P. 1
Biologi 1 Sks Ds_2013.Doc 1

Biologi 1 Sks Ds_2013.Doc 1

|Views: 119|Likes:
Published by Farhan Akbar
BIOLOGI 1 SKS DS 2013
BIOLOGI 1 SKS DS 2013

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Farhan Akbar on May 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2013

pdf

text

original

DAFTAR ISI MODUL BIOLOGI 1

BAB 1. MENGENAL BIOLOGI SEBAGAI ILMU BAB 2. KEANEKARAGAMAN HAYATI BAB 3. PEGELOMPOKKAN MAHLUK HIDUP BAB 4. KEANEKARAGAMAN HAYATI BAB 5. EKOSISTEM

BAB 1 MENGENAL BIOLOGI SEBAGAI ILMU A. Biologi sebagai Ilmu Ilmu pengetahuan lahir dari suatu rangkaian aktivitas akal manusia yang disusun secara sistematis. Semua yang dinamakan ilmu pengetahuan selalu memiliki syarat-syarat atau ciriciri tertentu. Sifat dan ciri ilmu tersebut adalah memiliki objek, menggunakan metode, sistematis, universal, objektif, analitis, dan verifikatif. Berikut ini identifikasi dari sifat dan ciri dari ilmu pengetahuan atau ilmu yang dihasilkan oleh manusia. 1. Memiliki objek Setiap ilmu umumnya membatasi diri pada segi kajian tertentu. Misalnya matematika mengkaji pada objek angkaangka, fisika pada objek benda-benda fisik, kimia berupa zat-zat penyusun dan reaksi yang terjadi, dan biologi memfokuskan pada objek makhluk hidup yang ada maupun yang pernah ada di dunia ini. 2. Memiliki metode Berkembangnya ilmu pengetahuan tidak dapat terjadi secara kebetulan ataupun asal-asalan, melainkan mengikuti metode tertentu. Dalam mempelajari obyek kajian biologi digunakan metode ilmiah untuk menemukan kebenaran. Metode ini telah dibakukan agar dapat digunakan dan dilakukan oleh siapa saja. Ilmu yang dikembangkan dengan menggunakan metode ini kebenarannya diakui secara ilmiah. 3. Bersifat sistematis Agar mudah dikaji, ilmu pengetahuan harus tersusun mulai yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Konsep yang mendasari harus mengandung hubungan sedemikian rupa yang saling mendukung dan bukan saling bertentangan. Contohnya, dalam biologi disajikan konsep sel, jaringan organ, sistem organ dan individu yang menunjukkan adanya hierarki hubungan yang saling memperkuat objek kajian. Inilah yang dinamakan tersusun secara sistematis. 4. Universal Kebenaran yang disajikan dalam ilmu pengetahuan harus berlaku secara umum. Dalam biologi, hukum-hukum atau kaidah ilmu yang ada juga berlaku secara umum. Misalnya, kaidah tentang reproduksi generatif merupakan cara reproduksi organisme yang harus didahului dengan peleburan dua sel (gamet jantan dan betina). Ini berlaku pada semua jenis organisme. 5. Objektif Pernyataan dalam suatu ilmu pengetahuan harus bersifat jujur, yaitu menggambarkan kondisi apa adanya, mengandung data atau informasi yang sebenarnya, bebas dari prasangka, kesenjangan, atau kepentingan pribadi. Bila ilmu tidak bersifat objektif maka akan sulit berkembang, apalagi untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat manusia. 6. Analitis Kajian dari sebuah ilmu akan menuju hal-hal yang lebih khusus seperti bagian, sifat, peranan dan berbagai hubungan. Untuk memahami hal yang bersifat khusus perlu pengkajian secara khusus pula, sehingga terdapat antar hubungan bagian yang dikaji sebagai hasil analisa. Oleh karena itu, sebuah ilmu akan terbagi menjadi berbagai cabang ilmu dengan kajian yang lebih khusus. Contohnya biologi mempunyai cabang zoologi, botani, fisiologi, anatomi, genetika, dan embriologi. 7. Verifikatif Kebenaran dalam sebuah ilmu bukanlah bersifat mutlak tetapi bersifat terbuka atau verifikatif yang juga dikenal dengan kebenaran ilmiah. Artinya, sesuatu yang semula dianggap benar suatu saat mungkin menjadi salah bila ditemukan bukti-bukti baru yang menentang

kebenaran sebelumnya. Masih ingat dengan teori Generatio Spontanea yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati? Louis Pasteur berhasil menemukan bukti baru melalui percobaannya, sehingga tumbanglah teori tersebut dan berlakulah teori Biogenesis sampai saat ini. B. Objek dan Persoalan Biologi Sejak abad 19 permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia semakin kompleks. Hal ini mendorong banyak manusia tertarik mempelajari objek biologi. Namun objek biologi tidak hanya berkisar pada manusia saja, melainkan mencakup tentang segala segi kehidupan makhluk hidup. Apa sajakah yang menjadi objek biologi? Bagaimanakah cara mengkaji objek tersebut? Pertanyaanpertanyaan ini sangat penting sebagai jembatan untuk memahami kehidupan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Berikut ini gambaran mengenai ruang lingkup yang dikaji dalam biologi.

Jamur

Jaringan Kulit

Virus

Sel Tumbuhan

C. Cabang-Cabang Biologi Ruang lingkup biologi yang makin meluas, menuntut para ahli biologi untuk membuat pengkhususan kajian sesuai pada objeknya yang lebih mendalam sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi kehidupan pada umumnya. Pengkhususan kajian yang mendalam ini menghasilkan berbagai cabang ilmu biologi yang semakin hari semakin banyak. Ibarat pohon, biologi merupakan pohon ilmu yang sangat besar memiliki cabangcabang ilmu dan tiap cabang menghasilkan anak cabang ilmu baru yang berkembang semakin pesat N o Cabang Biologi Objek yang dikaji 1 Zoologi Mempelajari tentang seluk beluk kehidupan hewan. 2 Botani Mempelajari tentang berbagai ciri dan kehidupan tumbuhan. 3 Mikrobiologi Mengkaji berbagai sifat, ciri, dan fisiologi kehidupan mikroba. 4 Histologi Mengkaji tentang jaringan penyusun organisme. 5 Sitologi Mengkaji tentang segala sesuatu tentang kehidupan sel.

D. Manfaat Mempelajari Biologi dan Bahayanya Berkembangnya suatu ilmu diharapkan memberikan kontribusi kepada kesejahteraan bagi kehidupan. Dengan berkembangnya berbagai cabang biologi akan semakin bertambah besar peluang manfaat yang disumbangkan oleh biologi, antara lain. 1. Memberikan pemahaman lebih mendalam kepada diri seseorang yang dapat diterapkan sebagai dasar untuk meningkatkan taraf hidupnya. 2. Memberikan pengetahuan akan berbagai sumber daya hayati yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. 3. Memberikan rangsangan pada manusia untuk melakukan diversifikasi pemanfaatan sumber daya hayati sehingga diperoleh sumber baru yang berbeda. 4. Memberikan pengetahuan untuk melakukan konservasi terhadap sumber daya hayati agar tidak punah. Seseorang yang memahami biologi akan bersikap dan bertindak lain dalam menghadapi permasalahan kehidupan dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki pemahaman biologi. Contohnya, ketika munculnya wabah SARS, anggota masyarakat disarankan menggunakan masker. Orang awam mungkin beranggapan dengan menggunakan masker mereka tidak akan terkena SARS. Sementara itu bagi yang memahami akan virus, mereka menyadari hanya untuk mencegah meluasnya virus SARS saja, dan mereka selalu waspada dengan menjaga kebersihan serta mempersiapkan tindakan yang tepat bila menjumpai gejalaSARS di masyarakat. Selain manfaat, kemajuan ilmu pengetahuan terkadang mengandung sisi negatif yang tidak diharapkan. Perkem-bangan biologi dalam teknik rekayasa genetika tidak diragukan lagi dapat menghasilkan bibit-bibit unggul yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Jika teknik ini disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, mungkin dapat menghasilkan bibitbibit yang malah membahayakan bagi kehidupan. Bila ini terjadi, kesejahteraan hidup yang seharusnya disumbangkan ilmu pengetahuan tidak tercapai, tetapi justru menyengsarakan kehidupan. Untuk menghindari penyelewengan dan penyalahgunaan teknologi, khususnya dibidang biologi, baru-baru ini dikembangkan aturan-aturan baku atau etika yang harus diperhatikan oleh para ahli yang tertarik pada objek kajian biologi yang disebut bioetika. Dalam bioetika memuat norma-norma atau kesepakatan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seseorang yang berkaitan dengan penelitian di bidang biologi.

LATIHAN SOAL: HAKIKAT BIOLOGI SEBAGAI ILMU
1.Ilmu biologi memiliki karakteristik yang berbeda dengan ilmu sains yang lain. Karakteristik ilmu biologi adalah ........................ a. Unsur b. molekul c. gas d. organisme e. radiasi 2.Bidang ilmu yang mengkaji tentang molekul-molekul penyusun tubuh makhluk hidup, interaksi antara makhluk hidup dengan segala permasalahannya adalah ............ a. Teknologi b. Biokimia c. biologi d. kimia e. fisika 3.Cabang ilmu biologi yang mengkaji tentang molekul-molekul pembawa sifat menurun adalah .. a. Biokimia b. genetika c. Biologi molekuler d. embriologi e. fisiolofi 4.Asam amino, glukosa dan asam lemak serta gliserol adalah molekulmolekul kecil penyusun bahan organik yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Cabang biologi yang mengkaji tentang molekul yang menyusun tubuh makhluk hidup adalah ... a. Biokimia b. genetika c. Biologi molekuler d. embriologi e. fisiologi 5.Cabang ilmu yang berkaitan dengan gambar dibawah ini adalah .........

a. Bakteriologi b. virologi c. parasitologi d. sitologi e. mikrobiologi 6.Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit dan penanggulangannya adalah ........ a. Parasitologi b. Mikologi c. mikrobiologi d. onkologi e. patologi 7.Cabang ilmu biologi yang berkaitan dengan gambar dibawah ini adalah ...

a. Mikologi b. Mikrobiologi c. parasitologi d. sitologi e. botani 8.Cabang biologi yang mepelajari tentang pengelompokkan makhluk hidup adalah ... a. ekologi b. taksonomi c. biogeografi d. biologi populasi e. Embriologi

9.Perhatikan gambar dibawah ini.

Cabang ilmu yang berkaitan adalah ... a. sitologi b. histologi c. organologi d. embriologi e. transportasi 10.Teknologi biologi dalam membuat satu atau lebih replika suatu individu disebut ... a. Rekayasa genetika b. Teknik kloning c. Bioteknologi d. Genetika e. Kultur jaringan 11.Jenis bakteri yang dimanfaatkan untuk merubah susu menjadi yogurt adalah ... a. Rhizopus b. Ragi c. Penicillium d. lactobacillus e. Acetobacter

12. Perhatikan gambar dibawah ini!

Makanan di atas berhasil dikembankan berkat kemajuan biologi dalam bidang .... a. Bakteriologi b. Mikrobiologi c. mikologi d. sanitasi e. sitologi 13.Cabang ilmu biologi yang mengkaji interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya adalah ... a. ekologi b. ekosistem c. bioma d. biografi e. bioteknologi 14.Gambar dibawah ini merupakan kajian biologi tingkat ....

a. ekosistem b. populasi c. komunitas d. biosfer

e. bioma 15.Ekosistem dalam skala yang luas, dicirikan dengan lumut sebagai tanaman yang dominan adalah ... a. Bioma gurun b. Bioma padang rumput c. Bioma tundra d. Bioma taiga e. Bioma mangrove 16.Upaya pengembangbiakan tanaman yang seragam dalam jumlah besar dan waktu yang singkat disebut .... a. mencangkok b. stek c. merunduk d. hibridisasi e. kultur jaringan 17.”Ketupat lebih tahan lama dibandingkan nasi”. Rumusan masalah yang tepat dari judul di atas adalah ... a. Mengapa nasi cepat basi? b. Mengapa banyak orang menyukai ketupat? c. Apakah pasangan lauk yang tepat untuk ketupat? d. Berapa banyak jumlah beras untuk membentuk ketupat? e. Berapa lama ketupat bisa awet? 18.Manakah dari pernyataan dibawah ini berupa rumusan hipotesis? a. Nasi lebih cepat basi karena diserang bakteri b. Ketupat tidak cepat basi karena tertutup c. Ketupat lebih awet dibandingkan nasi karena kulit janur mengandung pengawet d. Nasi lebih cepat basi karena terlalu lembek e. Ketupat lebih awet karena lebih kenyal dari nasi 19.Tentukan variabel terikat dari judul masalah pada soal nomer 17! a. aneka macam bungkus nasi b. Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi basi c. Bakteri penyebab kebusukan d. Cara memasak yang kurang lama e. Kadar air yang terkandung dalam nasi 20.Cabang biologi yang mengkaji fungsi kerja alat-alat tubuh adalah a. Fisiologi b. Anatomi c. morfologi d. genetika

e. sitologi Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan tepat! 1.Sebutkan urut-urutan kajian biologi dari yang terbesar sampai yang terkecil! 2.Sebutkan cabang ilmu yang bidang kajiannya membahas tentang organisme! 3.Pupuk kandang dapat mempercepat proses pembentukan buah tomat dibandingkan dengan pupuk kompos a.Buatlah 1 rumusan masalah b.Tentukan variabel penelitiannya c.Buat rumusan hipotesisnya Isilah titik titik dibawah ini dengan singkat dan tepat! 1.Biologi memiliki karakter yang berbeda dengan ilmu sains lainnya. Karakter tersebut adalah .................... 2.Cabang ilmu yang berkaitan dengan gambar dibawah ini adalah ....

3.Molekul terkecil penyusun protein adalah .................... 4.Cabang biologi seperti sitologi, onkologi dan bakteriologi. Objek biologi yang dikaji ketiga cabang ilmu tersebut adalah .................... 5.Kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama saling berinteraksi satu dengan yang lain dipelajari dalam cabang biologi ...... 6.Penyakit influensa, campak dan polio dipelajari dalam cabang biologi ...... 7.Cabang ilmu yang berkaitan dengan gambar dibawah ini adalah ... 8.Tujuan dikembangkan teknik rekayasa genetika adalah ... 9.Bakteri Lactobacillus casey digunakan untuk merubah bahan makanan susu menjadi .......... 10.Bahan dasar untuk pembuatan kecap adalah .................. 11.Organisme yang mempu merubah air kelapa menjadi nata de coco adalah ....

12.Cabang biologi yang mempelajari tentang penyebaran penyakit dan upaya penanggulangannya adalah ... 13.Cabang biologi yang berkaitan dengan gambar dibawah ini adalah

14.Cabang ilmu biologi yang mengkaji interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya adalah ... 15.Salah satu cabang ilmu yang merupakan kelompok ilmu terapan adalah ...... 16.Urut-urutan kajian biologi seperti terlihat pada gambar dibawah ini adalah ....

17.Vegetasi atau tumbuhan dominan yang terdapat di padang pasir adalah .... 18.Perkembangan biologi dalam teknik kultur jaringan, dan teknik hibridisasi merupakan kemajuan biologi dalam bidang .... 19.Untuk mendapatkan hewan unggul dikembangkan teknik fertilisasi in vitro yang berarti ........................ 20.Cabang ilmu yang berkaitan dengan gambar dibawah ini adalah ....

21.Langkah-langkah yang digunakan secara sistematis untuk memecahkan masalah disebut ... 22.Intisari dari suatu penelitian yang mampu menjawab hipotesis disebut ...... Tempe dengan bungkusan daun memiliki cita rasa harum dibandingkan tempe bungkusan plastik 23.Buatlah 3 rumusan masalahnya 24.Tuliskan 1 rumusan hipotesisnya

25.Tentukan variabel penelitiannya 26.Buatlah rancangan eksperimennya 27.Rumuskan 3 kesimpulannya

BAB 2 KEANEKARAGAMAN HAYATI Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Misalnya dari mahluk bersel satu hingga mahluk bersel banyak; dan tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks, misalnya dari spesies sampai ekosistem. Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu : 1. Keanekaragaman gen Setiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis. misalnya : - variasi jenis kelapa : kelapa gading, kelapa hijau - variasi jenis anjing : anjing bulldog, anjing herder, anjing kampung Yang membuat variasi tadi adalah : Rumus : F = G + L F = fenotip G = genoti L = lingkungan Jika G berubah karena suatu hal (mutasi dll) atau L berubah maka akan terjadi perubahan di F. Perubahan inilah yang menyebabkan terjadinya variasi tadi.

Gbr. Variasi morfologi dalam satu jenis gandum akibat persilangan 2. Keanekaragaman jenis (spesies) Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba. misalnya : - variasi dalam satu famili antara kucing dan harimau. Mereka termasuk dalam satu

famili(famili/keluarga Felidae) walaupun ada perbedaan fisik, tingkah laku dan habitat. 3. Keanekaragaman ekosistem Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir. misalnya : ekosistem lumut, ekosistem hutan tropis, ekosistem gurun, masing-masing ekosistem memiliki organisme yang khas untuk ekosistem tersebut. misalnya lagi, ekosistem gurun di dalamnya ada unta, kaktus, dan ekosistem hutan tropis di dalamnya ada harimau. Ketiga macam keanekaragaman tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketiganya dipandang sebagai suatu keseluruhan atau totalitas yaitu sebagai keanekaragaman hayati. Manfaat Mempelajari Keanekaragaman Hayati

1

Dengan mengetahui adanya keanekaragamaan gen merupakan modal dasar untuk melakukan rekayasa genetika dan hibridisasi (kawin silang) untuk mendapatkan bibit unggul yang diharapkan. Dengan mengetahui adanya kenaekaragaman jenis dapat menuntun kita untuk mencari alternatif dari bahan makanan, bahan sandang, dan papan, juga dapat menuntun kita memilih hewan-hewan unggul yang dapat dibudidayakan. Dengan mengetahui adanya keanekaragaman ekosistem kita dapat mengembangkan sumber daya hayati yang cocok dengan ekosistem tertentu sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian dan peternakan yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2

3

Sistem Klasifikasi Dibedakan menjadi 3 1 Sistem Klasifikasi Alamiah - diciptakan oleh Theophrastus (370SM - 285SM), salah satu murid Aristoteles - didasarkan pada bentuk yang dapat dilihat dengan mata biasa (morfologi) - tumbuhan dibagi menjadi 4 kelompok : pohon, semak, perdu dan herba

2

Sistem Klasifikasi Buatan - diciptakan oleh Carolus Linnaeus (1707-1778), ilmuwan swedia - dikenal sebagai Bapak Klasifikasi - dasar yang digunakan adalah alat reproduksi seksual, dasar lain yang digunakan adalah morfologi. - merupakan penggolongan mahluk hidup berdasarkan pengaruhnya terhadap manusia - misalnya : beracun atau berguna, piaraan atau liar, gulma atau sayuran.

3

Sistem Klasifikasi filogenetik - diciptakan oleh Charles Darwin 1859, menerbitkan buku tentang teori evolusi. - Ia menyatakan bahwa persamaan struktur tubuh menunjukkan hubungan kekerabatan yang lebih dekat. - didasarkan urutan perkembangan mahluk hidup (filogeni) serta mengetahui hubungan kekerabatan antara satu dengan yang lainnya.

Gbr. pohon filogeni dari beruan dan rakoon

Cara Klasifikasi Dan Tata Nama

TINGKAT TAKSONOMI Disebut juga tingkat pengelompokkan.Tingkatan ini disusun oleh kelompok (takson) yang paling umum sampai kepada kelompok yang paling khusus, dengan urutan tingkatan sebagai berikut: 1. Regnum/Kingdom 2. Divisio/Phyllum 3. Classis 4. Ordo 5. Familia 6. Genus 7. Species TATA NAMA Dalam pemberian nama mahluk hidup kita mengenal nama daerah (anjing, dog) dan nama ilmiah (ex: canine). Nama daerah hanya dapat dimengerti oleh penduduk di daerah itu. Nama Ilmiah digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di seluruh dunia menggunakan bahasa latin/yang dilatinkan. Setiap organisme hanya memiliki satu nama yang sah. CARA PEMBERIAN NAMA JENIS Sistem tata nama yang digunakan disebut "binomial nomenclatur" yaitu pemberian nama jenis/spesies dengan menggunakan 2 kata. Misalnya: padi > Oryza sativa. Cara : Kata depan : nama marga (genus) Kata belakang : nama petunjuk spesies (spesies epithet). Sistem binomial nomenklatur dipopulerkan pemakaiannya oleh Carolus Linnaeus. CARA PEMBERIAN NAMA KELAS, BANGSA DAN FAMILI 1. Nama kelas adalah nama genus + nae. contoh: Equisetum + nae, menjadi kelas Equisetinae. 2. Nama ordo adalah nama genus + ales. contoh: zingiber + ales, menjadi ordo Zingiberales. 3. Nama famili adalah nama genus + aceae. contoh: Canna + aceae, menjadi famili Cannacea (Dunia/Kerajaan) (Tumbuhan/Hewan) (Kelas) (Bangsa) (Suku) (Marga) (Jenis)

Whitaker (1969) mengelompokkan mahluk hidup ke dalam lima kerajaan/regnum: 1. Regnum Monera Monera merupakan golongan organisme yang bersifat prokariotik (inti selnya tidak memiliki selaput inti). Regnum ini dibagi menjadi dua golongan yaitu : 1.1. 1.2. Golongan bakteri (Schizophyta/Schizomycetes) Golongan ganggang biru (Cyanophyta)

2. Regnum Protista Protista merupakan organisme yang bersifat eukariotik (inti selnya sudah memiliki selaput inti). Pembentukan regnum ini diusulkan oleh Ernst Haeckel atas pertimbangan adanya organise-organisme yagn memiliki ciri tumbuhan (berklorofil) sekaligus memiliki ciri hewan (dapat bergerak). Yang termasuk dalam regnum ini adalah : 2.1. 2.2. Protozoa Ganggang bersel satu

3. Regnum Fungi (Jamur) Fungi merupakan organisme uniseluler (bersel satu) dan multiseluler (bersel banyak) yang tidak berklorofil, fungi multiseluler dapat membentuk benang-benang yang disebut hifa. Seluruh anggota dari regnum ini bersifat heterotrof. Regnum ini dibagi menjadi beberapa divisi yaitu: 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. Oomycotina Zygomycotina Ascomycotina Basidiomycotina Deuteromycotina

4. Regnum Plantae (Tumbuhan Hijau) Meliputi organisme bersel banyak (multiseluler) dan sel-selnya mempunyai dinding sel. Hampir seluruh anggota berklorofil sehinga sifatnya autotrof. Yang termasuk dalam Regnum Plantae adalah: 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. Ganggang bersel banyak (diluar ganggang biru) Lumut (Bryophyta) Paku-pakuan (Pteridophyta) Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

5. Regnum Animalia (Kerajaan Hewan) Meliputi organisme bersel banyak, yang sel-selnya tidak berdinding sel dan tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof. Yang termasuk regnum ini adalah filum: 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6 1.7 1.8 Porifera Coelenterata Platyhelminthes Nemathelminthes Annelida Echinodermata Arthropoda Chordata

Klasifikasi Tumbuhan Dan Hewan KLASIFIKASI TUMBUHAN Anggota +/- 500.000 - 600.000 spesies 1. a. b. c. d. ALGA/GANGGANG Dibagi dalam beberapa kelas: Chlorophyta: Ganggang Hijau Chrysophyta: Ganggang Keemasan Phaeophyta: Ganggang Pirang/Coklat Rhodophyta: Ganggang Merah.

2.

BRYOPHYTA: LUMUT

3. a. b. c. d.

PTERIDOPHYTA: PAKU-PAKUAN Dibagi menjadi beberapa kelas: Kelas Psilophytinae Kelas Equisetinae Kelas Lycopodinae Kelas Filicinae

4.

SPERMATOPHYTA ATAU TUMBUHAN BERBIJI Menghasilkan biji sebagai alat berkembang biak, nama lainnya Embriophyta Siphonogamae (tumbuhan berembrio yang perkawinannya melalui suatu saluran) atau Antophyta (tumbuhan berbunga) atau Phanerogamae (alat kelaminnya tampak jelas yaitu berupa benang sari dan putik).

KLASIFIKASI HEWAN Dalam mengelompokkan hewan untuk takson filum para ahli biologi menggunakan beberapa karakteristik hewan, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Uniseluler atau multiseluler Diploblastik atau tripoblastik. Metameri atau non metameri. Asimetri, simetri radial atau simetri bilateral. Anggota tubuh berbuku-buku atau tidak. Mempunyai kerangka luar atau kerangka dalam. Mempunyai notokord atau tidak. Bentuk dan letak sistem organ.

Untuk klasifikasi hewan, yang dibahas hanya filum Chordata. FILUM CHORDATA ciri utama adalah (1) memiliki chorda dorsalis/notokord dan (2) tubuhnya simetris bilateral. Dibagi menjadi 4 subfilum : 1. 2. 3. 4. subfilum Hemichordata subfilum Tunicata/Urochordata subfilum Cephalochordata subfilum Vertebrata

Subfilum Vertebrata dibagi menjadi beberapa kelas: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kelas Agnatha Chondrichtyes Osteichtyes Amphibi Kelas Reptil Kelas Aves Kelas Mamalia : Ikan tidak berahang : Ikan bertulang rawan : Ikan bertulang sejati : katak dan salamander : hewan melata : unggas : hewan menyusui

Contoh : Klasifikasi kucing Regnum = Animalia, Filum = Chordata, Subfilum = Vertebrata, Kelas = Mamalia, Ordo = Carnivora, Famili = Felidae, Genus = Felis, Species = Felis domestica (Kucing)

LKS Jenis-jenis Klasifikasi Makhluk Hidup KLASIFIKASI ARTIFISIAL Pendahuluan Di dunia ini di kenal beranekaragam makhluk hidup yang diperkirakan berjumlah 2 juta species. Jumlah ini akan terus bertambah, sebab setiap waktu ada saja species baru yang ditemukan. Agar mudah di pelajari, maka makhluk hidup yang beranekaragam itu perlu di kelompokkan. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri, atau kekerabatan disebut klasifikasi. Dalam persamaan ciri terdapat perbedaan dan dalam perbedaan terdapat persamaan. Makin banyak persamaan ciri makin maka makin dekat hubungan perkerabatannya, demikian sebaliknya Sistem klasifikasi makhluk hidup dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sistem artifisiaL, sistem alam dan sistem filogenetik. Sistem artifisial dan sistem alami di kategorikan dalam klasifikasi klasik, sedangkan sistem filogenetik dikategorikan klasifikasi modern Klasifikasi berdasarkan sistem artifisial (buatan), disusun atas campur tangan manusia menggunakan sifat yang sesuai kehendak manusia atau sifat lainnya seperti, habitus atau perawakan (pohon, perdu, semak, herba dan liana), habitat dan manfaat (tumbuhan buahbuahan, tumbuhan sayur-sayuran, dan biji-bijian dsb) Tujuan: Menyusun klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sistem klasifikasi artifisial Alat dan bahan: 1. Beberapa gambar jenis tumbuhan seperti paku sarang burung, tumbuhan soka, kaktus, pakis haji, kelapa dan eceng gondok. 2. Gambar Jenis-jenis hewan 3. Gambar hierarki taxa Cara kerja: 1. Bacalah rangkuman materi di atas secara seksama dan pahamilah isinya 2. Sebelum melakukan kegiatan ini, carilah jenis-jenis tumbuhan yang mudah di jumpai atau pergunakan gambar jenis tumbuhan dan hewan yang tersedia di LKS ini ! Tabel Jenis-jenis tumbuhan

Tabel Jenis Hewan

3. Kelompokkanlah hewan-hewan tersebut berdasarkan habitatnya dengan jalan melengkapi tabel berikut:

4. Berdasarkan hasil pengamatanmu pada tabel jenis-jenis hewan, makhluk hidup nomor 1 sampai dengan 4 dapat dikelompokkan menjadi berapa kelompok? Jawab: ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………................................................... ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………….......................................................... 5. Dasar pengelompokkannya adalah ? Jawab: ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………............................................................... ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………...........................................................

KLASIFIKASI ALAMIAH

Pendahuluan Di dunia ini di kenal beranekaragam makhluk hidup yang diperkirakan berjumlah 2 juta species. Jumlah ini akan terus bertambah, sebab setiap waktu ada saja species baru yang ditemukan. Agar mudah di pelajari, maka makhluk hidup yang beranekaragam itu perlu di kelompokkan. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri, atau kekerabatan disebut klasifikasi. Dalam persamaan ciri terdapat perbedaan dan dalam perbedaan terdapat persamaan. Makin banyak persamaan ciri makin maka makin dekat hubungan perkerabatannya, demikian sebaliknya Pada klasifikasi sistem alamiah, makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan sifat alami atau wajarnya, berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi. Contoh pengelompokkan tumbuhan berkeping satu dan tumbuhan berkeping dua berdasarkan jumlah keping bijinya. Tujuan: Menyusun klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sistem alamiah Menentukan klasifikasi hewan berdasarkan ciri-ciri yang menonjol berdasarkan sistem alamiah Alat dan bahan: 1. Gambar jenis-jenis makhluk hidup 2. Alat tulis menulis Cara kerja: 1. Simak dan pelajari gambar jenis-jenis hewan di bawah ini !

2. Amati dan pikirkan jenis penutup tubuh gambar jenis-jenis hewan 3. Catat hasil pengamatanmu pada tabel hasil pengamatan

Pertanyaan 1. Jika anda perhatikan hasil pengamatan anda pada tabel di atas, adakah kesamaan ciri pada beberapa jenis hewan tersebut? Jawab: ………………………………………………………………………………………………… ……………………………………............................................................................................ Alasan: ………………………………………………………………………………………………… …………………………………….......................................................................................... 2. Jika anda perhatikan hasil pengamatan anda pada tabel di atas, adakah perbedaan ciri pada beberapa jenis hewan tersebut? Jawab: ………………………………………………………………………………………………… ……………………………………........................................................................................... Alasan ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………....................................................................................... 3. Berdasarkan persamaan dan perbedaan penutup tubuh yang anda tulis pada tabel 1, buatlah skema pengelompokkan pada tempat yang telah disediakan berikut. Skema yang dimaksud dapat anda buat seperti pada kegiatan 1 sampai 3

Mengelompokkan makhluk hidup dapat menggunakan sifat yang melekat pada struktur tubuh makhluk hidup seperti sisik, kaki, warna. Dapat juga berdasarkan ciri yang tidak langsung melekat pada struktur tubuh makhluk hidup seperti di air, di darat, tumbuhan sayur-sayuran, buah-buahan, dan lain-lain 1. Kamu telah melakukan klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sistem buatan (artifisial). Dasar pengelompokkan yang kamu gunakan adalah …. Jawab: ………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………….............................................................. 2. Apakah dasar pengelompokkan di atas merupakan ciri/sifat yang ada pada struktur makhluk makhluk hidup tersebut? Jawab: ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………................................................................ 3. Kamupun telah melakukan klasifikasi hewan berdasarkan sistem alamiah. Dasar pengelompokkan yang kamu gunakan adalah … Jawab: ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………........................................................... 4. Apakah pengelompokkan di atas berdasarkan ciri/sifat yang ada pada struktur tubuh hewan tersebut? Jawab: ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………............................................................... 5. Sekarang bandingkanlah klasifikasi berdasarkan sistem artifisial dan klasifikasi berdasarkan sistem alamiah yang telah kamu buat! Apakah terdapat perbedaan di atantara kedua klasifikasi tersebut? Jawab: ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………........................................................... 6. Jika terdapat perbedaan, sekarang tuliskanlah perbedaan klasifikasi sistem artifisial dan klasifikasi sistem alamiah tersebut? Jawab : ...............................................................................................................................................

KLASIFIKASI FILOGENI

Pendahuluan Di dunia ini di kenal beranekaragam makhluk hidup yang diperkirakan berjumlah 2 juta species. Jumlah ini akan terus bertambah, sebab setiap waktu ada saja species baru yang ditemukan. Agar mudah di pelajari, maka makhluk hidup yang beranekaragam itu perlu di kelompokkan. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri, atau kekerabatan disebut klasifikasi. Dalam persamaan ciri terdapat perbedaan dan dalam perbedaan terdapat persamaan. Makin banyak persamaan ciri makin maka makin dekat hubungan perkerabatannya, demikian sebaliknya Klasifikasi sistem filogenetik mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kekerabatan. Makhluk hidup yang kekerabatannya dekat dikelompokkan menjadi satu kelompok. Kekerabatan di dasarkan atas persamaan dan perbedaan sifat morfologi, anatomi dan fisiologinya. Sistem filogenetik muncul setelah lahirnya teori evolusi, yang di dasarkan pada jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara golongan makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Serta urut-urutannya dalam sejarah perkembangan filogenetik. Sistem ini juga menjelaskan mengapa semua makhuk hidup memiliki kesamaan tatanan molekul dan biokimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk dan fungsinya. Tujuan: Menentukan hubungan kekerabatan dalam makhluk hidup berdasarkan sistem filogenetik Alat dan bahan: 3. Gambar jenis-jenis makhluk hidup 4. Alat tulis menulis Cara kerja: 1. Simak dan pelajari gambar hierarki taksa beberapa jenis hewan di bawah ini! 2. Amati dan pikirkan jenis penutup tubuh gambar jenis-jenis hewan 3. Catat hasil pengamatanmu pada tabel hasil pengamatan Jawab: ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………...........................................................

Pertanyaan 1. Gambar di atas adalah skema beberapa jenis hewan yang berkerabat. Berdasarkan gambar
tersebut jawablah pertanyaan dibawah ini dan berikanlah alasannya. a. Hubungan kekerabatan Felix catus paling dekat dengan ……………………………………….. Alasan ;…………………………………………………………………………………………………………………………. b. Hubungan kekerabatan Panthera paling dekat dengan …………………………………………… Alasan ………………………………………………………………………………………………………………………….. c. Apakah Felix catus satu species dengan Felix pardialis? Jawab: ……………………………………..………………………………………………………………………………….. Alasan: ………………………………………………………………………………………………………………………….. d. Dalam tingkat takson apa Felix catus dengan Canis familiaris? Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………….. Alasan: …………………………………………………………………………………....……………………………………………….. e. Mengapa Felix catus lebih dekat kekerabatannya dengan P. pardus daripada Canis familiaris? Jawab: …………………………………………………………………………...……………………………………………………….. Alasan: ………………………………………………………………………………………………………………………….. f. Hubungan kekerabatan Ursus arctos paling dekat dengan ……………………………………… Alasan: ………………………………………………………………………………………………………………………….. g. Hubungan kekerabatan Panthera paling dekat dengan …………………………………………. Alasan: ………………………………………………………………………………………………………………………….. h. Apakah Canis familiaris satu species dengan Canis lupus? Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………….. Alasan: …………………………………………………………………………………………………………………………..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->