral. Sub bidang metrologi legal dan perdagangan berjangka komoditi. Sub bidang kebijakan pembiayaan dan pendidikan serta tenaga kependidikan pada bidang Pendidikan e.004. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 7. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD FPP. Renja SKPD.014. batubara.01 6. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Sub bidang mineral. Menganalisis teknis penerapan SPM FPP. Sub Bidang sosial budaya masyarakat pada bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan d.005.01 4. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Memverifikasi Program Pengawasan Pemerintahan kerja B.01 2. Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa 2. Renstra SKPD.BIN. A. RKPD.WAS. Standar Kompetensi Inti.WAS. Sub bidang upaya kesehatan dan kebijakan pembiayaan kesehatan .003. RKPD.WAS. f.030.002.

Evaluasi Pemerintahan Desa 12.WAS.031.01 1. f. pengawasan. Melaksanakan Pengawasan urusan pilihan.02. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi 13.WAS. Sub bidang kerja sama.WAS.008. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota 3. Sub bidang peternakan dan kesehatan hewan pada bidang Pertanian c..017.02. Menganalisis Kebijakan Keuangan Daerah FPP. sebagai berikut: a. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Madya. Sub bidang geologi.01 2.01 FPP. Sub bidang pembinaan ketenagakerjaan pada bidang ketenagakerjaan g. Sub bidang perkotaan dan pedesaan serta jasa konstruksi pada Pekerjaan Umum 8. Menilai PKPP B.027.015.WAS. A.10 - FPP.02. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/Instansi Pemerintah 11. Standar Kompetensi Umum Kode unit Unit kompetensi FPP. Sub bidang umum. 9. Sub bidang kemananan pangan pada bidang ketahanan pangan h.WAS.02. pendidikan dan pelatihan pada bidang energy dan sumber daya mineral. sarana dan prasarana dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial pada bidang Sosial k.011. ketenagakerjaan.01 FPP.01 1.01 FPP. Standar Kompetensi Inti Kode unit Unit kompetensi FPP.025.02.02. perikanan budidaya pada bidang Kelautan dan perikanan b.02.00.WAS.009.WAS. Sub bidang perkereta apian pada bidang perhubungan i. perikanan tangkap.02. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.028. Menganalisis pengelolaan Barang / Aset .WAS. Bidang Kehutanan d.WAS.01 pada bidang kesehatan.01 FPP. Sub bidang perdagangan dalam negeri bidang Perdagangan e. Sub bidang sarana komunikasi dan diseminasi informasi pada bidang komunikasi dan informatika j. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 10.01 FPP.

pada bidang otda dan pemerintahan umum. standarisasi dan pengawasan industri pada bidang perindustrian .. Sub bidang ketahanan pangan dalam bidang Ketahanan Pangan i. Pengembangan dan pendayagunaan PSKS dan pembinaan tenaga fungsional Pekerja Sosial pada bidang Sosial k. Sub bidang perhubungan laut dan udara pada bidang Perhubungan j. Sub bidang kebijakan. kebijakan administrasi keuangan daerah. Sub bidang penguatan kelembagaan pada bidang Pemberdayaan Masyarkat dan Desa d. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. sebagai berikut: a. sebagai berikut: a.02. pembinaan dan pengawasan. Sub bidang kebijakan bidang sosial. penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dan pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Bidang Ketenagakerjaan. e.11 - Kode unit Unit kompetensi Daerah FPP.yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan.011. Sub bidang Bina Marga dan Penataan ruang pada bidang Pekerjaan Umum.WAS.01 4. Melaksanakan pengawasan urusan wajib. FPP. Bidang Kehutanan c. Sub bidang otonomi daerah.02. perencanaan sosial. kurikulum. c.WAS. pemerintahan umum. Sub Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam Pengelolaan SDA dan TTG pada bidang Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan. Sub bidang kebijakan dan standar. b. Bidang kesatuan bangsa dan politik luar negeri b. pengendalian mutu pendidikan pada bidang Pendidikan.01 3. pembinaan SDM. Sub bidang manajemen kesehatan pada bidang Kesehatan g.010. Sub bidang perencanaan dan program. yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. perencanaan. h. f. Sub bidang pengawasan dan pengendalian pada bidang Kelautan dan perikanan.

KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.WAS. Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.WAS. Melakukan Evaluasi Pemerintahan kecamatan 16. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Kode Unit FPP.02.01 FPP.01 FPP.02.01 FPP. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja . 1.012.01 Unit kompetensi d.. Renstra SKPD.02. keterampilan. Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah 7.016.02.WAS. Sub bidang kebijakan.026.WAS. Melakukan evaluasi DOB provinsi 14.020.01 FPP. Renja SKPD.02. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas C.02. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan provinsi 10.BIN.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. RKPD.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).019.01 FPP.001.01 FPP. dan sikap kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Melakukan evaluasi DOB Kabupaten/ kota 15. pembinaan dan pengawasan pada bidang Transmigrasi. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan Kabupaten /Kota 13.02. RKPD.WAS.WAS. perencanaan. Renja SKPD. DAFTAR UNIT KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PEMERINTAHAN.013. Renstra SKPD. Sub bidang perdagangan luar negeri.WAS. Renstra SKPD. RKPD. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan provinsi 12.024.WAS.WAS.12 - Kode unit FPP.01 FPP.01 FPP.02.02.014.023.022. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekon dan TP 8. Melakukan Evaluasi Rancangan Kebijakan Daaerah (Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah) 6.WAS.02.018.WAS.01 FPP. kerja sama perdagangan internasional dan pengembangan ekspor nasional pada bidang perdagangan e.021. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah 9. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan Kabupaten / kota 11.01 FPP.02. Renja SKPD. 5.01 FPP.01.02.

1.2. RKPD. Renstra. Mengembangkan 4.3. Mempersiapan pelaksanaan pengawasan 1. rencana 4. 4. Kesesuaian antara dokumen data dan pencapaian informasi dengan kriteria pelaksanaan SPM/NSPK dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Data dan informasi yang kurang tepat analisis. Kemungkinan penyebab terjadinya temuan kondisi temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis.3 SPM/NSPK yang akan dianalisis diakses dan dipelajari.4. Hasil klarifikasi dengan SKPD penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3. 4. hasilnya dicatat dalam KKP.7 Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut akibat temuan. yang akan di 2.1 PKPP diakses dan dipelajari. 1.2.6 Tiap-tiap kemungkinan akibat diuji dan dianalisis.3. 3. dan Renja tentang SPM/ NSPK SKPD. 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan Pengujian atas data ditentukan dan disepakati dengan dan informasi SKPD penanggungjawab kegiatan. rencana 3. 3.2. Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab temuan. 3. .1. 2. 1.13 - 1. dll diakses dan dipelajari. Dokumen perencanaan Daerah berupa dan informasi RPJMD. Mengakses data 2. hasilnya dicatat dalam SPM/NSPK KKP.4.4 Kriteria pencapaian SPM/NSPK dalam dokumen perencanaan kegiatan dan keuangan daerah disusun sesuai dengan SPM/ NSPK yang akan dianalisis. Melakukan 3. 4. 4.1. diminta penjelasan dandiminta lagi tambahanya. diklarifikasi. Tiap-tiap kemungkinan penyebab diuji pencapaian dan dinalisis.. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis.1. 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan SKPD penanggung jawab pekerjaan. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan sesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP.

2. mengembangkan temuan pengawasan.. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. Atribut kondisi. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. RKPD. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.14 - perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan. 4. 4. kreteria. sebab akibat pengawasan pada KKP diringkas supaya mudah rencana dipahami dan dikonsultasikan dengan pencapaian pimpinan unit kerja dan dicatat dalam SPM/NSPK KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.1. Renstra SKPD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada. 5. Renja SKPD.8 Rekomendasi . menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Menulis temuan 5.9 Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan SKPD penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKP.3. 5. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. mengakses data dan informasi pengawasan. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. menulis temuan pengawasan. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

2. d. Literatur terkait.. Menguji target pencapaian SPM dalam dokumen rencana. target-target masing-masing SKPD pengampu SPM apakah sudah tercantum dan sesuai dengan indikator SPM. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Cek di dalam tabel indikasi rencana program prioritas RPJMD. apakah indikator SPM di dalam renstra SKPD sesuai tidak jumlah indikator. target dan pagunya. belanja. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. ATK. RKPD. Mempelajari dokumen rencana RPJMD. b.2. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Lap top.4. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. c.15 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Renstra dan Renja SKPD. 3.3. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Form Kertas Kerja Pengawasan(KKP). 2.5. 3. Ruangan kerja. apakah terdapat program-program SKPD pengampu SPM.1. KUA-PPAS dan RKA-SKPD terkait program/kegiatan dan pengintegrasian SPM.1. Di dalam renstra SKPD melihat kegiatan dalam masingmasing renstra SKPD pengampu SPM. e. 2. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Pemda menyampaikan RKPD dan KUA ke DPRD untuk . Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah sebagai berikut: 3. 2. yang terdiri dari: a.2. Renja SKPD. RKPD (seluruh program kegiatan bagi SKPD pengampu SPM sudah terangkum dalam dokumen ini) disini mengecek apakah indikator SPM dari masing-masing SKPD pengampu SPM sudah tertampung (di chek). 2.

10. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.9.13. 4. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui . 4. 4.4. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.6. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4.7.16 - ditetapkan menjadi PPAS harus sejalan (melakukan pengecekan kesesuaian KUA PPAS dengan target-target pencapaian SPM di RKPD. Penjelasan Prosedur Penilaian 1. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. 4.8.11. Tata Cara Penyusunan. 4.2. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Jo. f. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.12. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Menpan PER/04/M. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah..15.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.1. 4. 4. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.3 Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Langkah terakhir adalah memastikan target-target pencapaian SPM tercantum sebagai kegiatan dalam Program RKA-SKPD. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.

2. mengembangkan temuan pengawasan. Memahami prinsip pengendalian dan evaluasi terhadap dokumen rencana RPJPD. 5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Aspek Kritis 6. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar.1. dan dapat dipertanggungjawabkan. Memahami indikator kinerja target capain SPM. Kode Etik APIP. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. Independen. 5.3.3. 2. 3. pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil. 4. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK.5. Integritas. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. 6.17 - demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan.) dan dokumen SKPD (Renstra dan Renja) serta dokumen anggaran (KUA dan PPAS serta RKA-SKPD). RPJMD. 3. RPJMD.3. 5.4. akurat.1. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. Obyektif. Cermat/teliti. 3.5. 1. 4. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Berorientasi hasil. 4. Memahami tatacara penyusunan dokumen perencanaan pembangunan di daerah (RPJPD.. 3. 5. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.6.2. Santun. 4. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan pemerintahan. Kode Etik APIP. menulis temuan pengawasan.6.1. 3. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. 4. Memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan target pencapaian SPM.1. . RKPD. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP). mengakses data dan informasi pengawasan.4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. lengkap dan akurat.6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kompetensi yang dipersyaratkan Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. 3. 5.2. RKPD.5.4.2. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. Rensra SKPD dan Renja SKPD terhadap pengendalian kebijakan. Memahami Standar Pengawasan peme. 5.

Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 6. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi.01.1. 2. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2.2.4. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.2. PKPP diakses dan dipelajari.BIN. Kode Etik APIP. Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.2. Dokumen NSPK yang akan diawasi diakses dan ditentukan. 2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. serta Ketua Tim tidak teliti. 1. ElemenKompetensi 1.4. Kriteria Unjuk kerja 1.3.. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan pemerintahan diakses dan ditentukan. 6. Data dan informasi tentang penerapan NSPKdianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasandan hasilnya dicatat di lembar KKP. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. .18 - 6. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Data dan informasi tentang penerapan NSPK diakses dan dipelajari. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan APIP.5. 1.3. 2. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.3. Mengakses Data penerapan NSPK. 6.01 Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akandilakukan diikuti. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 2. 1.002.1.

dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 4. Hasil analisis NSPK diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Menulis temuan pengawasanpenera pan NSPK.2..19 - 3. 5.3.5. 3. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. serta dicatat dalam KKP.1. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria NSPKserta implementasinya. 5. Konsep temuan pengawasan dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan.3. 5.2. serta hasilnya dicatat dalam KKP. . 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep temuan pengawasan.4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep temuan pengawasan. 5.2. 3. Atribut kondisi. kreteria.1.3. 5. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. 3. Kreteria keabsahan Data penerapan NSPK. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai.1. 4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 4.

6.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan diringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. RKPD. 6. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK.1. Menulis temuan pengawasanpenerapan NSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP) penerapan NSPK. Menyusun Pokok6. Renja SKPD. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP.Unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.3. RKPD. Renstra SKPD. Renstra SKPD dan renja SKPD. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. NSPK adalah berbagai ketentuan berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK sebagai dasar bagi Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan urusan yang menjadi kewenangannya. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Mengakses Data penerapan NSPK. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan .2. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. penerapan NSPK. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.20 - 6.

3. Lap top. Proses penyusunan target-target penerapan NSPK diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. yang terdiri dari.5.Menilai apakah setiap urusan pemerintahan yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah telah sesuai dengan NSPK yang ditetapkan oleh Pemerintah. b. 2. penghapus. belanja.1. spidol. 3.2. Form KertasKerja Pengawasan(KKP).3.. . Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan.4. Ruangan kerja. Database Pelayanan berdasarkan NSPK.Mempelajari Kebijakan NSPK terkait. standar. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.1. diinventarisasi dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. 3. a.3. prosedur. kertas. NSPK masing-masing Urusan Pemerintahan yang diejahwantahkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3.Menganalisa kesesuaian dengan NSPK terhadap penerapan urusan pemerintahan yang dituangkan ke dalam dokumen perencanaan daerah.Menganalisa dampak pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma. 2. 2. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.2. 2.White board/flip chart. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 3. c. 2.21 - Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.4. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan NSPK yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional.

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.3..5.13. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4.11. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4.22 - 4. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.6.2.14. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Jo. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.10.9. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Tata Cara Penyusunan. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.12. 4. Peraturan Menpan PER/04/M. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.1. 4. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Mengakses Data penerapan NSPK. 4.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.7.2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai . 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 2. Menulis temuan pengawasanNSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) penerapan NSPK. Penjelasan Prosedur Penilaian: 2. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. 2.

5. Obyektif. 4. lengkap dan akurat. 5.1. Memahami Standar Pengawasan APIP. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.5. 3.5. 5. 3. Kode Etik APIP. Memahami indikator kinerja. Norma dan Etika Pengawasan.1. Kode Etik APIP. 5. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Peemriksaan P2.4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan/ pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.3.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan.5. 4.3. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. Jika sampling pengawasan tidak menggambarkan secara utuh populasi pengawasan.4.4. 5. 5.6.. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.23 - 3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.1. akurat. Cermat/teliti.4.2.2. 5. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. Independen.5. 4. Berorientasi hasil. 4.2. 4. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 3. 5. Memahami IT. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan NSPK. Santun Aspek Kritis 5. dan dapat dipertanggungjawabkan. serta Ketua Tim tidak teliti.3. Kode Etik APIP. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. 3.1. Integritas. 5.3. .

1.01. Tatacara/proses penyusunan dokumen proses penyusunan perencanaan terkait dengan pencapaian dokumen SPM diakses dan dipelajari.1. pelaksanaan 1. 2.3.4. Data dan informasi tentang Pencapaian keabsahan Data SPM diakses dan dipelajari. Data dan informasi tentang pencapaian target nasional. Kreteria keabsahan Data Pencapaian Pengujian SPM. Melakukan 3. 2.4.2. Target-target tahunan pencapaian SPM dan standar teknis beserta langkahlangkah kegiatan diakses dan ditentukan.BIN.24 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. perencanaan dan 2. dengan target2.. PKPP diakses dan dipelajari.2. entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan unit kerja yang akandilakukan diikuti.2. proses penyusunan dokumen keabsahan Data perencanaan dan sinergitasnya dengan Pencapaian SPM. Menganalisis Teknis Penerapan SPM Kode Unit FPP. Data dan Informasi yang kurang tepat sinergitasnya diklarifikasidan dipenuhi.003.5. perencanaan dan 3. 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 3.1. Mengakses 2. Kesesuaian antara dokumen data dan . 3.3. target-target nasional ditentukan dan proses penyusunan disepakati dengan penanggungjawab dokumen kegiatan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisa teknis penerapan SPM.1. Pencapaian SPM . Mempersiapkan 1. ElemenKompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 1. SPM serta proses penyusunan dokumen perencanaan serta sinergitasnya dengan target nasional dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasansesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. Dokumen SPM yang akan diawasi diakses dan ditentukan.01 Judul Unit Menganalisis teknis penerapan SPM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kriteria proses penyusunan dokumen pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional ditentukan.

5. 5. 6. 5. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.1. 5.2.3.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 4. 3. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3. Mengembangkan temuan pengawasan keabsahan Data Pencapaian SPM/ Penerapan NSPK . Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional.2. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. 3. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) keabsahan Data Penerapan dan Pencapaian SPM. 6. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional.25 - sinergitasnya dengan targettarget nasional.4. Menulis temuan pengawasankeabsa han Data penerapan dan Pencapaian SPM. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Atribut kondisi. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. 4.2. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 6.. 4. . Hasilklarifikasi dengan penanggungjawabdicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3. 6. serta dicatat dalam KKP.1. kreteria.

Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundangundangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. RKPD.. memberdayakan. mengembangkan temuan pengawasan. Unit ini terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. melayani. Analisis Kemampuan dan potensi daerah adalah pengolahan . serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. dan Renja-SKPD untuk digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan dasar. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. dapat berupa masukan. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan pemerintahan. menulis temuan pengawasan. ekonomi. proses. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. mengakses data dan informasi. Renstra-SKPD. dan mensejahterakan masyarakat. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisa teknis penerapan SPM melalui pengujian keabsahan data pencapaian SPM. kepentingan nasional. Rencana Pencapaian SPM adalah target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemerintah Daerah adalah Gubernur. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu.26 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Bupati atau Walikota. Kemampuan dan potensi daerah adalah kondisi keuangan Daerah dan sumber daya yang dimiliki daerah untuk menyelenggarakan urusan wajib pemerintahan daerah dan dalam rangka pembelanjaan untuk membiayai penerapan SPM. kesejahteraan masyarakat.

2. Analisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah memadai.6.5. 3. penghapus. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Database Pelayanan berdasarkan SPM. 2. Proses penyusunan target-target penerapan dan pencapaian SPM diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. 4. Analisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). Analisa apakah pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah dilakukan.2.. Mempelajari Kebijakan SPM terkait. c. 2. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal (sumber daya manusia). Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.5.27 - terhadap data dan informasi menyangkut kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Daerah. Ruangan kerja. 4. Literatur terkait.2.1. 3. 2.4.1.3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. a. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. 3. 2. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. 3. 2.1. spidol. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. dana. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan dan pencapaian target SPM yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. b. Analisa apakah batas waktu Pencapaian SPM secara Nasional dan Jangka Waktu Pencapaian SPM di Daerah telah sesuai.3. Lap top. SPM masing-masing Urusan Pemerintahan yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. kertas.4.White board/flip chart. yang terdiri dari. .

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah. menulis temuan pengawasan.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) pengawasan teknis penerapan SPM. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal.3.1.2.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.5. Peraturan Menpan :PER/04/M. 4.10.6. 1.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Renja SKPD.2. 3. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.PAN/03/2008Tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). . Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Jo. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan SPM. 4. pengembangan temuan pengawasan. 3. RKPD.8.13. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4.4. 4. 3. akses data dan informasi pengawasan.12. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah. 4. 4. Memamahi tata cara petunjuk Penyusunan Dan Penetapan SPM. 2. Memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan.7.11. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 4. Pengujian atas data dan informasi pengawasan.28 - 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kontek Penilaian : 1. Renstra SKPD.

6.29 - 3.Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.5.3. 6. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Kode Unit FPP. RKPD. 5.2. Memahami indikator kinerja. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 4. 3. 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan . Norma dan Etika P2. Renstra SKPD.5. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.1. 5.2.004.7.4 Cermat/teliti. Renja SKPD.4.3 Obyektif.01 Judul Unit Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. 3. Renja SKPD.01. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4. Renstra SKPD. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4.6 Santun 6. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Memahami IT. Memahami Standar Pengawasan APIP.4.6.1 Integritas.3. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 5.5 Berorientasi hasil. Kode Etik APIP. 6. 5.1. 5. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Mampu menerapkan kebijakan terkait SPM dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. RKPD. 4. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. Mampu menyusun standar evaluasi. 4.2 Independen.BIN. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Aspek Kritis 6.. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 3.4. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.

Renstra SKPD.3.1. Elemen Kompetensi 1. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. 2.4. Hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD. RKPD. RKPD. Melakukan Pengujian Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan . 1. Renstra SKPD.1. Kreteria keabsahan Data pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.30 - pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDdiakses dan ditentukan. Renstra SKPD. 3. Peraturan Daerah tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD. 3. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. RKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDyang akan diawasi diakses dan ditentukan. Mempersiapkan pelaksanaan analisis Kriteria Unjuk kerja 1. 1. 3. Renja SKPD. PKPPdiakses dan dipelajari. 1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diakses dan dipelajari. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.2.2.5. Renja SKPD.. 3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD serta implementasinya. Renja SKPD. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD. RKPD. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai 2.4. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 3.2. Dokumen pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD. Renstra SKPD. Renstra SKPD. RKPD. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD oleh Pemerintah Daerah. entry briefing dengan pimpinan tertinggi. Renstra SKPD. 1. Renstra SKPD. 2.3. Renja SKPD. 2.3. Renja SKPD. Renja SKPD. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dianalisis dengan menggunakan teknikteknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. RKPD. unit kerja yang akan dilakukan diikuti.1.

Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.1. Renja SKPD. sebab akibat telaahan atas hasil pada KKAnalisis diringkas supaya analisis pembinaan mudah dipahami sebagai konsep pelaksanaan rekomendasi hasil analisis pembinaan urusan pelaksanaan urusan pilihan terhadap pemerintahan yang RPJMD.2.6. Atribut kondisi. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.3. Renja SKPD.2. Renja SKPD. Renja SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Renstra SKPD. Renja bersifat pilihan SKPD. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis. 5. . RKPD. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 4. 4. Memformulasikan 5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan..31 - bagian dari atribut kondisi yang dianalis. Renstra SKPD.5. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. 5. RKPD. RKPD. RKPD. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 4.7. kreteria. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggung jawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis.1. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.4. dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam KKAnalisis.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. Renstra SKPD. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. 5.4. Renstra SKPD. 4. 4. Konsep telahaan pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUAPPAS dan RKADPA SKPD. 4. 4.3. Konsep telaahan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD. 5. RKPD.

RKPD. Renja SKPD. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. melalui Mempersiapkan pelaksanaan analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.5. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melakukan PengujianData pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. dan mensejahterakan masyarakat. memberdayakan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. RKPD. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. . Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.32 - 5. melayani. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Renstra SKPD. Renstra SKPD dan renja SKPD. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK.. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hasil konsultasi dengan Supervisor ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan.

Ruangan kerja.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. belanja. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. serta hasilnya dituangkan dalam KKA.Literatur terkait. 2. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah.4. 3.4. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. spidol. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. akibat dari kurangnya pembinaan Pemerintah. 2.33 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. 4. prosedur..1. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. kertas. sebagai bahan masukan kepada Menteri Dalam Negeri.3. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Menganalisa upaya pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma. 3. 3.5. Renja SKPD. Menganalisa proses pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daera. 3. 2. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan pilihan yang menjadi kewenangannya. Whiteboard/flip chart. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah 3. 2.3. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD. 3. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.2.Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah.5. Renstra SKPD. RKPD.2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). . Lap top.1. 2. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. standar. penghapus.

Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: . 1.3.14.1 Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi persiapan pelaksanaan analisis.PAN/03/2008tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. akses data dan informasi pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.34 - 4.7. Tata Cara Penyusunan. Pengujian data dan informasi terkait pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.2 Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4. 4.8. 4.2.10.13. Kontek Penilaian : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.5. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan dan memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Jo.6. 4. Peraturan Menpan PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. 4.9. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4.12. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.4. 4. 2. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.

1 Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.2. RKPD.5. 3. 6.2 Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar.6. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. Renstra SKPD. 3. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. 2. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 3. Mampu menyusun standar evaluasi. 5.3 Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Kode Unit FPP. 4.3.2. 6. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan. Obyektif. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. Cermat/teliti.5. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Memahami indikator kinerja. 4. Memahami teknik analisa.1.6. Berorientasi hasil. 3. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Integritas.3. Renja SKPD.01 Judul Unit Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan . Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.35 - 3.01. 3. 2. 5. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. 4. Santun Aspek Kritis 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 5. Memahami IT. 3. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan.2..1.3.1.7.4. 5.005.4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).BIN. 5.5. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kode Etik APIP. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 6. Independen.2.6. 5. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah.1. 4. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.4.

. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akan dilakukan diikuti. Kriteria Unjuk kerja 1. 2.1.2.36 - Deskripsi Unit pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 3. Kreteria keabsahan Data pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. PKPPdiakses dan dipelajari.5.1. Mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat 3. 4. 3. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat. 3. Kesesuaian pencapaian indikator kinerja utama pada program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Kesesuaian kebijakan daerah tentang NSPK pelaksanaan urusan pilihan. 1.3. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. 2.4.3. Mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada .1. Data dan informasi tentang kebijakan daerah untuk pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. Melakukan Pengujian dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 3. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Data dan informasi tentang program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan pilihandianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. 4. 2. Tingkat perekonomian mikro masyarakat yang melaksanakan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. 3.2.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi (tinggi/rendahnya partisipasi masyarakat dan naik atau tidaknya perekonomian masyarakat) dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam ElemenKompetensi 1. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan.1. Mempersiapkan pelaksanaan analisis 2.

dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai dan hasilnya ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 5. melakukan pengujian data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. KKAnalisis. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. Konsep hasil analisa dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat.3. kreteria.5.7.6. 4.. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. 4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis.37 - kesejahteraan masyarakat.4. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis. 5.4. Konsep telaahan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan.2. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. 4. melalui : mempersiapkan pelaksanaan analisis.1. memformulasikan temuan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang . sebab akibat pada KKAnalisis diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep rekomendasi hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. 4. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 5. mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 4. 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.2. 5.Memformulasikan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.3. Atribut kondisi. 5.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis.

Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD . Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Renstra SKPD dan renja SKPD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.38 - menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. memberdayakan. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. dan mensejahterakan masyarakat. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. belanja. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. melayani. RKPD. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK.. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun.

6.7. Renstra SKPD. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.1. 4. Ruangan kerja. Menganalisa indikator kinerja utama pencapaian program/kegiatan terkait urusan pilihan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.5. 3. Literatur terkait. spidol.39 - sebelum disepakati dengan DPRD. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah : 4. 3.10. 4. Database penerapan urusan pilihan. 4. 2.8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.1. 3. Lap top. Tata Cara Penyusunan.3. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 2.3.5.. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3.2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. kertas.4. 4. 4. 2. Whiteboard/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD. 4. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.6.2. 2. 4.3. 4. 2. Renja SKPD. RKPD. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.4. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. penghapus. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tatacara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan . sebagai bahan masukan kepada Kepala Daerah.2. 4.1. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Form Kertas Kerja Analisis(KKA).4.9. 2. Menganalisa tingkat partisipasi masyarakat dan dampaknya bagi perekonomian mikro masyarakat setempat dalam pelaksanaan urusan pilihan sesuai dengan potensi wiayahnya.5.

PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Memahami indikator kinerja. Memahami prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat. 2. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat dan Memformulasikan telaahan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakatdidemontrasikan. Kontek Penilaian : 1. 2. 4.2. Pengetahuanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. Memahami IT.2. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: 2.3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. akses data dan informasi dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 3. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 3. Renja SKPD. Renstra SKPD. 2.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Menpan PER/04/M. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.3. 4.3. 3. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan. Daerah. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Memahami teknik analisa. Mampu menyusun standar evaluasi. 1.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).5. 4. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.2. Jo. RKPD. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. Melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. 3. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4.6. Kode Etik APIP. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.14. 3. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.. .1. 3.13.1. ataupun melalui praktek/demontrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan analisis.11.4.1. Pengujian data dan informasi terkait dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.7.12. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.40 - 4.1. 3. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.

Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan urusan pilihan yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.2.. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.2. 4. 2. Obyektif. 1.6. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).3.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi administrasi umum aspek kelembagaan. 3.01 Judul Unit Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Melakukan 3. PKPP diakses dan dipelajari.WAS. 5. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi. 4.4. 2. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.1. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5. Cermat/teliti.1. 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Kelembagaan ditentukan dan disepakati dan informasi dengan penanggungjawab kegiatan. Berorientasi hasil. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.2.02. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Mampu menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi. Integritas.5.006.4.1. 1. Aspek Kritis 6.41 - 4.7.5. Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Kode Unit FPP. Santun 6.Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. 6.2.1. Independen.6. Mampu menerapkan standar pemeriksaan.3. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 6.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. . 5. 6. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 5. 5.

Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.2. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. 6.2.3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasanaspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya kelembagaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Menyusun Pokok.42 - pengawasan aspek 3.1. Atribut kondisi. 5. kreteria.3. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 6. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3. Kesesuaian antara dokumen data dan kelembagaan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Menulis temuan 5. 3.6. aspek kelembagaan 6. 4. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah kelembagaan dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan administrasi umum aspek kelembagaan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. 4.3. 5.2.1. Mengembangkan 4. 5. melakukan pengujian atas data . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1..1. serta dicatat dalam KKP. 4.2.

dan kelurahan. tugas dan fungsi diteliti dan dianalisa apakah telah dilakukan evaluasi secara periodik dan dapatkan simpulannya. White board/flip chart. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). e. Wewenang yang melekat diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan tingkat kedudukan organisasi. sekretariat DPRD. l. Fungsi organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah terbagi habis pada unit-unit kerja yang ada. Struktur organisasi perangkat daerah dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari.2. 2. Struktur organisasi. Ruangan kerja. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Kesesuaianorganisasi antara urusan wajib dan urusan pilihan dianalisis. b.3. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. spidol. Perangkat daerah kabupaten/kota adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. kertas. f. apabila ada sebutkan tugas-tugas yang tumpang tindih dan analisa dampaknya.1. 3. j. dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Menguji dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemrintah adalah: 3. Struktur Organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan beban tugas yang ada. i.2. Uraian tugas yang telah dibuat diteliti dan dianalisa apakah tidak ada yang tumpang tindih baik antar unit kerja sendiri maupun antar SKPD. sekretariat DPRD. d.43 - dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. h. Uraian tugas yang dibuat telah diteliti dan dianalisa apakah telah dikomunikasikan dan telah dipahami oleh para pejabat/staf. m. Struktur organisasi telah mencerminkan pengendalian intern yang baik diteliti dan dianalisa. Perangkat daerah provinsi adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. kecamatan. yang terdiri dari: .. 3. Pembagian Sub Unit Kerja diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan kemampuan rentang kendali. Kesesuaian tugas dan fungsi organisasi dengan cakupan kewenangannya dianalisis.4. Lap top. Struktur organisasi telah menampung semua tugas dan fungsi diuji. 2. Menguji kesesuaian penetapan perangkat daerah dengan peraturan perundang-undangan. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan.1. Literatur terkait. g. Uraian tugas dan wewenang dari unit kerja/satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan diteliti dan dianalisa apakah telah dibuat. yang terdiri dari: a. k. 2. dinas daerah. c. 2. penghapus. lembaga teknis daerah.5.

5. Alasan belum ditetapkannya SOP diidentifikasi. Dokumen SOP yang telah ditetapkan dipelajari dan dianalisa. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja diakses dan dipelajari.7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. b. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Kesesuaian penyusunan Anjab dengan best practice yang ada dibandingkan. c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. SOP yang sudah ditetapkan diteliti dan dianalisa apakah telah diterapkan secara memadai. Hasil Anjab dan ABK telah menjadi pedoman dalam organisasi diteliti dan dipelajari. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat. 4. d.44 - a. e. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4. 4.. d.1.4. Jumlah kebutuhan dan realisasi SOP yang sudah ditetapkan diakses dan dipelajari. Anjab dan ABK telah menampung semua tugas dan fungsi diuji.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Kabupaten/Kota.6.2. Metodologipenyusunan anjab dan ABK diteliti dan dianalisa. 4.12. 4. 4. 3. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Kesesuaian SOP dengan best-practice yang ada dibandingkan. Perhitungan analisa beban kerja dengan best practice yang ada dibandingkan.9. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Metodologi penyusunan SOP diteliti dan dianalisa.10. Jo. e. . Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. c. f. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah.3. 4. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M. Menguji Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP).3. b. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.11. f. yang terdir dari : a.

Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.6. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.3. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. santun 6. memahami standar pemeriksaan.2.1. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.5. 5.2.1. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 3.2. 1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum penyusunan PKPP dan melaksanakan kegiatan PKPP. cermat/teliti.3.4.2. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3. 2. 3.1. 3.3.6. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami prinsip-prinsip organisasi perangkat daerah.5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. . 6. obyektif. memahami teknik pemeriksaan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.1. 3. memahami teknik komunikasi. 5..1. 3. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. memahami Kode etik pemeriksaan. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. berorientasi hasil. integritas.4.2. 4.45 - PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 5.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. memahami IT. mampu menerapkan kebijakan terkait organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan pengawasan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 5.3. 4. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. independen. 6. 5.4. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 4. Aspek Kritis 6.

. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 3. 1.1. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.01. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi pengelolaan SDM.2. Mengawasi Pengelolaan SDM Kode Unit FPP. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian .02.1. 3. Judul Unit Mengawasi Pengelolaan SDM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.WAS. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.3.1 PKPP diakses dan dipelajari. 4. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.007. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) 3.2. 4.2. 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 7. 2. 2. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Kepegawaian ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian .46 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.

penghapus.3.4. 6. 6. 2. Menguji kebijakan Kepegawaian. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian . Atribut kondisi. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. . sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah Kepegawaian dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.2. san (P2 HP) aspek 6. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian .1. 5. 2. spidol. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Kepegawaian. 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Menulis temuan 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. 2.47 - diidentifikasi dan dianalisa. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.3. Menyusun Pokok6. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. serta dicatat dalam KKP.1.1. yang terdiri dari..2.3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan administrasi umum aspek Kepegawaian adalah: 2. Literatur terkait. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. a. 4. White board/flip chart. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Ruangan kerja. kreteria. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan Mengawasi Pengelolaan SDM. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 2. 5. kertas.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Kepegawaian Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP.1. Lap top.5. 2. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . serta hasilnya dicatat dalam KKP.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan disunting menjadi Pengawasan/Pengawa ringkas sebagai konsep P2HP.

3. c. Periksa apakah dalam setiap pengadaan pegawai dibentuk Panitia Penyaringan/Penerimaan. e. dan pegawai tidak tetap. 2) Uji apakah proses pendaftaran calon Praja dilaksanakan secara terbuka dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan. Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah: 1) Periksa apakah telah dibentuk Kepanitiaan Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah. f. sebagaimana point b telah mencantumkan : 1) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar. a. 2) Alamat dan tempat lamaran ditujukan. 3) Batas waktu pengajuan lamaran. b. dapatkan datanya dan Periksa.2. Menguji mekanisme Penerimaan Pegawai Baru. 7) Waktu dan Tempat Seleksi. tenaga harian lepas.3. dan Periksa jangka waktu pengumuman 15 hari sebelum tanggal penerimaan lamaran. Periksa komposisi personil panitia apakah secara fungsional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. 5) Klasifikasi Ijazah. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil: . Menguji pelaksanaan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. g. Periksa apakah dalam penempatan pegawai telah sesuai dengan klasifikasi ijazah yang dimiliki. 6) Periksa apakah terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pemerintahan daerah dalam proses seleksi. Kebijakan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kepegawaian diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3) Periksa apakah kelulusan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Periksa apakah dalam pengumuman tersebut. 3..48 - b. 4) Periksa daftar nominatif hasil test Calon Praja IPDN Tingkat Daerah dan bandingkan dengan daftar kelulusan apakah telah memenuhi persyaratan kelulusan. Periksa apakah masih ada penerimaan tenaga kerja kontrak. Kebijakan daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP. a. Periksa dasar pertimbangannya. c. Periksa apakah jumlah hasil pengadaan CPNS melebihi formasi yang tersedia. bagaimana dasar kebijakan pengangkatannya dan darimana sumber dananya. h. 5) Periksa apakah terjadi kebocoran soal ujian/seleksi. i. 4) Jadual pelaksanaan seleksi baik tertulis maupun lisan. Periksa apakah penerimaan Pegawai Negeri Sipil telah diumumkan secara luas kepada masyarakat melalui media massa daerah yang beroplah besar berikut formasi yang dibutuhkan. Apakah ada syarat-syarat lain yang ditentukan Daerah di luar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah terkait Pengadaan Pegawai Negeri Sipil jelaskan pertimbangannya. 6) Batas Usia. Periksa realisasi penerimaan CPNS dari tenaga honorer. d.

(Lakukan Uji Petik).4. namun belum diikutsertakan dalam ujian dinas. Pemberitahuan/Edaran tentang pelaksanaan ujian dinas kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah. a. Dapatkan data dan berkas penyelesaian usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil periode 1 April dan 1 Oktober setiap tahun berjalan sebagai berikut : 1) Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat baik reguler maupun pilihan apakah ada (buku penjagaan kenaikan pangkat) tetapi belum diusulkan. apa sebabnya. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Panitia Penyelenggara Ujian Dinas. Periksa apakah ada CPNS yang telah diangkat menjadi PNS belum diambil sumpah/janji. Menguji pelaksanaan Kenaikan Pangkat. Lakukan uji petik beberapa berkas Pegawai Negeri Sipil peserta ujian dinas untuk menguji kebenaran persyaratan. (buku penjagaan KGB). apa sebabnya. a. c. Menguji pelaksanaan Ujian Dinas. . Pegawai Negeri Sipil golongan II/d dan III/d yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian dinas.6. namun belum memenuhi persyaratan (antara rekomendasi Baperjakat). Apakah terdapat PNS yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan Kenaikan Gaji Berkala. c Periksa apakah ada pendelegasian wewenang Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang penetapan SK kenaikan pangkat. Ketepatan waktu penetapan Kenaikan Gaji Berkala PNS. namun belum ditetapkan/ diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala. c) Periksa apakah ada CPNS yang telah mempunyai masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. Dapatkan dan periksa data pelaksanaan Ujian Dinas dalam rangka kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagai berikut : a.5. Menguji pelaksanaan Pemberian Kenaikan Gaji Berkala. 3) PNS yang diusulkan mendapatkan kenaikan pangkat pilihan. apa sebabnya. apa sebabnya terjadi kelambatan dilakukan pengambilan sumpah/janji. 3. dan apakah yang 2 (dua) tahun lebih tetap diusulkan menjadi PNS.Menguji pelaksanaan Pengangkatan dalam Jabatan. 3. b) Periksa apakah ada CPNS yang belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. 3. b. 3) Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil. dan apa sebabnya. 3. 2) Pengujian Kesehatan Periksa CPNS yang diangkat menjadi PNS apakah telah memenuhi syarat kesehatan jasmani yang ditetapkan oleh Dokter/Tim Majelis Penguji Kesehatan yang ditunjuk pemerintah.7. b. d. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah diusulkan tetapi belum diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat. b Uji berkas usulan kenaikan pangkat pilihan apakah sudah mendapat pertimbangan dari Baperjakat.49 - 1) Latihan Pra Jabatan a) Dapatkan SK penetapan Panitia Latihan Pra Jabatan..

p Apakah ada PNS yang telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan negeri belum ditetapkan keputusan . b Apakah SK.50 - a Apakah Kepala Daerah telah menetapkan analisis jabatan sebagai pertimbangan dalam menetapkan formasi jabatan. f Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan kebijakan tertulis mengenai batas usia pensiun bagi PNS. apa pertimbangannya. e Periksa apakah terdapat PNS yang telah memasuki usia pensiun tetapi masih dipekerjakan dan menerima gaji penuh (100 %). Periksa susunan personilnya. k Periksa apakah pengangkatan PNS dalam jabatan struktural telah dilakukan melalui pertimbangan Baperjakat. Periksa apakah hasil analisis jabatan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. i Periksa tunjangan jabatan terhadap PNS yang menduduki jabatan rangkap. baik sebagai penjabat kepala daerah maupun dalam jabatan fungsional. g Periksa apakah perpanjangan usia pensiun pejabat struktural eselon I dan II yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sudah melalui pertimbangan Baperjakat. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Pembentukan Tim Baperjakat telah diperbaharui setiap 3 (tiga) tahun. j Apakah masih terdapat pejabat yang telah diangkat dalam jabatan struktural telah 5 (lima) tahun lebih belum dialihtugaskan. h Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah tentang pengangkatan Staf Khusus Kepala Daerah dan penempatan PNS pada BUMD. n Periksa apakah ada pejabat yang pangkatnya lebih rendah membawahi secara langsung Pegawai/Pejabat yang pangkatnya lebih tinggi. o Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah oleh Komisi Pemilihan Umum belum mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan negeri. apabila tidak ada apakah pejabat struktural eselon I dan II yang sudah mencapai usia 56 tahun telah diusulkan oleh BKD kepada Kepala Daerah perpanjangan jabatannya. dan bandingkan SK Pengangkatan dalam Jabatan dengan notulen hasil sidang Baperjakat tersebut. dapatkan datanya dan Periksa.. apa sebabnya. dapatkan datanya dan Periksa. apa dasar pertimbangannya dan bagaimana kebijakan pemberian tunjangannya. l Periksa notulen hasil sidang Baperjakat. c Apakah Kepala Daerah dalam mengusulkan 3 (tiga) orang calon Sekretaris Daerah kepada Menteri Dalam Negeri adalah PNS yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku. apakah untuk 1 (satu) jabatan telah diusulkan 3 (tiga) orang (1 : 3). m Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural belum diberikan tunjangan jabatan sejak saat pelantikan. d Apakah Sekretaris Daerah selaku pembina Pegawai Negeri Sipil Daerah telah menyampaikan setiap jenis mutasi kepegawaian kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai pelaksanaan pengangkatan.

Periksa dapatkan datanya. d. e. q Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan dari jabatan negeri telah berusia 56 tahun atau lebih.8. apa sebabnya. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. 4) Surat Keterangan dari pejabat yang berwenang tidak sedang menjalani tugas belajar. 3. Periksa apakah ada PNS propinsi dan kabupten/kota yang pindah ke departemen/lembaga pemerintah non departemen atau sebaliknya yang telah mendapatkan penetapan oleh Menteri Dalam Negeri. . u Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan struktural tetapi tidak melaksanakan tugasnya karena diperbantukan di Unit Kerja lain. 3) Setiap unsur penilaian unsur prestasi kerja dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. t Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah setelah mengajukan untuk bekerja kembali. Periksa apakah ada pejabat/pegawai yang berasal dari TNI/POLRI yang diangkat dalam jabatan struktural namun belum beralih status kepegawaiannya. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota antar propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. s Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai ketetapan Komisi Pemilihan Umum setelah 21 (duapuluh satu) hari tidak mengajukan untuk diperkerjakan kembali namun belum dikenakan sanksi hukuman disiplin. b. 2) Mempunyai Surat Keterangan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan/atau sedang dalam proses peradilan. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). Periksa apakah ada perpindahan PNS Pusat menjadi PNS Daerah dan sebaliknya telah memperoleh: 1) Persetujuan dari pejabat berwenang. r Periksa apakah pengangkatan pejabat struktural eselon II di lingkungan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan oleh Bupati/ Walikota belum dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur. Periksa apakah perpindahan PNS Pusat/Daerah menjadi PNS Depdagri telah memenuhi hasil pengamatan kompetensi yang sekurang-kurangnya bernilai baik. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN).. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). v Periksa apakah ada pejabat yang menduduki jabatan struktural yang berasal dari perguruan tinggi/tenaga dosen. c. belum diusulkan untuk pensiun. f.Menguji pelaksanaan Pemindahan Pegawai a. namun belum dipekerjakan. bagaimana dasar pertimbangan pengangkatannya.51 - pemberhentian dari jabatan negeri.

b) Periksa apakah terhadap PNS yang melanggar ketentuan .. a Periksa apakah ada PNS yang telah memasuki batas usia pensiun tetapi belum mendapatkan SK pensiun. d) Periksa apakah dalam mempertimbangkan penjatuhan hukuman disiplin dibentuk Majelis Pertimbangan kepegawaian. Menguji pelaksanaan Pemensiunan Pegawai. Mintakan fotocopy SK tersebut. dan sejauhmana tindaklanjut penyelesaiannya. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). f) Periksa apakah ada prosedur pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin tidak mengacu pada ketentuan terkait Disiplin PNS.9. e) Periksa apakah ada PNS yang melanggar kode etik/disiplin PNS belum dikenakan sanksi sesuai jenis pelanggarannya. Menguji pelaksanaan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil. Lampirkan foto copy SK-nya. 3. b) Dapatkan data dan uji apakah terdapat PNS yang menjadi anggota/pengurus Partai Politik belum diberhentikan sebagai PNS.10. k) Periksa apakah terdapat PNS yang sedang menjalani hukuman disiplin. diangkat dalam jabatan struktural.52 - 3. Bagaimana penyelesaian status kepegawaiannya. a. a) Periksa apakah kebijaksanaan Kepala Daerah tentang ketentuan jam kerja bagi PNS di lingkungan Pemerintah Daerah telah dilaksanakan dan ditaati. dan Pengawas Pemilihan belum mendapatkan ijin tertulis Pejabat Pembina Kepegawaian atau Atasan Langsungnya. sejauhmana kegiatan dari Majelis tersebut. b Periksa apakah ada PNS yang telah menerima SK Pensiun tetapi masih menerima gaji secara penuh (100 %). 2) Ketaatan Terhadap Ketentuan Jam Kerja. Panitia Pemungutan Suara (PPS). c) Periksa apakah ada PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). apa sebabnya. i) Periksa apakah ada PNS yang selain dijatuhi hukuman disiplin juga dikenakan tuntutan ganti rugi. g) Periksa apakah ada PNS yang dikenakan hukuman disiplin dan mengajukan keberatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK). j) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran hukum dan telah mendapatkan ketetapan hukum oleh penegak hukum. namun status kepegawaiannya belum diproses sesuai ketentuan. h) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin yang kasusnya masih diproses oleh pihak Kepolisian/ Pengadilan/ Kejaksaan. Pembinaan Disiplin Pegawai 1) Hukuman Disiplin a) Dapatkan data dan periksa apakah telah dibuat pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin dari Pejabat Pembina Kepegawaian kepada pejabat lainnya. Bagaimana realisasi penyelesaiannya.

dalam bentuk apa. Periksa apakah ada PNS yang melakukan perkawinan lebih dari satu tanpa persetujuan isteri pertama dan Pimpinan Satuan Kerja. Menguji pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. 3. e. Periksa apakah kurikulum dan metode Diklat telah mengacu pada standar kompetensi jabatan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. 13. 3. Diklat Fungsional dan Diklat Teknis.12. c. b. 3. Menguji pelaksanaan Kesejahteraan Pegawai. Periksa apakah pimpinan satuan kerja telah melakukan identifikasi kebutuhan Diklat untuk menentukan jenis .. jam kerja. 3. Periksa apakah setiap pelaksanaan Diklat telah dibuat laporan pelaksanaannya. dan 30 (tigapuluh) tahun tanpa cacat belum diusulkan untuk mendapatkan Satya Lencana Karya Satya.14. bagaimana pengaturannya dan darimana sumberdananya. tetapi masih tetap dibayarkan tunjangannya. (Lampirkan foto copy SK tersebut). a Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah mengenai kesejahteraan pegawai. Periksa apakah ada PNS yang memiliki Ijazah palsu/Aspal dan bagaimana langkah-langkah penyelesaiannya. Periksa apakah pembagian gaji PNS yang telah mendapatkan ijin melakukan perkawinan lebih dari satu gajinya telah dibagi sesuai dengan kesepakatan. a.15. Menguji pelaksanaan pemberian Tanda-tanda Kehormatan. Mintakan Salinan (foto copy) SK tersebut. c. Periksa apakah sudah dibuat pendelegasian wewenang dari Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang pelaksanaan pemberian ijin perkawinan dan perceraian PNS. Menguji pelaksanaan Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS. 4) Penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P). 3) Penertiban Ijazah Palsu/Aspal. c) Periksa apakah pegawai yang tidak (terlambat) menyampaikan LP2P telah diambil tindakan dan apa jenisnya. a) Periksa apakah telah dibentuk Tim Penilaian LP2P sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Periksa apakah ada PNS yang belum memiliki Kartu Pegawai dan apa sebabnya. d. b. Menguji pelaksanaan Pemberian Kartu Pegawai. 20 (duapuluh) tahun. telah diberi peringatan maupun hukuman disiplin sesuai ketentuan. b) Periksa berapa jumlah PNS wajib LP2P. b Periksa apakah ada anggota keluarga yang tercantum dalam daftar gaji PNS yang sudah tidak berhak mendapat tunjangan. Periksa apakah ada pegawai yang telah mengabdi mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun.11. a. Periksa apakah rencana dan Program Diklat Pegawai Negeri Sipil telah disusun setiap tahun anggaran yang meliputi Diklatpim.53 - 3. Periksa apakah Diklat Propinsi dalam setiap penyelenggaraan Diklat PNS telah membuat pedoman sesuai jenis Diklat yang dilaksanakan. Periksa apa sebabnya. berapa yang telah menyampaikan laporan dan yang belum menyampaikan laporan.

16. Periksa apakah ada rencana dan program diklat PNS yang disusun meliputi Diklatpim.. i Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan pertama dan kedua.1. 3. 3. Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil a Periksa PNS yang telah diberikan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. f Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan dalam tahun yang berjalan apakah pernah diberikan cuti besar. Pendidikan Formal lainnya yang didukung dengan APBD tetapi ada dana pungutan/ kontribusi/swadana. g. e Periksa apakah PNS yang diberikan cuti besar selama 3 (tiga) bulan telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus. h Periksa PNS yang menderita sakit setelah 1 tahun 6 bulan dan belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk bekerja kembali sebagai PNS. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi adalah: 4. diberikan cuti diluar tanggungan negara. telah melampirkan Surat Keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. j Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan yang ketiga. Periksa apakah pemberian cuti diluar tanggungan negara (CLTN) kepada PNS yang bersangkutan telah mendapat persetujuan Kepala BKN. diberikan cuti besar untuk persalinannya. diberikan 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan. 4. Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Periksa apabila tidak didukung dana APBD. Diklat Teknis. b Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 18 (delapan belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan pada tahun sebelumnya tidak mengambil cuti tahunan dan diambil bersamaan pada tahun yang berjalan. apakah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan mendapat uang tunggu dan hak-hak kepegawaian lainnya. Diklat Fungsional. f. g Periksa apakah PNS yang diberikan cuti sakit lebih dari 14 hari dan untuk paling lama 1 tahun 6 bulan. apakah Gubernur mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Diklat dengan menggunakan dana pungutan/ kontribusi/swadana.54 - Diklat yang sesuai dengan kebutuhan instansinya dan mengusulkan kepada Badan Diklat Propinsi. c Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 24 (dua puluh empat) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan selama 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih tidak mengambil cuti tahunan.17.2. Diklat Kader. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang . 4. d Periksa PNS yang menjalani cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja ditempat yang sulit perhubungannya (transportasinya) apakah diberikan tambahan hari. k Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan keempat dan seterusnya.

3. . memahami kode etik pemeriksaan.4. 4.8. 2. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. memahami IT. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999.1. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS. memahami prinsip-prinsip manajemen PNS. pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. 3.2.1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.9. 4.2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. 4. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS. 4.12 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.11 Keputusan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentangPengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002. PP Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 4. pengembangan temuan pengawasan aspek Kepegawaian. 4. tanggal 18 April 1994. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.5.. data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. 4. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) aspek Kepegawaian didemonstrasikan.6. 4.55 - Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.3. 4. 3.7. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini dengan tertulis/lisan/wawancara.10 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 1994.

01 Judul Unit Melaksanakan analisis kebijakan keuangan daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 5. 5.6. berorientasi hasil. Melaksanakan Analisis Kebijakan Keuangan Daerah Kode Unit FPP. memahami standar pemeriksaan.2. 5.2. diakses dan ditentukan 2. Mempersiapkan 1.3.1. Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah . obyektif. integritas.. Mengakses data dan 2. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.1 PKPP diakses dan dipelajari pelaksanaan 1. 6.WAS. independen.02.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 3.56 - 3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. 4. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 4.6.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan kebijakan unit objek yang akan diperiksa diikuti keuangan daerah 2.3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Aspek Kritis 6. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami teknik komunikasi. 3. Dokumen pelaksanaan kegiatan Adum informasi aspek kebijakan keuangan daerah pengawasan kebijakan sesuai ruang lingkup pengawasan keuangan daerah .4. memahami teknik pemeriksaan.2. cermat/teliti.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 8.3. 4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis kebijakan keuangan daerah. mampu menerapkan kebijakan terkait kepegawaian dalam pelaksanaan pengawasan.008.2. 5.4. santun 6.4. 5. 6.5.1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.

Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2. 3. 5. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.57 - 3. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.1. 4. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.1.3 Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah dianalisis dengan menggunakan teknikteknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).3. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait adum aspek kebijakan keuangan daerah dengan ketentuan kebijakan keuangan daerah dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 1.3. 5.2.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3.. 4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah 4. . serta dicatat dalam KKP 5. Kreteria pelaksanaan kegiatan kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. kreteria. 5.1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 3. Atribut kondisi. Memformulasikan temuan pengawasan diklarifikasi dan dipenuhi.

melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. 6. pelaksanaan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. dan ditetapkan dengan peraturan daerah. pertanggungjawaban. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan/Pengawa san (P2 HP) 6. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.58 - 6. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah . mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . yang terdiri dari : mempersiapkan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam . mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . dan pengawasan keuangan daerah. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. pelaporan.1. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD. selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan menganalisis kebijakan keuangan daerah. penatausahaan.. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah .

Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. menyetorkan. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. belanja. dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. menyimpan. Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya balk yang berupa personil (sumber daya manusia).59 - melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. menatausahakan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. menyimpan. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD.. PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. membayarkan. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. . dana. Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima. menatausahakan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.

a Periksa apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disusun berdasarkan dokumen perencanaan daerah.2. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.5. Menguji kebijakan pengelolaan keuangan daerah. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. 3.4. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Keputusan Kepala Daerah ttg Rekening Daerah dll diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan pedoman lainnya yang berlaku termasuk hasil evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD. SK Pengankatan BUD. d. Belanja Daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. Perencanaan dan Penganggaran.2. yang terdiri dari.. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Dasar otorisasi pengelolaan Keuangan Daerah seperti SK Pembentukan TAPD.1.60 - Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. 2. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya dan te. kertas. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah. penghapus.3.1. Literatur terkait. 2. Ruangan kerja. spidol. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 2.ah memenuhi prinsip-prinsip SPIP yang memadai serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. White board/flip chart. kebijakan umum APBD. c. b. Pendapatan Daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Lap top. prioritas dan plafon anggaran. Menguji kesesuaian pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku: 3.2. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah. 2. b Periksa apakah RKA-SKPD telah disusun berdasarkan: . 3. 2. a. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).

c) Jika ada pungutan daerah yang tidak ditetapkan dengan Peraturan Daerah.61 - 1) Keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari kegiatan dan program termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut. b. h) Periksa apakah seluruh Peraturan Daerah tentang . Periksa ketepatan pembebanan atas transaksi pengembalian kelebihan pajak. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut. f) Periksa apakah biaya pemungutan pajak daerah sudah diatur dengan Peraturan Daerah. 2) Capaian kinerja. fungsi. c.3. a. Periksa penerbitan SPD. d) Periksa tentang cara menetapkan perkiraan target Pendapatan Asli Daerah. retribusi daerah. Periksa apakah semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalaui rekening kas umum daerah. 3. Periksa ketepatan waktu proses dan pengesahan DPA – SKPD tersebut.2 Pelaksanaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah. program. g) Periksa apakah besarnya (prosentase) biaya pemungutan pajak daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. indikator kinerja. e) Periksa prosedur dan pelaksanaan pemungutan dan penyetoran Pendapatan Asli Daerah. analisis standar belanja.2. a. kegiatan. a) Periksa apakah jenis pungutan pajak dan retribusi Daerah sudah sesuai dengan peraturan per-UndangUndangan yang berlaku. dan standar pelayanan minimal. Jika tidak sesuai mintakan penjelasan. Periksa apakah perubahan APBD dilakukan sesuai kriteria/persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perUndang-Undangan/ standar/pedoman yang berlaku.. d. standar satuan kerja. Pendapatan Asli Daerah 1) Pajak dan Retribusi Daerah. Pendapatan Daerah. Periksa apakah dokumen pelaksanaan anggaran SKPD (DPA-SKPD) telah disusun secara rinci berdasarkan sasaran yang hendak dicapai. dan rencana penarikan dana serta pendapatan yang diperkirakan.2. e. apakah telah mempertimbangkan penjadwalan pelaksanaan program dan kegiatan yang dimuat dalam DPA-SKPD dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. ganti kerugian daerah dan sejenisnya yang terjadi dalam tahun berjalan dan yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya. 3. mintakan penjelasan dan catat jenis pungutan apa saja. b) Periksa apakah semua pungutan Daerah sudah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

minta penjelasan kenapa demikian. c) Periksa apakah pengenaan ganti kerugian daerah . b) Kapan penyetoran deviden ke Kas Daerah. a) Sejauhmana kontribusi penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada pihak ketiga dan BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah..62 - Pajak dan Retribusi Daerah telah diundangkan dalam Lembaran Daerah. k) Periksa dan evaluasi. Periksa dan mintakan penjelasan. i) Periksa apakah Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah setelah ditetapkan. 2) Jasa Giro. 1) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. b. Periksa apakah prosedur dan pelaksanaan penerimaan jasa giro sudah sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. hitung bagian deviden yang menjadi hak daerah berdasarkan persentase kepemilikan saham. bandingkan antara penyertaan modal dengan bagian laba (deviden) yang diterima. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara kepada bendahara. apa saja kebijaksanaan Kepala Daerah dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada wajib pajak dan wajib bayar. telah dihentikan pelaksanaannya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya Keputusan Pembatalan. Periksa lain – lain PAD apa saja yang telah ditetapkan . Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Jika belum. 4) Tuntutan Ganti Rugi a) Apakah SK Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. c) Dapatkan Laporan Hasil Rapat Umum Pemegang (RUPS) atas penyertaan modal. 2) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. sudah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan paling lambat 15 hari setelah ditetapkan. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang melakukan tindakan melanggar hukum atau kelalaian jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian daerah. Jika belum ditetapkan. j) Periksa apakah ada Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi yang dibatalkan oleh Menteri Dalam Negeri. apakah menguntungkan atau merugikan pemerintah daerah. 3) Pendapatan Bunga Periksa kebijakan jasa giro ditetapkan oleh siapa. hitung potensi kerugian daerah atas keterlambatan penyetoran devide ke Kas daerah. lakukan pengujian di Unit Pelaksana Pelayanan. l) Periksa apakah Bendahara Penerima telah ditetapkan oleh Kepala Daerah pada awal tahun anggaran. Jika sudah mintakan tanda terimanya.

1) Bagi hasil pajak dan Sumber Daya Alam. Menteri Teknis dan Menteri Dalam Negeri.. c) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan triwulan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada Menteri Keuangan. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah menerima pendapatan hibah yang merupakan bantuan tidak mengikat. Dan Periksa apakah Pemerintah Daerah telah meminjam lebih dari 60% dari Produk Domestik Bruto tahun yang . Apabila ada bantuan dari luar negeri apakah sudah melalui Pemerintah Pusat. c) Periksa apakah hibah dari pemerintah dan hibah dari luar negeri dikelola melalui mekanisme APBN. b) Periksa apakah terdapat pemberi hibah yang berasal dari dalam negeri. disalurkan dengan cara pemindah bukuan dari rekening Kas Umum Negara ke rekening Kas Umum Daerah. b) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menerima Penetapan batas maksimal kumulatif pinjaman pemerintah daerah. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah menerima Dana Darurat karena mengalami krisis solvabilitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Catat juga jumlah dan untuk keperluan apa saja serta berapa dana pendamping sekurang-kurangnya 10% dari alokasi DAK dan dianggarkan dalam APBD. 3) Dana Alokasi Khusus. d) Periksa apakah pengenaan ganti kerugiaan terhadap pegawai negeri bukan bendahara telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. b) Periksa apakah penggunaan DAK dilakukan sesuai dengan Petunjuk Teknis penggunaan DAK . b) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan penggunaan DAU Triwulanan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. e) Apakah telah ditetapkan Peraturan Daerah tentang tata cara tuntutan ganti kerugian daerah. 2) Dana Alokasi Umum. 5) Dana Darurat. c. Jika ada apakah telah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah antara Pemerintah Daerah dengan pemberi Hibah. Berapa jumlah dan untuk apa bantuan tersebut. Dana Perimbangan. Periksa apakah alokasi penerimaan dana perimbangan bagi hasil pajak dan SDA telah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan . Periksa apakah terdapat DAK yang disalurkan ke rekening selain rekening Kas Umum Daerah.63 - terhadap bendahara telah ditetapkan oleh BPK. 4) Hibah. a) Periksa apakah propinsi yang diperiksa menerima DAK yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan. a) Periksa apakah penggunaan DAU telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Periksa Apakah pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah.4. 4.6. e. c) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menetapkan Dana Cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor . 2) Pengeluaran a) Periksa apakah pembentukan dana cadangan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. bantuan keuangan.54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. Belanja Daerah 1) Belanja Langsung Periksa apakah penganggaran Belanja Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. subsidi. 4. Pembiayaan 1) Penerimaan.7. bantuan sosial. 2) Belanja Tidak Langsung a) Periksa apakah penganggaran Belanja Tidak Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. hibah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4. 4. c) Periksa apakah pemberian pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah atas persetujuan DPRD. b) Periksa apakah Penyertaan modal pemerintah daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. dan belanja tidak terduga telah sesuai dengan ketentuan. bunga. d.5.2. 4. b) Periksa apakah kebijakan penganggaran Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari belanja pegawai.. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. . belanja bagi basil. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.1.8 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah.10.64 - bersangkutan.9. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.3.

.1.4. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan keuangan daerah adalah menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya secara memadai. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Jo.akses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4.11. 1.2.13.2. 3.19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial. 3. 3. 4. memahami konsep. 4. 4.17 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. memahami prinsip-prinsip pengawasan kebijakan daerah. 4.12.15 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.3.16 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. formulasi temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.18 Peraturan Menpan : PER/04/M. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah didemosntrasikan.65 - 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam pengelolaan keuangan daerah. 4.14 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.20 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 2. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah. filosofi dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. memahami sistem pengendalian intern.. pengembangan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.5. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.6. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.

8.02.01 Judul Unit Menganalisis Aspek Barang/Aset Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. 6.009. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. 4.3 mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. 3. 4.4 mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. 5.3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.2. 5. integritas. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.2. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami teknik komunikasi Pengawasan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis aspek barang/aset daerah. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.66 - 3. 5.6 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.WAS.1. santun 6.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Mengawasi Urusan Administrasi Umum aspek barang/asset daerah Kode Unit FPP. 6. 4. 5. independen.7. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 9. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.1.8 mampu menerapkan kebijakan pengelolaan keungan daerah terkait dalam melakukan pengawasan. 4. 4.. 4.6. berorientasi hasil. akurat.7 mampu merumuskan atribut temuan. cermat/teliti. obyektif. 5. 4.5 mampu memformulasikan temuan kebijakan keuangan darah/negara secara lengkap.3.4. Aspek Kritis 6.2 mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. .5.

sebab akibat pada pengawasan aspek KKP diringkas supaya mudah dipahami dan Barang/asset dikonsultasikan dengan pimpinan unit daerah kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. 3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3.3.2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.67 - Elemen Kompetensi 1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. serta dicatat dalam KKP 5.2.3.2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah . Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Atribut kondisi. 2. . Mengembangkan 4. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. 5. Melakukan 3.1. 4. kreteria.2. Menulis temuan 5. Kriteria Unjuk kerja 1. 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya Barang/asset dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan daerah penanggungjawab kegiatan..1. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Barang/asset daerah ditentukan dan dan informasi disepakati dengan penanggungjawab pengawasan aspek kegiatan Barang/asset 3.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.1. Kesesuaian antara dokumen data dan daerah informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 5.

mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik.. menulis temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Penyimpan barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk menerima. dan mengeluarkan barang. Menyusun Pokok6. Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang. Pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. Pengadaan adalah kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan/Penga konsep P2HP. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna barang. Pengurus barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk mengurus barang daerah dalam proses pemakaian yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah/unit kerja. administratif . menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Barang/asset daerah. Penyaluran adalah kegiatan untuk menyalurkan/pengiriman barang milik daerah dari gudang ke unit kerja pemakai.3. wasan (P2 HP) 6. Pembantu pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pembantu pengelola adalah pejabat yang bertanggungjawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada satuan kerja perangkat daerah. Pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pengelola adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah. Barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya yang sah. Unit kerja adalah bagian SKPD selaku kuasa pengguna barang. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan analisis aspek barang/aset daerah. menyimpan.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada aspek Barang/asset Supervisi Pengawasan untuk ditentukan daerah temuan yang menjadi P2HP 6. Kuasa pengguna barang milik daerah adalah kepala satuan kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh pengguna untuk menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. mengembangkan temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah.1.68 - 6. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna.2.

untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasiltasnya setelah berakhirnya jangka waktu. atau antara Pemerintah Daerah dengan pihak lain. dipertukarkan. antar pemerintah daerah. Tukar menukar barang milik daerah/tukar guling adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan daerah bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya. Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. kerjasama pemanfaatan. Bangun serah guna adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan. Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa. dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual. Penjualan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang. Penyertaan modal pemerintah daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak . Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. dihibahkan atau disertakan sebagai modal Pemerintah Daerah. tanpa memperoleh penggantian. atau dari pemerintah daerah kepada pihak lain. antar Pemerintah Daerah. Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara Pemerintah Pusat dengan Pemda dan antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola.. Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan menerima imbalan uang tunai.69 - dan tindakan upaya hukum. Bangun guna serah adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. pinjam pakai. dengan menerima penggantian dalam bentuk barang.

White board/flip chart. 2. Ruangan kerja. perlengkapan kantor. Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah.3. yaitu: a Periksa apakah perencanaan dan penentuan kebutuhan barang yang tertuang dalam RKBMD (Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah) masing-masing unit/satuan kerja telah memperhatikan : 1) Anggaran yang tersedia 2) Barang yang dibutuhkan 3) Alasan kebutuhan 4) Cara Pengadaan 5) Standarisasi dan spesifikasi barang yang dibutuhkan 6) Jumlah barang yang dibutuhkan . Menguji Perencanaan Kebutuhan Barang/Jasa. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP d. Daftar barang kuasa pengguna yang selanjutnya disingkat DBKP adalah daftar yang memuat data barang yang dimiliki oleh masingmasing kuasa pengguna. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.70 - dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada Badan Usaha Milik Negara/daerah atau badan hukum lainnya.2.5. rumah dinas. 2. yang terdiri dari. pencatatan. kertas. dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. 2. Laporan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajariserta hasilnya dituangkan dalam KKP 3. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP c. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan. Lap top 2.1.1. Menguji kebijakan barang/asset daerah. kendaraan dinas dan lain-lain barang yang memerlukan standarisasi. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. spidol. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP b. Standarisasi harga adalah penetapan besaran harga barang sesuai jenis. Literatur terkait 3. Daftar barang pengguna yang selanjutnya disingkat dengan DBP adalah daftar yang memuat data barang yang digunakan oleh masing-masing pengguna. a. 2. spesifikasi dan kualitas dalam 1 (satu) periode tertentu. Standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintahan Daerah adalah pembakuan ruang kantor. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2.4.. penghapus.

mengendalikan pelaksanaan Kontrak. 1) Periksa apakah organisasi pengadaan telah dibentuk yaitu : a.3. 3. dalam hal terjadi perbedaan pendapat. atau pemenang pada Seleksi atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp10. periksa jumlah dan susunan anggotanya apakah persyaratan jumlah dan susunan anggotanya telah sesuai ketentuan yang berlaku. b. 2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS). PPK. menandatangani Kontrak. mengumumkan secara luas Rencana Umum Pengadaan paling kurang di website K/L/D/I.000.000. menetapkan PPK. menetapkan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) Periksa apakah masing-masing organisasi telah menjalankan tugasnya. PPK : menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi: 1) spesifikasi teknis Barang/Jasa.00 (sepuluh miliar rupiah). PPK. b. dan mengawasi penyimpanan dan pemeliharaan seluruh Dokumen Pengadaan Barang/Jasa. seperti: a.71 - b Periksa apakah pengadaan barang/jasa yang telah direncanakan dalam program kerja merupakan penjabaran dari RKBMD dan RKPB (Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang). Swakelola terdiri atas PA/KPA. mengawasi pelaksanaan anggaran. c Bandingkan kegiatan pengadaan barang/Jasa dalam DASK dengan program kerja dan RKBMD/RKPB. ULP/Pejabat pengadaan dan Panitia/Pejabat Hasil Pekerjaan telah dibentuk oleh pengguna barang/jasa. menyelesaikan perselisihan antara PPK dengan ULP/ Pejabat Pengadaan. dan 3) rancangan Kontrak. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa. Menguji Proses Pengadaan Barang/Jasa a.000. ULP/Pejabat pengadaan 2) Dapatkan SK-nya. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.000.000. menetapkan pemenang pada Pelelangan atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp100. menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan.000. Organisasi Pengadaan..00 (seratus miliar rupiah). menetapkan Pejabat Pengadaan. melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan. dan menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen . Pengadaan Barang/Jasa untuk Pengadaan melalui Penyedia Barang/Jasa terdiri dari PA/KPA. PA/KPA : menetapkan Rencana Umum Pengadaan.

000.000. menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran.000.72 - pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.. menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi.000. menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk membantu pelaksanaan tugas ULP. khusus Pejabat Pengadaan: 1) menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000. menetapkan Dokumen Pengadaan. dan membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian. d. khusus untuk ULP: menjawab sanggahan. e. dan menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa.00 (lima puluh juta rupiah f.000. c. mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website K/L/D/I masingmasing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional.00 (sepuluh miliar rupiah). PPK dapat mengusulkan kepada PA/KPA dalam 1) perubahan paket pekerjaan. dalam hal diperlukan. menetapkan tim pendukung. atau b) Seleksi atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp10. ULP/Pejabat Pengadaan : menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa.00 (seratus miliar rupiah). 6)Periksa apakah ada anggota panitia pengadaan menduduki jabatan struktural yang lebih tinggi dari panitia pelaksana. menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk: a) Pelelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100. melakukan evaluasi administrasi.000. Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan: melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak.00 (seratus juta rupiah). 7) Periksa apakah Penyedia Barang/Jasa telah memenuhi syarat 8) Periksa tahapan pelaksanaan pengadaan. apakah dilakukan .000. 4) Periksa apakah ada hubungan keluarga antar anggota panitia. dan/atau 2) Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50.000.000. teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk. 5)Periksa apakah ada pejabat yang merangkap sebagai panitia pengadaan dan panitia pemeriksa barang. dan/atau dan 2) perubahan jadwal kegiatan pengadaan.

 Periksa apakah Pemegang Barang telah mencatat seluruh barang yang diterima. a. (3) dipindahtangankan (4) dan lain-lain 3. metode penyampaian dokumen..5. b) Periksa apakah pengguna barang/kuasa pengguna barang telah menyerahkan tanah/bangunan yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan kepada Gubernur. metode evaluasi. pelaporan) a. 9) Prosedur Pelelangan. perencanaan. 3. Penatausahaan ( pembukuan.2.  Periksa apakah penyerahan barang inventaris sudah memakai Berita Acara Serah Terima Barang. 3. Penerimaan.73 - telah sesuai ketentuan. pemilihan (metode pemilihan.4.6.  Bandingkan hasil pengadaan dengan permintaan barang dari unit pemakai  Periksa Kartu Persediaan barang.inventarisasi. c) Periksa apakah sudah ada penetapan penggunaan tanah/ bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna barang tersebut yaitu antara lain : (1) untuk penyelenggaraan Tupoksi instansi lain. dikeluarkan dari persediaan barang dalam gudang kedalam buku/kartu persediaan barang. mulai dari persiapan. Pembukuan (1) Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran .  Hasilnya (1. Penyimpanan dan Penyaluran Barang. a) Periksa apakah status penggunaan barang daerah telah ditetapkan oleh Kepala Daerah dan Periksa apakah realisasi penggunaannya sudah sesuai dengan penetapan status penggunaan yaitu untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna/kuasa pengguna barang yang bersangkutan. jenis kontrak dan tanda bukti). Penggunaan. b. penyimpanan dan penyaluran.3) bandingkan dengan hasil perhitungan fisik barang.  Hasil akhir ada 2 (dua) kemungkinan yaitu :  Barang kurang/lebih  Pembukuan dan jumlah persediaan sama. Cek apakah penggantian Pemegang Barang telah diikuti dengan Berita Acara Serah Terima. (2) dimanfaatkan dalam rangka optimalisasi barang daerah.  Lakukan stock opname barang dalam gudang dengan cara:  Periksa penyerahan/penerimaan barang dalam gudang dari bagian pengadaan.  Periksa apakah penunjukan Pemegang Barang telah dilengkapi dengan SK Kepala Daerah.  Periksa apakah penyaluran barang dari gudang dilakukan oleh Pemegang Barang atas dasar Surat Perintah Penyaluran Barang dari pejabat yang berwenang. (Periksa pembukuan Pemegang Barang).

Pelaporan . (2) Pencatatan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). D. bila tidak cocok mintakan penjelasan dari pengurus/penanggungjawab barang. Inventarisasi . b. C. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. E dan F..74 - dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang. (4) Pengguna/Kuasa Pengguna menyimpan dokumen kepemilikan barang milik daerah selain tanah dan bangunan.Periksa apakah Pengelola Barang telah menghimpun :  Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS)  Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT)  Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) . sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Periksa berapa jenis jumlah dan harga barang yang belum tercatat dalam buku inventaris. (3) Pembantu pengelola melakukan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD).Periksa apakah Pengguna Barang telah menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada Pengelola Barang.  Buku harian barang yang mencatat penerimaan/ pengeluaran barang inventaris apakah telah dibuat dan dikerjakan secara up to date. . B.Periksa apakah Kuasa Pengguna Barang telah menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada Pengguna Barang.Periksa apakah pengelolaan inventarisasi Barang Milik Daerah telah di laksanakan dengan tertib yaitu :  Apakah Pemda telah melaksanakan sensus barang daerah setiap 5 tahun sekali dengan menyusun Buku Induk Inventaris Barang secara tertib dan berkesinambungan.Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) sebagai bahan untuk menyusun neraca daerah c.  Buku Inventaris untuk setiap Unit Kerja apakah sudah ada dan dikerjakan secara tertib. .Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan bangunan semesteran dan tahunan.  Bandingkan isi yang tercantum dalam KIB tersebut dengan kenyataan yang ada. (5) Pengelola menyimpan seluruh dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah. dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. . .

d) Periksa apakah pengembalian barang Daerah dari pihak ketiga tepat waktu batas penggunaan (lihat dalam surat perjanjian) dan apakah dikenakan sanksi apabila pihak ketiga wanprestasi .7. a) Dapatkan data barang daerah yang telah dimanfaatkan dan Periksa bentuk pemanfaatannya yaitu : (1) Penyewaan (2) Pinjam Pakai (3) Kerjasama pemanfaatan (4) Bangun guna serah dan bangun serah guna. Pemanfaatan. (2) Data barang daerah yang disewakan. (5) Jangka waktu Penyewaan. apakah sudah sesuai dengan peruntukannya. 3. . c) Periksa apakah pihak ketiga memenuhi kewajiban tepat waktu..Apabila ada perbedaan jenis. (1) Penyewaan. b) Periksa pemanfaatan barang daerah atas tanah/bangunan yang masih digunakan oleh pengguna barang dan yang telah mendapat persetujuan pengelola barang. Kalau tidak apa yang menjadi motivasi/pertimbangan dalam pemanfaatan barang daerah tersebut. dan daftar mutasi barang sudah disusun dan disampaikan pada pejabat yang berwenang tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan.Lakukan pengecekan fisik barang inventaris di lokasi bandingkan dengan barang inventaris yang tercatat dalam Buku Inventaris Barang/kartu Inventaris Barang.Periksa apakah tanah Pemda seluruhnya :  telah tercatat sebagai asset daerah  telah disertifikatkan (berapa yang sudah dan berapa yang belum) . (paling lama 5 tahun). telusuri apa penyebabnya. .Periksa apakah barang-barang inventaris hasil pengadaan. hibah. (3) Hak dan kewajiban kedua belah pihak.Periksa apakah data-data/warkah asset daerah berupa tanah sudah lengkap dan tersimpan rapi oleh Biro Perlengkapan/Biro Umum. a) Dapatkan Surat Perjanjian sewa menyewa tersebut dan periksa apakah telah memuat : (1) Pokok-pokok penyewaan. . b) Periksa apakah hasil penyewaan barang daerah telah disetor ke Kas Daerah. (6) Sanksi-sanksi.75 -  Setiap ruangan apakah sudah dibuatkan Kartu Inventaris Ruangan (KIR). .Periksa apakah daftar inventaris. jumlah dan harga barang menurut Daftar Mutasi Barang Inventaris dan Buku Hasil Pengadaan Inventaris. daftar rekapitulasi. sumbangan dan lain-lain barangbarang yang diterimanya. jika sudah ada cocokkan dengan keadaan barang yang senyatanya ada diruangan tersebut. (4) Besarnya sewa. telah tercatat seluruhnya sebagai asset daerah. .

apabila penetapan mitra kerjasama dengan penunjukkan langsung atas pertimbangan apa. (5) Persyaratan lain yang dianggap perlu misalnya mitra kerjasama dilarang menggadaikan/mengagunkan barang daerah kepada pihak lain. (2) Data-data barang yang dipinjam pakai (3) Tanggungjawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. (4) Jangka waktu peminjaman paling lama 2 tahun dapat diperpanjang. (3) Kerjasama Pemanfaatan atas Tanah dan Bangunan. b) Tidak tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan tersebut. (a) Periksa proses tender dan penetapan mitra kerjasama (sekurang-kurangnya 5 peserta). (2) Pinjam Pakai. . (2) Barang hanya boleh dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya. (5) Pengembalian barang harus dalam keadaan baik. (4) Besaran kontribusi tetap dan bagi hasil keuntungan yang harus dibayar mitra kerjasama setiap tahunnya. (3) Barang yang dipinjam pakai merupakan barang yang tidak habis pakai. a) Dapatkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai. (4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. cek apakah telah disetor ke kas daerah.. a) Dapatkan surat perjanjian kerjasama pemanfaatan. (4) Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (1) Periksa apakah Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna telah memenuhi persyaratan yaitu : (a) Pengguna barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi penyelenggaraan pemerintah daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tupoksi. periksa apakah surat perjanjian tersebut telah memenuhi syarat antara lain : (1) Pokok yang diperjanjikan.76 - e) Siapa yang menetapkan tarif penyewaan untuk barang daerah. b) Periksa apakah syarat-syarat pinjam pakai telah berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku yaitu : (1) Barang belum dimanfaatkan oleh Pemda. (3) Jangka waktu kerjasama (paling lama 30 tahun) dapat diperpanjang. periksa apakah telah memuat : (1) Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian. (2) Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. (b) Periksa kewajaran pembagian keuntungan hasil kerjasama yang ditetapkan dari hasil perhitungan Tim (dapatkan SK Pembentukan Timnya). (d) Cek biaya yang digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan kerjasama (karena tidak dapat dibebankan pada APBD). (c) Apakah pembayaran kontribusi dan pembagian keuntungan hasil kerjasama telah mendapat persetujuan pengelola barang.

menggadaikan. 3. 4) Periksa upaya hukum apa yang telah dilaksanakan Pememerintah Daerah untuk menangani barang daerah yang bermasalah tersebut. Pengamanan. 3) Periksa jenis barang yang dipelihara/dirawat (gedung kantor. cek penyetorannya ke kas daerah. (e) Sanksi (f) Arbitrase (3) Periksa jangka waktu Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna paling lama 30 (tigapuluh) tahun sejak surat perjanjian ditandatangani. rumah dinas. sarana telekomunikasi). baik pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi dan tindakan hukum. b.  Panitia Peneliti Penawaran. (b) Obyek Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (c) Jangka waktu (d) Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian. (c) Memelihara obyek Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. . 2) Periksa apakah telah disusun Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB). 1) Periksa apakah setiap unit kerja menyampaikan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) kepada Biro Perlengkapan/Biro Umum. mess/asrama.77 - (2) Dapatkan surat perjanjian dan periksa apakah telah memuat : (a) Pihak yang terkait dalam perjanjian. Pemeliharaan Barang.. (d) Periksa kewajaran besaran konstruksi atas hasil perhitungan Tim yang telah dibentuk oleh pejabat yang berwenang. a. (4) Periksa apakah selama jangka waktu pengoperasian mitra bangun guna serah dan mitra bangun serah guna telah memenuhi kewajibannya yaitu : (a) Membayar kontribusi ke Kas Daerah (b) Tidak menjaminkan. Pengamanan dan Pemeliharaan. 1) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan pelaksanaan pengamanan terhadap barang daerah. memindah tangankan oleh Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. dan sampai dimana penyelesaiannya. 4) Periksa kepastian penyediaan dana dalam DASK 5) Periksa pelaksanaan pemeliharaan :  Cara pelaksanaan (lelang. pemilihan langsung.8. 3) Periksa dan inventarisir apakah ada barang daerah khususnya barang tidak bergerak (Tanah/Bangunan) yang sedang bermasalah (sengketa dengan pihak ketiga. pengadaan langsung dan swakelola). instansi lain atau masyarakat setempat). perlengkapan kantor. kendaraan dinas. 2) Periksa bentuk pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi terhadap barang inventarisasi (barang bergerak dan tidak bergerak maupun terhadap barang persediaan).

Periksa apakah penghapusan barang milik daerah telah dihapus dari daftar barang milik daerah. 4) Beralih kepemilikannya 5) Persediaan barang melebihi kebutuhan 6) Nilai ekonomis lebih menguntungkan kalau dihapuskan. (1) Periksa apakah ada pemindahtanganan barang daerah berupa: (a) Penjualan  . Penilaian a.  Pemeliharaan kendaraan.78 - Panitia pemeriksa pekerjaan (susunan anggota dan fungsinya). Periksa apakah pelaksanaan penghapusan barang milik daerah yang tidak berada dalam penguasaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang telah dilaporkan kepada pengelola barang. Periksa apakah penghapusan barang daerah telah berdasarkan atas pertimbangan : 1) Rusak berat 2) Tidak dapat digunakan secara optimal 3) Telah melampaui batas waktu kegunaan/kadaluarsa. a. 3.  Prosedur Pemeliharaan  Pengadaan dan Penyaluran BBM 3.10. Penghapusan. b. c. Periksa apakah seluruh barang milik daerah telah dilakukan penilaian dan dimasukkan dalam neraca daerah 3. e.11. terjadi pemusnahan atau karena sebab lain belum dihapuskan. periksa :  Status kendaraan. Periksa apakah hasil penilaian barang milik daerah selain tanah dan atau bangunan telah ditetapkan oleh pengelola barang. d. Periksa apakah penilaian barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka pemanfaatan atau pemindahtanganan dilakukan oleh Tim atau melibatkan penilaian independen yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan tujuan untuk mendapatkan nilai wajar.9. b. Pemindahtanganan.. Periksa apakah pelaksanaan pemusnahan barang milik daerah karena tidak dapat digunakan. f.  Cara pembayaran (kelengkapan dokumen). Periksa apakah penetapan nilai barang milik daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah berpedoman pada standard akutansi pemerintahan. d. Periksa apakah penghapusan barang daerah tersebut telah diterbitkan surat keputusan penghapusan oleh Kepala Daerah. Periksa apakah ada barang milik daerah yang sudah tidak berada dalam penguasaaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang karena beralih kepemilikannya. c. dimanfaatkan dan tidak dapat dipindahtangankan telah dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada pengelola barang.

 Penetapan taksiran harga tanah berpedoman kepada NJOP pada waktu penafsiran. . .Periksa penetapan harga jual rumah dinas golongan III apakah telah sesuai dengan :  Penafsiran harga dari nilai biaya yang digunakan untuk membangun rumah yang bersangkutan pada waktu penafsiran dikurangi penyusutan menurut umur bangun. . a.Periksa persyaratan pembeli rumah rumah dinas golongan III yaitu :  Status Kepegawaiannya  Masa kerja  Pernah membeli/memperoleh rumah dinas atau belum.79 - (b) Tukar menukar (c) Hibah (d) Penyertaan Modal (2) Periksa apakah pemindahtanganan tanah/bangunan dan selain tanah/bangunan yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD.  Harga rumah golongan III ditetapkan sebesar 50% dari harga tafsiran dan penilaian yang dilakukan panitia.Periksa uang muka pembayaran.Penjualan kendaraan dinas apakah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu mengenai . .. (a) Penjualan Rumah .Periksa inventarisasi rumah-rumah dinas golongan III dan berapa jumlah pemohon pembelian rumah golongan III. (b) Penjualan Kendaraan Dinas . . . (3) Cek apakah hasil penjualan barang daerah telah disetor ke kas daerah.  Status pegawai yang berhak membelinya.  Apakah pemohon telah memegang surat ijin penghunian (SIP) dari Kepala Daerah dan sepengetahuan Kepala Unit/Satuan Kerja. (4) Periksa kewajaran harga penjualan barang daerah.  Umur kendaraan dinas. apakah telah dilunasi oleh semua pembeli dan cek kebenarannya. Penjualan (1) Inventarisir penjualan barang daerah apakah penjualan barang daerah telah mempertimbangkan :  Optimalisasi barang daerah yang berlebih  Secara ekonomis lebih menguntungkan daerah (2) Periksa apakah penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang kecuali barang yang bersifat khusus atau barang lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola barang.Periksa apakah penjualan rumah dinas tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah dan bagaimana sistim pembayarannya.Periksa pembayaran angsuran apakah masih terdapat tunggakan.

. tanah/bangunan dan atau pekerjaan.Periksa apakah tukar menukar barang daerah berupa tanah atau selain tanah yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD. Periksa dasar pertimbangannya.  Besarnya Cicilan  Cara Pembayaran . apa dasar pertimbangannya :  Untuk kepentingan sosial  Keagamaan  Kemanusiaan  Penyelenggaraan pemerintahan daerah .  Tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.  Apakah tukar menukar tanah/bangunan telah disertai pelepasan hak-nya.80 - Periksa apakah Surat Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Dinas sudah dibuat sesuai ketentuan mengenai :  Penetapan Harga.. . bangunan atau barang lainnya.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan daerah tidak merugikan Pemda :  Nilai ekonomis tanah/bangunan milik Pemda dan penggantinya.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan yang dilepas maupun penggantinya tidak dalam sengketa.Cek apakah serah terima barang yang dilepas dan barang pengganti telah dituangkan dalam Berita Acara.  Apakah ada kompensasi yang harus dilakukan pihak ketiga berupa uang.Periksa apakah ada barang daerah yang dihibahkan. (d) Hibah .Periksa apakah tukar menukar barang daerah telah dipertimbangkan:  Untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintahan  Untuk optimalisasi barang daerah  Tidak tersedia dalam APBD .  Periksa kelancaran pembayaran angsuran dan sanksi terhadap para pegawai yang menunggak (c) Tukar menukar.Periksa kewajaran harga/nilai kompensasi dan pelaksanaannya.Periksa apakah Hibah tersebut telah memenuhi syarat :  Bukan barang rahasia negara/daerah  Bukan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak.Sanksi  Periksa apakah hasil penjualan kendaraan dinas sudah disetor ke Kas daerah. - . . .Periksa apakah ada penyertaan modal Pemda berupa tanah. . (e) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah. .

e) Pengalihan Asset kepada Daerah Pemekaran.Periksa apakah setelah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Daerah tersebut telah dihapuskan dari buku induk inventaris Daerah Induk dan dicatat pada buku inventaris daerah baru. . (2) Periksa apakah Pengguna Barang telah melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan.81 - Periksa apakah penyertaan modal daerah telah mendapat persetujuan Gubernur dan apakah telah dituangkan dalam Peraturan Daerah. . tidak didukung bukti-bukti kepemilikan atau masih sengketa) telah menindaklanjuti penyelesaiannya. telah dibentuk Tim bersama yang melakukan tugas inventarisasi. contoh kendaraan dinas. pemindahtanganan. 3. pemeliharaan. . Pengawasan dan Pengendalian. baik secara administrasi maupun fisik. .Periksa apakah terdapat BM/KN berupa barang tidak bergerak yang digunakan untuk kepentingan umum yang telah diterima oleh pemerintah daerah telah dipindahtangankan diubah statusnya atau dimanfaatkan oleh instansi pemerintah atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri Keuangan. dan pengamanan Barang Milik Daerah yang berada di bawah penguasaannya.Priksa apakah proses pengalihan asset dari daerah induk keepada daerah yang baru dibentuk. . . Pembiayaan.Periksa apakah pemerintah daerah yang telah menerima pengalihan BM/KN dari pemerintah pusat yang ternyata bermasalah (yang hilang. penatausahaan. pemanfaatan. 3.Periksa apakah terdapat asset dari instansi vertikal Barang Milik/Kekayaan Negara (BM/KN) yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah dan apakah telah diajukan permohonannya kepada Menteri Keuangan. .Pembinaan.Periksa apakah ada asset yang belum diserahkan dan bagaimana penyelesaiannya dengan daerah induk serta apakah sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri. (1) Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. . namun barangnya tidak diserahkan..13.Periksa dalam penyerahan/pengalihan asset tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima dan apakah telah sesuai dengan kondisi dilapangan disertai dokumen kepemilikannya.Periksa apakah barang-barang yang terdaftar dalam Berita Acara Serah Terima. Periksa apakah dalam pelaksanaan tertib administrasi - .12. d) Pengalihan Asset dari Instansi Vertikal.Periksa apakah proses pengalihan asset dari instansi vertikal dan asset yang pengadaannya dari APBN sudah disertai dokumen kepemilikannya. .

.  Periksa apakah atas dasar laporan tersebut Kepala Daerah (atas saran Majelis pertimbangan) telah menunjuk seorang pegawai yang ditugaskan untuk membuat perhitungan ex officio.4. Tuntutan GantiRugi.Tuntutan Perbendaharaan Barang.  Periksa apakah Tuntutan Perbendaharaan Khusus ini telah di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Tuntutan Ganti Rugi Barang. 4. 4. 4.  Periksa bila Pemegang Barang meninggal dunia. Pegawai Perusahaan Daerah yang bukan Pemegang Barang melakukan perbuatan melanggar hukum atau melalaikan kewajiban/tidak melaksanakan kewajiban sesuai fungsi dan atau status jabatannya yang karena perbuatannya tersebut merugikan Daerah.  Periksa apakah kekurangan barang tersebut sudah dilaporkan kepada Biro Keuangan selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk mendapatkan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang dengan unit kompetensi ini adalah: 4. melarikan diri atau dibawah pengampuan.1. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 .  Periksa apakah sudah dilakukan penelitian dan penentuan besarnya kerugian yang diderita daerah oleh Kepala Daerah.  Periksa apakah ada Pegawai Negeri. 1.2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2967). 2.14.  Periksa apakah proses tuntutan ganti rugi barang Daerah sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.3.  Periksa apakah dalam pengelolaan barang oleh Pemegang Barang terdapat kekurangan barang yang menjadi tanggungjawabnya.. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. apakah atasan langsung/ Kepala Unit Kerja telah melaporkan kepada Kepala Daerah.  Periksa apakah upaya damai untuk memperoleh penggantian atas semua kerugian Daerah sudah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 59. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.82 - pengelolaan barang milik daerah telah disediakan anggaran yang memadai dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 3. .  Periksa apakah telah dilakukan tindakan pengamanan terhadap barang daerah tersebut.

10 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20.1.14. 9. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah. 4. 4.83 - Nomor 69. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Materiil Daerah. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyerahan Barang dan Hutang Piutang pada Daerah yang Baru Dibentuk. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2002 tentang Nomor Kode Lokasi dan Nomor Kode Barang Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3643).12.5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609. 4.9. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578). Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. 4.8. mengakses data dan informasi pengawasan aspek barang/asset daerah. unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.18. 4.11. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan . Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah 4. Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri. 4. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 64.16.15.6. Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah sebagaimaan telah diubah terakhir dengan Perpres 70 Tahun 2012 4.17.10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pedoman Penilaian Barang Daerah.7. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515). Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 58.

6.4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Aspek Kritis 6.5. 5. mampu menerapkan kebijakan terkait barang milik daerah dalam pelaksanaan pengawasan. untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.3.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. 4. memahami teknik pemeriksaan. 3. obyektif. santun 6. 6. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.6. memahami prinsip-prinsip pengelolaan barang milik daerah.010. memahami teknik komunikasi.2.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib . mengembangkan temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. 5. independen.2. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib Kode Unit FPP. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.1.2.4.4. 4.2. 3. integritas. memahami kode etik pemeriksaan. 3. mampu menerapkan standar pemeriksaan. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 1. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. memahami standar pemeriksaan. menulis temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. 4. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5.2.84 - aspek barang/asset daerah.WAS. 3.1. 3. cermat/teliti.1.Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.02.3. menyusun pokokpokok hasil pengawasan aspek barang/asset daerah.. memahami IT. berorientasi hasil.1.3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 10. 2.

4.1. serta dicatat dalam KKP . Data dan informasi yang kurang tepat yang bersifat diklarifikasi.2.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat wajib temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4.85 - Deskripsi Unit Elemen Kompetensi 1. 3.1. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.. 3. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat wajib ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan pelaksanaan 3.1. Melakukan 3.3. diminta penjelasan dan diminta wajib. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat wajib diakses urusan dan dipelajari pemerintahan 2.3.2. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan 4. 2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya pelaksanaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan urusan penanggungjawab kegiatan. pemerintahan yang 4. Kriteria Unjuk kerja 1. Mengakses data 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. 3. lagi tambahanya.1 PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat wajib menggunakan teknik-teknik pengawasan.2. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.

Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. kesejahteraan masyarakat. kreteria. perhubungan. komunikasi dan informatika.1. penanaman modal. perencanaan pembangunan. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. kepegawaian. koperasi dan usaha kecil dan menengah. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.86 - 5. perangkat daerah. keluarga berencana dan keluarga sejahtera.2. lingkungan hidup. 6. danperpustakaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. pemerintahan umum. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. perumahan. penataan ruang. Urusan wajib terdiri dari pendidikan. pekerjaan umum. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. statistik.3. Atribut kondisi. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. 5. 6. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan(P2 HP) pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 5. kependudukan dan catatan sipil. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. kearsipan. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.1. kepemudaan dan olahraga.2. pemberdayaan masyarakat dan desa.3. kepentingan nasional. dan persandian. 5.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. sosial. kebudayaan. pertanahan. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan . menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. kesehatan. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.. Memformulasikan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 6. ketenagakerjaan. administrasi keuangan daerah. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. ketahanan pangan. otonomi daerah.

dapat berupa masukan. Mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan wajib.4.8. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). White board/flip chart. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM 4. 4. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah 4. Menganalisa apakahpengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah sesuai ketentuan.6. penghapus. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.2. proses. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib adalah: 2.1. Lap top 2. 3. 2.2. Menganalisa penerapan pelaksanaan SPM urusan wajib ke dalam dokumen perencanaan daerah.5.5.3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit komptensi ini adalah: 4. 2. akuntabilitas. kertas.1. ekonomi. Menganalisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. Ruangan kerja. Literatur terkait urusan pilihan 3. 2. 4.2.6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. dan pemerintahan.3. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Menganalisa apakah urusan wajib yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah apakah berdasarkan kriteria eksternalitas.4. Menganalisa apakah batas waktu Pencapaian SPM urusan wajib secara Nasional dan Jangka Waktu PencapaianSPM di Daerah telah sesuai ketentuan. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga masyarakat secara minimal. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.3. 3. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu.. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal 4. 4.1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 4. spidol.7. Menganalisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah sesuai ketentuan. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. 3.87 - sosial. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar . 3.4.7. 2.5.

3. 4. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. santun. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan.2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 5.5 mampu menerapkan standar pemeriksaan 5. 1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5. menulis temuan pengawasan.6. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009 4.12. memamahi SPM tiap-tiap urusan. integritas. berorientasi hasil.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.PAN/03/2008 Tentang Kode . obyektif.2 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.6. 3. Kontek Penilaian: 1. 4. 3. Kode Etik APIP. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum P2UPD sesuai jenjang jabatannya dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 5. 4. 2.11 Peraturan Menpan : PER/04/M.4. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.3 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data 4. 3. memahami indikator kinerja. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. 5.. pengembangan temuan pengawasan.. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) serta menganalis teknis penerapan SPM. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. Renja SKPD. 5. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.7.1 mampu menyusun standar evaluasi. 3.2. Pengujian atas data dan informasi pengawasan. Renstra SKPD.4.88 - Pelayanan Minimal 4. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. RKPD. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. cermat/teliti.2. 3.1. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. independen.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan wajib. 5.3. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan. . Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP) 4.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. 3. memahami IT.1.5.10. Jo. akses data dan informasi pengawasan.4 mampu menerapkan kebijakan terkait SPM tiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan 4.

2.1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 6. PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 11.3.89 - 6. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat pilihan ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan.3.011.. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat pilihan menggunakan teknik-teknik pengawasan.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan . Mengakses data 2.3.1. Aspek Kritis 6. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat pilihan diakses urusan dan dipelajari pemerintahan yang 2. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). diklarifikasi. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.1. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. pelaksanaan 3.2.1.2.4.02.Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 1.2. 3.WAS. 6. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Kode Unit FPP. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. Data dan informasi yang kurang tepat bersifat pilihan. 3. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 6. Melakukan 3. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya.

3.1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. serta dicatat dalam KKP 5. serta hasilnya dicatat dalam KKP.1.3.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP pelaksanaan dan diklarifikasi dengan penanggungjawab urusan kegiatan. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.1. . Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat pilihan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5. sebab akibat pada emuan KKP diringkas supaya mudah dipahami dan pengawasanpelaks dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja anaan urusan dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan pemerintahan yang tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja bersifat pilihan 5.3.2. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan(P2 HP) konsep P2HP pelaksanaan 6. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Mengembangkan 4.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi urusan Pengawasan untuk ditentukan temuan yang pemerintahan yang menjadi P2HP bersifat pilihan 6. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Atribut kondisi.90 - penanggung jawab pekerjaan dan hasinya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. 4. pemerintahan yang 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. melayani.2. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. kreteria. Menyusun Pokok6. Memformulasikant 5.

. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. kertas. memberdayakan. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. 2. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun.1.3. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. perdagangan. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ruangan kerja. kehutanan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. dan ketransmigrasian. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. penghapus. Renstra SKPD dan renja SKPD. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. industri. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. energi dan sumber daya mineral. spidol. pariwisata. Urusan pilihan meliputi urusan : kelautan dan perikanan. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. White board/flip chart. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. belanja.2.. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. RKPD. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). dan mensejahterakan masyarakat. pertanian.91 - 2.

9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun.92 - 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan pelaksanaan urusan pilihan adalah: 4. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.4. 3.2. Lap top. akses data dan informasi pengawasan. 4. 2. 4.4.10..12. 4. 4.8.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menpan PER/04/M.5. menganalisa apakah urusan pilihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah telahberdasarkan kriteria eksternalitas. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. akuntabilitas.4. 4. Tugas pelaksanaan pengawasan urusan pilihan adalah: 3. 3.2.5. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.7.1. Pengujian atas data dan informasi . 4. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4.1. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. Jo. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. Tata Cara Penyusunan. 4. menganalisa apakah penerapan NSPK urusan pilihan telah sesuai ketentuan.6. 4. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.3.13. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.1.3.Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.Literatur terkait. Kontek Penilaian: 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan pilihan.11. menganalisa apakah penyelenggaraan urusan pilihan telah sesuai dengan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

5. mampu menerapkan kebijakan terkait SPMtiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan. 4.3. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan.1.5.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan pilihan. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 4. 3.Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. integritas.5.4. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. memamahi SPM tiap-tiap urusan.1. obyektif. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 .4.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. pengembangan temuan pengawasan.3. Aspek Kritis 6.6. 5. 6. Kode Etik APIP. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.7. berorientasi hasil. 5. independen. 4.2. 5. 3. menulis temuan pengawasan. mampu menerapkan standar pemeriksaan.2.2. cermat/teliti. 3. 6. 3.3. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 3. 3.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.2. 3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. 5.. 2. 6. 4.1. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. memahami IT.93 - pengawasan. 5. mampu menyusun standar evaluasi.2.6. 4. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. santun 6. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum sesuai jenjang jabatannya dan Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.3.1. memahami indikator kinerja. 5. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.4. 1.

Kesesuaian atribut rancangan perda beserta evaluasi Ranperda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Ranperkada dituangkan dalam KKP. dan informasi 2.012. Data dan informasi dianalisis dengan Ranperda dan menggunakan teknik-teknik evaluasi dan hasil Ranperkada analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Unit ini juga berlaku untuk Tim Evaluasi Ranperda yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. 3. Hasil evaluasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.94 - 12. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. yang selanjutnya disebut Perda. 3. 3.2.1. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Melakukan 3.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya.4 Data dan informasi ranperda diakses dan ditentukan 2.3. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau .Mempersipakan 1. Evaluasi Ranperda 4. Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP.3 Sumber daya disiapkan 1.3.1. Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Kode Unit FPP. Memformulasikan Keputusan Hasil Evaluasi. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi Ranperda dan Ranperkada yang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.1. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. 4.. 4. Mengakses data dan informasi Ranperda dan Ranperkada. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.WAS.02.2. Menganalisa data 2.2 Indikator evaluasi diakses dan ditentukan dan Ranperkada 1. Melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.1 Program Kerja Evaluasi Ranperda dan pelaksanaan Ranperkada diakses dan ditentukan evaluasi Ranperda 1. Memformulasikan 4.2. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft dan Ranperkada Keputusan Mendagri.

Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). rencana tata ruang daerah.4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Menganalisa target Pencapaian tiap-tiap SPM dalam rancangan Perda. Retribusi Daerah Tata Ruang Daerah. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi atas rancangan peraturan daerah provinsi dan rancangan peraturan Gubernur tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.95 - Peraturan Bupati/Walikota.4.. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Ranperda dan Ranperkada. retribusi daerah.8. Dan RPJMD Sesuai Spesifikasi Masing-Masing.3. spidol.. 3. Menganalisa substansi ranperda yang akan dievaluasi meliputi APBD. 4. pajak daerah.1. Evaluasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Ranperda dan Ranperkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. 4.5.3. 2. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Provinsi. 4. 2. RPJMD. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman . 2. Sedangkan Perkada yang dilakukan evaluasi adalah rancangan peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. 2. kertas.4. Ruangan kerja.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Daerah yang dievaluasi adalah rancangan peraturan daerah provinsi tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.1. Pertanggungjawaban APBD. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Lap top 2.5. pajak daerah. 3. White board/flip chart. 4. Pajak Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. pajak daerah. 4.2. Literatur terkait 3. 4.1. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Mengkaitkan substansi ranperda dengan ketentuan yang lebih tinggi dan kepentingan umum. penghapus.3.2.6. Gubernur melakukan evaluasi rancangan peraturan daerah Kabupaten/Kota dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Perubahan APBD. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintah adalah: 3.

KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 5. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1.6. 5.2. akses data dan informasi Ranperda. memahami teknik komunikasi. 5.1. integritas.3.3.3.5.8. 4. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan evaluasi. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 3. 3. Jo.7. 3.2. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4. memahami prinsip-prinsip evaluasi rancangan Perda. mampu mengevaluasi Ranperda dan ranperkada. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda. 1. 4. 3. 3. 2. Aspek Kritis 6.4. 3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.9.6.5. formulasi Hasil Evaluasi didemosntrasikan. Cermat/teliti. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. memahami NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Ranperda. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi TINGKAT 3 .. 5.4.6.10 Peraturan teknis masing-masing Ranperda. 5. memahami IT. 6.1. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami Kode etik Pengawasan. 4. 5.5. 4. mampu merancang draft hasil evaluasi. Obyektif.1. Berorientasi hasil. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. memahami peraturan yang terkait substansi Perda.4.2. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada (legal drafting).96 - Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. memahami isi dari masing-masing substansi Ranperda dan ranperkada. Independen.1. mampu menerapkan NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada. 4. evaluasi Perda.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.7. Santun 6. 4. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.2.

Unit ini juga berlaku untuk Tim KlarifikasiPerda dan Perkada yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. Melakukan klarifikasiPerda dan Perkada.02.4 Data dan informasi Perda dan Perkada diakses dan ditentukan 2. . Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Kode Unit FPP.2. Melakukan 3. Menganalisa data 2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.3.1. Kesesuaian atribut Perda dan Perkada beserta klarifikasiPerda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Perkada dituangkan dalam KKP.2. Memformulasikan 4. menggunakan teknik-teknik klarifikasi dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Hasil klarifikasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi Klarifikasi 4.1 Program Kerja klarfikasi Perda dan Perkada pelaksanaan diakses dan ditentukan klarfikasi Perda 1.01 Judul Unit Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan..3 Sumber daya disiapkan 1. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.1. Data dan informasi dianalisis dengan Perda dan Perkada. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan klarifikasi Perda dan Perkada.WAS. dan informasi 2.1. Memformulasikan Keputusan Hasil Klarifikasi.3. 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan klarifikasiPerda dan Perkadayang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan klarifikasiPerda dan Perkada.97 - 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 13.2 Indikator klarfikasi Perda dan Perkada diakses dan Perkada dan ditentukan 1. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft Keputusan Mendagri 4.013. 3. Mempersipakan 1.2. Mengakses data dan informasi Perda dan Perkada.

4. kertas. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau Peraturan Bupati/Walikota. 4. 2. 3. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. 3.4. penghapus. 3.3. Lap top.2. Menguji kesesuaian tujuan ditetapkannya Perda dan Perkada terhadap penerapannya. 4. Ruangan kerja. 3. yang selanjutnya disebut Perda.7. MenganalisaNaskah Akademissubstansi masing-masing perda dan perkada yang akan diklarifikasi. yang selanjutnya disebut Perda. 3. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).3. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.5. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan .3. Mengevaluasi dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah.6. 4. 4.98 - Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3.1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.1. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. 2.4. Literatur terkait.4. 4.5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Menganalisa perda dan perkada dari tinjauan kajian teoritik dan empiris. Menganalisa landasan filosofis.. 2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Perda dan Perkada. Peraturan – Peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.5. Klarifikasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Perda dan Perkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. spidol. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. yuridis dan sosiologis Perda dan Ranperda.8.1. White board/flip chart. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Jo. Menyimpulkan hasil klarifikasi apakah sudah sesuai atau bertentangan dengan kepentingan umumdan/atau peraturan lebih tinggi.2.6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 2.7.

3. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada.6. formulasi Hasil Klarifikasi Perda dan Perkada didemosntrasikan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.6. 1.3 mampu membuat rancangan hasil klarifikasi draft Perda dan Perkada. cermat/teliti. 3. 5. klarifikasi Perda dan Perkada. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.2.4. santun. 4.4 mampu membuat simpulan hasil klarifikasi. 4. 2.3. 3. Aspek Kritis 6.5 mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan klarifikasi. 5. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. integritas.1.4. akses data dan informasi Perda dan Perkada. 5.1. memahami peraturan yang terkait substansi Perda dan Perkada. memahami Kode etik. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan klarifikasi Perda dan Perkada.2 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.5. memahami isi dari masing-masing substansi Perda dan Perkada.5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . 3. 5. berorientasi hasil. Peraturan teknis masing-masing Perda dan Perkada. 4. 3.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda dan perkada.9.2. independen. 6.2.1.99 - dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. 4. memahami teknik komunikasi. 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 3.7. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2. Jika teknik klarifikasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. memahami prinsip-prinsip klarifikasi Perda dan Perkada.. 5. 4. memahami IT. 6. obyektif. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan klarifikasi.

2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Dokumen kebijakan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. .2.. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. 3.1.3.2. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon/TP).3.100 - 14. 2. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.014.02. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP 4. 4. 3. 4. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Elemen Kompetensi 1.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi Judul Unit dan Tugas Pembantuan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Kriteria Unjuk kerja 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.3.1.1. Dokumen dan informasi kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaan Dekon/TP dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 3. serta dicatat dalam KKP. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan FPP. Kreteria pelaksanaan kebijakan dekonsentrasi dan tugas pembantuan ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.WAS.

Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. 5. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. 2. 2.1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.3. serta dari pemerintah kabupaten. mengevaluasi apakah pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dari Pemerintah kepada gubernur dan penugasan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah dan/atau pemerintah desa didanai melalui anggaran kementerian/lembagasesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan core business Kementerian/Lembaga. dan kriteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuansudah ditetapkan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Lap top. 2. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.3. atau kota dan/atau desa. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan (P2 konsep P2HP. prosedur.1. kreteria. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. Literatur terkait. kertas. HP) 6. 2.1. spidol. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. White board/flip chart.4.2. penghapus.6. Unit ini hanya berlaku bagi Pengawas Pemerintahan Madya pada Kementerian/Lembaga. Ruangan kerja. Atribut kondisi.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.3. 3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. 5.2. Menyusun Pokok. 3. Memformulasikan temuan pengawasan . Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. mengevaluasi apakah pelaksanaan pengelolaan anggaran untuk pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dan 5. 2.. 3.1.5. 6. mengevaluasi apakah norma. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.101 - 5. standar. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.

meneliti apakah prakarsa dan perumusan sebagian urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah paling lambat pertengahan bulan Maret untuk tahun anggaran berikutnya. menganalisa apakah urusan yang dapat dilimpahkan telah memperhatikan kriteria eksternalitas. 4. 3. 3. . Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3. menganalisa apakah Menteri/pimpinan lembaga telah melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur..102 - pelaksanaan penugasan dilakukan secara tertib. menganalisa apakah penelaahan rancangan Renja-KL telah dilakukan sesuai ketentuan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4.8 Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. taat pada peraturan perundang-undangan. 4. menganalisa apakah pemberitahuan kepada gubernur mengenai lingkup urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan telah dilakukan paling lambat pertengahan bulan Juni untuk tahun anggaran berikutnya setelah ditetapkannya pagu sementara serta ditetapkan dalam Peraturan Menteri. dan bertanggung jawab dengan mcmperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. 4. dan menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 3.5. 4. menganalisa apakah Urusan yang dapat dilimpahkan telah dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan kementerian/lembaga yang sudah ditetapkan dalam Renja-KL yang mengacu pada RKP.3. akuntabilitas.9. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4.1.dan penugasan kepada Kabupaten/Kota. dan efisiensi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.8.2.4. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.5. 4.7. serta keserasian hubungan antar susunan pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3.4. Jika ada apakah telah mendapat persetujuan dari Presiden dan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri. Menteri Keuangan.7. 3.6. transparan. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.10. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.6. 4. menganalisa apakah terdapat penugasan kepada pemerintah desa untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan tertentu.

4.9.10 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 4. 2.103 - 4.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah.3. formulasi temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. memahami konsep. Jo. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan.6. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2.4.. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.7. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan.2. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. memahami fungsi.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3. 3. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. 4. .5. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2. akses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah. 1.3. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. penyusunan pokokpokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP didemosntrasikan . 3.2.1. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.2.1. 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. 4. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.1. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.12.13 Peraturan Menpan : PER/04/M.

2. Kode Etik.3.8.4. Mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. 6.2.1. Aspek Kritis 6.3.5. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP.8. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 6. Santun. 6. 5. 3.7. integritas. 4. obyektif.015. 4. 5. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. akurat.5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.9.WAS. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. 4.2.10.1. KOMPETENSI KUNCI: NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 4. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuansecara lengkap. 5. independen. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 15.1.6. mampu merumuskan atribut temuan.6.104 - 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang . berorientasi hasil.. serta supervisor pengawasan tidak teliti. 4. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembanutan terkait dalam melakukan pengawasan.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Judul Unit Dekon dan TP Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD. memahami teknik komunikasi Pengawasan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon dan TP) FPP. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.02. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 5. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.4. 4. cermat/teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. 4. 3.

Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Hasilpembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya . Kesesuian antara dokumen dan informasi kinerja Dekon/TP terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaanDekon/TPdibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 2.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Dokumen pelaksanaan kegiatan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. serta hasilnya dicatat dalam KKP. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.1.3.2.3.2. kreteria. Mengembangkan 4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasankinerja dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP Dekon/TP. 1.1.1. Atribut kondisi.2. 5..2. 2. dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP emuan diringkassupaya mudah dipahami dan pengawasan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3. Elemen Kompetensi 1.3. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2.1.105 - diperlukan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 5. 4. Mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. Kreteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi Pengujian atas dan tugas pembantuan ditentukan dan data dan informasi disepakati dengan penanggungjawab kegiatan pengawasan 3. PKPP diakses dan dipelajari. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 5. Melakukan 3.1. serta dicatat dalam KKP. 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Memformulasikant 5. Kriteria Unjuk kerja 1.

seperti SK KPA. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. penghapus. 2.106 - diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 2.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.4. serta dari pemerintah kabupaten. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Pelajari Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP masing-masing Program yang ada pada obyek pengawasan.1. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) 6..1. White board/flip chart. 2. tugas pembantuan.2.5. mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.2. memformulasikan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan pengawasan kinerja Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kinerja Dekon/TP.Mempelajari kebijakan pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan: a. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. b. Literatur terkait 3. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Ruangan kerja. atau kota dan/atau desa. SK PPTK. 6. Lap top 2.3. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan pensinkronisasian antara penyelenggaraan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). mengembangkan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. Penguji dan Penandatangan SPM dan Bendahara 3.Menguji kesesuaian pelaksanaan kinerja dengan standar yang ditentukan: a. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian pengelolaan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di . 6.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.1. Pelajari kebijakan operasional yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagai dasar otorisasi. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. dan desentralisasi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP b. 2. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. kertas. spidol.2.

sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP pada masing-masing tingkatan pemerintahan. dan . dan perumusan kebijakan serta strategi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di wilayah provinsi berdasarkan norma. Khusus untuk P2UPD pada tingkat Kementerian. i. f.Kelompok Kerja Bidang Pertanggungjawaban serta Pembinaan dan Pengawasan. Teliti dan pelajari apakah Tim Koordinasi Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan teleh dibentuk dan mejalankan tugasnya. penyusunan. k. g. penganggaran dan pelaporan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi sesuai dengan peraturan perundangundangan telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. standar.107 - c. manual serta kebijakan nasional telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan bahan penyampaian kepada DPRD Provinsi atas rencana program/kegiatan dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dilimpahkan/ditugaskan kepada Gubernur telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan saran tindak lanjut kepada Gubernur dan Kementerian/Lembaga dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP.Kelompok Kerja Bidang Penatausahaan dan Pengendalian Pelaksanaan. . Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan dan perumusan kebijakan pengelolaan sistem perencanaan.. Provinsi dan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dengan Kementerian/Lembaga yang memberikan pelimpahan dan penugasan kepada Gubernur dan penugasan kepada Bupati/Walikota/Kepala Desa dan hasilnya dituangkan dalam KKP telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. antar wilayah Kabupaten/Kota. pedoman. Teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efektif. . e. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan konsultasi dengan pihak terkait guna keterpaduan kebijakan serta tercapainya kesepahaman antar fungsi. pengendalian. dan Teliti dan pelajari apakah pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Gubernur terkait koordinasi serta pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Penganggaran dan Pelaporan. yaitu : . j. h. dan antar SKPD Provinsi dalam penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di daerah telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penatausahaan keuangan dan barang. pelaksanaan. l. teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efesien sesuai dengan ketentuan perundag-undangan.Kelompok Kerja Bidang Perencanaan. d.

Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang . Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.o.6. 4.. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4.3. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. 1.4.13. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.14. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.1. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan. 4. akses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.8. 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.9.108 - 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menpan : PER/04/M. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP didemosntrasikan.11. formulasi temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. 4. 4.1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.7.10. 4.12. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota.

3. obyektif. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan terkait dalam melakukan pengawasan. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. serta supervisor pengawasan tidak teliti.1.9. 6. 6. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. akurat. 6.1. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.6. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2.109 - 2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 6. Aspek Kritis 6. memahami teknik komunikasi Pengawasan. memahami konsep.2. 2. 3. 4. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.2.1. memahami fungsi. 4. mampu merumuskan atribut temuan.1. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.8. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset negara/daerah.5. 6. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kinerja kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. 4. .5. santun.8. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. 6.4. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. 5. cermat/teliti. 6. independen. 5.2.3. 4. dan dapat dipertanggungjawabkan. 5. 6. 6. 6.4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 6.. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.2.6.10.4.2.6.3.7. 5.5. integritas. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. berorientasi hasil.1.7. 5.

dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melasanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala daerah. dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).01 Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kode Etik.02.2. Kriteria Unjuk kerja 1.WAS.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. Hasil analisis data dan informasiperencanaan daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.1. 3. Dokumen perencanaan daerah berupa kebijakan daerah. 2. Menyiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dengan kriteria pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Data dan informasi perencanaan daerah dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Mengakses data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah 3. pengelolaan sumberdaya manusia. Melakukan Pengujian data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah . Dokumendan Informasi perencanaan daerah diklarifikasi dan dipenuhi. 3.3.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. pengelolaan barang daerah diakses dan ditentukan.110 - 6. 2..3. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.2. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 Elemen Kompetensi 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Kreteria pelaksanaan kegiatan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah ditentukan 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 16.1.016.

- 111 -

4. Mengembangkan temuan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah

5. Memformulasikan temuanpengawasa n berakhirnya masa jabatan kepala daerah

6. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) berakhirnya masa jabatan kepala daerah

4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis, serta hasilnya dicatat dalam KKP, kemudian diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan,serta dicatat dalam KKP 5.1. Atribut kondisi, kreteria, sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep P2HP. 6.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengakses data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengembangkan temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menulis temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menyusun pokok-pokok hasil berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta walikota dan wakil walikota untuk kota. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form KertasKerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari; a. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kebijakan

- 112 -

daerah, pengelolaan sumberdaya manusia, pengelolaan barang daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. b. Kebijakan lainnya terkait pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3.2. Menganalisa Formasi Pegawai, Pengadaan Pegawai, Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai, Kenaikan Pangkat, Pengangkatan Dalam Jabatan, Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Kesejahteraan Pegawai, dan Lain-lain dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.3. Menganalisa kebijakan Pengelolaan Barang, Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan Barang, Pengadaan Barang, Inventarisasi Barang, Pemeliharaan Barang, Perubahan Status Hukum Barang, Pemanfaatan Barang, dan Pengamanan Barang dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.4. Menganalisa Kebijaksanaan Umum pengelolaan keuangan, kebijakan Pengelolaan Umum Keuangan, kebijakan Pengelolaan Pendapatan, kebijakan Pengelolaan Pengeluaran, dan kebijakan Pemegang Kas dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.5. Menganalisa pencapaian visi misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD. 3.6. Membandingkan target pencapaian yang diraih daerah dengan target nasional dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah; 4.8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala daerah; 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.11.Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan pengawasan, akses data

- 113 -

dan informasi pengawasan,pengujian data dan informasi pengawasan, pengembangan temuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah : 2.1. pengawasan kebijakan daerah; 2.2. kebijakan SDM; 2.3. kebijakan barang milik negara/daerah; 2.4. kebijakan pengelolaan keuangan. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 3.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan barang milik daerah; 3.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan Keuangan daerah; 3.5. memahami peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.6. memahami indikator kinerja; 3.7. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan 3.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami Teknik menyusun laporan; 3.10. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 4.2. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 4.3. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan Barang Milik Daerah; 4.4. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan keuangan daerah; 4.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pemeriksaan; 4.6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data; 4.7. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. Independen; 5.3. Obyektif; 5.4. Cermat/teliti; 5.5. Berorientasi hasil; 5.6. Santun. 6. Aspek Kritis 6.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan; 6.2.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan; 6.3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.

personil dan ruang lingkup pengawasan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Para pihak yang perlu diminta keterangan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah. Peraturan perundang-undangan yang relevan pengawasan dengan permasalahan yang diadukan ditelaahan pengaduan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.6. PKPP diakses dan dipelajari pengawasan 2.1.5.2.2. 3.WAS.1. Melakukan 4.2..2. Kreteria pelaksanaan kegiatan sesuai materi Pengujian atas pengaduan ditentukan. Materi pengaduan dipelajari dan dirumuskan Program Kerja 1. pengawasan 4.4.3.3. lokasi. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 17. Dokumen dan informasi yang diterima diklarifikasi dan dipenuhi. Menyusun 1.1. 4. Entry brieifing dengan pimpinan unit kerja pengaduan dilakukan 3. dan disepakati data dan penanggungjawab yang berkaitan dengan materi informasi pengaduan.114 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Elemen Kriteria Unjuk kerja Kompetensi 1. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah Kode Unit FPP. Kesesuian antara dokumen dan informasi yang pengaduan diterima dibandingkan dan diuji dengan ketentuan yang terkait dengan materi pengaduan dengan menggunakan analisis kasus dan teknik . Dokumen dan informasi pengawasan pengaduan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).02. Mengakses data 3. Dokumen pelaksanaan kegiatansesuai ruang dan informasi lingkup pengawasan pengaduan diakses dan pengawasan ditentukan pengaduan 3. Mempersiapkan 2.017. Dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bukti audit ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Metode dan prosedur pemeriksaan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Waktu.1.01 Judul Unit Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat /Instansi Pemerintah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.

Hasil permintaan keterangan dianalisis dan diuji dengan kondisi senyatanya serta hasilnya dituangkan dalam KKP 6. kepegawaian.1. Keabsahan dan kecukupan bukti-bukti yang telah diperoleh diidentifikasi dan hasilnya dicatat dalam KKP 6.2.3.1. Unit kompetensi ini dapat diterapkan untuk melakukan pengawasan atas pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah yang meliputi pengawasan atas indikasi hambatan dalam pelayanan masyarakat. Melakukan Permintaan Keterangan. pertanahan.3.1. Konstruksi permasalahan sesuai materi pengaduan disusun dan dianalaisis berdasarkan hasil analisis dan pengujian dokumen serta keterangan yang telah diperoleh untuk menjawab apakah materi pengaduan terbukti atau tidak terbukti 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya dikonfirmasi kepada pimpinan unit kerja serta hasil konfirmasi/tanggapan pimpinan unit kerja dituangkan dalam KKP. Melakukan Permintaan Keterangan. HAM. 5. pengawasan atas indikasi KKN. dan hasil klarifikasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari simpulan hasil pemeriksaan. Hasil membandingkan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi kepada penanggungjawab yang berkaitan dengan materi pengaduan. Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya memimpin ekspose dan hasil pengawasan dipresentasikan 7. Hasil reviu pada forum ekspose ditindaklanjuti dengan penyempurnaan dan merupakan konsep LHP pasca ekspose BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.2. Simpulan hasil pengawasan dan seluruh dokumen serta Berita acara Permintaan Keterangan dikumpulkan menjadi konsep LHP pra ekspose 7. 6. Hasil analisis sebagai bagian dari simpulan hasil pengawasan dirumuskan dan dikonsultasikan kepada supervisor atau penanggungjawab pengawasan untuk dinilai.115 - 5. Konsep LHP disampaikan kepada Inspektur Jenderal melalui Inspektur Khusus untuk diekspose 7. penyalahgunaan wewenang. Mengakses data dan informasi pengawasan pengaduan. dan Ekspose Hasil Pengawasan. Memformulasika n simpulan pengawasan 7. 4.. . Ekspose Hasil Pengawasan pengawasan. 6.4.5. Memformulasikan simpulan pengawasan. Mempersiapkan pengawasan pengaduan. Pihak-pihak yang terkait dengan materi pengaduan diminta keterangannya sesuai dengan standar pemeriksaan 5.3. 6. pengawasan atas indikasi penyalahgunaan wewenang. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan pengaduan yang terdiri dari: Menyusun Program Kerja Pengawasan. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan.2.

Pengaduan Masyarakat adalah laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasi terjadinya penyimpangan.7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. mempelajari kebijakan yang berlaku nasional sesuai dengan materi pengaduan. lingkungan hidup dan umum. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. 4. spidol.3.6.1. 2.2. Literatur terkait. 3. 4. 4. mempelajari kebijakan yang menjadi dasar otorisasi.8 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 2. menguji kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan peraturan yang berlaku.5. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.3.2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Ruangan kerja.2. Aparat Pemerintah adalah pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri. penghapus.4. White board/flip chart. 2.1. Pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa.4. 4.3.1. 3. 4. 3.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintah.4. . 4. 4.5. Peraturan– peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4. kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan atau aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Wakil Kepala Daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kemendagri dan Pemda. Lap top. kertas.10.. menyimpulkan kebenaran materi pengaduan. tatalaksanan/regulasi.5.116 - kewaspadaan nasional. Peraturan Menpan : PER/04/M. 2. Aparat Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.9. mempelajari kebijakan daerah terkait materi pengaduan yang dituangkan dalam Peratuan Daerah dan/atau Peratuan Kepala Daerah.11. 3. korupsi. seperti Surat Keputusan. 3. Peraturan Teknis lainnya terkait materi pengaduan.

- 117 -

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan pengawasan dengan tujuan tertentu atas pengawasan pengaduan yang terdiri dari: penyusunan Program Kerja Pengawasan (pengawasan pengaduan; persiapan pelaksanaan pengawasan pengaduan; data dan informasi PDTT Dumas; Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan; Permintaan Keterangan; Formulasi simpulan pengawasan; dan Ekspose Hasil Pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah adalah: 2.1. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Ahli Pertama secara memadai; 2.2. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara; 2.3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah; 2.4. memahami pengawasan kepegawaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1 memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja; 3.2 memahami teknik melakukan permintaan keterangan; 3.3 memahami teknik – teknik pengawasan; 3.4 memahami konstruksi berfikir logis; 3.5 memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih; 3.6 memahami prinsip-prinsip manajemen risiko; 3.7 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya korupsi; 3.8 memahami konsep, filosofi dan proses pelayanan masyakat; 3.9 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya penyalahgunaan wewenang; 3.10 memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah; 3.11 memahami pengawasan kepegawaian; 3.12 memahami teknik komunikasi Pengawasan; 3.13 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pengawasan; 4.2. mampu melakukan permintaan keterangan 4.3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.6. mampu memformulasikan temuan secara lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan; 4.7. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data 4.8. mampu menyimpulkan hasil pengawasan 4.9. mampu menerapkan kebijakan terkait materi pengaduan dalam melakukan pengawasan 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif;

- 118 -

5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek Kritis 5.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang materi pengaduan di obyek pengawasan yang sama; 5.2. Jika konstruksi masalah yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi senyatanya; 5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD, Kode Etik, dan Pengawasan Pengaduan Masyarakat atau Instansi Pemerintah; KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2

18. Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi Kode Unit FPP.WAS.02.018.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersipakan 1.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan evaluasi Kinerja ditentukan Penyelenggaraan 1.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun Daerah sesuai dengan tingkatan pemerintahan. 2. Menetapkan IKK 2.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2.3 Input, Proses, Output dikelompokkan 2.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Mengukur kinerja 3.1. IKK pada tataran pengambil kebijakan penyelenggaraan dianalisa dan diberikan skor pemda 3.2. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.3. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor

- 119 -

3.4. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. Mengisi template evaluasi 4.1. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. 4.2. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase, ada atau tidak, tepat atau tidak, jumlah dst. 4.3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD, maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). 5.1. Hasil individual digabung 5.2. Skor dan prestasi dikonversi 5.3. Data dinormalisasi 5.4. Pemeringkatan dilakukan 5.5. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi, berprestasi tinggi, berprestasi sedang, dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota; 6.1. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. 7.2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri

5. Menentukan peringkat

6. Melakukan pengujian lapangan 7. Melaporkan hasil evalausi

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah; Menetapkan IKK; Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda; Mengisi template individu; Menentukan peringkat; Melakukan pengujian lapangan; dan Melaporkan hasil evalausi. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Kinerja PenyelengaraanPemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah:

j. efektivitas. Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. 3. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. Jumlah Rumah. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). d. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. 3. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. b. efektivitas perencanaan.5.1. d. DAK. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. h. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. Tinggi (T) = 3. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam format excel. g. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. Literatur terkait. b. White board/flip chart. 2. c.3.6.4. 2. 2. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. 2. e. . tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. pelaksanaan tata usaha.2. 3. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. k. dan Bagi Hasil. f. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). c. l.2.120 - 2. dan pengawasan APBD. Jumlah APBD. Lap top. meliputi: a. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah.. 2. penyusunan.3. c. intensitas. dan m. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. spidol. ketentraman dan ketertiban umum daerah. i. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. pencairan dan penyerapan DAU.1. Jumlah Penduduk. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. penghapus. Sedang (S) = 2. b. Ruangan kerja. pengelolaan potensi daerah. pertanggung jawaban. kertas. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. Rendah (R) = 1.

Rendah (R) = 1 . Tinggi (T) = 3. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat.6. dan pelaporan hasil evalausi. dan i.Sebelumnya. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4.8. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. penentuan peringkat. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. g. 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. e. pengujian lapangan. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. pengisian template evaluasi. 4. penataan kelembagaan daerah. Sedang (S) = 2.1.4. f. 4.121 - d. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.3.. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4.9.2.7.5. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. penetapan IKK. 4. 4.4.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. pengelolaan barang milik daerah. perencanaan pembangunan daerah. pengelolaan kepegawaian daerah. pengelolaan keuangan daerah. Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu.2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan .o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. 3.1. h. 1. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah.

obyektif. santun. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pengawas Pemerintah yang telah mengikuti pembekalan. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK.122 - 2. tingkat urusan.8.5 memahami Kode etik.4 memahami pengelolaan data dan informasi. 3. integritas.7 memahami teknik komunikasi.2. independen.9. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3.4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi . 3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. 3. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. 6.1. 3.4. 5. cermat/teliti. 5. 5. 5. Aspek Kritis 6.5.1.6. 6.. 5.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi.2. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel. 4. sosialisasi.5. 4. instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.6 memahami teknik penyusunan LPPD. 4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.7. akurat. 4.2 memahami prinsip EKPPD. 4. 4.1. 5.6. dan dapat dipertanggungjawabkan. berorientasi hasil. mampu memberikan skor pada IKK. tingkat aspek.3.2.3.

123 - 19. berprestasi sedang. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. IKK pada tataran pengambil kebijakan dianalisa dan diberikan skor 3.2.3.2. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda.5.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.1. Hasil individual digabung 5.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor 3. Output dikelompokkan 2. Pemeringkatan dilakukan 5.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun sesuai dengan tingkatan pemerintahan 2. Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja 2. tepat atau tidak. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda 4. dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi. Data dinormalisasi 5.02. 3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD. 4. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3. dan kota.4. kabupaten. 4. Skor dan prestasi dikonversi 5. Mengisi template evaluasi 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan Kabupaten/Kota. Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit FPP.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2..2.WAS.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2. ada atau tidak.3 Input.3. Menetapkan IKK 1. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi.019.4. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. jumlah dst. Proses. berprestasi tinggi.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan ditentukan 1. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase. maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). Menentukan peringkat .1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3.1. 5.1.

2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. d. 2. Menentukan peringkat. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Melakukan 6. 7. kertas.124 - 6. ketentraman dan ketertiban umum daerah. proses. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.2..3. 2. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. . Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Jumlah Penduduk b. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. spidol.5. e. Melaporkan hasil 7. Ruangan kerja. b.1. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Literatur terkait 2. White board/flip chart. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda. dan/atau dampak. Menetapkan IKK.6. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam forat excel 3. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap pengujian lapangan hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7. Mengisi template individu. dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk.2. keluaran. meliputi: a. c. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. hasil. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah.1. Jumlah APBD 3. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a.1.1. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. Jumlah Rumah c. 2.4. 2. penghapus. manfaat. dan Melaporkan hasil evalausi. Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan. Lap top 2. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah d. Melakukan pengujian lapangan. Laporan Hasil Evaluasi Sementara evalausi diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya.

efektivitas. pelaksanaan tata usaha. intensitas.. 3. efektivitas perencanaan. dan i. k. h. Tinggi (T) = 3.3. pencairan dan penyerapan DAU. pengelolaan barang milik daerah. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. dan pengawasan APBD. g. h. pengelolaan keuangan daerah. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.1. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. 4. f. Rendah (R) = 1. i.2. 4. l. dan m. pengelolaan kepegawaian daerah. penyusunan.Sebelumnya. Sedang (S) = 2. Rendah (R) = 1 . c. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah.Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. 3. g. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). e. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. Sedang (S) = 2. dan Bagi Hasil. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a.Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kometensi ini adalah: 4.125 - f. b. Tinggi (T) = 3. pengelolaan potensi daerah. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. penataan kelembagaan daerah. j. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.4. pertanggung jawaban.3. perencanaan pembangunan daerah. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal d. DAK.

1.9 memahami peraturan yang terkait substansi Perda.5. 3. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. 4.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 2. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.7 memahami isi dari masing-masing substansi Perda.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi. dan pelaporan hasil evalausi.5. 4.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. 1.9. 3. tingkat urusan. 4.6. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. 4. 3.5 memahami Kode etik. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. penetapan IKK.4 memahami pengelolaan data dan informasi. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4.4.8.6 memahami teknik penyusunan LPPD. 4.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2. 3.3. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. 3.2 memahami prinsip dasar EKPPD. 4.1.126 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.7. 4. tingkat aspek. pengujian lapangan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pejabat FunsionalPengawas Pemerintah yang telahmengikuti pembekalan. 3. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. 4. 4. 3. sosialisasi. 4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. pengisian template evaluasi. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas .. 3. penentuan peringkat. 4.4.8 memahami teknik komunikasi.

cermat/teliti.020. 5. 2. 4. berorientasi hasil.6.1.. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel.1. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.3.127 - pembantuan secara lengkap.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2.9.3. 5. 5.2. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 4. pelayanan umum. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. Aspek Kritis 5. 4. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. dan dapat dipertanggungjawabkan. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . pelayanan umum. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.8.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 5. integritas. 2. akurat. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Elemen Kompetensi 1. pelayanan umum.4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).WAS. santun 6. independen.7. dan daya saing daerah. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 5. diakses dan ditentukan. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi.1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mampu memberikan skor pada IKK.2. obyektif.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan dievaluasi diikuti 2. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat.6. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 20.5. 5.02. dan daya saing daerah. Kriteria Unjuk kerja 1. 4. 5.

- 128 -

3.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. 3.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. 3.3. Hasil analisis data dan informasi aspekkesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggungjawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. Mengembangkan 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi kemampuan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE penyelenggaraan dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit otonomi daerah Kerja. 4.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja, serta dicatat dalam KKE. 5. Memformulasikan 5.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan kemampuan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam penyelenggaraan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari otonomi daerah pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 6. Menyusun Laporan 6.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kemampuan 6.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah; mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/Tim Daerah EPPD. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan

3. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah

- 129 -

permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah.EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah, kualitas kelembagaan publik daerah, sumber daya manusia, dan teknologi, yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan umum, dan kemampuan daya saing daerah. Dalam EKPOD, IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 2.6. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah, antara lain LPPD, LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). 3.2. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a; 3.3. menginterpretasikan hasil analisis data; dan 3.4. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya, dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. 3.5. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek, fokus, dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat; (2) pelayanan umum; (3)aspek daya saing daerah. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

- 130 -

4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan evaluasi, akses data dan informasi evaluasi, pengujian data dan informasi evaluasi, pengembangantemuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 3.2. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan; 3.3. memahamai tata cara penyusunan LPPD; 3.4. memahami indikator kinerja; 3.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian; 3.6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan; 3.7. memahami Pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.8. memahami teknik komunikasi pengawasan; 3.9. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi; 4.2. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi;

3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 5. 5. 5. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi. 4.1. serta Ketua Tim tidak teliti. 5. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel.3. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. berorientasi hasil. 5. 6. santun.4.7. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.2. 4.WAS.1. cermat/teliti. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan.021.4. mampu menerapkan Standar Pengawasan P2. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. 4. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 21..Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.5. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi.4.3. integritas. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian.6.131 - 4. . 4. Aspek Kritis 5. 4.5. 5. obyektif.8.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota.2. Kode Etik APIP. independen. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. 5.6.02. 5. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melakukan evaluasi.

. 3. 4. diakses dan ditentukan. pelayanan umum. 5. pelayanan umum. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Dokumen dan Informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah.1. dan daya saing daerah. Memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat.1. Dokumendan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat.3.1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi Elemen Kompetensi 1. Mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 5. Hasil analisis data dan informasi aspek kesejahteraan masyarakat. dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.3. Kriteria Unjuk kerja 1. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. dan daya saing daerah.1 PKE diakses dan dipelajari 1.2. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. 5.1. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 3. 5.3. 2. pelayanan umum.132 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah pemerintahan kabupaten/kota. 4. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 4. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. serta dicatat dalam KKE.2. pelayanan umum. 3.2.2.

apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2.2. penghapus. mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Lap top . Dalam EKPOD. pelayanan umum. White board/flip chart. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE.3. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat.133 - untuk digabung menjadi konsep P2HE. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 2. melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. kemampuan 6. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2. kualitas pelayanan umum. kualitas kelembagaan publik daerah. dan kemampuan daya saing daerah.. Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. Menyusun Laporan 6. mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. kertas. 2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. sumber daya manusia. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. atribut. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/ Tim Daerah EPPD yang ditetapkan oleh Gubernur. memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 2. 6.4. spidol.1. ekonomi dan pemerintahan. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah. dan daya saing daerah. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Ruangan kerja. EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.1. dan teknologi.

134 - 2. 3. formulasi temuan. pengembangantemuan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.4.5. (2) pelayanan umum. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. dan 3. akses data dan informasi evaluasi. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. fokus. LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.2. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.1. Konteks Penilaian : 1.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.2. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4.4.1. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang . (3) aspek daya saing daerah. 4.7. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. pengujian data dan informasi evaluasi.. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota.1.3. antara lain LPPD.6. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek.3.5.5. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. Literatur terkait 2. Menginterpretasikan hasil analisis data. 3. 3.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.9.2.8. 1.

5. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2. berorientasi hasil. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5. 6.6. Keterampilan yang dibutuhkanuntukmendukung unit kompetensiini : 4. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. santun.1. memahami indikator kinerja. 3.5. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi 4.3.1.1. 3. obyektif. 5. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi 4. 3. 3. 5.2. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. 4. cermat/teliti. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Kode Etik APIP. memahami IT. Norma dan Etika Pengawasan. memahami teknik Komunikasi pengawasan.3.8. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melaukan evaluasi 4. ika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak .7. 3. 6.3. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan.2. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.2. mampu menerapkan Standar Pengawasan Pemerintahan.7. 3. Aspek Kritis 6.135 - 2. 5.1. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.8.4. 3.3. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi 4. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah..6. 6.9.4.5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. 5. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. memahamai tata cara penyusunan LPPD. 4. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. independen. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi 4.6. 3. integritas.4.

dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.02. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Kode Etik APIP. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 Elemen Kompetensi 1. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. pengalihan aset dan dokumen. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1.022.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2.2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. 2.3. serta Ketua Tim tidak teliti. pelaksanaan penetapan batas wilayah. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).01 Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Provinsi. pengisian keanggotaan DPRD. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 22.4. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. pembiayaan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Kriteria Unjuk kerja 1.WAS. 6. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. 2. 2. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. pengisian personil.1. Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru . Menyiapkan pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru.136 - berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup..

apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi baru (DOB) 3. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap . 5. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru.3. 3.1. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru 4.. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. 4. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.137 - 3. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru 6.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru.1.2. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. 6. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru 5. serta dicatat dalam KKE. atribut. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. 4. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. 6. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 5.2. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.2.1.1.3. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.

pengenalan permasalahan. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. kebudayaan. pembiayaan. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil. c. ketenagakerjaan. kertas.5. pengisian personil secara keseluruhan. perkembangan penyusunan perangkat daerah. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. yang terdiri dari. statistik.Menguji data dan informasi yaitu : a. pertanian. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. perencanaan pembangunan. sosial. penataan ruang. pengalihan aset dan dokumen. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. administrasi keuangan daerah. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. d. e. koperasi dan usaha kecil dan menengah. b. Sedangkan. komunikasi dan informatika.3. otonomi daerah. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan.. pelaksanaan penetapan batas wilayah. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. industri. kesehatan. ketahanan pangan. perumahan.138 - perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk.2. perdagangan dan transmigrasian. penilaian yang sistematis. spidol. kependudukan dan catatan sipil. penanaman modal. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. perhubungan. 2. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari . serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . pengisian personil. lingkungan hidup. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. dan perpustakaan. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. Lap top 2. pemerintahan umum. pengisian keanggotaan DPRD. pariwisata. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. kepegawaian dan persandian.4. 2.2. dan kualitas personil atau aparatur. kehutanan. White board/flip chart. pertanahan. pemberian atribut. kepemudaan dan olahraga. Ruangan kerja. energi dan sumber daya mineral. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. perangkat daerah. kearsipan.melalui kegiatan analisis kritis. 3.1. 2. Literatur terkait 3. penghapus. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). pekerjaan umum.1. 2. pemberdayaan masyarakat dan desa.

dana perimbangan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. 4. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.7. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.3. h. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan. 4. pelacak batas. c. pembuatan peta batas. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. 4. 4. g. terdiri dari: a. f. 4. Atribut kondisi.. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. dan lain – lain yang sah. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. b. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. i.6. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan.2. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. d. pemasangan pilar batas. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. . pemanfaatan ruang.3. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. e. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya.1.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru.139 - pendapatan asli daerah (PAD).8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. kreteria. 4. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas.5.4.

140 - 4.1. Kode Etik APIP. 3.11 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.9. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 3. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 3. Kode Etik APIP.8. memahami teknik menyusun laporan.10. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. akses data dan informasi evaluasi. pengujian data dan informasi evaluasi.3. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Jo. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru. formulasi temuan. 4. 3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 4. 4. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 3. 4. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 1. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. mampu berinteraaksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 4.7. memahami Teknik Komunikasi pengawasan. . mampu mengembangkan temuan secara lengkap.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. 3. memahami Psikologi pengawasan. mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.1.3. 4. 2. 3. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.2. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.5. dan dapat dipertanggungjawabkan.. 3. 4. pengembangan temuan.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. akurat.2. memhami IT.4. Konteks Penilaian : 1.6. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).1. memahami indikator kinerja.

KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. 5. 6. independen.02. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. 5. 5. 6. 5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.2.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.023. Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.5. 5.4. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi . dan Ketua Tim kurang teliti.. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.4. 5.01 Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.141 - 4. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Pengawas Pemerintahan.6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 23. Kode Etik APIP. berorientasi hasil. 6.1.1. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).3. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Kabupaten/Kota. cermat/teliti. santun.WAS. obyektif. Aspek Kritis 6.5. serta Ketua Tim tidak teliti. 6. integritas.2.

Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 3.3. 4. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.3. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.1. 5. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. pengisian keanggotaan DPRD. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 6. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).1. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor . Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. serta dicatat dalam KKE.. 2. 5.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. 6. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. 3. 6.1. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. pengisian personil. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.3. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan.1. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.142 - 1. pengalihan aset dan dokumen.2.2. 5. 2. pelaksanaan penetapan batas wilayah. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 5. 3. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi 1.2.2. 4.1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah. pembiayaan.2.

1. 3. adalah: 2. White board/flip chart. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru.4. 2. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. kertas. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. Lap top 2. penghapus.1. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . pengenalan permasalahan.Menguji data dan informasi yaitu : a. 2. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan.melalui kegiatan analisis kritis. perkembangan penyusunan perangkat daerah. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. yang terdiri dari. 2. pembiayaan. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil.. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru.3. spidol. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.143 - Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. baru (DOB) Kabupaten/Kota . Literatur terkait 3. dan kualitas personil atau aparatur. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi otonomi baru (EDOB) Kabupaten/Kota. pengisian personil.2. pelaksanaan penetapan batas wilayah. b. pengisian keanggotaan DPRD. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. pemberian atribut. Ruangan kerja. penilaian yang sistematis.5. atribut.2. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. pengisian personil secara keseluruhan. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. pengalihan aset dan dokumen.

pemberdayaan masyarakat dan desa. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. pemerintahan umum. otonomi daerah. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD). kehutanan. lingkungan hidup. d. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. ketenagakerjaan. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. kebudayaan. penataan ruang. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pertanahan. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. pertanian. dan lain – lain yang sah. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. perumahan. kearsipan. perencanaan pembangunan.144 - c. pemanfaatan ruang. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. perhubungan. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. koperasi dan usaha kecil dan menengah. i. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. f. kreteria. e. ketahanan pangan.. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. kepemudaan dan olahraga. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. terdiri dari: a. administrasi keuangan daerah. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. kepegawaian dan persandian. industri. pekerjaan umum. pelacak batas.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. pembuatan peta batas. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. d. dan perpustakaan.3. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. kesehatan. perangkat daerah. g. Atribut kondisi. Sedangkan. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. pemasangan pilar batas. statistik. b. pariwisata. e. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. sosial. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. komunikasi dan informatika. kependudukan dan catatan sipil. penanaman modal. h. c. dana perimbangan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan . perdagangan dan transmigrasian. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan.

1. 1. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan melakukan evaluasi daerah otonomi baru adalah: 4.3. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.5.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.14 Peraturan Menpan : PER/04/M. formulasi temuan. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.7.9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.10.145 - kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE.2.4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah .12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. 2. pengembangan temuan. Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.2. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.13 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru 4.. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). pengujian data dan informasi evaluasi. Konteks Penilaian : 1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4.PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.6. 4.16 Pengawasan APIP.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. akses data dan informasi evaluasi.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.

serta Ketua Tim tidak teliti. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Kode Etik APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. cermat/teliti. Kode Etik APIP.6. 6. dan Ketua Tim kurang teliti. independen. Mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5. evaluasi dokumen perencanaan.2.5. memahami IT.5. 5.4. Aspek Kritis 6. akurat. 3. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. 5. memahmai psikologi pengawasan. 5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.2.6. 3. integritas.9.5.8. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.2. 3. 5. Kode Etik APIP.. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.3.4. Mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.4. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).146 - 3.4. 4. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. 4. 3. 4.3. 3. 5. dan dapat dipertanggungjawabkan. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. 5. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. memhami teknik menyusun laporan. .2. memahami tekik komunikasi pengawasan. memahami indikator kinerja. santun. 5. 3.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 4. 4. 6.7. Mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.1. 3.5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.1. obyektif. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. berorientasi hasil. 3. 6.1.

4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 24. 3. Kriteria Unjuk kerja 1.1.01 Melakukan Evaluasi kecamatan TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi.3. Melakukan Evaluasi Kecamatan Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kecamatan.1. 2.02. kewenangan yang dilimpahkan. Dokumen terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yaitu tugas umum pemerintah.1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . dan kompetensi Camat diakses dan ditentukan. Mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan kecamatan ditentukan 3. 2.147 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2. 3.. Data dan informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah kecamatan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4.1 PKE diakses dan dipelajari 1.WAS.024.2. Hasil analisis data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 4.3. 3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang Elemen Kompetensi 1.2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.

5. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor kecamatan atau Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis sebutan lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. 2.2. Memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . pengenalan permasalahan. Kecamatan atau sebutan lainnya adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. White board/flip chart.1.. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. Menyusun Laporan 6. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di eilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan kecamatan atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah kecamatan yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. kertas. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.2. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.1. pemerintah 6. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.148 - dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. 5. 5.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah kecamatan. 6. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. spidol.3.1. Evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. serta dicatat dalam KKE. 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. menyelenggarakan tugas umum pemerintahan. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. penilaian yang sistematis. Ruangan kerja. pemberian atribut. atribut. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. penghapus.

otonomi daerah. kompetensi Camat dalam mengembangkan budaya kerja. ketenagakerjaan. kemampuan/pemahaman selaku PPAT. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan sebagian urusan kewenangan otonomi daerah yang dilimpahkan. b. tata ruang. perdagangan. kemampuan /pemahaman dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya.4.. kesbangpol. perumahan. kearsipan. dan Kompetensi Camat diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. koperasi dan ukm. b. kependudukan dan capil. c. koordinasi penerapan dan penegakan perundangundangan. kesehatan.5. perencanaan pembangunan.3. pariwisata.3.1. dan perpustakaan. kewenangan yang dilimpahkan. Konsep temuan evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. d. perhubungan. Literatur terkait 3. pemberdayaan masyarakat dan desa. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah Kecamatan atau . yang terdiri dari. koordinasi penyelenggaraan kehiatan pemerintahan ditingkat kecamatan. kepemudaan dan oleha raga. Sedangkan urusan pilihan yaitu kelautan dan perikanan. Menguji data dan informasi yaitu : a. energi dan sdm. Tugas Umum Perintahan yaitu pemberdayaan masyarakat. statistik. penanaman modal.149 - 2. dan kemampuan/pemahaman dalam mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif. komunikasi dan informatikan. Lap top 2. 3. ketahanan pangan.. Kompetensi Camat meliputi kemampuan/pemahaman dalam merumuskan kebijakan teknis SKPD. kemampuan/pemahaman dalam pengelolaan kepegawaian. Tugas Umum Pemerintahan. e. 2. koordinasi pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan umum. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya untuk dinilai.2. Atribut kondisi. budaya. koordinasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan peran sebagai kepala wilayah (tugas-tugas atributif). Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. dan transmigrasi. pertanahan. sosial. 3. Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. industri. dan pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. Kewenangan yang limpahkan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. pekerjaan umum. c. kehutanan. pertanian. terdiri dari: a. pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa dan/atau kelurahan. kreteria. kemampuan/pemahaman dalam penyelenggaraan pelayanan umum. lingkungan hidup. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.

8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.10 PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.2. akses data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. dengan tertulis/lisan/wawancara. pengujian data dan informasi evaluasi..o.2.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini. .150 - sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4.5.2. formulasi temuan. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.3. 3.7. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.1. 4. 4. 1. 3. 4.9. pengembangan temuan. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.11. 2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. memahami indikator kinerja. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Konteks Penilaian : 1.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.6.

Aspek Kritis 6.7. 3. berorientasi hasil. 4. dan Ketua Tim kurang teliti.1. dan pedoman evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 3.1. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). 6. 4.5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 6.2. serta Ketua Tim tidak teliti. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. independen.6.5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. 4.5. obyektif.6. integritas. memahami IT.8. memahami teknik menyusun laporan.9. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.4. Kode Etik APIP. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4.3. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan . mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4.2. 5.4. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3. memahami tehkik komunikasi pengawasan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. akurat. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 6.5.151 - 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. . memahami psikologi pengawasan. 6. Kode Etik APIP.4.. 5. Norma dan Etika Pengawasan. santun. cermat/teliti.4. 5.1. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 5. 6. memahami Standar Pengawasan Pemerintantahan. 5. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Kode Etik APIP. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.3.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 25. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.1.025. 2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah desadibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah Elemen Kompetensi 1. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 4. dan kemasyarakatan.152 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Data dan informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya. Dokumen terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya yaitu (1) pelaksanaan pemerintahan.WAS.3. Hasil analisis data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan desa ditentukan 3.02.1. 2. dan (2) komptensi Kepala Desa atau sebutan lainnya.1. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. pembangunan.1 PKE diakses dan dipelajari 1.3. Melakukan Evaluasi Pemerintah Desa Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk evaluasi pemerintah desa. Mengakses data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.2. 3..2.01 Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. dan (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan ditentukan. 3. . 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. 4. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. Kriteria Unjuk kerja 1.

pemberian atribut. White board/flip chart. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah desa atau sebutan lainnya. berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara KesatuanRepublik lndonesia Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. serta dicatat dalam KKE. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. penghapus. Evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis.1. pemerintah desa 6. 5. Menyusun Laporan 6. spidol. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Memformulasikan 5.2. Ruangan kerja. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. atribut. mengembangkan hasil evaluasi desa atau sebutan lainnya. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor atau sebutan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah desa atau sebutan lainnya. mengakses data dan informasi pemerintah desa lainnya. pengenalan permasalahan.3.1. 2.153 - penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. selanjutnya disebut desa. kertas. 2. penilaian yang sistematis.2.2. 5. adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat setempat. 5.. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan pemerintah desa dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam atau sebutan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari lainnya pimpinan unit kerja.1. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya oleh Tim Evaluator . Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan desa atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Desa atau yang disebut dengan nama lain. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan Evaluasi Pemerintah Desa adalah: 2.

terdiri dari: a. (1) pelaksanaan pemerintahan. (2) pembangunan meliputi profil pembangunan desa atau sebutan lainnya ekonomi masyarakat. dan (4) tertib administrasi pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. Literatur terkait 3. c. b. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan Evaluasi Pemerintah Desa: 4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk dinilai. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya.5.2. . pembangunan. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. budaya dan keagamaan. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pemerintah desa atau sebutan lainnya. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. dengan keamanan dan ketertiban. 4.2. 3. yang terdiri dari. b.5.154 - 2. (3) kemasyarakatan meliputi pembinaan kehidupan sosial. pembangunan. Administrasi pemerintah desa atau sebutan lainnya meliputi administrasi pemerintahan. dan kemasyarakatan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Konsep temuan evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Lap top 2. 3. kesehatan masyarakat . dan (2) kompetensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. d.1.3. Atribut kondisi. (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan meliputi sejauhmana penjabaran pelaksanaan ketentuan sampai kepada masyarakat desa atau sebutan lainnya.4. Menguji data dan informasi yaitu : a. Pelaksanaan (1) pemerintahan meliputi kependudukan dan catatan sipil. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. Kompetensi Kepala desa atau sebutan lainnya sesuai peryaratan administrasi dan khusus yang dipersyaratkan. dan kemasyarakatan. dan fasilitasi pelayanan pendidikan.4. d. c. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.3. e. 4. 4. 4.. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. dan kelembagaan sosial masyarakat. pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi desa atau sebutan lainnya. kreteria.

. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.1. Kode Etik APIP. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.155 - 4. Konteks Penilaian : 1. memahami psikologi pengawasan. dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Kode Etik APIP.2. 4. 3. akses data dan informasi evaluasi.14 Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.2. memahami Standar Pengawasan P2.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.9 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah.6. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. pengujian data dan informasi evaluasi.8 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 4. 2. 3. memahami teknik menyusun laporan.8.10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor13 Tahun 2006 tentang Pedoman penyelenggaraan perlombaan Desa dan Kleurahan. 3. 3.5. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. formulasi temuan. memahami IT. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 4.4.11 Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. 3.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 3.2.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.1.3.3.. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya 4. 4. 3. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. memahami teknik komunikasi pengawasan.13 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.1. akurat. 1.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.6. 3. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.7. 4. memahami indikator kinerja. 4. pengembangan temuan. 4.7.

5.156 - dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. serta Ketua Tim tidak teliti. Aspek Kritis 6.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. berorientasi hasil.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kode Etik APIP. 5. 6. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah desa atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.2. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 25. 6. 5.1.WAS. 6. santun. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan Ketua Tim kurang teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.4.4. 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.1.5. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). cermat/teliti. 5. 6. 6.6. independen. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas FPP. 5. 5. obyektif. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit Elemen Kompetensi . KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.5.3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. dan pedoman tentang pemerintah desa atau sebutan lainnya. integritas.5.02..026.

Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan . 4. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. kinerja instansi 4.2. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3.3.157 - 1. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. RKT. Melakukan 3. informasi laporan 3. 2. 5.1.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah pemerintah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.1. Memformulasikan 5. Mengembangkan 4. 2. 6.2.. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. 5.2.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).3. 5. 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1.2.1. Akuntabilitas 6. 3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi akuntabilitas dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan Pengujian data dan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP.1. Menyusun Laporan 6. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah 2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan laporan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan akuntabilitas diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. serta dicatat dalam KKE.

mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.1. b.5. 2. Ruangan kerja. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. penghapus.158 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. . memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. penilaian yang sistematis. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. berbagai praktik manajemen stratejik. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Jenderal. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Jenderal yang ditetapkan oleh Kementerian yang berwenang. kertas. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakuakn Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Menguji data dan informasi yaitu : a. Lap top 2. dan Dokumen Penetapan Kinerja.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah.3. Dokumen RKT. yang terdiri dari. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Jenderal yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. 2. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen Renstra Komponen. atribut. pemberian atribut.2.4. spidol. 3. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. pengenalan permasalahan. White board/flip chart. Literatur terkait 3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.1.2. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi Laporan akuntabilitas Instansi Pemerintah adalah: 2. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. 2.. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum.

Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. e.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. dan Fungsi Kementerian Negera serta susunan organisasi. 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Peraturan Menpan : PER/04/M. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. 4. (2) pengukuran. c.9. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. tugas. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian dan Lembaga Negara non Kementerian. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3.1. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja.6.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. Atribut kondisi. dan fungsi eselon I Kementerian Negara. kreteria. c. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.. e. terdiri dari: a.2. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. d. pengungkapan dan penyajian. akses data dan . Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.7.4. 4. 4. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan.3. b. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi.8. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Tugas.3.159 - dan indikator kinerja utama (IKU).5. d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. Konteks Penilaian : 1.

memahami tekik komunikasi pengawasan. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2.5.2.. berorientasi hasil. obyektif.5. pengembangan temuan. Memahami teknik menyusun laporan. Kode Etik APIP. 5. memahami psikologi pengawasan. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 4. 3. memahami indikator kinerja.1.8.7. Kode Etik APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5.3. 3. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 4.4. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi LAKIP. 3.1. serta Ketua Tim tidak teliti. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. integritas. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. pengujian data dan informasi evaluasi.6.6. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. 5.1. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. memahami IT. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.4. 3. 5.2.1. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaaluasi (LHE). cermat/teliti. 6. 3. . 6. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5.160 - informasi evaluasi. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.3. 6. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.2. santun.3. 3. 5. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. akurat. 4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.5. 2.3.4. independen. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. dan dapat dipertanggungjawabkan. 1. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 3. Aspek Kritis 6. formulasi temuan.

3. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).027. 6. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah .WAS. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.1.3.4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.02. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi 1.161 - 6. Kriteria Unjuk kerja 1. 2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.4. Kode Etik APIP. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. RKT. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. 3.. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.3. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 3.1.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. dan Ketua Tim kurang teliti. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 26.2.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintah Provinsi. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.

1. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah .2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. atribut.1. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.3.2. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. pemberian atribut. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. Memformulasikan 5. pengenalan permasalahan. serta dicatat dalam KKE..2. 5. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Menyusun Laporan 6. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. 5. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. 5.1. 6. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.162 - 4. penilaian yang sistematis. Akuntabilitas 6. 4. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.

e.5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. Dokumen RKT.1. pengungkapan dan penyajian. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD.. Renstra.1.163 - Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. dan indikator kinerja utama (IKU).2.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. b. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. 2. yang terdiri dari. Ruangan kerja. 2. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. b. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Peraturan – Peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. e.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).Menyusun hasil evaluasi LAKIP. 2. 4. d. berbagai praktik manajemen stratejik. 3. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. (2) pengukuran.4. Lap top 2. terdiri dari: a. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. d. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. c.1. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja.2. penghapus. White board/flip chart. 2. Atribut kondisi.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. Literatur terkait 3. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja.3. kertas. c. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. RKPD. spidol. dan Dokumen Penetapan Kinerja. 3. Menguji data dan informasi yaitu : a. kreteria. . Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.

Peraturan Menpan : PER/04/M. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3.2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3.1. 4. memahami psikologi pengawasan.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 3. 4.164 - 4. Kode Etik APIP. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4.4. memahami teknik menyusun laporan. 1. 4. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 4.3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. 4.7.2. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4. 4.1.. 3.2. Konteks Penilaian : 1. 3. . memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.3. memahami IT.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). memahami Standar Pengawasan. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. pengembangan temuan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.9. pengujian data dan informasi evaluasi. akurat.8. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. akses data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.9. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 4.7. 3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami indikator kinerja.2. 3. 3.1.6. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.8. formulasi temuan. dan dapat dipertanggungjawabkan. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.6. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.5.3. memahami teknik komunikasi pengawasan. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 3.4.

5.028. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan Ketua Tim kurang teliti.5.3. 5. Aspek Kritis 6. 6.5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.6. 6.1. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya..3.5.WAS. independen.4. kode etik apip. cermat/teliti.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. Kode Etik APIP. 6. berorientasi hasil. 6.4.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota . dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 27. santun. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. 5.02. 6. integritas. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). 5.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.4. 5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. obyektif. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 4.165 - 4.2. serta Ketua Tim tidak teliti.

Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 3.3. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. 5. Kriteria Unjuk kerja 1. 4. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 4. 6. 4. RKT. 5. 6. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.2.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian Elemen Kompetensi 1. 2.2.2. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.3.1.2. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.166 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 5. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja pemerintahan 6..1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.3. serta dicatat dalam KKE. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3.1. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota.1. 3. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 5. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah .1. 2. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.2.

manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. 2. White board/flip chart.3. 2.1. 2. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. kertas. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. spidol. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Dokumen RKT. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP.167 - diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. penghapus. pengenalan permasalahan. . Literatur terkait 3. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.1. penilaian yang sistematis. pemberian atribut. dan Dokumen Penetapan Kinerja.4. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. berbagai praktik manajemen stratejik. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan adalah: 3. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.5. yang terdiri dari. Renstra. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Lap top 2.2. RKPD. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.2. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. 2. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. atribut. Menguji data dan informasi yaitu : a.. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Ruangan kerja. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah.

4.8. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. terdiri dari: a. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. 4. 4.1.4.3..3.7.. c. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja.2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. b. pengungkapan dan penyajian. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4.168 - b. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau . Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. e.1. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. 4. c. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. 4. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.9.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. e. d. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Konteks Penilaian : 1.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.5. 3. Atribut kondisi.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. d. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. dan indikator kinerja utama (IKU). kreteria.6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. (2) pengukuran.

6.3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.4.. kode etik apip. pengembangan temuan. 4. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 3. memahami psikologi pengawasan. 5.1.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 33. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3. 5. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Kode Etik APIP. 3.3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. independen. 4. 6. memahami IT.5. 4. memahami Standar Pengawasan. akses data dan informasi evaluasi. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.4. 4.2. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.1. 6. 3. 5. pengujian data dan informasi evaluasi. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 5. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 3. obyektif.2. formulasi temuan. memahami indikator kinerja. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah . 3. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). 2. 1.4. 3. memahami teknik menyusun laporan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.1. integritas.6. memahami teknik komunikasi pengawasan.3. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.5. akurat. 5. 5.8.2.2.2.9.6. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. cermat/teliti.3. Aspek Kritis 6. 4.169 - disimulasikan. 3. santun. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.7. berorientasi hasil. dan dapat dipertanggungjawabkan.1. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.

3.4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). serta Ketua Tim tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.Waktu analisis Sasaran dan tujuan pengawasan dan pelaksana 2.00.Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisi yang dituangkan dalam KKP 2. manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisor yang dituangkan dalam KKP 2.01 Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 6. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1.Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada Pengawasan .1. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.170 - berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Kriteria Unjuk kerja Elemen Kompetensi 1.WAS.2. pengawasan 1. . menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 3 3 3 2 3 3 2 28. Menyusun 1. Menyusun 2. 6. Sasaran dan tujuan pengawasan dirumuskan 2.Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui Objek.5.4.2..3. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses dan Tujuan dipelajari.4. Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1.1.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diusulkan kepada supervisi. Kode Etik APIP. dan Ketua Tim kurang teliti KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.029.

sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pertanyaan diklasifikasi.3. pengawasan 3. waktu dan pelaksana pengawasan. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . 2.Waktu Pelaksanaan Pengawasan ditentukan dan diusulkan 2. 3. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3.1.4.4. 3. 2. 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3.3 Lap top. alat bukti.2.Usulan teknik pengujian dokumen. menyusun langkah kerja pengawasan. Langkah kerja pengawasan diusulkan 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. menyusun langkah kerja pengawasan. kertas.2.Usulan dokumen.5.3. Menyusun 4.2.Ruangan kerja.3. menganalisa risiko pengawasan 3. data dan informasi yang dibutuhkan diidentifikasi.2.. 3.Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. LCD.White board/flip chart.2.4. waktu dan pelaksana pengawasan. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektifsesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3. penghapus. menyusun obyek.Indikator kinerja. menyusun daftar pertanyaan pengawasan.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diidentifikasi.4. Menyusun 3. 3. 4. menyusun obyek.1.1.Obyek. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.3. 3.1.Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diidentifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing. 2.5. spidol. Pengawasan 4.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan disusun dan diusulkan kepada supervisi. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 4. dan tatacara Urusan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi. Pemerintahan 4. menyusun daftar pertanyaan pengawasan 4. menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan.6.171 - 2.

mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. Permendagri Nomor 8 th 2009.4. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3.7. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.1.4. waktu dan pelaksana pengawasan. 3.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).3. 3. tatacara pengawasan. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan.9.6.2. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.9. 3.2. 4. 3. memahami analisa manajemen risiko. alat bukti. 4.12.1.memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP. 3. Permendagri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pejabat Pengawas Pemerintah di Lingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah 4. memahami teknik verifikasi.8.172 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. memahami Standar Audit APIP. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. memahami indikator kinerja. 3.7. penyusunan daftar pertanyaan pengawasan. 4. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah.1.13. 3. 4. Peraturan MENPAN Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).6.11. memahami analisa risiko pengawasan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. memahami teknik penyusunan daftar pertanyaan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi merencanakan PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. memahami Kode Etik APIP. 3. 3. 4. 2. 4.5. penyusunan obyek.memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. Peraturan Menpan : PER/04/M. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.11.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP.o. . Peraturan Menpan : PER/05/M. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penyusunan sasaran dan tujuan pengawasan.10. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi/Kab/Kota.10. 4.5.. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. penyusunan langkah kerja pengawasan.8.2. 1. 4.

5.7. 5. integritas. alat bukti.4. 4.4.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. 6. mampu menganalisa potensi risiko audit.01 Judul Unit Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. obyektif.173 - 4. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses Tujuan dan dipelajari. independen. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 Memecahkan masalah 3 Menggunakan teknologi 2 29.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai.1.2. .3.030. Memverifikasi 1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.4. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. Aspek kritis 6.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada.5. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan diverifikasi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT Mengumpulkan. 5.6.2.Jika analisa potensi risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).3. berorientasi hasil.3. 5. 6.2. 5. mampu menerapkan teknik verifikasi dengan baik. santun 6. 4.1. dalam deskripsi unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan unit kompetensi menyusun PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. antara lain Jakwas dan PKPT.5.WAS. mampu menganalisa manajemen risiko. mampu menyusun daftar pertanyaan. 5. . Memverfikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP. 4. pengawasan 1.00.1.3. cermat/teliti.. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1. 6.6. mampu menstransfer indikator.4. 4. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.

membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3.5. Indikator kinerja.1. menyusun obyek.174 - 2. 3. 3.3.4. Memverifikasi 3.1. 2. 3. pengawasan 3.2. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diverifikasi. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2. Urusan 4. alat bukti. 2. kertas. Usulan teknik pengujian dokumen. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan diverifikasi. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 3. . Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diverifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing. data dan informasi yang dibutuhkan diverifikasi. spidol. waktu dan pelaksana pengawasan. 2.3. Obyek. Memverifikasi Objek..4. Usulan dokumen.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari.4. meverfikasi obyek. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2.3 Lap top. meverfikasi langkah kerja pengawasan. 2. LCD.2. 2.1.2.1. waktu dan pelaksana pengawasan. menyusun langkah kerja pengawasan.White board/flip chart. meverfikasi sasaran dan tujuan pengawasan. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi.Waktu dan pelaksana Pengawasan . Memverifikasi 4.4.3.3.5. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Waktu Pelaksanaan Pengawasan diverifikasi 2. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui analisis Sasaran dan tujuan pengawasan 2. meverfikasi daftar pertanyaan pengawasan.2.2. 4.Ruangan kerja. Langkah kerja pengawasan yang diusulkan diverifikasi 4.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.6.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. penghapus. dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi. 3. menganalisa risiko pengawasan 3.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diverifikasi kepada supervisi. 2.

1.4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. tatacara pengawasan.5. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. verifkasi langkah kerja pengawasan.8. 3. verifkasi obyek. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.175 - 4.6.2. Peraturan Menpan : PER/05/M. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. 3. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. waktu dan pelaksana pengawasan.7. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 3.6. memahami Kode Etik APIP. 1. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompeteni ini adalah: 4. memahami analisa manajemen risiko.3. 3.11.7. . Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi.12. memahami Standar Audit APIP.10.. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).5. 4. 4. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M. 3. 4. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan. 3. alat bukti.8.3.10.9. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan merencanakan PKPP. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan.1. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. 4. 3. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.1. memahami indikator kinerja. 3.9.2.2. 3.4. verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. memahami analisa risiko pengawasan.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.

Mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai.031. Mampu menganalisa potensi risiko audit 4. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1.11. 6. Mampu menganalisa manajemen risiko 4. 5.00. 5.2. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.4. obyektif. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 30. Menilai sasaran 1.3.176 - 3. cermat/teliti. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). santun.4. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan .3.Jika PKPP dibuat tidak diverifikasi dan dinilai secara memadai.1.5. Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP. Mampu menyusun Daftar Pertanyaan 4. Aspek kritis 6. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.4.2.Mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. memahami teknik verifikasi.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. 6.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada.1. berorientasi hasil.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.01 Judul Unit Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.WAS. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. 4. integritas.Mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. 4.6. 4. 5. antara lain Jakwas dan PKPT. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait dan Tujuan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses pengawasan dan dipelajari..3. 4. alat bukti. 5.Mampu menstransfer indikator.6.3.2. 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 1.2.7.1. 5. 5. independen.5.1.

- 177 -

dianalisis 1.4. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan dinilai. 2. MenilaiObjek,Wakt 2.1. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui u dan pelaksana analisis Sasaran dan tujuan pengawasan Pengawasan . 2.2. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.3. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.4. Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan dinilai kepada supervisi. 2.5. Waktu Pelaksanaan Pengawasan dinilai 2.6. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan dinilai sesuai dengan kompetensi masing-masing. 3. Menilai langkah 3.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek kerja pengawasan pengawasan dipelajari; 3.2. Usulan dokumen, data dan informasi yang dibutuhkan dinilai; 3.3. Usulan teknik pengujian dokumen, data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan dinilai. 3.4. Langkah kerja pengawasan yang diusulkandinilai 4. Menilai Daftar 4.1. Obyek, sasaran dan langkah kerja Pengawasan Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi Urusan 4.2. Indikator kinerja, alat bukti, dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi; 4.3. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahandinilai. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan; menyusun obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; menyusun langkah kerja pengawasan; menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam menilai PKPP adalah: 2.1.Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Lap top, LCD; 2.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan; 3.2. menilai sasaran dan tujuan pengawasan; 3.3. menilai obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; 3.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.5. menganalisa risiko pengawasan; 3.6. menilai langkah kerja pengawasan; 3.7. menilai daftar pertanyaan pengawasan.

- 178 -

4. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; 4.6. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.7. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.9. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota; 4.10. Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.11. Peraturan Menpan : PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan; verifkasi obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; verifkasi langkah kerja pengawasan; verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan memverifikasi PKPP. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ; 3.2. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP; 3.3. memahami analisa manajemen risiko 3.4. memahami analisa risiko pengawasan 3.5. memahami indikator kinerja, alat bukti, tatacara pengawasan; 3.6. memahami Standar Audit APIP; 3.7. memahami Kode Etik APIP; 3.8. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan; 3.10. memahami teknik penyusunan rencana pengawasan;

- 179 -

3.11. memahami teknik verifikasi; 3.12. Memahami teknik penilaian. 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP; 4.2. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP; 4.3. mampu menstransfer indikator, alat bukti, dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP; 4.4. mampu menganalisa manajemen risiko; 4.5. mampu menganalisa potensi risiko audit; 4.6. mampu menyusun Daftar Pertanyaan; 4.7. mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai; 4.8. mampu menerapkan teknik peniliaian secara memadai. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif; 5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek kritis 6.1.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada, antara lain Jakwas dan PKPT; 6.2.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai; 6.3.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 32. Melakasanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.WAS.00.032.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti

3. Melakukan 3. Menulis temuan 5. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. serta dicatat dalam KKP.180 - 2. . Penjelasan Prosedur Penilaian : 2. Mengakses data dan informasi pengawasan .1. Atribut kondisi. 3. 4. 2.2. Kesesuian antara dokumen data dan informasi pengawasan dengan criteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya.1. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. kreteria. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.1.2. 5. Data dan informasi yang kurang tepat diklarifikasi.2. Mengembangkan 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP pengawasan diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja 5.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi wasan (P2 HP) Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6.2.3.3. Menyusun Pokok6. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.4. Hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kreteria pelaksanaan kegiatan ditentukan dan Pengujian atas data disepakati dengan penanggungjawab kegiatan dan informasi 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan pengawasan. serta hasilnya dicatat dalam KKP.4. 3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6. Data dan informasi terkait ruang lingkup pengawasan diakses dan dipelajari 2.2. dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5.P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan Pokok Hasil disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. 4.1.1. Pengawasan/Penga 6.3.. 2.3.

Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 1.3. mampu menerapkan standar Pengawasan. 5. 3.4. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka pengawasan dan untuk menggali informasi.2. Independen. mampu menerapkan Kode Etik Pengawasan.. mengakses data dan informasi pengawasan. 3. 1. Cermat/teliti. Aspek Kritis 6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.2.6.3.5.181 - 2. menulis temuan pengawasan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini. 4.4. memahami IT.1.4. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5.5.1.1. 3. Santun. 3.2. Memahami Kode etik pemeriksaan.6. 4. integritas.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . 3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Memahami teknik komunikasi.3. 5. Memahami standar pemeriksaan. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mengembangkan temuan pengawasan. 6. 6. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi menyusun Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).1. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.2.5. 4. 5. 3. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami prinsip-prinsip pengawasan. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam pelaksanaan pengawasan.2. Berorientasi hasil. menyusun poko-pokok hasil pengawasan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Memahami teknik pemeriksaan. Obyektif. 4. 5. 3.

ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose.2. Infocus. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam melaksanakan ekspose hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: persiapan ekspose. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2 Permohonan ekspose beserta konsep Hasil Pengawasan yang telah tergabung disampaikan kepada pengelola ekspose 1.3.1. Perubahan yang dilakukan disertai dengan matriks yang menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah perubahan disampaikan kepada supservisi untuk dinilai dan diparaf.2.033.1.3. Masing-masing Pengawas Pemerintahan hasil pengawasan .01 Judul Unit Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 3. 2. 2.2. Menindaklanjuti 3.4. Memaparkan hasil pengawasan 1. Simpulan dari ekspose ditindaklanjuti oleh hasil ekspose Pengawas Pemerintahan dengan mengubah konsep Hasil Pengawasan sesuai dengan hasil ekspose 3.WAS. 2.4.182 - 33. 3. 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan untuk melaksanakan ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan.5.1. Mempersiapkan bahan ekspose. memaparkan Hasil pengawasannya 2. 3. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).1. Lap top.. spidol. Mempersiapkan ekspose hasil pengawasan . Penyanggah memberikan tanggapan/ sanggapan/pertanyaan kepada Pengawas Pemerintahan 2.2. Hasil penilaian dari supervisor diparaf dan disampaikan kepada sekretariat tim pengawas sebagai nett temuan. White board/flip chart. Ruangan kerja. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1 Konsep Hasil Pengawasan dipelajari 1. Jawaban atas tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dicatat dalam lembar kerja ekspose 3. Melakukan ekspose 2.3 Bahan presentasi ekspose disiapkan 2.3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. penghapus.00. Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP. kertas. 2. Tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dari penyanggah dicatat oleh Pengawas Pemerintahan dalam lembar kerja ekspose dan dijawab secara singkat dan benar 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.

. Mampu menjawab pertanyaan penyanggah dengan efektif 5. Mampu berkomunikasi efektif dalam ekspose 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Menindaklanjuti hasil ekspose 4.3. 1.3.2. 4. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 2.7.10.8.1. Kabupaten/Kota.11. 4.12. Memahami teknik komunikasi. 4. integritas. 4.6. obyektif.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Memahami teknik presentasi.3. 4. Menjawab pertanyaan dari para penyanggah 3. independen. 4. 4. 4.2.. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Peraturan Menpan : PER/05/M. Mampu memaparkan hasil pengawasan dengan efektif 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.9.1. 3.4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose. cermat/teliti. 5. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.2.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.183 - 3. Peraturan Menpan : PER/04/M. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan ekspose. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 5. 4.4.1. Memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan.2.1. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah.3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.2. 4.2.5.1.

1. Pengajukan permohonan pendistribusian LHP disampaikan 2. Meneliti kelengkapan atribut 1. LHP ditandatangani oleh Penanggungjawab Tim dan diautentifikasi. santun.5. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Menyusun laporan Hasil Pengawasan Kode Unit FPP. berorientasi hasil. Laporan hasil pengawasan berupa LHP dan Nota dinas petunjuk Menteri kepada Direktur Jenderal/Kepala Daerah yang telah dikonsultasikan dicetak 3.184 - 5. Penggabungan temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 3.1 Draft Laporan hasil pemeriksaan diakses dan dikompilasi 1.2 Kelengkapan atribut masing-masing temuan pada LHP diteliti dan dipelajari kesesuaiannya dengan standar penyusunan LHP..3 Kekurangan atribut temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 2.4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 34.3. Setelah diteliti ulang dan diparaf. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 6.1. Lembar pengesahan LHP dicetak dan disampaikan kepada seluruh anggota pengawas untuk diteliti ulang dan diparaf 3.1.00. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan. antara lain ringkas dan mudah dipahami 1.01 Judul Unit Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.034. 6.2. 3.2. Jika terdapat kreteria yang berbeda antara Pengawas Pemerintah dengan Penyanggah ekspose.WAS.2. Temuan yang mempunyai kesamaan materi digabung menjadi satu temuan 2. 5. Jika Pengawas Pemerintah tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil pengawasan. Menggabung temuan sejenis . Memvalidasi Laporan Hasil Pengawasan .6. Aspek Kritis 6.

penghapus..9. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. 3.1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam menyusun laporan hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: meneliti kelengkapan atribut.3.3. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). meneliti kelengkapan atribut.2. spidol.4. menggabungkan temuan sejenis dan memvalidasi LHP. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. . mengkomunikasikan penggabungan temuan kepada anggota pengawas. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4. 4. penggabungan temuan sejenis dan validasi LHP.5. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. 3. 2.6.2.1. Kabupaten/Kota. mencetak LHP. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.2. Peraturan Menpan : PER/05/M. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.12.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 2. Ruangan kerja. Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.10.1. kertas. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi in adalah : 4.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. 2.185 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penelitian kelengkapan atribut. 3. 1.3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Lap top. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).11.7.4. 4. 4. 4.2. 4.8. menggabungkan temuan sejenis. 4. White board/flip chart.

2. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM.2. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. berorientasi hasil. 5. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. integritas. 6.3. 5. 4. 6. cermat/teliti. memahami IT.2. 5. 19690824 199903 1 001 . Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. sehingga dapat multi tafsir.. obyektif. ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina Tk. Jika Pengawas Pemerintah tidak meneliti dengan baik hasil pengawasan. 3. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. 5.2. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.1.6. independen.1.3.5.3. santun. mampu menerapkan teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam penyusunan LHP. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA. 4. Mampu menerapkan standard pengawasan ke dalam penyusunan LHP.I (IV/b) NIP. 5.186 - 2. Aspek Kritis 6. memahami teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika Pengawas Pemeritnahan tidak menerapkan tata bahasa Indonesia yang benar.4. 5. 4.1. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 3. memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->