P. 1
WAWASAN SOSIAL BUDAYA BAHARI SEJARAH MARITIM DI INDONESIA DAN KEMISKINAN NELAYAN

WAWASAN SOSIAL BUDAYA BAHARI SEJARAH MARITIM DI INDONESIA DAN KEMISKINAN NELAYAN

|Views: 1,698|Likes:
Published by Jerrod Wilson
Dari berbagai belahan penjuru Nusantara tersebar banyak bandar atau pelabuhan besar. Juga banyak peninggalan budaya yang melukiskan kegagahan nenek moyang orang Indonesia sebagai pelaut. Sejarah pun telah menyebutkan bahwa bersatunya Nusantara adalah karena kebesaran armada maritim.
Dari berbagai belahan penjuru Nusantara tersebar banyak bandar atau pelabuhan besar. Juga banyak peninggalan budaya yang melukiskan kegagahan nenek moyang orang Indonesia sebagai pelaut. Sejarah pun telah menyebutkan bahwa bersatunya Nusantara adalah karena kebesaran armada maritim.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Jerrod Wilson on May 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2014

pdf

text

original

WAWASAN SOSIAL BUDAYA BAHARI SEJARAH MARITIM DI INDONESIA DAN KEMISKINAN NELAYAN

DISUSUN OLEH:

FADHILAH CAHYA NAILA E13112119

Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNIVERSITAS HASANUDDIN

BAB I ( SEJARAH MARITIM INDONESIA) PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Sejarah Maritim Indonesia Dari berbagai belahan penjuru Nusantara tersebar banyak bandar atau pelabuhan besar. Juga banyak peninggalan budaya yang melukiskan kegagahan nenek moyang orang Indonesia sebagai pelaut. Sejarah pun telah menyebutkan bahwa bersatunya Nusantara adalah karena kebesaran armada maritim. Sejak abad ke-9 Masehi, bangsa Indonesia telah berlayar jauh dengan kapal bercadik. Mereka ke Utara mengarungi lautan, ke Barat memotong lautan Hindia hingga Madagaskar, ke Timur hingga Pulau Paskah. Dengan kian ramainya arus pengangkutan komoditas perdagangan melalui laut, mendorong munculnya kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak maritim dan memiliki armada laut yang besar. Sejarah mencatat bahwa kehidupan bahari bangsa Indonesia sudah lahir jauh sebelumnya, hal ini dibuktikan dengan adanya temuan-temuan situs prasejarah maupun sejarah. Tidak banyak sumber yang dapat digali untuk menampilkan sejarah pelayaran Indonesia dalam masa pra sejarah, kecuali dari penuturan lisan dan relief yang tergambar pada candi-candi baik candi Hindu maupun Budha yang banyak dibangun setelah tahun 500 Masehi, seperti candi Prambanan, candi Borobudur dan lain-lain.

Dari relief pada candi dapat dilihat bahwa sesungguhnya pada masa itu sudah berlangsung pelayaran niaga yang dijalani oleh nenek moyang kita. Bentuk implementasinya masa kini. bukanlah merupakan fenomena baru. Keperkasaan dan kejayaan nenek moyang kita di laut haruslah menjadi penyemangat generasi sekarang dan yang akan datang. Fakta sejarah menunjukan bahwa fenomena kehidupan kemaritiman. pelayaran dan perikanan beserta kelembagaan formal dan informal yang menyertainya merupakan kontinuitas dari proses perkembangan kemaritiman Indonesia masa lalu. bukan hanya sekedar berlayar. Perlayaran ini merupakan wujud aktivitas migrasi penduduk dalam jarak pendek. demikian juga bahwa orang Indonesia masa dulu sudah mendapat manfaat dari aktivitas perdagangan yang memanfaatkan laut sebagai medium pengangkutannya. Bangsa Indonesia dengan karakteristik sosial budaya kemaritiman. tetapi bagaimana bangsa Indonesia wilayahnya adalah dua per tiga adalah lautan dapat dimanfaatkan demi kesejahteraan pembangunan bangsa. pada masa pra sejarah itu masyarakat Indonesia sudah memiliki pranata yang memungkinkan terjadinya hubungan perdagangan itu. Dari sini dapat dilihat bahwa sesungguhnya. . sampai perhubungan laut bagi pengangkutan barang dagangan. di samping migrasi pada kawasan yang lebih jauh.

Maksud dan Tujuan Makalah yang berjudul “Fakta Sejarah Kemaritiman Indonesia” dibuat dengan maksud memenuhi tugas mata kuliah WSBM (Wawasan Sosial Budaya Maritim). Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan motivasi untuk acuan dalam membangun kembali jiwa kemaritiman Indonesia yang dulu seperti dimasa jayanya . Bagaimana kejayaan kerajaan maritim Indonesia di masa lalu. Tujuan pembuatan makalah ini adalah menjelaskan/mengulas kembali tentang fakta sejarah sehingga Indonesia disebut sebagai Negara Maritim dan mengetahui kerajaan – kerajaan Maritim yang pernah berjaya di Indonesia sehingga dapat menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya wilayah maritim untuk masyarakat Indonesia. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian tersebut diatas. tulisan ini secara khusus akan membahas permasalahan : 1) 2) Fakta sejarah kemaritiman Indonesia.2. 3. 3) Catatan – catatan penting mengenai kemaritiman Indonesia. Manfaat Penulisan Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak. 4. khususnya kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai sejarah kemaritiman yang ada di Indonesia. 4) Bagaimana kemaritiman Indonesia saat ini.

Sejak zaman bahari. Negeri ini memiliki bentang Laut wilayah 70% dibanding dengan luas daratan yang hanya 30%. Sejatinya. tapi dalam hal ini laut bukan menjadi penghalang bagi tiap suku bangsa di Indonesia untuk saling berhubungan dengan suku-suku di pulau lainnya.BAB II PEMBAHASAN Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia. Bahkan. 1. Kerajaan ini menurut berbagai pakar sejarah cukup disegani di kawasan Asia Tenggara. terdapat kerajaan besar berbasis Maritim di Tanah air yang mampu untuk menyatukannya yaitu Sriwijaya dan Majapahit. Indonesia terkotak-kotak kedalam kerajaan-kerajaan kecil. antara pulau yang satu dengan pulau yang lainnya dipisahkan oleh laut. nenek moyang kita menjadi pelaut-pelaut handal yang menjelajah untuk mengadakan kontak dan interaksi dengan pihak luar. Bukti dari berita itu sendiri adalah berdasarkan penelitian yang . pelayaran dan perdagangan antar pulau telah berkembang dengan menggunakan berbagai macam tipe perahu tradisional. Fakta Sejarah Kemaritiman Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan. Bangsa Indonesia adalah masyarakat bahari. yang lebih mengejutkan lagi. Sebelum penjajahan Belanda. pelayaran yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia (Nusantara) pada zaman bahari telah sampai ke Madagaskar. Di antara sekian banyak kerajaan kecil itu.

Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwasannya Sriwijaya dan Majapahit pernah menjadi kiblat di bidang maritim. Penemuan situs prasejarah di gua-gua Pulau Muna. Seram dan Arguni yang dipenuhi oleh lukisan perahu-perahu layar. kebudayaan. Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia tidak pelak lagi terbukti dengan pengakuan dunia yang tertuang dalam UNCLOS (United Nation Convention on the Law of the Sea) yang diratifikasi oleh negara-negara sedunia.dilakukan yaitu tipe jukung yang sama yang digunakan oleh orang-orang Kalimantan untuk berlayar. serta melalui Deklarasi Juanda yang mengatur hal-hal yang berkaitan kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan.508 pulau yang kaya akan sumber daya alam yang sampai hari ini oleh karena pergeseran nilai dan paradigma yang tidak tepat memandang konsep negara kepulauan menyebabkan potensi kelautan kita belum benar-benar bisa dimaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya. menggambarkan bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia merupakan bangsa pelaut. yakni dibuktikan dengan adanya temuan-temuan situs prasejarah dibeberapa belahan pulau. Seperti diketahui bersama bahwa 3/5 dari wilayah negara kita merupakan wilayah perairan dengan dikelilingi oleh ± 17. Fakta sejarah lain yang menandakan bahwa Bangsa Indonesia terlahir sebagai bangsa Maritim dan tidak bisa dipungkiri. selain itu ditemukannya kesamaan bendabenda sejarah antara Suku Aborigin di Australia dengan di Jawa menandakan . dan agama di seluruh wilayah Asia.

Tahun 1284. Sebagai kerajaan maritim yang kuat di Asia Tenggara. Dengan kekuatan armada laut yang tidak ada tandingannya. maupun di seluruh dunia. Majapahit hingga Demak. Kejayaan Kerajaan Maritim Nusantara Sejarah mencatat bangsa Indonesia telah berlayar jauh dengan kapal bercadik. ia menaklukkan Bali dalam ekspedisi laut ke timur. Sriwijaya (683-1030 M) telah mendasarkan politik kerajaannya pada penguasaan alur pelayaran dan jalur perdagangan serta menguasai wilayah-wilayah strategis yang digunakan sebagai pangkalan kekuatan lautnya. 2. Memasuki masa kerajaan Sriwijaya. Dengan kian ramainya arus pengangkutan komoditas perdagangan melalui laut. mendorong munculnya kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak maritim dan memiliki armada laut yang besar.\bahwa nenek moyang kita sudah melakukan hubungan dengan bangsa lain yang tentunya menggunakan kapal-kapal yang laik layar. Nusantara adalah negara besar yang disegani di kawasan Asia. Dengan alat navigasi seadanya. Tidak hanya itu. pada tahun 1275 Kertanegara mengirimkan ekspedisi bahari ke Kerajaan Melayu dan Campa untuk menjalin persahabatan agar bersama-sama dapat menghambat gerak maju Kerajaan Mongol ke Asia Tenggara. mereka telah mamapu berlayar ke utara. lalu ke barat memotong lautan Hindia hingga Madagaskar dan berlanjut ke timur hingga Pulau Paskah. Ketangguhan maritim kita juga ditunjukkan oleh Singasari di bawah pemerintahan Kertanegara pada abad ke-13. .

Indonesia memiliki pengaruh yang sangat dominan di wilayah Asia Tenggara. Afrika Selatan. lebih merupakan penguasaan de facto daripada penguasaan atas suatu konsepsi . bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar. terutama melalui kekuatan maritim besar di bawah Kerajaan Sriwijaya dan kemudian Majapahit. Lagor. Nusantara diwarnai dengan berbagai kehidupan di laut. ekonomi. India. Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. 3. Wilayah laut Indonesia yang merupakan dua pertiga wilayah Nusantara mengakibatkan sejak masa lampau.Puncak kejayaan maritim nusantara terjadi pada masa Kerajaan Majapahit (1293-1478). Penguasaan lautan oleh nenek moyang kita. Ayuthia. paradigma masyarakatnya yang mampu menciptakan visi Maritim sebagai bagian utama dari kemajuan budaya. baik di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Dalam catatan sejarah terekam bukti-bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia menguasai lautan Nusantara. Anam. Catatan Penting Dalam Sejarah Maritim Indonesia Sejarah menunjukkan bahwa pada masa lalu. Filipina. Campa (Kamboja). China. Pengaruhnya bahkan sampai ke negara-negara asing seperti Siam. Di bawah Raden Wijaya. Majapahit maupun kerajaan-kerajaan Bugis-Makassar. Kilasan sejarah itu tentunya memberi gambaran. politik dan sosial. betapa kerajaankerajaan di Nusantara dulu mampu menyatukan wilayah nusantara dan disegani bangsa lain karena. Majapahit berhasil menguasai dan mempersatukan nusantara.

Thailand. Kedua. Mindoro. Keempat. Sri Lanka. banyak bukti prasejarah di pulau Muna. Nenek moyang Bangsa Indonesia telah memahami dan menghayati arti dan kegunaan laut sebagai sarana untuk menjamin berbagai kepentingan antarbangsa. bangsa Indonesia didesak ke darat. Selain itu. Pertama. Namun. oleh penjajah kolonial. yang meliputi pesisir Koromandel di India Selatan. seperti perdagangan dan komunikasi. yang meliputi pesisir barat Luzon.kewilayahan dan hukum. jaringan perdagangan Teluk Bengal. jaringan perdagangan yang meliputi pesisir timur Semenanjung Malaka. yang meliputi kepulauan Nusa Tenggara. dan bagian selatan Sumatera. jaringan perdagangan Laut Sulu. Cebu. Pada sekitar abad ke-14 dan permulaan abad ke-15 terdapat lima jaringan perdagangan (commercial zones). serta pesisir utara dan barat Sumatera. Jaringan perdagangan ini berada di bawah hegemoni Kerajaan Majapahit. Kelima. 2. Burma (Myanmar). Mindanao. kepulauan Maluku. 1. jaringan perdagangan Selat Malaka. Akan tetapi. dan Vietnam Selatan. Ketiga. 4. 3. Jawa. Jaringan ini juga dikenal sebagai jaringan perdagangan Laut Cina Selatan. pesisir barat Kalimantan. 5. jaringan Laut Jawa. Seram dan . dan pesisir utara Kalimantan (Brunei Darussalam). yang mengakibatkan menurunnya jiwa bahari. sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia yang mencintai laut sejak dahulu merupakan masyarakat bahari.

yaitu praktek kebaharian kolonial Belanda pada masa lalu. Sriwijaya. Pada masa kolonial Belanda. Setidaknya ada dua sebab terjadinya hal ini. dalam era kebangkitan . Sejarah Maritim Yang Terlupakan Berbagai dokumen tentang kejayaan bahari Bangsa Indonesia pada masa lalu. Akibatnya budaya bahari bangsa Indonesia memasuki masa suram. dan kebijakan pembangunan bahari pada masa rezim Orde Baru. atau sekitar abad ke -18. seperti Bugis-Makassar. Tarumanegara. dan peletak dasar kebaharian Ammana Gappa di Sulawesi Selatan. misalnya larangan berdagang selain dengan pihak Belanda. Ada pula peninggalan sejarah sebelum masehi berupa bekas kerajaan Marina yang didirikan perantau dari Nusantara yang ditemukan diwilayah Madagaskar. namun dalam perjalanannya kemudian mengalami keredupan.Arguniyang diperkirakan merupakan hasil budaya manusia sekitar tahun 10. 4.000 mil.000sebelum masehi! Bukti sejarah tersebut berupa gua yang dipenuhi lukisan perahu layar. padahal sebelumnya telah muncul beberapa kerajaan bahari nusantara. bahkan mampu berlayar sampai lebih dari 4. Kondisi ini kemudian berlanjut dengan minimnya keberpihakan rezim Orde Baru untuk membangun kembali Indonesia sebagai bangsa bahari. Akibatnya. masyarakat Indonesia dibatasi berhubungan dengan laut. Tentu pengaruh dan kekuasaan tersebut dapat diperoleh bangsa Indonesia waktu itu karena kemampuan membangun kapal dan armada yang layak laut.

Kerajaan Mataram kuno di Jawa Tengah bersama kerajaan lainnya seperti Kerajaan Tarumanegara telah membangun Candi Borobudur yang pada relief dindingnya dapat terlihat gambar perahu layar dengan tiang-tiang layar yang kokoh dan telah menggunakan layar segi empat yang lebar. Raden Wijaya memanfaatkan momentum ini untuk membelot melawan Kertanegara dan mendirikan Kerajaan Majapahit. diperlukan upaya yang serius dari semua elemen bangsa. Patih Gajah Mada . Dengan kekuatan armada lautnya. Mengembalikan semangat bahari itu tidak mudah. Perkembangan Kerajaan Singosari dipandang sebagai ancaman bagi Kerajaan Tiongkok dimana saat itu berkuasa Kaisar Khu Bilai Khan. pelayaran nasional kita kalah bersaing dengan pelayaran asing akibat kurangnya investasi. Kerajaan Majapahit (1293 M – 1478 M) selanjutnya berkembang menjadi kerajaan maritim besar yang memiliki pengaruh dan kekuasaan yang luas meliputi wilayah Nusantara. Kejayaan Kerajaan Singosari di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara telah memiliki armada kapal dagang yang mampu mengadakan hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan lintas laut.Asia Pasifik. Keinginan untuk menaklukkan Kerajaan Singosari dilakukan Khu Bilai Khan dengan mengirim kekuatan armadanya hingga mendarat di Pulau Jawa. Pada era kolonialisme terjadi pengikisan semangat bahari Bangsa Indonesia yang dilakukan oleh kolonial dengan menggenjot masyarakat indonesia untuk melakukan aktivitas agraris untuk kepentingan kolonial dalam perdagangan rempah-rempah ke Eropa. Disaat Kertanegara harus berhadapan dengan kekuatan armada Khu Bilai Khan.

media sumberdaya. melaksanakan hubungan dagang dan interaksi budaya. Oleh karena itu. sekaligus menanamkan pengaruh. perubahan orientasi pembangunan nasional Indonesia ke arah pendekatan bahari merupakan suatu hal yang sangat penting dan mendesak. . Beberapa fungsi laut yang harusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kebijakan-kebijakan berbasis bahari adalah. Bukti-bukti sejarah ini tidak bisa dielakkan bahwa kejayaan bahari Bangsa Indonesia sudah bertumbuh sejak dahulu. media pertahanan dan keamanan sebagai negara kepulauan serta media untuk membangun pengaruh ke seluruh dunia. Pembangunan nasional bertujuan untuk meningakatkan kesejahteraan bangsa Indonesia secara menyeluruh dan merata. laut sebagai media pemersatu bangsa. Seiring dengan tujuan tersebut maka kemampuan pertahanan dan keamanan harus senantiasa ditingkatkan agar dapat melindungi dan mengamankan hasil pembangunan yang telah dicapai. Pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan penyediaan kebutuhan sumber daya yang semakin besar mengakibatkan laut menjadi sangat penting bagi pembangunan nasional. Wilayah laut harus dapat dikelola secara profesional dan proporsional serta senantiasa diarahkan pada kepentingan asasi bangsa Indonesia di laut.mampu berperang untuk memperluas wilayah kekuasaan. media perhubungan. Pemanfaatan potensi sumber daya nasional secara berlebihan dan tak terkendali dapat merusak atau mempercepat berkurangnya sumber daya nasional.

menguasai jalur perdagangan laut dan memungut cukai atas penggunaan laut. hal ini dibuktikan dengan adanya temuan-temuan situs prasejarah maupun sejarah. Peneuman situs prasejarah di gua-gua Pulau Muna. alur laut kepulauan bagi pelayaran internasional (innocent passage. yaitu. luas laut territorial yang dilaksanakan sejak Deklarasi Djuanda 1957 sampai dengan Unclos 1982 yang mempunyai sumberdaya kelautan . Posisi strategis Indonesia setidaknya memberikan manfaat setidaknya dalam tiga aspek. seperti lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002 dengan alasan “ineffective occupation” atau wilayah yang diterlantarkan. dan archipelagic sea lane passage) berdasarkan ketentuan IMO. Kerajaan Sriwijaya (683 M – 1030 M) memiliki armada laut yang kuat.Sejarah mencatat bahwa kejayaan bahari bangsa Indonesia sudah lahir sebelum kemerdekaan. namun lemahnya perhatian dan keberpihakan pemerintah di laut maka beberapa kerugian yang ditimbulkannya. selain itu ditemukannya kesamaan benda-benda sejarah antara Suku Aborigin di Australia dengan di Jawa menandakan bahwa nenek moyang kita sudah melakukan hubungan dengan bangsa lain yang tentunya menggunakan kapal-kapal yang laik layar. Pengaruhnya meliputi Asia Tenggara yang mana hal ini dikuatkan oleh catatan sejarah bahwa terdapat hubungan yang erat dengan Kerajaan Campa yang terletak di antara Camboja dan Laos. Seram dan Arguni yang dipenuhi oleh lukisan perahu-perahu layar. menggambarkan bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia merupakan bangsa pelaut. transit passage. Sudah sepantasnya kita mengoptimalkan Unclos 1982 yang merupakan peluang terbesar negara kepulauan.

dan semakin meningkatnya penyelundupan di perairan Indonesia. lain halnya dengan predikat “Negara Agraris” yang suatu saat bisa berganti dengan industri. Konsekwensi sifat maritim itu sendiri lebih mengarah pada terwujudnya aktifitas pelayaran di wilayah Indonesia. . terutama di wilayah perbatasan negara tidak kunjung tuntas. melihat bagaimana kejayaan masa lampau diperoleh karena mengoptimalkan potensi laut sebagai sarana dalam suksesnya perekonomian dan ketahanan politik suatu negara. Minimnya keberpihakan kepada sektor bahari (maritime policy) salah satunya menyebabkan masih semrawutnya penataan selat Malaka yang sejatinya menjadi sumber devisa. serta makin maraknya praktik illegal fishing. Kemaritiman Indonesia Saat Ini Berkaca dari masa lalu. hal lainnya adalah pelabuhan dalam negeri belum menjadi international hub port. ZEE yang masih terlantar. illegal drug traficking. penamaan dan pengembangan pulau-pulau kecil. illegal people.demikian melimpah. dan sumber devisa yang luar biasa jika dikelola dengan baik. predikat ini mustahil ditinggalkan. maka menjadi suatu hal yang wajar bila sekarang ini Indonesia harus lebih mengembangkan laut demi tercapianya tujuan nasional. Indonesia menyandang predikat “Negara Maritim” atau negara kepulauan. 5. Dalam kalimat ini bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dalam membangun perekonomian akan senantiasa dilandasi oleh aktivitas pelayaran.

laut Indonesia merupakan urat nadi perekonomian nasional dan penggerak lalu lintas ekonomi dunia. dalam karyanya yang berjudul “The . laut menjadi salah satu faktor dalam mempertahankan eksistensi wilayah suatu negara “Bahkan barang siapa yang menguasai laut. luar dan dalam. politik dan sosial. Laut Indonesia merupakan urat nadi perekonomian nasioaldan penggerak lalu lintas ekonomi dunia. betapa kerajaankerajaan di Nusantara dulu mampu menyatukan wilayah nusantara dan disegani bangsa lain karena. ia akan menguasai dunia”. demikian dalil yang dikemukakan oleh Mahan. Indonesia yang mempunyai potensi laut sangat besar di dunia kurang begitu memperhatikan sektor ini.Kilasan sejarah itu tentunya memberi gambaran. Sebab. kalau pada zaman dahulu mencapai kejayan baik dalam bidang politik maupun ekonomi. Indonesia saat ini masih belum menjadi Negara maritime dalam pengertian yang sesungguhnya. sekarang ini tidak tampak sedikit pun kemajuan yang dapat dilihat. baik ditingkat domestic maupun global. Padahal. Hanya faktanya. Ironis memang. Indonesia secara natural lahir dan tumbuh sebagai Negara dan bangsa maritim. wajar saja kalau Mahan mengeluarkan pernyataan tersebut. Padahal. Dunia maritim Indonesia telah mengalami kemunduran yang cukup signifikan. hingga sekarang Indonesia belum menjadi actor atau pelaku kelautan yang cukup mempuni. ekonomi. paradigma masyarakatnya yang mampu menciptakan visi Maritim sebagai bagian utama dari kemajuan budaya.

yang terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1890 dan telah mengalami cetakan ulang beberapa kali. beberapa kalangan berkesimpulan agar dapat menjadi bangsa yang kuat dan disegani dimata internasional maka Indonesia harus kembali berwawasan maritim dan bukannya berorientasi daratan (land minded). watak kemaritiman tersebut saat ini sudah tidak lagi eksis.Influence of Sea Power Upon History” (1660-1783). Namun demikian. . Indonesia sebenarnya adalah negara yang berwatak maritim. Berdasarkan tinjuan sejarah dari berbagai kerajaan di Nusantara pada masa lalu.

seharusnya dapat menjadi suatu asset besar bagi nelayan setempat dalam upaya memperbaiki taraf hidup mereka secara ekonomi. budaya dan gaya hidup yang cenderung boros. disebabkan karena strategi penanggulangan kemiskinan yang ditawarkan belum mampu menjawab atau menyentuh akar persoalan kemiskinan itu. dan bukan solusi secara parsial. Untuk kita.BAB 1 (KEMISKINAN NELAYAN) 1. menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah. kurangnya akses terhadap informasi. kemiskinan masyarakat pesisir ditengarai oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat. kesehatan. Latar Belakang Masalah kemiskinan merupakan persoalan yang dihadapi diseluruh daerah perkotaan di Indonesia yang hingga kini belum mampu ditanggulangi. pekerjaan. Di samping itu. pendidikan. kemiskinan nelayan merupakan masalah yang bersifat multi dimensi sehingga untuk menyelesaikannya diperlukan sebuah solusi yang menyeluruh. Secara umum. kenyataannya sampai saat ini kehidupan nelayan tetap saja masih berada dalam ketidakmampuan secara finansial dan belum sejahtera. terlebih dahulu harus diketahui akar masalah yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan nelayan. teknologi dan permodalan. Pada saat yang sama. Melimpahnya potensi hayati yang dikandung oleh laut di sekitar tempat komunitas nelayan bermukim. Ketidakmampuan setiap pemerintah kota di Indonesia dalam menanggulangi masalah kemiskinan ini. inftastruktur. kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagai salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir.1. . Sehubungan dengan itu. Namun. antara lain kebutuhan akan pangan. kurangnya kesempatan berusaha.

nelayan seringkali dijadikan objek eksploitatif oleh para pemilik modal. bahkan sebaliknya membuat nelayan utamanya nelayan tradisional menjadi semakin terpinggirkan. Kondisi ini menujukkan bahwa.komunitas nelayan bisa miskin bukan karena kesalahan nelayan itu sendiri misalnya mereka malas bekerja. tentu saja dapat membuat distribusi pendapatan menjadi tidak merata dimana dengan adanya permainan harga. ketika harga ikan yang merupakan sumber pendapatan mereka. Disamping itu. ada satu struktur atau sistem yang membuat sekian banyak nelayan menjadi terpinggirkan secara ekonomi. ada pula diantara mereka yang mengangkut hasil tangkapannya dengan memakai sepeda menuju tempat pelelangan ikan untuk memasarkan langsung. Selain itu. . Hal ini. nelayan mendapatkan income yang rendah atau berada pada posisi yang dirugikan sedangkan para pemilik modal. Kenyataan di atas. dimana pada pagi hari dapat ditemui pada nelayan yang telah giat bekerja untuk turun ke laut guna menangkap ikan. dikendalikan oleh para pemilik modal atau para pedagang/tengkulak. Demikian halnya dengan gejala modernisasi perikanan yang juga tidak banyak dapat membantu. Misalnya. sesuai dengan hasil observasi awal yang terlihat. tetapi lebih disebabkan oleh adanya sebuah struktur yang timpang kemudian dilegitimasi dengan suatu peraturan. Penggunaan kapal besar yang berteknologi modern oleh pemilik modal sudah barang tentu dapat menghasilkan tangkapan ikan yang lebih besar bila dibandingkan dengan nelayan tradisional yang hanya menggunakan teknologi tradisional. sehingga membuat para nelayan tetap berada pada kubangan kemiskinan secara struktural. dapat meraup keuntungan yang besar dari adanya tindakan spekulasi harga. seperti pada saat munculnya kapal tangkap yang berukuran besar dan berteknologi modern (motorisasi) yang mampu menangkap ikan lebih banyak.

juga dari sikap hidup . Winahyu dan Santiasih dalam Kusnadi. Nelayan bahkan disebut sebagai masyarakat termiskin dari kelompok masyarakat lainnya. Akibat dari sikap hidup di atas. Kemiskinan yang dialami oleh komunitas nelayan. Demikian penjelasan di atas yang menunjukkan adanya benang merah bahwa kemiskinan dapat disebabkan oleh faktor-faktor buatan manusia seperti adanya distribusi pendapatan yang tidak merata. Umumnya mereka disuruh bekerja untuk membantu orang tua dalam mencari nafkah agar dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarganya yakni kebutuhan pangan untuk dapat bertahan hidup. individu dari komunitas nelayan akhirnya merasa kurang bahkan tidak memiliki motivasi dan etos kerja yang tinggi sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. maka sangat logis bila tingkat pendidikan anak-anaknya pun rendah.Tak bisa dipungkiri. kebijakan dari pemerintah yang tidak adil dan cenderung menguntungkan kelompok masyarakat tertentu. nelayan. sehingga pada saat tingkat pendapatan dari nelayan rendah. dapat digolongkan sebagai lapisan sosial yang paling miskin. khususnya nelayan buruh dan kecil atau nelayan tradisional. bahwa citra nelayan utamanya nelayan kecil/tradisional masih sangat identik dengan kemiskinan. sesungguhnya juga tak lepas dari pengaruh atau budaya yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. pada akhirnya menyebabkan tingkat pendapatan dari seorang nelayan tidak menentu bahkan terkadang nihil. budaya atau kebiasaan hidup seperti sikap malas dan pasrah terhadap nasib telah menjadi bagian dari mentalitas. Tidak sedikit anak nelayan yang harus berhenti sebelum lulus sekolah dasar atau tidak melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Terlepas dari sadar atau pun tidak sadar. 2002 mempertegas bahwa dibandingkan dengan sektor pertanian sekalipun. sehingga secara psikologis.

Bahan informasi untuk pengembangan ilmu khususnya di bidang agrobisnis perikanan. Bahan informasi dan pertimbangan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam penyusunan kebijakan pambangunan bisa lebih tepat pada sasaran. mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus di ambil pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan yang ada. 3. maka rumusan masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sebagai bahan bacaan mengenai karakteristik kehidupan masyarakat nelayan miskin. Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya masalah kemiskinan yang terjadi pada komunitas nelayan. 1.4. Manfaat Manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1.3. 2. Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk: 1. 2. Bagaimana bentuk kemiskinan yang terjadi pada komunitas nelayan ? 1. Mengetahui bentuk-bentuk kemiskinan yang ada pada komunitas nelayan. Mengapa kemiskinan masih terjadi pada komunitas nelayan ? 2.2. faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan serta bentuk-bentuk kemiskinan yang terjadi pada masyarakat nelayan. BAB II . 3. 1.mereka atau sekelompok masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya mereka seperti sikap malas. dan pasrah terhadap nasib. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian dan pokok-pokok pemikiran di atas.

1. kesehatan. tetapi juga karena adanya perspektif masyarakat yang menyisihkan dan memiskinkan orang. transportasi. yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan (poverty threshold). Garis kemiskinan adalah sejumlah rupiah yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan setara 2. 2006). pakaian. Seseorang menjadi miskin bukan hanya karena masalah mental atau tiadanya kesempatan untuk sejahtera. kemiskinan bukanlah sematamata kekurangan dalam ukuran ekonomi. kemiskinan berasal dari karakteristik khas orang-orang miskin. 2005). baik untuk makanan dan non makanan. kesehatan. pendidikan dan kebutuhan non makanan yang terdiri dari perumahan. mental. Menurut teori konservatif. antara . tetapi juga melibatkan kekurangan dalam ukuran kebudayaan dan kejiwaan dan memberi corak tersendiri pada kebudayaan yang diwariskan dari generasi orang tua kepada anak melalui proses sosialisasi. Kemiskinan absolut: apabila tingkat pendapatannya di bawah “garis kemiskinan” atau sejumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan minimum. maupun fisiknya dalam kelompok tersebut (Soekanto.100 kilo per kalori per orang per hari dan kebutuhan non makanan yang terdiri dari perumahan. Sedangkan menurut Depsos. Menurut Oscar Lewis (1966) dalam Laila (2009).1. pakaian. kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum. serta aneka barang dan jasa lainnya (Suharto.TINJAUAN PUSTAKA 2. Definisi Kemiskinan Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga.

perumahan. kesehatan. Golongan miskin sekali pendapatannya 240 hingga 360 kg beras perkapita per tahun. 6.5 juta orang miskin.2.lain kebutuhan pangan. Kemiskinan struktural banyak disorot sebagai penyebab tumbuh dan berkembangnya ketiga kemiskinan yang lain. meskipun ada usaha dari pihak luar untuk membantunya. 4. Prof.5 juta orang (56. dan pendidikan yang diperlukan untuk bisa hidup dan bekerja. Definisi Nelayan . Kemiskinan struktural: kondisi atau situasi miskin karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat sehingga menyebabkan ketimpangan. Kemiskinan kultural: karena mengacu kepada persoalan sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya. malas. Kemiskinan relatif: kondisi dimana pendapatannya berada pada posisi di atas garis kemiskinan. pemboros. seperti tidak mau berusaha untuk memperbaiki tingkat kehidupan. namun relatif lebih rendah dibanding pendapatan masyarakat sekitarnya. 5. tidak kreatif. 8. Laporan BPS Tahun 1996 terdapat 22. sandang. 3. 2. Golongan paling miskin pendapatannya 240 kg atau kurang beras perkapita pertahun. Bank Dunia menetapkan bahwa garis batas kemiskinan adalah US $ 50 perkapita pertahun untuk pedesaan dan US $ 75 perkapita per tahun untuk perkotaan. 2. Golongan miskin pendapatannya lebih dari 360 kg tetapi kurang dari 480 kg beras perkapita pertahun.8 juta jiwa berada di pedesaan). Sayogya mengembangkan standar kebutuhan pokok berdasarkan atas kebutuhan beras dan gizi. Tahun 1998 79. 7.

teluk. selat. mereka pada umumnya tinggal di pinggir pantai (Mulyadi. 2002 dalam Deden. Mereka adalah orang-orang yang begitu gigih dan akrab dengan kehidupan di laut yang sifatnya keras. fenomena ini merupakan konsekuensi dari adanya differensisasi sosial yang salah satunya berupa pembagian kerja atau divission of labour. Pengetahuan tradisionalnya tentang ekologi kelautan. Secara sosiologis. danau maupun sungai dengan menggunakan perahu atau kapal dan berburu atau menggunakan perangkap. Menurut Gordon (Satria. baik di laut. merupakan bagian dari kehidupan mereka yang sifatnya turun temurun. Para nelayan ini sangat percaya betapa pun kuatnya tantangan itu.Nelayan adalah suatu komunitas yang mana mata pencaharian utamanya adalah menangkap ikan. baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budidaya. 2005 ). pelaku-pelaku dalam penangkapan ikan semakin beragam statusnya. Ketika perikanan sudah mengalami berbagai perkembangan. Nelayan sering didefinisikan sebagai orang yang melakukan kegiatan penangkap ikan di laut. 2011) bahwa nelayan adalah orang yang melakukan penangkap ikan baik di perairan laut atau pun di perairan umum dengan menggunakan seperangkat alat tangkap ikan. laut tetap menawarkan berbagai kemungkinan serta memberikan peluang dalam mencari nafkah untuk memperolehnya dan mereka berjuang dengan penuh keyakinan. Satria (2002) dalam Deden (2011) mengatakan bahwa nelayan dapat kita . keuletan dan ketabahan serta penggunaan teknologi yang sederhana. Definisi ini dibuat untuk konteks masyarakat tradisional. Nelayan adalah suatu kelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung langsung pada hasil laut. Mereka umumnya tinggal atau menetap di daerah pesisir pantai dan membentuk suatu komunitas yang disebut dengan komunitas nelayan.

Direktoral Jenderal Perikanan (2002). Sementara itu. 2001) pendapatan adalah pihak-pihak yang memiliki kapal dan alat tangkap ikan serta mengelola usaha atau menjalankan kegiatan penangkapan ikan di laut.2. ahli mesin dan juru masak yang bekerja di atas kapal penangkap disebut juga sebagai nelayan meskipun tidak secara langsung melakukan penangkapan ikan. 2. Nelayan buruh adalah nelayan yang bekerja dengan alat tangkap milik orang lain. . Sama dengan penangkapan ikan pada pembudidayaan. Pendapatan Nelayan Pendapatan adalah hasil produksi berupa jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh masyarakat dan dinilai dengan jumlah uang (Salim. mendefinisikan nelayan sebagai orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam operasi penangkapan ikan/ binatang air lainnya/ tanaman air. orang yang disebut sebagai petani adalah orang yang melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan sebagai anggota rumah tangga maupun buruh/tenaga kerja. Menurut (Anonymaus. Nelayan pemilik atau juragan adalah orang yang memiliki sarana penangkapan seperti kapal/perahu. adapun nelayan perorangan adalah nelayan yang memiliki peralatan tangkap sendiri dan dalam pengoperasiannya tidak melibatkan orang lain. Orang yang hanya melakukan pekerjaan seperti membuat jaring atau mengangkat alat-alat perlengkapan ke dalam perahu/ kapal tidak dikategorikan sebagai nelayan. jaring. keuntungan adalah pendapatan bersih yang diterima pemilik unit tangkap maupun anak buah kapal. 1992).bagi menjadi nelayan pemilik dan nelayan buruh. dan alat tangkap lainnya. sebaliknya nelayan juragan adalah nelayan yang alatnya dioperasikan oleh orang lain. Sedangkan untuk usaha perikanan. Sementara nelayan buruh adalah orang yang menjual jasa tenaga kerja sebagai buruh dalam kegiatan penangkapan ikan di laut.

Sedangkan pendapatan nelayan pendega atau ABK adalah nilai bagian (persentasi tertentu dari sistem bagi hasil) yang diterima oleh pendega sesuai dengan fungsi dan peranannya dalam operasi penangkapan.Pendapatan nelayan pemilik adalah pendapatan usaha dikurangi dengan biaya atas retribusi ABK (Anak Buah Kapal) dalam sistem bagi hasil dan biaya tetap yang menjadi tanggungan pemilik/juragan. 1998). sebagai upah kerja. Sehingga pendapatan usaha penangkapan merupakan selisih antara nilai produksi dengan seluruh biaya usaha yang benar-benar dikeluarkan (Talakua. .

47 persen) penduduk miskin di Indonesia berada di daerah pesisir dan pedesaan. Angka tersebut diperoleh berdasarkan ukuran garis kemiskinan ditetapkan sebesar 1.BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3. Sebagian besar (63. Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat ada keterkaitan erat antara kemiskinan dan pengelolaan wilayah pesisir. Badan Pusat Statistik (BPS).per hari. .per hari. Kalangan tersebut hidup hanya kurang dari 2 dollar AS atau sekitar Rp. 30. tapi bagaimana menemukan solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut.42 persen). Data statistik menunjukan bahwa upah riil harian yang diterima seorang buruh tani (termasuk buruh nelayan) hanya sebesar Rp. Namun.449. kesejahteraan nelayan justru sangat minim dan identik dengan kemiskinan. 19..96 juta orang (15. dengan perhitungan yang agak berbeda dari Bank dunia.1.301. terlepas dari perbedaan angka-angka tersebut. 48.000..– per hari.55 dollar AS. mengumumkan angka kemiskinan di Indonesia „hanya‟ sebesar 34.78 juta orang atau 49 persen dari total penduduk Indonesia dalam kondisi miskin dan rentan menjadi miskin. Jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan upah nominal harian seorang buruh bangunan biasa (tukang bukan mandor) Rp. Dengan potensi yang demikian besar. Kondisi Nelayan Indonesia Bank Dunia memperhitungkan bahwa 108. yang terpenting bagi kita adalah bukan memperdabatkan masalah banyaknya jumlah orang miskin di Indonesia.

2. namun penduduk miskin pulalah yang akan menanggung dampak dari kerusakan lingkungan. Ketidakmampuan memenuhi konsumsi dasar (pangan. 2005). diantaranya aspek sosial budaya. 2009). Dengan kondisi tersebut. Pada dasarnya kemiskinan terbagi kedalam berbagai ciri atau SMERU memberikan identifikasi kemiskinan (Suharto. Kemiskinan sering pula memicu sebuah lingkaran setan karena penduduk yang miskin sering menjadi sebab rusaknya lingkungan pesisir. Dengan besarnya perbedaan pendapatan tersebut di atas. maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. sulit untuk mengatasi masalah kerusakan ekosistem pesisir tanpa memecahkan masalah kemiskinan yang terjadi di wilayah pesisir itu sendiri (Laila. Kemiskinan tidak bisa hanya dilihat dari sudut ekonomi saja karena kemiskinan ternyata berkaitan dengan berbagai aspek. Dari sudut ini. sebagai berikut: 1. dan papan) . Pendapatan mereka dari kegiatan pengeboman dan penangkapan ikan karang dengan cyanide masih jauh lebih besar dari pendapatan mereka sebagai nelayan. bahwa persoalan kemiskinan sangat erat hubungannya dengan budaya.Tekanan terhadap sumber daya pesisir sering diperberat oleh tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut. tidak mengherankan jika praktik perikanan yang merusak masih sering terjadi di wilayah pesisir. sandang. kita dapat melihat bahwa budaya turut ambil bagian dalam membuat seseorang menjadi miskin. 3. Kemiskinan Nelayan Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental.

air bersih dan tansportasi) 3. 6.2. Ketiadaan jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga) 4. pendidikan. 5. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan sumber daya alam Ketidakterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat . sanitasi. Kerentanan terhadap goncangan yang bersidat individual maupun missal. Ketiadaan akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->