LEMAK

By Junaidi, SKM

Lemak atau lipid merupakan senyawa organik yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Lemak bersifat larut dalam pelarut lemaknya seperti benzen, eter, petroleum dan tidak larut atau sangat sukar larut dalam air. Lemak dan minyak merupakan makronutien penting sebagai penghasil energi terbesar dibandingkan karbohidrat dan protein (1gr lemak menghasilkan 9 kkal, sedangkan karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4 kkal/gr). Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar disebut lemak atau gajih, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah bersifat cair disebut minyak. Lemak

merupakan bahan padat pada suhu kamar, diantaranya disebabkan kandungan yang tinggi akan asam lemak jenuh dan secara kimia tidak mengandung ikatan rangkap, sehingga mempunyai titik lebur lebih tinggi. Minyak merupakan bahan cair diantaranya disebabkan karena rendahnya kandungan asam lemak jenuh dan tingginya kandungan asam lemak tidak jenuh yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap diantara atom-atom karbon, sehingga mempunyai titik lebur yang rendah. Minyak dalam makanan biasanya diekstraksi dalam keadaan tidak murni dan bercampur dengan komponen-komponen lain yang disebut fraksi lipida tediri dari minyak/lemak (edible fat/oil), malam (wax), fosfolipida, sterol, hidrokarbon dan pigmen. Sedangkan lemak atau minyak yang di konsumsi sehari-hari terdiri dari lemak netral dan lipoid lainnya seperti phospolipid, kholesterol dan karotinoid.

A. Sumber Lemak
Munurut sumbernya lemak dapat dibedakan lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati berasal dari bahan makanan tumbuh-tumbuhan meliputi biji-bijian dari tananan tahunan seperti kedelai, biji kapas, kacang tanah, bunga matahari dsb; dan pohon-pohon yang menghasilkan minyak seperti pohon palem penghasil minyak kelapa dan zaitun sedangkan lemak hewani berasal dari binatang termasuk ikan, telur dan susu. Kedua jenis lemak ini berbeda dalam jenis asam lemak yang menyusunnya. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh, yang menyebabkan titik cair yang lebih rendah dan dalam suhu kamar membentuk cair disebut minyak lemak hewani mengandung terutama asam lemak jenuh khususnya mempunyai rantai karbon panjang yang mengakibatkan dalam suhu kamar berbentuk padat.

1

Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling banyak d terdapat dalam makanan. yaitu asam linolenat dan asam linoleat Asam linolenat merupakan kelompok asam lemak omega-3. denyut jantung. Asam arakidonat yang merupakan asam lemak kelompok omega 6 tidak digolongkan kedalam asam lemak esensial karena asam lemek tersebut karena masih dapat disintesa dari asam linoleat. 2. 2 . minyak jagung. 1. Sterol terutama kolesterol. Asam lemak linoleat (asam lemak omega 6) merupakan jenis asam lemak tak jenuh yang paling banyak ditemukan dalam makanan terutama dalam minyak nabati seperti minyak kedelai. Fosfolipid dan 3. Asam arakidonat dan linoleat berperan untuk mencegah pendarahan. Asam arakidonat.B. fungsi kekebalan tubuh dan ransangan sistem syaraf. Klasifikas dan Jenis Lemak dan minyak Lemak yang ada dalam makanan maupun tubuh dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu: 1. Asam lemak yang penting bagi tubuh adalah Asam Lemak Esensial (ALE). Istilah esensial berarti bahwa asam lemak tersebut tidak dapat dibuat sendiri didalam tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. kontraksi otot dan berperan dalam penyembuhan luka. Ada dua jenis asam lemak esensial. Didalam tubuh asam linolenat berperan dalam imunomodulasi (pengatur kekebalan tubuh) dan berperan dalam pencegahan gangguan irama jantung dan pembentukan prostaksilin (senyawa prostaglandin yang dihasilkan oleh endotel pembuluh darah berfungsi mencegah penebalan dinding pembuluh darah) serta mencegah kanker. Triglserida Triglserida disebut juga lemak netral yang terdiri dari satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak yang berikatan dengan ikatan ester. Didalam tubuh penguraian trigliserida dipisahkan menjadi molekul-molekul yang lebih kecil berlangsung dalam usus halus dengan bantuan enzim lipase yang dihasilkan dari lambung dan pankreas. Trigliserida. persentase ini sama dengan jumlah lemak dalam tubuh manusia. mencapai 95%-98% dari seluruh bentuk lemak yang dikonsumsi. linoleat dan linolenat secara berdampingan berfungsi mengatur tekanan darah.

Tabel Jenis Asam Lemak dalam Makanan Asam Lemak jenuh Asam Butirat Asam Carpoat Asam Caprilat Asam caprat Asam Laurat Asam Miristat Asam Palmitat Asam Stearat ± 6% dari mentega Dalam mentega dan minyak kelapa Dalam mentega dan minyak nabati Dalam mentega dan minyak kelapa Dalam mentega dan minyak kelapa Dalam lemak hewan dan minyak nabati Dalam lemak hewan dan minyak nabati Dalam lemak hewan dan minyak nabati Sumber Jenis Asam Lemak tak jenuh Asam Oleat Asam Linoleat Sumber Lemak hewan dan nabati Minyak biji-bijian.Kelompok Asam lemak omega-3 non esensial lainnya adalah Asam lemak eikosapentanoat (EPA. Kholesterol merupakan komponen membran struktur sel dan komponen sel otak maupun syaraf.minyak minyak biji acangkedelai dan zaitun. salmon. meckerel dan sarden. Sementara daging yang kurus seperti ikan. jeroan dan merah telur merupakan makanan yang kaya akan kholesterol. minyak tanah. Asam Linolenat Asam Arachidonat Sering ditemukan dengan linoleat Jaringan otak. terutama ditemukan dalam minyak ikan yang hidup di perairan dalam dan laut yang dingin seperti tuna. hati dan kuning telur. Otak mengandung kholesterol sekitar 2000 mg per 100 gram sedangkan merah telur dan jeroan termasuk hati mengandung antara 350-500 mg kholesterol per 100 gram. kacang kapas. ayam kampung dan daging sapi yang tidak 3 . minyak jagung. 2. Kolesterol dalam makanan terdapat pada semua jenis makanan yang berasal dari hewan kecuali putih telur. Daging berlemak juga mengandung kholesterol dan trigliderida yang cukup tinggi. Kholesterol Kholesterol adalah substansi lemak dengan inti sterol berbentuk cincin yang mengandung atom karbon. Otak. decosahexanoic adid) merupakan jenis asam lemak tak jenuh lain yang paling banyak dikenal dan dimanfaatkan dalam berbagai produk supemen makanan. hidrogen dan oksigen. Didalam tubuh EPA dan DHA dapat disintesa dari asam lemak alfa-lenoleat. eicosapentanoic adid) dan dekosaheksanoat (DHA.

2. Namun asam lemak jenuh rantai panjang dengan jumlah atom karbon 12 atau lebih seperti asam palmitat yang terkandung dalam minyak kelapa dan minyak sawit. 1. sebaliknya akan menurunkan kadar kolesterol LDL. Masing- masing jenis lipoprotein tersebut mempunyai kadar penyusun yang berbeda-beda. Tabel Komposisi Lipoprotein Lipoprotein(%) Kilomikron VLDL LDL HDL Trigliserida(%) 80-95 60-70 5-10 Sedikit sekali Kholesterol(%) 3-5 10 – 15 45 20 Phosfolipida(%) 5 – 10 10 – 15 20 – 30 30 Protein (%) 1-2 10 15 – 25 50 Tingkat kepadatan ini disebabkan karena proporsi kandungan protein. Setiap hari tubuh memproduksi kholesterol sebanyak dua kali jumlah kholesterol yang dikonsumsi rata-rata orang dari makanannya. phosfat dan protein. Kholesterol tidak terdapat dalam makanan yang berasal dari tumbuhan. hormon seks. vitamin D. Kilomikron merupakan lemak darah. hormon korteks adrenal. 3. Senyawa ini tidak menaikkan kadar kolesterol darah. didalam tubuh membentuk kilomikron. hati memproduksi kholesterol dan mensekresikannya dalam bentuk garam empedu yang disimpan dalam kandung empedu (getag empedu) dan disalurkan kedalam usus halus untuk mengemulsi lemak agar dapat diserap. Komposisi lipoprotein terdiri dari kombinasi trigliserida. Lipoprotein kepadatan tinggi disebut (High Densiity Lipoprotein = HDL). 4.berlemak. didalam hati diubah menjadi kholesterol low densiity lipoprotein (LDL). Didalam tubuh kholesterol berikatan dengan protein tertentu dan diangkut keliling dalam aliran darah dalam bentuk badan-badan kecil yang dikenal dengan lipoprotein. 4 . susu skim / non-fat yang merupakan sumber protein hewan dengan kandungan kholesterol yang lebih rendah. juga berfungsi dalam pembentukan getah empedu. Kilomikron. Ada empat bentuk utama lipoprotein berdasarkan tingkat kepadatannya yaitu. Lipoprotein kepadatan sangat rendah (Very Low Density Lipoprotein = VLDL). Kholesterol dalam tubuh disamping berfungsi sebagai bahan utama pembentukan struktur dinding sel dan dalam bahan yang membentuk kulit kedap air. Hal sebaliknya beberapa tumbuhan-tumbuhan terdapat senyawa lain dengan inti sterol yang dinamakan fitosterol atau sitosterol. Lipoprotein kepadatan rendah disebut (low Densiity Lipoprotein =LDL). kholesterol.

Senyawa ini menjaga agar lemak selalu tersuspensi didalam plasma darah dan cairan tubuh lain. penambah rasa gurih dan penambah nilai kalori dalam makanan. Sebagai komponen membran sel. Makin tinggi titik asap maka makin baik mutu minyak goreng tersebut. LDL membawa kholesterol dan lemak lain dari hati ke jaringan termasuk arteri. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LDL adalah Lipoprotein jahat dan HDL sebagai lipoprotein baik. yaitu terdiri atas gliserol dan asam lemak. Jenis Lemak dan Minyak dalam Makanan 1. HDL kandungan protein tinggi dan sedikit kholesterol yang berfungsi membawa kelebihan kholesterol dan lemak dari jaringan ke hati untuk kemudian di keluarkan melaluai saluran empedu sebagai garam empedu. C. Fosfolipid juga merupakan prekusor prostaglandin. Yang berasal dari penyerapan lemat trigliserida dalam usus. Phosfolipid memiliki banyak fungsi yang fital dalam tubuh. phosfolipid bukan saja membentuk strutur membran sel tetapi jugamembantu transportasi substansi yang larut lemakketika melintasi membran sel. Proses hidrasi gliserol yang terkandung dalam minyak goreng akan membentuk akrolein tersebut. berfungsi membawa lemak yang berada dalam kelenjar limfe dan masuk kealiran darah dan hati. perbedaannya terletak pada kandungan asam lemak. Rumus bangun posfolipid hampir menyerupai trigliserida. Lipoprotein kepadatan sangat rendah (Very Low Density Lipoprotein =VLDL) yang diproduksi dari mukosa intestine dan hati masuk ke peredaran darah dan dikonfersikan menjadi (low densiity lipoprotein = LDL) oleh enzim lipase lipoprotein. trigliserida memiliki gliserol dengan tiga asam lemak sedangkan fosfolipid memiliki molekul gliserol dengan dua asam lemak sementara asam lemak yang ketiga diganti oleh molekul kolin atau senyawa yang mengandung nitrogen lain. Lemak yang telah digunakan untuk menggoreng titik 5 . Minyak Goreng Minyak goreng berfungsi sebagai penghantar panas. yaitu suhu pemanasan minyak sampai terbentuk akrolein yang tidak di inginkan dan dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan. berfungsi 3. Fosfolipid Fosfolipid tidak begitu banyak dibicarakan. karena fosfolipid lebih memberikan keuntungan bagi kesehatan.Kilomikron merupakan bagian dari lipoprotein yang berbentuk butiran-bitiran dengan struktur intinya lemak dan terbungkus dengan phosfolipid dan sedikit protein. Mutu minyak goreng ditentukan oleh titik asapnya.

Memberi rasa yang khas pada makanan. tekstur dan baunya lemak gajig jarang dipergunakan. Fungsi Lemak dan Minyak dalam Makanan Lemak dan minyak sering kali ditambahkan dengan sengaja ke bahan makanan dengan berbagai tujuan. Mentega putih banyak digunakan dalam bahan pangan terutama pada pembuatan cake dan kue yang dipanggang. karena telah terjadi hidrolisis molekul lemak. minyak kedelai dan minyak biji kapas. minyak lelapa sawit. 6 . Margarin merupakan emulsi air dan lemak namun lemak yang digunakan berasal dari lemak hewan dan lemak nabati. Bahan ini diperoleh dari campuran dua atau lebih lemak atau dengan cara hidrogenasi. Mentega / Keju Mentega terbuat dari lemak susu yang terdiri dari 18% air dan 80% lemak dan sejumlah kecil protein yang berfungsi sebagai pengemulsi. rasa dan nilai gizi hampir sama. 2. bau. Margarin Margarin merupakan pengganti mentega dengan rupa. 2. Karena sifatnya yang tidak seragam serta sifat –sifat lainnya seperti cita rasa struktur. karena itu untuk menekan terjadinya hidrolosis pemanasan lemak atau minyak sebaiknya dilakukan pada suhu yang tidak terlalu tinggi. babi atau kambing. Pada umumnya suhu penggorengan adalah 177 -221 ºC. Membuat makanan terasa lebih empuk dan lembut pada kue yang dibakar. 3. Shortering atau mentega putih Shortering adalah lemak padat yang mempunyai sifat plastis dan kestabilan tertentu. rasa gurih. Dalam pengolahan pangan minyak dan lemak berfungsi sebagai media penghantar panas seperti minyak goreng. D. konsistensi. umumnya berwarna putih sehingga sering disebut mentga putih. Lemak hewan yang digunakan biasanya lemak babi (lard) dan lemak sapi (oleo oil). keempukan dan memperbesar volume kue/roti. Beberapa fungsi Lemak dan Minyak dalam Makanan: 1. Lemak / Gajih. 3. sedangkan lemak nabati yang digunakan adalah minyak kelapa.asapnya akan turun. 5. 4. Memperbaiki cita-rasa makanan karena menyerap aroma dan rasa bahan pangan. memberikan kualitas renyah terutama pada makanan yang digoreng. Fungsinya adalah untuk memperbaiki cita rasa struktur. Gajih adalah lemak yang diperoleh dari jaringan lemak ternak sapi. mentega dan margarine. tekstur.

didalam lambung ada enzim lipase tetapi pengaruhnya terhadap penguraian tidak begitu berarti karena jumlahnya sangat sedikit dan suasana PH yang rendah (asam) didalam rongga lambung menghambat aktifitas enzim lipase. Sekresi cairan empedu dari hati tidak mengandung enzim untuk memecah lemak. Pencernaan dan Penyerapan Lemak 1. sehingga mudah diserap. Kebutuhan Lemak WHO menganjurkan konsumsi lemak berkisar 15-30 persen dari total kebutuhan energi (sekitar 60 gram perhari). Asam lemak dengan rantai karbon panjang membuat ikatan komleks dengan garam empedu yang membuatnya menjadi dapat larut (emulsi). Pencernaan Lemak Lemak didalam bahan makanan tidak mengalami pencernaan didalam rongga mulut.5μ atau lebih kecil lagi. sehingga mudah menembus epitel usus. 7 . karena tidak ada enzim yang yang dapat memecahnya.dan monogliserida serta asam lemak bebas. Trigliserida dipecah menghasilkan campuran di. Molekul gliserol mudah larut dalam air. Penyerapan lemak Gliserida di dalam makanan setelah mengalami hidrolisis total dan pemisahan asamasam lemak diemulsikan oleh garam-garam empedu menjadi butiran-butiran mikroskopik berdiameter 0. 2. Untuk menghasilkan energi didalam sel jaringan. Didalam duodenum lemak dipecah oleh enzim lipase yang berasal dari sekresi pankreas. Asam lemak rantai karbon pendek dan intermediat langsung diserap oleh dinding epitel intestin karena mudah larut air. Jumlah tersebur dianggap memenuhi kebutuhan asam lemak esensial dan membantu penyerapan vitamin larut lemak. F.E. dimana sebagian diambil oleh sel-sel untuk mengalami metabolisme lebih lanjut. tetapi mengandung garam-garam empedu yang mengemulsikan lemak dan asam lemak menjadi butir-bitir halus yang dapat menembus epitel usus. lemak mengalami hidrolisa untuk mengalami proses lerbih lanjut. Lemak yang tidak diambil oleh hati terus mengalir ke dalam aliran darah untuk kemudian diambil oleh sel-sel didalam jaringan terutama sel-sel lemak ditempat penimbunan. Didalam dinding usus asam lemak disintesa kembali menjadi menjadi lemak triglserida kembali dan membentuk kilomikron kemudian dialirkan melalui kapiler limfe kedalam ductus thoracicus dan masuk kedalam aliran darah di angulus venosus dibawa kehati.

lemak dikeluarkan dari tempat penyimpanan dalam hati diubah menjadi gliserol dan asam lemak. Bila diperlukan. Katabolisme Lemak 1. dan fragmen dua atom karbon yang terdiri dari karbon karboksil asli dan atom karbon-α. 3. G. Untuk dapat digunakan. dilepaskan sebagai asetil KoA. semua jaringan dapat memecahkan asam lemak melalui oksidasi-β.Lemak yang tidak segera diperlukan setelah absorbsi disimpan oleh tubuh dalam jaringan adiposa. memberi tambahan ikatan fosfat energi tinggi kepada sel yang ekivalen dengan 12 mol ATP. sedangkan asam lemak rantai panjang dan kurang larut dalam air akan terikat pada albumin. dan terbentuk suatu gugus keto. Pelepasan dan Transport Asam Lemak Pemecahan lemak (lipolisis) di dalam jaringan lemak dikatalis oleh suatu lipase yang peka hormon yang diatur oleh suatu kontrol hormonal yang kompleks. Dua atom hidrogen dikeluarkan dari atom carbon-β. Ini hanya terjadi pada asam lemak rantai pendek yang benar-benar larut. dan hal ini terjadi pada saat kelaparan karena tubuh tidak mempunyai sesuatu untuk digunakan selain dari lemak di dalam jaringan adiposa. Kalau banyak dihasilkan di hati maka akan menjadi kalori dalam darah. Oksidasi asam lemak 16-atom karbon akan menghasilkan delapan unit asetil KoA tetapi hanya memerlukan tujuh siklus oksidasi-β. 8 . asam lemak dari plasma dimasukkan ke dalam sel dan berada dalam bentuk yang terikat protein. Pemecahan antara atom karbon-α dan –β terjadi. Tiap mol aseil KoA bila di oksidasi dalam siklus Krebs menjdi CO2 dan H2O. Pengaturan Penghancuran Asam Lemak Kadar asam lemak bebas (FFA) di dalam plasma bertugas menyediakan asam lemak yang dibutuhkan oleh jaringan yang tidak dapat membentuk asam lemak melalui sintesis sendiri (lipogenesis). Bila lemak terus di metabolisme dalam hati maka akan terdapat ampas berupa zat keton yang hanya terbatas penggunaanya. C3 dalam rantai. Pemecahan Asam Lemak : Oksidasi-β Dalam oksidassi-β asam lemak dikatabolisis dari ujung karboksil. 2. Asam lemak yang dilepaskan dari jaringan lemak akan di transpor di dalam plasma dalam bentuk tidak teresterisasi (free ratty asid = FFA). Setelah diaktifasi menjadi asil KoA. bentuk yang paling mudahdapat digunakan dalam tubuh. Kecuali jaringan otak dan eitrosit. Satu urutan oksidasi-β yang menghasilkan 1 mol asetil KoA dan memberi 5 mol ATP kepada sel. FFA intra sel disimpan dan dipecahkan.

Propionil-KoA yang tetap tersisa dengan 3 atom C dikarboksilase oleh propionil-KoA karboksilase menjadi metilmalonil-KoA dan setelah isomerisasi. H. yang artinya setelah masuk ke dalam sel asam lemak akan di aktifasi menjadi asil KoA denagn menggunakan ATP. paru-paru dan kelenjar susu. metilmalonil KOA diubah menjadi suksinil-KoA. Substrat yang trpenting dan pemasok atom karbon adalah glukosa. asam lemak di transpor dari sitoplasma ke dalam mitokondria. Asetil-KoA yang membentuk asam lema. ginjal.  Penghancuran Asam Lemak Rantai Ganjil Pada asam lemak dengan rantai ganjil terjadi proses penghancuran seperti pada asam lemak normal dengan jumlah atom C genap. jaringan lemak. hingga mencapai ikatan rangkap cis pada C-9. maka asam lemak tidak jenuh diubah dari isomer 3.  Penghancuran Asam Lemak Tak Jenuh Penghancuran asam lemak tak jenuh berlangsung seperti penghancuran asam lemak jenuh yaitu melalui oksidasi-β. Anabolisme Lemak 1. 9 .4cis menjadi isomer 2-trans melalui suatu isomerase. Kemudian penghancuran melalui oksidasi-β dapat dilanjutkan. terutama di dalam hati. daur asam sitrat dan rantai pernafasan. Dengan bantuan toraks karnitin.1) Penyimpanan Pengesteran dari asam lemak yang diaktifkan (asil KoA) dengan gliserol menyebabkan terbentuknya fosfolipid yang diperlukan sebagai komponen membran dan triasilgliserol (lemak) yang disimpan sebagai cadangan lemak. tersedia melalui glikolisis dan dekarboksilasi oksidatif piruvat. Biosintesis Asam Lemak Biosintesis asam lemak (lipogenesis) berlangsung di dalam sitoplasma dari banyak jaringan. dan akibatnya dihasilkan sejumlah ATP. 2) Penghancuran Penghancuran asam lemak terjadi di mitokondria. Kemudian dengan bantuan torak karnitin ditranspor ke dalam mitokondria untuk dipecah melalui proses oksidasi-β. Dalam mitokondria asam lemak dipecah menjadi CO2 melalui kerjasama antara oksidasi-β. Karena pada oksidasi-β produk yang tidak jenuh selalu membawa satu ukatan rangkap berposisi trans.

Konsentrasi sam sitrat yang berasal dari mitokondria. Enzim ini distimulasi oleh asam sitrat dan dihambat oleh asam lemak yang diaktifakan (asetil-KoA). glukagon dan adrenalin membuatnya menjadi tidak aktif melalui suatu kinae protein. Enzim-enim tersebut berlokalisasi di salam sitoplasma. NADPH dapat terbentuk di dalam jalur heksosa monofsfat melalui reaksi dari glukosa 6-fosfat dehidrogenase dan 6-fosflogukonat dehirogenase. tetapi selain itu juga dari metabolisme asam amino dan pemecahan alcohol.2 Asetil-KoA Karboksilase Langkah dari biosintesis asam lemak yang menentukan kecepatan reaksi adalah pembentukan maloni-KoA dari asetil-Koa melalui karboksilasi. Asetil-KoA karboksilas dalah suatu enzim aloserik. Selain itu insulin dan gluagon juga bekerja dalam jangka panjang melalui induksi dan represi enzim. 2. Asetil-KoA karboksilase mengandung biotin sebagai gugus prostetik. Domain 1 mengkatalisis masuknya substrat asetil-KoA (atau asil-KoA) dan malonil-KoA dengan bantuan (ACP)-S-asetil transferase dan (ACP)-S-maloni trferase. 10 . Yang bekerja sebagai zat pereduksi pada lipogenesis adalah NADPH + H+. 7 malonil-KoA dan 14 NADPH + H+ menjadi palmiat. Hormon mengatur asetil-KoA karboksilase melalui interkonversi. koenzim ini dapat berasal dari berbagai sumber. Senyawa ini juga dapat terbentuk oleh suatu isositrat dehidrogenase yang tergantung pada NADP+ atau oleh enzim malat yang mengubah malat menjadi piruvat dan CO2.Langkah pertama lipogenesis adalah karboksilasi asetil-KoA menjadi maloni-KoA.Reduktor dalam sintesis asam lemak adalah NADPH + H+ yang secara keseluruhan akan diubah 1 asetil-KoA. 7 CO2. 8 KoA dan 14 NADP+. Kompleks Sintesa Asam Lemak Biosintesis asam lemak dikatalis didalam sitoplasma oleh suatu kompleks sinatase asam lemak yang membutuhkan asetil-KoA sebagai molekul awal. Aktivitas enzim secara tiga dimensi dibagi menjadi tiga domain yang berbeda. 3. di dalam sitoplasma adalah tinggi bila penyediaan subsrat baik. Insulin mengaktifkan enzim melalui suatu fosfatase protein.reaksi ini di katalis oleh asetil-KoA karboksilase. Asetil-KoA terutama berasal dari glikolisis. dan selanjutnya mengkatalisis kondendasi dari keduanya dengan bantuan 3-ketoasil-(ACP)-sintase. 6 H2O. Kemudian sel-sel membentuk pesediaan energy dalam bentuk lemak. Pada langkah pertama akan dihasilkan suatu bioksin-karboksi dengan memecahkan ATM dan menggunakan hydrogenkarbonat. 10. polimerisasi menjadi asam lemak terjadi di dalam sitoplasma dalam suatu kompleks sintase asam lemak.

Yang terakhir Domain III berfungsi membebaskan produk yang telah selesai setelah 7 langkah rantai panjang dengan bantuan asil-(ACP)-hidrolase.Domain II mereduksi rantai asam lemak yang sedang tumbuh dengan bantuan 3-ketoasi(ACP)-reduktase. 4. produk antara ini akan dipindahkan kembali dari ACP ke residu sistein dengan bantuan asil transferase. Perpanjangan rantai berlangsung melalui pemindahan gugus asetil ke C-2 dari residu maloni. yaitu reduksi dari ggus 3-keto penglepasan air dn reduksi yang diperbaharui. Reaksi-reaksi Sinatase Asam Lemak Biosintesis palmiat dimulai dengan pemindahan satu residu asetil ke residu sistein yang telah disinggung diatas dan satu residu malonil ke 4-fosfopantetein pada (ACP). 3-hidroksiasil-(ACP)-dehidratase dan enoil-(ACP)-reduktase. dimana gugus karboksi bebas dilepaskan sebagai CO2. menghasilkan suatu asam lemak dengan 4 atom C. sedemikian rupa sehingga daur dapat kembali dimulai dengan memasukkan matonil-KoA ke ACP. Ketiga langkah reaksi selanjutnya. 11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful