TELAAH JURNAL PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA DIKARANG WERDHA PENELEH SURABAYA

DISUSUN OLEH : KELOMPOK I

1. Zaenal Arifin 2. Afip Khoirudin 3. Ari Kusumantoro 4. Endang Fatmawati 5. Restantie Frimadinie 6. Muntiaroh

G3A012040 G3A012130 G3A012117 G3A012037 G3A012098 G3A012074

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2013

Menua bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan suatu proses berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam maupun dari luar tubuh . fungsi kognitif pada lansia juga mengalami penurunan. berlangsung sejak seseorang mencapai usia dewasa. susunan syaraf. kolestrol. Alasan mengapa judul itu dipresentasikan : kejadian di RS? 2. misalnya dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot.TELAAH JURNAL PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA A. IDENTIFIKASI MASALAH 1. asam urat. JUDUL Pengaruh Brain Gym Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia Dikarang Werdha Peneleh Surabaya B. Pendahuluan Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan–lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides. (Nugroho. seperti arthritis. hipertensi dan penyakit jantung. Walaupun demikian. 2002). memang harus diakui bahwa ada beberapa penyakit yang menghinggapi kaum lansia. 3. selain aspek fisiologis yang mengalami perubahan pada lansia. Identifikasi Masalah Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara berlahan – lahan jaringan memperbaiki diri / mengganti dan mempertahankan fungsi . dan jaringan lain sehingga tubuh “mati” sedikit demi sedikit. Topik Permasalahan Untuk mengetahui pengaruh Brain Gym terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di Karang Wherda Peneleh Surabaya. Proses ini merupakan proses yang terus-menerus secara alamiah. 1994).

Hasil Penelitian Berdasarkan tabel didapatkan bahwa dari 20 responden pada kelompok perlakuan dan kontrol. artinya suatu rancangan penelitian yang dipergunakan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan adanya keterlibatan peneliti dalam melakukan manipulasi terhadap variabel bebas (Nursalam. Setelah pengisian kuisioner kelompok perlakuan diberi pelatihan atau pelaksanaan Brain Gym dan tiga minggu setelah itu kemudian kedua kelompok mengisi kembali kuisioner. 2003). Prosedur Pengumpulan Data Desain penelitian ini adalah quasy eksperimental. dan metode Brain Gym ini dilakukan 2 kali sehari yakni menjelang dan setelah bangun tidur dengan durasi ± 15 menit. 5. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Responden dibagi menjadi dua kelompok. yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Perubahan-perubahan lain yang terjadi pada lansia adalah : a) Perubahan fungsi motorik b) Perubahan fungsi sensorik c) Perubahan fungsi sensomotorik d) Perubahan fungsi kognitif e) Memori panjang f) Proses informasi 4. kemudian peneliti mengadakan pre test selama 1 minggu dan memberikan intervensi kepada responden yang masuk dalam kategori perlakuan selama 3 minggu. Peneliti menyiapkan instrumen sebagai tahap persiapan. Sebelumnya responden diberi penjelasan maksud dan tujuan penelitian serta cara mengisi kuisioner supaya hasilnya valid.normalnya sehingga tidak dapat bertahan infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan fungsi kognitif 7 responden (70%) dan pada kelompok kontrol 0 responden . Sebagai subyek penelitian yaitu lansia di Karang Wherda Peneleh Surabaya yang sudah memenuhi kriteria inklusi. untuk mengetahui hasil intervensi peneliti melakukan post test selama 1 minggu kepada seluruh responden. dan dilanjutkan dengan menganalisa data.

05 berarti nilai H0 ditolak berarti ada perbedaan fungsi kognitif yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi Brain Gym pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. 6.1) menunjukkan bahwa baik pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol sebelum dilakukan intervensi brain gym sebagian besar konstan 10 responden (100%) pada kelompok perlakuan dan 10 responden (100%) pada kelompok kontrol.05 berarti H0 ditolak. berarti ada perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pada uji Chi Square didapatkan hasil p = 0.016 dengan α = 0. . Hal ini bisa dilihat dalam lampiran (tabel 5. Berdasarkan tabel didapatkan bahwa dari 20 responden pada kelompok perlakuan dan kontrol sebagian besar kelompok perlakuan mengalami peningkatan 7 responden (70%) dan 3 responden (30%) konstand. Neemar didapatkan data p = 0.05 berarti H0 ditolak berarti ada perbedaan fungsi kognitif yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi Brain Gym pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.016 dengan α = 0. Hasil uji Mc.(0%). Analisis Hasil Penelitian a) Analisis perbedaan fungsi kognitif lansia pada responden sebelum dan setelah dilakukan intervensi Brain gym pada kelompok perlakuan dan kontrol Fungsi kognitif lansia pada responden baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol sebelum dilakukan intervensi Brain Gym masih konstan dan mengalami kenaikan pada kelompok perlakuan setelah mendapatkan intervensi brain gym.03 dengan α = 0. sedangkan pada kelompok kontrol 10 responden (100%) konstand. Hasil uji analisis skala Mc. Neemar didapatkan hasil p = 0. Sedangkan setelah intervensi dilakukan pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan sebanyak 7 responden (70%) dan tidak satu pun yang mengalami peningkatan pada kelompok kontrol (0%).

berarti ada perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. pekerjaan. dan lain-lain. tidak secara mendetail setiap langkah dan cara yang harus dilakukan oleh seorang perawat. istilah dan caraperhitungan data statistik yang digunakan dalam penelitian tersebut. 2) Kekurangan   Masih ada perdebatan atau teori yang berbeda dari setiap penulis dan belum saling melengkapi.status kesehatan dan lain-lain. sedangkan pada kelompok kontrol 10 responden (100%) konstan. Setiap sampel yang digunakan juga diteliti dan dijelaskan keadaan mereka secara umum. p.b) Analisis perbedaan antara kelompok perlakuan (diberi intervensi Brain Gym) dengan kelompok kontrol (tidak diberi intervensi) Dari tabel tersebut di atas menunjukan bahwa responden yang mendapatkan intervensi perlakuan mengalami peningkatan 7 responden (70%) dan hanya 3 responden (30%) yang konstan.   Metode penelitian dijelaskan secara detail.05 berarti H0 ditolak.  Peran perawat hanya dijelaskan secara garis besar saja. mulai dari cara pencarian sampel hingga mendapatkan hasil akhir penelitian. Ada beberapa singkatan kata yang belum dijelaskan apa maknanya. Rekomenda Si klinik untuk perawat RS ? . KESIMPULAN 1) Kelebihan  Setiap penjelasan dicantumkan nama penulis dari penelitian sebelumnya sehingga bisa digunakan sebagai sumber pendukung dari data tersebut. C. jenis kelamin.03 dengan α = 0. seperti usia.contohnya r. Hasil uji Chi Square didapatkan hasil p = 0.c) Tidak semua orang mengetahui arti dari simbol. status perkawinan.

REFERENSI : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful