HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PERMAINAN SEPAKBOLA BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Sepakbola merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas (11) orang pemain, yang lazim disebut kesebelasan. Masing-masing regu atau kesebelasan berusaha memasukan bola sebanyak-banyaknya kedalam gawang lawan dan mempertahankan gawangnya sendiri tidak kemasukan (A. Sarumpaet, 1992: 5). Sepakbola adalah olahraga yang sangat populer dan digemari oleh orang tua, orang muda, bahkan anak-anak. Banyak diantara anak-anak yang ingin menjadi seorang pemain sepakbola yang baik, bahkan kalau mungkin menjadi bintang sepakbola. Dalam memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, permainan sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang diprioritaskan untuk dibina. Untuk meningkatkan dan mencapai prestasi alangkah baiknya jika semenjak anak-anak telah mendapatkan pelatihan olahraga khususnya olahraga sepakbola secara benar, teratur dan terarah. Dalam pelatihan olahraga, untuk dapat mencapai prestasi yang tinggi harus memperhatikan beberapa faktor. Salah satunya adalah teknik dasar dari olahraga tersebut. Begitu juga dalam olahraga sepakbola, apabila kita menguasai teknik dasar dengan baik, maka kita dapat bermain dengan baik. Permainan sepakbola adalah cabang olahraga permainan beregu atau permainan tim, maka suatu kesebelasan yang baik, kuat, tangguh adalah kesebelasan yang terdiri atas pemainpemain yang mampu menyelenggarakan permainan yang kompak, artinya mempunyai kerjasama tim yang baik. Menurut Sukatamsi (1988 : 12) mengatakan bahwa untuk dapat mencapai kerjasama tim yang baik diperlukan pemain-pemain yang dapat menguasai semua bagian-bagian dan macam-macam teknik dasar dan keterampilan bermain sepakbola. Semua pemain sepakbola harus menguasai teknik dasar bermain sepakbola karena orang akan menilai sampai di mana teknik dan skill pemain dalam menendang bola, mengumpan bola, menyundul bola, menggiring bola dan menembakan bola ke gawang lawan untuk menciptakan gol. Oleh karena itu tanpa memperhatikan teknik-teknik dasar bermain sepakbola dengan baik untuk selanjutnya pemain akan dalam bermain sepakbola.

1.1.

Adapun teknik dasar permainan sepakbola yang perlu dikuasai oleh para pemain pada umumnya adalah: menendang bola, menggiring bola, menahan dan menghentikan bola, menyundul bola, melempar bola, merampas atau merebut bola. Menggiring bola merupakan teknik menendang terputus-putus atau pelan-pelan oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan saja yaitu bebas dari lawan. Untuk dapat menggiring bola dengan baik perlu latihan yang terus menerus dengan memperhatikan hal-hal antara lain: a. b. Bola harus dikuasai sepenuhnya. Jarak bola tetap dalam penguasaan pemain: bola bergulir harus selalu dekat dengan kaki, dengan demikian bola tetap dikuasai. c. Posisi badan antara bola dan lawan: pandangan melihat bola pada saat kaki menyentuh, kemudian lihat situasi dan kedua lengan menjaga keseimbangan di samping badan. d. Bola didorong dengan kaki. Untuk dapat menggiring bola dengan baik diperlukan latihan secara intensif secara terus menerus. Bentuk latihan menggiring bola menurut Sukatamsi (1988 : 164) yaitu: (a) lari menggiring bola kemudian berputar membalik. (b) lari menggiring bola kemudian berputar (membelok) ke kanan. (c) lari menggiring bola kemudian berputar (membelok) ke kiri. (d) gabungan dari latihan (a), (b), dan (c). Dalam menggiring bola dapat dibedakan beberapa cara menggiring bola yaitu: a. Mengiring bola dengan kura-kura kaki bagian dalam b. Menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian luar c. Menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian atas atau kaki penuh d. Mengiring bola dengan kaki bagian dalam e. Mengiring bola dengan kaki bagian luar Penguasaan bola merupakan bagian yang penting dalam setiap permainan. Setiap pemain atau tim berusaha untu dapat menguasai bola, karena hanya dengan menguasai bola gol dapat terjadi. Setelah bola dapat dikuasai, pemain atau tim akan berusaha supaya bola tidak mudah hilang atau direbut lawan. Oleh karena itu pemain harus dituntut untuk memiliki penguasaan bola. Penguasaan bola dapat ditunjukan dengan kemampuan seorang pemain dalam menggiring

Oleh karena itu kekuatan mutlak harus dimiliki seorang atlet sebelum ia berlatih mengembangkan unsur-unsur yang lain. stamina. dalam arti tidak harus menggunakan kelentukan maksimal. karena atlet yang memiliki kondisi fisik yang baik akan merasa lebih percaya diri dan lebih siap dalam menghadapi tantangan–tantangan latihan dan pertandingan. kura -kura kaki bagian dalam. Kekuatan merupakan basis dari semua komponen kondisi fisik. maka ia akan lebih cepat pula menguasai teknik-teknik gerakan yang dilatihkan. Setiap pemain dalam menggerakkan pergelangan kakinya pada saat . Untuk dapat melakukan semua itu sangat dibutuhkan unsur fisik karena dukungan fisik yang baik diharapkan seorang pemain atau atlet akan dapat bermain dengan baik pula. apabila sewaktu-waktu respon atau tanggapan sedemikian diperlukan. Kelenturan juga dibutuhkan dalam pergelangan kaki. Komponen kondisi fisik tersebut tentunya mempunyai peranan yang berbeda-beda dalam mendukung kemampuan seorang pesepakbola dalam menggiring bola. respon atau tanggapan yang cepat dari organisme tubuh kita. Dalam menggiring bola seorang pemain harus dapat merubah arah dan melewati lawan dengan cepat serta harus dapat menggunakan seluruh bagian kakinya sesuai dengan yang ingin dicapai. pemulihan yang cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan. kelentukan merupakan kemampuan untuk bergerak dalam ruang gerak sendi. kelenturan pergelangan kaki tidak berperan penuh. Selain itu apabila pemain memiliki kondisi fisik yang baik akan memiliki beberapa keuntungan yang akan menjadikan pemain dapat: meningkatan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. Sedangkan untuk memiliki kesempatan memasuki daerah lawan dan kesempatan memasukkan bola dibutuhkan keterampilan menggiring bola. karena dalam menggiring bola akan menggunakan kaki bagian dalam. Dalam menggiring bola ini. kura-kura kaki bagian luar dan kura-kura kaki bagian atas atau kaki penuh. Secara psikologi ada keuntungannya.bola. kecepatan dan lain-lain dari komponen kondisi fisik. Selain itu apabila kondisi fisik atlet baik. peningkatan dalam kekuatan. Kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Diantara komponen fisik yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan kaki. kelentukan. Disamping membutuhkan kekuatan otot tungkai untuk mencapai keterampilan menggiring bola diperlukan juga unsur fisik yang berupa kelentukan. kaki bagian luar.

Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa. kecepatan dan kelincahan. sedangkan kelentukan yang baik dari seorang atlet diharapkan dapat mengembangkan gerakan-gerakan dan dapat mendukung keterampilannya. 1. penulis merumuskan masalah makalahnya. (3) membantu daya tahan. yakni : 1. 2.2.menggiring bola.3. kekuatan otot tungkai yang baik dari seorang pemain diharapkan akan menunjukan keterampilan menggiring bolanya. . Apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai dengan kelentukan pergelangan kaki terhadap keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola? 1. Mengetahui hubungan kekuatan otot tungkai dengan keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas. Keuntungan bagi seorang pemain sepakbola apabila memiliki kelentukan yang baik yaitu: (1) cepat menguasai gerakan-gerakan untuk melakukan teknik atau taktik. Rumusan Masalah Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas. Apabila kedua unsur tersebut diterapkan dalam teknik menggiring bola maka akan menghasilkan teknik menggiring bola dengan keterampilan yang tinggi. Bagaimana hubungan kekuatan otot tungkai dengan keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola? 2. (2) tidak mudah mendapatkan kecelakaan atau cedera pada otot. penulis menulis makalah ini bertujuan diantaranya : 1. Mengetahui hubungan kekuatan otot tungkai dengan kelentukan pergelangan kaki terhadap keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola. kelentukan yang dibutuhkan atau sudut yang dibutuhkan pergelangan kaki sesuai dengan kekinginan pemain (pemain merasa rileks atau sesuai dengan gayanya).

Pemain dapat mengembangkan gayanya sendiri atau berimprovisasi dalam menggiringbola selama tetap mencapai sasaran utama yaitu mengalahkan lawan sambil tetap menguasai bola. Bola di dalam penguasaan pemain. telapak kaki) untuk mengontrol bola sambil terus menggiring bola. Menahan bola tetap dalam penguasaan. menyelamatkan bola apabila tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan operan kepada teman. Selain itu juga harus memperhatikan prinsip-prinsip menggiring bola. Adapun tujuan menggiring bola menurut Sukatamsi (1988 : 158) adalah: 1. Adapun pendapat Engkos Kosasih (1994 : 95) menggiring bola yaitu berlari membawa bola atau membawa bola dengan kaki. Luxbacher (1998 : 47) mengatakan bahwa menggiring bola dalam sepak bola memiliki fungsi yang sama dengan bolabasket yaitu memungkinkan pemain untuk mempertahankan bola saat berlari melintasi lawan atau maju ke ruang yang terbuka. Pemain dapat menggunakan berbagai bagian kaki (inside. mampu dan cekatan. 2.1. outside. Mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan tepat. Beberapa orang menanggap penggiringan bola lebih sebagai seni daripada keterampilan. Dari pendapat-pedapat di atas. Untuk dapat menggiring bola dengan baik perlu dilakukan latihan-latihan yang terus menerus sehingga akhirnya akan menjadi gerakan yang otomatis. Menurut Sukatamsi (1988 : 158) menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah. Menurut Sukatamsi (1988 : 158) beberapa prinsip-prinsip menggiring bola yaitu: 1. BAB II PEMBAHASAN 2. mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. . tidak mudah direbut lawan dan bola selalu terkontrol. 3. keterampilan menggiring bola dapat diartikan kemampuan seseorang untuk meggunakan kakinya. Teknik Keterampilan Menggiring Bola Pengertian keterampilan sesuai dengan perkataan Poerwadarminta (2002 : 935) yaitu cakap dalam menyelesaikan tugas. Sehingga dapat diambil suatu pengertian bahwa menggiring bola adalah suatu kemampuan menguasai bola dengan kaki oleh pemain sambil lari untuk melewati lawan atau membuka daerah pertahanan lawan. instep. Melewati lawan.

akan tetapi tiap langkah secara teratur menyentuh atau mendorong bola bergulir kedepan dan bola harus selalu dekat dengan kaki. Di depan pemain terdapat daerah kosong artinya bebas dari lawan. 4. Mata hanya selalu tertuju pada bola saja sehingga dalam permainan sesungguhnya pemain tidak dapat melihat situasi lapangan seluruhnya. Irama langkah lari rusak akibat dari irama kaki menyentuh bola tidak teratur. 2. gerakan tangan bebas seperti pada waktu lari biasa. selanjutnya melihat situasi lapangan. tiap langkah kaki kanan atau kaki kiri mendorong bola ke depan. sedangkan untuk melakukan teknik menggiring bola ke arah kanan digunakan kurakura kaki sebelah luar kaki kanan. Dengan demikian bola mudah dikuasai dan tidak mudah direbut oleh lawan. Pada waktu menggiring bola pandangan mata tidak boleh selalu pada bola saja.2. 4. Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak diayunkan seperti teknik menendang. Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki dalam menendang bola dengan kura-kura kaki sebelah dalam. akan tetapi harus pula memperhatikan atau mengamati situasi sekitar dan lapangan atau posisi lawan maupun posisi kawan. Badan agak condong kedepan. Adapun cara menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian dalam menurut Sukatamsi (1988 : 159) adalah sebagai berikut: 1. . 3. Bola digiring dengan kaki kanan atau kaki kiri. Irama sentuhan pada bola tidak mengubah irama langkah kaki. Adapun kesalahan di dalam menggiring bola adalah sebagai berikut: 1. 3. Pada saat menggiring bola lutut kedua kaki harus sedikit ditekuk dan pada waktu kaki menyentuh bola mata melihat bola. 5. Jarak antara pemain dengan bola terlalu jauh. 3. 2. sehingga direbut lawan. jadi bola didorong bukan ditendang. Cara menggiring bola menurut pendapat Sukatamsi (1988 : 161-162) yaitu untuk melakukan teknik menggiring bola berputar kearah kiri digunakan kura-kura kaki sebelah dalam kaki kanan. Bukan mendorong tetapi memukul bola sehingga jalannya bola terlalu cepat dan tidak terkontrol.

Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki menendang bola dengan kura-kura kaki sebelah luar. Waktu melampaui di sebelah kanan tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian dalam kaki kanan sedangkan pada waktu melampaui di sebelah kiri tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian dalam kaki kiri. bola didorong menggunakan kura-kura kaki bagian dalam. Sedangkan menggiring bola menggunakan kura-kura kaki bagian luar menurut Sukatamsi (1988 : 161) adalah : 1. A. 2. adapun cara pelaksanaannya menurut Sukatamsi (1988 : 169) adalah sebagai berikut: Menggiring bola zigzag melampaui pancang atau lawan dengan menggunakan kaki kanan dan kaki kiri bergantian. Sarumpaet (1992 : 25) mengatakan bahwa mengiring bola dengan menggunakan kurakura bagian luar memberi kesempatan bagi pemain untuk merubah-ubah arah serta dapat menghindari lawan yang berusaha merampas bola. selanjutnya melihat situasi lapangan. Merubah arah atau membelok ke kiri maupun ke kanan berarti menghindarkan bola dari lawan karena dengan cara demikian tubuh pemain yang sedang menggiring bola dapat menutup atau membatasi antara lawan dengan bola. Setiap langkah secara teratur dengan kura-kura kaki bagian luar kaki kanan atau kaki kiri mendorong bola bergulir ke depan dan bola harus selalu dekat dengan kaki. kaki kanan saja atau kaki kiri saja. yaitu dengan cara: waktu melampaui di sebelah kanan tiang pancang/lawan . Pada saat menggiring bola lutut kedua kaki harus sedikit ditekuk dan pada waktu kaki menyentuh bola mata melihat bola. hal ini menyebabkan lawan menemui kesulitan untuk merampas bola. · Menggiring bola zig-zag melampaui pancang atau lawan dengan menggunakan kaki sebelah kanan saja.Menggiring bola menggunakan kura-kura kaki bagian dalam akan mempermudah melindungi bola dari lawan atau bola tetap berada dalam penguasaan pemain. · Dalam pelaksanaan menggiring bola zig-zag melewati pancang atau lawan dapat dilakukan dengan menggunakan kedua kaki bergantian. 3. Disamping itu kalau menggiring bola menggunakan kura-kura kaki bagian dalam pemain dapat mudah merubah arah bila dihadang oleh lawannya. Sarumpaet (1992 : 25) yaitu jika pemain yang menggiring bola selalu diikuti atau dibayangi oleh lawan maka cara menggiring bola seperti inilah yang lebih baik dilakukan karena bola selalu berada di antara kedua kaki dengan lain perkataan bola selalu dapat dilindungi. Hal ini sesuai dengan pendapat A.

2. Sarumpaet (1992 : 24) antara lain: 1. Analisis Gerak A. · Menggiring bola zig-zag melampaui pancang atau lawan dengan menggunakan kaki sebelah kiri saja. 2. berarti tidak mungkin dirampas lawan.cara: waktu melampaui di sebelah kanan tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian dalam dan pada waktu melampaui di sebelah kiri tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian luar. Penguasaan bola dapat ditunjukkan salah satunya dengan kemampuan seorang pemain dalam menggiring bola. yaitu dengan cara: waktu melampaui di sebelah kanan tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian luar dan pada waktu melampaui di sebelah kiri tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian dalam. Dapat menguasai situasi pemain pada waktu menggiring bola. · Menggiring bola zig-zag melampaui pancang atau lawan dengan menggunakan kaki sebelah kiri saja. Bola harus dikuasai sepenuhnya. Dapat menggunakan seluruh bagian kaki sesuai dengan tujuan apa yang ingin dicapai.digunakan kura-kura kaki bagian dalam dan pada waktu melampaui di sebelah kiri tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian luar. 3. Penguasaan bola merupakan bagian yang penting dalam setiap permainan. Beberapa prinsip yang perlu diketahui untuk dapat menggiring bola dengan baik menurut A. Keterlibatan Otot dalam Menggiring Bola . pemain atau tim akan berusaha supaya bola tidak mudah hilang atau direbut lawan. Setelah bola dapat dikuasai. 2. karena dengan menguasai bola menciptakan gol akan lebih mudah. Setiap pemain atau tim berusaha untuk dapat menguasai bola. Oleh karena itu pemain harus dituntut untuk memiliki penguasaan bola. yaitu dengan cara: waktu melampaui di sebelah kanan tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian luar dan pada waktu melampaui di sebelah kiri tiang pancang/lawan digunakan kura-kura kaki bagian dalam.

Kontraksi isometris. A. karena kekuatan memiliki peranan yang penting dalam melindungi atlet dari cedera serta membantu stabilitas sendi-sendi. Kekuatan harus mutlak diperlukan pada setiap atlet untuk semua cabang olahraga. Kekuatan otot tungkai yang dimaksud di sini adalah kemampuan otot untuk menerima beban dalam waktu bekerja di mana kemampuan itu dihasilkan oleh adanya kontraksi otot yang terdapat pada tungkai. Menurut Harsono (1988 : 179) kontraksi otot dapat digolongkan dalam tiga kategori yaitu: 1. dalam kontraksi isometris otot-otot tidak memanjang atau memendek sehingga tidak nampak suatu gerakan yang nyata. karena tingkat penyesuaian kemampuan terjadi sesuai dengan proporsi dari kualitas dan jumlah serabut otot.Kekuatan otot tungkai menggunakan kekuatan maksimum. Sajoto (1988 : 58) mengatakan bahwa kekuatan atau strenght adalah komponen kondisi fisik. kontraksi ini timbul untuk melakukan gerakan yang mendukung. Kontraksi isotenis. Kualitas dan jumlah serabut otot yang memadai. Kontraksi isokinetis yaitu kontraksi dari kedua kontraksi tersebut. yang menyangkut masalah kemampuan seseorang atlet pada saat mempergunakan otot-ototnya. Kontraksi ini disebut juga kontraksi dinamis. Menurut KONI (2000: 12) kekuatan adalah kekuatan otot yang membangkitkan tenaga/ kekuatan/ force terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot merupakan komponen penting dari kesegaran jasmani. Kontraksi ini disebut juga kontraksi statis. Ateng (1992 : 66) berpendapat bahwa kesegaran jasmani dalam kaitan dengan kekuatan otot memerlukan: 1. Hamidsyah Noer (1995 : 135) mengatakan salah satu unsur kondisi fisik yang perlu dilatih terlebih dahulu adalah unsur kondisi fisik kekuatan. 3. 2. 2. Dari pengertian kekuatan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian kekuatan adalah kemampuan otot-otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu beban atau tahanan dalam menjalankan aktivitas latihan. menerima beban dalam waktu kerja tertentu. atau dengan perkataan lain tidak ada jarak yang ditempuh.dalam kontraksi akan nampak bahwaterjadi suatu gerakan dari anggotaanggota tubuh yang disebabkan memanjang dan memendeknya otot-otot sehingga terdapat perubahan dalam panjang otot. Kemampuan menginervasi (mengerahkan) sejumlah serabut otot yang diperlukan. . M.

Syaifuddin (1997 : 41) mengatakan bahwa dalam keadaan sehari-hari otot ini bekerja atau berkontraksi menurut pengaruh atau perintah yang datang dari susunan saraf motoris. Otot dapat mengadakan kontraksi dengan cepat. pertama kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik. ketiga dengan kekuatan atlet akan dapat lari lebih cepat. bersepada dan masih banyak lainnya. melempar atau menendang lebih jauh dan efisien. kita harus selalu ingat akan prinsip peningkatan/penambahan beban. Tergantung dari besarnya fibril otot dan tergantung pula atas banyaknya yang ikut serta dalam melawan beban. kedua kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet atau orang dari cedera. terutama cabang olahraga yang dominan menggunakan kaki separti: sepakbola. . Karena. 4. Otot merupakan suatu organ atau alat yang memungkinkan tubuh dapat bergerak. berjalan. rangsangan mekanis. Tahanan internal yang rendah.3. Efektivitas pengungkit. kekuatan dapat diartikan sebagai kualitas tenaga otot atau sekelompok otot dalam membangun kontraksi secara maksimal untuk mengatasi beban yang datang baik dari dalam maupun dari luar. 2. melompat dan lain sebagainya. Pola koordinasi yang efisien. dingin dan lain-lain. apabila ia mendapatkan rangsangan dari luar berupa rangsangan arus listrik. Dimana garakan tersebut dibutuhkan dalam melakukan gerakan olahraga. pencaksilat. serta tonus otot. makin besar kerangka tubuh makin baik. Jadi gerakan yang dilakukan oleh otot-otot tungkai akan menghasilkan gerakan aktivitas seperti menendang. Tergantung dari bentuk kerangka tubuh. 6. memukul lebih keras. Dari beberapa pengertian tersebut. Sebagian otot tubuh ini melekat pada kerangka otot yang dapat bergerak secara aktif sehingga dapat menggerakan bagian-bagian kerangka dalam suatu letak tertentu. Harsono (1988 : 77) mengatakan bahwa kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. demikian juga dapat membantu memperkuat sendi-sendi. Di dalam peningkatan latihan kekuatan. diantaranya yaitu: 1. Irama gerak sesuai dengan beban kerja otot. 5. Hamidsyah Noer (1995 : 136) mengatakan bahwa disamping faktor latihan masih ada faktor lain yang turut menentukan baik tidaknya kekuatan seorang atlet.

Sehingga otot memiliki kemampuan menerima beban maksimal. terutama otot-otot.3. sehingga dapat menunjang dalam meningkatkan prestasi. bagi atlet yang berusia tua tentu saja faktor kekuatannya akan berubah. beban atau bobot tertentu. Pengaruh psikis dari dalam maupun dari luar. apabila seseorang mengalami gerak yang kurang luas pada persendiannya dapat mengganggu gerakan atau menimbulkan cedera pada otot. (2) Kelentukan khusus. Macam-macam kelentukan menurut Suharno (1986 : 50) antara lain: (1) Kelentukan umum. untuk melakukan segala aktivitas tubuh dengan penguluran seluas-luasnya. Oleh karena itu latihan-latihan yang cocok untuk dapat membantu mengembangkan kekuatan adalah latihan-latihan tahanan (resistance exercise) dimana kita harus mengangkat. ialah kemampuan seseorang dalam gerak . beban itu bisa beban anggota tubuh kita sendiri ataupun beban bobot dari luar (extance resistance). Oleh karena itu. Kelentukan merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan gerak olahraga. Beban tersebut harus sedikit demi sedikit bertambah berat agar perkembangan otot terjamin. pada latihan tahanan haruslah selalu merupakan latihan-latihan tahanan yang progresif dan tidak berhenti pada satu berat. Apabila diterapkan pada pelaksanaan aktivitas menggiring bola adanya kekuatan yang baik diharapkan keterampilan menggiring bolanya lebih memadai. Faktor umur juga sangat menentukan. sajoto (1988 : 58) menyatakan bahwa kelentukan adalah efektifitas seseorang dalam penyesuaian dirinya. 4. B. Keterlibatan Tulang dan Persendian yang Dominan Bekerja dalam Keterampilan Menggiring Bola M. ligamen-ligamen di sekitar persendian. mendorong atau menarik suatu beban. Jadi dapat disimpulkan bahwa kekuatan/strength adalah kemampuan otot membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut maka kita dapat menjaga bahkan meningkatkan unsur kekuatan. ialah kemampuan seseorang dalam gerak dengan amplitudo yang luas dimana sangat berguna dalam gerakan olahraga pada umumnya dan menghadapi hidup sehari-hari. Kelentukan sendi-sendi tidak mengganggu/menghambat gerakan dalam olahraga apa saja dan pekerjaan umum sesuai dengan situasi.

Luxbacher (1998 : 49) berpendapat bahwa dalam beberapa situasi pemain tidak perlu melakukan dribble dengan kontrol yang rapat. Perbedaan tersebut biasanya atas dasar perbedaan teknik masing-masing cabang olahraga dan teknik bertanding yang digunakan.dengan amplitudo yang luas dan berseni dalam satu cabang olahraga. Menurut Pate yang diterjemahkan oleh Kasiyo Dwijowinoto (1993 : 173) Pergelangan kaki dan telapak kaki adalah komponen penting dari sistem pengantar kekuatan yang memungkinkan olahragawan untuk menampilkan gerakan berlari. . misalkan dalam situasi yang menguntungkan di pertahanan lawan. Tidak semua orang memiliki pergelangan kaki yang lentuk. 2. 4. sehingga dalam melakukan gerakan tungkaipun kurang sempurna. Peregangan dinamis biasanya dilakukan dengan menggerak-gerakkan tubuh atau anggotaanggota tubuh secara ritmis (berirama) sehingga otot-otot terasa teregangkan. Dalam situasi tersebut pemain harus mampu menggiring bola dengan kecepatan penuh. fibula dan talus membentuk sendi engsel pergelangan kaki. lalu otot diregangkan dengan metode pasif selama 20 sampai 30 detik. Dengan seorang pemain memiliki kelentukan pergelangan kaki diharapkan akan menambah keterampilannya dalm menggiring bola. Tuntutan masing-masing cabang olahraga terhadap kelentukan sangat berbeda-beda. peregangan kontraksi-rileksasi. Adapun beberapa metode latihan yang dapat dipakai untuk mengembangkan kelentukan: 1. dalam peregangan ini perlu mengambil sikap sedemikian sehingga meregangkan suatu kelompok otot tertentu dan sikap ini dipertahankan secara statis untuk beberapa detik. berlari dengan cepat dan kemudian mendorongnya kembali menggunakan seluruh permukaan instep atau outside-of-the-foot. pelaku merelax-kan kelompok tertentu. tanpa keikut sertaan secara aktif dari pelaku. Menurut Harsono (1988 : 164) kelentukan dapat dikembangkan melalui latihan-latihan peregangan otot dan latihan-latihan memperluas ruang gerak sendi-sendi. Sebelum impac dengan bola. dalam metode ini. otot diregangkan dulu secara isometrik 6 sampai 10 detik. 3. Peregangan pasif. tapi sebaliknya dorong bola beberapa kaki ke depan ke arah ruang yang terbuka. jangan biarkan bola rapat dengan kaki. Peregangan statis. Tulang persendian tibia. kemudian temannya membantu meregangkan otot tersebut secara berlahan-lahan sampai titik fleksibilitas maksimum tercapai. Kaki dalam menggerakkan instep atau outside-of-the-foot memerlukan kelentukan pergelangan kaki.

Latihan harus diulang-ulang. Cepat menguasai gerakan-gerakan untuk melakukan teknik atau taktik. 2. mulailah latihan sejak anak-anak. Sistem Energi Dominan Saat Menggiring Bola Sistem energi yang diperlukan didalam sepak bola diantaranya adalah system energi daya tahan Aerobik dan Anaerobik. takut. Meningkatkan kecepatan dan kelincahan gerak. 3. C. kita dapat menarik kesimpulan bahwa dalam melakukan drible/menggiring bola seorang pemain harus dapat merubah arah dan menghindari lawan dengan cepat serta harus dapat menggunakan seluruh bagian kakinya sesuai dengan yang ingin dicapai. sehingga mengakibatkan robek/putusnya jaringanjaringan. Rincian sistem Aerobik dan Anaerobik menujukan bagaimana atau . Tidak mudah mendapatkan kecelakaan atau cedera pada otot. Dari pendapat di atas. Gerakan-gerakan akan dilaksanakan dengan mudah sehingga tidak lekas lelah. Selesai latihan kelentukan perlu diimbangi dengan latihan penguatan. 2. Kegunaan kelentukan menurut Suharno (1986 : 49) di dalam olahraga adalah: 1. 6. 2. kecepatan dan kelincahan. Pemanasan sebelum inti latihan harus cukup panas. Latihan kelentukan sebaiknya dimulai dari kanak-kanak dan pada siang hari. Membantu daya tahan. 3. Gerakan-gerakan jangan dipaksakan. 4. 7. 3. 4. jika merasa sakit segera latihan dihentikan. Latihan harus sistematis. 5. susah untuk berlatih kelentukan. Untuk dapat melakukan semuanya itu sangat dibutuhkan unsur fisik diamtaranya berupa kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan kaki. Mempermudah atlet dalam penguasaan-penguasaan teknik-teknik tinggi. 4. Mengurangi terjadinya cedera atlet Seni gerak tercermin dalam kelentukan yang tinggi. 8. Keuntungan bagi seorang pemain sepakbola apabila memiliki kelentuka yang baik yaitu: 1. Jangan memaksa atlet yang sedang muram.Pendapat lain dari Suharno (1986 : 51) masalah-masalah yang perlu diperhatikan dalam kaitannya melatih kelentukan adalah: 1. teratur dan peningkatan latihan sedikit demi sedikit.

1985: 24). sedangkan unsur kondisi fisik umum meliputi kekuatan. PASI 1993 : 22). kecepatan. dan keseimbangan (Suharno HP. Beban kerja latihan aerobik dapat secara terus-menerus atau dirinci menjadi interval-interval antara lari kencang dan lari pelan. Kekuatan atau energi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam unjuk kerja dan sangat menentukan kualitas kondisi fisik seseorang dan sangat dibutuhkan dihampir semua cabang olahraga. PASI 1993:23). Harsono (1988: 176) menyatakan bahwa kekuatan adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. kelincahan dan kelentukan. memberi umpan atau dalam mencetak gool. Selain menguasai teknik dasar yang benar pemain sepakbola juga harus mempunyai kondisi fisik dan energi yang baik. koordinasi. daya ledak. reaksi. Sedang system anaerobik untuk melakukan gerakan dalam intensitas sedang atau lambat seperti lari jogging. Sistem aerobik dalam sepak bola digunakan untuk melakukan gerakan-gerakan dalam intensitas yang cepat seperti sprint dalam perebutan bola. 1985: 24). . daya tahan. 2. Sistem energi Aerobik berarti dengan oksigen artinya kerja otot dan gerak otot yang dilakukan mengunakan oksigen guna melepas energi dari bahan-bahan otot (PB. Kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas. kekuatan adalah kemampuan dari otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitasnya ( Suharno HP. ketepatan. Hal ini disebabkan karena: 1. dalam meningkatkan kondisi fisik maka perlu dilatihkan beberapa kondisi fisik atau energi. Kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet/orang dari kemungkinan cidera. Sedangkan unsur kondisi fisik khusus mencakup stamina.betapa besar keterlibatan kedua system ini dalam melekukan aktifitas tertentu yang berhubungan dengan aktifitas olah raga. Latihan aerobik yang betul akan memperbaiki produksi energi aerobik dalam otot dan juga dapat menunjang meningkatkan kinerja jantung dan paru-paru. Rincian kedua system ini di tentukan dengan mengidentifikasikan berapa lama dan berapa berat seorang atlet bekerja tanpa istirahat. Sedangkan sistem energi Anaerobik berarti tanpa oksigen artinya mampu bekerja dengan intensitas tingkat tinggi (PB. Latihan ringan seperti jogging dapat digunakan untuk dapat meningkatkan dan melatih daya tahan anaerobic. Dalam keterkaitannya dengan cabang olah raga sepak bola kedua system energi ini samasama memberi peranan yang penting dalam menunjang melakukan gerak olah raga ini.

1988: 111). menerima beban dalam waktu kerja . Kekuatan otot tungkai seseorang berperan penting dalam meningkatkan frekuensi langkah lari seseorang. kekuatan daya ledak. Kekuatan maksimal adalah kemampuan otot dalam konsentrasi maksimal serta dapat melawan/menahan beban yang maksimal pula. Para ahli fisiologi berpendapat bahwa pembesaran otot itu disebabkan oleh bertambah luasnya serabut otot akibat suatu latihan. Kekuatan daya ledak adalah kemampuan sebuah otot atau segerombolan otot untuk mengatasi tahanan beban dengan kecepatan tinggi dalam satu gerakan yang utuh. kelentukan. Salah satu faktor yang berperan dalam pencapaian kecepatan menggiring bola adalah faktor kondisi fisik kekuatan energi otot tungkai. dan power endurance (kuat dan tahan lama). 1. (M. Dengan kata lain untuk mencapai kecepatan menggiring bola harus ada unsur kondisi fisik terutama kekuatan otot tungkai yang digunakan untuk mengangkat paha dan menolak pada saat lari menggiring bola. Menurut Suharno HP (1985: 25) kekuatan ada 3 macam yaitu: kekuatan maksimal. Dalam pencapaian kecepatan menggiring bola kelincahan dan kekuatan otot tungkai sangat berpengaruh. daya ledak dan sebagainya. Power endurance (kuat dan tahan lama) adalah kemampuan tahan lamanya kekuatan otot untuk melawan tahanan beban yang tinggi intensitasnya. 2. Kekuatan dapat mendukung kemampuan kondisi fisik yang lebih efisien. Seorang pemain sepakbola harus memiliki kaki yang kuat. makin kuat pula otot tersebut. Namun faktor-faktor tersebut tetap dikombinasikan dengan faktor kekuatan agar memperoleh hasil yang baik. Karena otot merupakan faktor pendukung kemampuan seseorang untuk melangkahkan kaki. pergelangan kaki yang kuat. meskipun banyak aktivitas olahraga yang lebih memerlukan kelincahan.Sajoto. Kekuatan atau strength komponen kondisi fisik yang menyangkut masalah kemampuan seorang atlet pada saat mempergunakan otot-ototnya. Kekuatan otot tungkai ini digunakan saat lari menggiring bola.3. kecepatan. karena frekuensi langkah adalah perkalian antara kekuatan otot tungkai dan kecepatan otot dalam melangkah. Makin besar serabut-serabut otot seseorang. Besar kecilnya otot benar-benar berpengaruh terhadap kekuatan otot. 3. lutut yang kuat dan tungkai yang kuat agar dapat memikul badan yang berat.

Weight training adalah bentuk latihan yang bertujuan mengembangkan dan memperkuat. disamping bentuk-bentuk latihan yang lain. Telah diketahui bahwa kekuatan otot meningkat sesuai dengan volume otot” (Straoss.tertentu (M. Dengan seorang pesepakbola memiliki kekuatan otot tungkai yang baik diharapkan keterampilan menggiring bolanya lebih memadai. 1988: 7). D. Sajoto. yang berarti seseorang akan dapat memanfaatkan sesuai dengan gerakan teknik yang dikehendaki. mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah dengan waktu yang sesingkatsingkatnya. latihan yang sering digunakan pelatih adalah weight training. Kekuatan otot tungkai disini yaitu kemampuan seseorang dalam menggunakan sekelompok otot untuk melakukan gerakan menggiring bola. khususnya volume. Ø Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Dengan Kelentukan Pergelangan Kaki Terhadap Keterampilan Menggiring Bola . circuit training. Ini berarti otot yang mempunyai volume besar kekuatannya juga besar. Untuk meningkatkan kekuatan otot. karena dalam menggiring bola otot tungkai berperan utama yaitu sebagai tumpuan dan stabilisator. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989: 973) tungkai adalah “kaki (seluruh kaki dari pangkal paha ke bawah)”. Berkat latihan dan pembinaan secara teratur dan terus menerus akan diperoleh kekuatan. dan interval training. “umumnya diketahui suatu otot dipengaruhi oleh unsur struktural otot itu. 1988: 58). Analisis Kinetik Ø Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Dengan Keterampilan Menggiring Bola Keterampilan menggiring bola adalah kemampuan seseorang untuk menggerakan kakinya. Melihat dari pernyataan tersebut di atas diasumsikan bahwa untuk mendapatkan keterampilan menggiring bola diperlukan latihan yang terus menerus selain itu juga dibutuhkan unsur fisik berupa kekuatan otot tungkai. Menurut Harsono (1988: 176) kekuatan adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot yang dimaksud penulis yaitu kemampuan otot tungkai untuk mempergunakan otot-ototnya menerima beban dalam waktu kerja tertentu.

Dengan seorang pesepakbola memiliki kekuatan otot tungkai yang baik diharapkan keterampilan menggiring bolanyapun akan menjadi lebih baik. dan dengan didukung kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan kaki yang baik. kondisi fisik seseorang akan dapat diketahui sampai seberapa jauh kemampuannya dalam mendukung aktivitas olahraganya. Kemampuan atau kapasitas kerjanya yaitu dari segi faalnya. Artinya apabila seseorang pemain sepak bola berlatih menggiring bola secara terus menerus akan dapat menambah keterampilan menggiring bolanya. Keadaan tersebut tidak dapat dilihat secara langsung seperti yang pertama. kemampuan fisik adalah kemampuan memfungsikan organ-organ tubuh didalam melakukan aktivitas fisik. Pola Latihan A. khususnya teknik dasar menggiring bola anggota tubuh yang berperan utama adalah tungkai. 1995: 8). Gerakan yang terampil bisa dilakukan apabila kondisi fisiknya memadai. diduga juga mempunyai hubungan yang positif dengan keterampilan menggiring bola. Pada saat menggiring bola kelentukan pergelangan kaki dibutuhkan untuk melakukan gerakan-gerakan lari sehingga dalam menggiring bola bisa lebih cepat. Segi wujudnya yang dapat dilihat secara jelas seperti anatomi/antropometri. Tubuh manusia pada garis besarnya terdiri dari unsur jasmani dan rohani.3. karena tungkai berfungsi sebagai tumpuan dan stabilisator. sedangkan menurut Sugiyanto (1993: 221). Oleh karena itu apabila dari kedua variabel di atas dihubungkan secara bersama-sama. diharapkan keterampilan menggiring bolanya akan lebih memadai. Sajoto. Oleh karena itu timbul dugaan bahwa kelentukan pergelangan kaki mempunyai hubungan dengan keterampilan menggiring bola. Bentuk Latihan Kondisi Fisik Kondisi fisik adalah suatu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Kondisi fisik sangat penting untuk mendukung aktivitas psikomotor. 2. Selain kekuatan otot tungkai. artinya seorang pemain yang memiliki kelentukan baik diharapkan dapat menambah keterampilan menggiring bola dengan lebih baik. 2. Dalam keadaan seperti ini. baik laboratorium maupun lapangan. Unsur jasmani dapat dilihat dari sudut pandang yaitu: 1. baik peningkatan maupun pemeliharaannya (M. .Pada cabang olahraga sepakbola. melainkan harus melalui suatu tes. kondisi fisik lain yang penting adalah kelentukan.

kecepatan. mempunyai prinsip latihan serta berpengaruh terhadap cabang olahraga yang diikutinya. Frekuensi latihan yang baik dilakukan tiga kali dalam seminggu agar atlit tidak mengalami kelelahan yang kronis. 2) prinsip beban latihan. 3) kesegaran keseimbangan jumlah dalam tubuh dan 4) kesegaran kelentukan. Adapun tujuan latihan menurut penekanannya adalah sebagai berikut: 1. Latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja yang dilakukan secara berulang-ulang dengan penambahan beban latihan atau pekerjaan ( Harsono. . Disamping itu ada dua komponen yang dapat dikategorikan sebagai komponen kondisi fisik yaitu: 1) ketepatan dan 2) reaksi. masing-masing adalah kelompok kesegaran jasmani yaitu: 1) kesegaran otot. Pembentukan taktik (technical build up) Pembentukan taktik meliputi pentahapan dan penyerangan termasuk didalamnya penyusunan strategi. 1988: 101). 3) faktor istirahat. 4) kelincahan. 2) kesegaran kardiovaskuler. bahwa ada pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. ketepatan dan reaksi.Komponen kondisi fisik (Bompa. Pembentukan teknik (technical build up) Pembentukan teknik harus dimulai dari teknik dasar ke teknik yang lebih tinggi dan akhirnya menuju kepada gerakan-gerakan yang otomatis. sistem dan pola. daya lentur. 4) kebiasaan hidup sehat dan 5) faktor lingkungan 6) faktor makanan. Kelompok komponen lain dikatakan sebagai kelompok komponen kesegaran motorik yang terdiri dari: 1) koordinasi gerak. daya tahan. 1990: 29) sebagai komponen kesegaran biometrik dimana komponen kesegaran motorik terdiri dari dua kelompok komponen. 2) keseimbangan. 3. 5) daya ledak otot. kelincahan. daya otot. maka ada 10 komponen yang masuk kategori kondisi fisik. 3) kecepatan. Selain penambahan beban latihan frekuensi latihan juga harus diperhatikan untuk meningkatkan prestasi atlit. Apabila komponen koordinasi gerak digabung kedalam komponen kelincahan. Tujuan latihan adalah peningkatan prestasi yang maksimal. Dalam olahraga prestasi latihan harus mempunyai tujuan yang pasti. 2. Dalam meningkatkan kondisi fisik banyak faktor yang harus dimiliki selain 10 komponen kondisi fisik. Faktor yang mempengaruhi kondisi fisik adalah: 1) faktor latihan. peningkatan kesehatan dan peningkatan kondisi fisik. keseimbangan. Pembentukan kondisi fisik (physical build up) Unsur yang dibentuk dan dikembangkan meliputi kekuatan.

sehingga dapat diambil suatu pengertian bahwa menggiring bila adalah suatu kemampuan menguasai bola dengan kaki oleh pemain sambil lari untuk melewati lawan atau membuka daerah pertahanan lawan. . dapat dibedakan menjadi dua macam program latihan.4. Pertama program latihan peningkatan kondisi fisik baik perkomponen maupun secara keseluruhan. Misalnya pada saat tes seorang pemain sepak bola mempunyai VO max 45 2 ml/kg/menit. Sedangkan menurut Sukatamsi (1984: 158) menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan bagian kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus diatas tanah. Pembentukan mental (mental build up) Pembentukan mental dan usur psikologis sesuai dengan cabang olahraga yang diikuti. bagi pemain sepak bola dalam kondisi puncak adalah (56-70) ml/kg/menit. 1995:29) B. Hal ini dilaksanakan bila berdasarkan tes awal pemain yang bersangkutan belum berada dalam status kondisi fisik yang diperlukan untuk pertandingan-pertandingan yang akan dilakukannya. program latihan mempertahankan kondisi fisik. Bentuk Latihan Menggiring Bola Menggiring bola merupakan teknik dasar dengan bola yang sering digunakan dalam permainan sepakbola. Dari batasan yang diberikan oleh para ahli diatas menunjukkan tidak adanya perbedaan pengertian. yang didukung mental bertanding yang merupakan keselarasan yang matang antara tindakan dengan mental bertanding. maka seorang pelatih kemudian menyusun program latihan endurance bagi pemain tersebut sedemikian rupa sehingga pada saat turnamen berlangsung pemain yang dimaksud dengan status VO max-nya sudah mencapai (56-70) ml/kg/menit dan 2 sebagainya. yaitu suatu program latihan yang disusun sedemikian rupa sehingga dengan program tersebut diharapkan akan berada dalam status kondisi puncak sesuai dengan kondisi fisik yang dibutuhkan untuk cabang olahraga yang bersangkutan dalam suatu turnamen atau pertandingan tertentu (M. 1992: 24). Sarumpaet. Dengan bekal fisik. 5. Pembentukan kematangan juara Akhir dari pembentukan harus menuju kematangan juara. Kedua. Sajoto. Sedang menurut kenyataan yang diperlukan. Dalam latihan kondisi fisik. Menggiring bola merupakan teknik dalam usaha memindahkan bola dari suatu daerah ke daerah lain pada saat permainan berlangsung (A.

Latihan berikutnya sama dengan latian ke-1 dan ke-2 hanya ditambah tingkat kesulitannya (misal: jarak menggiring bola ditambah panjang.3) memancing lawan untuk mendekati bola sehingga daerah penyerangan terbuka. Cara ini hanya digunakan untuk membelok. dan 4) untuk memperlambat permainan (A.2) untuk melewati lawan. Bentuk latihan menggiring bola di dalam permainan sepak bola diantaranya : 1. penulis memilih menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian dalam dan dengan kura-kura kaki bagian luar. 3. Berorientasi dari tujuan menggiring bola. maka dapat dibedakan beberapa cara menggiring bola yaitu: 1) menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian dalam. Latian berikutnya sama dengan latian yang pertama tetapi bola dibawa/digiring kembali dan diberikan pada teman yang berada di belakangnya. Sarumpat. Kesimpulan .sesuai dengan irama lari. 1992: 24-25). kecepatan/lari membawa bola ditambah cepat). 2. 1992: 25). Hal ini dikarenakan untuk menggiring bola berputar ke arah kiri digunakan kura-kura kaki sebelah dalam kaki kanan. setiap langkah kaki kanan bola didorong dengan kaki bagian dalam.Kegunaan menggiring bola sangat besar untuk membantu penyerangan. berputar atau merubah arah (Sukatamsi.  BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. Dari ketiga cara menggiring bola tersebut.1. Menggiring bola dengan sambil membelok ke kiri dan kanan atau zig-zag dengan jarak tertentu dan selanjutnya bola di berikan pada pasangan didepannya. 1) menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian luar. Sarumpat. Tujuan dari menggiring bola adalah: 1) untuk memindahkan permainan. 1984: 160). untuk menembus pertahanan lawan. 3) menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian atas (A.

sedangkan menurut Sugiyanto (1993: 221). Kekuatan otot tungkai adalah kemampuan otot untuk menerima beban dalam waktu bekerja di mana kemampuan itu dihasilkan oleh adanya kontraksi otot yang terdapat pada tungkai. artinya seorang pemain yang memiliki kelentukan baik diharapkan dapat menambah keterampilan menggiring bola dengan lebih baik. 1990: 29) sebagai komponen kesegaran biometrik dimana komponen kesegaran motorik terdiri dari dua kelompok komponen. penulis makalah ini menyimpulkan makalahnya ini. . Menggiring bola diperlukan latihan yang terus menerus selain itu juga dibutuhkan unsur fisik berupa kekuatan otot tungkai. Komponen kondisi fisik (Bompa.Berdasarkan pemaparan pembahasan di atas. 7. karena dalam menggiring bola otot tungkai berperan utama yaitu sebagai tumpuan dan stabilisator. 6. 2) keseimbangan. Kelompok komponen lain dikatakan sebagai kelompok komponen kesegaran motorik yang terdiri dari: 1) koordinasi gerak. 4) kelincahan. 5) daya ledak otot. Dengan seorang pesepakbola memiliki kekuatan otot tungkai yang baik diharapkan keterampilan menggiring bolanya lebih memadai. kemampuan fisik adalah kemampuan memfungsikan organ-organ tubuh didalam melakukan aktivitas fisik. Kelentukan merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan gerak olahraga. 3) kesegaran keseimbangan jumlah dalam tubuh dan 4) kesegaran kelentukan. Oleh karena itu timbul dugaan bahwa kelentukan pergelangan kaki mempunyai hubungan dengan keterampilan menggiring bola. 3) kecepatan. 4. 2) kesegaran kardiovaskuler. Kondisi fisik adalah suatu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. 5. masing-masing adalah kelompok kesegaran jasmani yaitu: 1) kesegaran otot. 1995: 8). baik peningkatan maupun pemeliharaannya (M. 2. Sajoto. kontraksi ini timbul untuk melakukan gerakan yang mendukung. kelentukan pergelangan kaki dibutuhkan untuk melakukan gerakan-gerakan lari sehingga dalam menggiring bola bisa lebih cepat. 3. diantaranya : 1. · Bentuk latihan menggiring bola di dalam permainan sepak bola diantaranya : Menggiring bola dengan sambil membelok ke kiri dan kanan atau zig-zag dengan jarak tertentu dan selanjutnya bola di berikan pada pasangan didepannya. apabila seseorang mengalami gerak yang kurang luas pada persendiannya dapat mengganggu gerakan atau menimbulkan cedera pada otot.

2. taktik dan fisik yang terencana dan terprogram dengan baik supaya dapat meningkatkan kondisi fisik para pemainnya secara keseluruhan agar yang kurang baik menjadi lebih baik dan dapat berprestasi dalam cabang olahraga Sepak Bola. http://digilib.  DAFTAR PUSTAKA P Soekamtasi.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH01ab/5f83b52e.unnes. kecepatan/lari membawa bola ditambah cepat). Teknik Dasar Bermain Sepak Bola.ac. 3.pdf http://digilib.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH1da5/c8b6618a.dir/doc.Saran-Saran · Untuk mendapatkan keterampilan menggiring bola. Oerwadarminta. Jakarta : Balai Pustaka. maka perlu memperhatikan kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan kaki dengan jalan memberikan latihan kekuatan dam kelentukan secara terprogram.pdf http://tegartia.wordpress.· Latian berikutnya sama dengan latian yang pertama tetapi bola dibawa/digiring kembali dan diberikan pada teman yang berada di belakangnya.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH01d9/0437d05a.ac. Solo: Tiga SErangkai. 2002. · Latihan berikutnya sama dengan latian ke-1 dan ke-2 hanya ditambah tingkat kesulitannya (misal: jarak menggiring bola ditambah panjang.com/2009/12/16/sepak-bola/ http://digilib. 1984.pdf .dir/doc.unnes. Kamus Besar Bahasa Indonesia.dir/doc.unnes. · Kondisi fisik para pemain sepak bola harus lebih didahulukan melalui program-program latihan teknik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful