BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Pada saat ini pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini diiringi dengan semakin meningkatnya perkembangan dan kemajuan di bidang industri. Perkembangan dan kemajuan di bidang industri tersebut akan mempengaruhi limbah yang dihasilkan oleh industri, baik dari segi kuantitas maupun kualitas limbah. Limbah yang dihasilkan oleh industri tersebut akan mempunyai risiko sebagai penyebab pencemaran lingkungan, dan saat ini pencemaran lingkungan yang berakhir dengan kerusakan lingkungan menjadi suatu masalah utama dalam pembangunan, terutama bagi manusia. Limbah industri, khususnya limbah cair memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pencemaran air. Hal ini merupakan suatu kondisi yang memiliki risiko tinggi, karena pencemaran pada air dapat menjadi sumber utama terjadinya kontak manusia dengan senyawa kimia beracun. Dengan pesatnya perkembangan industri di Indonesia, akan mengakibatkan timbulnya masalah pencemaran yang semakin serius. Pencemaran tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi dapat berakibat fatal bagi mahluk hidup terutama pada manusia.

2. Tujuan 1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan limbah industri tekstil dan jenisjenis limbah tersebut. 2. Mengetahui sumber limbah tekstil. 3. Mengetahui bahaya dari limbah tekstil, penanganan,serta pemanfaatannya.

4

kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia. dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya ( grey water). penggelantangan. 5 . Pengertian Limbah Tekstil Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu. ada air kakus (black water). yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dimana masyarakat bermukim. Bila ditinjau secara kimiawi. pemasakan.BAB II PEMBAHASAN 1. proses penghilangan kanji. Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah. disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian. sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Ada sampah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Cr. Proses pencetakan menghasilkan limbah yang lebih sedikit daripada pewarnaan. Jenis-Jenis Limbah Tekstil 1. yang menghasilkan asam. CMC. Pigmen. 3. Pewarnaan dan pembilasan menghasilkan air limbah yang berwarna dengan COD tinggi dan bahan-bahan lain dari zat warna yang dipakai. Informasi tentang banyaknya limbah produksi kecil batik tradisional belum ditemukan. basa.merserisasi. berkisar dari 25 kg BOD/ton produk sampai 100 kg BOD/ton. Perbandingan COD : BOD adalah dalam kisaran 1. Cd. pH yang sangat bervariasi dan beban pencemaran yang tergantung pada proses dan zat kimia yang digunakan. Pabrik serat alam menghasilkan beban yang lebih besar. Penghilangan kanji biasanya memberikan BOD paling banyak dibanding dengan proses-proses lain. enzim. dan asam. Pb. Logam berat terutama As. PVA. Proses penyempurnaan kapas menghasil kan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sistesis. 2.Proses-proses ini menghasilkan limbah cair dengan volume besar. Beban tiap ton produk lebih besar untuk operasi kecil dibandingkan dengan operasi modern yang besar. Sumber Limbah Tekstil Larutan penghilang kanji biasanya langsung dibuang dan ini mengandung zat kimia pengkanji dan penghilang kanji pati. Hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan finishing). Limbah Asam. zat warna dan pelarut organik. 4. seperti fenol dan logam. 3. Gabungan air limbah pabrik tekstil di Indonesia rata-rata mengandung 750 mg/l padatan tersuspensi dan 500 mg/l BOD. Cu. DiIndonesia zat warna berdasar logam (krom) tidak banyak dipakai. 2. padatan tersuspensi dan zat-zat kimia. Zn. pewarnaan. BOD.5 : 1 sampai 3 : 1. Pemasakan dan merserisasi kapas serta pemucatan semua kain adalah sumber limbah cair yang penting. 6 . pencetakan dan proses penyempurnaan. COD.

Limbah Basa (ammonium hidroksida. d. selaput lendir. Jangka panjang. sodium silikat dan trisodium phispat). Air yang tercemar oleh limbah tekstil juga sangat berbahaya bila digunakan oleh manusia untuk kebutuhan sehari-hari. Arsen juga dapat merusak ginjal dan bersifat racun yang sangat kuat. sodium pryophospat. selaput mata dan saluran pernapasan. Larutan dari kadmium sangat beracun. pankreas. Limbah asam adalah dapat menyebabkan luka pada kulit. sodium hidroksida. • Timbal (Pb): Beracun jika termakan atau terhirup dari udara atau uap. • Tembaga (Cu) : Konsumsi Cu dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan gejala-gejala yang akut. Jangka panjang.5. ginjal dan tiroid. Hal ini dikarenakan beberapa senyawa kimia dan limbah tekstil mempunyai sifat yang toksik bagi mahluk hidup yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti 7 . terutama kanker. potassium hidroksida. Jangka panjang. tetapi dapat mengiritasi kulit. dicurigai dapat menyebabkan hipertensi. • Cadmium (Cd): Dalam bentuk serbuk mudah terbakar. 4. Dampak yang Dapat Ditimbulkan oleh Logam Berat di dalam Tubuh Manusia : • Arsen (As): Menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kronis. Dapat menyebabkan kanker. peningkatan sensitivitas kulit dan kerusakan pada ginjal. Dampak Limbah Tekstil 1. Beracun jika terhirup dari udara atau uap. terakumulasi di hati. b. Bagi Kesehatan a. sodium sianida. kelainan pada kelahiran. c. • Kromium (Cr): Kromium hexavalen bersifat karsinogenik dan korosif pada jaringan tubuh. sodium karbonat. Limbah basa tidak begitu bahaya bagi sistem saluran pernafasan. menyebabkan kerusakan otak dan ginjal.

pencemaran limbah tekstil juga dapat mengurangi nilai estetika badan air. Kulitnya tampak kebiruan karena berkurangnya kadar oksigen dalam darah. zat warna yang digunakan untuk pewarna tekstil (Senyawa azo) yang dapat mencemari perairan. Hal ini akan menyebabkan kandungan oksigen di dalam air menurun dan pada akhimya menyebabkan kematian mahluk hidup yang ada di perairan tersebut. Zat warna dari limbah tekstil bila dibuang ke perairan dapat menutupi permukaan badan air sehingga menghalangi sinar matahari untuk masuk ke dalam perairan. kemudian pernafasan menjadi cepat. Selanjutnya terjadi muntah dan batuk yang menetap disertai megap-megap. dan tentunya akan merugikan bagi masyarakat yang tinggal disekitar badan air tersebut. badan air (sungai atau danau) menjadi tidak nyaman untuk dipandang karena aimya berwarna bahkan mungkin berwarna gelap atau hitam pekat. Selain itu.kanker dan tidak berfungsinya organ-organ tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian. Nilai estetika suatu badan air juga menurun dengan timbulnya bau yang tidak sedap seperti bau amoniak dan asam sulfida hasil penguraian limbah oleh bakteri secara anaerob karena badan air mempunyai kandungan oksigen yang sangat minim. Hidrokarbon terhalogenasi (misalnya karbon tetraklorida yang banyak ditemukan di dalam larutan dan pencair dry-cleaning atau etilen diklorida): dapat menyebabkan batuk dan tersedak. Di samping mempunyai sifat yang berbahaya bagi mahluk hidup terutama bagi manusia. e. Penurunan atau hilangnya nilai estetika suatu badan air akan menurunkan nilai ekonomis badan air. 8 . Berkurangnya sinar matahari yang masuk ke perairan menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis oleh tumbuhan yang ada diperairan. 2. Bagi Lingkungan Limbah-limbah buangan dari industri tekstil yang ada dilingkungan dapat mencemari perairan dan dapat pula merusak ekosistem perairan.

Penggantian dan pengurangan pemakaian zat kimia dalam proses harus diperiksa pula : • • • Penggantian kanji dengan kanji buatan untuk mengurangi BOD Penggelantangan dengan peroksi da menghasilkan limbah yang kadarnya kurang kuat daripada penggelantangan pemasakan hipoklorit Penggantian zat-zat pendispersi.Proses penghilangan logam menghasilkan lumpur yang sukar diolah dan sukar dibuang. Pewarnaan dengan permukaan kain yang terbuka dapat mengurangi jumlah kehilangan pewarna yang tidak berarti. Zat pewarna yang sedang dipakai akan menentukan sifat dan kadar limbah proses pewarnaan. Langkah pertama untuk memperkecil beban pencemaran dari operasi tekstil adalah program pengelolaan air yang efektif dalam pabrik. mungkin diperlukan reduksi kimia dan pengendapan dalam pengolahan limbahnya. 9 . Pewarna dengan dasar pelarut harus diganti pewarna dengan dasar air untuk mengurangi banyaknya fenol dalam limbah.5. Bila digunakan pewarna yang mengandung logam seperti krom. yaitu dengan menggunakan : • • • • • • Pengukur dan pengatur laju alir Pengendalian permukaan cairan untuk mengurangi tumpahan Pemeliharaan alat dan pengendalian kebocoran Pengurangan pemakaian air masing-masing proses Otomatisasi proses atau pengendalian proses operasi secara cermat Penggunaan kembali alir limbah proses yang satu untuk penambahan (make-up) dalam proses lain (misalnya limbah merserisasi untuk membuat penangas pemasakan atau penggelantangan) • • Proses kontinyu lebih baik dari pada proses batch (tidak kontinyu) Pembilasan dengan aliran berlawanan 2. Penanganan Limbah Tekstil 1. pengemulsi dan perata yang menghasilkan BOD tinggi dengan yang BOD-nya lebih rendah. 3.

maka aliran limbah dari proses pencelupan harus dipisahkan dan diolah tersendiri. penukar ion dan penjernihan kimia. Alternatif pemanfaatan sisa kain adalah dapat digunakan sebagai bahan tas kain yang terdiri dari potongan kain-kain yang tidak terpakai. padatan tersuspensi. parit oksidasi dan lumpur aktif. dan dapat pula digunakan sebagai bahan pembuatan celana pendek (kolor). Untuk memperoleh BOD. Limbah dari pengolahan kimia dapat dicampur dengan semua aliran limbah yang lain untuk dilanjutkan ke pengolahan biologi. koagulasi dan penjernihan (dengan tawas. Kolom percik adalahcara yang murah akan tetapi efisiensi untuk menghilangkan BOD dan COD sangat rendah. 10 . warna dan parameter lain dengan kadar yang sangat rendah. Cara-cara biologi yang telah terbukti efektif ialah laguna aerob. maka gabungan limbah sering diolah dengan pengolahan biologi saja. telah digunakan pengolahan yang lebih unggul yaitu dengan menggunakan karbon aktif. garam feri atau poli-elektrolit). 5. dapat juga digunakan sebagai isi bantal dan boneka sebagai pengganti dakron. Limbah operasi pencelupan dapat diolah dengan efektif untuk menghilangkan logam dan warna. Jika pabrik menggunakan pewarnaan secara terbatas dan menggunakan pewarna tanpa krom atau logam lain. Limbah lain yang mungkin perlu ditangani adalah sisa kain.4. diperlukan lagi pengolahan kimia atau pengolahan fisik untuk memperbaiki daya kerjanya. Pemanfaatan Limbah Tekstil Industri tekstil tidak banyak menghasilkan banyak limbah padat. Lumpur yang dihasilkan pengolahan limbah secara kimia adalah sumber utama limbah pada pabriktekstil. saringan pasir. keset. jika menggunakan flokulasi kimia. sesudah penetralan dan ekualisasi. sisa minyak dan lateks. COD. Pengolahan limbah cair dilakukan apabila limbah pabrik mengandung zat warna. Sistem dengan laju alir rendah dan penggunaan energi yang rendah lebih disukai karena biaya operasi dan pemeliharaan lebih rendah.

11 . maka ia harus disimpan ditempat yang aman. Jika pewarna yang dipakai tidak mengandung krom atau logam lain. lumpur dapat ditebarkan diatas tanah. Kabupaten Bogor. sampai ada suatu tempat pengolahan limbah berbahaya yang dikembangkan diIndonesia. Jika lumpur mengandung logam. Jawa Barat.Lumpur dari pengolahan fisik atau kimia harus dihilangkan airnya dengan saringan plat atau saringan sabuk (belt filter). dan yang ada pada saat ini adalah Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3) di Cilengsi.

Cd. Cr. CMC. limbah asam. proses pemasakan. yang menghasilkan asam. penyempurnaan. Limbah tekstil biasanya bersumber dari larutan penghilang kanji yang biasanya langsung dibuang dan ini mengandung zat kimia pengkanji dan penghilang kanji pati. Proses pewarnaan. pigmen.BAB III KESIMPULAN Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian. yaitu logam berat terutama As. basa. Pb. dan merugikan masyarakat sekitar yang terkena limbah tersebut. enzim. merserisasi. iritasi pada kulit. Zn. bahkan dampak yang paling buruk adalah dapat menyebabkan kematian. Ada beberapa dampak yang ditimbulkan oleh limbah industri tekstil. PVA. dan asam. Limbah tekstil dapat ditangani dengan cara program pengelolaan air yang efektif dalam pabrik. penyempurnaan kapas menghasil kan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sistesis. Penggantian dan pengurangan pemakaian zat kimia. COD. dan penggelantangan. antara lain dampak dalam kesehatan dan lingkungan. 12 . hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan finishing). dan imbah basa. Dampak di bidang kesehatan antara lain dapat merusak sistem kerja organ bagian dalam tubuh. Limbah industri tekstil dibedakan menjadi beberapa jenis. Pemasakan dan merserisasi kapas serta pemucatan semua kain adalah sumber limbah cair yang penting. gangguan pada sistem pernapasan. Selain itu dampak bagi lingkungan adalah mencemari perairan serta merusak ekosistem di perairan. Selain itu proses pewarnaan dan pembilasan pada proses pembuatan tekstil juga juga menghasilkan limbah. melakukan pengolahan limbah cair apabila limbah pabrik mengandung zat warna. zat warna dan pelarut organik. padatan tersuspensi dan zat-zat kimia. tensioactive (surfactant). Cu. proses penghilangan pencetakan kanji. BOD.

Selain itu. dapat juga digunakan sebagai isi bantal dan boneka sebagai pengganti dakron. keset. dan dapat pula digunakan sebagai bahan pembuatan celana pendek (kolor). limbah tekstil yang masih berupa kain juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tas kain yang terdiri dari potongan kain-kain yang tidak terpakai. 13 .

DAFTAR PUSTAKA http://jombangan.com/2009/12/limbah_20.com/ebook-2011/pengertian-limbah-industri-tekstil.com/tautan/pengertian-limbah-industri http://freetechebooks.blogspot.html 14 .blogspot.html http://ansharannajazi.html http://ipasmkn2seririt.com/2010/05/pencemaran-oleh-logam-berat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful