PENGUKURAN ANTROPOMETRI

Antropometri berasal dari kata anthropos dan logos (bahasa Yunani), yang berarti tubuh manusia dan ilmu. Artinya PSG dengan metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia. Konsep dasar yang harus dipahami dalam menggunakan antropometri secara antropometri adala konse pertumbuhan Antropometri dapat dibagi menjadi 2 yaitu, 1. Antropometri Statis (struktural) Pengukuran manusia pada posisi diam, dan linier pada permukaan tubuh. 2. Antropometri Dinamis (fungsional) Yang dimaksud dengan antropometri dinamis adalah pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya.

Konsep Dasar Pertumbuh Pertumbuhan secara gamblang dapat diartikan terjadinya perubahan sel tubuh dalam 2 bantuk yaitu 1) pertambahan sel dan 2) pembelahan sel, yang secara akumulasi perjadinya perubahan ukuran tubuh. Jadi pada dasarnya menilai status gizi dengan metode antropometri adalah menilai pertumbuhan. Hana saja pertumbuhan dalam pengertian pertambahan sel memiliki batas waktu tertentu. Para pakar antropometri sepakat bawah pada umumnya pertumbuhan manusia dalam arti pertambahan selakan berhenti pada usia 18-20 tahun, walaupun masih dtemukan sebelum 18 pertumbuhan sudah berhenti dan sebaliknya setelah 20 tahun masih ada kemungkinan pertumbuhan masih berjalan

lemak dan protein.Makhluk hidup. Pengukuran antropometri adalah pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui ukuranukuran fisik seorang anak dengan menggunakan alat ukur tertentu. Kebutuhan tubuh akan makanan dapat dideskripakn dari tri fungsi makanan itu sendiri yaitu : • • • Sumber Tenaga Pertumbuhan Pemeliharaan Sebagai sumber tenaga adalah karbohidrat. protein 41 kalori dan lemak 9 kalori per gramnya. dalam urutan yang berbeda sebagai sumber energi. termasuk manusia makan untu memenuhi kebutuhan tubuh. aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar . seperti timbangan dan pita pengukur (meteran) Syarat yang Mendasari Penggunaan Antropometri  Alat mudah didapat dan digunakan  Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif  Pengukuran tidak selalu harus oleh tenaga khusus profesional. memiliki cutt of point dan baku rujukan yang sudah pasti  Secara ilmiah diakui kebenarannya Keunggulan Antropometri 1. dapat oleh tenaga lain setelah mendapat pelatihan  Biaya relatif murah  Hasilnya mudah disimpulkan. Pembakaran 1 gram karbohidrat menghasikan 4.1 kalori. Prosedur sederhana. Namun lemak bukanlah sumber energi utama oleh karena untuk metabolisme lemak dibutuhkan kalori yang lebi tinggi untuk Specifik Dinamyc Action (SDA)nya.

akurasi. tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu. Alat murah. misal Fe dan Zn 2. Faktor di luar gizi (penyakit. Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu. dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat 4. kesulitan pengukuran Ukuran antropometri dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : . Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau 6. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi. dan validitas pengukuran 4. kesalahan alat. tahan lama.2. Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk. perubahan hasil pengukuran (fisik dan komposisi jaringan). Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi Kelemahan Antropometri 1. genetik dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri 3. Sumber kesalahan biasanya berhubungan dengan: latihan petugas yang tidak cukup. Tidak sensitif: tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat. atau dari satu generasi ke generasi berikutnya 8. Kesalahan terjadi karena: pengukuran. karena dapat dibakukan 5. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli 3. Metode ini tepat dan akurat. mudah dibawa. karena sudah ada ambang batas yang jelas 7. analisis dan asumsi yang keliru 5. kurang dan baik.

. Meminta surat kelahiran. yaitu hasil pengukuran dibandingkan dengan pengukuran lainnya tanpa memperhatikan berapa umur anak yang diukur. yang paling sering digunakan untuk menentukkan keadaan pertumbuhan pada masa balita adalah : Umur  Faktor umur sangat penting dalam penentuan status gizi. Dengan demikian. Jika tidak ada. dihitung 3 bulan 2 bulan 26 hari. dihitung 5 tahun . kartu keluarga atau catatan lain yang dibuat oleh orang tuanya. Dari beberapa ukuran antropometri. 1980): . Jika diketahui kalender lokal seperti bulan Arab atau bulan lokal (Sunda. pemilihan kades. yaitu hasil pengukuran disbanding dengan umur. dapat berdasarkan daya ingat ortu. dihitung 6 tahun 5 tahun 11 bulan.Bulan usia penuh (completed month): untuk anak umur 0-2 tahun digunakan Contoh: 3 bulan 7 hari. puasa. dihitung 2 bulan Untuk melengkapi data umur dapat dilakukan dengan cara-cara berikut: 1. pemilu.Tergantung umur. dapat diketahui apakah ukuran yang dimaksud tersebut tergolong normal untuk anak seusianya. atau berdasar kejadian penting (lebaran. Misalnya berat badan terhadap umur. Tidak tergantung umur. gunung meletus dll) 4. Jika tetap tidak ingat. banjir. cocokan dengan kalender nasional 3. Misalnya. BB terhadap usia atau TB terhadap usia. Kesalahan penentuan umur >> interpretasi status gizi salah  Batasan umur yang digunakan (Puslitbang Gizi Bogor. Jawa dll). tahun baru. bila memungkinkan catatan pamong desa 2.Tahun umur penuh (completed year) Contoh: 6 tahun 2 bulan. Membandingkan anak yang belum diketahui umurnya dengan anak kerabat/ tetangga yang diketahui pasti tanggal lahirnya.

Pada bayi sehat. menggunakan rumus : Umur (bulan) + 9 = n + 9 22 Berat badan usia 1 – 6 tahun. usia beberapa hari. berat badan akan mengalami penurunan yang sifatnya normal. Pada tahap adolesensia(remaja) akan terjadi pertambahan berat badan secara cepat ( growth spurt) Selain perkiraan tersebut. dapat diketahui bahwa pada usia 6 bulan pertama berat badan akan bertambah sekitar 1 kg/bulan. Setelah 2 tahun. kenaikannya adalah + 0. kenaikkan berat badan normal pada triwulan I adalah sekitar 700 –1000 gram/bulan. pada triwulan II sekitar 500 – 600 gram/bulan.3 kg/tahun. menggunakan rumus : ( Umur(tahun) X 2) + 8 = 2n + 8 Keterangan : n adalah usia anak Berat badan usia 6 – 12 tahun . sementara pada 6 bulanberikutnya hanya + 0. menggunakan rumus : Umur (tahun) X 7 – 5 2 . pada triwulan III sekitar 350 – 450 gram/bulan dan pada triwulan IV sekitar 250 – 350 gram/bulan. Umumnya berat badan akan kembali mencapai berat badan lahir pada hari kesepuluh.25 kg/bulan. berat badan juga dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus atau pedoman dari Behrman (1992). Pada tahun kedua. maka ditentukan tanggal 15 bulan ybs Berat Badan Berat badan merupakan salah satu ukuran antropometri yang terpenting karena dipakai untuk memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. kenaikkan berat badan tidak tentu.5. Hal ini disebabkan karena keluarnya mekonium dan air seni yang belum diimbangi asupan yang mencukupimisalnya produksi ASI yang belum lancar. yaitu sekitar 2.5 kg/bulan.25 kg Berat badan usia 3 – 12 bulan. yaitu sekitar !0% dari berat badan lahir. Jika hanya bulan dan tahunnya yang diketahui. Dari perkiraan tersebut. tanggal tidak diketahui. yaitu : Berat badan lahir rata-rata : 3.

Cara pengukuran berat badan anak adalah : Lepas pakaian yang tebal pada bayi dan anak saat pengukuran. kurang atau buruk. yaitu apakah status gizi anak normal. apakah berada berat badan anak berada pada kurva berwarna hijau. kemudian anak digendong oleh ibu dan ditimbang Selisih antara berat badan ibu bersama anak dan berat badan ibu sendiri menjadi berat badan anak. Apabila menggunakan timbangan dacin. Apabila anak tidak mau ditimbang. cukup pakaian dalam saja. Apabila perlu. Ketika minmbang berat badan bayi. tempatkan tangan petugas diatas tubuh bayi (tidak menempel) untuk mencegah bayi jatuh saat ditimbang. lalu kaitkan gendongan ke timbangan. Untuk lebih jelasnya. Sedangkan apabila dengan berdiri. Untuk menentukan berat badan ini juga dapat dilakukan dengan melihat pada kurva KMS. Selanjutnya. masukkan anak dalam gendongan. dapat dilihat rumus berikut : BB anak = (Berat badan ibu dan anak) – BB ibu Tentukan hasil timbangan sesuai dengan jarum penunjuk pada timbangan. tentukan posisi berat badan anak sesuai dengan standar yang berlaku. Tidurkan bayi pada meja timbangan. kuning atau merah. ajak anak untuk berdiri diatas timbangan injak tanpa dipegangi. ibu disarankan untuk menimbang berat badannya lebih dulu. .

Seperti halnya berat badan. Untuk lebih jelasnya.5 x panjang badan usia 1 tahun Usia 13 tahun = 3 x panjang badan lahir Dewasa = 3. yaitu hanya sekitar 5 cm/tahun. Lalu ukur jarak antara kedua tanda tersebut dengan pita pengukur. tinggi badan juga dapat diperkirakan berdasarkan rumus dari Behram (1992). Lihat gambar 1 . panjang badan rata-rata adalah sebesar + 50 cm.5 Panjang Badan Lahir Perkiraan panjang badan usia 4 tahun = 2 x panjang badan lahir Perkiraan panjang badan usia 6 tahun = 1.Tinggi Badan ( Panjang badan) Tinggi badan untuk anak kurang dari 2 tahun sering disebut dengan panjang badan. Pada bayi baru lahir. Penambahan tersebut akan berangsur-angsur berkurang sampai usia 9 tahun.25 cm/bulan ( 1. Apabila tidak ada papan pengukur. luruskan lutut sampai menempel pada meja (posisi ekstensi) Luruskan bagian puncak kepala dan bagian bawah kaki (telapak kaki tegak lurus dengan meja pengukur) lalu ukur sesuai dengan skala yang tertera.5 x panjang badan lahir atau 2 x panjang badan 2 tahun Atau dapat digunakan rumus Behrman (1992): Lahir : 50 cm Umur 1 tahun : 75 cm 2 – 12 tahun .5 X panjang badan lahir). Pertambahan tinggi badan akan berhenti pada usia 18 – 20 tahun. sedangkan pada laki-laki peningkatannya sekitar 10 –30 cm/tahun. dapat digunakan pita pengukur (meteran) Baringkan anak telentang tanpa bantal (supinasi). umur (tahun) x 6 + 77 Cara pengukuran tinggi badan anak adalah : Usia kurang dari 2 tahun : Siapkan papan atau meja pengukur. yaitu 5 – 25 cm/tahun pada wanita. hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi tanda pada tempat tidur (tempat tidur harus rata/datar) berupa garis atau titik pada bagian puncak kepala dan bagian tumit kaki bayi. pertambahannya adalah 1. yaitu : Perkiraan panjang lahir : 50 cm Perkiraan panjang badan usia 1 tahun = 1. Apabila tidak ada. Baru pada masa pubertas ada peningkatan pertumbuhan tinggi badan yang cukup pesat. Pada tahun pertama.

5 cm/bulan pada bulan pertama atau menjadi + 44 cm. setelah itu sampai usia 18 tahun lingkar kepala hanya bertambah + 10 cm Adapun cara pengukuran lingkar kepala adalah : Siapkan pita pengukur (meteran) . ukuran lingkar kepala normalnya adalah 34-35 cm. Pada 6 bulan pertama ini. sedangkan bokong. Tentukan bagian atas kepala dan bagian kaki menggunakan sebilah papan dengan posisi horizontal dengan bagian kaki. pertumbuhan kepala paling cepat dibandingkan dengan tahap berikutnya. Saat lahir. Lingkar kepala Secara normal. bangsa dan letak geografis. Kemudian akan bertambah sebesar + 0. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 2. lalu ukur sesuai dengan skala yang tertera. kemudian tahun-tahun pertama lingkar kepala bertambah tidak lebih dari 5 cm/tahun. sehingga tumit rapat. pertambahan ukuran lingkar pada setiap tahap relatif konstan dan tidak dipengaruhi oleh factor ras. punggung dan bagian belakang kepala berada dalam satu garis vertikal dan menempel pada alat pengukur.Usia 2 tahun atau lebih : Tinggi badan diukur dengan posisi berdiri tegak.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar 3. Kemudian tentukan hasilnya (lihat Gambar 1) Cantumkan hasil pengukuran pada kurva lingkar kepala Lingkar Lengan Atas (Lila) Pertambahan lingkar lengan atas ini relatif lambat. Tentukan besar lingkar lengan sesuai dengan angka yang tertera pada pita pengukur Catat hasil pada KMS . lingkar lengan atas sekitar 11 cm dan pada tahun pertama. Cara pengukuran lingkar lengan atas sebagai berikut : Tentukan lokasi lengan yang diukur. Lingkarkan alar pengukur pada lengan bagian atas seperti pada gambar ( dapat digunakan pita pengukur). lingkar lengan atas menjadi 16 cm. Ukuran lingkar lengan atas mencerminkan pertumbuhan jaringan lemak dan otot yang tidak berpengaruh oleh keadaan cairan tubuh dan berguna untuk menilai keadaan gizi dan pertumbuhan anak prasekolah. Selanjutnya ukuran tersebut tidak banyak berubah sampai usia 3 tahun. Pemilihan lengan kiri tersebut dengan pertimbangan bahwa aktivitas lengan kiri lebih pasif dibandingkan dengan lengan kanan sehingga ukurannya lebih stabil.Lingkarkan pita pengukur pada daerah glabella (frontalis) atau supra orbita bagian anterior menuju oksiput pada bagian posterior. Saat lahir. yaitu pertengahan pangkal lengan dan siku. Hindari penekanan pada lengan yang diukur saat pengukuran. Pengukuran dilakukan pada lengan bagian kiri.

Pengukuran lingkar dada ini dilakukan dengan posisi berdiri pada anak yang lebih besar. Cara pengukuran lingkar dada adalah : Siapkan pita pengukur Lingkarkan pita pengukur pada daerah dada seperti pada gambar 1 Catat hasil pengukuran pada KMS .Lingkar Dada Sebagaimana lingkar lengan atas. pengukuran lingkar dada jarangdilakukan. Pengukurannya dilakukan pada saat bernapas biasa ( mid respirasi ) pada tulang Xifoidius( insicura substernalis). sedangkan pada bayi dengan posisi berbaring.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful