P. 1
Glaukoma Sudut Tertutup

Glaukoma Sudut Tertutup

|Views: 83|Likes:
Glaukoma Sudut Tertutup (RS Mata Yap)
Glaukoma Sudut Tertutup (RS Mata Yap)

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Yoserizal Ezra Sitorus on May 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG Sejak tahun 1967 kebutaan telah dideklarasikan sebagai masalah nasional, dimana

kebutaan dapat berdampak pada masalah sosial, ekonomi dan psikologi bukan hanya bagi penderita melainkan juga bagi masyarakat dan negara. Prevalensi kebutaan di Indonesia masih sangat tinggi dengan penyebab utamanya yaitu katarak (0,78%), glaukoma (0,2%), kelainan refraksi (0,14%) dan beberpa penyakit yang berhubungan dengan lanjut usia (0,38%). Berdasarkan perkiraan WHO, tahun 2000 ada sebanyak 45 juta orang didunia yang mengalami kebutaan. Sepertiga dari jumlah itu berada di Asia Tenggara. Untuk kawasan Asia Tenggara. Untuk Kawasan Asia Tenggara, berdasarkan Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun 1993-1996 menunjukkan angka kebutaan di Indonesia sekitar 1,5 % dari jumlah penduduk atau setara dengan 3 juta orang. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding Bangladesh (1%), India (0,7%), dan Thailand (0,3%). Jumlah penderita kebutaan di Indonesia meningkat, disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk, meningkatnya usia harapan hidup, kurangnya pelayanan kesehatan mata dan kondisi geografis yang tidak menguntungkan. Berdasarkan survei WHO pada tahun 2000, dari sekitar 45 juta penderita kebutaan 16% diantaranya disebabkan karena glaukoma, dan sekitar 0,2 % kebutaan di Indonesia disebabkan oleh penyakit ini. Sedangkan survei Departemen Kesehatan RI 1982-1996 melaporkan bahwa galukoma menyumbang 0,4 5 atau sekitar 840.000 orang dari 210 juta penduduk penyebab kebutaan. Kondisi ini semakin diperparah dengan pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang rendah akan bahaya penyakit ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan analisa kepustakaan mengenai prevalensi, insiden dan derajat dari berbagai jenis glaukoma. Dengan menggunakan data tahun1980-1990, WHO melaporkan jumlah populasi di dunia dengan tekanan bola mata yang tinggi (>21 mmHg) sekitar 104,5 juta orang Prevalensi kebutaan untuk semua jenis glaukoma diperkirakan mencapai 5,2 juta orang. Glaukoma bertanggung jawab atas 15 %
1

penyebab kebutaan, dan menempatkan glaukoma sebagai penyebab ketiga kebutaan di dunia setelah katarak dan trakhoma. 1.2 TUJUAN Makalah ini dibuat untuk menambah pengetahuan dan referensi masalah penyakit mata yang dikhususkan untuk peserta kepaniteraan klinik senior yang sedang belajar di bagian ilmu penyakit mata. Selain itu juga adanya pembuatan makalah ini, dapat menjadi sarana latihan dalam pembuatan karya ilmiah yang tentunya akan sangat bermanfaat dikemudian hari. Makalah ini dibuat untuk menguraikan salah satu penyakit penyebab kebutaan yakni glaukoma khususnya glaukoma sudut tertutup.

2

dengan diameter anteroposterior sekitar 24.3. Anatomi Sudut Filtrasi Sudut filtrasi merupakan bagian yang penting dalam pengaturan cairan bilik mata. Bola mata terdiri dari konjungtiva. humor akueus.1.5 mm. uvea. sklera dan episklera.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi humor akueus Bola mata orang dewasa hampir mendekati bulat.1 ANATOMI dan FISIOLOGI 2.1 Gambar 1 : Anatomi Bola mata 2. 1 3 . kapsula tenon.1. Limbus adalah bagian yang dibatasi oleh garis yang menghubungkan akhir dari membran Descemet dan membran Bowman. Sudut ini terdapat di dalam limbus kornea. Akhir dari membran Descemet disebut garis Schwalbe. lensa. retina. kornea. dan vitreus.

Di dalam stromanya terdapat serat-serat saraf dan cabang akhir dari arteri siliaris anterior.siliaris meridional. yang mengelilingi kornea. Struktur sudut ini dapat dilihat dengan pemeriksaan 4 .Limbus terdiri dari 2 lapisan yaitu epitel dan stroma. Lebar sudut ini berbeda pada setiap orang. Kanalis Schlemm merupakan kapiler yang dimodifikasi. 4. 20-30 buah. terdapat lubang-lubang sehingga terdapat hubungan langsung antara trabekula dan kanalis Schlemm.2 1. Keseluruhannya merupakan spons yang tembus pandang. 3. Trabekula korneoskleral Serabutnya berasal dari lapisan stroma kornea dan menuju ke belakang mengelilingi kanalis Schlemm untuk berinsersi pada sklera. 1 Sudut kamera okuli anterior memiliki peran penting dalam drainase aqueous humor. homogen. sehingga bila ada darah di dalam kanalis Schlemm. Epitelnya 2 kali ketebalan epitel kornea. bagian depan badan siliaris. Trabekula uveal Serabutnya berasal dari lapisan dalam stroma kornea. 1 Bagian terpenting dari sudut filtrasi adalah trabekular. Dari kanalis Schlemm keluar saluran kolektor.5 mm. dapat terlihat dari luar. Sudut ini dibentuk oleh pangkal iris. 2. taji skleral. Ligamentum pektinatum rudimenter Ligamentum ini berasal dari dataran depan iris menuju ke depan trabekula.siliaris radialis dan sirkularis. Pada dinding sebelah dalam. dan memiliki peranan yang besar dalam menentukan patomekanisme tipe glaukoma yang berbeda-beda. yang terdiri dari : 1. menuju ke scleral spur (insersi dari m. diameternya 0. yang menuju ke pleksus vena di dalam jaringan sklera dan episklera dan vena siliaris anterior di badan siliar. Dindingnya terdiri dari satu lapisan sel. Serabut yang berasal dari akhir membran Descemet (garis Schwalbe) Serabut ini menuju ke jaringan pengikat m.siliaris) dan sebagian ke m. jalinan trabekular dan garis Schwalbe (bagian ujung membrane descement kornea yang prominen). Trabekula terdiri dari jaringan kolagen. elastis dan seluruhnya diliputi oleh endotel.

Setelah memasuki kamera posterior. CBB : ciliary body band. yang menunjukkan grading sistem Shaffer3 Grade IV III II I 0 Lebar sudut 35-45 20-35 20 10 0 Konfigurasi Terbuka lebar Terbuka Sempit (moderate) Sangat sempit Tertutup Kesempatan untuk menutup Nihil Nihil Mungkin Tinggi Tertutup Struktur pada Gonioskopi SL.2 Fisiologi humor akueus (Aqueous Humour) Aqueous humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata. SS : scleral spur. TM Hanya SL tidak tampak struktur Keterangan : SL : Schwalbe’s line. diproduksi di korpus siliaris. 2. dan glukosa lebih rendah. CBB SL. TM. dengan kecepatan pembentukan sekitar 1.2 Gambar 2 : Sudut Kamera Okuli Anterior Berikut merupakan tabel 1. Komposisi mirip plasma. SS SL. Volumenya sekitar 250 uL. melalui pupil akan masuk ke kamera anterior dan kemudian ke perifer menuju sudut kamera anterior.1. urea. Hasilnya dibuat dalam bentuk grading. TM.gonioskopi. TM : trabecular meshwork. dan sistem yang paling sering digunakan adalah sisten grading Shaffer. Tekanan osmotik sedikit lebih tinggi dari plasma.2 5 . kecuali kandungan konsentrasi askorbat.1.5-2 uL/menit. piruvat dan laktat lebih tinggi dan protein. SS.

Vena ini dibagi menjadi dua sistem. Sel-sel endotel pada dinding dalam ireguler. Aliran aqueous humor ke dalam kanalis Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transeluler siklik di lapisan endothel. terdiri dari jalinan trabekular. vena-vena aqueous dan vena episkleral. yakni dimana pembuluh besar melalui jalur pendek 6 . Tetapi tekanan di jaringan vena episklera menentukan besar minimum tekanan intraokuler yang dicapai oleh terapi medis.2 Kanal Schlemm merupakan suatu saluran yang dilapisi endothel. Sebenarnya lapisan endotel luar jalinan jukstakanalikular berisi dinding dalam kanal Schlemm yang berfungsi mengalirkan aqueous ke luar.1 Sistem aliran drainase aqueous humor. korneoskleral. tampak melingkar pada sulkus skleral. Jalinan jukstakanalikular membentuk bagian luar.2 Saluran pengumpul disebut juga pembuluh aqueous intraskleral. dan terdiri dari lapisan jaringan konektif. berbentuk spindle. Sistem langsung. Kontraksi otot siliaris melalui insersinya kedalam jalinan trabekula memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase humor juga meningkat.Jalinan/jala trabekular terdiri dari berkas-berkas jaringan kolagen dan elastik yang dibungkus oleh sel-sel trabekular yang membentuk suatu saringan dengan ukuran pori-pori semakin mengecil sewaktu mendekati kanalis Schlemm. Jalinan korneoskleral membentuk bagian tengah yang lebar dan meluas dari taji skleral sampai dinding lateral sulkus skleral. meninggalkan kanal Schlemm pada sudut oblik dan berakhir di vena-vena episkleral. Saluran eferen dari kanalis Schlemm (sekitar 30 sluran pengumpul dan 12 vena akueus) menyalurkan cairan ke dalam sistem vena. Pada dinding bagian luar terdapat sel-sel otot datar datar dan mempunyai pembukaan saluran pengumpul. kanal Schlemm. dan jukstakalanikular. jumlahnya sekitar 25-35. Sejumlah kecil Aqueous humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris dan lewat sela-sela sclera (aliran uveosklera). Bagian ini merupakan bagian sempit trabekular yang menghubungkan jalinan korneoskleral dengan kanal Schlemm. Resistensi utama terhadap aliran Aqueous humor dari kamera anterior adalah lapisan endothel saluran Schlemm dan bagian-bagian jalinan trabekular di dekatnya. bukan dari sistem pengumpul vena. jembatan pengumpul. Adapun jalinan trabekular terdiri dari tiga bagian yakni jalinan uveal. Jalinan uveal merupakan jalinan paling dalam dan meluas dari pangkal iris dan badan siliaris sampai garis Schwalbe. dan terdiri dari vakuol-vakuol besar.

koroid dan sclera. yakni jalur trabekular (konvensional) dan jalur uveoskleral.2 Gambar 3 : Arah Aliran Humour Akueus Sistem drainase aqueous humor terdiri dari dua jalur. Sedangkan saluran pengumpul yang kecil. menuju kanal Schlemm dan berakhir pada vena episkleral. terlebih dahulu membentuk pleksus intraskleral. Sedangkan jalur uveoskleral. Pada jalur trabekular. Jalur drainase terbanyak adalah trabekular yakni sekitar 90% sedangkan melalui jalur uveoskleral hanya sekitar 10%. aqueous akan masuk ke ruang suprakoroidal dan dialirkan ke vena-vena pada badan siliaris.intraskleral dan langsung ke vena episkleral. aliran aqueous akan melalui kamera posterior. kamera anterior.2 Gambar 4 : drainase aqueous humor Akueus 7 . sebelum ke vena episkleral.

usian jenis kelamin.2. Selain itu TIO dipengaruhi oleh faktor lokal dan faktor general. Sekitar 2 % dari penduduk berusia lebih dari 40 tahun menderita glaukoma. 4 Glaukoma biasanya menimbulkan gangguan pada lapang pandang perifer pada tahap awal dan kemudian akan mengganggu penglihatan sentral.2 DEFINISI GLAUKOMA Glaukoma merupakan kelompok penyakit yang biasanya memiliki satu gambaran berupa kerusakan nervus optikus yang bersifat progresif yang disebabkan karena peningkatan tekanan intraokular. riwayat keturunan. posisi. tidak terdapat penyakit mata lain (glaukoma primer). peningkatan tekanan intraokular. Glaukoma ini dapat tidak bergejala karena kerusakan terjadi lambat dan tersamar. meskipun jarang. Sedangkan pada kasus lainnya. terjadi sebagai manifestasi penyakit mata lain (glaukoma sekunder).4 2. resistensi aliran. dan ini dapat dipertahankan jika terdapat dinamika keseimbangan antara pembentukan dan drainase cairan.2 2. 1. meupakan tekanan yang diakibatkan oleh cairan intraokuler pada pembungkus bola mata. tekanan vena episleral.2. glaukoma dianggap sebagai penyebab kebutaan yang tinggi. Pada sebagian besar kasus. variasi diurnal. Glaukoma dapat diobati jika dapat terdeteksi secara dini. TIO normal bervariasi yakni 10-21 mmHg.3 EPIDEMIOLOGI Di seluruh dunia.4 Tekanan intraokuler (TIO).3 ETIOLOGI Glaukoma terjadi apabila terdapat ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengaliran humor akueus. Pria lebih banyak diserang daripada wanita.4 8 . tekanan darah dan anestesi umum. Adapun faktor general adalah. dan dilatasi pupil. Glaukoma juga didapatkan pada usia 20 tahun. Sebagai akibatnya akan terjadi gangguan lapang pandang dan kebutaan. Faktor lokal adalah pembentukan cairan.

9 . sedangkan pada orang ras yang lain justru beresiko untuk terjadi glaukoma meskipun tekanan intraokuler rendah. seperti pada orang-orang berkulit hitam resiko terjadinya glaukoma meningkat sangat segnifikan dibandingkan dengan ras yang lain. Setiap orang dengan usia di atas 60th sangat beresiko untuk menderita glaukoma. Cedera paling umum yang menyebabkan trauma pada mata adalah aktivitas yang berhubungan dengan olahraga seperti baseball atau tinju. sebaiknya kita berhati-hati pada beberapa faktor: 1. Cedera tumpul seperti mata memar atau cedera tumbus pada mata dapat merusak sistem drainase mata. dimana pada usia ini resiko akan meningkat hingga 6 kali lipat. 4. Ras. Diabetes meningkatkan reskio glaukoma. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma.2. Riwayat Keluarga dengan Glaukoma . dapat mengakibatkan peningkatan tekanan mata. Cedera fisik. seperti menjadi pukulan pada mata. Beberapa jenis operasi mata juga dapat memicu glaukoma sekunder.4 FAKTOR RESIKO Beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya glaukoma.4 1. karena glaukoma kronis dapat mengakibatkan kerusakan pada penglihatan tanpa gejala yang jelas. Selain itu dapat juga menyebabkan glaukoma sekunder sudut terbuka. Faktor risiko lainnya termasuk retinal detasemen. akan berpotensi untuk menderita glaukoma. 2. selain itu riwayat darah tinggi atau penyakit jantung juga berperan dalam meningkatkan resiko. Trauma yang parah. Kondisi medis. Glaukoma jenis ini dapat terjadi segera setelah terjadinya trauma atau satu tahun kemudian. kerusakan pada sistem drainase ini yang seringkali memicu terjadinya glaukoma. Usia. tumor mata dan radang pada seperti uveitis kronis dan iritis. Pada ras tertentu. 5. Alasan perbedaan ini belum dapat dijelaskan. Pada orang-orang asia cenderung untuk menderita glaukoma sudut tertutup. Usia merupakan faktor risiko terbesar dalam perkembangan munculnya glaukoma. tertutupnya sudut drainase. Selain itu cedera juga dapat menyebabkan terlepasnya lensa. 3. riwayat keluarga meningkatkan resiko 4 hingga 9 kali lipat.

Sebuah studi yang dilaporkan dalam Journal of American Medical Association. Ini merupakan dosis yang sangat tinggi. Kelainan struktural mata dapat menjadi penyebab terjadinya glaukoma sekunder. menunjukkan terjadi peningkatan 40% insiden hipertensi bola mata dan glaukoma sudut terbuka pada orang dewasa yang membutuhkan sekitar 14 sampai 35 puffs corticosteroid inhaler untuk mengontrol asma. Resiko terjadinya glaukoma meningkat pada penggunaan kortikosterid dalam periode waktu yang lama. miopi. Faktor Resiko Glaukoma 7. 5 Mar 1997. pigmentary glaukoma.6.4 10 . granule-granule ini dapat memblokir trabecular meshwork. yang hanya diperlukan dalam kasus-kasus asma parah. hipermetropi. Sedangkan beberapa hal yang memperberat resiko glaukoma adalah : 1. Pada beberapa kasus membuktikan hubungan antara penggunaan kortikosteroid dengan glaukoma. Penggunaan Kortikosteroid Jangka Panjang. Kelainan pada Mata. sebagai contoh. Tabel 2. Pigmentary glaukoma adalah glaukoma sekunder yang disebabkan oleh pigmen granule yang di lepaskan dari bagian belakang iris.

Makin tua usia. Tekanan bola mata. orang suku Afrika dan Asia lebih tinggi risikonya untuk menderita Glaucoma dan kehilangan penglihatannya daripada orang kulit putih dan Glaucoma adalah salah satu penyebab utama kebutaan di Asia. Kalsifikasi glaucoma berdasarkan etiologi.5 KLASIFIKASI Dua jenis Glaucoma yang umum adalah Prymary Open Angle Glaucoma atau Glaukoma sudut terbuka dan Acute Angle Closure Glaucoma atau Glaukoma sudut tertutup. Glaukoma Primer 1. b. Diabetes melitus. Hipertensi. Pada umumnya. Tabel 3. a. Miopia. Akut b. Glaukoma Absolut 11 Glaucoma sudut terbuka primer (glaukoma sudut terbuka kronik. Keluarga penderita glaukoma. Tembakau. Glaucoma sudut tertutup . Glaucoma sudut terbuka a. Iris plateu B. A. Glaukoma Sekunder D. glaukoma sederhana kronik) Glaucoma tekanan normal (galukoma tekanan rendah) 2. resiko 2 kali lebih sering 7. resiko 4 kali lebih sering 5. Kronik d. Glaukoma Kongenital C. resiko 6 kali lebih sering 4.1. resiko 2 kali lebih sering 2. resiko 4 kali lebih sering 6. makin berat 3. makin tinggi makin berat 2. Subakut c.

1 GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP Glaukoma sudut tertutup primer terjadi pada mata dengan predisposisi anatomis tanpa disertai kelainan lain. Iris plateau b. Sinekia anterior perifer a. Glaucoma sumbatan siliaris b. Glaucoma sudut tertutup primer b. Pendesakan sudut a. Pascabedah pelepasan retina 3. Skleritis posterior d. Akibat kamera anterior yang datar c.Tabel 4. Midriasis untuk pemeriksaan fundus 4. Klasifikasi glaukoma berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokular A. Intumesensi lensa d. Pergeseran lensa ke anterior a. Akibat iris bombe d. Glaucoma sudut tertutup 1. Seklusio pupilae (sineksia posterior) c. Sumbatan vena retina sentralis c. Intumesensi lensa c. Penyempitan sudut kronik b. Kontraksi membran pratrabekular 2.6. Keadaan ini dapat 12 . Dislokasi lensa anterior e. Peningkatan tekanan intraocular terjadi karena sumbatan aliran keluar aqueous akibat adanya oklusi anyaman trabekular pleh iris perifer. Sumbatan pupil (iris bombe) a. Hifema 2.

Bahkan. iris secara bertahap akan menutup aliran. kornea membengkak dan kusam. Keadaan ini bisa terjadi akut atau kronis. sudutnya lebih dangkal dari rata-rata biasanya. Mata menjadi merah. pandangan kabur. Jika ini terjadi. Tidak semua penderita dengan glaucoma sudut tertutup akan mengalami gejala serangan akut. sehingga tidak ada gejala yang nyata. dan tekan dalam bola mata tidak meningkat 13 . Istilah glaukoma sudut tertutup primer hanya digunakan bila penutupan sudut primer telah menimbulkan kerusakan nervus optikus dan kehilangan lapangan pandang. makin dangkal sudut maka makin dekat pula iris terhadap jaringan trabecular meshwork. Diagnosis ditegakan dengan melakukan pemeriksaan segmen anterior dan gonioskopi yang cermat.2 Pada orang dengan kecenderungan untuk menderita glaucoma sudut tertutup ini. Gambar 4. Glaukoma sudut tertutup Kemampuan dari cairan mata untuk mengalir/melewati ruang antara iris dan lensa menjadi berkurang. Jika tekanan menjadi lebih tinggi membuat iris menghalangi jaringan trabecular meshwork. Pada yang akut. selanjutnya menjadikan sudut semakin dangkal. Pada keadaan ini. sebagian dapat berkembang menjadi bentuk yang kronis. Karena letak dari jaringan trabekular meshwork itu terletak di sudut yang terbentuk dimana kornea dan iris bertemu. maka akan terbentuk jaringan parut diantara iris dan aliran. menyebabkan tekanan karena cairan ini terbentuk di belakang iris.bermanifestasi sebagai suatu kedaruratan oftalmologik atau dapat tetap asimptomatik sampai timbul penurunan penglihatan. maka akan memblok aliran. terjadi peningkatan yang tiba-tiba tekanan dalam bola mata dan ini dapat terjadi dalam beberapa jam serta disertai nyeri yang sangat pada mata. dsb. Keadaan ini merupakan suatu keadaan yang perlu penanganan segera karena kerusakan terhadap syaraf opticus dapat terjadi dengan cepat dan menyebabkan kerusakan penglihatan yang menetap.

Tumbuhnya lensa . Batasan Glaucoma Sudut Tertutup Primer Akut Glaukoma primer sudut tertutup terjadi apabila terbentuk iris bombe yang menyebabkan sumbatan pada bilik mata depan oleh iris perifer.1 a. menimbulkan nyeri hebat.Iris tebal Faktor fisiologis yang menyebabkan coa sempit :6 Akomodasi Letak lensa lebih kedepan .Kongesti badan cilier 2. kemerahan.Dilatasi pupil . perubahan cuaca. Faktor anatomis yang menyebabkan sudut sempit adalah :6 Bulbus okuli yang pendek Kornea yang kecil . sat tingkat pencahayaan berkurang b. pupil berdilatasi sedang.6. menderita sakit (ex: flu). disertai sumbatan pupil. dan kekaburan penglihatan. cedera atau pembedahan. konsentrasi visus jarak dekat → blok pupil → sudut tertutup → TIO meningkat → gangguan integritas struktur dan fungsi segmen anterior. Hal ini biasanya terjadi pada malam hari.sampai terdapat jumlah jaringan parut yang banyak. Serangan akut biasanya terjadi pada pasien berusia tua seiring dengan pembeasran lensa kristalina yang berkaitan dengan penuaan. Pada glaukoma sudut tertutup. 14 . Hal ini menyumbat aliran humor aquos dan tekanan intraokuler meningkat dengan cepat. Serangan akut bisa dicegah dengan memberikan pengobatan. Patofisiologi Predisposisi → usia meningkat → cetusan berupa kelelahan. Glaukoma sudut tertutup terjadi pada mata yang sudah mengalami penyempitan anatomik pada bilik mata depan( dijumpai terutama pada hipermetrop).

berwarna kelabu. injeksi episklera ∗ ∗ ∗ ∗ Kornea : keruh. Diagnosis Hiperemi limbal dan konjungtiva. kemosis dengan injeksi silier. kadang-kadang didapatkan midriasis yang total. lonjong. Pupil : Melebar. bilik mata depan dangkal dengan flare dan cells. pupil dilatasi bulat lonjong 15 . Tanda Dan Gejala Gejala objektif : 6 ∗ ∗ Palpebra : Bengkak Konjungtiva bulbi : Hiperemia kongestif. warnanya kehijauan. refleks cahaya lamban atau tidak ada samasekali¹ Gejala Subjektif : 2 ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ Nyeri hebat Kemerahan ( injeksi siliaris ) Pengelihatan kabur Melihat halo Mual – muntah d. insensitif karena tekanan pada saraf kornea Bilik mata depan : Dangkal Iris : gambaran coklat bergaris tak nyata karena edema. injeksi konjungtiva. miring agak vertikal. iris bombans tanpa adanya rubeosis iridis. edema kornea.c.

e. bila kondisi mata sudah tenang. lensa posisi normal tidak katarak. Terdapat tahi mata. Hiperemi limbal dan konjungtiva disertai pendangkalan bilik mata depan pada penderita glaucoma akut sudut tertutup e. gliserin 1-1. timolol 0. ingat kemungkinan glaucoma sudut tertutup karena kelainan lensa. membedakannya dengan mencari penyebab sekundernya. Respon pupil dan tekanan intraokular normal. kornea sudah jernih dilakukan laser peripheral iridotomy atau iridektomy perifer. dan kornea biasanya tidak edematosa. nyerinya ringan atau tidak ada dan tidak terdapat gangguan penglihatan. Diagnosis Banding Iritis akut menimbulkan foto fobia lebih besar daripada glaukoma primer akut. dan terdapat injeksi siliaris dalam. Pada konjungtivitis akut. dapat juga dipakai manitol 20% 1 cc/kg BB larutan intravena (infus 60 – 150 tetes/menit). Sesudah 1 jam dilakukan pemeriksaan tonometri dan bilik mata depan. sudut bilik mata depan tertutu p.5% 2x/hari. pupil kontriksi. Penatalaksanaan Terapi awal ditujukan untuk menurunkan tekanan intraokular. injeksi konjungtiva hebat tapi tidak terdapat injeksi siliaris. jangan diberi pilokarpin (menyebabkan lensa bergerak ke depan. Keadaan pada glaukoma akut primer perlu diagnosis banding juga dengan glaukoma sudut tertutup sekunder. Gambar 5. bila terjadi penurunan (<40mmHg) beri pilokarpin 2% dan bila ½ jam tetap turun beri pilokarpin 1% 4x/hari.1% 4x/hari) untuk menekan reaksi radang dan menurunkan kerusakan iris dan trabekular. steroid topikal (prednisolone 1% atau dexametason 0. dan kornea jernih. Dikamera anterior tampak jelas sel-sel.vertikal refleks negatif.5 cc/kg BB dapat dicampur dengan sari jeruk dengan volume yang sama. Bila terjadi blok pupil 16 . Tapi ingat jika tekanan tidak turun. Acetanolamide 500 mg IV atau 500 mg oral dapat dilanjutkan 250 mg 4x/hari. tekanan intraokular biasanya tidak meningkat. tekanan intraokular sangat tinggi. blok pupil).

tetapi terjadi akumulasi kerusakan pada sudut kamera anterior berupa pembentukan sinekia anterior perifer.2 Glaukoma Sudut Tertutup Subakut Glaukoma subakut adalah suatu keadaan dimana terjadinya episode peningkatan TIO yang berlangsung singkat dan rekuren.siapkan untuk dilakukan argon laser peripheral iridoplasti (ALPI). mata tenang (2-3 hari) untuk selanjutnya dilakukan laser peripheral iridotomy. Gejala Subjektif • Sakit kepala sebelah pada mata yang sakit (timbul pada waktu sore hari karena pupil middilatasi sehingga iris menebal dan menempel pada trabekulum ª out flow terhambat) • • • Penglihatan sedikit menurun Melihat pelangi di sekitar lampu (hallo) Mata merah Gejala Objektif • • • Injeksi silier ringan Edema kornea ringan TIO meningkat 17 .6. Kunci untuk diagnosis terletak pada riwayat. tekanan turun. kemerahan. dan kekaburan penglihatan yang disertai halo disekitarnya. Episode penutupan sudut membaik secara spontan. 2. Untuk mata jiran sementara pilokarpin 1% 4x/hari sampai saat terbaik untuk dilakukan laser peripheral iridotomy. serangan sering terjadi malam hari. Kadang-kadang penutupan sudut menjadi akut. nyeri unilateral berulang.

fixed semidilated pupil.2. Bentuk primer berkembang pada mereka yang memiliki faktor predisposisi anatomi berupa sudut bilik mata depan yang tergolong sempit. Pemeriksaan fisik :2 Peningkatan TIO Sinekia anterior ( dengan tingkatan yang bervariasi ) Kelainan diskus optikus dan lapangan pandang. mendapat pengobatan yang tidak sempurna atau setelah terapi iridektomi perifer / trabekulektomi ( Glaukoma residual)6 b. Gambaran Klinis Atroti iris. dan papil saraf optik sudah mulai atroti. sudut bilik mata depan tertutup. Glaukoma tersebut dapat pula berkembang dari bentuk intermitten. -Sudut coa yang sempit e. Diagnosis Riwayat serangan glaucoma sudut tertutup primer akut beberapa waktu yang lalu disertai gejala klinis di atas. c. tekanan intraokular tinggi. Batasan Glaukoma jenis ini adalah glaukoma primer yang ditandai dengan tertutupnya trabekulum oleh iris perifer secara perlahan. Patofisiologi Terdapatnya sinekia anterior akibat dari glaukoma sudut tertutup primer akut yang berlangsung lama menyebabkan tekanan intraokular tetap tinggi disertai kerusakan pada papil saraf optik. Selain sudut bilik mata depan yang tertutup. bilik mata depan dangkal.6. subakut atau merambat ( creeping ) atau dari glaukoma sudut tertutup primer yang tidak mendapat pengobatan .Penatalaksanaan :2 • Terapi medikamentosa diberikan baik sebelum terapi iridektomi perifer maupun setelahnya 18 . gambaran klinisnya asimptomatis mirip glaukoma sudut terbuka primer. d.3 Glaukoma Sudut Tertutup Primer Kronik a.

6. Berikut merupakan jenis-jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan: 2.7 PEMERIKSAAN Pemeriksaan mata secara rutin merupakan cara terbaik untuk mendeteksi terjadinya glaucoma. Mata dengan kelainan ini jarang mengalami blokade pupil.2 2. Ada beberapa macam tonometry: Tonometry indentasi (schiotz) - Tonometry aplanasi (goldman) 19 .• Tindakan bedah trabekulektomi bila TIO diatas 21 mmHg setelah tindakan Iridektomi perifer dan medikamentosa. sekalipun telah dilakukan iridektomi perifer. sehingga menutup sudut (pendesakan sudut). Pengidap kelainan ini mengalami glaukoma sudut tertutup akut pada usia muda.4 Iris Plateau Iris plateau adalah suatu kelainan yang jarang dijumpai. Pada iris plateau. tetapi sudut bilik mata depannya sangat sempit karena posisi processus ciliares terlalu anterior. kedalaman bilik mata depan sentral normal.1 Tonometry: untuk mengukur tekanan intraokuler.7. dan sering mengalami kekambuhan setelah tindakan iridektomi laser perifer atau iridektomi bedah. tetapi dilatasi akan menyebabkan merapatnya iris perifer. Diperlukan terapi miotik jangka panjang atau iridoplasti dengan laser. • Tindakan bedah kombinasi trabekulektomi dan katarak bila ada indikasi keduanya 2.

2.7.- Tonometry non kontak Tonometry digital Pemeriksaan menggunakan tonometry adalah pemeriksaan yang paling sering dilakukan guna mendeteksi tekanan bola mata yang meningkat.3 Ophthalmoscopy: untuk mengevaluasi semua kerusakan diskus optikus Pemeriksaan menggunakan ophthalmoskop dilakukan guna memeriksa diskus optikus pada belakang mata. Kaca-kaca tersebut memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam mata dari araharah yang berlainan. Genioscopy juga dapat digunakan untuk melihat kelainan-kelainan pada pembuluh darah yang memungkinkan untuk mengganggu aliran humor aqueous keluar dari mata. Dari sinilah dapat kita tentukan apakah sudut mata terbuka atau menyempit. Dengan genioskopi kita dapat menilai lebar dan sempitnya sudut bilik mata depan. kerusakan pada syaraf optic. 2. 20 . dilakukan dengan cara membius mata dengan obat-obat tetes anasthesi dan menempatkan contact lens khusus yang tebal dengan kaca-kaca di dalamnya dan diletakkan pada mata.7.2 Gonioscopy: untuk memeriksa drainase sudut mata. disebut cupping of the disc dapat terdeteksi dengan cara ini.

Bukti klinis lain adanya kerusakan neuromn pada glaukoma adalah atrofi lapisan serat saraf . lubang sclera kecil sehingga cekungan optic juga kecil. Kedalaman cekungan optic juga meningkat sewaktu lamina cribosa tergeser ke belakang. Apabila terdapat peningkatan tekanan intraokular yang signifikan. Bentuk-bentuk lain atrofi optikus menyebabkan pemucatan luas tanpa peningkatan cekungan diskus optikus. rasio cekungan-diskus yang lebih besar dari 0. Besaran tersebut adalah perbandingan antara ukuran cekungan terhadap garis tengah diskus . Cekungan kecil adalah 0. Pada mata hipermetropik.dan mendahului terbentuknya perubahan-perubahan pada diskus optikus. Pada mata myopic hal yang sebaliknya terjadi.cawan / cekungan fisiologik – yang ukurannya bervariasi bergantung pada jumlah relative serat yang menyusun saraf optikus terhadap ukuran lubang sclera yang harus dilewati oleh serat-serat tersebut.1 dan cekungan besar 0. Atrofi optikus akibat glaucoma menimbulkan kelainan-kelainan diskus khas yang terutama ditandai oleh berkurangnya substansi diskus – yang ditandai sebagai pambesaran cekungan diskus optikus.disertai pemucatan diskus di daerah cekungan.Diskus optikus normal memiliki cekungan di bagian tengahnya (depresi sentral). Pada glaucoma mula-mula terjadi pembesaran konsentrik cekungan optic yang diikuti oleh pencekungan superior dan inferior yang disertai pentakikan fokal tepi diskus optikos. Rasio cekungan-diskus adalah cara yang berguna untuk mencatat ukuran diskus optikus pada pasien glaukoma. Seiring dengan pembentukan cekungan.5 atau adanya asimetri bermakna antara kedua mata sangat mengisyaratkan adanya atrofi glaukomatosa. mis. Hasil akhir pada pencekungan berupa cekungan bean-pot (periuk) tempat tidak terlihat di bagian tepi. 21 . Penilaian klinis diskus optikus dapat dilakukan dengan oftalmoskopi langsung atau dengan pemeriksaan menggunakan lensa 70 dioptri.9. lensa Hruby atau lensa kontak kornea khusus yang memberi gambaran tiga dimensi. Hal ini dapat terdeteksi (tanda Hoyt) dengan oftalmoskopi –terutama apabila digunakan cahaya bebas merah. pembuluh retina di diskus tergeser kea rah hidung.

2. 22 .7. 2.4 Perimetry: Uji lapang pandangan masing-masing mata. Setiap penderita yang diduga menderita glaucoma harus diperiksa secara periodic dengan beberapa cara: Tangen screen/ Bjerrum: digunakan untuk mendeteksi kelainan daerah sentral. - Perimeter goldman: untuk memeriksa lapang pandangan sentral dan perifer Perimeter automatis Tes konfrontasi: untuk memeriksa lapang pandangan perifer yang memiliki arti bila ada glaucoma yang sudah lanjut. Uji lapang pandangan sangat penting untuk mendeteksi glaucoma sudut terbuka dan memantau penurunan visus.5 Pechymetry: untuk menentukan ketebalan kornea.7.

Semua obat parasimpatomimetik menimbulkan miosis disertai meredupnya penglihatan.8 2. betaksolol 0. Kontraindikasi utama Agonis adrenergik alfa 2. Obat pilihan adalah pilokarpin 0.4 Miotik.5 %.1.5 g cc/Kg BB dalam satu larutan dengan sari jeruk dalam volume yang sama.2 Fasilitasi Aliran Keluar Humor Aqueous Parasimpatomimetik meningkatkan aliran keluar yang bekerja pada jaringan trabekular melalui kontraksi otot siliaris.1 Supresi Pembentukan Humor Aqueous Penghambat beta adrenergik adalah obat yang paling luas digunakan untuk terapi glaukoma.25 % dan 0. 1.8. juga terjadi penurunan produksi humor aqueous.1 PENGOBATAN Pengobatan Medis 1. Jika terdapat kontraindikasi dapat dipakai manitol 20 % 1 cc /Kg BB. Timolol 0. Siklopegik dapat digunakan untuk melemaskan otot siliaris sehingga mengencangkan apparatus zonularis dalam usaha untuk menarik lensa kebelakang. 23 .Midriatik dan Siklopegik Konstriksi pupil sangat penting dalam penatalaksanaan glaucoma sudut tertutup primer akut.5 – 6 % ( sering 2 %). setazolamid adalah yang paling banyak digunakan atau juga dapat digunakan diamox 500 mg 1.25 % dan adalah penyakit obsturri jalan nafas. 0. Gliserin oral 1 . Inhibitor karbonat anhidrase sistemik. 1. Dilatasi pupil penting dalam pengobatan penutupan sudut pada iris bombe karena sinekia posteriotor. Epinefrin dan dipiverin mempunyai efek pada pembentukan humor aqueous. Apabila penutupan sudut disebabkan oleh pergeseran lensa anterior. 60 – 100 tetes tiap menit IV.2.5 %. Selain itu.3 Menurunkan Volume Korpus Vitreum Obat – obatan hiperosmotik menyebabkan darah hipertonik sehingga cairan tertarik keluar dari korpus vitreum.

Teknik ini dapat diteapkan untuk glaukoma sudut terbuka 2. Iridotomi perifer secara bedah menghasilkan keberhasilan jangka panjang yang relatif baik.3 Bedah Drainase Glaukoma Tindakan bedah untuk membuat jalan pintas dari mekanisme drainase normal. 2.4 Siklodestruktif 24 . sehingga terbentuk akses langsung dari kamera anterior kejaringan subkonjungtiva atau orbita . terapi laser memerlukan kornea yang relatif jernih dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokular yang cukup besar. dapat dibuat dengan trabekulotomi atau insrsi selang drainase 2.2 Trabekuloplasti Laser Penggunaan laser untuk menimbulkan luka bakar pada jalinan trabekular dan kanalis schlemm.1 Iridektomi Dan Iridotomi Perifer Walaupun lebih mudah dilakukan.8. dengan tujuan melancarkan aliran humor aqueous.2.2 TERAPI BEDAH dan LASER 2.

Diperkirakan 66 juta penduduk dunia sampai tahun 2010 akan menderita gangguan penglihatan karena glaukoma.Kegagalan terapi medis dan bedah dapat dipertimbangkan tindakan destruksi korpus siliaris dengan laser atau bedah. tetapi pada kebanyakan kasus glaukoma dapat dikendalikan. Penderita glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi 25 .⁴ Glaukoma adalah penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia setelah katarak. Glaukoma disebut sebagai 'pencuri penglihatan' karena sering berkembang tanpa gejala yang nyata. BAB III KESIMPULAN Glaukoma adalah suatu keadaan patologi dimana terjadinya peningkatan tekanan intraokular (TIO) yang lebih tinggi dari normal secara berangsur-angsur akan merusak serabut saraf optik yang terdapat di dalam bola mata sehingga mengakibatkan gangguan lapangan pandang pengelihatan yang khas dan atrofi papil saraf optik. Kebutaan karena glaukoma tidak bisa disembuhkan. Semua teknik siklodestruktif dapat menyebabkan ptisis bulbi.

Meskipun belum ada cara untuk memperbaiki kerusakan penglihatan yang terjadi akibat glaukoma. tablet. tindakan laser atau operasi yang bertujuan untuk menurunkan/menstabilkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Glaukoma dapat ditangani dengan obat tetes mata. Glaukoma Sudut tertutup (closed-angle glaucoma)     Akut Subakut Kronik Iris Plateau 2) Glaukoma Kongenital 3) Glaukoma Sekunder 4) Glaukoma Absolut Semua jenis glaukoma harus dikontrol secara teratur ke dokter mata selama hidupnya. Glaukoma Sudut terbuka (open-angle glaucoma) b. Obat-obat yang dipakai perlu dikontrol oleh dokter spesialis mata agar disesuaikan dengan kebutuhan pasien. 26 . Semakin dini deteksi glaukoma maka akan semakin besar tingkat kesuksesan pencegahan kerusakan penglihatan. Berdasarkan Etiologi glaukoma dapat dibagi berdasarkan.¹ Karena kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diperbaiki.kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. Hal tersebut dikarenakan tajam penglihatan dapat menghilang secara perlahan tanpa diketahui penderitanya. Medikamentosa dan tindakan pembedahan hanya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari saraf mata tersebut. maka deteksi. diagnosa dan penanganan harus dilakukan sedini mungkin. yaitu : 1) Glaukoma Primer a. pada kebanyakan kasus glaukoma dapat dikendalikan. Diperkirakan 50% penderita glaukoma tidak menyadari mereka menderita penyakit tersebut. Satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa saraf mata yang sudah mati tidak dapat diperbaiki lagi.

glaucomatoday. A. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. FRCS. New Age International (P) limited. Taylor. Louis B.pdf 4. Ilmu Penyakit Mata. 2009. Daniel G. Barbara C. 12 dan 212-229 2. Comprehensive Opthalmology. New Delhi. FRCOphth. Marsh. Paul. Vaughan. hal. Khurana.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta. MD. Edisi ke 3. 4th edition.com/art/0505/clinstrat. Last updated june 2005. EGC. 2006 27 . MD. Available from http://www. Oftalmologi Umum. Hal 205-208 3. The speath Gonioscopic Grading System. dan Riordan-Eva. Diana Susanto. Editor. Cantor.K. 2007. Ilyas Sidarta. Asbury.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->