LAMPIRAN: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 TAHUN 2013.

TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH.

URAIAN STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS PEMERINTAHAN I. Pendahuluan Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah secara normatif meliputi pengawasan administrasi umum pemerintahan dan pengawasan urusan pemerintahan. Pengawasan administrasi umum pemerintahan terdiri dari pengawasan kebijakan daerah, pengawasan kelembagaan, pengawasan pegawai daerah, pengawasan kebijakan keuangan daerah dan pengawasan barang daerah. Sedangkan pengawasan urusan pemerintahan di daerah meliputi pengawasan urusan wajib dan pengawasan urusan pilihan yang menjadi wewenang daerah serta pengawasan atas pelaksanaan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat. Sejalan dengan kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 telah menetapkan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Jabatan fungsional ini mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk membangun profesionalitas pejabat Pengawas Pemerintahan tersebut, perlu diatur standar kompetensi kerja khusus Pengawas Pemerintahan sebagai persyaratan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan di bidang pengawasan pemerintah. Standar Kompetensi ini memiliki kesetaraan dengan standar sejenis seperti yang berlaku di kalangan dunia usaha maupun standar di negara lain atau internasional. II. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Penyusunan standar kompetensi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, khususnya pada prosedur penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (SK3APDN). Untuk menentukan unit-unit kompetensi kerja Pengawas

-2-

Pemerintahan, didasarkan pada tugas-tugas yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Sedangkan pengembangan substansi masingmasing unit kompetensi mengacu pada regulasi teknis dan standar yang ada antara lain sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemer intah di Wilayah Provinsi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan Dalam Rangka Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Daerah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25Tahun 2007 tentang Pedoman Penangangan Pengaduan Masyarakat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 20. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawas Internal Pemerintah; 21. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah;

-3-

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 23. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi NomorPER/04/M.PAN/03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; 24. ISO 19011-2011 : Guidelines for Auditing Management Systems. A. Pemetaan Fungsi Kerja Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. Pemetaan fungsi kerja jabatan fungsional Pengawas Pemerintahan didasarkan pada ruang lingkup pekerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya,sebagai berikut: Fungsi Utama Pengawasan atas Pembinaan Pelaksanaaan Urusan Pemerintahan Fungsi Dasar Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis Penerapan NSPK Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah

Melaksanakan Pengawasan Administrasi Umum Melaksanakan Pengawasan Substantif Urusan Pemerintahan Melaksanakan Pengawasan atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan Pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melaksanakan Pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah

01.01 FPP.BIN.BIN.009.01 FPP.02. Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan.WAS.BIN.02.01 FPP.01.01 FPP.A di atas.002.01 FPP.-4- Fungsi Utama Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom daerah Fungsi Dasar Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Evaluasi Daerah Melakukan Evaluasi DOB provinsi Otonom Baru (DOB) Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Evaluasi Kecamatan Evaluasi Kecamatan dan Pemerintahan Evaluasi Pemerintahan Desa Desa Evaluasi Laporan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Akuntabilitas Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Menyiapkan Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan B.02. Renja SKPD. Renja SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.02.01.01. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan FPP. Renstra SKPD.WAS. Berdasarkan peta fungsi kerja pada butir 1.005.006.007.01.004.WAS.WAS. RKPD.01 FPP.01 FPP.01 FPP.010.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.BIN.01 .WAS.WAS.02. Renstra SKPD.01 FPP.011. maka Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan adalah: Kode Unit FPP. RKPD.02.008.001.003.BIN.

01 FPP.021.01 FPP.01 Judul Unit Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan .034. terdapat unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemerintahan dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Umum.WAS.WAS.WAS.032.WAS.01 FPP.01 FPP.02.028.WAS.01 FPP.015.033.017.WAS.02.WAS.01 FPP.023.02.014.026.013.01 FPP.01 FPP.031.01 FPP.WAS.00.00.02.027.WAS.WAS.01 FPP.01 FPP.01 FPP.01 FPP.WAS.00.01 FPP.00.WAS.030.02.00.WAS.WAS.00.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB provinsi Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Melakukan Evaluasi kecamatan Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Dari Peta Kompetensi di atas.02. yaitu : Kode Unit FPP.01 FPP.02.02.01 FPP.WAS.02.WAS.WAS.01 FPP.022.WAS.01 FPP.01 FPP.029.00.02.01 FPP.WAS.WAS.01 FPP.018.02.02.02.016.031.02.025.012.019.WAS.030.WAS.02.WAS.-5- Kode Unit FPP.WAS.02.020.01 FPP.024.02.00.WAS.01 FPP.00.WAS.029.01 FPP.

01 FPP.023. Renstra SKPD.WAS.01.WAS.WAS.015.WAS.012.01 FPP.WAS.01 FPP.007.00.BIN.WAS.016.01 FPP.01 FPP.02.WAS.003.00.01 FPP.034.002.WAS.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.004.01 FPP.01 FPP.021.01 FPP.013.WAS.01 FPP. dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Inti. RKPD.WAS.02.02.-6- Kode Unit FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/kota Melakukan Evaluasi Kecamatan FPP.WAS.02.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Sedangkan unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan untuk dapat melaksanakan penugasan yang sifatnya pengawasan teknis urusan pemerintahan di daerah.02.01 FPP.02.02.01.02.02.02.02.01.011.001.02.01 FPP.019.033.014. Renja SKPD.WAS.01 FPP.01 FPP.01 . yaitu: Kode Unit FPP.02.006.01 FPP.01 FPP.02.WAS.02.01 FPP.022.01.WAS.01 FPP.024.008.WAS. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.02.01 FPP.WAS.WAS.01 FPP.01 FPP. RKPD.009.01 FPP.017.WAS. Renja SKPD.032.018.BIN.02.01 FPP.WAS.010.01 FPP.02.WAS.005.BIN.00. Renstra SKPD.020.WAS.01.BIN.BIN.02.WAS.

WAS. Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan FPP.02.027. Melaksanakan pengawasan urusan wajib.02.02.WAS. Melaksanakan Pengawasan administrasi umum aspek Kemampuan Kelembagaan FPP.028.00. A.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Rincian unit kompetensi yang harus dikuasai pada masing-masing jenjang Pengawas Pemerintahan adalah sebagai berikut: 1. sub bidang persandian pada bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum bidang Masyarakat dan desa b.01 FPP.02. sub bidang Kebijakan sarana dan prasarana pada bidang pendidikan c.033.WAS. sub bidang perhubungan darat pada bidang perhubungan h.01 1. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP.032.WAS.02.01 2.029.01 FPP. Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan B.WAS. Melaksanakan Ekspose Hasil Pengawasan Pemerintahan FPP.006.WAS.010. sub bidang kepemudaan dan olahraga pada bidang Kepemudaan dan olahraga e.00.00.01 4. sebagai berikut: a. sub bidang Pos dan telekomunikasi pada bidang Komunikasi dan Informatika i.02.01 2. f.026.01 1.00.034.WAS.01 3.01 FPP. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. identifikasi dan pengawasan . obat danperbekalan serta pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan d.025. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Pertama.WAS. Standar Kompetensi Inti Kode Unit Unit Kompetensi FPP. sub bidang pengelolaan umum pada bidang ketahanan pangan g. sub bidang SDM Kesehatan. pembinaan dan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan pengelolaan umum pada bidang ketenagakerjaan. Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan FPP.-7- Kode Unit FPP.WAS.WAS. sub bidang pembinaan bidang sosial. sub bidang pembinaan pelatihan dan produktifitas tenaga kerja.

industri pengelolaan hasil hutan. lingkunga hidup. lembaga konservasi. FPP. persampahan. pengelolaan DAS. sebagai berikut: a. Sub bidang inventarisasi hutan. penataan batas luar areal kerja unit usaha pemanfaatan hutan produksi. taman nasional. penyuluhan dan pengendalian pada bidang kelautan dan perikanan b. pemanfaatan kawasan hutan pada hutan lindung. Sub bidang usaha industri. pengembangan hutan hak dan aneka usaha kehutanan. pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. pemanfaatan kawasan hutan dan jasa lingkungan pada hutan produksi.WAS.-8- Kode Unit Unit Kompetensi penyandang masalah kesejahteraan sosial. Sub bidang tanaman pangan dan hortikultura. Sub bidang sumber daya air. keprintisan kejuangan dan kesetiakawanan pada bidang sosial. perlindungan usaha industri. Sub bidang kelautan. penganugrahan tanda kehormatan dan nilai-nilai kepahlamwanan. rencana pengelolaan jangka pendek cakar alam. bangunan gedung dan lingkungan pada pekerjaan umum. dan penguasaaan taman buru. pemanfaatan hasil hutan pada hutan produksi. penerimaan Negara bukan pajak bidang kehutanan.02.011.01 3. penguasahaan pariwisata alam pada kawasan pelestarian alam. pemasaran. tamana wisata dan taman buru. air munum. pelaksanaan program/ kegiatan bidang sosial. pengelolaan pemasaran. perbenihan tanaman hiasan. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. air limbah. perlindungan hutan dan penebangan/penanaman/ pemungutan hasil hutan pada bidang kehutanan d. areal buru dan kebun. j. suaka margasatwa. perkebunan dan penunjang pada bidang pertanian c. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan. sarana dan prasarana dan data industri pada . drainase. pengelolaan taman hutan raya. sumber daya manusia. permukiman.

00.02. sebagai berikut: a. panas bumi dan air tawar pada bidang energi dan sumber daya mineral.BIN.004. Renja SKPD. Menganalisis pengelolaan SDM FPP. alternatif pembiayaan sistem resi gudang.01. Melaksanakan Pengawasan urusan wajib. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Sub bidang perangkat daerah pada Bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum c. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD FPP.01 3. Standar Kompetensi Inti.01. e. Sub bidang metrologi legal dan perdagangan berjangka komoditi.WAS.01 1.01.BIN. Menganalisis teknis penerapan SPM FPP. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.005.02. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat FPP.014.01 5. Renstra SKPD. Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa 2.001. A. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.01 1.WAS.02. FPP.BIN. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Muda. Sub bidang kebijakan pembiayaan dan pendidikan serta tenaga kependidikan pada bidang Pendidikan e.030.01. f.BIN.010.-9- Kode Unit Unit Kompetensi bidang perindustran. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Sub bidang mineral. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) FPP.007.01 4.01.BIN. RKPD.003.01 6.01 2. RKPD. Renja SKPD. Sub bidang upaya kesehatan dan kebijakan pembiayaan kesehatan .WAS. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil b. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah FPP.WAS. Memverifikasi Program Pengawasan Pemerintahan kerja B.002. pasar lelang pada bidang Perdagangan.01 4.01 7. Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Sub Bidang sosial budaya masyarakat pada bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan d. batubara.

Menilai PKPP B.01 FPP. ketenagakerjaan. sebagai berikut: a. A.00. Sub bidang umum.WAS.01 FPP. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota 3. Melaksanakan Pengawasan urusan pilihan. perikanan tangkap.008. Bidang Kehutanan d.028.02. perikanan budidaya pada bidang Kelautan dan perikanan b. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 10.02. pengawasan.027.10 - FPP.01 1. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Madya.01 FPP. Sub bidang kerja sama.WAS. Standar Kompetensi Umum Kode unit Unit kompetensi FPP.01 pada bidang kesehatan. Menganalisis pengelolaan Barang / Aset .02. Sub bidang perdagangan dalam negeri bidang Perdagangan e. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi 13. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/Instansi Pemerintah 11. Sub bidang pembinaan ketenagakerjaan pada bidang ketenagakerjaan g.WAS.02.009.01 FPP.011.02. Sub bidang sarana komunikasi dan diseminasi informasi pada bidang komunikasi dan informatika j.02.WAS.WAS.025.031.02.01 FPP. f.01 2.. Sub bidang perkotaan dan pedesaan serta jasa konstruksi pada Pekerjaan Umum 8. Standar Kompetensi Inti Kode unit Unit kompetensi FPP.WAS.015.WAS. Sub bidang kemananan pangan pada bidang ketahanan pangan h. Sub bidang peternakan dan kesehatan hewan pada bidang Pertanian c. Menganalisis Kebijakan Keuangan Daerah FPP.01 1.WAS. Sub bidang geologi. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.02. pendidikan dan pelatihan pada bidang energy dan sumber daya mineral. sarana dan prasarana dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial pada bidang Sosial k. Sub bidang perkereta apian pada bidang perhubungan i.WAS. 9.017. Evaluasi Pemerintahan Desa 12.

b. perencanaan. kebijakan administrasi keuangan daerah. Bidang Kehutanan c. Melaksanakan pengawasan urusan wajib. sebagai berikut: a.010. pengendalian mutu pendidikan pada bidang Pendidikan. sebagai berikut: a.WAS. FPP.02. kurikulum. Sub bidang Bina Marga dan Penataan ruang pada bidang Pekerjaan Umum. standarisasi dan pengawasan industri pada bidang perindustrian .11 - Kode unit Unit kompetensi Daerah FPP.WAS.. Sub bidang pengawasan dan pengendalian pada bidang Kelautan dan perikanan. Sub Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam Pengelolaan SDA dan TTG pada bidang Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan. Pengembangan dan pendayagunaan PSKS dan pembinaan tenaga fungsional Pekerja Sosial pada bidang Sosial k. Sub bidang ketahanan pangan dalam bidang Ketahanan Pangan i. Sub bidang kebijakan bidang sosial. Sub bidang kebijakan dan standar. Sub bidang penguatan kelembagaan pada bidang Pemberdayaan Masyarkat dan Desa d.01 3. Sub bidang otonomi daerah. perencanaan sosial. c.02. h. Sub bidang manajemen kesehatan pada bidang Kesehatan g. pemerintahan umum. Sub bidang perencanaan dan program. Sub bidang perhubungan laut dan udara pada bidang Perhubungan j. e. Sub bidang kebijakan. pada bidang otda dan pemerintahan umum. Bidang kesatuan bangsa dan politik luar negeri b.011.01 4. penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dan pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Bidang Ketenagakerjaan. yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. f. pembinaan SDM. pembinaan dan pengawasan. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan.yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan.

Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja .016. dan sikap kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP.022. RKPD.WAS.01 FPP.02..01 FPP. RKPD.01 FPP.018. keterampilan.12 - Kode unit FPP. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan provinsi 12. Renja SKPD.01 FPP.02. pembinaan dan pengawasan pada bidang Transmigrasi.02.013. Melakukan Evaluasi Pemerintahan kecamatan 16.01 FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). kerja sama perdagangan internasional dan pengembangan ekspor nasional pada bidang perdagangan e. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan Kabupaten /Kota 13.02.WAS.02. Sub bidang perdagangan luar negeri.012. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan Kabupaten / kota 11. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.02.02.WAS. perencanaan. RKPD.02. Renstra SKPD. Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.WAS.01.02.WAS.WAS. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan provinsi 10. Sub bidang kebijakan. Renja SKPD.020.WAS.024.BIN. DAFTAR UNIT KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PEMERINTAHAN.01 FPP.021.02. Melakukan evaluasi DOB Kabupaten/ kota 15.WAS. Melakukan Evaluasi Rancangan Kebijakan Daaerah (Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah) 6.WAS.01 FPP.02.01 FPP. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas C. Melakukan evaluasi DOB provinsi 14. 1.WAS.023.001. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Kode Unit FPP. Renstra SKPD.019.014. Renja SKPD.WAS. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekon dan TP 8.02.01 Unit kompetensi d.01 FPP. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah 9.026. 5.WAS.01 FPP.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah 7. Renstra SKPD.

Renstra.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 4. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan sesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP.4. dll diakses dan dipelajari.4. . dan Renja tentang SPM/ NSPK SKPD. 3. RKPD. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis. Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab temuan. hasilnya dicatat dalam KKP.1. 2. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan SKPD penanggung jawab pekerjaan. Kemungkinan penyebab terjadinya temuan kondisi temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis. Kreteria pelaksanaan kegiatan Pengujian atas data ditentukan dan disepakati dengan dan informasi SKPD penanggungjawab kegiatan.7 Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut akibat temuan. 4. 1.3. 2. hasilnya dicatat dalam SPM/NSPK KKP.1. Dokumen perencanaan Daerah berupa dan informasi RPJMD. Melakukan 3. Mengembangkan 4.6 Tiap-tiap kemungkinan akibat diuji dan dianalisis. Mengakses data 2.1.2. Kesesuaian antara dokumen data dan pencapaian informasi dengan kriteria pelaksanaan SPM/NSPK dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.4 Kriteria pencapaian SPM/NSPK dalam dokumen perencanaan kegiatan dan keuangan daerah disusun sesuai dengan SPM/ NSPK yang akan dianalisis. Mempersiapan pelaksanaan pengawasan 1..3. yang akan di 2. rencana 4. Tiap-tiap kemungkinan penyebab diuji pencapaian dan dinalisis. 1. Hasil klarifikasi dengan SKPD penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. 4.13 - 1.3 SPM/NSPK yang akan dianalisis diakses dan dipelajari. 3.2. diklarifikasi. 4. Data dan informasi yang kurang tepat analisis.3. 3. diminta penjelasan dandiminta lagi tambahanya. rencana 3.1 PKPP diakses dan dipelajari.2. 1.

Renstra SKPD.3. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu. 5. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. RKPD. Menulis temuan 5. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. 5. menulis temuan pengawasan. mengakses data dan informasi pengawasan. 4. mengembangkan temuan pengawasan. 4. Renja SKPD. 5. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK.14 - perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan.9 Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan SKPD penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKP. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.8 Rekomendasi . sebab akibat pengawasan pada KKP diringkas supaya mudah rencana dipahami dan dikonsultasikan dengan pencapaian pimpinan unit kerja dan dicatat dalam SPM/NSPK KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.1. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.2. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya.. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. kreteria. Atribut kondisi. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.

Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. 3. 2. 2. e. target-target masing-masing SKPD pengampu SPM apakah sudah tercantum dan sesuai dengan indikator SPM. yang terdiri dari: a.. Ruangan kerja. Menguji target pencapaian SPM dalam dokumen rencana. Mempelajari dokumen rencana RPJMD. c. apakah terdapat program-program SKPD pengampu SPM.4. 2. Form Kertas Kerja Pengawasan(KKP). d. RKPD. belanja. b. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. target dan pagunya.2. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. ATK. apakah indikator SPM di dalam renstra SKPD sesuai tidak jumlah indikator.5. RKPD (seluruh program kegiatan bagi SKPD pengampu SPM sudah terangkum dalam dokumen ini) disini mengecek apakah indikator SPM dari masing-masing SKPD pengampu SPM sudah tertampung (di chek). Lap top. KUA-PPAS dan RKA-SKPD terkait program/kegiatan dan pengintegrasian SPM. Renja SKPD.15 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Pemda menyampaikan RKPD dan KUA ke DPRD untuk . Literatur terkait. 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2.1.2. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan.1. Cek di dalam tabel indikasi rencana program prioritas RPJMD. 2.3. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Di dalam renstra SKPD melihat kegiatan dalam masingmasing renstra SKPD pengampu SPM. Renstra dan Renja SKPD. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah sebagai berikut: 3.

16 - ditetapkan menjadi PPAS harus sejalan (melakukan pengecekan kesesuaian KUA PPAS dengan target-target pencapaian SPM di RKPD. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.11. 4. Peraturan Menpan PER/04/M. Langkah terakhir adalah memastikan target-target pencapaian SPM tercantum sebagai kegiatan dalam Program RKA-SKPD. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui . Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.12. Tata Cara Penyusunan.15. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah..1. Jo.3 Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.13.7. 4. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4.6.14.9. f. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.10.8. 4. 4. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian 1.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).5.4. 4. 4. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.1. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar.2.3.6. RPJMD. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP). Cermat/teliti. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Santun.3. Memahami Standar Pengawasan peme. 6. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. mengakses data dan informasi pengawasan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2. 4. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. 1. Integritas. 2. 3. Aspek Kritis 6. RKPD. Kode Etik APIP. 4.4. Memahami indikator kinerja target capain SPM. 5. 3.5. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan pemerintahan.4. 3. Independen. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan dapat dipertanggungjawabkan. menulis temuan pengawasan.) dan dokumen SKPD (Renstra dan Renja) serta dokumen anggaran (KUA dan PPAS serta RKA-SKPD). melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. 4.4.3.1. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. 3. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan target pencapaian SPM..5. 4. Memahami tatacara penyusunan dokumen perencanaan pembangunan di daerah (RPJPD. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. 4.6.5. 5. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. RKPD.1. lengkap dan akurat. 5.2.1. akurat. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Kompetensi yang dipersyaratkan Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. Kode Etik APIP. RPJMD. 5. Memahami prinsip pengendalian dan evaluasi terhadap dokumen rencana RPJPD. 4.17 - demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Berorientasi hasil. 5. 3. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. mengembangkan temuan pengawasan. .2.1. 5. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. Obyektif. Rensra SKPD dan Renja SKPD terhadap pengendalian kebijakan.6.

01 Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 2. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.01. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan APIP. Data dan informasi tentang penerapan NSPK diakses dan dipelajari.5.002. Data dan informasi tentang penerapan NSPKdianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasandan hasilnya dicatat di lembar KKP.2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. .3. 1. 2.1. ElemenKompetensi 1. Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Kriteria Unjuk kerja 1.1. 6.3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 2. PKPP diakses dan dipelajari.3. Entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akandilakukan diikuti. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Mengakses Data penerapan NSPK. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan pemerintahan diakses dan ditentukan.2.18 - 6.BIN. Dokumen NSPK yang akan diawasi diakses dan ditentukan. Kode Etik APIP.2. 6. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. serta Ketua Tim tidak teliti. 2.. 6.4. 1.4.

2.1. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1. . 5. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai. 4.3. 5. 4. 5. Kreteria keabsahan Data penerapan NSPK.3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Menulis temuan pengawasanpenera pan NSPK.3. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep temuan pengawasan.4. Atribut kondisi. 3. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK.19 - 3.5. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria NSPKserta implementasinya. 5. 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep temuan pengawasan. serta dicatat dalam KKP. Hasil analisis NSPK diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Konsep temuan pengawasan dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan. 5. serta hasilnya dicatat dalam KKP..2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 3. 5.1. 4. kreteria.2. 3.

RKPD. Mengakses Data penerapan NSPK. Renstra SKPD dan renja SKPD.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP.1.Unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan . Menulis temuan pengawasanpenerapan NSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP) penerapan NSPK. 6. NSPK adalah berbagai ketentuan berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK sebagai dasar bagi Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan urusan yang menjadi kewenangannya. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan diringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. 6. Renstra SKPD. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. RKPD.2. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK.20 - 6. Renja SKPD. Menyusun Pokok6. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah.3. penerapan NSPK. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan..

belanja.4. c. 2.White board/flip chart. 3.Mempelajari Kebijakan NSPK terkait. Proses penyusunan target-target penerapan NSPK diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Ruangan kerja.4. yang terdiri dari.Menganalisa dampak pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma. 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3.1.2. 2. Lap top. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP.5. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. 2. kertas.3. diinventarisasi dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. a. Database Pelayanan berdasarkan NSPK. standar.Menilai apakah setiap urusan pemerintahan yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah telah sesuai dengan NSPK yang ditetapkan oleh Pemerintah. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). 3. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan NSPK yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. spidol. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya.2.. . 3. prosedur.Menganalisa kesesuaian dengan NSPK terhadap penerapan urusan pemerintahan yang dituangkan ke dalam dokumen perencanaan daerah.1. b.21 - Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.3. penghapus. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. 3. NSPK masing-masing Urusan Pemerintahan yang diejahwantahkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses. 2.

Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK.5.8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).3.22 - 4.7. 2.10. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.2.12. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.9.14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.1.13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Mengakses Data penerapan NSPK. 4.. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian: 2.6.11.1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.4. Menulis temuan pengawasanNSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) penerapan NSPK. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai . Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Peraturan Menpan PER/04/M. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tata Cara Penyusunan. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. 4. 2.2. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. Jo. 4. 4.

. Obyektif. 5.3. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.2.2. Cermat/teliti. 4. 4. lengkap dan akurat.4. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap.5. 4. Norma dan Etika Pengawasan. 3. Integritas. Kode Etik APIP.3. Memahami indikator kinerja. 5.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Memahami IT.6. Memahami Standar Pengawasan APIP.1. .23 - 3. Jika sampling pengawasan tidak menggambarkan secara utuh populasi pengawasan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. Kode Etik APIP. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. akurat.1. serta Ketua Tim tidak teliti. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan/ pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. 5. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. dan dapat dipertanggungjawabkan. 5.1.2.3. 3.1.5. 3. Kode Etik APIP. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. Santun Aspek Kritis 5. 3. 5.3. 5.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Peemriksaan P2. 4. Independen. Berorientasi hasil.2. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan.4.5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5. 5. 5.4. 5. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan NSPK.

3. PKPP diakses dan dipelajari. Kesesuaian antara dokumen data dan . Melakukan 3.BIN. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisa teknis penerapan SPM. Target-target tahunan pencapaian SPM dan standar teknis beserta langkahlangkah kegiatan diakses dan ditentukan.1. entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan unit kerja yang akandilakukan diikuti.1.2. target-target nasional ditentukan dan proses penyusunan disepakati dengan penanggungjawab dokumen kegiatan.3. proses penyusunan dokumen keabsahan Data perencanaan dan sinergitasnya dengan Pencapaian SPM. perencanaan dan 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 3. Tatacara/proses penyusunan dokumen proses penyusunan perencanaan terkait dengan pencapaian dokumen SPM diakses dan dipelajari.24 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. 2. Data dan Informasi yang kurang tepat sinergitasnya diklarifikasidan dipenuhi. Data dan informasi tentang pencapaian target nasional. 1. Kriteria proses penyusunan dokumen pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional ditentukan. Menganalisis Teknis Penerapan SPM Kode Unit FPP. 2.01 Judul Unit Menganalisis teknis penerapan SPM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2.003. Mempersiapkan 1.01. Data dan informasi tentang Pencapaian keabsahan Data SPM diakses dan dipelajari. dengan target2. 1.. SPM serta proses penyusunan dokumen perencanaan serta sinergitasnya dengan target nasional dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasansesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. Pencapaian SPM . Kreteria keabsahan Data Pencapaian Pengujian SPM.2.4. 1.1.4.3. Mengakses 2. Dokumen SPM yang akan diawasi diakses dan ditentukan.5. pelaksanaan 1. ElemenKompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. perencanaan dan 3.

Hasilklarifikasi dengan penanggungjawabdicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 5.3. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) keabsahan Data Penerapan dan Pencapaian SPM. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Mengembangkan temuan pengawasan keabsahan Data Pencapaian SPM/ Penerapan NSPK . . 4.4. 4. 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 6.2. kreteria. informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional.1.1.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Menulis temuan pengawasankeabsa han Data penerapan dan Pencapaian SPM. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. 3. 3. 4. 6. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional.1. 6.. serta dicatat dalam KKP. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3. 5. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. 5.2. 6. 4.25 - sinergitasnya dengan targettarget nasional. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.3. Atribut kondisi.

Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. mengakses data dan informasi. RKPD. kepentingan nasional. dan Renja-SKPD untuk digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan dasar. Bupati atau Walikota. Unit ini terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. dapat berupa masukan. dan pemerintahan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisa teknis penerapan SPM melalui pengujian keabsahan data pencapaian SPM. memberdayakan.26 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. mengembangkan temuan pengawasan. proses. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundangundangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. dan mensejahterakan masyarakat. Renstra-SKPD. Analisis Kemampuan dan potensi daerah adalah pengolahan . menulis temuan pengawasan. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional. Kemampuan dan potensi daerah adalah kondisi keuangan Daerah dan sumber daya yang dimiliki daerah untuk menyelenggarakan urusan wajib pemerintahan daerah dan dalam rangka pembelanjaan untuk membiayai penerapan SPM. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan. kesejahteraan masyarakat. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. ekonomi. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Pemerintah Daerah adalah Gubernur. Rencana Pencapaian SPM adalah target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). melayani. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional..

yang terdiri dari. Mempelajari Kebijakan SPM terkait. Database Pelayanan berdasarkan SPM. 2.White board/flip chart. 2. 3.2.1. Literatur terkait. b. barang modal termasuk peralatan dan teknologi.5. 4. 2. c. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.3. Analisa apakah batas waktu Pencapaian SPM secara Nasional dan Jangka Waktu Pencapaian SPM di Daerah telah sesuai.4. Analisa apakah pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah dilakukan.. 2. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. . Proses penyusunan target-target penerapan dan pencapaian SPM diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. Ruangan kerja. SPM masing-masing Urusan Pemerintahan yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 2.4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Lap top.5. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan dan pencapaian target SPM yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional.3. a. 3. 2. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal (sumber daya manusia). dana. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. spidol. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3.27 - terhadap data dan informasi menyangkut kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Daerah. 3. 3.2. kertas. Analisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan. Form KertasKerja Pengawasan(KKP). Analisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah memadai.1. penghapus.1.2.6. 4.

4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2. Renstra SKPD. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4.8.4.11.13. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. RKPD. Kontek Penilaian : 1. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan.5. 3. akses data dan informasi pengawasan. pengembangan temuan pengawasan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Jo.2. . 1.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) pengawasan teknis penerapan SPM. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal.1. 4.9. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.28 - 4. 4. Renja SKPD. Memamahi tata cara petunjuk Penyusunan Dan Penetapan SPM. 4. Pengujian atas data dan informasi pengawasan. 4.12. Peraturan Menpan :PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).1. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan SPM. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.3.7.6.10.PAN/03/2008Tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM.. menulis temuan pengawasan. Memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. 3.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 4.3 Obyektif.5 Berorientasi hasil. 5.5. Aspek Kritis 6. 4. Renstra SKPD. Mampu menyusun standar evaluasi.2. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 5. Renja SKPD.2 Independen. 6. Kode Etik APIP.Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. 4. 3. 6. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan . Renstra SKPD. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.29 - 3.4. Memahami indikator kinerja. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4.4 Cermat/teliti.2. 5.01 Judul Unit Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. RKPD. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Kode Unit FPP. 6. Memahami Standar Pengawasan APIP. 5..6.7. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. 5. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. 4. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 3.5.BIN.6 Santun 6.1. 3.4. Norma dan Etika P2. Memahami IT.01. Mampu menerapkan kebijakan terkait SPM dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. RKPD.3. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.004. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Renja SKPD.3.4. 5.1 Integritas. Mampu menerapkan standar pemeriksaan.

30 - pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD. unit kerja yang akan dilakukan diikuti. Dokumen pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 1. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi.1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDyang akan diawasi diakses dan ditentukan. Kreteria keabsahan Data pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD. 1. PKPPdiakses dan dipelajari.2.3. Renja SKPD. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.4.. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD serta implementasinya. Renja SKPD. RKPD. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Renstra SKPD.1. Renja SKPD.4. Renstra SKPD. RKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.3. Renja SKPD. 2. Renstra SKPD. Elemen Kompetensi 1. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diakses dan dipelajari. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD. RKPD. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai 2. entry briefing dengan pimpinan tertinggi. Renja SKPD. 1. Renja SKPD. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 3. RKPD. RKPD. 3. Renstra SKPD. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.5. Renstra SKPD. Melakukan Pengujian Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan . Hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 2.2. Renja SKPD. RKPD. 3.3. Peraturan Daerah tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDdiakses dan ditentukan. 2. RKPD.2. 1. Mempersiapkan pelaksanaan analisis Kriteria Unjuk kerja 1. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dianalisis dengan menggunakan teknikteknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD oleh Pemerintah Daerah.1. Renstra SKPD. 3.

RKPD. Renja SKPD. Renstra SKPD. RKPD. 5.5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Renstra SKPD. Renja SKPD. 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam KKAnalisis. Renstra SKPD.4. . 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. sebab akibat telaahan atas hasil pada KKAnalisis diringkas supaya analisis pembinaan mudah dipahami sebagai konsep pelaksanaan rekomendasi hasil analisis pembinaan urusan pelaksanaan urusan pilihan terhadap pemerintahan yang RPJMD.3. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif.3.31 - bagian dari atribut kondisi yang dianalis. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. 5.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. Renja bersifat pilihan SKPD.2. 4.1.4. 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. KUAPPAS dan RKADPA SKPD. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 4. Renja SKPD. Renstra SKPD.2. Renstra SKPD. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis.. 4. Konsep telahaan pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Konsep telaahan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. kreteria. 5. Renja SKPD. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis.7. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. Memformulasikan 5. RKPD. RKPD. Atribut kondisi.6. RKPD. 4. 5. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggung jawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis.

Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. melayani. Renstra SKPD. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.5. Renstra SKPD dan renja SKPD. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD.32 - 5. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. memberdayakan. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. RKPD. Renja SKPD. melalui Mempersiapkan pelaksanaan analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melakukan PengujianData pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. RKPD.. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. . Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hasil konsultasi dengan Supervisor ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. dan mensejahterakan masyarakat.

prosedur. 2. 4. . Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Menganalisa proses pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daera. 3. standar.Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. penghapus.33 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. kertas. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah 3.5. serta hasilnya dituangkan dalam KKA.1. 2.4. 3. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. spidol. Ruangan kerja. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. 2. 3. Lap top.1. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Menganalisa upaya pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma.1. Renja SKPD. Renstra SKPD. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Form Kertas Kerja Analisis(KKA).Literatur terkait.2. 3.3. Whiteboard/flip chart.4. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan pilihan yang menjadi kewenangannya. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. RKPD. akibat dari kurangnya pembinaan Pemerintah. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. sebagai bahan masukan kepada Menteri Dalam Negeri. 3..3. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.5. serta hasilnya dituangkan dalam KKA.2. 2. belanja.

Jo. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: .6. Peraturan Menpan PER/04/M. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.2. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan dan memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.8.14. Pengujian data dan informasi terkait pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.3.4.10.5.12.2 Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Tata Cara Penyusunan. 4. 4. 2.9.. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. akses data dan informasi pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.1 Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi persiapan pelaksanaan analisis.34 - 4.11. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 4. 1. 4.PAN/03/2008tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.13. Kontek Penilaian : 1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.

Renja SKPD. Integritas..2. Renstra SKPD. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.5. 4.6. 3. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. Berorientasi hasil.1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).1.1. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 3. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Cermat/teliti. 4. 3. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan.005.4. 5.4. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. 6.6. 3. 4. 3. 5. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.35 - 3.1 Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.6. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. RKPD.7. 5. 4.5. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Kode Unit FPP. 3.01 Judul Unit Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan .2 Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. 6. Kode Etik APIP. Memahami teknik analisa. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. 5. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Obyektif. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.3.BIN. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Santun Aspek Kritis 6.3 Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Independen. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 5.2. Memahami indikator kinerja. Mampu menyusun standar evaluasi.3. 4.2. 2.01.3.5. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi.1.2.4. 5. Memahami IT. 2. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. 6. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.

5. 2.2. 3. Kriteria Unjuk kerja 1.2. 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 2. 3. 4. Tingkat perekonomian mikro masyarakat yang melaksanakan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis.2.3. 3. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akan dilakukan diikuti. Mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat 3. Melakukan Pengujian dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.1.. 1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi (tinggi/rendahnya partisipasi masyarakat dan naik atau tidaknya perekonomian masyarakat) dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam ElemenKompetensi 1.4. 3. Data dan informasi tentang program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan pilihandianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. 4.1.1.1.3. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. Kesesuaian kebijakan daerah tentang NSPK pelaksanaan urusan pilihan. Kesesuaian pencapaian indikator kinerja utama pada program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Mempersiapkan pelaksanaan analisis 2. Kreteria keabsahan Data pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. 3. Mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada .36 - Deskripsi Unit pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. PKPPdiakses dan dipelajari. Data dan informasi tentang kebijakan daerah untuk pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari.

3. 4. 4. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang .37 - kesejahteraan masyarakat. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. KKAnalisis. sebab akibat pada KKAnalisis diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep rekomendasi hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. memformulasikan temuan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif.4. melalui : mempersiapkan pelaksanaan analisis. 5. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis. 4. 4.Memformulasikan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.3. 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis.4. 4.7. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. Konsep hasil analisa dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan. Konsep telaahan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 5.2. dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai dan hasilnya ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan.6. kreteria. 5.5.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.2.. Atribut kondisi. melakukan pengujian data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 5. 5.

Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD . memberdayakan. RKPD. dan mensejahterakan masyarakat. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. melayani. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.38 - menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Renstra SKPD dan renja SKPD. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. belanja. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.

Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah : 4. 3.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. 4. 4. 3.3. kertas. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 2.5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Database penerapan urusan pilihan.1. 4. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3.4. Ruangan kerja. 4. Renstra SKPD.9.39 - sebelum disepakati dengan DPRD. Tata Cara Penyusunan. sebagai bahan masukan kepada Kepala Daerah.5. Renja SKPD. 2. 3. Whiteboard/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 2. 4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.3. Lap top. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. RKPD. 2. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD. 3.4. 2. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 2.. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan.10. spidol. 4. 3.5. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah.6. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tatacara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan .3. Menganalisa tingkat partisipasi masyarakat dan dampaknya bagi perekonomian mikro masyarakat setempat dalam pelaksanaan urusan pilihan sesuai dengan potensi wiayahnya. 4.1.1.8. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Literatur terkait. Menganalisa indikator kinerja utama pencapaian program/kegiatan terkait urusan pilihan. 4.7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. penghapus.6.

Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan. 3.11. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat dan Memformulasikan telaahan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakatdidemontrasikan. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Memahami prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat. 3. Kontek Penilaian : 1. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Pengetahuanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.5. Pengujian data dan informasi terkait dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.. Renstra SKPD. akses data dan informasi dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Jo. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. . 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian.12. Memahami IT.2. Mampu menyusun standar evaluasi. 4. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. 2.14. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. 4.13.4.3. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: 2. Kode Etik APIP. 3. 3.2. 1. 2. ataupun melalui praktek/demontrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan analisis. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.1. Melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. RKPD.40 - 4. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Memahami indikator kinerja.3. 3.1. Peraturan Menpan PER/04/M. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Memahami teknik analisa.7.2.2.1.6.3.8. 4. 4. Renja SKPD.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Daerah. 3.1.

Melakukan 3. Aspek Kritis 6. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan urusan pilihan yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 5. 5.6. 1. Integritas.2. 2. 4. Santun 6. Cermat/teliti. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi administrasi umum aspek kelembagaan.41 - 4.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.1.5. Mampu menerapkan standar pemeriksaan.5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5..02.4. 2. . Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1. PKPP diakses dan dipelajari. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.1.3. Mampu menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi.7. Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Kode Unit FPP. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi.6.4.2. 6. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 5. 5. Obyektif.2. 5.2.3. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1. 5.006. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Independen.1. Berorientasi hasil. 3. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Kelembagaan ditentukan dan disepakati dan informasi dengan penanggungjawab kegiatan. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 6. 4.WAS. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 6. 4.01 Judul Unit Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 1.Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.

5. 4. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. 4. 6. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. 4. Mengembangkan 4.2. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. aspek kelembagaan 6.2. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah kelembagaan dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan administrasi umum aspek kelembagaan.1. Menulis temuan 5. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. 6.42 - pengawasan aspek 3. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3.2.1.3.6.. Menyusun Pokok. 5. 5. Kesesuaian antara dokumen data dan kelembagaan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.3.2. serta dicatat dalam KKP. melakukan pengujian atas data .1. kreteria. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Atribut kondisi. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. 3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasanaspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya kelembagaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.

menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. Menguji dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja. Kesesuaian tugas dan fungsi organisasi dengan cakupan kewenangannya dianalisis. sekretariat DPRD. d. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. Pembagian Sub Unit Kerja diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan kemampuan rentang kendali. kecamatan.3.. kertas.1. Struktur organisasi telah menampung semua tugas dan fungsi diuji. m. b. spidol. dinas daerah. Lap top. 2. Struktur Organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan beban tugas yang ada. sekretariat DPRD. h. Struktur organisasi. tugas dan fungsi diteliti dan dianalisa apakah telah dilakukan evaluasi secara periodik dan dapatkan simpulannya. 2. Fungsi organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah terbagi habis pada unit-unit kerja yang ada.1. Uraian tugas yang dibuat telah diteliti dan dianalisa apakah telah dikomunikasikan dan telah dipahami oleh para pejabat/staf. g. e. Uraian tugas dan wewenang dari unit kerja/satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan diteliti dan dianalisa apakah telah dibuat. 2. yang terdiri dari: a. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2. Menguji kesesuaian penetapan perangkat daerah dengan peraturan perundang-undangan. j. l. yang terdiri dari: . 3. penghapus. Perangkat daerah kabupaten/kota adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. Struktur organisasi perangkat daerah dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2.4. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. c. 2. Perangkat daerah provinsi adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Uraian tugas yang telah dibuat diteliti dan dianalisa apakah tidak ada yang tumpang tindih baik antar unit kerja sendiri maupun antar SKPD.2.43 - dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. lembaga teknis daerah. i. k. White board/flip chart.5. apabila ada sebutkan tugas-tugas yang tumpang tindih dan analisa dampaknya. f. Wewenang yang melekat diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan tingkat kedudukan organisasi. Ruangan kerja. Kesesuaianorganisasi antara urusan wajib dan urusan pilihan dianalisis. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemrintah adalah: 3. Literatur terkait. Struktur organisasi telah mencerminkan pengendalian intern yang baik diteliti dan dianalisa. dan kelurahan. 3.

Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. f. Metodologi penyusunan SOP diteliti dan dianalisa. Menguji Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP). 4. d.11. yang terdir dari : a. c. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.12. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.9. Metodologipenyusunan anjab dan ABK diteliti dan dianalisa. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat.1. 4. b.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. Dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja diakses dan dipelajari. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.3. .2. c. Hasil Anjab dan ABK telah menjadi pedoman dalam organisasi diteliti dan dipelajari. SOP yang sudah ditetapkan diteliti dan dianalisa apakah telah diterapkan secara memadai. 4.6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.5. Alasan belum ditetapkannya SOP diidentifikasi.7. Dokumen SOP yang telah ditetapkan dipelajari dan dianalisa. 4.44 - a. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. e. Kesesuaian penyusunan Anjab dengan best practice yang ada dibandingkan. f. Anjab dan ABK telah menampung semua tugas dan fungsi diuji. Perhitungan analisa beban kerja dengan best practice yang ada dibandingkan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. d.. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. Kesesuaian SOP dengan best-practice yang ada dibandingkan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Kabupaten/Kota. b. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Jumlah kebutuhan dan realisasi SOP yang sudah ditetapkan diakses dan dipelajari. 4.3.10. 4. 4. Jo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah. 3.4. e.8.

melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. 3. obyektif. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2.1. 4. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan.4.2. 4. mampu menerapkan kebijakan terkait organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan pengawasan. cermat/teliti. memahami IT. memahami Kode etik pemeriksaan. 2.3. independen.3.1. mampu menerapkan standar pemeriksaan.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 4. berorientasi hasil. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami teknik pemeriksaan.1.6. integritas. memahami teknik komunikasi.45 - PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 5. memahami standar pemeriksaan. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. 5. 6.2. santun 6. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.1. 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.6. 3. memahami prinsip-prinsip organisasi perangkat daerah. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5. Aspek Kritis 6.4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.5..2. 4.1. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. . mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. 5.3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.3.4. 3. 1. 5. 6. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan.2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum penyusunan PKPP dan melaksanakan kegiatan PKPP.5.

sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi pengelolaan SDM. Mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 7.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 3. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 4. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Mengawasi Pengelolaan SDM Kode Unit FPP.. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian 4.2.01. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.2.02. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . 3. Judul Unit Mengawasi Pengelolaan SDM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4.2. 2.1. 2. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. 1. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1.3.WAS. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 3.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Kepegawaian ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan.007.1 PKPP diakses dan dipelajari. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. 1.46 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) 3.

menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Kepegawaian. White board/flip chart. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian . kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.4. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 5.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan Mengawasi Pengelolaan SDM. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 5. serta dicatat dalam KKP. 3.1. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Menulis temuan 5.3. 6. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian .Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Kepegawaian Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. kreteria. Menyusun Pokok6. yang terdiri dari.5.47 - diidentifikasi dan dianalisa. Menguji kebijakan Kepegawaian. penghapus. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 6.. 4. Literatur terkait. Atribut kondisi. a. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah Kepegawaian dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan administrasi umum aspek Kepegawaian adalah: 2.2. 2. 2. 5.1. Ruangan kerja. kertas. 2.2. 2.3.1. san (P2 HP) aspek 6.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan disunting menjadi Pengawasan/Pengawa ringkas sebagai konsep P2HP. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian .3. . spidol. Lap top.

a. bagaimana dasar kebijakan pengangkatannya dan darimana sumber dananya. Kebijakan daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Apakah ada syarat-syarat lain yang ditentukan Daerah di luar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah terkait Pengadaan Pegawai Negeri Sipil jelaskan pertimbangannya. h. 3) Periksa apakah kelulusan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Periksa apakah dalam penempatan pegawai telah sesuai dengan klasifikasi ijazah yang dimiliki. 6) Batas Usia.3. i. Menguji mekanisme Penerimaan Pegawai Baru. Periksa apakah jumlah hasil pengadaan CPNS melebihi formasi yang tersedia. 6) Periksa apakah terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pemerintahan daerah dalam proses seleksi. g. 7) Waktu dan Tempat Seleksi. e. Kebijakan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kepegawaian diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. c. 2) Alamat dan tempat lamaran ditujukan. 2) Uji apakah proses pendaftaran calon Praja dilaksanakan secara terbuka dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan. dapatkan datanya dan Periksa. f. 5) Periksa apakah terjadi kebocoran soal ujian/seleksi. Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah: 1) Periksa apakah telah dibentuk Kepanitiaan Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah. c. 4) Jadual pelaksanaan seleksi baik tertulis maupun lisan. Periksa apakah dalam setiap pengadaan pegawai dibentuk Panitia Penyaringan/Penerimaan.. Periksa dasar pertimbangannya.2. dan Periksa jangka waktu pengumuman 15 hari sebelum tanggal penerimaan lamaran. 3. Periksa komposisi personil panitia apakah secara fungsional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya.48 - b. Menguji pelaksanaan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Periksa apakah dalam pengumuman tersebut. dan pegawai tidak tetap. d. 4) Periksa daftar nominatif hasil test Calon Praja IPDN Tingkat Daerah dan bandingkan dengan daftar kelulusan apakah telah memenuhi persyaratan kelulusan. sebagaimana point b telah mencantumkan : 1) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar. tenaga harian lepas. Periksa realisasi penerimaan CPNS dari tenaga honorer. Periksa apakah penerimaan Pegawai Negeri Sipil telah diumumkan secara luas kepada masyarakat melalui media massa daerah yang beroplah besar berikut formasi yang dibutuhkan. Periksa apakah masih ada penerimaan tenaga kerja kontrak. a. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil: . 5) Klasifikasi Ijazah. 3. b. 3) Batas waktu pengajuan lamaran.

apa sebabnya. apa sebabnya terjadi kelambatan dilakukan pengambilan sumpah/janji. (Lakukan Uji Petik).. c Periksa apakah ada pendelegasian wewenang Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang penetapan SK kenaikan pangkat.49 - 1) Latihan Pra Jabatan a) Dapatkan SK penetapan Panitia Latihan Pra Jabatan. Menguji pelaksanaan Kenaikan Pangkat. Pegawai Negeri Sipil golongan II/d dan III/d yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian dinas. 3) Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil. 2) Pengujian Kesehatan Periksa CPNS yang diangkat menjadi PNS apakah telah memenuhi syarat kesehatan jasmani yang ditetapkan oleh Dokter/Tim Majelis Penguji Kesehatan yang ditunjuk pemerintah. c. namun belum memenuhi persyaratan (antara rekomendasi Baperjakat). a. c) Periksa apakah ada CPNS yang telah mempunyai masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. d. Apakah terdapat PNS yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan Kenaikan Gaji Berkala. 3) PNS yang diusulkan mendapatkan kenaikan pangkat pilihan. apa sebabnya. Periksa apakah ada CPNS yang telah diangkat menjadi PNS belum diambil sumpah/janji. 3. 3. dan apa sebabnya. namun belum diikutsertakan dalam ujian dinas. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Panitia Penyelenggara Ujian Dinas. Menguji pelaksanaan Ujian Dinas. Pemberitahuan/Edaran tentang pelaksanaan ujian dinas kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah. b) Periksa apakah ada CPNS yang belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. Menguji pelaksanaan Pemberian Kenaikan Gaji Berkala.6. dan apakah yang 2 (dua) tahun lebih tetap diusulkan menjadi PNS. . 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah diusulkan tetapi belum diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat. a. (buku penjagaan KGB).7. namun belum ditetapkan/ diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala. Dapatkan data dan berkas penyelesaian usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil periode 1 April dan 1 Oktober setiap tahun berjalan sebagai berikut : 1) Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat baik reguler maupun pilihan apakah ada (buku penjagaan kenaikan pangkat) tetapi belum diusulkan.Menguji pelaksanaan Pengangkatan dalam Jabatan. Dapatkan dan periksa data pelaksanaan Ujian Dinas dalam rangka kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagai berikut : a. 3. Lakukan uji petik beberapa berkas Pegawai Negeri Sipil peserta ujian dinas untuk menguji kebenaran persyaratan. apa sebabnya. 3. b.5.4. b. Ketepatan waktu penetapan Kenaikan Gaji Berkala PNS. b Uji berkas usulan kenaikan pangkat pilihan apakah sudah mendapat pertimbangan dari Baperjakat.

Periksa susunan personilnya.50 - a Apakah Kepala Daerah telah menetapkan analisis jabatan sebagai pertimbangan dalam menetapkan formasi jabatan. apa dasar pertimbangannya dan bagaimana kebijakan pemberian tunjangannya. apabila tidak ada apakah pejabat struktural eselon I dan II yang sudah mencapai usia 56 tahun telah diusulkan oleh BKD kepada Kepala Daerah perpanjangan jabatannya. f Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan kebijakan tertulis mengenai batas usia pensiun bagi PNS.. i Periksa tunjangan jabatan terhadap PNS yang menduduki jabatan rangkap. p Apakah ada PNS yang telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan negeri belum ditetapkan keputusan . d Apakah Sekretaris Daerah selaku pembina Pegawai Negeri Sipil Daerah telah menyampaikan setiap jenis mutasi kepegawaian kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai pelaksanaan pengangkatan. apa sebabnya. Periksa apakah hasil analisis jabatan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. baik sebagai penjabat kepala daerah maupun dalam jabatan fungsional. o Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah oleh Komisi Pemilihan Umum belum mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan negeri. g Periksa apakah perpanjangan usia pensiun pejabat struktural eselon I dan II yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sudah melalui pertimbangan Baperjakat. h Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah tentang pengangkatan Staf Khusus Kepala Daerah dan penempatan PNS pada BUMD. j Apakah masih terdapat pejabat yang telah diangkat dalam jabatan struktural telah 5 (lima) tahun lebih belum dialihtugaskan. apakah untuk 1 (satu) jabatan telah diusulkan 3 (tiga) orang (1 : 3). dapatkan datanya dan Periksa. k Periksa apakah pengangkatan PNS dalam jabatan struktural telah dilakukan melalui pertimbangan Baperjakat. m Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural belum diberikan tunjangan jabatan sejak saat pelantikan. b Apakah SK. l Periksa notulen hasil sidang Baperjakat. c Apakah Kepala Daerah dalam mengusulkan 3 (tiga) orang calon Sekretaris Daerah kepada Menteri Dalam Negeri adalah PNS yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku. apa pertimbangannya. n Periksa apakah ada pejabat yang pangkatnya lebih rendah membawahi secara langsung Pegawai/Pejabat yang pangkatnya lebih tinggi. dan bandingkan SK Pengangkatan dalam Jabatan dengan notulen hasil sidang Baperjakat tersebut. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Pembentukan Tim Baperjakat telah diperbaharui setiap 3 (tiga) tahun. e Periksa apakah terdapat PNS yang telah memasuki usia pensiun tetapi masih dipekerjakan dan menerima gaji penuh (100 %). dapatkan datanya dan Periksa.

Periksa apakah ada perpindahan PNS Pusat menjadi PNS Daerah dan sebaliknya telah memperoleh: 1) Persetujuan dari pejabat berwenang. 3. t Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah setelah mengajukan untuk bekerja kembali. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). namun belum dipekerjakan. v Periksa apakah ada pejabat yang menduduki jabatan struktural yang berasal dari perguruan tinggi/tenaga dosen.Menguji pelaksanaan Pemindahan Pegawai a. apa sebabnya. e. 3) Setiap unsur penilaian unsur prestasi kerja dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. f. 4) Surat Keterangan dari pejabat yang berwenang tidak sedang menjalani tugas belajar. Periksa dapatkan datanya. c. b. belum diusulkan untuk pensiun.8. Periksa apakah perpindahan PNS Pusat/Daerah menjadi PNS Depdagri telah memenuhi hasil pengamatan kompetensi yang sekurang-kurangnya bernilai baik. Periksa apakah ada pejabat/pegawai yang berasal dari TNI/POLRI yang diangkat dalam jabatan struktural namun belum beralih status kepegawaiannya. 2) Mempunyai Surat Keterangan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan/atau sedang dalam proses peradilan. r Periksa apakah pengangkatan pejabat struktural eselon II di lingkungan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan oleh Bupati/ Walikota belum dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur. s Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai ketetapan Komisi Pemilihan Umum setelah 21 (duapuluh satu) hari tidak mengajukan untuk diperkerjakan kembali namun belum dikenakan sanksi hukuman disiplin. bagaimana dasar pertimbangan pengangkatannya. u Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan struktural tetapi tidak melaksanakan tugasnya karena diperbantukan di Unit Kerja lain. Periksa apakah ada PNS propinsi dan kabupten/kota yang pindah ke departemen/lembaga pemerintah non departemen atau sebaliknya yang telah mendapatkan penetapan oleh Menteri Dalam Negeri. d. q Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan dari jabatan negeri telah berusia 56 tahun atau lebih. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN)..51 - pemberhentian dari jabatan negeri. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota antar propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. .

dan Pengawas Pemilihan belum mendapatkan ijin tertulis Pejabat Pembina Kepegawaian atau Atasan Langsungnya. h) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin yang kasusnya masih diproses oleh pihak Kepolisian/ Pengadilan/ Kejaksaan. apa sebabnya. j) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran hukum dan telah mendapatkan ketetapan hukum oleh penegak hukum. i) Periksa apakah ada PNS yang selain dijatuhi hukuman disiplin juga dikenakan tuntutan ganti rugi. b) Dapatkan data dan uji apakah terdapat PNS yang menjadi anggota/pengurus Partai Politik belum diberhentikan sebagai PNS. 3. c) Periksa apakah ada PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). a. e) Periksa apakah ada PNS yang melanggar kode etik/disiplin PNS belum dikenakan sanksi sesuai jenis pelanggarannya.10. g) Periksa apakah ada PNS yang dikenakan hukuman disiplin dan mengajukan keberatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK). f) Periksa apakah ada prosedur pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin tidak mengacu pada ketentuan terkait Disiplin PNS. Bagaimana realisasi penyelesaiannya. namun status kepegawaiannya belum diproses sesuai ketentuan. d) Periksa apakah dalam mempertimbangkan penjatuhan hukuman disiplin dibentuk Majelis Pertimbangan kepegawaian. dan sejauhmana tindaklanjut penyelesaiannya.52 - 3. a Periksa apakah ada PNS yang telah memasuki batas usia pensiun tetapi belum mendapatkan SK pensiun. Pembinaan Disiplin Pegawai 1) Hukuman Disiplin a) Dapatkan data dan periksa apakah telah dibuat pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin dari Pejabat Pembina Kepegawaian kepada pejabat lainnya.9. Lampirkan foto copy SK-nya.. Mintakan fotocopy SK tersebut. Bagaimana penyelesaian status kepegawaiannya. Menguji pelaksanaan Pemensiunan Pegawai. b) Periksa apakah terhadap PNS yang melanggar ketentuan . Panitia Pemungutan Suara (PPS). sejauhmana kegiatan dari Majelis tersebut. b Periksa apakah ada PNS yang telah menerima SK Pensiun tetapi masih menerima gaji secara penuh (100 %). 2) Ketaatan Terhadap Ketentuan Jam Kerja. k) Periksa apakah terdapat PNS yang sedang menjalani hukuman disiplin. Menguji pelaksanaan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil. diangkat dalam jabatan struktural. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). a) Periksa apakah kebijaksanaan Kepala Daerah tentang ketentuan jam kerja bagi PNS di lingkungan Pemerintah Daerah telah dilaksanakan dan ditaati.

Menguji pelaksanaan pemberian Tanda-tanda Kehormatan. 3) Penertiban Ijazah Palsu/Aspal. dan 30 (tigapuluh) tahun tanpa cacat belum diusulkan untuk mendapatkan Satya Lencana Karya Satya. b Periksa apakah ada anggota keluarga yang tercantum dalam daftar gaji PNS yang sudah tidak berhak mendapat tunjangan. c. Diklat Fungsional dan Diklat Teknis. b) Periksa berapa jumlah PNS wajib LP2P. bagaimana pengaturannya dan darimana sumberdananya. a Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah mengenai kesejahteraan pegawai. a) Periksa apakah telah dibentuk Tim Penilaian LP2P sesuai dengan ketentuan yang berlaku. a.14. Periksa apakah pimpinan satuan kerja telah melakukan identifikasi kebutuhan Diklat untuk menentukan jenis . Periksa apakah ada PNS yang belum memiliki Kartu Pegawai dan apa sebabnya. Periksa apakah setiap pelaksanaan Diklat telah dibuat laporan pelaksanaannya. c) Periksa apakah pegawai yang tidak (terlambat) menyampaikan LP2P telah diambil tindakan dan apa jenisnya. (Lampirkan foto copy SK tersebut). Menguji pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dalam bentuk apa. Periksa apakah ada PNS yang memiliki Ijazah palsu/Aspal dan bagaimana langkah-langkah penyelesaiannya. d. Periksa apakah Diklat Propinsi dalam setiap penyelenggaraan Diklat PNS telah membuat pedoman sesuai jenis Diklat yang dilaksanakan. Periksa apakah ada pegawai yang telah mengabdi mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun. jam kerja. 3. 4) Penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P). Menguji pelaksanaan Pemberian Kartu Pegawai. Periksa apakah pembagian gaji PNS yang telah mendapatkan ijin melakukan perkawinan lebih dari satu gajinya telah dibagi sesuai dengan kesepakatan. Mintakan Salinan (foto copy) SK tersebut. 3. Periksa apakah sudah dibuat pendelegasian wewenang dari Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang pelaksanaan pemberian ijin perkawinan dan perceraian PNS.15.53 - 3. 3.11. tetapi masih tetap dibayarkan tunjangannya. 3. 20 (duapuluh) tahun. telah diberi peringatan maupun hukuman disiplin sesuai ketentuan. Periksa apakah rencana dan Program Diklat Pegawai Negeri Sipil telah disusun setiap tahun anggaran yang meliputi Diklatpim. Menguji pelaksanaan Kesejahteraan Pegawai. Menguji pelaksanaan Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS. Periksa apakah kurikulum dan metode Diklat telah mengacu pada standar kompetensi jabatan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. berapa yang telah menyampaikan laporan dan yang belum menyampaikan laporan.12. c. b. Periksa apakah ada PNS yang melakukan perkawinan lebih dari satu tanpa persetujuan isteri pertama dan Pimpinan Satuan Kerja. 13. a. b.. Periksa apa sebabnya. e.

j Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan yang ketiga. c Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 24 (dua puluh empat) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan selama 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih tidak mengambil cuti tahunan. g Periksa apakah PNS yang diberikan cuti sakit lebih dari 14 hari dan untuk paling lama 1 tahun 6 bulan. e Periksa apakah PNS yang diberikan cuti besar selama 3 (tiga) bulan telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi adalah: 4.2. h Periksa PNS yang menderita sakit setelah 1 tahun 6 bulan dan belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk bekerja kembali sebagai PNS. 4. diberikan cuti besar untuk persalinannya. Periksa apakah pemberian cuti diluar tanggungan negara (CLTN) kepada PNS yang bersangkutan telah mendapat persetujuan Kepala BKN. Diklat Kader. f Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan dalam tahun yang berjalan apakah pernah diberikan cuti besar. Periksa apakah ada rencana dan program diklat PNS yang disusun meliputi Diklatpim. b Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 18 (delapan belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan pada tahun sebelumnya tidak mengambil cuti tahunan dan diambil bersamaan pada tahun yang berjalan. 16. telah melampirkan Surat Keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.1. 3. Diklat Teknis. 3. diberikan 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan. apakah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan mendapat uang tunggu dan hak-hak kepegawaian lainnya. apakah Gubernur mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Diklat dengan menggunakan dana pungutan/ kontribusi/swadana.54 - Diklat yang sesuai dengan kebutuhan instansinya dan mengusulkan kepada Badan Diklat Propinsi. Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil a Periksa PNS yang telah diberikan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.17. Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. k Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan keempat dan seterusnya. i Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan pertama dan kedua. 4. Periksa apabila tidak didukung dana APBD. d Periksa PNS yang menjalani cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja ditempat yang sulit perhubungannya (transportasinya) apakah diberikan tambahan hari. Diklat Fungsional. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang . f. Pendidikan Formal lainnya yang didukung dengan APBD tetapi ada dana pungutan/ kontribusi/swadana. g. diberikan cuti diluar tanggungan negara..

3. tanggal 18 April 1994. pengembangan temuan pengawasan aspek Kepegawaian.1.2.4. memahami IT. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) aspek Kepegawaian didemonstrasikan.2.55 - Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 4. tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. memahami prinsip-prinsip manajemen PNS.3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. .11 Keputusan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentangPengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002. 1. memahami kode etik pemeriksaan.12 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999.10 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 1994.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini dengan tertulis/lisan/wawancara. 4. 2. 4. 3.. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS.1. 3.6. PP Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural.9. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.8. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS. pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.7. 4. 4. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.3. data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. 4.

6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis kebijakan keuangan daerah. 6. diakses dan ditentukan 2. obyektif. 5. 5. Melaksanakan Analisis Kebijakan Keuangan Daerah Kode Unit FPP.6. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1.3. integritas. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersiapkan 1.2. mampu menerapkan standar pemeriksaan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan kebijakan unit objek yang akan diperiksa diikuti keuangan daerah 2.2.02.. Mengakses data dan 2. 3.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.2. 5.1 PKPP diakses dan dipelajari pelaksanaan 1. 4. 4.2. Dokumen pelaksanaan kegiatan Adum informasi aspek kebijakan keuangan daerah pengawasan kebijakan sesuai ruang lingkup pengawasan keuangan daerah .3. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4.01 Judul Unit Melaksanakan analisis kebijakan keuangan daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. cermat/teliti. 5.1.4. memahami standar pemeriksaan. mampu menerapkan kebijakan terkait kepegawaian dalam pelaksanaan pengawasan. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. independen. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 3.4.008.1. memahami teknik pemeriksaan. Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah .5. santun 6. 6. 5.3.WAS.56 - 3. 5.5. 4. berorientasi hasil. Aspek Kritis 6.4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 8. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. memahami teknik komunikasi. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.

3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Atribut kondisi. . 1. serta dicatat dalam KKP 5. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4.2.2. 3. 4. serta hasilnya dicatat dalam KKP..3. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3.57 - 3.1. 3.2. 5. kreteria. 5. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait adum aspek kebijakan keuangan daerah dengan ketentuan kebijakan keuangan daerah dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3 Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah dianalisis dengan menggunakan teknikteknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Memformulasikan temuan pengawasan diklarifikasi dan dipenuhi. 5. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.

Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. pertanggungjawaban. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah .58 - 6.. pelaporan. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam . Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan menganalisis kebijakan keuangan daerah.1. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . 6. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. dan pengawasan keuangan daerah. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan/Pengawa san (P2 HP) 6. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah. yang terdiri dari : mempersiapkan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah . dan ditetapkan dengan peraturan daerah. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. pelaksanaan. penatausahaan. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. dana. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD. PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan. menyimpan. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. . Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. membayarkan. menyimpan. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan.. belanja. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya balk yang berupa personil (sumber daya manusia). dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. menatausahakan. menyetorkan. Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. menatausahakan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.59 - melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD.

Perencanaan dan Penganggaran.2.1. prioritas dan plafon anggaran. 2. Dasar otorisasi pengelolaan Keuangan Daerah seperti SK Pembentukan TAPD.4. Belanja Daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. penghapus. Lap top.5. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. d. Menguji kebijakan pengelolaan keuangan daerah. 2. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. a.1.1. kertas. 2. kebijakan umum APBD.3.60 - Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program.. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan pedoman lainnya yang berlaku termasuk hasil evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD.2. yang terdiri dari. 2. a Periksa apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disusun berdasarkan dokumen perencanaan daerah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. c. 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Literatur terkait.2. Ruangan kerja. White board/flip chart. SK Pengankatan BUD. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah. 2. spidol. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah. 3.ah memenuhi prinsip-prinsip SPIP yang memadai serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Keputusan Kepala Daerah ttg Rekening Daerah dll diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Pendapatan Daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. b Periksa apakah RKA-SKPD telah disusun berdasarkan: . Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya dan te. b. Menguji kesesuaian pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku: 3.

2. standar satuan kerja. b. mintakan penjelasan dan catat jenis pungutan apa saja. program. Periksa penerbitan SPD. Periksa ketepatan pembebanan atas transaksi pengembalian kelebihan pajak. Pendapatan Daerah.2. Periksa apakah perubahan APBD dilakukan sesuai kriteria/persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perUndang-Undangan/ standar/pedoman yang berlaku. c) Jika ada pungutan daerah yang tidak ditetapkan dengan Peraturan Daerah.. a. fungsi. dan standar pelayanan minimal. f) Periksa apakah biaya pemungutan pajak daerah sudah diatur dengan Peraturan Daerah. 2) Capaian kinerja. e) Periksa prosedur dan pelaksanaan pemungutan dan penyetoran Pendapatan Asli Daerah. 3. analisis standar belanja.61 - 1) Keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari kegiatan dan program termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut. h) Periksa apakah seluruh Peraturan Daerah tentang . apakah telah mempertimbangkan penjadwalan pelaksanaan program dan kegiatan yang dimuat dalam DPA-SKPD dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. d. a. a) Periksa apakah jenis pungutan pajak dan retribusi Daerah sudah sesuai dengan peraturan per-UndangUndangan yang berlaku. kegiatan. b) Periksa apakah semua pungutan Daerah sudah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. ganti kerugian daerah dan sejenisnya yang terjadi dalam tahun berjalan dan yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya. g) Periksa apakah besarnya (prosentase) biaya pemungutan pajak daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. retribusi daerah. Jika tidak sesuai mintakan penjelasan. 3. Periksa apakah dokumen pelaksanaan anggaran SKPD (DPA-SKPD) telah disusun secara rinci berdasarkan sasaran yang hendak dicapai.2 Pelaksanaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah. dan rencana penarikan dana serta pendapatan yang diperkirakan. indikator kinerja. Periksa ketepatan waktu proses dan pengesahan DPA – SKPD tersebut. d) Periksa tentang cara menetapkan perkiraan target Pendapatan Asli Daerah. Periksa apakah semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalaui rekening kas umum daerah.3. Pendapatan Asli Daerah 1) Pajak dan Retribusi Daerah. e. c.

2) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. hitung potensi kerugian daerah atas keterlambatan penyetoran devide ke Kas daerah. Jika sudah mintakan tanda terimanya. apa saja kebijaksanaan Kepala Daerah dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada wajib pajak dan wajib bayar.62 - Pajak dan Retribusi Daerah telah diundangkan dalam Lembaran Daerah. bandingkan antara penyertaan modal dengan bagian laba (deviden) yang diterima. k) Periksa dan evaluasi. Periksa apakah prosedur dan pelaksanaan penerimaan jasa giro sudah sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. Jika belum ditetapkan. lakukan pengujian di Unit Pelaksana Pelayanan. b) Kapan penyetoran deviden ke Kas Daerah. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara kepada bendahara. j) Periksa apakah ada Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi yang dibatalkan oleh Menteri Dalam Negeri. i) Periksa apakah Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah setelah ditetapkan. apakah menguntungkan atau merugikan pemerintah daerah. 1) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. telah dihentikan pelaksanaannya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya Keputusan Pembatalan.. Jika belum. pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang melakukan tindakan melanggar hukum atau kelalaian jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian daerah. c) Periksa apakah pengenaan ganti kerugian daerah . minta penjelasan kenapa demikian. sudah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan paling lambat 15 hari setelah ditetapkan. c) Dapatkan Laporan Hasil Rapat Umum Pemegang (RUPS) atas penyertaan modal. a) Sejauhmana kontribusi penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada pihak ketiga dan BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah. hitung bagian deviden yang menjadi hak daerah berdasarkan persentase kepemilikan saham. 3) Pendapatan Bunga Periksa kebijakan jasa giro ditetapkan oleh siapa. 2) Jasa Giro. Periksa dan mintakan penjelasan. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Periksa lain – lain PAD apa saja yang telah ditetapkan . l) Periksa apakah Bendahara Penerima telah ditetapkan oleh Kepala Daerah pada awal tahun anggaran. 4) Tuntutan Ganti Rugi a) Apakah SK Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. b.

e) Apakah telah ditetapkan Peraturan Daerah tentang tata cara tuntutan ganti kerugian daerah. c) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan triwulan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada Menteri Keuangan. Apabila ada bantuan dari luar negeri apakah sudah melalui Pemerintah Pusat. Periksa apakah alokasi penerimaan dana perimbangan bagi hasil pajak dan SDA telah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan . b) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menerima Penetapan batas maksimal kumulatif pinjaman pemerintah daerah. a) Periksa apakah penggunaan DAU telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Jika ada apakah telah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah antara Pemerintah Daerah dengan pemberi Hibah.63 - terhadap bendahara telah ditetapkan oleh BPK. 4) Hibah. Berapa jumlah dan untuk apa bantuan tersebut. b) Periksa apakah penggunaan DAK dilakukan sesuai dengan Petunjuk Teknis penggunaan DAK . Catat juga jumlah dan untuk keperluan apa saja serta berapa dana pendamping sekurang-kurangnya 10% dari alokasi DAK dan dianggarkan dalam APBD. a) Periksa apakah propinsi yang diperiksa menerima DAK yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan. 5) Dana Darurat. 3) Dana Alokasi Khusus. b) Periksa apakah terdapat pemberi hibah yang berasal dari dalam negeri. Menteri Teknis dan Menteri Dalam Negeri. 1) Bagi hasil pajak dan Sumber Daya Alam. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah menerima pendapatan hibah yang merupakan bantuan tidak mengikat. Periksa apakah terdapat DAK yang disalurkan ke rekening selain rekening Kas Umum Daerah. Dan Periksa apakah Pemerintah Daerah telah meminjam lebih dari 60% dari Produk Domestik Bruto tahun yang . a) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah menerima Dana Darurat karena mengalami krisis solvabilitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Dana Alokasi Umum. disalurkan dengan cara pemindah bukuan dari rekening Kas Umum Negara ke rekening Kas Umum Daerah. c) Periksa apakah hibah dari pemerintah dan hibah dari luar negeri dikelola melalui mekanisme APBN. d) Periksa apakah pengenaan ganti kerugiaan terhadap pegawai negeri bukan bendahara telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. c.. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan penggunaan DAU Triwulanan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. Dana Perimbangan.

4. Belanja Daerah 1) Belanja Langsung Periksa apakah penganggaran Belanja Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. 4. c) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menetapkan Dana Cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. bantuan keuangan.8 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.9. . Pembiayaan 1) Penerimaan. 4. Periksa Apakah pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. d. e. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan..7.10. bunga. c) Periksa apakah pemberian pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah atas persetujuan DPRD.5. 4.6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. subsidi. 4. 2) Pengeluaran a) Periksa apakah pembentukan dana cadangan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. b) Periksa apakah Penyertaan modal pemerintah daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. dan belanja tidak terduga telah sesuai dengan ketentuan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. bantuan sosial.64 - bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.2.1.4.3. 2) Belanja Tidak Langsung a) Periksa apakah penganggaran Belanja Tidak Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. belanja bagi basil. 4. Peraturan Pemerintah Nomor . hibah. 4. b) Periksa apakah kebijakan penganggaran Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari belanja pegawai.

4. .14 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.3.akses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. 3.1..15 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.18 Peraturan Menpan : PER/04/M. 2.20 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.17 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.5. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah.6. 3. memahami konsep. Jo.12.65 - 4. 4. 3.13. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan keuangan daerah adalah menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya secara memadai. filosofi dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. 3. formulasi temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.2. memahami prinsip-prinsip pengawasan kebijakan daerah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko.1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 3. 4.16 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah didemosntrasikan.4. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam pengelolaan keuangan daerah. memahami sistem pengendalian intern.2. 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. 4. pengembangan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.11. 4.

5.02.WAS. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis aspek barang/aset daerah. 5. 4. integritas. akurat. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 9.2.6.1.4. 6.8. santun 6. 4. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. obyektif.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.8 mampu menerapkan kebijakan pengelolaan keungan daerah terkait dalam melakukan pengawasan.. 6. 4. 4. 4.3.7.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. .2 mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. cermat/teliti.009.1.5. berorientasi hasil.3.66 - 3. 5. dan dapat dipertanggungjawabkan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami teknik komunikasi Pengawasan. 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Aspek Kritis 6.5 mampu memformulasikan temuan kebijakan keuangan darah/negara secara lengkap. independen. 5. 4.7 mampu merumuskan atribut temuan. 5. 4.2. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.6 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.4 mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. 5. Mengawasi Urusan Administrasi Umum aspek barang/asset daerah Kode Unit FPP.01 Judul Unit Menganalisis Aspek Barang/Aset Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3 mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.

kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. 2.2. 5.. kreteria. Atribut kondisi.3. 5. Menulis temuan 5. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Mengembangkan 4. 4.1. Kriteria Unjuk kerja 1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. serta dicatat dalam KKP 5.2. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.3.67 - Elemen Kompetensi 1. sebab akibat pada pengawasan aspek KKP diringkas supaya mudah dipahami dan Barang/asset dikonsultasikan dengan pimpinan unit daerah kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kesesuaian antara dokumen data dan daerah informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.1. 3. 4.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Barang/asset daerah ditentukan dan dan informasi disepakati dengan penanggungjawab pengawasan aspek kegiatan Barang/asset 3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya Barang/asset dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan daerah penanggungjawab kegiatan.3. serta hasilnya dicatat dalam KKP.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) 3.2. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah . .2. Melakukan 3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.

3.68 - 6. Pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. menulis temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik.. Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang. Pembantu pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pembantu pengelola adalah pejabat yang bertanggungjawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada satuan kerja perangkat daerah. Menyusun Pokok6.2. Pengurus barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk mengurus barang daerah dalam proses pemakaian yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah/unit kerja.1. Pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pengelola adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. menyimpan. Kuasa pengguna barang milik daerah adalah kepala satuan kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh pengguna untuk menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya. dan mengeluarkan barang. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan analisis aspek barang/aset daerah. Penyimpan barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk menerima. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Unit kerja adalah bagian SKPD selaku kuasa pengguna barang. mengembangkan temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya yang sah. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna barang. wasan (P2 HP) 6. Pengadaan adalah kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa. Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Penyaluran adalah kegiatan untuk menyalurkan/pengiriman barang milik daerah dari gudang ke unit kerja pemakai.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada aspek Barang/asset Supervisi Pengawasan untuk ditentukan daerah temuan yang menjadi P2HP 6. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Barang/asset daerah. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan/Penga konsep P2HP. administratif .

dihibahkan atau disertakan sebagai modal Pemerintah Daerah. Tukar menukar barang milik daerah/tukar guling adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. Bangun serah guna adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. Penyertaan modal pemerintah daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak . Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. Penjualan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang.69 - dan tindakan upaya hukum. Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa. Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan. antar Pemerintah Daerah. antar pemerintah daerah. Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.. Bangun guna serah adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. atau antara Pemerintah Daerah dengan pihak lain. tanpa memperoleh penggantian. dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan daerah bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya. pinjam pakai. bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan menerima imbalan uang tunai. atau dari pemerintah daerah kepada pihak lain. Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara Pemerintah Pusat dengan Pemda dan antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola. untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasiltasnya setelah berakhirnya jangka waktu. dengan menerima penggantian dalam bentuk barang. kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. kerjasama pemanfaatan. dipertukarkan. Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual.

inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. spesifikasi dan kualitas dalam 1 (satu) periode tertentu. dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. Ruangan kerja. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP d. Literatur terkait 3.70 - dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada Badan Usaha Milik Negara/daerah atau badan hukum lainnya. Daftar barang pengguna yang selanjutnya disingkat dengan DBP adalah daftar yang memuat data barang yang digunakan oleh masing-masing pengguna. Daftar barang kuasa pengguna yang selanjutnya disingkat DBKP adalah daftar yang memuat data barang yang dimiliki oleh masingmasing kuasa pengguna.1. perlengkapan kantor.3.2. rumah dinas. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan. 2.. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP b. spidol. pencatatan. White board/flip chart. Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. Standarisasi harga adalah penetapan besaran harga barang sesuai jenis. Menguji kebijakan barang/asset daerah. 2.1. kendaraan dinas dan lain-lain barang yang memerlukan standarisasi. 2.4. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Lap top 2. yang terdiri dari. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP c. Standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintahan Daerah adalah pembakuan ruang kantor. Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah. yaitu: a Periksa apakah perencanaan dan penentuan kebutuhan barang yang tertuang dalam RKBMD (Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah) masing-masing unit/satuan kerja telah memperhatikan : 1) Anggaran yang tersedia 2) Barang yang dibutuhkan 3) Alasan kebutuhan 4) Cara Pengadaan 5) Standarisasi dan spesifikasi barang yang dibutuhkan 6) Jumlah barang yang dibutuhkan .5. Menguji Perencanaan Kebutuhan Barang/Jasa. penghapus. a.2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Laporan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajariserta hasilnya dituangkan dalam KKP 3. kertas.

PPK. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA. mengawasi pelaksanaan anggaran.000. Pengadaan Barang/Jasa untuk Pengadaan melalui Penyedia Barang/Jasa terdiri dari PA/KPA. Swakelola terdiri atas PA/KPA. mengendalikan pelaksanaan Kontrak. dan 3) rancangan Kontrak. 1) Periksa apakah organisasi pengadaan telah dibentuk yaitu : a.. menetapkan Pejabat Pengadaan.000. periksa jumlah dan susunan anggotanya apakah persyaratan jumlah dan susunan anggotanya telah sesuai ketentuan yang berlaku. menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan. ULP/Pejabat pengadaan 2) Dapatkan SK-nya.000.71 - b Periksa apakah pengadaan barang/jasa yang telah direncanakan dalam program kerja merupakan penjabaran dari RKBMD dan RKPB (Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang). PPK : menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi: 1) spesifikasi teknis Barang/Jasa. PA/KPA : menetapkan Rencana Umum Pengadaan. menyelesaikan perselisihan antara PPK dengan ULP/ Pejabat Pengadaan. 3) Periksa apakah masing-masing organisasi telah menjalankan tugasnya. Menguji Proses Pengadaan Barang/Jasa a. b. atau pemenang pada Seleksi atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp10. seperti: a. Organisasi Pengadaan. menetapkan pemenang pada Pelelangan atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp100.00 (sepuluh miliar rupiah). dan menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen . menetapkan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa. dan mengawasi penyimpanan dan pemeliharaan seluruh Dokumen Pengadaan Barang/Jasa. menandatangani Kontrak.00 (seratus miliar rupiah). 3.000. 2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS).3. menetapkan PPK. b.000. menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. ULP/Pejabat pengadaan dan Panitia/Pejabat Hasil Pekerjaan telah dibentuk oleh pengguna barang/jasa. c Bandingkan kegiatan pengadaan barang/Jasa dalam DASK dengan program kerja dan RKBMD/RKPB.000. mengumumkan secara luas Rencana Umum Pengadaan paling kurang di website K/L/D/I. melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan. PPK. dalam hal terjadi perbedaan pendapat. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa.

00 (lima puluh juta rupiah f. khusus untuk ULP: menjawab sanggahan. dan membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi. teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk. 5)Periksa apakah ada pejabat yang merangkap sebagai panitia pengadaan dan panitia pemeriksa barang. dalam hal diperlukan. Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan: melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak.72 - pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.000.000. khusus Pejabat Pengadaan: 1) menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000. d.000. PPK dapat mengusulkan kepada PA/KPA dalam 1) perubahan paket pekerjaan.000. c. dan/atau dan 2) perubahan jadwal kegiatan pengadaan.00 (sepuluh miliar rupiah).000.00 (seratus miliar rupiah). menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk: a) Pelelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100. dan/atau 2) Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50. menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian. 7) Periksa apakah Penyedia Barang/Jasa telah memenuhi syarat 8) Periksa tahapan pelaksanaan pengadaan.00 (seratus juta rupiah). menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran. e. menetapkan Dokumen Pengadaan.000.000. atau b) Seleksi atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp10. menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk membantu pelaksanaan tugas ULP. dan menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa. 4) Periksa apakah ada hubungan keluarga antar anggota panitia. 6)Periksa apakah ada anggota panitia pengadaan menduduki jabatan struktural yang lebih tinggi dari panitia pelaksana. melakukan evaluasi administrasi. apakah dilakukan .. menetapkan tim pendukung. mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website K/L/D/I masingmasing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional.000.000. ULP/Pejabat Pengadaan : menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa.

Cek apakah penggantian Pemegang Barang telah diikuti dengan Berita Acara Serah Terima. 3.  Periksa apakah penyaluran barang dari gudang dilakukan oleh Pemegang Barang atas dasar Surat Perintah Penyaluran Barang dari pejabat yang berwenang.  Bandingkan hasil pengadaan dengan permintaan barang dari unit pemakai  Periksa Kartu Persediaan barang.. jenis kontrak dan tanda bukti). mulai dari persiapan. perencanaan.inventarisasi. (3) dipindahtangankan (4) dan lain-lain 3. a.73 - telah sesuai ketentuan. pemilihan (metode pemilihan. Penggunaan.  Lakukan stock opname barang dalam gudang dengan cara:  Periksa penyerahan/penerimaan barang dalam gudang dari bagian pengadaan. 3. penyimpanan dan penyaluran.5. metode evaluasi. Pembukuan (1) Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran .  Hasilnya (1. a) Periksa apakah status penggunaan barang daerah telah ditetapkan oleh Kepala Daerah dan Periksa apakah realisasi penggunaannya sudah sesuai dengan penetapan status penggunaan yaitu untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna/kuasa pengguna barang yang bersangkutan. b. pelaporan) a.4. metode penyampaian dokumen.3) bandingkan dengan hasil perhitungan fisik barang.  Periksa apakah penunjukan Pemegang Barang telah dilengkapi dengan SK Kepala Daerah. (2) dimanfaatkan dalam rangka optimalisasi barang daerah.6.  Periksa apakah penyerahan barang inventaris sudah memakai Berita Acara Serah Terima Barang. dikeluarkan dari persediaan barang dalam gudang kedalam buku/kartu persediaan barang. b) Periksa apakah pengguna barang/kuasa pengguna barang telah menyerahkan tanah/bangunan yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan kepada Gubernur. (Periksa pembukuan Pemegang Barang). c) Periksa apakah sudah ada penetapan penggunaan tanah/ bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna barang tersebut yaitu antara lain : (1) untuk penyelenggaraan Tupoksi instansi lain.  Periksa apakah Pemegang Barang telah mencatat seluruh barang yang diterima. Penerimaan.2. Penatausahaan ( pembukuan.  Hasil akhir ada 2 (dua) kemungkinan yaitu :  Barang kurang/lebih  Pembukuan dan jumlah persediaan sama. Penyimpanan dan Penyaluran Barang. 9) Prosedur Pelelangan.

B. Pelaporan . sesuai dengan ketentuan yang berlaku. C.Periksa apakah Kuasa Pengguna Barang telah menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada Pengguna Barang. . bila tidak cocok mintakan penjelasan dari pengurus/penanggungjawab barang. E dan F.Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) sebagai bahan untuk menyusun neraca daerah c.74 - dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang. (5) Pengelola menyimpan seluruh dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah. . Inventarisasi .Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan bangunan semesteran dan tahunan. dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. D. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. .Periksa apakah pengelolaan inventarisasi Barang Milik Daerah telah di laksanakan dengan tertib yaitu :  Apakah Pemda telah melaksanakan sensus barang daerah setiap 5 tahun sekali dengan menyusun Buku Induk Inventaris Barang secara tertib dan berkesinambungan. Periksa berapa jenis jumlah dan harga barang yang belum tercatat dalam buku inventaris.  Bandingkan isi yang tercantum dalam KIB tersebut dengan kenyataan yang ada.Periksa apakah Pengelola Barang telah menghimpun :  Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS)  Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT)  Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) .  Buku harian barang yang mencatat penerimaan/ pengeluaran barang inventaris apakah telah dibuat dan dikerjakan secara up to date.. . (3) Pembantu pengelola melakukan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD). (4) Pengguna/Kuasa Pengguna menyimpan dokumen kepemilikan barang milik daerah selain tanah dan bangunan.  Buku Inventaris untuk setiap Unit Kerja apakah sudah ada dan dikerjakan secara tertib.Periksa apakah Pengguna Barang telah menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada Pengelola Barang. b. (2) Pencatatan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Periksa apakah tanah Pemda seluruhnya :  telah tercatat sebagai asset daerah  telah disertifikatkan (berapa yang sudah dan berapa yang belum) .Periksa apakah data-data/warkah asset daerah berupa tanah sudah lengkap dan tersimpan rapi oleh Biro Perlengkapan/Biro Umum. b) Periksa apakah hasil penyewaan barang daerah telah disetor ke Kas Daerah.75 -  Setiap ruangan apakah sudah dibuatkan Kartu Inventaris Ruangan (KIR).7. jumlah dan harga barang menurut Daftar Mutasi Barang Inventaris dan Buku Hasil Pengadaan Inventaris. . . b) Periksa pemanfaatan barang daerah atas tanah/bangunan yang masih digunakan oleh pengguna barang dan yang telah mendapat persetujuan pengelola barang.Periksa apakah barang-barang inventaris hasil pengadaan. jika sudah ada cocokkan dengan keadaan barang yang senyatanya ada diruangan tersebut. daftar rekapitulasi. apakah sudah sesuai dengan peruntukannya. . dan daftar mutasi barang sudah disusun dan disampaikan pada pejabat yang berwenang tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan. sumbangan dan lain-lain barangbarang yang diterimanya. c) Periksa apakah pihak ketiga memenuhi kewajiban tepat waktu.Lakukan pengecekan fisik barang inventaris di lokasi bandingkan dengan barang inventaris yang tercatat dalam Buku Inventaris Barang/kartu Inventaris Barang. (6) Sanksi-sanksi. 3. a) Dapatkan Surat Perjanjian sewa menyewa tersebut dan periksa apakah telah memuat : (1) Pokok-pokok penyewaan. telusuri apa penyebabnya. (5) Jangka waktu Penyewaan. hibah. . Kalau tidak apa yang menjadi motivasi/pertimbangan dalam pemanfaatan barang daerah tersebut.Apabila ada perbedaan jenis.Periksa apakah daftar inventaris. (1) Penyewaan. . a) Dapatkan data barang daerah yang telah dimanfaatkan dan Periksa bentuk pemanfaatannya yaitu : (1) Penyewaan (2) Pinjam Pakai (3) Kerjasama pemanfaatan (4) Bangun guna serah dan bangun serah guna. Pemanfaatan. (3) Hak dan kewajiban kedua belah pihak. (paling lama 5 tahun). telah tercatat seluruhnya sebagai asset daerah. (4) Besarnya sewa.. d) Periksa apakah pengembalian barang Daerah dari pihak ketiga tepat waktu batas penggunaan (lihat dalam surat perjanjian) dan apakah dikenakan sanksi apabila pihak ketiga wanprestasi . (2) Data barang daerah yang disewakan.

(2) Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. (c) Apakah pembayaran kontribusi dan pembagian keuntungan hasil kerjasama telah mendapat persetujuan pengelola barang. periksa apakah telah memuat : (1) Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian. (5) Pengembalian barang harus dalam keadaan baik. (4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. (4) Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (1) Periksa apakah Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna telah memenuhi persyaratan yaitu : (a) Pengguna barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi penyelenggaraan pemerintah daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tupoksi. (2) Barang hanya boleh dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya. (b) Periksa kewajaran pembagian keuntungan hasil kerjasama yang ditetapkan dari hasil perhitungan Tim (dapatkan SK Pembentukan Timnya). periksa apakah surat perjanjian tersebut telah memenuhi syarat antara lain : (1) Pokok yang diperjanjikan. (3) Barang yang dipinjam pakai merupakan barang yang tidak habis pakai. b) Periksa apakah syarat-syarat pinjam pakai telah berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku yaitu : (1) Barang belum dimanfaatkan oleh Pemda. . (3) Jangka waktu kerjasama (paling lama 30 tahun) dapat diperpanjang. (2) Data-data barang yang dipinjam pakai (3) Tanggungjawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. a) Dapatkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai. cek apakah telah disetor ke kas daerah. (d) Cek biaya yang digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan kerjasama (karena tidak dapat dibebankan pada APBD). (4) Besaran kontribusi tetap dan bagi hasil keuntungan yang harus dibayar mitra kerjasama setiap tahunnya. b) Tidak tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan tersebut. (5) Persyaratan lain yang dianggap perlu misalnya mitra kerjasama dilarang menggadaikan/mengagunkan barang daerah kepada pihak lain. (4) Jangka waktu peminjaman paling lama 2 tahun dapat diperpanjang. apabila penetapan mitra kerjasama dengan penunjukkan langsung atas pertimbangan apa. a) Dapatkan surat perjanjian kerjasama pemanfaatan.76 - e) Siapa yang menetapkan tarif penyewaan untuk barang daerah. (a) Periksa proses tender dan penetapan mitra kerjasama (sekurang-kurangnya 5 peserta).. (2) Pinjam Pakai. (3) Kerjasama Pemanfaatan atas Tanah dan Bangunan.

3. 2) Periksa bentuk pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi terhadap barang inventarisasi (barang bergerak dan tidak bergerak maupun terhadap barang persediaan). pemilihan langsung. 4) Periksa upaya hukum apa yang telah dilaksanakan Pememerintah Daerah untuk menangani barang daerah yang bermasalah tersebut.. Pengamanan. menggadaikan. 2) Periksa apakah telah disusun Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB).  Panitia Peneliti Penawaran. cek penyetorannya ke kas daerah. 4) Periksa kepastian penyediaan dana dalam DASK 5) Periksa pelaksanaan pemeliharaan :  Cara pelaksanaan (lelang. dan sampai dimana penyelesaiannya. Pemeliharaan Barang. (c) Memelihara obyek Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. Pengamanan dan Pemeliharaan.8. 1) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan pelaksanaan pengamanan terhadap barang daerah. mess/asrama. kendaraan dinas. memindah tangankan oleh Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. a. sarana telekomunikasi). rumah dinas. 1) Periksa apakah setiap unit kerja menyampaikan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) kepada Biro Perlengkapan/Biro Umum. (b) Obyek Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (c) Jangka waktu (d) Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian. pengadaan langsung dan swakelola). 3) Periksa dan inventarisir apakah ada barang daerah khususnya barang tidak bergerak (Tanah/Bangunan) yang sedang bermasalah (sengketa dengan pihak ketiga. (4) Periksa apakah selama jangka waktu pengoperasian mitra bangun guna serah dan mitra bangun serah guna telah memenuhi kewajibannya yaitu : (a) Membayar kontribusi ke Kas Daerah (b) Tidak menjaminkan. (e) Sanksi (f) Arbitrase (3) Periksa jangka waktu Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna paling lama 30 (tigapuluh) tahun sejak surat perjanjian ditandatangani. perlengkapan kantor. (d) Periksa kewajaran besaran konstruksi atas hasil perhitungan Tim yang telah dibentuk oleh pejabat yang berwenang. . instansi lain atau masyarakat setempat).77 - (2) Dapatkan surat perjanjian dan periksa apakah telah memuat : (a) Pihak yang terkait dalam perjanjian. b. 3) Periksa jenis barang yang dipelihara/dirawat (gedung kantor. baik pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi dan tindakan hukum.

11. terjadi pemusnahan atau karena sebab lain belum dihapuskan. (1) Periksa apakah ada pemindahtanganan barang daerah berupa: (a) Penjualan  .  Prosedur Pemeliharaan  Pengadaan dan Penyaluran BBM 3.9. Periksa apakah pelaksanaan penghapusan barang milik daerah yang tidak berada dalam penguasaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang telah dilaporkan kepada pengelola barang. d. c. b. e. 4) Beralih kepemilikannya 5) Persediaan barang melebihi kebutuhan 6) Nilai ekonomis lebih menguntungkan kalau dihapuskan. dimanfaatkan dan tidak dapat dipindahtangankan telah dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada pengelola barang. Periksa apakah hasil penilaian barang milik daerah selain tanah dan atau bangunan telah ditetapkan oleh pengelola barang. Penghapusan. Periksa apakah penetapan nilai barang milik daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah berpedoman pada standard akutansi pemerintahan. periksa :  Status kendaraan. Periksa apakah pelaksanaan pemusnahan barang milik daerah karena tidak dapat digunakan.78 - Panitia pemeriksa pekerjaan (susunan anggota dan fungsinya). Periksa apakah penghapusan barang daerah tersebut telah diterbitkan surat keputusan penghapusan oleh Kepala Daerah. Periksa apakah ada barang milik daerah yang sudah tidak berada dalam penguasaaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang karena beralih kepemilikannya. d. Periksa apakah penilaian barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka pemanfaatan atau pemindahtanganan dilakukan oleh Tim atau melibatkan penilaian independen yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan tujuan untuk mendapatkan nilai wajar. b. Periksa apakah penghapusan barang daerah telah berdasarkan atas pertimbangan : 1) Rusak berat 2) Tidak dapat digunakan secara optimal 3) Telah melampaui batas waktu kegunaan/kadaluarsa. Pemindahtanganan. Periksa apakah penghapusan barang milik daerah telah dihapus dari daftar barang milik daerah. f. Periksa apakah seluruh barang milik daerah telah dilakukan penilaian dan dimasukkan dalam neraca daerah 3. a.. 3.10.  Pemeliharaan kendaraan. c.  Cara pembayaran (kelengkapan dokumen). Penilaian a.

 Apakah pemohon telah memegang surat ijin penghunian (SIP) dari Kepala Daerah dan sepengetahuan Kepala Unit/Satuan Kerja. (4) Periksa kewajaran harga penjualan barang daerah.Periksa inventarisasi rumah-rumah dinas golongan III dan berapa jumlah pemohon pembelian rumah golongan III. a.79 - (b) Tukar menukar (c) Hibah (d) Penyertaan Modal (2) Periksa apakah pemindahtanganan tanah/bangunan dan selain tanah/bangunan yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD. (3) Cek apakah hasil penjualan barang daerah telah disetor ke kas daerah.  Harga rumah golongan III ditetapkan sebesar 50% dari harga tafsiran dan penilaian yang dilakukan panitia.  Status pegawai yang berhak membelinya.Periksa persyaratan pembeli rumah rumah dinas golongan III yaitu :  Status Kepegawaiannya  Masa kerja  Pernah membeli/memperoleh rumah dinas atau belum. .  Umur kendaraan dinas.Periksa uang muka pembayaran. . ..Periksa penetapan harga jual rumah dinas golongan III apakah telah sesuai dengan :  Penafsiran harga dari nilai biaya yang digunakan untuk membangun rumah yang bersangkutan pada waktu penafsiran dikurangi penyusutan menurut umur bangun. (b) Penjualan Kendaraan Dinas . .Penjualan kendaraan dinas apakah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu mengenai .  Penetapan taksiran harga tanah berpedoman kepada NJOP pada waktu penafsiran. . apakah telah dilunasi oleh semua pembeli dan cek kebenarannya. (a) Penjualan Rumah .Periksa pembayaran angsuran apakah masih terdapat tunggakan. . Penjualan (1) Inventarisir penjualan barang daerah apakah penjualan barang daerah telah mempertimbangkan :  Optimalisasi barang daerah yang berlebih  Secara ekonomis lebih menguntungkan daerah (2) Periksa apakah penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang kecuali barang yang bersifat khusus atau barang lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola barang.Periksa apakah penjualan rumah dinas tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah dan bagaimana sistim pembayarannya.

- .Sanksi  Periksa apakah hasil penjualan kendaraan dinas sudah disetor ke Kas daerah.  Besarnya Cicilan  Cara Pembayaran .Periksa kewajaran harga/nilai kompensasi dan pelaksanaannya. apa dasar pertimbangannya :  Untuk kepentingan sosial  Keagamaan  Kemanusiaan  Penyelenggaraan pemerintahan daerah .  Tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. ..  Apakah tukar menukar tanah/bangunan telah disertai pelepasan hak-nya. .Periksa apakah Hibah tersebut telah memenuhi syarat :  Bukan barang rahasia negara/daerah  Bukan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. (e) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah. tanah/bangunan dan atau pekerjaan. . Periksa dasar pertimbangannya.Periksa apakah tukar menukar barang daerah telah dipertimbangkan:  Untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintahan  Untuk optimalisasi barang daerah  Tidak tersedia dalam APBD . . .Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan daerah tidak merugikan Pemda :  Nilai ekonomis tanah/bangunan milik Pemda dan penggantinya.Periksa apakah ada penyertaan modal Pemda berupa tanah.  Periksa kelancaran pembayaran angsuran dan sanksi terhadap para pegawai yang menunggak (c) Tukar menukar. (d) Hibah . bangunan atau barang lainnya.Periksa apakah ada barang daerah yang dihibahkan.  Apakah ada kompensasi yang harus dilakukan pihak ketiga berupa uang.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan yang dilepas maupun penggantinya tidak dalam sengketa.80 - Periksa apakah Surat Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Dinas sudah dibuat sesuai ketentuan mengenai :  Penetapan Harga.Periksa apakah tukar menukar barang daerah berupa tanah atau selain tanah yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD.Cek apakah serah terima barang yang dilepas dan barang pengganti telah dituangkan dalam Berita Acara. .

pemanfaatan.Periksa apakah terdapat asset dari instansi vertikal Barang Milik/Kekayaan Negara (BM/KN) yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah dan apakah telah diajukan permohonannya kepada Menteri Keuangan. . dan pengamanan Barang Milik Daerah yang berada di bawah penguasaannya. penatausahaan. telah dibentuk Tim bersama yang melakukan tugas inventarisasi..Periksa apakah setelah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Daerah tersebut telah dihapuskan dari buku induk inventaris Daerah Induk dan dicatat pada buku inventaris daerah baru.Priksa apakah proses pengalihan asset dari daerah induk keepada daerah yang baru dibentuk. Pengawasan dan Pengendalian. . contoh kendaraan dinas. baik secara administrasi maupun fisik. . pemeliharaan.13.Periksa apakah pemerintah daerah yang telah menerima pengalihan BM/KN dari pemerintah pusat yang ternyata bermasalah (yang hilang. . . 3. .Periksa apakah terdapat BM/KN berupa barang tidak bergerak yang digunakan untuk kepentingan umum yang telah diterima oleh pemerintah daerah telah dipindahtangankan diubah statusnya atau dimanfaatkan oleh instansi pemerintah atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri Keuangan. . namun barangnya tidak diserahkan.Periksa apakah ada asset yang belum diserahkan dan bagaimana penyelesaiannya dengan daerah induk serta apakah sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri. 3. d) Pengalihan Asset dari Instansi Vertikal. . tidak didukung bukti-bukti kepemilikan atau masih sengketa) telah menindaklanjuti penyelesaiannya. (2) Periksa apakah Pengguna Barang telah melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan. .Periksa dalam penyerahan/pengalihan asset tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima dan apakah telah sesuai dengan kondisi dilapangan disertai dokumen kepemilikannya. (1) Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah.Pembinaan. Pembiayaan.12.81 - Periksa apakah penyertaan modal daerah telah mendapat persetujuan Gubernur dan apakah telah dituangkan dalam Peraturan Daerah.Periksa apakah barang-barang yang terdaftar dalam Berita Acara Serah Terima. Periksa apakah dalam pelaksanaan tertib administrasi - . pemindahtanganan.Periksa apakah proses pengalihan asset dari instansi vertikal dan asset yang pengadaannya dari APBN sudah disertai dokumen kepemilikannya. e) Pengalihan Asset kepada Daerah Pemekaran.

 Periksa apakah upaya damai untuk memperoleh penggantian atas semua kerugian Daerah sudah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Tuntutan GantiRugi. 4. apakah atasan langsung/ Kepala Unit Kerja telah melaporkan kepada Kepala Daerah.82 - pengelolaan barang milik daerah telah disediakan anggaran yang memadai dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 3.1. melarikan diri atau dibawah pengampuan.2. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 59. 4..  Periksa apakah dalam pengelolaan barang oleh Pemegang Barang terdapat kekurangan barang yang menjadi tanggungjawabnya. Pegawai Perusahaan Daerah yang bukan Pemegang Barang melakukan perbuatan melanggar hukum atau melalaikan kewajiban/tidak melaksanakan kewajiban sesuai fungsi dan atau status jabatannya yang karena perbuatannya tersebut merugikan Daerah.  Periksa apakah Tuntutan Perbendaharaan Khusus ini telah di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Periksa apakah atas dasar laporan tersebut Kepala Daerah (atas saran Majelis pertimbangan) telah menunjuk seorang pegawai yang ditugaskan untuk membuat perhitungan ex officio.4. 4.Tuntutan Perbendaharaan Barang. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2967).  Periksa apakah sudah dilakukan penelitian dan penentuan besarnya kerugian yang diderita daerah oleh Kepala Daerah. . 4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.  Periksa apakah kekurangan barang tersebut sudah dilaporkan kepada Biro Keuangan selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk mendapatkan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.  Periksa bila Pemegang Barang meninggal dunia.  Periksa apakah telah dilakukan tindakan pengamanan terhadap barang daerah tersebut.Tuntutan Ganti Rugi Barang. 1.  Periksa apakah ada Pegawai Negeri.3.  Periksa apakah proses tuntutan ganti rugi barang Daerah sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.14. 2. . Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 .

10 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 4. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah.5. 4.14.7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515). 9. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578). 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha. Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah sebagaimaan telah diubah terakhir dengan Perpres 70 Tahun 2012 4.15. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyerahan Barang dan Hutang Piutang pada Daerah yang Baru Dibentuk. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan . Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah.11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Materiil Daerah. Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 58. 4. 4.17. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pedoman Penilaian Barang Daerah. unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 64.9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2002 tentang Nomor Kode Lokasi dan Nomor Kode Barang Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3643).1. 4. 4..13.18. 4.83 - Nomor 69. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.10.16. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609.6. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.12. mengakses data dan informasi pengawasan aspek barang/asset daerah.8.

mampu menerapkan standar pemeriksaan. 4.5.5.4.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib . Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Aspek Kritis 6. 2.3. berorientasi hasil. memahami prinsip-prinsip pengelolaan barang milik daerah. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib Kode Unit FPP.2. integritas. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 4. 5. 5. menyusun pokokpokok hasil pengawasan aspek barang/asset daerah. independen.6. 3.84 - aspek barang/asset daerah.2. cermat/teliti. santun 6. memahami kode etik pemeriksaan. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.2.2. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 4..WAS. 3.6. menulis temuan pengawasan aspek barang/asset daerah.Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 3. untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya.4. memahami IT.02. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 10. 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. memahami teknik pemeriksaan.2. 5. memahami teknik komunikasi.1. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. mengembangkan temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. 5.1. 3. memahami standar pemeriksaan.010.3.4.1.1. 3. 4. 1. mampu menerapkan kebijakan terkait barang milik daerah dalam pelaksanaan pengawasan.3. obyektif.

pemerintahan yang 4.2.3. Mengembangkan 4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Melakukan 3. 3.2. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Mengakses data 2. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat wajib temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 3. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat wajib menggunakan teknik-teknik pengawasan. diminta penjelasan dan diminta wajib.85 - Deskripsi Unit Elemen Kompetensi 1.3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya pelaksanaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan urusan penanggungjawab kegiatan. 2. lagi tambahanya. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat wajib ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan pelaksanaan 3.1. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Data dan informasi yang kurang tepat yang bersifat diklarifikasi.1 PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat wajib diakses urusan dan dipelajari pemerintahan 2.3. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. serta dicatat dalam KKP . 3.4. 4.2. Kriteria Unjuk kerja 1.1.1..

ketenagakerjaan. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.86 - 5.3. kreteria.. pemberdayaan masyarakat dan desa. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. pekerjaan umum. kependudukan dan catatan sipil. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. administrasi keuangan daerah. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP.3. komunikasi dan informatika. kepentingan nasional. kepegawaian. 6. pemerintahan umum. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. otonomi daerah. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan . kearsipan. perangkat daerah. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2.1. lingkungan hidup. danperpustakaan. 5. perhubungan. koperasi dan usaha kecil dan menengah. penanaman modal. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. 5. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan(P2 HP) pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 5. statistik. Memformulasikan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 6. Atribut kondisi. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional.2. kepemudaan dan olahraga. perencanaan pembangunan. penataan ruang. Urusan wajib terdiri dari pendidikan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. dan persandian. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. kebudayaan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. sosial. ketahanan pangan. kesehatan. kesejahteraan masyarakat. perumahan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. pertanahan.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. 6.

6. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. White board/flip chart. Menganalisa apakah urusan wajib yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah apakah berdasarkan kriteria eksternalitas. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga masyarakat secara minimal. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib adalah: 2. Lap top 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah.5. 2.87 - sosial. 4.2. 4.6. Menganalisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan.1.7. 4.5.4. Menganalisa apakah batas waktu Pencapaian SPM urusan wajib secara Nasional dan Jangka Waktu PencapaianSPM di Daerah telah sesuai ketentuan. 2. 2.1. proses. 3. 3.3.5. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar.8. 2. kertas. 3.4. Menganalisa apakahpengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah sesuai ketentuan. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2.3. Menganalisa penerapan pelaksanaan SPM urusan wajib ke dalam dokumen perencanaan daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM 4. 3. ekonomi. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit komptensi ini adalah: 4..3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. Literatur terkait urusan pilihan 3.1.2. spidol. 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar . dan pemerintahan. penghapus. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 4.4. Ruangan kerja. dapat berupa masukan. Menganalisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah sesuai ketentuan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal 4.7. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan wajib. akuntabilitas.

memahami IT.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) serta menganalis teknis penerapan SPM. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. pengembangan temuan pengawasan.2.4 mampu menerapkan kebijakan terkait SPM tiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan 4. Kode Etik APIP.PAN/03/2008 Tentang Kode . memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 3.. 4. santun. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009 4. 5.4.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 5. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. 4. 3. RKPD. cermat/teliti. .. 5. akses data dan informasi pengawasan.3. obyektif.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. independen. 3. memamahi SPM tiap-tiap urusan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum P2UPD sesuai jenjang jabatannya dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Kontek Penilaian: 1.1 mampu menyusun standar evaluasi.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.5 mampu menerapkan standar pemeriksaan 5. 5. 3. 3. menulis temuan pengawasan. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan wajib. Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP) 4. Renstra SKPD. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. memahami indikator kinerja.88 - Pelayanan Minimal 4. 2. Pengujian atas data dan informasi pengawasan.1. Jo.1. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Renja SKPD.5.10. berorientasi hasil.3. 3.2. 4.4.2 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.7. 3.12. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan.5. integritas.6.3 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data 4.6.11 Peraturan Menpan : PER/04/M. 1.

1. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).3.. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat pilihan menggunakan teknik-teknik pengawasan.2. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Kode Unit FPP. 3.2. diklarifikasi. 6. pelaksanaan 3. Data dan informasi yang kurang tepat bersifat pilihan. 6. Mengakses data 2.1. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.1.011.WAS.01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.89 - 6.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. 2. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan .3.1. Aspek Kritis 6.2.02. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. 3. 6. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2.Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 1. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 11. Melakukan 3.4. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat pilihan diakses urusan dan dipelajari pemerintahan yang 2.3. PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat pilihan ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan.

serta hasilnya dicatat dalam KKP. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1.3.2. Menyusun Pokok6.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. melayani.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi urusan Pengawasan untuk ditentukan temuan yang pemerintahan yang menjadi P2HP bersifat pilihan 6. Atribut kondisi. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat pilihan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP pelaksanaan dan diklarifikasi dengan penanggungjawab urusan kegiatan. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan(P2 HP) konsep P2HP pelaksanaan 6.1. Mengembangkan 4.90 - penanggung jawab pekerjaan dan hasinya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.2. serta dicatat dalam KKP 5. sebab akibat pada emuan KKP diringkas supaya mudah dipahami dan pengawasanpelaks dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja anaan urusan dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan pemerintahan yang tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja bersifat pilihan 5. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Memformulasikant 5. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5..3. pemerintahan yang 4. kreteria. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. . 4.3.2. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.

pertanian. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. dan mensejahterakan masyarakat. kertas. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.3. . penghapus. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. spidol. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. perdagangan. 2. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. 2. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Ruangan kerja.2. kehutanan. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. energi dan sumber daya mineral. RKPD. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. Renstra SKPD dan renja SKPD. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. White board/flip chart. memberdayakan. belanja. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. dan ketransmigrasian.1. Urusan pilihan meliputi urusan : kelautan dan perikanan.91 - 2. pariwisata. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. industri.

4.12.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.1. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.2. menganalisa apakah urusan pilihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah telahberdasarkan kriteria eksternalitas. Tata Cara Penyusunan. akuntabilitas..Literatur terkait.4. 4. Kontek Penilaian: 1.3.92 - 2. menganalisa apakah penerapan NSPK urusan pilihan telah sesuai ketentuan.11. 3.5.2. 2. 4.7. 4.6. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. akses data dan informasi pengawasan. 4.10. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. 4. 4. Pengujian atas data dan informasi . mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan pilihan. Peraturan Menpan PER/04/M.4. menganalisa apakah penyelenggaraan urusan pilihan telah sesuai dengan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan pelaksanaan urusan pilihan adalah: 4.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 3. Tugas pelaksanaan pengawasan urusan pilihan adalah: 3. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Jo.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.5. 4.3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).8. 4.1.13. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.4. Lap top.

5.2. 3. 6.2. independen. 6.1.3.2. 3. menulis temuan pengawasan. 3. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.4.4. obyektif. integritas. 3. 2. 5. memamahi SPM tiap-tiap urusan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum sesuai jenjang jabatannya dan Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.93 - pengawasan. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 . 4. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 5. 3.2. Aspek Kritis 6. 5. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan. 3.3. 5. memahami indikator kinerja. 4.3.1. Kode Etik APIP. mampu menerapkan kebijakan terkait SPMtiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan.7. berorientasi hasil. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data..4. 4. cermat/teliti.3. 4. 6.2.5.6.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan pilihan. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku.1. 1.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.4. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami IT.1.5.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. santun 6. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. pengembangan temuan pengawasan.6. 3. mampu menyusun standar evaluasi. 5. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. dan informasi 2. Kesesuaian atribut rancangan perda beserta evaluasi Ranperda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Ranperkada dituangkan dalam KKP. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. Mengakses data dan informasi Ranperda dan Ranperkada. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi Ranperda dan Ranperkada yang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan evaluasi Ranperda dan Ranperkada. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah.WAS. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara.02.3 Sumber daya disiapkan 1.3.1. Melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada. Melakukan 3.2.Mempersipakan 1. 3. Unit ini juga berlaku untuk Tim Evaluasi Ranperda yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. Evaluasi Ranperda 4. 4. 4. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri. Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Kode Unit FPP.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah.4 Data dan informasi ranperda diakses dan ditentukan 2. 3. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada. Data dan informasi dianalisis dengan Ranperda dan menggunakan teknik-teknik evaluasi dan hasil Ranperkada analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). yang selanjutnya disebut Perda. Memformulasikan Keputusan Hasil Evaluasi. Menganalisa data 2.1. Hasil evaluasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi.2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.3. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya.1 Program Kerja Evaluasi Ranperda dan pelaksanaan Ranperkada diakses dan ditentukan evaluasi Ranperda 1. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP.2.94 - 12. Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft dan Ranperkada Keputusan Mendagri.2 Indikator evaluasi diakses dan ditentukan dan Ranperkada 1. Memformulasikan 4. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau . 3.012..

2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. White board/flip chart. pajak daerah. Gubernur melakukan evaluasi rancangan peraturan daerah Kabupaten/Kota dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintah adalah: 3. spidol. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. pajak daerah. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. 2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman . Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).3. Literatur terkait 3. Sedangkan Perkada yang dilakukan evaluasi adalah rancangan peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. 4.4. Menganalisa target Pencapaian tiap-tiap SPM dalam rancangan Perda. rencana tata ruang daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.5. 3.. Pajak Daerah.1.4. Peraturan Daerah yang dievaluasi adalah rancangan peraturan daerah provinsi tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4.3.2. 4. 4.5. Perubahan APBD. Ruangan kerja. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. 3.3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Dan RPJMD Sesuai Spesifikasi Masing-Masing.6. 2. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Ranperda dan Ranperkada.8. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. 4.2. penghapus. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.95 - Peraturan Bupati/Walikota.1. 3. Pertanggungjawaban APBD. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Provinsi. RPJMD.1. kertas. 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. retribusi daerah. Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi atas rancangan peraturan daerah provinsi dan rancangan peraturan Gubernur tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Mengkaitkan substansi ranperda dengan ketentuan yang lebih tinggi dan kepentingan umum. Menganalisa substansi ranperda yang akan dievaluasi meliputi APBD. 4.. Lap top 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pajak daerah.7. Evaluasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Ranperda dan Ranperkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.4.2. Retribusi Daerah Tata Ruang Daerah. 2.

. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. memahami isi dari masing-masing substansi Ranperda dan ranperkada. integritas. 1. 4.1. Independen. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 3. 5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Aspek Kritis 6. Obyektif.2.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Santun 6. 3. memahami prinsip-prinsip evaluasi rancangan Perda.6.6. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda. evaluasi Perda.9.4.3. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.8. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. mampu menerapkan NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Ranperda. 4.5. memahami Kode etik Pengawasan. 4. 4. 3. mampu mengevaluasi Ranperda dan ranperkada. 5. memahami teknik komunikasi. Cermat/teliti.4. 2. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.3.4. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan evaluasi. memahami NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.6. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.2. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada (legal drafting). 5.1. 5.5. 4.2. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.7. 3. memahami IT.96 - Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. formulasi Hasil Evaluasi didemosntrasikan. 3. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.2.7.5. 3. Jo. 5. akses data dan informasi Ranperda. Berorientasi hasil. 4.1.3. 6. 3. mampu merancang draft hasil evaluasi. memahami peraturan yang terkait substansi Perda.1. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi TINGKAT 3 .10 Peraturan teknis masing-masing Ranperda. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.

Rancangan keputusan dituangkan dalam draft Keputusan Mendagri 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan klarifikasiPerda dan Perkadayang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan klarifikasiPerda dan Perkada. Mengakses data dan informasi Perda dan Perkada. Melakukan klarifikasiPerda dan Perkada. Unit ini juga berlaku untuk Tim KlarifikasiPerda dan Perkada yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur.3. 3.3.1. 3. Memformulasikan 4. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.013. 3. Kesesuaian atribut Perda dan Perkada beserta klarifikasiPerda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Perkada dituangkan dalam KKP. Data dan informasi dianalisis dengan Perda dan Perkada.97 - 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 13. Menganalisa data 2.4 Data dan informasi Perda dan Perkada diakses dan ditentukan 2.WAS. Hasil klarifikasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi Klarifikasi 4.02.2 Indikator klarfikasi Perda dan Perkada diakses dan Perkada dan ditentukan 1.2.01 Judul Unit Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan..1. menggunakan teknik-teknik klarifikasi dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2.1 Program Kerja klarfikasi Perda dan Perkada pelaksanaan diakses dan ditentukan klarfikasi Perda 1. dan informasi 2. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.3 Sumber daya disiapkan 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan klarifikasi Perda dan Perkada. Mempersipakan 1.1. Memformulasikan Keputusan Hasil Klarifikasi. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Melakukan 3. . Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. 4.2. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Kode Unit FPP.

2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.4. Menganalisa landasan filosofis.2. 4. Lap top. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.3. kertas.4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Literatur terkait. 2. Jo.1.3. Menganalisa perda dan perkada dari tinjauan kajian teoritik dan empiris.7.4. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya.3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan . spidol. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.1.5. 4. Menguji kesesuaian tujuan ditetapkannya Perda dan Perkada terhadap penerapannya.8..2. Klarifikasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Perda dan Perkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. 4. 4.98 - Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.1. 4. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Perda dan Perkada.5.2. 3. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Ruangan kerja.6. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. White board/flip chart. Mengevaluasi dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. yang selanjutnya disebut Perda. 3. yuridis dan sosiologis Perda dan Ranperda. yang selanjutnya disebut Perda. 4. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau Peraturan Bupati/Walikota. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 2. MenganalisaNaskah Akademissubstansi masing-masing perda dan perkada yang akan diklarifikasi. penghapus. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. Peraturan – Peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 3. 3. 2.7.5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. Menyimpulkan hasil klarifikasi apakah sudah sesuai atau bertentangan dengan kepentingan umumdan/atau peraturan lebih tinggi.6.

memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada.2.2 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. memahami prinsip-prinsip klarifikasi Perda dan Perkada. 3. 5. memahami isi dari masing-masing substansi Perda dan Perkada.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan klarifikasi.6. memahami Kode etik. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. santun. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. memahami peraturan yang terkait substansi Perda dan Perkada.5.1. 4.5. 5.3 mampu membuat rancangan hasil klarifikasi draft Perda dan Perkada.1. 4.4. 4.1. 4. Aspek Kritis 6.. 5. 2. 5. 5. 3. 4. 1. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 .7.2. 5. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda dan perkada. 3. integritas. Jika teknik klarifikasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. berorientasi hasil. memahami teknik komunikasi. akses data dan informasi Perda dan Perkada. memahami IT. Peraturan teknis masing-masing Perda dan Perkada. 3.5 mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan klarifikasi. 6.3. cermat/teliti. obyektif.1.6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. formulasi Hasil Klarifikasi Perda dan Perkada didemosntrasikan.99 - dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.4 mampu membuat simpulan hasil klarifikasi. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan klarifikasi Perda dan Perkada. 4.4.9.2. independen. 3. 3. 6. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual.3. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. klarifikasi Perda dan Perkada.

. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon/TP).01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi Judul Unit dan Tugas Pembantuan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kreteria pelaksanaan kebijakan dekonsentrasi dan tugas pembantuan ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3.1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. Kriteria Unjuk kerja 1.2. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.02.100 - 14. 2. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaan Dekon/TP dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3. Elemen Kompetensi 1.2. 4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.WAS. 3. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. 3. 4. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP 4. 3.1. Mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. .014.3.2. Dokumen kebijakan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan FPP. Dokumen dan informasi kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi.3. serta dicatat dalam KKP. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.

2.2. 3. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. Lap top. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten.3. 5. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.1. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). dan kriteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuansudah ditetapkan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Literatur terkait. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP.1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Menyusun Pokok. HP) 6. kertas. 2.1. mengevaluasi apakah norma. White board/flip chart. 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. mengevaluasi apakah pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dari Pemerintah kepada gubernur dan penugasan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah dan/atau pemerintah desa didanai melalui anggaran kementerian/lembagasesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan core business Kementerian/Lembaga. 2.3.5.2. penghapus.4. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.2. spidol. 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.. Atribut kondisi. kreteria. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Memformulasikan temuan pengawasan .6. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan (P2 konsep P2HP. 6. mengevaluasi apakah pelaksanaan pengelolaan anggaran untuk pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dan 5. Ruangan kerja. 3.3. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. atau kota dan/atau desa. Unit ini hanya berlaku bagi Pengawas Pemerintahan Madya pada Kementerian/Lembaga. 3.2. standar. prosedur. 5.101 - 5. serta dari pemerintah kabupaten. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.

menganalisa apakah Urusan yang dapat dilimpahkan telah dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan kementerian/lembaga yang sudah ditetapkan dalam Renja-KL yang mengacu pada RKP. menganalisa apakah Menteri/pimpinan lembaga telah melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur. menganalisa apakah pemberitahuan kepada gubernur mengenai lingkup urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan telah dilakukan paling lambat pertengahan bulan Juni untuk tahun anggaran berikutnya setelah ditetapkannya pagu sementara serta ditetapkan dalam Peraturan Menteri. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 3. dan efisiensi.7.2.3.8 Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. serta keserasian hubungan antar susunan pemerintahan. menganalisa apakah terdapat penugasan kepada pemerintah desa untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan tertentu.9. 4. taat pada peraturan perundang-undangan.4. 3. Jika ada apakah telah mendapat persetujuan dari Presiden dan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri. menganalisa apakah urusan yang dapat dilimpahkan telah memperhatikan kriteria eksternalitas. 4. menganalisa apakah penelaahan rancangan Renja-KL telah dilakukan sesuai ketentuan. transparan. 4. akuntabilitas. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. 3. dan bertanggung jawab dengan mcmperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.102 - pelaksanaan penugasan dilakukan secara tertib.5.dan penugasan kepada Kabupaten/Kota.7.10. meneliti apakah prakarsa dan perumusan sebagian urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah paling lambat pertengahan bulan Maret untuk tahun anggaran berikutnya. 3.1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.6.8. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4.. 3. 4. .6.5. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 3. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Menteri Keuangan. dan menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional.4.

4.1.12. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah. 3. memahami konsep.6.3. formulasi temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.2.9. memahami fungsi. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah. 2. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2. 3. akses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. . 3.5.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota.7. penyusunan pokokpokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP didemosntrasikan .1. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Jo. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP.3.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. 4. 4. 3.1. 1. 3. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. 4. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.10 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 4. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. 3.. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.103 - 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. 3. 2.

memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Judul Unit Dekon dan TP Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. akurat. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang .1.8. 6. 5.5. obyektif.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 15.7. 5. 3. 4. serta supervisor pengawasan tidak teliti. memahami teknik komunikasi Pengawasan. 4.6. KOMPETENSI KUNCI: NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. integritas. Aspek Kritis 6. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. Kode Etik. Santun. berorientasi hasil. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. dan dapat dipertanggungjawabkan.4.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembanutan terkait dalam melakukan pengawasan. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuansecara lengkap.2. 5.1. 4.5. 5. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.02.4.3.015.3.104 - 3.3. 5.2. 6. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. 4. cermat/teliti. independen. 4.2.10. mampu merumuskan atribut temuan..WAS. Mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.6. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon dan TP) FPP. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. 4.9.8. 6.

Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Mengembangkan 4. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. 4. 4. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 5.3. 3. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. 2.2. Hasilpembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Kesesuian antara dokumen dan informasi kinerja Dekon/TP terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaanDekon/TPdibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3. 5. Dokumen pelaksanaan kegiatan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2.3. Kriteria Unjuk kerja 1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. Kreteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi Pengujian atas dan tugas pembantuan ditentukan dan data dan informasi disepakati dengan penanggungjawab kegiatan pengawasan 3. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. 1.105 - diperlukan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.1.3. Memformulasikant 5.1. 3. 2. serta dicatat dalam KKP. Melakukan 3. kreteria.2. Elemen Kompetensi 1.1. PKPP diakses dan dipelajari. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya . Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP emuan diringkassupaya mudah dipahami dan pengawasan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.2.1.1. Atribut kondisi.2.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasankinerja dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP Dekon/TP. 5.

menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu.Mempelajari kebijakan pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan: a. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian pengelolaan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di .3.2. mengembangkan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP.4. White board/flip chart.5. kertas. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. memformulasikan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.2. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) 6. seperti SK KPA.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. 2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).2. dan desentralisasi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP b. Ruangan kerja. penghapus. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 6. Literatur terkait 3. 2. Pelajari Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP masing-masing Program yang ada pada obyek pengawasan. Pelajari kebijakan operasional yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagai dasar otorisasi. 2. Penguji dan Penandatangan SPM dan Bendahara 3. mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. spidol. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan pengawasan kinerja Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kinerja Dekon/TP. atau kota dan/atau desa.Menguji kesesuaian pelaksanaan kinerja dengan standar yang ditentukan: a. tugas pembantuan.1. b.1. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. serta dari pemerintah kabupaten. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2.106 - diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. 6. SK PPTK. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan pensinkronisasian antara penyelenggaraan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi.. Lap top 2.

dan antar SKPD Provinsi dalam penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di daerah telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penatausahaan keuangan dan barang. sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP pada masing-masing tingkatan pemerintahan. Teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efektif. Teliti dan pelajari apakah Tim Koordinasi Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan teleh dibentuk dan mejalankan tugasnya. dan perumusan kebijakan serta strategi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di wilayah provinsi berdasarkan norma. yaitu : . pedoman. j. antar wilayah Kabupaten/Kota. d. h. Provinsi dan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dengan Kementerian/Lembaga yang memberikan pelimpahan dan penugasan kepada Gubernur dan penugasan kepada Bupati/Walikota/Kepala Desa dan hasilnya dituangkan dalam KKP telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. . Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan konsultasi dengan pihak terkait guna keterpaduan kebijakan serta tercapainya kesepahaman antar fungsi. penganggaran dan pelaporan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi sesuai dengan peraturan perundangundangan telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. g. l. Khusus untuk P2UPD pada tingkat Kementerian.. dan Teliti dan pelajari apakah pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Gubernur terkait koordinasi serta pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. . Penganggaran dan Pelaporan. pengendalian. standar. f. k. pelaksanaan.Kelompok Kerja Bidang Penatausahaan dan Pengendalian Pelaksanaan. i. e. manual serta kebijakan nasional telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan bahan penyampaian kepada DPRD Provinsi atas rencana program/kegiatan dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dilimpahkan/ditugaskan kepada Gubernur telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan saran tindak lanjut kepada Gubernur dan Kementerian/Lembaga dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efesien sesuai dengan ketentuan perundag-undangan.107 - c.Kelompok Kerja Bidang Pertanggungjawaban serta Pembinaan dan Pengawasan. dan .Kelompok Kerja Bidang Perencanaan. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan dan perumusan kebijakan pengelolaan sistem perencanaan. penyusunan.

Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Peraturan Menpan : PER/04/M.2.12. 4.13.o.9..8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. 4.3. 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.5. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 4. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.7. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang .11. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 4. formulasi temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.10. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.4. 4. akses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.1. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.14. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4. 4. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP didemosntrasikan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4.108 - 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

mampu merumuskan atribut temuan.4.1. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 4. integritas. memahami konsep. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.2. 5.2.3. berorientasi hasil. 5.7. memahami teknik komunikasi Pengawasan.2.1. 6. . 4. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. 5. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan.. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko.7.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. 5. 6.3. 6. cermat/teliti.2.5. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2.1. 3. 6.4.3. 6. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kinerja kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2.9. akurat. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. 4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. 2. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP.5. independen. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset negara/daerah. 6.2.4. memahami fungsi. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.109 - 2. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. serta supervisor pengawasan tidak teliti.6.3. santun. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1.5. 5. 6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 6. 6.6. 6.10.6. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan terkait dalam melakukan pengawasan. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah.8. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.1. obyektif. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama.8. Aspek Kritis 6. 6. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4. 6. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.

Melakukan Pengujian data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah . dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 16. 2.WAS.01 Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Menyiapkan pelaksanaan pengawasan 2..3. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Kreteria pelaksanaan kegiatan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah ditentukan 3. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.016. Dokumen perencanaan daerah berupa kebijakan daerah. dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Mengakses data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah 3. pengelolaan sumberdaya manusia. Kode Etik.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.02. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. Dokumendan Informasi perencanaan daerah diklarifikasi dan dipenuhi. pengelolaan barang daerah diakses dan ditentukan. 2.3. Data dan informasi perencanaan daerah dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.2. 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dengan kriteria pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.2. Hasil analisis data dan informasiperencanaan daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.1. Kriteria Unjuk kerja 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melasanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala daerah.110 - 6.1.3. 3.

- 111 -

4. Mengembangkan temuan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah

5. Memformulasikan temuanpengawasa n berakhirnya masa jabatan kepala daerah

6. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) berakhirnya masa jabatan kepala daerah

4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis, serta hasilnya dicatat dalam KKP, kemudian diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan,serta dicatat dalam KKP 5.1. Atribut kondisi, kreteria, sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep P2HP. 6.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengakses data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengembangkan temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menulis temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menyusun pokok-pokok hasil berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta walikota dan wakil walikota untuk kota. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form KertasKerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari; a. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kebijakan

- 112 -

daerah, pengelolaan sumberdaya manusia, pengelolaan barang daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. b. Kebijakan lainnya terkait pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3.2. Menganalisa Formasi Pegawai, Pengadaan Pegawai, Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai, Kenaikan Pangkat, Pengangkatan Dalam Jabatan, Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Kesejahteraan Pegawai, dan Lain-lain dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.3. Menganalisa kebijakan Pengelolaan Barang, Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan Barang, Pengadaan Barang, Inventarisasi Barang, Pemeliharaan Barang, Perubahan Status Hukum Barang, Pemanfaatan Barang, dan Pengamanan Barang dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.4. Menganalisa Kebijaksanaan Umum pengelolaan keuangan, kebijakan Pengelolaan Umum Keuangan, kebijakan Pengelolaan Pendapatan, kebijakan Pengelolaan Pengeluaran, dan kebijakan Pemegang Kas dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.5. Menganalisa pencapaian visi misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD. 3.6. Membandingkan target pencapaian yang diraih daerah dengan target nasional dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah; 4.8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala daerah; 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.11.Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan pengawasan, akses data

- 113 -

dan informasi pengawasan,pengujian data dan informasi pengawasan, pengembangan temuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah : 2.1. pengawasan kebijakan daerah; 2.2. kebijakan SDM; 2.3. kebijakan barang milik negara/daerah; 2.4. kebijakan pengelolaan keuangan. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 3.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan barang milik daerah; 3.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan Keuangan daerah; 3.5. memahami peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.6. memahami indikator kinerja; 3.7. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan 3.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami Teknik menyusun laporan; 3.10. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 4.2. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 4.3. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan Barang Milik Daerah; 4.4. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan keuangan daerah; 4.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pemeriksaan; 4.6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data; 4.7. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. Independen; 5.3. Obyektif; 5.4. Cermat/teliti; 5.5. Berorientasi hasil; 5.6. Santun. 6. Aspek Kritis 6.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan; 6.2.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan; 6.3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.

1.. Metode dan prosedur pemeriksaan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Materi pengaduan dipelajari dan dirumuskan Program Kerja 1. 4. Entry brieifing dengan pimpinan unit kerja pengaduan dilakukan 3. personil dan ruang lingkup pengawasan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.2. Peraturan perundang-undangan yang relevan pengawasan dengan permasalahan yang diadukan ditelaahan pengaduan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1.3. Mempersiapkan 2.2.4. lokasi.017. Para pihak yang perlu diminta keterangan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 2.114 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2.5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah. PKPP diakses dan dipelajari pengawasan 2. Mengakses data 3. Waktu.02. Menyusun 1. Dokumen pelaksanaan kegiatansesuai ruang dan informasi lingkup pengawasan pengaduan diakses dan pengawasan ditentukan pengaduan 3.WAS. Melakukan 4.2. Dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bukti audit ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Dokumen dan informasi yang diterima diklarifikasi dan dipenuhi. Kesesuian antara dokumen dan informasi yang pengaduan diterima dibandingkan dan diuji dengan ketentuan yang terkait dengan materi pengaduan dengan menggunakan analisis kasus dan teknik .6.3.01 Judul Unit Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat /Instansi Pemerintah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 17. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah Kode Unit FPP. Dokumen dan informasi pengawasan pengaduan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Kreteria pelaksanaan kegiatan sesuai materi Pengujian atas pengaduan ditentukan. dan disepakati data dan penanggungjawab yang berkaitan dengan materi informasi pengaduan. 3.1. pengawasan 4. Elemen Kriteria Unjuk kerja Kompetensi 1.1.

2. pengawasan atas indikasi KKN. Mengakses data dan informasi pengawasan pengaduan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya dikonfirmasi kepada pimpinan unit kerja serta hasil konfirmasi/tanggapan pimpinan unit kerja dituangkan dalam KKP. Hasil reviu pada forum ekspose ditindaklanjuti dengan penyempurnaan dan merupakan konsep LHP pasca ekspose BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. .1.3. Unit kompetensi ini dapat diterapkan untuk melakukan pengawasan atas pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah yang meliputi pengawasan atas indikasi hambatan dalam pelayanan masyarakat.2. Simpulan hasil pengawasan dan seluruh dokumen serta Berita acara Permintaan Keterangan dikumpulkan menjadi konsep LHP pra ekspose 7.3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan pengaduan yang terdiri dari: Menyusun Program Kerja Pengawasan. Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya memimpin ekspose dan hasil pengawasan dipresentasikan 7.5.3.. Melakukan Permintaan Keterangan. 4. dan hasil klarifikasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari simpulan hasil pemeriksaan. pengawasan atas indikasi penyalahgunaan wewenang. Hasil analisis sebagai bagian dari simpulan hasil pengawasan dirumuskan dan dikonsultasikan kepada supervisor atau penanggungjawab pengawasan untuk dinilai. 6.4. Hasil permintaan keterangan dianalisis dan diuji dengan kondisi senyatanya serta hasilnya dituangkan dalam KKP 6. Mempersiapkan pengawasan pengaduan. 6. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan.1.1. Hasil membandingkan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi kepada penanggungjawab yang berkaitan dengan materi pengaduan. Memformulasika n simpulan pengawasan 7. Pihak-pihak yang terkait dengan materi pengaduan diminta keterangannya sesuai dengan standar pemeriksaan 5. Melakukan Permintaan Keterangan. HAM.115 - 5. pertanahan.2. Konsep LHP disampaikan kepada Inspektur Jenderal melalui Inspektur Khusus untuk diekspose 7. kepegawaian. Keabsahan dan kecukupan bukti-bukti yang telah diperoleh diidentifikasi dan hasilnya dicatat dalam KKP 6. dan Ekspose Hasil Pengawasan. Ekspose Hasil Pengawasan pengawasan. 6. 5. penyalahgunaan wewenang. Konstruksi permasalahan sesuai materi pengaduan disusun dan dianalaisis berdasarkan hasil analisis dan pengujian dokumen serta keterangan yang telah diperoleh untuk menjawab apakah materi pengaduan terbukti atau tidak terbukti 6. Memformulasikan simpulan pengawasan.

4.. 4.2. . 3. 4. Lap top.3. 2. 4. Ruangan kerja. menguji kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan peraturan yang berlaku. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.9. 4.7. 2. mempelajari kebijakan daerah terkait materi pengaduan yang dituangkan dalam Peratuan Daerah dan/atau Peratuan Kepala Daerah. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).5. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.116 - kewaspadaan nasional.4. mempelajari kebijakan yang berlaku nasional sesuai dengan materi pengaduan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. Pengaduan Masyarakat adalah laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasi terjadinya penyimpangan.5.3.10.1.3.4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). penghapus.2. korupsi. kertas. 3.11. Wakil Kepala Daerah.8 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kemendagri dan Pemda.6. tatalaksanan/regulasi. 3. mempelajari kebijakan yang menjadi dasar otorisasi. Peraturan Menpan : PER/04/M. Literatur terkait. Aparat Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah. 3. 4. Peraturan Teknis lainnya terkait materi pengaduan.5. White board/flip chart. menyimpulkan kebenaran materi pengaduan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. lingkungan hidup dan umum. 4.1.4. Pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa. Aparat Pemerintah adalah pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri. 2. 2. 4. 4. 2. Peraturan– peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintah. 3. kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan atau aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan.1. seperti Surat Keputusan. 4.2. spidol.

- 117 -

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan pengawasan dengan tujuan tertentu atas pengawasan pengaduan yang terdiri dari: penyusunan Program Kerja Pengawasan (pengawasan pengaduan; persiapan pelaksanaan pengawasan pengaduan; data dan informasi PDTT Dumas; Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan; Permintaan Keterangan; Formulasi simpulan pengawasan; dan Ekspose Hasil Pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah adalah: 2.1. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Ahli Pertama secara memadai; 2.2. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara; 2.3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah; 2.4. memahami pengawasan kepegawaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1 memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja; 3.2 memahami teknik melakukan permintaan keterangan; 3.3 memahami teknik – teknik pengawasan; 3.4 memahami konstruksi berfikir logis; 3.5 memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih; 3.6 memahami prinsip-prinsip manajemen risiko; 3.7 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya korupsi; 3.8 memahami konsep, filosofi dan proses pelayanan masyakat; 3.9 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya penyalahgunaan wewenang; 3.10 memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah; 3.11 memahami pengawasan kepegawaian; 3.12 memahami teknik komunikasi Pengawasan; 3.13 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pengawasan; 4.2. mampu melakukan permintaan keterangan 4.3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.6. mampu memformulasikan temuan secara lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan; 4.7. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data 4.8. mampu menyimpulkan hasil pengawasan 4.9. mampu menerapkan kebijakan terkait materi pengaduan dalam melakukan pengawasan 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif;

- 118 -

5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek Kritis 5.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang materi pengaduan di obyek pengawasan yang sama; 5.2. Jika konstruksi masalah yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi senyatanya; 5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD, Kode Etik, dan Pengawasan Pengaduan Masyarakat atau Instansi Pemerintah; KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2

18. Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi Kode Unit FPP.WAS.02.018.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersipakan 1.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan evaluasi Kinerja ditentukan Penyelenggaraan 1.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun Daerah sesuai dengan tingkatan pemerintahan. 2. Menetapkan IKK 2.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2.3 Input, Proses, Output dikelompokkan 2.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Mengukur kinerja 3.1. IKK pada tataran pengambil kebijakan penyelenggaraan dianalisa dan diberikan skor pemda 3.2. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.3. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor

- 119 -

3.4. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. Mengisi template evaluasi 4.1. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. 4.2. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase, ada atau tidak, tepat atau tidak, jumlah dst. 4.3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD, maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). 5.1. Hasil individual digabung 5.2. Skor dan prestasi dikonversi 5.3. Data dinormalisasi 5.4. Pemeringkatan dilakukan 5.5. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi, berprestasi tinggi, berprestasi sedang, dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota; 6.1. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. 7.2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri

5. Menentukan peringkat

6. Melakukan pengujian lapangan 7. Melaporkan hasil evalausi

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah; Menetapkan IKK; Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda; Mengisi template individu; Menentukan peringkat; Melakukan pengujian lapangan; dan Melaporkan hasil evalausi. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Kinerja PenyelengaraanPemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah:

i. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Jumlah APBD.2. pelaksanaan tata usaha. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). pengelolaan potensi daerah. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. penyusunan. b. efektivitas perencanaan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah. Tinggi (T) = 3. Literatur terkait. Sedang (S) = 2. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal. 2. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. 3. 2. c.1. kertas. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam format excel. dan Bagi Hasil. e. pertanggung jawaban.2. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. dan pengawasan APBD. d.4. h. efektivitas..3. b. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. ketentraman dan ketertiban umum daerah. l. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah.5. Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. Jumlah Rumah. White board/flip chart. Ruangan kerja. Lap top. 3. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.3. penghapus. intensitas. b. . g. dan m. 2. 2. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. c. Jumlah Penduduk. Rendah (R) = 1. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. d. f. c. DAK. meliputi: a. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus.120 - 2. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. pencairan dan penyerapan DAU. k. j.1. transparansi dalam pemanfaatan alokasi.6. 3. spidol. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. 2.

Sebelumnya.121 - d. dan pelaporan hasil evalausi. 4.2.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. g.5. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. f. Sedang (S) = 2. Tinggi (T) = 3. pengelolaan kepegawaian daerah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan .7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). perencanaan pembangunan daerah..8. 4.4. penentuan peringkat. 3.4. pengelolaan barang milik daerah. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. pengelolaan keuangan daerah.9. 1. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah.6.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Rendah (R) = 1 . Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.1. penataan kelembagaan daerah. 4.3. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. penetapan IKK. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pengisian template evaluasi.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. 4. 4.1. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. dan i. pengujian lapangan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. e. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. h. 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.

mampu memberikan skor pada IKK.7. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. Aspek Kritis 6. 3. 3. 3.5.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi.4 memahami pengelolaan data dan informasi. 3. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.6 memahami teknik penyusunan LPPD.2 memahami prinsip EKPPD.1.5. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. 4.122 - 2.1.. integritas. 6. 5. 3. 4.1.3. 4. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel.8.9. tingkat aspek. sosialisasi.3. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi. 4.2. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pengawas Pemerintah yang telah mengikuti pembekalan. 5.5 memahami Kode etik. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.7 memahami teknik komunikasi. 5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.4. akurat. 6.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. cermat/teliti. santun.2. 5. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.4. tingkat urusan. 3. 4. instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. berorientasi hasil.6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi . desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. independen.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK.6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. obyektif. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. 3. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.

Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit FPP.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan ditentukan 1. Menetapkan IKK 1. Menentukan peringkat . IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3. jumlah dst. maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja 2. 4. 5. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. ada atau tidak. dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3.2. 3.. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase. IKK pada tataran pengambil kebijakan dianalisa dan diberikan skor 3. Skor dan prestasi dikonversi 5.5. kabupaten. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan Kabupaten/Kota. berprestasi tinggi.4.1.3. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi.4.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.2. Proses.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun sesuai dengan tingkatan pemerintahan 2. Mengisi template evaluasi 5. Hasil individual digabung 5. 4.3.02. berprestasi sedang.3 Input.019.2.WAS.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda 4. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor 3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD.1.123 - 19. tepat atau tidak.1. Pemeringkatan dilakukan 5. Data dinormalisasi 5.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. Output dikelompokkan 2. dan kota.

1. 7. spidol. hasil. Mengisi template individu. Menetapkan IKK. 2.1. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2.6. Jumlah Rumah c. Jumlah APBD 3. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. keluaran. Laporan Hasil Evaluasi Sementara evalausi diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah. Ruangan kerja. c. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan. kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.2. Menentukan peringkat. Melakukan pengujian lapangan. Jumlah Penduduk b. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. proses.2. dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. ketentraman dan ketertiban umum daerah. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. kertas.1. 2. penghapus. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap pengujian lapangan hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7. dan/atau dampak. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Melaporkan hasil 7. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. e. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam forat excel 3. dan Melaporkan hasil evalausi. meliputi: a. Literatur terkait 2. . Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah d. Lap top 2. Melakukan 6. b. manfaat. d. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota.3.2. White board/flip chart.1..124 - 6.5. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. 2.4.

Rendah (R) = 1 . Tinggi (T) = 3. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. 3. perencanaan pembangunan daerah. l. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus.3. j. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. dan Bagi Hasil. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. g. DAK. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal d. efektivitas perencanaan. Sedang (S) = 2.4. c. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. pengelolaan kepegawaian daerah. penataan kelembagaan daerah. h.Sebelumnya. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. efektivitas.1. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan.3. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. pengelolaan barang milik daerah. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. dan pengawasan APBD. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. Tinggi (T) = 3. e. h.125 - f. Sedang (S) = 2. dan m.Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. f. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kometensi ini adalah: 4. pengelolaan keuangan daerah. penyusunan.. intensitas. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . Rendah (R) = 1. pertanggung jawaban. 4. b. g. k. pelaksanaan tata usaha. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. pencairan dan penyerapan DAU. pengelolaan potensi daerah. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). i. 3. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan.2. dan i. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a.

3. 4.1.5 memahami Kode etik. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. penetapan IKK. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas . tingkat urusan.8. 3. pengujian lapangan. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. 3.3.6. 3. 4.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi.8 memahami teknik komunikasi.7. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. pengisian template evaluasi.5. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. 1.4. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.5. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4.9 memahami peraturan yang terkait substansi Perda. 4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.4. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pejabat FunsionalPengawas Pemerintah yang telahmengikuti pembekalan.9..4 memahami pengelolaan data dan informasi. penentuan peringkat.2. 4.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. dan pelaporan hasil evalausi.126 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. tingkat aspek.2.6 memahami teknik penyusunan LPPD.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. 3. 3. 3.1. 4. 2. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. sosialisasi.2 memahami prinsip dasar EKPPD.7 memahami isi dari masing-masing substansi Perda. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 3. 4.

dan dapat dipertanggungjawabkan. santun 6. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.1. obyektif.127 - pembantuan secara lengkap. pelayanan umum. Aspek Kritis 5. Elemen Kompetensi 1. akurat.3.2. 4.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan dievaluasi diikuti 2. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat.7. Kriteria Unjuk kerja 1.1. 4. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . 5. pelayanan umum. dan daya saing daerah.02.1 PKE diakses dan dipelajari 1. berorientasi hasil.1. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. mampu memberikan skor pada IKK.8.2. 5. 5.3. 2. integritas. independen.6. cermat/teliti.. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat.020. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. dan daya saing daerah. 5. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. pelayanan umum. 2. 5.6.2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 20.9. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 4. diakses dan ditentukan. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.4. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi.5.WAS. 5.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel.

- 128 -

3.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. 3.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. 3.3. Hasil analisis data dan informasi aspekkesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggungjawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. Mengembangkan 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi kemampuan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE penyelenggaraan dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit otonomi daerah Kerja. 4.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja, serta dicatat dalam KKE. 5. Memformulasikan 5.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan kemampuan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam penyelenggaraan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari otonomi daerah pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 6. Menyusun Laporan 6.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kemampuan 6.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah; mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/Tim Daerah EPPD. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan

3. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah

- 129 -

permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah.EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah, kualitas kelembagaan publik daerah, sumber daya manusia, dan teknologi, yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan umum, dan kemampuan daya saing daerah. Dalam EKPOD, IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 2.6. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah, antara lain LPPD, LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). 3.2. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a; 3.3. menginterpretasikan hasil analisis data; dan 3.4. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya, dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. 3.5. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek, fokus, dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat; (2) pelayanan umum; (3)aspek daya saing daerah. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

- 130 -

4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan evaluasi, akses data dan informasi evaluasi, pengujian data dan informasi evaluasi, pengembangantemuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 3.2. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan; 3.3. memahamai tata cara penyusunan LPPD; 3.4. memahami indikator kinerja; 3.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian; 3.6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan; 3.7. memahami Pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.8. memahami teknik komunikasi pengawasan; 3.9. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi; 4.2. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi;

Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. berorientasi hasil. serta Ketua Tim tidak teliti. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 21. 5. 5.7.1. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi.02. . 4. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi. 4. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. 5.5. santun.4. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi.8. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. obyektif.6.WAS.1. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. mampu menerapkan Standar Pengawasan P2.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup..6. Kode Etik APIP.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. 6. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel.3. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 4. 5.4. 4. 4. Aspek Kritis 5. integritas.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. 5. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melakukan evaluasi.5. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi. independen. 5. cermat/teliti.2.131 - 4. 5. 5.3.021.4.3.

2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 4. pelayanan umum.2. 3.1.132 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2.2. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3.1. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. pelayanan umum.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. pelayanan umum.2. diakses dan ditentukan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 4.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . Hasil analisis data dan informasi aspek kesejahteraan masyarakat. dan daya saing daerah. 4. Dokumen dan Informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. pelayanan umum.3. 5. Mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 5. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah pemerintahan kabupaten/kota. 5.3.. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 3. dan daya saing daerah. Kriteria Unjuk kerja 1. 2.1. 5. 2. serta dicatat dalam KKE. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi Elemen Kompetensi 1. Dokumendan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah.

2. IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. 6. sumber daya manusia. dan daya saing daerah. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. 2. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat.133 - untuk digabung menjadi konsep P2HE. Lap top . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. kualitas kelembagaan publik daerah. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. White board/flip chart. Ruangan kerja.4. atribut. 2. kemampuan 6. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. pelayanan umum.2. dan kemampuan daya saing daerah.1. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penghapus.. dan teknologi. Menyusun Laporan 6. spidol. ekonomi dan pemerintahan. melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. kertas. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/ Tim Daerah EPPD yang ditetapkan oleh Gubernur. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah. Dalam EKPOD.2. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.3. kualitas pelayanan umum. EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.1.

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. (3) aspek daya saing daerah. 1. antara lain LPPD.1. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. 4.3.8. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.5. dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota.3. Menginterpretasikan hasil analisis data. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. akses data dan informasi evaluasi.2. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek.4.. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. fokus. 3.1.2. dan 3.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pengembangantemuan. pengujian data dan informasi evaluasi. 3. 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.6. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang . dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Literatur terkait 2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 3.1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.7. formulasi temuan.5. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. 3.6.134 - 2. Konteks Penilaian : 1. LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a.4. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. (2) pelayanan umum. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.5.

6. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi 4. mampu menerapkan Standar Pengawasan Pemerintahan. memahami indikator kinerja. Aspek Kritis 6. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi 4. memahami IT. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah.6.4. 3. 5. 3. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi 4.1. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.9. 3. 3. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5.2. 5. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel.135 - 2. Keterampilan yang dibutuhkanuntukmendukung unit kompetensiini : 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. obyektif. 4. 6. independen. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melaukan evaluasi 4. 3. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.4. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi 4. memahamai tata cara penyusunan LPPD.4.3.2.3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. cermat/teliti.2. berorientasi hasil.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.1. Norma dan Etika Pengawasan. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.2.7. 4.6.3.5. integritas. 3. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi. santun.3.1.8.. 3. 6. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.7. 3. 5. ika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak .1. Kode Etik APIP. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.5.8.6. 3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 5. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan. memahami teknik Komunikasi pengawasan.

pengalihan aset dan dokumen. pelaksanaan penetapan batas wilayah. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 22. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. 6.136 - berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.01 Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 2.2. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Provinsi. Kriteria Unjuk kerja 1. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru .3 SOP ditentukan dan disiapkan 2.3. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.1. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 Elemen Kompetensi 1.WAS. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. serta Ketua Tim tidak teliti. pembiayaan.1 PKE diakses dan dipelajari 1.022. pengisian keanggotaan DPRD. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. 2.. Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. Kode Etik APIP.02. pengisian personil.4.

6.1.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 4.2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 4. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.2. 6. 5.2.1. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. 5. 3. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru 4. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.137 - 3. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru 6.3. serta dicatat dalam KKE..1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru 5.2. atribut. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi baru (DOB) 3. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan.

5. pengisian personil secara keseluruhan. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pekerjaan umum. pengisian keanggotaan DPRD. pelaksanaan penetapan batas wilayah. kehutanan. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . ketahanan pangan. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. keluarga berencana dan keluarga sejahtera.2. industri. c. statistik. 2. sosial. spidol. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. penataan ruang. lingkungan hidup. perangkat daerah. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. pengisian personil. pertanian. d. 2. perumahan. pariwisata. kepegawaian dan persandian.138 - perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. ketenagakerjaan.. 3. kepemudaan dan olahraga. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. energi dan sumber daya mineral. e. pemberdayaan masyarakat dan desa. yang terdiri dari.4. administrasi keuangan daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). pembiayaan. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil. White board/flip chart. perencanaan pembangunan. 2. penghapus.melalui kegiatan analisis kritis. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. otonomi daerah. perhubungan. Literatur terkait 3. penilaian yang sistematis.3.2. pemberian atribut. pengalihan aset dan dokumen. Sedangkan. 2.1. dan perpustakaan. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari . dan kualitas personil atau aparatur. kearsipan. b. perkembangan penyusunan perangkat daerah. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. penanaman modal. Ruangan kerja. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. kertas. perdagangan dan transmigrasian. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. koperasi dan usaha kecil dan menengah. komunikasi dan informatika. kebudayaan. Lap top 2.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. pertanahan. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. kesehatan. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. pengenalan permasalahan. kependudukan dan catatan sipil. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif.Menguji data dan informasi yaitu : a. pemerintahan umum.

3.1. g. pemanfaatan ruang.6. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. Atribut kondisi. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. i. d. 4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan. dan lain – lain yang sah. pelacak batas. . dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. 4. dana perimbangan. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. kreteria. b.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.. terdiri dari: a. f. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.7. 4. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. 4. e. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas.2. pembuatan peta batas.139 - pendapatan asli daerah (PAD). 4.4. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. h. 4. c. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4. 4.3. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. pemasangan pilar batas. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB.

akses data dan informasi evaluasi.5. mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. . memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.2. 3. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3.4.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. pengembangan temuan.1. 2.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. Kode Etik APIP. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.3. mampu berinteraaksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. formulasi temuan. 3. memahami indikator kinerja.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.6. 3. akurat. Konteks Penilaian : 1.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Jo. 3. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.11 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.1. Kode Etik APIP. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). memahami Psikologi pengawasan. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.10. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.7. 1. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. memahami teknik menyusun laporan.9..140 - 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4.2. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. 3. 4. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. memhami IT. memahami Teknik Komunikasi pengawasan.4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. 4. 4.3. 4.2.8. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. pengujian data dan informasi evaluasi.1. 4.

Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 5. cermat/teliti.2.WAS. 5.5..5. independen. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. dan Ketua Tim kurang teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Pengawas Pemerintahan. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Kabupaten/Kota. 6.5. berorientasi hasil. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 23.3. 6.2. 6. 5.1.01 Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. santun. Kode Etik APIP. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5.023. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi .141 - 4.1.4. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.02.6. 6.3. serta Ketua Tim tidak teliti. integritas. obyektif. Aspek Kritis 6. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.4. 5. 6.

2.1.2. pengalihan aset dan dokumen. 5. 2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. pembiayaan. 6. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3.1. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 6.2. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 4. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan.2. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah. 3. 6.3.1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 3.142 - 1.. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi 1. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.3.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 4. serta dicatat dalam KKE. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor . pelaksanaan penetapan batas wilayah. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 5.2. 2. 5. pengisian personil.3. 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.1. pengisian keanggotaan DPRD. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 5.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. perkembangan penyusunan perangkat daerah. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. Ruangan kerja. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi otonomi baru (EDOB) Kabupaten/Kota. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. adalah: 2.4. pembiayaan.. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . 3. pengisian personil. pelaksanaan penetapan batas wilayah. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. pengisian personil secara keseluruhan. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru.melalui kegiatan analisis kritis.1. b.143 - Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. pengalihan aset dan dokumen. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD.5. spidol.2. White board/flip chart. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. pengisian keanggotaan DPRD. Lap top 2. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil. pengenalan permasalahan.Menguji data dan informasi yaitu : a. penghapus. penilaian yang sistematis. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. yang terdiri dari. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 2. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. Literatur terkait 3. dan kualitas personil atau aparatur.3. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. baru (DOB) Kabupaten/Kota . 2. 2. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. kertas.2. atribut. 2. pemberian atribut.

dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. b. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. pemberdayaan masyarakat dan desa. koperasi dan usaha kecil dan menengah. e. ketenagakerjaan. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. pelacak batas. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. c. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. otonomi daerah. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. dan lain – lain yang sah. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan . lingkungan hidup. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. perencanaan pembangunan.144 - c. d. industri. penanaman modal. perhubungan. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. pemanfaatan ruang. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. penataan ruang. pekerjaan umum. pertanahan. kepegawaian dan persandian. kependudukan dan catatan sipil. statistik. h. Atribut kondisi. komunikasi dan informatika. dan perpustakaan. kebudayaan.. kearsipan. energi dan sumber daya mineral. dana perimbangan. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. terdiri dari: a. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. e. perdagangan dan transmigrasian. Sedangkan. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.3. kehutanan. pemerintahan umum. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. g. kreteria. i. administrasi keuangan daerah. perangkat daerah. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. sosial. pemasangan pilar batas. pertanian. d. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. pembuatan peta batas. f. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. kesehatan. pariwisata. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. kepemudaan dan olahraga. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD). perumahan. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. ketahanan pangan.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru.

10.2.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil 4.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah . Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan melakukan evaluasi daerah otonomi baru adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.2.5. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. 4. 4.4. 4.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. pengujian data dan informasi evaluasi. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.145 - kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE. 2.13 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.16 Pengawasan APIP. 1. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.1. pengembangan temuan. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. formulasi temuan.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Konteks Penilaian : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.9.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.14 Peraturan Menpan : PER/04/M.3.6.7. akses data dan informasi evaluasi. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.

dan dapat dipertanggungjawabkan. Mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 5. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. memahami IT. 3. 6.6.5. 3. 5. memahmai psikologi pengawasan. Mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. 5. memahami indikator kinerja. serta Ketua Tim tidak teliti.5. 5. Aspek Kritis 6. 6. 4. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.146 - 3. 4.8.3. memahami tekik komunikasi pengawasan. cermat/teliti. Kode Etik APIP.3.2. obyektif.9. 3.1.. 4. Kode Etik APIP. 3. 3. akurat. santun.1. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5.4. evaluasi dokumen perencanaan.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. integritas.4. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. 4.2.7.3. 4.6.5.4.5. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.1. Kode Etik APIP. 5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. independen.3.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. dan Ketua Tim kurang teliti. 3. Mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. 6. . Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. berorientasi hasil. memhami teknik menyusun laporan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. 3. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap.

dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). dan kompetensi Camat diakses dan ditentukan. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.1.3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 24.147 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 2. kewenangan yang dilimpahkan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.2.1.01 Melakukan Evaluasi kecamatan TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi.WAS. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya .2. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4. Melakukan Evaluasi Kecamatan Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.1. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang Elemen Kompetensi 1. Dokumen terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yaitu tugas umum pemerintah. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan kecamatan ditentukan 3. Hasil analisis data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.. 2.02.3.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kecamatan. 4. 3.024. 3. Data dan informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Kriteria Unjuk kerja 1. Mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah kecamatan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.

melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Ruangan kerja. 5.1. kertas. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . pemberian atribut. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. spidol. 6. pengenalan permasalahan.2. pemerintah 6. White board/flip chart. 5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah kecamatan.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.2.3. Menyusun Laporan 6. mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. penilaian yang sistematis.1. menyelenggarakan tugas umum pemerintahan. 2. Evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. penghapus. serta dicatat dalam KKE. 5.. Kecamatan atau sebutan lainnya adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor kecamatan atau Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis sebutan lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. atribut. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di eilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.148 - dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan kecamatan atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah kecamatan yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. 2.

3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. kemampuan/pemahaman dalam penyelenggaraan pelayanan umum. kehutanan. yang terdiri dari. koordinasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. dan pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. penanaman modal.2. perumahan. budaya. tata ruang. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan sebagian urusan kewenangan otonomi daerah yang dilimpahkan. lingkungan hidup. kemampuan/pemahaman dalam pengelolaan kepegawaian. Atribut kondisi. pertanian. industri. 3. Konsep temuan evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.5. sosial.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah Kecamatan atau . kewenangan yang dilimpahkan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya untuk dinilai. ketahanan pangan. kreteria. otonomi daerah. dan transmigrasi.3. kemampuan/pemahaman selaku PPAT.1. perhubungan. Literatur terkait 3. terdiri dari: a. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. statistik. Kewenangan yang limpahkan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. kemampuan /pemahaman dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. Tugas Umum Pemerintahan. Tugas Umum Perintahan yaitu pemberdayaan masyarakat. pekerjaan umum. c. perdagangan. energi dan sdm. pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa dan/atau kelurahan. kompetensi Camat dalam mengembangkan budaya kerja. komunikasi dan informatikan. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan peran sebagai kepala wilayah (tugas-tugas atributif). 2. Menguji data dan informasi yaitu : a. perencanaan pembangunan. kepemudaan dan oleha raga. pertanahan. Lap top 2. c. b. kearsipan. koordinasi penyelenggaraan kehiatan pemerintahan ditingkat kecamatan. dan kemampuan/pemahaman dalam mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif.149 - 2. d. koperasi dan ukm.. pemberdayaan masyarakat dan desa. e. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. pariwisata. koordinasi pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan umum. kependudukan dan capil. Sedangkan urusan pilihan yaitu kelautan dan perikanan. b. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). ketenagakerjaan..4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. dan Kompetensi Camat diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. dan perpustakaan. kesbangpol. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. Kompetensi Camat meliputi kemampuan/pemahaman dalam merumuskan kebijakan teknis SKPD. koordinasi penerapan dan penegakan perundangundangan. kesehatan.

Konteks Penilaian : 1. . Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. formulasi temuan. memahami indikator kinerja.5. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. akses data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP)..4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan.3.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 4.10 PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 1.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. dengan tertulis/lisan/wawancara.3. 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.150 - sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE.2. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. pengembangan temuan. 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.9. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.11. 2.1.6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4. pengujian data dan informasi evaluasi. 3. 4.o.7.2.2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.

4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan . independen. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. integritas.3.5. obyektif. 4. dan Ketua Tim kurang teliti. berorientasi hasil.151 - 3.4. Kode Etik APIP. 6.2. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. santun.. memahami tehkik komunikasi pengawasan. 3. serta Ketua Tim tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).5. memahami Standar Pengawasan Pemerintantahan. .2.3.2. cermat/teliti. 5.3. dan dapat dipertanggungjawabkan. Norma dan Etika Pengawasan. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. memahami IT. 3. memahami psikologi pengawasan. Kode Etik APIP. 4. akurat. 4. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Aspek Kritis 6. dan pedoman evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 6.5. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.4. 4. 5.4.6.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 5. 6. 6. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Kode Etik APIP.8. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.1. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.6. 3.1. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4.1.9. 3. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.7. 5. memahami teknik menyusun laporan. 6. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.

Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 3. dan (2) komptensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. Melakukan Evaluasi Pemerintah Desa Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 25. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk evaluasi pemerintah desa. Hasil analisis data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah desadibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 2.01 Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. . dan kemasyarakatan. 3.02.WAS.1. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 3. 4.3.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah Elemen Kompetensi 1.025. pembangunan..1 PKE diakses dan dipelajari 1. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.2. dan (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan ditentukan.2. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan desa ditentukan 3.3.1. Dokumen terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya yaitu (1) pelaksanaan pemerintahan.1. Mengakses data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Data dan informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.152 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 4. Kriteria Unjuk kerja 1. 2. 4. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.

serta dicatat dalam KKE. 2. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan desa atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. 5.1. penghapus.2. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. mengakses data dan informasi pemerintah desa lainnya. . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah desa atau sebutan lainnya. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. White board/flip chart. pemberian atribut. pemerintah desa 6.. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. 5. 2.1. adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat setempat. pengenalan permasalahan. Evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. Memformulasikan 5. 5. selanjutnya disebut desa. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor atau sebutan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.153 - penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Ruangan kerja. Menyusun Laporan 6. mengembangkan hasil evaluasi desa atau sebutan lainnya. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan Evaluasi Pemerintah Desa adalah: 2.1.2. berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara KesatuanRepublik lndonesia Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah desa atau sebutan lainnya. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya oleh Tim Evaluator . penilaian yang sistematis. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan pemerintah desa dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam atau sebutan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari lainnya pimpinan unit kerja.2. spidol. Desa atau yang disebut dengan nama lain. atribut. 6. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya.3. kertas.

154 - 2.3.3. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan Evaluasi Pemerintah Desa: 4. c. dan kemasyarakatan. Konsep temuan evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.2. Kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan meliputi sejauhmana penjabaran pelaksanaan ketentuan sampai kepada masyarakat desa atau sebutan lainnya. Lap top 2. (2) pembangunan meliputi profil pembangunan desa atau sebutan lainnya ekonomi masyarakat. Atribut kondisi. (1) pelaksanaan pemerintahan. d. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Administrasi pemerintah desa atau sebutan lainnya meliputi administrasi pemerintahan. dan fasilitasi pelayanan pendidikan. dan (4) tertib administrasi pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pemerintah desa atau sebutan lainnya. b. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. dengan keamanan dan ketertiban. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pembangunan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. yang terdiri dari. kreteria. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi desa atau sebutan lainnya. budaya dan keagamaan. 2. kesehatan masyarakat .2. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. terdiri dari: a. Menguji data dan informasi yaitu : a. 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. dan kemasyarakatan. 4. Literatur terkait 3. 3.. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Pelaksanaan (1) pemerintahan meliputi kependudukan dan catatan sipil.1.4. dan (2) kompetensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. 4. (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. pembangunan.5. e. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. dan kelembagaan sosial masyarakat. d.5.4. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk dinilai.3. Kompetensi Kepala desa atau sebutan lainnya sesuai peryaratan administrasi dan khusus yang dipersyaratkan. .1. (3) kemasyarakatan meliputi pembinaan kehidupan sosial. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. b. c.

4. 2. 4.14 Peraturan Menpan : PER/04/M.3.2. 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. pengujian data dan informasi evaluasi. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.8. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya 4. Kode Etik APIP. 1.13 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. memahami teknik komunikasi pengawasan. 4. 4. 4. 4.6. memahami psikologi pengawasan.. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3.3.4.2.11 Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. 4.9 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. 3. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. akurat. pengembangan temuan. 4. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. .4. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor13 Tahun 2006 tentang Pedoman penyelenggaraan perlombaan Desa dan Kleurahan.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Konteks Penilaian : 1. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. akses data dan informasi evaluasi. memahami Standar Pengawasan P2.7.1. dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.1. 3. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. Kode Etik APIP.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. formulasi temuan. 3. 4. memahami indikator kinerja. memahami teknik menyusun laporan.5. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.2.6.155 - 4.7. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.8 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. memahami IT. 3.1.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.

5. 6.6. santun.1. 4. 6.5.4. serta Ketua Tim tidak teliti. Aspek Kritis 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.02. independen.026. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit Elemen Kompetensi . Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. dan Ketua Tim kurang teliti.4. 5. 5. 6.3. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 6. 5.. obyektif. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. berorientasi hasil.5.3.2. 5. cermat/teliti.2. 5. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah desa atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kode Etik APIP.WAS. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.1.156 - dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan pedoman tentang pemerintah desa atau sebutan lainnya. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 25. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas FPP. integritas.

2. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1. 3. Mengembangkan 4.3.3.157 - 1.1.2. Akuntabilitas 6. 5.2. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi.1. informasi laporan 3. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Rekomendasi perbaikan untuk mencegah pemerintah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan laporan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan akuntabilitas diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 5. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan Pengujian data dan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. Menyusun Laporan 6. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP.1. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 2. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. Melakukan 3.1.2.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi akuntabilitas dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan . Menyiapkan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah 2.1. RKT. 4. 3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1.3.2.2. serta dicatat dalam KKE.. 5. Memformulasikan 5. kinerja instansi 4.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2.

Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP.1. Lap top 2. White board/flip chart. 2. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Jenderal. Ruangan kerja. 2. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).3. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah.2.158 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. pengenalan permasalahan. yang terdiri dari. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. .. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Dokumen RKT. Menguji data dan informasi yaitu : a. 2. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. dan Dokumen Penetapan Kinerja. b. pemberian atribut. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Jenderal yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen Renstra Komponen. kertas.2. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.4. 3. 2.5. spidol. penghapus. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. penilaian yang sistematis. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri.1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakuakn Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi Laporan akuntabilitas Instansi Pemerintah adalah: 2. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. berbagai praktik manajemen stratejik. Literatur terkait 3. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Jenderal yang ditetapkan oleh Kementerian yang berwenang. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. atribut. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.

akses data dan . c. 4. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. tugas.3. Atribut kondisi.2. dan Fungsi Kementerian Negera serta susunan organisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. 4. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. c. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. terdiri dari: a.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).9. 4. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. e. e.5. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. b. 4. (2) pengukuran.7.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.4. Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. pengungkapan dan penyajian.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. 3. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. 4. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. d.8. 4. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE.3. d. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja.. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian dan Lembaga Negara non Kementerian. dan fungsi eselon I Kementerian Negara. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. Tugas. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. Konteks Penilaian : 1.1.6. kreteria.159 - dan indikator kinerja utama (IKU).

8. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.160 - informasi evaluasi. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 3.. obyektif. 1. 4. 3. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 4. memahami tekik komunikasi pengawasan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.4.6. memahami psikologi pengawasan. 3. 5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 5. 6.7.5. memahami IT. 5.1. Kode Etik APIP. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 2.5. santun. mampu mengembangkan temuan secara lengkap.5. 4. 3.3. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. memahami indikator kinerja. Kode Etik APIP.4. 6. cermat/teliti.2. pengujian data dan informasi evaluasi. berorientasi hasil. dan dapat dipertanggungjawabkan.3. 5. akurat. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 4. 3. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2. independen. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaaluasi (LHE). 5.2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.1.1.3. pengembangan temuan. 5. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi LAKIP. integritas. 3. .2. Memahami teknik menyusun laporan. serta Ketua Tim tidak teliti. 3.3.1. 6. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.2.6. Aspek Kritis 6.4. 4. formulasi temuan.

161 - 6.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. RKT. Kriteria Unjuk kerja 1. Kode Etik APIP.3.. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . 3.4. 6. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. 2.4. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).027. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintah Provinsi. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP.3. 2. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Dokumen perencanaan seperti : Renstra. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 26.1. 3. dan Ketua Tim kurang teliti.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan.02.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.WAS. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.2.

Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. Memformulasikan 5. 6.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik.1. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. 4.3. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. pengenalan permasalahan. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah.162 - 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . Akuntabilitas 6.1. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Menyusun Laporan 6. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. pemberian atribut. 5. atribut. 5.2.2. penilaian yang sistematis. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. serta dicatat dalam KKE. 4.. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.1. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. 5.

spidol. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. kertas. dan Dokumen Penetapan Kinerja. e. d. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. 2.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. penghapus.2. b. Atribut kondisi. (2) pengukuran. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.1. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. Dokumen RKT. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. 4. berbagai praktik manajemen stratejik. kreteria. 2. RKPD. c. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. Renstra. pengungkapan dan penyajian. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. dan indikator kinerja utama (IKU). terdiri dari: a. Literatur terkait 3. Ruangan kerja. 2. Lap top 2.. b.3. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. . dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja.3. d. e. Menguji data dan informasi yaitu : a.1.5. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. yang terdiri dari.2. c.. Peraturan – Peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 2.4.163 - Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. White board/flip chart.Menyusun hasil evaluasi LAKIP.

3. memahami teknik komunikasi pengawasan.3.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.3. memahami teknik menyusun laporan. 3. Kode Etik APIP. akses data dan informasi evaluasi.2. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip.7. memahami psikologi pengawasan. memahami IT. pengembangan temuan. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.6.6. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4.5.9. memahami indikator kinerja.1.4. dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.3. 4. akurat.9. 4. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.1. 4.4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.. 4.7. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.5. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.8. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. pengujian data dan informasi evaluasi. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. 3. 3.164 - 4. 4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. formulasi temuan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. 1. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 2. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 3.1.2. Konteks Penilaian : 1. . 3. 4. 4. memahami Standar Pengawasan. 3.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 27. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. 5.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota .3.2. 5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan Ketua Tim kurang teliti. 5.028. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. independen. 6. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.5. berorientasi hasil. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.4. Aspek Kritis 6. 5. 6. 6. cermat/teliti. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP.4. Kode Etik APIP. 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.165 - 4. integritas. santun. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. 5. 6.. obyektif.4. kode etik apip.1.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.6.WAS. 5.5. serta Ketua Tim tidak teliti.02.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.5. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). 6.2. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.

Dokumen perencanaan seperti : Renstra. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota.1. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 2.2. 4. serta dicatat dalam KKE. RKT. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. 3.166 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 5.2. 3. 2. 5. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.1. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian Elemen Kompetensi 1.2.1. 5.3. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah . 3.1. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.2. 6. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.2. 4. Kriteria Unjuk kerja 1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. 5. 6. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.3.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 4..3. Memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja pemerintahan 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.

Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. 2. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Dokumen RKT. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut. berbagai praktik manajemen stratejik.167 - diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. . 2. dan Dokumen Penetapan Kinerja. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. 2.2. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. Menguji data dan informasi yaitu : a.4. kertas.2.3.1. yang terdiri dari. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. pemberian atribut. penilaian yang sistematis. Lap top 2. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. 3. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan adalah: 3. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. atribut. White board/flip chart.1. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Renstra. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. spidol. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri.. penghapus. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. RKPD.5. Ruangan kerja. Literatur terkait 3. pengenalan permasalahan.

Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi. e. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja.8. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP.7. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).Menyusun hasil evaluasi LAKIP. 4.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. (2) pengukuran.2. Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.5.. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.1. c. 4. dan indikator kinerja utama (IKU). Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.1.168 - b. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. 4..4. d. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau . disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. kreteria. 4. b.3. 4. 4. Konteks Penilaian : 1. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. 4.6. c. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. d.9. 4. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. e. terdiri dari: a. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Atribut kondisi.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. pengungkapan dan penyajian.

4. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. akses data dan informasi evaluasi. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. 33. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. obyektif.2. 6. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2.6. 3. santun. 5. Aspek Kritis 6. memahami IT.4.4. formulasi temuan.2. 5. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. 4. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. cermat/teliti.3. memahami teknik menyusun laporan. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. pengembangan temuan. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. memahami Standar Pengawasan. berorientasi hasil. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 3. 5. 5. memahami teknik komunikasi pengawasan. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 2. 4.1.169 - disimulasikan.3. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.1. kode etik apip. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 4. 5. integritas. 4. 6. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE).1. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. memahami psikologi pengawasan. 6.8. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah . 1. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan..5.9.6. 3. pengujian data dan informasi evaluasi. dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.2.3. 3. 3. 5. Kode Etik APIP.5. memahami indikator kinerja. 3. 3.3.2.1. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.7. akurat. independen.4.

pengawasan 1.. dan Ketua Tim kurang teliti KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.170 - berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diusulkan kepada supervisi.Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisi yang dituangkan dalam KKP 2. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses dan Tujuan dipelajari. serta Ketua Tim tidak teliti. Menyusun 1.01 Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.4. Menyusun 2. Kode Etik APIP.3.4.029. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 3 3 3 2 3 3 2 28.Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada Pengawasan . manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisor yang dituangkan dalam KKP 2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.4. Kriteria Unjuk kerja Elemen Kompetensi 1. . Sasaran dan tujuan pengawasan dirumuskan 2.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.2. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).3. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. 6. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.2.Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui Objek.00. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1.5.1.Waktu analisis Sasaran dan tujuan pengawasan dan pelaksana 2.WAS.

Pengawasan 4. 2.4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. alat bukti.. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . Langkah kerja pengawasan diusulkan 4.2.3. menyusun obyek.2. 3.2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan disusun dan diusulkan kepada supervisi. menyusun obyek. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. dan tatacara Urusan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi.White board/flip chart.Indikator kinerja. 3.2. LCD.1. menyusun langkah kerja pengawasan. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. 2.3. Menyusun 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. waktu dan pelaksana pengawasan. menyusun daftar pertanyaan pengawasan 4. waktu dan pelaksana pengawasan. 4.5. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektifsesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. 4.Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diidentifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing.3.4.1. 3. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3. penghapus.Waktu Pelaksanaan Pengawasan ditentukan dan diusulkan 2. 3.Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Pemerintahan 4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. kertas.Usulan dokumen.Ruangan kerja. menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. Menyusun 3. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diidentifikasi.2. menyusun langkah kerja pengawasan. spidol.171 - 2.2. pengawasan 3.1.3 Lap top.1.6.Usulan teknik pengujian dokumen. 3.3.1. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pertanyaan diklasifikasi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.5. data dan informasi yang dibutuhkan diidentifikasi. 2. 2. 3.4.Obyek. menganalisa risiko pengawasan 3.

13.7.10. Peraturan Menpan : PER/05/M. memahami teknik penyusunan daftar pertanyaan. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. penyusunan langkah kerja pengawasan.1. memahami Kode Etik APIP. Permendagri Nomor 8 th 2009. memahami Standar Audit APIP.3. 3. penyusunan daftar pertanyaan pengawasan. 3. 2. memahami analisa manajemen risiko. 4.11. 3. penyusunan obyek.5.2. memahami teknik verifikasi. 4. 3. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. 4. 4. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.6. 3. waktu dan pelaksana pengawasan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penyusunan sasaran dan tujuan pengawasan.10. 1. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 3.5. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi/Kab/Kota. 3.172 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.11.2.6. 4.8. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi merencanakan PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan.1. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. memahami analisa risiko pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4.8. .o.9. 3.memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan.4.1.9. Permendagri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pejabat Pengawas Pemerintah di Lingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah 4. Peraturan MENPAN Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. tatacara pengawasan.12. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.. memahami indikator kinerja. 3. alat bukti.7.memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP. 4. 4. 3. 4.

mampu menganalisa manajemen risiko.7. 5. obyektif.2. alat bukti. 5. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses Tujuan dan dipelajari.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).5. independen. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan diverifikasi.01 Judul Unit Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.6. 4.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada. santun 6. Memverfikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.4. mampu menyusun daftar pertanyaan.1. mampu menstransfer indikator.2.173 - 4. Aspek kritis 6.4. 5. 5. . 4. antara lain Jakwas dan PKPT.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 Memecahkan masalah 3 Menggunakan teknologi 2 29. . cermat/teliti. 6. mampu menerapkan teknik verifikasi dengan baik. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.4.1. 5.3.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai.WAS. 4.3.2.030..4. integritas.5. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1. 4. Memverifikasi 1.3.00. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. 5. berorientasi hasil. mampu menganalisa potensi risiko audit.3. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT Mengumpulkan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 6.6. dalam deskripsi unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan unit kompetensi menyusun PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan. 6. pengawasan 1.Jika analisa potensi risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai.

alat bukti.Ruangan kerja. penghapus. 3.6.Waktu dan pelaksana Pengawasan . .5.3.174 - 2.1. menyusun obyek.2. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diverifikasi. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diverifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing.2.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diverifikasi kepada supervisi.2. meverfikasi langkah kerja pengawasan.1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi. 4.4.3.4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. Memverifikasi 4.White board/flip chart. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui analisis Sasaran dan tujuan pengawasan 2.4. 3. menganalisa risiko pengawasan 3. 2.1.2. Memverifikasi Objek. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. Langkah kerja pengawasan yang diusulkan diverifikasi 4.1. Memverifikasi 3. 3. pengawasan 3.4. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan diverifikasi.3. Indikator kinerja. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. Usulan teknik pengujian dokumen. waktu dan pelaksana pengawasan. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2.3. LCD.2. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2. 2.. Obyek. 3.4. meverfikasi obyek. 3. 3. Waktu Pelaksanaan Pengawasan diverifikasi 2.3 Lap top. waktu dan pelaksana pengawasan. menyusun langkah kerja pengawasan. 2.1. meverfikasi daftar pertanyaan pengawasan. menyusun daftar pertanyaan pengawasan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 2. meverfikasi sasaran dan tujuan pengawasan. 2.5. data dan informasi yang dibutuhkan diverifikasi. kertas. Usulan dokumen. 2. spidol. Urusan 4.2. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3.

Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan merencanakan PKPP. waktu dan pelaksana pengawasan. Kabupaten/Kota. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.3.11. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP.2.2.7. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Peraturan Menpan : PER/05/M.7. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.8. 4.6. 4.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2.10..5. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompeteni ini adalah: 4.4. 4. 3.1. Peraturan Menpan : PER/04/M. 3.5. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah.12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3. 4. 1. memahami Kode Etik APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.9.8. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4.1. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.10. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan.4. 2. . Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. 4. 3. 3.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. memahami analisa risiko pengawasan. 4. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. memahami analisa manajemen risiko. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.175 - 4. alat bukti. 3.3. memahami indikator kinerja. verifkasi obyek. 3. memahami Standar Audit APIP. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. tatacara pengawasan.6.1. 4. verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. verifkasi langkah kerja pengawasan. 3. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).9.

santun.WAS. 6.1.2. Mampu menyusun Daftar Pertanyaan 4.2.3.Mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP.4.1.3. obyektif.Mampu menstransfer indikator.2. 4. Aspek kritis 6. berorientasi hasil.01 Judul Unit Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. integritas. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 30.5. 6. 5. Mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai.6.Mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. 1. 5. 5. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait dan Tujuan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses pengawasan dan dipelajari.11.6.5.4. cermat/teliti. 5. 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP).1. 4.1. antara lain Jakwas dan PKPT. alat bukti. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.7. 5.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. 4.2. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.176 - 3.00. Mampu menganalisa potensi risiko audit 4. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan .Jika PKPP dibuat tidak diverifikasi dan dinilai secara memadai.3.. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. Mampu menganalisa manajemen risiko 4. independen. Menilai sasaran 1. 4. Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP.031. 6. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.4.3. memahami teknik verifikasi.

- 177 -

dianalisis 1.4. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan dinilai. 2. MenilaiObjek,Wakt 2.1. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui u dan pelaksana analisis Sasaran dan tujuan pengawasan Pengawasan . 2.2. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.3. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.4. Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan dinilai kepada supervisi. 2.5. Waktu Pelaksanaan Pengawasan dinilai 2.6. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan dinilai sesuai dengan kompetensi masing-masing. 3. Menilai langkah 3.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek kerja pengawasan pengawasan dipelajari; 3.2. Usulan dokumen, data dan informasi yang dibutuhkan dinilai; 3.3. Usulan teknik pengujian dokumen, data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan dinilai. 3.4. Langkah kerja pengawasan yang diusulkandinilai 4. Menilai Daftar 4.1. Obyek, sasaran dan langkah kerja Pengawasan Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi Urusan 4.2. Indikator kinerja, alat bukti, dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi; 4.3. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahandinilai. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan; menyusun obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; menyusun langkah kerja pengawasan; menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam menilai PKPP adalah: 2.1.Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Lap top, LCD; 2.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan; 3.2. menilai sasaran dan tujuan pengawasan; 3.3. menilai obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; 3.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.5. menganalisa risiko pengawasan; 3.6. menilai langkah kerja pengawasan; 3.7. menilai daftar pertanyaan pengawasan.

- 178 -

4. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; 4.6. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.7. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.9. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota; 4.10. Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.11. Peraturan Menpan : PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan; verifkasi obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; verifkasi langkah kerja pengawasan; verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan memverifikasi PKPP. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ; 3.2. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP; 3.3. memahami analisa manajemen risiko 3.4. memahami analisa risiko pengawasan 3.5. memahami indikator kinerja, alat bukti, tatacara pengawasan; 3.6. memahami Standar Audit APIP; 3.7. memahami Kode Etik APIP; 3.8. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan; 3.10. memahami teknik penyusunan rencana pengawasan;

- 179 -

3.11. memahami teknik verifikasi; 3.12. Memahami teknik penilaian. 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP; 4.2. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP; 4.3. mampu menstransfer indikator, alat bukti, dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP; 4.4. mampu menganalisa manajemen risiko; 4.5. mampu menganalisa potensi risiko audit; 4.6. mampu menyusun Daftar Pertanyaan; 4.7. mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai; 4.8. mampu menerapkan teknik peniliaian secara memadai. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif; 5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek kritis 6.1.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada, antara lain Jakwas dan PKPT; 6.2.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai; 6.3.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 32. Melakasanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.WAS.00.032.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti

Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan Pokok Hasil disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.4.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi wasan (P2 HP) Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6.. 3.2. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya.3. Data dan informasi yang kurang tepat diklarifikasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1.3. serta dicatat dalam KKP. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4.1. 2. . Penjelasan Prosedur Penilaian : 2.2. Data dan informasi terkait ruang lingkup pengawasan diakses dan dipelajari 2.2. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5. dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1. 5.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan pengawasan. Kreteria pelaksanaan kegiatan ditentukan dan Pengujian atas data disepakati dengan penanggungjawab kegiatan dan informasi 3. Mengakses data dan informasi pengawasan . Menulis temuan 5.P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.3. Mengembangkan 4. serta hasilnya dicatat dalam KKP.2. 4. 3. kreteria.180 - 2.3. Menyusun Pokok6. Melakukan 3. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.2. 3. Atribut kondisi.4. Kesesuian antara dokumen data dan informasi pengawasan dengan criteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. sebab akibat pada KKP pengawasan diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja 5.1. Pengawasan/Penga 6.

4. Aspek Kritis 6.1. Memahami standar pemeriksaan. Santun. Berorientasi hasil. Memahami Kode etik pemeriksaan.3. Memahami teknik komunikasi. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5.1. 3. 4. 5. 5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini.181 - 2. mampu menerapkan standar Pengawasan. 5. 5. 5. memahami IT.2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi menyusun Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). 3. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam pelaksanaan pengawasan. 5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. Independen. memahami prinsip-prinsip pengawasan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. Memahami teknik pemeriksaan.1. 6.1. mengakses data dan informasi pengawasan.6. 4. 1.5. menulis temuan pengawasan. mengembangkan temuan pengawasan.2. integritas.4.3. 6. Cermat/teliti.4. Obyektif.2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 1.5. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 .2.1.6. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan.4. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.. menyusun poko-pokok hasil pengawasan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.3. 3. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka pengawasan dan untuk menggali informasi. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. mampu menerapkan Kode Etik Pengawasan. 3.2. 4. 3. 4. 3. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.

memaparkan Hasil pengawasannya 2.2.1. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Lap top.. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam melaksanakan ekspose hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: persiapan ekspose. 3. spidol.3. kertas. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 3.5.2. 2. 2. Melakukan ekspose 2.2 Permohonan ekspose beserta konsep Hasil Pengawasan yang telah tergabung disampaikan kepada pengelola ekspose 1. Infocus.3. Mempersiapkan ekspose hasil pengawasan . Memaparkan hasil pengawasan 1.3.00. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan untuk melaksanakan ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan. Masing-masing Pengawas Pemerintahan hasil pengawasan . Ruangan kerja.1. 2.1.01 Judul Unit Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 2.WAS.1 Konsep Hasil Pengawasan dipelajari 1. Simpulan dari ekspose ditindaklanjuti oleh hasil ekspose Pengawas Pemerintahan dengan mengubah konsep Hasil Pengawasan sesuai dengan hasil ekspose 3. Tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dari penyanggah dicatat oleh Pengawas Pemerintahan dalam lembar kerja ekspose dan dijawab secara singkat dan benar 2. Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP. White board/flip chart. Hasil penilaian dari supervisor diparaf dan disampaikan kepada sekretariat tim pengawas sebagai nett temuan. penghapus. 3. Menindaklanjuti 3. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose.1.182 - 33. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).033.2.4. Perubahan yang dilakukan disertai dengan matriks yang menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah perubahan disampaikan kepada supservisi untuk dinilai dan diparaf. Jawaban atas tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dicatat dalam lembar kerja ekspose 3. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.3 Bahan presentasi ekspose disiapkan 2. Penyanggah memberikan tanggapan/ sanggapan/pertanyaan kepada Pengawas Pemerintahan 2. Mempersiapkan bahan ekspose.2.4. 2.

Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.10. cermat/teliti.4. 4. independen. Memahami teknik presentasi. Memahami teknik komunikasi. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Menindaklanjuti hasil ekspose 4.3.2. . Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 5.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan. 4. Mampu berkomunikasi efektif dalam ekspose 4. 4.1.2.1. 3.5. 2.4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah.2. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.11. 4.1. Peraturan Menpan : PER/05/M.3.2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. 4. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.3. 4.7.2. Mampu menjawab pertanyaan penyanggah dengan efektif 5. Menjawab pertanyaan dari para penyanggah 3.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 3. 4. Mampu memaparkan hasil pengawasan dengan efektif 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose.1. 4. Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 5.183 - 3. integritas.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4.3.9.3. obyektif.. 4.1.8.2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.12. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan ekspose.6. Peraturan Menpan : PER/04/M. 1. 4. 5. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.

2. berorientasi hasil.1 Draft Laporan hasil pemeriksaan diakses dan dikompilasi 1. santun.2. 6. Pengajukan permohonan pendistribusian LHP disampaikan 2.2 Kelengkapan atribut masing-masing temuan pada LHP diteliti dan dipelajari kesesuaiannya dengan standar penyusunan LHP. LHP ditandatangani oleh Penanggungjawab Tim dan diautentifikasi.1.6. 3.1.034. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 34. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Jika Pengawas Pemerintah tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil pengawasan.1. Setelah diteliti ulang dan diparaf.2. Lembar pengesahan LHP dicetak dan disampaikan kepada seluruh anggota pengawas untuk diteliti ulang dan diparaf 3. 6. Jika terdapat kreteria yang berbeda antara Pengawas Pemerintah dengan Penyanggah ekspose.3 Kekurangan atribut temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 2.. antara lain ringkas dan mudah dipahami 1. Temuan yang mempunyai kesamaan materi digabung menjadi satu temuan 2. Penggabungan temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 3. Laporan hasil pengawasan berupa LHP dan Nota dinas petunjuk Menteri kepada Direktur Jenderal/Kepala Daerah yang telah dikonsultasikan dicetak 3.5. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.184 - 5.01 Judul Unit Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 3.4. Meneliti kelengkapan atribut 1. 5.3.WAS.00. Aspek Kritis 6. Memvalidasi Laporan Hasil Pengawasan . sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan. Menyusun laporan Hasil Pengawasan Kode Unit FPP. Menggabung temuan sejenis .

White board/flip chart. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. ..3. Peraturan Menpan : PER/05/M. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3. 2.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Lap top.3.10. mencetak LHP.2.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.1. 2.2. penghapus.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.1. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi.1. menggabungkan temuan sejenis.8.6. Ruangan kerja. mengkomunikasikan penggabungan temuan kepada anggota pengawas.3.9.3. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam menyusun laporan hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: meneliti kelengkapan atribut. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.5.2. 2. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4.11. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. menggabungkan temuan sejenis dan memvalidasi LHP. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penelitian kelengkapan atribut. 3.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. spidol.7. kertas. 4.4. Kabupaten/Kota. 2.185 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. 4. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah.12. 4. 4. 4. 3. penggabungan temuan sejenis dan validasi LHP. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi in adalah : 4. meneliti kelengkapan atribut.

Jika Pengawas Pemerintah tidak meneliti dengan baik hasil pengawasan. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. 3. 5. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2.1. 6. ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina Tk. integritas. Jika Pengawas Pemeritnahan tidak menerapkan tata bahasa Indonesia yang benar.1.I (IV/b) NIP.4.5. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 19690824 199903 1 001 . 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3.2.1. sehingga dapat multi tafsir. Mampu menerapkan standard pengawasan ke dalam penyusunan LHP.3. 5. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. 3. 5. 6. 4. independen. obyektif.3.1. mampu menerapkan teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam penyusunan LHP. Aspek Kritis 6. santun. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA.6. memahami IT.2. cermat/teliti.186 - 2. 4. berorientasi hasil. 5.. 5. memahami teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.3.2. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM. memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful