P. 1
AKI dan AKB

AKI dan AKB

|Views: 152|Likes:
Published by aduhbingung
ikm
ikm

More info:

Published by: aduhbingung on May 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

1.

Memahami dan Menjelaskan Faktor tingginya AKI dan AKB Angka Kematian Ibu (AKI) Definisi Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu merupakan indikator kesehatan yang cukup penting. Angka kematian ibu diketahui dari jumlah kematian karena kehamilan, persalinan dan ibu nifas per jumlah kelahiran hidup di wilayah tertentu dalam waktu tertentu. Angka Kematian Ibu mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh : keadaan sosial ekonomi dan kesehatan menjelang kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetric. Kegunaan Informasi mengenai tingginya MMR akan bermanfaat untuk pengembangan program peningkatan kesehatan reproduksi, terutama pelayanan kehamilan dan membuat kehamilan yang aman bebas risiko tinggi (making pregnancy safer), program peningkatan jumlah kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan, penyiapan sistim rujukan dalam penanganan komplikasi kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong kelahiran, yang semuanya bertujuan untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan meningkatkan derajat kesehatan reproduksi. Cara Menghitung Kemudian kematian ibu dapat diubah menjadi rasio kematian ibu dan dinyatakan per 100.000 kelahiran hidup, dengan membagi angka kematian dengan angka fertilitas umum. Dengan cara ini diperoleh rasio kematian ibu kematian maternal per 100.000 kelahiran Rumus

Dimana :  Jumlah Kematian Ibu yang dimaksud adalah banyaknya kematian ibu yang disebabkan karena kehamilan, persalinan sampai 42 hari setelah melahirkan, pada tahun tertentu, di daerah tertentu.  Jumlah kelahiran Hidup adalah banyaknya bayi yang lahir hidup pada tahun tertentu, di daerah tertentu  Konstanta =100.000 bayi lahir hidup.

Cara Menghitung Dimana : AKB D0 . Sangat Tinggi AKB lebih dari 100. Angka Kematian Bayi (AKB) Definisi Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu tahun. Tinggi jika AKB antara 50 – 99. Rendah jika AKB kurang dari 20. kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen. Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. adalah untuk mengetahui gambaran tingkat permasalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi. Secara garis besar. Sedang jika AKB antara 20 – 49. karena untuk menghitung AKI dibutuhkan sampel yang besar.Keterbatasan AKI sulit dihitung. dari sisi penyebabnya. tingkat pelayanan antenatal. Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi. 4. Angka Kematian Bayi dihitung dari banyaknya kematian bayi berusia kurang 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada waktu yang sama. status gizi ibu hamil. Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan kematian neonatal. Angka kematian bayi diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu : 1. adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah . mengingat kejadian kematian ibu adalah kasus yang jarang. 2. Konsep Dasar Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Manfaat dari IMR ini. Salah satu indikator yang paling menonjol dalam menilai derajat kesehatan adalah Angka Kematian Bayi (AKB = IMR). per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. tingkat keberhasilan program KIA dan KB. Oleh karena itu kita umumnya dignakan AKI yang telah tersedia untuk keperluan pengembangan perencanaan program. 3.<1th : Angka Kematian Bayi : Jumlah Kematian Bayi (berumur kurang 1 tahun) pada satu tahun tertentu di daerah tertentu Σlahir hidup : Jumlah Kelahiran Hidup pada satu tahun tertentu di daerah tertentu K : 1000.

Memahami dan Menjelaskan Kehamilan pada Remaja Pengertian Menurut Monks (1999) dalam Nasution (2007) batasan usia secara global berlangsung antara umur 12 dan 21 tahun dengan pembagian 12-15 tahun masa muda awal. 2010). yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan. adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar. dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir. IBG. Masa kehamilan dimulai dari pembuahan sampai lahirnya janin. Kegunaan Angka Kematian Bayi dan Balita Angka Kematian Bayi menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung. Sumber Data Data mengenai jumlah anak yang lahir jarang tersedia dari pencatatan atau registrasi kependudukan. lamanya 280 hari (40 mgg atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Manuaba. 2. Kegunaan Angka Kematian Bayi untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian neo-natal dan kematian bayi yang lain. 15-18 tahun masa muda pertengahan. 18-21 tahun masa muda akhir. jika terjadi kehamilan di bawah atau di atas usia tersebut maka akan dikatakan beresiko akan menyebabkan terjadinya kematian 2-4x lebih tinggi dari reproduksi sehat (Manuaba. Program ini menghitung AKB berdasarkan data mengenai jumlah Anak yang Lahirkan Hidup (ALH) atau Children Ever Born (CEB) dan Jumlah Anak Yang Masih Hidup (AMH) atau Children Still Living (CSL) (catatan: lihat definisi di modul fertilitas). Kematian bayi eksogen atau kematian post neo-natal. 2010) . Kehamilan yang terjadi diusia muda merupakan salah satu resiko seks . program penerangan tentang gisi dan pemberian makanan sehat untuk anak dibawah usia 5 tahun.dilahirkan. Sedangkan Angka Kematian Post-NeoNatal dan Angka Kematian Anak serta Kematian Balita dapat berguna untuk mengembangkan program imunisasi. IBG. misalnya program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus. sehingga sering dibuat perhitungan/estimasi tidak langsung dengan program "Mortpak 4". Reproduksi sehat untuk hamil dan melahirkan adalah usia 20-30 tahun. Karena kematian neonatal disebabkan oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program-program untuk mengurangi angka kematian neo-natal adalah yang bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan Ibu hamil. Menurut Hurlock (2003) menyatakan secara tradisional masa muda dianggap sebagai “badai dan tekanan” yaitu suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. serta program-program pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak.

2009). remaja putri terpaksa bekerja. Kemiskinan mendorong terbukanya kesempatan bagi remaja khususnya wanita untuk melakukan hubungan seksual pra nikah. R.dkk.10 tahun1992 yang menyebutkan bahwa Pemerintah menetapkan kebijakan upaya penyelenggaraan Keluarga Berencana. dkk.pranikah atau sesk bebas (kehamilan yang tidak diharapkan (KTD).dkk. Tingkat Pendidikan
 Makin rendah tingkat pendidikan. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi Kurangnya pengetahuan atau mempunyai konsep yang salah tentang kesehatan reproduksi pada remaja dapat disebabkan karena masyarakat tempat remaja tumbuh memberikan gambaran sempit tentang kesehatan reproduksi sebagai hubungan seksual. Biasanya topik terkait reproduksi dianggap tabu dibicarakan dengan anak (remaja). S.1 tahun 1974 Pasal 7 bahwa perkawinan diizinkan bila laki-laki berumur 19 tahun dan wanita berumur 16 tahun.dkk.2009). bekerja di perumahan tanpa di bayar hanya diberi makan dan pakaian.2009). makin mendorong cepatnya perkawinan usia muda (Romauli. Karena kemiskinan ini . d. R. Sehingga saluran informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi menjadi sangat kurang (Manuaba. Banyak resiko kehamilan yang akan dihadapi pada usia muda. berarti orang tua bebas dari tanggung jawab sehingga secara ekonomi mengurangi beban dengan kata lain sebagai jalan keluar dari berbagai kesulitan (Romauli. IBG. ditambah lagi dengan adanya sangsi sosial dari masyarakat terhadap kehamilan dan kelahiran anak tanpa ikatan pernikahan (Lesnapurnawan.2009 dan Aryani. Ekonomi
 Apabila anak perempuan telah menikah. berdosa dan malu pada remaja yang mengalaminya. bahkan beberapa mengalami kekerasan seksual (Aryani. Menurut Kartono (1996) kehamilan pranikah adalah kehamilan yang pada umumnya tidak direncanakan dan menimbulkan perasaan bersalah. bekerja lebih dari 12 jam sehari. Faktor yang Memengaruhi Perkawinan Usia Muda Menurut Undang-Undang Perkawinan No.2011). 2010). yang selanjutnya akan hamil dan melahirkan diusia muda antara lain : a. b. S. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi remaja untuk menikah di usia muda. Hukum atau Peraturan
 Dalam agama Islam menikah diisyaratkan oleh beberapa . untuk perkawinan diizinkan pada usia 21 tahun bagi laki-laki dan perempuan berumur 19 tahun. Sehingga perkawinan usia muda adalah perkawinan yang dilakukan pada laki-laki yang berusia kurang dari 21 tahun dan perempuan berusia kurang 19 tahun (Widyastuti. Namun sering kali mereka tereksploitasi.2010). c. Namun Pemerintah mempunyai kebijakan tentang prilaku reproduksi manusia yang ditegaskan dalam UU No.

misalnya dengan membaca buku atau melihat film/ majalah yang menanpilkan gambar–gambar yang membangkitkan erotisme. i. 
 Selain itu pemberian fasilitas (termasuk uang) pada remaja secara berlebihan. Dari segi lain makin mudah orang bercerai dalam suatu masyarakat makin banyak perkawinan usia muda (UU. remaja sangat mudah mengakses gambar tersebut melalui telepon genggam dan akan selalu di bawa dalam setiap langkah remaja (Aryani. S. h. Kepatuhan Terhadap Orang Tua
 Perkawinan dapat berlangsung karena adanya kepatuhan remaja terhadap orang tua atau sifat menentang ( Romauli.2010). g. Obat ini akan mempengarui pikiran remaja sehingga pelanggaran terhadap nilai–nilai agama dan moral dinikmati dengan tanpa rasa bersalah (Aryani. Pernikahan tahun1974). karena bila tidak ada kesempatan baik ruang maupun waktu maka hubungan seks pra nikah tidak akan terjadi. Ketidakmampuan Mengendalikan Dorongan Biologis
 Kemampuan mengendalikan dorongan biologis dipengaruhi oleh nilai–nilai moral dan keimanan seseorang. R. Adat Istiadat atau Pandangan Masyarakat
 Adanya anggapan lingkungan dan adat istiadat jika anak gadis belum menikah di anggap sebagai aib keluarga. Adanya ruang yang .2009) Adanya Kesempatan Melakukan Hubungan Seks Pra Nikah Faktor kesempatan melakukan hubungan seks pra nikah sangat penting untuk dipertimbangkan. R. Dorongan dapat meningkat karena pengaruh dari luar. f. status janda lebih baik daripada perawan tua (Romauli. 2011).2011). Dorongan Biologis 
 Adanya dorongan biologis untuk melakukan hubungan seksual merupakan insting alamiah dari berfungsinya organ sistem reproduksi dan kerja hormon. Banyak di daerah ditemukan pandangan dan kepercayaan yang salah. Remaja yang memiliki keimanan kuat tidak akan melakukan seks pra nikah. Di era teknologi informasi yang tinggi sekarang ini. Namun keimanan ini dapat sirna tanpa tersisa bila remaja dipengaruhi obat–obatan misalnya psikotropika.e. pemeluknya dianggap sesuatu yang harus disegerakan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan yaitu wanita umur 16 tahu dan pria umur 19 tahun. S. IBG. kedewasaan seseorang dinilai dari status perkawinan. 2009 dan Manuaba. Tuntutan kebutuhan hidup sering menjadi alasan suami istri bekerja di luar rumah dan menghabiskan hari–harinya dengan kesibukan masing – masing sehingga perhatian terhadap anak remajanya terabaikan. Terbukanya kesempatan pada remaja untuk melakukan hubungan seks didukung oleh kesibukan orang tua yang menyebabkan kurangnya perhatian pada remaja. karena mengingat ini adalah dosa besar yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.

rendah diri dan lain-lain. IBG. menyesal. Dampak kebidanan yang terjadi pada kehamilan usia muda adalah . sehingga masih lebih dalam menghadapi masalah yang timbul dalam perkawinan. Ketergantungan sosial ekonomi pada keluarga menimbulkan stress (tekanan batin).2009. Seks sering dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan pasangan (Lesnapurnawan. karena kawin cerai biasanya terjadi pada pasangan yang umurnya pada waktu kawin relatif masih muda.2005). Selain itu kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2–5 kali lebih tinggi dari pada 
 kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun. misalnya menginap di hotel/ motel atau ke night club sampai larut malam. Manuaba. terlebih lagi masyarakat belum dapat menerima anak yang orang tuanya belum jelas. sedangkan remaja akhir cenderung melakukan tingkah laku seksual jika telah ada ikatan dan saling pengertian dengan pasangan. c. dan tingkah laku seksual sehingga remaja awal cenderung berfikir bahwa seks adalah cara untuk mendapatkan pasangan. Dampak yang dapat terjadi seperti perceraian. Situasi ini sangat mendukung terjadinya hubungan seksual pra nikah (Aryani. Masalah Sosial Ekonomi
 Makin bertambahnya umur seseorang. S. berlebihan membuka peluang bagi remaja untuk membeli fasilitas. Dampak yang Terjadi Pada Kehamilan Usia Muda Perkawinan dan kehamilan yang dilangsungkan pada usia muda (remaja) umumnya akan menimbulkan masalah–masalah sebagai berikut : (Lesnapurnawan. R.2010. b. Untuk itu memerlukan perhatian karena belum siapnya alat reproduksi untuk menerima kehamilan yang akhirnya akan menimbulkan berbagai bentuk komplikasi. keintiman. 2009). kecewa. Tetapi untuk remaja yang hamil di luar nikah menghadapi masalah psikologi seperti rasa takut. 2009 dan Dianawati. Masalah Kesehatan Reproduksi 
 Remaja yang akan menikah kelak akan menjadi orang tua sebaiknya mempunyai kesehatan reproduksi yang sehat sehingga dapat menurunkan generasi penerus yang sehat. Pada umumnya dengan bertambahnya umur akan makin kuatlah dorongan mencari nafkah sebagai penopang. Pandangan terhadap Konsep Cinta
 Menyalahartikan atau kebingungan dalam mengartikan konsep cinta. Masalah Psikologis 
 Umumnya para pasangan muda keadaan psikologisnya masih belum matang. kemungkinan untuk kematangan dalam bidang sosial ekonomi juga akan makin nyata.j. 2011). Romauli. a.

Penanggulangan Manuaba. Persalinan Prematur. tetapi angka pasti tidak diketahui. Penyebab kematian ibu dikenal dengan trias klasik yaitu perdarahan. 2010) : a. 2009 dan Manuba.profesional dapat menimbulkan tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. b. Pengaruh Globalisasi Dengan derasnya arus informasi yang mendorong remaja mempunyai prilaku seks yang bebas dan jumlah anak dalam suatu keluarga tidak terbatas sehingga kualitas pendidikan rohani kurang mendapat perhatian. BBLR dan cacat bawaan. Abortus yang dilakukan oleh tenaga non. Pendidikan Seks Pendidikan seks pada remaja sangat berguna untuk memberikan pengetahuan tentang seks dan penyakit hubungan seks. f. infeksi dan gestosis. 2010 penanggulangan masalah kehamilan usia muda atau remaja sangat sukar dan kompleks yang menyangkut berbagai segi kehidupan masyarakat diantaranya :
 a.anak. tingkat sosial ekonomi yang rendah dan stres memudahkan terjadinya infeksi saat hamil. c. Dimana keracunan kehamilan merupakan penyebab kematian ibu yang terbesar ketiga. karena semua agama berpendapat bahwa kehamilan dan anak harus bersumber dari perkawinan yang syah menurut adat agama dan bahkan hukum yang disaksikan masyarakat. Keracunan Kehamilan (Gestosis) Merupakan kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan saat hamil dalam bemtuk eklampsi dan pre eklampsi sehingga dapat menimbulkan kematian. Kematian ibu terutama karena perdarahan dan infeksi. Untuk itu diperlukan sikap dan prilaku orang tua yang dapat dijadikan panutan dan suri tauladan bagi remaja. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Kelainan Bawaan Kekurangan berbagai zat yang dibutuhkan saat pertumbuhan dapat mengakibatkan tingginya prematur. Angka kematian abortus yang dilakukan oleh dukun cukup tinggi. Kematian Ibu yang Tinggi
 Remaja yang stres pada kehamilannya sering mengambil jalan yang pintas untuk melakukan abortus oleh tenaga non-profesional. IBG. Abortus (Keguguran) 
 Keguguran sebagian dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan kehamilan remaja yang tidak dikehendaki. Mudah Terinfeksi
 Keadaan gizi yang buruk. terlebih pada kala nifas. Anemia Kehamilan e. Untuk itu perlu ditanamkan nilai-nilai moral dan etika agama yang baik mulai dari masa anak.(Asfriyanti. d. b. IBG. Program . dkk.

Pencegahan Pencegahan hubungan seksual pra nikah memerlukan waktu yang sangat lama dan bertahap. Untuk itu perlu dicanangkan program keluarga berencana dikalangan remaja sehingga pengendalian prilaku seks dapat tercapai. Staf layanan kesehatan dapat dilibatkan dalam penyampaian pendidikan seks. Di sini peranan orang tua dan masyarakat sangat diharapkan. terutama untuk dapat memberikan informasi yang dibutuhkan para remaja mengenai kesehatan reproduksinya dan juga apa saja yang harus . Keluarga Berencana untuk Remaja
 Kenyataannya prilaku seks remaja menjurus kearah liberal. 2010) : a. dan hanya mungkin mengendalikannya sehingga penyebaran penyakit hubungan seks dan kehamilan dikalangan remaja dapat dibatasi. Penanggulangan kehamilan pra nikah adalah (Asfriyanti. Pelayanan Gugur Kandungan
 Pelayanan gugur kandungan pada remaja banyak dilakukan oleh lembaga tertentu atau dilakukan secara perorangan untuk menghilangkan keadaan dalam persimpangan jalan pada remaja. dibandingkan bila kehamilan diteruskan. tidak dapat dibendung. dan sekolah dapat mengatur kunjungan kelompok ke klinik sebagai pengenalan dan untuk meningkatkan rasa percaya diri dari para remaja yang mungkin ingin mendapatkan layanan klinik tersebut. Dengan memperhatikan faktor–faktor yang dapat menyebabkan timbulnya hubungan seksual pra nikah maka langkah–langkah yang perlu dilakukan adalah :
  Melakukan pendidikan seksual pada anak dan remaja Penyampaian materi pendidikan seksual dapat dilakukan di rumah maupun di sekolah. d. Melakukan gugur kandungan merupakan tindakan yang paling rasional untuk menyelesaikan masalah hamil remaja dengan keuntungan :  Bebas dari stres hamil yang tidak dikehendaki  Bebas dari tekanan stres dan masyarakat  Masih dapat melanjutkan sekolah atau bekerja  Bila dilakukan secara legalitas penyulit sangat minimal dan tidak 
 mengganggu fungsi reproduksi  Biaya ringan. 
 Walaupun pelaksanaan gugur kandungan merupakan tindakan yang paling rasional dan menguntungkan kedua belah pihak tetapi bukanlah dapat dilakukan begitu saja karena undang-undang kesehatan telah menetapkan petunjuk pelaksanaannya dan disertai sangsi hukum.pendidikan seks ini lebih besar kemungkinannya berhasil apabila terdapat pendekatan terpadu antara sekolah dan layanan kesehatan. Dengan demikian melakukan gugur kandungan bukan berarti bebas dari tuntutan hukum dan tuntutan moral pelaku dan yang meminta dilakukannya. c.

Yulia pendidikan seks di sekolah hendaknya tidak terpisah dari pendidikan pada umumnya dan bersifat terpadu. Remaja juga harus dituntut untuk mengisi kegiatan sehari– harinya dengan kegiatan yang bermanfaat seperti olah raga. Untuk orang tua diharapkan khususnya yang bekerja agar bisa menyisihkan waktunya dalam membina anak–anaknya. Karena itu remaja yang hamil harus memeriksakan kehamilannya secara intensif. b.Paat dan dr.
 Penegakan norma agama dan norma sosial lainnya juga harus diupayakan secara maksimal untuk mencegah para remaja untuk melakukan hubungan yang terlalu bebas yang dapat menyebabkan kehamilan. Selama pacaran remaja harus dihindarkan untuk bercumbu secara berlebihan. Sebelum usia 10 tahun pendidikan seksual bisa diberikan secara bergantian tetapi ibu umumnya lebih berperan. minimal pada waktu makan malam bersama dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi. sebaiknya ibu memberikan penjelasan kepada anak perempuan dan ayah kepada anak laki–laki. kesenian dan juga belajar. sehingga sedikit sekali waktu yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan anak. menjelang akil baligh. Dengan demikian kelainan dan hal– hal yang menyulitkan nantinya dapat segera dicegah dan diobati.
 Pada saat ini hubungan antara orang tua dan anak mulai kurang karena keduanya sibuk bekerja dari pagi hingga sore.dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Moral dan Etika secara bertahap dan terus– menerus. .  Meningkatkan perhatian kedua orang tua terhadap anak– anaknya. Pengobatan
 Kehamilan yang dialami remaja adalah kehamilan yang beresiko tinggi. Bisa dimasukkan pada pelajaran Biologi.  Menunda hubungan seks bagi remaja yang terlibat pacaran. karena hal itu juga akan memancing mereka untuk melakukan tindakan yang lebih jauh lagi dan akhirnya melakukan persenggamaan.  Meningkatkan pengetahuan agama bagi remaja. Menurut dr. Sekali waktu penyuluhan seksual perlu diadakan misalnya tentang menghadapi masa haid dan mimpi basah yang diberikan pada murid kelas VI. sehingga proses kehamilan dan persalinan dapat dilalui dengan baik. Kesehatan. Pemberian pengetahuan agama pada anak sejak usia dini sampai akil baligh akan sangat besar pengaruhnya dalam mencegah terjadinya hubungan seksual pra nikah. saat sudah terjadi proses diferensiasi jenis kelamin dan muncul rasa malu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->