PENGKAJIAN TANDA-TANDA VITAL (VITAL SIGN) OLEH ANIK INDRIONO. S.Kep., Ns.

A. PENDAHULUAN PENGERTIAN Pemeriksaan tanda vital adalah merupakan suatau cara untuk mendektesi adanya perubahan sistem tubuh. Tanda vital meliputi : tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan frekuensi pernafasan. Tanda vital mempunyai nilai yang sangat penting bagi fungsi tubuh. Adanya perubahan tanda vital maka mempunyai arti sebagai indikasi adanya kegiatan organ-organ di dalam tubuh. Misal suhu tubuh meningkat berarti ada metabolisme yang terjadi dalam tubuh atau sebagai respon imun tehadap bakteri dan virus. atau jika denyut nadi meningkat maka pasti ada perubahan pada sisitem kardiovaskuler dan seterusnya. Pengkajian/pemeriksaan tanda vital yang dilaksanakan oleh perawat digunakan untuk memantau perkembangan pasien saat dirawat. Tindakkan ini bukan hanya sekedar rutinitas perawat tetapi merupakkan tindakkan pengawasan terhadap perubahan/gangguan sistem tubuh selama dirawat. Pada prinsipnya pemeriksaan tanda vital tidak selalu sama antara pasien satu dengan yang lainya. Tingkat frekuensi pengukuran akan lebih sering atau lebih ketat pada pasien dengan kegawat daruratan di banding dengan pasien yang tidak mengalami kegawat daruratan/kritis.

B. PERSIAPAN ALAT SECARA UMUM Alat-alat yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan tindakan: 1. Sfigmomanometer (tensimeter) Model air raksa atau jarum

2. Arloji (jam tangan) 3. Thermometer (pengukur suhu). 4. Stetoscop

C. TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN TINDAKAN

ada 3 jenis bahan: 1) Berisi larutan lisol 2% 2) Berisi larutan sabun 3) Berisi air bersih  Prosedur pelaksanaan:  Pemeriksaan suhu melalui oral Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan Cuci tangan Gunakan sarung tangan (handscond) Mengatur posisi klien (duduk) Turunkan suhu pada thermometer sampai angka 35°c Tentukkan letak bawah lidah Letakkan termometer di bawah lidah dan sejajar dengan gusi Anjurkan mulut dikatupkan selama 3-5 menit Angkat dan baca hasil (dalam membaca luruskan dan sejajarkan dengan mata pembaca kemudian baca hasil dengan seksama sebatas mana air raksa berhenti. Pemeriksaan denyut nadi. Pengukuran suhu secara manual  Tujuan: Pengukuran suhu tubuh untuk mengetahui rentang suhu tubuh tiap waktu pengkajian. catat hasil)  Pemeriksaan suhu melelui aksila Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan Cuci tangan . Pemeriksaan pernafasan. 1. oral dan rectal) Tissu kering Bengkok Vaselin (untuk pengkajian suhu rektal) Botol disinfektan. Pemeriksaan tekanan darah.- Tahap memulai tindakkan dapat dimulai dari: Pengukuran suhu.  Persiapan alat: Thermometer air raksa ( aksila.

dan kekuatan pulsasi) Menilai kemampuan fungsi kardiovaskuler. Pemeriksaan denyut nadi Nilai denyut nadi merupakkan indicator untuk menilai system kardiovaskuler.- Gunakan sarung tangan (handscond) Mengatur posisi klien (duduk) Turunkan suhu pada thermometer sampai angka 35°c Letakkan thermometer pada daerah aksila kemudian suruh pasien menjepit sampai 3-5 menit. suruh pasien menahan sampai 3-5 menit dan usahakan jangan sampai berubah posisi. Setelah selesai angkat thermometer dan baca/catat hasil Bersihkan thermometer 2. frekuensi. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan Cuci tangan Gunakan sarung tangan (handscond) Atur posisi dengan menyuruh pasien miring kiri Turunkan suhu pada thermometer sampai angka 0°c dan oleskan vaslin secukupnya Turunkan pakaian pasien sampai bagian gluteal dan tetap menjaga privacy pasien. Letakkan telapak tangan pada sisi gluteal pasien dan masukkan thermometer ke dalam rectal. denyut nadi dapat diperiksa dengan mudah menggunakan palpasi di atas arteri radialis ataupun nadi perifer yang lain. Nilai normal nadi adalah : 60-80 x/menit Tujuan Mengetahui denyut nadi (irama. Mencatat hasil Bersihkan thermometer  Pemeriksaan suhu melalui rectal. Alat dan bahan Arloji /stop-watch Prosedur pelaksanaan .

dan kedalaman pernafasan. Metode langsung yaitu: . Tujuan Mengetahui frekuensi. Pemeriksaan pernafasan Nilai pemeriksaan pernafasan merupakan salah satu indicator untuk mengetahui fungsi system pernafasan yang didalamnya ada siklus pertukaran O2 dan CO2. Menilai kemampuan fungsi pernafasan Alat dan bahan Arloji /stop-watch Prosedur pelaksanaan Menjelaskan prosedur pada klien Cuci tangan Atur posisi pasien dengan berbaring Alihkan perhatian pasien dengan menatap ke atas Hitung frekuensi pernafasan Dan catat hasil 4. Dalam pemeriksaan tekanan darah ada 2 metode yaitu: metode langsung dan tak langsung.- Menjelaskan prosedur pada klien Cuci tangan Atur posisi klien dengan tidur terlentang Atur posisi tangan sejajar dengan tubuh dan posisi supinasi. 3. - Catat hasil pengukuran. Pemeriksaan tekanan darah Nilai tekanan darah merupakan indicator untuk menilai system kardiovaskuler bersamaan dengan pemeriksaan nadi. irama. Tentukkan posisi arteri radialis yang akan di palpasi Hitung denyut nadi dengan mempalpasi arteri radialis dengan mencocokkan denyut pertama dengan jarum panjang pada arloji.

dug” Tujuan Mengetahui nilai tekanan darah Persiapan Alat Sfigmanometer air raksa atau jarum Stetoskop Prosedur pelaksanaan Jelaskan prosedur pada pasien Cuci tangan Atur posisi pasien dengan tidur terlentang Atur tangan dengan posisi supinasi Keataskan lengan baju Pasang manset pada lengan atas. Metode tidak langsung: Adalah metode yang menggunakan manset yang disambungkan ke sfigmanometer.. Bunyi koroktoff sendiri adalah bunyi gelombang selsel darah yang dikontrasikan (saat sistolik) oleh jantung dan mengenai dinding arteri maka timbul bunyi “ dug. Metode ini adalah metode paling tepat dan akurat tetapi pasien tidak nyaman dan memerlukan metode khusus. Memasang manset jangan terlalu ketat maupun longgar tetapi yang pas melekat pada lengan. 3 cm diatas fossa cubitti dan jangan pada lengan yang terpasang infuse. Pasang stetokop di bawah manset pas diatas arteri brakialis untuk memudahkan auskultasi (atau boleh di luar manset) Tentukkan denyut nadi radialis Pompakan balon manset sampai nadi radialis tidak teraba dan pompakan lagi kira-kira 20 mmHg setelah nadi tidak teraba. . Mekanisme metode ini adalah dengan mendengarkan bunyi koroktoff pada dinding arteri brakhialis dengan menggunakan stetoskop.memasukkan kanula atau jarum langsung ke dalam pembuluh darah yang dihubungkan ke manometer.

Cipto Antok Berbaring 80 2. missal : sistolik 150 mmHg dan diastolic 100 mmHg atau ditulis TD: 150/100 mmHg. Contoh format: 1. PENCATATAN HASIL TINDAKKAN  Buku yang di persiapkan khusus untuk tanda-tanda vital Semua hasil observasi baik Tekanan Darah. Suhu. An. Respiratory Rate. Diah By.5 Rectal Pemeriksa Hasil observasi (°c) 2. Tn. itu adalah tekanan sisitolik. Cipto Antok Oral Aksila 38. 3. dan Nadi di catat dalam buku pengkajian tanda-tanda vital. kemudian turunkan lagi sampai bunyi tidak terdengar pertama kali itu adalah tekanan diastolic. Diah By. Pengkajian nadi NO Nama pasien 1.- Pasang stetoskop pada telinga sambil memegang nadi radialis turunkan udara dalam manset sampai terdengar bunyi koroktoff pertama dan pertama kali denyut nadi teraba ingat-ingat angka pada tensimeter. 3.5 36. Rio Andri Reny 80 Duduk Berdiri Pemeriksa Hasil observasi (x/menit) . Tn. Rio Andri Reny 37. D. - Catat hasil pengukuran dan beritahukan kepada pasien.5 2. Pengkajian temperature/suhu NO Nama pasien 1. An.

Misal: pengukuran suhu Referensi Potter and Perry. Asih (editor). Louse.(1999). Lilis. EGC: jakarta Taylor. Cipto Antok Berbaring 130/80 2. 3. Fundamental Keperawatan Konsep proses dan praktek. Yasmin..process & practice. An. ed 1. (2004). Rio Andri Reny 110/70 Duduk Berdiri Pemeriksa Hasil observasi (mmHg)  Flowsheet : Adalah pencatatan dengan menggunakan grafik. Anne Griffin. Potter. Diah By. 3. 2003. . Diah By. Semarang. C. keterampilan dasar dan prosedur perawatan dasar.. (1999). Cipto Pemeriksa Antok 18 2..3. patricia A.St. An. ( 1998 ). and LeMone. Rio Andri Reny 30 18 Hasil observasi Hasil pengukuran (x/menit) Irama Reguller irreguler reguller kesimpulan Normal Cepat Lambat 4.. Buku Saku Ketrampilan Dan Prosedur Dasar.Inc.. Enykus. Fundamental of Nursing : the art and science of nursing care ‘Lippincott. Fundamental of nursing:Concepts. Pengkajian tekanan darah NO Nama pasien 1. Fourth Edition.EGC: Jakarta Pery. Pengkajian pernafasan NO 1. patricia A. Potter. P. Missouri: Mosby-year Book. Anne Griffin. Nama pasien Tn. C. Kilat press Pery. Tn.

ed. EGC http://anikindriono. Asuhan keperawatan dengan gangguan mata. 2004.Robert Priraharjo. Pengkajian Fisik Keperawatan .com/2011/04/mengukur-tanda-tanda-vital-vital-sign.I. Jakarta.blogspot.html . EGC Indriana. 1996.cetakan II. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful