P. 1
Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Sistem Ketatanegaraan Indonesia

|Views: 175|Likes:
Published by Ghan'z S RockVanka

More info:

Published by: Ghan'z S RockVanka on May 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA BERDASARKAN UUD 1945

6. Memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Anggota MPR memiliki hak mengajukan usul perubahan pasal-pasal UUD, menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan putusan, hak imunitas, dan hak protokoler. Setelah Sidang MPR 2003, Presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat tidak lagi oleh MPR. MPR bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota negara. Sidang MPR sah apabila dihadiri: 1. sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah Anggota MPR untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden 2. sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR untuk mengubah dan menetapkan UUD 3. sekurang-kurangnya 50%+1 dari jumlah Anggota MPR sidang-sidang lainnya Putusan MPR sah apabila disetujui: 1. sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR yang hadir untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden 2. sekurang-kurangnya 50%+1 dari seluruh jumlah Anggota MPR untuk memutus perkara lainnya. Sebelum mengambil putusan dengan suara yang terbanyak, terlebih dahulu diupayakan pengambilan putusan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah salah satu lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, yang terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. Dahulu sebelum Reformasi MPR merupakan Lembaga Negara Tertinggi, yang terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Utusan Daerah, dan Utusan Golongan. Jumlah anggota MPR periode 2009–2014 adalah 692 orang, terdiri atas 560 Anggota DPR dan 132 anggota DPD. Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Tugas dan wewenang MPR antara lain: 1. Mengubah dan menetapkan (Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945), (Undang-Undang Dasar) 2. Melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. 3. Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan (Mahkamah Konstitusi) untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. 4. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. 5. Memilih Wakil Presiden dari 2 calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya.

Perubahan UUD 1945 membawa implikasi terhadap kedudukan. DPD. berhenti. 2. 5 Tahun 1975. Undang-undang yang mengatur susunan Majelis Permusyawaratan Rakyat. 16 tahun 1969 jo. dan wewenang MPR. Saat ini Ketetapan MPR (TAP MPR) tidak lagi menjadi bagian dari hierarki Peraturan Perundang-undangan. diberhentikan. Hal ini berimplikasi pada materi dan status hukum Menetapkan Undang-Undang Dasar. Pimpinan MPR periode 2009–2014 adalah: 1. 4. Selain itu. UU No. dan Badan Kehormatan. 4. Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota dari Dewan Perwakilan Rakyat. BPK. Ketua: Taufiq Kiemas (F-PDIP) Wakil Ketua: Hajriyanto Y. 2.Alat kelengkapan MPR terdiri atas: 1. memilih Wapres apabila terjadi kekosongan Wapres. dan MK. Dewan Perwakilan Rakyat. ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongangolongan menurut aturan yang ditetapkan dengan Undang-Undang. 3. . Kini MPR berkedudukan sebagai lembaga tinggi negara yang setara dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Lembaga Kepresidenan. 3. MPR tidak lagi mengeluarkan Ketetapan MPR (TAP MPR). Panitia Ad Hoc. Ketetapan MPRS/MPR yang telah dihasilkan sejak tahun 1960 sampai dengan tahun 2002. 5. MPR dapat memberhentikan Presiden sebelum habis masa jabatannya. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersama-sama. atau memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila Presiden dan Wakil Presiden mangkat. Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara. MA. Thohari (F-PG) Wakil Ketua: Melani Leimena Suharli (F-PD) Wakil Ketua: Lukman Hakim Saifudin (F-PPP) Wakil Ketua: Ahmad Farhan Hamid (Kelompok DPD) Berdasarkan UUD 1945 (sebelum perubahan). tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat. MPR juga tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN. kecuali yang berkenaan dengan menetapkan Wapres menjadi Presiden. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. Rakyat (MPR) sebelum Pimpinan MPR terdiri atas seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh Anggota MPR dalam Sidang Paripurna MPR. tugas. MPR merupakan lembaga tertinggi negara sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat. DPR. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pimpinan. dewasa ini ialah Undang-Undang No. Tugas Majelis Permusyawaratan amandemen adalah : 1.

dan memberikan amnesty dan abolisi dengan pertimbangan DPR (Pasal 14). dan lain-lain tanda kehormatan menurut UU (Pasal 15). membuat perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain dengan persetujuan DPR. (Pasal 4) Presiden berhak mengajukan RUU. 4. Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun. Presiden dan Wakil Presiden Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) Dewan Perwakilan Rakyat adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaan membentuk UndangUndang. AL dan AU (Pasal 10). anggaran. 2. DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum. Pasar Baru Jakarta yang kemudian dijadikan sebagai hari lahir DPR RI. Tugas dan wewenang Presiden antara lain: 1. Menyatakan perang. yang dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum. 4. Presiden juga berhak mengangkat menteri-menteri sebagai pembantu Presiden (Pasal 17). Ketua : Mr. . Mengangkat dan menerima duta dan konsul dengan memperhatikan pertimbangan DPR (Pasal 13). Kasman Singodimedjo Wakil Ketua I : Mr. Anggota DPR periode 2009–2014 berjumlah 560 orang. Sutardjo Kartohadikusumo Wakil Ketua II : Mr. Sejarah DPR RI dimulai sejak dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) oleh Presiden pada tanggal 29 Agustus 1945 di Gedung Kesenian. Latuharhary Wakil Ketua III : Adam Malik Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. 6. Presiden memberikan grasi dengan pertimbangan MA. Memegang kekuasaan tertinggi atas AD. 2. J. 3. dan menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan UU (Pasal 5). yang syarat dan akibatnya ditetapkan dengan UU (Pasal 12). Presiden memberi gelar. 3. Presiden membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberi nasehat dan pertimbangan kepada Presiden (Pasal 16). Menyatakan keadaan bahaya. 8. DPR memiliki fungsi legislasi. Dalam Sidang KNIP yang pertama dipilih pimpinan sebagai berikut: 1. dan dalam melakukan kewajibannya dibantu oleh Wakil Presiden. 7. terutama yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi Negara (Pasal 11). dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. 5. tanda jasa. dan pengawasan.

MM. MM. Priyo Budi Santoso (Fraksi Partai Golongan Karya) 4. Pramono Anung Wibowo. Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama 2. Dewan-dewan selengkapnya sebagai berikut: 1. Dewan Kesebelas: DPR Pemilu 1982 (1 Oktober 1982 – 1 Oktober 1987) 12. Taufik Kurniawan. Wakil Ketua: Drs. Dewan Pertama: Komite Nasional Indonesia Pusat (29 Agustus 1945 – 15 Agustus 1950) 2. Wakil Ketua: Ir. Dewan Keenam: DPR Gotong Royong (26 Juni 1960 – 15 November 1965) 7. Dewan Kesembilan: DPR Pemilu 1971 (28 Oktober 1971 – 1 Oktober 1977) 10. Dewan Keenambelas: DPR Pemilu 2004 (1 Oktober 2004 – 1 Oktober 2009) 17. Dewan Kesepuluh: DPR Pemilu 1977 (1 Oktober 1977 – 1 Oktober 1982} 11. H. Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan 4. APBN.Adapun pimpinan saat ini (2010) sebagai berikut: 1. Dewan Keduabelas: DPR Pemilu 1987 (1 Oktober 1987 – 1 Oktober 1992) 13. Dewan Ketiga: DPR Sementara (16 Agustus 1950 – 26 Maret 1956) 4. H. Dewan Keempat: DPR Pemilu 1955 (26 Maret 1956 – 22 Juli 1959) 5. Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang 3. MM. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. Ketua: H. Lc. Wakil Ketua: H. Wakil Ketua: Ir.. (Fraksi Partai Amanat Nasional) 3. (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera) Jika dihitung sejak Proklamasi 17 Agustus 1945. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD 5. Dewan Ketigabelas: DPR Pemilu 1992 (1 Oktober 1992 – 1 Oktober 1997) 14. Dewan Kelima: DPR Peralihan (22 Juli 1959 – 26 Juni 1960) 6. Dewan Ketujuh: DPR Gotong-Royong tanpa PKI (15 November 1965 – 19 November 1966) 8. Dewan Kedua: DPR Republik Indonesia Serikat (15 Februari 1950 – 15 Agustus 1950) 3. Dewan Kelimabelas: DPR Pemilu 1999 (1 Oktober 1999 – 1 Oktober 2004) 16. (Fraksi Partai Demokrat) 2. Anis Matta. Marzuki Alie. SE. (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) 5. serta kebijakan pemerintah . Dewan Kedelapan: DPR Gotong Royong – DPR Orde Baru (19 November 1966 – 28 Oktober 1971) 9. DPR RI saat (2010) ini adalah dewan yang ketujuhbelas. Dewan Ketujuhbelas: DPR Pemilu 2009 (mulai 1 Oktober 2009) Tugas dan wewenang DPR antara lain: 1.M. Dewan Keempatbelas: DPR Pemilu 1997 (1 Oktober 1997 – 1 Oktober 1999) 15.

DPR. serta memimpin jalannya administratif kelembagaan secara umum. Pada anggota DPR melekat hak ajudikasi dan legislasi yakni berupa hak interpelasi. membela diri. dan agama. 8. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. menerima penempatan duta negara lain. mengajukan pertanyaan. badan hukum. pemekaran dan penggabungan daerah. dan lembaga-lembaga internasional. Jika panggilan paksa ini tidak dipenuhi tanpa alasan yang sah. pelaksanaan APBN. hak angket. Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang. serta hak protokoler. menghimpun. Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undangundang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. Anggota DPR juga memiliki hak mengajukan RUU. Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD 7. dan DPRD. dan agama. menyampaikan usul dan pendapat. dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi 12. 15.6. maka dapat dikenakan panggilan paksa (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). Pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat 14. pendidikan. pendidikan. dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. 11. Menyerap. atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan. DPD. yang bersangkutan dapat disandera paling lama 15 hari (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). Menurut Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR. pembentukan. Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta. Fungsi pokoknya secara umum adalah mewakili DPR secara simbolis dalam berhubungan dengan lembaga eksekutif. hubungan pusat dan daerah. pajak. termasuk memimpin rapat-rapat paripurna dan menetapkan sanksi atau rehabilitasi. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Alat kelengkapan DPR terdiri atas: Pimpinan Kedudukan Pimpinan dalam DPR dapat dikatakan sebagai Juru Bicara Parlemen. Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk ditetapkan. . hak imunitas. sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden 10. Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial 9. pejabat pemerintah. lembaga-lembaga tinggi negara lain. dan perjanjian dengan negara lain 13. DPR berhak meminta pejabat negara. Jika permintaan ini tidak dipatuhi. membuat perdamaian. dan hak menyatakan pendapat. terdiri dari seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh Anggota DPR dalam Sidang Paripurna DPR.

Bamus antara lain memiliki tugas menetapkan acara DPR. berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. membidangi pemerintahan dalam negeri. luar negeri. dan keamanan. Susunan keanggotaan Badan Anggaran ditetapkan pada permulaan . dan badan usaha milik negara. kesenian. 11. membidangi agama. investasi. Anggota Bamus berjumlah sebanyak-banyaknya sepersepuluh dari anggota DPR. Komisi XI. 6. membidangi energi. perbankan. usaha kecil dan menengah). kesehatan. Badan Musyawarah Bamus merupakan miniatur DPR. pengisian keanggotan komisi terkait erat dengan latar belakang keilmuan atau penguasaan anggota terhadap masalah dan substansi pokok yang digeluti oleh komisi. Komisi IV. Komisi II.Komisi Komisi adalah unit kerja utama di dalam DPR. 9. pemuda. Sebagian besar keputusan penting DPR digodok terlebih dahulu di Bamus. Pimpinan Bamus langsung dipegang oleh Pimpinan DPR. perindustrian. Hampir seluruh aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi DPR. membidangi kependudukan. sebelum dibahas dalam Rapat Paripurna sebagai forum tertinggi di DPR yang dapat mengubah putusan Bamus. sosial dan pemberdayaan perempuan. Komisi IX. pekerjaan umum. termasuk mengenai perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah. perkebunan. membidangi perhubungan. dan agraria. perikanan. DPR mempunyai 11 komisi dengan ruang lingkup tugas dan pasangan kerja masing-masing: 1. Komisi X. Pembentukan Bamus sendiri dilakukan oleh DPR melalui Rapat Paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR. membidangi pendidikan. dan kebudayaan. koperasi. Komisi VIII. dan pangan. aparatur negara. membidangi hukum dan perundang-undangan. 4. telekomunikasi. membidangi pertanian. Setiap anggota DPR (kecuali pimpinan) harus menjadi anggota salah satu komisi. riset dan teknologi. 3. 5. membidangi pertahanan. pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal. Komisi III. Pada umumnya. perumahan rakyat. 10. Komisi VII. Pada periode 2009-2014. kelautan. Komisi I. membidangi keuangan. substansinya dikerjakan di dalam komisi. 7. kehutanan. 8. hak asasi manusia. tenaga kerja dan transmigrasi. dan lingkungan. olahraga. otonomi daerah. dan lembaga keuangan bukan bank. Badan Anggaran Badan Anggaran DPR dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap yang memiliki tugas pokok melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. membidangi perdagangan. Komisi VI. serta jangka waktu penyelesaian dan prioritas RUU). sumber daya mineral. perencanaan pembangunan nasional. dan informasi. pariwisata. Komisi V.

dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. Susunan keanggotaan Badan Anggaran terdiri atas anggota-anggota seluruh unsur Komisi dengan memperhatikan perimbangan jumlah anggota Fraksi. dan keanggotaan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). Salah satu tugasnya yang berkaitan bidang keuangan/administratif anggota dewan adalah membantu pimpinan DPR dalam menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. Rapat-rapat Dewan Kehormatan bersifat tertutup. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BKSAP pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Pembentukan DK di DPR merupakan respon atas sorotan publik terhadap kinerja sebagian anggota dewan yang buruk. Tugas pokok Baleg antara lain: merencanakan dan menyusun program serta urutan prioritas pembahasan RUU untuk satu masa keanggotaan DPR dan setiap tahun anggaran. BK DPR melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota DPR. Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. misalnya dalam hal rendahnya tingkat kehadiran dan konflik kepentingan. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Badan Kerja Sama Antar-Parlemen. Badan Kehormatan Badan Kehormatan (BK) DPR merupakan alat kelengkapan paling muda saat ini di DPR. BK merupakan salah satu alat kelengkapan yang bersifat sementara. dan pada akhirnya memberikan laporan akhir berupa rekomendasi kepada Pimpinan DPR sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi atau merehabilitasi nama baik Anggota. yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua. dan dibentuk pada tahun 2000. yang dipilih dari dan oleh anggota BKSAP berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan . Badan Legislasi dibentuk DPR dalam Rapat paripurna. dan susunan keanggotaannya ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. Baleg juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata tertib DPR dan kode etik anggota DPR. Keanggotaan Badan Legislasi tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan Pimpinan Komisi. Badan Legislasi Badan Legislasi (Baleg) merupakan alat kelengkapan DPR yang lahir pasca Perubahan Pertama UUD 1945. Tugas Dewan Kehormatan dianggap selesai setelah menyampaikan rekomendasi kepada Pimpinan DPR. Pimpinan BKSAP merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. keanggotaan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). termasuk kesejahteraan Anggota dan Pegawai Sekretariat Jenderal DPR berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah. yang selanjutnya disingkat BKSAP.masa keanggotaan DPR. Badan Urusan Rumah Tangga Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bertugas menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR.

konsultan. akuntan publik. baik secara bilateral maupun multilateral. 4. BKSAP bertugas: 1. . Pansus bertugas melaksanakan tugas tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna. Jika anggota DPR diduga melakukan perbuatan pidana. Ketentuan ini tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana korupsi dan terorisme serta tertangkap tangan. DPR (atau alat kelengkapan DPR) dapat membentuk panitia yang bersifat sementara yang disebut Panitia Khusus (Pansus). notaris. Menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu DPR. Ketentuan tersebut tidak berlaku jika anggota yang bersangkutan mengumumkan materi yang telah disepakati dalam rapat tertutup untuk dirahasiakan atau hal-hal mengenai pengumuman rahasia negara. hakim pada badan peradilan. pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD. Komposisi keanggotaan Pansus ditetapkan oleh rapat paripurna berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Mengoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri. pemanggilan. Pansus mempertanggungjawabkan kinerjanya untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna. pegawai negeri sipil.memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. dan hak sebagai anggota DPR. 3. termasuk organisasi internasional yang menghimpun parlemen dan/atau anggota parlemen negara lain. sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Tata Tertib dan kode etik masingmasing lembaga. advokat/pengacara. Anggota DPR tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. Panitia Khusus Jika dipandang perlu. wewenang. dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara DPR dan parlemen negara lain. dan dibubarkan setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai. DPR dalam permulaan masa keanggotaan dan permulaan tahun sidang DPR membuat susunan dan keanggotaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) yang beranggotakan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak sembilan orang atas usul dari fraksi-fraksi DPR yang selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna dengan tugas untuk penelaahan setiap temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Anggota DPR tidak dapat dituntut di hadapan pengadilan karena pernyataan. Memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja sama antarparlemen. anggota TNI/Polri. pertanyaan/pendapat yang dikemukakan secara lisan ataupun tertulis dalam rapat-rapat DPR. mengembangkan. Membina. dokter praktek dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas. 2. permintaan keterangan. dan penyidikannya harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden. Anggota DPR juga tidak boleh melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta.

dapat diangkat sejumlah pakar/ahli sesuai dengan kebutuhan. Fungsi DPR adalah sebagai berikut: 1. melakukan pengawasan terhadap pemerintah. DPR memiliki fungsi legislasi. menyatakan pendapat. DPR memegang kekuasaan membentuk UU. Hak angket. dan setiap RUU dibahas oleh DPR dan Presiden secara bersama-sama dan selanjutnya disahkan oleh Presiden. dibentuk Sekretariat Jenderal DPR yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Hak menyampaikan pendapat. angket. Fungsi anggaran. Fraksi Jumlah Anggota 148 Ketua Anas Urbaningrum Setya Novanto Tjahjo Kumolo Mustafa Kamal Asman Abnur Hasrul Azwar Marwan Ja‟far Mujiyono Haryanto Ahmad Fauzi Untuk meningkatkan kinerja lembaga dan membantu pelaksanaan fungsi dan tugas DPR secara profesional. Sekretariat Jenderal DPR dipimpin seorang Sekretaris Jenderal yang diangkat dan diberhentikan dengan Keputusan Presiden atas usul Pimpinan DPR. berwenang menyusun dan menetapkan RAPBN bersama presiden. DPR bersidang sedikitnya sekali dalam setahun (Pasal 19). hak DPR untuk meminta keterangan pada presiden. Anggota-anggota DPR yang terpilih berdasarkan Pemilu tersebut mengelompokkan diri kedalam fraksi-fraksi. antara lain: 1. 4. Fungsi legislasi berkaitan dengan wewenang DPR dalam pembentukan undang-undang. Dan untuk itu DPR diberikan hak-hak interpelasi. Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Fraksi Partai Golongan Karya (F107 PG) Fraksi Partai Demokrasi 94 Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera 57 (F-PKS) Fraksi Partai Amanat Nasional 46 (F-PAN) Fraksi Partai Persatuan 37 Pembangunan (F-PPP) Fraksi Partai Kebangkitan 28 Bangsa (F-PKB) Fraksi Partai Gerakan Indonesia 26 Raya (F-Gerindra) Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat 17 (F-Hanura) Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas DPR. Hak interpelasi. Hak mengajukan pertanyaan. Fungsi pengawasan. Keanggotaan DPR dipilih melalui pemilu. 2. 3. dan personelnya terdiri atas Pegawai Negeri Sipil. anggaran dan pengawasan. 2. hak DPR untuk mengadakan penyelidikan atas suatu kebijakan Presiden/ Pemerintah. 3.Komposisi DPR saat ini adalah komposisi yang berdasarkan Pemilu 2009. mengajukan pertanyaan. Para pakar/ahli tersebut berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal DPR. dan pendapat serta imunitas (Pasal 20). DPR diberikan hak-hak yang diatur dalam pasal-pasal UUD 1945. menyampaikan usul. .

Sebagian besar anggotanya adalah orang-orang baru dalam dunia politik yang belum memiliki pengalaman nyata dalam praktik-praktik sistem politik Indonesia selama ini. yakni keberadaannya yang nisbi dan „serba-tanggung‟ sebagai suatu lembaga legislatif. Apabila DPR tidak menyetujuinya maka Perpu harus dicabut(Pasal 22). visi juga merupakan pernyataan pikiran dan kehendak untuk berubah dari keadaan yang ada saat ini (das sein) ke suatu keadaan yang diinginkan (das sollen). rumusan visi DPD RI yang disepakati pada Lokakarya Perencanaan Strategis DPD RI. Batasan fungsi dan kewenangan yang ada belum memiliki kekuatan penuh dalam proses legislasi. dengan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dengan undang-undang (Pasal 22B). setaradan efektif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah menuju masyarakat Indonesia yang bermartabat. rumusan visi tersebut menjadi pedoman dasar semua arah kebijakan. belum sepenuhnya Ada beberapa penyebab utama yang dapat diidentifikasi.5. disepakati sebagai berikut: 1. 30 Agustus-1 September 2005 adalah sebagai berikut : Terwujudnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sebagai lembaga legislatif yang kuat. setidaknya sampai saat ini. sejahtera. Hak Imunitas. keputusan. baik di lingkungan lembaga legislatif sendiri (DPR dan MPR RI) maupun di . yakni: 1. hak DPR untuk tidak dituntut dalam pengadilan. 3. Lembaga Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) saat ini masih terbentur pada satu masalah utama. Secara normatif. Anggota DPR dapat diberhentikan dari jabatannya. Memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan kesejahteraan rakyat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Visi Visi suatu organisasi atau lembaga pada dasarnya adalah pernyataan cita-cita yang hendak dicapai atau dituju oleh lembaga atau organisasi yang bersangkutan. rumusan misi DPD RI masa bakti 2004 – 2009. Keberadaannya sebagai suatu lembaga baru belum menemukan format kerja dan struktur kelembagaan yang memadai. Dalam hal kegentingan yang memaksa. Hak mengajukan usul RUU Anggota DPR berhak mengajukan usul RUU (Pasal 21).  lembaga-lembaga eksekutif (pemerintah). dan tindakan yang akan dilakukan. Karena itu. 2. Berdasarkan masalah pokok dan mendasar itulah. 6. Gagasan dasar pembentukan sebagai suatu lembaga pengimbang (check and balance) kekuasaan. dan berkeadilan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dan pada masa persidangan DPR berikutnya Perpu tersebut harus dimintakan persetujuan DPR. Presiden berhak menetapkan Perpu. Misi Berdasarkan visi tersebut. berfungsi secara optimal dan efektif.

10. 2. Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. 17. Imunitas. kelompok. Sesuai dengan ketentuan Pasal 49 dan 50 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. menghimpun. setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggta DPD tidak lebih dari 1/3 jumlah anggota DPR. 5. DPD. Membela diri. DPD bersidang sedikitnya sekali dalam setahun (Pasal 22C). 3. terutama yang menyangkut kepentingan daerah. 6. Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihannya. 4. 11. Keuangan dan administratif. Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilu. dalam rangka memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berkesinambungan. Mengamalkan Pancasila. serta memberi pertimbangan atas RUU APBN yang berkaitan dengan pajak. Menjaga etika dan norma adat daerah yang diwakilinya. dan DPRD bahwa Anggota DPD mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut: Hak 1. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan daerah.2. 3. Meningkatkan fungsi dan wewenang DPD RI untuk memperkuat sistem check and balance melalui amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 Mengembangkan pola hubungan dan kerja sama yang sinergis dan strategis dengan pemilik kepentingan utama di daerah dan di pusat. DPD berhak mengajukan RUU kepada DPR dan ikut membahasnya yang berkaitan dengan otonomi daerah. 5. Memperjuangkan penguatan status DPD RI sebagai salah satu badan legislatif dengan fungsi dan kewenangan penuh untuk mengajukan usul. Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. dan 16. 8. 4. ikut membahas. pengelolaan SDA dan SDE serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat-daerah. 9. Mendorong perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat terhadap isu-isu penting di daerah. dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang. dan golongan. pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah. hubungan pusat-daerah. Menaati kode etik dan Peraturan Tata Tertib DPD. DPD dapat melakukan pengawasan terhadap UU yang usulan dan pembahasannya dimiliki oleh DPD. 15. 7. . 13. 12. Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menaati segala peraturan perundang-undangan. pendidikan. Protokoler. Menyerap. DPR. Memilih dan dipilih. dan agama (Pasal 22D). 14. Menyampaikan usul dan pendapat. memberikan pertimbangan.

94-1 telah mengumumkan kepada semua instansi di Wilayah Republik Indonesia mengenai tugas dan kewajibannya dalam memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara. Soerasno mulai tanggal 31 Desember 1949. dan independensinya diatur dengan UU (Pasal 23D). Pada waktu itu Badan Pemeriksa Keuangan hanya mempunyai 9 orang pegawai dan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pertama adalah R. yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan di Yogyakarta. kewenangan. sebagai Ketua diangkat R.6/1948 tanggal 6 Nopember 1948 tempat kedudukan Badan Pemeriksa Keuangan dipindahkan dari Magelang ke Yogyakarta. maka dibentuk Dewan Pengawas Keuangan (berkedudukan di Bogor) yang merupakan salah satu alat perlengkapan negara RIS. dan mandiri (Pasal 22E). KPU selain ada ditingkat pusat. legislasi dan pengawasan yang dicirikan oleh sifat kekuatan mandatnya dari rakyat pemilih yaitu sifat “otoritatif” atau mandat rakyat kepada Anggota. Kasirman yang diangkat berdasarkan SK Presiden RI tanggal 31 Januari 1950 No. Negara Republik Indonesia yang ibukotanya di Yogyakarta tetap mempunyai Badan Pemeriksa Keuangan sesuai pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945.11/OEM tanggal 28 Desember 1946 tentang pembentukan Badan Pemeriksa Keuangan. pada tanggal 1 Januari 1947 yang berkedudukan sementara dikota Magelang. di samping itu ciri sifat ikatan atau “binding” yaitu ciri melekatnya pemikiran dan langkah kerja Anggota DPD RI yang semata-mata didasarkan pada kepentingan dan keberpihakan pada rakyat daerah. kedudukan. juga terdapat KPU daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota. yaitu ICW dan IAR.  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dalam rangka pelaksanaan Pemilu agar terselenggara sesuai asas (Iuberjudil). . tetap. Soerasno.  Berdasarkan amanat UUD Tahun 1945 tersebut telah dikeluarkan Surat Penetapan Pemerintah No. maka dibentuklah sebuah komisi pemilihan umum yang bersifat nasional. Dalam Penetapan Pemerintah No. untuk sementara masih menggunakan peraturan perundang-undangan yang dulu berlaku bagi pelaksanaan tugas Algemene Rekenkamer (Badan Pemeriksa Keuangan Hindia Belanda). hal itu mempertegas fungsi politik legislatif Anggota DPD RI yang meliputi representasi. Dewan Pengawas Keuangan RIS berkantor di Bogor menempati bekas kantor Algemene Rekenkamer Bank Sentral Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan. Badan Pemeriksa Keuangan dengan suratnya tanggal 12 April 1947 No.Kewajiban Berkenaan dengan kewajiban tersebut. Dengan dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan Piagam Konstitusi RIS tanggal 14 Desember 1949.  Badan Pengawas Keuangan (BPK) Pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945 menetapkan bahwa untuk memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang. tanggung jawab. Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.13/A/1950 terhitung mulai 1 Agustus 1949. Ketuanya diwakili oleh R. Untuk memulai tugasnya.

7 Tahun 1963 (LN No.pada masa pemerintah Netherland Indies Civil Administration (NICA). Ketua dan Wakil Ketua BPK RI berkedudukan masingmasing sebagai Menteri Koordinator dan Menteri. sebagai Pemimpin Besar Revolusi pemegang kekuasaan pemeriksaan dan penelitian tertinggi atas penyusunan dan pengurusan Keuangan Negara. 1/Res/MPRS/1963 telah dikemukakan keinginan-keinginan untuk menyempurnakan Badan Pemeriksa Keuangan. 6 Tahun 1964 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Gaya Baru. Dalam amanat-amanat Presiden yaitu Deklarasi Ekonomi dan Ambeg Parama Arta. dan di dalam Ketetapan MPRS No. Badan Pemeriksa Keuangan telah mendapatkan dukungan konstitusional dari MPR RI dalam Sidang Tahunan Tahun 2002 yang memperkuat kedudukan BPK RI sebagai lembaga pemeriksa eksternal di bidang Keuangan Negara. Untuk mencapai tujuan itu maka pada tanggal 12 Oktober 1963. 5 Tahun 1973 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan. landasan pelaksanaan kegiatannya masih tetap menggunakan ICW dan IAR. Sehingga UU yang mendasari tugas BPK RI perlu diubah dan akhirnya baru direalisasikan pada Tahun 1973 dengan UU No. maka Dewan Pengawas Keuangan RIS yang berada di Bogor sejak tanggal 1 Oktober 1950 digabung dengan Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUDS 1950 dan berkedudukan di Bogor menempati bekas kantor Dewan Pengawas Keuangan RIS. Pada Tanggal 5 Juli 1959 dikeluarkan Dekrit Presiden RI yang menyatakan berlakunya kembali UUD Tahun 1945. 11/MPRS/1960 serta resolusi MPRS No. Dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950.X/MPRS/1966 Kedudukan BPK RI dikembalikan pada posisi dan fungsi semula sebagai Lembaga Tinggi Negara. Meskipun Badan Pemeriksa Keuangan berubah-ubah menjadi Dewan Pengawas Keuangan RIS berdasarkan konstitusi RIS Dewan Pengawas Keuangan RI (UUDS 1950). 17 Tahun 1965 yang antara lain menetapkan bahwa Presiden. Dengan demikian Dewan Pengawas Keuangan berdasarkan UUD 1950 kembali menjadi Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan Pasal 23 (5) UUD Tahun 1945. dikeluarkanlah UU No. namun . sehingga dapat menjadi alat kontrol yang efektif. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 195 Tahun 1963) yang kemudian diganti dengan Undang-Undang (PERPU) No. Untuk mengganti PERPU tersebut. Dalam era Reformasi sekarang ini. Personalia Dewan Pengawas Keuangan RIS diambil dari unsur Badan Pemeriksa Keuangan di Yogyakarta dan dari Algemene Rekenkamer di Bogor. Akhirnya oleh MPRS dengan Ketetapan No. kemudian kembali menjadi Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUD Tahun 1945.

23F. 2.    keuangan negara. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mendorong terwujudnya tata kelola yang baik atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. BPK bertujuan memenuhi kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan. ketentuan yang mengatur BPK RI dalam UUD Tahun 1945 telah diamandemen. Mewujudkan BPK sebagai pusat regulator di bidang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Mewujudkan BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara yang independen dan professional. serta berperan aktif dalam mewujudkan pemerintah yang baik.17 Tahun 2003 Tentang keuangan Negara UU No. dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. yaitu. pengelolaan.1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara UU No. keefektifan. BPK RI didukung dengan seperangkat Undang-Undang di bidang Keuangan Negara. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). mandiri. dan profesional serta berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan.VI/MPR/2002 yang antara lain menegaskan kembali kedudukan Badan Pemeriksa Keuangan sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa eksternal keuangan negara dan peranannya perlu lebih dimantapkan sebagai lembaga yang independen dan profesional. 3.yaitu dengan dikeluarkannya TAP MPR No. Misi Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas dan transparansi . Dewan Perwakilan Daerah (DPD). BPK bertujuan menjadi pusat pengaturan di bidang pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang berkekuatan hukum mengikat. 7. 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Visi Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang bebas. dan 23G) dan tujuh ayat. UU No. dan masyarakat pada umumnya dengan menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada pemilik kepentingan atas penggunaan. yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas. Untuk menunjang tugasnya. Tujuan Strategis 1. BPK mengedepankan nilai-nilai independensi dan profesionalisme dalam semua aspek tugasnya menuju terwujudnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara. Memenuhi semua kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan 4. bersih. 6. dan transparan. Sebelum amandemen BPK RI hanya diatur dalam satu ayat (pasal 23 ayat 5) kemudian dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dikembangkan menjadi satu bab tersendiri (Bab VIII A) dengan tiga pasal (23E. wewenang dan fungsi BPK sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundangundangan. Untuk lebih memantapkan tugas BPK RI. 5.

dan anggaran serta bebas dari pengaruh lembaga negara lainnya. menyampaikan temuan dan rekomendasi kepada pemilik kepentingan. BPK bertujuan untuk mendorong peningkatan pengelolaan keuangan negara dengan menetapkan standar yang efektif. menjunjung tinggi Kode Etik Pemeriksa dan Standar Perilaku Profesional. Peradilan Tata Usaha negara pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha negara. meningkatkan sistem pengendalian intern. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 2. Nilai-Nilai Dasar Independensi BPK RI adalah lembaga negara yang independen di bidang organisasi. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan : 1. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Militer dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 4.  Mahkamah Agung Mahkamah Agung adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Konstitusi. Peradilan Agama pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Agama. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Agama dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 3. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung . Profesionalisme BPK RI melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesionalisme pemeriksaan keuangan negara. kode etik. dan nilai-nilai kelembagaan organisasi. Integritas BPK RI menjunjung tinggi integritas dengan mewajibkan setiap pemeriksa dalam melaksanakan tugasnya. legislasi. dan menilai efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan. Peradilan Umum pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Negeri. mengidentifikasi penyimpangan.8. Peradilan Militer pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Militer.

maka dalam rangka menunggu pembentukan Mahkamah Konstitusi. MPR menetapkan Mahkamah Agung menjalankan fungsi MK untuk sementara sebagaimana diatur dalam Pasal III Aturan Peralihan UUD 1945 hasil Perubahan Keempat. Calon Hakim Agung diusulkan komisi yudisial kepada DPR untuk mendapat persetujuan dan ditetapkan oleh Presiden. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. Anggota komisi yudisial harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. untuk kemudian mendapat persetujuan dan ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. DPR dan Pemerintah kemudian membuat Rancangan UndangUndang tentang Mahkamah Konstitusi. dan Pasal 7B yang disahkan pada 9 November 2001. militer. Ketua dan Wakil MA dipilih dari dan oleh Hakim Agung (Pasal 24A). Sejarah berdirinya MK diawali dengan Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Pasal 24 ayat (2). Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi 3. dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh UndangUndang 2. Hakim Agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. Pada Mahkamah Agung terdapat hakim agung sebanyak maksimal 60 orang.Menurut Undang-Undang Dasar 1945. agama. Anggota komisi yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR (Pasal 24B). dan diangkat oleh Presiden. Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden member grasi dan rehabilitasi Mahkamah Agung dipimpin oleh seorang ketua. kewajiban dan wewenang MA adalah: 1. Setelah melalui pembahasan . dan sebuah Mahkamah Konstitusi (Pasal 24). professional.  Mahkamah Konstitusi(MK) Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung. menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang. Hakim agung dapat berasal dari sistem karier (hakim). tata usaha Negara. atau tidak berdasarkan sistem karier dari kalangan profesi atau akademisi. dan berpengalaman di bidang hukum. Calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat. keluhuran martabat. dan dilakukan oleh sebuah MA dan badan peradilan yang ada dibawahnya dalam lingkungan peradilan umum. adil.  Komisi Yudisial Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung. serta perilaku hakim. menguji peraturan perundang-undangan dibawah UU terhadap UU. Tumpa. Ketuanya sejak 15 Januari 2009 adalah Harifin A. Pasal 24C. MA berwenang mengadili pada tingkat kasasi. Setelah disahkannya Perubahan Ketiga UUD 1945.

Prof. Jimly Asshiddiqie. Dr. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 orang oleh Mahkamah Agung. Jimly Asshiddiqie. Sesudah beberapa waktu sesudah itu. sehingga berarti untuk masa jabatan kedua Ketua MK dalam satu masa jabatan Hakim Konstitusi berakhir sebelum waktunya (hanya 2 tahun). Presiden mengambil sumpah jabatan para hakim konstitusi di Istana Negara pada tanggal 16 Agustus 2003. MK berhasil dipandang sebagai salah satu icon keberhasilan reformasi Indonesia. 3 orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat. memutus pembubaran partai politik. Dr. Selama 5 tahun sejak berdirinya. . dan dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. karena masa jabatan Hakim Konstitusi sendiri adalah 5 tahun. pada bulan Oktober 2009. Menurut Undang-Undang Dasar 1945. S. melakukan voting untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua MK masa bakti 3 tahun berikutnya. Jimly terpilih lagi sebagai ketua untuk masa bakti 2006-2009 pada 18 Agustus 2006 dan disumpah pada 22 Agustus 2006 dengan Wakil Ketua Prof. SH mengunduran diri dari anggota MK dan kembali menjadi guru besar tetap hukum tata negara Universitas Indonesia. Prof. yaitu 2008-2011 dan menghasilkan Mohammad Mahfud MD sebagai ketua serta Abdul Mukthie Fadjar sebagai wakil ketua. Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UndangUndang terhadap Undang-Undang Dasar. Jimly Asshiddiqie. Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi untuk masa jabatan 3 tahun. M. DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003 dan disahkan oleh Presiden pada hari itu. Dr. Wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD 1945. Hakim Konstitusi yang baru diangkat untuk periode (2008-2013). Masa jabatan Hakim Konstitusi adalah 5 tahun. dan 3 orang oleh Presiden. pada tanggal 15 Agustus 2003. SH dan Prof. kewajiban dan wewenang MK adalah: 1. M. Guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia kelahiran 17 April 1956 ini terpilih pada rapat internal antar anggota hakim Mahkamah Konstitusi tanggal 19 Agustus 2003. Pada 19 Agustus 2008. Laica Marzuki berhasil memimpin lembaga baru ini sehingga dengan cepat berkembang menjadi model bagi pengadilan modern dan terpercaya di Indonesia. Laica Maerzuki.mendalam. Dr. memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. Masa jabatan Ketua MK selama 3 tahun yang diatur dalam UU 24/2003 ini sedikit aneh. SH. Dua hari kemudian. sistem kelembagaan mahkamah ini terbentuk dengan sangat baik dan bahkan gedungnya juga berhasil dibangun dengan megah dan oleh banyak sekolah dan perguruan tinggi dijadikan gedung kebanggaan tempat mengadakan studi tour. Ketua MK yang pertama adalah Prof. dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum 2. Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 Hakim Konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden.H. Bersama tujuh anggota hakim pendiri lainnya dari generasi pertama MK. Di akhir masa jabatan Prof. Jimly sebagai Ketua..

3. MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. S. lembaga. 8. memutus pembubaran parpol dan perselisihan hasil pemilu.lembaga negara telah mengalami perubahan mendasar hasil UUD 1945 Perubahan yang tentu tidak dapat dipahami berdasarkan paradigma UUD 1945 sebelum perubahan. negarawan. Achmad Sodiki 8. Ketua dan wakil ketua MK dipilih dari dan oleh hakim konstitusi. Sebelum perubahan. MK mempunyai 9 anggota hakim konstitusi yang ditetapkan Presiden masing-masing 3 orang diajukan oleh MA. Perubahan mendasar yang memengaruhi tatanan kelembagaan negara adalah perubahan Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. . serta tidak merangkap sebagai pejabat Negara (Pasal 24C0). yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan. yakni Hamdan Zoelva yang menggantikan Abdul Mukthie Fajar dan Fadlil Sumadi yang menggantikan Maruarar Siahaan. 7. 5. Arsyad Sanusi 9. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. MK wajib memberi putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan atau Wakil menurut UUD. Maruarar Siahaan 4. MPR tidak lagi menjadi lembaga negara tertinggi. Mohammad Mahfud MD 6. Saat ini masih banyak pihak belum memahami secara utuh tatanan kelembagaan negara dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sehingga sering timbul perdebatan publik dan masalah hubungan antarlembaga negara. Hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. Apalagi. Akil Mochtar Namun. kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh Harjono 2. Mereka kemudian digantikan oleh 2 hakim baru. Maruarar Siahaan dan Abdul Mukthie Fajar memasuki masa pensiun. DPR. dan Presiden. Jimly Asshiddiqie.kedaulatan rakyat dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR. 6. Abdul Mukthie Fajar 5.Hakim Konstitusi periode 2003-2008 adalah: 1. Muhammad Alim 7. pada akhir 2009. MK dibentuk selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2003 dan sebelum dibentuk segala kewenangannya dilakukan oleh MA (Pasal III AP). adil. 4. Perubahan tersebut mengakibatkan : 1. Jimly Asshiddiqie Mohammad Laica Marzuki Abdul Mukthie Fadjar Achmad Roestandi H. Maria Farida Indrati 3. 2. A. 9. Natabaya Harjono I Dewa Gede Palguna Maruarar Siahaan Soedarsono Hakim Konstitusi periode 2008-2013 adalah: 1.

lembagalembaga di tingkat daerah. Pemegang kekuasaan legislatif adalah DPR. lembaga-lembaga utama yang melaksanakan cabang kekuasaan tertentu.Untuk kekuasaan yudikatif ditentukan pelakunya adalah MA dan MK. Kelembagaan negara berdasarkan UUD 1945 dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori.dapat diketahui lembaga-lembaga negara yang melaksanakan tiap kekuasaan tersebut. Berdasarkan pembagian fungsi kekuasaan eksekutif. Jika penataan lembaga negara melalui ketentuan peraturan perundang undangan telah dilakukan.Hal tersebut mengakibatkan Ketetapan MPR Nomor III/MPR/ 1978 tentang Kedudukan dan Hubungan Tata Kerja Lembaga Tertinggi dengan/ atau antar-Lembaga-Lembaga Tinggi Negara tidak berlaku lagi. terdapat lembaga negara lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan negara dan kedudukannya sederajat. Lembaga yang ditentukan secara umum dan menyerahkan pengaturan lebih lanjut kepada undang-undang.masing. 4. tetapi keberadaannya diperlukan untuk mendukung salah satu lembaga pelaksana cabang kekuasaan tertentu.Kelima. Dengan demikian lembaga-lembaga itu sesungguhnya adalah bagian dari organisasi pemerintahan secara nasional walaupun ada yang menjalankan fungsi legislasi di tingkat daerah.Keenam. lembaga-lembaga yang berada di bawah presiden untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu.dan fungsi masing. Kedua. Selain lembaga-lembaga negara tersebut. setiap lembaga negara dapat menjalankan wewenang sesuai dengan kedudukan masing-masing. lembagalembaga negara yang bukan pelaksana salah satu cabang kekuasaan.2.BPK sebagai pelaksana kekuasaan auditif serta DPD yang walaupun tidak memegang kekuasaan legislatif memiliki peran dalam proses legislasi (co-legislator). dan yudikatif dalam UUD 1945. 3.tugas.Pertama. legislatif. Lembaga negara lain tersebut adalah MPR yang memegang kekuasaan mengubah dan menetapkan UUD. Lembaga-lembaga yang ditentukan untuk melaksanakan kekuasaan tertentu tanpa mengatur nama dan pembentukan lembaganya. Hal itu akan mewujudkan kerja sama dan hubungan yang harmonis demi pencapaian tujuan nasional dengan tetap saling mengawasi dan mengimbangi agar tidak terjadi penyalahgunaan dan konsentrasi kekuasaan. Sebagai pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi adalah presiden. Lemmbaga-lembaga negara yang diatur dalam UUD 1945 merupakan pelaksana kedaulatan rakyat sesuai dengan kedudukan. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->