P. 1
rawat-luka.doc

rawat-luka.doc

|Views: 103|Likes:
Published by Jason Vaughan
lukaaa
lukaaa

More info:

Published by: Jason Vaughan on May 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

9

KONSEP LUKA DAN PERAWATAN LUKA

1. Pengertian Luka kontinuitas adalah jaringan keadaan (Mansjoer, hilang/terputusnya 2000:396). Menurut

InETNA, luka adalah sebuah injuri pada jaringan yang mengganggu dijabarkan proses selular normal, luka dapat juga pada biasanya

dengan

adanya jaringan

kerusakan tubuh yang

kuntinuitas/kesatuan

disertai dengan kehilangan substansi jaringan.

2. Klasifikasi Luka Luka dibedakan berdasarkan : 1) Berdasarkan penyebab a) Ekskoriasi atau luka lecet b) Vulnus scisum atau luka sayat c) Vulnus laseratum atau luka robek d) Vulnus punctum atau luka tusuk e) Vulnus morsum atau luka karena gigitan binatang f) Vulnus combotio atau luka bakar 2) Berdasarkan ada/tidaknya kehilangan jaringan a) Ekskoriasi

10

b) Skin avulsion c) Skin loss 3) Berdasarkan derajat kontaminasi a) Luka bersih a) Luka sayat elektif b) Steril, potensial terinfeksi c) Tidak ada kontak dengan orofaring, traktus traktus

respiratorius,traktus genitourinarius. b) Luka bersih tercemar a) Luka sayat elektif

elimentarius,

b) Potensi terinfeksi : spillage minimal, flora normal c) Kontak dengan orofaring, respiratorius,

elimentarius dan genitourinarius d) Proses penyembuhan lebih lama c) Luka tercemar a) Potensi terinfeksi: spillage dari traktus

elimentarius, kandung empedu, traktus genito urinarius, urine b) Luka trauma baru : laserasi, fraktur terbuka, luka penetrasi.

11

d) Luka kotor a) Akibat proses pembedahan yang sangat

terkontaminasi b) Perforasi visera, abses, trauma lama.

3. Tipe Penyembuhan luka Terdapat 3 macam tipe penyembuhan luka, dimana pembagian ini dikarakteristikkan dengan jumlah

jaringan yang hilang. 1) Primary Intention Healing (penyembuhan luka primer) yaitu penyembuhan yang terjadi luka segera biasanya setelah dengan

diusahakan jahitan. 2) Secondary sekunder) penyembuhan

bertautnya

tepi

Intention yaitu primer.

Healing yang ini

(penyembuhan tidak

luka

luka Tipe

mengalami

dikarakteristikkan

oleh adanya luka yang luas dan hilangnya jaringan dalam lebih jumlah kompleks besar. dan Proses lebih penyembuhan Luka terjadi ini

lama.

jenis

biasanya tetap terbuka. 3) Tertiary Intention Healing (penyembuhan luka

tertier) yaitu luka yang dibiarkan terbuka selama

Inflamasi berfungsi untuk mengontrol perdarahan. 4. debris mencegah dari invasi yang bakteri. 2) Fase Proliferasi Tahap ini berlangsung dari hari ke 6 sampai dengan 3 minggu. menghilangkan jaringan luka dan mempersiapkan proses penyembuhan lanjutan. Fase Penyembuhan Luka Proses penyembuhan luka memiliki 3 fase yaitu fase inflamasi. InETNA. 2004:4). Setelah diyakini bersih.12 beberapa hari setelah tindakan debridement.2000:397 . tepi luka dipertautkan (4-7 hari). 3) Fase Maturasi . 1) Fase Inflamasi Tahap ini muncul segera setelah injuri dan dapat berlanjut sampai 5 hari. proliferasi dan maturasi. Fibroblast (sel jaringan penyambung) memiliki peran yang besar dalam fase proliferasi. Luka ini merupakan tipe penyembuhan luka yang terakhir (Mansjoer. Antara satu fase dengan fase yang lain merupakan suatu kesinambungan yang tidak dapat dipisahkan.

13 Tahap ini berlangsung mulai pada hari ke 21 dan dapat berlangsung sampai berbulan-bulan dan berakhir bila tanda radang sudah hilang. InETNA.2004:13). 1) Faktor Instrinsik adalah faktor dari penderita yang dapat berpengaruh dalam proses penyembuhan meliputi : usia. pemecahan kolagen yang berlebih dan regresi vaskularitas luka (Mansjoer. 5. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks dan dinamis karena merupakan suatu kegiatan bioseluler dan biokimia yang terjadi saling berkesinambungan. Dalam fase ini terdapat remodeling luka yang merupakan hasil dari peningkatan jaringan kolagen. status nutrisi dan hidrasi. 2004:1). namun dipengaruhi pula oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik (InETNA. oksigenasi dan perfusi jaringan. Proses penyembuhan luka tidak hanya terbatas pada proses regenerasi yang bersifat lokal saja pada luka. . dan penyakit penyerta (hipertensi. DM. Arthereosclerosis).2000:397 . status imunologi.

6. nekrosis jaringan scar lunak. luka Komplikasi yang tidak pembersihan pembentukan adekuat. Penatalaksanaan/Perawatan Luka Dalam tahap yang manajemen dilakukan perawatan yaitu luka ada beberapa tindakan evaluasi luka. radiasi. Komplikasi Penyembuhan Luka Komplikasi manifestasi timbul dari yang dan penyembuhan luka timbul yang dalam luas berbeda-beda. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah : hematoma. infeksi. juga infeksi keloids. stres psikologis.2004:13). adanya reepitalisasi dan juga akibat komplikasi post operatif dan adanya infeksi. dan dehiscence.2004:6). 7. iskemia dan trauma jaringan (InETNA. formasi hipertropik luka (InETNA. . meliputi : pengobatan. tidak keterlambatan jaringan granulasi.14 2) Faktor Ekstrinsik adalah faktor yang didapat dari luar penderita yang dapat berpengaruh dalam proses penyembuhan luka.

Yodium (Betadine. prinsipnya untuk mensucihamakan kulit. merupakan antiseptik yang sangat kuat. a. penutupan luka. pemberian antiboitik dan pengangkatan jahitan. kompleks yang septadine yodium dan merupakan dengan polyvinylpirrolidone tidak merangsang. Evaluasi luka meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik (lokasi dan eksplorasi). mudah dicuci karena larut dalam air dan stabil karena tidak menguap.15 antiseptik. Untuk melakukan pencucian/pembersihan atau larutan luka biasanya seperti: digunakan cairan antiseptik 1) Alkohol. pembersihan luka. Tindakan Antiseptik. berspektrum luas dan dalam konsentrasi 2% membunuh spora dalam 2-3 jam b) Povidon isodine). b. pembalutan. 2) Halogen dan senyawanya a) Yodium. sifatnya bakterisida kuat dan cepat (efektif dalam 2 menit). penjahitan luka. .

dan baunya tidak menusuk hidung. tidak berwarna. 3) Oksidansia a) Kalium permanganat. sudah jarang digunakan. d) Klorhesidin merupakan (Hibiscrub. hibitane).16 c) Yodoform. b) Merkurokrom (obat merah)dalam larutan 5-10%. b) Perhidrol lemah berdasarkan sifat (Peroksida air. berkhasiat untuk mengeluarkan kotoran dari dalam luka dan membunuh kuman anaerob. sifat biguanid dengan bakterisid dan fungisid. agak bersifat bakterisid dan funngisida oksidator. tidak merangsang kulit dam mukosa. mudah larut dalam air. Sifatnya keringnya bakteriostatik luka dengan lemah. H2O2). Penggunaan biasanya untuk antiseptik borok. berkhasiat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. cara mempercepat merangsang timbulnya kerak (korts) . 4) Logam berat dan garamnya a) Merkuri klorida (sublimat). senyawa savlon.

kompres dan irigasi luka terinfeksi (Mansjoer. sebagai bakteriostatik lemah (konsentrasi 3%).1%. 2) Basa ammonium kuartener. disebut juga etakridin (rivanol).17 5) Asam borat. Dalam proses pencucian/pembersihan luka yang perlu diperhatikan adalah pemilihan cairan pencuci dan teknik pencucian luka. (pHisohex). Penggunaan cairan pencuci yang tidak tepat akan menghambat pertumbuhan jaringan sehingga memperlama waktu rawat dan meningkatkan biaya perawatan. Pemelihan cairan dalam pencucian luka harus cairan yang efektif dan aman terhadap luka. 2000:390). berkhasiat untuk Kegunaannya sebagai antiseptik bernanah. Selain larutan . merupakan turunan aridin dan berupa serbuk berwarna kuning dam konsentrasi borok 0. b) Heksaklorofan mencuci tangan. wajah dan kegunaannya genitalia antiseptik eksterna sebelum operasi dan luka bakar. 6) Derivat fenol a) Trinitrofenol sebagai (asam pikrat).

0 g dengan osmolaritas 308 mOsm/l setara dengan ion-ion Na+ 154 mEq/l dan Cl.9%.2000:18). . non toksik dan tidak mahal.154 mEq/l (InETNA.18 antiseptik yang telah dijelaskan diatas ada cairan pencuci luka lain yang saat ini sering digunakan yaitu Normal Saline.2004:16 . menghindari nekrosis infeksi. penyembuhan membuang 2004:16). ISO Indonesia. Beberapa langkah yang harus diperhatikan memperbaiki dan mempercepat terjadinya dan debris proses luka. (InETNA. NaCl dalam setiap liternya mempunyai komposisi natrium klorida 9. c. jaringan dalam pembersihan luka yaitu : 3) Irigasi dengan sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk membuang jaringan mati dan benda asing. Pembersihan Luka Tujuan dilakukannya pembersihan luka adalah meningkatkan. Cairan ini merupakan cairan yang bersifat fisiologis. Normal saline atau disebut juga NaCl 0.

sedangkan luka yang terkontaminasi berat dan atau tidak berbatas tegas sebaiknya dibiarkan sembuh per sekundam atau per tertiam. Penutupan Luka Adalah mengupayakan kondisi lingkungan yang baik pada luka sehingga proses penyembuhan berlangsung optimal. e. f.2000: 398. 5) Berikan antiseptik 6) Bila diperlukan tindakan ini dapat dilakukan dengan pemberian anastesi lokal 7) Bila perlu lakukan penutupan luka (Mansjoer. Penjahitan luka Luka infeksi bersih dan diyakini kurang tidak 8 mengalami jam boleh serta berumur dari dijahit primer.19 4) Hilangkan semua benda asing dan eksisi semua jaringan mati. Pembalutan .400) d.

h. Waktu Pengangkatan Jahitan . 1990:44). pengangkatan kesehatan. jahitan lokasi. berfungsi infeksi. sebagai pelindung terhadap yang mengupayakan lingkungan baik bagi luka dalam proses penyembuhan. sebagai fiksasi dan efek rembesan penekanan darah yang yang mencegah menyebabkan berkumpulnya hematom. seperti. Walton. Pemberian Antibiotik Prinsipnya pada luka bersih tidak perlu diberikan antibiotik dan pada luka terkontaminasi atau kotor maka perlu diberikan antibiotik. penderita dan adanya infeksi (Mansjoer. Tabel 1. sikap berbagai luka. Pengangkatan Jahitan Jahitan diangkat bila fungsinya sudah tidak diperlukan tergantung jenis lagi.2000:398 .20 Pertimbangan dalam menutup dan membalut luka sangat tergantung pada penilaian kondisi luka. dari Waktu pengangkatan faktor usia.. g. Pembalutan penguapan.

tangan.Arif. Jakarta : Media Aesculapius FKUI. Perawatan Luka dan Perlukaan Ganda. 1990:44 Waktu 3 hari 3-5 hari 5 hari 5-7 hari 7-10+ hari 7-10+ hari DAFTAR PUSTAKA Indonesia Enterostomal Therapy Nurse Association (InETNA) & Tim Perawatan Luka dan Stoma Rumah Sakit Dharmais.kulit kepala 5 Lengan.Kapita Selekta Kedokteran.21 No Lokasi 1 Kelopak mata 2 Pipi 3 Hidung. Edisi III. Jakarta Mansjoer. 1990. Biaya yang dibutuhkan juga cukup mahal untuk penanganannnya. tungkai. BAB I PENDAHULUAN Penderita Samsudin. Walton. Sonny Cetakan I. listrik maupun bahan kimia. Luka bakar karena api atau akibat tidak langsung dari api ( misalnya tersiram panas ) banyak terjadi pada kecelakaan rumah tangga.Robert L. . Walton.Perawatan Luka. dahi.kaki 6 Dada. 2004. dkk. jenis yang berat memperlihatkan morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi dibandingkan dengan cedera oleh sebab lain . Makalah Mandiri. punggung. abdomen Sumber. Luka bakar merupakan cedera yang cukup sering dihadapi oleh dokter. Eds. Jakarta : EGC. leher 4 Telinga.2000. Alih bahasa. Penyebab luka bakar selain karena api ( secara langsung ataupun tidak langsung ). juga karena pajanan suhu tinggi dari matahari.

prinsip dasar tersebut meliputi kewaspadaan akan terjadinya gangguan jalan nafas pada penderita yang mengalami trauma inhalasi. mempertahankan hemodinamik dalam batas normal dengan resusitasi cairan. Prinsip. ( American College of Surgeon Committee on Trauma. membantu dalam proses aktivasi vitamin D. penggunaan obat bius. Tersiram air mendidih pada anak.data statistik dari berbagai pusat luka bakar di seluruh AS mencatat bahwa sebagian besar pasien (75%) merupakan korban dari perbuatan mereka sendiri. misalnya rabdomiolisis dan disritmia jantung.prinsip dasar resusitasi pada trauma dan penerapannya pada saat yang tepat diharapkan akan dapat menurunkan sekecil mungkin angka. bermain. dan mempengaruhi citra tubuh. namun merupakan bentuk cedera kulit yang sebagian besar dapat dicegah.22 ( Sjamsuhidajat. mengetahui dan mengobati penyulit. 2005 ) Dengan memperhatikan prinsip.laki. membantu mengontrol suhu tubuh.anak yang baru belajar berjalan.main dengan korek api pada usia anak sekolah. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . ( Horne dan Swearingen. Mengendalikan suhu tubuh dan menjuhkan / mengeluarkan penderita dari lingkungan trauma panas juga merupakan prinsip utama dari penanganan trauma termal. cedera karena arus listrik pada remaja laki. 1997) Kulit adalah organ kompleks yang memberikan pertahanan tubuh pertama terhadap kemungkinan lingkungan yang merugikan. berfungsi sebagai organ eksretori dan sensori. mencegah kehilangan cairan tubuh. alkohol serta rokok pada orang dewasa semuanya ini turut memberikan kontribusi pada angka statistik tersebut (Brunner & Suddarth. 2000 ) The National Institute of Burn Medicine yang mengumpulkan data. Kulit melindungi tubuh terhadap infeksi.penyulit yang mungkin terjadi akibat trauma listrik. Luka bakar adalah hal yang umum.angka tersebut diatas. 2001).

berdasarkan perjalanan penyakitnya luka bakar dibagi menjadi 3 fase. termasuk asam dan basa yang kuat. . Biasanya bagian tubuh yang terbakar adalah kulit. Asmarajaya (2003). meminum minuman yang sangat panas atau zat kaustik (misalnya asam) bisa menyebabkan luka bakar pada kerongkongan dan lambung. 2001). tetapi luka bakar juga bisa terjadi pada jaringan di bawah kulit. yaitu : 1. Menurut A. gas mustard dan fosfat. fenol dan kresol (pelarut organik).A. Sebagai contoh. dan radiasi ( Moenajat. Resistensi (kemampuan tubuh untuk menghentikan atau memperlambat aliran listrik) yang tinggi terjadi pada kulit yang bersentuhan dengan sumber listrik. Pada fase ini terjadi gangguan keseimbangan sirkulasi cairan dan elektrolit akibat cedera termis yang bersifat sistemik. Fase akut Pada fase ini masalah yang ada berkisar pada gangguan saluran napas karena adanya cedera inhalasi dan gangguan sirkulasi. DEFINISI Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api. beberapa jenis bahan kimia dan arus listrik juga bisa menyebabkan terjadinya luka bakar. listrik. ETIOLOGI Menurut dr Sunarso K. bahan kimia. Luka bakar listrik bisa disebabkan listrik yang dihasilkan oleh suatu arus listrik yang mengalir dari sumber listrik ke dalam tubuh manusia.23 A. Luka bakar listrik juga menyebabkan kerusakan jaringan dibawah kulit yang sangat berat. air panas. Menghirup asap dan udara panas akibat kebakaran gedung bisa menyebabkan terjadinya luka bakar pada paru-paru.GN. bahkan organ dalampun bisa mengalami luka bakar meskipun kulit tidak terbakar. Sp B (2009) panas bukan merupakan satu-satunya penyebab dari luka bakar. Kejutan listrik yang luas bisa menyebabkan kelumpuhan pada sistem pernafasan dan gangguan irama jantung sehingga denyut jantung menjadi tidak beraturan. Ukuran dan kedalamannya bervariasi dan bisa menyerang bagian tubuh yang jauh lebih luas daripada bagian kulit yang terluka. B. Luka bakar kimia bisa disebabkan oleh sejumlah iritan dan racun. karena itu pada kulit tersebut banyak energi listrik yang diubah menjadi panas sehingga permukaannya terbakar.

air dan protein plasma serta edema jaringan yang diikuti dengan penurunan curah jantung. . sepsis dan penguapan cairan tubuh yang disertai panas / energi. manisfestasi sistemik tubuh terhadap kondisi ini adalah : 1. kontraktur. Masalah pada fase ini adalah timbulnya penyulit dari luka bakar berupa parut hipertrofik. Fase lanjut Fase ini berlangsung setelah terjadi penutupan luka sampai terjadi maturasi. Respon kardiovaskuler Perpindahan cairan dari intravaskuler ke ekstravaskuler melalui kebocoran kapiler mengakibatkan kehilangan Na. Fase sub akut Fase ini berlangsung setelah syok berakhir. muntah dan aspirasi. Burn shock ( shock Hipovolemik ) merupakan komplikasi yang sering terjadi.24 2. C. klorida dan protein tubuh akan keluar dari dalam sel dan menyebabkan edema yang dapat berlanjut pada keadaan hipovolemia dan hemokonsentrasi. Hemokonsentrasi sel darah merah. Hal ini disebabkan oleh kombinasi efek respon hipovolemik dan neurologik serta respon endokrin terhadap adanya perlukaan yang luas. Respon Gastro Intestinal Respon umum pada luka bakassr > 20 % adalah penurunan aktivitas gastrointestinal. 3. penurunan perfusi pada organ mayor. Luka terbuka akibat kerusakan jaringan (kulit dan jaringan dibawahnya) menimbulkan masalah inflamasi. dan deformitas lainnya. 2. dan edema menyeluruh. Respon Renalis Dengan menurunnya volume inravaskuler maka aliran ke ginjal dan GFR menurun mengakibatkan keluaran urin menurun dan bisa berakibat gagal ginjal 3. PATOFISIOLOGI Menurut Iswinarno (2003) luka bakar mengakibatkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah sehingga air. Pemasangan NGT mencegah terjadinya distensi abdomen.

25 4. 2. Luka bakar karena api Luka bakar karena api termasuk angka kejadian yang banyak dalam masyarakat. KLASIFIKASI Untuk membantu mempermudah penilaian dalam memberikan terapi dan perawatan. 3.A GN. Zona statis yang merupakan daerah yang berada langsung di luar zona koagulasi. kedalaman luka. yakni : 1. Hal yang perlu diwaspadai pada luka bakar karena api adalah adanya kejadian cedera inhalasi. Terutama akibat kompor gas yang meledak. kulit sebgai mekanisme pertahanan dari organisme yang masuk. D. Berdasarkan penyebab a. Terjadinya gangguan integritas kulit akan memungkinkan mikroorganisme masuk kedalam luka. percikan api listrik atau juga akibat kelalaian saat menyalakan lilin. Asmarajaya SpB (2003) : 1. sehingga terjadi gangguan perfusi ( no flow phenomena) diikuti perubahan permeabilitas kapiler dan respon inflamasi lokal. dan mungkin berakhir dengan nekrosis jaringan. Hal tersebut hanya merupakan beberapa contoh dari kejadian luka bakar karena api. Respon Imonologi Sebagian basis mekanik. Pembagian zona kerusakan jaringan menurut A. sehingga komplikasi yang ditimbulkan akan . Zona hiperemi yang merupakan daerah di luar zona statis yang ikut mengalami reaksi berupa vasodilatasi tanpa abnyak melibatkan reaksi seluler. terutama jika terdapat riwayat terjebak di dalam suatu ruangan. Proses ini berlangsung selama 1224 jam pasca cedera. di daerah ini terjadi kerusakan endotel pembuluh darah disertai kerusakan trombosit dan leukosit. dan keseriusan luka. luka bakar diklasifikasikan berdasarkan penyebab. Zona koagulasi yang merupakan daerah yang langsung mengalami kerusakan ( koagulasi protein ) akibat pengaruh panas.

Untuk luka bakar pada mata. memerlukan irigasi terus.bahan penetral ( neutralizing agent) sebab reaksi kimiawi yang terjadi akibat pemberian bahan penetral dapat menimbulkan panas dan akan memperberat kerusakan yang terjadi. Segeralah bersihkan bahan kimia tersebut dari luka bakar. Suhu yang kurang dari 400C dapat ditoleransi dalam periode waktu yang lama tanpa menyebabkan luka bakar. c. Segera lakukan irigasi dengan air sebanyak.hasil pengolahan minyak. Luka bakar alkali lebih berbahaya dari asam.26 lebih berat. konsentrasi bahan kimia dan jumlahnya. Luka bakar karena bahan kimia Menurut Sjamsuhidajat (2005) luka bakar dapat disebabkan oleh asam. menarik taplak dimana di atasnya terdapat air panas. Mayoritas dari luka bakar pada anak-anak terjadi di rumah dan sebagian besar dapat dicegah. sebab alkali lebih dalam merusak jaringan.menerus selama 8 jam pertama setelah luka bakar. Luka bakar karena air panas Menurut dr Poengki (2009) Luka bakar merupakan bahaya yang potensial terjadi di setiap rumah tangga. Luka bakar pada anak 65. Dalamnya luka bakar tergantung pada suhu agen penyebab luka bakar dan lamanya kontak dengan agen penyebab luka bakar tersebut. alkali dan hasil. sikatlah terlebih dahulu sebelum irigasi. Lakukan tindakan ini dalam waktu 20-30 menit.7% disebabkan oleh air panas atau uap panas (scald). bila mungkin gunakan penyemprot air. Dapur dan ruang makan merupakan daerah yang seringkali menjadi lokasi terjadinya luka bakar. Untuk luka bakar alkali. . ( Poengki. 2009) b.banyaknya. Bila bahan kimia merupakan bubuk. Jangan memberikan bahan. minuman panas atau makanan panas. Untuk irigasi ini dapat digunakan kanula kecil yang dipasang pada sulcus palpebra. dan banyak laporan menunjukkan luka bakar oleh karena air panas atau cairan panas adalah jenis yang paling sering terjadi pada anak. Anak yang memegang oven. Kerusakan jaringan akibat luka bakar bahan kimia dipengaruhi oleh lamanya kontak. diperlukan waktu yang lebih lama.

antara lain karena petir.. lamanya pemaparan. Efek kerusakan yang terjadi akibat radiasi tergantung kepada jumlah (dosis). dimana anaknya mungkin terlahir dengan kelainan genetik. Dimana dosis tunggal yang diberikan dalam waktu singkat bisa berakibat . dan pemasangan kateter. berikan segera 25 gr manitol dan tambahan 12. kecepatan pemaparan dan banyaknya bagian tubuh yang terkena radiasi. Bila urin belum tampak jernih. pernafasan. atau karena ledakan tegangan tinggi. Bila terjadi asidosis metabolic.27 d. Apabila urin berwarna gelap. Luka bakar karena listrik Dalam ATLS (1997) kecelakaan akibat arus listrik dapat terjadi karena arus listrik mengaliri tubuh. sedangkan kulit diatasnya bisa terlihat normal. mungkin urin mengandung hemokhromogens.Rabdomiolisis menghasilkan pelepasan mioglobin yang dapat menyebabkan kegagalan ginjal.5 gr manitol pada tiap penambahan 1 liter cairan untuk mempertahankan dieresis sejumlah tersebut diatas. Pemberian cairan harus ditingkatkan sedemikian rupa sehingga tercapai produksi urin sekurang. Luka bakar karena radiasi Menurut ATLS (1997) efek dini dari radiasi dosis tinggi akan tampak jelas dalam waktu beberapa menit atau beberapa hari. pemasangan infuse. Perbedaan kecepatan hilangnya panas dari jaringan tubuh superficial dengan jaringan tubuh yang lebih dalam.kurangnya 100 cc/ jam ( pada dewasa). Janganlah menunggu konfirmasi laboratorium untuk melakukan terapi terhadap mioglobinuria. menghasilkan keadaan dimana jaringan yang lebih dalam bisa mengalami nekrosis. ECG. pertahankan perfusi sebaik mungkin dan berikan natrium bikarbonat untuk membuat urin menjadi alkalis dan meningkatkan kelarutan mioglobin dalam urin. Tubuh merupakan penghantar tenaga listrik. bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Mutasi (pergeseran) bahan genetik dari sel-sel organ kelamin akan tampak jelas hanya jika korban pemaparan radiasi memiliki anak. Efek lanjut mungkin baru tampak beberapa minggu.s e. Arus listrik menimbulkan kelainan karena rangsangan terhadap saraf dan otot. dan panas yang ditimbulkannya menyebabkan luka bakar pada tubuh. Penanganan harus segera dilakukan pada penderita dengan luka bakar listrik meliputi perhatian terhadap jalan nafas. Energi panas akibat tahanan jaringan yang dilalui arus menyebabkan luka bakar pada jaringan tersebut. karena adanya loncatan arus.

maka 3-4 kali jumlah tersebut bisa diberikan tanpa menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh Penyebarluasan radiasi di dalam tubuh. biasanya dicari kemungkinan terjadinya pemaparan di tempat kerja dan dilakukan pemeriksaan kromosom (pembawa bahan genetik di dalam sel) secara periodik meskipun hasilnya mungkin tidak pasti. maka kemungkinan telah terjadi cedera akibat radiasi. Efek radiasi sifatnya kumulatif.n Jika bahan radioaktif tertelan. Jika diduga telah terjadi suatu cedera akibat radiasi. tetapi jika hanya diarahkan kepada sebagian kecil permukaan tubuh (seperti yang terjadi pada terapi kanker). . radiasi yang lebih besar dari 6 gray biasanya menyebabkan kematian. setiap pemaparan baru akan ditambahkan kepada pemaparan sebelumnya untuk menentukan dosis total dan kemungkinan efeknya pada tubuh. harus dirangsang untuk muntah. diusahakan agar bagian tubuh yang lebih peka terhadap radiasi dilindungi sehingga bisa digunakan radiasi dosis tinggi. maka semakin besar kemungkinan timbulnya resiko. Luka tusuk yang kecil harus benar-benar dibersihkan agar semua partikel radioaktif terbuang meskipun menimbulkan nyeri. Banyaknya bagian tubuh yang terkena radiasi Jika disebarluaskan ke seluruh permukaan tubuh. yaitu sekitar 1-2 miligray/tahun (1 miligray sama dengan 1/1. Jumlah dosis total dan kecepatan pemaparan menentukan efek radiasi terhadap bahan genetik pada sel.000 gray). selama menjalani terapi radiasi untuk kanker. sulit atau bahkan tidak mungkin terdiagnosis. Semakin tinggi kecepatan dosis atau dosis totalnya. Kecepatan dosis radiasi dari lingkungan yang tidak dapat dihindari adalah rendah. Radiasi kronik yang pemaparannya tidak diketahui atau tidak dihiraukan. Pemaparan radioaktif yang berlebihan mungkin perlu dipantau dengan pemeriksaan pernafasan dan air kemih untuk radioaktif. Pemeriksaan mata juga dilakukan secara periodik untuk mengetahui adanya katarak. Oleh karena itu. Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis keadaan ini. bagian tubuh dimana sel-sel membelah dengan cepat (misalnya usus dan sumsum tulang). Kulit yang terkontaminasi oleh bahan radioaktif harus segera dicuci dengan air yang banyak dan (jika ada) dengan larutan yang memang dibuat untuk mencuci bahan radioaktif. Jika seseorang menjadi sakit setelah menjalani terapi radiasi atau setelah terkena radiasi dalam suatu kecelakaan.28 fatal. Pemeriksaan darah dan sumsum tulang berulang bisa memberikan informasi tambahan tentang beratnya cedera yang terjadi. Kecepatan dosis adalah jumlah radiasi yang diterima seseorang selama periode waktu tertentu. yang tidak menimbulkan efek pada tubuh. lebih mudah mengalami kerusakan akibat radiasi daripada sel-sel yang membelah secara lebih lambat (misalnya otot dan tendo). tetapi dosis yang sama yang diberikan selama beberapa minggu atau beberapa bulan bisa hanya menimbulkan efek yang ringan.

tetapi angka keberhasilannya rendah. obat penenang dan makanan lunak. Luka bakar karena suhu rendah Cedera akibat suhu tubuh dingin terutama terjadi pada bagian ujung tubuh yang langsung terkena suhu dingin. Sindroma saluran pencernaan bisa diatasi dengan antimuntah. Faktor kelembaban udara yang rendah serta angin kencang memperberat kerusakan pada daerah yang tidak terlindung pakaian. Pada 4-6 hari sesudah radiasi. Kadang dilakukan pencangkokkan sumsum tulang. dan hidung. tetapi kelainan fungsi indung telur dan buah zakar yang menyebabkan rendahnya kadar hormon seksual dapat diatasi dengan terapi sulih hormon. f. Pada sindroma hematopoietik. Untuk mencegah infeksi diberikan antibiotik dan penderita dijauhkan dari orang-orang yang sedang menderita suatu infeksi. Luka terbuka dan kanker diangkat atau diperbaiki melalui pembedahan. Gejala sakit radiasi akut akibat terapi radiasi pada perut bisa dikurangi dengan obat anti-mual dan anti-muntah yang diberikan sebelum pasien menjalani terapi radiasi. Langkat pertama untuk mengatasi efek lanjut dari pemaparan jangka panjang adalah menghilangkan sumber radiasi.Pengobatan leukemia akibat radiasi adalah dengan kemoterapi. karena itu pengobatan dimaksudkan untuk mengurangi nyeri. Tidak ada pengobatan yang dapat mengembalikan kesuburan. Obat-obat tersebut akan sangat efektif jika diberikan segera setelah terjadinya pemaparan. . Bahan radioaktif tertentu (misalnya radium. Cairan diberikan sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatasi kejang diberikan obat penenang.29 Sindroma otak akut selalu berakibat fatal. Sel darah bisa digantikan melalui transfusi tetapi tindakan ini hanya bersifat sementara karena sumsum tulang yang telah mengalami kerusakan akibat radiasi tidak mungkin tumbuh kembali. dilakukan transfusi darah berulang dan diberikan antibiotik. seperti jari kaki dan tangan. untuk menggantikan sel darah yang hilang dilakukan transfusi. telinga. sampai sel-sel baru mulai tumbuh di dalam saluran pencernaan. torium dan radiostrontium) dapat dibuang dari dalam tubuh dengan obat-obatan yang menempel pada bahan tersebut dan kemudian dibuang melalui air kemih. kecemasan dan gangguan pernafasan.

Sama halnya seperti pada luka bakar. lalu menjadi pucat seperti lilin.upaya hygiene kaki. lalu bagian itu kehilangan daya rasa.jenis trauma dingin ( dalam ATLS 1997 ) dibagi menjadi 3 bentuk. Kulit mula. limfangitis atau gangrene. terjadi vasokonstriksi arteriol dan terjadi hipoksia sel. Dengan keadaan hyperemia. Jenis. yaitu : Frosnip yang merupakan bentuk yang paling ringan. Dengan selalu memperhatikan upaya. Meskipun kaki tampak hitam. Kadang rasa nyeri terasa menyengat atau berdenyut. stasis dan oklusi vaskuler “trench frost” (kaki parit) atau kaki dan tangan tercelup ( immersion foot or hand) menjelaskan satu keadaan nonfreezing injury dari tangan atau kaki.30 Awalnya bagian tubuh yang terpajan terasa dingin. akan menyebabkan kehilangan bantalan lemak atau terjadi atrofi. . suhu dingin diatas titik beku. Terjadi keadaan. dapat dicegah terjadinya penyakit tersebut. tetapi tidak terjadi kerusakan jaringan dalam. pelaut dan nelayan.keadaan vasospasme dan vasodilatasi pembuluh darah dengan akibat bahwa jaringan yang terkena mula. khususnya sering terjadi pada tentara.Pada waktu suhu jaringan turun. Beberapa dari kerusakan jaringan terjadi akibat reperfusion injury setelah upaya penghangatan tubuh. tampak pucat dan anestesi di daerah yang terkena. Keadaan tersebut bersifat reversible akan pulih setelah tindakan pemanasan dan tidak terdapat kehilangan jaringan. kemerahan. Frosbite yaitu adanya pembekuan jaringan yang terjadi karena pembentukan kristal intraselluler dan oklusi mikrovaskuler sehingga terjadi anoksia jaringan. ekimosis dan ulserasi. ditandai dengan adanya rasa nyeri. Non Freezing Injury ( trauma dingin tidak membekukan ) yaitu terjadi kerusakan endotel mikrovaskuler. sebagai akibat kontak menahun dengan “keadaan basah”.mula kemerahan . frostbite biasanya dibagi menjadi 4 derajat kerusakan. kemudian diikuti rasa tebal. Dapat terjadi penyakit infeksi berupa selulitis. kecuali bila keadaan ini berulang dalam beberapa tahun.mula dingin dan anestetik berlanjut menjadi hyperemia dalam waktu 24 -48 jam. terjadi rasa nyeri hebat seperti terbakar dan “disestesi” disertai timbulnya gambaran kerusakan jaringan misalnya edema. timbulnya vesikel / bula .

Berdasarkan kedalaman luka bakar a. 2. 3. 4. Keadaan ini terutama terjadi pada daerah muka. tibia anterior. berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. atau kontak dengan keadaan dingin dan kering pada pendaki gunung. 2. Biasanya penyembuhan terjadi lebih . Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis.Organ-organ kulit seperti folikel rambut. tergantung epitel yang tersisa. Dasar luka berwarna merah atau pucat. sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal. bagian daerah dari tangan dan kaki dan pada daerah. Luka bakar derajat I 1) Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis 2) Kulit kering. kelenjar keringat. kelenjar sebasea masih utuh.31 Perasaan gatal pada tangan dan kaki ( Chilblain atau Pernio) merupakan manifestasi kulit sebagai akibat kontak berulang dengan keadaan atau suasana lembab atau dingin.Luka bakar derajat II ini dibedakan menjadi 2 (dua). kelenjar sebasea sebagian besar masih utuh. hiperemi berupa eritema 3) Tidak dijumpai bulae 4) Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi 5) Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari b.daerah yang tidak terlindung dengan baik. yaitu : o Derajat II dangkal (superficial) Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis. Luka bakar derajat II 1. Organ-organ kulit seperti folikel rambut. Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi. Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-14 hari. kelenjar keringat. Dijumpai bulae. seperti terjadi pada para nelayan. o Derajat II dalam (deep) Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis.Penyembuhan terjadi lebih lama. c.

Bila tidak bagian anggota gerak bagian distal(bawah) dari lesi akan mengalami kematian. 2.32 dari sebulan. Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar. Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar luka. kelenjar sebasea mengalami kerusakan. 6. oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan/kematian. 5. Organ-organ kulit seperti folikel rambut. 4. tulang dan bila terjadi karena listrik dapat merusak organ-organ tubuh lainnya seperti hati. Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi. ginjal dan jantung. Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam. Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat. 3. Kulit yang kaku ini bila terdapat melingkar pada anggota gerak harus segera dilakukan insisi(robekan) kulit untuk menghilangkan tekanan pada pembuluh darah Nadi yang ada dibawahnya. syaraf. 1. 7. c. Tidak dijumpai bulae.Berdasarkan tingkat keseriusan luka American Burn Association menggolongkan luka bakar menjadi tiga kategori. 3. Luka bakar derajat III Luka bakar ini sangat dalam dan merusak organ-organ dibawah kulit seperti otot. luka bakar derajat IV Luka bakar derajat IV adalah luka bakar yang mengenai otot. Kulit tampak putih dan kaku bila digerakan. d. bahkan hingga ke tulang. Karena kering letaknya lebih rendah dibanding kulit sekitar. yaitu: . kelenjar keringat.

5.Ukuran dan luas luka bakar Dalam menentukan ukuran luas luka bakar kita dapat menggunakan beberapa metod yaitu : a. 3) Tidak terdapat luka bakar pada tangan. Luka bakar mayor 1. Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa memperhitungkan derajat dan luasnya luka. Luka bakar minor Luka bakar minor seperti yang didefinisikan oleh Trofino (1991) dan Griglak (1992) adalah :Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada orang dewasa dan kurang dari 10 % pada anak-anak. kaki. mata. c. telinga. b. mata. elektrik. muka. 2) Luka bakar fullthickness kurang dari 10%. 4. 4) Tidak terdapat trauma inhalasi. Rule of nine dari Wallace Kepala dan leher : 9% Dada depan dan belakang : 18% Abdomen depan dan belakang : 18% Tangan kanan dan kiri : 18% Paha kanan dan kiri : 18% Kaki kanan dan kiri : 18% . Terdapat luka bakar pada tangan. Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi. 2) Tidak terdapat luka bakar di daerah wajah. 3. Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang dewasa dan lebih dari 20% pada anak-anak. dan perineum 4. 1) Luka bakar fullthickness kurang dari 2%. tangan. fraktur. dan kaki. muka. 2. kaki. dan perineum. Luka bakar moderat 1) Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang dewasa dan 10-20% pada anak-anak. telinga.33 a. 3) Luka tidak sirkumfer. luka bakar fullthickness lebih dari 20%.

5 TUNGKAI BAWAH KA 5 5 5.5 3.5 KELAMIN 1 1 1 1 1 LENGAN ATAS KA. 5.5 2.5 2. 3 3 3 3 3 TANGAN KA 2.5 6.5 2. . kiri 20 % E. masing-masing 10% Kaki.5 2.5 PANTAT KANAN 2.5 6 7 TUNGKAI BAWAH KI 5 5 5.5 8. Perhitungan luas luka bakar menurut Linch dan Blocker (Rumus 10) untuk bayi: Kepala: 20% Tangan.5 PAHA KI.5 c. Diagram Penentuan luas luka bakar pada anak.5 2.5 2.5 2.5 3.5 3.5 2.5 8.5 2.5 3. masing-masing 10% Badan kanan 20 %.5 6.5 3. 4 4 4 4 4 LENGAN BAWAH KA 3 3 3 3 3 LENGAN BAWAH KI.5 8.5 3. 5.5 TANGAN KI 2.5 6 7 KAKI KANAN 3.5 2.5 9.5 3. PENATALAKSANAAN Dalam Iswinarno (2003) prinsip penatalaksanaan dibagi menjadi tiga fase.5 9. yaitu fase akut.5 3.5 PAHA KA.anak dengan diagram Lund dan Browder sebagai berikut: LOKASI USIA (Tahun) 0-1 1-4 5-9 10-15 DEWASA KEPALA 19 17 13 10 7 LEHER 2 2 2 2 2 DADA & PERUT 13 13 13 13 13 PUNGGUNG 13 13 13 13 13 PANTAT KIRI 2. subakut dan lanjut.5 2.5 2.5 2.5 8.5 2.34 Genital : 1% b.5 2.5 2. 4 4 4 4 4 LENGAN ATAS KI.5 KAKI KIRI 3.

35 Pada Fase Akut / Awal : Cedera inhalasi merupakan factor yang secara nyata memiliki korelasi dengan angka mortalitas. Penanggulangan terhadap shock.24 jam pertama ini. mengatasi gangguan keseimbangan cairan Protokol pemberian cairan mengunakan rumus Brooke yang sudah dimodifikasi yaitu : 24 jam I : Ciran Ringer Lactat : 2. pembebasan saluran nafas dari produk secret mukosa. dikenal sebagai kondisi ARDS. (0. 1. Rahabilitasi 8.3 – 0. sebelumnya pasien dipuasakan. dalam 8 sampai 24 jam pertama pasca cedera. 24 jam II : Cairan Dex 5 % in Water : 24 x (25 + % LLB) X BSA cc. Penderita yang bertahan hidup setelah ancaman cedera inhalasi dalam waktu 8. Pemberian nutrisi dilakukan setelah keadaan umum pasien baik. Mengatasi gangguan pernafasan 4. 7. Eksisi luka scar dan skin graft. Masingmasing turut berperan dalam keberhasilan terapi awal. Barkland). yang juga memiliki prognosis sangat buruk. 3. Sementara penatalaksanaan lanjutan setelah tindakan penyelamatan tersebut ( terapi inhalasi. Penaggulangan terhadap gangguan psikologis. Kematian akibat cedera inhalasi terjadi dalam waktu singkat. masih dihadapkan pada komplikasi saluran pernafasan yang biasanya terjadi dalam 3-5 hari pasca trauma.( Baxter. 6. Dimana ½ bagian diberikan dalam 8 jam pertama (dihitung mulai dari jam kecelakaan) dan ½ bagian lagi diberikan dalam 16 jam berikutnya. terutama syok hipovolemik yang merupakan suatu proses yang terjadi pada luka bakar sedang sampai berat. Albumin sebanyak yang diperlukan. Komplikasi dari cedera inhalasi.5 – 4 cc/kg BB/% LB. .5 cc/kg/%). Mengatasi infeksi 5. Pemasangan pipa endotrakea dan atau krikotirotomi merupakan suatu tindakan mandatorik pada kasus dengan kecurigaan adanya cedera inhalasi. pengaturan posisi penderita dan fisioterapi seawall mungkin). 2.

Jaringan yang rusak melepas kompleks lipid. Bila sudah terjadi kegagalan organ ( jantung. Kedua hal tersebut diatas dapat menjadi factor yang berperan dalam memicu timbulnya respons inflamasi sistemik. invasi kuman menyebabkan sepsis luka yang yang memperberat keadaan. prostaglandin. dan masing. sindrom disfungsi organ multiple adalah rangkaian akhir dari perjalanan penyakit yang berakhir dengan kematian. ginjal ). Sindrom respons inflamasi sistemik yang berkembang tidak dapat dihentikan melalui suatu system intervensi. sepsis dan sindrom disfungsi organ multiple. Reaksi yang mulanya bersifat lokal berkembang menjadi suatu bentuk reaksi sistemik. 1979) dan memicu pelepasan sitokin dan mediator kimia lain yang breperan pada proses inflamasi ( interleukin. angka kematian berkisar 70. meliputi beberapa tahapan (kaskade) yang rumit. Gangguan keempat system homeostasis yang memicu pelepasan katekolamin dan hormone stress lain. memiliki kekuatan ribuan kali dibandingkan endotoksin.36 Pada fase subakut atau lanjutan: Kerusakan / kehilangan kulit/ jaringan karena cedera termis menimbulkan masalah yang dapat dikelompokan dalam dua golongan. namun segera disusul oleh imbalans karbohidrat dan lemak disamping imbalans cairan yang memang sudah terjadi sebelumnya. Kulit sebagai organ yang memiliki fungsi mencegah penguapan. paru . dan berkaitan dengan status gizi dan system imunitas penderita. Zat ini menyebabkan inhibisi proses fosforilasi oksidatif yang mengganggu fungsi sel ( Kremer 1978. termasuk radikal bebas). khususnya albumin. Kondisi pertama yang terjadi adalah hipotermi. tromboksane. yaitu memicu stress metabolism dan memicu SIRS. yang disusul dengan menurunnya kadar protein total.masing saling berhubungan. kondisi stress yang timbul merupakan faktor yang memiliki nilai prognostik. tumor necrotizing factor.protein yang dulu dikenal sebagai burntoxin. dalam kondisi gangguan sirkulasi yang belum mencapai level normal ( dalam 3. Imbalans protein timbul sebagai akibat. sehingga terjadi deteriorisasi system pengaturan. dengan sendirinya kerusakan kulit menyebabkan penguapamn berlangsung tanpa kendali dan penguapan yang terjadi tidak ahnya sekedar cairan namun juga melibatkan protein dan energy (evaporation heat loss).4 hari pasca cedera ). sepsis dan SDOM. Penatalaksanaan secara sistematik dapat dilakukan : . Dengan kehilangan kulit yuang berperan sebagai barier terhadap infeksi.

Covering and penutupan luka bakar dengan kassa. terutama pada anak dan orang tua). Luka bakar superfisial tidak perlu ditutup dengan kasa atau bahan lainnya. Clothing singkirkan semua pakaian yang panas atau terbakar.37 1. Chemoprophylaxis pemberian anti tetanus.thickness (dapat dilihat pada tabel 4 jadwal pemberian antitetanus). maka singkirkan terlebih dahulu dari kulit baru disiram air yang mengalir. Bila penyebab luka bakar berupa bubuk. 2. siram dengan air mengalir yang banyak selama 15 menit atau lebih. Jangan berikan mentega. hindari hipotermia (penurunan suhu di bawah normal. oli atau larutan lainnya. ibu menyususi dengan bayi kurang dari 2 bulan 5. 3. menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. . dapat diberikan pada luka yang lebih dalam dari superficial partial. Pemberian krim silver sulvadiazin untuk penanganan infeksi. Cara ini efektif samapai dengan 3 jam setelah kejadian luka bakar – Kompres dengan air dingin (air sering diganti agar efektif tetap memberikan rasa dingin) sebagai analgesia (penghilang rasa nyeri) untuk luka yang terlokalisasi – Jangan pergunakan es karena es menyebabkan pembuluh darah mengkerut (vasokonstriksi) sehingga justru akan memperberat derajat luka dan risiko hipotermia – Untuk luka bakar karena zat kimia dan luka bakar di daerah mata. minyak. Dilakukan sesuai dengan derajat luka bakar. perempuan hamil. Bahan pakaian yang menempel dan tak dapat dilepaskan maka dibiarkan untuk sampai pada fase cleaning. Pembalutan luka (yang dilakukan setelah pendinginan) bertujuan untuk mengurangi pengeluaran panas yang terjadi akibat hilangnya lapisan kulit akibat luka bakar. proses penyembuhan akan lebih cepat dan risiko infeksi berkurang 4. dapat diberikan kecuali pada luka bakar superfisial. Cleaning pembersihan dilakukan dengan zat anastesi untuk mengurangi rasa sakit. bayi baru lahir. Tidak boleh diberikan pada wajah. riwayat alergi sulfa. Cooling Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit. Dengan membuang jaringan yang sudah mati.

Cara ini baik untuk merawat LB yang dangkal. Untuk LB III dengan eksudasi dan pembentukan pus harus dilakukan pembersihan luka berulang-ulang untuk menjaga luka tetap kering. Perawatan tertutup dilakukan dengan memberikan balutan yang dimaksudkan untuk menutup luka dari kemungkinan kontaminasi. Dianjurkan untuk melakukan monitoring jantung sewaktu tindakan penghangatan tubuh. Keadaan luka harus diamati beberapa kali dalam sehari. Perawatan tertutup (occlusive dressing method) Keuntungan perawatan terbuka adalah mudah dan murah. 1997 )Dikenal dua cara merawat luka : 1. Upaya pemanasan hendaknya tidak dilakukan bila penderita beresiko untuk mengalami pembekuan ulang. ( American College of Surgeons Committee on Trauma. alas tidur menjadi kotor.38 6. terlindung dan enak bagi penderita. Prinsip Penanganan Frosbite dan Trauma Dingin Non Beku yaitu penanganan harus sesegera mungkin dilakukan untuk mengurangi waktu pembekuan jaringan. Penderita dan keluargapun merasa kurang enak karena melihat luka yang tampak kotor. Baju. Hanya diperlukan tenaga dan biaya . Hindari pemanasan kering dan jangan lakukan tindakan mengurut. Comforting Dapat dilakukan pemberian pengurang rasa nyeri untuk membantu pasien mengatasi kegelisahan karena nyeri yang berat. tubuh sebagian yang luka dicuci dengan sabun atau antiseptik dan secara bertahap dilakukan eksisi eskar atau debridement. Perawatan terbuka (exposure method) 2. Apabila penderita bisa minum. Permukaan luka yang selalu terbuka menjadi dingin dan kering sehingga kuman sulit berkembang. Kerugiannya bila digunakan obat tertentu.obat analgesik. Rendam bagian tubuh yang kedinginan dengan air hangat bersuhu 40oC ( jika mungkin air tersebut berputar ) hingga warna kulit dan perfusi kembali normal. Tindakan penghangatan akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat sehingga memerlukan pemberian obat. berikan minuman hangat. Perawatan terbuka ini memerlukan ketelatenan dan pengawasan yang ketat dan aktif. misalnya mitras-argenti. Keuntungannya adalah luka tampak rapi.naju yang sempit harus dilepaskan dan diganti dengan selimut hangat. Penderita perlu dimandikan tiap hari.

. Urine lengkap. eskar yang terkelupas dari dasarnya akan terangkat. Derajat II (dewasa > 30 %. 6. CVP : untuk mengetahui tekanan vena sentral. Laboratorium : Hb. trauma jaringan lunak yang hebat. Elektrolit. Luka bakar akibat sengatan listrik 5. Tetapi untuk LB luas debridement harus lebih aktif dan dicuci yaitu dengan melakukan eksisi eskar. Hapusan luka. Rontgen : Foto Thorax 4. telinga. Penderita syok atau terancam syok bila luas luka bakar > 10% pada anak atau > 15% pada orang dewasa. Terjadi luka bakar pada organ dalam. 3. EKG 5. seperti pada wajah. Albumin. mata. Derajat III > 10% 3. Indikasi rawat inap pasien luka bakar yaitu : 1. kaki atau perineum 9. 2. tangan. sehingga dilakukan debridement. Balutan kompres diganti beberapa kali sehari. Ht. Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah 11. Analisa gas darah (bila diperlukan). 7. anak > 20 %). Derajat III yang mengenai bagian tubuh yang kritis seperti muka. Letak luka memungkinkan penderita terancam cacat berat. 4. tangan. Luka bakar dengan komplikasi pada saluran nafas. mata. Untuk menghindari kemungkinan kuman untuk berkembang biak. Kreatinin. kaki. sedapat mungkin luka ditutup kasa penyerap (tole) setelah dibubuhi dan dikompres dengan antispetik. tangan. fraktur. F. Thrombosit. diperlukan pada luka bakar lebih dari 30 % dewasa dan lebih dari 20 % pada anak. dan anogenital. alat kelamin atau kaki 10. 8. Ureum. Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun 12. Leucosit. Gula darah.39 yang lebih karena dipakainya banyak pembalut dan antiseptik. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. 2. Terancam edema laring akibat terhirupnya asap atau udara hangat. Luka bakar mengenai wajah. Protein. Pada waktu penggantian balut.

Terjadi karena inhalasi. trakeostomi. maka penderita dapat mengalami sepsis. Pada endoskopi 75% penderita luka bakar menunjukkan ulkus di duodenum. aspirasi. memberikan oksigen. bila perlu dalam bentuk kombinasi. Komplikasi luka bakar yang lain adalah timbulnya kontraktur dan gangguan kosmetik akibat jaringan parut yang dapat berkembang menjadi cacat berat. pemberian kortikosteroid dosis tinggi dan antibiotika. Infeksi merupakan masalah utama. Kortikosteroid jangan diberikan karena bersifat imunosupresif (menekan daya tahan). Infeksi. misalnya pda edema larings berat demi kepentingan penyelamatan jiwa penderita. obat-obatan (penisilin. 2. Komplikasi yang sering terjadi pada anak-anak adalah konvulsi. infeksi. asap atau uap panas yang terhisap. aminofilin. 5. difenhidramin) dan 33% oleh sebab yang tak diketahui. Penanganan dengan jalan membersihkan jalan nafas. Cedera Inhalasi yang dibahas di dalam alam dr M. Edema yang terjadi dapat menyebabkan gangguan berupa hambatan jalan nafas karena edema laring. 3. kadang-kadang dijumpai hematemesis. edema paru dan infeksi. Konvulsi. Gejala yang timbul adalah sesak . 4. muncul pada hari pertama. Berikan antibiotika berspektrum luas. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit. Ini merupakan komplikasi serius. Curling’s ulcer (ulkus Curling). hipoksia. Antasida harus diberikan secara rutin pada penderita luka bakar sedang hingga berat. Gangguan Jalan nafas. KOMPLIKASI 1. cedera inhalasi merupakan terminologi yang digunakan untuk menjelaskan perubahan mukosa saluran nafas akibat adanya paparan terhadap suatu iritan yang dapat menimbulkan manifestasi klinis berupa distress pernafasan. Bila infeksi berat. kecuali pada keadaan tertentu. Paling dini muncul dibandingkan komplikasi lainnya. Sjaifudin Noer (2003). Terjadi ulkus pada duodenum atau lambung. dapat menimbulkan kerusakan mukosa jalan nafas akibat gas. Pada kebakaran dalam ruang tertutup atau bila luka bakar mengenai daerah muka (wajah ). biasanya muncul pada hari ke 5–10. Kontraktur kulit dapat mengganggu fungsi dan meyebabkan kekakuan sendi sehingga memerlukan program fisioterapi yang intensif dan tindakan bedah.40 G.

nitrogen dioksida. produk. Penurunan kesadaran termasuk confusion 5. PROGNOSIS Pemulihan tergantung kepada kedalaman dan lokasi luka bakar. Gejala distress nafas takipneu atau kelainan pada auskultasi seperti krepitasi atau ronkhi 7. dan inhalasi dari produk bahan yang terbakar atau terhirup bahan toksik atau korosif. takipneu.tanda berikut : 1. trauma panas langsung pada daerah saluran nafas atau digestive. Lapisan epidermis yang baru dapat tumbuh dengan cepat dari dasar suatu luka bakar . 4. Tanda distress nafas. suara serak dan dahak berwarna gelap karena jelaga. lapisan kulit yang mati akan mengelupas dan lapisan kulit paling luar kembali tumbuh menutupi lapisan di bawahnya. H. Keracunan asap disebabkan oleh termodegradasi material alamiah dan material yang diproduksi. malas bernafas dan adanya wheezing atau rasa tidak nyaman pada mata atau tenggorokan. yaitu karbon monoksida. termasuk hidung. Mekanisme pada cedera inhalasi dibagi menjadi tiga penyebab. Efek akut dari bahan kimia ini pada saluran nafas adalah iritasi dan bronkokonstriksi. Kecurigaan adanya cedera inhalasi adalah bila pada penderita luka bakar terdapat 3 atau lebih dari tanda. dan partikelpartikel tersuspensi. Riwayat terjebak dalam rumah atau tempat industry yang tertutup ( in door) 2. stridor.41 nafas. mulut atau tenggorokan. bibir.produk yang tidak sempurna dari bahan yang terbakar seperti bahan jelaga dan bahan khusus yang menyebabkan kerusakan dari mukosa langsung pada percabangan trakeobronkial. seperti rasa tercekik. Sesak atau tidak ada suara. akreolin. Pada luka bakar superfisial (derajat I dan derajat II superfisial). Sputum yang tercampur arang 3. Trauma panas langsung adalah terhirupnya sesuatu yang sangat panas. Akibat dari termodegradasi menyebabkan terbentuknya gas toksius seperti hydrogen sianida. menandakan iritasi mukosa 6. Luka bakar perioral. hydrogen klorida. tersedak.

namun sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis atau paramedis. maka posisinya akan tetap seperti itu . jari2 harus dalam keadaan terbuka. Penanganan Luka Bakar yang Benar Luka bakar sangat berbahaya. akan berakibat kematian. Yang Tidak Boleh Dilakukan : 1. posisi tubuh harus dalam keadaan menjauhi pusat tubuh. Jaringan parut bisa menghalangi jalannya makanan di dalam kerongkongan dan menghalangi pemindahan oksigen yang normal dari udara ke darah di paru-paru.. obat gosok. dll. Lapisan epidermis yang baru tumbuh secara lambat dari tepian daerah yang terluka dan dari sisa-sisa epidermis di dalam daerah yang terluka. Akibatnya. ketika tiba di rumah sakit seringkali sudah dalam keadaan dilumuri kecap atau mentega. Mungkin ini terdengar konyol. lambung dan paru-paru biasanya akan pulih tanpa menimbulkan masalah. Jangan Diperban. Kepala jangan menunduk. Luka bakar ringan pada kerongkongan. Luka yang lebih berat bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut dan penyempitan. Dalam kasus luka bakar ada dua pilihan perawatan dibalut atau tidak. Karena itu perlu kita ketahui. kalau bisa diarahkan ke atas (bahasa jawa : ndangak). Jangan Menekuk Tubuh Ketika seluruh tubuh atau sebagian tubuh terbakar api. 2. Daerah yang terbakar juga cenderung mengalami pengkerutan. Luka bakar dalam menyebabkan cedera pada dermis. Namun pembalutan dilakukan setelah luka dibersihkan. Posisi tubuh harus tidak boleh dalam keadaan tertekuk. Jika salah dan terlambat dalam penanganan. Dan karena kecap dkk menempel sangat kuat pada kulit. Dan lain2. sehingga sangat sulit membersihkan jaringan yg rusak.1.Jangan Melumuri Dengan Kecap. Tapi inilah kenyataannya. tidak boleh menggenggam. sehingga menyebabkan perubahan pada kulit dan mengganggu fungsinya. semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan.42 superfisial dengan sedikit atau tanpa jaringan parut. Siku tidak boleh ditekuk. apa saja larangan pada penderita luka bakar. Kulit yg terbakar pasti akan dibersihkan oleh dokter. Salep. jadi tidak langsung setelah terbakar. Memang perban diperlukan untuk kasus2 tertentu. Pembalutan yang salah justru akan memperparah keadaan. Dan mitos2 yg beredar di masyarakat turut serta mempersulit proses pengobatan tersebut. 3. Pasien dengan luka bakar. Luka bakar superfisial tidak menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). pemulihan berlangsung sangat lambat dan bisa terbentuk jaringan parut. dll justru akan sangat mengganggu proses pengobatan. atau bahkan minyak tanah Kecap. itupun tergantung kasusnya. karena kulit akan mengkerut. Jika tangan anda menggepal atau menekuk. Misalnya tangan. Margarin. Selain itu justru akan mempersulit proses pembersihan luka. salep.

Siram dengan air mengalir atau celupkan langsung ke bak mandi selama kurang lebih 10-15 menit. Sehingga . air dapat berfungsi sebagai penetral dari bahan asam atau basa tersebut. Yang Harus dilakukan : 1. Dan anda juga dapat meminumnya untuk mempercepat luka tersebut bisa sembuh dari dalam dan luarpun juga. karena setiap makhluk hidup yg dipanaskan. maka luka bakar anda tersebut akan mengering dan sembuh sampai tuntas hilang tanpa bekas dari luka bakar tersebut secara terapi. Selain itu tubuh juga kekurangan cairan. Jika terbakar akibat bahan kimia.43 ketika sembuh nanti. namun apa salahnya mengurangi resiko kecacatan yang lebih parah. Setelah di jemur pasti akan mengkerut. cincin. pemakaiannya secara rutin dan terus menerus sampai luka bakar itu mengering dengan sendirinya. hal ini dapat diperbaiki dengan operasi plastik. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah dalam penanganan medis nantinya. terutama jika luka bakar akibat panas lingkungan (heat stroke). dan ikat pinggang. Contohnya ikan asin. Dan juga untuk menurunkan suhu tubuh. inilah perawatan pertamanya. tidak mungkin ikan asin dapat kembali menjadi ikan segar. Pengobatan secara alami obat alami yang sangat ampuh dan terbaik yaitu obat alami bernama jelly gamat gold g. Mendapat Perawatan Medis Secepatnya Pada luka bakar berat. hewan laut yang berhabitat didasar laut. Dan seterusnya. perlu mendapatkan perawatan medis yg segera. Begitu juga dengan kepala. luka bakar akan mengkerut. siram air secukupnya dan usahakan secepat mungkin mendapat perawatan medis. pada kasus2 tertentu luka bakar akan berakibat pada tertutupnya jalan nafas. 3. maka ketika sembuh dagu akan dempet dengan dada. Yaitu terbuat dari bahan ekstrak gamat / teripang. Kecuali bila pakaian melekat di tempat luka bakar. Dan tubuh anda yang terkena luka bakar akan halus dan mulus kembali. Justru sebaliknya. Dan untuk jelly gamat yang terbuat dari bahan yang berkualitas bagus dan sangat terbaik diseluruh dunia. Hal ini wajar. jam tangan. Lepaskan pakaian. Mungkin dengan kemajuan teknologi. Namun pada luka bakar berat. Bukalah Pakaian. dan tentu bobotnyapun akan berkurang. Dan setelah mengkerut. Karena seperti yg telah saya jelaskan. jika menunduk. bukan berarti harus disiram air lebih lama. bisa dipastikan akan menyebabkan kematian. oleh sebab itu memerlukan bantuan cairan infus agar tidak dehidrasi. Dengan anda oleskan ke bagian tubuh anda yang terkena luka bakar secara rutin. Siram dengan Air Bersih Ini bertujuan untuk melokalisir kerusakan jaringan agar tidak meluas. Luka bakar akibat apapun. Jika ini terjadi lama. Yang mana telah diproses dengan alat teknologi modern yang prosesnya tersebut terbebas dari bahan kimia. tergantung keadaan. 2. pasti akan menkerut.

Yayasan Perawat menganjurkan Setelah luka bakar dingin. Bila perlu anda dapat menutup kulit yang mengalami luka bakar dengan kasa steril yang mengandung antibiotik ( Sofratulle atau Daryantulle) dan plester.44 a. bahkan akan memicu munculnya infeksi. dan pada beberapa kasus. oleskan lotion yang mengandung aloe vera atau vitamin E. c. g. atau rendam dalam bak mandi atau ember yang berisi air dingin. Serta jelly gamat ini akan melepaskan ketergantungan anda dari obat-obatan berbahan kimia. Hal ini bertujuan untuk mencegah kulit menjadi kering atau rusak. karena dapat menyebabkan frosbite. f. Untuk mengurangi rasa nyeri atau demam Yayasan Perawat menganjurkan meminum pereda nyeri seperti paracetamol atau aspirin. Jangan mengoleskan apapun ke kulit yang mengalami luka bakar sebelum anda melakukan tindakan diatas. tercipta sebuah produk alami jelly gamat gold dan jelly gamat gold g ini aman untuk dikonsumsi oleh orang dewasa atau anak-anak. Tindakan ini dapat mencegah terjadinya infeksi dan juga mengurangi nyeri akibat luka bakar bersentuhan dengan udara atau pakaian. Tidak meletakkan es secara langsung pada luka bakar. Yayasan Perawat menambahkan Selain kasa steril yg mengandung antibiotik anda juga bisa mengoleskan krim antibiotik contohnya Bioplacenton ke luka bakar untuk mencegah infeksi. Yayasan perawat mencoba memberikan langkah-langkah perawatan luka bakar ringan : Dinginkan luka bakar dengan air dingin yang mengalir secara terus menerus selama 15 menit. Tindakan ini berguna untuk mencegah atau mengurangi bengkak yang disebabkan oleh kerusakan jaringan serta mencegah kerusakan merembet ke lapisan kulit yang lebih dalam. Hal ini bisa dilakukan dengan meletakkan bagian yang mengalami luka bakar di bawah kran dengan air yang terus mengalir. Langkah-langkah perawatan luka bakar Gejala luka bakar ringan adalah kulit memerah. h. bisa menyebabkan demam dan sakit kepala. luka bakar ringan tetap harus dirawat dengan baik. e. karena jelly gamat ini banyak menbgandung manfaat bagi tubuh manusia. b. d. Setelah luka bakar sembuh untuk mengurangi bekas luka dapat menggunakan mederma gel yang bisa di beli di apotik-apotik terdekat . ada pembengkakan. tanpa menimbulkan efek samping. Walaupun tergolong ringan. yaitu cedera atau kematian sel karena membeku. Mengoleskan pasta gigi atau mentega bukanlah tindakan yang tepat.

Imonologi. Luka bakar biasanya dinyatakan dalam derajat yang ditentukan oleh kedalaman luka bakar. Pada luka bakar superfisial (derajat I dan derajat II superfisial).untuk perbaikan penulisan maupun pembahasan dalam makalah ini. sebelumnya pasien dipuasakan. air panas. radiasi. juga kontak langsung dengan suhu rendah ( frost bite ). penaggulangan terhadap gangguan psikologis. Renalis. lapisan kulit yang mati akan mengelupas dan lapisan kulit paling luar kembali tumbuh menutupi lapisan di bawahnya. dimana umur dan keadaan kesehatan penderita sebelumnya akan sangat mempengaruhi prognosis. . Sedangkan pada fase subakut atau lanjutan dilakukan manakala penanganan fase akut yang kurang maksimal mengakibatkan perlu penanganan yang serius pada fase subakut atau lanjutan.KESIMPULAN Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api. Prinsip penanganan luka bakar bergantung fase yang terjadi dimana prinsip penatalaksanaan dibagi menjadi dua fase yaitu fase akut dan lanjut. yang meliputi 4 sistem homeostasis.KRITIK Kritik membangun sangat diharapkan oleh penulis. pemberian nutrisi dilakukan setelah keadaan umum pasien baik. eksisi luka scar dan skin graft.untuk pembuatan makalah selanjutnya. rehabilitasi. bahan kimia. yaitu kardiovaskuler. mengatasi infeksi. dimana pada fase akut adalah penanggulangan syok. Pemulihan tergantung kepada kedalaman dan lokasi luka bakar. dan Gastro Intestinal.Yang diharapkan dapat member perubahan kea rah yang lebih baik. B. mengatasi gangguan pernafasan.45 BAB III PENUTUP A. listrik.

Pengelolaan Luka Bakar. Moujaes S: Hypothermia and Injury: Termodynamic principles of prevention and treatment. Annals of Emergency Medicine.46 DAFTAR PUSTAKA A. Management of Burn Wound. Munster AM (eds): Respiratory Injury : Smoke inhalation and Burns. Trauma. I Nyoman Putu Riasa. St Louis. Surabaya. Binarupa Aksara. FK Undip/RS dr. 1997 : 81-91. Charles W. . McMannus WF et al: High frequency percussive ventilation in patients with inhalation injury.11:709-14. Luka. Pertemuan ilmiah berkala trigonum plus XV. Danscobe WH. Haponik EF. Charles A. Penanggung Jawab Medis Unit Luka Bakar RS Sanglah. Surgical Clinics of North America:1991. In: Levine B ( Prospectives in Surgery. Cornel Prawirawinata. SpBP. Dr. Danzl D. Pozos R. Dr. (1991). Gentilello L. Kariadi. Graves TA. Cioffi WG. Britt LD. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Comprehensive Therapy. Denpasar. Basic Science of Plastic and Reconstructive Surgery. Baxter CR. Bali. Auerbach P. Birk K. First Impression. Jakarta. United States of America. 1997. Rodriguez A. ATLS. Syok dan Bencana. Dasar-dasar Dalam Luka Bakar. PUSDALIN IDI. Bagian Bedah. 1987. Journal of Trauma 1987. et al: Multicenter hypothermia survey. M. Memahami Luka Bakar. Pusponegoro AD. F. Van Way III. Jong WD ed Buku Ajar Ilmu Bedah. American College of Surgeons Committee On Trauma. Djohansjah. 1991. Bambang Darwono. Airlangga University Press. Dermatol Clin 1993. New Horizon in management of hypotermi and frostbite injury. Protokol Pengelolaan Luka Bakar. Buerk : Manual Ketrampilan Dasar Ilmu Bedah. Sutoko. Quality Medical Publishers. Bisono. Change D. 1990. Oktober 2003. et al: Cold Injuries. Edlich R. Jurkovich G. 105-110. 1989. Dalam : Syamsuhidajat R.

Pusponegoro AD. Setiomiharja S. R. Naskah Burn Symposium and Workshop. 1991. Trauma. Alaska Medicine 1993. Luka Bakar.Hill. Pengetahuan Klinis Praktisi. Hutagalung EU. Jurkovich GC: Hipotermia in the trauma patient. L. Jakarta : EGC. Umbas R. Moore EE. 1989. F. Moenadjat Y. Brown and Company. London Toronto. Little. Advance Trauma.47 New York. Panigoro SS. de Jong.D. Horne. Tokyo. Churcill Livingstone. Ch. Sydney. Joseph G McCarthy. Keseimbangan cairan. the Alaska method. Kedaruratan Non-Bedah dan Bedah. O’ Malley J.B.(Eng). 1997 : 18-25.A.1993. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Bagian Ilmu Bedah.79:352-8. Jakarta : EGC. Kappes B. Mills WJ Jr: Summary of treatment of the cold injury patient: frostbite. Dalam : Rekosprodjo S. Pamela. F. Saffle JR.C.B Saunders Company. et al: Chemical Burns. 2001.S.M. Crandall A. Buku Ajar Ilmu Bedah. M. FR. Montreal. Jakarta 2000. Browder N. Appleton & Lange. Aston (Edit): Grabb and Smith Plastic Surgery: Fourth edition . Edinburgh London and New York. Yefta Moenadjat. Penatalaksanan Awal dan Penatalaksanaannya. Smith. James W. Feliciano CV. 1995. Fundamental Techniques of Plastic Surgery. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. 2nd Edition. In: Mattox RH. 1991. W. American Burn Association. Plastic Surgery (8 vol ). McManus WF. 435-42 Sjamsuhidajat. R. Hospital and prehospital resources for optimal care of patients with burn injury: guidelines for development and operation of burn centers. Ramlim. Introduction.1979.S. Mima.(Glasg). Chicago. Lund C. Journal of trauma. Journal of Trauma 1988. Connecticut. Luka Bakar. elektrolit dan asam basa..R. Sauer EW. Alaska Medicine. Jakarta : Sub Bagian Bedah Plastik. M. Mozingo DW. Mills W. Surg Gynecol Obstet 1944. 2000 : 62-70... Current problems in surgery. The Estimation of Areas of Burns. Pruitt BA : Thermal Injuries. FKUI. 2005.C. Luka Bakar.11:98-104.C. McMannus WF. Sherrell J. Kartono D. Year Book Medical Publishers. Swearingen. Smith AA.. 1990.1985. East Norwalk. Wim. Philaadelphia. Warden GD: A long term complication of electrical injury. Hon. Later care and complications of thermal injury. .S.1990. J Burn Care Rehabil 1990. Ian A McGregor M. McGraw.1980. et al : Frosbite: general and specific treatment. Pruitt BA Jr: The Burn patient: II. Boston/ Toronto/ London. Jakarta Bina Rupa Aksara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->