P. 1
acara 4 struktur bunga

acara 4 struktur bunga

|Views: 187|Likes:
Pemuliaan tanaman merupakan sebuah ilmu dalam memperbaiki sifat tanaman menjadi lebih baik yang bersifat unggul dan berkualitas. disini pemulian tanaman mengambil struktur bunga.
Pemuliaan tanaman merupakan sebuah ilmu dalam memperbaiki sifat tanaman menjadi lebih baik yang bersifat unggul dan berkualitas. disini pemulian tanaman mengambil struktur bunga.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Pramusita Yoga Daniswara on May 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2015

pdf

text

original

PENDAHULUAN Bunga dapat dipandang sebagai suatu batang atau cabang pendek yang berdaun dan telah mengalami

perubahan bentuk. Bunga merupakan suatu cabang yang tumbuhnya terbatas, beruas pendek-pendek, dan daun-daunnya telah mengalami perubahan bentuk menjadi kelopak (calyx), tajuk (corolla), benang sari (stamen), dan putik (pistillum), yang tersusun melingkar rapat sehingga tampaknya seperti bertumpuk pada sebuah buku (nodus). Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji. Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji. Penyerbukan adalah peristiwa menempelnya serbuk sari bunga pada kepala putik suatu bunga. Setiap proses penyerbukan tidak selalu menjamin berlangsungnya pembuahan pada bunga yang diserbuk, karena bergantung pada faktor-faktor penyerbukan tertentu. Berdasarkan asal serbuk sarinya, dikenal ada dua jenis penyerbukan, yaitu: 1. Penyerbukan sendiri (Autogami) terjadi jika serbuk sarinya berasal dari bunga yang sama. 2. Penyerbukan silang (Allogami) terjadi jika serbuk sarinya berasal dari bunga lainnya hingga terjadi pembuahan. Pengetahuan tentang morfologi bunga dapat mempermudah kita dalam menentukan metode pemuliaan yang dapat diterapkan serta dapat menentukan jenis penyerbukannya.. Proses penting dalam daur hidup suatu tanaman adalah penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan (pollination) merupakan peristiwa melekatnya serbuk sari ke kepala putik. Penyerbukan merupakan tahap awal dari terbentuknya individu atau tanaman baru. Penyerbukan dapat terjadi secara alami dengan bantuan angin, air, manusia, serangga atau hewan lainnya dan lain-lain.

Oleh sebab itu suatu tumbuhan berbiji. Pada kebanyakan tanaman buah-buahan.Tinjauan Pustaka Alat perkembangbiakan generatif itu bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenisnya tumbuhan. (I Nyoman Rai et al. Melalui peristiwa antar varietas/galur. sehingga memacu pertumbuhan vegetatif dan menghambat pembungaan. pelaksanaan emaskulasi dan polinasi serta jumlah polen yang diserbukan (Zarnadi 2012). Dari suatu persilangan dapat diharapkan keturunan yang mempunyai sifat lebih baik dari salah satu atau kedua induknya. mengemukakan bahwa kandungan giberelin tinggi menyebabkan pertumbuhan vegetatif tanaman dominan. jika sudah tiba waktunya baginya akan mengeluarkan bunga. terutama di bagian sel meristematik. kegiatan penggabungan sifat unggul dapat dilakuakan. kelangsungan hidup pollen penting sebagai parameter unutk pemuliaan tanaman panjang usia pollen diperoleh dari nilai takaran kelangsungan hidupnya setelah penyimpanan pada kondisi yang telah ditetapkan (Astarini and Phoemer. Keberhasilan persilangan sangat dipengaruhi oleh kondisi tanaman. batang. 1997) Pembentukan calon (primordia) bunga menandai berakhirnya masa muda dan masa vegetatif tanaman. M. yaitu diawali deangn perubahan primordial batang menjadi primordial bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa-peristiwa yang disebut penyerbukan dan pembuahan akan menghasilkan bagian tumbuhan yang kita sebut sebagai buah. Dalam jangka pendek membutuhkan temperatur yang rendah dan kelembapannya cukup tinggi. induksi bunga erat kaitannya dengan kandungan giberelin. lingkungan. sehingga pembentukan calon bunga terhambat. umumnya pada suhu rendah dan kadar uap lembab akan meningkatkan umur pollen. (Tjitrosoepomo. tetapi bagi tumbuhan yang berbiji. Pada pollen umur reseptivenya dipengaruhi oleh temperatur dan kandungan uap lembab.G. Pembungaan merupakan suatu prosees fisiologis dan morfologis dengan spektru yang luas. atau tunas berubah menjadi jaringan calon organ reproduksi (Hidayat A. .Giberelin tinggi memacu pembelahan dan pemanjangan sel di apeks pucuk. 2013). 2006) Persilangan buatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keragaman. Pada saat tersebut terjadi perubahan secara fisiologis-morfologis sebagai akibat metabolisme pada titik tumbuh yang mestinya mengalami diferensiasi menjadi calon daun.1997) Kebanyakan tanaman yang saat pemasakan pollen dan tepungsari tidak bersamaan. alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Diawali dengan masa kritis.

waktu. informasi mengenai perkembangan organ reproduktif suatu jenis sangat diperlukan. periode. periode dan intensitas pembungaan pada genus Melaleuca sangat bervariasi antar species dan antar tempat tumbuh (Baskorowati et al. Waktu. . Waktu. 2008). Adanya variasi pembungaan umumnya disebabkan oleh perbedaan genetik antar induk dan juga disebabkan oleh faktor-faktor biotik dan abiotik.Untuk menunjang kegiatan pemuliaan. Keberhasilan reproduksi dapat diprediksi dengan mengetahui proses pembungaan seperti musim. frekuensi dan intensitas pembungaan bervariasi menurut jenis. khususnya pekerjaan perkawinan buatan antar pohon induk. dan juga intensitas dari pembungaan dan pembuahan suatu species.

2007: 146): a. penyerbukan. yaitu bunga yang padanya terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina). . Maka dari itu. dan bagaimana sifat tanaman tersebut. Bunga ini seringkali dinamakan pula bunga sempurna atau bunga lengkap. tajuk atau mahkota bunga.) ditunjukkan dengan lambang ♀. Bunga berkelamin tunggal (unisexualis). Bunga jantan (flos masculus). yang diikuti dengan pembuahan. Dengan mempelajari biologi bunga maka para pemulia tanaman akan dapat melakukan kegiatan pemuliaan tanaman karena dalam biologi bunga akan dipelajari berbagai macam struktur bunga. Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Komponen dasar dari suatu bunga adalah kelopak. serta pembentukan buah. kerena biasanya pun jelas mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas kelopak dan mahkota. benang sari dan putik (Darjanto. untuk dapat menyelenggarakan kegiatan pemuliaan tanaman seperti penyerbukan silang buatan dengan hasil yang baik diperlukan pengetahuan tentang sifatsifat dari kedua jenis tanaman yang akan dipersilangkan dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembungaan. jika pada bunga hanya terdapat salh satu dari kedua macam alat kelaminnya. Bunga jantan seringkali ditunjukkan dengan lambang ♂. 1982). Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus). Dengan metode pemuliaan tanaman diharapkan dapat menyelenggarakan penyerbukan silang yang baik (Mangoendidjojo.PEMBAHASAN Di dalam ilmu budidaya dan pemuliaan tanaman. 2003) Bardasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga. dan berlanjut dengan pembentukan biji (Etti 2006) Bunga merupakan bagian terpenting untuk kegiatan pemuliaan tanaman karena bunga adalah organ yang penting bagi tanaman terutama untuk proses perkembangbiakan secara seksual. sehingga bisa diketahui kedudukan benang sari dan putik dari bunga yang bersangkutan. Proses dimulai dengan penyerbukan. orang membedakan (Tjitrosoepomo. b. Berdasarkan alat kelamin yang ada padanya dapat dibedakan lagi dalam: 1. Selain itu juga dapat diketahui tipe persilangan yang terjadi pada tanaman. mempelajari biologi bunga merupakan salah satu hal yang sangat penting. misalnya bunga jagung yang terdapat di bagian atas tumbuhan. W. jika pada bunga hanya terdapat benang sari tanpa putik. misalnya pada bunga terung (Solanum melongena L.

2.1. Di dalam alam. terdiri atas tiga segmen berwarna kuning mengilap. Misalnya bunga pinggir (Hellianthus annuus L. struktur bunga mempunyai 5-6 helai mahkota bunga. Alogami/xenogami. Penyerbukan sendiri Jika penyerbukan terjadi antara bunga dari satu individu. Penyerbukan silang : 1.000. Bakal buah (ovarium) berbentuk hanpur bulat. Tanaman cabai rawit dapat menyebuk sendiri dan silang. tetapi kadang-kadang berubah mengikuti proses pembentukan buah. Autogami. melainkan hanya putik saja. Bunga betina ditunjukkan dalam lambang ♀. jika serbuk sari suatu bunga menyerbuki putik bunga itu sendiri. Pada tumbuhan juga dikenal berbagai jenis penyerbukan yaitu : a. misalnya bunga jagung yang tersusun dalam tongkolnya. penyerbukan silang di lapangan dilakukan oleh serangga dan angin. dalam satu kotak sari berkembang 11. jika serbuk sari suatu bunga menyerbuki putik lain bunga pada tumbuhan itu juga.) (Tjitrosoepomo. yaitu bunga yang tidak mempunyai banang sari. 5 helai daun bunga. 1 putik (stigma) dengan kepala putik berbentuk bulat 5.2. Dari proses penyerbukan akan dihasilkan buah (Rahmat 2002) . bunga-bunga yang diamati adalah : Hasil Pengamatan Cabai bunga cabai rawit tumbuh tunggal dari ketiak ketiak daun dan ujung ruas.helai benang sari dengan kepala sari berbentuk lonjong dan berwarna biru keungu-unguan. Geitogami. Pada praktikum kali ini.000 butr tepung sari. jika pada bunga tidak terdapat benang sari maupun putik. baik yang berasal dari satu bunga (bunga banci) maupun dari bunga lain pada tumbuhan itu juga. terdapat bermacam-macam bentuk dan susunan bunga yang memperbesar kemungkinan terjadinya alogami. 2. Penyerbukan ini dibedakan : 1. jika penyerbukan terjadi antara bunga-bunga tumbuhan yang berlainan tetapi masih sejenis. b. Bunga betina (flos feminieus). Bunga mandul atau tidak berkelamin. tepung sari berbentuk lonkong. c. 2007: 146). Penyerbukan bastar. jika penyerbukan terjadi antara bunga-bunga tumbuhan yang berlainan dan berlainan pula jenisnya.

Tiap unit bunga pada malai dinamakan spikelet yang pada hakekatnya adalah bunga yang terdiri dari tangkai.al. karena pada satutumbuhan terdapat bunga jantan. Kelopak berada dalam satu lingkaran dengan 5 sepala yang saling berlekatan. Bunga padi mempunyai tipe persilangan menyerbuk sendiri Bunga padi berkelamin dua. bunga sempurna (hermaprodit). ledicule menjadi tegang dan mendorong kelopak luar (lemma) dan kelopak dalam (palea) menjadi terpisah dan terbuka. Tandan bunga majemuk. Menurut Kalie (1996). tetrasiklis pentamer. lemma. Tanaman pepaya memiliki 3 jenis bunga yaitu : 1. Secara keseluruhan bunga padi disebut malai. bunga betina dan bunga sempurna. bunga jantan (masculus). bunga pepaya termasuk bunga majemuk yang tersusun pada sebuah tangkai (pedunculus). putik dan benang sari serta beberapa organ lainnya yang bersifat inferior (Hardjoridomo. tangkai sarinya pendek dan tipis. Corolla dan androecium saling berlekatan dengan gynaecium yang tidak terbentuk (Rubatzky et. kepala sari besar serta mempunyai dua kandung serbuk. 3. Merupakan bunga hermaprodit. pentasiklis primer dan simetri aktinomorf. 1982). . bakal buah. 2. Gynaecium dengan 5 pistillum saling berlekatan dan saling menumpang. adalah bunga yang memiliki putik dan benang sari (biseksual). Putik mempunyai 2 tangkai putik dengan 2 kepala putik yang berbentuk malai dengan warna pada umumnya putih / ungu.Hasil pengamatan papaya Pepaya termasuk golongan tumbuhan poligam (polygamus).Biasanya poligam dimaksud untuk menunjukan sifat tumbuhan bertaliandengan sifat bunga tali yang memperlihatkan suatu kombinasi bukanberumah satu dan juga bukan berumah dua. jumlah benangsari ada 6 buah. aktinomorf. Hasil pengamatan Padi Bunga padi adalah bunga telanjang artinya tidak mempunyai perhiasan bunga. adalah bunga yang hanya memiliki benang sari saja (uniseksual) bunga betina (femiculus) adalah bunga yang hanya memiliki putik saja. Kelopak bunga majemuk duduk pada tangkai daun. Pada proses penyerbukannya. 1998). apabila bunga hendak berkembang atau terbuka. Berkelamin 2 jenis dengan bakal buah yang di atas.. Androecium berada dalam dua lingkaran yang saling berlepasan. palea. pada tiap bunga terdapat 2 buah daun kelopak kecil dan 2 buah mahkota bunga yang disebut palea dan lemma. Mahkota dalam satu lingkaran dengan 5 petala yang saling berlepasan.

Hasil dari pencandraan tersebut bisa dijadikan dasar untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan suatu tumbuhan. Melalui pengetahuan tentang manfaat suatu tumbuhan. M. Bunga jantan terletak dipucuk yang ditandai dengan adanya rambut atau tassel dan bunga betina terletak di ketiak daun dan akan mengeluarkan stil dan stigma (Idris et al. 1982). Bunga jantan terdiri dari gluma. calon biji. 1991). anther. maka dapat dimaksimalkan pemanfaatan dari tumbuhan tersebut. penutup kelobot dan rambut-rambut. lodikula. et al. tunas. palea.Hasil pengamatan Jagung Jagung merupakan tanaman berumah satu dimana bunga jantan terbentuk pada ujung batang. calon janggel. Bunga jagung tergolong bunga tidak lengkap karena struktur bunganya tidak mempunyai petal dan sepal dimana organ bunga jantan (staminate) dan organ bunga betina (pestilate) tidak terdapat dalam satu bunga disebut berumah satu (Idris. filamen dan lemma. Salah satu tahapan sebelum mengenal nama tumbuhan ialah melalui pencandraan terhadap tanaman seperti pencandran bunga. sedangkan bunga betina terletak pada pertengahan batang. pencandraan meliputi pengamatan terhadap struktur morfologi organ vegetatif dan generatif dari bunga tumbuhan tersebut. kelobot. . maka manfaat dan fungsi dari suatu tumbuhan dapat diketahui. Jika sudah diketahui klasifikasinya. Adapun bagian dari bunga betina adalah tangkai tongkol.

Hlm. World Vegetable . L. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol. Gunung Kidul. V. Kanisius. Jagung.. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2002 Usaha Tani Cabai Rawit. Etti. Yogyakarta. 2. Mohammad. Rubatzky. Diakses tanggal 20 April 2013 I Nyoman Rai... 1997. Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman. hlm. A. Hidayat A. Susanto. 2008. 24-25 Hardjoridomo.E and M. Vol. 3. Kartikawati. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga Dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. B. 1-13 Darjanto dan Siti Satifah. Jakarta: PT Gramedia.M.. 1996.com. Perubahan Kandungan Giberelin dan Gula Total pada Fase-Fase Perkembangan Bunga Manggis. Latifah Kosim Darusman dan Bambang Sapta Purwoko. Biologi Bunga. N. Bandung: Bina Cipta. ITB. Hashim. BIOLOGI BUNGA Licuala gracilis Bl.DAPUS Astarini. Rukmana. Yamaguchi. Mangoendidjojo. Jakarta. Pembungaan dan Pembuahan Malaleuca Cajuputi SUBSP. Jurnal Biologi Sumatera Vol 1 No 2.. M. A. M.56. Pollen viability study on 13 genotype of Boreria (Rutaceae). Bandung. Umiyati. J. 1991. Kalie. A and Phoemer. B. Hal. 1998. Bertanam Padi. 1982. Zainal. 49. R.. Yogyakarta: Kanisius.. Lassim. . Kualalumpur. Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor. Cajuputi Powell di Kebun Benih Semai Paliyan.Journal Hayati. (Arecaceae). A. M. W.anakagronomy. 1982. Roedhy Poerwanto. A. 2013. M. Baskorowati. 101-106 Idris. 2003. Rahmat.. Sudjana. 2006. A. 13. Yogyakarta. Bertanam Pepaya.. No. Dewan Bahasa Pustaka. Penebar Swadaya. Hal: 2-19. Jurnal of Biology : 55 . Rimbawanto dan M. hlm.. Sartina Siregar. Tanaman Biji. Buletin Teknik Pertanian (3). http://www. Sudjadi.1987. Norman. A. Rifin. 2 No. 2006.

1997.com. Gadjah Mada Zarnadi 2012. Gembong. Diakses tanggal 20 April 2013 . Morfologi Tumbuhan. Bagian bagian bunga. http://zarnadi.Tjitrosoepomo.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->