MATA KULIAH PROMOSI KESEHATAN DAN ILMU PERILAKU

MODUL 14

METODE DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN

Oleh: Tara Kairupan Joshua Runtuwene Ray Rattu Pingkan Tengko Elia Rompas

Pembimbing: Dr. Jane Pangemanan, MS

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PASCASARJANA UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2009

Agar dicapai suatu hasil yang optimal. Pengetahuan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilaku. Demikian juga alat bantu pendidikan disesuaikan. kelompok atau individu. faktor materi atau pesannya. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut. yakni perubahan perilaku. Promosi/pendidikan kesehatan juga sebagai suatu proses dimana proses tersebut mempunyai masukan (input) dan keluaran (output). atau membina seseorang yang telah mulai tertarik 1 . maka faktor-faktor tersebut harus bekerjasama secara harmonis. maka masyarakat. maka metodenya harus berbeda dengan sasaran massa dan sasaran individual dan sebagainya.Modul 14 METODE DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN A. Di dalam suatu proses pendidikan kesehatan yang menuju tercapainya tujuan promosi. kelompok dan massa (publik). kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. pendidik atau petugas yang melakukannya. Faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan di samping faktor masukannya sendiri juga faktor metode. Untuk sasaran kelompok. Di bawah ini akan diuraikan beberapa metode promosi atau pendidikan individual. Dengan kata lain dengan adanya promosi kesehatan tersebut diharapkan dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku kesehatan dari sasaran. 1. METODE PROMOSI KESEHATAN Promosi atau pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. dipengaruhi oleh banyak faktor. Materi juga harus disesuaikan dengan sasaran. Hal ini berarti bahwa untuk masukan (sasaran pendidikan) tertentu harus menggunakan cara tertentu pula. Metode Promosi Individual (Perorangan) Dalam promosi kesehatan. dan alat-alat bantu atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. metode yang bersifat individual ini digunakan untuk membina perilaku baru.

kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi. untuk mempengaruhi apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. kontak antara klien dan petugas lebih intensif. Bentuk pendekatan ini. Untuk kelompok yang besar. dan penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut (mengubah perilaku). berdasarkan kesadaran. Perorangan di sini tidak hanya berarti harus hanya kepada ibu-ibu yang bersangkutan. Apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi. b. Metode Promosi Kelompok Dalam memilih metode promosi kelompok. tetapi mungkin juga kepada suami atau keluarga dari ibu tersebut. Dasar digunakannya pendekatan individual ini karena setiap orang mempunyai masalah atau alasan yang berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal daro sasaran. 2. Pendekatan yang digunakan agar ibu tersebut menjadi akseptor lestari atau ibu hamil segera imunisasi. Agar petugas kesehatan mengetahui dengan tepat serta membantunya maka perlu menggunakan metode (cara) ini. seorang ibu yang baru saja menjadi akseptor atau seorang ibu hamil yang sedang tertarik terhadap imunisasi tetanus toxoid (TT) karena baru saja memperoleh/mendengarkan penyuluhan kesehatan. Misalnya. Wawancara (interview) Cara ini sebenarnya merupakan bagian dari bimbingan penyuluhan. Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan. 2 . ia harus didekati secara perorangan. Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya. ia tertarik atau belum menerima perubahan. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counceling) Dengan cara ini. Akhirnya klien akan dengan sukarela. antara lain: a.

Sikap dan penampilan yang meyakinkan. penceramah dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Pandangan harus tertuju ke seluruh peserta ceramah. Ceramah yang berhasil apabila penceramah itu sendiri menguasaai materi apa yang akan diceramahkan. Untuk dapat menguasai sasaran (dalam arti psikologis). misalnya makalah singkat. 2. 4. transparan. Kelompok Besar Yang dimaksud kelompok besar di sini adalah apabila peserta penyuluhan itu lebih dari 15 orang. dan sebagainya. Ceramah Metode ini baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah.metodenya akan lain dengan kelompok kecil. Mempelajari materi dengan sistematika yang baik. antara lain ceramah dan seminar. 3. 5. Berdiri di depan (di pertengahan). 3 . Lebih baik lagi kalau disusun dengan diagram atau skema. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode ceramah antara lain: Persiapan: 1. Menggunakan alat-alat bantu lihat (AVA) semaksimal mungkin. Pelaksanaan: Kunci dari keberhasilan pelaksanaan ceramah adalah apabila penceramah dapat menguasai sasaran ceramah. seyogyanya tidak duduk. tidak boleh bersikap ragu-ragu dan gelisah. Metode yang baik untuk kelompok besar ini. a. sound sistem. 2. Efektivitasnya suatu metode akan tergantung pula besarnya sasaran pendidikan. Mempersiapkan alat-alat bantu pengajaran. Suara hendaknya cukup keras dan jelas. 1. slide. 3. Untuk itu penceramah harus mempersiapkan diri.

Untuk memulai diskusi.b. Kelompok Kecil Apabila peserta kegiatan itu kurang dari 15 orang biasanya kita sebut kelompok kecil. b. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari seorang ahli atau beberapa orang ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan dianggap hangat di masyarakat. pada permulaan pemimpin kelompok memancing dengan satu masalah dan kemudian tiap peserta memberikan jawaban atau tanggapan (curah 4 . misalnya dalam bentuk lingkaran atau segi empat. 2. sehingga tidak menimbulkan dominasi dari salah seorang peserta. pemimpin diskusi harus memberikan pancingan-pancingan yang dapat berupa pertanyaan-pertanyaan atau kasus sehubungan dengan topik yang dibahas. Prinsipnya sama dengan metode diskusi kelompk. Agar terjadi diskusi yang hidup maka pemimpin kelompok harus mengarahkan dan mengatur sedemikian rupa sehingga semua orang dapat kesempatan berbicara. Diskusi Kelompok Dalam suatu kelompok agar semua anggota kelompok dapat bebas berpartisipasi dalam diskusi. Metode-metode yang cocok untuk kelompok kecil ini antara lain: a. Pimpinan diskusi juga duduk diantara peserta sehingga tidak menimbulkan kesan ada yang lebih tinggi. Seminar Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah ke atas. Bedanya. Curah Pendapat (Brain Storming) Metode ini merupakan modifikasi dari metode diskusi kelompok. maka formasi duduk para peserta diatur sedemikian rupa sehingga mereka dapat berhadap-hadapan atau saling memandang satu sama lain. Dengan kata lain mereka harus merasa dalam taraf yang sama sehingga tiap anggota kelompok mempunyai kebebasan/keterbukaan untuk mengeluarkan pendapat.

dan akhirnya terjadi diskusi. sedangkan anggota yang lain sebagai pasien atau anggota masyarakat. c. Tanggapan atau jawaban-jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart atau papan tulis. Masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut. tiap anggota dapat mengomentari. Permainan Simulasi (Simulation Game) Metode ini merupakan gabungan antara role play dengan diskusi kelompok. dan mencari kesimpulannya. e. misalnya bagaimana interaksi atau berkomunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas. Mereka memperagakan. Kelompok-kelompok Kecil (Buzz Group) Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (buzz group) yang kemudian diberi suatu permasalahan yang sama atau tidak sama dengan kelompok lain. Baru setelah semua anggota mengeluarkan pendapatnya. Sebelum semua peserta mencurahkan pendapatnya. Selanjutnya hasil dari tiap kelompok didiskusikan kembali dan dicari kesimpulannya. d. dan sebagainya. f. misalnya sebagai dokter Puskesmas. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut. Pesan-pesan kesehatan disajikan dalam beberapa bentuk permainan seperti permainan monopoli. 5 . Kemudian tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian seterusnya sehingga akhirnya akan terjadi diskusi seluruh anggota kelompok.pendapat). Setelah lebih kurang 5 menit maka tiap 2 pasang bergabung menjadi satu. Memainkan Peranan (Role Play) Dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peran tertentu untuk memainkan peranan. tidak boleh dikomentari siapapun. sebagai perawat atau bidan. Bola Salju (Snow Balling) Kelompok dibagi dalam pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang) dan kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah.

Pidato-pidato/diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik. dan sebagian lagi berperan sebagai narasumber.Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli dengan menggunakan dadu. dialog antara pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan adalah juga merupakan pendekatan pendidikan kesehatan massa. Metode Promosi Kesehatan Massa Metode pendidikan atau promosi kesehatan secara massa dipakai untuk mengkomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa atau publik. Beberapa orang menjadi pemain. baik TV maupun radio. b. 3. dan sebagainya. dalam arti tidak membedakan golongan umur. Pada umumnya bentuk pendekatan massa ini tidak langsung. Namun demikian. c. maka pesan-pesan kesehatan yang akan disampaikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat ditangkap oleh massa tersebut. tingkat pendidikan. Biasanya dengan menggunakan atau melalui media massa. 6 . Menteri Kesehatan atau pejabat kesehatan lainnya berpidato di hadapan massa rakyat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. misalnya pada Hari Kesehatan Nasional. antara lain: a. Beberapa contoh metode promosi kesehatan secara massa ini. status sosial ekonomi. selain beberan atau papan main. Safari KB juga merupakan salah satu bentuk pendekatan massa. bila kemudian dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku juga merupakan hal yang wajar. Oleh karena sasaran promosi ini bersifat umum. jenis kelamin. gaco (petunjuk arah). Ceramah umum (public speaking) Pada acara-acara tertentu. pada hakikatnya merupakan bentuk promosi kesehatan massa. Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggugah awareness atau kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi. Simulasi. Dengan demikian cara yang paling tepat ialah pendekatan massa. pekerjaan. dan belum begitu diharapkan untuk sampai pada perubahan perilaku.

Mengurangi komunikasi verbalistik. baik itu melalui media cetak. sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya ke arah positif terhadap kesehatan. dan media luar ruang. MEDIA PROMOSI KESEHATAN Media Promosi Kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator. c. baik dalam bentuk artikel maupun tanya jawab atau konsultasi tentang kesehatan dan penyakit adalah merupakan bentuk pendekatan promosi kesehatan massa. Media dapat mempermudah pengertian. pesan-pesan yang disampaikan dapat lebih menarik dan dipahami. 7 . poster. Tulisan-tulisan di majalah atau koran. Memperlancar komunikasi. b. f. dan lain-lain. Dapat menampilkan objek yang tidak bisa ditangkap dengan mata. elektronika. spanduk. dan sebagainya juga merupakan bentuk promosi kesehatan massa. yang dipasang di pinggir jalan. e. B.d. Bill Board. Contoh: billboard Ayo ke Posyandu. Media dapat menghindari kesalahan persepsi. Media dapat mempermudah penyampaian informasi. Tujuan Media Promosi Kesehatan Adapun beberapa tujuan atau alasan mengapa media sangat diperlukan di dalam pelaksanaan Promosi Kesehatan antara lain adalah: a. Dapat memperjelas informasi. e. sehingga sasaran dapat mempelajari pesan tersebut sehingga sampai memutuskan untuk mengadopsinya perilaku yang positif. d. Promosi kesehatan tidak dapat lepas dari media karena melalui media. g. 1.

gambar atau foto dalam tata warna. Lembar balik. 5. majalah. Leaflet. dan seterusnya. 2. yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. dan sebagainya. folder. Adapun macam-macamnya adalah: 1. Bahan peragaan: poster tunggal. Media cetak. 3. dan sebagainya. film. 2. Radio. Brosur. Bahan bacaan: modul. antara lain: 1) Berdasarkan bentuk umum penggunaannya: Berdasarkan penggunaan media promosi dalam rangka promosi kesehatan. dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika. 6. Media elektronika. dibedakan menjadi: a. 3. Pamflet. Surat kabar. flipchart. TV. buku rujukan/bacaan. 4. b. yaitu suatu media bergerak dan dinamis. buletin. Stiker. 7. transparan. leaflet. b. Film. 2) Berdasarkan cara produksi: Berdasarkan cara produksinya. Majalah. poster seri. Poster. slide.2. 8. 8 . Penggolongan Media Promosi Kesehatan Penggolongan media promosi kesehatan ini dapat ditinjau dari berbagai aspek. media promosi kesehatan dikelompokkan menjadi: a. Adapun macam-macam media tersebut adalah: 1. Media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata.

2. CD. Jangkauan relatif lebih besar. 7. 6. Bertatap muka. Mengikutsertakan semua pancaindera. misalnya 1. Papan reklame yaitu poster dalam ukuran besar yang dapat dilihat secara umum di perjalanan. 1) Kelebihannya: Sudah dikenal masyarakat. Lebih mudah dipahami. yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar ruang secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis. Perlu listrik. Media luar ruang. c. Sedikit rumit. Lebih menarik karena ada suara dan gambar bergerak. 2) Kelemahannya: Biaya lebih tinggi. VCD. Kelebihan dan kekurangan media elektronik. 5.4. Perlu terampil dalam pengoperasian. Video film. Spanduk yaitu suatu pesan dalam bentuk tulisan dan disertai gambar yang dibuat di atas secarik kain dengan ukuran tergantung 9 . Perlu keterampilan penyimpanan. Cassette. Penyajian dapat dikendalikan. dan sebagainya. Perlu persiapan matang. Sebagai alat diskusi dan dapat diulang-ulang. Perlu alat canggih untuk produksinya. Peralatan selalu berkembang dan berubah.

Lebih menarik karena ada suara dan gambar bergerak. Mengikutsertakan semua pancaindera. Ada yang memerlukan listrik. Pameran. Kelebihan dan kelemahan media luar ruang: 1) Kelebihannya: Sebagai informasi umum dan hiburan. 2) Kelemahannya: Biaya lebih tinggi. Perlu keterampilan dalam pengoperasian. Merancang Pengembangan Media Promosi Kesehatan Media promosi kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran. 5. 3. 3. Jangkauan relatif lebih besar. Perlu persiapan matang. Penyajian dapat dikendalikan. Banner. sehingga sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan. Bertatap muka.kebutuhan dan dipasang di suatu tempat strategis agar dapat dilihat oleh semua orang. 4. Peralatan selalu berkembang dan berubah. Lebih mudah dipahami. Perlu keterampilan penyimpanan. Sedikit rumit. Ada yang memerlukan alat canggih untuk produksinya. Untuk hal itu diperlukan 10 . TV layar lebar.

b. Sebelum media promosi kesehatan diluncurkan hendaknya perlu mengumpulkan data sasaran seperti: a. dan jangkauan produk. e. artinya bisa dicapai bukan hanya angan-angan. Data epidemiologi. Data karakteristik perilaku khalayak sasaran. Data demografi. Penetapan tujuan adalah sebagai dasar untuk merancang media promosi kesehatan dan dalam merancang evaluasi. c. Jelas dan dapat diukur. Data psikologi. Seberapa banyak perubahan yang akan diukur. Tujuannya adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan memberikan kepuasan pada masing-masing segmen. f. c. d. Siapa sasaran yang akan diukur. b. e. Menetapkan segmentasi sasaran: Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. d. 2. Data geografi. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan harus: a.langkah-langkah merancang pengembangan media promosi kesehatan sebagai berikut: 1. Apa yang akan diukur. Realistis. Jika tujuan yang ditetapka tidak jelas dan tidak operasional maka program menjadi tidak fokus dan tidak efektif. Berapa lama dan di mana pengukuran dilakukan. jumlah. Dapat juga untuk menentukan ketersediaan. Menetapkan tujuan: Tujuannya adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan di masa datang yang akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu. 11 . Selain itu juga dapat menghitung jenis media dan menempatkan media yang mudah diakses oleh khalayak sasaran.

Sesuatu citra bisa kaya makna atau sederhana saja. d. Identifikasi para pesaing: Tujuannya adalah melakukan identifikasi atas sejumlah pesaing yang ada di masyarakat.3. Di sini berhubungan dengan bagaimana calon konsumen menempatkan produk anda di dalam otaknya. individu atau apa saja dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya. Citra bisa diterima secara homogen dan sama. c. Menganalisis preferensi khalayak sasaran: Mengetahui posisi yang dikehendaki oleh khalayak sasaran terhadap suatu produk tertentu. Menentukan posisi pesaing: Mengetahui posisi yang diduduki pesaing dilihat dari berbagai sudut pandang. Positioning bukan sesuatu yang anda lakukan terhadap produk. 4. Mengembangkan positioning pesan Positioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk perusahaan. Sebaiknya citra bisa berubah-ubah dan dinamis. e. b. Hal ini bukan strategi produk tetapi strategi komunikasi. Positioning membentuk citra. tetapi sesuatu yang anda lakukan terhadap otak khayalak sasaran. Menentukan posisi merek produk sendiri: Penentuan posisi merek yang akan kita jual harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 12 . Langkah-langkah yang perlu dilakukan: a. Persepsi konsumen: Tujuannya adalah memperoleh sejumlah atribut yang dianggap penting oleh khalayak sasaran. Menentukan strategi positioning Pada prinsipnya seseorang yang ingin melakukan kegiatan positioning memerlukan suatu ketekunan dan kejernihan berpikir dalam memandang produk dan pasar yang tengah diusahakan.

Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasaran. Setiap media akan mempunyai peranan yang berbeda. f. Ikuti perkembangan posisi Secara berskala posisi produk harus ditinjau dan dinilai kembali apakah masih cocok dengan keadaan. d. Yang perlu diperhatikan di sini adalah: a. c. Penggunaan beberapa media secara serempak dan terpadu akan meningkatkan cakupan. Jangan mengadakan perubahan yang penting. Media yang dipilih harus memberikan dampak yang luas. Memilih media promosi kesehatan Pemilihan media adalah jabaran saluran yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan pada khalayak sasaran. 5. Komitmen terhadap segmen pasar. b. bukan pada selera pengelola program. Pertimbangkan simbol-simbol produk. frekuensi. dan efektivitas pesan. 13 .- Analisis ekonomi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful