ILMU RIJAL Al- HADITS

A. PENGERTIAN Sebelum masuk ke pembahasan utama, perlu diketahui apa itu ilmu hadits dirayah. Ilmu hadits dirayah adalah ilmu yang diketahuinya hakikat riwayat, syarat-syaratnya, hukumhukumnya, keadaan perawi dan syarat-syarat mereka, maacam-macam apa yang diriwayatkan dan, apa yang berkaitan dengannya. Atau secara ringkas : “Kaidah-kaidah yang diketahui dengannya keadaan perawidan yang diriwayatkan”. Dan perawi adalah orang yang

meriwayatkan hadits dari orang yang ia mengambil darinya. Adapun marwiy adalah hadits yang disampaikan dengan cara periwayatan, dan yang diriwayatkan ini secara istilah dinamakan dengan matan. Adapun orang-orang yang meriwayatkannya dinamakan dengan perawi atau Rijal Al-Isnad. Maka apabila Imam Bukhari berkata misalnya,”Telah menceritakan kepada kami Sa‟id bin Yahya bin Sa‟id Al-Quraisyi, dia telah berkata : Telah menceritakan kepadakami bapakku, dia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin Andillah bin Abi Burdah, dari Abi Burdah, dari Abu Musa radliyallaahu „anhu, dia berkata,”(Para shahabat) bertanya : „Wahai Rasulullah, Islam apakah yang paling utama?‟. Rasulullah shallallaahu „alaihi wasallam bersabda :

ِ‫يٍ سهى انًسهًٌٕ يٍ نساَّ ٌٔد‬
”Barangsiapa yang kaum muslimin selamat dari lisannya dan tangannya”.

dinamakan matan. Dan orang yang meriwayatkan hadits dengan smua rijalnya yang disebutkan tadi disebut musnid. Dari penjelasan di atas dapat kita kenal istilah-istilah yang sering dipakai sebagai berikut :  As-Sanad. Ibnu Hajar mendefiniskannya dengan : “menyebutkan jalan matan”. Dengan demikian maknanya menjadi sama dengan sanad. dalam bahasa artinya menjadikannya sandaran atau penopang yang dia menyandarkan kepadanya. Disebut juga : Rangkaian para rijaalul-hadiits yang menghubungkan ke matan.  Matan menurut para ahli hadits adalah perkataan yang terakhir pada penghujung sanad. atau rijalul-hadits. atau karena seorang musnid menguatkan sebuah hadits dengan sanadnya. Dan rangkaian mereka disebut sanad. atau “susunan para perawi yang menghubungkan ke matan”.  Matan menurut bahasa adalah “apa yang keras dan meninggi dari permukaan bumi”.  Sanad dalam istilah para ahli hadits yaitu : “jalan yang menghubungkan kepada matan”. Dinamakan matan karena seorang musnid menguatkannya dengan sanad dan mengangkatnya kepada yang mengatakannya. Sedangkan sabda beliau shallallaahu „alaihi wasallam :”Barangsiapa yang kaum muslimin selamat dari lisannya dan tangannya” adalah yang diriwayatkan atau hadits.Orang-orang yang telah disebutkan Imam Bukhari ini – mulai dari Sa‟id bin Yahya bin Sa‟id Al-Quraisyi sampai yang paling terakhir yaitu Abu Musa – mereka ini disebut periwayat hadits. Dinamakan sanad karena para huffadh bergantung kepadanya dalam penshahihan hadits dan pendla‟ifannya.  Al-Isnad adalah mengangkat hadits kepada yang mengatakannya.  Musnid adalah orang yang meriwayatkan hadits dengan sanadnya.( Tadriibur-Raawi halaman 5-6 dan Nudhatun-Nadhar halaman 19) . Sedangkan perbuatannya ini dinamakan isnad (penyandaran periwayatan).

keduanya dengan sanad yang shohih) Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mubarak bahwasanya beliau berkata: ْ‫ي‬ َ َْٕ‫ٔن‬ ْ‫ي‬ َ ‫يا‬ َ ٍ ُ ‫سَُا‬ ُ ‫سَُا‬ ْ ‫اْل‬ ْ ‫اْل‬ «‫ء‬ َ ‫د نَقَا‬ ِ ‫د‬ َ ‫شا‬ َ ‫شا‬ َ ٌٍِّ َ ‫ء‬ َ ‫ل‬ ِ ْ ‫َل‬ ِ ‫ٍ اند‬ ِْ » “Isnad itu bagian dari din.Isnad memiliki kedudukan yang agung dalam Islam. Dan diriwayatkan dengan jalan shohih dari Abdullah bin Abbas radhiyallohu anhuma bahwasanya Rasulullah Saw bersabda : ْ‫ي‬ ْ‫ي‬ ُُ ُُ ًْ ْ ُ ٌٔ ْ ٌُٔ ْ َ‫ح‬ ‫ى‬ ُ ً ُ ً ْ‫ك‬ ًَ َ ٍ ْ‫ك‬ ِ ‫غ‬ ِ‫س‬ َّ ‫ي‬ ِ ‫غ‬ ِ ‫غ‬ َ ‫ى‬ َ ٌَُٕ‫ًؼ‬ َ‫س‬ َ‫س‬ َ‫س‬ Artinya : “Kalian mendengar lalu didengar dari kamu dan didengar dari yang mendengar dari kamu” (HR. kalaulah bukan isnad maka orang akan mengatakan sekehendaknya” Dan beliau (Muslim) meriwayatkan juga dengan isnadnya dari Ibnu Sirin ucapannya : ْ ‫را‬ ُ‫خ‬ ْ ‫ٌٍ فَا‬ ُ ٌَُ‫د‬ ُ ْ‫ٍ حَأ‬ َ َْ ٌ ًْ َّ ِ‫»إ‬ ٌ ‫د‬ « ‫ى‬ َ ‫َظُسُٔا‬ ْ‫ك‬ ِ ٌَٔ‫ر‬ َّ ‫ػ‬ ِ ‫ى‬ ِ ‫ان‬ َ ‫ؼ ْه‬ “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Abu Daud dan Ahmad. karena asalnya adalah ummat menerima agama ini dari sahabat dan mereka menerimanya dari Rasulullah Sawdan beliau menerimanya dari Rabbul-izzah baik dengan perantara ataupun tidak. maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agama kamu” .

maka kalau ia tidak punya senjata dengan apa ia berperang?” Ilmu Rijaalul Hadits adalah : ‫ػهى ٌؼسف بّ زٔاة انحدٌث يٍ حٍث آَى زٔاة نهحدٌث‬ “Ilmu Untuk mengetahui para perawi hadis dalam kapasitasnya sebagai perawi hadis” Ilmu Rijaalul-Hadiits. negeri dan tanah air mereka. dinamakan juga dengan Ilmu Tarikh Ar-Ruwwat (Ilmu Sejarah Perawi) adalah ilmu yang diketahui dengannya keadaan setiap perawi hadits. dari segi kelahirannya. dan yang selain dari itu yang ada hubungannya dengan sejarah perawi dan keadaan mereka. wafatnya.Imam Muslim meriwayatkan dengan isnadnya dari Imam Abdullah ibnul Mubarak bahwa ia berkata: ْ ‫و‬ ْ ٍٍَ ْ ‫اْل‬ ْ ٌَ ‫ى‬ ْ‫ب‬ ْ َ‫» ب‬ «‫د‬ َ ‫سَُا‬ َٔ ُ ِ‫ٕائ‬ َ َ‫انق‬ َ ‫ٍََُُا‬ ِ َْٕ‫انق‬ ِ ْ ًُِ‫ؼ‬ “Antara kita dengan kaum-kaum itu (yang berdusta atas nama hadits) adalah isnad” Ibnu Hibban meriwayatkan dari Imam Sofyan Ats Tsauri ucapannya : «‫م‬ ُ ِ‫ٌُقَاح‬ ُ ٌَ ‫ى‬ َ ِ ‫ٍ فَئ‬ َ ُ ّ‫ؼ‬ ْ‫ك‬ ًْ َ‫س‬ َ ‫انسَلح فَبِأَي‬ ُ ‫سَُا‬ ْ ‫ْل‬ ‫ء‬ ُ ‫َل‬ ٍ ً‫ش‬ َ‫ي‬ ْ َ ‫ذا ن‬ ِ‫ؤ‬ ِ ‫د‬ ُ ‫ح ان‬ َ ٍ ِ ‫ي‬ ِ ‫»ا‬ “Isnad itu adalah senjata seorang mukmin. . orang yang meriwayatkan darinya. guru-gurunya.

kemudian kisah Umar bin Al Khaththab dalam peristiwa isti‟dzan (minta izinnya) Abu Musa.911 H ) dalam bukunya yang berjudul „ayn Al-Ishabah. Hanya saja makin banyaknya pertanyaan terhadap isnad dan makin intensnya orang meneliti dan memeriksa isnad. Al-Wafayat karya Zabir Muhammad bin Abdullah Ar-rubi (w. MUNCULNYA ILMU RIJAALUL HADITS a. .852 H) yang menulis Al-Ishabah Fi Tamyiz Ash-shahabah kemudian diringkas oleh as-suyuthi(w. Kemudian berikutnya Izzuddin Bin al-Atsir(w. Ibnu hajar Alasqalani (w. Mulainya penggunaan isnad Penggunaan isnad ini sebenarnya telah ada di masa sahabat Rasulullah Sawyaitu bermula dari sikap taharri (kehati-hatian) mereka terhadap berita yang datang kepada mereka.379 H) B.230 H) kemudian Muhammad bin sa‟ad (w.Pertama kali orang yang sibuk memperkenalkan ilmu ini secara ringkas adalah Al-Bukhari (w. juga kisah tatsabbut (klarifikasi) Ali bin Abi Thalib dimana beliau meminta bersumpah bagi orang yang menyampaikan padanya hadits Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam. sebagaimana diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq dalam kisah nenek yang datang meminta bagian warisan. itu mulai terjadi setelah terjadinya fitnah Abdullah bin Saba dan pengikutpengikutnya yaitu di akhir-akhir kekhalifaan Utsman bin Affan dan penggunaan sanad terus berlangsung dan bertambah seiring dengan menyebarnya para Ashabul-ahwaa(pengikut hawa nafsu) di tengah-tengah kaum muslimin. juga banyaknya fitnah yang mengusung kebohongan sehingga orang-orang tidak mau menerima hadits tanpa isnad agar supaya mereka mengetahui perawi-perawi hadits tersebut dan mengenali keadaan mereka.630 H) menulis Usud Al-Ghabah Fi Asma Ash-Shahabah.230 H) dalam Thabaqatnya.

kami tidak mengetahui seorang pun yang lebih dahulu darinya. Karena itu tumbuhlah ilmu Rijaal yang merupakan suatu keistimewaan ummat ini di hadapan ummat-ummat lainnya. Akan tetapi kitab-kitab tentang ilmu Rijal nanti muncul setelah pertengahan abad-2. Maka perlu untuk menjelaskan keadaan perawi tersebut dan memisah-misahkannya.Imam Muslim meriwayatkan dengan isnadnya dari Muhammad bin Sirin bahwasanya beliau berkata : « ْ ‫ج‬ ْ ٍَُ‫ى ف‬ ْ ِ‫انف‬ ْ ‫ؼ‬ ُ َ ‫جان‬ ُ ٌَ ‫ى‬ ْ َ‫س إِنَى أ‬ ْ ‫كَُٕٕا ٌَسْأَنٌَُٕ ػ‬ ْ ‫اْل‬ ‫ت‬ ُّ ‫م ان‬ ُ َ‫ُظ‬ ْ‫ك‬ َ ‫ز‬ َ ‫خَُتُ قَانُٕا‬ َ َ ‫ٔق‬ ْ َ‫ن‬ ِ َُّ‫س‬ َّ َ‫د فَه‬ ِ ‫سَُا‬ ُّ ‫س‬ َ ‫ًا‬ ِ ْ ِ ْ ٍَ ِ ‫ًٕا نََُا‬ ْ ‫م‬ ُ‫خ‬ ُ‫خ‬ ْ ٌُٔ ْ ٌ ‫َل‬ َ َ‫َع ف‬ ْ َ‫س إِنَى أ‬ ْ ٍَ‫« ف‬ َ ‫ُؤ‬ َ ‫ُؤ‬ ‫ى‬ ُ َ‫ُظ‬ ْ ُُٓ‫دٌث‬ َ ‫ر‬ ْ ُُٓ‫دٌث‬ َ ‫ر‬ ِ‫ح‬ ِ‫ح‬ َ ‫ى‬ ِ ْ ِ ‫انبِد‬ “Dahulu orang-orang tidak pernah menanyakan isnad. akan tetapi setelah terjadi fitnah maka dilihat hadits Ahli Sunnah lalu diterima dan dilihat haditsnya ahlil-bida’ lalu tidak diterima (ditolak)” Ali ibnul Madini mengatakan bahwa Muhammad bin Sirin adalah orang yang selalu melihat hadits dan memeriksa isnadnya. apalagi dengan munculnya bid‟ah-bid‟ah dan hawa nafsu serta banyaknya pelaku dan pengusungnya. maka makin banyak dan panjang jumlah perawi dalam sanad. Dan karya tulis ulama yang pertama dalam hal ini adalah kitab At Tarikh yang ditulis oleh Al Laits bin . Munculnya ilmu Rijal Kemunculan ilmu Rijal merupakan buah dari berkembang dan menyebarnya penggunaan isnad serta banyaknya pertanyaan tentangnya. Dan setiap maju zaman. b.

Imam adz Dzahabi menyebutkan bahwa Al Walid bin Muslim (wafat 195 H) juga memiliki sebuah kitab Tarikh Ar Rijaal. diantaranya: 1.Sa‟ad (wafat 175 H) dan kitab Tarikh yang disusun oleh Imam Abdullah bin Mubarak (wafat 181 H). lalu secara berturut-turut muncul karya-karya tulis dalam ilmu ini. C. ditransfer sedemikian rupa oleh para ulama dari masa ke masa.Ruwah Secara sederhana ilmu Tawarikh Ar-Ruwah adalah : ‫ْٕانخقسٌف با نٕقج انري حضبط با َلحٕال يٍ انًٕانٍد ٔانٕفٍاث ٔانٕقاءع ٔغٍسْا‬ . Kitab-kitab tentang thabaqat ar Rijal melahirkan ilmu thobaqaat (tingkatan-tingkatan rijal) yang mencakup 4 thabaqat (sahabat. atbaa‟ut tabi‟in dan taba‟ul atba‟) 2. dimana sebelum masa kodifikasi ini pembahasan tentang perawi hadits dan penjelasan hal ihwal mereka hanya bersifat musyafahah(lisan). taabi‟un.CABANG ILMU RIJALUL HADITS Para penyusun kitab-kitab dalam ilmu Rijal pada masa-masa awal menempuh beberapa metode sehingga hal ini melahirkan percabangan dalam ilmu rijal al hadits. Kitab-kitab al jarh wat ta‟dil melahirkan ilmu tentang al jarh wat ta‟dil  Ilmu Tawarikh Ar. CABANG. Kitab-kitab Ma‟rifah Ash Shohaabah melahirkan ilmu tentang ma‟rifatush shohabah (pengenalan tentang sahabat-sahabat Rasulullah shallallohu alaihi wasallam) 3.

guru-gurunya. tanggal wafat. tanggal lahir. Maksud persaambungan sanad adalah petemuan langsung apakah perawi berita itu bertemu langsung dengan gurunya atau pembawa berita ataukah tidak atau hanya pengakuan saja.Ruwah adalah ilmu yang membahas tentang hal keadaan para perawi hadits dan biografinya dari segi kelahiran dan wafat mereka. maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu" (Muqaddimah Shahih Muslim). tabi‟ maupun tabi‟ tabiin. Karena dari situlah mereka menimba ilmu agama.Adalah Ilmu yang mempelajari waktu yang membatasi keadaan kelahiran . keadaan masa tuanya dan semua yang berkaitan dengan per hadits Atau dalam pengertian lain Ilmu Tawarikh Ar. baik dari kalangan sahabat. peristiwa/kejadian lainnya. Tujuan Ilmu ini adalah untuk mengetahui bersambung(muttasil) atau tidaknya sanad suatu hadits. Maka dengan ilmu Tarikh Rijaalil. Para ulama sangat perhatian terhadap ilmu ini dengan tujuan mengetahui para perawi dan meneliti keadaan mereka. wafat. Ilmu tentang hal-ihwal para rawi.] . kota kampung halamannya. Muttasilnya sanad ini menjadi salah satu syarat kesahihan suatu hadits dari segi sanad [Ilmu ini berkaitan dengan perkembangan riwayat. Muhammad bin Sirin pernah mengatakan : "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama.Hadiits ini akan sangat membantu untuk mengetahui derajat hadits dan sanad (apakah sanadnya muttashil atau munqathi'). tanggal kapan mendengar dari gurunya. Semua itu dapat dideteksi melalui ilmu ini. perantauannya. siapa gurunya siapa muridnya atau kepada siapa mereka menyampaikan periwayatan hadits. orang yang berguru kepadanya.

SEKILAS TENTANG ILMU THABAQAT thabaqat dalam istilah Muhadditsin adalah suatu kaum yang berdekatan dalam umur dan isnad. yang mana syuyukh (guru) dari seseorang adalah syuyukh juga bagi yang lain atau mendekati syuyukhnya yang lain. Kitab-kitab Ma‟rifatul Asmaa wa Tamyiizuha (pengenalan terhadap nama-nama perawi dan cara membedakannya). dimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Imran bin Hushain radhiyallohu anhu. kemudian yang datang sesudah mereka…” Kata Imran radhiyallohu anhu. 3. Asal mula pembagian perawi berdasarkan thabaqat adalah dari tuntunan Islam sendiri. yang memuat biografi para ruwaat (rijaalul hadits) pada suatu negeri/kota tertentu. Ilmu ini muncul agak belakangan dari yang lainnya. dan nama kuniyah dan nasab mereka banyak yang serupa sehingga dibutuhkan pembedaannya. Kitab-kitab biografi rijaal al hadits yang terdapat pada suatu kitab hadits atau beberapa kitab hadits tertentu. Bukhari) . atau dalam isnadnya saja. Ilmu ini mulai muncul pada paruh kedua dari abad III H 2. Kitab-kitab Tawarikh al Mudun (sejarah kota-kota/negeri-negeri). yaitu setelah jumlah periwayat dari yang lainnya. D. kemudian yang datang sesudah mereka. bahwasanya Rasulullah Sawbersabda: “Sebaik-baik ummatku yang ada di zamanku. yaitu setelah jumlah periwayat hadits semakin banyak. “Saya tidak tahu apakah ia menyebut sesudah masanya dua masa atau tiga” (HR.Ketiga jenis kitab rijal ini pertama kali muncul di sekitar penghujung abad II H dan pertengahan abad III H. setelah itu menjadi banyak dan meluas 1. Kitab-kitab ini muncul belakangan dan mulai meluas setelah abad V H.

ada thabaqat fuqaha. thobaqaat al fuqahaa. THABAQAT RUWAAT (RIJALUL ISNAD) Ada empat thabaqat yang pokok bagi ruwaat/rijaalul (para perawi) hadits.Ilmu ini telah muncul dan berkembang di tangan para ulama hadits sejak abad ke-2 H. thobaqaat asy syu‟ara dan sebagainya. thabaqaat mufassirin dan seterusnya Penyusunan kitab-kitab yang berkaitan dengan ilmu ini terus berlanjut dan berkembang hingga akhir abad-9 H. yaitu : . atau hal (keadaan) dan manzilah (kedudukan) seperti yang disebutkan oleh Abbas Ad Dauraqi (wafat 271 H). “Faidah ilmu thabaqaat ini adalah keamanan dari bercampurnya al mutasyabihin (para rijal hadits yang memiliki kesamaan). thobaqaat ash shufiyah. tapi juga berkembang di kalangan muhadditsin kepada pembagian mereka berdasarkan makna dan I‟tibar yang lainnya seperti fadhl (keistimewaan) dan sabiqah (kesenioran) sebagaimana dalam hal sahabat. Ilmu ini tidak terbatas pada pembagian ruwaat atas thabaqat berdasarkan perjumpaan mereka terhadap syuyukh. Misalnya thabaqaat al qurra. kita dapat juga menelaah terjadinya tadlis secara jelas dan menyingkap hakikat an‟anah untuk mengetahui hadits yang mursal atau munqathi‟ dan membedakannya dari yang musnad…” E. thabaqat ruwaat. Bahkan muncul system pembagian thabaqat dalam bidang keilmuan yang lain. Imam As Sakhawi mengatakan. seperti yang sama namanya atau kuniyahnya atau yang lain.

Ini yang dihikayatkan para ulama ushul. Imam Bukhari berkata dalam Shahihnya. Ibnu Ash-Shalah berkata.Mudlaffir As-Sam'ani AlMarwazi. Hal ini karena kemuliaan kedudukan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam. dan ikut berperang bersamanya sekali atau dua kali peperangan". bahwasannya dia berkata : Para ulama hadits menyebut istilah shahabat kepada setiap orang yang telah meriwayatkan hadits atau satu kata dari beliau shallallaahu 'alaihi wasalla. Akan tetap Al-'Iraqi . Thobaqah Pertama : Sahabat Ash-Shahabah merupakan jamak dari Shahabi. dan ini digunakan atas setiap orang yang bershahabat dengan selainnya baik sedikit maupun banyak Dan Ash-Shahabi menurut para ahli hadits adalah setiap muslim yang pernah melihat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam meskipun tidak lama pershahabatannya dengan beliau dan meskipun tidak meriwayatkan dari beliau sedikitpun. dan mereka memperluas hingga kepada orang yang pernah melihat beliau meskipun hanya sekali. dan diberikanlah julukan shahabat terhadap setiap orang yang pernah melihatnya"."Barangsiapa yang pernah menemani Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam atau melihatnya di antara kaum muslimin. maka ia termasuk dari shahabat.fiqh."Telah sampai kepada kami dari Abul. dan Shahabi secara bahasa diambil dari kata AshShuhbah. Dan dinisbatkan kepada Imam para Tabi'in Sa'id bin Al-Musayyib perkataan : "Dapat dianggap sebagai shahabat bagi orang yang pernah tinggal bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam setahun atau dua tahun. maka dia termasuk dari shahabatshahabat beliau".

Ulumul-Hadiits oleh Ibnu Shalah halaman 263 .  Thobaqah Kedua : At Taabi‟un  Thobaqah Ketiga : Atbaa‟ut Taabi‟in  Thobaqah Keempat : Taba‟ul Atbaa‟ F. dan termasuk juga orang yang tidak melihat beliau shallallaahu 'alaihi wasallam karena ada halangan seperti buta" (Lihat Shahih Al-Bukhari tentang kutamaan para shahabat."Ini toadk benar dari Ibnul-Musayyib. termasuk ketika Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam wafat sedangkan orang itu masih kecil dan belum pernah duduk bersamanya". padahal dia masuk Islam pada tahun 10 Hijriyah. dan Tadriibur-Rawi halaman 396). Para ulama juga menggolongkan sebagai shahabat orang yang belum pernah ikut perang bersama beliau. baik meriwayatkannya darinya atau tidak. karena Jarir bin Abdillah Al-Bajali termasuk dari shahabat. Al-ba'itsul-Hatsits halaman 179 . bahwasannya shahabat adalh seorang mukmin yang pernah berjumpa dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dan mati dalam keadaan Islam. Fathul-Mughits 4 /29 . Al-Ishabah 1 /4 . termasuk di dalamnya adalah orang yang pernah duduk bersama beliau baik lama atau sebentar."Dan pendapat yang paling benar yang aku pegang.membantahnya. dan orangyang pernah melihat beliau shallallaahu 'alaihi wasallam walaupun sekali dan belum pernah duduk dengannya. Ibnu Hajar berkata. CARA MENGETAHUI SHAHABAT .

3. bisa pula benar. Adapun pertikaian yang terjadi sesudah beliau shallallaahu 'alaihi wasallam. seorang shahabat bahwa 4.Jama'ah. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Khadijah adalah orangyang pertama membenarkan pengutusan beliau shallallaahu Ke-'adalah-an Shahabat 'alaihi wasallam secara mutlak. Jika salah dimaafkan dan tetap mendapatkan pahala. . Ijtihad bisa salah. dan As-Sunnah pun juga telah memuji akhlaq dan perbuatan mereka. ada diantaranya yang terjadi karena tidak disengaja seperti Perang Jamal. 2. karena Allah ta'ala telah memuji mereka dalam Al. Dan diperselisihkan mengenai siapa yang pertama kali masuk Islam dari kalangan shahabat. Pendapat lain : Zaid bin Haritsah. mutawatir. Atau dengan mengkhabarkan dirinya bahwa dia adalah seorang shahabat. Dan ada pula yang terjadi karena ijtihad mereka seperti Perang Shiffin. Ada yang mengatakan Abu Bakar Ash-Shiddiq.Qur'an. serta pengorbanan mereka kepada rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam baik harta dan jiwa mereka. shahabat. Ada juga yang mengatakan : Ali bin Abi Thalib. dan jika benar maka akan mendapatkan dua pahala. dari seseorang meskipun sebagai belum shahabat sampai dia secara batasan adalah mutawatir. semua shahabat itu adalah 'adil.1. Pendapat lain mengatakan : Khadijah binti Khuwailid. Diketahui Dengan Riwayat keadaan ketenaran. Menurut Ahlus-Sunnah wal. hanya karena ingin mendapatkan balasan dan pahala dari Allah ta'ala.

Kitab Ma'rifat Man Nazala minash-Shahabah Sa'iral-Buldan. c. atau tidak meriwayatkan sedikitpun. karya Muhammad bin Isma'il Al. Kitab ini juga tidak sampai kepada kita. Dan di antara mereka ada yang sedikit meriwayatkan.Anshari.Anshary). Al-Isti'ab fii Ma'rifaatil-Ashhaab. Kitab ini tidak sampai kepada kita. G.Khaththab.Bukhari (wafat tahun 245 H).225 biografi shahabat pria maupun wanita. karya Imam Ali bin Abdillah AlMadini (wafat tahun 234 H). meinggal pada tahun 11 Hijriyyah di Makkah. Anas bin Malik. 'Aisyah Ummul-Mukminin.Dan di antara shahabat yang banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam adalah Abu Hurairah. Shahabat yang paling terakhir meninggal adalah Abu Thufail 'Amir bin Watsilah Al-Laitsi. dan Abu Sa'id AlKhudry (Sa'ad bin Malik bin Sinan Al. Jabir bin Abdillah Al. Kitab Tarikh Ash-Shahabah. . b. dan telah dicetak berulang kali. di dalamnya terdapat 4. karya Abu 'Umar bin Yusuf bin Abdillah yang masyhur dengan nama Ibnu 'Abdil-Barr Al-Qurthubi (wafat tahun 463 H). Abdullah bin 'Umar bin Al. 'Abdullah bin 'Abbas. KITAB-KITAB TERKENAL MENGENAI SHAHABAT a.

gelar. Jumlah kumpulan biografi yang terdapat dalam Al. MADAARISUL „ILM AL UULA (Madrasah-madrasah ilmu yang pertama kali muncul)  Para Imam yang pada mereka beredar riwayat-riwayat di kota-kota pusat ilmu Menurut Imam Ali ibn Abdullah Al Madini (wafat tahun 234 H) bahwa isnad itu beredar pada 6 orang: Untuk Penduduk Medinah : .nya. atau semacamnya.Ishaabah adalah 122.798 . Tajrid Asmaa' Ash-Shahabah. telah dicetak di India. termasuk dengan pengulangan. dicetak. H. Dan dia adalah orang yang paling banyak melalukan pengumpulan dan penulisan. namun ternyata bukan. karya 'Izzuddin Bul-Hasan Ali bin Muhammad bin Al-Atsir Al-Jazari (wafat tahun 630 H). karena ada perbedaan pada nama shahabat atau ketenarannya dengan kunyah.d. f. Al-Ishaabah fii Tamyiizi Ash. Ushuudul-Ghabah fii Ma'rifati Ash-Shahabah. dan termasuk pula mereka yang disebut shahabat. yang masyhur dengan nama Ibnu Hajar Al-'Asqalani (wafat tahun 852 H).Shahaabah. di dalamnya terdapat. karya Al-Hafidh Syamsuddin Abi Abdillah Muhammad bin Ahmad Adz-Dzahabi (wafat tahun 748 H). karya Syaikhul-Islam Al-Imam Al-Hafidh Syihabuddin Ahmad bin Ali Al-Kinani.7554 biografi. e.

kuniyahnya Abu Muhammad (wafat 148 H) Kemudian ilmu mereka berenam turun kepada tokoh-tokoh berikut ini : Untuk Penduduk Medinah : (1) Malik bin Anas bin Abi „Amir Al Ashbahi (wafat 179 H) beliau telah mendengar dari Ibn Syihab Az Zuhri dan (2) Muhammad bin Ishaq bin Yasar. Amru ibn Dinar. beliau bertemu Ibn Syihab. kuniyahnya Abul Khaththab (wafat 117 H) dan (4) Yahya ibn Abi Katsir. kuniyahnya Abu Muhammad (wafat 124 H) Untuk Penduduk Bashrah : (3) Qatadah ibn Di‟amah As Sadusi. Abu Ishaq dan Al A‟masy Untuk Penduduk Bashrah : (5) Said ibn Abi Arubah.(1) Ibn Syihab yaitu Muhammad ibn Muslim ibn Ubaidillah ibn Abdillah ibn Syihab Az Zuhri. kuniyah beliau Abu Muhammad (wafat 198 H). kuniyahnya Abu Bakar (wafat 152 H) beliau telah mendengar dari Ibn Syihab Az Zuhri dan Al A‟masy Untuk Penduduk Mekkah : (3) Abdul Malik ibn Abdil Aziz ibn Juraij. kuniyahnya Abun Nadhr (wafat 158/159 H) dan . kuniyahnya adalah Abu Bakar (wafat 124 H) Untuk Penduduk Mekkah : (2) Amru ibn Dinar. kuniyahnya Abu Ishaq (wafat 129 H) dan (6) Sulaiman ibn Mihran Al A‟masy. Abul Walid (wafat 151 H) dan (4) Sufyan in Uyainah bin Maimun Al Hilali. kuniyahnya Abu Nashr (wafat 132 H) Untuk Penduduk Kufah : (5) Amru ibn Abdillah As Sabi‟I.

Untuk Penduduk Kufah : (10) Sufyan ibn Said Ats Tsauri. Madrasah Kufah . kuniyahnya Abu Zakaria (wafat 203 H)  Madrasah-madrasah awal 1. Waki‟ ibn Al Jarrah. dan (8) Syu‟bah ibn Hajjaj. kuniyahnya Abu Said (wafat 198 H) 6. kuniyahnya Abu Bistham (wafat 160 H). Abdullah ibn Al Mubarak Al Hanzhali. kuniyahnya Abu Muawiyah (wafat 183 H) Kemudian ilmu kedua belas orang tersebut sampai kepada 6 orang : 1. kuniyahnya Abu Abdillah (wafat 161 H) Untuk Penduduk Syam : (11) Abdurrahman ibn Amr ibn Al Auza‟I. kuniyahnya Abu Abdirrahman (wafat 181 H) 5. Yahya ibn Said Al Qaththan. dan (9) Ma‟mar ibn Rasyid. kuniyahnya Abu Salamah (wafat 168 H). dan (7) Abu „Awanah Al Wadhdhah (wafat 175 H). Yahya ibn Zakariyya ibn Abi Zaidah. Abdurrahman ibn Mahdi Al Asadi.(6) Hammad ibn Salamah. kuniyahnya Abu Amr (wafat 151 H) Untuk penduduk Wasith : (12) Hasyim ibn Basyir. kuniyahnya Abu Sufyan (wafat 199 H) 4. Madrasah Makkah 3. kuniyahnya Abu Said (wafat 182 H) 3. Madrasah Madinah Nabawiyyah 2. kuniyahnya Abu Sa‟id (wafat 198 H) 2. Yahya ibn Adam.

M.Ag . H. Jakarta : Pustaka Al-Kausar. Drs. 2004. Muhammad bin Mathar Az Zahrani . Lc. Prof. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada 4. Ulumul Hadis . Mifdhol Abdurrahman. Nasyatuhu wa tathawwuruh.2008. 2. Madrasah Mesir 7. Madrasah Khurasan DAFTAR PUSTAKA 1. Ilmu Hadis .4. Pengantar Studi ilmu Hadits. Munzier Suparta. Madrasah Syam 6. Madrasah Bashrah 5.Terj. Jakarta : AWZAH 3.Dr. abdul Majid Khon. 2002. Ilmu Ar Rijaal. Dr. Syaikh Manna‟ Al-Qaththan.

DR. Mahmud Ath Thahhan 6. pada pasal Al Isnaadu minad dien oleh Syaikh Khalil Ma‟mun Syiha 7. Ushul At Takhrij wa Dirasatul Asaaniid. Muqaddimah Tahqiq Syarah Shohih Muslim lin Nawawi.wordpress.5. http://ahlulhadist.com/2007/10/16/ilmu-rijaalul-hadiits/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful