P. 1
Transistor

Transistor

|Views: 102|Likes:
Published by Richard Noky
Pengertian dan Jenis Transistor | Transistor Merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor, diantaranya contoh NPN dan PNP. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan Emitor (E), Basis/Base (B) dan Kolektor/collector (C).

FUNGSI TRANSISTOR

Fungsi transistor antara lain sebagai berikut:
a. Perata arus pada adaptor
b. Penguat arus (amplifier)
c. Penahan sebagian arus
d. Pebangkit frekuensi rendah dan tinggi (osilator)
e. Saklar elektronik (switching)
f. Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC)
g. Sebagai penyearah
h. Sebagai mixer
i. Sebagai osilator
j. Sebagai switch


karakteristik Transistor Pada bagian ini kita akan mempelajari tiga karakteristik transisttror yaitu

1. karakteristik masukan
2. karakteristik keluaran
3. karakteristik transfer

Dari karakteristik masukan kita dapat menghitung hambatan masukan dan dari karakteristik keluaran kita dapat menghitung hambatan keluaran, sedangkan dari karakteristik transfer kita dapat menghitung penguatan arus.

a. Karakteristik Masukan Karakteristik masukan suatu transistor dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan basis-emitor dan arus basis untuk tegangan kolektor-emitor yang nilainya konstan.
b. Karakteristik keluaran Karakteristik keluaran suatu transistor dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan kolektor-emitor dan arus kolektor untuk beberapa nilai arus basis yang konstan.
c. Karakteristik Transfer Karakteristik transfer suatu transfer dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara arus basis dan arus kolektor untuk tegangan kolektor-emitor yang bernilai konstan.

BENTUK TRANSISTOR








Konstruksi transistor terdiri dari suatu lapisan tipis semikonduktor jenis-p atau jenis-nyang diapit oleh dua bahan semikonduktor jenis lain. Berdasarkan susunan semikonduktornya,transistor dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu transistor NPN dan transistor PNP.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor(C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dantegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

SIMBOL TRANSISTOR

a. Jenis Transistor
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar. Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buahpersambungan kutub.

1. Transistor Bipolar Transistor bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C). Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor.

2. Transistor Unipolar Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N, JFET kanal P, MOSFET kanal N, dan MOSFET kanal P.

Transistor mempunyai 3 jenis yaitu :
1. Uni Junktion Transistor (UJT)
2. Field Effect Transistor (FET)
3. MOSFET
1. Uni Junktion Transistor (UJT)

Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P.

2. Field Effect Transistor (FET)

Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor, maka hanya digunakan pada bagian-bagian yang memang memerlukan. Bentuk fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.

Jenis FET ada dua yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu terdapat pula macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).

3. MOSFET

Bentuk Fis
Pengertian dan Jenis Transistor | Transistor Merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor, diantaranya contoh NPN dan PNP. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan Emitor (E), Basis/Base (B) dan Kolektor/collector (C).

FUNGSI TRANSISTOR

Fungsi transistor antara lain sebagai berikut:
a. Perata arus pada adaptor
b. Penguat arus (amplifier)
c. Penahan sebagian arus
d. Pebangkit frekuensi rendah dan tinggi (osilator)
e. Saklar elektronik (switching)
f. Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC)
g. Sebagai penyearah
h. Sebagai mixer
i. Sebagai osilator
j. Sebagai switch


karakteristik Transistor Pada bagian ini kita akan mempelajari tiga karakteristik transisttror yaitu

1. karakteristik masukan
2. karakteristik keluaran
3. karakteristik transfer

Dari karakteristik masukan kita dapat menghitung hambatan masukan dan dari karakteristik keluaran kita dapat menghitung hambatan keluaran, sedangkan dari karakteristik transfer kita dapat menghitung penguatan arus.

a. Karakteristik Masukan Karakteristik masukan suatu transistor dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan basis-emitor dan arus basis untuk tegangan kolektor-emitor yang nilainya konstan.
b. Karakteristik keluaran Karakteristik keluaran suatu transistor dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan kolektor-emitor dan arus kolektor untuk beberapa nilai arus basis yang konstan.
c. Karakteristik Transfer Karakteristik transfer suatu transfer dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara arus basis dan arus kolektor untuk tegangan kolektor-emitor yang bernilai konstan.

BENTUK TRANSISTOR








Konstruksi transistor terdiri dari suatu lapisan tipis semikonduktor jenis-p atau jenis-nyang diapit oleh dua bahan semikonduktor jenis lain. Berdasarkan susunan semikonduktornya,transistor dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu transistor NPN dan transistor PNP.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor(C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dantegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

SIMBOL TRANSISTOR

a. Jenis Transistor
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar. Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buahpersambungan kutub.

1. Transistor Bipolar Transistor bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C). Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor.

2. Transistor Unipolar Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N, JFET kanal P, MOSFET kanal N, dan MOSFET kanal P.

Transistor mempunyai 3 jenis yaitu :
1. Uni Junktion Transistor (UJT)
2. Field Effect Transistor (FET)
3. MOSFET
1. Uni Junktion Transistor (UJT)

Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P.

2. Field Effect Transistor (FET)

Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor, maka hanya digunakan pada bagian-bagian yang memang memerlukan. Bentuk fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.

Jenis FET ada dua yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu terdapat pula macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).

3. MOSFET

Bentuk Fis

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Richard Noky on May 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

Pengertian dan Jenis Transistor | Transistor Merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor, diantaranya

contoh NPN dan PNP. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan Emitor (E), Basis/Base (B) dan Kolektor/collector (C). FUNGSI TRANSISTOR Fungsi transistor antara lain sebagai berikut: a. Perata arus pada adaptor b. Penguat arus (amplifier) c. Penahan sebagian arus d. Pebangkit frekuensi rendah dan tinggi (osilator) e. Saklar elektronik (switching) f. Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC) g. Sebagai penyearah h. Sebagai mixer i. Sebagai osilator j. Sebagai switch

karakteristik Transistor Pada bagian ini kita akan mempelajari tiga karakteristik transisttror yaitu 1. karakteristik masukan 2. karakteristik keluaran 3. karakteristik transfer Dari karakteristik masukan kita dapat menghitung hambatan masukan dan dari karakteristik keluaran kita dapat menghitung hambatan keluaran, sedangkan dari karakteristik transfer kita dapat menghitung penguatan arus. a. Karakteristik Masukan Karakteristik masukan suatu transistor dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan basis-emitor dan arus basis untuk tegangan kolektor-emitor yang nilainya konstan. b. Karakteristik keluaran Karakteristik keluaran suatu transistor dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan kolektor-emitor dan arus kolektor untuk beberapa nilai arus basis yang konstan. c. Karakteristik Transfer Karakteristik transfer suatu transfer dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara arus basis dan arus kolektor untuk tegangan kolektor-emitor yang bernilai konstan. BENTUK TRANSISTOR

MOSFET 1. Pada umumnya. Berdasarkan susunan semikonduktornya. 2. Transistor mempunyai 3 jenis yaitu : 1. Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buahpersambungan kutub. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P. Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dantegangan yang lebih besar daripada arus input Basis. Transistor Bipolar Transistor bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki. dan MOSFET kanal P. yaitu emitor (E). 1. Transistor Unipolar Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N. transistor memiliki 3 terminal. Uni Junktion Transistor (UJT) 2. dan kolektor (C). Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Uni Junktion Transistor (UJT) Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis.Konstruksi transistor terdiri dari suatu lapisan tipis semikonduktor jenis-p atau jenisnyang diapit oleh dua bahan semikonduktor jenis lain. Field Effect Transistor (FET) 3. yaitu Basis (B). yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor. basis (B).transistor dapat dibedakan menjadi dua jenis. JFET kanal P. yaitu transistor NPN dan transistor PNP. MOSFET kanal N. Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Jenis Transistor Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar. 2. Field Effect Transistor (FET) . Tanda petunjuk arah pada masingmasing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor. Emitor (E) dan Kolektor(C). SIMBOL TRANSISTOR a.

pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. 3. satu Source dan satu atau dua Gate. Dalam sebuah sirkuit/rangkaian elektronika. Secara fisik.Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar. transistor berfungsi sebagai jangkar rangkaian. serta desah yang rendah. maka MOSFET hanya digunakan pada bagian bagian yang benar-benar memerlukannya. Kecuali itu terdapat pula macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET). maka hanya digunakan pada bagian-bagian yang memang memerlukan. MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi. Simbol MOSFET Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik. mengemasnya menggunakan kertas timah. Mengingat harga yang cukup tinggi. MOSFET Bentuk Fisik Mosfet MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain. Bentuk fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor. yang masing-masing kakinya diberi nama basis (B). Jenis FET ada dua yaitu Kanal N dan Kanal P. FUNGSI TRANSISTOR sangat menentukan kinerja dari sebuah rangkaian elektronika. colector (C) dan emitor (E). Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor. Transistor adalah sebuah komponen elektronika semi konduktor yang memiliki 3 kaki. Seperti halnya pada FET. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah. terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N. .

dan lain-lain. Penggunaan transistor dalam sebuah rangkaian analog adalah sebagai amplifier. sirkuit pemutus dan penyambung (switching). yaitu hanya dalam ukuran nano mikron (transistor yang dikemas dalam prosesor komputer). transistor juga memiliki bentuk jelajah tegangan kerja dan frekuensi yang sangat besar dan lebar. Pada saat ini Funsi Transistor telah banyak mengalami perkembangan. Untuk membedakan transistor PNP dan NPN dapat di lihat dari arah panah pada kaki emitornya. sekarang sebuah transistor sudah dapat digunakan sebagai memory dan pemroses sebuah getaran listrik dalam dunia prosesor komputer. Berdasarkan susunan semi konduktor.Dalam sebuah sirkuit. stabilitas tegangan. fungsi Transistor dapat digunakan sebagai sebuah penguat (amplifier). switch. . bentuk dari transistor juga mengalami perubahan. saat ini transistor telah berhasil di ciptakan dalam ukuran super kecil. Pada transistor PNP anak panah mengarah ke dalam dan pada transistor NPN arah panahnya mengarah ke luar. Bukan hanya fungsi transistor saja yang berkembang. Dalam dunia elektronika. stabilisasi tegangan (stabilisator). modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya. Dalam rangkaian digital selain di gunakan sebagai saklar yang memiliki kecepatan tinggi juga dapat digunakan sebagai pemroses data yang akurat dan sebagai memory. Transistor di bedakan menjadi 2 tipe yaitu transistor PNP dan transistor NPN.

pembawa muatan yang baru. arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). keduanyamengatur jumlah aliran arus listrik. Dalam BJT. Jika sedikit garam dapur dimasukan ke dalamnya. Dalam FET. dan diberikan tegangan DC tepat dibawah teganganelektrolisis (sebelum air berubah menjadi Hidrogen dan Oksigen). Garam dapur sendiri adalah non-konduktor (isolator). dengan sebuah proses yang dinamakan doping. Karena Boron hanya memiliki 3 elektron di orbit paling luarnya. yangmasing-masing bekerja secara berbeda. untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut. karena sejumlah pembawa muatan bebas (mobile carriers. air murni dianggapsebagai isolator. Pada dasarnya. silikon dapat dicampur dengan Boron untuk membuat semikonduktor tipe-p. untuk membawa arus listrik.bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET). Menaikankonsentrasi garam akan meningkatkan konduksi. . sebuah Silikon tipe-n(n untuk negatif. akan terbentuk di dalam tata letak kristalsilikon. Sehingga. tergantung dari tipe FET). Silikon murni sendiri adalah sebuah isolator. FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron atau hole. sedangkan Silikon hanya 4.dinamakan "lubang" (hole.arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone. Untuk mengerti cara kerja semikonduktor. misalkan sebuah gelas berisi air murni. pembawa muatan positif). karena pembawa muatannya adalah elektron yang bermuatan negatif) telahterbentuk. dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliranarus utama tersebut. konduksi arus akan mulaimengalir. Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat diubah dengan perubahan tegangan yang diberikan. Konduksi terjadi karena pembawa muatan bebastelah ditambahkan (oleh kelebihan elektron dari Arsenik). dalam jumlah yang cukup kecilsehingga tidak mengacaukan tata letak kristal silikon. Arsenik akan memberikan elektron bebasdan hasilnya memungkinkan terjadinya konduksi arus listrik. transistor dan tabung vakum memiliki fungsi yang serupa.seperti Arsenik. Selain dari itu. Lihat artikel untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yanglebih lanjut.CARA KERJA TRANSISTOR Dari banyak tipe-tipe transistor modern. namun jika sedikit pencemar ditambahkan. Ini karena Arsenik memiliki 5 atomdi orbit terluarnya. Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakandua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang. Dalam kasus ini. karena pembawa muatanya tidak bebas. ion) terbentuk. tidak akan ada arus mengalir karena air tidak memiliki pembawa muatan (charge carriers). pada awalnya ada dua tipe dasar transistor. Jikasepasang konduktor dimasukan kedalamnya. namun tidak banyak.

Jumlah tegangan yang diperlukan untukmenyapu pembawa muatan dalam sejumlah besar semikonduktor dapat dicapai dengan mudah. Dapat dilihat bahwa pembawa muatan yang bermuatan sama akan saling tolak menolak. Namun di dalam sebuah transistor bipolar (atau diodejunction) dimana sebuah semikonduktor tipe-p dan sebuah semikonduktor tipe-n dibuat dalam satu keping silikon. sepertifluida. . yaitu elektron atau lubang. Dalam metal.sehingga tanpa adanya gaya yang lain. Walau transistor terlihat seperti dibentuk oleh dua diode yang disambungkan. dengan sebuah daerah basis yang sangat tipis. untuk mengubah metal menjadi isolator. Depletion zone ini terbentuk karena transistor tersebut diberikan tegangan bias terbalik. Dalamsebuah metal. Sedangkan dalam semikonduktor. listrik di dalam metal adalah inkompresible (tidak bisa dimampatkan). jauhlebih tinggi dari yang mampu menghancurkannya. Dalam metal.Dengan kata lain. sebuah transistor sendiri tidak bisa dibuat dengan menyambungkan dua diode. tabung hampa tidak bisa membuat pembawa muatan positif (hole). Dalam sebuah transistor bipolar. tegangan ini sangat tinggi. namun dasarnya transistor bipolar adalah aksi kegiatan dari pembawa muatan tersebut untuk menyebrangi daerah depletion zone. Untuk membuat transistor. Rasio perbandingan antara doping emiter dan basis adalah satu daribanyak faktor yang menentukan sifat penguatan arus (current gain) dari transistor tersebut. Namun. pembawa muatan (elektron) akan dipancarkan oleh emisithermionic dari sebuah katode yang dipanaskan oleh kawat filamen. bagian-bagiannya harus dibuat dari sepotong kristal silikon. dan ini menjadi kunci dalam keberhasilan semikonduktor. Karena itu. asalkan tata-letak kristal silikon tetap dipertahankan. pembawa muatan harusdisapu dengan memasang suatu beda tegangan. pembawa-pembawa muatan ini cenderung berpindah ke arah sambungan P-N tersebut (perbatasan antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n). satu pembawa muatan untuksetiap atom. populasi pembawa muatan adalah sangat tinggi. oleh tegangan yang diberikan di antara basis dan emiter. Jumlah doping yang diperlukan sebuah semikonduktor adalah sangat kecil. karena tertarik oleh muatan yang berlawanan dari seberangnya. listrik bersifat seperti gas yang bisa dimampatkan.Semikonduktor dengan doping dapat diubah menjadi isolator. dalam sebuah semikonduktor hanyaada satu pembawa muatan dalam beberapa juta atom. daerah terminal emiter memiliki jumlah doping yang lebih besar dibandingkan dengan terminal basis. Kenaikan dari jumlah pencemar (doping level) akan meningkatkan konduktivitas darimateri semikonduktor.Dalam tabung hampa. pembawa-pembawa muatan ini akan terdistribusi secara merata di dalam materi semikonduktor. sedangkan metal tidak. dalam ukuransatu berbanding seratus juta. Gambaran di atas menjelaskan konduksi disebabkan oleh pembawa muatan.

JFET & MOSFET) Transistor Bagian II (BJT. Gambar Aplikasi Transistor BJT Sebagai Saklar Daerah Cut off Sebuah Transistor berada pada daerah cut-off adalah ketika junction basisemitter di bias mundur (reverse bias).APLIKASI TRANSISTOR Sebagai SAKLAR Transistor Bagian I (BJT. Cttn : dibutuhkan arus yang cukup untuk membuat transistor bercaturasi nilai nya sesuai dengan rumus pada gambar. Gambar IB minimal Contoh Aplikasi Transistor sebagai saklar . Sehingga semua arus bernilai O dan V CE(Cutoff)=VCC Daerah Saturasi Ketika junction basis-emitter di bias maju (forwar bias). Sehingga Arus Collector maksimal adalah (IC = VCC/RL) dan VCE(Saturation) = 0 (ideal saturation). JFET & MOSFET) Lanj Transistor Bagian III (Transistor Sebagai Sakelar) ■ Prinsip Kerja Aplikasi Transistor BJT sebagai saklar Aplikasi Transistor sebagai saklar memanfaatkan daerah kerja transistor yaitu Daerah Cut-off (switch OFF) dan daerah saturation (switch ON).

Gambar Rangkaian Transistor Sebagai Saklar ■ Prinsip Kerja Aplikasi Transistor MOSFET sebagai saklar MOSFET sebagai saklar juga memanfaatkan daerah Cut-off dan daerah saturation Gambar Aplikasi Transistor MOSFET Sebagai Saklar .

KESIMPULAN Transistor adalah komponen yang mengubah wajah dunia.JFET kanal P. yaitu emitor (E).juga mengawaliera elektronika digital. 2.memungkinkan ukuranperalatan elektronika semakin kecil dan kompak dan daya konsumsinya rendah. Tiga karakteristik transisttror yaitu karakteristik masukan. basis (B). Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Dari karakteristik masukan kita dapat menghitung hambatan masukan dandari karakteristik keluaran kita dapat menghitung hambatan keluaran. Transistor Unipolar Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N. 1. dan MOSFET kanal P. Tanda petunjuk arah pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor. Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar. karakteristik keluaran. MOSFET kanal N. dankarakteristik transfer.Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub. .Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buahpersambungan kutub. Transistor Bipolar Transistor bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki. dan kolektor (C). sedangkan darikarakteristik transfer kita dapat menghitung penguatan arus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->