LAMPIRAN: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 TAHUN 2013.

TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH.

URAIAN STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS PEMERINTAHAN I. Pendahuluan Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah secara normatif meliputi pengawasan administrasi umum pemerintahan dan pengawasan urusan pemerintahan. Pengawasan administrasi umum pemerintahan terdiri dari pengawasan kebijakan daerah, pengawasan kelembagaan, pengawasan pegawai daerah, pengawasan kebijakan keuangan daerah dan pengawasan barang daerah. Sedangkan pengawasan urusan pemerintahan di daerah meliputi pengawasan urusan wajib dan pengawasan urusan pilihan yang menjadi wewenang daerah serta pengawasan atas pelaksanaan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat. Sejalan dengan kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 telah menetapkan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Jabatan fungsional ini mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk membangun profesionalitas pejabat Pengawas Pemerintahan tersebut, perlu diatur standar kompetensi kerja khusus Pengawas Pemerintahan sebagai persyaratan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan di bidang pengawasan pemerintah. Standar Kompetensi ini memiliki kesetaraan dengan standar sejenis seperti yang berlaku di kalangan dunia usaha maupun standar di negara lain atau internasional. II. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Penyusunan standar kompetensi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, khususnya pada prosedur penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (SK3APDN). Untuk menentukan unit-unit kompetensi kerja Pengawas

-2-

Pemerintahan, didasarkan pada tugas-tugas yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya. Sedangkan pengembangan substansi masingmasing unit kompetensi mengacu pada regulasi teknis dan standar yang ada antara lain sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemer intah di Wilayah Provinsi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan Dalam Rangka Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Daerah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25Tahun 2007 tentang Pedoman Penangangan Pengaduan Masyarakat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 20. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pengawas Internal Pemerintah; 21. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah;

-3-

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanan Rencana Pembangunan Daerah; 23. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi NomorPER/04/M.PAN/03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; 24. ISO 19011-2011 : Guidelines for Auditing Management Systems. A. Pemetaan Fungsi Kerja Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. Pemetaan fungsi kerja jabatan fungsional Pengawas Pemerintahan didasarkan pada ruang lingkup pekerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya,sebagai berikut: Fungsi Utama Pengawasan atas Pembinaan Pelaksanaaan Urusan Pemerintahan Fungsi Dasar Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis Penerapan NSPK Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah

Melaksanakan Pengawasan Administrasi Umum Melaksanakan Pengawasan Substantif Urusan Pemerintahan Melaksanakan Pengawasan atas Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan Pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melaksanakan Pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah

-4- Fungsi Utama Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom daerah Fungsi Dasar Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Evaluasi Daerah Melakukan Evaluasi DOB provinsi Otonom Baru (DOB) Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Evaluasi Kecamatan Evaluasi Kecamatan dan Pemerintahan Evaluasi Pemerintahan Desa Desa Evaluasi Laporan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Akuntabilitas Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Menyiapkan Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan B.WAS. Renja SKPD.02.01.01 FPP.004.009.BIN.02.02.003.002.006.01 FPP.BIN.01 FPP. maka Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan adalah: Kode Unit FPP.005.BIN.02. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.WAS.WAS.BIN.WAS.008.011.02.01 FPP.01 FPP.01 . Berdasarkan peta fungsi kerja pada butir 1.01.WAS.007.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP.01 FPP.01. Renstra SKPD. Peta Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan.02.WAS.01 FPP. RKPD.001.010. Renja SKPD. RKPD.01. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan FPP.BIN.01 FPP.A di atas.01.

WAS.021.00.01 FPP.026.01 FPP. yaitu : Kode Unit FPP.013.01 FPP.022.02.01 FPP.00.02.025.027.WAS.034.02.01 FPP.WAS.01 FPP.01 FPP.WAS.WAS.01 FPP.02.WAS.WAS.024.WAS.02.01 FPP.015.02.030.029.031.030.01 FPP.02.WAS.01 FPP.01 FPP.WAS.WAS.033.012.01 Judul Unit Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan .028.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB provinsi Melakukan Evaluasi DOB kabupaten/kota Melakukan Evaluasi kecamatan Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Dari Peta Kompetensi di atas.014.01 FPP.01 FPP.WAS.01 FPP.02.01 FPP.01 FPP.WAS.WAS.02.019.00.01 FPP.01 FPP.01 FPP.00.02.016.02.01 FPP.00.00.00.02.WAS.02.WAS.WAS.029.02.032.WAS.017.02.WAS.018.01 FPP.023.00.WAS.00.WAS.WAS. terdapat unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemerintahan dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Umum.02.WAS.WAS.01 FPP.031.01 FPP.WAS.WAS.020.-5- Kode Unit FPP.02.

01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 FPP.WAS.WAS.01 FPP.02.021.01 FPP.01 FPP. Renja SKPD.WAS.01.WAS.011.010. yaitu: Kode Unit FPP.01 FPP.02.023.01 FPP.BIN. Renstra SKPD.02.02.WAS.016.019.BIN.02.01 FPP.01.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Melaksanakan Ekspose Pengawasan Pemerintahan Menyusun Laporan Pengawasan Pemerintahan Sedangkan unit kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh Pengawas Pemerintahan untuk dapat melaksanakan penugasan yang sifatnya pengawasan teknis urusan pemerintahan di daerah.024.017.01 FPP.WAS.02.032.WAS.01 FPP.WAS.00.WAS.02.BIN.01 FPP.01 FPP.01 FPP.WAS.01 FPP.01 FPP.002.WAS. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menganalisis teknis penerapan SPM Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.022.02. Renja SKPD.01 FPP.BIN.02.014.01 FPP.01 FPP.WAS. dalam ketentuan ini disebut Kompetensi Inti.009.01 FPP.01. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Menganalisis kemampuan kelembagaan Menganalisis pengelolaan SDM Menganalisis kebijakan keuangan daerah Menganalisis pengelolaan barang/aset daerah Melaksanakan pengawasan urusan wajib Melaksanakan pengawasan urusan pilihan Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentasi dan Tugas Pembantuan Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/ Instansi Pemerintah Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/kota Melakukan Evaluasi Kecamatan FPP.034.02.004.005.02.012.WAS.-6- Kode Unit FPP.01 .007.01 FPP.02.020.02.01 FPP.013.01 FPP.01.WAS.WAS.WAS.00. RKPD.WAS. RKPD.WAS.02.WAS.015.WAS.008.BIN.01 FPP.01 FPP.WAS.02.003.033.02.02.01 FPP.02.01.018.00.001.WAS.006.02.

02.006.00. Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan B.01 4.027. sebagai berikut: a.01 1.034. Standar Kompetensi Inti Kode Unit Unit Kompetensi FPP.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kementerian Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Rincian unit kompetensi yang harus dikuasai pada masing-masing jenjang Pengawas Pemerintahan adalah sebagai berikut: 1.WAS.02. identifikasi dan pengawasan .WAS.01 FPP. sub bidang pembinaan bidang sosial. sub bidang Kebijakan sarana dan prasarana pada bidang pendidikan c. obat danperbekalan serta pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan d. sub bidang kepemudaan dan olahraga pada bidang Kepemudaan dan olahraga e.033. sub bidang pengelolaan umum pada bidang ketahanan pangan g.010. sub bidang perhubungan darat pada bidang perhubungan h. Merencanaan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan FPP.02. Melaksanakan Ekspose Hasil Pengawasan Pemerintahan FPP.032. f.01 3.00. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Pertama.01 2. Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP.WAS. sub bidang persandian pada bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum bidang Masyarakat dan desa b. sub bidang Pos dan telekomunikasi pada bidang Komunikasi dan Informatika i.00.01 2.WAS. sub bidang SDM Kesehatan.01 FPP. Melaksanakan pengawasan urusan wajib.02. Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan FPP. Melaksanakan Pengawasan administrasi umum aspek Kemampuan Kelembagaan FPP.-7- Kode Unit FPP.WAS.029.01 1. A.WAS.00. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.026. pembinaan dan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan pengelolaan umum pada bidang ketenagakerjaan.WAS.WAS.WAS.02.02. sub bidang pembinaan pelatihan dan produktifitas tenaga kerja.028.WAS.025.01 FPP.

bangunan gedung dan lingkungan pada pekerjaan umum. sebagai berikut: a. Sub bidang kelautan. keprintisan kejuangan dan kesetiakawanan pada bidang sosial.01 3.-8- Kode Unit Unit Kompetensi penyandang masalah kesejahteraan sosial. pelaksanaan program/ kegiatan bidang sosial. drainase.WAS. permukiman. air limbah. penganugrahan tanda kehormatan dan nilai-nilai kepahlamwanan. lingkunga hidup. pemanfaatan hasil hutan pada hutan produksi. pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. FPP. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan.011. pengembangan hutan hak dan aneka usaha kehutanan. penguasahaan pariwisata alam pada kawasan pelestarian alam. perbenihan tanaman hiasan. penyuluhan dan pengendalian pada bidang kelautan dan perikanan b. pemasaran. pengelolaan taman hutan raya. air munum. j. sumber daya manusia. sarana dan prasarana dan data industri pada . perlindungan hutan dan penebangan/penanaman/ pemungutan hasil hutan pada bidang kehutanan d. tamana wisata dan taman buru. suaka margasatwa. perlindungan usaha industri. Sub bidang inventarisasi hutan. penataan batas luar areal kerja unit usaha pemanfaatan hutan produksi. pemanfaatan kawasan hutan pada hutan lindung. perkebunan dan penunjang pada bidang pertanian c. dan penguasaaan taman buru.02. Sub bidang tanaman pangan dan hortikultura. Sub bidang sumber daya air. lembaga konservasi. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. pengelolaan pemasaran. Sub bidang usaha industri. taman nasional. rencana pengelolaan jangka pendek cakar alam. areal buru dan kebun. pengelolaan DAS. industri pengelolaan hasil hutan. penerimaan Negara bukan pajak bidang kehutanan. pemanfaatan kawasan hutan dan jasa lingkungan pada hutan produksi. persampahan.

Standar Kompetensi Umum Kode Unit Unit Kompetensi FPP. Sub bidang upaya kesehatan dan kebijakan pembiayaan kesehatan .00. Sub Bidang sosial budaya masyarakat pada bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan d.01. FPP.010.01 7.BIN.BIN.BIN.002.007. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil b. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.02.005. A. Melaksanakan Pengawasan urusan wajib. alternatif pembiayaan sistem resi gudang.01 6. e. f.01 2.WAS. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat FPP.-9- Kode Unit Unit Kompetensi bidang perindustran. Memverifikasi Program Pengawasan Pemerintahan kerja B.01. Sub bidang mineral.BIN. batubara. RKPD.01 1.WAS.01 5. Kode Unit Unit Kompetensi FPP.01. Renstra SKPD. Sub bidang perangkat daerah pada Bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum c. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD FPP.030.01 3. Standar Kompetensi Inti. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah FPP.02. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) FPP.WAS.001.02. Sub bidang kebijakan pembiayaan dan pendidikan serta tenaga kependidikan pada bidang Pendidikan e.01.WAS. Renstra SKPD. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.01 1. Renja SKPD.01. pasar lelang pada bidang Perdagangan. panas bumi dan air tawar pada bidang energi dan sumber daya mineral.BIN. Sub bidang metrologi legal dan perdagangan berjangka komoditi.004. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Muda. sebagai berikut: a.01 4.01 4. Renja SKPD.003. Menganalisis teknis penerapan SPM FPP. Menganalisis pengelolaan SDM FPP. RKPD. Melaksanakan pengawasan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa 2.014.

WAS.01 FPP.10 - FPP. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi 13.02. Sub bidang pembinaan ketenagakerjaan pada bidang ketenagakerjaan g. sarana dan prasarana dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial pada bidang Sosial k.008. Standar Kompetensi Pengawas Pemerintahan Madya.01 pada bidang kesehatan. Sub bidang umum. Bidang Kehutanan d. Evaluasi Pemerintahan Desa 12.01 1. A.01 1. Standar Kompetensi Inti Kode unit Unit kompetensi FPP. f. Sub bidang sarana komunikasi dan diseminasi informasi pada bidang komunikasi dan informatika j.WAS.WAS. Sub bidang perkotaan dan pedesaan serta jasa konstruksi pada Pekerjaan Umum 8.015.WAS. perikanan budidaya pada bidang Kelautan dan perikanan b.017. Menganalisis Kebijakan Keuangan Daerah FPP. Menilai PKPP B. Sub bidang kerja sama. Sub bidang peternakan dan kesehatan hewan pada bidang Pertanian c.02. Unit ini diaplikasikan dalam tugas pengawasan.02. Sub bidang kemananan pangan pada bidang ketahanan pangan h. ketenagakerjaan.027. Menganalisis pengelolaan Barang / Aset . Sub bidang geologi.01 FPP.02.01 2.01 FPP.01 FPP.WAS. perikanan tangkap. Standar Kompetensi Umum Kode unit Unit kompetensi FPP.WAS. pendidikan dan pelatihan pada bidang energy dan sumber daya mineral.02. Melaksanakan Pengawasan urusan pilihan.02. Sub bidang perdagangan dalam negeri bidang Perdagangan e.011. pengawasan.WAS.02. sebagai berikut: a.025..WAS. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 10.00.031.02. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/Instansi Pemerintah 11.009. 9.WAS. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota 3.028.01 FPP. Sub bidang perkereta apian pada bidang perhubungan i.

01 3. e. Bidang Kehutanan c. kebijakan administrasi keuangan daerah. penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dan pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Bidang Ketenagakerjaan. kurikulum. perencanaan sosial.yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Sub bidang manajemen kesehatan pada bidang Kesehatan g. sebagai berikut: a.WAS. Sub bidang perencanaan dan program. Sub bidang penguatan kelembagaan pada bidang Pemberdayaan Masyarkat dan Desa d. standarisasi dan pengawasan industri pada bidang perindustrian . yang diaplikasikan dalam tugas pengawasan. Sub bidang otonomi daerah. Melaksanakan pengawasan urusan wajib. b.. Sub bidang kebijakan. pengendalian mutu pendidikan pada bidang Pendidikan.010. f. pembinaan SDM. pembinaan dan pengawasan. Pengembangan dan pendayagunaan PSKS dan pembinaan tenaga fungsional Pekerja Sosial pada bidang Sosial k. FPP. c. Melaksanakan pengawasan urusan pilihan.11 - Kode unit Unit kompetensi Daerah FPP. sebagai berikut: a. Sub bidang ketahanan pangan dalam bidang Ketahanan Pangan i. pada bidang otda dan pemerintahan umum.WAS.011.01 4. h. perencanaan. Sub bidang perhubungan laut dan udara pada bidang Perhubungan j. pemerintahan umum. Bidang kesatuan bangsa dan politik luar negeri b. Sub Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam Pengelolaan SDA dan TTG pada bidang Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan.02. Sub bidang kebijakan dan standar.02. Sub bidang kebijakan bidang sosial. Sub bidang Bina Marga dan Penataan ruang pada bidang Pekerjaan Umum. Sub bidang pengawasan dan pengendalian pada bidang Kelautan dan perikanan.

01 FPP. RKPD.01 FPP. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala Daerah 9. Renja SKPD.02.02. Melakukan Evaluasi Rancangan Kebijakan Daaerah (Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah) 6. Renstra SKPD.WAS. pembinaan dan pengawasan pada bidang Transmigrasi. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan Kabupaten / kota 11.WAS.02.WAS.WAS.02. Melakukan evaluasi kinerja pemerintahan provinsi 10.022. kerja sama perdagangan internasional dan pengembangan ekspor nasional pada bidang perdagangan e.BIN. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas C.021. 1. dan sikap kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Renstra SKPD.014.01 Unit kompetensi d. DAFTAR UNIT KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PEMERINTAHAN.WAS. Renja SKPD.. 5. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan Kabupaten /Kota 13.02. Sub bidang perdagangan luar negeri.WAS.WAS. keterampilan. Melakukan evaluasi DOB Kabupaten/ kota 15.02.01 FPP.01 FPP.01 FPP.01 Judul Unit Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.02. Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonom Daerah pemerintahan provinsi 12. RKPD.12 - Kode unit FPP. Sub bidang kebijakan.WAS. Menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Melakukan evaluasi DOB provinsi 14. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekon dan TP 8.02. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.01 FPP.02. Renstra SKPD.012. perencanaan.WAS.018.01 FPP.WAS.026.020. Renja SKPD.024.001.016. Melakukan Evaluasi Pemerintahan kecamatan 16.02.01 FPP.02.019. RKPD.02.01 FPP. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja .023. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) Kode Unit FPP.WAS.01 FPP. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).WAS. Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah 7.013.01 FPP.01.

RKPD. Renstra. Tiap-tiap kemungkinan penyebab diuji pencapaian dan dinalisis. Mengembangkan 4. 1.2. 1.. Melakukan 3.3. 2. Kesesuaian antara dokumen data dan pencapaian informasi dengan kriteria pelaksanaan SPM/NSPK dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.2.3. rencana 4. Kreteria pelaksanaan kegiatan Pengujian atas data ditentukan dan disepakati dengan dan informasi SKPD penanggungjawab kegiatan.13 - 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti.4. Mengakses data 2. dll diakses dan dipelajari. Mempersiapan pelaksanaan pengawasan 1. 3. 4. 3.1 PKPP diakses dan dipelajari.1.7 Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut akibat temuan. 2. 1.1.4.6 Tiap-tiap kemungkinan akibat diuji dan dianalisis. hasilnya dicatat dalam KKP. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan sesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. Dokumen perencanaan Daerah berupa dan informasi RPJMD.3 SPM/NSPK yang akan dianalisis diakses dan dipelajari. 3. 4.2. dan Renja tentang SPM/ NSPK SKPD. diklarifikasi.1. diminta penjelasan dandiminta lagi tambahanya.4 Kriteria pencapaian SPM/NSPK dalam dokumen perencanaan kegiatan dan keuangan daerah disusun sesuai dengan SPM/ NSPK yang akan dianalisis. yang akan di 2. Catatan dalam KKP diklarifikasi dengan SKPD Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab temuan. 4. Kemungkinan penyebab terjadinya temuan kondisi temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis. rencana 3. Hasil klarifikasi dengan SKPD penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. hasilnya dicatat dalam SPM/NSPK KKP.3. 4. Data dan informasi yang kurang tepat analisis. 4. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan SKPD penanggung jawab pekerjaan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis. .

Renstra SKPD.3. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu. Atribut kondisi. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. mengembangkan temuan pengawasan. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. 4. 4. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. kreteria. RKPD. Renja SKPD.8 Rekomendasi . Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. mengakses data dan informasi pengawasan. Menulis temuan 5. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. 5.9 Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan SKPD penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKP. 5. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. sebab akibat pengawasan pada KKP diringkas supaya mudah rencana dipahami dan dikonsultasikan dengan pencapaian pimpinan unit kerja dan dicatat dalam SPM/NSPK KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. menulis temuan pengawasan.2.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. 5.14 - perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan.

target-target masing-masing SKPD pengampu SPM apakah sudah tercantum dan sesuai dengan indikator SPM. Menguji target pencapaian SPM dalam dokumen rencana.2. e. RKPD. d. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 2. Di dalam renstra SKPD melihat kegiatan dalam masingmasing renstra SKPD pengampu SPM.. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.2.3. 2. 3. apakah terdapat program-program SKPD pengampu SPM.5. Pemda menyampaikan RKPD dan KUA ke DPRD untuk . Form Kertas Kerja Pengawasan(KKP). apakah indikator SPM di dalam renstra SKPD sesuai tidak jumlah indikator. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. KUA-PPAS dan RKA-SKPD terkait program/kegiatan dan pengintegrasian SPM. Cek di dalam tabel indikasi rencana program prioritas RPJMD. 2. c. Renstra dan Renja SKPD. 2. RKPD (seluruh program kegiatan bagi SKPD pengampu SPM sudah terangkum dalam dokumen ini) disini mengecek apakah indikator SPM dari masing-masing SKPD pengampu SPM sudah tertampung (di chek). 2. Ruangan kerja. belanja. Lap top. Mempelajari dokumen rencana RPJMD. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah sebagai berikut: 3. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun.4. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD.15 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Literatur terkait. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. ATK. Renja SKPD. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. target dan pagunya. 3.1. yang terdiri dari: a.1. b.

Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Langkah terakhir adalah memastikan target-target pencapaian SPM tercantum sebagai kegiatan dalam Program RKA-SKPD.4. 4. 4. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.15.5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.14.13.11.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4.8.12.7. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.10. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui . Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.2.. 4. Tata Cara Penyusunan. 4. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. f. 4. Peraturan Menpan PER/04/M. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian 1. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Jo. 4. 4.16 - ditetapkan menjadi PPAS harus sejalan (melakukan pengecekan kesesuaian KUA PPAS dengan target-target pencapaian SPM di RKPD.3 Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.1.

Memahami tatacara penyusunan dokumen perencanaan pembangunan di daerah (RPJPD. 1. 3. Memahami prinsip pengendalian dan evaluasi terhadap dokumen rencana RPJPD. 3. 5. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Kode Etik APIP. Berorientasi hasil.6. 6.2. Independen.3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. lengkap dan akurat. 4.4.2. Kode Etik APIP.4. 4. 5. 3. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan yang digunakan untuk mengawasi pencapaian SPM/NSPK. RKPD. 3. mengakses data dan informasi pengawasan.1. . 5. Memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan target pencapaian SPM. Obyektif.2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.5. Rensra SKPD dan Renja SKPD terhadap pengendalian kebijakan. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan. 4. 5. akurat. Santun. 3.2.5. 5.6.1. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. 4.4. pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. 5. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. menulis temuan pengawasan. Integritas.1. RPJMD. Memahami indikator kinerja target capain SPM. 4. RPJMD. 4.17 - demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. Aspek Kritis 6. dan dapat dipertanggungjawabkan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. RKPD.5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.1.3.) dan dokumen SKPD (Renstra dan Renja) serta dokumen anggaran (KUA dan PPAS serta RKA-SKPD). 3. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan pemerintahan. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP). Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. Memahami Standar Pengawasan peme..3. mengembangkan temuan pengawasan.6. Cermat/teliti.

2. Dokumen NSPK yang akan diawasi diakses dan ditentukan. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. 6. ElemenKompetensi 1. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.01. Data dan informasi tentang penerapan NSPK diakses dan dipelajari. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.3. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 2.18 - 6. serta Ketua Tim tidak teliti. Mengakses Data penerapan NSPK.4.4. Kriteria Unjuk kerja 1. 6. .2.2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 2. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan pemerintahan diakses dan ditentukan.1.BIN.5.3. 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan dalam menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.1.002. 1. 1.3. Data dan informasi tentang penerapan NSPKdianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasandan hasilnya dicatat di lembar KKP. Kode Etik APIP.01 Menganalisis penerapan NSPK dalam Penyelenggaraan Pemda Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. PKPP diakses dan dipelajari.. 6.2. Entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akandilakukan diikuti. 2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan APIP. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi.

3.19 - 3. 5. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.3. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep temuan pengawasan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai. 3. Hasil analisis NSPK diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. kreteria. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. 5. 5. 5. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria NSPKserta implementasinya. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.5. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 4.. 4. Konsep temuan pengawasan dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. serta dicatat dalam KKP. Menulis temuan pengawasanpenera pan NSPK. 5.1. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 4.2.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.2. 4. 3. . Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK.3. Atribut kondisi.1. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep temuan pengawasan. Kreteria keabsahan Data penerapan NSPK.1.3.4. 5.

20 - 6.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan diringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Renja SKPD. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.3. Menyusun Pokok6. RKPD.2. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Renstra SKPD. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan .Unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Renstra SKPD dan renja SKPD. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. 6. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Menulis temuan pengawasanpenerapan NSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2 HP) penerapan NSPK. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan menganalisa penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. RKPD.. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Mengakses Data penerapan NSPK. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. NSPK adalah berbagai ketentuan berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK sebagai dasar bagi Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan urusan yang menjadi kewenangannya. penerapan NSPK. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.1. 6.

Form KertasKerja Pengawasan(KKP).1. diinventarisasi dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun.21 - Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 2. 3. spidol.White board/flip chart. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.Menganalisa dampak pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma.Menganalisa kesesuaian dengan NSPK terhadap penerapan urusan pemerintahan yang dituangkan ke dalam dokumen perencanaan daerah.Menilai apakah setiap urusan pemerintahan yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah telah sesuai dengan NSPK yang ditetapkan oleh Pemerintah. Lap top.2. b.4. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3.2. Proses penyusunan target-target penerapan NSPK diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP.Mempelajari Kebijakan NSPK terkait.1. yang terdiri dari. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. penghapus. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan NSPK yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. c. 2.4. 3. 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.3. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. a. 3. 2. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya. belanja. 2. NSPK masing-masing Urusan Pemerintahan yang diejahwantahkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses. kertas. Ruangan kerja. standar.3. Database Pelayanan berdasarkan NSPK. 2.. sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. .5. prosedur.

Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Tata Cara Penyusunan.5. Melakukan Pengujian Data Penerapan NSPK. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun.1. 4. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.14. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.8.2. Mengakses Data penerapan NSPK. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.11. 4. 2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.9. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.1.4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.3. 2. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4.13. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Menpan PER/04/M.22 - 4.7. 4. Jo.2. 4.10. Mengembangkan temuan pengawasan Penerapan NSPK. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai . 4.. Menulis temuan pengawasanNSPK dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) penerapan NSPK. Penjelasan Prosedur Penilaian: 2.12. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.

2.5. Kode Etik APIP. lengkap dan akurat. 5. Kode Etik APIP. 3. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Santun Aspek Kritis 5.4.3. Mampu menerapkan prinsip-prinsip penyusunan dokumen perencanaan pada saat melakukan pengawaswan.1.1. 5.4. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan NSPK. 5. 5.5. Independen. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. 5. 5. Mampu menyusun standar penilaian pengawasan/ pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. 5.1. 4.4. akurat. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Memahami Standar Pengawasan APIP. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Memahami IT.4. 3. Integritas.5.2. Mampu mempedomani Standar Audit APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.3. persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah Kompetensi Umum Pengawas Pemerintahan dan Unit Kompetensi Menganalisis Rencana Pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan. 5. Mampu minta data pengawasan/pengawasan sesuai sasaran pengawasan yang benar. Obyektif. Kode Etik APIP. Jika sampling pengawasan tidak menggambarkan secara utuh populasi pengawasan. 4. Memahami indikator kinerja. 5. . 4. 5.3. Berorientasi hasil.2. dan dapat dipertanggungjawabkan.23 - 3. 5. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. Cermat/teliti. Norma dan Etika Pengawasan.3. 4.5. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.6. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Peemriksaan P2.. 3.2. serta Ketua Tim tidak teliti.1. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4.

. 2. Tatacara/proses penyusunan dokumen proses penyusunan perencanaan terkait dengan pencapaian dokumen SPM diakses dan dipelajari.01 Judul Unit Menganalisis teknis penerapan SPM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kreteria keabsahan Data Pencapaian Pengujian SPM. dengan target2.1. 1.2. 1. 1. 2.24 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Data dan informasi tentang Pencapaian keabsahan Data SPM diakses dan dipelajari. PKPP diakses dan dipelajari. Pencapaian SPM . pelaksanaan 1. Target-target tahunan pencapaian SPM dan standar teknis beserta langkahlangkah kegiatan diakses dan ditentukan. ElemenKompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. target-target nasional ditentukan dan proses penyusunan disepakati dengan penanggungjawab dokumen kegiatan.1. Data dan Informasi yang kurang tepat sinergitasnya diklarifikasidan dipenuhi. perencanaan dan 2. Mempersiapkan 1. Melakukan 3. Mengakses 2. Kriteria proses penyusunan dokumen pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional ditentukan.5. entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan unit kerja yang akandilakukan diikuti.1.01.3.3. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 3.2. Menganalisis Teknis Penerapan SPM Kode Unit FPP. SPM serta proses penyusunan dokumen perencanaan serta sinergitasnya dengan target nasional dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasansesuai PKPP dan hasilnya dicatat di lembar KKP. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisa teknis penerapan SPM. proses penyusunan dokumen keabsahan Data perencanaan dan sinergitasnya dengan Pencapaian SPM.003. Dokumen SPM yang akan diawasi diakses dan ditentukan. Kesesuaian antara dokumen data dan .BIN.2.4. perencanaan dan 3. Data dan informasi tentang pencapaian target nasional.4.

3. . 5.1. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.25 - sinergitasnya dengan targettarget nasional. Atribut kondisi.2. 5. 4. Menulis temuan pengawasankeabsa han Data penerapan dan Pencapaian SPM.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. 3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.1. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan targettarget nasional. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) keabsahan Data Penerapan dan Pencapaian SPM. 4. 5.2. 4. kreteria.1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. serta dicatat dalam KKP. Hasilklarifikasi dengan penanggungjawabdicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. serta hasilnya dicatat dalam KKP.3. 4.4. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan.2.3.3.. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. 5. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. 6. 6. 6. Mengembangkan temuan pengawasan keabsahan Data Pencapaian SPM/ Penerapan NSPK . P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. 3. informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 6. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.

RKPD. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. melayani. dan mensejahterakan masyarakat. kesejahteraan masyarakat. Rencana Pencapaian SPM adalah target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Unit ini terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. Analisis Kemampuan dan potensi daerah adalah pengolahan . kepentingan nasional. Pemerintah Daerah adalah Gubernur. dapat berupa masukan. dan pemerintahan.26 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. memberdayakan. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisa teknis penerapan SPM melalui pengujian keabsahan data pencapaian SPM. mengakses data dan informasi. ekonomi. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. proses penyusunan dokumen perencanaan dan sinergitasnya dengan target-target nasional. Renstra-SKPD. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundangundangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. dan Renja-SKPD untuk digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan dasar. proses. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan.. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan. mengembangkan temuan pengawasan. Kemampuan dan potensi daerah adalah kondisi keuangan Daerah dan sumber daya yang dimiliki daerah untuk menyelenggarakan urusan wajib pemerintahan daerah dan dalam rangka pembelanjaan untuk membiayai penerapan SPM. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Bupati atau Walikota. menulis temuan pengawasan.

sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 2. yang terdiri dari. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. penghapus.5.2.2.1.27 - terhadap data dan informasi menyangkut kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Daerah.4.White board/flip chart. Literatur terkait. 2..6. SPM masing-masing Urusan Pemerintahan yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri terkait diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. Kebijakan daerah tentang rencana penerapan dan pencapaian target SPM yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada yang terkait dianalisa sesuai dengan target-target nasional. dana. spidol. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD.1.2. a. Mempelajari Kebijakan SPM terkait. 4. c. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.3. Lap top. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal (sumber daya manusia). Form KertasKerja Pengawasan(KKP). 2.4. kertas. Analisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah memadai. Proses penyusunan target-target penerapan dan pencapaian SPM diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. . 3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Analisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan.5. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Ruangan kerja. Database Pelayanan berdasarkan SPM. 2. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3. 3. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. b.1.3. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Analisa apakah pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah dilakukan. Analisa apakah batas waktu Pencapaian SPM secara Nasional dan Jangka Waktu Pencapaian SPM di Daerah telah sesuai. 2. 2.

3. 4.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah. 1. 4. Peraturan Menpan :PER/04/M. 4. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Jo. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.6. pengembangan temuan pengawasan.1. 4. Kontek Penilaian : 1. 2.10. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD.12.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan (P2HP) pengawasan teknis penerapan SPM. Memahami peraturan-peraturan terkait dengan SPM. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi: persiapan pelaksanaan pengawasan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.3.PAN/03/2008Tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). menulis temuan pengawasan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. akses data dan informasi pengawasan.13. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM.8. 4. 4. 4. Pengujian atas data dan informasi pengawasan.2.9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal.4..2. 3.7. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.1. Memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. .3.11. Renja SKPD.5. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.28 - 4. Memamahi tata cara petunjuk Penyusunan Dan Penetapan SPM. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). RKPD. 3.

Mampu menyusun standar evaluasi.6. Norma dan Etika P2.4 Cermat/teliti. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 4. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Renja SKPD. Mampu menerapkan kebijakan terkait SPM dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. Renja SKPD. Kode Etik APIP.4. Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan . Memahami IT. RKPD. 3. 5.4. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 6. 4. RKPD.004.1. 5. 5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Kode Unit FPP.BIN. Memahami Standar Pengawasan APIP. 4.29 - 3. 6. 5.3.2 Independen. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 4.01.1 Integritas. Renstra SKPD. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. 6.1.5. 3.2. Memahami indikator kinerja.3 Obyektif. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.6 Santun 6. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.2. 4. Aspek Kritis 6. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.4.5.7.5 Berorientasi hasil. 3. 5.01 Judul Unit Menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. 5. 4.. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.

Renstra SKPD.4.30 - pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. RKPD. 3. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD oleh Pemerintah Daerah. Renstra SKPD. Renja SKPD.3. 3.1. Renja SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 2. 2. Renja SKPD. RKPD.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDdiakses dan ditentukan. unit kerja yang akan dilakukan diikuti. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. 1. Hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Melakukan Pengujian Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan .. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renja SKPD. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.1. PKPPdiakses dan dipelajari. Renstra SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dianalisis dengan menggunakan teknikteknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis.3. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. Renstra SKPD. 1. RKPD. Elemen Kompetensi 1. Renja SKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD serta implementasinya. Renja SKPD. Data dan informasi tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. entry briefing dengan pimpinan tertinggi. Renstra SKPD. 3. Kreteria keabsahan Data pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. 3. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi.5. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 3. RKPD. RKPD. 2. Renstra SKPD. Dokumen pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai 2. Mempersiapkan pelaksanaan analisis Kriteria Unjuk kerja 1. Renja SKPD.4. 1.2. RKPD. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD diakses dan dipelajari. Renstra SKPD. 1. KUA-PPAS dan RKADPA SKPDyang akan diawasi diakses dan ditentukan. Kesesuaian peraturan daerah tentang pelaksanaan urusan dengan Kriteria pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. RKPD. Renja SKPD. Renstra SKPD.2. RKPD.3.1. Peraturan Daerah tentang pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.

4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggung jawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Renja SKPD.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan 4.3.1. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi. Renstra SKPD. 5. 5.6. 4. Renstra SKPD. 4. 4.7. Konsep telahaan pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD.4. dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam KKAnalisis.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. Renja SKPD. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. Renja bersifat pilihan SKPD.3. RKPD. 5. kreteria. RKPD. Renstra SKPD. Konsep telaahan hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pilihan terhadap RPJMD. Renstra SKPD. Atribut kondisi.2.31 - bagian dari atribut kondisi yang dianalis. 4. 5. sebab akibat telaahan atas hasil pada KKAnalisis diringkas supaya analisis pembinaan mudah dipahami sebagai konsep pelaksanaan rekomendasi hasil analisis pembinaan urusan pelaksanaan urusan pilihan terhadap pemerintahan yang RPJMD. RKPD. KUAPPAS dan RKADPA SKPD.. Renstra SKPD. Renja SKPD. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji.5. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis. RKPD. Memformulasikan 5. RKPD.2. 4. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. Renja SKPD. 4. .

dan mensejahterakan masyarakat. . Hasil konsultasi dengan Supervisor ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Mengakses Data pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. RKPD. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melakukan PengujianData pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.. Renja SKPD. Memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. melayani.5. Mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. memberdayakan. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi.32 - 5. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Renstra SKPD. RKPD. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Renstra SKPD dan renja SKPD. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terhadap RPJMD. melalui Mempersiapkan pelaksanaan analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.

standar.5. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemerintah adalah 3.1. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. dan kriteria sebagai prasyarat menyelenggarakan urusan pilihan yang menjadi kewenangannya. prosedur. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. RKPD. spidol. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.5.2.3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait untuk melaksanakan kompetensi ini adalah: 4. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan.3. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. 3. 3.2. penghapus.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Renstra SKPD. 2.Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.4. 2. 4. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. 3. Menganalisa proses pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daera. Lap top. akibat dari kurangnya pembinaan Pemerintah. Renja SKPD. 2. 3. kertas. 2.Literatur terkait. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. Ruangan kerja. 3. 2. sebagai bahan masukan kepada Menteri Dalam Negeri.1. Whiteboard/flip chart.4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. belanja.33 - Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. Menganalisa upaya pemberdayaan dari Pemerintah kepada pemerintahan daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah agar mampu memenuhi norma. . Form Kertas Kerja Analisis(KKA).. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD.

4. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.3.7. 4.13. Pengujian data dan informasi terkait pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: . 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.34 - 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. mengembangkan hasil analisis sesuai ketentuan pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan dan memformulasikan telaahan atas hasil analisis pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.2 Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.10. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. akses data dan informasi pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.1 Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi melalui demonstrasi atau simulasi persiapan pelaksanaan analisis. 4.. PermendagriNomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tata Cara Penyusunan.8. 4.11. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 1. 4.12. 2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4.PAN/03/2008tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Menpan PER/04/M. Kontek Penilaian : 1.6.4. Jo.14.

2. 3. Berorientasi hasil. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. Memahami teknik analisa.01 Judul Unit Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan .5.005. Santun Aspek Kritis 6.3 Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah. 5. 4. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD).3.35 - 3. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. 5. 4. 5. 6. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.6. 3. 3. 2. 6. RKPD. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. Independen. Menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Kode Unit FPP.5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Obyektif. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1 Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 4.3.2.6.5. 5.1. 3.6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.2. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/evaluasi. Cermat/teliti. Renja SKPD. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 5.1.. 4.4.4.4.01.3. Integritas.1. Memahami IT. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.BIN.2 Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan standar. Mampu menerapkan standar pemeriksaan. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan.1. 5. 3. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Renstra SKPD. 4. Memahami indikator kinerja.2. 3. 4. Kode Etik APIP.7. 6. 2. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Mampu menyusun standar evaluasi. 5.

1. Data dan informasi tentang program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan pilihandianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis sesuai SOP dan hasilnya dicatat di lembar KKAnalisis. Mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada .3.3. 3. Tingkat perekonomian mikro masyarakat yang melaksanakan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis. Kriteria Unjuk kerja 1.5. 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis dampak pelaksanaaan urusan pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit kerja yang akan dilakukan diikuti. dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 2.1. Kreteria keabsahan Data pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. 3. Data dan Informasi yang kurang tepat diklarifikasi dan dipenuhi. Melakukan Pengujian dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 2. ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan.2..1.4. Mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat 3. 3.1. Mempersiapkan pelaksanaan analisis 2. 3. 4. Kesesuaian pencapaian indikator kinerja utama pada program dan kegiatan terkait pelaksanaan urusan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Data dan informasi tentang kebijakan daerah untuk pelaksanaan urusan pilihan diakses dan dipelajari. Kesesuaian kebijakan daerah tentang NSPK pelaksanaan urusan pilihan.2. PKPPdiakses dan dipelajari. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi (tinggi/rendahnya partisipasi masyarakat dan naik atau tidaknya perekonomian masyarakat) dianalisis dan diuji serta hasilnya dituangkan dalam ElemenKompetensi 1. 4. 1.2. 3. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan urusan pilihan dianalisa dan Hasil analisadiklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Analisis (KKAnalisis) sebagai bagian dari atribut kondisi yang dianalis.36 - Deskripsi Unit pilihan terhadap kesejahteraan masyarakat Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.

3. 4. 5.Memformulasikan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.2.6. Rumusan rekomendasi dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan dan dicatat dalam KKAnalisis.37 - kesejahteraan masyarakat. 4.2. 4. mengakses Data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Konsep hasil analisa dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. 5.hasilnya dicatat dalam KKAnalisis.4. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja di tulis dalam konsep telahaan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. Tiap-tiap kemungkinan akibat dinalisis dan diuji. sebab akibat pada KKAnalisis diringkas supaya mudah dipahami sebagai konsep rekomendasi hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat. Atribut kondisi. kreteria. melakukan pengujian data dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. memformulasikan temuan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi hasil analisis yang positif maupun negatif diidentifikasi dan dianalisis. 5.5. 4. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggunggjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut penyebab hasil analisis yang positif maupun negatif. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. Catatan dalam KKAnalisis diklarifikasi dengan Penanggungjawab Kegiatan sebagai bagian dari atribut hasil analisis. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya inkonsistensi pelaksanaan urusan pilihan..7. 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk menganalisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat.3.4. 4. 5. 5. dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai dan hasilnya ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim untuk digabung menjadi konsep telahaan. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang . Konsep telaahan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada masyarakat dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKAnalisis untuk mendapatkan tanggapan. KKAnalisis. melalui : mempersiapkan pelaksanaan analisis.

. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.38 - menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Renstra SKPD dan renja SKPD. belanja. RKPD. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD . rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. melayani. dan mensejahterakan masyarakat. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. memberdayakan. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.

1. 4. penghapus. spidol. kertas. 2.2. 2. yang dituangkan dalam dokumen perencananaan RPJMD.2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan oleh Pengawas Pemerintah adalah: 3.4. 2.3.2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.7.9. Menganalisa tingkat partisipasi masyarakat dan dampaknya bagi perekonomian mikro masyarakat setempat dalam pelaksanaan urusan pilihan sesuai dengan potensi wiayahnya. 2. Menganalisa kelemahan atas pelaksanaan urusan pilihan. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Whiteboard/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3.5.3. Renstra SKPD.5.10. Literatur terkait.39 - sebelum disepakati dengan DPRD. 3. Menganalisa kesesuaian penerapan NSPK urusan pilihan dengan dokumen perencanaan daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 3. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah : 4. sebagai bahan masukan kepada Kepala Daerah.. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.8. 2. Tata Cara Penyusunan. 4.1. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tatacara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan . Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. 4.1. serta hasilnya dituangkan dalam KKA. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Form Kertas Kerja Analisis(KKA). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Ruangan kerja. Mempelajari kebijakan daerah yang terkait dengan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan sesuai potensi daerah. Database penerapan urusan pilihan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. 3.6. 2. 4. Renja SKPD.4. 3.6.4. 4. Lap top. RKPD.3. Menganalisa indikator kinerja utama pencapaian program/kegiatan terkait urusan pilihan. 4. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

Memamahi tata cara penyusunan perencanaan daerah.11.3. 4. 3. 4. 4. Jo. Memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. mengembangkan hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat dan Memformulasikan telaahan atas hasil analisis dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakatdidemontrasikan. 4. 3.7. 3.. 2. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD). Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Memahami indikator kinerja.2. Memahami prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat. Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda.13. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. akses data dan informasi dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 3.3. Pengetahuanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. 3.2. Memahami teknik analisa. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 1. Renstra SKPD. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Memahami IT. Kontek Penilaian : 1.40 - 4.2. Daerah. Melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. 3. 3. ataupun melalui praktek/demontrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan analisis.1. 3. Peraturan Menpan PER/04/M.5.8. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. . Persyaratan Kompetensi: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah: 2.4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).1.3. Memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja. 2. Pengujian data dan informasi terkait dampak pelaksanaan urusan pilihan pada kesejahteraan masyarakat. 4. RKPD. Mampu menyusun standar evaluasi. 4. Menganalisis rencana pencapaian SPM dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Renja SKPD. 2. Memahami NSPK terkait dengan urusan pilihan.6. Mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.1.1. Kode Etik APIP.12.2.14.

4.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.WAS. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. 5. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Kelembagaan ditentukan dan disepakati dan informasi dengan penanggungjawab kegiatan. Integritas.6.1. Mampu menerapkan kebijakan terkait NSPK dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2. 3.01 Judul Unit Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. 6. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. Santun 6. 1. 2. 4.2. Mampu menerapkan standar pemeriksaan.1.4.1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 6. Mengawasi Administrasi Umum Aspek Kelembagaan Kode Unit FPP. 5. Aspek Kritis 6.. 5.3.4. 2. Melakukan 3.2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 5. PKPP diakses dan dipelajari.5. Cermat/teliti.006. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan urusan pilihan yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. Mampu menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan/ evaluasi.7.02. Obyektif.5.1. Mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.41 - 4. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.3.2. Independen. . Berorientasi hasil. 6. 1. 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi administrasi umum aspek kelembagaan.6. 4.

6. sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah kelembagaan dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan.42 - pengawasan aspek 3.1. 4. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP.3. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 6. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. 5.2.3. kreteria. Menyusun Pokok. Menulis temuan 5. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Mengembangkan 4. Atribut kondisi. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.. 4. 4. serta dicatat dalam KKP. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasanaspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya kelembagaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.1. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. melakukan pengujian atas data .3.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan administrasi umum aspek kelembagaan. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas Pengawasan (P2 HP) sebagai konsep P2HP. Kesesuaian antara dokumen data dan kelembagaan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 5.6. 3.1. 5. aspek kelembagaan 6. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.

tugas dan fungsi diteliti dan dianalisa apakah telah dilakukan evaluasi secara periodik dan dapatkan simpulannya. Uraian tugas yang telah dibuat diteliti dan dianalisa apakah tidak ada yang tumpang tindih baik antar unit kerja sendiri maupun antar SKPD. Perangkat daerah provinsi adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. kecamatan. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan oleh Pengawas Pemrintah adalah: 3. Struktur organisasi. Menguji dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja. Pembagian Sub Unit Kerja diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan kemampuan rentang kendali. penghapus. 2. k. spidol. 2. i.43 - dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. lembaga teknis daerah. Kesesuaianorganisasi antara urusan wajib dan urusan pilihan dianalisis. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. Kesesuaian tugas dan fungsi organisasi dengan cakupan kewenangannya dianalisis. h.3. yang terdiri dari: a. sekretariat DPRD. Ruangan kerja. Struktur Organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan beban tugas yang ada. d. dinas daerah.2. yang terdiri dari: . Lap top. l. dinas daerah dan lembaga teknis daerah. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. 2.5. Literatur terkait. e. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan. 2. g. kertas. f. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Struktur organisasi telah mencerminkan pengendalian intern yang baik diteliti dan dianalisa. Menguji kesesuaian penetapan perangkat daerah dengan peraturan perundang-undangan. j. c. 3. m. Struktur organisasi perangkat daerah dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari. 3. Perangkat daerah kabupaten/kota adalahunsur pembantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah. 2. b. apabila ada sebutkan tugas-tugas yang tumpang tindih dan analisa dampaknya.1.. Wewenang yang melekat diteliti dan dianalisa apakah telah sesuai dengan tingkat kedudukan organisasi.4. sekretariat DPRD.1. Uraian tugas dan wewenang dari unit kerja/satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan diteliti dan dianalisa apakah telah dibuat. dan kelurahan. Fungsi organisasi diteliti dan dianalisa apakah telah terbagi habis pada unit-unit kerja yang ada. White board/flip chart. Uraian tugas yang dibuat telah diteliti dan dianalisa apakah telah dikomunikasikan dan telah dipahami oleh para pejabat/staf. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2. Struktur organisasi telah menampung semua tugas dan fungsi diuji.

e. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Metodologipenyusunan anjab dan ABK diteliti dan dianalisa.2.. d. 3. Kesesuaian penyusunan Anjab dengan best practice yang ada dibandingkan. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. 4. f. 4. Jo. Menguji Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4.11. 4.44 - a.5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. SOP yang sudah ditetapkan diteliti dan dianalisa apakah telah diterapkan secara memadai.3. e. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Kesesuaian SOP dengan best-practice yang ada dibandingkan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4.8. yang terdir dari : a.9. Metodologi penyusunan SOP diteliti dan dianalisa. b.1. 4. c. Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Kabupaten/Kota. c. 4. 4.3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah.10. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat. d. Perhitungan analisa beban kerja dengan best practice yang ada dibandingkan. Dokumen Analisis Jabatan dan Beban Kerja diakses dan dipelajari. Anjab dan ABK telah menampung semua tugas dan fungsi diuji. Jumlah kebutuhan dan realisasi SOP yang sudah ditetapkan diakses dan dipelajari. 4. Dokumen SOP yang telah ditetapkan dipelajari dan dianalisa.4. Hasil Anjab dan ABK telah menjadi pedoman dalam organisasi diteliti dan dipelajari. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.7. Alasan belum ditetapkannya SOP diidentifikasi.12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah. . b.6. 4. f.

4. 3. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan.1.1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. memahami IT. menulis temuan pengawasan aspek kelembagaan. mampu menerapkan standar pemeriksaan. 3. memahami teknik pemeriksaan.2. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.3.4. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 6. memahami Kode etik pemeriksaan. santun 6. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.45 - PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 2. 6. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 5.4. . 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. mengembangkan temuan pengawasan aspek kelembagaan. mampu menerapkan kebijakan terkait organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan pengawasan.3. cermat/teliti. 5. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Aspek Kritis 6. 4.5. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum penyusunan PKPP dan melaksanakan kegiatan PKPP.2.2. berorientasi hasil. 5. 4. 5. independen.1.2. memahami standar pemeriksaan.3. memahami prinsip-prinsip organisasi perangkat daerah.. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3. 3. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek kelembagaan.3. memahami teknik komunikasi.1.4.1. 1. 5.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 5. mengakses data dan informasi pengawasan aspek kelembagaan. 3.2.6.6. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. obyektif. integritas.5.

2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. 4. 1.1 PKPP diakses dan dipelajari. 2. Mengawasi Pengelolaan SDM Kode Unit FPP.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) 3. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Kepegawaian ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan. 3. 3.46 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.01. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk mengawasi pengelolaan SDM.3.1. Judul Unit Mengawasi Pengelolaan SDM Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2. 4.. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . 3.007.2.1.02. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 7. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian 4. 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.WAS. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.1.

5. kertas.3. Atribut kondisi.1. 2. 3. White board/flip chart. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . kreteria. . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. 2. 5. 2.3. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian . penghapus. yang terdiri dari.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP.. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.2. 4. Lap top.1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian . sebab akibat pengawasan aspek pada KKP diringkas supaya mudah Kepegawaian dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. a. serta hasilnya dicatat dalam KKP.4. Menyusun Pokok6.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Kepegawaian. 6. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. spidol.Atribut kondisi dan penyebab dari Pokok Hasil seluruh temuan disunting menjadi Pengawasan/Pengawa ringkas sebagai konsep P2HP.2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan Mengawasi Pengelolaan SDM. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Kepegawaian Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP. 5. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan administrasi umum aspek Kepegawaian adalah: 2. san (P2 HP) aspek 6. 2. Menguji kebijakan Kepegawaian. 6. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 5. Menulis temuan 5. 2.1. Literatur terkait. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.47 - diidentifikasi dan dianalisa.1. mengembangkan temuan pengawasan aspek Kepegawaian . serta dicatat dalam KKP. Ruangan kerja. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan.

f. Menguji mekanisme Penerimaan Pegawai Baru. Periksa apakah dalam pengumuman tersebut. sebagaimana point b telah mencantumkan : 1) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar. 3) Batas waktu pengajuan lamaran. Periksa dasar pertimbangannya. Periksa apakah masih ada penerimaan tenaga kerja kontrak. 5) Klasifikasi Ijazah. 2) Alamat dan tempat lamaran ditujukan. 5) Periksa apakah terjadi kebocoran soal ujian/seleksi.3. Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah: 1) Periksa apakah telah dibentuk Kepanitiaan Penerimaan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah. c. Periksa realisasi penerimaan CPNS dari tenaga honorer. h.48 - b. e. dan pegawai tidak tetap. d. dan Periksa jangka waktu pengumuman 15 hari sebelum tanggal penerimaan lamaran. Periksa apakah penerimaan Pegawai Negeri Sipil telah diumumkan secara luas kepada masyarakat melalui media massa daerah yang beroplah besar berikut formasi yang dibutuhkan. i. 6) Periksa apakah terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pemerintahan daerah dalam proses seleksi. 2) Uji apakah proses pendaftaran calon Praja dilaksanakan secara terbuka dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan. dapatkan datanya dan Periksa. tenaga harian lepas. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil: . a. 4) Periksa daftar nominatif hasil test Calon Praja IPDN Tingkat Daerah dan bandingkan dengan daftar kelulusan apakah telah memenuhi persyaratan kelulusan.2. Apakah ada syarat-syarat lain yang ditentukan Daerah di luar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah terkait Pengadaan Pegawai Negeri Sipil jelaskan pertimbangannya. 3) Periksa apakah kelulusan Calon Praja IPDN Tingkat Daerah telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 6) Batas Usia. a. Periksa apakah dalam setiap pengadaan pegawai dibentuk Panitia Penyaringan/Penerimaan. bagaimana dasar kebijakan pengangkatannya dan darimana sumber dananya. 4) Jadual pelaksanaan seleksi baik tertulis maupun lisan. Kebijakan daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Periksa komposisi personil panitia apakah secara fungsional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya. 3.. 7) Waktu dan Tempat Seleksi. Periksa apakah dalam penempatan pegawai telah sesuai dengan klasifikasi ijazah yang dimiliki. g. Kebijakan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kepegawaian diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Periksa apakah jumlah hasil pengadaan CPNS melebihi formasi yang tersedia. 3. c. b. Menguji pelaksanaan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil.

Dapatkan data dan berkas penyelesaian usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil periode 1 April dan 1 Oktober setiap tahun berjalan sebagai berikut : 1) Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat baik reguler maupun pilihan apakah ada (buku penjagaan kenaikan pangkat) tetapi belum diusulkan. 2) Pengujian Kesehatan Periksa CPNS yang diangkat menjadi PNS apakah telah memenuhi syarat kesehatan jasmani yang ditetapkan oleh Dokter/Tim Majelis Penguji Kesehatan yang ditunjuk pemerintah. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah diusulkan tetapi belum diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat. apa sebabnya. a. 3. namun belum ditetapkan/ diterbitkan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala. Apakah terdapat PNS yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan Kenaikan Gaji Berkala. namun belum memenuhi persyaratan (antara rekomendasi Baperjakat). b Uji berkas usulan kenaikan pangkat pilihan apakah sudah mendapat pertimbangan dari Baperjakat. a. apa sebabnya. . dan apa sebabnya. b) Periksa apakah ada CPNS yang belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. apa sebabnya terjadi kelambatan dilakukan pengambilan sumpah/janji. d. Ketepatan waktu penetapan Kenaikan Gaji Berkala PNS.Menguji pelaksanaan Pengangkatan dalam Jabatan. Menguji pelaksanaan Ujian Dinas. c Periksa apakah ada pendelegasian wewenang Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang penetapan SK kenaikan pangkat. b. 3. namun belum diikutsertakan dalam ujian dinas.49 - 1) Latihan Pra Jabatan a) Dapatkan SK penetapan Panitia Latihan Pra Jabatan. b. 3) PNS yang diusulkan mendapatkan kenaikan pangkat pilihan.5. c. c) Periksa apakah ada CPNS yang telah mempunyai masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih belum mengikuti Latihan Pra Jabatan. Dapatkan dan periksa data pelaksanaan Ujian Dinas dalam rangka kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagai berikut : a.4. Pemberitahuan/Edaran tentang pelaksanaan ujian dinas kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah. dan apakah yang 2 (dua) tahun lebih tetap diusulkan menjadi PNS. 3.. apa sebabnya. Pegawai Negeri Sipil golongan II/d dan III/d yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian dinas. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Panitia Penyelenggara Ujian Dinas. Menguji pelaksanaan Pemberian Kenaikan Gaji Berkala. 3) Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil.7. Menguji pelaksanaan Kenaikan Pangkat. 3. (Lakukan Uji Petik). Periksa apakah ada CPNS yang telah diangkat menjadi PNS belum diambil sumpah/janji. Lakukan uji petik beberapa berkas Pegawai Negeri Sipil peserta ujian dinas untuk menguji kebenaran persyaratan.6. (buku penjagaan KGB).

apa dasar pertimbangannya dan bagaimana kebijakan pemberian tunjangannya.. Pembentukan Tim Baperjakat telah diperbaharui setiap 3 (tiga) tahun. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. o Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah oleh Komisi Pemilihan Umum belum mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan negeri. apakah untuk 1 (satu) jabatan telah diusulkan 3 (tiga) orang (1 : 3). p Apakah ada PNS yang telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan negeri belum ditetapkan keputusan .50 - a Apakah Kepala Daerah telah menetapkan analisis jabatan sebagai pertimbangan dalam menetapkan formasi jabatan. f Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan kebijakan tertulis mengenai batas usia pensiun bagi PNS. dapatkan datanya dan Periksa. k Periksa apakah pengangkatan PNS dalam jabatan struktural telah dilakukan melalui pertimbangan Baperjakat. e Periksa apakah terdapat PNS yang telah memasuki usia pensiun tetapi masih dipekerjakan dan menerima gaji penuh (100 %). dapatkan datanya dan Periksa. apabila tidak ada apakah pejabat struktural eselon I dan II yang sudah mencapai usia 56 tahun telah diusulkan oleh BKD kepada Kepala Daerah perpanjangan jabatannya. l Periksa notulen hasil sidang Baperjakat. h Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah tentang pengangkatan Staf Khusus Kepala Daerah dan penempatan PNS pada BUMD. dan bandingkan SK Pengangkatan dalam Jabatan dengan notulen hasil sidang Baperjakat tersebut. Periksa apakah hasil analisis jabatan telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. m Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural belum diberikan tunjangan jabatan sejak saat pelantikan. d Apakah Sekretaris Daerah selaku pembina Pegawai Negeri Sipil Daerah telah menyampaikan setiap jenis mutasi kepegawaian kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai pelaksanaan pengangkatan. apa pertimbangannya. n Periksa apakah ada pejabat yang pangkatnya lebih rendah membawahi secara langsung Pegawai/Pejabat yang pangkatnya lebih tinggi. baik sebagai penjabat kepala daerah maupun dalam jabatan fungsional. apa sebabnya. j Apakah masih terdapat pejabat yang telah diangkat dalam jabatan struktural telah 5 (lima) tahun lebih belum dialihtugaskan. b Apakah SK. i Periksa tunjangan jabatan terhadap PNS yang menduduki jabatan rangkap. Periksa susunan personilnya. g Periksa apakah perpanjangan usia pensiun pejabat struktural eselon I dan II yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah sudah melalui pertimbangan Baperjakat. c Apakah Kepala Daerah dalam mengusulkan 3 (tiga) orang calon Sekretaris Daerah kepada Menteri Dalam Negeri adalah PNS yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku.

4) Surat Keterangan dari pejabat yang berwenang tidak sedang menjalani tugas belajar. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). Periksa apakah ada PNS propinsi dan kabupten/kota yang pindah ke departemen/lembaga pemerintah non departemen atau sebaliknya yang telah mendapatkan penetapan oleh Menteri Dalam Negeri. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur. s Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai ketetapan Komisi Pemilihan Umum setelah 21 (duapuluh satu) hari tidak mengajukan untuk diperkerjakan kembali namun belum dikenakan sanksi hukuman disiplin. t Periksa apakah ada PNS yang tidak terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah setelah mengajukan untuk bekerja kembali. namun belum dipekerjakan. e.8. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN). c. Periksa apakah ada pejabat/pegawai yang berasal dari TNI/POLRI yang diangkat dalam jabatan struktural namun belum beralih status kepegawaiannya. u Periksa apakah ada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan struktural tetapi tidak melaksanakan tugasnya karena diperbantukan di Unit Kerja lain. r Periksa apakah pengangkatan pejabat struktural eselon II di lingkungan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan oleh Bupati/ Walikota belum dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur. apa sebabnya. belum diusulkan untuk pensiun. 2) Mempunyai Surat Keterangan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan/atau sedang dalam proses peradilan. Periksa apakah ada PNS yang pindah antar kabupaten/kota antar propinsi yang telah mendapatkan penetapan Gubernur.Menguji pelaksanaan Pemindahan Pegawai a. Periksa apakah perpindahan PNS Pusat/Daerah menjadi PNS Depdagri telah memenuhi hasil pengamatan kompetensi yang sekurang-kurangnya bernilai baik. 3. . b. v Periksa apakah ada pejabat yang menduduki jabatan struktural yang berasal dari perguruan tinggi/tenaga dosen. namun belum memperoleh pertimbangan Kepala BKN (Regional BKN).. Periksa apakah ada perpindahan PNS Pusat menjadi PNS Daerah dan sebaliknya telah memperoleh: 1) Persetujuan dari pejabat berwenang. f. 3) Setiap unsur penilaian unsur prestasi kerja dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. bagaimana dasar pertimbangan pengangkatannya.51 - pemberhentian dari jabatan negeri. d. q Periksa apakah ada PNS yang didaftar menjadi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan dari jabatan negeri telah berusia 56 tahun atau lebih. Periksa dapatkan datanya.

dan sejauhmana tindaklanjut penyelesaiannya.10. Mintakan fotocopy SK tersebut. a) Periksa apakah kebijaksanaan Kepala Daerah tentang ketentuan jam kerja bagi PNS di lingkungan Pemerintah Daerah telah dilaksanakan dan ditaati. Bagaimana realisasi penyelesaiannya. g) Periksa apakah ada PNS yang dikenakan hukuman disiplin dan mengajukan keberatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK). 2) Ketaatan Terhadap Ketentuan Jam Kerja. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). k) Periksa apakah terdapat PNS yang sedang menjalani hukuman disiplin. Bagaimana penyelesaian status kepegawaiannya. a Periksa apakah ada PNS yang telah memasuki batas usia pensiun tetapi belum mendapatkan SK pensiun. h) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin yang kasusnya masih diproses oleh pihak Kepolisian/ Pengadilan/ Kejaksaan.. Lampirkan foto copy SK-nya. d) Periksa apakah dalam mempertimbangkan penjatuhan hukuman disiplin dibentuk Majelis Pertimbangan kepegawaian. apa sebabnya. i) Periksa apakah ada PNS yang selain dijatuhi hukuman disiplin juga dikenakan tuntutan ganti rugi. b Periksa apakah ada PNS yang telah menerima SK Pensiun tetapi masih menerima gaji secara penuh (100 %). Menguji pelaksanaan Pemensiunan Pegawai. 3. c) Periksa apakah ada PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). e) Periksa apakah ada PNS yang melanggar kode etik/disiplin PNS belum dikenakan sanksi sesuai jenis pelanggarannya. Panitia Pemungutan Suara (PPS). f) Periksa apakah ada prosedur pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin tidak mengacu pada ketentuan terkait Disiplin PNS.9. namun status kepegawaiannya belum diproses sesuai ketentuan. dan Pengawas Pemilihan belum mendapatkan ijin tertulis Pejabat Pembina Kepegawaian atau Atasan Langsungnya. Menguji pelaksanaan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil. b) Dapatkan data dan uji apakah terdapat PNS yang menjadi anggota/pengurus Partai Politik belum diberhentikan sebagai PNS. j) Periksa apakah ada PNS yang melakukan pelanggaran hukum dan telah mendapatkan ketetapan hukum oleh penegak hukum. a. sejauhmana kegiatan dari Majelis tersebut.52 - 3. Pembinaan Disiplin Pegawai 1) Hukuman Disiplin a) Dapatkan data dan periksa apakah telah dibuat pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin dari Pejabat Pembina Kepegawaian kepada pejabat lainnya. diangkat dalam jabatan struktural. b) Periksa apakah terhadap PNS yang melanggar ketentuan .

dalam bentuk apa. a. c. 3. bagaimana pengaturannya dan darimana sumberdananya.. 3) Penertiban Ijazah Palsu/Aspal. jam kerja. Menguji pelaksanaan Pemberian Kartu Pegawai. a Periksa apakah ada kebijakan Kepala Daerah mengenai kesejahteraan pegawai. (Lampirkan foto copy SK tersebut). e. Periksa apakah ada pegawai yang telah mengabdi mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun. dan 30 (tigapuluh) tahun tanpa cacat belum diusulkan untuk mendapatkan Satya Lencana Karya Satya. Periksa apakah pimpinan satuan kerja telah melakukan identifikasi kebutuhan Diklat untuk menentukan jenis . Periksa apakah ada PNS yang belum memiliki Kartu Pegawai dan apa sebabnya. 20 (duapuluh) tahun. Periksa apakah kurikulum dan metode Diklat telah mengacu pada standar kompetensi jabatan dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3. Menguji pelaksanaan pemberian Tanda-tanda Kehormatan. Periksa apakah ada PNS yang memiliki Ijazah palsu/Aspal dan bagaimana langkah-langkah penyelesaiannya. berapa yang telah menyampaikan laporan dan yang belum menyampaikan laporan.53 - 3. c. b. a) Periksa apakah telah dibentuk Tim Penilaian LP2P sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Periksa apakah Diklat Propinsi dalam setiap penyelenggaraan Diklat PNS telah membuat pedoman sesuai jenis Diklat yang dilaksanakan. Periksa apakah ada PNS yang melakukan perkawinan lebih dari satu tanpa persetujuan isteri pertama dan Pimpinan Satuan Kerja. c) Periksa apakah pegawai yang tidak (terlambat) menyampaikan LP2P telah diambil tindakan dan apa jenisnya.12. tetapi masih tetap dibayarkan tunjangannya. 3. Periksa apakah rencana dan Program Diklat Pegawai Negeri Sipil telah disusun setiap tahun anggaran yang meliputi Diklatpim. Menguji pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Mintakan Salinan (foto copy) SK tersebut. Menguji pelaksanaan Kesejahteraan Pegawai. a.11. b. Periksa apakah sudah dibuat pendelegasian wewenang dari Kepala Daerah kepada pejabat lainnya tentang pelaksanaan pemberian ijin perkawinan dan perceraian PNS. Menguji pelaksanaan Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS. Periksa apakah pembagian gaji PNS yang telah mendapatkan ijin melakukan perkawinan lebih dari satu gajinya telah dibagi sesuai dengan kesepakatan.15. Diklat Fungsional dan Diklat Teknis. 3. 4) Penyampaian Laporan Pajak-pajak Pribadi (LP2P). b Periksa apakah ada anggota keluarga yang tercantum dalam daftar gaji PNS yang sudah tidak berhak mendapat tunjangan. d. telah diberi peringatan maupun hukuman disiplin sesuai ketentuan. 13. Periksa apakah setiap pelaksanaan Diklat telah dibuat laporan pelaksanaannya. b) Periksa berapa jumlah PNS wajib LP2P.14. Periksa apa sebabnya.

3. d Periksa PNS yang menjalani cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja ditempat yang sulit perhubungannya (transportasinya) apakah diberikan tambahan hari. Diklat Fungsional. Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil a Periksa PNS yang telah diberikan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. diberikan cuti besar untuk persalinannya. Diklat Kader.. 4. b Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 18 (delapan belas) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan pada tahun sebelumnya tidak mengambil cuti tahunan dan diambil bersamaan pada tahun yang berjalan. 4.54 - Diklat yang sesuai dengan kebutuhan instansinya dan mengusulkan kepada Badan Diklat Propinsi.1. i Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan pertama dan kedua. k Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan keempat dan seterusnya. g Periksa apakah PNS yang diberikan cuti sakit lebih dari 14 hari dan untuk paling lama 1 tahun 6 bulan.17. g. apakah Gubernur mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Diklat dengan menggunakan dana pungutan/ kontribusi/swadana. diberikan 1 bulan sebelum dan 2 bulan setelah melahirkan. apakah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan mendapat uang tunggu dan hak-hak kepegawaian lainnya. Diklat Teknis. diberikan cuti diluar tanggungan negara. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang . Periksa apakah pemberian cuti diluar tanggungan negara (CLTN) kepada PNS yang bersangkutan telah mendapat persetujuan Kepala BKN. c Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan selama 24 (dua puluh empat) hari kerja apakah PNS yang bersangkutan selama 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih tidak mengambil cuti tahunan. Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. h Periksa PNS yang menderita sakit setelah 1 tahun 6 bulan dan belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk bekerja kembali sebagai PNS. j Periksa apakah PNS wanita yang diberikan cuti persalinan yang ketiga. telah melampirkan Surat Keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi adalah: 4. e Periksa apakah PNS yang diberikan cuti besar selama 3 (tiga) bulan telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus.2. f Periksa PNS yang diberikan cuti tahunan dalam tahun yang berjalan apakah pernah diberikan cuti besar. Pendidikan Formal lainnya yang didukung dengan APBD tetapi ada dana pungutan/ kontribusi/swadana. f. 3. 16. Periksa apabila tidak didukung dana APBD. Periksa apakah ada rencana dan program diklat PNS yang disusun meliputi Diklatpim.

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.10 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 1994. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil.2. pengembangan temuan pengawasan aspek Kepegawaian. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.12 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.3.3. menulis temuan pengawasan aspek Kepegawaian dan Menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) aspek Kepegawaian didemonstrasikan. 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum merencanakan PKPP dan melaksanakan kegiatan pengawasan. . Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. PP Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural.2.11 Keputusan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentangPengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002. 4. 4. 1. 4.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.55 - Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. memahami prinsip-prinsip manajemen PNS. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999. memahami kode etik pemeriksaan. 4. 4..1.5.4. data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini dengan tertulis/lisan/wawancara.6. 4. 4. 3. 4. 3. tanggal 18 April 1994.8. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS. tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS. 2. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Kepegawaian. 3. memahami IT.9.7.

6.2. Mempersiapkan 1. santun 6.01 Judul Unit Melaksanakan analisis kebijakan keuangan daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.WAS. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi pengawasan kebijakan unit objek yang akan diperiksa diikuti keuangan daerah 2. 4. 5.. 5. memahami standar pemeriksaan.2.3.4. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 6. cermat/teliti. integritas. 3. Melaksanakan Analisis Kebijakan Keuangan Daerah Kode Unit FPP.56 - 3.5. 5.6. 4. 5. 5. 4. berorientasi hasil. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis kebijakan keuangan daerah. 4.1. 6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 8. mampu menerapkan standar pemeriksaan. obyektif. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.02. diakses dan ditentukan 2. independen.4.1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. memahami teknik komunikasi.1. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.3. Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah .008. Dokumen pelaksanaan kegiatan Adum informasi aspek kebijakan keuangan daerah pengawasan kebijakan sesuai ruang lingkup pengawasan keuangan daerah . memahami teknik pemeriksaan.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Aspek Kritis 6. 3.1 PKPP diakses dan dipelajari pelaksanaan 1. mampu menerapkan kebijakan terkait kepegawaian dalam pelaksanaan pengawasan. Mengakses data dan 2.4.2.2.

3 Dokumen dan informasi kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah dianalisis dengan menggunakan teknikteknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 5.3. 4.3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.2. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah.2. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah 4. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait adum aspek kebijakan keuangan daerah dengan ketentuan kebijakan keuangan daerah dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. 1.2. 5. serta hasilnya dicatat dalam KKP. 3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. serta dicatat dalam KKP 5.57 - 3. 3.1.. . Kreteria pelaksanaan kegiatan kegiatan Adum aspek kebijakan keuangan daerah ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. kreteria.1.1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. 4. Atribut kondisi. Memformulasikan temuan pengawasan diklarifikasi dan dipenuhi.

Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. dan ditetapkan dengan peraturan daerah. kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah .58 - 6. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah ..2. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan/Pengawa san (P2 HP) 6. selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD. pelaporan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. 6. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam . Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. yang terdiri dari : mempersiapkan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya. pelaksanaan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah . Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan. dan pengawasan keuangan daerah. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. penatausahaan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah . Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan menganalisis kebijakan keuangan daerah. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah . pertanggungjawaban. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah.

59 - melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD. dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. Prioritas dan Plafon Anggaran yang selanjutnya disingkat PPA adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD setelah disepakati dengan DPRD.. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD. menyimpan. . menatausahakan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya. Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan. belanja. menatausahakan. dana. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. menyetorkan. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. menyimpan. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima. Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima. membayarkan. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya balk yang berupa personil (sumber daya manusia). Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD.

Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah/Perkada tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya dan te.2. Pendapatan Daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. kertas. b Periksa apakah RKA-SKPD telah disusun berdasarkan: .ah memenuhi prinsip-prinsip SPIP yang memadai serta hasilnya dituangkan dalam KKP. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah. Lap top.1. penghapus. Menguji kesesuaian pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku: 3. 2. Ruangan kerja. spidol. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. Menguji kebijakan pengelolaan keuangan daerah. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah.60 - Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. a. Belanja Daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. 3. Perencanaan dan Penganggaran.1.5. 2.2. White board/flip chart.4. d. yang terdiri dari. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).1. kebijakan umum APBD. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. a Periksa apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disusun berdasarkan dokumen perencanaan daerah. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. Dasar otorisasi pengelolaan Keuangan Daerah seperti SK Pembentukan TAPD. 2.3. Keputusan Kepala Daerah ttg Rekening Daerah dll diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3. Literatur terkait. b. prioritas dan plafon anggaran. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP.. c.2. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan pedoman lainnya yang berlaku termasuk hasil evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD. SK Pengankatan BUD.

a. f) Periksa apakah biaya pemungutan pajak daerah sudah diatur dengan Peraturan Daerah. standar satuan kerja. c. mintakan penjelasan dan catat jenis pungutan apa saja. d) Periksa tentang cara menetapkan perkiraan target Pendapatan Asli Daerah. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut. dan rencana penarikan dana serta pendapatan yang diperkirakan. indikator kinerja. Jika tidak sesuai mintakan penjelasan. e) Periksa prosedur dan pelaksanaan pemungutan dan penyetoran Pendapatan Asli Daerah. a. a) Periksa apakah jenis pungutan pajak dan retribusi Daerah sudah sesuai dengan peraturan per-UndangUndangan yang berlaku. 2) Capaian kinerja.2.2 Pelaksanaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah. g) Periksa apakah besarnya (prosentase) biaya pemungutan pajak daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendapatan Daerah. d. h) Periksa apakah seluruh Peraturan Daerah tentang . b. Periksa penerbitan SPD. Periksa ketepatan waktu proses dan pengesahan DPA – SKPD tersebut. Periksa ketepatan pembebanan atas transaksi pengembalian kelebihan pajak. e. analisis standar belanja.3. Pendapatan Asli Daerah 1) Pajak dan Retribusi Daerah. kegiatan. program. 3. fungsi.. retribusi daerah. ganti kerugian daerah dan sejenisnya yang terjadi dalam tahun berjalan dan yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya. Periksa apakah perubahan APBD dilakukan sesuai kriteria/persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perUndang-Undangan/ standar/pedoman yang berlaku. 3. dan standar pelayanan minimal.61 - 1) Keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari kegiatan dan program termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut.2. b) Periksa apakah semua pungutan Daerah sudah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. c) Jika ada pungutan daerah yang tidak ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Periksa apakah semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalaui rekening kas umum daerah. apakah telah mempertimbangkan penjadwalan pelaksanaan program dan kegiatan yang dimuat dalam DPA-SKPD dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Periksa apakah dokumen pelaksanaan anggaran SKPD (DPA-SKPD) telah disusun secara rinci berdasarkan sasaran yang hendak dicapai.

pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain yang melakukan tindakan melanggar hukum atau kelalaian jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin pengembalian kerugian daerah. 4) Tuntutan Ganti Rugi a) Apakah SK Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.62 - Pajak dan Retribusi Daerah telah diundangkan dalam Lembaran Daerah. Periksa dan mintakan penjelasan. b. lakukan pengujian di Unit Pelaksana Pelayanan. c) Dapatkan Laporan Hasil Rapat Umum Pemegang (RUPS) atas penyertaan modal. b) Kapan penyetoran deviden ke Kas Daerah. k) Periksa dan evaluasi. Jika belum. 1) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. l) Periksa apakah Bendahara Penerima telah ditetapkan oleh Kepala Daerah pada awal tahun anggaran. Periksa apakah prosedur dan pelaksanaan penerimaan jasa giro sudah sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku.. 3) Pendapatan Bunga Periksa kebijakan jasa giro ditetapkan oleh siapa. minta penjelasan kenapa demikian. bandingkan antara penyertaan modal dengan bagian laba (deviden) yang diterima. hitung bagian deviden yang menjadi hak daerah berdasarkan persentase kepemilikan saham. apakah menguntungkan atau merugikan pemerintah daerah. c) Periksa apakah pengenaan ganti kerugian daerah . Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. i) Periksa apakah Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah setelah ditetapkan. j) Periksa apakah ada Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi yang dibatalkan oleh Menteri Dalam Negeri. 2) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. 2) Jasa Giro. Periksa lain – lain PAD apa saja yang telah ditetapkan . apa saja kebijaksanaan Kepala Daerah dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada wajib pajak dan wajib bayar. Jika sudah mintakan tanda terimanya. a) Sejauhmana kontribusi penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada pihak ketiga dan BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah. telah dihentikan pelaksanaannya dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya Keputusan Pembatalan. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah mengeluarkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian Kerugian Sementara kepada bendahara. hitung potensi kerugian daerah atas keterlambatan penyetoran devide ke Kas daerah. Jika belum ditetapkan. sudah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan paling lambat 15 hari setelah ditetapkan.

c) Periksa apakah hibah dari pemerintah dan hibah dari luar negeri dikelola melalui mekanisme APBN. b) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan penggunaan DAU Triwulanan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. Dan Periksa apakah Pemerintah Daerah telah meminjam lebih dari 60% dari Produk Domestik Bruto tahun yang . 5) Dana Darurat. b) Periksa apakah terdapat pemberi hibah yang berasal dari dalam negeri. e) Apakah telah ditetapkan Peraturan Daerah tentang tata cara tuntutan ganti kerugian daerah. d) Periksa apakah pengenaan ganti kerugiaan terhadap pegawai negeri bukan bendahara telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. b) Periksa apakah penggunaan DAK dilakukan sesuai dengan Petunjuk Teknis penggunaan DAK .. Apabila ada bantuan dari luar negeri apakah sudah melalui Pemerintah Pusat. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah menerima pendapatan hibah yang merupakan bantuan tidak mengikat. 4) Hibah. 3) Dana Alokasi Khusus. a) Periksa apakah penggunaan DAU telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 1) Bagi hasil pajak dan Sumber Daya Alam. Menteri Teknis dan Menteri Dalam Negeri. b) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menerima Penetapan batas maksimal kumulatif pinjaman pemerintah daerah. Berapa jumlah dan untuk apa bantuan tersebut. Jika ada apakah telah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah antara Pemerintah Daerah dengan pemberi Hibah. Dana Perimbangan. Periksa apakah terdapat DAK yang disalurkan ke rekening selain rekening Kas Umum Daerah. Catat juga jumlah dan untuk keperluan apa saja serta berapa dana pendamping sekurang-kurangnya 10% dari alokasi DAK dan dianggarkan dalam APBD. 2) Dana Alokasi Umum. a) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah menerima Dana Darurat karena mengalami krisis solvabilitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. c.63 - terhadap bendahara telah ditetapkan oleh BPK. Periksa apakah alokasi penerimaan dana perimbangan bagi hasil pajak dan SDA telah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan . a) Periksa apakah propinsi yang diperiksa menerima DAK yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan. disalurkan dengan cara pemindah bukuan dari rekening Kas Umum Negara ke rekening Kas Umum Daerah. c) Periksa apakah Kepala Daerah telah menyampaikan laporan triwulan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada Menteri Keuangan.

dan belanja tidak terduga telah sesuai dengan ketentuan.64 - bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.7. 4. 2) Pengeluaran a) Periksa apakah pembentukan dana cadangan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. bantuan keuangan. 4.5. Belanja Daerah 1) Belanja Langsung Periksa apakah penganggaran Belanja Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. bunga. Peraturan Pemerintah Nomor .6.9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 2) Belanja Tidak Langsung a) Periksa apakah penganggaran Belanja Tidak Langsung telah disesuaikan dengan hasil evaluasi APBD Menteri Dalam Negeri. 4. c) Periksa dan catat apakah Pemerintah Daerah telah menetapkan Dana Cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. b) Periksa apakah kebijakan penganggaran Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari belanja pegawai. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. subsidi.2. 4. 4. hibah.4. b) Periksa apakah Penyertaan modal pemerintah daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah.10.3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. belanja bagi basil. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.. . c) Periksa apakah pemberian pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah atas persetujuan DPRD. Periksa Apakah pinjaman daerah telah ditetapkan dengan peraturan daerah. 4. Pembiayaan 1) Penerimaan. 4. bantuan sosial. 4.54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. e. 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah.8 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. d.1.

6. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan keuangan daerah. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan keuangan daerah didemosntrasikan. pengembangan temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. 4. 4.2. 4..16 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 1. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.1.12. formulasi temuan pengawasan kebijakan keuangan daerah. filosofi dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah.11.65 - 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3. 3. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko. 4. 3.18 Peraturan Menpan : PER/04/M. . pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Jo. 2.15 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 4. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. memahami prinsip-prinsip pengawasan kebijakan daerah.17 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 3. 4. memahami konsep. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Hibah dan Bantuan Sosial.2. 4.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan keuangan daerah adalah menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya secara memadai.20 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.3.13. 4.5. 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.4.14 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.akses data dan informasi pengawasan kebijakan keuangan daerah. memahami sistem pengendalian intern. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam pengelolaan keuangan daerah.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).

Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.3. 4. berorientasi hasil. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 9.5 mampu memformulasikan temuan kebijakan keuangan darah/negara secara lengkap. 5.7 mampu merumuskan atribut temuan. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 4. obyektif.2 mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.5. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.2.2.8 mampu menerapkan kebijakan pengelolaan keungan daerah terkait dalam melakukan pengawasan. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.7. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. akurat. 4. integritas.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. memahami teknik komunikasi Pengawasan. independen. Aspek Kritis 6. 4.4. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk menganalisis aspek barang/aset daerah.009. 4. 4. 3. 5. 5. dan dapat dipertanggungjawabkan. 5.1.3.02.1.. santun 6.WAS. cermat/teliti. .66 - 3.8. 4.4 mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. 6.01 Judul Unit Menganalisis Aspek Barang/Aset Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 6.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. 4.3 mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi. Mengawasi Urusan Administrasi Umum aspek barang/asset daerah Kode Unit FPP.6.6 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 5.

3. . 4.1.3.1. 3. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) 3. Kriteria Unjuk kerja 1.3.2. serta hasilnya dicatat dalam KKP..2. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi. Mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah . Kreteria pelaksanaan kegiatan aspek Pengujian atas data Barang/asset daerah ditentukan dan dan informasi disepakati dengan penanggungjawab pengawasan aspek kegiatan Barang/asset 3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. 5. Mengembangkan 4. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 2.2. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Menulis temuan 5. kreteria. Melakukan 3. serta dicatat dalam KKP 5. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.1. sebab akibat pada pengawasan aspek KKP diringkas supaya mudah dipahami dan Barang/asset dikonsultasikan dengan pimpinan unit daerah kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. 5.2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Atribut kondisi. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan aspek diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya Barang/asset dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan daerah penanggungjawab kegiatan.67 - Elemen Kompetensi 1. Kesesuaian antara dokumen data dan daerah informasi dengan kriteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. 2.

Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna barang.. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Pengadaan adalah kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa. Unit kerja adalah bagian SKPD selaku kuasa pengguna barang. Barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya yang sah.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada aspek Barang/asset Supervisi Pengawasan untuk ditentukan daerah temuan yang menjadi P2HP 6. Kuasa pengguna barang milik daerah adalah kepala satuan kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh pengguna untuk menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan/Penga konsep P2HP.68 - 6.3. menyimpan. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan.1. Pembantu pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pembantu pengelola adalah pejabat yang bertanggungjawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada satuan kerja perangkat daerah. Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang. Pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pengelola adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah. Pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan aspek Barang/asset daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan analisis aspek barang/aset daerah. Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. wasan (P2 HP) 6. dan mengeluarkan barang. Penyaluran adalah kegiatan untuk menyalurkan/pengiriman barang milik daerah dari gudang ke unit kerja pemakai. Penyimpan barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk menerima. menulis temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. Menyusun Pokok6. Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik. mengembangkan temuan pengawasan aspek Barang/asset daerah. mengakses data dan informasi pengawasan aspek Barang/asset daerah.2. Pengurus barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk mengurus barang daerah dalam proses pemakaian yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah/unit kerja. administratif . P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa. Penyertaan modal pemerintah daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak . Penjualan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang. tanpa memperoleh penggantian. Tukar menukar barang milik daerah/tukar guling adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. Bangun serah guna adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. dipertukarkan. pinjam pakai. untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasiltasnya setelah berakhirnya jangka waktu. dihibahkan atau disertakan sebagai modal Pemerintah Daerah. kerjasama pemanfaatan. antar pemerintah daerah.69 - dan tindakan upaya hukum. dengan menerima penggantian dalam bentuk barang. Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.. kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. atau dari pemerintah daerah kepada pihak lain. dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan. Sewa adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan menerima imbalan uang tunai. sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual. Bangun guna serah adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan daerah bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya. antar Pemerintah Daerah. Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara Pemerintah Pusat dengan Pemda dan antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola. atau antara Pemerintah Daerah dengan pihak lain.

5. Lap top 2. Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan. Ruangan kerja. penghapus. a. yaitu: a Periksa apakah perencanaan dan penentuan kebutuhan barang yang tertuang dalam RKBMD (Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah) masing-masing unit/satuan kerja telah memperhatikan : 1) Anggaran yang tersedia 2) Barang yang dibutuhkan 3) Alasan kebutuhan 4) Cara Pengadaan 5) Standarisasi dan spesifikasi barang yang dibutuhkan 6) Jumlah barang yang dibutuhkan .. Menguji Perencanaan Kebutuhan Barang/Jasa. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan.2. 2. perlengkapan kantor. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP).1. spesifikasi dan kualitas dalam 1 (satu) periode tertentu. Struktur organisasi unit kerja dan dasar hukum pembentukannya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP b. 2. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintahan Daerah adalah pembakuan ruang kantor. 2. Laporan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajariserta hasilnya dituangkan dalam KKP 3. pencatatan. White board/flip chart. kendaraan dinas dan lain-lain barang yang memerlukan standarisasi. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. kertas. Peraturan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan barang/asset daerah diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKP c. Literatur terkait 3. Standarisasi harga adalah penetapan besaran harga barang sesuai jenis. yang terdiri dari. Kebijakan daerah yang telah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Daerah tersebut diakses dan dipelajari apakah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatnya serta hasilnya dituangkan dalam KKP d. Daftar barang pengguna yang selanjutnya disingkat dengan DBP adalah daftar yang memuat data barang yang digunakan oleh masing-masing pengguna. spidol.4. dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. 2. Menguji kebijakan barang/asset daerah.70 - dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada Badan Usaha Milik Negara/daerah atau badan hukum lainnya. Daftar barang kuasa pengguna yang selanjutnya disingkat DBKP adalah daftar yang memuat data barang yang dimiliki oleh masingmasing kuasa pengguna.3.2. Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah.1. rumah dinas.

PA/KPA : menetapkan Rencana Umum Pengadaan.000. dan 3) rancangan Kontrak. Swakelola terdiri atas PA/KPA. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa. periksa jumlah dan susunan anggotanya apakah persyaratan jumlah dan susunan anggotanya telah sesuai ketentuan yang berlaku. menetapkan pemenang pada Pelelangan atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp100.000. 3. menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. mengendalikan pelaksanaan Kontrak.71 - b Periksa apakah pengadaan barang/jasa yang telah direncanakan dalam program kerja merupakan penjabaran dari RKBMD dan RKPB (Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang). b. menetapkan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. dalam hal terjadi perbedaan pendapat.000. 3) Periksa apakah masing-masing organisasi telah menjalankan tugasnya. menetapkan PPK.000. mengumumkan secara luas Rencana Umum Pengadaan paling kurang di website K/L/D/I. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa. menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan. melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan. ULP/Pejabat pengadaan dan Panitia/Pejabat Hasil Pekerjaan telah dibentuk oleh pengguna barang/jasa. menetapkan Pejabat Pengadaan. Pengadaan Barang/Jasa untuk Pengadaan melalui Penyedia Barang/Jasa terdiri dari PA/KPA.3. mengawasi pelaksanaan anggaran. Menguji Proses Pengadaan Barang/Jasa a.000. atau pemenang pada Seleksi atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp10. dan mengawasi penyimpanan dan pemeliharaan seluruh Dokumen Pengadaan Barang/Jasa. seperti: a.00 (seratus miliar rupiah).000. dan menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen . PPK.00 (sepuluh miliar rupiah). menyelesaikan perselisihan antara PPK dengan ULP/ Pejabat Pengadaan. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA. c Bandingkan kegiatan pengadaan barang/Jasa dalam DASK dengan program kerja dan RKBMD/RKPB. menandatangani Kontrak. Organisasi Pengadaan. 2) Harga Perkiraan Sendiri (HPS). PPK. ULP/Pejabat pengadaan 2) Dapatkan SK-nya. b.. PPK : menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi: 1) spesifikasi teknis Barang/Jasa. 1) Periksa apakah organisasi pengadaan telah dibentuk yaitu : a.

d. menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi. 4) Periksa apakah ada hubungan keluarga antar anggota panitia.000.000. dan membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website K/L/D/I masingmasing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional. dan/atau dan 2) perubahan jadwal kegiatan pengadaan. e. atau b) Seleksi atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp10. 5)Periksa apakah ada pejabat yang merangkap sebagai panitia pengadaan dan panitia pemeriksa barang.00 (seratus juta rupiah). 7) Periksa apakah Penyedia Barang/Jasa telah memenuhi syarat 8) Periksa tahapan pelaksanaan pengadaan. Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan: melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak. 6)Periksa apakah ada anggota panitia pengadaan menduduki jabatan struktural yang lebih tinggi dari panitia pelaksana. c.00 (lima puluh juta rupiah f.000.000. menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran. ULP/Pejabat Pengadaan : menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa.000. khusus Pejabat Pengadaan: 1) menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100..00 (sepuluh miliar rupiah). menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk membantu pelaksanaan tugas ULP. menetapkan tim pendukung. dan/atau 2) Penunjukan Langsung atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50. khusus untuk ULP: menjawab sanggahan.00 (seratus miliar rupiah). apakah dilakukan . PPK dapat mengusulkan kepada PA/KPA dalam 1) perubahan paket pekerjaan.000. dalam hal diperlukan. menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk: a) Pelelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000. menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian. dan menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa.72 - pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk.000. melakukan evaluasi administrasi.000.000. menetapkan Dokumen Pengadaan.

73 - telah sesuai ketentuan.6.  Periksa apakah penunjukan Pemegang Barang telah dilengkapi dengan SK Kepala Daerah. a) Periksa apakah status penggunaan barang daerah telah ditetapkan oleh Kepala Daerah dan Periksa apakah realisasi penggunaannya sudah sesuai dengan penetapan status penggunaan yaitu untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna/kuasa pengguna barang yang bersangkutan. 9) Prosedur Pelelangan. Cek apakah penggantian Pemegang Barang telah diikuti dengan Berita Acara Serah Terima.inventarisasi.  Periksa apakah Pemegang Barang telah mencatat seluruh barang yang diterima. Pembukuan (1) Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran . 3.3) bandingkan dengan hasil perhitungan fisik barang.. penyimpanan dan penyaluran. Penggunaan. 3. pelaporan) a. metode penyampaian dokumen. b. (2) dimanfaatkan dalam rangka optimalisasi barang daerah. pemilihan (metode pemilihan.  Hasilnya (1.  Periksa apakah penyerahan barang inventaris sudah memakai Berita Acara Serah Terima Barang. (3) dipindahtangankan (4) dan lain-lain 3.5.  Lakukan stock opname barang dalam gudang dengan cara:  Periksa penyerahan/penerimaan barang dalam gudang dari bagian pengadaan. dikeluarkan dari persediaan barang dalam gudang kedalam buku/kartu persediaan barang.2. c) Periksa apakah sudah ada penetapan penggunaan tanah/ bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna barang tersebut yaitu antara lain : (1) untuk penyelenggaraan Tupoksi instansi lain.  Bandingkan hasil pengadaan dengan permintaan barang dari unit pemakai  Periksa Kartu Persediaan barang. (Periksa pembukuan Pemegang Barang). perencanaan. metode evaluasi. b) Periksa apakah pengguna barang/kuasa pengguna barang telah menyerahkan tanah/bangunan yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan kepada Gubernur. mulai dari persiapan.  Periksa apakah penyaluran barang dari gudang dilakukan oleh Pemegang Barang atas dasar Surat Perintah Penyaluran Barang dari pejabat yang berwenang. a. Penerimaan.4. jenis kontrak dan tanda bukti). Penatausahaan ( pembukuan.  Hasil akhir ada 2 (dua) kemungkinan yaitu :  Barang kurang/lebih  Pembukuan dan jumlah persediaan sama. Penyimpanan dan Penyaluran Barang.

sesuai dengan ketentuan yang berlaku.74 - dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang. . b. E dan F.Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan bangunan semesteran dan tahunan. (4) Pengguna/Kuasa Pengguna menyimpan dokumen kepemilikan barang milik daerah selain tanah dan bangunan. bila tidak cocok mintakan penjelasan dari pengurus/penanggungjawab barang. (3) Pembantu pengelola melakukan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD). dimuat dalam Kartu Inventaris Barang A. . (5) Pengelola menyimpan seluruh dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah. sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Periksa apakah Pengelola Barang telah menghimpun :  Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS)  Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT)  Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) .Periksa apakah Pengguna Barang telah menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada Pengelola Barang. D. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelaporan .. .  Buku Inventaris untuk setiap Unit Kerja apakah sudah ada dan dikerjakan secara tertib.Periksa apakah Kuasa Pengguna Barang telah menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada Pengguna Barang. C.  Bandingkan isi yang tercantum dalam KIB tersebut dengan kenyataan yang ada. B.Periksa apakah pengelolaan inventarisasi Barang Milik Daerah telah di laksanakan dengan tertib yaitu :  Apakah Pemda telah melaksanakan sensus barang daerah setiap 5 tahun sekali dengan menyusun Buku Induk Inventaris Barang secara tertib dan berkesinambungan. . Periksa berapa jenis jumlah dan harga barang yang belum tercatat dalam buku inventaris. Inventarisasi . (2) Pencatatan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Periksa apakah Pengelola Barang telah menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) sebagai bahan untuk menyusun neraca daerah c.  Buku harian barang yang mencatat penerimaan/ pengeluaran barang inventaris apakah telah dibuat dan dikerjakan secara up to date.

. (3) Hak dan kewajiban kedua belah pihak.Periksa apakah tanah Pemda seluruhnya :  telah tercatat sebagai asset daerah  telah disertifikatkan (berapa yang sudah dan berapa yang belum) . daftar rekapitulasi. b) Periksa pemanfaatan barang daerah atas tanah/bangunan yang masih digunakan oleh pengguna barang dan yang telah mendapat persetujuan pengelola barang. . d) Periksa apakah pengembalian barang Daerah dari pihak ketiga tepat waktu batas penggunaan (lihat dalam surat perjanjian) dan apakah dikenakan sanksi apabila pihak ketiga wanprestasi . . . hibah. Pemanfaatan.Periksa apakah barang-barang inventaris hasil pengadaan.Lakukan pengecekan fisik barang inventaris di lokasi bandingkan dengan barang inventaris yang tercatat dalam Buku Inventaris Barang/kartu Inventaris Barang. (6) Sanksi-sanksi. (paling lama 5 tahun). dan daftar mutasi barang sudah disusun dan disampaikan pada pejabat yang berwenang tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan. apakah sudah sesuai dengan peruntukannya. 3.7. telusuri apa penyebabnya.Periksa apakah data-data/warkah asset daerah berupa tanah sudah lengkap dan tersimpan rapi oleh Biro Perlengkapan/Biro Umum. jumlah dan harga barang menurut Daftar Mutasi Barang Inventaris dan Buku Hasil Pengadaan Inventaris. (4) Besarnya sewa. telah tercatat seluruhnya sebagai asset daerah. Kalau tidak apa yang menjadi motivasi/pertimbangan dalam pemanfaatan barang daerah tersebut.Apabila ada perbedaan jenis. . c) Periksa apakah pihak ketiga memenuhi kewajiban tepat waktu. (5) Jangka waktu Penyewaan.Periksa apakah daftar inventaris. a) Dapatkan data barang daerah yang telah dimanfaatkan dan Periksa bentuk pemanfaatannya yaitu : (1) Penyewaan (2) Pinjam Pakai (3) Kerjasama pemanfaatan (4) Bangun guna serah dan bangun serah guna. sumbangan dan lain-lain barangbarang yang diterimanya.. (2) Data barang daerah yang disewakan. (1) Penyewaan. b) Periksa apakah hasil penyewaan barang daerah telah disetor ke Kas Daerah. jika sudah ada cocokkan dengan keadaan barang yang senyatanya ada diruangan tersebut. a) Dapatkan Surat Perjanjian sewa menyewa tersebut dan periksa apakah telah memuat : (1) Pokok-pokok penyewaan.75 -  Setiap ruangan apakah sudah dibuatkan Kartu Inventaris Ruangan (KIR).

(3) Jangka waktu kerjasama (paling lama 30 tahun) dapat diperpanjang. . (5) Persyaratan lain yang dianggap perlu misalnya mitra kerjasama dilarang menggadaikan/mengagunkan barang daerah kepada pihak lain. (4) Besaran kontribusi tetap dan bagi hasil keuntungan yang harus dibayar mitra kerjasama setiap tahunnya. b) Tidak tersedia dana dalam APBD untuk penyediaan bangunan tersebut. periksa apakah surat perjanjian tersebut telah memenuhi syarat antara lain : (1) Pokok yang diperjanjikan. (b) Periksa kewajaran pembagian keuntungan hasil kerjasama yang ditetapkan dari hasil perhitungan Tim (dapatkan SK Pembentukan Timnya). (2) Pinjam Pakai. (a) Periksa proses tender dan penetapan mitra kerjasama (sekurang-kurangnya 5 peserta). apabila penetapan mitra kerjasama dengan penunjukkan langsung atas pertimbangan apa. (2) Barang hanya boleh dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya. (3) Kerjasama Pemanfaatan atas Tanah dan Bangunan. periksa apakah telah memuat : (1) Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian. (c) Apakah pembayaran kontribusi dan pembagian keuntungan hasil kerjasama telah mendapat persetujuan pengelola barang. cek apakah telah disetor ke kas daerah.76 - e) Siapa yang menetapkan tarif penyewaan untuk barang daerah. b) Periksa apakah syarat-syarat pinjam pakai telah berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku yaitu : (1) Barang belum dimanfaatkan oleh Pemda. (4) Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (1) Periksa apakah Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna telah memenuhi persyaratan yaitu : (a) Pengguna barang memerlukan bangunan dan fasilitas bagi penyelenggaraan pemerintah daerah untuk kepentingan pelayanan umum dalam rangka penyelenggaraan tupoksi. (5) Pengembalian barang harus dalam keadaan baik. (d) Cek biaya yang digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan kerjasama (karena tidak dapat dibebankan pada APBD). a) Dapatkan surat perjanjian kerjasama pemanfaatan.. (4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. (3) Barang yang dipinjam pakai merupakan barang yang tidak habis pakai. (2) Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. (4) Jangka waktu peminjaman paling lama 2 tahun dapat diperpanjang. a) Dapatkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai. (2) Data-data barang yang dipinjam pakai (3) Tanggungjawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman.

(e) Sanksi (f) Arbitrase (3) Periksa jangka waktu Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna paling lama 30 (tigapuluh) tahun sejak surat perjanjian ditandatangani. Pengamanan. perlengkapan kantor. pemilihan langsung. instansi lain atau masyarakat setempat). sarana telekomunikasi). pengadaan langsung dan swakelola). 2) Periksa apakah telah disusun Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB). 4) Periksa upaya hukum apa yang telah dilaksanakan Pememerintah Daerah untuk menangani barang daerah yang bermasalah tersebut. 3) Periksa dan inventarisir apakah ada barang daerah khususnya barang tidak bergerak (Tanah/Bangunan) yang sedang bermasalah (sengketa dengan pihak ketiga. baik pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi dan tindakan hukum. (b) Obyek Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna (c) Jangka waktu (d) Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian. 4) Periksa kepastian penyediaan dana dalam DASK 5) Periksa pelaksanaan pemeliharaan :  Cara pelaksanaan (lelang. menggadaikan. 3.8.  Panitia Peneliti Penawaran. dan sampai dimana penyelesaiannya. 1) Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan pelaksanaan pengamanan terhadap barang daerah. Pengamanan dan Pemeliharaan. kendaraan dinas. rumah dinas. a. (4) Periksa apakah selama jangka waktu pengoperasian mitra bangun guna serah dan mitra bangun serah guna telah memenuhi kewajibannya yaitu : (a) Membayar kontribusi ke Kas Daerah (b) Tidak menjaminkan.77 - (2) Dapatkan surat perjanjian dan periksa apakah telah memuat : (a) Pihak yang terkait dalam perjanjian. b. Pemeliharaan Barang. 2) Periksa bentuk pengamanan fisik maupun pengamanan administrasi terhadap barang inventarisasi (barang bergerak dan tidak bergerak maupun terhadap barang persediaan).. (c) Memelihara obyek Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. memindah tangankan oleh Bangunan Guna Serah dan Bangunan Serah Guna. mess/asrama. cek penyetorannya ke kas daerah. . 3) Periksa jenis barang yang dipelihara/dirawat (gedung kantor. (d) Periksa kewajaran besaran konstruksi atas hasil perhitungan Tim yang telah dibentuk oleh pejabat yang berwenang. 1) Periksa apakah setiap unit kerja menyampaikan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) kepada Biro Perlengkapan/Biro Umum.

78 - Panitia pemeriksa pekerjaan (susunan anggota dan fungsinya).  Pemeliharaan kendaraan. terjadi pemusnahan atau karena sebab lain belum dihapuskan. a. Periksa apakah seluruh barang milik daerah telah dilakukan penilaian dan dimasukkan dalam neraca daerah 3. Periksa apakah pelaksanaan penghapusan barang milik daerah yang tidak berada dalam penguasaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang telah dilaporkan kepada pengelola barang. c. Periksa apakah penilaian barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka pemanfaatan atau pemindahtanganan dilakukan oleh Tim atau melibatkan penilaian independen yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan tujuan untuk mendapatkan nilai wajar. Periksa apakah ada barang milik daerah yang sudah tidak berada dalam penguasaaan pengguna barang atau kuasa pengguna barang karena beralih kepemilikannya.11. Penghapusan. Periksa apakah penghapusan barang daerah tersebut telah diterbitkan surat keputusan penghapusan oleh Kepala Daerah. (1) Periksa apakah ada pemindahtanganan barang daerah berupa: (a) Penjualan  . Periksa apakah hasil penilaian barang milik daerah selain tanah dan atau bangunan telah ditetapkan oleh pengelola barang. Periksa apakah penetapan nilai barang milik daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah berpedoman pada standard akutansi pemerintahan. Periksa apakah penghapusan barang daerah telah berdasarkan atas pertimbangan : 1) Rusak berat 2) Tidak dapat digunakan secara optimal 3) Telah melampaui batas waktu kegunaan/kadaluarsa. 3. Periksa apakah pelaksanaan pemusnahan barang milik daerah karena tidak dapat digunakan.9. c. periksa :  Status kendaraan. e.  Cara pembayaran (kelengkapan dokumen). dimanfaatkan dan tidak dapat dipindahtangankan telah dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada pengelola barang.. d. Penilaian a. b. d. Periksa apakah penghapusan barang milik daerah telah dihapus dari daftar barang milik daerah.  Prosedur Pemeliharaan  Pengadaan dan Penyaluran BBM 3. b. 4) Beralih kepemilikannya 5) Persediaan barang melebihi kebutuhan 6) Nilai ekonomis lebih menguntungkan kalau dihapuskan.10. Pemindahtanganan. f.

(a) Penjualan Rumah . . (3) Cek apakah hasil penjualan barang daerah telah disetor ke kas daerah. .Periksa pembayaran angsuran apakah masih terdapat tunggakan.Periksa penetapan harga jual rumah dinas golongan III apakah telah sesuai dengan :  Penafsiran harga dari nilai biaya yang digunakan untuk membangun rumah yang bersangkutan pada waktu penafsiran dikurangi penyusutan menurut umur bangun.  Penetapan taksiran harga tanah berpedoman kepada NJOP pada waktu penafsiran. .  Apakah pemohon telah memegang surat ijin penghunian (SIP) dari Kepala Daerah dan sepengetahuan Kepala Unit/Satuan Kerja.Periksa apakah penjualan rumah dinas tersebut telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah dan bagaimana sistim pembayarannya. .79 - (b) Tukar menukar (c) Hibah (d) Penyertaan Modal (2) Periksa apakah pemindahtanganan tanah/bangunan dan selain tanah/bangunan yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD.Penjualan kendaraan dinas apakah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu mengenai . .Periksa uang muka pembayaran. (b) Penjualan Kendaraan Dinas . (4) Periksa kewajaran harga penjualan barang daerah. .  Status pegawai yang berhak membelinya. a.Periksa persyaratan pembeli rumah rumah dinas golongan III yaitu :  Status Kepegawaiannya  Masa kerja  Pernah membeli/memperoleh rumah dinas atau belum..  Harga rumah golongan III ditetapkan sebesar 50% dari harga tafsiran dan penilaian yang dilakukan panitia. apakah telah dilunasi oleh semua pembeli dan cek kebenarannya.  Umur kendaraan dinas. Penjualan (1) Inventarisir penjualan barang daerah apakah penjualan barang daerah telah mempertimbangkan :  Optimalisasi barang daerah yang berlebih  Secara ekonomis lebih menguntungkan daerah (2) Periksa apakah penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang kecuali barang yang bersifat khusus atau barang lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola barang.Periksa inventarisasi rumah-rumah dinas golongan III dan berapa jumlah pemohon pembelian rumah golongan III.

80 - Periksa apakah Surat Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Dinas sudah dibuat sesuai ketentuan mengenai :  Penetapan Harga.  Besarnya Cicilan  Cara Pembayaran .Cek apakah serah terima barang yang dilepas dan barang pengganti telah dituangkan dalam Berita Acara.  Apakah ada kompensasi yang harus dilakukan pihak ketiga berupa uang.Periksa apakah Hibah tersebut telah memenuhi syarat :  Bukan barang rahasia negara/daerah  Bukan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. .Sanksi  Periksa apakah hasil penjualan kendaraan dinas sudah disetor ke Kas daerah. tanah/bangunan dan atau pekerjaan. Periksa dasar pertimbangannya. . bangunan atau barang lainnya. (d) Hibah .  Tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.Periksa kewajaran harga/nilai kompensasi dan pelaksanaannya. (e) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah.Periksa apakah tukar menukar barang daerah telah dipertimbangkan:  Untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintahan  Untuk optimalisasi barang daerah  Tidak tersedia dalam APBD . ..  Apakah tukar menukar tanah/bangunan telah disertai pelepasan hak-nya. . .Periksa apakah ada penyertaan modal Pemda berupa tanah.Periksa apakah tukar menukar barang daerah berupa tanah atau selain tanah yang bernilai lebih dari 5 milyard telah mendapat persetujuan DPRD. apa dasar pertimbangannya :  Untuk kepentingan sosial  Keagamaan  Kemanusiaan  Penyelenggaraan pemerintahan daerah .  Periksa kelancaran pembayaran angsuran dan sanksi terhadap para pegawai yang menunggak (c) Tukar menukar. - . .Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan yang dilepas maupun penggantinya tidak dalam sengketa.Periksa apakah ada barang daerah yang dihibahkan.Periksa apakah tukar menukar tanah/bangunan daerah tidak merugikan Pemda :  Nilai ekonomis tanah/bangunan milik Pemda dan penggantinya.

. contoh kendaraan dinas. d) Pengalihan Asset dari Instansi Vertikal.Periksa apakah setelah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Daerah tersebut telah dihapuskan dari buku induk inventaris Daerah Induk dan dicatat pada buku inventaris daerah baru. Pembiayaan.Pembinaan.Periksa apakah ada asset yang belum diserahkan dan bagaimana penyelesaiannya dengan daerah induk serta apakah sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri.Periksa apakah barang-barang yang terdaftar dalam Berita Acara Serah Terima. penatausahaan.Periksa dalam penyerahan/pengalihan asset tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima dan apakah telah sesuai dengan kondisi dilapangan disertai dokumen kepemilikannya. . dan pengamanan Barang Milik Daerah yang berada di bawah penguasaannya. telah dibentuk Tim bersama yang melakukan tugas inventarisasi.81 - Periksa apakah penyertaan modal daerah telah mendapat persetujuan Gubernur dan apakah telah dituangkan dalam Peraturan Daerah.. .Periksa apakah pemerintah daerah yang telah menerima pengalihan BM/KN dari pemerintah pusat yang ternyata bermasalah (yang hilang. Periksa apakah dalam pelaksanaan tertib administrasi - .Periksa apakah proses pengalihan asset dari instansi vertikal dan asset yang pengadaannya dari APBN sudah disertai dokumen kepemilikannya. tidak didukung bukti-bukti kepemilikan atau masih sengketa) telah menindaklanjuti penyelesaiannya. pemeliharaan.Periksa apakah terdapat asset dari instansi vertikal Barang Milik/Kekayaan Negara (BM/KN) yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah dan apakah telah diajukan permohonannya kepada Menteri Keuangan. 3. . . pemanfaatan. . .13. .Periksa apakah terdapat BM/KN berupa barang tidak bergerak yang digunakan untuk kepentingan umum yang telah diterima oleh pemerintah daerah telah dipindahtangankan diubah statusnya atau dimanfaatkan oleh instansi pemerintah atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri Keuangan. namun barangnya tidak diserahkan.Priksa apakah proses pengalihan asset dari daerah induk keepada daerah yang baru dibentuk. baik secara administrasi maupun fisik. . 3. (1) Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. (2) Periksa apakah Pengguna Barang telah melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan. e) Pengalihan Asset kepada Daerah Pemekaran.12. pemindahtanganan. Pengawasan dan Pengendalian.

82 - pengelolaan barang milik daerah telah disediakan anggaran yang memadai dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 3.  Periksa apakah kekurangan barang tersebut sudah dilaporkan kepada Biro Keuangan selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk mendapatkan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku. . 4.Tuntutan Ganti Rugi Barang.14. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4. 4.  Periksa apakah sudah dilakukan penelitian dan penentuan besarnya kerugian yang diderita daerah oleh Kepala Daerah. apakah atasan langsung/ Kepala Unit Kerja telah melaporkan kepada Kepala Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2967). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.  Periksa apakah ada Pegawai Negeri.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 . Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.  Periksa apakah proses tuntutan ganti rugi barang Daerah sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. .3.  Periksa bila Pemegang Barang meninggal dunia. 2.Tuntutan Perbendaharaan Barang.2.  Periksa apakah Tuntutan Perbendaharaan Khusus ini telah di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 1.4. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 59.  Periksa apakah telah dilakukan tindakan pengamanan terhadap barang daerah tersebut.  Periksa apakah upaya damai untuk memperoleh penggantian atas semua kerugian Daerah sudah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Tuntutan GantiRugi. melarikan diri atau dibawah pengampuan.  Periksa apakah dalam pengelolaan barang oleh Pemegang Barang terdapat kekurangan barang yang menjadi tanggungjawabnya. Pegawai Perusahaan Daerah yang bukan Pemegang Barang melakukan perbuatan melanggar hukum atau melalaikan kewajiban/tidak melaksanakan kewajiban sesuai fungsi dan atau status jabatannya yang karena perbuatannya tersebut merugikan Daerah.  Periksa apakah atas dasar laporan tersebut Kepala Daerah (atas saran Majelis pertimbangan) telah menunjuk seorang pegawai yang ditugaskan untuk membuat perhitungan ex officio..

4.12. 4.11. 4. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pedoman Penilaian Barang Daerah. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan . Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609.18.9. Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah sebagaimaan telah diubah terakhir dengan Perpres 70 Tahun 2012 4.16.17. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2002 tentang Nomor Kode Lokasi dan Nomor Kode Barang Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. 4. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan.6. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20.10. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578).14. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 64. 9.8.15. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.1. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyerahan Barang dan Hutang Piutang pada Daerah yang Baru Dibentuk.5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Materiil Daerah. 4. 4.. 10 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 4.13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang Tata Cara Penjualan Rumah Negeri. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah 4. Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 58. 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah. mengakses data dan informasi pengawasan aspek barang/asset daerah. 4.83 - Nomor 69.7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3643). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515).

01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib .WAS.1. 3.4. mampu menerapkan standar pemeriksaan.5.02.1.2. mampu menerapkan kebijakan terkait barang milik daerah dalam pelaksanaan pengawasan. independen. obyektif.3. untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.6. 5. menyusun pokokpokok hasil pengawasan aspek barang/asset daerah.6.3. 4.5.84 - aspek barang/asset daerah. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. memahami IT. 2. integritas. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Madya. 6. memahami teknik komunikasi.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pemerintahan yang bersifat Wajib Kode Unit FPP. 3. santun 6. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. memahami teknik pemeriksaan.2.Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. menulis temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. memahami kode etik pemeriksaan. 5. 3. 5.4.. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 5. 4. berorientasi hasil. mengembangkan temuan pengawasan aspek barang/asset daerah. memahami prinsip-prinsip pengelolaan barang milik daerah. cermat/teliti. memahami standar pemeriksaan.2.3.1.2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 10. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3. 3. 4.1.4.010. 1. 5. Aspek Kritis 6.

3.3.2. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) pengawasan diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya pelaksanaan dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan urusan penanggungjawab kegiatan. Melakukan 3. 2. pemerintahan yang 4.1. lagi tambahanya.1 PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1. 4. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat wajib temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. diminta penjelasan dan diminta wajib. Mengembangkan 4. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.1. 3. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.3. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2.2.3. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat wajib ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan pelaksanaan 3. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.85 - Deskripsi Unit Elemen Kompetensi 1. Data dan informasi yang kurang tepat yang bersifat diklarifikasi. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat wajib diakses urusan dan dipelajari pemerintahan 2.. Mengakses data 2.4. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat wajib menggunakan teknik-teknik pengawasan.2. serta dicatat dalam KKP . 3. Kriteria Unjuk kerja 1.1.

Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.1. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. kepegawaian. penanaman modal. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan. pemerintahan umum.. dan persandian.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. Urusan wajib terdiri dari pendidikan. penataan ruang. danperpustakaan. koperasi dan usaha kecil dan menengah. administrasi keuangan daerah.86 - 5. lingkungan hidup. 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. perumahan. 5. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. sosial. kesejahteraan masyarakat. kependudukan dan catatan sipil. otonomi daerah. kesehatan. statistik. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib.3. perangkat daerah. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. ketenagakerjaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. kepentingan nasional. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional.2. kebudayaan. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. pemberdayaan masyarakat dan desa. pertanahan. 6. perencanaan pembangunan. Atribut kondisi. Memformulasikan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 6. komunikasi dan informatika.1. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan(P2 HP) pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib 5. perhubungan.2. pekerjaan umum. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan . 5.3. kearsipan. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional. kreteria. ketahanan pangan. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. kepemudaan dan olahraga. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib. keluarga berencana dan keluarga sejahtera.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah. kertas. Lap top 2.4.6. Menganalisa apakahpengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran telah sesuai ketentuan. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. Literatur terkait urusan pilihan 3. 3. 2.2. Mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan wajib.5. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2.87 - sosial. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal 4. dan pemerintahan.6. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat wajib adalah: 2. 3.5. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit komptensi ini adalah: 4.7. Menganalisa apakah urusan wajib yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah apakah berdasarkan kriteria eksternalitas. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar . Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 TentangPetunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan SPM 4.2.. 3.4. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga masyarakat secara minimal. Menganalisa apakah mekanisme pembelanjaan penerapan SPM telah sesuai ketentuan. spidol.8. 4. 4. hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 4.5. 4.3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. White board/flip chart. Menganalisa apakah sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian targettahunan Standar Pelayanan Minimal kepada masyarakat telah sesuai ketentuan.1. ekonomi. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. Menganalisa penerapan pelaksanaan SPM urusan wajib ke dalam dokumen perencanaan daerah. Menganalisa apakah batas waktu Pencapaian SPM urusan wajib secara Nasional dan Jangka Waktu PencapaianSPM di Daerah telah sesuai ketentuan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.1. proses. dapat berupa masukan.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat Dan Daerah 4.2. 3. 2.7. 2. Ruangan kerja.3.3. penghapus.1. akuntabilitas.

3.4..1. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. . 5.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan wajib. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum P2UPD sesuai jenjang jabatannya dan menganalisis rencana pencapaian SPM/NSPK dalam Dokumen Perencanaan (RPJMD. Jo. independen. 3.2. santun.11 Peraturan Menpan : PER/04/M. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Norma Pengawasan Dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Renja SKPD.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4. obyektif. cermat/teliti. 1.7. Kode Etik APIP. 2. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.5 mampu menerapkan standar pemeriksaan 5.6. berorientasi hasil.1. 4.10. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. Peraturan Menpan Dan RB Nomor 42 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 3. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009 4.. 3.5.3 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data 4. akses data dan informasi pengawasan. 3. 3.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Kontek Penilaian: 1.12. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan. 5. RKPD.4 mampu menerapkan kebijakan terkait SPM tiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan 4.6. 5. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. memahami indikator kinerja.2. 5. menulis temuan pengawasan. 3.1 mampu menyusun standar evaluasi. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. KUA-PPAS dan RKADPA SKPD) serta menganalis teknis penerapan SPM. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP) 4. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. 4. integritas.88 - Pelayanan Minimal 4. 3.5. memamahi SPM tiap-tiap urusan.3. memahami IT.2 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.PAN/03/2008 Tentang Kode .2. Renstra SKPD. 5. pengembangan temuan pengawasan. Pengujian atas data dan informasi pengawasan.

entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. Data dan informasi terkait ruang lingkup dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pelaksanaan pemerintahan yang bersifat pilihan diakses urusan dan dipelajari pemerintahan yang 2. Data dan informasi yang kurang tepat bersifat pilihan. Kesesuaian antara dokumen data dan urusan informasi dengan kriteria pelaksanaan pemerintahan yang dibandingan dan dianalisa dengan bersifat pilihan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 6. diklarifikasi. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan .01 Judul Unit Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 6. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya.3. Mengakses data 2.1. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). pelaksanaan 3. Aspek Kritis 6. 6.WAS. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 11.2. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 1.1. 3. Kriteria pelaksanaan kegiatan urusan Pengujian atas data pemerintahan yang bersifat pilihan ditentukan dan informasi dan disepakati dengan penanggungjawab pengawasan kegiatan.2.011.2.02.1.3.3.89 - 6..2. PKPP bidang pelaksanaan urusan wajib diakses dan dipelajari 1.4. 3. 2. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.1. Melakukan 3. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaanSPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. Melaksanakan Pengawasan Urusan Pilihan Kode Unit FPP.

terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.1. 4. P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan(P2 HP) konsep P2HP pelaksanaan 6. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan.1. Memformulasikant 5.2.3.1. Mengembangkan 4. Menyusun Pokok6.2. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. sebab akibat pada emuan KKP diringkas supaya mudah dipahami dan pengawasanpelaks dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja anaan urusan dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan pemerintahan yang tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja bersifat pilihan 5. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5. Atribut kondisi.2. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP pelaksanaan dan diklarifikasi dengan penanggungjawab urusan kegiatan. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi bersifat pilihan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. menulis temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.3. melayani.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi urusan Pengawasan untuk ditentukan temuan yang pemerintahan yang menjadi P2HP bersifat pilihan 6. . pemerintahan yang 4. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan. mengakses data dan informasi pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.90 - penanggung jawab pekerjaan dan hasinya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melaksanakan pengawasan semua urusan pemerintahan yang bersifat pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. kreteria. serta dicatat dalam KKP 5. mengembangkan temuan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan.3.

Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. penghapus. industri. energi dan sumber daya mineral. dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.. Kebijakan daerah tentang rencana pencapaian SPM adalah dokumen kebijakan daerah yang memuat target pencapaian SPM yang dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah yang dijabarkan dalam RPJMD. rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. dan ketransmigrasian. belanja. 2. dan mensejahterakan masyarakat. pariwisata.91 - 2. Standar adalah acuan yang dipakai sebagai patokan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. White board/flip chart.3. Norma adalah aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPDadalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Ruangan kerja. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD. Kriteria adalah ukuran yang dipergunakan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. kehutanan. Urusan pilihan meliputi urusan : kelautan dan perikanan. memberdayakan. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 2. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Prosedur adalah metode atau tata cara untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. RKPD. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKASKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan. perdagangan. kertas.2. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya mengembangkan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah. Peraturan Daerah tentang pelaksanaan urusan adalah dasar hukum bagi daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dengan mengacu pada NSPK yang ditetapkan oleh Menteri/ Pimpinan LPNK.1. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). pertanian. Renstra SKPD dan renja SKPD. . spidol.

4. mempelajari kebijakan daerah sebagai pelaksanaan penerapan urusan pilihan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun. 4.1. Pengujian atas data dan informasi . Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah. 3.. Jo. Peraturan Menpan PER/04/M. menganalisa apakah penerapan NSPK urusan pilihan telah sesuai ketentuan. ataupun melalui praktek / demontrasi pada Tempat Uji Kompetensi atau disimulasikan dimana persiapan pelaksanaan pengawasan. Tata Cara Penyusunan.9 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.1.3. 4. 3. 4. 4.2.11.5. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.3. Kontek Penilaian: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4.7. akuntabilitas. Lap top.6.Unit ini wajib dinilai di tempat kerja.1. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan pelaksanaan urusan pilihan adalah: 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah.4. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.4. akses data dan informasi pengawasan.Literatur terkait. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. 4.10.8.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).5. 3.13. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Tugas pelaksanaan pengawasan urusan pilihan adalah: 3.4. menganalisa apakah urusan pilihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah telahberdasarkan kriteria eksternalitas. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4. 2. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan.12. menganalisa apakah penyelenggaraan urusan pilihan telah sesuai dengan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhasan daerah.92 - 2. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4.2.

6. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. memahami prinsip-prinsip pembagian urusan pemerintahan.93 - pengawasan.4.1.3.4. memahami teknik-teknik pengawasan guna mengungkapkan pembuktian. 4. cermat/teliti. 4. Keterampilanyang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 2. 6. memahami IT.1. 1.5.3.1. pengembangan temuan pengawasan. 5. 5. menulis temuan pengawasan.3.serta menyusun Pokok-Pokok Hasil Pengawasan/Pengawasan (P2 HP) atas urusan pilihan. memamahi SPM tiap-tiap urusan.5. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 3. 3. 3. 3. 5. santun 6.6. 5. mampu menyusun standar evaluasi.2. memahami indikator kinerja.Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. memahami Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal tiap-tiap urusan. 4. Aspek Kritis 6. obyektif.6. 6. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan.Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.4. independen.2. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.. 3.3. mampu menerapkan standar pemeriksaan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi umum sesuai jenjang jabatannya dan Menganalisis penerapan NSPK dalam penyelenggaraan Pemda. Jika ada kebijakan lain kreteria pelaksanaan SPM yang berbeda dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 4.2. 3. 4.2.2. integritas. 5. mampu menerapkan kebijakan terkait SPMtiap-tiap urusan dalam pelaksanaan pengawasan.4. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 .1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Kode Etik APIP.7. 5. berorientasi hasil.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan.5.

Melakukan 3.1. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Memformulasikan Keputusan Hasil Evaluasi. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi.Mempersipakan 1. Hasil evaluasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi. Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Kode Unit FPP.1. Evaluasi Ranperda 4.. dan informasi 2.2. Melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada.1. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau . yang selanjutnya disebut Perda.3. Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3 Sumber daya disiapkan 1.2.3.012.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi Ranperda dan Ranperkada yang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan evaluasi Ranperda dan Ranperkada. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.94 - 12.4 Data dan informasi ranperda diakses dan ditentukan 2. 4. Data dan informasi dianalisis dengan Ranperda dan menggunakan teknik-teknik evaluasi dan hasil Ranperkada analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri. Menganalisa data 2. 3. Mengakses data dan informasi Ranperda dan Ranperkada.2 Indikator evaluasi diakses dan ditentukan dan Ranperkada 1. 3.1 Program Kerja Evaluasi Ranperda dan pelaksanaan Ranperkada diakses dan ditentukan evaluasi Ranperda 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Ranperda dan Ranperkada. Memformulasikan 4. Unit ini juga berlaku untuk Tim Evaluasi Ranperda yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur.2. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft dan Ranperkada Keputusan Mendagri. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya.02. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kesesuaian atribut rancangan perda beserta evaluasi Ranperda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Ranperkada dituangkan dalam KKP. 3. 4. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.WAS. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara.

4. 3. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.2. pajak daerah. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. Gubernur melakukan evaluasi rancangan peraturan daerah Kabupaten/Kota dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah. Tata cara Pengendalian dan Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah. 4. Literatur terkait 3.95 - Peraturan Bupati/Walikota. 2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Dan RPJMD Sesuai Spesifikasi Masing-Masing. retribusi daerah dan tata ruang daerah Pemerintah Provinsi.1. kertas. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.8.3. Perubahan APBD. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. penghapus.4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Mengkaitkan substansi ranperda dengan ketentuan yang lebih tinggi dan kepentingan umum. White board/flip chart. 4. spidol.5. Pertanggungjawaban APBD. 3..1.7. pajak daerah. 4. Peraturan Daerah yang dievaluasi adalah rancangan peraturan daerah provinsi tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah.1. Retribusi Daerah Tata Ruang Daerah. rencana tata ruang daerah. Ruangan kerja. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Ranperda dan Ranperkada.4. Menganalisa substansi ranperda yang akan dievaluasi meliputi APBD. pajak daerah.. 2. 3.4.6. Evaluasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Ranperda dan Ranperkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.3. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi atas rancangan peraturan daerah provinsi dan rancangan peraturan Gubernur tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4. Lap top 2. retribusi daerah. 2.3. Sedangkan Perkada yang dilakukan evaluasi adalah rancangan peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).5. RPJMD. 4. Pajak Daerah. 4.2. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman . Menganalisa target Pencapaian tiap-tiap SPM dalam rancangan Perda. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintah adalah: 3.

4. formulasi Hasil Evaluasi didemosntrasikan.7.. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. mampu merancang draft hasil evaluasi. 4.6. akses data dan informasi Ranperda. 4.8. Jo.6. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 3.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. memahami peraturan yang terkait substansi Perda.3. 4. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. 6.7.5. memahami IT. memahami prinsip-prinsip evaluasi rancangan Perda. 2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. integritas.1.5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi TINGKAT 3 .3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Independen. 3.10 Peraturan teknis masing-masing Ranperda. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.1. mampu mengevaluasi Ranperda dan ranperkada.3. 5. 5. evaluasi Perda.1. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada (legal drafting).4. 4. 3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi.6. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan evaluasi.5. 4. memahami NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada.2. 4.2. 3.2. 4. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Ranperda.4. mampu menerapkan NSPK dan SPM dari substansi masing-masing Ranperda dan Ranperkada.9.96 - Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Santun 6. 3.1. Aspek Kritis 6.4. 5. 5.2. 5. Berorientasi hasil. memahami Kode etik Pengawasan. 1.2. memahami teknik komunikasi. Cermat/teliti. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 5. 3. Obyektif. memahami isi dari masing-masing substansi Ranperda dan ranperkada.

3. Mempersipakan 1.. .2.2.WAS. Ranperda dengan peraturan yang lebih tinggi disinkronisasi dan diharmonisasi. Memformulasikan Keputusan Hasil Klarifikasi.1 Program Kerja klarfikasi Perda dan Perkada pelaksanaan diakses dan ditentukan klarfikasi Perda 1. Unit ini juga berlaku untuk Tim KlarifikasiPerda dan Perkada yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Gubernur. Menganalisa data 2. Rancangan keputusan dituangkan dalam draft Keputusan Mendagri 4. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan klarifikasiPerda dan Perkadayang terdiri dari: mempersipakan pelaksanaan klarifikasiPerda dan Perkada. 3. dan informasi 2. 3. 4.1.1.3 Sumber daya disiapkan 1.3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan klarifikasi Perda dan Perkada.013. Melakukan klarifikasiPerda dan Perkada. Rancangan Keputusan dikonsultasikan kepada Biro Hukum dan hasilnya ditindaklanjuti dalam bentuk penyempurnaan untuk ditandatangani Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kesesuaian prosedur penyusunan rancangan perda beserta lampirannya dengan standar yang ada diteliti dan dinilai dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Hasil klarifikasi yang perlu penyempurnaan Keputusan Hasil diinventarisasi Klarifikasi 4. Memformulasikan 4.97 - 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 13.2 Indikator klarfikasi Perda dan Perkada diakses dan Perkada dan ditentukan 1. hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.02.2. Mengakses data dan informasi Perda dan Perkada. menggunakan teknik-teknik klarifikasi dan hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Melakukan Klarifikasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Kode Unit FPP.4 Data dan informasi Perda dan Perkada diakses dan ditentukan 2. Melakukan 3. Data dan informasi diklarifikasi dan dipenuhi.1. 3. Kesesuaian atribut Perda dan Perkada beserta klarifikasiPerda lampirannya diteliti dan dinilai dan hasilnya dan Perkada dituangkan dalam KKP. Data dan informasi dianalisis dengan Perda dan Perkada.01 Judul Unit Melakukan Klarifikasi Kebijakan Daerah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.

yang selanjutnya disebut Perda. Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya. 3.1. 2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. 2. Ruangan kerja.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.3.4. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Lap top. Mempelajari petunjuk pelaksanaan pembentukan Perda dan Perkada.7.5. kertas. White board/flip chart. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.7.6. 4. 4. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. MenganalisaNaskah Akademissubstansi masing-masing perda dan perkada yang akan diklarifikasi.4.4. 3. yang selanjutnya disebut Perda. 3.5. Menganalisa perda dan perkada dari tinjauan kajian teoritik dan empiris. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 4.2. Jo.5. Menguji kesesuaian tujuan ditetapkannya Perda dan Perkada terhadap penerapannya. Peraturan – Peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). 4.8. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. penghapus.98 - Peraturan Daerah Provinsi atau nama lainnya dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota atau nama lainnya.3. 4. 2. Menganalisa landasan filosofis. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 4. Klarifikasi adalah pengkajian dan penilaian terhadap Perda dan Perkada untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.1.3. 4. 2. 3. spidol.2. Menyimpulkan hasil klarifikasi apakah sudah sesuai atau bertentangan dengan kepentingan umumdan/atau peraturan lebih tinggi. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Gubernur dan/atau Peraturan Bupati/Walikota. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. yuridis dan sosiologis Perda dan Ranperda. Mengevaluasi dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan . Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.2. adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah.. Literatur terkait.6.

integritas.5.6.5.4 mampu membuat simpulan hasil klarifikasi. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 5.2. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5..1. cermat/teliti.9.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. memahami teknik komunikasi. 4. memahami Kode etik. klarifikasi Perda dan Perkada.3 mampu membuat rancangan hasil klarifikasi draft Perda dan Perkada. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Aspek Kritis 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 .7. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalahkompetensi penyusunan perda dan perkada.2.5 mampu menerapkan kebijakan terkait dalam melakukan klarifikasi. berorientasi hasil. Jika teknik klarifikasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. 3.2 mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. memahami isi dari masing-masing substansi Perda dan Perkada. 6. 3. memahami teknik penyusunan Perda dan Perkada. 4. 4. memahami IT. 1. 3.2. independen. obyektif. 5. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.4. 3. akses data dan informasi Perda dan Perkada. 4. 3.1. 6.3. 3. 2. memahami prinsip-prinsip klarifikasi Perda dan Perkada. 4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.99 - dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 5.6. memahami peraturan yang terkait substansi Perda dan Perkada. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. formulasi Hasil Klarifikasi Perda dan Perkada didemosntrasikan. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1 mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan klarifikasi.1.1.3. santun. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan klarifikasi Perda dan Perkada. 5.4. Peraturan teknis masing-masing Perda dan Perkada.

Dokumen dan informasi kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi.1. serta hasilnya dicatat dalam KKP.1 PKPP diakses dan dipelajari 1. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP 4.3.3. serta dicatat dalam KKP. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.WAS. 4. Kesesuian antara dokumen dan informasi terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaan Dekon/TP dibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan.2. 3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.2. 2. .3.1. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Kriteria Unjuk kerja 1. Elemen Kompetensi 1.014. 3. Kreteria pelaksanaan kebijakan dekonsentrasi dan tugas pembantuan ditentukan dan disepakati dengan penanggungjawab kegiatan 3. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).100 - 14.02. Mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP.2. Dokumen kebijakan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan FPP.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon/TP). Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.. 3.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi Judul Unit dan Tugas Pembantuan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. Hasil pembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. 2.

1.1. 2. Menyusun Pokok. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 2. mengevaluasi apakah norma. memformulasikan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. 6. mengevaluasi apakah pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dari Pemerintah kepada gubernur dan penugasan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah dan/atau pemerintah desa didanai melalui anggaran kementerian/lembagasesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan core business Kementerian/Lembaga. standar. Unit ini hanya berlaku bagi Pengawas Pemerintahan Madya pada Kementerian/Lembaga. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP.2. serta dari pemerintah kabupaten. dan kriteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuansudah ditetapkan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan kebijakan Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP.4. atau kota dan/atau desa. prosedur. penghapus. sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. 3.1. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu.3. 2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.2. mengevaluasi apakah pelaksanaan pengelolaan anggaran untuk pelaksanaan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dan 5.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. White board/flip chart. Memformulasikan temuan pengawasan . Lap top.6. mengembangkan temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. Ruangan kerja. spidol. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. 5. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai.1. 3. kertas. 2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.101 - 5. Literatur terkait. kreteria.2. 2. mengakses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP. Atribut kondisi. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten.. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh Pokok Hasil temuan disunting menjadi ringkas sebagai Pengawasan (P2 konsep P2HP. 3.3. HP) 6.5.3.

3. akuntabilitas.9.8. menganalisa apakah Menteri/pimpinan lembaga telah melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur. 3. 3. transparan. menganalisa apakah penelaahan rancangan Renja-KL telah dilakukan sesuai ketentuan.dan penugasan kepada Kabupaten/Kota.6. . Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.1. 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. 3. serta keserasian hubungan antar susunan pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. menganalisa apakah terdapat penugasan kepada pemerintah desa untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan tertentu.5.6.102 - pelaksanaan penugasan dilakukan secara tertib.4. dan efisiensi. 4. Menteri Keuangan. taat pada peraturan perundang-undangan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. dan bertanggung jawab dengan mcmperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. 3. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Jika ada apakah telah mendapat persetujuan dari Presiden dan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri. 3..4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.2. 3.3. 4. menganalisa apakah pemberitahuan kepada gubernur mengenai lingkup urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan telah dilakukan paling lambat pertengahan bulan Juni untuk tahun anggaran berikutnya setelah ditetapkannya pagu sementara serta ditetapkan dalam Peraturan Menteri. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.10. menganalisa apakah Urusan yang dapat dilimpahkan telah dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan kementerian/lembaga yang sudah ditetapkan dalam Renja-KL yang mengacu pada RKP. dan menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional.5. 4.8 Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. 4. menganalisa apakah urusan yang dapat dilimpahkan telah memperhatikan kriteria eksternalitas.7.7. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4. meneliti apakah prakarsa dan perumusan sebagian urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah paling lambat pertengahan bulan Maret untuk tahun anggaran berikutnya.

4. memahami fungsi.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan.5.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kebijakan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2. 4. 3. 4.. 1.9. 3. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk menmdemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan kebijakan Dekon/TP. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota.3. formulasi temuan pengawasan kebijakan Dekon/TP. 3. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.2. 2. 4.10 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 4.103 - 4.4. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 2. Jo.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.3. memahami konsep.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko.6. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. . 3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah.2.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. pengujian atas data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. penyusunan pokokpokok hasil pengawasan kebijakan Dekon/TP didemosntrasikan . Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.12. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1.7. 3.1. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah. akses data dan informasi pengawasan kebijakan Dekon/TP.2. 3. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah.

3.2. KOMPETENSI KUNCI: NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan.01 Kode Unit Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Judul Unit Dekon dan TP Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. dan dapat dipertanggungjawabkan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.4.104 - 3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal. Aspek Kritis 6. akurat.1.2. Kode Etik. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data.4.9. obyektif.6. 5..10. 5. 4.3. berorientasi hasil. Mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. independen. 5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat.6.02. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 15. 5. cermat/teliti.WAS. integritas. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembanutan terkait dalam melakukan pengawasan.3. 3. 6.015. 6. mampu merumuskan atribut temuan. 4.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang . 4.1. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Dekon dan TP) FPP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.7. 4. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP. serta supervisor pengawasan tidak teliti. 6.8.1. 4.3.5. Santun. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuansecara lengkap. 4. 5.2. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.8. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama. 4. 5. memahami teknik komunikasi Pengawasan.5. 4.

Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).2. Dokumen pelaksanaan kegiatan Dekon/TPsesuai ruang lingkup pengawasan diakses dan ditentukan 2. 4. Mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Kreteria pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi Pengujian atas dan tugas pembantuan ditentukan dan data dan informasi disepakati dengan penanggungjawab kegiatan pengawasan 3. Atribut kondisi.2. dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. PKPP diakses dan dipelajari. 3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai. 1.1. Dokumen dan informasi kinerja dekonsentrasi dan tugas pembantuan diklarifikasi dan dipenuhi. 5.3.2.1. 5.3. Kriteria Unjuk kerja 1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi pengawasankinerja dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP Dekon/TP. sebab akibat pada KKP emuan diringkassupaya mudah dipahami dan pengawasan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.3. 4. 2. 3.105 - diperlukan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.2. Elemen Kompetensi 1. Mengembangkan 4. kreteria. 5. 2.1.3..1. serta hasilnya dicatat dalam KKP. Mempersiapkan pelaksanaan pengawasan 2.1. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa. Kesesuian antara dokumen dan informasi kinerja Dekon/TP terkait kinerja Dekon/TP dengan ketentuan pelaksanaanDekon/TPdibandingan dan diuji dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti. serta dicatat dalam KKP. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya . Hasilpembandingan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan dan hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Memformulasikant 5. Melakukan 3.

Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian pengelolaan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di . Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) 6.. Pelajari Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP masing-masing Program yang ada pada obyek pengawasan. menyusun pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP.106 - diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP. atau kota dan/atau desa.4. 6. memformulasikan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. spidol. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. 2. 2.1. b. atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.2.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). mengembangkan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP.1. dan desentralisasi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP b.Mempelajari kebijakan pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan: a. SK PPTK. seperti SK KPA. Lap top 2. Ruangan kerja. serta dari pemerintah kabupaten. 2. Penguji dan Penandatangan SPM dan Bendahara 3.5. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.2. Literatur terkait 3. tugas pembantuan.2. dari pemerintah provinsi kepada kabupaten. kertas. Pelajari kebijakan operasional yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagai dasar otorisasi. penghapus. White board/flip chart.1. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang Pernerntahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau kepada Instansi Vertikal di wilayah tertentu.3. 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan melaksanakan pengawasan kinerja Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan yang terdiri dari:Mempersipakan pelaksanaan pengawasan kinerja Dekon/TP. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan pensinkronisasian antara penyelenggaraan program dan/atau kegiatan dekonsentrasi.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.Menguji kesesuaian pelaksanaan kinerja dengan standar yang ditentukan: a. 6. mengakses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa.

f. .Kelompok Kerja Bidang Perencanaan. sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dekonsentrasi dan TP pada masing-masing tingkatan pemerintahan. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dan konsultasi dengan pihak terkait guna keterpaduan kebijakan serta tercapainya kesepahaman antar fungsi. k.. . d. teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efesien sesuai dengan ketentuan perundag-undangan. Provinsi dan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota dan Desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian dengan Kementerian/Lembaga yang memberikan pelimpahan dan penugasan kepada Gubernur dan penugasan kepada Bupati/Walikota/Kepala Desa dan hasilnya dituangkan dalam KKP telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. dan antar SKPD Provinsi dalam penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di daerah telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penatausahaan keuangan dan barang. dan . dan Teliti dan pelajari apakah pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Gubernur terkait koordinasi serta pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. penganggaran dan pelaporan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi sesuai dengan peraturan perundangundangan telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. pengendalian. Teliti dan pelajari apakah Tim Koordinasi Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan teleh dibentuk dan mejalankan tugasnya. Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan dan perumusan kebijakan pengelolaan sistem perencanaan. l. pedoman.Kelompok Kerja Bidang Penatausahaan dan Pengendalian Pelaksanaan. standar. Penganggaran dan Pelaporan.107 - c. dan perumusan kebijakan serta strategi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di wilayah provinsi berdasarkan norma. yaitu : . Teliti dan pelajari apakah realisasi keluaran dan manfaat (out put dan outcome) pelaksananaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan telah efektif. h. pelaksanaan. penyusunan. antar wilayah Kabupaten/Kota. g. j.Kelompok Kerja Bidang Pertanggungjawaban serta Pembinaan dan Pengawasan. i. e. manual serta kebijakan nasional telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan bahan penyampaian kepada DPRD Provinsi atas rencana program/kegiatan dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dilimpahkan/ditugaskan kepada Gubernur telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP Teliti dan pelajari apakah pengoordinasian penyusunan saran tindak lanjut kepada Gubernur dan Kementerian/Lembaga dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di provinsi telah dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam KKP. Khusus untuk P2UPD pada tingkat Kementerian.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.9.5.o. 4.1. 4. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. pengujian atas data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.14. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.10. 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan pengawasan. 4. 4.6.2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. pengembangan temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. 4.3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PMK Nomor 156 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).11.13. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. akses data dan informasi pengawasan kinerja Dekon/TP.4. 4.. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi jo Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di wilayah Provinsi. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi dan Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.108 - 4. penyusunan pokok-pokok hasil pengawasan kinerja Dekon/TP didemosntrasikan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait unit kompetensi ini adalah: 4. formulasi temuan pengawasan kinerja Dekon/TP. 4. 4.12. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang . 4.7. 4.1.8. 4.2. 1. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M.

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 6. 6.3. 6. 5. santun. obyektif. 2. memahami peran dan tanggung jawab para pihak yang terkait dalam implementasi Dekon/TP.2. memahami prinsip-prinsip manajemen risiko.1. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 6.4. cermat/teliti.7. memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja. 3. memahami teknik komunikasi Pengawasan. filosofi dan proses pelimpahan atau penugasan urusan pemerintahan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.6.1. 4.109 - 2. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di obyek pengawasan yang sama.. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Pertama secara memadai 2. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara dan pengawasan kebijakan daerah.6.10. 4.2. 6. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4.1. 6. serta supervisor pengawasan tidak teliti. . mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap. 5.fungsi koordinasi dan pengendalian urusan pemerintahan yang dilimpahkan atau ditugaskan. dan dapat dipertanggungjawabkan. berorientasi hasil.5. mampu merumuskan atribut temuan. 4.1.8.5.3. 6. memahami system pelaporan manajerial dan akuntabilitas dekon/TP.2. memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.5. 4. memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset negara/daerah.2. 6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.3. 5.2.4.1.7.3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. memahami fungsi. 5. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan kinerja kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan adalah: 2.4.8. 6. mampu menerapkan kebijakan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan terkait dalam melakukan pengawasan. 6.9. 5. memahami konsep. integritas. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. independen.6. 6. Aspek Kritis 6. 6. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas belum sepenuhnya berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup dan tidak berkonsultasi sebagaimana mestinya dengan Pengawas Pemerintahan lain yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. akurat.

110 - 6. dan PKPP Kinerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Kode Etik. pengelolaan barang daerah diakses dan ditentukan.02. Data dan informasi perencanaan daerah dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melasanakan pengawasan akhir masa jabatan kepala daerah.3. Mengakses data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah 3. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.016.1.2. Kriteria Unjuk kerja 1. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Hasil analisis data dan informasiperencanaan daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan.3.2.01 Melaksanakan pengawasan akhir masa jabatan Kepala Daerah Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3. Kreteria pelaksanaan kegiatan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah ditentukan 3. pengelolaan sumberdaya manusia.WAS.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.. 2.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti 2. dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Melakukan Pengujian data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah . Dokumendan Informasi perencanaan daerah diklarifikasi dan dipenuhi. 3. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 16. Menyiapkan pelaksanaan pengawasan 2. Dokumen perencanaan daerah berupa kebijakan daerah. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dengan kriteria pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 3.

- 111 -

4. Mengembangkan temuan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah

5. Memformulasikan temuanpengawasa n berakhirnya masa jabatan kepala daerah

6. Menyusun PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) berakhirnya masa jabatan kepala daerah

4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis, serta hasilnya dicatat dalam KKP, kemudian diklarifikasi dengan Penanggjawab Kegiatan. 4.3. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan,serta dicatat dalam KKP 5.1. Atribut kondisi, kreteria, sebab akibat pada KKP diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk dinilai 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1. Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep P2HP. 6.2.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengakses data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi berakhirnya masa jabatan kepala daerah; mengembangkan temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menulis temuan berakhirnya masa jabatan kepala daerah; menyusun pokok-pokok hasil berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta walikota dan wakil walikota untuk kota. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form KertasKerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah, yang terdiri dari; a. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kebijakan

- 112 -

daerah, pengelolaan sumberdaya manusia, pengelolaan barang daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. b. Kebijakan lainnya terkait pengawasan berakhirnya masa jabatan kepala daerah diakses dan dianalisa serta hasilnya dituangkan dalam KKP. 3.2. Menganalisa Formasi Pegawai, Pengadaan Pegawai, Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai, Kenaikan Pangkat, Pengangkatan Dalam Jabatan, Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Pembinaan Disiplin Pegawai, Kesejahteraan Pegawai, dan Lain-lain dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.3. Menganalisa kebijakan Pengelolaan Barang, Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan Barang, Pengadaan Barang, Inventarisasi Barang, Pemeliharaan Barang, Perubahan Status Hukum Barang, Pemanfaatan Barang, dan Pengamanan Barang dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.4. Menganalisa Kebijaksanaan Umum pengelolaan keuangan, kebijakan Pengelolaan Umum Keuangan, kebijakan Pengelolaan Pendapatan, kebijakan Pengelolaan Pengeluaran, dan kebijakan Pemegang Kas dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 3.5. Menganalisa pencapaian visi misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD. 3.6. Membandingkan target pencapaian yang diraih daerah dengan target nasional dalam kurun waktu 5 Tahun masa jabatan Kepala Daerah. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prsarana Kerja Pemeritah Daerah; 4.8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala daerah; 4.9. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Jo. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.11.Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP; PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan pengawasan, akses data

- 113 -

dan informasi pengawasan,pengujian data dan informasi pengawasan, pengembangan temuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Pengawasan (P2 HP) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah : 2.1. pengawasan kebijakan daerah; 2.2. kebijakan SDM; 2.3. kebijakan barang milik negara/daerah; 2.4. kebijakan pengelolaan keuangan. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 3.3. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan barang milik daerah; 3.4. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan Keuangan daerah; 3.5. memahami peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 3.6. memahami indikator kinerja; 3.7. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan 3.8. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami Teknik menyusun laporan; 3.10. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan daerah; 4.2. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan SDM; 4.3. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan Barang Milik Daerah; 4.4. mampu menerapkan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan keuangan daerah; 4.5. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pemeriksaan; 4.6. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data; 4.7. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. Independen; 5.3. Obyektif; 5.4. Cermat/teliti; 5.5. Berorientasi hasil; 5.6. Santun. 6. Aspek Kritis 6.1. Jika teknik pemeriksaan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan; 6.2.Jika sampling pemeriksaan tidak menggambarkan secara utuh populasi pemeriksaan; 6.3. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan bukti yang memadai.

Materi pengaduan dipelajari dan dirumuskan Program Kerja 1.3. dan disepakati data dan penanggungjawab yang berkaitan dengan materi informasi pengaduan.1. Entry brieifing dengan pimpinan unit kerja pengaduan dilakukan 3.1.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan sesuai materi Pengujian atas pengaduan ditentukan.6. Metode dan prosedur pemeriksaan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. pengawasan 4.1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah. Dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bukti audit ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. PKPP diakses dan dipelajari pengawasan 2. Peraturan perundang-undangan yang relevan pengawasan dengan permasalahan yang diadukan ditelaahan pengaduan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. lokasi.2.. 3. Mempersiapkan 2.01 Judul Unit Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat /Instansi Pemerintah Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mengakses data 3. Menyusun 1. Melakukan 4.4.3.02. Dokumen pelaksanaan kegiatansesuai ruang dan informasi lingkup pengawasan pengaduan diakses dan pengawasan ditentukan pengaduan 3.2.5. Para pihak yang perlu diminta keterangan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 2.WAS. Waktu. Elemen Kriteria Unjuk kerja Kompetensi 1. 4.114 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Melakukan pengawasan pengaduan masyarakat/instansi pemerintah Kode Unit FPP. Kesesuian antara dokumen dan informasi yang pengaduan diterima dibandingkan dan diuji dengan ketentuan yang terkait dengan materi pengaduan dengan menggunakan analisis kasus dan teknik . personil dan ruang lingkup pengawasan ditentukan dan hasilnya dicatat dalam KKP 1. Dokumen dan informasi yang diterima diklarifikasi dan dipenuhi.017. Dokumen dan informasi pengawasan pengaduan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP). menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 17.2.2.

Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya yang akan melaksanakan pengawasan pengaduan yang terdiri dari: Menyusun Program Kerja Pengawasan. Hasil permintaan keterangan dianalisis dan diuji dengan kondisi senyatanya serta hasilnya dituangkan dalam KKP 6. Memformulasika n simpulan pengawasan 7. Melakukan Permintaan Keterangan.3. 4. Keabsahan dan kecukupan bukti-bukti yang telah diperoleh diidentifikasi dan hasilnya dicatat dalam KKP 6. dan hasil klarifikasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari simpulan hasil pemeriksaan.115 - 5. kepegawaian. Memformulasikan simpulan pengawasan. Unit kompetensi ini dapat diterapkan untuk melakukan pengawasan atas pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah yang meliputi pengawasan atas indikasi hambatan dalam pelayanan masyarakat. 6.4. Hasil membandingkan dan pengujian atas dokumen dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi kepada penanggungjawab yang berkaitan dengan materi pengaduan.5. Ekspose Hasil Pengawasan pengawasan. Melakukan Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan. Hasil analisis sebagai bagian dari simpulan hasil pengawasan dirumuskan dan dikonsultasikan kepada supervisor atau penanggungjawab pengawasan untuk dinilai. Konstruksi permasalahan sesuai materi pengaduan disusun dan dianalaisis berdasarkan hasil analisis dan pengujian dokumen serta keterangan yang telah diperoleh untuk menjawab apakah materi pengaduan terbukti atau tidak terbukti 6.1.2. pertanahan. 6. Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan Ahli Madya memimpin ekspose dan hasil pengawasan dipresentasikan 7. Simpulan hasil pengawasan dan seluruh dokumen serta Berita acara Permintaan Keterangan dikumpulkan menjadi konsep LHP pra ekspose 7. pengawasan atas indikasi KKN. Melakukan Permintaan Keterangan. . 6. Konsep LHP disampaikan kepada Inspektur Jenderal melalui Inspektur Khusus untuk diekspose 7.. Hasil reviu pada forum ekspose ditindaklanjuti dengan penyempurnaan dan merupakan konsep LHP pasca ekspose BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.3. pengawasan atas indikasi penyalahgunaan wewenang. penyalahgunaan wewenang. dan Ekspose Hasil Pengawasan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya dikonfirmasi kepada pimpinan unit kerja serta hasil konfirmasi/tanggapan pimpinan unit kerja dituangkan dalam KKP. Pihak-pihak yang terkait dengan materi pengaduan diminta keterangannya sesuai dengan standar pemeriksaan 5.1.2.2. HAM. Mengakses data dan informasi pengawasan pengaduan.3. Mempersiapkan pengawasan pengaduan. 5.1.

1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kemendagri dan Pemda.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). menyimpulkan kebenaran materi pengaduan. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M. White board/flip chart. 2.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. 4. Pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa. spidol. Wakil Kepala Daerah.4.2. Aparat Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah. Peraturan Teknis lainnya terkait materi pengaduan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan– peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4.4.1. . 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 2.116 - kewaspadaan nasional. kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan atau aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. 4. 4. Pengaduan Masyarakat adalah laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasi terjadinya penyimpangan.2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. mempelajari kebijakan yang menjadi dasar otorisasi.11. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.5. menguji kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan peraturan yang berlaku. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. kertas.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintah. penghapus. lingkungan hidup dan umum. mempelajari kebijakan daerah terkait materi pengaduan yang dituangkan dalam Peratuan Daerah dan/atau Peratuan Kepala Daerah. 2..6. tatalaksanan/regulasi. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.9. korupsi.5. 4.3. Literatur terkait.2. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).10. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.8 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Ruangan kerja.7. 3. Lap top. 4.5. 4. 2. seperti Surat Keputusan. 3.3. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. Aparat Pemerintah adalah pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri.4. mempelajari kebijakan yang berlaku nasional sesuai dengan materi pengaduan. 3. 3. 4. 2.

- 117 -

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan untuk mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan pengawasan dengan tujuan tertentu atas pengawasan pengaduan yang terdiri dari: penyusunan Program Kerja Pengawasan (pengawasan pengaduan; persiapan pelaksanaan pengawasan pengaduan; data dan informasi PDTT Dumas; Pengujian atas data dan informasi pengawasan pengaduan; Permintaan Keterangan; Formulasi simpulan pengawasan; dan Ekspose Hasil Pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Syarat Kompetensi: Kompetensi yang harus dimiliki seorang Pengawas Pemerintahan sebelum melakukan pengawasan pengaduan masyarakat atau instansi pemerintah adalah: 2.1. menguasai kompetensi umum bagi Pengawas Pemerintahan Ahli Pertama secara memadai; 2.2. memahami pengawasan kebijakan keuangan Negara; 2.3. memahami pengawasan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah; 2.4. memahami pengawasan kepegawaian. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1 memahami prinsip-prinsip pengawasan kinerja; 3.2 memahami teknik melakukan permintaan keterangan; 3.3 memahami teknik – teknik pengawasan; 3.4 memahami konstruksi berfikir logis; 3.5 memahami prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih; 3.6 memahami prinsip-prinsip manajemen risiko; 3.7 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya korupsi; 3.8 memahami konsep, filosofi dan proses pelayanan masyakat; 3.9 memahami konsep, filosofi dan proses terjadinya penyalahgunaan wewenang; 3.10 memahami pengawasan kebijakan keuangan dan aset Negara/daerah; 3.11 memahami pengawasan kepegawaian; 3.12 memahami teknik komunikasi Pengawasan; 3.13 mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan pengawasan; 4.2. mampu melakukan permintaan keterangan 4.3. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4.4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4.6. mampu memformulasikan temuan secara lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan; 4.7. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data 4.8. mampu menyimpulkan hasil pengawasan 4.9. mampu menerapkan kebijakan terkait materi pengaduan dalam melakukan pengawasan 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif;

- 118 -

5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek Kritis 5.1. Jika terdapat kebijakan atau ketentuan yang berbeda atau tumpang tindih tentang materi pengaduan di obyek pengawasan yang sama; 5.2. Jika konstruksi masalah yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi senyatanya; 5.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan P2UPD, Kode Etik, dan Pengawasan Pengaduan Masyarakat atau Instansi Pemerintah; KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2

18. Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi Kode Unit FPP.WAS.02.018.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Provinsi Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Mempersipakan 1.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan evaluasi Kinerja ditentukan Penyelenggaraan 1.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun Daerah sesuai dengan tingkatan pemerintahan. 2. Menetapkan IKK 2.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2.3 Input, Proses, Output dikelompokkan 2.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Mengukur kinerja 3.1. IKK pada tataran pengambil kebijakan penyelenggaraan dianalisa dan diberikan skor pemda 3.2. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3.3. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor

- 119 -

3.4. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4. Mengisi template evaluasi 4.1. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda. 4.2. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase, ada atau tidak, tepat atau tidak, jumlah dst. 4.3. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD, maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). 5.1. Hasil individual digabung 5.2. Skor dan prestasi dikonversi 5.3. Data dinormalisasi 5.4. Pemeringkatan dilakukan 5.5. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi, berprestasi tinggi, berprestasi sedang, dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota; 6.1. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7.1. Laporan Hasil Evaluasi Sementara diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. 7.2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri

5. Menentukan peringkat

6. Melakukan pengujian lapangan 7. Melaporkan hasil evalausi

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk Pengawas Pemerintahan Madya yang akan melaksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah; Menetapkan IKK; Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda; Mengisi template individu; Menentukan peringkat; Melakukan pengujian lapangan; dan Melaporkan hasil evalausi. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Kinerja PenyelengaraanPemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah:

efektivitas perencanaan. Rendah (R) = 1. d. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. pengelolaan potensi daerah. l. 3. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. Literatur terkait. . DAK. Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD.2.6. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. c. d.3. Ruangan kerja. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 2. b. b. 2. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam format excel. Jumlah APBD. c. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah.1. dan m. White board/flip chart. pelaksanaan tata usaha. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. Lap top. 2. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. 2. i. intensitas. k. b. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.4. Jumlah Penduduk. 3. g. 2. j. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). meliputi: a. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan.. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. h. Sedang (S) = 2. Tinggi (T) = 3. Jumlah Rumah. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.5.120 - 2. pertanggung jawaban. c.1.2. efektivitas. dan Bagi Hasil. penyusunan. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. e. penghapus. dan pengawasan APBD. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK).3. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. 3. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. f. kertas. spidol. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. pencairan dan penyerapan DAU. ketentraman dan ketertiban umum daerah. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). 4. penataan kelembagaan daerah. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. h. dan pelaporan hasil evalausi.1.8.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. 3. 4. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pengelolaan kepegawaian daerah.7. Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Rendah (R) = 1 .3. 4.6. Tinggi (T) = 3. Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. g.4. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. 4.121 - d. 4. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat.. pengelolaan barang milik daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.Sebelumnya. penetapan IKK. 1.5.2. pengujian lapangan. penentuan peringkat. perencanaan pembangunan daerah. e. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah.10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.2. dan i. pengelolaan keuangan daerah.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. pengisian template evaluasi. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. f. Sedang (S) = 2.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK.9. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

3. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 3. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. 3. mampu membuat simpulan hasil evaluasi.6. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. berorientasi hasil.5.2.7 memahami teknik komunikasi. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. obyektif. 5. 6. 4.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. tingkat urusan.8. instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi.. 3.2. 3.3.122 - 2. 5. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 5. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi 4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pengawas Pemerintah yang telah mengikuti pembekalan. cermat/teliti. independen. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5. 6.9.6. santun. 4. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. 5.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi.2 memahami prinsip EKPPD.4.1.7. Aspek Kritis 6.5.1. tingkat aspek. 3. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas pembantuan secara lengkap.5 memahami Kode etik. akurat. 4. 3. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3. mampu memberikan skor pada IKK. 5.2.3. sosialisasi. integritas. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal 4. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat 4. 4. 4.6 memahami teknik penyusunan LPPD.1.4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi .4 memahami pengelolaan data dan informasi.

Menetapkan IKK 1.02.01 Judul Unit Melakukan Evaluasi Kinerja Pemerintahan Kabupaten/Kota Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.1.2.4 Kebutuhan yang diperlukan dalam proses evaluasi ditentukan 2. Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja 2.1.4.. Pengisian terhadap capaian kinerja IKK dilakukan sesuai dengan satuan yang ditetapkan seperti dalam prosentase. kabupaten. Indeks kesusuaian materi dinalisa dan diberikan skor 3. IKK pada tataran pengambil kebijakan dianalisa dan diberikan skor 3. Output dikelompokkan 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan Kabupaten/Kota. Indeks capaian kinerja dan indeks kesesuaian materi dijumlah sebagai indeks komposit kinerja 4.3.1. Skor dan prestasi dikonversi 5. Evaluator mengisi data capaian kinerja pada template individu sebanyak urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan oleh pemda.WAS.8 Lakukan perbaikan dan penyempurnaan 3. Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit FPP.1 Program Kerja Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah diakses dan ditentukan 1. ada atau tidak.4. 3.2 Sumber informasi evaluasi kinerja dihimpun sesuai dengan tingkatan pemerintahan 2. Untuk capaian kinerja IKK yang kosong atau tidak diisi dalam suplemen LPPD.5. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda 4. Hasil individual digabung 5.3. IKK pada tataran pelaksanaan kebijakan dianalisa diberikan skor dan 3. Pengelompokan tingkat capaian kinerja ke dalam kelompok berprestasi sangat tinggi.2.019.5 Indikator yang sesuai dengan kebutuhan ditetapkan 2.2 Fokus sesuai dengan urusan pemerintahan ditetapkan 2. tepat atau tidak.123 - 19.1 Aspek yang diprioritaskan disusun 2. berprestasi sedang. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.7 penggunaan indikator disimulasikan/ditest 2. 4. jumlah dst. Menentukan peringkat . Proses. 5. Data dinormalisasi 5. berprestasi tinggi. maka evaluator wajib harus mengisi pada template dengan isian TDI (tidak diisi). dan kota. Pemeringkatan dilakukan 5.6 IKK yang dibangun dapat dikumulatifkan dan dapat saling berkomplementer satu sama lain dan membentuk suatu sistem 2.3 Input.3.2. dan berprestasi rendah untuk pemerintahan provinsi. Mengisi template evaluasi 5. 4.

Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Aplikasi (worksheet) Penilaian Evaluasi Kinerja dalam forat excel 3. Melakukan 6. Melaporkan hasil 7. Klarifikasi dan peninjauan lapangan terhadap pengujian lapangan hasil LHE Sementara pemeringkatan kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Daerah 7. Mengukur kinerja penyelenggaraan pemda. hasil. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pada Pemerintah Provinsi. Melakukan pengujian lapangan. Jumlah Penduduk b. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk P2UPD Madya yang akan Melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdiri dari: Mempersipakan pelaksanaan evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah. penghapus.1.2. manfaat. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. d. 2. Mengisi template individu. Melakukan klarifikasi pada Tataran Pengambil Kebijakan. kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 7.1.. keluaran. Ruangan kerja. kertas. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selanjutnya disingkat EPPD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menentukan peringkat. dan Melaporkan hasil evalausi. ketentraman dan ketertiban umum daerah. Laporan Hasil Evaluasi Sementara evalausi diformulasikan dan disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Selaku Ketua Tim Teknis EPPD kepada Pemerintah daerah sebagai umpan balik dan perbaikan selanjutnya. meliputi: a. keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah. 2. efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah. c. Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah adalah capaian atas penyelenggararaan urusan pemerintahan daerah yang diukur dari masukan.2. b. spidol. 2. Laporan Hasil Evaluasi Nasional diformulasikan dan disampaikan oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Melakukan penilaian pada tataran Pengambil Kebijakan yaitu penilaian yang dilakukan terhadap kinerja Kepala Daerah dan DPRD terdiri dari 13 aspek yaitu : a. Luas Wilayah dan Tata Ruang Wilayah d. White board/flip chart. Lap top 2.2. dan/atau dampak. .124 - 6.1. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP).4.6.1. Menetapkan IKK. 2. e. dan kelengkapan aspekaspek penyelengaraan pemeritahan pada daerah yang baru dibentuk. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. Literatur terkait 2. Jumlah Rumah c.5. proses. Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota.3. Jumlah APBD 3.

1. kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kometensi ini adalah: 4. dan setiap fokus dirinci kedalam beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK). Setiap IKK dinilai untuk masing-masing urusan dengan memberikan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4.3. c. pengelolaan barang milik daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah.Sebelumnya. pencairan dan penyerapan DAU. pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat. ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan. dan fokus dirinci lagi menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK). 3. pelaksanaan tata usaha. intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah. efektivitas.. k. Tinggi (T) = 3.4. h.3. intensitas. Sedang (S) = 2. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. penilaian aspek pada tataran pelaksana kebijakan meliputi: a. efektivitas perencanaan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan . Template ini diisi oleh Sekretariat Tim Nasional berdasarkan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Rendah (R) = 1.125 - f. dan i. 3. penyusunan. pengelolaan kepegawaian daerah. pertanggung jawaban. Pada setiap IKK dilakukan penilaian dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) = 4. Rendah (R) = 1 . h. DAK.Melakukan penilaian pada tataran Pelaksana Kebijakan yaitu total indeks penilaian yang dilakukan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terdiri dari 9 (Sembilan) aspek yaitu 8 (delapan) aspek administrasi umum bersifat manajemen dan 1 (satu) aspek Tingkat Capaian Kinerja/SPM bersifat orintit keluaran pelayanan pemerintah daerah terhadap Publik Goods dan Publik Regulations. pengelolaan keuangan daerah. dan transparansi pemungutan sumbersumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah. Tinggi (T) = 3. Setiap aspek pelaksana kebijakan akan dirinci ke dalam fokus. sehingga data yang diinput oleh sekretariat secara otomatis sudah menghasilkan ICK 4. Setiap aspek dirinci kedalam beberapa fokus. g.2.Melalukan Prosedur Evaluasidengan menggunakan template yang telah dirancang untuk itu. f. l. transparansi dalam pemanfaatan alokasi. g. i. tingkat capaian kinerja standar pelayanan minimal d. pengelolaan potensi daerah. terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. perencanaan pembangunan daerah. Tim teknis menetapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus bobotnya masing-masing untuk setiap aspek yang nantinya akan digunakan untuk menghitung ICK. e. dan Bagi Hasil. dan pengawasan APBD. 4. b. Sedang (S) = 2. penataan kelembagaan daerah. dan m. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan. j.

8 memahami teknik komunikasi. penentuan peringkat. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4. 4. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka melakukan evaluasi. 4. 1. 4.9 memahami peraturan yang terkait substansi Perda. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 4. 4. 4. 3. 4. tingkat aspek. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan evaluasi Kinerja PenyelenggaraanDaerah. 4. tingkat urusan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. 3.3 memahami metode pemberian skor pada tingkat IKK. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.9.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah bagi Pejabat FunsionalPengawas Pemerintah yang telahmengikuti pembekalan. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. pengujian lapangan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap dan akurat. pengisian template evaluasi.7.1. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. dan pelaporan hasil evalausi.5 memahami Kode etik.8. mampu mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang terjadi.126 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.1. 4. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.2.5. 3. sosialisasi. penetapan IKK.4. 4. 3.4 memahami pengelolaan data dan informasi. 3.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.7 memahami isi dari masing-masing substansi Perda.. 4. mampu mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan sistem pengendalian internal.2 memahami prinsip dasar EKPPD. tingkat capaian kinerja dan tingkat indeks komposit kinerja.3.1 memahami prinsip-prinsip evaluasi. mampu memformulasikan temuan dekonsentrasi dan tugas .6.2. 3. desiminasi dan simulasi praktek EKPPD terhadap materi evaluasi kinerja. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. pengukuran kinerja penyelenggaraan pemda.6 memahami teknik penyusunan LPPD.5. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.

5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 5.2. cermat/teliti. mampu membuat simpulan hasil evaluasi. integritas. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. diakses dan ditentukan. 5. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. Dokumen dan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. Elemen Kompetensi 1. berorientasi hasil.4.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. pelayanan umum.3.. pelayanan umum.02. 5. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. 4. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. mampu memberikan skor pada IKK. Aspek Kritis 5.1 PKE diakses dan dipelajari 1.8.5. pelayanan umum. akurat.9.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan dievaluasi diikuti 2. 4. 2. dan daya saing daerah. Jika teknik evaluasi yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan.WAS. 5.2. 5. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 2.1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 20. 4. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Kriteria Unjuk kerja 1. santun 6. 4.1. independen.1.020. 5.6.3. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.127 - pembantuan secara lengkap. dan daya saing daerah.6.7. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam evaluasi.2. dan dapat dipertanggungjawabkan. mampu mengoperasionalkan teknologi informasi dan pengolah data micro excel. obyektif.

- 128 -

3.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan. 3.2. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. 3.3. Hasil analisis data dan informasi aspekkesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggungjawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 4. Mengembangkan 4.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi kemampuan dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE penyelenggaraan dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit otonomi daerah Kerja. 4.2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja, serta dicatat dalam KKE. 5. Memformulasikan 5.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan kemampuan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam penyelenggaraan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari otonomi daerah pimpinan unit kerja. 5.2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 5.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 6. Menyusun Laporan 6.1. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kemampuan 6.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah, yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah; mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/Tim Daerah EPPD. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan

3. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah

- 129 -

permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah.EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional. Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah, kualitas kelembagaan publik daerah, sumber daya manusia, dan teknologi, yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan umum, dan kemampuan daya saing daerah. Dalam EKPOD, IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1. Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP); 2.4. Lap top; 2.5. Literatur terkait. 2.6. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah, antara lain LPPD, LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). 3.2. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a; 3.3. menginterpretasikan hasil analisis data; dan 3.4. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya, dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. 3.5. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek, fokus, dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat; (2) pelayanan umum; (3)aspek daya saing daerah. 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

- 130 -

4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah; 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 4.6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.9. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.10 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4.11 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Konteks Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja, ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan, dimana persiapan pelaksanaan evaluasi, akses data dan informasi evaluasi, pengujian data dan informasi evaluasi, pengembangantemuan, formulasi temuan, dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 3.1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 3.2. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan; 3.3. memahamai tata cara penyusunan LPPD; 3.4. memahami indikator kinerja; 3.5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian; 3.6. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan, Kode Etik APIP, Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan; 3.7. memahami Pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah; 3.8. memahami teknik komunikasi pengawasan; 3.9. memahami IT. 4. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4.1. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi; 4.2. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi;

Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi. 5. cermat/teliti. independen.3. 4.1. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. 5.5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 5.Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.2. 4.4.WAS.4. 4. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 21.5. berorientasi hasil. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.3.02. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi. 5. Kode Etik APIP. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup..Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. obyektif.7.4. mampu menerapkan Standar Pengawasan P2. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian.2.8. 6. 5. 5.3. .1. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 5. Melakukan Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP.021.131 - 4.6. 4. 4.01 Melakukan Evaluasi kemampuan penyelenggaraan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota. Aspek Kritis 5. 5. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melakukan evaluasi. santun. serta Ketua Tim tidak teliti. 5.6. integritas.

Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Data dan informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. pelayanan umum. dan daya saing daerah diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah . Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.3. Kriteria Unjuk kerja 1. 3.2. 5..3. pelayanan umum. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 3. Dokumen dan Informasi terkait aspekkesejahteraan masyarakat. 3. dan daya saing daerah. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah pemerintahan kabupaten/kota. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 5. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi kemampuan otonomi daerah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi kemampuan otonomi daerah. diakses dan ditentukan. Dokumendan Informasi terkait aspek kesejahteraan masyarakat. 4. dan daya saing daerah. pelayanan umum.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 5.2.2. serta dicatat dalam KKE. pelayanan umum.1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi kemampuan otonomi daerah ditentukan.1. 3.132 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.2.3. 2. dan daya saing daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 5.1. 2. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi Elemen Kompetensi 1.1. 4. Hasil analisis data dan informasi aspek kesejahteraan masyarakat. Melakukan Pengujian data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah 4.

Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. IPM ini digunakan untuk mengecek apakah aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah dapat dipertanggungjawabkan 2. Dalam EKPOD. mengakses data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 2.3. Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang selanjutnya disingkat EKPOD adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis terhadap kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.. dan daya saing daerah. EKPOD dilaksanakan apabila suatu daerah berdasarkan hasil EKPPD menunjukan prestasi yang rendah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan untuk kepentingan nasional Kesejateraan masyarakat adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor penyelenggaraan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis otonomi daerah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.4. EKPOD dilakukan untuk menilai kemampuan daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat. pelayanan umum.2. kemampuan 6. Ruangan kerja. Lap top . Unit ini digunakan untuk Pengawas Pemerintahan yang termasuk ke dalam Tim Nasional/ Tim Daerah EPPD yang ditetapkan oleh Gubernur. 2. White board/flip chart. Menyusun Laporan 6. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. memformulasikan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan kemampuan daya saing daerah. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. sumber daya manusia. ekonomi dan pemerintahan. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. kualitas kelembagaan publik daerah. 2. pelayanan umum/Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. penghapus. dan teknologi. yang secara keseluruhan membangun kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lain. Daya saing daerah adalah merupakan kombinasi antara faktor kondisi ekonomi daerah. atribut. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). kualitas pelayanan umum. spidol.1. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. 6.2. melakukan pengujian atas data dan informasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.133 - untuk digabung menjadi konsep P2HE. kertas. mengembangkan hasil evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.1.

3. melakukan penilaian pada aspek-aspek sesuai dengan peraturan yang terkait dengan EPPD yaitu melakukan penilaian pada aspek. 4. akses data dan informasi evaluasi. 3. (3) aspek daya saing daerah..2. pengembangantemuan.134 - 2.4. pengujian data dan informasi evaluasi. LKPJD dan hasil Evaluasi Kinerja Mandiri (EKM). Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 1.2.8.1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Literatur terkait 2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4.3.12 Peraturan pelaksana/teknis masing-masing Pencapaian SPM/NSPK PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. membandingkan hasil evaluasi dengan hasil EKPOD sebelumnya. formulasi temuan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4.6.9. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. dan/atau dengan patok banding masing-masing aspek penilaian pada tingkat regional untuk provinsi dan pada tingkat provinsi untuk kabupaten/kota. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. mengumpulkan data tentang pelaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 4.2. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4.1. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang .10 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. antara lain LPPD. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 4.5. dan 3. Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. dan indikator kinerja kunci terhadap: (1) kesehatan masyarakat.4. Konteks Penilaian : 1. fokus.5. menganalisis data yang dikumpulkan sebagaimana dimaksud pada huruf a.1. (2) pelayanan umum. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.6.11 Permendagri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 4. 3. Menginterpretasikan hasil analisis data.5.3.

memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami IT. 5.1. berorientasi hasil. 3.7. memahami filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan.4. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur EKPOD sebagai kreteria penilaian. mampu menerapkan Teknik Komunikasi pengawasan dalam melaukan evaluasi 4.3. Keterampilan yang dibutuhkanuntukmendukung unit kompetensiini : 4. 3. ika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak . 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.2.3. Kode Etik APIP dalam melaukan evaluasi 4.135 - 2.5. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.3. cermat/teliti. 3.. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.1.8. 5. 5. independen. mampu menerapkan filosofi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam melaukan evaluasi 4.2. 3.1. Aspek Kritis 6. santun.1.4. memahamai tata cara penyusunan LPPD. integritas. mampu menerapkan indikator kinerja dalam melaukan evaluasi 4. 4.2. 3. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 5. Kode Etik APIP.8. mampu menerapkan ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaukan evaluasi. memahami indikator kinerja. 4. Norma dan Etika Pengawasan. mampu mengunakan Aplikasi (worksheet) Evalauasi LAKIP dalam bentuk format excel. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi kinerja penyelenggaraan daerah. mampu menerapkan Standar Pengawasan Pemerintahan.6. memahami teknik Komunikasi pengawasan. diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. mampu menerapkan teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian dalam melaukan evaluasi 4. mampu menerapkantata cara penyusunan LPPD dalam melaukan evaluasi 4.2. 6. 3.6. obyektif. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.4.6.7. 5. 3. 3.5. 6.3. 3.9. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 6.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 22.022.2.3.4. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru . pengalihan aset dan dokumen. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. pengisian personil.02. 2. pengisian keanggotaan DPRD. serta Ketua Tim tidak teliti. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Provinsi. pelaksanaan penetapan batas wilayah.01 Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.WAS.1. KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 3 Elemen Kompetensi 1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. 2.136 - berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Melakukan Evaluasi DOB Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Kriteria Unjuk kerja 1. Kode Etik APIP. pembiayaan.

2. atribut. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan. 4.3. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. 5. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.2. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 3.1. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi baru (DOB) 3. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap . Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. 6.1. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. serta dicatat dalam KKE.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 4. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai.3.137 - 3. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru 4. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru 5. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru 6. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. 5. 6. 5.1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE..

penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. kesehatan. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. perangkat daerah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). statistik.. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. penataan ruang. kehutanan. perkembangan penyusunan perangkat daerah. pengisian personil. pengalihan aset dan dokumen. pemberian atribut.2. lingkungan hidup. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari . kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. d. pengisian personil secara keseluruhan. 3. penghapus. White board/flip chart. yang terdiri dari. kepemudaan dan olahraga. pembiayaan. kertas. sosial. ketenagakerjaan. pariwisata. b. industri. pertanahan. pemberdayaan masyarakat dan desa. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. penilaian yang sistematis. pemerintahan umum. c. pengisian keanggotaan DPRD.138 - perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. 2. pelaksanaan penetapan batas wilayah. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. pengenalan permasalahan. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan.melalui kegiatan analisis kritis. perhubungan. ketahanan pangan. koperasi dan usaha kecil dan menengah.2. otonomi daerah.3. administrasi keuangan daerah. kearsipan. perdagangan dan transmigrasian. penanaman modal. spidol.1. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. 2. kebudayaan. 2.5. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. dan kualitas personil atau aparatur. e. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. energi dan sumber daya mineral.4. perumahan. Sedangkan. perencanaan pembangunan.Menguji data dan informasi yaitu : a. 2. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator .1. Lap top 2. pertanian. komunikasi dan informatika. kependudukan dan catatan sipil. Literatur terkait 3. Ruangan kerja. pekerjaan umum. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. kepegawaian dan persandian. dan perpustakaan. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru.

pembuatan peta batas. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.6. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya.3. terdiri dari: a. pemanfaatan ruang. 4. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. .1. 4. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan.3. 4. i.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. h. e. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. b.. g. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. Atribut kondisi. dan lain – lain yang sah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB.139 - pendapatan asli daerah (PAD). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE.5. 4. dana perimbangan. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. kreteria. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. 4. c. pemasangan pilar batas. f. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.2.7. 4. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. 4. pelacak batas.4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. d.

3.2.11 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. memhami IT.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Jo. 4. 3. mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru.6. memahami Psikologi pengawasan. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).. 2. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.7.3.1. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.3. Konteks Penilaian : 1.2.5. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.8. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. 4. mampu berinteraaksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. dan dapat dipertanggungjawabkan. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Kode Etik APIP. memahami teknik menyusun laporan. pengujian data dan informasi evaluasi. memahami Teknik Komunikasi pengawasan. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 3. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 4. pengembangan temuan. 4. 4.2. Kode Etik APIP.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. 3.4.4. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. formulasi temuan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.10.1. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. memahami indikator kinerja. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.140 - 4. 1. 3. akses data dan informasi evaluasi. . 3. 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1.9. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. akurat. 4. 4. 3.

Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 23.3. obyektif. 6. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.2. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. 6. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi .1. 5.WAS.01 Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.4. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. serta Ketua Tim tidak teliti. santun. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.5. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5.2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi DOB Kabupaten/Kota. Aspek Kritis 6. 6. 6. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).1.141 - 4.02. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.023. 5. 5.5..3. independen. cermat/teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Pengawas Pemerintahan. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru. berorientasi hasil. Kode Etik APIP. 6. integritas.6. 5.5.4. 5. Melakukan Evaluasi DOB Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. dan Ketua Tim kurang teliti.

2. Dokumen terkait daerah otonomi baru yaitu perkembangan penyusunan perangkat daerah.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2.142 - 1.2.3. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor .3. pelaksanaan penetapan batas wilayah. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi daerah otonomi baru ditentukan 3. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. 5. Mengakses data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 3. 5. 2. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. Mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 5. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.1. pengisian personil. 5. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Melakukan Pengujian data dan informasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 4. Memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru Kabupaten/Kota 6. Dokumendan Informasi terkait daerah otonomi daerah diklarifikasi dan dipenuhi. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria daerah otonomi barudibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru.1. 4. 3. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi daerah otonomi baru. pembiayaan. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 2.2.2.1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.1.1 PKE diakses dan dipelajari 1.3. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE.. 6.2. 3. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi daerah otonomi 1. pengisian keanggotaan DPRD. 4. Data dan informasi terkait daerah otonomi baru. serta dicatat dalam KKE. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukan. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).1. pengalihan aset dan dokumen. 6. Hasil analisis data dan informasi daerah otonomi baru diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.

pelaksanaan penetapan batas wilayah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) daerah otonomi baru. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi otonomi baru (EDOB) Kabupaten/Kota. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai.3.Menguji data dan informasi yaitu : a. yang disesuaikan dengan membandingkan pembentukan besaran SKPD. spidol. adalah: 2.. atribut. melakukan pengujian atas data dan informasi daerah otonomi baru. Mempelajari Kebijakan terkait dengan evaluasi daerah otonomi baru. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Lap top 2.143 - Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. baru (DOB) Kabupaten/Kota . Literatur terkait 3. 2. mengakses data dan informasi daerah otonomi baru. pemberian atribut. White board/flip chart. penilaian yang sistematis. mengembangkan hasil evaluasi daerah otonomi baru. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan. pembiayaan. dan kualitas personil atau aparatur. dan penyiapan rencana umum tata ruang wilayah dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan diakses dan ditentukandiakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan. 2. Daerah otonomi baru adalah daerah otonom yang berusia sampai dengan 5 (lima) tahun terhitung sejak diresmikan.4. pengisian personil yaitu penilaian yang meliputi pengalihan dan penempatan personil.melalui kegiatan analisis kritis. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.1. 3. pengalihan aset dan dokumen.5. Evaluasi daerah otonomi baru (EDOB) adalahevaluasi terhadap perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah pada daerah yang baru dibentuk. yang terdiri dari. pengisian keanggotaan DPRD. pengisian personil.1.2. memformulasikan hasil evaluasi daerah otonomi baru. penghapus. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . kertas. 2.2. perkembangan penyusunan perangkat daerah yaitu penilaian pembentukaan SKPD dan besaran SKPD dengan Perda. Perkada yang ditandatangani penjabat atau Perkada yang ditandatangani kepala daerah defenitif. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan daerah otonomi baru. pengisian personil secara keseluruhan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi daerah otonomi baru. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan evaluasi daerah otonomi baru. perkembangan penyusunan perangkat daerah. b. Ruangan kerja. pengenalan permasalahan. 2.

dan perpustakaan. kepegawaian dan persandian. kepemudaan dan olahraga. pemasangan pilar batas. g. perdagangan dan transmigrasian. i. dan lain – lain yang sah. pemanfaatan ruang. pemerintahan umum.. perangkat daerah. perumahan. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pengalihan aset dan dokumen meliputi : jenis dan jumlah aset yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. pelaksanaan penetapan batas wilayah meliputi penelitian dokumen. f. pariwisata. Sedangkan. penataan ruang. e. Konsep temuan evaluasi daerah oton omi baru dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. dan jenis dan jumlah dokumen yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. b. ketenagakerjaan. kreteria. lingkungan hidup. statistik. jumlah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. Atribut kondisi. pelacak batas.Menyusun hasil evaluasi daerah otonomi baru. dana perimbangan. pemberdayaan masyarakat dan desa. dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan adalah adalah suatu sistem proses penyusunan perencanaan tata ruang. h. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan meliputi jumlah gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan dengan peruntukkannya. dan status gedung atau kantor yang digunakan utnuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. ketahanan pangan. sosial. kehutanan. pertanian. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. koperasi dan usaha kecil dan menengah. industri.144 - c. dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. penyiapan rencana umum tata ruang wilayah meliputi dokumen rencana umum tata ruang dan dokumen rencana rinci tata ruang. kearsipan. pemeberdayaan perempuan dan perlindungan anak. perencanaan pembangunan. penilaian penyelenggaraan urusan pilihan meliputi : kelautan dan perikanan. energi dan sumber daya mineral. c. kependudukan dan catatan sipil. perhubungan. otonomi daerah. komunikasi dan informatika. kondisi masing – masing gedung atau kantor yang digunakan untuk melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan. d. pengukuran dan penentuan posisi pilar batas. kebudayaan. terdiri dari: a. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi daerah otonomi baru. pertanahan. penanaman modal. jenis dan jumlah peralatan yang dialihkan dari daerah induk kepada DOB. d. administrasi keuangan daerah. Pembiayaan terhadap kemampuan penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yang bersumber dari APBD yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD). kesehatan. pembuatan peta batas. penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. keluarga berencana dan keluarga sejahtera.3. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan . pekerjaan umum. pengisian keanggotaan DPRD yaitu penilaian aspek pengisian keanggotaan DPRD dilakukan terhadap pengisian unsur pimpinan dan pengisian unsur anggota. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi daerah otonomi daerah untuk dinilai. e.

Konteks Penilaian : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.1. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan.16 Pengawasan APIP.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 1. pengembangan temuan. 4.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. pengujian data dan informasi evaluasi. 4.PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. akses data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.5.1.13 Permendagri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Daerah Otonomom Baru 4.145 - kepada Sekretariat Tim evaluasi daerah otonomi baru untuk digabung menjadi konsep LHE.6. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan melakukan evaluasi daerah otonomi baru adalah: 4.3.7.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). 4. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah . Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.4.11 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.2. 4.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil 4. formulasi temuan. 4. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.9.14 Peraturan Menpan : PER/04/M. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4.2.10..

5. 4. memahami IT.1. 4. integritas. 5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.2. Aspek Kritis 6. independen. 4. Mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE).9. berorientasi hasil. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kode Etik APIP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.3. 3. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.1. evaluasi dokumen perencanaan. obyektif.5.. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. memahami indikator kinerja. Mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. dan Ketua Tim kurang teliti. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.5.4. 6. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi daerah otonomi baru sebagai kreteria penilaian evaluasi daerah otonomi baru yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.1.3. 6. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.2. 5. serta Ketua Tim tidak teliti. 3.8. 3. 4. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan. 4. Mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. Kode Etik APIP. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.2. 5. 6. Mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. Kode Etik APIP.5.1. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. memhami teknik menyusun laporan. Mampu menyusun standar penilaian evaluasi daerah otonomi baru. cermat/teliti. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 3.6.7. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3.5.6. santun. memahami tekik komunikasi pengawasan. 3. memahmai psikologi pengawasan.146 - 3.2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. akurat.4. 5. 5. dan pedoman penetapan daerah otonomi baru.3.4. 5. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2. 5. .3. dan dapat dipertanggungjawabkan.4.

01 Melakukan Evaluasi kecamatan TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya .1.1.024. Melakukan Evaluasi Kecamatan Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.3. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan kecamatan ditentukan 3. Hasil analisis data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4. Mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 3. 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2..1.2. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Kriteria Unjuk kerja 1. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang Elemen Kompetensi 1. 2. 2.02.WAS. 4. Data dan informasi terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. kewenangan yang dilimpahkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 24. Dokumen terkait pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yaitu tugas umum pemerintah.2. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi kecamatan. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah kecamatan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 4. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE).2.1 PKE diakses dan dipelajari 1. dan kompetensi Camat diakses dan ditentukan.147 - KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.3.

memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.2. penilaian yang sistematis. 5. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. Menyusun Laporan 6.1. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. pengenalan permasalahan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. kertas. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. 5.2. 5. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah kecamatan oleh Tim Evaluator . Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. 2. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan kecamatan atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah kecamatan yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di eilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari bupati/walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. mengakses data dan informasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Kecamatan atau sebutan lainnya adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah kecamatan.2.1. atribut. Memformulasikan hasil evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya . pemberian atribut. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.148 - dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Ruangan kerja. 2. serta dicatat dalam KKE. spidol. 5.3. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor kecamatan atau Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis sebutan lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan.. penghapus.1. pemerintah 6. White board/flip chart. Evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. 6. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya.

149 - 2. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. kehutanan. energi dan sdm. 3.2. kesehatan. b. pertanahan. koordinasi penyelenggaraan kehiatan pemerintahan ditingkat kecamatan. penanaman modal. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Literatur terkait 3.5. kompetensi Camat dalam mengembangkan budaya kerja. kemampuan/pemahaman selaku PPAT. dan Kompetensi Camat diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. pekerjaan umum... d. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. sosial. kearsipan. koordinasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. kepemudaan dan oleha raga. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah Kecamatan atau . kreteria. b. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. Konsep temuan evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. kemampuan /pemahaman dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. kependudukan dan capil. statistik. Menguji data dan informasi yaitu : a.3. dan perpustakaan. ketahanan pangan. e. Sedangkan urusan pilihan yaitu kelautan dan perikanan. Lap top 2. dan pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. yang terdiri dari.3. Atribut kondisi. koordinasi penerapan dan penegakan perundangundangan. terdiri dari: a. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya. 3. budaya. otonomi daerah. pemberdayaan masyarakat dan desa. kemampuan/pemahaman dalam pengelolaan kepegawaian. koperasi dan ukm. Kompetensi Camat meliputi kemampuan/pemahaman dalam merumuskan kebijakan teknis SKPD. c. perhubungan. pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa dan/atau kelurahan. c. kewenangan yang dilimpahkan. ketenagakerjaan. pariwisata. pertanian.1. dan kemampuan/pemahaman dalam mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif. kemampuan/pemahaman dalam penyelenggaraan pelayanan umum. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan peran sebagai kepala wilayah (tugas-tugas atributif). perdagangan. Tugas Umum Perintahan yaitu pemberdayaan masyarakat. kemampuan/pemahaman dalam melaksanakan sebagian urusan kewenangan otonomi daerah yang dilimpahkan. komunikasi dan informatikan. perencanaan pembangunan. kesbangpol. industri. Kewenangan yang limpahkan yaitu urusan wajib meliputi pendidikan. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. tata ruang. lingkungan hidup. koordinasi pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan umum. Tugas Umum Pemerintahan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah Kecamatan atau sebutan lainnya untuk dinilai. dan transmigrasi. Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. 2.4. perumahan.

formulasi temuan. memahami indikator kinerja. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Kecamatan 4.3. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. pengembangan temuan.2.13 Peraturan Menpan : PER/04/M. pengujian data dan informasi evaluasi.2.3.7.5. Konteks Penilaian : 1. 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah 4.Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah 4.o. akses data dan informasi evaluasi. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri.150 - sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.14 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. 4.1.9. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. dengan tertulis/lisan/wawancara.12 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. Peraturan–peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. 1. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. 4. Serangkaian metode untuk mendukung penilaian pengetahuan penunjang mengenai unit kompetensi ini. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. . 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 3.1. 4.4.10 PERMENPAN Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).1.11. Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. 4. 4.

serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.8. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.5. akurat. berorientasi hasil. 5.2.6. 5. memahami Standar Pengawasan Pemerintantahan. 4. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. 6. serta Ketua Tim tidak teliti. 6. 6.3. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). 4.1.. dan dapat dipertanggungjawabkan.3. memahami tehkik komunikasi pengawasan. 5. Kode Etik APIP. 3. . obyektif.6. integritas. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. santun. 5. 4. 3. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. memahami IT.4. 4. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami teknik menyusun laporan.4.1. dan pedoman evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya. Aspek Kritis 6. dan Ketua Tim kurang teliti. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.2.7. 5.5. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai.151 - 3.9. memahami psikologi pengawasan.2. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan . mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah kecamatan atau sebutan lainnya 4. Kode Etik APIP. 6. Kode Etik APIP.4.5. Norma dan Etika Pengawasan.4. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. independen.5. 3.3. 6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. cermat/teliti. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3.1.

Melakukan Pengujian data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.2.2. 4. 2. Mengembangkan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Dokumen terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya yaitu (1) pelaksanaan pemerintahan.1. 2. .152 - KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Data dan informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya. dan (2) komptensi Kepala Desa atau sebutan lainnya.. 3.WAS.3. pembangunan. Hasil analisis data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. dan kemasyarakatan.02. Kriteria Unjuk kerja 1.3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pemerintah desadibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). 4.1 PKE diakses dan dipelajari 1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Melakukan Evaluasi Pemerintah Desa Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. 3.1.01 Melakukan Evaluasi Pemerintahan Desa TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi pemerintahan desa ditentukan 3.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. 4. Mengakses data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah Elemen Kompetensi 1. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk evaluasi pemerintah desa. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 25.025.2. Dokumen dan Informasi terkait pemerintah desa atau sebutan lainnya diklarifikasi dan dipenuhi. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. 3.1. dan (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan ditentukan.

2. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. kertas.1. mengembangkan hasil evaluasi desa atau sebutan lainnya.153 - penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Konsep temuan dalam evaluasi dikonsultasikan kepada Supervisor untuk dinilai. pemberian atribut. penilaian yang sistematis. serta dicatat dalam KKE. 2. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan pemerintah desa dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam atau sebutan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari lainnya pimpinan unit kerja. White board/flip chart. selanjutnya disebut desa. 5. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) pemerintah desa atau sebutan lainnya. mengakses data dan informasi pemerintah desa lainnya.3. . Desa atau yang disebut dengan nama lain.2. 5.2. pengenalan permasalahan. pemerintah desa 6. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. spidol.. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. 5. 6. Evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya adalah kegiatan analisis kritis. adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat setempat.1.2. memformulasikan hasil evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya oleh Tim Evaluator . yang terdiri dari persiapan pelaksanaan pemerintah desa atau sebutan lainnya. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor atau sebutan Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis lainnya dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara KesatuanRepublik lndonesia Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. penghapus.1. Memformulasikan 5. melakukan pengujian atas data dan informasi pemerintah desa atau sebutan lainnya. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Tim Evaluator yang dikoordinir oleh Inspektorat dengan menyajikan informasi pelaksanaan pemerintahan desa atau sebutan lainnya dan evaluasi atas kinerja pemerintah desa atau sebutan lainnya yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. atribut. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan Evaluasi Pemerintah Desa adalah: 2. Ruangan kerja. Menyusun Laporan 6.

kesehatan masyarakat . 4. 4. Kompetensi Kepala desa atau sebutan lainnya sesuai peryaratan administrasi dan khusus yang dipersyaratkan. 4.5. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. pembangunan.2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah..4. 4. 4. Administrasi pemerintah desa atau sebutan lainnya meliputi administrasi pemerintahan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.5.4. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk dinilai. 3. dengan keamanan dan ketertiban. b. dan kemasyarakatan. pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.154 - 2. dan kelembagaan sosial masyarakat. . Atribut kondisi. Konsep temuan evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. dan (4) tertib administrasi pemerintahan desa atau sebutan lainnya diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. (1) pelaksanaan pemerintahan. d. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya untuk digabung menjadi konsep LHE. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Literatur terkait 3. 2.3. dan fasilitasi pelayanan pendidikan. (3) kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. yang terdiri dari.1. Menyusun hasil evaluasi Pemerintah desa atau sebutan lainnya.1. (2) pembangunan meliputi profil pembangunan desa atau sebutan lainnya ekonomi masyarakat. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan Evaluasi Pemerintah Desa: 4. c. Kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan meliputi sejauhmana penjabaran pelaksanaan ketentuan sampai kepada masyarakat desa atau sebutan lainnya. terdiri dari: a. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi desa atau sebutan lainnya. b. dan (2) kompetensi Kepala Desa atau sebutan lainnya. kreteria. Mempelajari Kebijakan terkait dengan pemerintah desa atau sebutan lainnya. dan kemasyarakatan.3. 3. Pelaksanaan (1) pemerintahan meliputi kependudukan dan catatan sipil. budaya dan keagamaan.2.3. d. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. e. (3) kemasyarakatan meliputi pembinaan kehidupan sosial. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Lap top 2. Menguji data dan informasi yaitu : a. c.

memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 3. 4. 4. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. Kode Etik APIP. 3. 3.2. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. pengembangan temuan. 3. memahami psikologi pengawasan.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009. memahami teknik komunikasi pengawasan. 4. dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. memahami Standar Pengawasan P2.6. 3. 4. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.155 - 4. . 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).11 Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. 4.9 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemeritah Daerah. memahami indikator kinerja. 3. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP.2. pengujian data dan informasi evaluasi. Norma dan Etika P2 dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.8 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. formulasi temuan. 4. memahami teknik menyusun laporan. akses data dan informasi evaluasi. 4.7.1.12 Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.4. akurat. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya 4. 4.5.3.10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor13 Tahun 2006 tentang Pedoman penyelenggaraan perlombaan Desa dan Kleurahan.4. memahami IT. Konteks Penilaian : 1. 2.1.3. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.14 Peraturan Menpan : PER/04/M.15 Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP.6. 4. 3.2. 1. Kode Etik APIP. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.8. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.1..13 Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.7.

Aspek Kritis 6. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 25. cermat/teliti. 5. 6. 5.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. dan Ketua Tim kurang teliti. 5.3. dan pedoman tentang pemerintah desa atau sebutan lainnya.4. 5. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi pemerintah desa atau sebutan lainnya sebagai kreteria penilaian pemerintah desa atau sebutan lainnya yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. Kode Etik APIP.156 - dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.1. obyektif. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya.02. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti.026.2.5. 6.5. 6.3. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaluasi (LHE). Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. integritas.2. santun. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas.4.5. 5. Kriteria Unjuk kerja TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit Elemen Kompetensi . Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.6. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas FPP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. berorientasi hasil.. serta Ketua Tim tidak teliti. 6. independen. 4.WAS. 6.

Mengembangkan 4. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan.157 - 1.3. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.2. 2. RKT. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi hasil evaluasi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan laporan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan akuntabilitas diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja.3. kinerja instansi 4.3.1 PKE diakses dan dipelajari 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 1.2. Melakukan 3. 2. Menyusun Laporan 6. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. 3. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.1.2.3 SOP ditentukan dan disiapkan 2.2. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan .2. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi.1. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah 2. 5.. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 6.1. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi akuntabilitas dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah pemerintah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. Memformulasikan 5. Akuntabilitas 6. 4. serta dicatat dalam KKE. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. 3. 5. informasi laporan 3. 5. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan Pengujian data dan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1.1.1.

Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen Renstra Komponen. Menguji data dan informasi yaitu : a. Ruangan kerja. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut.1. 2. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. yang terdiri dari. b.2. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. 3. pemberian atribut. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Jenderal. penilaian yang sistematis. dan Dokumen Penetapan Kinerja. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Jenderal yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. 2. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Jenderal yang ditetapkan oleh Kementerian yang berwenang.4.3.158 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Lap top 2. spidol. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi Laporan akuntabilitas Instansi Pemerintah adalah: 2. .. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. 2. penghapus. kertas. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE.2. atribut. berbagai praktik manajemen stratejik.1. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. 2.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Literatur terkait 3.5. pengenalan permasalahan. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. White board/flip chart. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. Dokumen RKT. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakuakn Pengawas Pemerintahan adalah: 3. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan.

PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.9. Konteks Penilaian : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 4. c.7.8. c. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-910 Tahun 2011 tentang SOP diLingkungan Kementerian Dalam Negeri 4. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. tugas.Menyusun hasil evaluasi LAKIP. Peraturan Menpan : PER/04/M. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE.1. dan fungsi eselon I Kementerian Negara. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4.1. Tugas.159 - dan indikator kinerja utama (IKU). 4.2. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP 4. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.. 4. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. 4. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian dan Lembaga Negara non Kementerian.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. 4. d.3. (2) pengukuran. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP. d. 4.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. dan Fungsi Kementerian Negera serta susunan organisasi. e. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. b. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus.4.5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi LAKIP dilingkup Kementerian Dalam Negeri. pengungkapan dan penyajian. Atribut kondisi. e. terdiri dari: a. kreteria.6.3. 3. akses data dan .

dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. berorientasi hasil. 5. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. akurat. integritas.3. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.5. 4. mampu menyusun Pokok-Pokok Hasil Evaluasi (P2 HE) dan draf Laporan Hasil Evaaluasi (LHE).7.2. Memahami teknik menyusun laporan. Kode Etik APIP.8. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 3. obyektif. 3. 6. memahami indikator kinerja. 5.1. 4. 2. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.3. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan. 5. 1. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.4. pengembangan temuan. memahami tekik komunikasi pengawasan.5. Kode Etik APIP. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3.1. santun.1.. formulasi temuan. Aspek Kritis 6.1. . 4.2. independen. Norma dan Etika Pengawasan Pemerintahan dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami psikologi pengawasan.4. 3.4. 3. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.2. 5.2. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. pengujian data dan informasi evaluasi.5.3. 5. 4.160 - informasi evaluasi. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi LAKIP. memahami Standar Pengawasan Pemerintahan.3. serta Ketua Tim tidak teliti. 5. cermat/teliti. 3.6. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. mampu melaksanakan Standar Pengawasan APIP. memahami IT. 6. 4. 6. dan dapat dipertanggungjawabkan.2.

2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . Kriteria Unjuk kerja 1.1. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi 26.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 3.2. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan.3. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Provinsi Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP.. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintah Provinsi.WAS. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2.161 - 6.4. 2. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. dan Ketua Tim kurang teliti.1.02.027. TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 Elemen Kompetensi 1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP. 3. 2. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. RKT.4. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan.3. 6.2. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.1 PKE diakses dan dipelajari 1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pengawasan Pemerintahan. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan. Kode Etik APIP. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi.

BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai. 4. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. serta dicatat dalam KKE. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas hasil evaluasi supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan laporan kinerja dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam pemerintahan KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja.1. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. 4. pemberian atribut. Akuntabilitas 6. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah.1.2.1.2. Menyusun Laporan 6. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE. 5. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Kinerja Instansi Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis Pemerintah dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan. Memformulasikan 5. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas Hasil Evaluasi sebagai konsep LHE. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah . 6. atribut. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. pengenalan permasalahan.162 - 4. 5.2. penilaian yang sistematis. 5..3. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.

. e.5. (2) pengukuran. b. Peraturan – Peraturan yang terkait : Peraturan yang terkait dengan unit kompetensi ini adalah: 4. White board/flip chart. dan indikator kinerja utama (IKU).Menyusun hasil evaluasi LAKIP. kertas. 4. d. Atribut kondisi. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. yang terdiri dari. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. Renstra. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. spidol. berbagai praktik manajemen stratejik. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. c. dan Dokumen Penetapan Kinerja. RKPD. 3.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Dokumen RKT. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). 2. c. kreteria.1. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut.1. . pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP.163 - Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE.1. 2.2. 3. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri.3. terdiri dari: a. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai.. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.4. Lap top 2. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. Menguji data dan informasi yaitu : a. 2. d. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. Ruangan kerja. pengungkapan dan penyajian. Literatur terkait 3. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. b. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. e.3. penghapus.

.2.7.3.2. 4. 3. 3. memahami IT.9.5.5. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi.8. Kode Etik APIP. 1. akurat.3. Konteks Penilaian : 1. 4. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan. formulasi temuan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.6.1.3. memahami psikologi pengawasan. memahami teknik komunikasi pengawasan.6.8. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian.1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 3. 4. pengujian data dan informasi evaluasi. 4. Peraturan Menpan : PER/04/M.7.2. mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip. 3. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau disimulasikan.4. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 4. akses data dan informasi evaluasi. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.. pengembangan temuan. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4. mampu mengembangkan temuan secara lengkap. 2. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. 3. 4. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. memahami Standar Pengawasan. 3. Unit ini wajib dinilai ditempat kerja.4. memahami indikator kinerja. 4.9. 3.164 - 4.1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 3. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 4. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan.2. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi. 3. memahami teknik menyusun laporan.

3. berorientasi hasil.4.2. mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE).5. obyektif. Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota Kode Unit Judul Unit FPP. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. kode etik apip. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. 5. Aspek Kritis 6. 6. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir. dan Ketua Tim kurang teliti. 6. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Kode Etik APIP. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. integritas. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan. 6. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 5.4.02.2.165 - 4. 4. 6. mampu melaksanakan standar pengawasan apip.3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. 5.. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.1.WAS. independen. serta Ketua Tim tidak teliti. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah.5.5. 5. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 2 3 3 2 27. santun.1.4. cermat/teliti. 6. 5.028.6.01 Melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota .

3. 4. Melakukan Pengujian data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 4.3. Mengakses data dan informasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 3. 5. 6.1. Mengembangkan hasil evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 5.2. 3.1. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKE dan diklarifikasi dengan Penanggungjawab Unit Kerja. 6.1.2. 5. Atribut kondisi dan kreteria pada KKE diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja.1. 3.1 PKE diakses dan dipelajari 1. 3. 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Pemerintahan Kabupaten/Kota. Atribut kondisi dari seluruh temuan diringkas sebagai konsep LHE. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah . RKT.. Menyiapkan pelaksanaan evaluasi 2. dan hasilnya di catat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE). Memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja pemerintahan 6. 2. 4. Hasil analisis data dan informasi perencanaan diklarifikasi dengan penanggung jawab unit kerja dan hasilnya dicatat dalam Kertas Kerja Evaluasi (KKE) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. 5. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk dinilai.1. dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi LAKIP.2. Penetapan kinerja diakses dan ditentukan. Dokumen perencanaan seperti : Renstra.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan di evaluasi diikuti 2. Kriteria Unjuk kerja 1. Kreteria pelaksanaan kegiatan evaluasi laporan akuntabilitas instansi pemerintah ditentukan. Kesesuaian antara dokumen data dan informasi dengan kriteria pelaksanaan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.2. Dokumendan Informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diklarifikasi dan dipenuhi. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak terulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab unit kerja. serta dicatat dalam KKE. Konsep LHE dikonsultasikan kepada Supervisor Evaluasi untuk ditentukan temuan yang strategis dan dapat segera mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti yang menjadi LHE kemudian Elemen Kompetensi 1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim E valuasi untuk digabung menjadi konsep P2HE.2.3.166 - Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Data dan informasi terkait laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

memformulasikan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. penilaian yang sistematis. berbagai praktik manajemen stratejik. White board/flip chart. mengembangkan hasil evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Form Kertas Kerja Pengawasan (KKP). Pedoman evaluasi LAKIP adalah panduan dalam pelaksanaan evaluasi LAKIP oleh Inspektorat Provinsi. Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai. 2.5. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan evaluasi laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. best practice baik di Indonesia maupun di luar negeri. pemberian atribut. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam melakukan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah pada Pemerintah Provinsi adalah: 2. menyusun laporan hasil evaluasi (LHE) laporan kinerja instansi pemerintah. mengakses data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. spidol. 3. RKPD.167 - diserahkan kepada Sekretariat Tim Evaluasi guna penggandaan BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. pengenalan permasalahan. Laporan Hasil Evaluasi yang selanjutnya disingkat LHE adalah laporan Inspektorat Provinsi yang menyajikan informasi pelaksanaan sistem AKIP dan evaluasi atas kinerja unit kerja yang dievaluasi sehingga diperoleh data sebagai bahan perbaikan. Lap top 2. aporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Kebijakan dan pedoman normatif yang berkaitan dengan SAKIP.3. yang terdiri dari.2. 2. 2. apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan yang ditemukan. Menguji data dan informasi yaitu : a. Dokumen RKT.2. manajemen kinerja dan sitem akuntabilitas yang baik diakses dan dipelajari serta hasilnya dituangkan dalam KKE. melakukan pengujian atas data dan informasi laporan kinerja instansi pemerintah. atribut.. 2. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat AKIP adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Renstra. Literatur terkait 3. Ruangan kerja. Perencanaan kinerja terdiri dari Dokumen RPJMD. kertas. dan Dokumen Penetapan Kinerja. yang terdiri dari persiapan pelaksanaan evaluasi laporan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi LAKIP adalah kegiatan analisis kritis. penghapus. .1.4.Mempelajari Kebijakan terkait dengan laporan kinerja instansi pemerintah. dan keterpaduan serta keselarasan diantara sub-komponen tersebut.1. serta pemberian solusi untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi pemerintah oleh Inspektorat Provinsi. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan adalah: 3.

Unit ini wajib dinilai ditempat kerja. (2) pengukuran.10 Peraturan Menpan dan RB Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. 4. 3. c. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan – Peraturan Yang terkait : Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. d.6.. 4. Permenpan Nomor 25 Tahun 2012 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan LAKIP. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. pada KKE disunting menjadi ringkas dan mudah dipahami sebagai konsep hasil evaluasi LAKIP.1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah 4.168 - b. Pelaporan kinerja terdiri dari ketaatan pelaporan. Konteks Penilaian : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. dan indikator kinerja utama (IKU).3.Menyusun hasil evaluasi LAKIP.serta capaian yang menyebabkan diperolehnya penghargaan – penghargaan dari institusi lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. kreteria. serta (3) analisis hasil pengukuran kinerja. Atribut kondisi. 4. Capaian kinerja yaitu melakukan reviu atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai output (keluaran) dan outcome (hasil) yang telah dicapai oleh suatu instansi.9. Peraturan Menpan : PER/04/M. ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi (TUK) atau .1. terdiri dari: a.7. b. 4. e.. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim evaluasi LAKIP untuk digabung menjadi konsep LHE. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. d. Tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja ditulis dalam konsep evaluasi LAKIP.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Evaluasi Internal terdiri dari pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemamfaatan hasil evaluasi.8. Pengukuran Kinerja terdiri dari (1) indikator kinerja secara umum. 4. pengungkapan dan penyajian. Konsep temuan dikonsultasikan kepada Supervisor evaluasi LAKIP untuk dinilai. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. e. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).5. disamping itu dimasukkan pula unsur – unsur lainnya sebagai “kinerja lainnya” yang telah dicapai berdasarkan hasil survei dan sensus. c. Konsep temuan evaluasi LAKIP dikonsultasikan dengan Pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKE untuk mendapatkan tanggapan.2. serta pemanfaatan informasi kinerja gunaperbaikan kinerja. 4.3.

mampu menyusun pokok-pokok hasil evaluasi (p2 he) dan draf laporan hasil evaaluasi (LHE). 4.6.7. 3. 33. independen. 1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas sedangkan yang bersangkutan belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai. 5. cermat/teliti. akurat. 6. 5. Jika ada ketentuan lain yang berbeda atau tumpang tindih yang mengatur evaluasi LAKIP sebagai kreteria penilaian LAKIP yang kemudian menimbulkan polemik atau multitafsir.5. Norma dan Etika Pengawas Pemerintahan. memahami teknik-teknik pengawasan dan evaluasi guna mengungkapkan pembuktian dan penilaian. dimana persiapan pelaksanaan evaluasi. formulasi temuan. memahami ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi.3. 6. memahami IT. memahami teknik komunikasi pengawasan.1. mampu berinteraksi dengan entitas untuk mendapatkan data valid yang diperlukan.5.4. 3. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. santun. pengujian data dan informasi evaluasi. 3. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang bertugas tidak dapat mengembangkan temuan sebagaimana mestinya dan tidak berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang sudah . mampu menyusun standar penilaian pengawasan dan evaluasi lakip.2.2. mampu melaksanakan standar pengawasan apip. 5.6.5. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5.2. 6. 2. berorientasi hasil. obyektif. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. 3. 5. 4. memahami indikator kinerja.169 - disimulasikan.3.2. 3. memahami psikologi pengawasan. 4. serta Supervisor Tim yang kurang cermat dan tidak teliti. 4. Aspek Kritis 6. dan dapat dipertanggungjawabkan. memahami Standar Pengawasan.9. mampu mengembangkan temuan secara lengkap.1.4.8.. 4. kode etik apip.1. integritas. memahami teknik menyusun laporan.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. dan penyusunan PokokPokok Hasil Evaluasi (P2 HE) didemonstrasikan.4. Kompetensi yang dipersyaratkan: Alat bahan dan tempat penilaian (TUK) serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan sebagai persyaratan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah evaluasi dokumen perencanaan. Kode Etik APIP.1.3. 5. memahami pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. pengembangan temuan. 3. akses data dan informasi evaluasi. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. dan kurang proaktif untuk mengkomunikasikan dan berkonsultasi dengan Pengawas Pemerintahan yang berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup.3.

3.1. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses dan Tujuan dipelajari.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diusulkan kepada supervisi. pengawasan 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi 3 3 3 2 3 3 2 28.Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisi yang dituangkan dalam KKP 2. manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja diidentifkasi dan disampaikan kepada supervisor yang dituangkan dalam KKP 2.Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada Pengawasan . Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak mempedomani sebagaimana mestinya Standar Pemeriksaan P2.029.01 Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.4.5.4. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. dan Ketua Tim kurang teliti KOMPETENSI KUNCI: NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 2 3 4 5 6 7 Mengumpulkan.Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui Objek. dan pedoman penetapan indikator kinerja utama instansi pemerintah. Menyusun 1.1. Jika ada Pengawas Pemerintahan yang tidak dapat menyusun P2HE dan draf LHE sebagaimana mestinya. Kode Etik APIP.Waktu analisis Sasaran dan tujuan pengawasan dan pelaksana 2. serta Ketua Tim tidak teliti. 6. Sasaran dan tujuan pengawasan dirumuskan 2.00.170 - berpengetahuan dan berpengalaman yang cukup. Menyusun 2.. . sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). 6.2.2.WAS.3. Merencanakan Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit FPP. Kriteria Unjuk kerja Elemen Kompetensi 1.4.

menganalisa risiko pengawasan 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 2.2. menyusun langkah kerja pengawasan.Indikator kinerja.4.4. LCD. 3. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diidentifikasi. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. 2.4. Langkah kerja pengawasan diusulkan 4. penghapus.White board/flip chart. dan tatacara Urusan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi.Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan disusun dan diusulkan kepada supervisi.1. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektifsesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan.2.2. 3. 2. spidol. Pengawasan 4.Waktu Pelaksanaan Pengawasan ditentukan dan diusulkan 2.Usulan dokumen.3. Pemerintahan 4. Menyusun 3.Obyek. 3.1..1.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan .1. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pertanyaan diklasifikasi.5. data dan informasi yang dibutuhkan diidentifikasi. menyusun obyek. waktu dan pelaksana pengawasan.2. menyusun daftar pertanyaan pengawasan 4. Peraturan–peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4.Ruangan kerja. menyusun langkah kerja pengawasan. pengawasan 3.2. 2. 4. 4. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. 3.3.6. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3.Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari.5. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. Menyusun 4.171 - 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diidentifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing.Usulan teknik pengujian dokumen.3. kertas. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. alat bukti. menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. 3. menyusun daftar pertanyaan pengawasan.3. waktu dan pelaksana pengawasan. menyusun obyek. 3.4.2.3 Lap top.

memahami Standar Audit APIP.13. Peraturan Menpan : PER/05/M. 3.1. Permendagri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pejabat Pengawas Pemerintah di Lingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah 4. alat bukti.memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP.4. 4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. tatacara pengawasan. 3.4.9.12.6. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 3.6. memahami analisa manajemen risiko. 1.10. 3. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. . 4. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penyusunan sasaran dan tujuan pengawasan.2. 3. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.11.1. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. 2. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.2.7. 4.o. 3.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).8. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 4.. memahami indikator kinerja. 4. Permendagri Nomor 8 th 2009. 4. penyusunan daftar pertanyaan pengawasan. 3. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah.1. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi merencanakan PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). waktu dan pelaksana pengawasan.172 - Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 3. memahami Kode Etik APIP. memahami teknik verifikasi. 4.11. 4. 3. penyusunan langkah kerja pengawasan. 4.9.2. 3. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. Peraturan MENPAN Nomor 03 Tahun 2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).8.10. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. memahami analisa risiko pengawasan. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan.5. penyusunan obyek. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi/Kab/Kota. 3.3. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. memahami teknik penyusunan daftar pertanyaan.7.memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan.5.

4.3.5. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1.WAS. . Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan dianalisis 1.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. 4. integritas. Aspek kritis 6.1.. 4.5.01 Judul Unit Memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. 4. santun 6. cermat/teliti. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.6. independen.173 - 4.7. 5.3. Memverfikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait sasaran dan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses Tujuan dan dipelajari. 5.6.4.3. 6.00.Jika analisa potensi risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. obyektif. 5.030. 5. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk memverifikasi Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). berorientasi hasil. antara lain Jakwas dan PKPT. 5.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada. 5. mampu menstransfer indikator.1. mampu menerapkan teknik verifikasi dengan baik.4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. pengawasan 1.4. alat bukti. Memverifikasi 1.4. menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 Memecahkan masalah 3 Menggunakan teknologi 2 29. dalam deskripsi unit ini berkaitan dengan unit kompetensi lain yang berkaitan erat dengan unit kompetensi menyusun PKPP dan melaksanakan pengawasan pemerintahan.3. 6. mampu menganalisa manajemen risiko. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan diverifikasi. mampu menyusun daftar pertanyaan. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.2. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. mampu menganalisa potensi risiko audit. 6. .2.2.1. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT Mengumpulkan.

menyusun daftar pertanyaan pengawasan. meverfikasi langkah kerja pengawasan. 2. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahan diverifikasi.2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. kertas. 4.2. meverfikasi daftar pertanyaan pengawasan.5.Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan diverifikasi kepada supervisi.1.Ruangan kerja. penghapus. sasaran dan langkah kerja Pengawasan Daftar Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi.White board/flip chart.5. 3. waktu dan pelaksana pengawasan. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan 3.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek langkah kerja pengawasan dipelajari. . Memverifikasi Objek.2.4. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2. 3. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan. 2.1. 2.4. data dan informasi yang dibutuhkan diverifikasi. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3. Obyek. Langkah kerja pengawasan yang diusulkan diverifikasi 4.4.6.. menyusun obyek.3. Memverifikasi 4.3.3. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui analisis Sasaran dan tujuan pengawasan 2.4. meverfikasi obyek. 3. 3. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan diverifikasi sesuai dengan kompetensi masing-masing.2. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.3 Lap top. meverfikasi sasaran dan tujuan pengawasan. menganalisa risiko pengawasan 3. Indikator kinerja. Usulan teknik pengujian dokumen. Waktu Pelaksanaan Pengawasan diverifikasi 2. Memverifikasi 3. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. 2.Waktu dan pelaksana Pengawasan . Urusan 4. waktu dan pelaksana pengawasan. spidol.1.2. 3. pengawasan 3.1. alat bukti. 2. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. LCD.3.4.2. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan diverifikasi yang dituangkan dalam KKP 2. 3. menyusun langkah kerja pengawasan. data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan diverifikasi. dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi.174 - 2. Usulan dokumen.

4. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1.6. . Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.8. 3. 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.6. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. memahami analisa manajemen risiko. 4. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan.1. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP. memahami Standar Audit APIP.2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.12. 4.3. Peraturan Menpan : PER/05/M. mamahami teknik penyusunan rencana pengawasan.2. waktu dan pelaksana pengawasan. Kabupaten/Kota.7. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. alat bukti. 3. 3. verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan. 3. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan merencanakan PKPP..o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan. 3. 3. 4.175 - 4.7.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Peraturan Menpan : PER/04/M. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.10.5. verifkasi obyek. 4.8. memahami indikator kinerja. 4.1.4. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. 3. memahami Kode Etik APIP.3. 1. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.5. memahami analisa risiko pengawasan.9. 4. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dengan unit kompeteni ini adalah: 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3.1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. tatacara pengawasan. verifkasi langkah kerja pengawasan. 3. 4.11. 3.10. 4.9.4.

5. Mampu menganalisa potensi risiko audit 4.6. Kebijakan pengawasan dan peraturan yang terkait dan Tujuan dengan obyek dan sasaran pengawasan diakses pengawasan dan dipelajari.00.4. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. 4.01 Judul Unit Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan.3. 4.. 5. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. obyektif.3. 6. santun.3. dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP.1.176 - 3.11. Menilai sasaran 1.WAS.7.031.1.2. independen.4. 5.3. Mampu menyusun Daftar Pertanyaan 4. Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) diakses dan dipelajari 1. 4. Mampu menganalisa manajemen risiko 4. 5.1. cermat/teliti.5. 1.Mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP. alat bukti.Jika PKPP dibuat tidak diverifikasi dan dinilai secara memadai.Mampu menstransfer indikator.4. Aspek kritis 6. antara lain Jakwas dan PKPT. 5.6. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.2.5. 5.1. 6.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada.2. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan.2. integritas.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6. 4. Mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai. berorientasi hasil.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai. Menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP) Kode Unit FPP.Mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP. 6. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menilai Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 30. Data dan Informasi terkini (current issue) terkait dengan objek pengawasan dikumpulkan dan . memahami teknik verifikasi.

- 177 -

dianalisis 1.4. Sasaran dan tujuan pengawasan yang diusulkan dinilai. 2. MenilaiObjek,Wakt 2.1. Usulan Lingkup pengawasan disusun melalui u dan pelaksana analisis Sasaran dan tujuan pengawasan Pengawasan . 2.2. Resiko berpotensi terjadinya penyimpangan pada manajemen unit kerja yang dalam pencapaian kinerja yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.3. Resiko pelaksanaan pengawasan pemerintahan pada saat pelaksanaan pengawasan yang telah disampaikan dinilai yang dituangkan dalam KKP 2.4. Unit kerja yang menjadi objek Pengawasan dinilai kepada supervisi. 2.5. Waktu Pelaksanaan Pengawasan dinilai 2.6. Usulan Jumlah dan Personil yang akan melaksanakan pengawasan dinilai sesuai dengan kompetensi masing-masing. 3. Menilai langkah 3.1. Indikator kinerja unit kerja yang menjadi objek kerja pengawasan pengawasan dipelajari; 3.2. Usulan dokumen, data dan informasi yang dibutuhkan dinilai; 3.3. Usulan teknik pengujian dokumen, data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik unit kerja yang menjadi objek pengawasan dinilai. 3.4. Langkah kerja pengawasan yang diusulkandinilai 4. Menilai Daftar 4.1. Obyek, sasaran dan langkah kerja Pengawasan Pertanyaan Urusan Pemerintahan berdasarkan Draft PKP Pengawasan diklasifikasi Urusan 4.2. Indikator kinerja, alat bukti, dan tatacara Pemerintahan Pengawasan Urusan Pemerintahan diklasifikasi; 4.3. Daftar Pertanyaan Pengawasan Urusan Pemerintahandinilai. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam merencanakan kegiatan pengawasan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk Program Kerja Pengawasan (PKPP) yang terdiri dari: menyusun sasaran dan tujuan pengawasan; menyusun obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; menyusun langkah kerja pengawasan; menyusun daftar pertanyaan pengawasan. 2. Perlengkapan Sarana yang diperlukan dalam menilai PKPP adalah: 2.1.Ruangan kerja; 2.2. White board/flip chart, kertas, spidol, penghapus; 2.3. Lap top, LCD; 2.4. Literatur dan aturan perundang-undangan yang terkait 3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3.1. membaca PKPT dan Kebijakan Pengawasan; 3.2. menilai sasaran dan tujuan pengawasan; 3.3. menilai obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; 3.4. menganalisa risiko pada obyek pengawasan: 3.5. menganalisa risiko pengawasan; 3.6. menilai langkah kerja pengawasan; 3.7. menilai daftar pertanyaan pengawasan.

- 178 -

4. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam kompetensi ini adalah: 4.1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 4.3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4.4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; 4.6. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009; 4.7. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah; 4.8. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah; 4.9. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota; 4.10. Peraturan Menpan : PER/04/M.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.11. Peraturan Menpan : PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP); 4.12. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Penjelasan Prosedur Penilaian: 1.1. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan verifkasi sasaran dan tujuan pengawasan; verifkasi obyek, waktu dan pelaksana pengawasan; verifkasi langkah kerja pengawasan; verifkasi daftar pertanyaan pengawasan. 1.2. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 2. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan dan memverifikasi PKPP. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.1. memahami kebijakan dan ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ; 3.2. memahami pengembangan/pendalaman sasaran pengawasan berdasarkan PKP; 3.3. memahami analisa manajemen risiko 3.4. memahami analisa risiko pengawasan 3.5. memahami indikator kinerja, alat bukti, tatacara pengawasan; 3.6. memahami Standar Audit APIP; 3.7. memahami Kode Etik APIP; 3.8. memahami penentuan standar kinerja utama instansi pemerintah; 3.9. memahami teknik penyusunan Daftar Pertanyaan; 3.10. memahami teknik penyusunan rencana pengawasan;

- 179 -

3.11. memahami teknik verifikasi; 3.12. Memahami teknik penilaian. 4. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. mampu menerapkan kebijakan dan peraturan terkait ke dalam PKPP; 4.2. mampu menerjemahkan PKPT meliputi obyek dan sasaran pengawasan ke dalam PKPP; 4.3. mampu menstransfer indikator, alat bukti, dan tatacara pengawasan ke dalam PKPP; 4.4. mampu menganalisa manajemen risiko; 4.5. mampu menganalisa potensi risiko audit; 4.6. mampu menyusun Daftar Pertanyaan; 4.7. mampu menerapkan teknik verifikasi secara memadai; 4.8. mampu menerapkan teknik peniliaian secara memadai. 5. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.1. integritas; 5.2. independen; 5.3. obyektif; 5.4. cermat/teliti; 5.5. berorientasi hasil; 5.6. santun. 6. Aspek kritis 6.1.Jika penyusunan PKPP tidak berdasarkan ketentuan yang ada, antara lain Jakwas dan PKPT; 6.2.Jika analisa manajemen risiko tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai; 6.3.Jika analisa potensi risiko pengawasan tidak berdasarkan konstruksi analisa yang memadai 6.4.Jika PKPP dibuat tidak diverivikasi dan dinilai secara memadai. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan 3 informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 32. Melakasanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP.WAS.00.032.01 Judul Unit Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan pemerintahan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1. Persiapan pelaksanaan pengawasan dilakukan 1.1 PKPP diakses dan dipelajari 1.2 entry briefing dengan pimpinan tertinggi unit objek yang akan diperiksa diikuti

3. dianalisis dan hasilnya dicatat dalam KKP dan diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP) sebagai bagian dari atribut kondisi temuan. serta dicatat dalam KKP.4. Kemungkinan penyebab terjadinya kondisi temuan temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan pengawasan. kemudian diklarifikasi dengan penanggungjawab kegiatan 4. Mengembangkan 4.3.180 - 2. Penjelasan Prosedur Penilaian : 2. Konsep temuan dikonsultasikan kepada supervisor pengawasan untuk dinilai 5. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. Pengawasan/Penga 6. 2. Rekomendasi perbaikan untuk mencegah penyebab terjadinya temuan tidak berulang dirumuskan dan dikomunikasikan dengan penanggungjawab kegiatan. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.. Kesesuian antara dokumen data dan informasi pengawasan dengan criteria pelaksanaan dibandingan dan dianalisa dengan menggunakan teknik-teknik pengawasan. 4. Data dan informasi terkait ruang lingkup pengawasan diakses dan dipelajari 2.2. Kemungkinan akibat terjadinya kondisi temuan (positif maupun negatif) diidentifikasi dan dianalisa.2. 5. kreteria.3. 4.3.Atribut kondisi dan penyebab dari seluruh temuan Pokok Hasil disunting menjadi ringkas sebagai konsep P2HP. Kreteria pelaksanaan kegiatan ditentukan dan Pengujian atas data disepakati dengan penanggungjawab kegiatan dan informasi 3. sebab akibat pada KKP pengawasan diringkas supaya mudah dipahami dan dikonsultasikan dengan pimpinan unit kerja dan dicatat dalam KKP untuk mendapatkan tanggapan tertulis dari pimpinan unit kerja 5. Hasil analisis atas pembandingan data dan informasi yang sesuai maupun tidak sesuai dengan kriteria diklarifikasi dengan penanggung jawab pekerjaan. Menulis temuan 5. 2.2.4.Konsep P2HP dikonsultasikan kepada Supervisi wasan (P2 HP) Pengawasan untuk ditentukan temuan yang menjadi P2HP 6. serta hasilnya dicatat dalam KKP.1. . 3. diminta penjelasan dan diminta lagi tambahanya. Melakukan 3.1. Hasil konsultasi ditindaklanjuti dan selanjutnya diserahkan kepada Sekretariat Tim pengawasan untuk digabung menjadi konsep LHP 6.1.2. Mengakses data dan informasi pengawasan .2. Menyusun Pokok6.1. Hasil analisis atas data dan informasi dicatat dalam Kertas Kerja Pengawasan (KKP).P2HP yang telah ditentukan diserahkan kepada Sekretariat Tim Pengawasan guna penggabungan.3. 3. Atribut kondisi. Data dan informasi yang kurang tepat diklarifikasi.1. 3.

3.3. Memahami teknik komunikasi.5. mampu menerapkan kebijakan terkait dalam pelaksanaan pengawasan. 5. 3. 4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 .3.2.3. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Santun. 3. 6. mampu berkomunikasi efektif dalam rangka pengawasan dan untuk menggali informasi.2. Memahami teknik pemeriksaan. mampu menerapkan standar Pengawasan..5. 3. melakukan pengujian atas data dan informasi pengawasan. 4. 6. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 3. mampu menerapkan Kode Etik Pengawasan.4. 5. 1.6. 5. Cermat/teliti. 4. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. Jika teknik pengawasan yang diterapkan tidak sesuai dengan ketentuan. integritas.4. Memahami Kode etik pemeriksaan. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan pelaksanaan pengawasan. 4.1.5.4. 3.1.1. 3.181 - 2. memahami prinsip-prinsip pengawasan.2. mengembangkan temuan pengawasan. Independen. Memahami standar pemeriksaan. 5. Berorientasi hasil. 1. Jika pembuatan simpulan tidak dibangun berdasarkan kerangka konseptual. menyusun poko-pokok hasil pengawasan. Obyektif. mengakses data dan informasi pengawasan. Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4.1. menulis temuan pengawasan. memahami IT. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi menyusun Program Kerja Pengawasan Pemerintahan (PKPP). Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini. 5.6.1. 5. 4. Aspek Kritis 6.2.2.

2. 3.2 Permohonan ekspose beserta konsep Hasil Pengawasan yang telah tergabung disampaikan kepada pengelola ekspose 1. BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1.2.3.3 Bahan presentasi ekspose disiapkan 2. 3.4. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose.4.01 Judul Unit Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. Memaparkan hasil pengawasan 1. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). kertas.WAS.3. Ruangan kerja.. Melakukan ekspose 2. Hasil penilaian dari supervisor diparaf dan disampaikan kepada sekretariat tim pengawas sebagai nett temuan. 3. Perubahan yang dilakukan disertai dengan matriks yang menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah perubahan disampaikan kepada supservisi untuk dinilai dan diparaf. Infocus.2.1 Konsep Hasil Pengawasan dipelajari 1. White board/flip chart.1. Jawaban atas tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dicatat dalam lembar kerja ekspose 3. Mempersiapkan ekspose hasil pengawasan . penghapus.182 - 33. Mempersiapkan bahan ekspose. 2. 2. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilaksanakan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.3.2. spidol. Simpulan dari ekspose ditindaklanjuti oleh hasil ekspose Pengawas Pemerintahan dengan mengubah konsep Hasil Pengawasan sesuai dengan hasil ekspose 3. Penyanggah memberikan tanggapan/ sanggapan/pertanyaan kepada Pengawas Pemerintahan 2. Menindaklanjuti 3.033. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam melaksanakan ekspose hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: persiapan ekspose. Melaksanakan Ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Kode Unit FPP. Lap top. Masing-masing Pengawas Pemerintahan hasil pengawasan . 2. memaparkan Hasil pengawasannya 2.2. Tanggapan/ sanggapan/pertanyaan dari penyanggah dicatat oleh Pengawas Pemerintahan dalam lembar kerja ekspose dan dijawab secara singkat dan benar 2. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan untuk melaksanakan ekspose Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan.1.1. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2.1.5.00. 2.

Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara. 4. 5. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. 4.9. 4. 3. 1.3.1. 3.183 - 3.3.2. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. 4. Mampu menjawab pertanyaan penyanggah dengan efektif 5. 4. Memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan. Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. Mampu berkomunikasi efektif dalam ekspose 4.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). Menindaklanjuti hasil ekspose 4.3.2. cermat/teliti.4. integritas. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. 3. Peraturan Menpan : PER/05/M. ekspose hasil pengawasan dan tindaklanjut hasil ekspose. obyektif. 5.2.12. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. 4.2. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3.2.3. Menjawab pertanyaan dari para penyanggah 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 2. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.1. Memahami teknik komunikasi. Mampu memaparkan hasil pengawasan dengan efektif 4.3. independen. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5. Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. 5.10.8.4.2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan persiapan ekspose. Peraturan Menpan : PER/04/M. 4. 4.6. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 4. ..1.1.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.5. Peraturan – peraturan yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi ini adalah: 4. 4. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).11. 4. Memahami teknik presentasi.7.

Penggabungan temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 3.3 Kekurangan atribut temuan dikonsultasikan kepada anggota pengawasan lainnya 2. Setelah diteliti ulang dan diparaf.4.6.184 - 5. 6.WAS. Jika terdapat kreteria yang berbeda antara Pengawas Pemerintah dengan Penyanggah ekspose. Laporan hasil pengawasan berupa LHP dan Nota dinas petunjuk Menteri kepada Direktur Jenderal/Kepala Daerah yang telah dikonsultasikan dicetak 3.2.00. santun.1. Temuan yang mempunyai kesamaan materi digabung menjadi satu temuan 2.1 Draft Laporan hasil pemeriksaan diakses dan dikompilasi 1.01 Judul Unit Menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan Deskripsi Unit Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan. antara lain ringkas dan mudah dipahami 1. Memvalidasi Laporan Hasil Pengawasan . Pengajukan permohonan pendistribusian LHP disampaikan 2. 3. sikap dan ketrampilan kerja Pengawas Pemerintahan yang diperlukan untuk melakukan menyusun Laporan Hasil Pengawasan Pemerintahan. Meneliti kelengkapan atribut 1. Jika Pengawas Pemerintah tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil pengawasan. Aspek Kritis 6. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 34. Menyusun laporan Hasil Pengawasan Kode Unit FPP. berorientasi hasil. 6. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk kerja 1.5. KOMPETENSI KUNCI : NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. LHP ditandatangani oleh Penanggungjawab Tim dan diautentifikasi. 3.2. Lembar pengesahan LHP dicetak dan disampaikan kepada seluruh anggota pengawas untuk diteliti ulang dan diparaf 3..1. 5.3.034.2. Menggabung temuan sejenis .1.2 Kelengkapan atribut masing-masing temuan pada LHP diteliti dan dipelajari kesesuaiannya dengan standar penyusunan LHP.

2. 4. penggabungan temuan sejenis dan validasi LHP. 4.3. menggabungkan temuan sejenis dan memvalidasi LHP. 4.6.12.1.4. 4. 1. . Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan. Kertas Kerja Pengawasan/pengawasan (KKP). Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. mengkomunikasikan penggabungan temuan kepada anggota pengawas. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4. White board/flip chart. Permendagri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Akhir Masa jabatan Kepala Daerah. Kabupaten/Kota. 4.3.185 - BATASAN VARIABEL (RANGE OF VARIABLES) 1. Peraturan Menpan : PER/05/M.5. Perlengkapan Sarana yang diperlukan adalah: 2. Unit ini wajib dinilai di tempat kerja ataupun melalui praktek/demonstrasi pada tempat uji kompetensi atau disimulasikan penelitian kelengkapan atribut. Penjelasan Prosedur Penilaian : 1. spidol.. 4.8. menggabungkan temuan sejenis. 3.10. kertas. Permendagri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. penghapus. Peraturan Menpan dan RB Nomor 42 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Ikhtisar Laporan Hasil Pengawasan APIP PANDUAN PENILAIAN (EVIDENCE GUIDE) 1.2. 2.o Permendagri Nomor 8 Tahun 2009.1.PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP). mencetak LHP.1. 4. 3.1.3. meneliti kelengkapan atribut. Permendagri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Organisasi Inspektorat Provinsi. Peraturan Menpan : PER/04/M.3. Tugas yang harus dilakukan Tugas yang harus dilakukan Pengawas Pemerintahan adalah: 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Lap top. Permendagri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah j. 4. 2.2. Peraturan – Peraturan Yang terkait: Peraturan yang terkait dalam unit kompetensi in adalah : 4. 2. Ruangan kerja.9. 4. 3. 4.PAN/03/2008 tentang Kode Etik Aparat Pegawasan Intern Pemerintah (APIP).2. Kontek variabel (range of stetement) Unit kompetensi ini berlaku dalam menyusun laporan hasil pengawasan urusan pemerintahan di daerah yang terdiri dari: meneliti kelengkapan atribut.2.7. 3.4.11. Untuk mendukung penilaian penguasaan pengetahuan yang diperlukan dalam unit kompetensi ini dapat menggunakan instrumen uji tertulis dan/atau wawancara.

Kompetensi yang dipersyaratkan: Kompetensi yang dipersyaratkan yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah kompetensi melaksanakan pengawasan pemerintahan. Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini : 3. 5. 4.2. sehingga dapat multi tafsir. memahami IT. Jika Pengawas Pemeritnahan tidak menerapkan tata bahasa Indonesia yang benar. integritas. ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina Tk. Aspek Kritis 6. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 4. berorientasi hasil.4. santun. 3.5. memahami Standar dan Kode Etik Pengawasan.1.1. 5. obyektif. 5. cermat/teliti. 5. 5. 3. KOMPETENSI KUNCI : NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI 1 Mengumpulkan.I (IV/b) NIP. 19690824 199903 1 001 . mampu menerapkan teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam penyusunan LHP.3. 6. 5. memahami teknik penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sikap yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini: 5.186 - 2.2.6..3.3. Jika Pengawas Pemerintah tidak meneliti dengan baik hasil pengawasan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 Mengkomunikasikan ide dan informasi 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 6 Memecahkan masalah 7 Menggunakan teknologi TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA. independen. Mampu menerapkan standard pengawasan ke dalam penyusunan LHP. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM.2. 6. 4. 4. 3. mampu mengoperasionalkan alat pengolah data.2.1.1.