WAWASAN SOSIAL BUDAYA BAHARI SEJARAH MARITIM DI INDONESIA DAN KEMISKINAN NELAYAN

DISUSUN OLEH:

FADHILAH CAHYA NAILA E13112119

Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNIVERSITAS HASANUDDIN

BAB I ( SEJARAH MARITIM INDONESIA) PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Sejarah Maritim Indonesia Dari berbagai belahan penjuru Nusantara tersebar banyak bandar atau pelabuhan besar. Juga banyak peninggalan budaya yang melukiskan kegagahan nenek moyang orang Indonesia sebagai pelaut. Sejarah pun telah menyebutkan bahwa bersatunya Nusantara adalah karena kebesaran armada maritim. Sejak abad ke-9 Masehi, bangsa Indonesia telah berlayar jauh dengan kapal bercadik. Mereka ke Utara mengarungi lautan, ke Barat memotong lautan Hindia hingga Madagaskar, ke Timur hingga Pulau Paskah. Dengan kian ramainya arus pengangkutan komoditas perdagangan melalui laut, mendorong munculnya kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak maritim dan memiliki armada laut yang besar. Sejarah mencatat bahwa kehidupan bahari bangsa Indonesia sudah lahir jauh sebelumnya, hal ini dibuktikan dengan adanya temuan-temuan situs prasejarah maupun sejarah. Tidak banyak sumber yang dapat digali untuk menampilkan sejarah pelayaran Indonesia dalam masa pra sejarah, kecuali dari penuturan lisan dan relief yang tergambar pada candi-candi baik candi Hindu maupun Budha yang banyak dibangun setelah tahun 500 Masehi, seperti candi Prambanan, candi Borobudur dan lain-lain.

Dari relief pada candi dapat dilihat bahwa sesungguhnya pada masa itu sudah berlangsung pelayaran niaga yang dijalani oleh nenek moyang kita. Dari sini dapat dilihat bahwa sesungguhnya. sampai perhubungan laut bagi pengangkutan barang dagangan. tetapi bagaimana bangsa Indonesia wilayahnya adalah dua per tiga adalah lautan dapat dimanfaatkan demi kesejahteraan pembangunan bangsa. Bangsa Indonesia dengan karakteristik sosial budaya kemaritiman. demikian juga bahwa orang Indonesia masa dulu sudah mendapat manfaat dari aktivitas perdagangan yang memanfaatkan laut sebagai medium pengangkutannya. bukanlah merupakan fenomena baru. pada masa pra sejarah itu masyarakat Indonesia sudah memiliki pranata yang memungkinkan terjadinya hubungan perdagangan itu. Fakta sejarah menunjukan bahwa fenomena kehidupan kemaritiman. Keperkasaan dan kejayaan nenek moyang kita di laut haruslah menjadi penyemangat generasi sekarang dan yang akan datang. Bentuk implementasinya masa kini. pelayaran dan perikanan beserta kelembagaan formal dan informal yang menyertainya merupakan kontinuitas dari proses perkembangan kemaritiman Indonesia masa lalu. bukan hanya sekedar berlayar. Perlayaran ini merupakan wujud aktivitas migrasi penduduk dalam jarak pendek. di samping migrasi pada kawasan yang lebih jauh. .

4. khususnya kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai sejarah kemaritiman yang ada di Indonesia. tulisan ini secara khusus akan membahas permasalahan : 1) 2) Fakta sejarah kemaritiman Indonesia. Maksud dan Tujuan Makalah yang berjudul “Fakta Sejarah Kemaritiman Indonesia” dibuat dengan maksud memenuhi tugas mata kuliah WSBM (Wawasan Sosial Budaya Maritim). 4) Bagaimana kemaritiman Indonesia saat ini.2. 3) Catatan – catatan penting mengenai kemaritiman Indonesia. Bagaimana kejayaan kerajaan maritim Indonesia di masa lalu. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian tersebut diatas. Tujuan pembuatan makalah ini adalah menjelaskan/mengulas kembali tentang fakta sejarah sehingga Indonesia disebut sebagai Negara Maritim dan mengetahui kerajaan – kerajaan Maritim yang pernah berjaya di Indonesia sehingga dapat menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya wilayah maritim untuk masyarakat Indonesia. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan motivasi untuk acuan dalam membangun kembali jiwa kemaritiman Indonesia yang dulu seperti dimasa jayanya . Manfaat Penulisan Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak. 3.

Bahkan. Di antara sekian banyak kerajaan kecil itu. Indonesia terkotak-kotak kedalam kerajaan-kerajaan kecil. pelayaran yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia (Nusantara) pada zaman bahari telah sampai ke Madagaskar. Kerajaan ini menurut berbagai pakar sejarah cukup disegani di kawasan Asia Tenggara. 1. Negeri ini memiliki bentang Laut wilayah 70% dibanding dengan luas daratan yang hanya 30%. Fakta Sejarah Kemaritiman Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan. terdapat kerajaan besar berbasis Maritim di Tanah air yang mampu untuk menyatukannya yaitu Sriwijaya dan Majapahit. nenek moyang kita menjadi pelaut-pelaut handal yang menjelajah untuk mengadakan kontak dan interaksi dengan pihak luar. antara pulau yang satu dengan pulau yang lainnya dipisahkan oleh laut.BAB II PEMBAHASAN Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia. Sejak zaman bahari. Bangsa Indonesia adalah masyarakat bahari. Sebelum penjajahan Belanda. Sejatinya. Bukti dari berita itu sendiri adalah berdasarkan penelitian yang . tapi dalam hal ini laut bukan menjadi penghalang bagi tiap suku bangsa di Indonesia untuk saling berhubungan dengan suku-suku di pulau lainnya. yang lebih mengejutkan lagi. pelayaran dan perdagangan antar pulau telah berkembang dengan menggunakan berbagai macam tipe perahu tradisional.

