TUGAS PRAKTIKUM KOMPUTASI NUMERIK

PENCARIAN AKAR DENGAN METODE GAUSS SEIDEL

Oleh Fina Dewantari 11/313805/DPA/03806

Instruktur Sri Arum, S.Kom

PROGRAM STUDI D3 KOMPUTER DAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GAJAH MADA YOGYAKARTA 2013

SOAL Selesaikan persamaan linear berikut dengan metode Gauss Seidel : 6x + 15y + 2z = 72 x + y + 54z = 110 27x + 6y – z = 85 a) Tampilkan output pada console sertakan pula coding pada scinotes! b) Jelaskan secara terperinci angka-angka yang muncul sampai dengan iterasi/counter yang kedua dengan algoritma yang Anda gunakan! B.A. 3) Pada Scilab Console klik icon Launch SciNotes Launch SciNotes 4) Masuk ke jendela SciNotes . 2) Tampilan SciLab Console. JAWABAN a) Tampilan output pada consoled dan coding pada SciNotes 1) Masuk ke aplikasi Scilab.

sci lalu ketikan kode sebagai berikut : 6) Kembali ke jendela Scilab Console 7) Execute file GaussSeidel.5) Buat file dengan nama GaussSeidel. Jika file berhasil di execute maka outputnya akan seperti berikut : .sci yang sudah dibuat pada SciNotes File – execute – pilih file yang akan di execute.

110] maka outuputnya : 10) Masukan syntax seperti di bawah ini akar=gaussSeidel(A.8) Setelah file sudah diexecute lalu masukkan nilai seperti di bawah ini : A=[27 6 -1.1 1 54] maka outputnya : 9) Kemudian untuk menampilkan matriks hasil sesuai dengan susunan matriks koefisiennya maka masukkan nilai seperti di bawah ini : b=[85.6 15 2.72.b) maka outputnya : .

b) Penjelasan 1. Matriks variabel 𝑥 x = 𝑦 𝑧 c. Matriks koefisien. i. Menyusun urutan persamaan sehingga memenuhi persyaratan pada persamaan 𝑛 𝑎𝑖𝑖 > 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑖 . |x22|>(|x21|+|x23|) |15|>|6|+|2| 15>8 b. |x11|>(|x12|+|x13|) |27|>|6|+|-1| 27>7 ii. … .2. Matriks koefisien 27 6 −1 𝐴 = 6 15 2 1 1 54 Persyaratan untuk menggunakan metode Gauss Seidell yaitu hanya dapat diselesaikan jika memenuhi persamaan seperti poin nomer 1 yaitu 𝑛 𝑎𝑖𝑖 > 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑖 . a. |x22|>(|x21|+|x23|) |15|>|6|+|2| 15>8 iii. … . 𝑁 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑗 <> 𝑖 2. 𝑖 = 1. 𝑖 = 1.2. Matriks hasil persamaan linear 85 𝑏 = 72 110 . matriks variabel dan matriks hasil. 𝑁 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑗 <> 𝑖 Maka.

1)*(b(1)-sigma1-sigma2) =1/27*(85-0-0)=3.9259539 4. Penjelasan algoritma yang digunakan pada metode Gauss Seidel Persamaan metode Gauss Seidel ialah sebagai berikut : \Pada i = 1 i = 1 sigma1 = 0 sigma2 = 0 untuk for ke-1 j=1.2)*x1(2)) = 0+(6*0)=0 j=3 sigma2= sigma2+(A(1.3)*x1(3)) = 0+(-1*0)=0 x1(1)=1/A(1.14815 .3. tidak dilakukan karena i-1=0 untuk for ke-2 j=2 sigma2= sigma2+(A(1.4254763 Y = 3. Akar persamaan serentak untuk persamaan linear yaitu pada saat perulangan ke 16 maka diperoleh X = 2.5730156 Z = 1.

14815 j=2 sigma1=sigma1+(A(3.9131687 .14815)=3.3)*x1(3)) = 0+(2*0)=0 x1(2)=1/A(2.2)*x1(2)) = 3.5407)=6.68885 untuk for ke-2 j=4.68885)=1.8889 untuk for ke-2 j=3 sigma2= sigma2+(A(2.Pada i = 2 i = 2 sigma1 = 0 sigma2 = 0 untuk for ke-1 j=1 sigma1=sigma1+(A(2.2)*(b(2)-sigma1-sigma2) =1/15*(72-18.5407 Pada i = 3 i = 3 sigma1 = 0 sigma2 = 0 untuk for ke-1 j=1 sigma1=sigma1+(A(3.8889-0)=3.14815)=18.tidak dilakukan karena i+1=4 x1(3)=1/A(3.14815+(1*3.1)*x1(1)) = 0+(1*3.1)*x1(1)) = 0+(6*3.3)*(b(2)-sigma1-sigma2) =1/54*(110-3.14815-6.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.