P. 1
komunikasi

komunikasi

|Views: 29|Likes:
Published by Jerrod Wilson
Pada dasarnya, komunikasi antar pribadi merupakan suatu proses sosial dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya saling memengaruhi. Sebagaimana diungkapkan oleh Devito (1997: 97), bahwa komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain, atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung.
Pada dasarnya, komunikasi antar pribadi merupakan suatu proses sosial dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya saling memengaruhi. Sebagaimana diungkapkan oleh Devito (1997: 97), bahwa komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain, atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Jerrod Wilson on May 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2013

pdf

text

original

Nama : Fadhilah Cahya Naila No stambuk : E13112119 Fakultas : Ilmu Sosial Dan Politik Jurusan : Ilmu Hubungan Internasional

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Pada dasarnya, komunikasi antar pribadi merupakan suatu proses sosial dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya saling memengaruhi. Sebagaimana diungkapkan oleh Devito (1997: 97), bahwa komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain, atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. Selanjutnya Devito (1997: 169-170) menjabarkan komunikasi antar pribadi menjadi tiga pendekatan secara umum, yaitu: 1. Komunikasi antarpribadi didefinisikan sebagai pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain. Atau sekelompok kecil orang, dengan efek dan umpan balik yang langsung. 2. Komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi antara dua orang yang memang telah ada hubungan di antara keduanya. 3. Interpersonal communication is seen a kind of progrestion (or development) from interpersonal communication at one extreme to personal communication at the other extreme, yang artinya “Komunikasi antarpribadi merupakan bentuk perkembangan atau peningkatan dari komunikasi dari satu sisi menjadi komunikasi pribadi pada sisi yang lain”. Dalam bukunya “Komunikasi Antar pribadi” (1991: 12), Alo Liliweri mengemukakan bahwa pada hakikatnya komunikasi anatarpribadi adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal mengubah sikap, pendapat, atau perilaku sesorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan dan arus balik bersifat langsung. Komunikator mengetahui tanggapan komunikank etika itu juga, pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikan mengetahui pasti apakah komunikasi itu positif atau negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak, ia dapat memberikan kesempatan kepada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya. Menurut Everet M. Rogers (Liliweri 1991: 46) ada beberapa ciri komunikasi yang menggunakan saluran antar pribadi, yaitu : 1. Arus pesan yang cenderung dua arah 2. Konteks komunikasinya tatap muka 3. Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi

Efek yang mungkin terjadi ialah perubahan sikap . Kecepatan jangkauan terhadap audiens yang besar relatif lambat 6. Kemampuan mengatasi tingkat selektifitas (terutama “selectivitas exposure’) yang tinggi 5.4.

1984). namun dalam kesempatan ini kita sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok. Dalam komunikasi kelompok. kelompok pemecahan masalah.  Kelompok primer dan sekunder. Michael Burgoon (dalam Wiryanto. Kelompok ini misalnya adalah keluarga.KOMUNIKASI KELOMPOK Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat. Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi. seperti berbagi informasi. Klasifikasi kelompok dan karakteristik komunikasinya. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok. juga melibatkan komunikasi antarpribadi. 2005). konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan. pemecahan masalah. dengan tujuan yang telah diketahui. yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih. dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana. kelompok diskusi. menjaga diri. yakni adanya komunikasi tatap muka. . atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. mengenal satu sama lainnya. dan memiliki susunan rencana kerja tertentu umtuk mencapai tujuan kelompok. pertemuan. Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.

Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. sedangkan kelompok sekunder formal. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal. tidak personal. sedangkan kelompok primer adalah sebaliknya. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif. Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Komunikasi kelompok primer cenderung informal. personal. 1994) mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggotaanggotanya berhubungan akrab. dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi.  Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan. sebagai berikut: 1. Meluas. sedangkan kelompok sekunder nonpersonal. 2. Theodore Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. . 5. Dalam. 3. menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas. Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya.Charles Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaludin Rakhmat. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab. dan tidak menyentuh hati kita. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi. sedangkan kelompok sekunder instrumental. 4. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas.

dan orang yang saya temui (fungsi perspektif). kelompok pertemuan. Selain itu. Cragan dan Wright mengkategorikan . fungsi normatif. Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia ini-cara mendefinisikan situasi. Berdasarkan tujuan. sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi normatif). ukuran. Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru. perilaku saya sangat dipengaruhi. Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif. peristiwa. Kelompok preskriptif. dan pola komunikasi. Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya. Melalui diskusi. Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. dan c. b. Cragan dan David W. · Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif John F. mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. mengorganisasikan pengalaman. kelompok tugas. misalnya transplantasi jantung. untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang (fungsi komparatif. (di AS) pada tahun 1960-an menggunakan proses ini dengan cukup banyak. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan. di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Dalam bidang ilmu. atau merancang kampanye politik. Kelompok revolusioner radikal. dan fungsi perspektif.Menurut teori. dan memberikan makna pada berbagai objek. setiap anggota berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya. kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. kelompok penyadar. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya. Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya. Apapun kelompok rujukan itu. termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi.

 Polarisasi. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan dikeluarkannya respon yang dominan. Kelompok mempengaruhi pekerjaan sehingga menjadi lebih mudah. usahakan rekan-rekan anda secara persetujuan mereka. Pengaruh kelompok pada perilaku komunikasi  Konformitas. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu. kalau anda merencanakan untuk menjadi ketua kelompok.enam format kelompok preskriptif. forum. Robert Zajonz (1965) menjelaskan bahwa kehadiran orang lain-dianggap- menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu. Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan. terjadi peningkatan prestasi. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga. yaitu: diskusi meja bundar. Untuk pekerjaan yang mudah.  Fasilitasi sosial. Fasilitasi (dari kata Prancis facile. terjadi penurunan prestasi. Jadi. simposium. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah setuju. Respon dominan adalah perilaku yang kita kuasai. Bila respon dominan itu adalah yang salah. bukan hanya didepan orang yang menggairahkan kita. Bila respon yang dominan itu adalah yang benar. ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama. respon yang dominan adalah respon yang banar. artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Ketika anda meminta persetujuan anggota. dan prosedur parlementer.aturlah rekan-rekan anda untuk menyebar dalam kelompok. peneliti-peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi kualitas kerja individu. karena itu. kolokium. diskusi panel. . Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial.

melaksanakan tugas kelompok. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu. 1994). jaringan komunikasi. bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu. Untuk itu faktor-faktor keefektifan kelompok dapat dilacak pada karakteristik kelompok. Sebaliknya. dan b. ukuran kelompok. 2. kepemimpinan (Jalaluddin Rakhmat. kohesi kelompok. Jadi. setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras. 3. . memelihara moral anggota-anggotanya. setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. yaitu: 1. 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok Anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: a. bila kelompok dimaksudkan untuk saling berbagi informasi (misalnya kelompok belajar). maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana anggota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok.Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok-disebut prestasi (performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation).

Bila organisasi dikaitkan atau diterapkan terhadap kelompok manusia. maka anggota-anggota yang berada dalam strukturnya akan bekerja sesuai dengan jabatan dan fungsinya untuk mencapai tujuan . Seseorang yang mengendalikan informasi akan mengendalikan kekuatan organisasi. mempunyai tujuan primer.Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi menunjukkan korelasi dengan pelaksanaan organisasi secara keseluruhan. Penelitian Fred T. Setiap anggota berhubungan dengan anggota-anggota lain dari kelompok ini dengan cara khusus (Gerald.Organisasi merupakan suatu kesatuan atau perkumpulan yang terdiri atas orang-orang/bagian-bagian yang didalamnya terdapat aktivitas kerja sama berdasakan pola dan aturan-aturan untuk mencapai tujuan bersama. Pekerjaan setiap orang akan tidak mungkin atau tidak terlepas dari usahausaha orang lain. Setiap individu mempunyai fungsi yang didesain yang memberikan kontribusi melalui pencapaian tujuan atau sasaran. Anggota kelompok bekerja sebagai suatu unit untuk mencapai sasaran primer mereka. Jurnal. Ketika organisasi diharuskan mencapai tujuan. maka dapat disimpulkan bahwa      Kelompok secara keseluruhan. Komunikasi penting bagi organisasi dan informasi penting bagi komunikasi yang efektif. Struktur organisasi ditentukan oleh keefektifan komunikasi. Definisi Komunikasi Organisasi Menurut Para Ahli . 19).KOMUNIKASI ORGANISASI Pengertian Komunikasi Organisasi Definisi Menurut Para Ahli. Jaringan . Makalah. Arus.Komunikasi Organisasi . Allen mengungkapkan bahwa karyawan yang memiliki informasi yang lebih baik akan menjadi karyawan yang baik pula.

karyawan-karyawan. yaitu: 1. yang mempengaruhi prilaku individu yang bekerja di dalamnya dan posisi individu yang bekerja dalam jaringan terebut serta memainkan peranan kunci dalam menentukan perilaku. . Komunikasi dalam organisasi dapat terjadi dalam bentuk kata-kata yang ditulis atau diucapkan. yakni semua perubahan insidental dan informasi dan perasaan yang dirasakan oleh manusia yang berlangsung kapan saja mereka bersama (Lewis. Setiap struktur saling melengkapi dan mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Personal. yaitu : 1. Lewis membagi 4 (empat) fungsi jaringan komunikasi. moral. Jaringan dan Arus Komunikasi Organisasi a. Secara spesifik aktivitas komunikasi organisasi ada tiga. Temuan-temuan/inovatif jaringan. 3. Jaringan Komunikasi Organisasi Jaringan merupakan sebuah sistem dari garis komunikasi yang berhubungan dengan pengirim dan penerima di dalam sebuah fungsi sosial organisasi. Tiap jaringan tersebut berhubungan antara satu atau lebih tujuan pengorganisasian (misalnya. baik antara manajer-manajer. Keempat fungsi jaringan komunikasi tersebut dijelaskan sebagi berikut:  Jaringan komunikasi yang teratur berhubungan dengan tujuan organisasi mengenai jaminan kesesuaian untuk perencanaan. yakni menstruktur komunikasi yang dijalankan dalam sebuah organisasi dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kerja. atau mampu mengkomunikasikan sesuatu kepada siapa dan dengan cara apa. dan perilaku orang yang mereka pengaruhi. 3. Operasional-Internal. yakni struktur komunikasi dalam organisasi yang berkonsentrasi pada pencapaian tujuan-tujuan kerja yang dilaksanakan oleh orang dan kelompok di luar organisasi. dan Jaringan informatif-instruktif. 2. 2000:3). 4. penyesuaian. dan asosiasi yang terlibat dalam pemberian ataupun mentransfer komunikasi. dan institusionalisasi). atau simbol visual. Keteraturan jaringan. 2.dimaksud. kecocokan. gesture. Dengan demikian. jaminan produktivitas. anggota-anggota organisasi tersusun ke dalam sistem yang saling berhubungan yang mampu menginterpretasikan pesan. baik yang datang dari anggota kelompok/organisai itu sendiri maupun yang datang dari luar. Hasil akhirnya adalah pertukaran informasi dan pengiriman makna atau proses aktivitas komunikasi dalamorganisasi. Konsekuensinya. yang menghasilkan perubahan tingkah laku di dalam organisasi. Keutuhan integratif/pemeliharaan jaringan. dalam Rahman. angggota-anggota di dalamnya akan saling berhubungan melalui metode-metode pencapaian tujuan. Operasional-Eksternal.

petunjuk. Dari atas ke bawah (Downward Communication) Komunikasi ini merupakan saluran yang paling sering digunakan dalam oganisasi. . dan institusional. politik) dan dukungan terhadap kelanjutan produktivitas dan keefektifan. tujuan. sebagai contoh:catatan buletin. gaya manajemen. Selain itu dengan adanya sistem komunikasi sebagai kelompok sub sistem. dan proses implementasi ide baru. misalnya selentingan. Arus komunikasi ini adalah pengiriman pesan dari pimpinan (supervisi) ke bawahan (subordinate). dan iklim organisasi yang bersangkutan. Dengan demikian akan meningkatkan produktivitas dan keefektifan. yang ditunjukkan oleh mereka yang melakukan pengiriman dan penerimaan pesan. maka akan memudahkan kita untuk mengetahui tentang keempat sub sistem yang utama tersebut. Hal ini meliputi pemberian dan perolehan informasi tidak diasosiasikan dengan jaringan komunikasi lain. artinya bahwa komunikasi itu tergantung pada kekuatan-kekuatan yang bekerja dalam organisasi tersebut. publikasi perusahaan dan kegiatan pelatihan. Berdasarkan fungsionalnya maka arus komunikasi yang terjadi dalam organisasi formal terdiri dari arus vertikal (dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas) dan arus horisontal (lateral atau silang). gabungan (solidaritas) dan kerja yang secara langsung berhubungan dengan tujuan organisasi. Arus ini digunakan untuk mengirim perintah.termasuk kontrol-kontrol. pendidikan. Contoh: sistem sugesti dan pertemuan partisipasi pemecahan masalah.   Memandang kondisi komunikasi organisasi sebagai jaringan informasi mengimplikasikan hakikat dan dinamika prilaku. 1. termasuk pemecahan masalah. bentuk-bentuk perintah dan feed beck (umpan balik) sub ordinat dengan superior (yang lebih tinggi dalam tugas aktivitas. Jaringan komunikasi integratif/pemeliharaan termasuk perasaan terhadap diri sendiri. Secara tidak langsung dihubungkan dengan institusionalisasi yang melibatkan organisasi diri dan mengambil jarak terhadap desas-desus. Arus Komunikasi Vertikal (Vertical Communication Flow) a. dan promosi. Arus Komunikasi Organisasi Pola komunikasi dan aktivitas organisasi sangat tergantung pada tujuan. b. bermoral. adaptasi untuk perubahan strategis. pesanan-pesanan. Instruksi ini mensubordinasi persyaratan pekerjaan lebih awal. pujian yang berlebihan. sosiologi. ekonomi.  Jaringan komunikasi inovatif berusaha keras untuk memastikan adaptasi organisasi terhadap pengaruh internal dan eksternal (teknologi. Contoh: pernyataan kebijakan dan aturan-aturan. utamanya masalah moral karyawan. Jaringan komunikasi informatif-instruktif bertujuan untuk menjamin tujuan yang lebih cocok. sesuai. informal (tidak resmi).

informasi mengarah pada pemahaman dan pemahaman menghasilkan tindakan-tindakan serta penyelesaian yang diinginkan. Manajemen tidak mempunyai waktu untuk mengetahui apakah teknik komunikasi yang mereka sajikan efektif atau tidak. Beberapa alasan yang menyebabkan komunikasi dari atas ke bawah tidak berjalan efektif adalah      Terdapat ketidakjelasan dalam mendefinisikan tanggung jawab tentang komkunikasi dari atas ke b awah. 2000) ada 5 jenis tipe khusus komunikasi downward. maka mereka akan memaksakan diri untuk menyelesaikan masalah organisasi/perusahaan. yakni komunikasi yang menghargai tentang bagaimana individu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Manajer tidak mengadakan pertemuan tatap muka antar supervisi dan non supervisi untuk membicarakan kondisi usaha dan pekerjaan. Procedure and Practice (Prosedur dan Pelaksanaan). Dua hal yang dapat terjadi berdasarkan tipe di atas adalah keterbatasan dan ketidakjelasan. aturan-aturan. Konsekuensi untuk menghindari terjadinya komunikasi yang tidak efektif maka manajer harus lebih banyak mengadakan pertemuan dengan para pekerjanya.kebijakan. regulasi dan manfaat-manfaat yang ada. yakni komunikasi yang menghasilkan pemahaman terhadap tugas dan hubungan dengan pengaturan lainnya. . yakni tidak menyediakan feedback (umpan balik) dari pekerja dalam organisasi itu. yakni komunikasi yang dirancang dengan karakter idiologi yang memberikan motivasi karyawan tentang pentingnya suatu missi organisasi secara keseluruhan. Artinya. Kurangnya program pelatihan komunikasi dalam rangka mengajarkan kepada manajemen personalia tentang seni dalam memahami aturan permainan yang ada dan sasaran pekerja serta perbedaan sistem nilai yang ada. Indoctrinations of goals. yaitu:      Job Instruction (Instruksi Kerja). Asumsinya adalah bahwa jika pekerja mengetahui apa yang diketahui oleh manajer. yakni komunikasi tentang kebijakan-kebijakan. Feedback (Umpan Balik). Masalah yang paling mendasar adalah bahwa komunikasi dari atas ke bawah hanya mempunyai satu arah saluran. Menurut Katz dan Kahn (dalam Rahman. yakni komunikai yang merujuk pada penyelesaian tugas-tugas khusus. Kurangnya pemahaman manajemen terhadap bawahannya. Job Rationale (Rasio Kerja). memorandum untuk pekerja pada tingkat yang lebih rendah dalam organisasi. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka hasil yang muncul dapat digambarkan sebagai berikut:  Atasan gagal dalam menjelaskan tugas-tugas para bawahan atau gagal dalam memberikan gambaran yang akurat tentang posisi mereka dalam organisasi.

yakni: 1. Manajer dan bawahan mungkin saja memiliki konflik tentang nilai. Para pekerja menggunakan saluran komunikasi ini sebagai kesempatan untuk mengungkapkan ide-ide atau gagasan yang mereka ketahui. Pengembangan yang signifikan dalam unit-unit kerja departemen. moral dan efisiensi yang berhubungan dengan kebijakan. dan maslah-masalah. dan mungkin mereka berada pada posisi tidak mampu atau tidak boleh mempertanyakan hal tersebut. Menspesifikasikan sasaran untuk mengkomunikasikannya. Metode dasar komunikasi downward memiliki tiga elemen penting yang harus dipertimbangkan oleh manajer. . yaitu:   Informasi tentang sikap pekerja. Komunikasi dari bawah ke atas akan menarik ide-ide dan membantu pekerja untuk menerima jawaban yang lebih baik tentang masalah dan tanggung jawabnya serta membantu kemudahan arus dan penerimaan komunikasi dari bawahan ke atasan (manajer). 2. Asumsi dasar dari komunikasi upward ini adalah bahwa pekerja harus diperlakukan sebagai partner dalam mencari jalan terbaik untuk mencapai tujuan. Komunikasi dari bawah ke atas (Upward Communication) Komunikasi ini adalah komunikasi yang berasal dari bawahan (subordinate) kepada atasan (supervisi) dalam rangka menyediakan feedback (umpan balik) bagi manajemen. Menerapkan teknis komunikasi yang paling baik dalam rangka mendapat pesan secara efektif antar para penerima. Kunci utama dari komunikasi downward adalah bahwa pekerja harus bereaksi secara lebih efejktif terhadap masalah-masalah yang mereka anggap sebagai kepentingan paling personal terhadap atasannya. yakni dalam hal ini pendengaran yang baik menghasilkan pendengar yang baik. perencanaan. Namun yang terpenting di sini adalah jika manajer dan pekerja ingin mencapai tujuan dari peran-perannya secara jelas dan memperoleh informasi yang akurat. maka setiap kelompok membutuhkan pemahaman tentang arus komunikasi. 2. Memastikan bahwa isi dari komunikasi memiliki kualitas berikut:       Akurasi Spesifikasi Kekuatan Orientasi dan penerima Simplisitas Tidak ada makna yang disembunyikan 3.  Bawahan juga gagal memahami penjelasan yang diberikan. Komunikasi upward memiliki lima tipe khusus.

Persepsi bawahan bahwa atasan sangat mempengaruhi masa depan mereka kelak. dan bawahan merasa kurang tergantung pada atasan. Semua bawahan akan cenderung untuk mendistorsi komunikasi dari bawah ke atas melalui struktur kewenangan. Pekerja yakin bahwa terdapat kekurangan dalam hal kemampuan dan tanggung jawab. Disamping itu kegagalan dalam komunikasi ini jika manajer menerima informasi yang salah dari bawahan. Kegelisahan pekerja secara pribadi. Pekeja percaya bahwa jika mereka bertentangan dengan pimpinan. permusuhan. Masalah tidak diketahui cara penyelesaiannya oleh pekerja. Pekerja yakin bahwa mereka tidak tertarik dengan masalah mereka. yang akan menciptakan partisipasi yang lebih besar. Kritik dan ekspresi sejenisnya dipandang sebagai tindakan yang salah karena itu dapat membuat bawahan kelihatan jelek di mata atasan. Pekerja merasa bahwa idenya tidak dihargai. Beberapa alasan yang menyebabkan komunikasi upward tidak berjalan efektif adalah:       Banyak pekerja yang takut menganggap bahwa mengekspresikan hal-hal yang sebenarnya tentang perusahaan sangat berbahaya. dan Para pekerja percaya bahwa manajer tidak langsung menyelesaikan masalah. yang disebabkan antara lain:     Pekerja tidak mau supervisi mempelajari segala sesuatu secara aktual dan potensial mendiskreditkan pekerja. Pekerja biasa menekankan atau menonjolkan sumbangannya terhadap perusahaan kepada atasan atau persaingannya dengan orang yang di bagian lain dalam organisasi. aspirasi dan sistem kepercayaan hampir selalu membentuk dan mewarnai interpretasi penerimaan mereka terhadap apa yang telah mereka pelajari dan terima untuk disebarkan. maka hal itu akan menghalangi promosi. berjalan berdasarkan pikirannya sendiri terlepas dari jangkauan dan pemikiran para karyawan. Tiga faktor yang secara konsisten berhubungan dengan komunikasi upward adalah:    Bawahan mempercayai atasan. Manajemen merupakan pengendali.  Kesalahan yang menurunkan efisiensi. . dan Pekerja saling bersaing untuk posisi manajer dan membiarkan para manajer untuk melaksanakan wewenangnya secara profesional dalam organisasi. dan Bawahan memobilisasi aspirasi. kurang sekretif.

Kondisi persaingan yang kuat antar para bawahan. . Persaingan dalam bentuk kalah-menang atau saling bertentangan dapat meningkatkan kegelisahan. Penanganan. Wewenang yang arbitrer dan lebih fleksibel cenderung akan meningkatkan distorsi komunikasi dari bawah ke atas. pemunculan atau bentuk-bentuk lain dari distorsi informasi yang dilakukan oleh pekerja menimbulkan pengaruh yang berbeda pada bawahan. dan ketertutupan supervisi merupakan kondisi yang cenderung menciptakan perasaan gelisah dan tidak aman antar para bawahan. diantaranya: a. d. misalnya meningkatkan gambaran kerja. Manajer yang mengisolasikan diri dari distorsi komunikasi akan cenderung mendapatkan masalah. Kondisi umum dari sinisme dan ketidakpercayaan dalam organisasi. dan perasaan dari pekerja. Konsekuensi untuk menghindari terjadinya distorsi komunikasi maka manajer harus mampu mendorong terjadinya sebuah arus informasi yang bebas dari bawah ke atas dan menyelesaika beberapa hal. Iklim seperti ini dapat melahirkan perasaan tidak aman yang selanjutnya menjadi distorsi. sekresi. Distorsi komunikasi dari bawah ke atas. diantaranya adalah:    Mempersiapkan diri dalam segala hal untuk mendengar kabar baik maupun kabar buruk. nilai dan aturan-aturan yang bertentangan. perencanaan. sikap. Struktur kewenangan dari organisasi. Di samping itu yang harus dilakukan manajer.Terdapat beberapa faktor yang dapat mengakibatkan munculnya iklim yang kondusif terhadap distorsi. masalahmasalah. b. c. Keluar dari kantor dan memeriksa bagaimana segala sesuatu berjalan dan Mengembangkan seni pendengaran terhadap orang yang tepat. ketidaknyamanan yang kemudian melahirkan distorsi.

Komunikasi horisontal sangat penting bagi pekerja pada tingkat bawah untuk selalu berkomunikasi antara supervisi/atasan maupun antara bawahan. penyelesaian masalah. . Komunikasi ini berfokus pada koordinasi tugas. Hasil dari beberapa studi mengungkapkan bahwa sekitar 2/3 dari organisai yang ada menggunakan arus komunikasi ini. dan resolusi konflik. ArusKomunikasiHorisontal Komunikasi ini merupakan arus pengiriman dan penerimaan pesan yang terjadi antar pimpinan/supervisi maupun antar bawahan/pekerja. Banyak pesan akan mengalir pada semua lini/garis anpamelaluipenyaringan. Komunikasi horisontal dikenal sebagai komunikasi lateral atau silang dan merupakan arus dan pemahaman yang paling kuat dalam komunikasi. pembagian informasi.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->