Fakta sejarah lain yang menandakan bahwa Bangsa Indonesia terlahir sebagai bangsa Maritim dan tidak bisa dipungkiri. Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia tidak pelak lagi terbukti dengan pengakuan dunia yang tertuang dalam UNCLOS (United Nation Convention on the Law of the Sea) yang diratifikasi oleh negara-negara sedunia. selain itu ditemukannya kesamaan bendabenda sejarah antara Suku Aborigin di Australia dengan di Jawa menandakan . yakni dibuktikan dengan adanya temuan-temuan situs prasejarah dibeberapa belahan pulau. kebudayaan. dan agama di seluruh wilayah Asia. Penemuan situs prasejarah di gua-gua Pulau Muna. serta melalui Deklarasi Juanda yang mengatur hal-hal yang berkaitan kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan.508 pulau yang kaya akan sumber daya alam yang sampai hari ini oleh karena pergeseran nilai dan paradigma yang tidak tepat memandang konsep negara kepulauan menyebabkan potensi kelautan kita belum benar-benar bisa dimaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwasannya Sriwijaya dan Majapahit pernah menjadi kiblat di bidang maritim.dilakukan yaitu tipe jukung yang sama yang digunakan oleh orang-orang Kalimantan untuk berlayar. menggambarkan bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia merupakan bangsa pelaut. Seperti diketahui bersama bahwa 3/5 dari wilayah negara kita merupakan wilayah perairan dengan dikelilingi oleh ± 17. Seram dan Arguni yang dipenuhi oleh lukisan perahu-perahu layar.

Kejayaan Kerajaan Maritim Nusantara Sejarah mencatat bangsa Indonesia telah berlayar jauh dengan kapal bercadik. 2. Dengan kekuatan armada laut yang tidak ada tandingannya. maupun di seluruh dunia. Tahun 1284. mereka telah mamapu berlayar ke utara. Sebagai kerajaan maritim yang kuat di Asia Tenggara. lalu ke barat memotong lautan Hindia hingga Madagaskar dan berlanjut ke timur hingga Pulau Paskah. ia menaklukkan Bali dalam ekspedisi laut ke timur. mendorong munculnya kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak maritim dan memiliki armada laut yang besar. Memasuki masa kerajaan Sriwijaya. Majapahit hingga Demak. Nusantara adalah negara besar yang disegani di kawasan Asia. Dengan kian ramainya arus pengangkutan komoditas perdagangan melalui laut. Ketangguhan maritim kita juga ditunjukkan oleh Singasari di bawah pemerintahan Kertanegara pada abad ke-13.\bahwa nenek moyang kita sudah melakukan hubungan dengan bangsa lain yang tentunya menggunakan kapal-kapal yang laik layar. Sriwijaya (683-1030 M) telah mendasarkan politik kerajaannya pada penguasaan alur pelayaran dan jalur perdagangan serta menguasai wilayah-wilayah strategis yang digunakan sebagai pangkalan kekuatan lautnya. pada tahun 1275 Kertanegara mengirimkan ekspedisi bahari ke Kerajaan Melayu dan Campa untuk menjalin persahabatan agar bersama-sama dapat menghambat gerak maju Kerajaan Mongol ke Asia Tenggara. Tidak hanya itu. Dengan alat navigasi seadanya. .

bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar. Wilayah laut Indonesia yang merupakan dua pertiga wilayah Nusantara mengakibatkan sejak masa lampau. Lagor. Di bawah Raden Wijaya. 3. Pengaruhnya bahkan sampai ke negara-negara asing seperti Siam. Catatan Penting Dalam Sejarah Maritim Indonesia Sejarah menunjukkan bahwa pada masa lalu. Afrika Selatan. Campa (Kamboja). Penguasaan lautan oleh nenek moyang kita. Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. India. Indonesia memiliki pengaruh yang sangat dominan di wilayah Asia Tenggara. Dalam catatan sejarah terekam bukti-bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia menguasai lautan Nusantara. betapa kerajaankerajaan di Nusantara dulu mampu menyatukan wilayah nusantara dan disegani bangsa lain karena. Majapahit maupun kerajaan-kerajaan Bugis-Makassar. Filipina.Puncak kejayaan maritim nusantara terjadi pada masa Kerajaan Majapahit (1293-1478). China. Kilasan sejarah itu tentunya memberi gambaran. ekonomi. baik di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Anam. Nusantara diwarnai dengan berbagai kehidupan di laut. terutama melalui kekuatan maritim besar di bawah Kerajaan Sriwijaya dan kemudian Majapahit. paradigma masyarakatnya yang mampu menciptakan visi Maritim sebagai bagian utama dari kemajuan budaya. lebih merupakan penguasaan de facto daripada penguasaan atas suatu konsepsi . Majapahit berhasil menguasai dan mempersatukan nusantara. Ayuthia. politik dan sosial.

jaringan perdagangan Teluk Bengal. pesisir barat Kalimantan. 2. Kelima. Keempat. dan bagian selatan Sumatera. Selain itu. Sri Lanka. 1. yang meliputi kepulauan Nusa Tenggara. Nenek moyang Bangsa Indonesia telah memahami dan menghayati arti dan kegunaan laut sebagai sarana untuk menjamin berbagai kepentingan antarbangsa. yang meliputi pesisir Koromandel di India Selatan. bangsa Indonesia didesak ke darat. Thailand. Kedua. sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia yang mencintai laut sejak dahulu merupakan masyarakat bahari. kepulauan Maluku. yang meliputi pesisir barat Luzon. seperti perdagangan dan komunikasi. oleh penjajah kolonial. Mindoro. Pertama. jaringan perdagangan Laut Sulu. 3. dan Vietnam Selatan. yang mengakibatkan menurunnya jiwa bahari. Ketiga. jaringan Laut Jawa. Jaringan ini juga dikenal sebagai jaringan perdagangan Laut Cina Selatan. Jawa. jaringan perdagangan Selat Malaka. 4. Namun. Burma (Myanmar). banyak bukti prasejarah di pulau Muna. Pada sekitar abad ke-14 dan permulaan abad ke-15 terdapat lima jaringan perdagangan (commercial zones). Cebu. jaringan perdagangan yang meliputi pesisir timur Semenanjung Malaka. Akan tetapi. Jaringan perdagangan ini berada di bawah hegemoni Kerajaan Majapahit. serta pesisir utara dan barat Sumatera. 5. Seram dan . dan pesisir utara Kalimantan (Brunei Darussalam).kewilayahan dan hukum. Mindanao.

dan kebijakan pembangunan bahari pada masa rezim Orde Baru. bahkan mampu berlayar sampai lebih dari 4. yaitu praktek kebaharian kolonial Belanda pada masa lalu. Ada pula peninggalan sejarah sebelum masehi berupa bekas kerajaan Marina yang didirikan perantau dari Nusantara yang ditemukan diwilayah Madagaskar. seperti Bugis-Makassar. Tarumanegara. dan peletak dasar kebaharian Ammana Gappa di Sulawesi Selatan. Setidaknya ada dua sebab terjadinya hal ini.000 mil. Tentu pengaruh dan kekuasaan tersebut dapat diperoleh bangsa Indonesia waktu itu karena kemampuan membangun kapal dan armada yang layak laut. padahal sebelumnya telah muncul beberapa kerajaan bahari nusantara. Akibatnya.000sebelum masehi! Bukti sejarah tersebut berupa gua yang dipenuhi lukisan perahu layar. namun dalam perjalanannya kemudian mengalami keredupan. Sejarah Maritim Yang Terlupakan Berbagai dokumen tentang kejayaan bahari Bangsa Indonesia pada masa lalu.Arguniyang diperkirakan merupakan hasil budaya manusia sekitar tahun 10. masyarakat Indonesia dibatasi berhubungan dengan laut. atau sekitar abad ke -18. Sriwijaya. Kondisi ini kemudian berlanjut dengan minimnya keberpihakan rezim Orde Baru untuk membangun kembali Indonesia sebagai bangsa bahari. dalam era kebangkitan . misalnya larangan berdagang selain dengan pihak Belanda. Pada masa kolonial Belanda. 4. Akibatnya budaya bahari bangsa Indonesia memasuki masa suram.

Patih Gajah Mada . Perkembangan Kerajaan Singosari dipandang sebagai ancaman bagi Kerajaan Tiongkok dimana saat itu berkuasa Kaisar Khu Bilai Khan. Kerajaan Mataram kuno di Jawa Tengah bersama kerajaan lainnya seperti Kerajaan Tarumanegara telah membangun Candi Borobudur yang pada relief dindingnya dapat terlihat gambar perahu layar dengan tiang-tiang layar yang kokoh dan telah menggunakan layar segi empat yang lebar. Disaat Kertanegara harus berhadapan dengan kekuatan armada Khu Bilai Khan. Dengan kekuatan armada lautnya.Asia Pasifik. Raden Wijaya memanfaatkan momentum ini untuk membelot melawan Kertanegara dan mendirikan Kerajaan Majapahit. Kejayaan Kerajaan Singosari di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara telah memiliki armada kapal dagang yang mampu mengadakan hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan lintas laut. Pada era kolonialisme terjadi pengikisan semangat bahari Bangsa Indonesia yang dilakukan oleh kolonial dengan menggenjot masyarakat indonesia untuk melakukan aktivitas agraris untuk kepentingan kolonial dalam perdagangan rempah-rempah ke Eropa. diperlukan upaya yang serius dari semua elemen bangsa. Kerajaan Majapahit (1293 M – 1478 M) selanjutnya berkembang menjadi kerajaan maritim besar yang memiliki pengaruh dan kekuasaan yang luas meliputi wilayah Nusantara. Keinginan untuk menaklukkan Kerajaan Singosari dilakukan Khu Bilai Khan dengan mengirim kekuatan armadanya hingga mendarat di Pulau Jawa. Mengembalikan semangat bahari itu tidak mudah. pelayaran nasional kita kalah bersaing dengan pelayaran asing akibat kurangnya investasi.

sekaligus menanamkan pengaruh. media sumberdaya. laut sebagai media pemersatu bangsa. Oleh karena itu. Seiring dengan tujuan tersebut maka kemampuan pertahanan dan keamanan harus senantiasa ditingkatkan agar dapat melindungi dan mengamankan hasil pembangunan yang telah dicapai.mampu berperang untuk memperluas wilayah kekuasaan. media perhubungan. melaksanakan hubungan dagang dan interaksi budaya. Pemanfaatan potensi sumber daya nasional secara berlebihan dan tak terkendali dapat merusak atau mempercepat berkurangnya sumber daya nasional. Bukti-bukti sejarah ini tidak bisa dielakkan bahwa kejayaan bahari Bangsa Indonesia sudah bertumbuh sejak dahulu. media pertahanan dan keamanan sebagai negara kepulauan serta media untuk membangun pengaruh ke seluruh dunia. Beberapa fungsi laut yang harusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kebijakan-kebijakan berbasis bahari adalah. . Pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan penyediaan kebutuhan sumber daya yang semakin besar mengakibatkan laut menjadi sangat penting bagi pembangunan nasional. perubahan orientasi pembangunan nasional Indonesia ke arah pendekatan bahari merupakan suatu hal yang sangat penting dan mendesak. Wilayah laut harus dapat dikelola secara profesional dan proporsional serta senantiasa diarahkan pada kepentingan asasi bangsa Indonesia di laut. Pembangunan nasional bertujuan untuk meningakatkan kesejahteraan bangsa Indonesia secara menyeluruh dan merata.

alur laut kepulauan bagi pelayaran internasional (innocent passage. selain itu ditemukannya kesamaan benda-benda sejarah antara Suku Aborigin di Australia dengan di Jawa menandakan bahwa nenek moyang kita sudah melakukan hubungan dengan bangsa lain yang tentunya menggunakan kapal-kapal yang laik layar. seperti lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002 dengan alasan “ineffective occupation” atau wilayah yang diterlantarkan. Seram dan Arguni yang dipenuhi oleh lukisan perahu-perahu layar. Pengaruhnya meliputi Asia Tenggara yang mana hal ini dikuatkan oleh catatan sejarah bahwa terdapat hubungan yang erat dengan Kerajaan Campa yang terletak di antara Camboja dan Laos. Sudah sepantasnya kita mengoptimalkan Unclos 1982 yang merupakan peluang terbesar negara kepulauan. transit passage.Sejarah mencatat bahwa kejayaan bahari bangsa Indonesia sudah lahir sebelum kemerdekaan. namun lemahnya perhatian dan keberpihakan pemerintah di laut maka beberapa kerugian yang ditimbulkannya. Peneuman situs prasejarah di gua-gua Pulau Muna. hal ini dibuktikan dengan adanya temuan-temuan situs prasejarah maupun sejarah. luas laut territorial yang dilaksanakan sejak Deklarasi Djuanda 1957 sampai dengan Unclos 1982 yang mempunyai sumberdaya kelautan . Posisi strategis Indonesia setidaknya memberikan manfaat setidaknya dalam tiga aspek. yaitu. Kerajaan Sriwijaya (683 M – 1030 M) memiliki armada laut yang kuat. dan archipelagic sea lane passage) berdasarkan ketentuan IMO. menggambarkan bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia merupakan bangsa pelaut. menguasai jalur perdagangan laut dan memungut cukai atas penggunaan laut.

terutama di wilayah perbatasan negara tidak kunjung tuntas. . 5. Konsekwensi sifat maritim itu sendiri lebih mengarah pada terwujudnya aktifitas pelayaran di wilayah Indonesia. dan semakin meningkatnya penyelundupan di perairan Indonesia. hal lainnya adalah pelabuhan dalam negeri belum menjadi international hub port. ZEE yang masih terlantar. Dalam kalimat ini bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dalam membangun perekonomian akan senantiasa dilandasi oleh aktivitas pelayaran. illegal people. lain halnya dengan predikat “Negara Agraris” yang suatu saat bisa berganti dengan industri. penamaan dan pengembangan pulau-pulau kecil. melihat bagaimana kejayaan masa lampau diperoleh karena mengoptimalkan potensi laut sebagai sarana dalam suksesnya perekonomian dan ketahanan politik suatu negara.demikian melimpah. Indonesia menyandang predikat “Negara Maritim” atau negara kepulauan. dan sumber devisa yang luar biasa jika dikelola dengan baik. illegal drug traficking. maka menjadi suatu hal yang wajar bila sekarang ini Indonesia harus lebih mengembangkan laut demi tercapianya tujuan nasional. Kemaritiman Indonesia Saat Ini Berkaca dari masa lalu. predikat ini mustahil ditinggalkan. Minimnya keberpihakan kepada sektor bahari (maritime policy) salah satunya menyebabkan masih semrawutnya penataan selat Malaka yang sejatinya menjadi sumber devisa. serta makin maraknya praktik illegal fishing.

baik ditingkat domestic maupun global. sekarang ini tidak tampak sedikit pun kemajuan yang dapat dilihat. Hanya faktanya. Sebab. Dunia maritim Indonesia telah mengalami kemunduran yang cukup signifikan. Indonesia yang mempunyai potensi laut sangat besar di dunia kurang begitu memperhatikan sektor ini. wajar saja kalau Mahan mengeluarkan pernyataan tersebut. Indonesia saat ini masih belum menjadi Negara maritime dalam pengertian yang sesungguhnya. Indonesia secara natural lahir dan tumbuh sebagai Negara dan bangsa maritim. hingga sekarang Indonesia belum menjadi actor atau pelaku kelautan yang cukup mempuni. Laut Indonesia merupakan urat nadi perekonomian nasioaldan penggerak lalu lintas ekonomi dunia. Padahal. ia akan menguasai dunia”. dalam karyanya yang berjudul “The . Ironis memang. laut menjadi salah satu faktor dalam mempertahankan eksistensi wilayah suatu negara “Bahkan barang siapa yang menguasai laut. ekonomi. betapa kerajaankerajaan di Nusantara dulu mampu menyatukan wilayah nusantara dan disegani bangsa lain karena. paradigma masyarakatnya yang mampu menciptakan visi Maritim sebagai bagian utama dari kemajuan budaya. kalau pada zaman dahulu mencapai kejayan baik dalam bidang politik maupun ekonomi. luar dan dalam.Kilasan sejarah itu tentunya memberi gambaran. politik dan sosial. laut Indonesia merupakan urat nadi perekonomian nasional dan penggerak lalu lintas ekonomi dunia. Padahal. demikian dalil yang dikemukakan oleh Mahan.

watak kemaritiman tersebut saat ini sudah tidak lagi eksis. beberapa kalangan berkesimpulan agar dapat menjadi bangsa yang kuat dan disegani dimata internasional maka Indonesia harus kembali berwawasan maritim dan bukannya berorientasi daratan (land minded). Indonesia sebenarnya adalah negara yang berwatak maritim. Namun demikian. . yang terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1890 dan telah mengalami cetakan ulang beberapa kali.Influence of Sea Power Upon History” (1660-1783). Berdasarkan tinjuan sejarah dari berbagai kerajaan di Nusantara pada masa lalu.

menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah.BAB 1 (KEMISKINAN NELAYAN) 1. Ketidakmampuan setiap pemerintah kota di Indonesia dalam menanggulangi masalah kemiskinan ini. terlebih dahulu harus diketahui akar masalah yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan nelayan. Untuk kita.1. kemiskinan nelayan merupakan masalah yang bersifat multi dimensi sehingga untuk menyelesaikannya diperlukan sebuah solusi yang menyeluruh. kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagai salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir. Namun. pekerjaan. kurangnya kesempatan berusaha. Latar Belakang Masalah kemiskinan merupakan persoalan yang dihadapi diseluruh daerah perkotaan di Indonesia yang hingga kini belum mampu ditanggulangi. Sehubungan dengan itu. budaya dan gaya hidup yang cenderung boros. seharusnya dapat menjadi suatu asset besar bagi nelayan setempat dalam upaya memperbaiki taraf hidup mereka secara ekonomi. antara lain kebutuhan akan pangan. teknologi dan permodalan. inftastruktur. Melimpahnya potensi hayati yang dikandung oleh laut di sekitar tempat komunitas nelayan bermukim. kenyataannya sampai saat ini kehidupan nelayan tetap saja masih berada dalam ketidakmampuan secara finansial dan belum sejahtera. disebabkan karena strategi penanggulangan kemiskinan yang ditawarkan belum mampu menjawab atau menyentuh akar persoalan kemiskinan itu. Di samping itu. kesehatan. Pada saat yang sama. . kurangnya akses terhadap informasi. kemiskinan masyarakat pesisir ditengarai oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat. dan bukan solusi secara parsial. pendidikan. Secara umum.

nelayan mendapatkan income yang rendah atau berada pada posisi yang dirugikan sedangkan para pemilik modal. Kondisi ini menujukkan bahwa. Disamping itu. sesuai dengan hasil observasi awal yang terlihat. Kenyataan di atas. sehingga membuat para nelayan tetap berada pada kubangan kemiskinan secara struktural. dikendalikan oleh para pemilik modal atau para pedagang/tengkulak. Penggunaan kapal besar yang berteknologi modern oleh pemilik modal sudah barang tentu dapat menghasilkan tangkapan ikan yang lebih besar bila dibandingkan dengan nelayan tradisional yang hanya menggunakan teknologi tradisional. dapat meraup keuntungan yang besar dari adanya tindakan spekulasi harga. ketika harga ikan yang merupakan sumber pendapatan mereka. ada satu struktur atau sistem yang membuat sekian banyak nelayan menjadi terpinggirkan secara ekonomi. tentu saja dapat membuat distribusi pendapatan menjadi tidak merata dimana dengan adanya permainan harga. Misalnya. bahkan sebaliknya membuat nelayan utamanya nelayan tradisional menjadi semakin terpinggirkan. Demikian halnya dengan gejala modernisasi perikanan yang juga tidak banyak dapat membantu. . Selain itu. seperti pada saat munculnya kapal tangkap yang berukuran besar dan berteknologi modern (motorisasi) yang mampu menangkap ikan lebih banyak. Hal ini. nelayan seringkali dijadikan objek eksploitatif oleh para pemilik modal.komunitas nelayan bisa miskin bukan karena kesalahan nelayan itu sendiri misalnya mereka malas bekerja. tetapi lebih disebabkan oleh adanya sebuah struktur yang timpang kemudian dilegitimasi dengan suatu peraturan. dimana pada pagi hari dapat ditemui pada nelayan yang telah giat bekerja untuk turun ke laut guna menangkap ikan. ada pula diantara mereka yang mengangkut hasil tangkapannya dengan memakai sepeda menuju tempat pelelangan ikan untuk memasarkan langsung.

Tak bisa dipungkiri. individu dari komunitas nelayan akhirnya merasa kurang bahkan tidak memiliki motivasi dan etos kerja yang tinggi sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. khususnya nelayan buruh dan kecil atau nelayan tradisional. maka sangat logis bila tingkat pendidikan anak-anaknya pun rendah. Akibat dari sikap hidup di atas. pada akhirnya menyebabkan tingkat pendapatan dari seorang nelayan tidak menentu bahkan terkadang nihil. Tidak sedikit anak nelayan yang harus berhenti sebelum lulus sekolah dasar atau tidak melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. sesungguhnya juga tak lepas dari pengaruh atau budaya yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. budaya atau kebiasaan hidup seperti sikap malas dan pasrah terhadap nasib telah menjadi bagian dari mentalitas. Nelayan bahkan disebut sebagai masyarakat termiskin dari kelompok masyarakat lainnya. Umumnya mereka disuruh bekerja untuk membantu orang tua dalam mencari nafkah agar dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarganya yakni kebutuhan pangan untuk dapat bertahan hidup. Terlepas dari sadar atau pun tidak sadar. sehingga secara psikologis. 2002 mempertegas bahwa dibandingkan dengan sektor pertanian sekalipun. Demikian penjelasan di atas yang menunjukkan adanya benang merah bahwa kemiskinan dapat disebabkan oleh faktor-faktor buatan manusia seperti adanya distribusi pendapatan yang tidak merata. bahwa citra nelayan utamanya nelayan kecil/tradisional masih sangat identik dengan kemiskinan. kebijakan dari pemerintah yang tidak adil dan cenderung menguntungkan kelompok masyarakat tertentu. juga dari sikap hidup . dapat digolongkan sebagai lapisan sosial yang paling miskin. Kemiskinan yang dialami oleh komunitas nelayan. Winahyu dan Santiasih dalam Kusnadi. nelayan. sehingga pada saat tingkat pendapatan dari nelayan rendah.

Bahan informasi untuk pengembangan ilmu khususnya di bidang agrobisnis perikanan. mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus di ambil pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan yang ada. Sebagai bahan bacaan mengenai karakteristik kehidupan masyarakat nelayan miskin.2.3. Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk: 1. Mengetahui bentuk-bentuk kemiskinan yang ada pada komunitas nelayan. 2. dan pasrah terhadap nasib. 3. Manfaat Manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1. 1. maka rumusan masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bahan informasi dan pertimbangan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam penyusunan kebijakan pambangunan bisa lebih tepat pada sasaran. BAB II . 3. Bagaimana bentuk kemiskinan yang terjadi pada komunitas nelayan ? 1. faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan serta bentuk-bentuk kemiskinan yang terjadi pada masyarakat nelayan. Mengapa kemiskinan masih terjadi pada komunitas nelayan ? 2. Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya masalah kemiskinan yang terjadi pada komunitas nelayan. 1.4. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian dan pokok-pokok pemikiran di atas. 2.mereka atau sekelompok masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya mereka seperti sikap malas.

Garis kemiskinan adalah sejumlah rupiah yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan setara 2. tetapi juga melibatkan kekurangan dalam ukuran kebudayaan dan kejiwaan dan memberi corak tersendiri pada kebudayaan yang diwariskan dari generasi orang tua kepada anak melalui proses sosialisasi. kemiskinan bukanlah sematamata kekurangan dalam ukuran ekonomi. kesehatan. Menurut Oscar Lewis (1966) dalam Laila (2009). kesehatan. Seseorang menjadi miskin bukan hanya karena masalah mental atau tiadanya kesempatan untuk sejahtera. 2005). tetapi juga karena adanya perspektif masyarakat yang menyisihkan dan memiskinkan orang. antara . Menurut teori konservatif. transportasi. Sedangkan menurut Depsos.TINJAUAN PUSTAKA 2. pendidikan dan kebutuhan non makanan yang terdiri dari perumahan. serta aneka barang dan jasa lainnya (Suharto. Definisi Kemiskinan Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga. 1.1. yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan (poverty threshold). baik untuk makanan dan non makanan. mental. kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum. pakaian. pakaian. Kemiskinan absolut: apabila tingkat pendapatannya di bawah “garis kemiskinan” atau sejumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan minimum.100 kilo per kalori per orang per hari dan kebutuhan non makanan yang terdiri dari perumahan. 2006). kemiskinan berasal dari karakteristik khas orang-orang miskin. maupun fisiknya dalam kelompok tersebut (Soekanto.

2. Kemiskinan struktural: kondisi atau situasi miskin karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat sehingga menyebabkan ketimpangan. 8. Prof. Laporan BPS Tahun 1996 terdapat 22. Bank Dunia menetapkan bahwa garis batas kemiskinan adalah US $ 50 perkapita pertahun untuk pedesaan dan US $ 75 perkapita per tahun untuk perkotaan. Tahun 1998 79. kesehatan. tidak kreatif. Kemiskinan kultural: karena mengacu kepada persoalan sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya. 6.lain kebutuhan pangan.8 juta jiwa berada di pedesaan). Kemiskinan relatif: kondisi dimana pendapatannya berada pada posisi di atas garis kemiskinan. Golongan miskin pendapatannya lebih dari 360 kg tetapi kurang dari 480 kg beras perkapita pertahun. 3. dan pendidikan yang diperlukan untuk bisa hidup dan bekerja. 5. namun relatif lebih rendah dibanding pendapatan masyarakat sekitarnya. malas. Kemiskinan struktural banyak disorot sebagai penyebab tumbuh dan berkembangnya ketiga kemiskinan yang lain. 7.5 juta orang miskin. perumahan. Golongan paling miskin pendapatannya 240 kg atau kurang beras perkapita pertahun. 2. Golongan miskin sekali pendapatannya 240 hingga 360 kg beras perkapita per tahun. Definisi Nelayan . Sayogya mengembangkan standar kebutuhan pokok berdasarkan atas kebutuhan beras dan gizi. pemboros. sandang. 4. seperti tidak mau berusaha untuk memperbaiki tingkat kehidupan.2.5 juta orang (56. meskipun ada usaha dari pihak luar untuk membantunya.

2011) bahwa nelayan adalah orang yang melakukan penangkap ikan baik di perairan laut atau pun di perairan umum dengan menggunakan seperangkat alat tangkap ikan. keuletan dan ketabahan serta penggunaan teknologi yang sederhana. Menurut Gordon (Satria. Secara sosiologis. Mereka umumnya tinggal atau menetap di daerah pesisir pantai dan membentuk suatu komunitas yang disebut dengan komunitas nelayan. pelaku-pelaku dalam penangkapan ikan semakin beragam statusnya. 2002 dalam Deden. laut tetap menawarkan berbagai kemungkinan serta memberikan peluang dalam mencari nafkah untuk memperolehnya dan mereka berjuang dengan penuh keyakinan. Nelayan sering didefinisikan sebagai orang yang melakukan kegiatan penangkap ikan di laut. Pengetahuan tradisionalnya tentang ekologi kelautan. Para nelayan ini sangat percaya betapa pun kuatnya tantangan itu. teluk.Nelayan adalah suatu komunitas yang mana mata pencaharian utamanya adalah menangkap ikan. fenomena ini merupakan konsekuensi dari adanya differensisasi sosial yang salah satunya berupa pembagian kerja atau divission of labour. Ketika perikanan sudah mengalami berbagai perkembangan. merupakan bagian dari kehidupan mereka yang sifatnya turun temurun. Mereka adalah orang-orang yang begitu gigih dan akrab dengan kehidupan di laut yang sifatnya keras. Satria (2002) dalam Deden (2011) mengatakan bahwa nelayan dapat kita . danau maupun sungai dengan menggunakan perahu atau kapal dan berburu atau menggunakan perangkap. baik di laut. 2005 ). Definisi ini dibuat untuk konteks masyarakat tradisional. Nelayan adalah suatu kelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung langsung pada hasil laut. selat. mereka pada umumnya tinggal di pinggir pantai (Mulyadi. baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budidaya.

bagi menjadi nelayan pemilik dan nelayan buruh. . Sedangkan untuk usaha perikanan. 2. Pendapatan Nelayan Pendapatan adalah hasil produksi berupa jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh masyarakat dan dinilai dengan jumlah uang (Salim. mendefinisikan nelayan sebagai orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam operasi penangkapan ikan/ binatang air lainnya/ tanaman air. Sementara nelayan buruh adalah orang yang menjual jasa tenaga kerja sebagai buruh dalam kegiatan penangkapan ikan di laut. Menurut (Anonymaus. 2001) pendapatan adalah pihak-pihak yang memiliki kapal dan alat tangkap ikan serta mengelola usaha atau menjalankan kegiatan penangkapan ikan di laut. orang yang disebut sebagai petani adalah orang yang melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan sebagai anggota rumah tangga maupun buruh/tenaga kerja. ahli mesin dan juru masak yang bekerja di atas kapal penangkap disebut juga sebagai nelayan meskipun tidak secara langsung melakukan penangkapan ikan. keuntungan adalah pendapatan bersih yang diterima pemilik unit tangkap maupun anak buah kapal. adapun nelayan perorangan adalah nelayan yang memiliki peralatan tangkap sendiri dan dalam pengoperasiannya tidak melibatkan orang lain. Nelayan pemilik atau juragan adalah orang yang memiliki sarana penangkapan seperti kapal/perahu. Sama dengan penangkapan ikan pada pembudidayaan. Orang yang hanya melakukan pekerjaan seperti membuat jaring atau mengangkat alat-alat perlengkapan ke dalam perahu/ kapal tidak dikategorikan sebagai nelayan. Direktoral Jenderal Perikanan (2002). sebaliknya nelayan juragan adalah nelayan yang alatnya dioperasikan oleh orang lain. dan alat tangkap lainnya. Sementara itu. jaring. 1992). Nelayan buruh adalah nelayan yang bekerja dengan alat tangkap milik orang lain.2.

sebagai upah kerja.Pendapatan nelayan pemilik adalah pendapatan usaha dikurangi dengan biaya atas retribusi ABK (Anak Buah Kapal) dalam sistem bagi hasil dan biaya tetap yang menjadi tanggungan pemilik/juragan. Sedangkan pendapatan nelayan pendega atau ABK adalah nilai bagian (persentasi tertentu dari sistem bagi hasil) yang diterima oleh pendega sesuai dengan fungsi dan peranannya dalam operasi penangkapan. Sehingga pendapatan usaha penangkapan merupakan selisih antara nilai produksi dengan seluruh biaya usaha yang benar-benar dikeluarkan (Talakua. 1998). .

55 dollar AS.96 juta orang (15. Jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan upah nominal harian seorang buruh bangunan biasa (tukang bukan mandor) Rp. yang terpenting bagi kita adalah bukan memperdabatkan masalah banyaknya jumlah orang miskin di Indonesia. 30. Kondisi Nelayan Indonesia Bank Dunia memperhitungkan bahwa 108. Dengan potensi yang demikian besar.42 persen). Badan Pusat Statistik (BPS).– per hari. 48. Sebagian besar (63.per hari.. 19. Namun. Data statistik menunjukan bahwa upah riil harian yang diterima seorang buruh tani (termasuk buruh nelayan) hanya sebesar Rp.. Angka tersebut diperoleh berdasarkan ukuran garis kemiskinan ditetapkan sebesar 1.449.000. dengan perhitungan yang agak berbeda dari Bank dunia.78 juta orang atau 49 persen dari total penduduk Indonesia dalam kondisi miskin dan rentan menjadi miskin.47 persen) penduduk miskin di Indonesia berada di daerah pesisir dan pedesaan.BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.301. kesejahteraan nelayan justru sangat minim dan identik dengan kemiskinan. terlepas dari perbedaan angka-angka tersebut. . Kalangan tersebut hidup hanya kurang dari 2 dollar AS atau sekitar Rp. tapi bagaimana menemukan solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut. mengumumkan angka kemiskinan di Indonesia „hanya‟ sebesar 34. Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat ada keterkaitan erat antara kemiskinan dan pengelolaan wilayah pesisir.per hari.1.

diantaranya aspek sosial budaya. Dari sudut ini. Dengan kondisi tersebut. Ketidakmampuan memenuhi konsumsi dasar (pangan. Kemiskinan tidak bisa hanya dilihat dari sudut ekonomi saja karena kemiskinan ternyata berkaitan dengan berbagai aspek. 2005). Pendapatan mereka dari kegiatan pengeboman dan penangkapan ikan karang dengan cyanide masih jauh lebih besar dari pendapatan mereka sebagai nelayan. kita dapat melihat bahwa budaya turut ambil bagian dalam membuat seseorang menjadi miskin. Pada dasarnya kemiskinan terbagi kedalam berbagai ciri atau SMERU memberikan identifikasi kemiskinan (Suharto. namun penduduk miskin pulalah yang akan menanggung dampak dari kerusakan lingkungan. 3. maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. tidak mengherankan jika praktik perikanan yang merusak masih sering terjadi di wilayah pesisir.Tekanan terhadap sumber daya pesisir sering diperberat oleh tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut. sulit untuk mengatasi masalah kerusakan ekosistem pesisir tanpa memecahkan masalah kemiskinan yang terjadi di wilayah pesisir itu sendiri (Laila. 2009). sebagai berikut: 1. dan papan) .2. sandang. bahwa persoalan kemiskinan sangat erat hubungannya dengan budaya. Kemiskinan Nelayan Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental. Kemiskinan sering pula memicu sebuah lingkaran setan karena penduduk yang miskin sering menjadi sebab rusaknya lingkungan pesisir. Dengan besarnya perbedaan pendapatan tersebut di atas.

Ketiadaan jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga) 4. sanitasi. air bersih dan tansportasi) 3. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan sumber daya alam Ketidakterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat . Ketiadaan akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan. 5. pendidikan.2. 6. Kerentanan terhadap goncangan yang bersidat individual maupun missal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful