AKUNTANSI MANAJEMEN DAN SISTEM PENGENDALIAN SEKTOR PUBLIK

Akuntansi manajemen sektor publik Peran utama akuntansi manajemen sektor publik adalah menyediakan informasi akuntansi yang akan digunakan oleh manajer sektor publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Informasi akuntansi diberikan sebagai alat atau sarana untuk membantu manajer menjalankan fungsi-fungsi manajemen sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi Perencanaan merupakan cara organisasi menetapkan tujuan dan sasaran organisasi. Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya strategik, taktis, dan melibatkan aspek operasional. Dalam hal perencanaan organisasi, akuntansi manajemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk memfasilitasi perencanaan. Bagi tiap-tiap jenis organisasi, sistem perencanaan berbeda-beda tergantung pada tingkat ketidakpastian dan tingkat kestabilan lingkungan yang mempengaruhi. Semakin tinggi tingkat ketidakpastian dan ketidakstabilan lingkungan yang dihadapi organisasi, maka diperlukan sistem perencanaan yang semakin kompleks dan canggih. Dalam organisasi sektor publik, lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen, dimana faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tingkat kesetabilan organisasi. Sementara itu, tingkat ketidakpastian (turbulasi) yang dihadapi sektor publik di masa-masa mendatang akan semakin tinggi. Informasi akuntansi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: 1. Informasi yang sifatnya rutin atau ad hoc 2. Informasi kuantitatif atau kualitatif 3. Informasi disampaikan melalui saluran formal atau informal Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang regular, misalnya laporan keuangan bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sementara itu, organisasi sector public seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang segera. Untuk melakukan perencanaan yang temporer, diperlukan informasi yang sifatnya ad hoc. Informasi akuntansi untuk perencanaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya. Apakah informasi akuntansi tersebut disampaikan melalui mekanisme formal ataukah informal. Mekanisme formal misalnya adalah melalui rapat-rapat dinas, rapat komisi dan sebagainya.

1

Hal tersebut adalah karena adanya batasan transparansi dan akuntabilitas public yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik. Perumusan strategi 2. pengukuran.Pada organisasi sector public. Akuntansi Sebagai Alat Pengendalian Organisasi Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. dan pengkomunikasian informasi finansial yang digunakan oleh manajemen perencanaan. terutama dalam hal luas informasi yang diberikan. Pengoptimalan penggunaan sumber daya 5. Pengungkapan (disclosure) kepada shareholders dan pihak luar organisasi 6. saluran informasi lebih banyak bersifat formal. maka alat pengendaliannya lebih banyak bertumpu pada mekanisme organisasi (negotiated bargain) meskipun hal tersebut bervariasi untuk tiap organisasi dan tingkatan manajemen. penganalisaan. dan pengintepretasian informasi yang digunakan untuk: 1. Pengambilan keputusan 4. sedangkan level atas lebih bersifat normatif. penyiapan. Sementara itu. dan pengendalian organisasi serta untuk menjamin bahwa sumber daya digunakan secara tepat dan akuntabel. Pengendalian untuk manajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa. maka alat pengendaliannya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar. karena berorientasi pada perolehan laba. evaluasi. Jones dan Pandlebury (1996) membuat definisi yang lebih luas daripada definisi yang dikeluarkan oleh Institute of Management Accountants. penyajian. sedangkan mekanisme informal relative jarang dilakukan. Chartered Institute of Management Accountants mendefinisikan akuntansi manajemen sebagai suatu bagian integral dari manajemen yang terkait dengan pengidentifikasian. Perencanaan dan pengendalian aktivitas 3. Organisasi bisnis. Pengungkapan kepada karyawan 2 . Akuntansi manajemen merupakan bagian dari suatu sistem pengendalian manajemen yang integral. pengintepretasian. Pengendalian organisasi adalah terkait dengan pengintegrasian aktivitas fungsional ke dalam sistem organisasi secara keseluruhan. Institute of Management Accountants (1981) mendefinisikan akuntansi manajemen sebagai suatu proses pengidentifikasian. sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja. Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah diterapkan. pengakumulasian.

Peran akuntansi manajemen adalah memberikan informasi untuk menentukan berapa biaya program (cost of program) dan beberapa biaya suatu aktivitas (cost of activity). quality and services). Akan tetapi. pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akuntansi manajemen yang modern. manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi. Perlindungan aset Pada dasarnya prinsip akuntansi manajemen sektor publik tidak banyak berbeda dengan prinsip akuntansi manajemen yang diterapkan pada sektor swasta. Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi: 1. Akuntansi manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan utama yaitu efisiensi biaya. Pemberian informasi biaya 3. sehingga penerapan teknik akuntansi manajemen sektor swasta tidak dapat diadopsi secara langsung tanpa modifikasi. Penilaian kinerja 1. Perencanaan stratejik 2.7. Penganggaran 5. Penentuan biaya pelayanan dan penentuan tarif pelayanan 6. sementara biaya pada sektor publik sebagian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak 3 . terdapat sedikit perbedaan antara sektor swasta dengan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk/pelayanan (product costing). Perencanaan Stratejik Pada tahap perencanaan stratejik. Dalam organisasi sektor publik. Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Namun tetap. sehingga berdasarkan informasi akuntansi tersebut manajer dapat menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Penilaian investasi 4. Hal tersebut disebabkan sebagian besar biaya pada sektor swasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan. kualitas produk. sedangkan pengendalian dilakukan terhadap pengendalian tugas (task control). harus diingat bahwa sektor publik memiliki perbedaan sifat dan karakterisitik dengan sektor swasta. dan pelayanan (cost. perencanaan dimulai sejak dilakukannya perencanaan stratejik.

dan stabilisasi. 2. Menentukan biaya sosial dan manfaat sosial dalam satuan moneter sangat sulit dilakukan. Kebanyakan output yang dihasilkan di sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur. dapat digunakan analisis efektifitas biaya (cost-effectiveness analysis). Pemberian informasi biaya Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok yaitu: biaya input. 4 . Pada organisasi sektor publik output diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan. penilaian investasi dengan menggunakan analisis biaya-manfaat di sektor publik sulit dilaksanakan. efisien. Biaya diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi. Penganggaran Akuntansi manajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. Biaya input bisa berupa biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku. Oleh karena itu. • • Biaya Input: Biaya input adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. Penilaian investasi dalam organisasi publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis). Teknik-teknik penilaian investasi yang digunakan di sektor swasta didesain untuk organisasi yang berorientasi pada laba. adil dan merata. Biaya output: Biaya output adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga sampai ke tangan pelanggan.memiliki hubungan langsung antara aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. sehingga untuk menentukan keuntungan di masa depan dalam ukuran finansial (expected return) tidak dapat (sulit) dilakukan. Hal tersebut karena biaya dan manfaat yang harus dianalisis tidak hanya dilihat dari sisi finansialnya saja akan tetapi harus mencakup biaya sosial (social cost) dan manfaat sosial (social benefits) yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan. Terkait dengan tiga fungsi anggaran. Untuk memudahkan. Penilaian investasi Penilaian investasi di sektor publik pada dasarnya lebih rumit dibandingkan dengan di sektor swasta. Dalam praktiknya. Di samping itu sulit untuk mengukur output yang dihasilkan. 4. terdapat kesulitan dalam menentukan biaya dan manfaat dari suatu investasi yang dilakukan. Sementara organisasi publik merupakan organisasi yang tidak berorientasi pada laba. maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan dan mendistribusikan sumber dana publik secara ekonomis. biaya output dan biaya proses. • 3. alat distribusi. Biaya proses: Biaya proses dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. sehingga terkadang teknik-teknik tersebut tidak dapat diterapkan untuk sektor publik. efektif. yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik.

Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan yang cepat. berkualitas. 4. Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut diperlukan strategi yang dijabarkan dalam bentuk program-program atau aktivitas. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : 1. Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. 5. 2. Penilaian kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian dari sitem pengendalian. Organisai memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Pengendalian preventif 5 . Perencanaan Koordinasi antar bagian dalam organisasi Komunikasi informasi Pengambilan Keputusan Memotivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi 6.5. tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Pengendalian 7. akuntansi manajemen berperan dalam pembuatan indikator kinerja kunci (key performance indicator) dan satuan ukur untuk masing-masing aktivitas yang dilakukan SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK Setiap organisasi baik organisasi publik maupun swasta memiliki tujuan yang hendak dicapai. dan murah. termasuk menghitung subsidi yang diberikan. Penilaian Kinerja. yaitu : 1. Penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Penentuan biaya pelayanan (cost of services) dan penentuan tarif pelayanan (charging for services) Akuntansi manajemen digunakan untuk menentukan berapa biaya yang dikeluarkan untuk memberikan pelayanan tertentu dan berapa tarif yang akan dibebankan kepada pemakai jasa pelayanan publik. Dalam tahap penilaian kinerja. 3. 6. Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok.

Pusat Laba 6 . Sebagai alat pengendalian anggaran. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan. yaitu : 1. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban (responsibility centers). 6. 3. 3. 2. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien. Struktur Pengendalian Manajemen Struktur pengendalian manajemen termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggung jawaban (responsibility centers). Mendelegasikan tugas dan wewenang ke unit-unit yang memiliki kompetensi sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat. dan 7. Untuk memudahkan mencapai tujuan organisasi. 3. Pengandalian kinerja Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan. dan penilaian kinerja manajer dan unit organisasi yang dipimpinnya: 2.Pada tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan strategik yang dijabarkan dalam bentuk program-program. pengendalian. Sebagai basis perencanaan. 2. 4. Tujuan dibuatnya pusat-pusat pertanggungjawaban tersebut adalah: 1. Pusat pertanggung jawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertanggung jawab terhadap aktivitas pusat pertanggung jawaban yang dipimpinnya. Pusat Biaya Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Pusat-pusat pertanggugjawaban Pada dasarnya terjadi empat jenis pusat pertanggung jawaban. Pusat Pendapatan Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasinya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. 5. Pengendalian operasional Pada tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran.

sebagai holder memiliki tanggung jawab yang untuk melaksanakan anggaan. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang meliputi: (1) perumusan strategi (strategy formulation). Pusat Investasi Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. 1. Adanya perbedaan atau varians antara hasil yang dicapai dengan yang dianggarkan kemudian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertangungjawab atas terjadinya varians tersebut. 4. Departemen anggaran memiliki fungsi sebagai berikut . Pengendalian anggaran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja yang riil dilakukan dibandingkan dengan anggaran. Keberadaan departemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membantu terciptanya anggaran yang efektif. (3) penganggaran. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggaran Mengkoordinasikan dan membuat asumsi-asumsi sebagai dasar anggaran Membantu mengkonsumsikan anggaran ke seluruh bagian organisasi Menganalisis anggaran yang daiajukan dan membuat rekomendasi kepada budgetee dan manajer pusat pertanggungjawaban 5. Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data pengeluaran dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. dan menyiapkan ikhtisar laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban 6. Manajer pusat pertanggungjawaban.Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input ( expense) dengan output (revenue) dalam satuan moneter. (2) perencanaan strategik (strategic planning). 3. 2. Hubungan antara pusat pertanggung jawaban dengan pengendalian anggaran. 4. Struktur pusat pertanggungjawaban hendaknya sejalan denngan program atau struktur aktivitas organisai. Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan. Menyiapkan pembuatan revisi anggaran jika diperlukan Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan menggunakan saluran komunikasi formal maupun informal. menginterprestasikan hasil. 7 .

Faktor-faktor yang mempengaruhi goal congruence tersebut dapat dikategorikan dalam dua kelompok. faktor informal terdiri atas faktor eksternal dan internal. Perumusan strategi dapat bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku. kegiatan. arah dan kebijakan. sasaran.(4) operasional (pelaksanaan anggaran). yaitu: • • Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekuitf organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai. Perumusan strategi adalah proses penentuan visi. opportunity. serta strategi organisasi. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. Analisis atau scanning lingkungan. misi. Sementara itu. Strategi makro tersebut kemudian dijabarkan (break down) menjadi strategi lebih mikro dalam bentuk program-program. threat). Faktor pengendalian informal yang bersifat eksternal. Olsen dan Eadie (1982) menyatakan bahwa proses perumusan strategi terdiri atas lima komponen dasar. target (outcome). weakness. yaitu faktor pengendalian formal dan faktor informal. dan (5) evaluasi kinerja. pertemuan informal. dan gaya komunikasi(communication style). 8 . Berdasarkan analisis SWOT tersebut. sedangkan yang bersifat internal misalnya: kultur organisasi (organitation culture).Sistem pengendalian manajemen hendaknya dapat menjadi jembatan dalam mewujudkan adanya goal congruence. misalnya etos kerja dan loyalitas karyawan. Faktor pengendalian formal misalnya adalah sistem pengendalian manajemen. Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT (strength. tujuan. atau proyek. gaya manajemen (management style). 1. atau melalui metoda management by walking around. yaitu keselarasan antara tujuan organisasi dengan tujuan personal. Saluran komunikasi informal dapat dilakukan melalui komunikasi langsung. dan reward & punishment system. perumusan strategi (strategy formulation). sistem aturan ( rules of the game). Analisis SWOT dikembangkan dengan menganalisis faktor internal oragnisasi yang menjadi kekuatan dan kelemahan organisasi (care competence) dan memperhitungkan faktor eksternal berupa ancaman dan peluang. terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran (assessment) faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimbangkan pada saat merumuskan strategi organisasi. Perumusan strategi yang dihasilkan dari proses perumusan srategi merupakan strategi global (makro) atau dalam perusahaan disebut corporate level strategy. organisasi dapat menentukan strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggung jawab manajemen puncak (top management). diskusi.

• Profil internal dan audit sumber daya. Menilai lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) 2. evaluasi. Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik (strategic plannig). Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan. Manfaat perencanaan strategik bagi organisasi Perencanaan strategik sangat penting bagi organisasi. 5. 3. Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal (efektf dan efisien). Implementasi dan pengendalian rencana strategik. Perbedaannya dengan perumusan strategi adalah perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi. Perumusan. dan pemilihan strategi. aktivitas. Perencanaan strategik adalah proses penentuan program-program. yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik. Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektf. Sebagai rerangka untuk pelaksanaan tindakan jangka pendek (short term action). 4. 4. antara lain: 1. 2. 2. Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program. Sebagai sarana bagi manajemen untuk dapat memahami strategi organisasi secara lebih jelas. • • Sementara itu Bryson (1995) membuat model delapan langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi. Menilai lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) 5. Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi. 3. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi. perencanaan strategik (strategic planning). atau proyek yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik. Manfaat perencanaan strategik bagi organisasi. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategik. dan 9 . yaitu: 1. sedangkan perencanaan strategik adalahproses menentukan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut.

kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya. Penilaian kinerja adalah tahap akhir dari proses pengendalian manajemen. penganggaran. Proses dan praktik implementasi di lapangan. yang merupakan bagian dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat pengendalian. pendelegasian wewenang dan tugas. Proses penganggaran pada organisasi sektor publik memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggaran pada sektor swasta. Perubahan struktur organisasi hendaknya dapat meningkatkan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif. Perbedaan tersebut terutama adalah adanya pengaruh politk dalam proses penganggaran. 4. Perencanaan strategik perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit. Adanya komunikasi ini akan memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer level bawah mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja 10 . Selain itu harus didukung dengan adanya regulasi keuangan. operasional (pelaksanaan anggaran). Mengubah Perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir yang final. Harus ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab. pengendalian personel. dan 3. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah. Perencanaan strategik tidak akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang dominan. 3. Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi. Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan manajer level bawahnya. dan menilai kinerja manajemen (eksekutif). perlu dilakukan restrukturisasi dan reoragnisasi (institutional reform) agar selaras dengan strategi dan desain sistem pengendalian manajemen. Kultur organisasi. 3. Oleh karena itu. dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair. Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi. 2.6. Restrukturisasi tersebut didasarkan pada prinsip: 1. perencanaan strategik harus didukung oleh hal-hal berikut: 1. dan 5. Maka dari itu. 2. Hal ini akan mendorong terwujudnya goal congruence. Struktur pendukun. evaluasi kinerja. baik secara majerial maupun political will.

www. DAFTAR PUSTAKA 1. Diakses tanggal 22 maret 2013 2.com.html.dilakukan dengan cara menciptakan mekanisme reward & punishment. diakses tanggal 22 maret 2013 3.Pemberiam Imbalan (reward) dapat berupa financial dan non-financial seperti pshycological rewad dan social reward.blogspot.com . www. http://referensiakuntansi.wordpress.com/2012/07/akuntansi-manajemen-sektorpublik.scribd. Diakses tanggal 22 maret 2013 11 . Sistem pemberian penghargaan (rewards) dan hukuman (punishment) digunakan sebagai pendorong bagi pencapaian strategi.santigustiani.

blogspot.html. diakses tanggal 22 maret 2013 5. diakses tanggal 31 maret 2013 12 . http://dedysuarjaya.4.com/2011/11/akuntansi-manajemen-sektor-publik. http://fitriaprliana.html.com/2012/11/akuntansi-manajemen-sektor-publik.blogspot.