Nama : Fadhilah Cahya Naila No stambuk : E13112119 Fakultas : Ilmu Sosial Dan Politik Jurusan : Ilmu Hubungan Internasional

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Pada dasarnya, komunikasi antar pribadi merupakan suatu proses sosial dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya saling memengaruhi. Sebagaimana diungkapkan oleh Devito (1997: 97), bahwa komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain, atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. Selanjutnya Devito (1997: 169-170) menjabarkan komunikasi antar pribadi menjadi tiga pendekatan secara umum, yaitu: 1. Komunikasi antarpribadi didefinisikan sebagai pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain. Atau sekelompok kecil orang, dengan efek dan umpan balik yang langsung. 2. Komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi antara dua orang yang memang telah ada hubungan di antara keduanya. 3. Interpersonal communication is seen a kind of progrestion (or development) from interpersonal communication at one extreme to personal communication at the other extreme, yang artinya “Komunikasi antarpribadi merupakan bentuk perkembangan atau peningkatan dari komunikasi dari satu sisi menjadi komunikasi pribadi pada sisi yang lain”. Dalam bukunya “Komunikasi Antar pribadi” (1991: 12), Alo Liliweri mengemukakan bahwa pada hakikatnya komunikasi anatarpribadi adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal mengubah sikap, pendapat, atau perilaku sesorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan dan arus balik bersifat langsung. Komunikator mengetahui tanggapan komunikank etika itu juga, pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikan mengetahui pasti apakah komunikasi itu positif atau negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak, ia dapat memberikan kesempatan kepada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya. Menurut Everet M. Rogers (Liliweri 1991: 46) ada beberapa ciri komunikasi yang menggunakan saluran antar pribadi, yaitu : 1. Arus pesan yang cenderung dua arah 2. Konteks komunikasinya tatap muka 3. Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi

Kemampuan mengatasi tingkat selektifitas (terutama “selectivitas exposure’) yang tinggi 5.4. Kecepatan jangkauan terhadap audiens yang besar relatif lambat 6. Efek yang mungkin terjadi ialah perubahan sikap .

dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana. yakni adanya komunikasi tatap muka. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok. Klasifikasi kelompok dan karakteristik komunikasinya. Dalam komunikasi kelompok. Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Michael Burgoon (dalam Wiryanto. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan. menjaga diri. konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin.  Kelompok primer dan sekunder. dengan tujuan yang telah diketahui. pertemuan. 2005). pemecahan masalah. 1984). Kelompok ini misalnya adalah keluarga. juga melibatkan komunikasi antarpribadi. 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih. kelompok diskusi. Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi. dan memiliki susunan rencana kerja tertentu umtuk mencapai tujuan kelompok.KOMUNIKASI KELOMPOK Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat. kelompok pemecahan masalah. mengenal satu sama lainnya. . seperti berbagi informasi. atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. namun dalam kesempatan ini kita sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok.

Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal. Theodore Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). dan tidak menyentuh hati kita. Dalam.  Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan. artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi. sedangkan kelompok primer adalah sebaliknya. sedangkan kelompok sekunder formal. Komunikasi kelompok primer cenderung informal. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas. personal. 2. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi. 1994) mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggotaanggotanya berhubungan akrab. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif.Charles Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaludin Rakhmat. Meluas. sebagai berikut: 1. sedangkan kelompok sekunder instrumental. dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. 5. 3. Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. 4. sedangkan kelompok sekunder nonpersonal. . menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. tidak personal.

Kelompok preskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif. Selain itu. Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. peristiwa. Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya. mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. kelompok penyadar. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan. sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi normatif). dan pola komunikasi. dan fungsi perspektif. Melalui diskusi. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kelompok revolusioner radikal. ukuran. dan c.Menurut teori. Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia ini-cara mendefinisikan situasi. Cragan dan David W. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Dalam bidang ilmu. perilaku saya sangat dipengaruhi. kelompok pertemuan. di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Berdasarkan tujuan. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya. atau merancang kampanye politik. Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah. termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi. Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya. dan orang yang saya temui (fungsi perspektif). Cragan dan Wright mengkategorikan . Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru. misalnya transplantasi jantung. untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang (fungsi komparatif. dan memberikan makna pada berbagai objek. kelompok tugas. fungsi normatif. kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. setiap anggota berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya. · Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif John F. mengorganisasikan pengalaman. b. Apapun kelompok rujukan itu. (di AS) pada tahun 1960-an menggunakan proses ini dengan cukup banyak.

terjadi penurunan prestasi. terjadi peningkatan prestasi. respon yang dominan adalah respon yang banar. Respon dominan adalah perilaku yang kita kuasai. Fasilitasi (dari kata Prancis facile. dan prosedur parlementer. ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama. Bila respon dominan itu adalah yang salah. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan dikeluarkannya respon yang dominan. Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial. Kelompok mempengaruhi pekerjaan sehingga menjadi lebih mudah. Robert Zajonz (1965) menjelaskan bahwa kehadiran orang lain-dianggap- menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu. diskusi panel.  Fasilitasi sosial. usahakan rekan-rekan anda secara persetujuan mereka. bukan hanya didepan orang yang menggairahkan kita. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga. forum.enam format kelompok preskriptif. peneliti-peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi kualitas kerja individu. simposium. Pengaruh kelompok pada perilaku komunikasi  Konformitas. Jadi. Bila respon yang dominan itu adalah yang benar. artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah setuju. .  Polarisasi. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu. kalau anda merencanakan untuk menjadi ketua kelompok. karena itu.aturlah rekan-rekan anda untuk menyebar dalam kelompok. Ketika anda meminta persetujuan anggota. kolokium. Untuk pekerjaan yang mudah. Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan. yaitu: diskusi meja bundar.

Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. melaksanakan tugas kelompok. kohesi kelompok. maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana anggota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok. dan b. memelihara moral anggota-anggotanya. 3. setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Jadi. ukuran kelompok. setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras. kepemimpinan (Jalaluddin Rakhmat. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu. 1994). bila kelompok dimaksudkan untuk saling berbagi informasi (misalnya kelompok belajar). Untuk itu faktor-faktor keefektifan kelompok dapat dilacak pada karakteristik kelompok. . yaitu: 1. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok Anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: a. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok-disebut prestasi (performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation). jaringan komunikasi. bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu. 4. Sebaliknya.

Struktur organisasi ditentukan oleh keefektifan komunikasi. Pekerjaan setiap orang akan tidak mungkin atau tidak terlepas dari usahausaha orang lain. Bila organisasi dikaitkan atau diterapkan terhadap kelompok manusia. Jaringan . Seseorang yang mengendalikan informasi akan mengendalikan kekuatan organisasi. Ketika organisasi diharuskan mencapai tujuan. maka anggota-anggota yang berada dalam strukturnya akan bekerja sesuai dengan jabatan dan fungsinya untuk mencapai tujuan . Allen mengungkapkan bahwa karyawan yang memiliki informasi yang lebih baik akan menjadi karyawan yang baik pula.KOMUNIKASI ORGANISASI Pengertian Komunikasi Organisasi Definisi Menurut Para Ahli. 19). Makalah. Setiap anggota berhubungan dengan anggota-anggota lain dari kelompok ini dengan cara khusus (Gerald. Jurnal. Arus. maka dapat disimpulkan bahwa      Kelompok secara keseluruhan. Setiap individu mempunyai fungsi yang didesain yang memberikan kontribusi melalui pencapaian tujuan atau sasaran. Definisi Komunikasi Organisasi Menurut Para Ahli .Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi menunjukkan korelasi dengan pelaksanaan organisasi secara keseluruhan. Penelitian Fred T.Komunikasi Organisasi . Anggota kelompok bekerja sebagai suatu unit untuk mencapai sasaran primer mereka. mempunyai tujuan primer. Komunikasi penting bagi organisasi dan informasi penting bagi komunikasi yang efektif.Organisasi merupakan suatu kesatuan atau perkumpulan yang terdiri atas orang-orang/bagian-bagian yang didalamnya terdapat aktivitas kerja sama berdasakan pola dan aturan-aturan untuk mencapai tujuan bersama.

2000:3). dan perilaku orang yang mereka pengaruhi. Jaringan dan Arus Komunikasi Organisasi a. 4. Keutuhan integratif/pemeliharaan jaringan. dan institusionalisasi). Keempat fungsi jaringan komunikasi tersebut dijelaskan sebagi berikut:  Jaringan komunikasi yang teratur berhubungan dengan tujuan organisasi mengenai jaminan kesesuaian untuk perencanaan. Operasional-Eksternal. atau mampu mengkomunikasikan sesuatu kepada siapa dan dengan cara apa. moral. kecocokan. angggota-anggota di dalamnya akan saling berhubungan melalui metode-metode pencapaian tujuan. Setiap struktur saling melengkapi dan mempengaruhi antara satu dengan lainnya. 2. 2. yakni menstruktur komunikasi yang dijalankan dalam sebuah organisasi dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kerja. Keteraturan jaringan. . dalam Rahman. Personal. Lewis membagi 4 (empat) fungsi jaringan komunikasi.dimaksud. penyesuaian. yaitu : 1. anggota-anggota organisasi tersusun ke dalam sistem yang saling berhubungan yang mampu menginterpretasikan pesan. yang menghasilkan perubahan tingkah laku di dalam organisasi. dan asosiasi yang terlibat dalam pemberian ataupun mentransfer komunikasi. Komunikasi dalam organisasi dapat terjadi dalam bentuk kata-kata yang ditulis atau diucapkan. Temuan-temuan/inovatif jaringan. Dengan demikian. baik antara manajer-manajer. jaminan produktivitas. baik yang datang dari anggota kelompok/organisai itu sendiri maupun yang datang dari luar. 3. Konsekuensinya. Secara spesifik aktivitas komunikasi organisasi ada tiga. Tiap jaringan tersebut berhubungan antara satu atau lebih tujuan pengorganisasian (misalnya. yakni struktur komunikasi dalam organisasi yang berkonsentrasi pada pencapaian tujuan-tujuan kerja yang dilaksanakan oleh orang dan kelompok di luar organisasi. yakni semua perubahan insidental dan informasi dan perasaan yang dirasakan oleh manusia yang berlangsung kapan saja mereka bersama (Lewis. Jaringan Komunikasi Organisasi Jaringan merupakan sebuah sistem dari garis komunikasi yang berhubungan dengan pengirim dan penerima di dalam sebuah fungsi sosial organisasi. karyawan-karyawan. gesture. atau simbol visual. Operasional-Internal. dan Jaringan informatif-instruktif. 3. yaitu: 1. Hasil akhirnya adalah pertukaran informasi dan pengiriman makna atau proses aktivitas komunikasi dalamorganisasi. yang mempengaruhi prilaku individu yang bekerja di dalamnya dan posisi individu yang bekerja dalam jaringan terebut serta memainkan peranan kunci dalam menentukan perilaku.

utamanya masalah moral karyawan. yang ditunjukkan oleh mereka yang melakukan pengiriman dan penerimaan pesan. maka akan memudahkan kita untuk mengetahui tentang keempat sub sistem yang utama tersebut. Arus Komunikasi Organisasi Pola komunikasi dan aktivitas organisasi sangat tergantung pada tujuan. artinya bahwa komunikasi itu tergantung pada kekuatan-kekuatan yang bekerja dalam organisasi tersebut. Instruksi ini mensubordinasi persyaratan pekerjaan lebih awal. Hal ini meliputi pemberian dan perolehan informasi tidak diasosiasikan dengan jaringan komunikasi lain. Dengan demikian akan meningkatkan produktivitas dan keefektifan. dan institusional. Berdasarkan fungsionalnya maka arus komunikasi yang terjadi dalam organisasi formal terdiri dari arus vertikal (dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas) dan arus horisontal (lateral atau silang). Contoh: sistem sugesti dan pertemuan partisipasi pemecahan masalah.termasuk kontrol-kontrol. gaya manajemen.   Memandang kondisi komunikasi organisasi sebagai jaringan informasi mengimplikasikan hakikat dan dinamika prilaku. pendidikan. misalnya selentingan. dan proses implementasi ide baru. sesuai. gabungan (solidaritas) dan kerja yang secara langsung berhubungan dengan tujuan organisasi. Dari atas ke bawah (Downward Communication) Komunikasi ini merupakan saluran yang paling sering digunakan dalam oganisasi. Arus komunikasi ini adalah pengiriman pesan dari pimpinan (supervisi) ke bawahan (subordinate). Jaringan komunikasi integratif/pemeliharaan termasuk perasaan terhadap diri sendiri. dan iklim organisasi yang bersangkutan. . bermoral. termasuk pemecahan masalah. b. Selain itu dengan adanya sistem komunikasi sebagai kelompok sub sistem. sebagai contoh:catatan buletin. informal (tidak resmi). petunjuk. adaptasi untuk perubahan strategis. tujuan. Secara tidak langsung dihubungkan dengan institusionalisasi yang melibatkan organisasi diri dan mengambil jarak terhadap desas-desus. 1. pesanan-pesanan. sosiologi. bentuk-bentuk perintah dan feed beck (umpan balik) sub ordinat dengan superior (yang lebih tinggi dalam tugas aktivitas. Contoh: pernyataan kebijakan dan aturan-aturan. publikasi perusahaan dan kegiatan pelatihan. ekonomi. pujian yang berlebihan.  Jaringan komunikasi inovatif berusaha keras untuk memastikan adaptasi organisasi terhadap pengaruh internal dan eksternal (teknologi. Arus Komunikasi Vertikal (Vertical Communication Flow) a. Jaringan komunikasi informatif-instruktif bertujuan untuk menjamin tujuan yang lebih cocok. dan promosi. Arus ini digunakan untuk mengirim perintah. politik) dan dukungan terhadap kelanjutan produktivitas dan keefektifan.

Dua hal yang dapat terjadi berdasarkan tipe di atas adalah keterbatasan dan ketidakjelasan. yakni tidak menyediakan feedback (umpan balik) dari pekerja dalam organisasi itu. Indoctrinations of goals. memorandum untuk pekerja pada tingkat yang lebih rendah dalam organisasi. regulasi dan manfaat-manfaat yang ada. Asumsinya adalah bahwa jika pekerja mengetahui apa yang diketahui oleh manajer. yaitu:      Job Instruction (Instruksi Kerja). Kurangnya program pelatihan komunikasi dalam rangka mengajarkan kepada manajemen personalia tentang seni dalam memahami aturan permainan yang ada dan sasaran pekerja serta perbedaan sistem nilai yang ada. yakni komunikasi tentang kebijakan-kebijakan.kebijakan. Artinya. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka hasil yang muncul dapat digambarkan sebagai berikut:  Atasan gagal dalam menjelaskan tugas-tugas para bawahan atau gagal dalam memberikan gambaran yang akurat tentang posisi mereka dalam organisasi. 2000) ada 5 jenis tipe khusus komunikasi downward. yakni komunikasi yang dirancang dengan karakter idiologi yang memberikan motivasi karyawan tentang pentingnya suatu missi organisasi secara keseluruhan. aturan-aturan. Beberapa alasan yang menyebabkan komunikasi dari atas ke bawah tidak berjalan efektif adalah      Terdapat ketidakjelasan dalam mendefinisikan tanggung jawab tentang komkunikasi dari atas ke b awah. Manajemen tidak mempunyai waktu untuk mengetahui apakah teknik komunikasi yang mereka sajikan efektif atau tidak. Manajer tidak mengadakan pertemuan tatap muka antar supervisi dan non supervisi untuk membicarakan kondisi usaha dan pekerjaan. Kurangnya pemahaman manajemen terhadap bawahannya. Menurut Katz dan Kahn (dalam Rahman. yakni komunikasi yang menghasilkan pemahaman terhadap tugas dan hubungan dengan pengaturan lainnya. Masalah yang paling mendasar adalah bahwa komunikasi dari atas ke bawah hanya mempunyai satu arah saluran. maka mereka akan memaksakan diri untuk menyelesaikan masalah organisasi/perusahaan. Job Rationale (Rasio Kerja). Procedure and Practice (Prosedur dan Pelaksanaan). yakni komunikasi yang menghargai tentang bagaimana individu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. . yakni komunikai yang merujuk pada penyelesaian tugas-tugas khusus. informasi mengarah pada pemahaman dan pemahaman menghasilkan tindakan-tindakan serta penyelesaian yang diinginkan. Feedback (Umpan Balik). Konsekuensi untuk menghindari terjadinya komunikasi yang tidak efektif maka manajer harus lebih banyak mengadakan pertemuan dengan para pekerjanya.

Para pekerja menggunakan saluran komunikasi ini sebagai kesempatan untuk mengungkapkan ide-ide atau gagasan yang mereka ketahui. Komunikasi dari bawah ke atas akan menarik ide-ide dan membantu pekerja untuk menerima jawaban yang lebih baik tentang masalah dan tanggung jawabnya serta membantu kemudahan arus dan penerimaan komunikasi dari bawahan ke atasan (manajer). Manajer dan bawahan mungkin saja memiliki konflik tentang nilai. dan mungkin mereka berada pada posisi tidak mampu atau tidak boleh mempertanyakan hal tersebut. yakni dalam hal ini pendengaran yang baik menghasilkan pendengar yang baik. yakni: 1. .  Bawahan juga gagal memahami penjelasan yang diberikan. 2. moral dan efisiensi yang berhubungan dengan kebijakan. Namun yang terpenting di sini adalah jika manajer dan pekerja ingin mencapai tujuan dari peran-perannya secara jelas dan memperoleh informasi yang akurat. Metode dasar komunikasi downward memiliki tiga elemen penting yang harus dipertimbangkan oleh manajer. Memastikan bahwa isi dari komunikasi memiliki kualitas berikut:       Akurasi Spesifikasi Kekuatan Orientasi dan penerima Simplisitas Tidak ada makna yang disembunyikan 3. dan maslah-masalah. perencanaan. yaitu:   Informasi tentang sikap pekerja. Menerapkan teknis komunikasi yang paling baik dalam rangka mendapat pesan secara efektif antar para penerima. 2. Kunci utama dari komunikasi downward adalah bahwa pekerja harus bereaksi secara lebih efejktif terhadap masalah-masalah yang mereka anggap sebagai kepentingan paling personal terhadap atasannya. Komunikasi dari bawah ke atas (Upward Communication) Komunikasi ini adalah komunikasi yang berasal dari bawahan (subordinate) kepada atasan (supervisi) dalam rangka menyediakan feedback (umpan balik) bagi manajemen. Pengembangan yang signifikan dalam unit-unit kerja departemen. Komunikasi upward memiliki lima tipe khusus. maka setiap kelompok membutuhkan pemahaman tentang arus komunikasi. Menspesifikasikan sasaran untuk mengkomunikasikannya. Asumsi dasar dari komunikasi upward ini adalah bahwa pekerja harus diperlakukan sebagai partner dalam mencari jalan terbaik untuk mencapai tujuan.

yang akan menciptakan partisipasi yang lebih besar. Pekerja merasa bahwa idenya tidak dihargai. Pekerja yakin bahwa terdapat kekurangan dalam hal kemampuan dan tanggung jawab. Disamping itu kegagalan dalam komunikasi ini jika manajer menerima informasi yang salah dari bawahan. dan bawahan merasa kurang tergantung pada atasan. yang disebabkan antara lain:     Pekerja tidak mau supervisi mempelajari segala sesuatu secara aktual dan potensial mendiskreditkan pekerja. Persepsi bawahan bahwa atasan sangat mempengaruhi masa depan mereka kelak. Manajemen merupakan pengendali. dan Pekerja saling bersaing untuk posisi manajer dan membiarkan para manajer untuk melaksanakan wewenangnya secara profesional dalam organisasi.  Kesalahan yang menurunkan efisiensi. Semua bawahan akan cenderung untuk mendistorsi komunikasi dari bawah ke atas melalui struktur kewenangan. Masalah tidak diketahui cara penyelesaiannya oleh pekerja. permusuhan. Kritik dan ekspresi sejenisnya dipandang sebagai tindakan yang salah karena itu dapat membuat bawahan kelihatan jelek di mata atasan. Pekerja yakin bahwa mereka tidak tertarik dengan masalah mereka. Kegelisahan pekerja secara pribadi. dan Para pekerja percaya bahwa manajer tidak langsung menyelesaikan masalah. Tiga faktor yang secara konsisten berhubungan dengan komunikasi upward adalah:    Bawahan mempercayai atasan. aspirasi dan sistem kepercayaan hampir selalu membentuk dan mewarnai interpretasi penerimaan mereka terhadap apa yang telah mereka pelajari dan terima untuk disebarkan. dan Bawahan memobilisasi aspirasi. kurang sekretif. maka hal itu akan menghalangi promosi. berjalan berdasarkan pikirannya sendiri terlepas dari jangkauan dan pemikiran para karyawan. . Pekerja biasa menekankan atau menonjolkan sumbangannya terhadap perusahaan kepada atasan atau persaingannya dengan orang yang di bagian lain dalam organisasi. Pekeja percaya bahwa jika mereka bertentangan dengan pimpinan. Beberapa alasan yang menyebabkan komunikasi upward tidak berjalan efektif adalah:       Banyak pekerja yang takut menganggap bahwa mengekspresikan hal-hal yang sebenarnya tentang perusahaan sangat berbahaya.

Penanganan. sekresi. diantaranya adalah:    Mempersiapkan diri dalam segala hal untuk mendengar kabar baik maupun kabar buruk. Kondisi persaingan yang kuat antar para bawahan. b.Terdapat beberapa faktor yang dapat mengakibatkan munculnya iklim yang kondusif terhadap distorsi. Konsekuensi untuk menghindari terjadinya distorsi komunikasi maka manajer harus mampu mendorong terjadinya sebuah arus informasi yang bebas dari bawah ke atas dan menyelesaika beberapa hal. masalahmasalah. Wewenang yang arbitrer dan lebih fleksibel cenderung akan meningkatkan distorsi komunikasi dari bawah ke atas. Distorsi komunikasi dari bawah ke atas. diantaranya: a. c. Keluar dari kantor dan memeriksa bagaimana segala sesuatu berjalan dan Mengembangkan seni pendengaran terhadap orang yang tepat. dan ketertutupan supervisi merupakan kondisi yang cenderung menciptakan perasaan gelisah dan tidak aman antar para bawahan. Kondisi umum dari sinisme dan ketidakpercayaan dalam organisasi. pemunculan atau bentuk-bentuk lain dari distorsi informasi yang dilakukan oleh pekerja menimbulkan pengaruh yang berbeda pada bawahan. Manajer yang mengisolasikan diri dari distorsi komunikasi akan cenderung mendapatkan masalah. Iklim seperti ini dapat melahirkan perasaan tidak aman yang selanjutnya menjadi distorsi. nilai dan aturan-aturan yang bertentangan. misalnya meningkatkan gambaran kerja. perencanaan. Di samping itu yang harus dilakukan manajer. Persaingan dalam bentuk kalah-menang atau saling bertentangan dapat meningkatkan kegelisahan. Struktur kewenangan dari organisasi. dan perasaan dari pekerja. sikap. ketidaknyamanan yang kemudian melahirkan distorsi. . d.

Komunikasi horisontal dikenal sebagai komunikasi lateral atau silang dan merupakan arus dan pemahaman yang paling kuat dalam komunikasi. pembagian informasi. ArusKomunikasiHorisontal Komunikasi ini merupakan arus pengiriman dan penerimaan pesan yang terjadi antar pimpinan/supervisi maupun antar bawahan/pekerja. Banyak pesan akan mengalir pada semua lini/garis anpamelaluipenyaringan. . dan resolusi konflik.2. penyelesaian masalah. Hasil dari beberapa studi mengungkapkan bahwa sekitar 2/3 dari organisai yang ada menggunakan arus komunikasi ini. Komunikasi ini berfokus pada koordinasi tugas. Komunikasi horisontal sangat penting bagi pekerja pada tingkat bawah untuk selalu berkomunikasi antara supervisi/atasan maupun antara bawahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful