LEMAK

By Junaidi, SKM

Lemak atau lipid merupakan senyawa organik yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Lemak bersifat larut dalam pelarut lemaknya seperti benzen, eter, petroleum dan tidak larut atau sangat sukar larut dalam air. Lemak dan minyak merupakan makronutien penting sebagai penghasil energi terbesar dibandingkan karbohidrat dan protein (1gr lemak menghasilkan 9 kkal, sedangkan karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4 kkal/gr). Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar disebut lemak atau gajih, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah bersifat cair disebut minyak. Lemak

merupakan bahan padat pada suhu kamar, diantaranya disebabkan kandungan yang tinggi akan asam lemak jenuh dan secara kimia tidak mengandung ikatan rangkap, sehingga mempunyai titik lebur lebih tinggi. Minyak merupakan bahan cair diantaranya disebabkan karena rendahnya kandungan asam lemak jenuh dan tingginya kandungan asam lemak tidak jenuh yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap diantara atom-atom karbon, sehingga mempunyai titik lebur yang rendah. Minyak dalam makanan biasanya diekstraksi dalam keadaan tidak murni dan bercampur dengan komponen-komponen lain yang disebut fraksi lipida tediri dari minyak/lemak (edible fat/oil), malam (wax), fosfolipida, sterol, hidrokarbon dan pigmen. Sedangkan lemak atau minyak yang di konsumsi sehari-hari terdiri dari lemak netral dan lipoid lainnya seperti phospolipid, kholesterol dan karotinoid.

A. Sumber Lemak
Munurut sumbernya lemak dapat dibedakan lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati berasal dari bahan makanan tumbuh-tumbuhan meliputi biji-bijian dari tananan tahunan seperti kedelai, biji kapas, kacang tanah, bunga matahari dsb; dan pohon-pohon yang menghasilkan minyak seperti pohon palem penghasil minyak kelapa dan zaitun sedangkan lemak hewani berasal dari binatang termasuk ikan, telur dan susu. Kedua jenis lemak ini berbeda dalam jenis asam lemak yang menyusunnya. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh, yang menyebabkan titik cair yang lebih rendah dan dalam suhu kamar membentuk cair disebut minyak lemak hewani mengandung terutama asam lemak jenuh khususnya mempunyai rantai karbon panjang yang mengakibatkan dalam suhu kamar berbentuk padat.

1

linoleat dan linolenat secara berdampingan berfungsi mengatur tekanan darah. Asam lemak yang penting bagi tubuh adalah Asam Lemak Esensial (ALE). denyut jantung. Ada dua jenis asam lemak esensial. yaitu asam linolenat dan asam linoleat Asam linolenat merupakan kelompok asam lemak omega-3. Istilah esensial berarti bahwa asam lemak tersebut tidak dapat dibuat sendiri didalam tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. 2. Asam arakidonat. Klasifikas dan Jenis Lemak dan minyak Lemak yang ada dalam makanan maupun tubuh dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu: 1. Asam arakidonat yang merupakan asam lemak kelompok omega 6 tidak digolongkan kedalam asam lemak esensial karena asam lemek tersebut karena masih dapat disintesa dari asam linoleat. mencapai 95%-98% dari seluruh bentuk lemak yang dikonsumsi. Trigliserida. 1. Didalam tubuh asam linolenat berperan dalam imunomodulasi (pengatur kekebalan tubuh) dan berperan dalam pencegahan gangguan irama jantung dan pembentukan prostaksilin (senyawa prostaglandin yang dihasilkan oleh endotel pembuluh darah berfungsi mencegah penebalan dinding pembuluh darah) serta mencegah kanker. Asam lemak linoleat (asam lemak omega 6) merupakan jenis asam lemak tak jenuh yang paling banyak ditemukan dalam makanan terutama dalam minyak nabati seperti minyak kedelai. minyak jagung. 2 . Triglserida Triglserida disebut juga lemak netral yang terdiri dari satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak yang berikatan dengan ikatan ester. fungsi kekebalan tubuh dan ransangan sistem syaraf. Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling banyak d terdapat dalam makanan. Didalam tubuh penguraian trigliserida dipisahkan menjadi molekul-molekul yang lebih kecil berlangsung dalam usus halus dengan bantuan enzim lipase yang dihasilkan dari lambung dan pankreas. persentase ini sama dengan jumlah lemak dalam tubuh manusia. Fosfolipid dan 3. Sterol terutama kolesterol. Asam arakidonat dan linoleat berperan untuk mencegah pendarahan. kontraksi otot dan berperan dalam penyembuhan luka.B.

meckerel dan sarden. Tabel Jenis Asam Lemak dalam Makanan Asam Lemak jenuh Asam Butirat Asam Carpoat Asam Caprilat Asam caprat Asam Laurat Asam Miristat Asam Palmitat Asam Stearat ± 6% dari mentega Dalam mentega dan minyak kelapa Dalam mentega dan minyak nabati Dalam mentega dan minyak kelapa Dalam mentega dan minyak kelapa Dalam lemak hewan dan minyak nabati Dalam lemak hewan dan minyak nabati Dalam lemak hewan dan minyak nabati Sumber Jenis Asam Lemak tak jenuh Asam Oleat Asam Linoleat Sumber Lemak hewan dan nabati Minyak biji-bijian. decosahexanoic adid) merupakan jenis asam lemak tak jenuh lain yang paling banyak dikenal dan dimanfaatkan dalam berbagai produk supemen makanan. Kholesterol merupakan komponen membran struktur sel dan komponen sel otak maupun syaraf. Otak. kacang kapas. 2. ayam kampung dan daging sapi yang tidak 3 .minyak minyak biji acangkedelai dan zaitun. Daging berlemak juga mengandung kholesterol dan trigliderida yang cukup tinggi. Asam Linolenat Asam Arachidonat Sering ditemukan dengan linoleat Jaringan otak. minyak tanah.Kelompok Asam lemak omega-3 non esensial lainnya adalah Asam lemak eikosapentanoat (EPA. terutama ditemukan dalam minyak ikan yang hidup di perairan dalam dan laut yang dingin seperti tuna. minyak jagung. Kolesterol dalam makanan terdapat pada semua jenis makanan yang berasal dari hewan kecuali putih telur. Otak mengandung kholesterol sekitar 2000 mg per 100 gram sedangkan merah telur dan jeroan termasuk hati mengandung antara 350-500 mg kholesterol per 100 gram. salmon. Didalam tubuh EPA dan DHA dapat disintesa dari asam lemak alfa-lenoleat. Sementara daging yang kurus seperti ikan. eicosapentanoic adid) dan dekosaheksanoat (DHA. Kholesterol Kholesterol adalah substansi lemak dengan inti sterol berbentuk cincin yang mengandung atom karbon. jeroan dan merah telur merupakan makanan yang kaya akan kholesterol. hati dan kuning telur. hidrogen dan oksigen.

Lipoprotein kepadatan tinggi disebut (High Densiity Lipoprotein = HDL). Masing- masing jenis lipoprotein tersebut mempunyai kadar penyusun yang berbeda-beda. 1. vitamin D. 4. phosfat dan protein. Namun asam lemak jenuh rantai panjang dengan jumlah atom karbon 12 atau lebih seperti asam palmitat yang terkandung dalam minyak kelapa dan minyak sawit. Kilomikron. 4 . Didalam tubuh kholesterol berikatan dengan protein tertentu dan diangkut keliling dalam aliran darah dalam bentuk badan-badan kecil yang dikenal dengan lipoprotein. susu skim / non-fat yang merupakan sumber protein hewan dengan kandungan kholesterol yang lebih rendah. hormon seks. 3. Kilomikron merupakan lemak darah. hati memproduksi kholesterol dan mensekresikannya dalam bentuk garam empedu yang disimpan dalam kandung empedu (getag empedu) dan disalurkan kedalam usus halus untuk mengemulsi lemak agar dapat diserap. Setiap hari tubuh memproduksi kholesterol sebanyak dua kali jumlah kholesterol yang dikonsumsi rata-rata orang dari makanannya. Tabel Komposisi Lipoprotein Lipoprotein(%) Kilomikron VLDL LDL HDL Trigliserida(%) 80-95 60-70 5-10 Sedikit sekali Kholesterol(%) 3-5 10 – 15 45 20 Phosfolipida(%) 5 – 10 10 – 15 20 – 30 30 Protein (%) 1-2 10 15 – 25 50 Tingkat kepadatan ini disebabkan karena proporsi kandungan protein. sebaliknya akan menurunkan kadar kolesterol LDL. hormon korteks adrenal. Ada empat bentuk utama lipoprotein berdasarkan tingkat kepadatannya yaitu. Senyawa ini tidak menaikkan kadar kolesterol darah. Kholesterol tidak terdapat dalam makanan yang berasal dari tumbuhan. Hal sebaliknya beberapa tumbuhan-tumbuhan terdapat senyawa lain dengan inti sterol yang dinamakan fitosterol atau sitosterol. Kholesterol dalam tubuh disamping berfungsi sebagai bahan utama pembentukan struktur dinding sel dan dalam bahan yang membentuk kulit kedap air. didalam hati diubah menjadi kholesterol low densiity lipoprotein (LDL).berlemak. didalam tubuh membentuk kilomikron. juga berfungsi dalam pembentukan getah empedu. Lipoprotein kepadatan sangat rendah (Very Low Density Lipoprotein = VLDL). Komposisi lipoprotein terdiri dari kombinasi trigliserida. 2. kholesterol. Lipoprotein kepadatan rendah disebut (low Densiity Lipoprotein =LDL).

Sebagai komponen membran sel. penambah rasa gurih dan penambah nilai kalori dalam makanan. Makin tinggi titik asap maka makin baik mutu minyak goreng tersebut. yaitu terdiri atas gliserol dan asam lemak. karena fosfolipid lebih memberikan keuntungan bagi kesehatan. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LDL adalah Lipoprotein jahat dan HDL sebagai lipoprotein baik. Mutu minyak goreng ditentukan oleh titik asapnya. Fosfolipid Fosfolipid tidak begitu banyak dibicarakan.Kilomikron merupakan bagian dari lipoprotein yang berbentuk butiran-bitiran dengan struktur intinya lemak dan terbungkus dengan phosfolipid dan sedikit protein. Lemak yang telah digunakan untuk menggoreng titik 5 . Fosfolipid juga merupakan prekusor prostaglandin. Phosfolipid memiliki banyak fungsi yang fital dalam tubuh. yaitu suhu pemanasan minyak sampai terbentuk akrolein yang tidak di inginkan dan dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan. Yang berasal dari penyerapan lemat trigliserida dalam usus. LDL membawa kholesterol dan lemak lain dari hati ke jaringan termasuk arteri. Senyawa ini menjaga agar lemak selalu tersuspensi didalam plasma darah dan cairan tubuh lain. Rumus bangun posfolipid hampir menyerupai trigliserida. Proses hidrasi gliserol yang terkandung dalam minyak goreng akan membentuk akrolein tersebut. phosfolipid bukan saja membentuk strutur membran sel tetapi jugamembantu transportasi substansi yang larut lemakketika melintasi membran sel. Lipoprotein kepadatan sangat rendah (Very Low Density Lipoprotein =VLDL) yang diproduksi dari mukosa intestine dan hati masuk ke peredaran darah dan dikonfersikan menjadi (low densiity lipoprotein = LDL) oleh enzim lipase lipoprotein. trigliserida memiliki gliserol dengan tiga asam lemak sedangkan fosfolipid memiliki molekul gliserol dengan dua asam lemak sementara asam lemak yang ketiga diganti oleh molekul kolin atau senyawa yang mengandung nitrogen lain. Jenis Lemak dan Minyak dalam Makanan 1. perbedaannya terletak pada kandungan asam lemak. Minyak Goreng Minyak goreng berfungsi sebagai penghantar panas. C. HDL kandungan protein tinggi dan sedikit kholesterol yang berfungsi membawa kelebihan kholesterol dan lemak dari jaringan ke hati untuk kemudian di keluarkan melaluai saluran empedu sebagai garam empedu. berfungsi membawa lemak yang berada dalam kelenjar limfe dan masuk kealiran darah dan hati. berfungsi 3.

minyak lelapa sawit. 4. sedangkan lemak nabati yang digunakan adalah minyak kelapa. rasa gurih. Lemak hewan yang digunakan biasanya lemak babi (lard) dan lemak sapi (oleo oil). D. Fungsinya adalah untuk memperbaiki cita rasa struktur. Memberi rasa yang khas pada makanan. memberikan kualitas renyah terutama pada makanan yang digoreng. 3. Mentega / Keju Mentega terbuat dari lemak susu yang terdiri dari 18% air dan 80% lemak dan sejumlah kecil protein yang berfungsi sebagai pengemulsi. 5. bau.asapnya akan turun. Gajih adalah lemak yang diperoleh dari jaringan lemak ternak sapi. karena telah terjadi hidrolisis molekul lemak. Margarin merupakan emulsi air dan lemak namun lemak yang digunakan berasal dari lemak hewan dan lemak nabati. Membuat makanan terasa lebih empuk dan lembut pada kue yang dibakar. tekstur. tekstur dan baunya lemak gajig jarang dipergunakan. Karena sifatnya yang tidak seragam serta sifat –sifat lainnya seperti cita rasa struktur. Margarin Margarin merupakan pengganti mentega dengan rupa. karena itu untuk menekan terjadinya hidrolosis pemanasan lemak atau minyak sebaiknya dilakukan pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Bahan ini diperoleh dari campuran dua atau lebih lemak atau dengan cara hidrogenasi. mentega dan margarine. Beberapa fungsi Lemak dan Minyak dalam Makanan: 1. 3. 2. keempukan dan memperbesar volume kue/roti. Dalam pengolahan pangan minyak dan lemak berfungsi sebagai media penghantar panas seperti minyak goreng. Lemak / Gajih. Mentega putih banyak digunakan dalam bahan pangan terutama pada pembuatan cake dan kue yang dipanggang. Memperbaiki cita-rasa makanan karena menyerap aroma dan rasa bahan pangan. minyak kedelai dan minyak biji kapas. Pada umumnya suhu penggorengan adalah 177 -221 ºC. Fungsi Lemak dan Minyak dalam Makanan Lemak dan minyak sering kali ditambahkan dengan sengaja ke bahan makanan dengan berbagai tujuan. Shortering atau mentega putih Shortering adalah lemak padat yang mempunyai sifat plastis dan kestabilan tertentu. 2. umumnya berwarna putih sehingga sering disebut mentga putih. babi atau kambing. konsistensi. rasa dan nilai gizi hampir sama. 6 .

Asam lemak rantai karbon pendek dan intermediat langsung diserap oleh dinding epitel intestin karena mudah larut air. Lemak yang tidak diambil oleh hati terus mengalir ke dalam aliran darah untuk kemudian diambil oleh sel-sel didalam jaringan terutama sel-sel lemak ditempat penimbunan. sehingga mudah diserap. didalam lambung ada enzim lipase tetapi pengaruhnya terhadap penguraian tidak begitu berarti karena jumlahnya sangat sedikit dan suasana PH yang rendah (asam) didalam rongga lambung menghambat aktifitas enzim lipase. Didalam dinding usus asam lemak disintesa kembali menjadi menjadi lemak triglserida kembali dan membentuk kilomikron kemudian dialirkan melalui kapiler limfe kedalam ductus thoracicus dan masuk kedalam aliran darah di angulus venosus dibawa kehati. dimana sebagian diambil oleh sel-sel untuk mengalami metabolisme lebih lanjut. Untuk menghasilkan energi didalam sel jaringan. tetapi mengandung garam-garam empedu yang mengemulsikan lemak dan asam lemak menjadi butir-bitir halus yang dapat menembus epitel usus.5μ atau lebih kecil lagi. lemak mengalami hidrolisa untuk mengalami proses lerbih lanjut. Pencernaan dan Penyerapan Lemak 1. 2. F. Trigliserida dipecah menghasilkan campuran di. sehingga mudah menembus epitel usus. Asam lemak dengan rantai karbon panjang membuat ikatan komleks dengan garam empedu yang membuatnya menjadi dapat larut (emulsi). karena tidak ada enzim yang yang dapat memecahnya.dan monogliserida serta asam lemak bebas. Kebutuhan Lemak WHO menganjurkan konsumsi lemak berkisar 15-30 persen dari total kebutuhan energi (sekitar 60 gram perhari). Didalam duodenum lemak dipecah oleh enzim lipase yang berasal dari sekresi pankreas. Pencernaan Lemak Lemak didalam bahan makanan tidak mengalami pencernaan didalam rongga mulut. 7 . Jumlah tersebur dianggap memenuhi kebutuhan asam lemak esensial dan membantu penyerapan vitamin larut lemak. Molekul gliserol mudah larut dalam air. Penyerapan lemak Gliserida di dalam makanan setelah mengalami hidrolisis total dan pemisahan asamasam lemak diemulsikan oleh garam-garam empedu menjadi butiran-butiran mikroskopik berdiameter 0.E. Sekresi cairan empedu dari hati tidak mengandung enzim untuk memecah lemak.

Pengaturan Penghancuran Asam Lemak Kadar asam lemak bebas (FFA) di dalam plasma bertugas menyediakan asam lemak yang dibutuhkan oleh jaringan yang tidak dapat membentuk asam lemak melalui sintesis sendiri (lipogenesis). dan terbentuk suatu gugus keto. sedangkan asam lemak rantai panjang dan kurang larut dalam air akan terikat pada albumin. Pelepasan dan Transport Asam Lemak Pemecahan lemak (lipolisis) di dalam jaringan lemak dikatalis oleh suatu lipase yang peka hormon yang diatur oleh suatu kontrol hormonal yang kompleks. 2. Tiap mol aseil KoA bila di oksidasi dalam siklus Krebs menjdi CO2 dan H2O. semua jaringan dapat memecahkan asam lemak melalui oksidasi-β. Bila diperlukan.Lemak yang tidak segera diperlukan setelah absorbsi disimpan oleh tubuh dalam jaringan adiposa. C3 dalam rantai. dilepaskan sebagai asetil KoA. Ini hanya terjadi pada asam lemak rantai pendek yang benar-benar larut. Setelah diaktifasi menjadi asil KoA. Oksidasi asam lemak 16-atom karbon akan menghasilkan delapan unit asetil KoA tetapi hanya memerlukan tujuh siklus oksidasi-β. Kalau banyak dihasilkan di hati maka akan menjadi kalori dalam darah. FFA intra sel disimpan dan dipecahkan. Pemecahan Asam Lemak : Oksidasi-β Dalam oksidassi-β asam lemak dikatabolisis dari ujung karboksil. Dua atom hidrogen dikeluarkan dari atom carbon-β. Asam lemak yang dilepaskan dari jaringan lemak akan di transpor di dalam plasma dalam bentuk tidak teresterisasi (free ratty asid = FFA). dan hal ini terjadi pada saat kelaparan karena tubuh tidak mempunyai sesuatu untuk digunakan selain dari lemak di dalam jaringan adiposa. 3. 8 . Katabolisme Lemak 1. lemak dikeluarkan dari tempat penyimpanan dalam hati diubah menjadi gliserol dan asam lemak. dan fragmen dua atom karbon yang terdiri dari karbon karboksil asli dan atom karbon-α. asam lemak dari plasma dimasukkan ke dalam sel dan berada dalam bentuk yang terikat protein. Satu urutan oksidasi-β yang menghasilkan 1 mol asetil KoA dan memberi 5 mol ATP kepada sel. Untuk dapat digunakan. Kecuali jaringan otak dan eitrosit. G. Pemecahan antara atom karbon-α dan –β terjadi. memberi tambahan ikatan fosfat energi tinggi kepada sel yang ekivalen dengan 12 mol ATP. Bila lemak terus di metabolisme dalam hati maka akan terdapat ampas berupa zat keton yang hanya terbatas penggunaanya. bentuk yang paling mudahdapat digunakan dalam tubuh.

Anabolisme Lemak 1. Dalam mitokondria asam lemak dipecah menjadi CO2 melalui kerjasama antara oksidasi-β. jaringan lemak. 9 . paru-paru dan kelenjar susu. yang artinya setelah masuk ke dalam sel asam lemak akan di aktifasi menjadi asil KoA denagn menggunakan ATP. tersedia melalui glikolisis dan dekarboksilasi oksidatif piruvat. Propionil-KoA yang tetap tersisa dengan 3 atom C dikarboksilase oleh propionil-KoA karboksilase menjadi metilmalonil-KoA dan setelah isomerisasi. Substrat yang trpenting dan pemasok atom karbon adalah glukosa. asam lemak di transpor dari sitoplasma ke dalam mitokondria. ginjal. Kemudian penghancuran melalui oksidasi-β dapat dilanjutkan. Asetil-KoA yang membentuk asam lema. terutama di dalam hati. metilmalonil KOA diubah menjadi suksinil-KoA. maka asam lemak tidak jenuh diubah dari isomer 3. daur asam sitrat dan rantai pernafasan. 2) Penghancuran Penghancuran asam lemak terjadi di mitokondria. H. hingga mencapai ikatan rangkap cis pada C-9.4cis menjadi isomer 2-trans melalui suatu isomerase. Biosintesis Asam Lemak Biosintesis asam lemak (lipogenesis) berlangsung di dalam sitoplasma dari banyak jaringan. dan akibatnya dihasilkan sejumlah ATP.  Penghancuran Asam Lemak Tak Jenuh Penghancuran asam lemak tak jenuh berlangsung seperti penghancuran asam lemak jenuh yaitu melalui oksidasi-β.1) Penyimpanan Pengesteran dari asam lemak yang diaktifkan (asil KoA) dengan gliserol menyebabkan terbentuknya fosfolipid yang diperlukan sebagai komponen membran dan triasilgliserol (lemak) yang disimpan sebagai cadangan lemak. Dengan bantuan toraks karnitin.  Penghancuran Asam Lemak Rantai Ganjil Pada asam lemak dengan rantai ganjil terjadi proses penghancuran seperti pada asam lemak normal dengan jumlah atom C genap. Karena pada oksidasi-β produk yang tidak jenuh selalu membawa satu ukatan rangkap berposisi trans. Kemudian dengan bantuan torak karnitin ditranspor ke dalam mitokondria untuk dipecah melalui proses oksidasi-β.

Reduktor dalam sintesis asam lemak adalah NADPH + H+ yang secara keseluruhan akan diubah 1 asetil-KoA. NADPH dapat terbentuk di dalam jalur heksosa monofsfat melalui reaksi dari glukosa 6-fosfat dehidrogenase dan 6-fosflogukonat dehirogenase. Enzim ini distimulasi oleh asam sitrat dan dihambat oleh asam lemak yang diaktifakan (asetil-KoA). Asetil-KoA karboksilase mengandung biotin sebagai gugus prostetik. glukagon dan adrenalin membuatnya menjadi tidak aktif melalui suatu kinae protein. Aktivitas enzim secara tiga dimensi dibagi menjadi tiga domain yang berbeda. Domain 1 mengkatalisis masuknya substrat asetil-KoA (atau asil-KoA) dan malonil-KoA dengan bantuan (ACP)-S-asetil transferase dan (ACP)-S-maloni trferase. Enzim-enim tersebut berlokalisasi di salam sitoplasma. di dalam sitoplasma adalah tinggi bila penyediaan subsrat baik. polimerisasi menjadi asam lemak terjadi di dalam sitoplasma dalam suatu kompleks sintase asam lemak. 8 KoA dan 14 NADP+. tetapi selain itu juga dari metabolisme asam amino dan pemecahan alcohol. Senyawa ini juga dapat terbentuk oleh suatu isositrat dehidrogenase yang tergantung pada NADP+ atau oleh enzim malat yang mengubah malat menjadi piruvat dan CO2. koenzim ini dapat berasal dari berbagai sumber. Konsentrasi sam sitrat yang berasal dari mitokondria. Pada langkah pertama akan dihasilkan suatu bioksin-karboksi dengan memecahkan ATM dan menggunakan hydrogenkarbonat. 7 malonil-KoA dan 14 NADPH + H+ menjadi palmiat. Hormon mengatur asetil-KoA karboksilase melalui interkonversi. 3.2 Asetil-KoA Karboksilase Langkah dari biosintesis asam lemak yang menentukan kecepatan reaksi adalah pembentukan maloni-KoA dari asetil-Koa melalui karboksilasi. 10. Selain itu insulin dan gluagon juga bekerja dalam jangka panjang melalui induksi dan represi enzim. 10 . Kemudian sel-sel membentuk pesediaan energy dalam bentuk lemak.Langkah pertama lipogenesis adalah karboksilasi asetil-KoA menjadi maloni-KoA. Kompleks Sintesa Asam Lemak Biosintesis asam lemak dikatalis didalam sitoplasma oleh suatu kompleks sinatase asam lemak yang membutuhkan asetil-KoA sebagai molekul awal. Insulin mengaktifkan enzim melalui suatu fosfatase protein. Yang bekerja sebagai zat pereduksi pada lipogenesis adalah NADPH + H+. dan selanjutnya mengkatalisis kondendasi dari keduanya dengan bantuan 3-ketoasil-(ACP)-sintase. 6 H2O. 7 CO2.reaksi ini di katalis oleh asetil-KoA karboksilase. Asetil-KoA karboksilas dalah suatu enzim aloserik. Asetil-KoA terutama berasal dari glikolisis. 2.

produk antara ini akan dipindahkan kembali dari ACP ke residu sistein dengan bantuan asil transferase. 11 .Domain II mereduksi rantai asam lemak yang sedang tumbuh dengan bantuan 3-ketoasi(ACP)-reduktase. sedemikian rupa sehingga daur dapat kembali dimulai dengan memasukkan matonil-KoA ke ACP. menghasilkan suatu asam lemak dengan 4 atom C. Perpanjangan rantai berlangsung melalui pemindahan gugus asetil ke C-2 dari residu maloni. 3-hidroksiasil-(ACP)-dehidratase dan enoil-(ACP)-reduktase. 4. dimana gugus karboksi bebas dilepaskan sebagai CO2. Ketiga langkah reaksi selanjutnya. Reaksi-reaksi Sinatase Asam Lemak Biosintesis palmiat dimulai dengan pemindahan satu residu asetil ke residu sistein yang telah disinggung diatas dan satu residu malonil ke 4-fosfopantetein pada (ACP). yaitu reduksi dari ggus 3-keto penglepasan air dn reduksi yang diperbaharui. Yang terakhir Domain III berfungsi membebaskan produk yang telah selesai setelah 7 langkah rantai panjang dengan bantuan asil-(ACP)-hidrolase.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful